Hati-Hati Mental Ini Bikin Lo Miskin, Dan Gak Bisa Kaya #DariNol ft. Aditya Pratama

Theo Derick www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas banyak masalah sosial dan pendidikan di Indonesia, termasuk mentalitas masyarakat, literasi, dan pengaruh gadget terhadap IQ. Pembicara menekankan pentingnya introspeksi diri, membedakan antara ketidakpahaman dan kebodohan, serta pentingnya agama dalam konteks finansial. Ada pembahasan tentang bahaya hoaks dan kebutuhan literasi yang lebih baik. Taksonomi Bloom juga dibahas sebagai pendekatan dalam belajar yang lebih efektif.

  • Mentalitas masyarakat yang harus berubah untuk memprioritaskan pendidikan dan keuangan.
  • Pentingnya literasi dalam melindungi diri dari hoaks dan meningkatkan pemahaman.

Intro and Teaser

Video dimulai dengan pengantar yang menyentuh tentang mentalitas masyarakat yang terbiasa membandingkan diri dengan orang lain, yang bisa menyebabkan ketidakpuasan. Pembicara mengajak penonton untuk mencari tahu tentang diri sendiri dan cara berpikir yang lebih sehat.

Ignorance vs Victim Mentality

Pembicara menjelaskan perbedaan antara 'stupid' dan 'ignorance'. 'Stupid' merujuk pada perilaku merugikan diri sendiri dan orang lain, sedangkan 'ignorance' adalah ketidaktahuan yang bisa diperbaiki dengan pembelajaran. Ini juga mengarah pada diskusi tentang pentingnya introspeksi diri, di mana banyak orang tidak menyadari kesalahan mereka karena selalu merasa sebagai korban.

Introspeksi Diri & Buang Gengsi

Introspeksi diri dianggap penting untuk meningkatkan pemahaman pribadi terhadap kesalahan yang dilakukan. Pembicara menyerukan agar orang membuang gengsi yang menghambat kemajuan. Ada penekanan pada cara berpikir lebih terbuka dalam menghadapi masalah dan belajar dari kesalahan.

Uang & Agama

Diskusi mengenai hubungan antara uang dan agama. Pembicara berargumen bahwa agama seharusnya tidak bertentangan dengan pencarian uang. Menjadi bertuhan dan mencari kesejahteraan finansial bisa berjalan beriringan. Pembicara menekankan pentingnya memiliki ikhtiar dan tawakal dalam menjalani kehidupan.

Akar Masalah Literasi Indonesia

Bahasan mengenai rendahnya literasi di Indonesia, yang membuat masyarakat rentan terhadap berita hoaks. Penyelidikan terhadap data dari Central Connecticut University menunjukkan bahwa minat baca di Indonesia sangat rendah. Pembicara mendesak perlunya peningkatan akses kepada buku dan pendidikan.

Bahaya Manipulasi Hoaks

Pembicara menjelaskan bahaya berita palsu yang menyebar di masyarakat, terutama di media sosial. Literasi yang rendah membuat orang lebih mudah terjebak dalam hoaks, yang berpotensi memecah belah masyarakat dan mengarah pada krisis.

Taksonomi Bloom

Pembicara membahas Taksonomi Bloom sebagai pendekatan belajar yang lebih efektif dengan enam tahapan: menghafal, memahami, mempraktikkan, mengevaluasi, menganalisa, dan menciptakan. Menyadari pentingnya pemahaman sebelum praktik adalah kunci untuk meningkatkan proses belajar.

Bahaya Motivasi Ekstrem

Motivasi ekstrem sering menyebabkan kegagalan dalam perubahan perilaku. Pembicara menekankan pentingnya membuat perubahan kecil secara bertahap daripada mencoba menjadi ekstrem dalam satu langkah. Ini membantu membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan.

IQ Turun Akibat Gadget

Di sini, dibahas tentang penurunan IQ di kalangan generasi muda akibat penggunaan gadget yang berlebihan. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar gadget secara terus-menerus berpotensi mengalami penurunan perhatian dan kemampuan kognitif mereka.

Conclusion

Video diakhiri dengan ringkasan tentang pentingnya literasi, introspeksi diri, dan keseimbangan antara uang dan agama. Pembicara berharap para penonton dapat merenungkan informasi yang diberikan dan menerapkan perubahan positif dalam kehidupan mereka.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Heeh. Dia bilang selalu bandingin diri ke atas supaya lu gak pernah puas. Iya. Naik. Iya. Supaya lu sadar lu tuh masih nothing. Jangan punya mental atau begitu. Solusinya apa? Karena jujur hal yang paling penting yang dibahas di dunia nyata tapi tidak dibahas di sekolah adalah orang suka bilang lu jangan cuman baca. Praktikin dong. Jangan. [musik] Itu salah. Di taksonomi belum proses belajar dari membaca itu menghafal dulu. Setelah menghafal tuh bukan mempraktikkan, bukan mengaplikasikan. Tapi dari nol bareng Adityya Pratama. Gerilla Marketing Strategist. Mantap. Timnya Theoderik [tertawa] lagi ya, Bro. Thank you sudah datang nih. Gua yang senang banget selalu nih jauh-jauh. Eh, gua tuh dari kemarin lagi ngelihatin klip-klip lu beredar siap. Terus gua tertarik banget sih sama

0:45 passion lu [tertawa] ya. Ketika lagi ngomongin majority orang di Indonesia punya trades yang sama. Apalagi kalau mungkin mereka sorry to say dari kelas yang lagi mau naik nih ya gitu ya. atau mungkin banyak trades-nya ada di menengah bawah mungkin. Nah, mungkin gua mau mulai dari situ, Dit. Kira-kira dua sampai tiga hal yang lu lihat yang mungkin jadi culture atau jadi habit orang-orang yang mau breakthrough dan akhirnya enggak bisa break through gitu? Paham. Pertama, menurut gua orang Indonesia kebanyakan punya mentalitas atau mentalitas atau [tertawa] gimana tuh? Iya. Or mentality. Jadi selalu berusaha milih e Bang saya mendingan ee menurut Abang mendingan kita itu mprioritaskan keluarga atau nyari duit?

