Webinar Teknologi Pengolahan Sampah, Alih Teknologi dan Kebijakan Mengurangi Sampah dari Sumber

Ringkasan Singkat

Webinar ini membahas tentang teknologi pengelolaan sampah, alih teknologi, dan kebijakan untuk mengurangi sampah dari sumbernya. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi:

  • Pentingnya pengelolaan sampah yang efektif di tingkat daerah.
  • Peran perubahan perilaku masyarakat dan dukungan teknologi tepat guna dalam pengelolaan sampah.
  • Pengenalan teknologi Lasamor untuk pengolahan sampah organik skala kawasan dan teknologi pirolisis untuk mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar cair (Petasol).
  • Kebijakan dan regulasi yang mendukung gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya.
  • Mekanisme adopsi teknologi hasil riset BRIN oleh pemerintah daerah dan swasta melalui lisensi dan kerja sama.

Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Sebagai wujud cinta tanah air, hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan sikap tegap dan khidmat.

Sambutan dan Arahan dari Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah bukan lagi urusan kebersihan rutin, melainkan isu strategis yang menyangkut ekosistem dari hulu ke hilir. Data menunjukkan bahwa timbulan sampah nasional mencapai 143.000 ton per hari, namun yang terkelola baru 24%. Untuk mencapai target RPJMN 2025-2029 sebesar 51,21%, pemerintah daerah perlu menggeser paradigma dari membuang sampah menjadi mengurangi dan mengelola sampah dari sumbernya. Keberhasilan pengelolaan sampah di tingkat daerah bergantung pada perubahan perilaku masyarakat dan dukungan teknologi tepat guna. BRIN hadir sebagai hub inovasi untuk menjembatani kebutuhan daerah dengan teknologi Lasamor (olahan sampah organik untuk skala kawasan) dan teknologi pirolisis (pengkonversi limbah organik menjadi bahan bakar cair Petasol). Teknologi ini perlu diorkestrasi dengan instrumen kebijakan yang kuat, seperti yang telah diinisiasi oleh Pemprov DKI Jakarta. BRIDA dan BAPEDA diharapkan berperan sentral dalam penguatan ekosistem hulu hilir pengelolaan sampah.

Laporan dan Kata Pembuka dari Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN

Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Wiwi Yuliani, menyampaikan laporan dan kata pembuka yang menguraikan esensi teknis dari webinar. BRIN telah melakukan lebih dari 1000 program atau kegiatan bersama daerah, termasuk di bidang pertanian, pangan, kebun raya, dan inovasi daerah termasuk masalah sampah. Pembentukan BRIDA dan BAPEDA terus berproses di berbagai daerah. Potret pengelolaan sampah secara nasional menunjukkan bahwa dari 143.000 ton sampah per hari, baru 24% yang terkelola. Infrastruktur seperti bank sampah dan TPS 3R sudah banyak dibangun, namun sistem operasi TPA sebagian besar masih open dumping. Pengelolaan sampah memerlukan dukungan riset dan kebijakan di setiap tahapan dari hulu ke hilir. BRIDA berperan sebagai hub inovasi yang mendukung OPD teknis dalam solusi masalah sampah.

Kebijakan dan Regulasi Gerakan Masyarakat Pilah Sampah dari Sumbernya

Kepala Bidang Pengurangan dan Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Fahmi Hermawan, menyampaikan tentang kebijakan gerakan pemilahan dan penanganan sampah dari sumbernya di DKI Jakarta. Jakarta menghasilkan 9.059 ton sampah per hari dan masih bergantung pada TPA Bantar Gebang. Terjadi bencana longsor di TPA Bantar Gebang pada Maret 2026. Pemilahan sampah di sumber masih sangat rendah, dan mayoritas sampah masih tercampur. Per Agustus, praktik open dumping di TPA akan dihentikan. Komposisi sampah DKI Jakarta didominasi fraksi organik (49,87%). Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang gerakan pemilahan dan penanganan sampah dari sumbernya diterbitkan sebagai respons terhadap kejadian longsor. Instruksi ini menugaskan berbagai OPD untuk melakukan kampanye, monitoring, pengawasan, dan sosialisasi terkait pemilahan sampah. Lurah sebagai ujung tombak di tingkat wilayah bertugas menggerakkan masyarakat, mewajibkan warga untuk memilah sampah, dan memberikan sanksi administratif bagi yang melanggar.

Teknologi Lasamor: Pengolahan Sampah Organik Skala Kawasan

Inovator Lasamor dari BRIN, Ir. Agus Kismanto, M.Sc., membahas tentang pengolahan sampah organik untuk mendukung program pilah sampah. Lasamor adalah komposter takakura yang dirancang agar mudah digunakan dan tidak menimbulkan bau atau maggot. Prinsip kerjanya adalah memasukkan sampah organik ke dalam drum yang berisi kompos lama sebagai starter, lalu diputar secara berkala. Lubang-lubang di dinding komposter berfungsi sebagai aerator. SOP penggunaan Lasamor meliputi penempatan di tempat panas dan berangin, penyiapan kompos starter, pemasukan sampah secara bertahap, dan pembersihan dinding secara berkala. Masalah yang mungkin timbul adalah bau (karena overload), maggot (karena ada daging/ikan), dan dinding yang digigitin tikus. Lasamor sudah dilisensi oleh PT Dum Gresik dan bisa dibeli melalui e-katalog. Untuk daerah padat, tersedia Lasamor Maxi untuk 250 KK. Konsep penanganan sampah kota yang minim biaya adalah kombinasi RDF plan, plastic oil plan, dan magot plan yang bekerja bersinergi.

Teknologi Pirolisis: Mengubah Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Cair (Petasol)

Peneliti ahli utama BRIN, Dr. Tri Martini, S.PM., PMSI, memperkenalkan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar cair (Petasol). Teknologi FAS pirolisis (FASPOL) adalah inovasi hasil kolaborasi dengan Pemprov Jawa Tengah untuk memanfaatkan limbah plastik dalam mendukung dekarbonisasi dan kemandirian energi lokal. Teknologi ini sudah tersebar di 83 lokasi di Indonesia dan berfokus pada gerakan ekonomi sirkular. FASPOL generasi 5 memiliki desain tanpa pipa elbo, bisa memproses bahan baku kering dan kotor, serta menghasilkan BBM berkualitas tinggi melalui proses treatment (esterifikasi). Jenis sampah plastik yang bisa digunakan adalah PE, LDPE, HDPE, dan PS. Proses pirolisis berlangsung anaerob tanpa oksigen. Petasol adalah produk akhir dari mesin FASPOL yang telah melalui proses treatment dan memenuhi spesifikasi solar 51.

Mekanisme Adopsi Teknologi Hasil Riset BRIN oleh Pemerintah Daerah

Direktur Alih dan Sistem Audit Teknologi BRIN, Dr. Edi Hilmawan, menjelaskan mekanisme adopsi teknologi hasil riset BRIN oleh pemerintah daerah dan swasta. BRIN tidak hanya bertugas melakukan riset, tetapi juga memastikan hasil riset dapat dimanfaatkan oleh masyarakat melalui mekanisme hilirisasi. Hasil riset perlu melalui tahapan pengujian, modifikasi, dan sertifikasi sebelum bisa dimanfaatkan secara komersial. Mekanisme yang didorong adalah melalui lisensi, yaitu pemberian izin kepada pihak lain untuk menggunakan, memproduksi, dan menjual produk/teknologi yang dipatenkan oleh BRIN. Alih teknologi dapat dilakukan secara komersial (untuk mendapatkan manfaat ekonomi) atau nonkomersial (untuk mendorong penguasaan IPTEK, menciptakan temuan baru, atau mengembangkan UMKM). Lisensi dapat bersifat eksklusif (hanya diberikan kepada satu mitra) atau noneksklusif (dapat diberikan kepada beberapa mitra sekaligus).

Sesi Tanya Jawab dan Diskusi

Sesi tanya jawab dan diskusi membahas berbagai pertanyaan dari peserta terkait faktor keberhasilan alih teknologi, prosedur perizinan duplikasi alat yang dipatenkan BRIN, cara efektif menyadarkan masyarakat untuk memilah sampah, solusi untuk daerah dengan armada pengangkut sampah terbatas, dan kelayakan teknologi pengelolaan sampah plastik menjadi bahan bakar.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Dan hadirin yang kami hormati, sebagai wujud rasa cinta kita kepada tanah air. Dan untuk mengawali kegiatan yang penuh manfaat ini, marilah kita menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kepada seluruh hadirin yang berada di ruang virtual dimohon untuk dapat mengambil sikap tegap dan mengikuti jalannya lagu dengan khidmat. Kepada operator kami persilakan. [musik]

1:07 Indonesia baya hidupan tanahku [musik] hidupku semua [musik] tak ingat padang [musik] Ya [musik]

2:14 Terima kasih kepada hadirin sekalian. Semoga semangat nasionalisme kita senantiasa membakar komitmen kita untuk membangun daerah yang bersih, inovatif, dan berkelanjutan. Hadirin yang berbahagia, keberhasilan pengelolaan sampah di tingkat daerah memerlukan arahan strategis, kebijakan yang kuat, dan orkestrasi riset yang masif. Untuk itu, marilah kita simak bersama sambutan utama sekaligus arahan yang akan disampaikan oleh Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah. Kepada yang kami hormati Bapak Dr. Yopi, waktu dan layar kami persilakan. Baik. Ee terima kasih Pak Yus. Bapak Ibu sekalian, asalamualaikum warahmatullahi

3:00 wabarakatuh. Waalaikumsalam pagi. Salam sejahtera buat kita semua. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Yang kami hormati ee khususnya ini Bapak Ibu narasumber. Pertama saya ingin menyapa ada Pak Edi Hilmawan sebagai Direktur Ahli dan Sistem Audit Teknologi, Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi Brin. Kemudian ada rekan kami Ibu Tri Martini, peneliti ahli utama Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan. Eh, Pak Agus Kismanto, perekayasa ahli madia Pusat Riset Teknologi Bahan Bakar. Ada Pak Fahmi Hermawan, Kepala Bidang Pengurangan dan Penanganan

