SATRIO PININGIT DAN POLA KESEDIHAN HAKIKAT.

Ringkasan Singkat

Video ini membahas apakah seorang SP (pemimpin) mengalami kesedihan atau tidak. Dijelaskan bahwa seorang SP, sebagai manusia, tentu memiliki sisi kemanusiaan dan bisa merasakan sedih atau gembira. Namun, perasaan tersebut tidak lagi berpusat pada kepentingan pribadi, melainkan lebih kepada umat atau makhluk secara umum. Kesedihan dan kegembiraan seorang SP diukur dari dampaknya terhadap orang lain, bukan dari pencapaian atau kehilangan pribadi.

  • Seorang SP tetap manusia yang memiliki rasa.
  • Kesedihan dan kegembiraan SP berorientasi pada umat, bukan pribadi.
  • Indikator perasaan SP adalah hakikat, bukan akal atau rasa pribadi.

Pengantar

Video dibuka dengan salam dan pengantar tentang topik yang akan dibahas, yaitu apakah seorang SP (seorang pemimpin) pernah mengalami kesedihan. Pembahasan ini akan bersifat personal dan mendalam.

Sisi Kemanusiaan Seorang SP

Seorang SP atau imtoo adalah manusia biasa, sehingga sisi kemanusiaan pasti ada. Namun, pola sedih dan bahagia seorang SP tidak lagi berpusat pada kepentingan dirinya sendiri, melainkan untuk semua manusia dan makhluk. Kesedihan atau kegembiraan muncul bukan karena pencapaian atau kehilangan pribadi, tetapi karena peristiwa atau fenomena yang terjadi pada umat.

Penataan Manusia: Kualitas vs. Kuantitas

Dalam tahap penataan manusia, ada pilihan antara kualitas dan kuantitas. Memilih kualitas berarti menghilangkan manusia yang buruk, sementara memilih kuantitas membutuhkan perjuangan ekstra untuk meningkatkan kualitas. Pada akhirnya, ada kompromi dengan mengklasifikasikan manusia menjadi cenderung baik, baik, cenderung jahat, dan jahat. Seorang SP tetap bisa merasa sedih atau senang dalam proses ini, terutama jika menyangkut sesama manusia, hewan, atau tumbuhan.

Peran SP dalam Menghadapi Kesedihan dan Kegembiraan

Seorang SP akan merasa gembira ketika mampu melaksanakan Afal Allah, tetapi juga bisa merasa sedih melihat realitas yang ada. Sisi kemanusiaan tetap ada sebagai penyeimbang. Jika seorang SP tidak memiliki rasa yang cukup, dia tidak akan bisa memimpin manusia. Kesedihan dan kegembiraan seorang SP diukur untuk umat, bukan untuk pribadi. Indikatornya pun adalah hakikat, bukan akal atau rasa pribadi.

Indikator Kesedihan dan Kegembiraan SP

Kesedihan seorang SP berbeda dengan kesedihan orang biasa. Contohnya, seorang SP bisa sedih atau tidak sedih ketika ada bencana alam atau kerusakan akhlak. Ukurannya adalah untuk manusia secara umum, untuk umat. Indikatornya adalah hakikat, bukan akal atau rasa. Seperti kisah Nabi Khidir yang membunuh anak atas perintah Allah, yang membuat Nabi Musa marah tetapi Nabi Khidir tersenyum.

Kesimpulan

Seorang SP haruslah sosok yang paling sempurna, dengan pikiran, rasionalitas, dan spirit yang diabdikan untuk kemaslahatan makhluk. Rasa yang muncul dari sisi kemanusiaannya pun jangkauannya bukan untuk pribadi. SP tidak pernah mengeluh karena lapar atau haus, tetapi kesedihan dan kegembiraan yang dia miliki ditimbulkan dari umat yang lain, dengan indikator hakikat. Seorang SP tetap manusia biasa yang butuh makan, minum, dan tidur, tetapi spiritnya yang melangit.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Halo Bismillahirohmanirohim Halo assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh yang maha suci Allah segala puji dan syukur kita panjatkan adalah Semoga kita selalu dalam bimbingan rahmat dan ridho Allah subhanahu wa ta'ala subhanallah walhamdulillah Astaghfirullah wallahuakbar kembali saya ada tim Rajawali Nusantara kali ini kita akan membahas terkait dengan the lounge Hai apakah seorang EXP