1:32 Oh kiri kanan. Iya kayak kita prioritas keluarga atau cari. Nah gua gua mau benerin tuh bukan tentang milihnya apa. Gua mau gua mau benerin dari awal pikirannya kenapa keluarga sama nyari duit harus dibedain. Oh ini bagus. Seakan-akan milih satu harus ketinggalan yang satu. Tapi kan Bang kalau kita nyari duit kita harus tinggalin keluarga. Kalau kita milik keluarga, kita jadi enggak punya duit. Kata siapa? Benar. Ada yang pernah komen tempat gue, "Bro, kok kapan sih kita harus bersyukur? Kapan kita harus berambisi?" [tertawa] Nah, nah, itu persis konten terakhir gua Pak. Gua bilang gini, "Kalau orang berambisi bandingin diri ke maneh, ke atas." Dia bilang, "Selalu bandingin diri ke atas supaya lu enggak pernah puas." Iya. Naik. Iya. Supaya lu sadar lu tuh masih nothing. Iya. Oke. Terus kalau orang bersyukur tuh bandingin diri ke bawah. Iya. Lihat tuh orang-orang masih belum punya

2:19 makanan. Kamu punya makanan. Mereka orang tua sudah meninggal. Kamu masih ada orang tua, tubuh kamu sehat. Nah, gua bilang kita harus belajar. Jangan punya mental atau begitu. Solusinya apa? Selalu cari jalan ketiga. Kalau dua-duanya itu seakan-akan bersalah kalau kita pilih satu. Contoh. Terus jadi ngebandingin diri ke atas atau ke bawah? Gua bilang bandingin diri ke dalam. Wih, jangan bandingin diri ke atas atau ke bawah. Kalau kita bandingin diri ke atas, hidup kita kerasanya kagak pernah cukup, Pak. Benar. Ngting terus. Iya. Iya. Tapi kalau kita ke bawah terus kita ngerasa kayak cepat puas. Iya. Tapi kalau bandingin diri ke dalam, lu bandingin diri sama el bulan lalu sama el tahun lalu. Lu udah lebih baik belum dari el bulan lalu? Lu udah lebih baik lu dari lu bulan lalu? Selesai. Udah enggak perlu pusing orang ke atas, orang ke bawah. Nah, mentalitas atau itu penyakit nomor satu menurut gua. Oh, ini benar sih. Soalnya kalau orang

3:04 kira makanan kan jadi enggak bisa melangkah. Betul. Iya juga. Masa kiri-kiri [tertawa] doang? Iya. Kanan-kanan doang. Gimana Theoderik? emang eh [tertawa] nih gua fakta ya gua selalu bawa di hampir semua podcast bisa dicek jejak-jejak ini gua selalu sebut gua selalu nyebut gua tuh ngikutin Theoderik Dr. Tirta dan Timothy Ronald itu tiga toko yang gua pantau terus Pak El inspirasi gua, Pak. Aduh terima kasih ni dari mana ini? Asli lu tahu persis orang kita pas podcastan bareng gua masih nol putul itu kan. Oh ya ya ya iya. Dari situ gua lihat kayak kenapa ya? Kok ini naik banget ya dari dulu klip lu kan sama kayak kita kan sejenis Pak. Iya iya benar benar benar ben klip lu kayak di mana pun mau Facebook mau YouTube mau klipnya Erik semua i lah lu juga dari kemarin semuanya isinya lu semua ya karena gua mimpi gua manifest

3:50 aduh lanjut dulu aja poin duanya apa [tertawa] poin dua heeh masalah orang Indonesia adalah menurut gua enggak bisa bedain goblok dan bodoh benar stupid dan ignorance oh oke oke oke oke okok Indonesia gua sebenarnya bingung sih apa bahasa Indonesia kalau stupid sama ignorance langsung clear stupid sama ignorance orang Indonesia bisa bedin apa tu stupid apa itu ignorance ignorance ignorance dulu nih ignorance itu artinya gua bedah dengan cara yang sederhana dulu supaya orang paham kalau ada empat tipe soalnya oke i jadi ada orang yang helpless helpess helpless helpless itu gini gua kalau pengin nolong orang gua harus menderita gua harus berkorban buat nolong orang jadi di prinsip dia kalau mau melakukan kebaikan buat orang lain dia harus dia

4:36 harus jadi korbannya harus oh dia di otak dia enggak ada win-win solution tuh enggak Enggak ada di otak dia tuh dia harus berkorban supaya orang lain bisa ini. Oke. Nah, ada yang namanya bandit. Kalau gua mau untung, orang harus menderita. Karena kalau dalam negosiasi ya, ya, ya, ya, ya. Itu yang kayak gua dapat deal nih kalau semurah-murahnya ya orang mati pokoknya gua dapat seuntung-untungnya. Betul. Oke. Nah, itu bandit. Oke. Ah, ada yang namanya ignorance. Ignorance itu artinya dia tuh dia tuh dibodoh-bodohin orang, dia juga enggak ngerti karena dia hanya tidak tahu aja, Bro. Oke. Kalau dia dikasih tahu, dia sebenarnya bisa ngerti. Oke. Dia hanya tidak tahu. Oh, ternyata begitu. Orang ignorance tuh obatnya belajar. Oke. Karena dia kenapa? Dia tidak tahu. Bisa

5:22 diajarin. He. Hanya tidak terliterasi lah. Iya. Dia dia tidak tahu. Benar-benar dia tidak tahu. Ada orang ibu-ibu kena kena tipu ee penipuan SMS [berdehem] ya. Dia kenapa dia enggak dia enggak tahu. Kalau dia tahu dia enggak bakal lakuin itu. Tapi ada yang namanya stupid. Oke. Nah, stupid itu dia merugikan diri dia sendiri sambil merugikan orang lain. Nah, siapa yang untung kan bego banget gitu maksudnya. Kenapa lu harus ngerugiin orang lain sambil ngerugiin diri lu? Kan aneh kan? Nah, itu dibahas sama Carlo Cipola. Dia yang ngebedah-bedah orang itu segala macam. Poin gua adalah dari sini gua nangkap bahwa itu tuh masalahnya tuh. Seringkiali kita ngerugiin diri sendiri sambil ngerugiin orang lain. Contohnya, contoh simpel. Lu punya anak yang lu sayang, anak lu umurnya masih 8 bulan. Lu ngerokok depan anak lu yang umurnya 8

6:09 bulan. Anak lu rugi enggak jadi perokok pasif dari umur 8 bulan? Lu rugi enggak lu? Rugi lu sendiri ngerokok nanti kalau anak lu sakit lu juga yang bayar. Kok mau lu rugiin diri lu sambil rugiin orang? Iya i bodoh kan? Iya iya iya iya. Dan itu harusnya tahuah itu. Nah dan itu dikasih tahu dia tidak mau tahu. Nah ini bahasanya dilengkapin dari mana? Lucu Aderay. Gua dengar dari Ader Mas Ader bilang gini, "Kalau orang pintar itu kan orang yang belajar dari kesalahannya." Heeh. Dia pintar tuh dia nyalakuin salah, dia enggak ngelakuin lagi. Heeh. Tapi orang bijak dia enggak usah salah dulu. Dia sudah belajar dari kesalahan orang lain. Oke. Kenapa ada orang bodoh yang tadi itu? Kenapa? Karena dia sekalipun salah dia tidak belajar. Kok bisa? Karena dia tidak pernah merasa salah.

