Ringkasan Singkat
Video ini adalah rekaman kelas gerakan sosial yang diselenggarakan oleh Novo Club by Paragon Corp, dengan Kak Prigi Arisandi sebagai narasumber. Kelas ini membahas tentang pemetaan masalah sistemik, khususnya terkait isu lingkungan seperti mikroplastik dan sampah. Kak Prigi menekankan pentingnya niat yang kuat, pengetahuan, jaringan, dan kepemimpinan dalam melakukan perubahan sosial. Selain itu, ditekankan juga pentingnya memahami masalah secara mendalam, mengidentifikasi faktor penyebab, dan menggunakan komunikasi yang efektif untuk mengubah perilaku masyarakat.
- Pentingnya niat, pengetahuan, jaringan, dan kepemimpinan dalam perubahan sosial.
- Memahami akar masalah dan faktor penyebabnya.
- Komunikasi efektif untuk mengubah perilaku masyarakat.
Pembukaan
Acara dibuka dengan sapaan dari MC, Kaila Merciana Putri, kepada para peserta Novo Rangers. Kaila mengingatkan peserta untuk mengubah nama Zoom sesuai format yang ditentukan dan menyampaikan tata tertib acara, seperti partisipasi aktif, menyiapkan alat tulis, dan saling menghargai. Rundown acara meliputi pembukaan, pemaparan materi, diskusi, dokumentasi, wrap up, dan penutupan.
Perkenalan Narasumber
Kak Prigi Arisandi, Director of Science, Art, and Communication dari Ekoton, diperkenalkan sebagai narasumber. Kak Prigi menyapa para peserta dan menyampaikan antusiasmenya untuk berbagi materi dan berdiskusi mengenai penyusunan aksi yang berdampak. Peserta diingatkan untuk mengirimkan pertanyaan melalui Slido.
Fondasi Perubahan Sosial
Kak Prigi menyampaikan bahwa fondasi utama dalam melakukan perubahan sosial adalah niat yang kuat, yang muncul dari hati dan didorong oleh ketidakadilan atau ketidaksesuaian. Niat ini akan memunculkan pengetahuan, yang kemudian mendorong untuk membangun jaringan. Kepemimpinan muncul ketika seseorang mengambil peran untuk memimpin perubahan. Semua ini akan mewujudkan perubahan yang bermanfaat bagi orang lain. Kak Prigi juga menekankan pentingnya berbahagia dalam berkarya dan menyukai apa yang dikerjakan.
Tipe Manusia Menurut Imam Ghazali
Kak Prigi menjelaskan empat tipe manusia menurut Imam Ghazali: orang yang tidak tahu dan tidak mau tahu, orang yang tahu tapi tidak mau tahu, orang yang tidak tahu cara tapi mau mencari tahu, dan orang yang tahu, mau tahu, dan mau memberi tahu. Diharapkan, peserta Novo Bootcamp termasuk dalam tipe manusia yang terakhir, yaitu orang yang memiliki pengetahuan dan mau berbagi serta peduli untuk membuat perubahan.
Pengaruh Informasi pada Otak
Informasi dapat memengaruhi amigdala, bagian otak yang mengatur emosi, rasa takut, marah, dan cemas. Keberhasilan dalam memengaruhi orang untuk merasa takut atau cemas merupakan salah satu keberhasilan dalam berkomunikasi. Kak Prigi mencontohkan poster tentang bahaya mikroplastik sebagai salah satu cara untuk mendorong orang agar peduli terhadap masalah ini.
Mikroplastik dan Dampaknya
Kak Prigi menjelaskan bahwa orang Indonesia merupakan konsumen mikroplastik tertinggi di dunia, dengan konsumsi lebih dari 15 gram per bulan dari air kemasan, teh celup, makanan, udara, dan minuman. Mikroplastik ditemukan dalam darah, rambut, jantung, dan organ penting lainnya. Penelitian menunjukkan adanya korelasi antara konsumsi kemasan plastik dengan penurunan tingkat kecerdasan. Mikroplastik juga ditemukan dalam ketuban ibu hamil dan sperma laki-laki.
Memahami Masalah dan Faktor Penyebab
Langkah pertama dalam perubahan yang berdampak adalah memahami masalah dan faktor penyebabnya. Faktor penyebab masalah sosial atau lingkungan meliputi individu, komunitas sosial, ekonomi, infrastruktur, dan kebijakan. Kak Prigi mencontohkan masalah sampah plastik, yang disebabkan oleh rendahnya kesadaran lingkungan individu, norma masyarakat yang tidak memprioritaskan pengelolaan sampah, insentif pasar yang mendorong produksi plastik, kurangnya infrastruktur pengelolaan sampah, dan kebijakan yang kurang memadai.
Merubah Perilaku Melalui Komunikasi
Tujuan komunikasi adalah memengaruhi orang untuk mengubah persepsi dan perilaku mereka. Perubahan sosial dapat dilakukan dengan mengubah individu melalui penyediaan informasi yang membuat orang tahu, berpikir, dan tersentuh perasaannya. Informasi harus menjelaskan, bermakna, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kak Prigi mencontohkan penggunaan replika bayi dalam akuarium untuk menyentuh perasaan masyarakat terkait pencemaran rahim.
Produksi Informasi dan Media
Produksi informasi harus dilakukan secara terus-menerus melalui berbagai media, baik mainstream, tradisional, online, maupun sosial. Cakupan media yang digunakan harus disesuaikan dengan target sasaran, seperti komunitas, individu, anak-anak, orang tua, dan lain-lain. Kak Prigi mencontohkan bagaimana Ekoton terus memproduksi berita tentang plastik dan mikroplastik, serta berkolaborasi dengan berbagai media, termasuk Netflix dan YouTube.
Interseks pada Ikan
Kak Prigi mencontohkan penelitian tentang ikan yang mengalami interseks (satu tubuh ditemukan dua kelamin) akibat pencemaran sungai. Informasi ini diterjemahkan dalam bentuk visual yang mudah diingat dan diperbincangkan oleh masyarakat.
Interaksi dengan Masalah
Kak Prigi mengutip Einstein yang mengatakan bahwa penting untuk berinteraksi lebih lama dengan masalah daripada mencari solusinya. Prinsip beras dan padi juga digunakan sebagai analogi, di mana padi harus ditumbuk agar menjadi beras. Interaksi sosial dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan, mengamati, mewawancarai, dan merasakan langsung masalahnya. Kak Prigi juga menyinggung teori Mao Zedong tentang desa mengepung kota sebagai pendekatan sosial.
Kasus Popok dan Media Darling
Kak Prigi mencontohkan kasus popok dan bagaimana informasi tentang popok diserap oleh media. Penting untuk membuat berita tentang isu yang diangkat setiap minggu agar menjadi "media darling". Rilis pers harus dibuat sedemikian rupa agar mudah ditulis oleh media, dengan dilengkapi foto dan data yang relevan.
Riset dan Data
Kak Prigi mencontohkan riset tentang konsumsi air dalam kemasan pada anak muda di Surabaya dan penemuan mikroplastik dalam feses manusia. Data ini digunakan untuk memproduksi informasi agar anak muda mengurangi konsumsi produk yang dibungkus dalam saset.
Mapping Sistem dan Kebijakan
Mapping sistem dilakukan dengan memahami core problem dan subjeknya, yaitu individu, komunitas, ekonomi, infrastruktur, dan kebijakan. Penting untuk memahami kebijakan terkait, seperti undang-undang tentang pengelolaan sampah, lingkungan hidup, hak perempuan, dan hak tenaga kerja. Masalah adalah gap antara harapan dan realita, yang ukurannya adalah baku mutu atau standar yang diatur dalam undang-undang.
Stakeholder dan Kluster
Setelah memahami faktor penyebab, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi stakeholder dan membuat kluster, yaitu siapa kawan dan siapa lawan, serta bagaimana pendekatannya. Kak Prigi mencontohkan pembentukan Brigade Evakuasi Popok sebagai komunitas yang membersihkan popok di sungai.
Visualisasi Data dan Empati
Data tentang kandungan mikroplastik dalam ikan divisualisasikan agar mudah dipahami oleh masyarakat. Penting juga untuk down to earth dan berempati dengan masyarakat, yaitu mencium baunya, merasakan betul, dan memahami apa yang mereka rasakan. Saat berinteraksi dengan masyarakat, berpakaianlah seperti mereka agar membangun kepercayaan.
