Kitab Arbaun Quraniyah Hadist 25-31

Ringkasan Singkat

Video ini membahas keutamaan membaca dan menghafal Al-Qur'an, adab memuliakan ahli Qur'an, serta pentingnya menjaga Al-Qur'an dengan terus-menerus mengulang bacaan dan hafalan. Selain itu, video ini juga membahas tentang membaguskan suara saat membaca Al-Qur'an dan adab ketika lupa ayat Al-Qur'an.

  • Keutamaan membaca dan menghafal Al-Qur'an
  • Adab memuliakan ahli Qur'an
  • Pentingnya menjaga Al-Qur'an
  • Membaguskan suara saat membaca Al-Qur'an
  • Adab ketika lupa ayat Al-Qur'an

Keutamaan Penghafal Al-Qur'an

Al-Qur'an akan datang pada hari kiamat untuk memberikan syafaat kepada orang-orang yang membacanya. Orang yang membaca dan menghafal Al-Qur'an akan diberikan kerajaan di tangan kanan dan kehidupan kekal di tangan kirinya, serta dipakaikan mahkota kemuliaan. Bahkan, kedua orang tuanya pun akan diberi pakaian yang sangat indah di surga karena anak mereka senantiasa membaca Al-Qur'an. Mereka akan diperintahkan untuk membaca dan naik ke tingkat yang paling tinggi di surga sesuai dengan bacaannya.

Faedah Hadis Tentang Keutamaan Al-Qur'an

Hadis ini menetapkan adanya hari kebangkitan dan balasan setelah kematian. Al-Qur'an akan menjadi syafaat bagi orang-orang yang membacanya. Ahlul Qur'an memiliki kesabaran yang luar biasa dalam membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur'an. Keutamaan Al-Qur'an juga dapat dirasakan oleh orang tua yang memberikan perhatian kepada anak-anak mereka untuk belajar Al-Qur'an.

Memuliakan Ahli Qur'an

Wajib untuk memuliakan, menghormati, dan tidak menyakiti ahli Qur'an karena mereka adalah ahlullah wa khassatuhu (orang-orang pilihan Allah). Termasuk mengagungkan Allah adalah menghormati muslim yang sudah tua, menghormati para penyandang Al-Qur'an (ahli Qur'an) dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak meremehkan, serta memuliakan para pemimpin yang adil.

Larangan Menyakiti Ahli Qur'an

Jangan sampai menzalimi, mengganggu, atau menyakiti ahli Qur'an dengan perkataan maupun perbuatan. Kezaliman akan menjadi kegelapan pada hari kiamat. Takutlah terhadap doa orang-orang yang terzalimi karena doa mereka akan dikabulkan oleh Allah. Menghormati dan memuliakan ahli Qur'an harus dilakukan tanpa berlebih-lebihan (ghulu) dan tanpa meremehkan (jafa).

Kewajiban Menjaga Al-Qur'an

Jagalah Al-Qur'an dengan senantiasa membaca dan mengulang-ulang hafalan. Tinggalkan rasa malas untuk membaca dan mengulanginya. Jika Al-Qur'an tidak dijaga dengan baik, maka ia akan cepat hilang dari hafalan, bahkan lebih cepat daripada unta yang terikat. Perumpamaan ahlul Qur'an adalah seperti pemilik unta yang terikat; jika dijaga, maka akan tetap berada di sisinya, tetapi jika dilepas, maka akan pergi.

Melupakan Al-Qur'an Karena Meninggalkan Amalan

Sifat lupa yang tercela adalah meninggalkan untuk mengamalkan Al-Qur'an. Untuk menjaga hafalan, jalan yang paling mudah adalah dengan mengamalkan Al-Qur'an. Sebagaimana surah Al-Fatihah tidak pernah dilupakan karena selalu diulang-ulang dan diamalkan dalam setiap rakaat salat.

Menjaga Al-Qur'an di Malam dan Siang Hari

Pentingnya menjaga Al-Qur'an dengan membaca dan mengulang-ulang di malam dan siang hari. Apabila seorang ahli Qur'an bangun di malam hari dan membacanya, begitu juga di siang hari, maka dia akan terus mengingat Al-Qur'an. Namun, jika dia tidak mengulanginya di malam dan siang hari, maka dipastikan dia akan lupa.

Waktu yang Baik untuk Murajaah Al-Qur'an

Waktu yang baik untuk murajaah Al-Qur'an adalah di pagi hari sebelum sibuk, saat menunggu salat, selesai salat, atau saat sedang salat. Dibolehkan untuk salat sunah sambil duduk dan memurajaah Al-Qur'an, baik dengan hafalan atau dengan membaca dari mushaf.

Adab Ketika Lupa Ayat Al-Qur'an

Janganlah mengatakan "nasitu ayah kaza wa kaza" (aku lupa ayat ini dan itu), tetapi katakanlah "nusitu" atau "unsita" (aku telah dilalaikan atau dilupakan dari ayat tersebut). Hal ini menunjukkan pentingnya memilih lafaz yang baik dan menjauhi lafaz yang tidak baik.

Membaguskan Suara Saat Membaca Al-Qur'an

Disyariatkan untuk membaguskan suara saat membaca Al-Qur'an sesuai dengan kemampuan. Allah menyukai keindahan, termasuk dalam membaca Al-Qur'an. Terdapat tiga pendapat mengenai makna "yataganna bil Quran": melagukan atau membaguskan suara, merasa cukup dengan Al-Qur'an, dan mengeraskan suara. Pendapat yang paling populer adalah melagukan atau membaguskan suara.

Menghiasi Al-Qur'an dengan Suara yang Indah

Hiasilah Al-Qur'an dengan suara-suara kalian karena suara yang bagus akan menambah kebagusan Al-Qur'an. Sering-seringlah mendengar bacaan Al-Qur'an yang bagus (Murattal) agar tanpa sadar kita akan mengikuti nada yang dibaca.

Memuji Seseorang yang Membaca Al-Qur'an dengan Indah

Boleh memuji seseorang yang membaca Al-Qur'an dengan indah jika dia memang pantas dipuji dan aman dari fitnah (tidak menjadi sombong atau ujub). Menghiasi suara saat membaca Al-Qur'an diperbolehkan dengan niatan ikhlas karena Allah, bukan untuk mendapatkan pujian dari manusia.

Mengingat Allah dengan Membaca Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an adalah salah satu cara untuk mengingat Allah karena Al-Qur'an adalah kalam Allah. Membaca Al-Qur'an dengan suara yang bagus dan merdu dapat membantu kita untuk lebih khusyuk dan menghayati makna ayat-ayat Al-Qur'an.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillahi nahmaduhu waastainuhu waastagfiruh wa naudzubillahi Min syururi anfusina Wamin sayiati Amalina yahdihillahu Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadiyaalah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu Wa rasuluh shallallallahu Alaihi wa ala alihi wasahbihi Wasallam para pendengar radio bas FM di mana saja berada dan kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala Alhamdulillah Pada sore yang berbahagia ini kita kembali dipertemukan oleh Allah

0:47 untuk melanjutkan pembahasan kita dari risalah alarbaun al-quraniyah yaitu risalah yang membahas tentang 40 hadis berkenaan dengan al-qur'an yang ditulis oleh Syekh Ahmad IBN Abdur razzaq al-anqari hafidahullahu taala dan kita melanjutkan pada alhadis alamis Wal isrun yaitu pada hadis yang ke-25 perkataan almusanif hafidahullah alhadis alamisun hadis yang ke-25adlu [Musik]

1:34 yaitu keutamaan para penghafal Alquran serta pahala-pahala dan balasan-balasan yang akan mereka dapatkan kelak pada hari kiamat ini beliau membawakan hadis yang diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad dan yang lainnya hadis sahih dari sahabat buraidah beliau berkataahu alaiiahahu suatu hari aku duduk di samping nabiahu Alaihi

2:21 wasam kemudian aku mendengar rasaii kata nabi sahu Alaihi wasam sesungguhnya Alquran akan datang pada hari kiamat ketika manusia-manusia keluar dari kuburannya pucap di al-qur'an datang kepada kepada orang-orang yang

3:07 membacanya ketika mereka di dunia fayquulu lahu hal trifuni kemudian pahala al-qur'an yang mendatangi orang-orang tersebut mendatangi manusia yang membacanya bertanya karena pahala al-qur'an ini na pada hari kiamat seperti seorang yang pucat dia bertanya kepada orang-orang yang membacanya ketika di dunia wahaianakahau mengenalu maka orang-orang mengatakan Aku tidak tidak mengenalmu aku tidak

4:04 Tahukah Engkau bahwa aku adalah Alquran yang engkau baca ketika di dunia di mana siang harinya aku membuatmu haus dan malam harinya aku menjadikan engkau tidak tidur malam sesgnya PAG akan berada di belakang dagangannya dan Sesungguhnya engkau yang membaca Alquran ketika di dunia engau akan berada di belakangnya di belakang Alquran maka orang

4:52 ini diberikan kaj di tangan dan diberikan kehidupan yang kekal di tangan kirinyaajulqar dan dipakaikan di kepalanya dipakaikan Taj dipakaikan Naam perhiasan Tajul waqar yang muliaahu bahkan kedua orang tuanya pun diberi pakaian dan dipakaikan dengan

5:39 pakaian yang tidak pernah ada di duniaakaian yang sangat indah kedua orang tua orang ini maka kedua orang tuanya bertanya apa seb kami diberiakaian yangangah maka dikatakan kepada kedua orang tuanya engkau diberi pakaian yang indah yang mulia ini karena sebab anakmu ketika di dunia senantiasa membaca Alquran yq IQ wasadi Daril Jannah wiha maka

6:24 dikatakan bacalah Alquran bacalah dan naik lah ke tingkat yang paling tinggi di surga fahua fiudin Mama yaqraza kaana a tartila maka dia senantiasa berada di puncak berada yang paling tinggi surga selama dia membaca al-qur'an ini keutamaan yang disebutkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bagi mereka yang membaca al-qur'an ketika di dunia yang menghafal al-qur'an ketika di dunia maka akan diberikan kemuliaan oleh Allah

7:09 Azza waalla kemuliaan disebabkan usahanya usaha membaca al-qur'an ketika di dunia usaha terus menghafal al-quran ketika di dunia bahkan kemuliaan keutamaan serta balasan yang baik bukan bukan hanya diterima oleh pembacanya bahkan orang tuanya pun mendapatkan kemuliaan disebabkan anaknya orang tuanya mendapatkan kemuliaan dan dimuliakan oleh Allah karena sebab anak yang senantiasa membaca dan menghafal menghafal al-qur'an maka ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan bahwa orang yang membaca dan menghafal

7:56 Alquran ini akan diberikan kerajaan dengan tangan kanan di tangan kanannya dan akan diberikan kehidupan yang kekal di tangan kirinya kemudian akan dipakaikan mahkota di kepalanya mahkota yang mulia di kepalanya kemudian orang tuanya akan diberikan pakaian dipakaikan pakaian pakaian yang tidak pernah dia lihat ketika di dunia dan disiapkan dengan derajat yang tinggi di dalam surga maka di antara faedah dari hadis yang mulia ini Para pendengar yang dimuliakan Allah yang pertama adalahbatul Bai Wal jaza ba'al maut yaitu hadis ini

8:41 menetapkan adanya hari kebangkitan di saat manusia dibangkitkan oleh Allah dari alam kuburnya maka Datanglah al-qur'an Datanglah pahala-pahala al-qur'an ya kemudian karjul Sahib ini menetapkan bahwa akan ada hari kebangkitan dan menetapkan adanya jaza balasan setelah kematian di saat Manusia masih hidup di dunia maka ini adalah Darul amal tempat untuk beramal tetap tempat untuk berusaha tempat untuk senantiasa menyiapkan perbekalan untuk hari akhirnya dan ketika di hari kiamat ketika di hari akhir maka itu adalah

9:28 Darul jaza tempat di mana akan diberi balasan setiap manusia sesuai dengan apa yang dia usahakan ketika di dunia kemudian selanjutnya di antara faedah selanjutnya adalah menunjukkan bahwa al-qur'an menjadi syafaat bagi orang-orang yang membacanya bagi mereka yang membaca ketika di dunia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat menjadi syafaat bagi para pembacanya di sisi Allah Azza wa