3:46 Sampah Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Kemudian ee Ibu Direktur kami, Ibu Wiwi, Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah. Dan kami juga ingin menyapa Bapak, Ibu seluruh peserta webinar yang berbahagia yang terima kasih sudah hadir pada ee pagi hari ini. Pertama ee kami bersama-sama mari kita bersyukur terhadap Allah Subhanahu wa taala. kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul hari ini Bapak, Ibu sekalian dalam kondisi insyaallah sehat ya. Ee di mana tema hari ini sangat penting sekali untuk kita semua khususnya bagi Bapak Ibu di pemerintah daerah. Eem seperti kita ketahui Bapak, Ibu

4:33 sekalian bahwa pengelola sampah saat ini sudah bukan lagi menjadi urusan ee kebersihan yang rutin ya, melainkan telah menjadi suatu isu strategis ee di mana ini menjadi urusan lingkungan yang harus kita tangani secara lebih serius lagi. Masalah ini menyangkut ekosistem dari hulu dan hilir yang membutuhkan orkestrasi, kebijakan, dan tindakan nyata di lapangan. Jika kita mengecek data potret data timbulan sampah nasional pada tahun 2025 dari 400 15 ya kabupaten dan juga sekitar 110

5:19 pemerintah kota di seluruh Indonesia angka timbulan yang muncul itu sudah mencapai 143.000 R000 ton per hari. Dan sampah yang terkola ternyata baru sekitar 24% ya, yaitu sekitar 37.000 ton. Sedangkan target RPJMN 2025-2029 disebutkan bahwa targetnya adalah 51,21% sampah perlu terkelola sehingga angka ini menunjukkan ya belum tercapai. Kondisi ini yaitu menjadi cambuk ya, menjadi alarm bagi kita bersama bahwa kita perlu kerja keras dan ini harus menjadi suatu keharusan yang mutlak bagi

6:04 pemerintah daerah agar bisa menggeser paradigma dari yang semula ee sekedar membuang atau memindahkan sampah menjadi mengurangi dan mengelola sampah langsung dari sumbernya. Bapak, Ibu yang hadir sekalian. Akar keberhasilan dari pengelolaan sampah di tingkat daerah baik di wilayah perkotaan maupun di perdesaan ee kami himpun berada dalam dua pilar utama yaitu adalah perubahan perilaku masyarakat di sisi hulu dan dukungan teknologi tepat guna. Namun kita perlu menyadari bahwa mengubah kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah sejak

6:50 dari rumah tangga bukanlah sesuatu perkara yang mudah. Proses edukasi, pembinaan, fasilitasi harus diimbangi dengan penyediaan teknologi pengelolahan yang efisien, murah, mudah dioperasikan, dan sudah terbukti kebermanfaatannya. Oleh karena itu, pada hari ini kami melalui Kedeputian Bidang Riset dan Inovasi Daerah berusaha hadir sebagai hub inovasi untuk menjempatani kebutuhan daerah tersebut. Dan melalui webinar hari ini nanti akan ada dua hasil riset dan informasi konkret di para riset BRIN yang akan kita tampilkan. pertama itu adalah teknologi Lasamor, olahan sampah organik untuk

7:36 skala kawasan. Teknologi ini mudah diterapkan di tingkat komunitas dan telah mulai diinisiasi pemanfaatannya di beberapa daerah, salah satunya adalah di kota Surabaya. Kedua adalah teknologi pirolisis yang mampu mengkonversi limbangan organik seperti sampah plastik menjadi bahan pakar cair bernilai ekonomi yang akan kita yang kita sebut sekarang sebagai petasol. Teknologi ini telah sukses diuji coba di beberapa daerah di Jawa Tengah dan terbukti mampu menjadi subsisi bahan bakar fosil. Bapak, Ibu sekalian, teknologi sudah hadir. Namun, hadirnya teknologi yang hebat tidak akan berdampak masib tanpa ada instrumen kebijakan yang

8:22 mengorkestrasikannya. Kita patut belajar dari praktik baik yang sudah dilaksanakan di beberapa pemerintah daerah. Salah satunya adalah pemerintah provinsi ee daerah khusus Jakarta melalui inisiasi regulasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah langsung di tingkat masyarakat. Sinergitas kebijakan dari kepala daerah yang didukung oleh OPD Teknis adalah kunci utama. kami ee mendapatkan data tidak hanya di Provinsi Daerah khusus Jakarta dari di berbagai macam pemerintah daerah mau kota, kabupaten juga sebenarnya sudah melaksanakan ini. Untuk itu, mari kita perkuat kembali kebijakan-kebijakan, kita pantau prosesnya dan belajar

9:07 bersama untuk meningkatkan meng-update mengupdate beberapa ee proses bisnis yang sudah dilaksanakan tersebut. Bapak, Ibu sekalian. Di sisi lain kami juga memahami bahwa ee ada beberapa ya kritikan atau keluhan ya dari rekan-rekan di pemerintah daerah khususnya adalah terkait mekanisme bagaimana mengadopsi suatu hasil inovasi oleh lembaga pemerintah daerah agar nanti sesuai dengan ketentuan administratif dan penggunaan anggaran serta dan lain-lainnya. Melalui webinar ini pun kita akan berusaha membedah proses bisnis tersebut, regulasi kerja sama seperti apa, serta lisensinya. Kami ingin

9:55 memastikan bahwa proses alih teknologi berjalan dengan cepat, akuntabel, dan sesuai dengan korider hukum yang berlaku. Dan untuk itu kami berharap di sini mungkin ee sebagian besar adalah eh Brida dan Baperrida atau OPD Kelitbangan, kami mendorong Brida BAPerrida memiliki peran sentral dalam penguatan ekosistem hulu hilir pengelolaan sampah ini sebagai wadah atau wajah untuk pengelolaan manajemen riset dan inovasi di daerah. Bapak, Ibu sekalian khususnya yang bekerja di OPD Kelitbangan Bridaberda. mohon mampu menangkap isu sektoral di Dinas Lingkungan Hidup dan OPD lainnya. Kemudian menjembatani

10:42 dengan solusi teknologi serta rekomendasi kebijakan berbasis bukti langsung di bawah koordinasi kepala daerah. Sebagai penutup Bapak, Ibu sekalian, kembali kami ingin menekankan bahwa penanganan sampah di sisi sumber adalah target mutlak yang harus kita mulai saat ini juga tidak bisa diutunda. Solusi pengelolaan sampah daerah yang berkelanjutan akan hanya akan tercipta jika ada sinergis yang kuat antara perihan perubahan perilaku masyarakat, implementasi teknologi, dan ketegasan dalam kebijakan itu sendiri. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Ibu narasumber yang nanti akan banyak bercerita ya lebih detail lagi

11:29 berbagi terkait ilmu pengalamannya dan juga kepada seluruh peserta yang antusias hari ini hadir dan mudah-mudahan nanti bisa berdiskusi dan mendapatkan manfaat melalui acara webinar khusus untuk penyelesaian masalah sampah di daerah Bapak Ibu masing-masing. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, webinar nasional dengan tema teknologi pengelolaan sampah alih teknologi dan kebijakan mengurangi sampah dari sumber secara resmi kami buka. Selamat berdiskusi, selamat berdiskusi. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan memberikan rekomendasi solutif bagi kelestarian lingkungan, kemajuan inovasi di daerah kita semua.

12:14 Makasih. Salam sehat. dan salam kompak selalu. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dr. Yopi atas pandangan strategisnya. Selanjutnya mari kita dengarkan laporan sekaligus kata pembuka yang akan menguraikan esensi teknis dari penyelenggaraan webinar kita hari ini yang akan disampaikan oleh Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah. Kepada yang kami hormati Ibu Dr. Wiwi Yuliani, waktu dan layar kami persilakan. Terima kasih Bu Yus. E asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak, Ibu yang kami hormati ee

13:03 apa kabar semua? Sehat ya? Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Om swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan. Ee Bapak, Ibu yang kami hormati, terima kasih pagi hari ini sudah hadir di ruang Zoom ada lebih dari 400 ee Bapak Ibu dari berbagai daerah ya, termasuk kami juga undang dari desa. Jadi selain ee Brida, BAPIDA juga dari desa hadir dan juga tentu saja juga mungkin ee mitra daerah juga masyarakat. Jadi terima kasih sudah hadir pagi hari ini. Kita akan diskusi. Ee pembukaan saya akan saya sampaikan dalam bentuk e paparan Bapak Ibu. Paparan ringkas sudah kelihatan ya. Baik ee Bapak Ibu

13:48 yang kami hormati. Jadi pagi hari ini ini adalah salah satu ee mekanisme pembinaan teknis yang dilakukan oleh BRIN dalam hal ini deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah. di mana kami hari ini sebagai pelaksana dari Direktorat Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah. Tentunya yang kami ee yang kami lakukan ini adalah terbuka untuk seluruh masyarakat dan karena itu kami nanti juga membuka ruang untuk diskusi Bapak Ibu. Jadi sebelum mulai Bapak Ibu mungkin perlu saya sampaikan bahwa kerja sama yang sudah kami lakukan bersama daerah ya ini belum termasuk desa Bapak Ibu tapi sementara ini baru bersama ee

14:35 kawan-kawan di daerah itu sudah lebih dari 1000 program atau kegiatan kalau dirinci ya begitu dari 260 bidang pertanian dan pangan gitu ya. Terus juga ada ee untuk kebun raya saja sekitar 132 dan kemudian juga untuk ee 155 itu untuk yang lain termasuk untuk pembangunan dan inovasi daerah termasuk di dalamnya masalah sampah. Jadi ini adalah peta ee nota kesepakatan sinergi yang sudah kami tandatangani Bapak Ibu. Jadi ee sudah tersebar dari seluruh wilayah di seluruh pulau di Indonesia di seluruh ee provinsi. tersebar di 19 provinsi, 95 kabupaten, dan 9 kota. Dan ee Bapak Ibu

15:22 kalau saya sampaikan ee pembentukan BRIAda BAPIDA yang saat ini sedang berproses itu sekarang sudah tercapai 26 provinsi dan 284 kabupaten kota dan itu sudah hampir 300 Bapak Ibu ya ee kalau termasuk provinsi sudah lebih dari 300. Karena itu menjadi tanggung jawab kita semua ee di mana untuk mendukung program nasional untuk pengurangan sampah, bagaimana kita melakukan pembinaan teknis terhadap ee seluruh brida, BPRIA maupun ee OPD terkait dan juga tentu saja ee kami juga undang ee untuk Balit

16:08 Bangda yang belum terbentuk juga terbuka ruang untuk ee ee menghadiri webinar ini. Baik, Bapak Ibu, bagaimana potret ee pengelolaan sampah secara nasional. Jadi tadi juga seperti disampaikan oleh Bapak Deputi, total timbulan sampah per hari itu data yang kami ee dapatkan. Jadi ini data masih data tahun 2026 tapi mungkin data diambil tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup ini ee tercatat 143.000 RI 1000 ton per hari data timbulan sampah. Dan ee untuk yang terkelola itu baru 24% Bapak, Ibu ya. Dan ee sampah.

