0:51 a blessing to every living thing on this beautiful planet. And yes, that includes each and every one of you. As we grow, we're committed to positively impacting countless lives. And guess what? This is just the beginning. We're reducing emissions by conserving over 1,000 hectares of forest and have sequestered 10,000 tons of CO2, equivalent to producing enough oxygen to sustain about 27,397 people based on the average CO2 emissions of a human. By conserving the forests, we're preserving endangered species, nurturing vibrant ecosystems, and preserving biodiversity. We envision clear skies powered by our transition to solar energy, equivalent to planting 75,000 of trees. And there's more. We're conserving a
1:38 significant amount of water, enough to provide clean water for approximately 250 people for a year, based on the average usage of 125 liters per day. We're also giving waste a second taste by transforming packaging waste into recycled furniture for mosques and schools. It's amazing to find a whole new life. Looking ahead, we're excited to continue our commitment to achieve our ultimate goal of inspiring community. This is our promise to empower communities, enhance biodiversity, and promote cleaner air, water, and land. Imagine a world where beauty nourishes not only ourselves, but also the environment we share. Pretty cool, right? That's the future we're creating, and we're thrilled to have each and every one of you on board. Let's make a real impact together.
2:31 Sunscreen memberimu rasa berani. Bergerak mengejar mimpi. Menghadapi tantangan setiap hari. Di setiap langkah, banyak rasa yang menemani. Aman saat bertemu matahari? Tenang karena tahu kamu terlindungi. Rasa yang kamu punya semuanya nyata. Karena sunscreen Wardah, semua rasa itu ada. Membuat hidup jadi penuh warna. Wherever you shine, Wardah will protect and be with you.
3:17 Here's the truth. Men's skin is 25% thicker than women's. That means more oily, more pigmentation, more to care for. Men definitely need advanced skin care. Kauf Manisome Serum, engineered for men's skin, powered by the first Manisome technology in Indonesia. Fast, deep, potent, clears acne effectively. Revives dull skin naturally. Cough Moon Daily Skin Care.
4:13 Flip it. Shake it. Flip it, shake it, glaze it. Makeover, beauty beyond compare. Do you know that stress can cause back acne? So after a tiring day, take a moment to relax under the shower flow. Kuman
5:01 dan virus terus bermutasi. Saya adalah hidup yang berprogress. Over evolving journey. I embrace change with open arms.
5:53 Belief guides my every step. I progress forward in faith. Seizing every opportunity to rise. In Step Perfect, believe in every step.
6:59 kemurnian dan keajaiban aroma dari perkebunan terbaik dunia dengan jutaan manfaat for body and mind introducing beyondly 100% pure essential oil 100% halal dari alam untuk keluarga Indonesia beyondly to live beyond
7:58 Pelan-pelan bangun karir. Janganlah mahir. Teman-teman berhasil wujudin mimpi. Aku baru coba lagi. Jalanmu seperti. Life is unpredictable. Kulitmu juga. Saat tantangan terlewati, you grow, you glow. So, step up and go for your goals. Light Plus will be here, helping you to see that every side has its life. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, shalom, om swastiastu, namo budaya, salam
8:47 kebajikan Selamat sore dan salam sejahtera bagi kita semua Halo-halo Novo Rangers, gimana nih kabarnya hari ini? Semoga sehat selalu dan masih semangat ya, walaupun mungkin baru ada yang baru selesai kelas, baru bangun tidur, atau bahkan masih sambil nyemil-nyemil tipis nih Sebelum kita mulai acara hari ini, aku mau buka pakai pantun dulu boleh kali ya. Pergi ke taman melihat pelangi. Tulangnya mampir membeli ketan. Halo Novo Rangers yang hadir pada hari ini. Siap belajar dan buka wawasan? Nah, coba dong yang udah siap banget hari ini boleh spam reaction atau tulis chat. Tulis di chat, siap! Biar kerasa banget nih energinya. Dan
9:36 jangan lupa buat yang di Youtube, ikut juga spam di chat biar kerasa banget nih semangatnya di seluruh penjuru platform. Wih, di komen udah rame banget nih. Jadi, akan berasa banget ya semangatnya. Oke, keren banget nih semuanya. Selamat datang di rangkaian social movement.com. Movement Class, Mapping Systeming Problem. Hari ini kita akan belajar bareng tentang bagaimana memahami akar permasalahan sosial nih yang secara lebih sistematis. Jadi bukan cuma lihat masalah di permukaan aja, tapi juga belajar melihat pola, sistem, dan hal-hal yang sering kali jadi akar dari berbagai isu sosial yang sering kita temuin di lingkungan sekitar. Nah, Novo Rangers, Sebelum kita masuk ke sesi acara, aku mau
10:26 ngingetin dulu nih buat teman-teman semuanya untuk mengubah nama Zoom dengan format ID perserta underscore nama. Boleh dicek dulu ya, aku mau tunggu sebentar nih teman-teman yang belum ganti namanya, bisa diganti dulu ya. Karena ini penting banget nih buat pendataan peserta nantinya. Oke, kita lihat-lihat dulu kali ya. Wah banyak juga nih yang udah rename namanya dengan ID perserta underscore nama. Keren banget nih teman-teman, aku apresiasi. Aku lihat ini teman-teman udah pada ganti namanya. Buat yang belum jangan lupa kita akan lanjut ke sesi selanjutnya. Thank you Yanoforangers. Sebelum mulai, ada beberapa tata tertip
11:16 kecil yang perlu kita sepakati dulu nih supaya sesi hari ini makin nyaman dan seru buat kita semua. Yang pertama, mengubah nama Zoom menjadi ID peserta underscore nama. Tadi udah aku ingetin, buat yang belum, jangan lupa. Yang kedua, berpartisipasi aktif selama sesi berlangsung. Novorangers bebas banget nih buat aktif di chat, ikut diskusi, atau sharing pendapatnya nanti. Karena sesi hari ini bakal lebih seru kalau misalnya kita ngobrol bareng. Yang ketiga, menyiapkan alat tulis atau notes digital. Karena siapa tahu, nanti ada insight menarik yang relate banget dan pengen langsung dicatain nih sama teman-teman. Dan yang terakhir, menghadepankan empathy dan saling menghargai.
12:02 Karena kita akan membahas isu sosial, jadi yuk sama-sama menciptakan ruang diskusi yang aman, nyaman, dan saling menghormati pendapat satu sama lainnya. Kalau semuanya udah siap, kita lanjut. Untuk rundown acara hari ini, Pertama, kita akan membuka acara dan pembacaan doa terlebih dahulu. Setelah itu, kita akan masuk ke sesi utama, yaitu Novo Bootcamp Pemaparan Materi Bersama Narasumber Kece kita hari ini. Kemudian, akan ada sesi Novo Discussion, jadi Novo Rangers bisa bertanya atau diskusi sama teman-teman yang lain langsung terkait materi yang dibahas. Lalu kita juga akan ada sesi dokumentasi bersama narasumber, dilanjut dengan wrap up bersama perserta, dan nanti di akhir
12:49 acara akan ada informasi serta penutupan. Jadi jangan kemana-mana dan stay sampai akhir karena semua sesinya sayang banget buat lewatiin. Perkenalkan juga Novo Rangers, aku Kaila Merciana Putri yang akan menemani teman-teman sebagai MC sekaligus moderator selama sesi social movement class hari ini. Jadi nanti kalau misalnya ada kendala atau ada pertanyaan selama acara berlangsung, feel free banget ya buat hubungi panitia lewat chat. Baik Novo Rangers, untuk membuka kegiatan hari ini, mari kita awali dengan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan membawa manfaat bagi kita semua. Berdoa dimulai.
13:39 Berdoa selesai. Semoga sesi hari ini berjalan lancar dan teman-teman bisa mendapat banyak banget insight baru ya. Nah, Novo Rangers, sekarang kita masuk ke sesi yang paling ditunggu-tunggu nih. Sebelum kita mulai materinya, yuk kenalan dulu sama narasumber keren kita hari ini. Hari ini kita akan ditemani oleh... Siapa ya kira-kira? Ini dia, Kak Perigi Arisandit. Beliau merupakan Director of Science, Art, and Communication dari Ekoton. Selain itu, Kak Prigi juga menempuh pendidikan Master of Science in Biology di Universitas Erlangga. Mana nih Novo Rangers yang dari Yunair juga? Boleh dong kasih reaction atau spam di chat. Wah rame ya.