10:13 Jalla kemudian selanjutnya ketika dikatakan bahwa aku yang menjadi Sebab engkau kehausan di siang hari dan menjadi sebab engkau tidak tidur di malam hari ini menunjukkan bahwa betapa sabarnya ahlul quran sabar mereka di dalam membaca sabar di dalam menghafal sabar di dalam mudarasah memurajaah sabar mereka menahan haus menahan lapar menahan tidak tidur menahan tidak bermain menahan untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah karena untuk membaca dan

10:59 menghafal al-qur'an ini kesabaran yang luar biasa yang dimiliki oleh ahli Quran mereka senantiasa bersama al-qur'an di saat orang-orang lain bergelimang dengan kemaksiatan maka ini kesabaran yang dimiliki oleh ahl Quran dan Allah menyebutkan atau Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan bahwa semua orang akan ada di belakang dagangannya karena memang manusia ketika di dunia mereka sedang berdagang mendapatkan dagangan dunia dan akan mendapatkan keuntungan akhirat ketika dia berdagang dengan dagangan-dagangan

11:45 dunia kemudian tidak ada unsur atau tidak ada memperhatikan perkara-perkara akhirat maka dia akan hanya mendapatkan keuntungan dunia Tapi sebaliknya ketika dia berdagang baik itu perdagangan dunia atau perdagangan dengan Allah maka dia akan mendapatkan pahala dan mendapatkan keuntungan di akhirat maka sahibul Quran dikhususkan oleh Allah bahwa mereka juga akan berada di belakang al-qur'an kelak kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika menyebutkan bahwa yang diberi kemuliaan bukan hanya ahli Quran bahkan orang tua mendapatkan kemuliaan

12:31 keutamaan ya ini menunjukkan bahwa keutamaan ahli Quran itu bisa juga berpindah keutamaannya atau bisa sampai kepada kepada orang lain kepada orang tuanya kepada guru-gurunya kepada orang-orang yang mengajarkannya pada saat ahli Quran dia membaca Alquran dia menghafal Quran pahalanya akan mengalir kepada orang yang pernah mengajarkannya pahalanya mengalir kepada guru-gurunya pahalanya mengalir kepada kedua orang tuanya guru yang mengajarkan al-qur'an pada setiap huruf-huruf al-qur'an mengajarkan al-qur'an setiap

13:16 ayat-ayat al-qur'an pahalanya akan mengalir kepada mereka orang tua yang memberikan perhatian kepada anak-anak untuk belajar al-qur'an maka orang tua benar-benar akan mendapatkan keutamaan seperti yang disebutkan oleh oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka ini kewajiban bagi setiap orang tua untuk memperhatikan putra-putrinya agar memiliki perhatian memiliki semangat di dalam mempelajari kitabullah mempelajari al-qur'an mempelajari bacaannya mempelajari maknanya mempelajari dengan mentadaburi isi kandungannya mengamalkannya dan mendakwahkannya maka kewajiban bagi setiap orang tua untuk

14:02 memperhatikan pendidikan al-qur'an kepada putra-putrinya sehingga kelak sehingga kelak Meskipun orang tuanya tidak semahir bacaan putra-putrinya maka dia pun akan mendapatkan kemuliaan dan keutamaan pada hari kiamat kemudian selanjutnya Syekh mengatakan AL yaitu hadis yang ke had yang ke26 memuliakan ahli Quran mengagungkan mereka memuliakan mereka menghormati mereka dan tidak

14:50 boleh menyakiti ah Quran orang-orangr orang-orang yang pandai maranorang yang mahir di Quran orang yang menghafal al-qur'an orang yang mempelajari al-qur'an wajib dimuliakan wajib dihormati wajib ya mereka benar-benar dimuliakan dan tidak boleh untuk disakiti karena mereka adalah ahlullah W khasatu mereka adalah orang-orang pilihan orang-orang terdekat kepada Allah Azza waalla Ahlul Quran Syekh membawakan hadis yang diriwayatkan H Abi Daud dan Baihaqi dan hadisnya dihasankan oleh Syekh Albani rahimahullahu taala hadis Abi Musa alasari radhiallahu

15:39 taa anu hadis dari Abi Musa alasari radhiallahu taalau Beliau berkata rasulullahallahu Alaihi Wasallam rasulullahallallahu Alaihi wasallamersabda ada beberapa yang wajib kita utamakan yang wajib kita muliakan yang wajib kita hormati di dalam Islam ini k

16:25 nabiahuaii was termasuk memuliakan allah termasuk mengagungkan Allah adalah ikrbatil muslim adalah menghormati seorang muslim yang sudah tua menghormati muslim yang sudah tua ada termasuk mengagungkan Allah yang pertama yang kedua wamilil Quran yaitu menghormati para penyandang al-qur'an para ahli Quran orang-orang yang belajar al-quran gir

17:11 jafian menghormati ahli Quran dengan tidak berlebih-lebihan dan juga tidak meremehkan yaitu kita menghormati kita memuliakan sesuai dengan kedudukannya tidak boleh berlebih-lebihan tidak boleh kita meremehkan meremehkan mereka wailsid dan yang ketiga termasuk mengagungkan Allah pengagungan kita kepada Allah adalah memuliakan dan menghormati para pemimpin yang adil para penguasa yang adil para pemimpin yang adil maka tiga golongan inilah yang

17:57 dianjurkan bahkan ini merupakan kewajiban kita untuk memuliakan mereka memuliakan muslim yang sudah tua bukan berarti yang mudah tidak muliakan dimuliakan tapi yang tua memuliakan mereka ini lebih lebih memuliakan muslim yang sudah tua memuliakan ahli Quran dan memuliakan serta menghormati para pemimpin yang adil agama kita agama yang memberikan haknya hak kepada orang-orang yang berhak mendapatkannya agama yang memuliakan orang-orang yang berhak dimuliakan agama ini agama yang

18:43 menghormati orang-orang yang berhak untuk dihormati oleh karena itu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau menyebutkan tentang hak-hak muslim dengan muslim yang lainnya hak muslim dengan muslim yang lain yang harus dijaga yang harus senantiasa diwujudkan dan dilaksanakan dan di antara kewajiban kita adalah memuliakan muslim yang sudah tua memuliakan muslim yang lainnya wajib bagi kita karena mereka saudara kita Innamal mukminuna ikhwah kata Allah Azza waalla dalam hadis yang lain Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan almlim akul muslim