16:53 Sedangkan target dari RPJMN itu adalah 51%. Nah, kemudian infrastruktur juga sudah banyak dibangun di berbagai ee daerah. Di sini tercatat bank sampah sudah tercatat ada 22.000 unit. Kemudian ada TPS 3R 3.000 dan bank sampah sendiri ada 417 unit. Kemudian di sisi kanan Bapak Ibu sistem operasi sebagian besar masih open damping dan ini juga ee segera akan terbatasi ya. Jadi sekarang ini masih 61% open dumping. Kemudian sistem control and field yang ee dianjurkan itu baru 150 unit. Kemudian status kepemilikan TPA di kabupaten ee kota itu memiliki yang memiliki TPA itu

17:39 ada 491 wilayah, sedangkan yang belum itu ada ee 23. Jadi mohon maaf nanti mohon dikoreksi apabila salah Bapak Ibu. Nah, Bapak Ibu jadi proses untuk pengelolaan sampah ini adalah proses huluh hilir di mana inputnya ini adalah ee rumah tangga, komersial, industri, fasilitas publik, maupun sampah khusus. Pagi hari ini kita membahas khusus ee lebih spesifik di tingkat rumah tangga atau kawasan yang nanti akan disampaikan oleh ee para narasumber Bapak Ibu. Dan kemudian ee prosesnya proses pengolahan sampah dari hulu hilir. Jadi sejak pemilahan kemudian pengumpulan kemudian di TPS dan pengolahan akhir semuanya itu

18:24 sebenarnya memerlukan dukungan baik riset maupun kebijakan Bapak Ibu. Jadi ada riset hampir di setiap tahapan itu ada risetnya. Kemudian juga sama kebijakan itu hampir di setiap tahapan juga ada ee ada kebijakannya gitu. Jadi nanti narasumber-narasumber nanti juga akan menyampaikan dari sisi teknologi yang saat ini ee banyak sekali diminati oleh daerah itu apa saja nanti juga akan disampaikan secara detail. Kemudian Bapak Ibu saya sampaikan di mana peran Brida atau Brida? Brida atau Bapak Brida itu berperan sebagai hub inovasi di daerah yang mendukung OPD atau dinas teknis yang akan yang sedang melakukan ee katakanlah seperti saat ini ya. Sebagai contoh itu adalah

19:10 solusi masalah sampah. Nah, OPD misalnya sudah melaksanakan secara teknis, BRA bisa mendukung dari sisi ee kajian atau rekomendasi kebijakan atau juga pemantauan gitu. Jadi, ibaratnya Brida juga bisa mendukung dari hulu sampai hilir ya, dari mulai perencanaan, pelaksanaan hingga pemantauan. Dan di sinilah peran Hub inovasi ini juga bagaimana mengidentifikasi kolaborasi berbagai pihak. Karena urusan sampah tidak hanya urusan Dinas Lingkungan Hidup, akan tetapi juga ee berbagai OPD juga ee berperan untuk ee mengurangi timbulan sampah atau mengurangi sampah dari sumbernya terutama. Bapak, Ibu yang kami hormati. Jadi ini

19:56 secara alur proses riset, inovasi, paten dan lisensi. ini nanti juga akan dijelaskan oleh narasumber ee kita karena ketika ada teknologi yang sudah siap dan kemudian akan diterapkan di daerah, ternyata ada proses-proses administrasi yang perlu kita pahami. Jadi nanti akan disampaikan bagaimana ee dari paten itu nanti ee bisa menghasilkan lisensi, kemudian bagaimana diterapkan di daerah nanti narasumber kita nanti akan ee menjelaskan. Baik Bapak Ibu. Jadi output secara keseluruhan itu adalah ee tentu saja terkelolanya sampah. Nah, hari ini kita akan fokus bagaimana pengurangan sampah dari sumbernya. Dampak positifnya tentu saja untuk lingkungan, untuk sosial, maupun komersial harapannya akan berdampak

20:43 positif dan juga bisa dicapai dalam waktu yang cepat gitu. Baik Bapak Ibu ee kebijakan ini nanti juga akan dibahas ya mungkin saya akan lanjut saja. Jadi ini ee sedikit mengulang. Jadi peran orkestrasi itu sangat penting Bapak Ibu. Jadi di setiap daerah siapa yang mengorkestrasi urusan sampah misalnya ini juga menjadi ee apa? urusan teknis yang perlu didukung. Jadi apabila sudah ada ee arahan ee siapa yang akan melakukan orkestrasi termasuk sekarang ini dari DKI ya sudah mengeluarkan instruksi gubernur. Nanti kita akan dengarkan bagaimana proses itu dilakukan. Jadi orkestrasi sangat ee spesifik di setiap daerah mungkin ee

21:31 memerlukan atau mungkin sudah ada arahan masing-masing. Nah, yang perlu kita pahami adalah bagaimana proses itu nanti berjalan bisa menghasilkan dampak. Itulah yang kita pelajari karena bisa jadi setiap daerah itu mempunyai polanya masing-masing, Bapak, Ibu. Baik, Bapak Ibu. Ini adalah rangkaian webinar pengelolaan sampah yang sudah kami lakukan. Jadi pada 9 April kami sudah menginisiasi di mana di sana ada narasumber dari ee perguruan tinggi dan juga dari ee pemda ya dari desa dan juga ee dari ee BRIN itu juga sudah ada ini dari sebentar Pak. Oke. Baik. Dan juga dari Kementerian ee Lingkungan Hidup. Nah, kemudian pada tanggal 22 Mei yang

22:17 baru lalu ini ee berurutan ya, Bapak, Ibu ini kawan-kawan dari pusat riset di organisasi Riset energi dan manufaktur itu sudah menyampaikan ee banyak sekali sebenarnya teknologi pengelolaan sampah yang hari ini nanti kita akan lebih fokuskan lagi membacanya. Dan hari ini Bapak Ibu, hari ini kita fokus untuk ee mengarah kepada pengurangan sampah dari sumbernya dan nanti akan dijelaskan ini teknologinya kalau kita ee urutkan itu ada teknologi di tingkat rumah tangga, di tingkat kawasan, dan di tingkat kota. Nanti akan dijelaskan lebih detail. Ini saya hanya apa membuat ringkasan Bapak Ibu ee untuk memberi overview sebelum kita mulai acaranya ya. Jadi ini nanti di tingkat rumah tangga ada ee

23:03 pengolahan sampah organik yang akan dijelaskan oleh ee narasumber kita Pak Agus Kismanto. Kemudian ada Ibu Tri Martini juga yang akan nanti menjelaskan mengenai teknologi pirolisis Petasol dan juga ini ada ee permintaan juga dari daerah ini untuk pemanenan gas TPA menjadi energi. Jadi ee gas metan yang terbentuk itu bagaimana kemudian bisa dimanfaatkan menjadi energi itu semua ada teknologinya dan itu juga siap dimanfaatkan oleh daerah Bapak Ibu. Jadi ini yang saya tampilkan ini adalah teknologi-teknologi yang saat ini ee akan diterapkan di beberapa daerah. Jadi sebagai contoh Kota Surabaya dan juga ee Kabupaten Magetan

23:49 dan Jawa Tengah yang paling banyak juga ya sudah banyak menerapkan mengenai ee petasel. Baik Bapak Ibu dan juga Bapak Ibu nanti apabila diperlukan ee skema pendanaan di BRIN sudah ada skema pendanaan yang bisa Bapak Ibu ee bisa Bapak Ibu usulkan itu adalah Rim startup di mana Brida yang nanti berperan untuk memberi rekomendasi tapi usulan tetap dari masyarakat begitu. Jadi atau dari startup dan itu ada skema yang dapat diakses ini ada alamatnya ya Bapak Ibu bisa akses sendiri ini. Saya ee sekedar mengingatkan kembali karena Mbah apa paparan untuk skema pendanaan juga sudah sering juga kami lakukan. Jadi ini

24:34 sekedar untuk pengingat dan Bapak Ibu apabila nanti ada pertanyaan di setiap wilayah, di setiap regional kami juga sudah ada PIC, sudah ada ketua tim dan ini juga bisa dihubungi. Nah, kemudian bagaimana Bapak Ibu apabila belum ee belum mendapatkan nomor kontaknya di bisa dihubungi saja di sekretariat DID di nomor tersebut. Nanti Bapak Ibu akan diarahkan siapa yang dapat dihubungi. Demikian Bapak Ibu yang kami hormati. Terima kasih. Untuk selanjutnya saya sampai saya kembalikan kepada moderator kita. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kami haturkan kepada Ibu Dr. Wii Yuliani atas pemaparan

25:21 pembukanya yang mempertegas pentingnya memilah dan mengolah sampah sejak dari tingkat rumah tangga dengan dukungan teknologi yang andal, murah, dan mudah diaplikasikan. Hari ini kita akan membedah solusi komprehensif tersebut dari empat dimensi sekaligus secara estafet. Regulasi wilayah, inovasi pengelolaan organik, inovasi pengolahan anorganik hingga mekanisme legal ahli teknologi ke daerah. Setiap narasumber memiliki waktu pemaparan maksimal 20 menit. Peserta dipersilakan menuliskan pertanyaan di Google Form atau kolom komentar Zoom. dengan format nama dan instansi ditujukan kepada siapa. Kemudian

26:07 pertanyaannya kita mulai dari pemapar pertama yang akan membahas mengenai kebijakan dan regulasi gerakan masyarakat. Telah hadir bersama kita Bapak Fahmi Hermawan, ST, M.S. Beliau menjabat sebagai Kepala Bidang Pengurangan dan Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Beliau akan memaparkan bagaimana DKI Jakarta menginisiasi instruksi gubernur untuk mengorkestrasi perubahan perilaku pilah sampah di tingkat masyarakat. Kepada Bapak Fahmi Hermawan, waktu 20 menit kami persilakan. Iya, terima kasih.

