Mutiara Hikmah Bersama Buya Yahya | 21 Jumadal Akhirah 1447 H / 11 Desember 2025 M

Al-Bahjah TV www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas pentingnya menyadari dan mensyukuri nikmat Allah SWT. Buya Yahya menjelaskan bahwa kepandaian mengenali nikmat adalah nikmat yang agung, yang seringkali tidak disadari oleh mereka yang terus mencari kenikmatan baru. Dengan menyadari nikmat yang ada, seseorang akan lebih mudah bersyukur, yang pada gilirannya akan mendatangkan kebahagiaan dan nikmat yang lebih banyak lagi.

  • Menyedari nikmat Allah adalah nikmat yang agung.
  • Mensyukuri nikmat yang ada akan mendatangkan kebahagiaan dan nikmat yang lebih banyak.
  • Pandai mengenali nikmat Allah memudahkan kita untuk bersyukur.

Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Albahjah

Pondok Pesantren Albahjah membuka pendaftaran santri baru untuk tahun ajaran 1447-1448 Hijriah atau 2026-2027 Masehi. Pesantren ini menawarkan kurikulum terpadu yang menggabungkan pendidikan formal berkualitas dengan pendalaman ilmu agama sesuai tuntunan Al-Qur'an dan sunah. Lingkungan Islami yang kondusif, pembentukan karakter mulia, serta pembelajaran inovatif dari tenaga pengajar profesional dan fasilitas modern menjadi keunggulan Albahjah. Buya Yahya mengajak para orang tua untuk mendaftarkan putra-putrinya dan mengajak orang lain untuk mendaftar karena akan mendapatkan pahala. Beliau juga mengingatkan yang sudah mendaftar untuk bersyukur karena telah memilih tempat yang baik untuk pendidikan agama dan dunia anak-anak mereka. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui www.albahjah.org.id/psb atau menghubungi 081318223521.

Pembukaan Majelis dan Hikmah ke-175

Buya Yahya membuka majelis dengan membacakan doa dan memasuki pembahasan hikmah ke-175, yang berbunyi bahwa kepandaian mengenali nikmat Allah adalah nikmat agung yang jarang disadari oleh pemburu kenikmatan. Beliau menekankan pentingnya terus berusaha menyadari nikmat yang Allah berikan sebelum mencari nikmat yang lainnya. Jika kita pandai mengenali dan menyadari nikmat Allah, kita akan lebih mudah bersyukur dan merasakan kebahagiaan yang berkelanjutan.

Pentingnya Menyedari Nikmat Allah

Buya Yahya menjelaskan bahwa banyak nikmat Allah yang tidak kita sadari, sehingga kita tidak menganggapnya sebagai nikmat dan merasa tersiksa dalam hidup. Menyedari nikmat itu sendiri adalah sebuah kenikmatan. Beliau mengajak untuk merenungi nikmat-nikmat yang ada dalam diri kita, seperti nikmat mata, telinga, dan lidah. Dari kesadaran akan nikmat ini akan muncul rasa syukur, yang kemudian akan membuahkan nikmat yang baru lagi.

Cara Pandang Terhadap Nikmat

Buya Yahya memberikan contoh tentang bagaimana cara pandang kita mempengaruhi kebahagiaan kita. Jika kita fokus pada apa yang hilang atau kurang, kita akan merasa sedih dan terpuruk. Namun, jika kita fokus pada apa yang masih ada dan mensyukurinya, kita akan merasa bahagia. Beliau juga menyinggung tentang bahaya sifat tamak, yang membuat seseorang tidak bisa menikmati nikmat yang sudah ada karena selalu menginginkan lebih.

Nikmat yang Tidak Disadari

Buya Yahya menekankan bahwa kepandaian mengenali nikmat adalah nikmat itu sendiri. Semakin banyak nikmat yang kita sadari, semakin banyak kebahagiaan yang kita rasakan. Beliau juga menjelaskan bahwa merenungi nikmat adalah mukadimah dari syukur yang sesungguhnya. Bahkan, hal-hal yang tampak tidak baik pun, seperti lapar, bisa menjadi nikmat jika kita renungi lebih dalam.