19:29 laimu muslim dengan muslim bersaudara tidak boleh menzalimi terlebih dia muslim yang sudah tua kemudian hamilul Quran orang yang senantiasa mempelajari ayat-ayat Allah kalamullah orang yang senantiasa menghafal kalamullah dan para pemimpin-pemimpin yang adil kemudian para pendengar yang dimuliakan Allah bahwa di dalam hadis yang mulia ini kita diingatkan Jangan sampai kita menzalimi Mereka jangan sampai kita mengganggu mereka menyakiti mereka kezaliman dalam

20:15 bentuk apapun Baik kezaliman dengan perkataan maupun perbuatan perkataan maupun perbuatan ketika menzalimi kepada muslim yang lainnya hukumnya haram apalagi menzalimi kepada mereka tiga golongan tadi menzalimi muslim yang lainnya haram apalagi menzalimi tiga golongan yang disebutkan oleh Nabi tersebut bahkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan itquulmaulmaulumat yaumalqiamah takutlah hendaknya kalian menjauhi dan takut dari kezaliman karena itu akan menjadi kegelapan kelak pada hari kiamat dan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau

21:00 bersabda ittaqu dawatal madlum fainna laaisa bainahu waainallah hijab takutlah kalian dari doanya orang-orang yang terzalimi karena sesungguhnya doa mereka antara mereka dengan Allah tidak ada hijab akan dikabulkan oleh Allah maka kita memberikan hak mereka memuliakan mereka dan tidak menzalimi atau menyakiti menyakiti mereka kemudian ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan bahwa menghormati dan memuliakan ahli Quran tanpa berlebih-lebihan dan tanpa jafa yaitu

21:45 meremehkan dan menyepelekan maka di sini pentingnya alad pnya kita berbatil dan kita bersikap pertengahan dalam segala hal tidak boleh berlebih-lebihan ghulu la Ifrad wala tafrit la ghulu wala jafa tidak berlebih-lebihan tidak pula meremehkan ya tidak dibenarkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan tentang perkara Gulu berlebih-lebihan melampaui batas dalam segala hal dilarang dalam beribadah tidak dibenarkan melampaui

22:31 batas dari batasan yang ditentukan oleh Allah dan rasulnya dalam muamalah sekalipun tidak dibenarkan Oleh karena itu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan ya A ium ahum wahai manusia jauhilah oleh kalian sikap Gulu berlebih-lebihan karena sesungguhnya kehancuran umat-umat terdahulu dan kebinasaan mereka disebabkan karena karena sikap hulu berlebih-lebihan maka kita muliakan ahli Quran tetapi pesan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ghairil gali Fih tanpa kita berlebih-lebihan Wal jafi'an tanpa kita

23:17 juga memandang remeh atau mengesampingkan Mereka kemudian selanjutnya almusanif asyekh hafidahullahu taala beliau menyebutkan pada hadis selanjutnya AL haditusun yaitu hadis yang ke-27 perkataan beliau hafidahullah taahadul Qur itu kewajiban untuk menjaga al-qur'an kewajiban untuk terus

24:03 mengingat al-qur'an beliau membawakan hadis dalam sahih Bukhari dan Muslim dari hadis Abi Musa al-as'ari radhiallahu taala Anhu Anin nabi shallallallahu Alaihi Wasallam qal dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda dan ini wasiat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kepada ahli Quran terlebih khusus dan kepada kaum muslimin semuanya wasiat beliau kepada ahli Quran terlebih khusus dan kepada kaum muslimin semuanya taahadul Quran taahadul Quran jagalah Alquran oleh kaliani Dani demi jiwaku yang demi zat

24:50 yang jiwaku berada di tangannyai yang jiwaku berada di tangannya sesungguhnya al-qur'an lebih cepat lebih cepat daripada Ibil unta di dalam ikatannya lebih cepat hilangnya lebih cepat larinya lebih cepat Naam perginya daripada unta yang berada di ikatannya maknanya bahwa ketika al-qur'an tidak dijaga baik-baik bacaan dan hafalannya maka dia akan cepat akan cepat hilang dari

25:36 hafalan akan cepat hilang ya bahkan lebih cepat daripada unta yang terikat nah ini wasiat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau mengatakan taahadu a wibu Alaihi Bil wattirdad watil Kasal tikr ini terus-meneruslah menjaga bacaan dan hafalan dan terus diulang-ulang watilr dan tinggalkan rasa malas untuk membaca dan mengulang-ulangnya maka nabi berwasiat taahadu Alquran jagalah Alquran menjaganya adalah dengan

26:22 senantiasa membaca dan mengulang-ulangi hafalan kemudian di antara faedah atau hadis yang lain yang disebutkan oleh almusanif hafidahullah adalah hadis dari sahabat Ibnu Umar radhiallahu taala anhuma juga diriwayatkan oleh Al imam albukhari dan Muslim Ana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam qal bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda innama

27:11 kata nabiahu Alaihi wasam suuhnya perumpamaan ahlul quran para penyandang Alquran milik unta-unta yang terikat inahada alaiha amsakaha kalau dia jaga maka dia pegang erat-erat Wain atlaqahabat kalau dia lepas talinya maka dia akan akan pergi dia akan pergi dia akan lari ini pentingnya untuk menjaga as Syekh menyebutkan di antara faedah dari dua hadis yang mulia ini

27:59 adalah fil muahtil Quran Bil W mudawti anjuran untuk senantiasa menjaga Alquran menjaganya dengan menjaga hafalan dengan terusmenerus untuk mengulangulang bacaan Wal dan peringatan peringatan untuk meninggalkan meninggalkan al-qur'an karena ini sebab sebab Seorang akan lalai dan lupa dari al-qur'an sebab Seorang akan menjauh

28:47 dari dari al-qur'an maka anjuran dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam agar senantiasa dijaga dengan membaca dan mengulang-ulang hafalan berkata Al Imam Sufyan IBN uyainah rahimahullah dibawakan oleh Syekh di sini adalah anisyanul mmum huaul Amali Bih waaisaha hifuu Bah il Sebutkan oleh Beliau