Dampak Program dan Kebijakan
Kak Prigi mencontohkan bagaimana program popok yang dilakukan selama hampir dua tahun akhirnya mendorong Gubernur untuk membuat program membersihkan sungai dari popok. Pemerintah juga menyediakan dropping point popok agar masyarakat tidak membuang sampah di sungai.
Konsistensi dan Kolaborasi
Tiga fondasi kuat gerakan sosial adalah mengidentifikasi akar masalah, memahami masalah secara kompleks, dan konsisten memukul titik yang sama. Perubahan akan terjadi jika kita konsisten memukul titik yang sama. Kak Prigi juga menekankan pentingnya kolaborasi dan networking.
Kasus Sungai dan Suaka Ikan
Kak Prigi mencontohkan kasus sungai yang tercemar dan inisiatif untuk membuat kawasan suaka ikan. Kolaborasi dilakukan dengan nelayan tradisional untuk mencari ikan-ikan langka yang dilindungi. Penemuan ikan yang dilindungi menjadi kunci untuk menetapkan kawasan sungai menjadi kawasan konservasi atau suaka ikan.
Riset dan Penetapan Kawasan Suaka Ikan
Riset penting dilakukan untuk melihat keragaman hayati, kesuburan ikan, jenis kelamin ikan, dan habitatnya. Sensus ikan dilakukan setiap tahun untuk mengetahui jenis ikan apa yang ada di sungai. Pada tahun 2014, Gubernur Jawa Timur membuat keputusan tentang penetapan kawasan-kawasan Suaka Ikan di Kalisulabaya.
Pelaksanaan Perubahan Sosial
Kak Prigi menekankan bahwa perubahan sosial dapat dilakukan dengan menjadi roh dari pelaku perubahan, berdasarkan apa yang kita suka dalam melakukan pekerjaan. Harus ada niat kuat, pengetahuan, networking, dan kepemimpinan. Jangan takut salah dan perlu berkolaborasi. Semesta akan mendukung niat baik kita. Perubahan membutuhkan waktu yang lama, jadi lakukan dengan bersungguh-sungguh.
Sesi Tanya Jawab
Sesi tanya jawab dibuka dengan pertanyaan dari peserta mengenai cara menanggulangi mikroplastik di udara dan kebijakan apa yang seharusnya diterapkan pemerintah untuk menekan penggunaan mikroplastik. Kak Prigi menjawab dengan menekankan pentingnya mengurangi kontak dengan plastik, memilih produk yang tidak mengandung mikroplastik, dan mendorong pemerintah untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Memproduksi Informasi Tanpa Fear Mongering
Pertanyaan dari Slido mengenai cara memproduksi informasi yang menumbuhkan kekuatan masyarakat tanpa fear mongering dijawab oleh Kak Prigi dengan menekankan pentingnya data yang ilmiah, partisipatif, dan dipublikasikan di media online atau media massa. Kebenaran harus diungkap dengan data yang sebenarnya dan disampaikan dengan cara yang benar.
Closing Statement
Kak Prigi menyampaikan bahwa setiap orang memiliki sifat-sifat baik, dan diperlukan cara yang berbeda-beda untuk mengkomunikasikan gagasan. Lakukan dengan bahagia dan senang, tidak peduli apa hasilnya. Pilihlah hal yang mudah, yang kamu senangi, lakukan terus menerus, mulai dari dirimu sendiri, dan buat komunitas. Lakukan yang kecil-kecil, yang mudah, dan lakukan sendiri terus-menerus.
Penyerahan Sertifikat dan Dokumentasi
Kak Prigi menerima sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas materi yang telah disampaikan. Sesi dokumentasi dilakukan dengan foto bersama para peserta.
Wrap Up dan Informasi
MC memberikan wrap up singkat mengenai materi yang telah dipelajari dan mengingatkan peserta untuk mengisi posttest. Informasi mengenai channel telegram resmi Novo Club juga disampaikan. Acara ditutup dengan pantun dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta.