Mensyukuri Nikmat dalam Segala Kondisi

Buya Yahya mengajak untuk mensyukuri nikmat Allah dalam segala kondisi, bahkan dalam kondisi yang sederhana sekalipun. Beliau mengingatkan bahwa selalu ada orang yang kondisinya lebih buruk dari kita. Dengan hati yang tenang dan tentram karena merasa diliputi nikmat Allah, kita akan mengucapkan "Alhamdulillah" dengan kesadaran penuh.

Menghadapi Musibah dengan Menyedari Nikmat

Buya Yahya memberikan solusi jika ada bisikan setan yang menyebutkan petaka atau musibah, yaitu dengan menumpuknya dengan kenikmatan yang Allah berikan. Dengan demikian, musibah tidak akan tampak sebagai musibah. Beliau juga memberikan contoh tentang orang yang sakit, yang seharusnya mengingat bahwa selama bertahun-tahun ia sehat dan bersyukur kepada Allah atas kesehatan tersebut.

Kesimpulan dan Doa

Buya Yahya mengulang kembali hikmah tentang pentingnya mengenali nikmat Allah agar mudah bersyukur dan menikmati nikmat tersebut. Beliau mengingatkan untuk tidak mengejar kenikmatan baru tanpa memperhatikan nikmat yang sudah ada. Dengan menyadari nikmat, kita akan mudah bersyukur kepada Allah. Beliau menutup majelis dengan doa, memohon agar Allah memberikan nikmat yang melimpah, memudahkan untuk bersyukur, mengampuni dosa, mengangkat derajat, dan menjadikan hamba yang saling mencintai karena Allah.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:22 mencari pendidikan yang tak hanya mencerdaskan akal, namun juga menyejukkan hati. Di Albahjah, ilmu dan akhlak berpadu membentuk generasi penerus bangsa yang unggul. Kini saatnya putra-putri Anda bergabung dalam penerimaan santri Baru Pendidikan Foral Albahjah tahun ajaran 1447-1448 Hijriah atau 2026-2027 Masehi. Kami menawarkan kurikulum terpadu dengan pendidikan formal berkualitas dan pendalaman ilmu agama sesuai tuntunan Al-Qur'an dan sunah. Nikmati lingkungan Islami yang kondusif, pembentukan karakter mulia, serta pembelajaran inovatif dari tenaga pengajar profesional dan fasilitas modern. Berikut pesan cinta Buya Yahya.

1:07 Silakan Anda untuk bisa mendaftarkan putra-putri Anda, kepenakan, anak, saudara, anak kawan dan seterusnya. Kapan Anda beritahu pada orang lain, lalu orang mendaftarkan anak tersebut maka Anda mendapatkan pahala. Dan yang sudah mendaftar dan sudah bergabung, bersyukurlah kepada Allah. Karena apa? Anda di saat merindukan anak Anda untuk kebaikan, urusan agamanya sekaligus urusan dunianya, maka itu adalah seruan iman di hati Anda. Dan Anda tidak memilih pesantren ini Albacah kecuali karena ada keimanan di dalam hati Anda. Maka bersyukurlah Anda. Segera daftarkan putra-putri Anda secara online di www.albahjah.org.id/ GPSB atau hubungi 081318223521.

1:57 Kami tunggu kehadiran Anda di Pondok Pesantren Albahjah.

2:48 Ini yang bikin bangga. Bangga bersarun mangga. Sarum mangga. Sarung kebanggaan kita. Bangga bersarung mangga. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah habibina sayyidina Muhammad ibn Abdillah wa ala alihi wa ashabihi wa muwalah. Allahumma ya rabbana inna nasaluka fahma ulamaikal amilin

3:35 wa ilham aulik shihin ain yaanaik waikrik wusni ibadatik urzuqna yaana qblal maut wasyahadal maut wal jann ba'dal maut amma ba'd yang sangat kami cintai para perindu rida Allah para pecinta baginda nabi sallallahu alaihi wasallam kita saat Ini di majelis penjabaran mutiara hikmah yang kita sudah memasuki kepada hikmah yang ke-175. Bunyinya adalah kepandaian mengenali nikmat Allah adalah nikmat agung yang jarang disadari