26:54 Apakah suara saya terdengar? Terdengar Pak. Siap. ee mohon izin nanti ee dibantu untuk host-nya ee menampilkan slide yang telah dikirimkan. Iya. Siap, Pak. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semuanya. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Terima kasih juga dari Brin ee telah mengadakan acara pada pagi hari ini di mana kita juga akan berdiskusi bersama akan mungkin juga dapat mendapat pencerahan terkait dari pengalan sampah yang mungkin saja tidak hanya tapi juga di daerah lain di Indonesia ini ya ee

27:43 izinkan saya Pakmawan dari Dinas Luan Hidup Provinsi DP Jakarta pada pagi hari ini akan menyampaikan beberapa paparan atau slide yang mungkin nanti dapat saya diskusikan secara bersama-sama ya ee sesuai dengan tema yang telah diberikan kepada kami yaitu tentang kebijakan gerakan pemindahan dan sampah dari sumbernya. Lanjut saja. Next slide. Iya. Ee di sini ada outline yang telah disusun. Yang pertama latar belakang dan urgensi dari gerakan pemindahan sampah dan pangan sampah dari sumber di mana kita juga mempunyai inup atau

28:29 instal nomor 5 tahun 2026. Nah, selanjutnya tugas khusus dari organisasi perangkat daerah terkait yang selanjutnya mekanisme monitoring dan pelaporan timeline dari e open dumping yang ada di TPA teknis pemindahan dari empat kategori sampah alur sarsah organik dapur atau SOD. Lanjut next slide ya. Yang pertama, latar belakang dan urgensi. Iya. Ee sebagaimana kita ketahui untuk DKI Jakarta memang masih menjadi saat ini masih menjadi ibu kota. Artinya Jakarta masih menjadi pusat dari segala

29:16 aktivitas ee baik itu mungkin pendidikan, kesehatan politik sosial budaya dan lain sebagainya. Nah, Jakarta kurang lebih penduduk DKI Jakarta ditambah dengan penduk komuter. Komuter itu artinya yang beraktivitas di Jakarta dari wilayah perbatasan Jakarta seperti Bekasi, Bogor Tangerang dan ee Depok kurang lebih ada di sekitar di 12 juta jiwa. ini agak berbeda ya Bapak dan Ibu dengan kondisi di malam hari itu Jakarta bisa dibilang untuk asli di Jakarta dan kurang lebih ee bisa 10 sampai 15 juta jiwa. Nah, dari

30:04 koefisien jumlah tersebut maka diperoleh angka berdasarkan kajian studi komposisi kita sampah kita Jakarta dengan dikali dan jumlah penduduk maka dapat diproyeskan penjualan sampah kurang lebih 9.059 ton per hari atau setara 63.000 per minggu 63.000 per minggu yang bersumber dari sekitar 10 jutaan penduduk tetap dan 1,25 juta penduduk produser atau penduduk yang berasal dari perbatasan Jakarta yang beraktivitas di DP Jakarta. Dan selanjutnya kita masih ketergantungan sama dengan TPA Bantar Gebal yakni TPA satu-satunya milik DPI Jakarta saat ini sebagai tempat

30:50 pembuangan akhir kita di ee Bandar Kubang. K sendiri juga lokasinya berada di Kota Bekasi. Izin Pak. Suaranya kurang terdengar jelas. Ies. Apakah sudah terdengar suara saya? Iya, mungkin agak lebih dekat kali, Pak. Eh, kurang terdengar jelas tadi. Iya ini sudah terdengar. Mohon izin. Iya sudah sudah Pak. Iya, iya. Sebentar ya sudah saya lanjutkan. Terima kasih.

31:35 Saat saat ini kita hanya memiliki satu TPA yakni TPA di Banjar Gebang. luasnya 110 hektar dan saat ini sampah harian yang dikirim atau yang dibuang ke TPA Bandar Gebang itu berkisar 7.800 ton per hari. Artinya sekitar 86,9% dari timbulan sampah tadi yang 9.000 itu yang dibuang ke TPA Bantar Gebang. Nah, itu ee jadi bank itu tidak cuma satu-satunya PPA yang beroperasi 24 jam 7/7 setiap hari dan tidak ada backup TPA selain TPA tersebut. nya

32:24 bencana longsor. Nah, TPA kita di bulan puasa kemarin di tanggal 8 Maret 20206 ee terjadi bencana, yakni bencana longsor yang mengakibatkan korban jiwa dan sebelumnya juga telah terjadi dua kali longsor sehingga dengan kejadian kemarin sudah tiga kali longsor yang terjadi di TPA kita. Nah, berdasarkan hal tersebut maka baik dari pemerintah pusat dalam hal ini KLH dan juga pemerintah daerah seIndonesia pada waktu itu telah diapatkan bahwa hal pemilahan di sumber dari sampah-sampah rumah tangga dan sampah kawakil itu menjadi hal yang penting yang di mana dapat mengurangi pembuangan

33:12 nantinya ke TPA ee masing-masing atau di setiap daerah TU kalau di kami PPA dan tergebar pertama terkait dengan pemilihan di Sumber itu masih sangat rendah. Memang kita rasakan tidak hanya mungkin di Jakarta tapi mungkin di seluruh Indonesia terkait dengan pemilangan sampah memang dinilai masih sangat rendah. Kesadaran akan pemilihan sampah di rumah tangga maupun di manapun itu juga memang masih sangat rendah. Mayoritas sampah masih banyak tercampur yang dibuang itu masih banyak tercampur. Sampah yang tercampur ditangani dan mengambat proses pengolahan sampah di fasilitas yang sudah ada. Nah, selanjutnya di kami mungkin di Indonesia juga saya Indonesia bahwa per Agustus nanti sudah diberhentikan terkait dengan praktik open dumping di TPA TPA. Nah,

34:00 ini menjadi hal ee tersendiri bahwa nantinya ee TPA tersebut akan dibatasi terkait dengan pembuangannya. Jika tidak bisa open damping lagi, maka harus mengarah kepada minimal control. Kalau memang bisa ke sil, tapi itu memang butuh waktu dan butuh biaya dan sebagainya. Nah, ini yang menjadi tantangan sendiri. Apabila sudah dihentikannya open dumping, maka ee di hulunya harus kita fokuskan terkait dengan gerakan pengurangan dan pemilahan sampah ini sehingga sampah yang dibuang ke TPA itu semakin berkurang di setiap harinya dan ini dapat fokus untuk

34:46 melaksanakan pengentingan pendamping dan yang sudah terbuka dilakukan penutupan atau control atau sanitary Next slide. Lanjut. Bapak dan Ibu, ini komposisi sampah kita memang fraksi organik masih cukup besar sekitar 49,87 hampir 50% sedangkan 50%-nya lagi ini anorganik, residu dan B3. Untuk organik dari 40% ini memang masih terbagi-bagi lagi menjadi fraksi plastik, kertas, logam dan sebagainya.

35:32 Nah, ee 50% organik Bapak Ibu sudah mungkin cukup paham itu berasal dari sisa makanan, daunan, rumput, potensi yang berpotensi ee besar yang tidak terolah di kitaran kita. Sedangkan untuk anorganik itu yang saya pilih seperti plastik atau slogan dan low value-nya itu yang mungkin dapat diilah atau yang tidak bernilai tapi masih dapat berpotensi untuk menjadi RDF apabila serta 10%nya itu residu. Ini yang menjadi ee satu-satunya yang dapat dibuang nantinya ke TPA kita masing-masing di bulan Agustus dan seterusnya. Sedangkan yang organik dan organik itu sudah harus dipilah dan dikelola dengan grup. entah itu di opteker maupun diolah lebih lanjut

36:17 menjadi barang yang dapat dimanfaatkan selanjutnya seperti RBF seperti kompon BS dan lain sebagainya. Lanjut ini pola isumah tiga dari kawasan. Jadi kalau di Jakarta itu terbagi dua, ada rumah tinggal atau pemukiman dan dari kawasan. Ini dari sumbernya ini ini masing-masing dalam halnya TPS rumah tangga yang ada di rumah rumah-rumah kita di kampung-kampung kita dan juga TPS di kawasan-kawasan dengan kawasan perkantoran, kawasan perniagaan, kawasan

37:04 perumahan dan kawasan lainnya. Jadi TPS ini dibagi organik, anorganik, dan residu. Organiknya dikelola di fasilitas organik seperti magot. Dan untuk yang anorganik high value kebang sampah dan low value bisa diolah kembali jika 3 dan RPF yang ada di kami dan yang hasil olahnya masih ada residu itu baru dibuang ke TPA atau TPA Badan Kembang di Jakarta. Lanjut. Nah, ini kita harapkan ideal seperti ini ke depannya dari rumah tangga sudah

37:51 langsung dipilah organik anorganik residue B3. Di Jakarta memang kita terbagi empat pila organik ya ke fasilitas pola sampah organik seperti komposting dan lain sebagainya. Anorganic ini dibagi kembali menjadi valu perbang sampah lu. Diolah kembali ke di TPS3F yang atau RDF di sana sih menghasilkan itu baru dibuang ke TPA. Sedangkan B3 itu langsung disimpan di gudang atau storage ya B3 skala kecamatan dan skala kota yang kita punya. Lalu diambil oleher pengelolaan B3. Nah, kebetulan kita tank perungan B3. Sedangkan untuk residu, residu juga dikolah kembali di TPS maupun di RDF. Ee hasilnya masih ada sebagian RDF yang dikelola ee dan juga yang dihasilkan

38:36 yang akan dikirimkan ke pabrik semen sebagai outakernya dan tidak dapat dikelola atau diolah di dalam cating menjadi residu kembali dan dibuang ke TP. Lanjut next. Nah, ini kita ada instruksi gubernur nomor 5 tahun 2026 di mana instruksi gubernurnya yaitu atau tentang gerakan pemilahan dan penanganan sampah dari sumbernya. Yang ini di didasari inub terbit didasari akibat kejadian longer yang terjadi pada bulan Maret yang lalu. sehingga ini harus menggugah