14:27 Untuk pengalaman profesional sendiri, Kak Prigi merupakan Founder Ekoton dan juga seorang lecturer di Ciputra University. keren banget ya Novorangers sebelum masuk sesi materi mungkin boleh nih buat Kak Prigi buat menyapa dulu teman-teman yang ada di Zoom maupun yang nyaksiin lewat Youtube halo selamat sore untuk Novorangers semua selamat sore kak bagaimana nih kak kabarnya hari ini kayaknya teman-teman Novorangers sudah pada siap banget buat menyimak materi yang seru hari ini sama saya juga enggak sabar tuh apa berbagi ya sambil nanti kita bisa diskusi untuk apa mau nyusun action action yang lebih
15:14 berdampak gitu Oke terima kasih telah menyapa teman-teman Novo Rangers di sini Kak Prigi Oh ya Novo Rangers nanti selama sesi berlangsung kalau misalnya ada yang mau diskusi sharing pendapat atau bertanya teman-teman bisa banget ngirimin pertanyaannya melalui selido ya kode selidonya nanti akan dikirim melalui chat lengkap juga dengan link jadi jangan lupa tinggal akses aja ya kalau misal ada pertanyaan kalau misal ada yang dibingungin jangan malu-malu buat nanya karena apa sih nanti ada aja temennya yang kayak Oh iya, aku juga pengen nanya itu. Siapa tahu teman-teman kalian merasa terwakili dengan pertanyaan kalian.
16:00 Jangan lupa ya, guys. Dan sekarang saatnya kita masuk ke sesi utama yang udah ditunggu-tunggu nih. Saatnya memulai rangkaian social movement class dan belajar memahami akar permasan sosial secara lebih sistematis dengan tema Social Movement Class, Mapping Systemic Problems. Oke aku dari tadi kayaknya udah kebanyakan banget nih ya ngomongnya maaf ya teman-teman tanpa berlama-lama lagi langsung aja kita sambut bintang utama kita hari ini mari kita persilahkan Kak Prigi Arisandi untuk memulai sesi Novo Bootcamp pada hari ini kepada Kak Prigi waktu dan layar kami persilahkan Terima kasih untuk teman-teman semuanya selamat sore
16:48 salam kenal nanti ini tayangannya langsung gitu ya apa PowerPointnya langsung tampil nanti oke oke terima kasih ya senang sekali ya bisa di sini ada untuk bisa bersama dengan teman-teman sekalian jadi ini mungkin salah satu tampilan yang menurut saya bentuk dari perubahan sosial yang sedang kita lakukan jadi saat ini tempat kami bekerja di ekotone ya lembaga kajian ekologi dan konservasi leluhan basah sedang fokus untuk mengkampanyakan bahaya mikroplastik gitu maka di dalam perubahan sosial yang ingin kita buat maka kemudian kita harus jadi kalau kita lihat ya di gambar ini di
17:37 gambar depan ini kita melihat bagaimana kita sedang melakukan aksi begitu di depan kantor wali kota di Malang tapi disitu juga tampak ada instalasi yang menunjukkan replika bayi ya di dalam sebuah tabung atau aquarium gitu. Ini menunjukkan bagaimana kemudian ada kombinasi antara pemanfaatan data atau informasi dan kemudian ini kita lakukan dorongan untuk melakukan perubahan kebijakan di pemerintah kota Malang. Jadi saat ini kita mendorong pemerintah kota Malang untuk membuat regulasi pengurangan pelaksanaan pakai gitu. Oke, jadi kalau... Ya, terima kasih yang sudah pernah lihat ini. Jadi ini sebagai upaya
18:23 untuk kemudian membuat atau menciptakan narasi begitu. Terkait dengan kebijakan atau regulasi yang ingin kita dorongkan. Yaitu mikroplastik gitu ya. Jadi lanjut. Oke, jadi sebelum kita melangkah jauh mau kemana kita, kemudian perubahan sosial yang akan kita buat, maka sebenarnya... saya punya ini apa ya pesan ya untuk personal kita pelaku-pelaku perubahan sosial teman-teman sekalian yang nanti akan melakukan perubahan begitu maka yang pertama yang menjadi fondasi kuat adalah niat ya jadi membangun niat gitu
19:08 jadi niat ini memang harus seringkali perubahan sosial itu sangat dekat dengan kita jadi apa-apa yang kemudian mengganggu pikiran mengganggu perasaan dan seringkali ketidakadilan atau ketidaksesuaian dengan apa yang kita rasakan itu akan merubah atau memperkuat niat kita untuk melakukan perubahan jadi memang harus diniatkan tidak ikut-ikutan jadi perubahan sosial yang yang berdampak besar itu biasa dimulai dengan orang-orang yang memiliki niat kuat jadi biasanya niat kuat muncul dari hati itu ya dia timbul karena memang ada kesediaan, ada kemudian, dia atau bagian dari korban. Jadi niat ini penting untuk membangun sebuah perubahan sosial. Jadi saya ulang lagi, niat ini
19:58 penting karena ini akan terus akan seperti apa ya, seperti akar gitu ya, fondasi yang kuat untuk bangunan gerakan sosial yang akan kita lakukan. Jadi kalau kemudian kita punya niat untuk merubah kebijakan, contohnya mungkin niat untuk agar Kampung kita teraliri air bersih. Atau kampung kita ingin tempat sampah yang terpilah. Atau ada fasilitas yang harus ada di kampung kita. Maka akan muncul kemudian pengetahuan. Jadi pengetahuan ini macam-macam sebenarnya. Pengetahuan tentang kebijakan, pengetahuan tentang manfaat, pengetahuan tentang dampak. Intinya adalah pengetahuan. Jadi kita akan kemudian membaca, berinteraksi. Jadi dengan dasar niat itu kita akan mencari tahu.
20:44 Jadi kita akan bergerak untuk mencari tahu... ...untuk agar kita kemudian... ...ya ingin lebih dalam ya... ...mendalami tentang apa-apa yang harus dipenuhi... ...untuk bisa mewujudkan niat kita tadi... ...tau mimpi kita ini. Jadi dorongan pengetahuan tadi itu akan mendorong kita... ...untuk berjaring gitu ya. Tanya dosen, tanya teman... ...googling atau mencari ya... ...mencari-mencari... ...terkait dengan story gitu ya. Jadi... akan secara otomatis kalau kita kuat niatnya, maka terbentuklah jaringan-jaringan. Jadi kita akan berteman dengan banyak orang, dimanapun, apalagi dengan sekarang yang keterbukaan informasi atau setidaknya ada apa ya, inggit informasi yang tidak terbatas
21:33 begitu. Jadi ini akan sangat sangat memperluas jaringan kita gitu ya. Kemudian ketiga atau keempat adalah kepemimpinan. Jadi niat yang kuat ini kan kemudian kalau kita melihat di sekitar kita ada yang tidak benar, kita tidak beres gitu ya. Maka kemudian kita akan ambil peran gitu. Maka orang-orang yang menjadi apa ya, ya tadi yang kita punya niat, punya pengetahuan, punya jaringan, maka dia akan mengambil alih untuk memimpin gitu ya. Jadi ini saya katakan adalah jadi berusaha untuk dia menjadi apa-apa. pemimpin dari perubahan ini kalau ini sudah terpenuhi niat pengetahuan ada jaringan kuat dan kemudian leadership yang muncul
22:22 karena kita mengambil peran untuk melakukan perubahan maka akan apa ya terwujud sebuah perubahan yang membawa manfaat jadi memang prinsipnya adalah sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan banyak manfaat untuk orang lain atau manusia lain jadi ini ya mungkin yang yang kita yang mungkin teman-teman yang muslim paham ini gitu ya atau kita semualah jadi kita ini kan ingin terus memberikan manfaat untuk banyak orang maka kemudian perubahan sosial atau gerakan gerakan sosial itu harus didasarkan tadi niat, pengetahuan, jaringan, leadership dan gerakan yang mempunyai manfaat terus yang terpenting ini yang sebelah kanan ini saya katakan berbahagia dalam berkarya jadi seringkali kan orang harus punya passion harus punya
23:10 hobi, punya kesenangan. Jadi kerjaanmu itu adalah sesuatu yang memang kamu senangi. Jadi bisa jadi arah perubahan atau arah gerakan yang kita buat itu sangat terkait dengan apa yang kita suka. Saya meyakini setiap orang itu punya kelebihan, setiap orang punya hal yang berharga atau dia punya senjata pamungkas. Pinter motret, pinter ngomong, can make a manuscript, a script. So that's what might be done. So, what-what work without being paid can become a model for us to do a change or social movement. So, this is still basic before we find the network of people or interaction. So,
23:57 if there are a philosophy muslim gitu dia namanya Imam Ghazali gitu ya dia itu mengkategorikan manusia menjadi empat tipe gitu ya jadi dia menggambarkan seperti piramida maka tipe manusia yang paling rendah itu adalah dia yang tidak tahu tidak mau tahu tidak mau mencari tahu jadi ini adalah serendah-rendahnya tipe orang dia kemudian tidak peduli tidak pula mau kemudian apa ya meningkatkan kapasitas gitu ya dia punya apa ya dia dan ini banyak sekali terjadi sekarang jadi orang-orang hanya memperdulikan diri sendiri yang tidak beranjak atau apa berusaha untuk bisa
24:45 berkontribusi kita terus naik ke peringkat yang ke apa ketiga ini juga banyak orang yang tahu tapi tidak mau tahu jadi orang-orang pinter tapi dia enggak peduli dengan lingkungan sekitar Jadi dia sangat egois, sangat individualistik. Dia hanya mementingkan diri sendiri tanpa kemudian peduli dengan common property atau hal-hal yang sifatnya kepentingan umum. Ini yang banyak kita lihat saat ini. Jadi ketidakpedulian ini kemudian menjadikan perusahaan secara komunal. Kemudian di leadership bootcamp ini kita berharap akan muncul orang-orang yang kemudian yang utama dia yang punya pengetahuan dan dia mau membagi pengetahuannya
25:37 jadi jadi kembali lagi jadi kalau tadi di level ketiga itu adalah orang yang tahu tapi tidak mau tahu naik ke atas adalah yang mungkin kita ini jadi kita yang ingin berkontribusi tapi kita belum menemukan jadi diri kita belum menemukan kunci tapi kita mau mau untuk berkumpul mau untuk belajar jadi ini orang yang tidak tahu cara tapi dia mau mencari tahu Jadi inilah tanda-tanda orang yang utama. Meskipun dia tidak berpengetahuan, tapi dia berusaha untuk mencari tahu. Kemudian yang utama adalah orang yang tahu dan orang tahu, mau tahu, dan mau memberi tahu. Jadi ini yang nanti teman-teman yang akan lolos di Youth Literacy Bootcamp inilah orang-orang yang dia punya pengetahuan dan dia mau berbagi dan mau peduli membuat perubahan itu.