0:50 Hai itu apa namanya pernah mengalami kesedihan atau tidak Ayo kita bahas yang sangat personal jadi begini saudara kamu hai hai Hai karena seorang SP atau seorang imtoo adalah manusia maka secara otomatis Sisi kemanusiaan itu akan muncul dalam beberapa membentuk Hai karena seorang SP atau seorang yitu

1:37 sebenarnya sudah diperuntukkan untuk semua manusia atau semua bahkan semua makhluk maka pola sedih dan pola bahagianya itu tidak lagi menjadi kepentingan dirinya sendiri Oh maksudnya begini Hai seandainya seseorang kehilangan uang atau kehilangan istri atau ditinggal meninggal oleh siapa di situ ada kesedihan tetapi pribadi nah seorang pemimpin sekaliber SP itu sudah lepas dari ego kepribadiannya

2:26 atau dalam bahasa lainnya qotaltum Nafsi sudah membunuh kepentingan atau ego pribadi maka ketika kesedihan atau ketika kegembiraan itu Muncul itu bukan belakangi didasarkan atas pencapaian atau kehilangan dari pribadinya jadi semua hal terkait dengan kesedihan atau kegembiraan itu adalah Hai siapa peristiwa atau fenomena yang terjadi pada Umar contohnya begini kalau hai ketika penataan manusia ketika tahap

3:15 penataan manusia itu Kan ada pilihan sebenarnya Bagaimana pilihannya pilihannya begini mau mengambil kualitas atau kuantitas yang jika mengambil kualitas artinya kwalitas manusia yang baik yang bagus ini indikasinya adalah menegasikan atau menghilangkan manusia yang buruk Hai maksud saya begini pada waktu akan dilakukannya tahap penataan pada level atau pada dimensi manusia

4:02 itu ada tawaran namanya penataan itu pasti ada yang tetap ada yang geser gitu maksud saya jadi ketika penerangan ini dilakukan pada dimensi manusia tawarannya Apakah mau kuantitas atau kualitas rendah Hai kalau memilih kualitas maka yang tidak berkualitas dihapus kalau memilih kuantitas maka perlu ekstra perjuangan untuk meningkatkan kualitasnya dilemanya Disini

4:51 bahasa gamblangnya begini kalau dipilih kualitas Maka manusia yang berkualitas tetap hidup yang tidak berkualitas dimusnahkan tapi pertanyaannya Kemudian untuk siapa kesejahteraan untuk siapa kepada siapa berdakwah Untuk siapakah sejahteraan jika manusianya dimusnahkan Hai jika memiliki kuantitas pernah tanya yang sulit maka kemudian kompromi jadi ada kompromi dalam akhir kompromi itu dipilih mana orang yang cenderung baik

5:37 mana orang yang baik mana orang yang cenderung baik mana orang yang cenderung jahat dan mana orang yang jahat jadi diklasifikasi Naff Ketika terjadi klasifikasi itu kemudian terjadi eksekusi pada tahap itu Hai sebenarnya seorang SP ada titik dimana dia merasa sedih ada titik dimana dia merasa senang Hai karena walau bagaimanapun jangankan berbicara manusia sebagai satu apa namanya Satya sesama manusia ketika ada situasi yang menyedihkan yang terjadi kepada hewan ataupun tumbuhan

6:24 itu membawa Sisi kemanusiaan seorang SP apalagi jika ada peristiwa-peristiwa yang terjadi pada manusia Hai tahap eliminasi itu anda Hai ada saya dulu sudah pernah mengatakan kurang lebih setahun yang lalu terkait dengan hukum karmaphala dan itu berjalan berjalan secara bertahap berjalan secara priodik mu eliminasi secara terstruktur sebenarnya karena penataan ini harus ada arah jadi ketika seorang SP melewati fase itu

7:11 melewati fase Penataran itu tenang ada waktunya seorang SP bergembira ketika mampu melaksanakan Afal Allah Tetapi ketika dia melihat realitas ada kesedihan dari sisi kemanusiaan Hai jadi satu ciri tugas selesai sisi lain tetap ada harapan bahwa manusia itu harus lebih baik sisi kemanusiaan tepat Karena ini sebagai penyeimbang kalau seorang XV tidak memiliki rasa yang cukup tidak memiliki rasa yang maksimal yang bisa menjangkau Seluruh Rasa manusia dia