39:21 kesadaran kita sebagai warga masyarakat khususnya di DKI Jakarta sudah harus peduli dan sadar untuk mulai melakukan pemilahan dan penanganan sampah dari sumbernya sehingga dapat mengurangi sampah yang dibuang ke PPA guna menghindari bahaya-bahaya terjadi TPA seperti longsor, kebesaran dan lain sebagainya yang dapat menimbulkan korban jiwa ini. pelaksanaannya ee mulai dari tingkat gubernur, sekretaris daerah, OPD di bawah sampai dengan camat dan lurah. Next slide lanjut. Ini ada contoh saja Bapak dan Ibu. Tugas

40:06 khusus OPD terkait organisasi perangkat daerah misalnya diaskan hidup melakukan apa, siapa melakukan apa. Seperti contoh dias hidup kampanye, monet, pengawasan optimalisasi sarana pengan sampah yang ada di kita seperti 3 SAA, pengawasan pengan sampah kawasan seperti hotel, restoran, dan kafe atau pasaran sampah sistem di OPD. Sebagai contoh lagi Peker Dinas Pariata dan Ekonomi Kreatif. ee di sini dapat mendapat tugas ituu pembinaan terhadap hotel, restoran, kafe, berikut juga sosialisasi, kewajiban pemilihan residu, sisa makanan dari event-event yang diadakan di bawah naungan Dinas Pariwisata dan Ekonomi KT. Selanjutnya

40:52 untuk contoh Dinasik Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik ini yakni menyusun strategi komunikasi gerakan pilah sampek secara masif sehingga dapat diketahui oleh semua stakeholder baik masyarakat di universitas usaha maupun pemerintah itu sendiri di DKI Jakarta. Publikasi aktif melalui seluruh kanal-kanal digital dan media pemprok DKI. Berikut juga kampanye kreatif untuk mendorong ketadaran publik untuk mulai gerak gererakan memilah sampah dan mengangi sampah tetap sampah dari next slide. Di sini ada tugas lurah. Tugas lurah dalam inup tadi di sini karena lurah itu menjadi ujung tombak di

41:39 tingkat wilayah langsung berhadapan dengan masyarakat. Di sini juga mendapat tugas seperti mengajar seluruh unsur masyarakat, kampanye dan edukasi, mewajibkan warga untuk membilah, terus juga memfasilitasi kegiatan sosialisasi pemilihan sampah dan pengolan sampah, edukasi dan petugas gerobak agar tidak tercampur kembali di gerobaknya. Setelah warga memilah mendapatkan sanksi administrasi, mendapatkan perda yang kita miliki, memberikan insentif berupa datatan kepada RW yang capaian pemindahannya 100% memastikan setiap RW memiliki BPS RW BR ini yaitu bidang pengelolaan sampah yang ada di struktur RW di Jakarta itu ada namanya DP RW. Nah, dan minimal bank sampah unit di setiap RU ini harus aktif serta melaporkan data jumlah rumah yang sudah

42:26 memilah dan jumlah fasilitas penghan sampah tiap bulannya di ee wilayahnya masing-masing. Lanjut. Nah, ini peran kader kita juga libatkan peran kader dasar wisma PKK dan tersebut untuk bantu edukasi memantau atau setiap rumah mendorong RW 100% sosialisasi door to dari pintu ke pintu mencatat dan melaporkan kelurahan dan mengaktifkan bank sampak di RW-nya masing-masing. Lanjut next slide.

43:14 Mekanisme manajemen dan pelaporan berjenjang. Di sini ada alumni dari lurah ke camat, camat ke walikota bupati, wal bupati kepada gubernur melalui asisten pemerintahan, kepala OPD kepada asisten sekda, kepala kepala dinas LH ke Gubernur Asisten Pembangunan dan LH. format pelaporannya sudah kita buat juga seperti yang ada di tabel sebelah kanan. Next slide. Nah, ini trendline bisa zero open dumping di Agustus saat ini. Ini masih kemarin paparan kita di bulan April saat ini sudah bulan Mei. Artinya tinggal 2 bulan waktu tersisa menjelang Agustus 2026. Di bulan April kemarin penetapan

44:01 inf tentang pilah sampah nomor 5 tahun 2026. Di bulan Mei ini ada sosialisasi kepada seluruh stakeholder OPD pemerintah. Di bulan Mei juga ini juga dan Juni nanti penyediaan bertahap seperti peralatan sarpres seperti untuk tomat poin eh timbangan digital mesin pemban organik dan sebagainya. bulan Juni juga masih penerapan untuk terhadap perahan prioritas dan lima kota ser000 serta di bulan Juli sudah masuk implementasi menyeluruh inup tersebut sehingga di Agustus diharapkan sudah dapat dilakukan zero open dumping. Jadi hanya sampah residu yang dapat dibuang ke TPA sedang tempat lainnya itu sudah harus terpilah

44:46 dan terkelola dengan baik di sumbernya. Target 1 Agustus pengertian praktik pandangan PPA Jakarta tidak. Lanjut next slide. Nah, ini teknis pemilihan kardi sampah organik itu apa-apa saja, pengolan lanjutnya seperti apa? Di sini dapat kita lihat Bapak dan Ibu contoh sisa makanan, kulit buah, daun kering, ampot kopi, sayuran, busuk dan ranting ini organik dengan kategori warnanya hijau dan juga pola lanjutannya dapat dikomposting DSF maupun JSF. Untuk anorganik dengan kategori warna kuning bentuknya seperti kardus, botol plastik,

45:32 botol kaca, kaleng, logam, dan plastik kemasan. Pengan lanjutannya ini dapat dikirimkan ke bank sampah atau oker atau pelapak pengepul lainnya. Dan untuk B3 beracun berbahaya ini dengan identitas warna merah seperti baterai bekas, lampu bohl, e set atau tiner pestisida, aerosol. Lanjutannya ini dibawa ke TPS B3 terdekat yang tadi saya sampaikan di awal. Kita punya TPS B3 skala kota dan skala kecamatan sebelum dikirim ke optaker penerima pengolan bertigal. Nah, selanjutnya residu dengan kategori warna abu-abu ini seperti popok sekali pakai tisu putung rokok, sterokor, sapu dan debu serta pembalut. Lanjutannya ini dapat dikelola atau diolah di RDF plan kita. Kebetulan kita punya RDF Lusel

46:20 kapasitas 2.500 yang ada di Jakarta Utara Rorotan dan ada di Bandar Gemang kapitas 1000 ton sampah lama dan 1000 ton sampah baru. Serta juga dapat dimusnahkan di pembagian des PLTSA yang kami miliki di dasar gerbang. Next slide. Alur tanpa organik ini sebagai tambahan saja dari rumah tangga warga sudah memilah baik organik dan sebagainya yang organik ini ditaruh di ember di tiap-tiap rumah. Lalu Dasal Wisna PPKK mengajak warga bina untuk memilah dari pintu ke pintu atau door to door. Di sini juga kita mempunyai istilahnya drop point atau tong sampah biru itu untuk

47:05 mengumpulkan sampah pilahan organik dari masing-masing rumah tangga yang diemb tadi dituangkan ke dalam tong droppoin ditempatkan misalnya di di ujung gang atau mungkin di satu wilayah itu ada satu tong drop point. Jadi warga yang sudah memilih organik silakan dibawa ke Tong drop yang telah ditentukan tempatnya secara kesepakatan bersama di ungkap warga. Selanjutnya pengumpulan karena ada dari satuan pelaksana atau satpan kita dan PP PPS kita mengangkut dari drop poin kong yang biru tadi ke lokasi pengolahan organik seperti di TPS ataupun TPS 3R kita maupun titik-titika setelah ditentukan. Selanjutnya di TPS itu diolah menjadi bubur organik. Dari organik yang telah dikumpulkan tadi

47:51 dihancurkan, dilebur melalui mesin pembebar organik yang telah kita miliki di TPES maupun TPES TBR yang sudah kita tentukan. Lalu dibawa ke obteker atau mitra yang telah bekerja sama dengan kita ee terkait dengan bubut organik tersebut untuk [musik] dikelola lebih lanjut. Ini video singkat saja terkait dengan alur sampah organik magnetik dari rumah tangga. Jadi Ibu-ibu [musik] contoh nila tanpa organik dapurnya di masukkan ke dalam ember yang telah [musik] disediakan. Embernya bisa ember bekas atau bekas cek atau apapun itu wadah nanti dibawa [musik] ke tong drop yang ada di masing-masing wilayahnya atau rumahnya.

48:37 diang satu [musik] lalu control ini diangkut oleh pedagas kita ke tempat pengolahan atau kita yang berada di yang telah ada [musik] di TPS kita olah sampah-sampah organik tadi menjadi bubur organik melalui [musik] mungkin maupun organik yang telah kita miliki saat ini [musik] sehingga ketika organik ini menjadi organik ini ini dapat lebih cepat nantinya [musik] untuk diolah ee lebih lanjut baik itu mungkin ee yang konversi [musik]

49:24 biokonversi magot atau BS dan juga hal biologis lainnya. [musik] ini bisa jadi menyatakan dan lain-lain. Saya rasa demikian Bapak dan Ibu ee dari paparan kami Binas Lingkungan Hidup Provinsi DK Jakarta ee mungkin dapat dilanjutkan dengan diskusi ketika nanti waktunya telah disediakan. Terima kasih. Saya kembalikan kepada moderator. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

50:10 Baik, terima kasih Pak Fahmi Harmawan. Poin penting yang kita garis bawahi adalah bahwa regulasi yang ketat harus berjalan beriringan dengan insentif sosial dan perubahan perilaku konsisten di masyarakat agar dampaknya masif dan terstruktur. Pemapar kedua akan membahas solusi teknologi untuk sampah organik skala kawasan. Telah siap di layar kita Bapak Ir. Agus Kismanto M.Sc. Beliau adalah inovatoramor dan lasinin sekaligus organisasi riset energi dan manufaktur BRIN. Teknologi Lasamor olahan sampah