26:26 Jadi ini sedikit dari banyak orang. Jadi jangan kaget kalau memang kok aneh kita ini. Kita aneh, kita freak. Itu memang sudah biasa. Karena memang orang di cerita kita itu banyak yang tidak peduli. Jadi jangan kaget kita yang peduli di tengah lautan orang-orang yang tidak peduli. Jadi memang sudah diramalkan. Sudah diperhitungkan oleh Imam Ghazali kalau ini jumlahnya sedikit. Dia ada di puncak. Atau di puncak tipe-tipe manusia yang ada di bumi. Lanjut. jadi mungkin diharapkan adalah orang-orang yang tadi orang yang tahu mau tahu dan mau memberitahu eh baca tentang bagaimana apa ya informasi bisa merubah orang
27:12 ternyata yang paling ternyata informasi itu adalah mempengaruhi amigdala ya jadi Bagian kecil di dalam otak kita. Yang kemudian dia bisa mengatur emosi, mengatur rasa takut, rasa marah, cemas. Ini yang kemudian keberhasilan kita mempengaruhi orang untuk takut, untuk cemas. Itu adalah salah satu keberhasilan kita untuk berkomunikasi. Jadi gambar ini adalah salah satu cara kami untuk kita kemudian mendorong orang atau memberitahu orang kalau ada problem terkait dengan mikroplastik gitu ya. So this picture, you can see, this is a poster we made, for a few times used. Why do
28:02 we make this? Because in Indonesia, people in Indonesia are the most high consumer or people who consume the highest micro-paste in the world. So, people in Indonesia every month consume more than 15 grams plastik mikroplastik dari mana ya dari ini dari apa air kemasan teh celup makanan udara minuman yang kita konsumsi itu mengandung plastik jadi kemudian terakumulasi dalam tubuh kita lanjut saya coba cepat aja ini karena ini ada materi pokoknya di belakang jadi penelitian kami juga menunjukkan kalau mikroplastik ini dan juga penelitian global ya. Ini kalau menerima PPT ini bisa nanti di
28:51 download gitu ya. Jadi mikroplastik itu ditemukan dalam darah, rambut, jantung, semua organ penting kita itu mengandung mikroplastik atau mengandung plastik gitu ya. Lanjut. Jadi yang terpenting ini sebenarnya adalah dalam darah kita. Jadi kami juga melakukan penelitian dalam darah, dalam darah manusia, ibu hamil gitu, kita menemukan ternyata 50% jenis plastik yang ada dalam darah kita adalah jenis PET atau jenis yang sebagian besar banyak ditemukan dalam air dalam kemasan atau plastik bening ya untuk bungkus makanan yang panas gitu ternyata itu sudah masuk ke dalam darah kita dan apabila plastik masuk ke dalam darah maka dia akan terdistribusi ke semua organ tadi seperti yang saya gambarkan
29:38 semua organ penting kita itu mengandung plastik karena darah kita sudah tercaman oleh mikroplastik Lanjut. Ini kemarin ada penelitian Fakultas Kedokteran UI dengan Greenpeace yang menunjukkan ada korelasi antara pola konsumsi kita yang mengkonsumsi packaging plastik dengan tingkat ini, kecedasan kita. Jadi ternyata plastik yang kita konsumsi itu menurunkan ya tingkat Kajian dasar kita hingga 36 kali lipat. Lanjut. Jadi ini sebelah kanan ini menunjukkan bagaimana otak, awetan otak orang hati
30:27 dibandingkan tahun 1996 hingga tahun 2024. Jadi kita melihat di atas itu tidak ada glowing ya. Tapi di bawah ini kita melihat ada glowing-glowing. Glowing-glowing ini adalah salah satu... bentuk atau temuan mikroplastik jadi mikroplastik adalah serpian plastik yang ukurannya lebih dari lebih kecil dari 5 mili sampai satu mikron atau satu per 1000 mili gambar sebelah kiri ditunjukkan bagaimana ikan paus di kelaut ke peluang kita itu mengandung mereka mengkonsumsi sasetan jadi saset itu dimakan oleh ikan lanjut Jadi kita juga melakukan penelitian terhadap ketuban ibu dan air kencing ibu hamil di daerah
31:15 Grisek. Itu menunjukkan semakin tinggi atau pola konsumsi ibu-ibu, itu semakin meningkatkan paparan mikropas dalam placenta, dalam ketuban juga. Lanjut. Ini di Kompas tahun 2022 menunjukkan kualitas sperma laki-laki menurun saat ini kami juga meneliti sperma ya sperma itu juga mengandung mikroplastik jadi tidak hanya di alat reproduksi perempuan di ketuban di placenta di cairan rahim tapi juga di sperma laki-laki juga mengandung mikroplastik lanjut ini foto kami melakukan penelitian di scanning imaging center Jadi sebuah
32:04 laboratorium nanoplastik ya di ITB yang menunjukkan sperma manusia di Indonesia itu mengandung mikroplastik. Lanjut. Lanjut. Jadi kami juga meneliti ya. Jadi ini first hand research ya. Jadi ini sebenarnya dari pola kami. Oh adalah pola. merubah perilaku atau membuat perubahan sosial itu sebisa mungkin harus first hand data, data primer bukan data sekunder jadi ini semua penelitian yang kita lakukan adalah bagaimana mikroplastik itu kita temukan dalam kemasan minuman kemasan juga kita temukan dalam teh celup, lima merek di Indonesia itu mengandung mikroplastik lanjut
32:53 oke lanjut ini tadi oke ini yang terpenting jadi salah satu apa ya mapping untuk perubahan yang berdampak pertama adalah memahami masalah jadi core isunya apa gitu pertama kedua saya melompat ke faktor penyebab jadi ini yang kemudian kita sebagai orang sosial begitu ya faktor penyebabnya manusianya sebenarnya jadi apapun problemnya maka penyebabnya ini menjadi terpenting satu Kalau di susunan masyarakat kita, sosial kita adalah satu individu, dua sosial atau komunitas, kemudian ekonomi, kemudian infrastruktur dan kebijakan. Jadi saya
33:42 ulang, jadi problem sosial atau problem lingkungan itu penyebabnya adalah pribadi atau individu. Kemudian komunitas sosial, kemudian ada faktor ekonomi, kemudian infrastruktur dan kebijakan. Saya ambil contoh adalah masalah tadi, mikroplastik dan masalah sampah plastik. Individu. Karena memang banyakkan orang Indonesia itu kesadaran lingkungannya rendah. Jadi penelitian lingkungan hidup menunjukkan kesadaran kita itu di titik 0,5 dari 0 sampai 1. Artinya memang rendah sekali. Jadi kesadaran lingkungan kita rendah, kemudian pengetahuan, kebiasaan gitu ya. Kemudian di level lebih tinggi adalah sosial. Bagaimana
34:32 kemudian norma-norma di masyarakat membuang sampah itu tidak menjadi yang penting. Karena kita masih mengejar ekonomi. Kemudian budaya, tekanan kelompok itu tidak membuat kita mau membuang sampah pada tempatnya atau menggunakan plastik. Kemudian di faktor ekonomi, plastik, apa? apa namanya insentif pasar kemudian industri terus memproduksi plastik ya sehingga kemudian ada kemudahan-kemudahan orang menggunakan proses sekali pakai kemudian yang ketiga empat ya adalah infrastruktur tidak ada ketersediaan tempat sampah dimana-mana tidak ada kemudian tempat pengolahan sama di level desa atau kelurahan kemudian yang terakhir adalah kebijakan kebijakan jadi
35:20 semua ini terjadi kebijakan bagaimana keperbiakan pemerintah pada ya masalah-masalah sosial Jadi masalah bagaimana tidak ada pengakuan tanah adat gitu ya. Atau di sampah tidak ada. Kemudian saat ini prioritasi problem sampah gitu ya. Tempat sampah, penganggaran gitu ya. Jadi ini menjadi penting ya. Jadi faktor penyebabnya. Ini kemudian saya beralih ke tayangan ini. Sebenarnya yang ingin kita lakukan adalah merubah perilaku orang gitu. Jadi... komunikasi itu kan tujuannya tadi mempengaruhi orang untuk dia merubah persepsinya merubah jadi setiap orang itu kita yakini adalah punya dunia masing-masing 50 orang ada mungkin dan 50 dunia masing-masing maka kemudian kalau kita punya gagasan atau punya pandangan itu merubah sesuatu maka