7:58 tidak bisa memimpin manusia tetapi yang jelas adalah kesedihan seorang SP kegembiraan seorang SP itu ukurannya bukan untuk pribadi tetapi untuk umat Ndan itu yang yang saya lihat ke mungkin apa bukan kemungkinan ya parameter atau indikator kesedihannya pun beda dengan kita seumpama begini ketika ada bencana alam Apakah seorang SP bersedih ketika ada banjir bandang sampai Anda korban Apakah SPT sedih maka jawabannya bisa iya bisa

8:45 ketika ada kerusakan akhlak kerusakan moral Apakah SP bersedih bisa iya bisa tidak karena ukurannya itu bukan ukuran kita kesedihan dan kegembiraan Nya nyender kepada manusia secara umum untuk umat kesedihan untuk umat kegembiraan untuk umat kemudian indikatornya pun indikator hakikatnya bukan angkat or akal atau indikator rasa jadi rasa timbul dari apa namanya dari aspek hakekatnya gitu Hai Gresik seperti kasusnya kejadian atau peristiwa

9:31 Nabi Khidir ketika membunuh anak waktu bersamaan lebih Musa Nabi Musa marah namun hidup tersenyum karena apa membunuh pembunuhan atau pengambilan nyawa yang dilakukan oleh Nabi Khidir waktu itu adalah oval atau perintah Gusti jadi penyebab sedih atau gembira itu tetap dari aspek hakikat dan sender and nya atau Apa nama jangkauannya itu semuanya terkait dengan masalah dunia Apa namanya dunia atau makhluk jadi ketika ketidakadilan dimana-mana satu sisi tapi Susila jika adalah sunatullah kesedihan dan kegembiraan itu

10:17 dihubungkan diukur dari dirinya sendiri dan bukan untuk dirinya sendiri kaupun memang SIM jadi Sisi sedihnya itu muncul sebagai bentuk manusianya Sisi manusianya tetapi kesedihan itu muncul karena makhluk atau karena umat yang lain kegembiraan muncul karena makhluk atau umat bukan pribadinya indikator seorang SP sedih terhadap manusia terhadap umat indikator seorang SP gembira ketika melihat umat itupun indikatornya bukan indikator pribadi tapi indikator hakikat

11:04 indikatornya indikator lainnya bisa jadi ketika ada sebuah kegagalan SP senang bisa jadi ketika anda sebuah keberhasilan bisa jadi sedih bisa jadi Hai ide yang terjadi seperti itu Kenapa demikian hai hai Hai Angga amshop membahas daya di dalam action begini tembakannya kan sebenarnya jelas dampaknya jelas seorang seorang manusia yang akan memimpin makhluk ini umat ini haruslah sosok yang paling sempurna dibanding dengan yang lain

11:49 pikirannya rasionalitasnya spiritnya mereka Hai raga rasa sukmanya itu memang disiapkan atau diabdikan untuk menjadi af'alnya Allah demi untuk kemaslahatan makhluk kan begitu sebenarnya jadi ketika ada rasa yang terdapat dari sisi kemanusiaannya itupun [Musik] apa namanya jangkauannya bukan untuk pribadi jadi SV tidak pernah mengeluh karena dia lapar SV tidak pernah sedih karena dia belum minum SP tidak pernah

12:35 sedih ketika dia kehausan Hai jadi kesedihan kegembiraan yang dia miliki itu ditimbulkan dari pihak atau dari umat yang lain dari luar dirinya tetapi tetap dengan indikator hakikatnya bukan dengan indikator dirinya sendiri seperti ketika kasus karena yang terjadi Bagaimana SP itu melihat hal itu Nantilah kita bahas di video berkedip video yang lain bagaimana seekor Ona bisa sekarang bisa berhenti bisa melandai dan sebagainya itu kita

13:23 bisa bahas di video yang lain Jadi pada prinsipnya seorang SP itu manusia biasa manusia seperti kita makan minum tidur seperti kita ini untuk membangun pemikiran yang melangit itu Hai yang melangit karena yang pergi ke langit itu spiritnya bukan pribadinya pribadinya tetap butuh Jalan Butuh minum Butuh makan dan sebagainya ada kesedihan Ada kegembiraan tetapi bukan untuk dan bukan dari dirinya demikian saudaraku semoga menambah wawasan Terima kasih tetap tingkatan Iman amal sholeh Eropa Alamsyah waalaikum warahmatullah barakatuh

Share

Ringkasan Video YouTube