50:56 organik ini telah sukses diuji coba di Kota Surabaya dan sangat diminati banyak pemda. Mari kita simak bagaimana cara kerja dan keunggulannya kepada Bapak Ir. Agus Kismanto. Dipersilakan. Terima kasih. Eeih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi ee Bapak dan Ibu semua dari seluruh Indonesia ya. Ee bisa dit yang layangan siapa yang yang layangkan ee

51:45 itu kannya itu Pak. Saya lihat karena saya kepala bidangnya saya panggil saya kasih orientasi dia silakan digunakan ini kan uang bisa semua anak saya suruh juga terakhir sayaung ini dia karena dia sudah konsultan pagi ini saya akan membahas tentang ee pengolahan sampah organik saya tidak membiri ee tentang sampah organik saja, tetapi juga tentang pengolahan sampah kota agar ininya apa? Agar drama darurat sampah ini selesai. Ya,

52:33 drama-drama yang kurang bermutulah sebenarnya. Tapi kita ingin selesai di tahun 2029. Kita ingin lebih cepat dari ee apa-apa yang ditargetkan oleh pemanjut. Nah, kami sangat mengapresiasi oleh langkah ee Gubro DKI dengan tahun 2006 ini merupakan langkah yang luar biasa ya. Ya, appreciate kepada Pak Fahmi tadi eh telah menerangkan tentang ee langkah-langkah Pemda DKI ya. Dan kami mengharapkan bahwa ingopy paste di seluruh Indonesia. Ya,

53:18 jadi Bapak Ibu Brida, ini adalah langkah yang luar biasa ya. Pilah sampah di rumah dan olah sampah di sekitar rumah. Kenapa ini penting? Ya, satu itu membuat warga negara itu sadar memang bikin sampah ya diolah sendirilah ya. seperti kita tiap hari makan dan kita punya septic tank di rumah masing-masing. Nah, ini kan ee selama ini kan salah kaprah ya karena septic tanknya ditaruh di Bantar Gebang sehingga orang satu sekitar Bantar Gebang ke bawah juga di kota-kota lain. Kemudian kalau ini pilah sampah di rumah dan olah sampah di sekitar rumah, ini adalah sampah e cara yang paling murah

54:05 bagi pemuda ya. Sehingga pemuda uangnya tidak hanya dipakai untuk muasama, tapi bisa dipakai untuk hal-hal yang lain yang lebih bermanfaat. Kemudian ini adalah cara yang paling berbudaya ya. Karena jika ini diulah jadi RDF maka RDF belangnya juga tidak bau ya. Dan RDF-nya jadi mudah dijual karena selama ini RDFP itu pusing dengan mengeringkan sampah organik. Yang kedua, jika diolah menjadi pembangkist tenaga sampah yang pemerintah akan bangun 33 lokasi 1000 me 1000 ton per hari ya. Itu sebenarnya itu hal yang sangat

54:50 menyedihkan ya. Karena apa? Karena kita bakar sampah basah sehingga kita ngasih uang membayar mahal listrik yang dihasilkan ya. Nah, itu pemerintah nombok banyak itu tiping fee-nya itu kalau dihitung per ton per kilonya tuh setara dengan Rp1.000. Nah, apabila itu kebijakan pilah sampah di rumah dan olah sampah organik tidak dibakar dari PLTSH mestinya ongkos untuk beli listrik oleh pemerintah bisa lebih murah. Nah, moga-moga dengan adanya pila sampah ini juga pemulung lebih bersemangat untuk ngambilin ngambilin sampah anorganik ya. Ini kira-kira apa program agar program

55:37 ini berhasil bagaimana? Saya kira apa yang dipaparkan oleh Pak Famil tadi sudah sangat bagus. Tapi maaf saya tuh sudah lama jadi orang Indonesia itu agak opesimis itu Pak Fahmi ya. Ya, karena apa? Orang Indonesia itu kalau enggak dihukum itu enggak jalan. Jadi kita ingin tuh di setiap daerah itu ada mapping naik peta COVID itu loh ya. Merah itu masih bandel, hijau sudah taat gitu kan. Nah dari dan itu sampai ke level desa karena bata-bata desa itu kan jelas ya. Nah, kemudian kita ini 90% yang hadir kan pegawai negeri ya. Pegawai negeri itu takut

56:24 kalau tuninnya dipotong ya. Nah, jadi kita kerahkan pemerintah bikin aturan bahwa desa yang tidak taat pila sampah, tunkinnya pegawai negeri dipotong semua itu. Jadi bukan hanya pemdanya aja, bukannya daerahnya, bukannya Prat desa, tapi polisi, tentara, guru dan kita-kita pegafing juga dipotong. Nah, dengan begitu maka kita sebagai pegawai negeri juga tidak hanya duduk manis nulis di kantor, tapi juga sadar dalam lingkungan kita bahwa kita juga harus mendidik pilah sampah. Pega negeri itu ada 10 juta. Jadi hampir tiap RT itu ada pegawai negerinya. Kalau pegai negerinya ikut ngoprak-ngoprak itu, insyaallah selesai. Yang ketiga itu juga ada punishment buat

57:11 warga. warga itu sekarang sudah kecanduan dengan BPJS. Jadi kalau diancam ditunda BPJS-nya itu tahun depan tidak diberikan atau ditunda itu insyaallah satu di satu pilah sampah semua ya. Apalagi dengan penggunaan dana musren bank dan sebagainya dana desa dan sebagainya. Dengan adanya punishment-punishment ini ya. Jadi pemerintah itu harus punya nyali untuk memerintah. Ini yang selama ini lupa kita ingin rakyatnya bahagia tapi selalu ee jadi kacau semua. Nah, kalau pemerintah itu punya nyali untuk memerintah sebagai tugasnya namanya pemerintah ya harus memerintah. Nah, [tertawa] ini gerakan kembali ke ee tadi Pak Jopi bilang bahwa

58:00 tugas tidak hanya masalah tata kelola tapi juga inovasi yang jos yang harus disediakan oleh pemerintah. Nah, ini next. Monggo. Lanjut. Nah, ini inovasi tentang Laksamor ya, pengolahan sampah organik untuk mendukung ee program pilah sampah di itu selesai. Kenapa namanya bukan komposter? Ya, karena pengalaman kami bikin setelah jadi kompos itu kita juga pusing dengan dengan jual komposnya itu dengan jadi ini fokusnya adalahusnahkan sampah. organik di sekitar rumah. Kenapa Brin kok ya kita juga banyak dibully nih Brin masa kerjanya bikin kayak gini sih?

58:47 Ya karena kita ngelihat itu banyak komposter yang dibagikan oleh Dela itu enggak dipakai sama orang gitu ya. ya. Setelah 3 bulan dipakai ee komposternya itu penuh lalu ternyata mak-mak, ibu-ibu itu enggak enggak kuat lagi untuk ngangkatnya itu. Nah, ini kita bikin komposter yang sampahnya gampang dimasukkan dan sampahnya gampang di e hasilnya gampang dikeluarkan. Lalu apa kelebihannya? Ini tidak bau ya. Lalu sangat lama penuhnya. saya sudah pakai 5 tahun baru keluarkan satu kali ee ngeluarkan ee ee itu isinya ya. Nah, dan tidak ribet seandainya mengeluarkan ya. Ee dan ini juga tidak menimbulkan magot karena ini ee banyak ibu-ibu itu

59:33 kalau memakai komposter ya yang anaerobik banyak menimbulkan magot lalu pada takut. Dan pengalaman kami itu ibu-ibu suka memakainya. Lanjut. Nah, ini kira-kira lah samamor tuh pengolah sampah organik itu sebenarnya adalah komposter takakura ya. Ya, jadi kita ada kompos lama di kita taruh di dalamnya terlebih dahulu ya. Lalu kita ee tiap hari kita masukin ee sampah-sampah baru setengah sampai 1 kilo ya. Ee lalu kita putar-putar ya agar nyampur dengan kompos yang lama tadi ya. komposnya tadi sebagai starter ya. Nah, lalu bagaimana supaya ini bisa

1:00:20 prosesnya cepat selesai? Ya, satu kita ada adakan lubang-lubang ya. Jadi kuncinya adalah airator lubang-lubang yang ada di sekitar di dinding komposter ini, di dinding lak samor ini, ya. Tugasnya agar fungsinya agar sinar matahari gampang masuk ya. Dan kalau kena hujan ya itu juga airnya menetes ke bawah. Lalu ee salah satu kelebihannya sedikit di antara keli yang lain adalah ini kompos hasilnya gampang dikeluarkan ya. Ini tidak mengklaim bahwa ini yang terbaik ya Bapak dan Ibu ya. Banyak juga yang lebih murah dan lebih e gampang dipakai ya. Ini adalah salah satu cara ee agar kelihatan lebih gaya dikitlah ya. [tertawa]

1:01:06 Jadi ada komposter yang gampang di dipakai. dan ee ada ada olahraganya dikitlah muter-muter. Lanjut. Nah, ini SOP-nya sangat mudah ya, yaitu satu ee ditempatkan di panas terik matahari dan ada anginnya ya. E yang kedua siapkan kompos starter ya 5 kilo ya. Ini sebagai sumber ee bakterinya ya. Nah, kemudian masukkan kompos ke dalam drum secara merata ya. maksimal sehari 1 kilo ya. Tutup pintunya lalu putar lima kali ya agar kompos ee yang lama juga tercampur. Nah, tapi jangan lupa ya setelah itu

1:01:53 pintunya dibuka kembali. Kenapa dipunnya dibuka kembali? Nah, pengalaman kami ee 2 tahun pertama kami pusing dengan adanya tikus yang suka memakan ee aeratornya. Jadi caranya adalah sangat mudah pintunya dibuka agar tikus bisa masuk sehingga tidak ikut tidak merusak dinding tidak tidak bermutu. Tapi itu dengan adanya itu komposter e lasamur yang kita kita pasarkan itu enggak dirusak oleh tikus-tikus lagi. Nah, lalu harian ya itu cuma memasukkan ee komp ee sampah dan putar lima kali ya. Lalu jangan lupa ee setiap beberapa hari sekali dindingnya itu di

1:02:40 dibersihkan ya, dilaplap, dicuci ya agar selalu kimpling. Lalu kalau sudah 75% penuh ya, maka itu keluarkan isinya tinggalkan 25% sebagai ee apa? starter yang baru ya. Jadi ini bukan komposter yang biasa ini. Kita cuma memakai kompos cuma sekali saja ya. Sekali saja. Tidak ada EM4, tidak ada biaya-biaya tambahan untuk beli barang-barang lain-lainlain untuk dimasukkan ke dalam lahor ini. Lanjut. Nah, ini kira-kira masalahnya apa kira-kira? Kalau memakai ini e mungkin ee bau ya, tapi ini jarang sekali ya.