6:55 Oh. Kenapa ada orang sudah salah tapi dia tidak belajar juga? karena dia tidak merasa salah. Setiap kali ada kesalahan cirinya ficty mentality. Soalnya pemerintahnya jolim, Bang. Soalnya mama saya enggak benar, benar benar benar gitu. Karena saya kan enggak punya privilege, Bang. Lu kan enak, Bang. Sekolah lu di mana, Bang? Enggak ada lesson learn-nya dia. Iya, enggak ada orang dia enggak pernah salah itu. Itu dua masalah terbesar mentalitas atau sama tadi itu tuh enggak pernah ngerasa salah. Victim mentality. Vi mentality. Iya. Dikit-dikit. Wah. Gua paling menderita nih. [terengah-engah] Terus oke oke oke menarik. Nah, gimana cara lu mulai sadar bahwa lu punya salah satu di antara dua itu atau bahkan lu

7:41 punya dua-duanya? Uh menarik. He. Karena kan bisa aja orang yang nonton ngerasa emang enggak boleh punya mentalitas kayak gitu. Tapi bisa aja I temannya nonton lah itu el tuh. [tertawa] Iya kan? Betul. Betul. Makanya gue selalu bilang, lu jangan pernah share video ini. [tertawa] Karena kalau lu share video ini, lu berpikir, "Wah, nih bener nih. Ini benar nih." Kata Koteo nih. Ini benar benar. Bukan benar. Gua ngomong bukan buat saudara lu. Gua ngomong buat el. Nah, itu kan kita enggak pernah tahu ya. Makanya gua selalu bilang, satu-satunya cara untuk bikin orang-orang sadar kalau dia itu goblok adalah introspeksi diri. Dia enggak bisa dikasih tahu dari luar, Pak. Lu kalau belajar itu kan artinya masukin informasi dari luar masuk ke dalam. Heeh. Orang goblok itu dia tuh tidak butuh informasi. Dia sudah lengkap pikirannya.

8:28 Hanya saja dia tidak merasa dirinya butuh berubah. Dia tidak merasa dirinya butuh jadi lebih baik. H. Nah, jadi masalah besarnya adalah dia tidak introspeksi diri. Ilmunya sudah ada. Bukan kayak ignorance. Ignorers memang kagak ada ilmunya, Pak. Dikasih tahu, "Oh, gitu ya, Pak. Ternyata saya harus inisiatif ya." Bisa tuh belajar dia. H humble. Hm. Tapi kalau orang bodoh, goblok, yang stupid tadi, ciri-cirinya sombong, gengsi, tinggi hati. Sombong, gengsi, tinggi hati. Tipikal orang yang bilang gini, "Kalau gua udah kaya nanti, lu jamin dah gua enggak bakal jadi orang sombong." Cakep. Sombong tuh apa sih? Sombong kan gengsi, Pak. Sombong kan ngomongin gengsi. Masalahnya adalah lu jangan jadi kaya. Lu masih miskin aja, gengsi. Iya,

9:13 lu masih miskin terus [tertawa] disuruh, "Udah lu kalau masih miskin masih nol ya lu cobalah jualan apa kek, jualan pecelele kek, jualan Gojek apa jadi supir Gojek apa lagi tuh. Kerja cari duit, jangan ngasok di rumah dong." Iya. I gengsi jujur ngomong kenapa enggak jualan gengsi? Entar kalau saya masa teman saya ngelihat saya jadi sales. Entar kalau gua kelihatan jadi sales kerupuk gimana? Gua gengsi dong. Nah, lu bilang kalau lu kaya lu enggak bakal sombong. Lu masih miskin aja gengsi lu tinggi gimana nyampai sana? Nah, itu maksud gua. Ya, ya, ya, ya. Tapi ini tepat sih. Gua pernah ngobrol sama orang juga, dua orang tipe yang beda. Yang satu kita ngomong apa dia langsung, "Oh, iya nanti gua next gini." Yang satu lagi kayak, "Tapi kan gini." Eh, tapi kan gini. Eh, gua kan tapi begini. Eh, [mendengus] fokusnya beda

9:59 banget. Iya, benar. Untuk orang goblok, semua solusi ada masalahnya. [tertawa] Benar. Semua solusi ada masalahnya. Pokoknya kita kasih solusi apap pun benar. Iya sih, Bang. Tapi kan nah itu Heeh. Semua semua konten selfie impfer gua tuh ngebedah cara berpikir orang goblok sampai dia tuh terpojokan sampai dia tuh pikir iya juga ya kok gua kok gua mikir gini ya. Nah harapan gua tuh akhirnya dia kayak introspeksi. Oke. Makanya gua selalu bilang gua berharap dari konten-konten gua tuh orang tersinggung. Dari podcast ini orang tersinggung. Kenapa harus tersinggung? Lu kapan? Kapan lu akan pernah introspeksi kalau lu enggak tersinggung? Ya, tapi dia bagus sih actually dengan tersinggung dia mungkin berubah tapi kerigger soalnya tersinggung aja belum tentu berubah apalagi kalau nonton tidak tersinggung terus wah teman gua nih iya [tertawa]