29:35 bahwa sifat lupa yang tercela lupa dari Alquran yang tercela adalah meninggalkan untuk mengamalkan Alquran meninggalkan untuk mengamalkan Alquran dan ini termasuk daripada melupakan Alquran S melupakan baca lupakan untuk mengulang-ulang adalah melupakan al-qur'an dengan Tidak dengan tidak mengamalkannya karena para ulama menyebutkan bahwa untuk menjaga hafalan maka jalan yang paling mudah adalah dengan mengamalkan disebutkan bahwa kenapa seorang kenapa seorang tidak pernah lupa

30:23 ketika membaca surah Alfatihah adalah karena surah Alfatihah selalu di ulang-ulang dan diamalkan diulang-ulang di dalam bacaan dan diulang-ulang di dalam mengamalkannya di dalam setiap rakaat salat sehingga tidak lalai dan tidak lupa maka inilah di antara cara untuk menjaga hafalan dan menjaga al-qur'an adalah dengan mengulang-ulang bacaan dan mengamalkannya mengamalkannya kemudian e Syekh menyebutkan pada hadis selanjutnya AL

31:08 haditamin walrun yaitu hadis yang ke28 Q taahul Quran baili W nahar wailla Nusi pentingnya untuk menjaga Alqur'an dengan membaca dan mengulang-ulang di malam dan di siang hari kalau tidak dilaksanakan maka bisa dilalaikan oleh Allah bisa dilupakan oleh Allah An musain ubah anfi IBN Umar radhiallahu anhuma hadis dari sahabat Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma Q Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam beliau

31:56 bersabda u muslim Para pendengar yang dimuliakan Allah hadis di dalam Sahih Muslim ini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau menyebutkan apabila sahibul Quran para penyandang al-qur'an para ahli Quran para penghafal Quran Apabila mereka bangun di malam hari dan mereka yaqrauhu membacanya W nahar begitu juga di siang hari yaqrauhu

32:42 membacanya zakar maka dia akan mengingat-ingat al-qur'an terus maka dia akan ingat terus hafalannya karena dia baca di malam hari dan dia baca di siang hari dia murajaah di malam hari dia ulang-ulang di siang hari zakarah kata nabi maka dia akan terus mengingatnya waillam yakum bihi nasiah tapi kalau dia tidak mengulangi di malam hari tidak mengulangi di siang hari nasiah dipastikan dia akan lupa dipastikan dia akan lupa apa yang sudah pernah di hafal apa yang sudah pernah dia dihafalkan maka hadis ini juga perintahkan

33:27 untuk menjaga al-qur'an di siang dan di malam hari karena ini merupakan sebab untuk menguatkan hafalan seeorang sebab dengannya Allah akan menjaga hafalan kita sebagaimana janji Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ihfadillah yahfadka jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu maka seorang yang memiliki al-quran ahl Quran sahibul Quran ketika dia terus menjaga kalamullah di malam dan di siang harinya maka Allah akan menjaga hafalannya nah ini Al jaaza Min jinsi alamal Al jaazza Min jinsi alamal maka kewajiban Naam

34:17 bagi ahli Quran agar benar-benar memperhatikan Naam memperhatikan dan menjaga menjaganya kemudian Syekh menyebutkan Naam beberapa hal di antara faedah dari hadis tersebut adalah tentang masalah murajaah mengulang-ulang hafalan tersebut dan ini dikembalikan kepada Naam para ahli Quran kan dengan disesuaikan dengan aktivitasnya ketika dia adalah thalibul

35:02 Ilmi maka tentu dia akan memiliki waktu yang banyak untuk murajaah al-qur'an tapi ketika seorang memiliki aktivitas aktivitas bekerja maka dia harus membagi Naam waktu antara bekerja dengan waktu untuk memurajaah al-qur'annya dan Syekh menyebutkan bahwa di antara waktu yang baik untuk murajaah al-qur'an di antaranya adalah di pagi hari Naam di pagi hari pada saat masih ada Naam waktu sebelum sibuknya seorang Nam atau ketika dimurajaah pada saat waktu menunggu

35:51 salat atau selesai salat atau pada saat Naam Dia sedang salat maka dia memurajaah bacaannya kemudian Syekh menyebutkan juga Naam yajuzu shatus Sunan jalisan dibolehkan seorang untuk salat-salat sunah nafilah baik siang maupun malam hari sambil duduk dan dibolehkan pada saat itu Naam dia memurajaah al-qur'annya murajaah al-qur'annya baik dengan hafalannya atau dengan bacaan dari mushafnya karena ini adalah salat sunah dan ini dibolehkan

36:36 maka dia akan mendapatkan pahala lebih pahala salat nafilah salat-salat sunah dan pahala dia membaca membaca al-qur'an kemudian selanjutnya Syekh menyebutkan pada hadis attasi Wal isrun pada hadis atasi Wal isrun yaitu hadis yang ke-29 ayah surah apa yang harus dikatakan oleh seorang apabila dia lalai satu ayat atau dia na lupa satu surat

37:29 hadis dari Abdullah Bin Masud radallahu taa Anhu rasulullahallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda ahadukum inuy W kata nabi sallallahui wasam janganlah seorang di anara kalian mengatakanu Ayah w aku telah Lupa aku Lupa ayat ini dan ayat itu bal Hua nusiya tapi sesungguhnya dia telah dilupakan dan ini adalah lafaz annasai Kemudian pada lafaz Al imam

38:16 muslim Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda ini juga diriwayatkan oleh Al Imam al buukhari la yaakl ahadukum nasitu Ayah kaid wait bal Hua nusiah janganlah seorang Di Antara Kalian mengatakan aku lupa ayat ini dan ayat itu tapi hu dia dilupakan dari ayat itu kemudian pada hadis yang lain dalam riwayat Muslim juga dari sahabat Abdullah Bin Masud Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda

39:03 sungguh buruk seorang Jika dia mengatakan aku aku lupa aku lalai ayat ini dan itu Aku tidak ingat ayat ini dan itu aku lupa ayat ini dan itu Tetapi dia adalah dilupakan dilupakan oleh Allah Azza waalla ini larangan di sini menunjukkan karahah perkara yang dimakruhkan perkara yang dibenci ya yaitu perkara yang dibenci untuk mengatakan nasitu Ayah k wa k aku lupa ayat ini dan ayat itu akan tapi ketika dia mengatakan

39:51 unsita aku telah dilalaikan dari ayat ini dan itu maka ini tidak meng apa aku telah dilalaikan atau dilupakan dari ayat ini dan ayat itu maka ini tidak mengapa Tetapi yang dilarang oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah mengatakan nasitu aku lupa ayat ini dan ayat itu kemudian Syekh menyebutkan beberapa faedah dari hadis-hadis tersebut yang pertamasyadun Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Um hnil Alf waril kalimat wqih minalwal nabi menunjukkan kepada umatnya

40:39 agar benar-benar memilih lafaz yang baik memilih kalimat yang baik ketika dia berbicara dan ini merupakan bentuk Akhlak Yang Mulia di dalam perkataan dia tidak mengatakan Nas dia tidak mengatakan aku lupa ayat ini dan ayat itu tapi dia mengatakan aku dilupakan ya unsituha aku dilupakan dari dari ayat ini dan ayat itu kemudian yang kedua istinabu alalfadil qobihah hendaknya kita menjauhi

41:25 lafaz-lafaz yang tidak yang tidak baik lafaz-lafaz yang mungkin dengannya seorang dianggap tidak memiliki akhlak lafaz-lafaz Meskipun tidak sampai kepada perkara yang haram akan Tapi sebaiknya ketika lafaz itu tidak baik hendaknya ditinggalkan seperti tadi adalah nasiu ayah kaita wa kaita maka para pendengar yang dimuliakan Allah Azza wa Jalla ini di antara hadis-hadis yang

42:10 disebutkan oleh Syekh yang bisa kita baca Pada sore yang berbahagia ini adalah di antaranya kewajiban kita untuk memuliakan ahli Quran memuliakan para pembelajar penghafal al-qur'an kemudian kewajiban kita untuk menjaga al-qur'an dengan mengulang-ulang bacaan dan menjaga hafalan kemudian hendaknya kita Naam mengingat betapa Mulianya para ahli Quran dan mereka akan dimuliakan Allah kelak pada hari kiamat bahkan orang tua pun akan diberikan kemuliaan disebabkan putra-putrinya yang mereka senantiasa

42:55 menghafal al-qur'an kemudian juga hendaknya kita memilih lafaz yang dicontohkan oleh nabi ketika kita lalai ketika kita lupa tentang ayat atau surat-surat tertentu Kita tidak mengatakan nasitu Ayah k w tetapi kita katakan nusitu au unsita aku telah dilalaikan aku telah dilupakan dari ayat tersebut ini termasuk lafaz Yang disunahkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mudah-mudahan beberapa hadis ini menjadi Sebab bagi kita untuk semangat di dalam mempelajari kitabullah semangat di dalam Naam

43:43 menjaga bacaan kitabullah dan kita semua dijadikan oleh Allah sebagai ahli Quran kita semuanya dijadikan oleh Allah sebagai orang-orang yang berhak mendapatkan kemuliaan di dunia dan di akhirat disebabkan kita mempelajari al-quran wallahuam Shallallahu Ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam walhamdulillahiabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi [Musik] wabarakatuh alhamdulillahiabbil alamin Allahi Wik Muhammad wa ali Muhammad

44:31 Allah bimaamana waimna Ma widna Ilma wikana Fi Il warzlaliilalukahumma Ilman Naia waufan daima allahummaiban Nai allahummaiban Nafi allahumiban Nafi Hadi rahmatullahtirna badlillahiahmatih Alhamdulillah kaum muslimin rahimani warahimakumullah hari ini tanggal 7 Rajab mudar 1442 kita lanjutkan pengajian Kitab al-arbaun al-quraniyah yang ditulis oleh syaikhuna Ahmad Al anqari hafidahullahu

45:18 taala dan kita sudah sampai pada hadis ke-30 alfaslul khamis pasal yang kelima insyaallah sore ini kita akan membaca hadis 30 sampai dengan hadis 35q Muif hafahullahu taala alfaslulamis pasal yang kelima alahadit waratuiaj Quran hadis-hadis yang datang tentang disukainya membaguskan suara dengan membaca Alquran jadi bab ini bicara tentang e masalah tilawatul Quran yang mustahab padanya untuk dibaca dengan bagus dengan suara yang indah dan ini termasuk dalam Bab apa yang disampaikan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang lain Innallaha taala jamilun

46:05 yuhibbul jamala Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala adalah Maha indah dan Allah itu menyukai yang indah karena itu Allah juga mensyariatkan untuk mengindahkan suara bacaan Quran hadis riwayat Imam muslim sahih Al hadun Hadis yang KE30 tahsinutiyinu membaguskan suara dan menghiasinya pada saat tilawatran sesuai dengan kemuanaii waslah Allah itu mendengarkan

46:52 ses sebagimendengarnya allahor yang ma apa melakukan bacaanquran tidakmasuk dari kami orang yang tidak melakukanrud yang unjuk kami dan EE cara kami hadis ini menunjukkan disyariatkannya membaguskan ee bacaan suara e suara bacaan al-qur'an seorang ulama perawi Hadis ini

47:39 ditanya Bagaimana kalau seseorang itu tidak mampu eh Bagus suaranya jadi memang asal suaranya tidak bagus maka beliau menjawab yang namanya adalah Ibnu Abi mulaikah dia mengatakan yuhassinuhuast dia hendaklah membaguskan suaranya sesuai dengan kemampuan dia ya jadi yang penting usaha untuk membaguskan Adapun orang lain kemudian menilainya suaramu tidak bagus maka ini karena memang sudah eh kemampuannya segitu tidak ada masalah karena memang La yukfulahu nafsan illa wusaha karena itu di sini beliau menulis Al Q sesuai dengan kadar kemampuan hadis ini muttaf alaih yang pertama ini tetapi ini adalah lafalnya imam muslim Adapun lafalnya Imam Bukhari lebih bagus lagi karena di sini ada tambahanabin

48:29 hasran Seorang nabi yang has yang bagus suaranya yang dia y bil quran melagukan Alquran kemudian dalam riwayat yang lain ada tambahan yaji dia mengeraskan suara bacaan Alqurannya karena itu e yang sangat erat kaitannya dengan BAB karena babnya adalah Tahsin membaguskan suara maka sebenarnya pada kalimat yang tidak ditampilkan di sini yaitu Saya tidak tahu naskah yang ada pada Antum apakah sudah ada kata-kata itu Hasan kalau ada berarti sudah diubah oleh Beliau ya Ini karena naskah yang pertama yang ada pada saya ini eh maka kalimatnya lebih bagus karena sesuai dengan judul bab tahsinus Shut dan eh hadisnya hasanusut kemudian yang dimaksud qna bil quran ini diperselisihkan oleh para ulama ada tiga

49:18 pendapat pendapat yang pertama dan ini adalah pendapat mayoritas ulama bahwa yataganna itu adalah melagukan atau membaguskan suara e bacaan Alquran dan ini adalah pendapat yang dipilih oleh eh mayoritas ulama termasuk di antara mereka Al imam assyafi'i dan yang lain-lainnya pendapat yang kedua bahwasanya yatag itu adalah yastagni yaitu merasa cukup jadi orang yang sudah diberi oleh Allah al-quran kemudian masih melirik kepada misalnya kekayaan orang nah ini berarti dia bukan termasuk orang yang e Hadina ya bukan termasuk orang yang melakukan petunjuk Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam karena al-quran itu jauh lebih utama daripada Apun yang diberikan oleh Allah kepada ahli dunia sebagaimana kalam Allah

50:03 subhanahu wa taala dalam Alquran Allah mengatakanahi surah Yunus ayat 58 Katakanlah hanya dengan karunia Allah dan dengan rahmatnya maka dengan itulah hendaklah mereka berbangga atau berbahagiairun itu adalah lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan yaitu kekayaan dunia nah yang dimaksud fadlillah ini adalah Islam Adapun rahmatihi itu adalah Alquran atau sebaliknya fadlullah adalah Alquran dan rahmatihi adalah alislam memang ada dua tafsiran seperti itu karena itu yag ini diartikan yagni merasa cukup ya hendaklah merasa cukup dengan Alquran ini lebih bagus daripada

50:49 selain Quran yang diberikan kepada orangor lain engau sudah diberi Quran Kenapa merasa masih masih merasa rendah merasa kurang sehingga melirik kepada apa namanya kekayaan yang diberikan oleh Allah kepada seseorang mereka diberi kekayaan tidak diberi Quran sementara kita diberi Quran ini sudah cukup ini sudah lebih utama daripada apa yang mereka miliki itu maksudnya dan ini adalah pendapat yang dipilih oleh Al Imam Turi tetapi pendapat ini ditolak oleh Imam assyafi'i dan yang lain-lainnya Imam Syafi'i mengatakan Andaikan yang dimaksud itu adalah merasa cukup dengan al-qur'an pasti kalimatnya Bukan yataganna tapi jadi berbeda antara yag dengan y kalau yag dari nyanyian kalau yagni dari is

51:34 atauina ya kekayaan tafsiran yang ketiga y itu adalah mengeraskan dan ini tafsiran yang dipilih oleh alimam alharawi dan tafsiran ini sesuai dengan lafal yang ada pada Sahih Muslim yaitu bahwasanya rasulullahallahu Alaihi wasam ketika menyampaikan hadis ini pula itu kalimatnyaal dia itu melakukan melakukan Alquran yaitu mengeraskan demikian juga ini lafalnya ada padimam albukhi Bahkan dalam albukhi di sini ada kalimat yang sangat

52:24 tegas Dar gna itu adalah yajharu bihi mengeraskan al-qur'an jadi melakukan maksudnya mengeraskan Nah karena itu hadis ini ee merupakan dalil untuk dua masalah masalah yang pertama disunahkannya melagukan al-qur'an membaguskan suara al-qur'an yang kedua disunahkannya mengeraskan bacaan al-qur'an dan tentu saja mengeraskan bacaan Quran ada fadilahnya yang tidak ada pada meringankan atau mensirkan bacaan kita sebagaimana mensirkan ada fadilahnya yang tidak ada pada mengeraskan sehingga masing-masing dilakukan pada tempatnya masing-masing ya ketika diperlukan mengeraskan mengeraskan ketika diperlukan mensyirkan mensyirkan misalnya kita khawatir kalau Riah maka dibaca secara Sir kalau kita

53:10 ingin memberi contoh kepada orang-orang maka dibaca secara jahar supaya memberikan contoh kepada yang lainnya Ti kembali ke sini jadi ringkasnya yataganna di sini ada tiga makna dan makna yang paling populer adalah makna yang pertama yaitu melagukan atau membaguskan suara al-qur'an Kenapa karena dalam hadis yang lain Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda dan ini adalah hadis terakhir untuk nomor ini dan ini ditampilkan oleh sikhuna sebagai dalil untuk pendapat tersebut yaitu IB azin radhiallahu anu Q Q Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallamul qurwakum Hiasilah Alquran dengan suara-suara kalian rawahu Abu Ahmad wa Abu daudbnu Majah wimi wahahul Albani

53:57 ini sebenarnya ada kalimat lanjutannya ya zayinul qurana aswatikum Ada [Musik] lanjutannya fautal Hasana karena sesungguhnya suara yang bagus itu yazidul qurana husna itu akan menambahi Alquran e akan Kebagusan ini hadis riwayat darimi Ibnu Nasr dalam alalah dan juga Al Imam alhakim Adapun riwayat yang EE pertama tadi tidak ada tambahannya yaitu hanya pendek ya z quranum Itu yang riwayat Abu Daud nasai Ibnu Majah dan yang lain-lainnya tapi dalam riwayat yang lain lebih sempurna tib maka sebagaimana kaidah para ulama ya kaidahnya mengatakan alhadis yufassiru ba'duhu ba hadis itu

54:44 satu sama lain saling menafsirkan nah sehingga yatag bil quran itu berarti maksudnya adalah melakukan al-qur'an apalagi kata-kata Gina itu memang arti asalnya adalah eh tahsinut atau husnusut yang artinya bagusnya bacaan kita lanjutkan alhaditul hadiun hadis yang ke-31 madhus syaksi Ana yastahiqu Wa Amina Alaihi Minal fitnah atau WA umina ya memuji seseorang apabila dia memang e yastahik yang dia itu e mendapatkan hak untuk dipuji tersebut dan aman terhadapnya dari fitnah artinya dia orang yang baik yang tidak akan apa namanya dia akan terganggu dengan pujian tadi tidak akan