1:03:27 ya. Maka biasanya itu ini adalah tanda overload ya. Nah, ini diop beberapa hari lagi, beberapa hari saja ya. Ee maka ee bau itu akan hilang. Tapi selama ini kami apa jarang sekali mengalami bau ya, kecuali ada kawan-kawan yang memang ee ee terlalu fanatik, terlalu bersemangat untuk ngisi ya ini enggak boleh. Nah, kemudian jika ada magot ya biasanya itu ee apa ada daging atau ikan yang masuknya. Jadi memang ini bisa memproses tapi tidak bisa untuk terlalu banyak. Jadi mungkin ibu-ibunya pada tahu itu tapi ee pembantu ART-nya pada enggak tahu. Nah, ini saya ini jadi ee hal yang lain kemungkinan terjadi adalah lubang

1:04:13 perversnya itu tutup ya. Karena ini tinggal dibersihkan maka itu ee masalah makot sudah selesai. Kemudian masalah lain lagi adalah ee dinding yang digigitin tikus dipastikan bahwa itu terganjang dan terbuka. Kira-kira cuma tiga ini ya masalah yang yang sering terjadi. Lanjut. Nah, ini ee sebagai orang BR harus bikin grafik-grafik. Nah, nah ini grafik kami percobaan selama 2 bulan kita masukin sampah organik ke basah terusmenerus ya. Tetapi ketika kita timbang beratnya itu enggak naik-naik. Kenapa? Karena ini proses aero aerobik ya. Ee sehingga sebagian karbon-karbon yang masuk terurai menjadi CO2 dan

1:04:59 menjadi air yang menguap ya. Ee sehingga ini ee sebenarnya ini ajaib juga ini. Kita masukin sampah tapi enggak penuh-penuh. Jadi ee ya itu saya sampai 2 seteng tahun itu yang 60 liter padahal hampir tiap hari kita masukin sampah itu enggak penuh-penuh. Lanjut. Nah, ini kita pengalaman ee penggunaan rasam ya. Kita sudah sudah uji coba di RT saya sendiri ya. Ya, kita bagikan ke masyarakat dan masyarakat ee dengan senang hati memakainya. Lanjut. Nah, ini bagaimana cara mendapatkan Laksamor ini? Asamor sudah dilisensi oleh ee perusahaan PT Dum Gresik dan

1:05:46 Bapak dan Ibu kalau dari pemuda ingin beli bisa kontak ke ekatalog ya ini ada linknya ya. Nah, kemudian ee sebenarnya kami mengharapkan seperti apa yang dilakukan oleh ee Pemukat Surabaya yaitu membina koperasi untuk membikin Nah, jadi koperasi di Surabaya akan membikin 1381 ee tasamor untuk dibagikan kepada masyarakat Kota Surabaya. Nah, ini ee apa ee dengan cara gitu ee mungkin bisa lebih murah ya karena ee tidak ee ee mungkin profitnya sama ee sedikit dan biaya lisensinya untuk yang sosial-sosial itu ee lebih murah daripada yang untuk komersial.

1:06:33 Nah, ini. Tapi juga ada juga ada dua perusahaan yang telah melakukan lisensi, ada satu koperasi, ada satu pesantren. Ya. Nah, harapannya ini ee Bapak dan Ibu ee bisa bisa memper sendiri. atau sebenarnya ada ee apa ya teknologi ini sebenarnya kami ingin mengajak Bapak Ibu untuk patungan ya karena apa ini mungkin kalau dibikin sendiri itu harganya tuh ee termasuk ongkos-ongkosnya tuh sat sampai 1,5 juta. Kalau seandainya 500 kabupaten ini kita bersepakat tiap kabupaten itu membeli 20 biji saja ya, maka kita bisa bikin satunya itu cuma Rp500.000. Karena apa?

1:07:18 Karena ini bisa digunakan ee pemakai ee molding ya. Ee jadi dengan adanya N ini maka bisa dipakai lebih cepat ya. Dan dengan adanya kalau ini harga cuma Rp500.000 Ibu insyaallah ini bisa lebih jos lagi ini ee seluruh kabupat kota kabupaten bisa memakainya. Lanjut. Nah, nah kelemahan dari Lasamor tadi memang tanahnya itu ya harus punya pengarang karangan paling enggak ya tanahnya di atas e 125 m² lah. Nah, nah ini ada solusi lagi apabila memang ee daerah padat ya banyak kota-kota yang padat. Nah, ini kita bikin adah samor maxi ya untuk 250 KK yang kira-kira untuk 10 m³

1:08:06 ya. Nah, ini mungkin investasinya sekitar 150 sampai 200 juta ya nanti juga akan dipasarkan di e-katalog ya. Nah, atau Bapak Ibu bisa juga membikin di UMKM-nya di sendiri ya siap membimbing. Nah, ini bisa diletakkan di Fasum. Cara kerjanya persis seperti Lasamor yang yang tadi tapi ini cuma lebih besar. Nah, jadi ini bisa untuk 250 KK atau untuk 1 RW atau 12eng RW ya. Nah, itu ditaruh di pas ini drumnya yang gede 10 KBIK berputar pakai motor lalu ditiup-tiup pakai fan ya. Nah, lanjut ya. Nah, ini adalah ee tampak ee bangunannya

1:08:52 ya. Jadilah samamor 10 m³ tadi ada di bawah din ee atap yang transparan sehingga sinar mataharinya masuk tetapi tidak kehujanan. Nah, kira-kira ee butuhnya sekitar ee 6 * 6 m ya mungkin di fasum-fasum di daerah padat pun juga memang bisa, tetapi mungkin juga masih tetap tidak bisa. Nah, ini kita ee kita lanjutkan lagi ya tentang bagaimana cara menangani sampah kota. Lanjut, Mas, ya. Apabila memang tadi ee daerahnya ee sangat padat sehingga tidak bisa. Jadi, kami ee ada ke BR ee

1:09:39 Brin itu sebenarnya juga banyak mazhabnya. Tapi ee kami dari kelompok WIS Energi punya mazhab bahwa sampah itu bisa ditangani apabila kita bikin tiga profit center ya. Jadi kita siapkan teknologi yang ee 100 ton per hari ya. Jadi e karena apa? Karena yang digagas oleh Pak Prabowo cuma 33 kota padahal masih ada 481 kota yang mau dia ke manain gitu kan. Nah, ini adalah konsep penanganan sampah kota yang paling minim biaya. Karena tidak semua daerah sekaya DKI yang punya uang banyak ya. Mungkin tiping fre-nya ee kemampuan fiskalnya antara R sampai Rp250 per kilo ya. Nah,

1:10:27 ini ada barangkali ee konsep yang bisa dijalankan. Jadi konsep itu adalah kombinasi adanya tiga profit center, yaitu ada adanya RDF plan, adanya plastic oil plan, dan adanya magot plan yang bekerja bersinergi. Ya, kunci suksesnya adalah apa? Kunciesnya adalah satu, ikutin langkah DKI ya, adanya kewajiban pilah sampah dari rumah ya, sampah organik basah dan sampah anorganik. Syukur-syukur sampai empat level seperti di DKI itu luar biasa. Kemudian yang kedua adalah sampah yang terpilah tadi diangkut oleh kendaraan berbeda dan di hari yang berbeda juga ya. Sehingga masyarakat tidak frustrasi. Ah pilah

1:11:13 sampah ter dicampur lagi. Nah itu jadi orang pada bingung itu apain kita pilah sampah. Nah, ini makanya harus harus ada apa ee apa perubahan SOP tentang pengangkutan sampah. Yang ketiga adanya penggunaan lahan X tambak atau galian C untuk lokasi pengolahan sampah organik atau magotet. Nah, ini sesuatu yang sebenarnya pemerintah itu blunder sendiri. kita mengadakan izin tambang, galian C atau tambang dan suruh mereklamasi tapi enggak tahu bagaimana mereklamasinya. Lalu di pihak kita bikin TPA, bikin RTRW, TPA harus di situ dan TPA enggak

1:11:58 boleh dibangun lagi. Padahal ini kalau bisa disinergikan ini masalah sampah bisa selesai. Galian C bekas tambang itu memang harus disuburkan kembali supaya enggak botak-botak. Kelihatan dari satelit Google Earth kelihatan kok ini pulau kok bolong-bolong ya. Nah, itu kalau seandainya itu kita bikin peraturan pemerintah bahwa itu sampah organik basah bisa diolah di untuk mereklamasi galian atau tambang itu masa sampah gampang selesai itu ya. Nah, karena apa? Ya, karena dengan demikian apabila dan apalagi seperti yang sudah dicantumkan oleh Pak Fahmi tadi ya, sampah organiknya sudah dijadikan dalam bentuk bubur ya. Artinya itu enggak ada plastik, enggak ada

1:12:44 baterai, enggak ada plastik-plastik yang masuk, botol-botol yang masuk pasti sampah organik ya. Artinya itu kita bisa menjamin bahwa sampah yang dipakai untuk mereklamasi tambang itu sampah organik murni. Tidak ada tidak ada botol-botol, tidak ada kasur, tidak ada kursi yang dibuang celana. Nah, jadi ini adalah langkahlangkah dengan menggabungkan tiga profit center tadi yang bersinergi insyaallah akan bisa mining biaya. Lalu kita bahas satu-satu next, ya. Nah, ini adalah RDM FR. RDM FR itu sekarang ini sebenarnya bermasalah. Kenapa RDPM bisa di sudah dibangun di mana-mana tapi kok tidak ada

1:13:29 nyontek banyak-banyak? Kenapa? Karena harga jualnya harga jual RDF itu rendah ya cuma R00 kilo. R00 per kilo ya dan juga termasuk pajak dan transport. Yang kedua harus mencacah sehingga plastiknya itu kurang dari 5 cm. Ini tuh ngabisin pis dan ngabisin listrik. Yang ketiga adalah dan harus mengolah sampah organik basah. Nah, itu yang kebingungan itu ee sampai rorotan tuh bau ya diprotes orang ya karena sampah organik basalnya ya diolah di situ. Nah, ini dengan adanya sinergi tadi ya yang AB dengan adanya plastic oil plan ee maka itu akan ee kita bisa mampu membeli sampah dengan e RDF dengan lebih mahal.