4:22 oleh pemburu kenikmatan. Maka teruslah berusaha menyadari nikmat yang Allah berikan sebelum mendapatkan nikmat yang lainnya. Kepandaian mengenali nikmat, menyadari nikmat adalah nikmat. Jika seandainya semua dari kita itu benar-benar pandai mengenali nikmat Allah, menyadari nikmat Allah, begitu mudahnya kita mensyukuri dan saat itu pun kesenangan, kebahagiaan akan terus didapat. Karena apa? Dia menyadari nikmat.

5:08 Kalau kita merenung, alangkah banyaknya nikmat yang Allah berikan pada kita. Karena kita jarang menyadari atau tidak menyadari, maka kita tidak menganggap itu nikmat. Sehingga seolah-olah kita tidak mendapatkan kenikmatan sehingga merasa tersiksa dalam hidupnya. Sehingga menyadari nikmat itu nikmat. Orang menggambarkan nikmat yang mendapatkan begini itu nikmat. Bukan itu saja. Ternyata menyadari akan nikmat yang Allah berikan kepada kita itu kenikmatan. Apa sih yang Allah berikan pada kita? Uduh la tuhs tidak bisa dibilang dihitung. Teramat banyak nikmat lah. Biarpun katanya teramat banyak, ayo coba kita merenungi dari yang ada di dalam diri

5:54 kita sendiri. Nikmat mata, nikmat telinga, nikmat ini untuk menelan lidah, untuk merasakan manis dan seterusnya. Ini kan karunia nikmat-nikmat Allah Subhanahu wa taala. Dari sini nanti akan muncul syukur dan syukur itu sendiri membuahkan nikmat yang baru lagi. Sehingga teruslah berusaha untuk menyadari nikmat ini. Bersekut mentafakuri nikmat Allah, merenungi nikmat Allah untuk kita bisa mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa taala. Sebelum kita mendapatkan nikmat yang baru lagi. Ada orang memburu nikmat untuk mendapatkan nikmat Allah. berusaha ke sana kemari untuk mendapatkan nikmat Allah, nikmat Allah, nikmat Allah. Akan tetapi jika nikmat yang ada saja dia tidak menyadari, bisa saja nanti mendapatkan

6:39 nikmat, lagi-lagi dia tidak menyadari, maka seolah dia tidak mendapatendapatkan tidak mendapatkan nikmat dan tidak mensyukuri nikmat dan itu menghadirkan murka Allah. Innabiadid. Di rumah kita masih banyak karunia, nikmat. Cuman cara pandang sebetulnya kalau kita pandai memandang nikmat, yang ada adalah kebahagiaan. Nikmat yang Allah berikan, nikmat yang Allah sisakan. Bukan sekedar melihat petaka, bencana dan sebagainya. Kalau kita gambarkan kita mungkin di ada sebuah makanan yang sangat enak atau minuman segar berada di gelas. Kemudian kita lagi asyik-asik minum, ternyata gelas itu tumpah. Separuh kita

7:26 berdirikan lagi, kita berdirikan lagi gelas masih terap dapat separuh. Separuh minuman segar kita. Bagi yang tidak cerdas mungkin dia akan berpikir tentang minuman yang sudah tumpah dan bercampur dengan tanah. Lalu yang ada adalah penyesalan. Oh, tumpah minuman kesukaanku, minuman favoritku, minuman segarku tumpah. Di saat seperti ini dia akan terpuruk. Yang ada kesedihan. Tapi kalau dia dengan cerdas lalu berkata, "Alhamdulillah masih ada setengah gelas lagi." Karena ini juga nikmat Allah. Dan kalau kita terus hadirkan kesadaran ini, tidak ada setelah itu ada orang muncul tamak, gak ada. Karena selalu melihat kalau diberi oleh Allah kaki