36:07 kita harus merubah 50 pandangan orang tentang mereka masing-masing begitu maka kemudian harus kita bisa berkomunikasi tadi jadi narasi yang kita buat jadi ini yang kita lakukan atau perubahan sosial itu bisa dilakukan adalah merubah individu. Jadi pertama adalah ini pengetahuan klasik kami adalah pertama adalah kita harus menyediakan informasi. Jadi di awal apapun lah kalau kita lihat bagaimana kampanye, kemudian ada program-program pemerintah yang disosialisasikan, itu kan semua melalui komunikasi kan. Bagaimana kemudian informasi, memproduksi informasi. Apalagi sekarang dengan media sosial itu seharusnya mempermudah kita untuk
36:55 memproduksi informasi. Informasi bagaimana? Informasi yang membuat orang jadi tahu. Jadi tahu ini apa dia, maka informasi harus menjelaskan. Jadi saya jelaskan, mikroplastik itu ditemukan dalam semua organ vital manusia. Itu informasi. Mikroplastik itu adalah serpian plastik yang kurangnya kecil. Satu mikron, sempurna seribu mili itu informasi. Membuat orang jadi tahu ya. Kemudian yang kedua, membuat kita jadi berpikir. Maka kemudian informasi itu harus meaningful. Saya contohkan tadi, meaningful apa tadi? Ditemukan mikroplastik dalam teh celup, dalam packaging makanan, dalam ikan paus yang ada di laut
37:41 sekitar kita. Jadi, meaningful ini juga dekat dengan kita proximity ya jadi mungkin kalau orang bicara perubahan iklim bicara beruangan tidak peduli ya bicara di sekitar kita kenaikan apa level air laut itu bukan akan berpikir karena dia ada kedekatan jadi informasi itu tidak hanya menjelaskan tapi dia tuh meaningful memberikan makna gitu ya membuat orang jadi berpikir membuat orang jadi berdiskusi dengan teman yang lainnya jadi ini tingkat the level is higher than the information that we just explained. It just explained who, where, why, but it is more close to us. So, in
38:27 the environment, there is what we call citizen science. How then research research should be related to the people. Jadi riset itu tidak hanya domainnya orang kampus ya. Tapi dimanapun atau orang kampung harus terlibat dalam mencari data ya. Maka kemudian kita sekarang menggunakan apa namanya Google Form gitu ya. Interview gitu ya. Jadi membuat orang berpikir terlibat ya. Jadi informasi yang membuat orang jadi berpikir. Terus yang ketiga di level yang perasaan bagaimana kemudian informasi itu tidak hanya membuat orang tahu berpikir tapi membuat dia tersentuh perasaannya gitu ya. Maka kemudian harus tadi kita membawa
39:14 replika bayi dalam aquarium. Yang kita sebutkan rahim kita sudah tercemar. Maka tadi perlunya data primer. Menyentuh orang itu kan seperti iklan. Sebuah informasi yang terus diproduksi dan ditayangkan berulang-ulang. Maka harus viral. Harus viral. Prinsip-prinsip viral. Prinsip-prinsip apa namanya... It can easily be used. Because the information that is still displayed and it is easy to narrate, like yellow, yellow, Cinderella, that's easy. The
39:59 story is easy. Sang Kuryang, that's easy. It's easy. As menjadi mudah untuk diingatkan itu menjadi menyentuh perasaan mengubah perasaan ini belum selesai karena kemudian cerita itu harus merubah alam bawah sadar masyarakat atau individu atau pada level selanjutnya dia akan merubah budaya orang budaya orang buang sampah kan ada pamali ada walat kan itu adalah sebuah narasi yang kemudian itu mempengaruhi alam bahwa ada orang. Jadi mitos. Mitos ini kemudian akan memerintahkan otak kita untuk menyuruh kita untuk bertindak. Tangan, kaki.
40:51 Inilah kemudian bagaimana informasi itu pada level manfaat yang tertinggi. Karena informasi itu bisa menggerakkan orang. Bisa merubah persepsi orang. Merubah perilaku orang. Ini adalah tujuan dari komunikasi. Jadi tadi informasi tadi semua adalah prasarana komunikasi yang endingnya atau goalnya adalah membuat orang untuk bergerak atau merubah lanjut ini saya mencontohkan bagaimana ini di tempat kami bekerja bagaimana informasi itu ada media masa mainstream, ada media masa tradisional koran, ada media masa online media masa sosial yang sekarang banyak, tapi bagaimana kemudian semua cakupan ini tergantung tergantung mana yang kita
41:42 sasarkan komunitas secara individu umur anak-anak ke anak SMP anak SMA orang tua perempuan orang di tepi sungai orang dengan kota aneh pemulung orang kaya orang miskin guru ini sangat apa ya variab apa sangat variatif gitu media masa apa yang kita gunakan tapi di sini Saya ingin menunjukkan bagaimana produksi informasi itu harus terus. Jadi ada secara satu orang atau satu divisi yang memang dia berdukas untuk memberitakan orang. Untuk tadi membuat orang tidak lupa. Mencantolkan kita dengan tadi. Dengan tufil tadi itu. Bagaimana narasi itu menjadi sebuah cerita. Jadi ini sebenarnya adalah merubah narasi sebenarnya. Perilaku manusia apapun. Membuang sampah. Perilaku
42:28 hidup sehat. Apapun yang ada di masyarakat. Ada kekuatan narasi cerita. Lanjut. Ini berita di tahun 2021. Lanjut. Ini 2022. Saya cuma menjelaskan. Ada lebih dari 1500 judul berita yang terkait dengan lembaga kami. Menceritakan tentang plastik. Bahaya plastik, mikroplastik, kesehatan, pencemaran. Tapi fokusnya adalah mikroplastik. Agar orang kemudian bicara mikroplastik. Lanjut. Kami juga ini teman-teman bisa melihat kita nanti ada juga di Netflix gitu ya. Ada Plastic Island. Ada juga teman-teman bisa melihat di channel YouTube. Ada kita kolaborasi dengan Watchdog. Ada 20
43:14 episode tentang Expedisi Tiga Sungai gitu ya. Sampai 2 juta viewer. Views ya. Terkait dengan apa yang kita ceritakan ini. Lanjut. Untuk teman-teman yang sekarang mungkin lihat apa. Lagi melihat menolak purna itu aja. Ada cerita bagaimana tentang mikroplastik di apa namanya tekstil gitu ya terus ini salah satunya adalah pesan atau komunikasi yang paling gampang dalam melalui visual jadi ini yang sering saya ini ya jadi ini yang sering saya ini sama gambarnya ini adalah riset ini adalah jurnal ya jurnal yang kita terjemahkan menjadi sebuah visual jadi tampilan tampilan seni instalasi begitu Karena ini adalah mudah diingat dari perbincangan orang. Ikan ini
44:03 mengalami interseks. Satu tubuh ditemukan dua kelamin. Jadi ini riset mahasiswa di perikanan dengan peneliti dari Leha Frey di Perancis. Mereka meneliti ikan-ikan di hilir berantas. Yang menunjukkan 30% ikan itu mengalami interseks. Jadi kalau kita potong gonad mereka, ditemukan dua kelamin dalam satu gonad. Ada oosit sama spermatosit gitu. kalau kita bicarakan itu melalui teori seperti tadi saya mau karena orang kan selesua untuk menerima maka kemudian harus terjemah dalam sebuah visual yang gampang ikan mengalami interseks seperti ini gambar ini ya mungkin bisa lihat di di YouTube atau di Google itu ya lanjut ah ini tadi saya sebutkan bagaimana kita memproduksi informasi saya beranjak mungkin memberikan contoh
44:51 kasus ya untuk kemudian kita ini eh Einstein's word, if I give it 60 minutes, then I use 55 minutes to get a problem. In 5 minutes, I will find the solution. So, the time that Einstein uses is longer than he has to deal with the problem. The principle is, Einstein said, not that I am more smart, but that I am longer berinteraksi dengan masalah jadi masalah jangan dijauhi didekati maka kita harus sering berinteraksi sama dengan seperti beras dan padi ya prinsip beras dan padi
45:37 beras itu dari padi untuk menjadi beras maka padi harus ditumbukkan harus ada berinteraksi ada gesekan gesekan ini adalah interaksi sosial kita makanya harus harus ke sungai harus ke pasar harus ke tempat-tempat yang memang jadi apologis riset kita gitu untuk menginterview melihat langsung mengamati mencium aromanya mendengarkan suaranya jadi menggunakan panca indera kita untuk merasakan betul apa masalahnya jadi itulah malah interak sosial yang Tidak hanya dengan desk research ya. Baca apa. Minta tolong CGPT. Melihat clipping. Melihat berita. Mengkombinasi atau mengkompilasi data.