1:14:17 Nah, dengan dan C kita sesuaikan dengan plan. Oh, lalu lanjut lanjut Mas. Nah, nah ini plastik oil plan. Nah, plastik oil plan atau kami inovasi kami itu kita namakan lasa din ya pengolah sampah jadi minyak. Masalah ini yang sekarang terjadi itu sebenarnya sudah banyak teknologi ini yang kecil-kecil sudah banyak dan nanti Bu Putri Martin ini juga akan membikin teknologi yang luar biasa bagus juga. Jadi ini masalah di Lasajimin ini ya ini adalah tidak ada kepastian bahan baku dan bahan bakar ya. Karena apa? Nyari sampah plastik itu

1:15:05 juga enggak mudah dan nyari kayu-kayu untuk membakar itu juga enggak mudah. Nah, dengan mengintegrasikan dengan RDF plan tadi ya dan alat ini mampu untuk membeli RDF lebih mahal ya. Karena apa? Karena bisa e minyaknya kita bisa jual 7.000 Rp.000 gitu ya. Jadi karena bisa juj lebih mahal maka ya ya RFnya jadi hidup kan gitu. Nah ini ini memang teknologi yang baru yang masih kita kembangkan. Mohon maaf nin agak lambat juga tapi insyaallah tahun ini kita akan bangun yang 1,25 ton sampah plastik per hari ya dan terdepan kita akan bikin yang bangun 5 ton sampah plastik per hari ya. Nah, ini akan beroperasi

1:15:50 berkontinue ya. Insyaallah ini akan menarik banyak investor karena ini apa ya ee akan menjadi bisnis yang menguntungkan ya. Dan konsep kami ya ee mungkin agak beda dengan nanti yang dipaparkan Bu Triart ini. Kami ingin menghasilkan BBM dan BBG yang bisa digunakan untuk substitusi LPG ya. Karena apa? Sekarang mungkin beda dengan yang di Bu Tri ini yang memanfaatkan dari bank sampah ini sampah yang kami olah dari Ace itu sampah yang lebih buruklah ya tercampur-campur segala macam sehingga untuk diolah jadi BBM yang berkualitas kami ee kesitan karena banyak kandungan logam-logamnya. Tapi kalau itu tuh cuma dipakai untuk membakar kompor ya untuk gas ya itu enggak masalah.

1:16:36 Dengan ini maka Indonesia juga bisa mengurangi impor LPG ya dan PG-nya ee nanti bisa bersaing dengan LPG ee yang bersubsi. Lanjut ya. Lanjut Mas T kok belum pindah. Oh, sinyalnya ya. [tertawa] Nah, ini ya pilar yang ketiga, profit center ketiga itu adalah magot plan, ya. Nah, magot plan ini ada contoh magot plan ya yang dibikin oleh PT eh magot eh inti di Inti Lestari yang

1:17:23 ada di apa di di Bekasi Selatan besar 10 tahun per hari ya. Dan kami juga lihat ee sebenarnya banyak sekali orang berinisiatif bikin magot plan ya. Tapi kalau kita kunjungi beneran itu ya ternyata ya sedikit yang survive ya. Kami lihat ada tiga atau empat magot plan yang sampai sekarang berjalan dengan baik dan itu rata-rata samaanya satu kapasitasnya di atas 10 ton per hari. Tetapi masalah mereka kenapa enggak berkembang? Karena tidak dapat bahan baku. Nah susah cari tempat. Eeah sebelah kanan ini kita lihat ini ini dari dari Google Earth aja ini. Ini ada gambar Google Map di area

1:18:09 penampangan bank indusmen. Ada apa eh ya ini kan cepat atau lambat juga harus direklamasi dan kalau kita lihat ini areanya jauh lebih luas daripada bantar Gebang. Nah, area ini sebenarnya ideal untuk pengolahan sampah organik untuk memproduksi magot ya. Karena kalau kita bikin magot di tengah kampung biasanya diprotes orang lah. Ini kita sediakan tempat ee ee pengurangan sampah organik ya. mungkin tidak semua sampah organik magot tebal ya sudah langsung dipakai untuk menghijaukan daerah situ kita tanamin e tabe buya atau kita tanamin ee pohon sengon, pohon jati sehingga daerah bekas tambang itu jadi subur kembalilah,

1:18:55 jadi hijau kembalilah. Nah, ini memang perlu ada keberanian pemerintah untuk mensinergikan antara berbagai peraturan yang saling tidak nyambung itu ya. Dengan dengan demikian maka akan dapat kepastian bahan baku ya. dan kepastian tanah ya. Ee sehingga ee diharapkan dengan ini maka akan banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi membikin magotpl skala besar. Karena bisnis magot itu sangat menguntungkan mesinnya ya karena dia lalatnya dari udara lalu bahan bakunya dari pemerintah. Hasilnya dijual satu-satunya tenaga ee ee cost ya bayaran buat para pegawainya.

1:19:41 Lanjut ya. Nah, saya masa sinyal nih ee tinggal satu halaman lagi. Nah, ini apakah Mas tahun 2029 masalah sampah selesai? Ya, ini saya berbagai optimisnya kepada kawan-kawan juga ya. Mur kami itu bisa selesai ya. Tahun 2006 pemerintah terbitkan Perpres pilah sampah presiden ya Pak Presiden yang sekarang itu luar biasa ya. Hal-hal yang dulu tidak terpikirkan orang aja bisa terjadi ya adanya MBG, adanya KDMP

1:20:28 adanya danantara luar biasa mestinya bikin Perpresil sama Pak Prabowo akan berani dan maulah ya. Jadi setiap pemda itu harus bikin Perda pilah sampah ya. Nah, ini tugasnya brida-brida ini. Ee kemudian adanya mapping tiap desa untuk pilah sampah ya sehingga kita bisa menggerakkan seluruh ASN dan warga masyarakat untuk sukseskan pilah sampah agar pasti berhasil. Maka kita umumkan ya tahun 2028 akan dilakukan pemotongan tunkin kepada pegawai-pegawai pagar ASN yang desanya tidak sukses pilah sampah. Tapi juga kita adakan suatu exitway ya,

1:21:13 yaitu bekas bekas tambang dan galian C ya, bisa untuk tempat pengolahan sampah organik basah. Kemudian pemuda juga dianjurkan untuk menugaskan investor untuk bikin olah sampah. Karena biasanya kalau pemuda dikasih dana lalu dikasih alat ya biasanya mangkra biasanya yang bisa bisa ngolahkan industri. Nah, industri itu dikasih ongkos saja untuk melakukan ee pengelolaan sampah. Nah, dan karena kita sudah sampahnya sudah dipilah dan teknologinya sudah kita fixkan. ee mesinnya ongkosnya sedikitlah mungkin di bawah Rp250 kalau bisa di bawah 100 ee mungkin lama-lama pemuda malah akan

1:21:59 dapat e uang dari itu tahun 2027 itu Perpres dilaksanakan ya setiap parta dievaluasi ya tahun 2028 TKIN ASN-nya pada dipotongin agar kegiatan ini selesai. Nah, ini minta maaf nih. Ini agak provokasi juga, tapi saya juga sangat sedih sebagai ASN ya kalau memang e program pilah sampah tidak selesai ya. Indonesia telah sukses ya. Kita dulu telah lihat Pak Jonan dulu kita sudah lihat sudah frustasi gimana caranya membenai kereta api. Tapi datang Pak Jonan semua selesai. Lalu kita lihat itu e kita pulang ke Jawa itu pusing itu masalah ee apa

1:22:46 namanya ee jomin drama brexit ah tapi datang Pak Jokowi bangun tol selesai nah ini MBG itu J Pak Prof bisa juga sukses ya walaupun banyak masalah tapi ya nanti alama-lama akan sukses juga moga-moga masalah sampah ini juga akan sesai demikian ee ee paparan kami ya mohon maaf bilamana tidak berkenan ya saya mungkin terlalu bersemangat ya untuk agar masalah sampah ini cepat. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih, Pak Agus Kismanto. Sebuah inovasi yang sangat aplikatif, murah, mudah dioperasikan, dan terbukti

1:23:32 mampu mereduksi timbulan sampah organik di tingkat kawasan sebelum sampai ke TPA. Selanjutnya ee saya panggil Ibu Tri Martini, apakah sudah bergabung ya? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah setelah sampah organik selesai dibahas, bagaimana dengan sampahan organiknya? Kita akan mendengarkan paparan mengenai teknologi pirolisis yang mampu mengubah sampah plastik bernilai rendah menjadi bahan bakar cair secara solar atau bensin. Inovasi ini telah sukses diuji coba di berbagai lokasi di Provinsi Jawa Tengah. Telah hadir bersama kita Ibu Dr.

1:24:21 Tri Martini, S.PM. PMSI, peneliti ahli utama pada Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup Organisasi Riset Energi dan Manufaktur. Kepada Ibu Dr. Tri Martini, waktu dan layar kami persilakan. Baik, terima kasih. Suara saya terdengar jelas ya, Mbak Yusmiati dan Bapak Ibu sekalian. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Tergedang aja. kayaknya mesti pantun dulu nih, Mbak Yusmi. Iya, Bu. Siap. Nunggu, Bu. I ditunggu cakepnya ya. Pergi ke pasar membeli kubis pulangnya lewat jalan berbatu.

1:25:06 Cakep. Isu sampah tak pernah habis nih. Dapat nih. Mari urai dengan teknologi bermutu. Mantap. Nah. Jadi tadi yang disampaikan Pak Agus Kismanto. Mohon izin Pak Agus. Salam hormat Bapak dari sini dari Semarang, Jawa Tengah. ee insyaallah nanti kami akan sampaikan apa ee teknologi yang kami lakukan pendampingan di Provinsi Jawa Tengah dan ada beberapa provinsi yang lain. Ee

…

Share

Ringkasan Video YouTube