8:11 bersyukur Allah beri kaki. Diberi sepeda bersyukur karena Allah beri sepeda. Diberi mobil syukur diberi mobil tidak pernah yang punya sepeda tidak pernah tidak merasa terpuruk karena sepedanya. Tapi adalah orang punya sepeda motor terpuruk karena sepedanya. Kenapa tamak? karena pengin motor. Nah, sebentaran, ma karena pengin mobil, mohon maaf, dia sudah punya sepeda motor tapi hatinya gersang terus lagi dikuasai dengan ketamaan pengin mobil. Pengin mobil. Anda menginginkan mobil boleh, tapi tidak menyadari nikmat sepeda motor adalah salah. Sehingga sepeda motor sebetulnya nikmat agung dari Allah yang Allah berikan pada dia. Tapi kan karena dia tidak menyadari seperti bukan nikmat. Lah kalau nikmat seperti bukan nikmat, seperti tidak mendapatkan nikmat dan itu sudah tersiksa. Maka kami sampaikan bahwasanya

8:57 kepandaian kita mengenali nikmat itu nikmat. Seandainya kita dalam diri tubuh kita ini kita bisa merenung ada 10 nikmat yang ada pada kita, maka 10 kebahagiaan. Teman kita bisa menyadari 15 dia lebih banyak lebih bahagia daripada kita. Karena dia pandai melihat nikmat, melihat karunia Allah yang Allah berikan kepadanya dan merenungi akan nikmat ini penting sekali. Terus karena hakikat syukur adalah karena syukur yang sesungguhnya karena nikmat. Orang tidak akan bisa syukur kecuali karena dia menyadari nikmat. Maka merenungi akan nikmat adalah mukadimah. Merenungi apa yang Allah karuniakan kepada kita. Apa yang Allah berikan pada kita. Bahkan yang semulanya semulanya semula

9:44 tampak bukan sesuatu yang baik. Tapi ternyata bisa kalau kita renungi lebih dalam sebuah kebaikan. Lapar itu kan sebenarnya enggak enak orang enggak pengin kelaparan. Tapi ternyata lapar itu sendiri kalau kita renungi adalah nikmat yang Allah kirimkan dalam bahasa yang berbeda. Untuk apa? Untuk mukadimah nikmatnya makanan yang kita makan. Mukadimah lezatnya makanan yang kita makan setelah itu. Dan begitu seterusnya. Kalau kita pandai merungi nikmat yang Allah berikan kita, rumah kita, ayam kita, gubuk rumah. anggap saja yang rumahnya paling kecil semacam gubuk. Ketahuilah di sana ada orang yang punya punya rumah lebih berantakan dari itu.

10:29 Nah, ini kemudian dapat janji dari Allah. Setelah kita tenang, hati tentram, kenapa dia merasa terus nikmat Allah? Sehingga waktu mengucapkan alhamdulillah, segala puji bagi Allah penuh dengan kesadaran atau dengan kesadaran penuh bahwasanya dia diliputi nikmat Allah yang sangat banyak dari ujung rambut sampai ujung kaki. Semakin pandai kita mengingat nikmat, semakin banyak bahagia yang kita rasa. Sebaliknya yang tidak bisa tahu nikmat Allah, ya dia terseksa. Dia tidak bisa mendapat merasakan kenikmatan karena dia tidak tidak tahu dan tidak menyadari. Kalau kita serius pada kesempatan ini setelah ini tidak ada orang susah. Masih banyak hal positif yang perlu kita hadirkan

11:16 yang menjadikan kita gembira. Bukan susah-susah saja, bukan bencana petaka, tapi banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita. Sehingga dengan Allah rida dengan apa yang Allah berlakukan kepadanya dan dia senang menikmati nikmatnya teramat banyak. Subhanallah. Jadi inilah mari kita biasa untuk merenung, punya waktu untuk merenungi nikmat yang Allah berikan pada kita. Nikmat rumah, nikmat keluarga, nikmat kendaraan, nikmat kerja, nikmat apa saja. Kalau ternyata ini ada bisikan setan untuk menyebut petaka, musibah, maka tumpuk dengan kenikmatan yang Allah berikan kepada kita. Sehingga musibah tidak akan tampak sebagai musibah. Musibah untuk diri. Kalau orang diberi sakit hari ini