10:47 capek tuh gua iya i ya ya ya bro tapi gua mau balik ke yang tadi itu kan tadi eh intropeksi dan eh being humble kan menyelesaikan yang kedua ya gua masih penasaran bagaimana menyelesaikan yang pertama buat teman-teman gimana sih cara mengukur kiri dan kanan tuh harus Cari tengah tuh gimana lu? Ada ya? Gua waktu itu ajarin cuma dua konsep. Satu namanya substitusi, satu namanya komplementer. Iya. Iya. Ini dari dulu sudah belajar. Itu ibaratnya kalau kita belajar ekonomi di SMP ini pelajaran ekonomi pertama yang namanya substitusi komplementer. Substitusi itu artinya pengganti. Misalnya lu mau minum kopi apa teh? Substitusi. Pengganti. Betul. Substitusi di dunia nyata kayak apa? Lu mau jadi pejabat korup lu mau jadi

11:33 pejabat berintegritas? itu substitusi kagak bisa dua-duanya, Pak. Lu mau korup sama integr udah pilih satu. Enggak bisa. Iya, enggak bisa. Tapi kalau komplementer itu model tadi kok gua mendingan cari uang yang banyak atau gua bertuhan yang benar? Ya dua-duanya. 99% orang Indonesia tabungannya itu di bawah Rp100 juta. Maka permasalahan di Indonesia itu bukan investasi, tapi earning power. Ini yang akan jadi game changer pertama dalam membangun kekayaan. So, buat kalian semua yang pengin memperbesar atau memperbanyak sumber income, gua buat yang namanya kuliah realistis. Kuliah yang fokusnya ajarin lo cari duit. Cek langsung YouTube membership di channel Theoderik dan mari belajar sama-sama di kuliah realistis. Kalau lu cari uang ini, tapi gua ajarin cara berpikirnya. Gua enggak mau ini jadi hafalan.

12:18 Iya. Iya. Cara berpikirnya adalah saat lu cari uang yang banyak, lu punya waktu enggak? Punya. Punya freedom of time. Lu enggak usah ngantor dari pagi sampai sore. Lu mau ibarat kata lu mau umrah setiap bulan juga bisa kalau lu punya duit. Kalau muslim, kalau lu Kristen atau Katolik, lu mau baca Alkitab sehari 5 jam bisaak bisa. Lu punya duit urusan apa ngatur-ngatur gua? Orang yang punya duit bisa enggak bersedekah nolong orang lain? Bisa. Gua bisa bikin sekolah gratis, TK gratis di Tanjung Duren. Ya gara-gara punya duit. Kalau kagak punya duit, kagak bisa nolong. Berarti bertuhan butuh duit. Duit. Sekarang gua tanya, emang kalau lu bertuhan lu jadi enggak punya duit? Emang kalau lu bertuhan Tuhan enggak ngajarin lu? Belajar tuh dari semut. Semut aja, kagak ada yang nyuruh, kagak punya pemimpin. Dia ngumpulin makanan buat musim dingin. Lu kalau bertuhan pasti otak lu kebuka, Pak. Pasti lu kalau kerja lu harus punya

13:06 ikhtiar, lu harus punya tawakal. Berserah sih iya. Tapi lakukan yang terbaik dulu dong. Enggak mungkin orang bertuhan itu hidupnya miskin minta-minta. Masa sih masa sih Tuhan sengaja ngelihat ada orang benar, ya biarin dia hidup miskin, keturunan miskin. Enggak mungkin. Gua yakin pencipta alam semesta tidak akan membiarkan orang yang bertuhan benar benar-benar bertuhan terus anak-anak cucunya semua meminta-minta. Gua percaya itu. Ya sekarang kalau lu punya duit terus lu lagi rajin ibadah orang pasti bilang kan, "Ih, keren ya udah punya duit bisa ngebantu orang rajin ibadah." Kalau sor tu say lu benar-benar lagi enggak ada duit enggak ke mana-mana terus lu baca begitu 5 jam. Mungkin orang tua lu bilang, "Ini kena baca ini mulu ya, cari duit kek." Iya betul. Beda langsungnya. Betul. Betul. Jadi pilih satu itu justru jebakan. H. Lu mau cari duit terus-terusan lu enggak bertuhan, hati lu kosong.

13:52 Kosong. Benar. Lu cari Tuhan mulu. Baca kitab suci doa tiap hari pagi, siang, sore, malam. Enggak punya duit. Lu jadi batu sandungan orang. Orang bilang, "Ya rohani-rohani tapi jadi beban lu di rumah." Nah, itu jadi dua-duanya itu balance. Nah, itu gua satu-satu, Pak. Gua bedahin satu-satu. Duit dan Tuhan nanti duit dan keluarga. Kenapa duit? Duit, duit. Karena jujur hal yang paling penting yang dibahas di dunia nyata tapi tidak dibahas di sekolah adalah duit. Ujung-ujungnya semua orang ujungnya duit nyarinya duit. Ini duit itu duit. Benar, benar, benar, benar, benar. Sekolah aja dulu ujian. Kalau belum lunas belum boleh ujian. [tertawa] Mau gimana? Iya. Mau gimana? Eh, tapi gua penasaran juga. Lu dari kemarin kan aktif membahas ini dan menurut gua ini bisa jadi berkat buat banyak orang ya dan ketrigger gitu

14:38 orang. Awalnya gimana sih? Kenapa lu tiba-tiba bisa resah tentang topik ini? Sebelum gua ngomongin marketing ya, karena kan gua tahu dari dulu tuh udah expert marketer banget, tapi jarang nih bahas ini nih. I gitu loh. Soalnya kalau marketing itu memang spesial gua kalau bareng sama Theoderik aja gua bahas-bahas begitu tuh. Nah, jadi gini kalau tentang self improvement dan keresahan gue itu semuanya bermula dari gua punya bisnis media. Oke ya. Gua ada beberapa akun-akun media. Ada 12. Oh. Oh. Banyak juga pas gua lihat-lihat lihat ada satu postingan tentang data minat baca waktu itu Bro. Oh, ya ya kayaknya gua pernah lihat deh. UNESCO sebenarnya bukan UNESCO tapi Central Connectic Univers State University di Amerika mengeluarkan data

15:25 Indonesia adalah negara ke-60 ke-60 dari 61 negara [mendengus] diukur dari minat bacanya. Iya. Nah, gua lihat wah gini ini logika simpel. Semua orang suka baca data ini. Cuman enggak banyak yang gali. Gua gali, gua bilang logika aja metodologisnya. Gimana caranya Central Connect Ticket State University itu bisa ngukur minat baca. Minat baca. Heeh. Minat abstrak loh. Nah, gimana C? Masa lu tanyain orang, apakah Anda berminat membaca? [tertawa] Enggak. Enggak minat masa gitu orang kita ngomong make sense orang enggak suka baca pun kalau ditanya gitu ya pasti berminat. Nah, gua bingung gimana cara ngukur minat baca. Enggak mungkin. Pas gua pelajarin jurnal metodologisnya, Bro, dia bahkan ngukurnya itu bukan minat baca. Yang diukur apa? Cara ngukurnya

16:11 gini. Berapa banyak perpustakaan di kota di negara itu? Berapa ee banyak ketersediaan buku? Jadi dianggap kalau sedikit perpustakaan, sedikit ketersediaan buku, minatnya dikit. Nah, maksud gua itu bukan cuma minat pajak, Pak. Hm. Pajaknya kan lah. Pajak buku Indonesia tuh lumayan, Pak. Pajak buku kita. Pajak buku ini nih. Heeh. Berapa ya? [tertawa] 12%. Heeh. Pajak. Heeh. Belum pajak penulis ya. Di negara lain cuman nol. Nah, di Indonesia yang gratis pajak itu hanya kitab suci dan buku pelajaran sekolah. Oh, buku-buku semua tuh 12%an. Okelah, pajak mahal. Heeh. Tapi yang kedua masalahnya adalah apa? Masalahnya adalah minat baca satu. Ada satu skor yang lebih valid dari itu

16:57 yang dipakai di seluruh dunia. Lu mau muter ke negara mana pun pasti lu kalau mau ditanya otak otak orang-orang lu tuh sebenarnya seberapa? Itu bukan skor IQ tapi skor PISA. Oke, namanya skor PISA. Heeh. Nah, skor PISA itu ngitung tiga. Literasi, matematika, dan sains. Oke. Setiap 3 sampai 4 tahun sekali itu pisa itu dioring di seluruh dunia. Nah, di Indonesia itu di seluruh dunia di scoringnya tuh anak-anak 15 tahun, umur-umur 15 tahun itu dikasih pertanyaan-pertanyaan lu kayak di yang ngerepresent itulah ya. Skor bisa literasi Indonesia, literasi Indonesia itu skornya kecil sekali, Bro. Gua gua lupa persisnya, tapi skornya itu ada di runut bagian bawah.

17:44 Oke, lagi-lagi tuh let say dari ini kalau enggak salah ya 67 dari 81 negara gitu. Semacam itulah ya. Gua lupa apa 71. Pokoknya rendah deh. Heeh. Nah, dari situ gua ngerasa kayak buku kita mahal, perpustakaan sulit, budaya baca enggak ada, enggak ada. Literasi kita rendah. Apa dampaknya kira-kira kalau ini dibiarin? Satu doang, Bro. Kita gampang disetir hoa di sosial media. Iya benar. Karena ada headline news. Heeh. Punya judul kan gua di media kan. Heeh. Media itu orang enggak bak-bak. Jangankan ngebayin baca buku, baca caption aja. Tidak. Iya benar-benar. Iya benar-benar baca caption ajaak dia cuman baca. Wah tuh kan. Iya iya iya langsung jadi konklusi. Iya wakil presiden mengundurkan diri tuh

18:29 negara mana. Padahal tuh berita lagi bikin negara mana, Bro. Tapi gampang banget digoreng, Bro. Ben terus dia enggak bisa bedain ini asli atau ini berita bodoh. Enggak masuk akal berita nih. Lu enggak usahlah ngecekin tentang dengan sistem AI anti enggak usah lah. Orang make sense aja kalau ngelihat berita tuh kayak masuk akal gak sih? Nih betul. Anakonda ditemukan di daerah Jawa Tengah sepanjang 3.000 m. Apa sih? Kayak mana ada anakonda 3000. Lu tahu engak 3.000 m itu 3 kilo. Lu ngerti enggak sih? I tapi di-share tuh di grup Facebook. Wah gila ini udah akhir zaman. Ribuan ikan terdampar terus terus pas lihat videonya ini ee banget gila. Masa lu percaya? Nah itu gua ngerasa ini kalau dibiarin terus banget kalau dibiarin terus gua cuma takut satu pak. Kita jadi negara yang sangat mudah

19:15 disetir untuk krisis. Iya, pasti gampang. Gua tinggal bikin hook nih. Anggaplah gua orang bule, orang jahat, elit global. Gua pengen ngancurin Indonesia supaya ekonomi rendah, saham hancur semua. Gua masuk masuk. Ya gampang. Nungguin aja begini simpel. Kita sebarin berita bulan September, bulan [berdehem] November. November dah. Bulan November akan terjadi krisis besar-besaran. Kamu harus stok. Kalau enggak nanti habis. Ayo hati-hati. Itu kan yang ngelakuin kemarin Agustus kan. Semua orang takut bulan Agustus. Bulan November hati-hati. Akhirnya orang ngapain? Nyetok, Pak. Pasti ya udah deh. Udah minyak, minyak, beras, beras, telur, telur sembako semua. Yang nyetok siapa duluan? Orang kaya. Orang kaya yang main aman aja buat dia nyetok mah. Ya udahlah. Iya. Tapi efeknya apa?

20:00 Pas gara-gara mereka nyetok orang pas datang, "Loh, kok barangnya habis? Kok barangnya habis?" Oh, jangan-jangan bener ya. Jangan-jangan beneran bakal kisnya. Heeh. Dia stok juga. Yang paling sedih adalah bukan kelas middle-nya. kelas yang paling bawah dia ngerasain dampak harga naik disetok simpel deh abu vulkanik begini tiba-tiba kita mau beli masker di Shopee enggak ada semuanya harganya naik semua nahan kan makanya itu yang gua bilang wah [berdehem] itu cuman gara-gara mainan-mainan begitu doang juga akhirnya nanti orang kelas bawahnya literally dia mau beli beras yang tadinya let's say harganya Rp10.000 dia naik jadi Rp1.000. Heeh. Udah dampak banget pasti. Gila nih hancur gua enggak ada duit lagi. Dia ngapain ngomong ke tetangganya? Udah gua lihat tuh orang-orang kaya di sono no di

20:46 perumahan sono pada nyetok kita ambil aja dijar. Akhirnya ribut keos. Udah kalau udah ribut udah segala macam ekonomi hancur semua murah. Demo demo demonya titik di DPR enggak kena di bundaran HI. Heeh. Dia mau dibuneran. Hi. Wah, diliput sama ini ngabisin tembak lagi. Udah muter muter muter semata-mata dimulai dari hoa. Itu baru satu hox, Pak. Lu bayangin berapa banyak hoa? Aduh gua makanya gua ngelihat hoax tuh gua bilang gila ini. Dan yang ngomongin hoax itu udah bukan ngomongin orang cuman orang miskin, Pak. Orang level atas yang literasinya rendah banyak, Pak. Lu pasti sering ketemu orang-orang yang berduit tapi enggak suka baca. Gampang banget ke setir hoa. Nah, itu gua bilang ini kalau dibiarin. Kalau enggak ada yang ngedobrak literasi hancur. Nah, makanya gua ngerasa siapa yang

21:31 ngomongin literasi ya? Nah, karena masih sedikit ya udah gua gas aja lah. Hmm. Bentar. Kalau gitu misalnya orang-orang yang sekarang mau mulai mengembangkan ee pola pikir atau literasinya. Tadi kan lu bilang lewat buku ya. Kira-kira buku seperti apa yang harus dicari di tahap awal gitu? Kan buku ini banyak banget ya. Bingung mau mulai dari mana. From zero survive [tertawa] ini. Ini tahap awal Pak. Udah yang realistis dulu aja kita. Ini ini buku pertama yang harus dibaca Pak best seller [tertawa] Pak. Ini Pak udah from zero ya. Iya udah from zero. Lu kan masih kosong kan? From zero. Ini satu. Ini yang pertama. Yang kedua gua selalu selalu gua tekanin kitab suci dulu. Oke. Teman-teman gua banyak yang muslim. He, gua selalu bilang, "Lu jangan hafal

22:16 jus-nya, e bahasa Arabnya, tapi lu tidak baca dan tidak mengerti Indonesianya." Karena literasi itu bukan tentang bisa baca A, B, C, D, E, F, G. Literasi itu bukan tentang lu baca buku, lu ngerti kagak yang lu baca. Kalau soal baca setiap hari kita baca, baca komen. Ini literally baca, kita baca konten, baca berita, baca. Tapi gua mau yang benar-benar bacaan berkualitas yang lu ngertiin. Apa bacaan paling berkualitas yang lu harus ngertiin? Kitab suci lu. Hm. Kalau lu Islam, baca Alquran dalam bahasa Indonesianya juga supaya lu ngerti, "Oh, ternyata firmannya ngomongnya gini gini gini. Lu Kristen baca Alkitab, lu Buddha, lu baca kitab sutra, apa tripitaka apapun kitab suci itu dulu satu." Karena gua percaya orang beragama harusnya tidak bodoh. Gua enggak percaya

23:03 orang bilang, "Tuh kan Indonesia nih rakyatnya bodoh SDM-nya gara-gara kita kebanyakan mabuk agama." Gua enggak percaya. Yang gua percaya orang yang beragama harusnya kualitas hidupnya, kualitas pikirannya lebih cerdas. Lu lihat orang beragama yang beneran beragama bukan yanger direbonkan direbonkan kitab kan kitab kan isinya pondasi nilai cara berpikir ya iya menurut gua kitab suci dulu itu semua kitab suci pajak nol [berdehem] lu pasti punya di handphone di udah semua orang sudah punya tapi enggak dibaca nah dan boleh baca enggak dalam bahasa asli boleh tapi mengertiin dulu juga terjemahannya supaya lu ngerti oh maksudnya ini kontekst iya iya dan maksudnya sebenarnya nya tempat yang mengajarkan isi kitab juga di mana-mana ada ya maksud gua. Iya dong.

23:49 Betul. Betul. Iya dong. Itu kan pemahaman awalnya pasti dari sana ya. Betul betul. Makanya gua sangat mendukung literasi itu harusnya di awalnya enggak usah jauh-jauh ke buku-buku bule, ke pengajian lu, ke gereja, ke komsel lu, ke wihara lu, ke mana, ke komunitas lu yang lu bisa belajar keimanan lu dulu. Karena itu gua yakin itu pasti danggap paling penting. Setelah kalau sudah selesai baca kitab suci, lu tanya lagi, "Apa sih bacaan yang menarik?" Nah, itulah kenapa gua bikin f15library.com. Oke. Apa itu? Itu platform baca ringkasan buku legal compliance memenuhi aturan yang lu baca 15 menit selesai. Buku-buku luar negeri kan banyak yang bagus-bagus. Adam Smith. Heeh. Dibikin wealth of nation buku tahun 1700. Bapak ekonomi Amerika nih. Bapak Kapitalisme. Dia bikin konsep division of labor dan segala macam. Lu mana mungkin sih baca bukunya dia 1700. Lu mau baca dalam

24:35 bahasa apa? Mungkin. Gua terjemahin jadi Indonesia 15 menit lu selesai baca, Pak. Woh, ini helpful banget dan gratis. Hm. Kagak pakai login, kagak usah kasih gua nama, nomor telepon. Kagak usah. Langsung lu klik F15library.com langsung masuk bukunya. Lu klik baca. Tadi gua udah lihat. Nah, itu itu yang gua mau tekanin. Jadi catatannya itu dia itu ngebantu banget sih, Teman-teman. Boleh lihat ya. Tadi gua juga udah lihat nih. Itu benar-benar useful dan bukunya banyak ya. Tadi gua lihat ya. 2100. Udah, buset. [tertawa] Iya. Dan gua baca tiap hari dan gua punya grup WhatsApp ada 1025 member. Setiap hari gua share apa yang gua baca. Oke, kalau gitu gua mau nambahin satu pertanyaan lagi sebelum masuk ke topik lain. Lu kan berarti kan baca buku terus ya setiap hari. Heeh. Nah, buat teman-teman yang mungkin habis ini juga pengin baca, apa

25:20 [mendengus] sih yang harus dilakukan setelah lu baca buku biar apa yang lu baca itu bisa lu serep ke dalam kehidupan lu gitu? Hm. Orang suka bilang, He. Lu jangan cuman baca, praktikin dong. Jangan. Itu salah. He. Di taksonomi belum proses belajar dari membaca itu menghafal dulu. Heeh. Setelah menghafal tuh bukan mempraktikkan, bukan mengaplikasikan, tapi memahami. Oh, oke. Jadi, taksonomi belum itu adalah menghafal [berdehem] memahami mempraktikkan mengevaluasi menganalisa, menciptakan yang baru. Itu enam tahapan. Oke. Oke. Oke. Nah, udahlah enggak usah bahas yang terlalu atas. Yang paling simpel aja, orang tuh suka dipaksa baru teori diajarin langsung disuruh praktik. Seakan-akan dari teori ke praktik itu tidak ada jendela apapun. Padahal ada

26:06 jendela di taksonomi di konsep taksonomi blom tengah itu harus memahami dulu. Jangan langsung dari teori langsung praktik. Contoh kita belajar teori kimia di sekolah bl habis itu langsung oke campurkan soda kue bersama dengan cuka kita bikin gunung. Bukan tentang praktiknya dia harus paham kenapa efeknya begitu. Kenapa soda kue dicampur sama cuka, dicampur air begitu. Kenapa itunya dulu? Makanya yang gua saranin sebelum lu praktikin dulu, simpel aja. Lu kalau baca buku lu jangan baca cepat-cepat. Jangan baca buat dihabisin. Makanya gua cuma 15 menit sehari. Gua setiap hari cuma baca 15 menit. Tapi gua pastiin yang 15 menit itu gua baca gua ngertiin. Nah, makanya gua bikin ringkasan itu. Ringkasan yang sederhana bahasanya supaya orang ngerti dulu. Karena kalau orang ngerti kan gua suka baca pagi hari. Kalau pagi hari misalnya lu lagi naik Bway, lagi naik Jak Lingko, naik angkot,

26:53 lu nunggu 1 seteng jam, 1 jam baca biasanya juga atau apa TikTok git senggaknya 15 menit baca. Habis itu kan lu jadi praktikin satu hal baru yang lu baca. Misalnya lu baca, gua lagi baca second rule Melins. Heeh. Second rule. Pokoknya lu kalau mau menunda sesuatu lu hitung aja lima, 4 2 1 langsung lakuin. Pokoknya lu kalau lu rasa lu mau menunda sesuatu langsung ngitung kayak peluncuran roket 5 4 3 lakuin. Udah lakuin aja. Jadi lu apa yang lu baca pagi hari lu proses terapin selama seharian. Kalau 15 menit berapa ide sih yang bisa masuk ke kepala? Paling satu. Makanya lu bisa lakuin. Tapi kalau lu baca langsung banyak, wah berat. Karena gua ngerasa yang paling jadi musuh besar, orang yang mau berubah jadi lebih baik adalah motivasi yang gila-gilaan. Hmm. Kenapa tuh?

27:38 Semakin gila motivasi perubahannya semakin tidak mungkin berubah. Contoh H ada orang obesitas Heeh. setiap hari makan lima burger keju. Hm. Dia termotivasi dengar motivator. Habis itu oke mulai besok gua akan makan selada timun tomat langsung ekstrem. Nah, coba kenapa dia ekstrem? Karena dia termotivasi. Tinggi nih semangatnya. Lu bertahan berapa lama dari makan lima burger keju jadi selada timun tomat? Iya, enggak mungkin sih. Habis itu setelah 2 minggu, 3 minggu lu ngerasa ah gua malas, gua enggak kuat dia makan sehat. Itu salahnya. Bukan gua nih. Hah? Gila nih gua gua mau udah gemeter. Jadi caranya kalau dari lima burger lu turun jadi empat burger. Emp. Oh, I step by step. Iya. Empat burger dan satu ayam bakar. Tiga burger dan dua ayam bakar. Jadi

28:24 pelan-pelanlah pelan-pelan. Makanya gua selalu 15 menit dulu sehari. 15 menit dulu sehari dari situ dulu. Iya ya. Jadi kadang orang terlalu semangat mau berubah juga jadi hambatan ya. Ya kadang buku lu mungkin mau baca langsung sebanyak-banyaknya mau cepat habisin semua langsung enek langsung wah kayaknya gua enggak bisa baca buku. Iya. Nah itu [tertawa] orang pikir gua kayaknya enggak bisa makan sehat. Gua kayaknya enggak bisa baca buku ya. Karena lu ekstrem Pak. Iya. Lu dari enggak pernah baca, tiba-tiba lu baca sehari 2 jam. Ya gimana sih? Sedangkan kenapa komik lu bisa tamatin? Karena baca per chapter ya. Nah iya seringan-ringannya komik kalau gua suruh lu duduk lu baca 80 volume, pusing lu. Besok engak mau baca komikter ya gitu. Iya baru lanjut lagi minggu depan kalau komik gitu. Dan ngebaca itu ningkatin fokus Pak. Attention span kita nih simpel deh gua share di mana-mana. Data penelitiannya

29:10 Jared Horvat. H dia share ini sekitar 15 Januari 2026 di Hearing Senat Amerika Serikat. He. Dr. Jaret Horvat. Dia share apa? Dari 100 tahun terakhir Silent Generation, Boomers, GenX Millenial Genzi. Genzi. Pertama kali dalam sejarah GenI adalah generasi yang IQ-nya lebih rendah daripada generasi sebelumnya. Dari silent generation, boomers, GenX Millenial, IQ itu selalu naik, Pak. Oh, itu disebut effect fl. Oke. Baru pertama kali dalam sejarah 100 tahun terakhir turun. Lu bisa cek di daily mail.com apa semua beritanya valid, penelitiannya jelas. Pertanyaannya kan satu, kok bisa? Iya kok bisa? Nah, dan siapa yang mengalamin? Yang pertama kali ngalamin bukan negara

29:56 berkembang kayak Indonesia, Norwegia, negara-negara maju, Pak. Kenapa? Kenapa? Karena penyebab utamanya mereka IQ-nya turun adalah edutek yang berlebihan. Anak SD kelas 2 langsung pakai chat GPT. Oh, iya. Oh. yang rendah. Attention span rendah gara-gara semuanya sekarang short form 8 detik z [tertawa] ketawa kasihan gitu lu bisa gitu kayak orang gil 3 jamak. Iya betul sih lu nonton 3 jam apa yang lu dapat? Enggak ada. Engak ada. Attention span rendah. Oh, makanya sekarang kalau ngobrol sama orang attion spnya rendah, ngobrol dikit udah gak fokus dia. Ngobrol, udah enggak fokus dia. Masa lu bayin? Kita hidup di negara di dunia yang generasinya lagi IQ-nya turun pertama kali dalam sejarah. Betul. Enggak, enggak jauh turun tapi turun,