46:24 Tapi harus juga ke lapangan. Mengverifikasi. Memvalidasi. Melakukan interview. Melakukan apa ya. Istilahnya itu ya. Bahkan kami itu. Mungkin kalau teman-teman mau melihat. What is it? There is Mao Tung. Mao Tung has a theory called the village to the city. How to make the city not to make the city. But how to make the city people at the village. At the village that is to the village. The village people in the village. They enter and then enter the village with the people in the village. Nanti bisa
47:11 digugling ya. Jadi teorinya mau setung, desa menghumpung kota. Bagaimana kemudian penekatan sosial. Jadi ini salah satu contoh. Ini kasus popok ya. Popok kain. Bagaimana informasi itu diserap oleh media. Jadi kayak media darling ya. Jadi harus dipikir bagaimana kemudian setiap minggu harus ada berita tentang isu kita. Media darling. Lanjut. ini survei yang kami lakukan di Surabaya di kampus-kampus apa swasta dan negeri di Surabaya Bagaimana pola konsumsi anak muda ternyata anak muda di Surabaya itu mengkonsumsi 3-5 botol air dalam kemasan seperti ini ya berperasa dan dan yang MDK ini
48:00 adalah terowongan hasil riset itu jadi ini menunjukkan sebanyak 4.444 jadi selama Kurang lebih 3 tahun, satu anak itu menghasilkan botol sebanyak ini. Sepanjang 13 meter, setinggi 3 meter. Ini mendekatkan bagaimana kita kemudian, oh seperti ini, sebanyak ini, sampai yang saya hasilkan dalam waktu 4 tahun. Satu anak itu. Lanjut. Ini juga riset yang kami lakukan. 100 orang kita ambil fesisnya, kita teliti, ternyata itu dalam fesis mengandung mikroplastik. Dan 26% paling banyak adalah saset. ada etil, venil, alkohol, leban, saset. Sama ini juga saya gunakan untuk memproduksi informasi agar anak muda tidak mempunyai sasetan atau mengurangi produk makanan minuman yang mengandung
48:47 atau yang dibungkus dalam saset. Ini sebenarnya tadi mungkin nanti bisa dipelajari tentang bagaimana mapping sistem itu. Jadi mapping sistem ini adalah mencari makar akar masalah itu adalah sebenarnya memahami betul core problemnya tadi dengan tadi kita berinteraksi turun langsung. Kemudian juga dengan, karena bagi saya yang terpenting adalah subjeknya, pelakunya. Tadi maka saya terjumpa menjadi lima tadi ya. Individu, komunitas, sosial, kemudian ekonomi, infrastruktur, dan kebijakan. Ini juga sangat penting teman-teman sekalian bagaimana kita memahami kebijakan ya. Ada undang-undang tentang pengolahan sampah, ada undang-undang tentang lingkungan hidup, tentang
49:37 hak perempuan, hak tenaga kerja. Maka adalah problem itu sebenarnya gap. Gap antara harapan, gap antara kondisi yang ideal dengan realita. Kondisi ideal itu apa ukurannya? Ya baku mutu, ya standar. Di mana dia ada? Kalau di muslim, ya di Quran. Kalau di dalam regulasi hukum positif, ya di dalam undang-undang. Di undang-undang, peraturan pemerintah. dalam perda, pergub. Itu adalah kondisi ideal. Kalau kemudian di lapangan, UMR atau UMK-nya masih dibawah setan, itu masalah. Jadi masalah itu ukurannya, kalau kami di lingkungan, ukurannya atau mungkin umumnya adalah sosialnya adalah
50:26 sesuatu yang ideal atau sesuatu yang menjadi kesempatan bersama yang diatur dalam undang-undang. Maka kemudian kebijakan itu penting. Kalaupun perlu, kita harus mendorongkan kebijakan yang terbaru. Untuk melindungi lingkungan, untuk melindungi hak-hak kita. Perlu mendorongkan kebijakan baru. Jadi di sini akan dijelaskan ada tujuh komponen. Tujuh komponen. Bagaimana kemudian mapping impact system. Bagaimana kemudian kita bisa memapping dampak sosial yang kita buat dalam kegiatan kita. Lanjut. Tapi saya tadi mengadis bahwa yang terpenting adalah Bagaimana kita mengidentifikasikan faktor-faktor penyebabnya. Kalau nanti lebih tinggi atau lebih dalam, stakeholder-nya. Setelah kita paham
51:15 siapa yang pelaku atau siapa yang bermain di situ, kemarin kita akan membuat kluster. Siapa kawan, siapa lawan, bagaimana pendekatannya. Ini contoh, satu halaman penuh, dia menyebut Brigade Evakuasi Popok. Jadi kami membuat komunitas namanya Brigade Evakuasi Popok yang kegiatannya membersihkan popok di sungai jadi ini kita di sungai yang ini kemudian menjadi ini media ya media tertarik maka adalah packagingnya brandingnya bagaimana kemudian media ini mungkin bocoran ya teman-teman sekalian media satu orang wartawan itu dibebani berita bagaimana kita membuat berita sehari itu hampir 26 berita karena mereka di dibayar itu berdasarkan berita yang mereka tayangkan Jadi semakin banyak berita, maka semakin banyak dia akan mendapat
52:04 honor. Maka kemudian kita sebagai penggerak sosial harus memproduksi berita. Maka pun harus membuat peri-pilihan yang gampang untuk ditulis oleh media. Jadi peri-pilihan itu satu alaman yang langsung dia masuk copy paste. Kita lengkapi foto. Jadi kata-katanya harus bagaimana kita mengikuti gaya kompas, gaya tribun, gaya jawab pos, liputan 6 detik kom. Kita lihat gaya mereka. Kita baca gaya mereka. Terus rilis kita, ya sama. Kemudian itu bisa langsung di-coipast, dimasukkan dalam media mereka. Harus ada sumber, data, foto. Jadi itu kemudian kita membantu memudahkan pekerjaan. Jadi seperti win-win solution. Kita
52:51 dapat manfaat. Mereka juga dapat manfaat. Lanjut. Ini juga teman-teman sekalian. visual ya bagaimana data yang menyebutkan 80% ikan di sungai berantas mengandung mikroplastik kita buat visual ikan di ikan besar orang-orang langsung identifikasi ini ikan makan plastik atau makan popok lanjut ini media di Jakarta Post jadi media levelnya nasional lokal lanjut ini The Asia Channel Singapura lanjut Tapi jangan lupa juga kita harus down to earth. Jadi kita harus menyaring betul apa
53:38 itu masalah. Ini contoh engagement ya. Saya dengan komunitas. Jadi kita harus mencium betul baunya. Merasakan betul tahu kita bisa menciptakan apa yang jadi seperti apa. Berempati. Merasakan apa yang mereka rasakan. Jadi empati ini salah satu kunci. Empati itu sering berinteraksi dengan mereka. Tanpa batas. Artinya itu ya tadi. pemahaman tentang apa yang mereka rasakan. Lanjut. Jadi kalau ke masyarakat, jangan berpakaian seperti gaya kita ke mal atau gaya kita ke kampus. Ya bergaya seperti mereka. Bergaya seperti mereka. Karena ini akan menciptakan atau membangun sebuah trust, kepercayaan mereka. Jadi mereka
54:27 akan bicara dengan orang kesamanya. Jadi nggak mungkin mereka akan terus terang, akan terbuka dengan kita yang bergaya. Beraroma, parfum, necis, bersepatu licin. Mereka akan sulit untuk menerima ini. Bener nggak orang ini bisa saya percayakan? Maka harus kita pelajari betul siapa mereka, bagaimana mereka. Lanjut. Tapi itu dengan setulusnya, bukan hanya sekedar berpura-pura. Lanjut. Ini contoh menarik. Jadi setelah hampir 2 tahun program Popok tadi ya, akhirnya Pak Gubernur itu membuat program membersihkan sungai dari popok jadi ini contoh ini program kofiba membersihkan sungai dari popok ada program namanya beratas tuntas mereka juga eh kopi pain menggandeng kedutaan
55:14 Inggris dan LSM di Inggris untuk membangun atau mau membagikan ribuan popok untuk anak-anak gitu ya bahkan sekarang di Surabaya itu ada perlu peraturan atau imbuan pemerintah kota untuk masyarakat ibu-ibu untuk menggunakan popok kain. Bahkan sekarang ini ada juga teman-teman kayak startup gitu yang kerjasama dengan Duk Capil, dengan Pemkot untuk membagikan ribuan popok kepada ibu-ibu muda agar mereka anaknya menggunakan popok guna ulang. Namanya Bambi ya. B-U-M-B-I-I-B-I. Perubahan terjadi ini kemudian. Menteri PU membangun pelindung jembatan agar orang tidak langsung membawa popoknya ke sungai. Tapi terhalang ini. Lanjut.