55:31 apa namanya menjadi sombong atau menjadi ujub dengan pujian tadi Kalau aman dari itu gak ada masalah dalilnya Abi musahasullahahu Alaihi was seandainya engkau melihat aku ketika sayaendengar kan bacaanmu ee tadi malam maksudnya eeik Ya Sungguh kamu pasti akan senang terhadap hal itu kemudian nabi memuji sungguh-sungguh kamu telah diberi suara yang bagus dari suara-suara bagusnya Nabi Daud alaihiatu wasalam mismar itu arti asalnya adalah alat eh Seruling

56:19 tetapi kemudian digunakan oleh orang Arab untuk menyebutkan ee suara yang indah karena kemiripan antara keduanya yaitu suara yang indah dengan ee Seruling tersebut Adapun Ali Daud Al itu artinya keluarga tetapi di sini adalah Al yang mukhamah yang hanya dimasukkan sehingga tidak diterjemahkan ya jadi dalam ilmu bahasa Arab kalau ada sesuatu kata yang mukhamah yang dimasukkan Sebagai tambahan maka ini tidak ee diterjemahkan sehingga yang dimaksud di sini bukan apa suara indahnya keluarga Nabi Daud tetapi yang dimaksud adalah Nabi Daud itu sendiri sebagaimana kalam Allah subhanahu wa taala dalam al-qur'an menunjukkan bagusnya suara Nabi Daud alaihiatu wasalam pada surah al-anbiya ayat 79 wasakna Ma Daud Jibal

57:06 yusabhnair dan kami tundukkan bersama Nabi Daud gunung-gunung mereka itu Bertasbih demikian juga burung-burung dalam tafsir disebutkan bahwa Nabi Daud Suaranya sangat indah sehingga saking indahnya ketika beliau Bertasbih maka gunung gunung dan juga burung-burung yang mendengar tasbih beliau saking indahnya maka hanyut pada keindahan tasbih beliau dan ikut Bertasbih bersama beliau e Nabi Daud alaihiatu wasalam waiwaytin Q Abu Musa Ya Rasulullah lauimtu makakauakaah inbanah dijawab oleh Abu Musa wahai Rasulullah kalau saya mengetahui posisi anda Yaitu anda mendengarkan suara saya sungguh aku akan menghias-hiasinya untuk anda dengan sebenar-benar penghiasan dan ini

57:52 merupakan dalil bahwa boleh kita menghiasi suara kita ee untuk orang yang mendengarkan dengan catatan bahwasanya ee niatan membacanya tetap ikhlas karena Allah subhanahu wa taala bukan untuk mendapatkan pujian dari manusia tetapi supaya orang-orang lebih semangat untuk mendengarkannya sebagaimana yang dilakukan oleh Abu Musa al-asy'ari e radhiallahu taala Anhu Adapun kalau Tujuannya adalah untuk mendapatkan pujian manusia nah maka ini berarti tidak ikhlas karena Allah subhanahu wa taala sehingga ini tidak mendapatkan pahala sama sekali sebagaimana kalam ee sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Beliau mengatakan inallah taala Sesungguhnya Allah Taala tidak menerima suatu amal kecuali yang ikhlas untuk

58:37 Allah dan dicari dengannya wajah Allah yaitu ingin mendapatkan Rida dari Allah masuk ke dalam Jannah melihat wajah Allah subhanahu wa taala hadis riwayat Imam nasai sahih dan ini Sekaligus merupakan dalil bahwa Allah memiliki wajah kita bisa melihat wajahnya Allah subhanahu wa taala sebagaimana kalam Allah di dalam Alquran beberapa wajah pada hari itu berseri-seri kenapa karena kepada rabbnya mereka melihat nah ditafsirkan oleh Ibnu Abbas waj melihat kepada wajah Allah subhanahu wa taala dan tafsiran ini sesuai dengan hadis-hadis contohnya hadis yang kita baca tadi waq muhad abdullah'

59:29 jadi menurut SH Abdullah seorang muhadis yang sudah tua yang masih hidupfahullah dan beliau juga guru kami dalam Bab hadis Beliau mengatakan bahwa hadis ini derajatnya la jadiahih atau Hasan Mus Umar mengatakan kepada Abu Musa ingatkanlah kami kepada ya kepada Allah subhanahu wa taala Maksudnya disuruh membaca Quran karena Quran adalah kalam Allah sehingga menyebabkan Ingat kepada Allah fq Abu Musa watatalahan nah yang dimaksud lahan di sini adalah yaitu melakukan al-qur'an bukan lahan-lahan sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang zaman sekarang dengan ee bidah yaitu melakukan

1:00:15 dengan takaluf dengan nada tertentu ini disebut Hijaz ini disebut apa dan sebagainya ditakalufi mereka mempunyai apa ee kaidah-kaidah supaya kadang kadang dibaca naik dua dua tarikan kemudian turun lagi Kemudian berapa menit lagi apa berapa detik lagi naik lagi apa namanya takaluf seperti itu bukan lahan yang dimaksudkan di sini waq sayidina Umar mengatakanran musaal Siapa yang bisa untuk melakukan Quran sebagaimana lagunya Abi Musa hendaklah dia melakukan W hianin Ak Ini ringkasnya adalah bahwa membaca Quran memang haklah dibaguskan suara kita dan untuk membaguskan suara sebenarnya sangat gampang sekali yaitu

1:01:02 sering-seringlah mendengar bacaan al-qur'an yang bagus Murattal misalnya eh as Syekh Muhammad Ayyub ya kalau kita mendengarkan setiap hari Murattal Syekh Muhammad Ayub Insyaallah tanpa sadar kita akan membaca pada suatu saat itu tiba-tiba mengikuti apa ee nada yang beliau baca Kenapa karena seringnya membaca itu apa mendengar itu menyebabkan mempengaruhi bacaan yang kita baca maka di sini tidak termasuk takalluf tapi termasuk dalam Bab berusaha untuk membaguskan Alquran bacaan al-qur'an sesuai dengan kemampuan kita

Share

Ringkasan Video YouTube