30:43 Pak. Iya. Nah, maksud gua dari situ yang gua minas gini. Iya. Negara maju turun, lu anak orang kaya hidup berprivilege. Lu IQ turun gara-gara anak lu dibasih banyak gadget. Ya wajarlah. Hmm. Dikasih banyak G anak orang kaya. Kalaupun IQ-nya turun tetap kaya enggak? Kay kaya lah. Lu udah miskin. IQ-nya turun gara-gara gadget. Gila, lu dapat penyakitnya orang kaya tapi enggak dapat hartanya. Gimana [tertawa] lu sekarang anak orang miskin, lu kasih YouTube terus lu kasih TikTok. Benar. Iya, benar-benar. Nah itu. Hm. Nah, di situ gua ngerasa kayak ini mah gila nih. Nih kalau diterusin selesai. Udah kebayang. malah kemudahan-kemudahan yang diberikan menghilangkan ini ya kualitas yang lu dapat dari proses yang enggak enak kayak zaman dulu zaman dulu gitu ya. Iya betul. Setuju. [menghela napas][mendengus]

31:29 Nah, wah ini menarik karena lu udah masuk ke sini. Selain dari ini gua pengin tahu juga pandangan lu tentang Jenzy itu seperti apa sih, Bro? Oh [tertawa] masuk akal. Penasaran aja. pertama harus diakuin bahwa Gen adalah generasi menurut gua ya generasi pertama yang bikin olahraga dan kesehatan tuh jadi tren bukan lagi clubbing clubbing shift iya kok bisa dan Gen minat bacanya dari generasi-generasi lain itu generasi yang salah satu minat baca paling tinggi di Indonesia. Oh oke. Nah, Gen menurut gua di satu sisi memang tricky tentang IQ. Tapi gini, yang bikin IQ Gen turun itu bukan Gen yang ngasih Gen handphone dari kecil bukan Genzy. Dia enggak beli, dia enggak tiba-tiba ke Roxy Square tuh. Oh, minta handphone. Siapa yang ngasih? Ya orang tuanya mungkin, boomers,

32:15 mungkin apalah. Dia yang ngasih handphone. Udahlah nih anak ini udah daripada saya lagi ngomong sama orang lagi nonton. Jadi Gen itu korban, Pak. Genzy adalah korban. Iya sih. Iya juga sih. Korban dari ya itu orang tua yang menurut gua ngasih gadget tanpa pengawasan. Tapi di sisi lain walaupun dia korban di sisi lain dia ngapain? Dia bisa ngasih tren positif orang sekarang yang di apa? Diflexingin di Instagram. Ini strafa gua nih gua lari segini. [mendengus] Ini gua lagi padel nih gua ini. Bayang dulu kalau orang flexing isinya apa, Pak? Geser sih emang. Ih, itu gua bilang, "Wah, ini ini Gen itu punya potensi." H. Nah, gua ngerasa itu kalau Gen tanya Genzy apa potensi?

33:01 Very big potensial lah ya. Sangat benar-benar sangat. Tapi memang potensinya sedihnya adalah ini tidak tersentralisasi kan karena desentralisasi. Jadi kalau dulu kan orang cuma nonton TV dan radio Pak. Iya. Ini overload. Nah, sekarang Genzy. Genzy yang mana dulu? [tertawa] Genzy yang struggling gila-gilaan. meledak jadi bersinar. Ada Gen yang lebih parah jauh ada. Nah, itu itu karena sudah terdesentralisasi sekarang Gen itu benar-benar temenannya sama K dan tren. [mendengus] Nah, jadi kalau ngomongin Genzy K sangat bertanggung jawab untuk bawa kualitas Gen follower dia mau ke mana. Lu percaya enggak percaya apa yang lu lakuin setiap move kecil lu, apa yang lu ngomongin itu berpengaruh ke kehidupan puluhan ratusan

33:47 ribu orang Gen yang nonton lu. Hm. Dan dulu enggak dulu saat lu mau mewarisi sesuatu itu keluarga alatnya, Bro. Benar Ben. Bapaknya kayak apa, anaknya kayak gitu. Makanya orang bilang buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Itu dulu saat kita dengerin orang tua ngomong. Sekarang kapan kita dengerin orang tua? Orang ketemu jarang. Sekali ketemu main handphone. G si mamanya tidak pernah ngomong jorok, papanya tidak pernah ngomong jorok, tiba-tiba dia ngomong jorok. Dia nonton dari mana? YouTube, Sosmat. Oh, dia nonton dari stream game. Iya, iya. Benar, benar. Wah, dari stream game dia diajarin ngomong pip pip pip. Dia ngomongin terus terus sekolah tanya, "Gila, itu omongannya kasar sekali loh, Bu." Itu Ibu gimana ya? Mamanya bilang, "Saya benar-benar enggak pernah." Papanya juga enggak bilang enggak pernah. Nah, itulah ini adalah momen di mana budaya yang

34:34 dulunya buah jatuh enggak jauh dari pohonnya bisa sekarang jatuh jauh dari pohonnya. Ini benar sih. Ini momen pertama, Bro. Ini benar. Ini benar. Ini valid. Ini valid. Gua pernah waktu lagi si acara di Makassar disamperin sama bapak-bapak, Bro. lagi acara banking dia datang kan bos banget lah mana Teo saya Om Teo kamu usaha berapa tahun 10 Om saya 40 Oh iya iya iya kenapa Om Kenapa anak saya enggak mau dengerin saya dia suruh dia datang datang tuh ke acara Theodik dengerin kalau papa belajar gaya ngomong di entar saya dengerin Papa [tertawa] kamu siapa Teo Om biasa [mendengus] Om saya punya tambang loh coba saya dengerin kamu kata dia Billy itu sakti [tertawa] gila. Jadi yang lu ngomong tuh benar-benar

35:20 me-recall gua kayak, "Ih, gua pernah ngalamin kejadian itu loh. Segila itu ya maksud gua detik ini digital parents bro. Digital parents. Iya. Gila berarti ini kita yang punya traffic-traffic segini nih tanggung jawabnya besar nih, Bro. Exactly. Makanya kenapa gua bikin F15? Kenapa gua bikin begini? Kenapa gua bikin begitu? Itu untuk arah ke situ, Bro.

Share

Ringkasan Video YouTube