56:04 Ini yang saya sebut tadi itu mengidentifikasi kebijakan. Jadi ada kebijakan yang dihasilkan pemerintah untuk kemudian bisa membasisasi masalah kita. Ini pemerintah Kabupaten Negeri Sisi ini menyediakan dropping point popok. Jadi masyarakat tidak tidak kemudian membuang sampahnya di sungai, tapi ada tempat khusus yang dia akan dibuang ke TPA. Lanjut. Kemudian yang ketiga, tadi kan kalau kita melihat tadi komponen dari ada tiga fondasi kuat gerakan sosial. Pertama adalah mengidentifikasi akar masalah, berangkat dari empati, kepedulian, dan kita harus memahami masalah itu komplek, karena ada tujuh komponen tadi. Kedua
56:50 adalah kitanya ya kitanya tadi itu harus eh memahami harus ada kolaborasi harus ada networking ya yang ketiga adalah ini apa namanya saya sering melihat ini adalah memukul titik dengan terus menerus jadi kayak konsistensi gitu ya jadi kalau kita lihat prinsip orang Jawa adalah titik teman tinemu ya titik itu dihati-hati dia teliti tapi yang kedua teman temannya bersungguh-sungguh ya bersungguh-sungguh tadi seperti apa memukul satu titik itu dengan ya mungkin teman-teman bisa pernah dengar ya ada seorang apa yang tidurnya terganggu karena ada bunyi ceklum ceklum
57:39 ceklum ceklum dari jauh ternyata apa didekati ada batu yang kemudian dia terkena tetesan air gitu ya Sehingga batu itu berlubang. Artinya apa? Ini kan satu titik yang ditetesi terus. Akhirnya menimbulkan lubang. Sekeras apapun batu, dia akan lubang. Setelah continue, konsisten dia akan dipukul di titik yang sama. Jadi perubahan itu akan terjadi kalau kita konsisten memukul titik yang sama. Itu tadi bersungguh-sungguh. Jadi itu yang kita buat. Lanjut. Ini saya membuat contoh lagi. Selain mikroplastik, popo adalah tentang sungai. Sungai ini penting. Mungkin teman-teman juga punya problem sama. Sungai ini kan seolah nggak
58:25 ada yang mengawal. Semua orang bebas membuang limbahnya ke sungai. Ini juga sama. Ini industri yang membuang limbah cair di malam hari. Di dini hari. Di jam 3 dini hari. Karena nggak ada yang mengawasi. Maka dia bebas membuang limbah ke sungai. Padahal di hilir itu adalah tempat orang untuk minum karena 85% itu bandung PDM. Maka kemudian saya berinisiatif untuk membuat sebuah kawasan suaka ikan. Jadi kawasan perlindungan perikanan. Karena tadi korban dari pencembaran sungai itu adalah ikan. Kalau di Ciliwung didominasi oleh ikan sapu-sapu ya. Kalau di Kalisurabaya itu beratas masih banyak digunakan. Atau masih banyak kita temukan ikan endemik atau ikan asli Kalibantas ya. Maka saya berinisiatif untuk membuat program namanya suaka ikan. Jadi kawasan perlindungan perikanan. Karena kita melihat potensi ikan yang masih luar
59:13 biasa. Lanjut. Maka kami berkolaborasi dengan nelayan tradisional untuk mencari ikan-ikan langka. Ikan-ikan yang dilindungi. Karena dalam regulasi itu disebutkan. Kalau sebuah kawasan sungai ditemukan ikan yang dilindungi, maka dia bisa ditetapkan menjadi kawasan cagar alam. Kawasan lindung, hutan raya. Maka kalau dia sungai, maka bisa tetap menjadi kawasan perlindungan perikanan. Maka dengan semangat itu, kita harus paham regulasinya. Bersyukur, kita menemukan ikan namanya Notopterus. Ini adalah ikan khas sungai. Ikan belidah atau ikan lidah atau ikan pisau. Dia tipis. Ini ditemukan
1:00:01 dan ini masuk kategori ikan yang dilindungi. Ini adalah kunci masuk kita untuk menetapkan kawasan Kali Surabaya di Hulu menjadi kawasan konservasi atau suaka ikan. Lanjut. Riset ini penting. Jadi semua based on riset. Maka tadi saya bilang, saya ini lulusan biologi, maka saya senang sekali melakukan riset-riset biologi ya, keragamanayati. Kita melihat kesuburan ikannya jenis kelamin ikannya kemudian jenis ikannya habitatnya apakah dia bisa memenuhi kebutuhan ikan kalau dia jadikan kebanyakan ikan selama hampir tiga tahun kita meneliti ini jadi kita juga membuat sensus ikan ini ya ini baru ini jadi kita meneliti apa meng sensus jenis ikan apa yang ada setiap tahun kita melakukan sejak tahun 2019
1:00:50 sampai tahun 2025 tahun yang lalu terus kita melakukan jenis ikan itu ya meneliti jenis ikan apa yang ada di sungai-sungai kita lanjut ini kita temukan kita menemukan jadi kita menemukan kesungguhan itu jadi titik temen tinemu kita akan menemukan apa yang kita cari dia jadi belum pernah ada ada poster yang menunjukkan 35 jenis ikan kali berantas kita temukan lanjut terus akhirnya tadi tahun 2014 Gubernur Jawa Timur membuat keputusan tentang penetapan kawasan-kawasan Suwak Ikan di Kalisulabaya jadi Gubernur membuat kebijakan kalau 11 kilo kawasan
1:01:40 hilir atau hulu kali Sokabaya menjadi kawasan Suwak Ikanan ada timnya ada anggaran pemerintah ada pertemuan di tingkat-tingkat desa kecamatan kabupaten ya karena sungai dilipati oleh empat kabupaten Jadi ada anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah, ada kebijakan yang dihasilkan. Kemudian kawasan ini menjadi kawasan lindung. Tapi ini prosesnya lama ya, saya katakan tadi 2009 sampai 2014. Jadi setelah hampir 5 tahun ya. Jadi tidak ada yang singkat. Jadi perubahan itu memang harus dibuat lama. Lanjut. Jadi ini gambarannya ya. Ini gambaran. Jadi ini juga salah satu, ini cara kami dulu
1:02:27 sebelum ada zaman medsos itu kita pakai poster ini. Jadi poster ini kita tempel di kelurahan-kelurahan, di sekolah-sekolah, di tempat umum. Supaya orang itu tahu ada suaka ikan di pengawan Surabaya atau Kali Surabaya. Jadi menurut saya perubahan sosial itu bisa dilakukan. Dan tadi pelaksanaannya adalah kita, kita menjadi kayak roh dari pelaku perubahan itu yang maka based on apa yang kita suka dalam melakukan kerjaan itu jadi seperti di awal dari saya katakan memang harus ada niat kuat untuk melakukan perubahan niat itu harus dibalik dengan pengetahuan ya literasi kemudian ketiga akan ada
1:03:13 networking ya kalau mau nggak mau kita akan mencari pengetahuan mencari teman itu ya bernegosiasi dengan pembuat kebijakan dan kemudian harus kemudian muncul leadership. Nggak usah nunggu orang. Tapi kita harus mencoba itu. Salah itu udah biasa. Maka kita perlu berkolaborasi. Tapi yang terpenting adalah niat-niat baik. Niat-niat benar. Maka jangan takut. Tuhan akan selalu memberikan kita jalan kalau kita punya niat baik. Jadi saya percaya semesta itu akan mendukung niat baik kita. Apalagi seperti isu sungai ini kan Kebaikan untuk banyak orang. Jadi...
1:03:59 Dan... Seringkali itu banyak sekali sih pertolongan. Banyak sekali dukungan yang kemudian... Akan... Muncul, akan datang. Kalau kita tadi bersungguh-sungguh... Dalam lakukan ini. Jadi seringkali kan sekarang ini kan... Instan kan. Cepat lah. Pokoknya cepat lah. Viral, cepat. selesai gitu ya, terus berarti kita lupa kan gitu ini tidak berlaku karena orang akan cepat melupakan apa yang kita lakukan dan tidak akan banyak orang yang kenal gitu loh karena tadi itu gerakan sosial itu akan melekat dalam diri kita akan menjadi sebuah personal branding kita kan gitu orang percaya namanya apa nanya persisten ya persisten gitu ya jadi persistensi konsistensi gitu ya
1:04:50 Sedia tadi akan menjadikan Apa namanya trust Saya yakin akan Banyak dokumen mengalir Untuk kita Saya rasa itu Pengantar dari saya Terima kasih atas perhatiannya Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih banyak Kak Prigi atas insight dan sharing yang super membuka perspektif kita hari ini. Wah ngerasa gak sih teman-teman kalau misalnya materi yang dibawain sama Kak Prigi hari ini super daging dan insightful banget. Dari tadi aku juga lihat seru banget ya teman-teman Novo Ranges berdiskusi di kolom komentar. Sampai-sampai katanya banyak banget yang mau ditanyain.
1:05:41 Semoga dari sesi tadi, Novo Rangers jadi makin paham bahwa banyak permasalahan sosial ternyata saling berkaitan dan perlu dilihat secara lebih sistematis, bukan cuma dari permukaannya aja. Nah, karena materinya tadi super menarik dan pastinya banyak banget hal yang pengen ditanyain oleh Novo Rangers, sekarang kita masuk ke sesi Q&A. Buat Nova Rangers yang mau bertanya langsung ke Kak Perigi, boleh banget langsung raise hand. Nanti aku akan pilih dua orang pertanya yang open camp. Selain itu, aku juga akan membacakan satu pertanyaan yang udah masuk melalui Selido dengan like terbanyak. Oke, ini udah banyak banget ya yang raise hand. Mungkin pertama
1:06:28 aku ingin tanya dulu ke Kak Prigi, kan aku akan mempersilahkan dua pertanyaan, mau ditampung dulu dua-duanya atau mau dijawab satu-satu nih Kak? Mohon maaf Kak Prigi masih di mute. Ya bisa ditampung dulu. Oke berarti aku tampung dulu ya kak pertanyaannya Buat pertanyaan pertama Aku lihat dari Dari kakak Meli Kak Meli siapa nih Boleh di unmute dulu Dan perkenalkan dirinya Oke baik Terima
1:07:18 kasih Kakak atas waktunya Dan terima kasih terima kasih untuk Kak Perigi atas waktunya eh aku perkenalkan nama saya Kamil Aki Fasha saya dari Universitas Air Langga di sini saya ingin bertanya kepada Kak Perigi tentang persoalan mikroplastik Nah untuk saya tuh pernah mengikuti seminar mikroplastik yang ada di Universitas Air Langga dan di dalam seminar tersebut membahas tentang Mikroplastik yang ada di tubuh wanita terutama pada rahim wanita. Nah, untuk kata pemateri tersebut, mikroplastik itu juga sangat kecil, ukurannya sangat
1:08:05 tidak bisa. Mungkin kalau dijangkau dengan mata, mungkin belum bisa gitu, Kak. Nah, pertanyaan saya itu, Kak, kita kan menghirup udara nih, dan banyak sekali mikroplastik akibat suhu yang ada di suhu yang ada di bumi itu semakin meningkat. Jadi itu gimana cara kita untuk menanggulanginya, sedangkan udara itu sudah terjempar oleh mikroplastik, dan walaupun kita sudah menggunakan kantong belanja yang tidak berbahan plastik, mungkin kita juga masih terkena dampaknya oleh lingkungan sekitar kita, Kak. Mungkin cukup itu saja, Kak. Terima kasih. Baik, terima kasih buat Kak Kamelia atas
1:08:52 pertanyaannya. Selanjutnya aku akan pilih Kak Aura Naila Putri. Boleh di-unmute dan perkenalkan namanya. aku ulangi mungkin ya buat ke Aura Naila Putri boleh di unmute dan perkenalkan namanya Hai perkenalkan nama aku Aura Naila Putri aku
1:09:38 dari Universitas Pancasila aku mau nanya sama Kak Virgi menurut kakak kebijakan seperti apa atau inovasi seperti apa yang seharusnya diterapkan sama pemerintah juga untuk menekankan penggunaan mikroplastik yang semakin masif di kalangan generasi muda ini mengingat rendahnya kesadaran lingkungan ini serta tingginya ketergantungan kita terhadap produk berbahan plastik dalam kehidupan sehari-hari itu aja sih Kak makasih Oke terima kasih Kak Aura sekarang aku akan mempersilahkan buat Kak Pringgi untuk menjawab dua pertanyaan tadi dipersilahkan Kak terima kasih Kak Ilah ya terima kasih jadi pertama yang dari unir tadi
1:10:27 tuh memang agak sulit sekarang kalau kita bicara bagaimana kita bisa selamat dari mikroplastik karena memang dia ditemukan dimana-mana maka caranya ya tadi kita mengurangi kontak makanan dan minum kan sumbernya mikroplastik cara masuk dalam tubuh kita ada tiga kan satu dia melalui udara jadi melalui hidung kita kedua melalui mulut kita ketiga melalui kulit kita kosmetik yang kita pakai itu apa ya seperti scrub pembelindung wajah terus hand body itu semuanya ya kita harus hati-hati kita harus selektif ya terhadap
1:11:15 kosmetik kita harus benar-benar memilih produk-produk yang tidak mengandung mikroplastik teman-teman bisa lihat ada aplikasi di di Playstore ya namanya itu bit the microbit saya tulis di chat ya bit the microbit jadi ada ada aplikasi di Playstore bisa di download nanti terus di barcode kan ke produknya di apa ingredientnya itu nanti kelihatan dia kalau hijau dia bebas mikroplastik Kalau kuning dia berpotensi, kalau merah dia mengandung mikroplastik. Jadi kita harus melindungi diri kita. Jadi terutama kemudian kalau kita bandingkan antara ini. Seringkali kan kita menggunakan air dalam kemasan
1:12:04 di wadah plastik. Kurangi, harus mengurangi, prinsipnya mengurangi kontak makanan, minuman dengan wadah plastik. Makanan, minuman panas jangan dibukus plastik. Styrofoam, sedotan plastik. Kita kan sering kan kalau ke cafe itu kan itu kuno banget. Harus dihindari. Say no to single-use plastic. Jadi prinsipnya kurangi kontak dengan plastik. Jadi kalau teman-teman nanti mau bisa nonton di Netflix ada The Plastic Detox. Plastic Detox ini cerita bagaimana enam pasangan di Amerika itu mereka itu tidak punya anak. Jadi ada yang menikah sudah dua tahun, sepuluh tahun.
1:12:51 Setelah 3 bulan ada perlakuan mereka mengurangi kontak dengan plastik. Bungkus makanan, gelas kertas itu plastik semua itu dikurangi semuanya. Yang plastik plastik. Akhirnya apa? Selama 3 bulan 5 dari 6 ini akhirnya hamil. Ini disimpulkan ternyata plastik ini menimbulkan gangguan hormon dan gangguan reproduksi. Jadi prinsipnya kita harus menghindari apa-apa yang dari plastik tecelup. terus talanan plastik kan di rumah banyak talon plastik itu terus kalau kemudian kalau sudah dalam tubuh sel kita akan rusak akan apa ya mengalami kematian kalau satu enggak apa-apa kalau banyak semua maka ada malfungsi
1:13:39 organ kita nah kemudian perlu yang namanya senyawa anti-inflammasi contohnya apa kunir minum kunir Itu salah satu untuk menghindari atau mengantisipasi terjadinya kematian sel. Kedua, makan minuman yang berserat, yang mengandung antioksidan, buah-buahan kecut, belimbing, terus kemudian asam jawa, buah-buahan kecut, sayuran yang berserat. Karena dia akan mengangkat mikroplastik dari lambung kita. Yang pertama, yang kedua, untuk aura kebijakan apa? Kebijakannya banyak sekarang. Sekarang ini kan banyak tokoh-tokoh yang tidak menggunakan plastik ya dibungkusnya. Tas kresek atau tas itu kan banyak sekarang. Di Bali itu ada provinsi yang memang tidak menggunakan sterofoam. Ya
1:14:28 teman-teman harus mendorong pemerintah kabupaten, kota untuk mengendalikan atau mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Di banyak negara itu sudah dilarang ya. Gelas kertas atau gelas plastik itu sudah dilarang. Terus di Bali bahkan ada kemasan plastik tidak boleh lebih kecil-kecil. atau lebih kurang dari 1 liter. Jadi prinsipnya ini kita harus mengurangi. Jadi kita harus mengurangi. Terus kebijakan, inovasinya apa? Inovasi banyak sekarang. Pakai talanan kayu, pakai gelas dari beling, dari kaca. Pokoknya prinsipnya kita harus mengurangi kontak dengan plastik. Kebijakannya sudah banyak. Kita harus mendorong pemerintah kita untuk mengurangi penggunaan plastik. Kalau
1:15:18 teman-teman nanti googling, di Indonesia ada 200-an kota yang sudah membuat kebijakan pengurangan plasih sekali pakai. Kita harus memulai di kantin-kantin, di kafe-kafe. Kita harus say no to single-use plastic. Sedotan terutama itu. Kalau ke Singapura, kalau ke Pinang, di Malaysia itu sudah tidak boleh. Dilarang mereka. Kita ini kan masih agak primitif ya masyarakatnya. Jadi mungkin kita masih menerima gitu loh. disipun diracuni kan ya kita jangan jadi primitif harus lebih maju lah jangan meracuni tubuh kita ya dikasih anak-anak kita karena kalau sudah gen kita itu terkontaminasi plastik maka akan menurun ke tiga generasi anak kita dan cucu kita terutama yang ini sih
1:16:03 saat kita hamil itu kita nggak boleh kemudian mengkonsumsi packaging makanan yang di packaging plastik sekarang kan banyak kan terjadi menopos lebih awal menstruasi yang tidak teratur itu sama, itu karena gangguan hormon akibat plastik. Plastik itu apa ya? Contohnya BPA untuk mengeras plastik, petalak untuk menjadikan plastik itu lentur. Jadi ini adalah racun yang kita masukkan setiap hari ke dalam tubuh kita. Jadi itu saya kebijakan dan inovasinya ya. Sudah banyak, sebenarnya tinggal kita saja yang harus banyak meliterasi atau mengedukasi diri kita ya. Jadi teman-teman bisa lihat ya, di Instagram kami ya di ecotone.id sama jangan lupa follow IG ku ya prigit.arisandi ini banyak
1:16:51 sekali info tentang bahaya mikroplastik itu sama nanti mungkin Aura Naila bisa nonton film di Netflix ya ada The Plastic Detox Detox nah itu nanti kelihatan ceritanya luar biasa tentang bahaya plastik dan ancaman dalam kesehatan kita Terima kasih Kak Ilan. Baik, terima kasih Kak Prigi atas jawabannya. Untuk pertanyaan selanjutnya, aku izin membacakan dari Slido dengan like terbanyak ya Kak. Aku akan bacakan pertanyaan dari Nurhayati Anggun Prameswari, yaitu bagaimana memproduksi informasi yang menumbuhkan kekuatan masyarakat tanpa fear mongering, tetapi dari
1:17:38 kesadaran keamanan hingga sekuritisasi di tingkat warga nih Kak. Aku akan kirim juga pertanyaannya di kolom chat. Silahkan enggak peringin. Informasi. Kami itu di ikut. Jadi kami ini mengelola jurnal ya. Jadi kita punya jurnal Sinta 4 begitu. Jadi ya tadi informasi itu based on science. Sekuritisasi itu apa maksudnya? Jadi kenapa kita takut jujur? Kenapa kita takut menggap kebenaran?
1:18:31 Jadi kalau selagi penelitian atau data. Jadi yang kita lakukan itu adalah maka tadi saya bilang ini harus first hand data. Kalau kita paham tentang apa namanya ilmiah itu ya kaji apa melakukan penelitian secara ilmiah ya ada kaedah-kaedahnya jadi penelitian itu ya harus mungkin apa ya harus didukung oleh jurnal ilmiah kan gitu setidaknya ada sederhana terbelakang dimana informasi itu didukung oleh jurnal ilmiah yang terkini lima tahun terakhir kan gitu kemudian kita juga melakukan interview atau wancara kan itu wancara pada masyarakat korban masyarakat mudah ya dengan metode metode wawancara yang baik
1:19:18 kemudian jumlah sampel yang mewakili semua nih kaedah-kaedah ilmiah harus di kedepankan jadi tidak ada yang namanya kalau justru justru kalau kemudian banyak ancaman akibat informasi ini adalah mengungkap kebenaran kalau memang informasi kita tuh benarkan itu Kenapa kamu merasa terganggu karena kamu mengusik keamanan kebatian info yang kita sampaikan ini benarkan bisa kedua Ya informasi itu harus kemudian didiseminasikan. Jadi selain melalui jalur medsos kita, harus tadi di sosial media kan juga diriliskan ke media-media mainstreaming ya. Ke Tribun, ke Kompas, ke Jawapos kek. Ya pokoknya media-media yang detik gitu ya.
1:20:04 Mau ngabai gitu. Jadi memang satu, datanya harus ilmiah. Dua, harus partisipatif. Tiga, harus dipublis di media online atau media masal. Karena memang, terus kalau kemudian informasi itu enggak kita ungkap, terus apa yang kita akan buat? Kalau sudah tahu, terus apa yang kita lakukan? Justru ini adalah posisi ketahuan kita. Maka kemudian kebenaran itu harus diungkap dengan data yang sebenarnya, data ilminya harus benar. Atau kalau kemudian kita bisa mengungkap dengan hal yang lain dengan pakai seni instalasi kan itu menyindirkan dengan pakai film pendek banyak
1:20:51 cara sebenarnya banyak cara sebenarnya yang bisa kita lakukan teman-teman juga bisa bisa membuat menulis surat jadi mungkin teman-teman juga nanti bisa banyak sih kita lakukan menulis surat kepada Bupati wali kota presiden menulis itu penting karena Ini kan terdokumentasi ya. Tercatat begitu. Jadi itu sih menurut saya. Jadi kita nggak perlu takut menurut saya di zaman seperti ini ya. Terus kemudian kalau alasan keamanan tadi kan. Data ini sudah tersubar kemana-mana. Dan tadi analisi apa namanya. Mengumpulkan data secara ilmiah tadi. Ada kaedah-kaedah ilmiah yang sudah dipenuhi. Jadi teman-teman bisa lihat di sini ya.
1:21:38 Kita punya namanya... Environmental Environmental Pollution Journal. Ada jurnal. Itu kita juga punya jurnal. Jadi, ya kenapa kamu takut mengukum kebenaran kan itu? Memang kebenaran itu kan ada juga kan. Katakan masih bentuk pahit. Ya memang ini resikonya. Justru kita ini ingin membuat perubahan kan itu. Jadi sampaikannya dengan cara yang benar maka akan bisa jadi kita mengundang pihak-pihak terdampak, pihak-pihak itu bisa kita sebagai orang ketiga mediasi, ketemu saja. Sering kami itu
1:22:27 bermediasi dengan masyarakat korban, dengan industri pencemar, kita kumpul, kita diskusikan. Mencari tadi, kalau tidak bisa win-win solusinya ke pengadilan. Saya rasa itu. Oke terima kasih banyak Kak Prigi atas jawabannya Semoga pertanyaan dari teman-teman terjawab ya Sebelum kita tutup nih Kak Prigi, aku boleh minta closing statement gak dari Kak Prigi untuk pesan untuk Novorangers agar mampu
1:23:16 menciptakan dampak sosial yang sistemik nih Kak. Sebenarnya manusia itu kan ada sebat-sebat ilahiyalan gitu. ada sifat-sifat baik di kita gitu tapi sayang kadang-kadang kemudian kita itu tidak bisa mengkomunikasikan gagasan kita maka kemudian kita harus meyakini setiap orang itu ada sifat-sifat baik maka kemudian diperlukan cara yang beda-beda pendekatannya antara orang itu antara orang antara komunitas maka kita harus mempelajari betul apa namanya apa namanya ya
1:24:03 perbedaan setiap orang itu setiap orang punya perbedaan dalam menangkap atau persepsi ya maka kemudian ya kita harus menggunakan cara yang berbeda terus prinsipnya memang kita harus melakukan dengan bahagia dengan senang karena kalau pun kita tidak di respon kita tetap senang melakukannya seringkali kita emosi seringkali kita marah seringkali kita tidak puas karena kamu melakukannya dengan terpaksa kan gitu Jadi segala sesuatu itu upaya perubahan sosial harus kita lakukan, kita kerjakan dengan suka cita, dengan bahagia. Tidak peduli apa hasilnya, karena kita senang melakukan itu. Terus yang terakhir,
…