12:01 seminggu langsung ingat bahasanya bertahun-tahun saya sehat kok. Dan khusus kepada Allah semoga setelah ini diberi kesehatan. Selesai. Tidak pernah terpuruk, "Kenapa aku sakit? Padahal aku enggak pernah dosa." Gimana? Enggak pernah dosa. Dosanya banyak bilang enggak pernah dosa. Salah apa? Banyak salah. Nah, ini jadi mari pandai-pandailah mengenali nikmat Allah. Sebab kalau kita sudah mengenali nikmat Allah, mudah kita untuk bersyukur. Dan di saat kita bersyukur, kita menikmati nikmat tersebut. Nikmat yang tidak dinikmatikan sengsara namanya. Setelah itu bersyukur Allah akan tambah lazid dan lakum di aku akan tambah kepadamu. Maka karena itu kami ulang hikmahnya adalah kepandaian mengenali nikmat Allah adalah nikmat agung

12:48 yang jarang disadari oleh pemburu kenikmatan. Ada orang ngejar kenikmatan untuk mendapatkan kenikmatan, tapi nikmat yang di rumah tidak pernah diperhatikan. Terus aneh kan nikmat tetap nikmat. Tapi yang menyadari adalah orang cerdas. Maka teruslah berusaha merenung, merenung, menyadari nikmat yang Allah berikan sebelum dapat datangnya, sebelum mendapatkan nikmat yang lainnya. Jangan sampai kita mendapatkan nikmat begitu saja kita tinggalkan karena ada nikmat yang baru lagi. Dan bersyukurlah kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka dengan menyadari nikmat maka mudah bagi kita untuk bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala. Semoga Allah

13:33 memberikan pada kita nikmat yang melimpahkan pada kita nikmat yang banyak dan kita menyadari itu nikmat dan kita dimudahkan untuk bersyukur dan semoga Allah mengampuni kita semua, mengangkat derajat kita semua dan semoga Allah menjadikan kita hamba yang saling mencintai karena Allah bertemu dalam acara ini karena Allah, karena Allah hingga kelak di surga bersama Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam panjang umur, sehat afat, husnul khatimah. Alfatihah. Makasih. Mohon maaf dan mohon doa selalu. Wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sarung mangga, sarung kebanggaan kita.

14:19 Bangga bersarung mangga. Ini yang bikin bangga. Bangga bersarung mangga.

15:38 Mencari pendidikan yang tak hanya mencerdaskan akal, namun juga menyejukkan hati. Di Albahjah, ilmu dan akhlak berpadu membentuk generasi penerus bangsa yang unggul. Kini saatnya putra-putri Anda bergabung dalam penerimaan santri baru pendidikan formal Albahjah tahun ajaran 1447-1448 Hijriah atau 2026-2027 Masehi. Kami menawarkan kurikulum terpadu dengan pendidikan formal berkualitas dan pendalaman ilmu agama sesuai tuntunan Al-Qur'an dan sunah. Nikmati lingkungan Islami yang kondusif. pembentukan karakter mulia serta pembelajaran inovatif dari tenaga pengajar profesional dan fasilitas modern. Berikut pesan cinta Buya Yahya.

16:23 Silakan Anda untuk bisa mendaftarkan putra-putri Anda kepenakan, anak saudara, anak kawan dan seterusnya. Kapan Anda beritahu pada orang lain lalu orang mendaftarkan anak tersebut maka Anda mendapatkan pahala. Dan yang sudah mendaftar dan sudah bergabung bersyukurlah kepada Allah. Karena apa? Anda di saat merindukan anak Anda untuk kebaikan, urusan agamanya sekaligus urusan dunianya, maka itu adalah seruan iman di hati Anda. Dan Anda tidak memilih pesantren ini Albacah kecuali karena ada keimanan di dalam hati Anda. Maka bersyukurlah Anda. Segera daftarkan putra-putri Anda secara online di www.albahjah.org.id/psb ID/ PSB atau hubungi 081318223521.

17:13 Kami tunggu kehadiran Anda di Pondok Pesantren Albahjah. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube