0:00 Wih, apresiasinya ke KKDM. Apresiasinya ke KKDM polisi kan. Nah, itu dia. Makanya segala bentuk apa yang dilakukan oleh dia itu meng kapital capital trustnya itu ke KDM gitu. Apapun masalahnya terus disolve KDM heronya. Nah, meskipun tadi ya enggak se 100% apa namanya kayak wah pokoknya berapa banget gitu ya. Enggak juga gitu ya. Adalah beberapa titik-titik kritis gitu. Oke. Secara keseluruhan itu kalau misalnya tadi di analisis sentimen nih ketonnya tuh positif gitu. Wargan di sini lebih apa ya merasa punya figur bapak. Oh. Makanya muncul kata Bapak aing. [Musik]
0:49 Halo sahabat Kompas, jumpa lagi di Bongkar Data dan kali ini kita akan membahas mengenai Provinsi Jawa Barat terutama untuk evaluasi kepemimpinan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan dan bertepatan dengan hari jadi Jawa Barat yang ke-80 yang baru saja juga ee dirayakan. Dan kali ini kita akan membahas saya bersama rekan saya Rangga Eka Sakti dan Yohanes Advent Krismada Marjati. Dan pertama-tama eh gimana nih Bung Rangga kita tanya dulu nih soal kepuasan Dedi Mulyadi. Jadi baik dari citra, dari ee favoritisme, suka tidak suka, lalu juga kepuasan ini hasilnya nih
1:35 muncer banget nih. Bisa dijelasin enggak? Kenapa dari hasil survei ini angkanya di angka 90-an begitu? Jadi gini eh kan disp tadi ya 90-an dan cukup ee daror ya. Iya cukup wow gitu kayak bisa gitu ya. Cuman emang kalau kita telaah lebih dalam dalam eh timeline kepemimpinan di Jawa Barat itu Dedi Mulyadi ini salah satu ee figur yang ee beda lah ya anomali lah. Kalau misalnya kita lihat dari zaman dulu ee ada ee jarak kan sebetulnya oke di antara elit ee provinsi dengan rakyatnya begitu. Ee di paling tidak dua gubernur sebelumnya itu pendekatannya relatif elitis begitu ya.
2:21 I elitis. pendekatannya dari sisi yang lebih akademis, kemudian narasi yang dibawa juga lebih modernis. Itu sesuatu yang ee mendominasi Platah Sunda ini selama at least 15 tahun begitu. Nah, ini yang kemudian berubah dengan sosok ee Kang Dedi Mulyadi ini gitu. Oke. Nah, kalau misalnya direbus begitu ya, itu ada dua hal yang mungkin bisa membuat masyarakat Jawa Barat tuh jatuh cinta lah sama Kang Dedi Mulyadi. Yaitu hal ada dua hal. Oke, yang pertama, yang pertama adalah de elitisasi tadi yang saya sudah ceritakan ya. Dan itu ee terlihat bukan hanya dari apa ya cara dia memimpin begitu, tapi juga dari bagaimana dia menghadirkan
3:08 sosok dia di depan masyarakat begitu dan juga bawahannya juga begitu. Sosok yang kayak gimana toh? Jadi sosoknya misalnya dari bahasa yang dia pakai. Oke. Kalau di ee apa di telatah Sunda itu kan ada bahasa Sunda buhun ya, artinya bahasa Sunda yang yang tinggi begitu ya, yang menak begitu kalau bahasa ee mereka begitu. Jadi ee berstruktur kemudian ada gap lah, ada jarak antara subjek dengan ee pemimpinnya begitu. Nah, itu yang dihilangkan. Itu yang dihilangkan yang bahasa yang tinggi begitu. Heeh. He. Jadi bahasa yang dipakai tu bahasa ee mungkin agak akademisnya itu denominator lah ya. Jadi yang dipahami mulai dari orang di pasar sampai orang di kota begitu memahami apa yang disampaikan oleh Kang Dimul begitu.
3:53 Oh jadi KDM ini dalam kesehariannya konten-kontennya misalnya itu lebih banyak menggunakan bahasa-bahasa Sunda yang tadi yang bisa dibilang kasar ya. Cuman kasar itu sampai di titik ini sih ee Bung Ender. Kayak di sampai di titik pembawaannya juga. Jadi physical touch. Jadi kalau misalnya ngelihat ee Kang Dedi Mulyadi dia turun ke lapangan begitu ya, dia bersentuhan langsung sama masyarakat itu kata sentuhan itu literal begitu. Jadi benar-benar ya dia salaman, dia pelukan, dia tidak rikuh gitu untuk benar-benar bersentuhan langsung sama masyarakatnya dia yang mungkin secara status sosial ekonomi itu jauh sekali kan ee timpang begitu. Nah, ini yang mungkin ee belum banyak ditunjukkan oleh pemimpin Jawa Barat zaman dulu dan itu
4:39 yang menyentuh hati publik gitu. Itu yang pertama. Oke. Deelitisasi tadi. Deelitisasi. Oke. Yang kedua. Yang kedua adalah debirokratisasi. Artinya umumnya PEMPR itu bekerja secara birokratis kan. Artinya dia itu apa ya? Kalau misalnya nih e saya seorang pemimpin ya, saya gubernur gitu, terus saya pengin bikin kebijakan A B C D itu saya harus kasih misalnya disposisi kasih nota dinas, telepon Kadisnya dulu, bikin rapat dulu, perencanaan RPJMN dan lain-lain lah ya. Nah, cara ee kepemimpinannya Kang Dedi Mulyadi ini itu dia justru melihat itu tuh constrain. Artinya dia itu melihat bahwa wah birokratik ee birokrasi ini tuh ribet gitu. Jadi satu hal yang bisa
5:24 dikerjakan taruhlah misalnya 1 hari gitu itu jadi ngambil waktu 1 minggu bahkan 1 bulan begitu karena ya tuh harus rapat dulu, harus disposisi dulu segala macam. Nah, itu yang ditabrak tuh sama ini sama aja kayak kebijak-kebijakan yang viral begitu ya, kayak barak militer terus tiba-tiba anak sekolahnya dimajuin jamnya ataupun pelaran study tour. Betul. Bener enggak sih? kayaknya KDM juga agak malas gitu urusannya dengan kajian-kajian apa-apa. Harus dikaji dulu program tuh. Yang penting ee jalan dulu deh. Jadi gini, kalau misalnya ee ngelihat hasil survei itu kan sebetulnya kelihatan satu pola ya. Jadi ee apa namanya? Program-program yang dia itu ee sporadis atau insidentil ya. Termasuk
6:09 tadi ya ada soal apa barak stadi tour masuk sekolah jam 0.30. Hm. Bongkar-bongkar, bongkar-bongkar wahana apa sih yang ini ya? Pariwisata yang Iya. Dinilai apa tidak sesuai RTR RW apa segala macam itu memang kebijakan yang tidak ada di program Jabar Istimewanya dia waktu kamnya kan dia bikin sekitar berapa belas program itu ya? 13 ya sekitar itu ya. Heeh. Dan ada 9 poin kalau enggak salah itu ada seil Jabar Istimewa. itu tuh enggak enggak ada di situ. He. Tapi dia misalnya turun lapangan menemukan satu peristiwa begitu terus langsung ya udahlah ibaratnya langsung ngomong Sekdanya ini diberesin gitu langsung selesaikan bla bla bla bla. Jadi ee kalau alur birokrasi kan dia
6:55 harusnya ada rapat dulu nih terus muncul misalnya perda, pergup, ingup gitu. Nah, kalau misalnya dalam konteks KDM ini kalau kita lihat sebetulnya kebalik gitu. Jadi kebijakannya dulu dibikin baru ee landasan hukumnya begitu. Nah, itu yang kemudian ee mungkin di satu sisi ya tadi masyarakat tuh ngelihatnya oh dia kerjanya cepat nih enggak banyak favivu gitu langsung aja dikerjain gitu kan. Oke. Tapi di sisi lain apakah itu kemudian bisa menyentuh persoalan ee laten lah ya real problemnya Jabar belum tentu kan. Nah itu yang kemudian jadi titik kritisnya. Coba balik lagi itu kan kalau dibungkus di media apalagi kita tahulah bagaimana masifnya media sosial dari
7:42 akun-akunnya ya baik di YouTube, IG ataupun Facebook begitu itu kan sangat masif dan ee itu juga diduplikasi, direplikasi, direproduksi lagi oleh para pengikutnya. Jadi konten-konten mereka tepat di sini. Sebenarnya pertanyaannya sebenarnya apa yang dilakukan KDM itu kan juga membuat akhirnya membentuk persepsi publik yang oke dong. Nah kalau Advin gimana nih ngelihatan nih? Ini kan analisis warganya iyaos nih. Karena kalau saya lihat ya ya pasti okelah orang citra semua bagus kok. Iya. Oke. Ee memang gini, Nar, ketika saya dan tim ya menganalisis media sosial, aktivitas media sosial seputar KDM, warga net, enggak cuman KDM
8:30 doang. Itu berapa banyak tuh, Bang, data, Bang? Hampir 200.000 data. Waduh, hampir 200.000 data. Dan sebagai catatan ya, sebagai perbandingan untuk menganalisis dari bulan Juni awal ya sampai awal Agustus ya, let's say 2 bulan lebih dikitlah gitu. 2 bulan nih. Oh, 2 bulan lebih dikit sampai 200.000 data itu lumayan wow. H karena ketika dibandingkan dengan presiden ya, tokoh yang nasional I itu hampir 3/4nya dengan periode yang sama. 3/4 ini dari Prabowo. Prabowo lebih banyak. Oh, lebih banyak. He. Jadi Prabowo Rp300.000-an. Si KDMnya R00.000-an dalam waktu 2 bulan. Dalam waktu yang sama 2 bulan. Artinya kalau dilihat ee siapa yang mengikuti isu ini? Enggak cuman warga Jawa Barat doang. Hm. Karena ketika menganalisis medsos
9:15 enggak mungkin kita mengkotakkan, "Oh, ini cuma suara warga Jawa Barat." Enggak, enggak bisa gitu. Enggak bisa. Cuman dari situ yang ee aku dapatkan adalah sentimen dalam waktu 2 bulan itu ya. Kalau tadi dari hasil survei leadbank kan angkanya wow gitu kan katamu kan. Nah, kalau gardor memang. Heeh. Nah, kalau dari medsos menurutku ya itu agak make sense dalam artian ee menggambarkan lapangan. Kemarin kalau enggak salah KDM itu kan dapat suara sekitar 62% sekian gitu ya ketika Pilkada kan. Pilkada. Heeh. Nah, kalau dari analisisku itu positif ya. Yang sentimen positif 59%. Oke. Oke. Yang negatif 22%. H. Yang netral 19%.
10:01 Artinya sebenarnya ketika dilihat sebagai kepala daerah yang apa ya? Ngayah basa jawanya apa ya? ee mengurusi, mengurusi. Oke. Mengurusi. Kalau bisa dianslate Sunda sama KDM nih. Wah, aku enggak bisa bahasa Sunda. Bahasa Jawa ngayai atau ngurusi, menanganilah menangani banyak sekali aspek ee kehidupan masyarakat baik yang mulai dari tata pemerintahan sampai tetek bengek kesehariannya begitu ya yang hal-hal kecil misalnya membantu masyarakat kelas bawah dan sebagainya gitu. Angka 59% ini cukup oke sebenarnya. Kenapa? Karena ketika saya amati dalam analisis dalam 2 bulan ini ada beberapa peristiwa yang KDM itu dapat sentimen negatif cukup gede. Oke. Dalam bulan ini ada peristiwa-peristiwa negatif begitu.
10:47 He. Yang negatifnya gede cukup ada eh cukup banyak. Yang pertama awal Juni itu ketika ee polemik anak yang agak bermasalah gitu dikirim ke barak gitu kan. Nah di situ yang negatif juga cukup gede dibanding yang lain. Nah. Yang perlu aku jelaskan di sini adalah gini, mereka yang berpolemik itu belum tentu yang mengalami. Oke. Oh, maksudnya gini, masuk akal, masuk akal nih. Siapa yang menentang itu belum tentu dia punya anak yang sekolah di Jawa Barat. Heeh. Belum ee belum tentu dia yang mengalami secara apa ya langsung itu loh, bukan testimonial begitu. Sementara yang di sisi positif itu adalah orang tua-orang tua murid yang pernah mendapatkan program tersebut atau bahkan beberapa yang pengin
11:33 eh aku pengin merasakan nih gitu anakku pengin aku ikutkan ke program itu gitu. Karena kan kemarin programnya sebenarnya kayak semacam pilot project gitu ya cuman di beberapa lokasi belum di semua kabupaten kota di Jawa Barat begitu. Nah itu yang ee pro kontranya masyarakat cukup imbang dan negatifnya cukup gede kayak gitu. Itu yang pertama. Terus yang kedua yang di luar dugaan adalah perusakan rumah retret di Cidaho di Sukabumi. Oh. Oh. Itu memberikan negatif juga. Negatif ke Kadim. Lumayan negatif. Nah, ini yang akan saya ceritakan bagaimana ee ee si KDM ini atau timnya lah setidaknya begitu ya menanggulangi ee sentimen-sentimen negatif yang di luar ee dugaan insidensial kok bisa dibilang gitu ya. Heeh. Itu kan peristiwa enggak ada agendanya ya, perusahaan itu enggak ada
12:20 yang bisa mengira bahwa akan terjadi kapan, di mana begitu kan. Nah, begitu kejadian memang sentimen negatifnya langsung naik tinggi. Sebentar itu agak agak roing dikit nih saya ini agak lupa sih gimana si aku ceritakan kejadiannya ya. Jadi gini itu kan lupa sih jujur aja gitu. Iya iya ya. Enggak apa enggak apa aku ceritain mungkin ada teman-teman yang juga agak roaming ya karena kan kejadiannya banyak banget nih terkait dengan KDM gitu. Oke, itu ada ee rumah rumah retret tidak bentuk rumah ibadah sebenarnya gitu untuk acara retret anak-anak sekolah gitu loh. Kayak sekolah minggu gitu. Ee bukan ee kalau di Kristiani itu retret ya Kristen Kristen Protestan kayak gitu kan. Nah, mereka itu ada ngadain retret. Kalau retret kan biasanya memang lazim kayak nyanyi-nyanyi, puji-pujian gitu
13:06 kan. Nah, ee adalah sekelompok warga yang merasa terganggu singkat cerita kayak gitu. Oke. Nah, kemudian ee ada yang menyulutlah gerakan atau perusakanlah perusakan terhadap ee rumah Rat itu. Warga berarti itu ya, warga warga pelakunya warga sekitar begitu. Sudah itu ramai kan dir masuk berita medsot dan lain sebagainya. Nah, yang bisa ngerem dalam tanda dalam tanda kutip ya ee sentimen negatifnya enggak langsung gede banget adalah enggak lama bersalang KDM datang ke lokasi kejadian. He. Nah, ini adalah pola yang sering dilakukan oleh KDM kayak gitu. pola untuk menanggulangi ee sentimen-sentimen negatif terhadap dirinya. Terus di sana ngapain? Nah, itu yang menjadi menarik gini. Awalnya dia ngobrol ini duduk perkaranya
13:52 gimana sih gitu kan. Duduk perkaranya gimana? Ngobrol sama orang ret-ret. Oh, yang punya rumah itu sama pihak ee warga juga yang seperti saksi. Iya, mediasi gitulah. Artinya sebenarnya kan level-level pekerjaan yang RTR RW kepala desa gitu ya. Dan itu ditangani oleh si gubernur kayak gitu kan. yang aku bilang bahwa itu adalah ya gaya dia gitu kan. Kemudian setelah bermediasi itu ada dua kejadian yang cukup menarik. Oke. Yang membuntuk apa yang jadi apa ya e terjadi setelahnya. Yang pertama he KDM itu memberikan uang R00 juta. R juta. R juta kepada pemilik rumah yang dirusak. Gayur. Eh gayur juga ya kan. Itu tuh untuk memperbaiki kerusakan tadi. Iya. Niatnya diberikan seperti itu. Ini ee ee dikasih supaya untuk perbaikan. Tapi yang jadi plotis di situ dan waktu
14:39 itu wargane juga ee apa namanya? Kaget adalah uang Rp100 juta ini oleh si pemilik rumah retret. Oke. Disumbangkan ke musala dan tempat ibadah muslim di sekitarnya. Oh. Nah, artinya sebenarnya gini ee itu ya real kejadian kejadian nyata enggak ini ini yakin bukan settingan bukan kayak ini. Nah, kalau settingan apa enggak itu di luar ya enggak kelihatan dari analisis ya. I yang jelas gini, rentetan peristiwa tersebut itu menyumbang ee sentimen positif dari kejadian perusakan rumah di Cidahu. Artinya meskipun ini adalah konflik horizontal yang selayaknya memunculkan sentimen negatif terhadap pimpinan ee daerah tersebut itu bisa diredam bahkan dalam tanda kutip kayak dimitigasi secara cepat gitu loh dengan cara-cara itu. itu. Kemudian ada yang
15:26 menarik lagi ketika sudah memberikan bantuan itu ee ganti rugilah bukan bantuan ya ganti rugi ee ditetapkanlah sekian tersangka kalau enggak salah enam atau tujuh tersangka. Oke, gitu kan. Nah, dari situ juga dapat apresiasi KDM. Wih, apresiasi ke KDM. Apresiasinya ke KDM polisi kan. Nah, itu dia. Makanya segala bentuk apa yang dilakukan oleh dia itu meng kapital capital trustnya itu ke KDM gitu. Apapun masalahnya terus disolve. KDM heronya. Nah, penariknya gini. Iya. Jadi, ada satu konten yang spesifik ya, konten spesifik. KDM itu kan setiap pagi jalan-jalan di area rumahnya itu ya gitu kan. E sambil menyapa warga Jawa Barat gitu kan. Salah satu kontennya adalah Iya. Sambil yang agak di apa disindir loh. Eh, guys. Iya.
16:12 Itu lain, itu lain, itu lain, itu lain. Ee ee salah satu kontennya adalah gini. KDM mengapresiasi kinerja ee Polda Jawa Barat. Oh, oke. Itu tidak hanya mengacu pada yang kasus diidau ya, tetapi kepada semua urusan kamtipnas lah kayak gitu. Artinya memang ee dalam hal ini sebenarnya Polda itu kan urusannya dengan Polri ya. Tapi ya mau enggak mau orang tahunya ee Polda itu kerjanya sama gubernur gitu. Artinya semua prestasi atau kebaikan atau kinerja polisi di daerah Jawa Barat itu nanti muaranya juga ke Pakku. Iya, kayak gitu. itu orang selalu bilang kalau ada konten KDM ini pasti ee banyak kontroversi tapi juga banyak yang istilahnya ngebadanin gitu apa
16:59 namanya belain oh ngebummperin gitu ya jadi kayak sampai ke titik itu enggak sih apa kayak kalau di brand itu kan ini kita agak-agak ini serius dikit nih ya we kita enggak serius di brand kayak brand funel itu kan ada ada dari awareness dulu apa ee kemudian dan mempengaruhi dia mengkonsumsi brand itu sampai yang terakhir kan ee advokasi kan. Jadi dia ikut mengadvokasi brand tersebut. Nah, kalau ikut KDM sebagai brand nih kalau dari medsos terutama ya itu sampai di titik itu enggak sih? Nah, gini ya ee menarik ee Rangga. Jadi ee beberapa waktu yang lalu kan teman-teman dari LDBank Kompas sempat ee bertemulah gitu ya dengan yang bisa ditanyain terkait dengan eh gimana sih sebenarnya ee KDM ini bermedia sosial
17:45 begitu ya. Nah, katanya sih ya adalah narsum gitu kan kita temuin gitu kan. Eh, siapa sih? Ee dia ee beliau bilang enggak kok enggak pakai buzer gitu. Oke. Bilangnya enggak pakai buzer ya kan. Ini pengakuan KDM. Oke. Atau orangnya apa? Pengakuan siapa nih? Siapa nih? Siapa nih? Gimana nih kita mengungkapkannya gitu kan. Pokoknya ada sumbernya adalah A1 lah. Iya. A1ah lah gitu. Kalau sumber A1 bilang, "Oh, enggak bazer enggak pakai." Oke. Ini enggak pakai bazer. Enggak pakai buzer. Organik. Organik bilangnya. Iya, bilangnya organik begitu. Tapi kalau dilihat dari keragaman kontennya ee ada benarnya juga. Aku bisa bilang ada benarnya. Kan enggak bisa 100% kebenaran itu enggak bisa dijudge dari konten doang gitu ya. Iya. Sebagai contoh begini ee ketika ada gugatan dari sebenarnya
18:31 sindiran bukan gugatan ya sindiran dari Gubernur Jawa Tengah terkait dengan pejabat ngonten. Sebenarnya Gubernur Jawa Tengah enggak mention sih nama gitu kan tapi cuma bilang style-nya. Hm. Kayak gitu. Halo, Guys. Aku baru gini kayak gitu kan. Itu yang di apa itu ya? Yang di Iya, di pidato sebenarnya itu kan sebenarnya forum yang formal itu kalau enggak salah ee momennya adalah ee pengarahan terkait dengan pengatasan kemiskinan atau apa gitulah di Jawa Tengah. Sebenarnya itu forum yang memang isinya adalah pejabat-pejabat di Jawa Tengah gitu kan. He. Yang message-nya adalah ketika kamu kerja enggak perlu dipamerin sebenarnya. Awalnya itu kemudian ada gestur-gestur yang nyenggol meskipun enggak ada mention nama gitu kan. Nah, ketika momen tersebut terjadi ee konten-konten yang ngebelain yang
19:18 kamu bilang tadi ya, ngebelain KDM itu banyak banget muncul dan warga net yang belain KDM komentarnya si Gubernur Jawa Tengah kayak gitu. Bahkan ada yang dari orang Jatengnya juga enggak sih kalau enggak salah. Nah, ini menarik ni kayak masuk FP soalnya itu. Iya. Iya. Jadi gini, wah ini agak lebar nih berarti. Wah, ini nyenggol-nyenggol provinsi lain nih. Gitu. Jadi gini, selain orang Jawa Barat sendiri, Rangga e Endar yang istilahnya apa ya, pasang badan gitu ya, yang membela gitu ya. Sebagian juga ada beberapa masyarakat Jawa Tengah, terutama mereka yang me apa ya istilahnya di ini dalam dalam konteks ini aja kita batasin ya. Iya. Nah, dalam konteks yang tadi yang sindiran itu kasus itu ya. Iya. itu artinya memang ya kenapa ngonten yang penting ada kinerjanya begitu loh artinya memang tidak tidak hanya warga Jawa Barat saja
20:04 yang mengidentifikasikan dirinya sebagai yang membela KDM gitu ya tetapi beberapa di luar warga Jawa Barat gitu sebenarnya enggak cuma Jawa Tengah kok bahkan ada yang bilang Lampung hadir Medan hadir dan sebagainya aku bilang benar iya kayak gitu banyak banget gitu entah itu benar apa enggak setidaknya ada mention lokasi dari mana dia berasal mentionnya ee komennya gitu kan artinya ee ketika kita melihat lihat bagaimana ee masyarakat warga saya bilang ya, bukan masyarakat secara real gitu. Wargaet ee memposisikan diri sebagai idol gitu loh. Mengidolkan ee si KDM gitu. Ketika ada isu-isu miring mereka langsung siap tanggap tanpa ada yang gerakin kayak gitu. Tapi levelnya sudah fanatik belum? Kalau level aku enggak bisa bilang ya kalau dari analisis medsos. Tapi secara
20:50 endika terjadi itu tadi ya sindiran itu lonjakannya gede banget berarti kan cukup reaktif. Nah, masa yang reaktif ini bisa dibilang sebagai yang ee ya lumayan apa ya militan dan sebagainya gitu ya. Ketika kita melihat misalnya di apa pertemuan fisik ketika Holigen misalnya holigan kamu e senang banget nih sama salah satu klub gitu kan. Salah satu klubmu diapain kamu langsung reaktif. Nah mirip kayak gitu sebenarnya cuman ekspresinya kan di MSOS. H. Nah, bisa digambarkan seperti itu. Gitu sih. Oke. Kalau di lapangan gimana? Itu kan tadi kan kalau di Mesos tuh ya sebenarnya bisa dibilang udah muncul nih bibit-bibit ataupun ya tadi pengikut yang militan, fanatik begitu ya. Menganggap ini sebagai KDM, sebagai sosok ee idol yang perlu bahkan perlu dibela.
21:36 Heeh. Kayaknya sih gini sih, Nar, maksudnya ee dari pendekatan survei itu kan udah jelas lah ya, Dardoor udah kayaknya salah satu yang paling tinggilah ya ee tingkat akseptansinya begitu. Dari beberapa kali ee kelilinglah ya ke daerah apa namanya Jawa Barat kemudian ee bertemu juga dengan beberapa ahli. Ahli apa nih? Jadi ada budayawan saya ketemu budayawan ketemu budayaw ada dosen yang mengampu soal pembangunan ee kota apa planologi gitu-gituah. ada berapa ee ada dosen soal apa antropolog kayak gitu-gitu ya ee dan bahkan sempat juga ngobrol sama salah satu LSM lah di
22:24 sana yang cukup banyak orang-orang yang dulu gue tahu kritis lah dulu ee banyak orang-orang WALH lah di sana gitu. seperti aktivis-aktivis aktivis-aktivis gitu dan ternyata respons-nya ya meskipun tadi ya enggak se 100% apa namanya kayak wah pokoknya berapa banget gitu ya enggak juga gitu ya adalah beberapa titik-titik kritis gitu cuman secara keseluruhan itu kalau misalnya tadi di analisis sentimen nih kayak tonnya tuh positif gitu semua mendukung apa yang KD melakukan betul dan meskipun gini ya kayak misalnya soal birokratisasi tadi itu kan enggak selamanya baik sebetulnya ya. Artinya gini, kayak pada akhirnya mending serius lagi nih. Iya, lanjut. Iya. Ee bisa jadi ketidakpastian hukum.
23:13 Eh, iya dong. Kalau misalnya seorang pimpinan eksekutif ingin melakukan sesuatu, dia kan harus berlandaskan hukum. He. Mau itu yang lebih tinggi ya misalnya ee UUD undang-undang gitu atau Perpres e PP dan so for atau yang di level provinsi itu kan ya harus ada landasan hukumnya itu mau itu pergup, ingup, ee perda begitu. Nah, itu kan kalau ee sistemnya itu tidak birokratis itu jadi tadi ini ibaratnya tiba-tiba dia membawa anak-anak yang misalnya berhadapan dengan hukum gitu ya. ee kalau misalnya enggak ada landasan hukumnya misalnya belum ada ee paling enggak instruksi gubernurnya lah. Nah, bentar. Itu yang
23:58 membawa anak ke barak militer tuh belum ada landasan hukumnya apa ada enggak? Jadi kalau misalnya nih just in case tiba-tiba kayak misalnya kalau enggak ada ee ini deh kasus yang pembongkaran ini wahana itu kan yang kasuser kalau enggak salah di Lembang itu ya. itu kan dia ee pihak si swastanya itu ngomong bahwa loh kita tuh sudah ada izinnya segala macam ee dari ATRBP ini sudah ada nih. Ini sama juga yang kasus ini apa lapangan golf itu lapangan golf di Kaki Gun Salak Gun Salak itu kan ee dari apa namanya penelusuran ya maksudnya ngobrol-ngobrol sama beberapa aktivis kemudian dari kontennya Kang Demul juga gitu yang di YouTube kan yang 8 golf tuh diyuting Pak itu Pak.
24:44 Iya. Oh, disuting terus ya sambil nulis ini kan gua dengerin ya kan wah ini gimana nih nonton gitu terus itu emang ya pihak S bilang lah kita tuh udah ada udah ada ininya he sudah jadi dinas apa segala macam. Nah ini kan jadi kekosongan hukum gitu. Ini yang benar yang mana coba? Secara hukum ibaratnya dia punya sertifikat loh angkut ya. Dia punya izin apa segala macam secara legal udah legal berhak di situ. Betul. Ibaratnya kalau mau di diseriusin nih misalnya oh enggak terima dia bawa ke mahkamah. Oh panjang Pak itu ya dengan asumsi yang memberikan izin pertamanya. Benar. Nah. Tapi kan gini apapun itu dia tetap pegang izinnya. Iya kalau misalnya. Nah nanti itu urusan apa proses hukum
25:31 lah ya entar. I soal tapi pintar loh misalnya kalau kalau ini pun akhirnya diketahui publik gitu itu kan juga tadi kan tadi masuk kontennya Heeh. He. Terus juga mungkin cukup ramai ya di medsos begitu mengenai ee pengawalan kasus ini misalnya pembongkaran terata sudah ada legalnya. Orang-orang akan melihat oh ini berarti pamper sebelumnya nih. Nah iya. Nah itu dia. Itu kan ya. Iya itu kan yang narasi yang diangkat kan gitu. Ee ini tetap salah nih gitu lah. Tapi RT RW-nya rencana tata ruang dan rencana wilayahnya begini boleh. yang soal Eger kan itu ee ini kan apa namanya? Awalnya memang nih kalau enggak salah nih ya. Nah, tapi kayaknya sih benar benar itu tuh ee punya
26:19 BUMN kalau enggak salah. Oh, satu wahana itu. Heeh. Yang kerja sama dengan Heeh. Yang kemudian awalnya gini lah, itu ibaratnya sebelumnya enggak boleh. Oke. Wil konservasi or something gitu. Iya. Wilayah konservasi. Wil konservasi. Terus habis itu di pemerintah sebelumnya Heeh. ee fungsi lahannya tuh dirubah kan bisa lewat rencana tata ruang dan rencana wilayah kan itu bisa tuh dirubah jadi boleh untuk komersil lah. He. Nah, itu yang dipermasalahkan. Jadi narasinya loh ini harusnya emang enggak boleh. Heeh. Jadi ya taruhlah ee apa rezim sebelumnya atau dinas terkaitlah yang salah nih harusnya enggak boleh. Jadi blame-nya atau
27:05 apa ya yang disalahkan tuh bukan Heeh. bola panasnya langsung dilempar gitu. ini juga kayaknya termasuk soal jalan-jalan, jalan-jalan yang lagi diperbaikin. Nah, itu kan juga soal infrastruktur ini. Kalau saya baca di konten-konten ataupun komentar netizen begitu ya, ini pasti akan pertanyakan nih pemper sebelumnya ngapain ini semua? Jadi KDM ini sibuk untuk ee mengerjakan persoalan yang dari dulu enggak diselesaikan. Heeh. Nah, tapi akhirnya kita ee lihat lagi ya, bagaimana tadi kalau bahas soal ini mulai dari Metsos sendiri warga net itu sudah mencoba bahkan membela apa yang KDM lakukan. Lalu juga gimana muncul tadi loh dari bagian aktivisnya juga sudah mendukung begitu.
27:50 Heeh. Ini kalau kita lihat masyarakat ini tapi pasti ada L ya yang Iya pasti kontra pasti ada. cuman secara ya sosiologis ataupun kita bisa bilang kultural Heeh. ini kan membawa suatu perubahan baru nih. Oh iya banget. Nah ini kayaknya ee KDM ini juga tidak bisa sukses atau faktor kesuksesannya dia, performanya dia, kinerjanya ini ee tidak bisa semoncer ini kalau tidak membawa identitas kesundaan. Hm. Asumsinya gitu. I. Nah, kalau temuan lapangan nih nih gua dulu apa dia dulu nih? Suka enggak nih? Atau dari warganya gini gini menarik soalnya banyak panjang nih menarik panjang panjang gini kalau identitas kesundaannya dia kan memang sudah ditunjukkan dari tata
28:35 bahasa tadi rangkai cerita gitu ya ee bahasa yang digunakan adalah yang bisa dimerti dari kalangan bawah hingga akademisi atau pemerintahan bahkan begitu dan juga atribut atribut kepala pakaian ee serba putih dan sebagainya begitu ya. Tapi sayangnya hal-hal seperti ini itu tidak ee gak begitu direspon secara terbuka oleh warga net begitu. Oh, soal identitas kesundaan itu. Soal identitas kesundaannya. Tetapi yang menjadi menarik adalah begini. Ketika menarik data dari ee crawling dari media sosial begitu ya. Heeh. Ketika menganalisis terkait KDM itu banyak konten yang juga bahasa Sunda. Wargenitet bilang gini, "Eh, aku suka tuh dengan KDM yang pakai ini." Enggak, enggak pernah bilang gitu. He enggak pernah enggak pernah enggak nemu. Ya
29:21 sedikit mungkin ada tapi enggak nemu. Tapi itu bukan suatu yang kayak diapreciate banget gitu ya. Iya. Tapi apresiasinya adalah apresiasinya adalah dalam bentuk dia tu komen dengan bahasa daerah. Oh komen pakai bukan bahasa Sunda Perse tapi misalnya kayak ya bahasa Sunda daerahnya bahasa Sunda kayak gitu spesifik bahasa Sunda begitu. Artinya ini ee menarik bahwa ketika masyarakat menggunakan ee bahasa Sunda di media sosial berarti kan dia mengalami apa ya suatu bayangan imaji ya komunitas imajinir di kepalanya dia bahwa ya sudahudah ini sesama Sunda gitu loh yang bakal ngerti dan yang aku ajak komunikasi sesama Sunda. Ketika aku berkeluh kesah pemimpinku itu ngerti bahasaku kayak gitu. Hm. Kedekatannya ke situ. Ekspresi kedekatannya gitu ya yang saya e dapat
30:06 dari media sosial kayak gitu. bukan tadi ya, bukan dia mengapresiasi wujudnya langsung, enggak, tetapi bagaimana ee warga net ini memunculkan ekspresinya dia gitu. Itu yang pertama. Heeh. Kemudian yang kedua ee kedekatan KDM dengan masyarakat ee Jawa Barat terutama gitu ya. Sebenarnya Jawa Barat ini beragam ya cukup ee ee heterogen, bukan homogen heterrogen begitu ya dari sisi e latar belakang ee suku suku dan bangsa begitu. Namun ee ketika KDM ini menggunakan identitas kesundaan yaitu adalah apa yang tidak pernah ditunjukkan oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya. Oke. Kepala sebelumnya kepala daerah sebelumnya terutama di tataran ee provinsi begitu. Nah, warganya di sini lebih apa ya
30:52 merasa punya figur bapak. Oh. Makanya muncul kata bapaking. Bapak aing kayak gitu. itu sebenarnya kalau dilihat dari rentetan kronologisnya ya sehingga itu bisa kelihatan di media sosial seperti itu. Jadi kata Bapak Aing ini jadi trademark istilahnya yang mengapresiasi bagaimana perwujudan atau penampakan ya ekspresi KDM ee terkait identitas Sundanya itu jadi emang ada. Nah itu ee munculnya istilah Bapak Aing ini kan juga suatu fenomena nih akhirnya sebuah ada mungkin bisa dibilang sebagai kebangkitan kesundaan begitu. ini momennya untuk ee Bumi Pasundan untuk kembali ee baik dari segi seni, budaya, maupun ada satu sosok yang bisa
31:38 dimunculkan sebagai ya tadi yang mungkin titisan Prabu Siliwangi kan gitu-gitu tuh orang tuh membawanya tuh sampai situ tuh macan macan macan-macan putihnya tuh di dibawa tuh sampai ke mitologi-mitologi gitu ada mitos ada yang Asli. Nah, ini sebenarnya gini entar menarik ya gini ee KDM ini cukup banyak juga ya konten yang menunjukkan dia itu datang ke acara-acara rakyat. Oke. Kayak misalnya Sarah Sehan gitu. Sarase Sehan ya di alun-alun mana Cipta Gelar kan juga dia ke sana tuh. Nah, itu salah satu cipta Gelar itu kan satuan ya komunitas gitu. Tapi ini kayak di alon-alon misalnya di Bekasi, di Depok kayak gitu yang memang kantong-kantong ee penduduk padat gitu ya. dan di situ formatnya adalah cair dalam artian ee dia interaksi terus
32:24 ngundang e apa namanya e masyarakat naik dan itu memang benar-benar random dalam artian di luar skenario gitu loh, di luar skrip gitulah. Dan dari situlah ee warga net ini selalu mereproduksi seperti yang diendar bilang di awal bahwa oh ini loh kegiatan yang kami suka eh apa sori apa namanya istilahnya kedekatan bentuk kedekatan yang kami suka h dari warga net bilang kayak gitu kedekatan yang mana ee KDM ini selalu bisa meluangkan waktu dalam tanda kutip ya untuk acara-acara yang barangkali untuk seukuran pejabat ee ngapain sih datang gitu banget. istilahnya seperti itu istilahnya kan ee sempat sih waktu Pilkada kemarin ee saya juga dapat cerita gitu ya bahwa sepertinya memang KDM ke rakyat bawah ini enggak cuman ketika jadi gubernur
33:10 Endar e Rangga. Jadi ee sesederhana misalnya undangan sunatan ee siapa gitu ketika undangannya iya kalau bisa menyempatkan datang kayak gitu loh. Nah hal-hal seperti ini yang sebenarnya dia lanjutkan dari pola-pola sebelumnya dan semakin disorot. Iya. Tuh skalanya gitu semakin jadi sebenarnya kan kalau dari zaman dia di e sebagai bupati Purwakarta ya YouTube-nya tuh 2017 konten pertama dia tuh sudah juta subscriber tuh belum masih coba-coba dia tapi tetap dia keliling kalau dulu apa dia motoran gitu motoran busetemu ketemu orang di jalan nah timnya di belakang yang liput medianya tuh di belakang motornya apa chopper apa apa scrambler kay scrambler gitu Ya, tapi bukan R King Brong itu loh.
33:56 Oh, lihat ya. Iya. Jadi kalau ketemu warga ada ada apa yang kesusahan segala macam di Puakarta dia keliling tuh. Makanya termasuk akhirnya itu yang ee juga membawa yang Pasar Puakarta yang akhirnya membuat dia bersenggolan dengan satu ormas lah. Oh, karena dia temuan lapangan jadi Oh, itu panjang itu Pak. Panjang sampai sekarang. Iya. Itu berlanjut polanya dia memang sudah punya formula kayak gitu kan. Nah, dari situ akhirnya dilanjutkan sampai ke ee dia jadi gubernur ini tetap dilanjutin. Nah, balik lagi Heeh. Kalau bahas tadi kan menyentuh masyarakat langsung ikut ikut acara-acara kayak semacam cipta gelar yang berbau budaya. Nah, ini bisa dibilang enggak sih ini adalah
34:42 momentumnya saatnya untuk ee bukannya untuk menyorot satu etnis etnis begitu ya. Cuma ini memang momentum untuk ee budaya Sunda nih bisa lebih menguat lagi terutama di Jabar dan akhirnya bisa ke nasional gitu. Gini sih ee di level yang provinsi dulu provinsi sampai bagaimana ini sebetulnya bisa jadi kayak semacam playbook lah ini playbook playbook untuk ee kepala daerah lain. Oke. Di jadi ini bisa jadi formula ni lain bisa jadi formula untuk ee playbook baru gitu ee cara main baru di politik yang elektoral begitu ya di Tarola misalnya 202. Hm. Nah, kalau di level provinsi, jadi memang ibaratnya ini tuh kayak apa ya?
35:28 Mestakung gitu loh ya, kayak semesta mendukung gitu ya. Setiap ee variabel-variabel yang ee ada waktu itu tuh mendukung sosok ini untuk bisa ee floris lah, untuk bisa dapat momentum elektoral begitu. mulai dari yang pertama tadi ada kekosongan ee identifikasi pemimpin yang nyunda gitu. Hm. Kalau misalnya kita cek di beberapa gubernur sebelumnya itu misalnya akhir ya akhir akhir kemudian RK itu kan dia kurang nyunda. Kurang kurang kurang karena yang dia pakai bahasa Sunda iya iya ee dia orang Jabar kalau enggak salah. Iya. Iya. Tapi ee yang lebih dominan itu
36:14 identitasnya sebagai ee kader partai muslim begitu ya. Itu akhir akhir kan dia dari PKS kan. Heeh. Kemudian dia intelektual. Intelektual. Jadi pendekatannya itu ya intelektual, akademis, kajian. Oke. Selama pejabat begitu personal yang dibawa kalau RK. Jadi ibaratnya yang mau di at least dari analisis ee dari permukaan lah ya. Oke. E bagaimana dia memimpin itu yang ditunjukin adalah ee saya ini pemimpin yang pintar. Oh itu ini masih akir masih ak RK kurang lebih sebenarnya agak mirip mirip akhir. Heeh. Jadi dia ee memposisikan diri sebagai orang yang itu pintar dia dari luar gitu kemudian arsitek apa segala macam.
37:00 Kemingis gitu ya. Pakai bahasa-bahasa Inggris enggak sih? Keminggris. Kemingis. Meringis begini Pak. beda. Jadi dia ibaratnya bikin kayak apa sih ee ee inovasi-inovasi yang teras Cikapundung. Heh. Ya, misalnya gini deh, kayak itu kan infrastruktur ya. Ya, yang juga banyak dikritik lah. Tapi contohnya misalnya soal start up. Oke, start up. Eah, jadi plus minus ya di satu sisi oke ada pendekatan yang yang elitis modernis tuh tidak selamanya buruk juga sebetulnya. ee selama mungkin 5 tahun terakhir itu kan startup di Bandung tuh lumayan lumayan floris. Tentu ini ini ini ya apa namanya? Sebagian besar adalah kerja teman-teman startup di
37:48 Bandung gitu ya. Iya. cuman ee pemerintah itu juga ada perannya gitu di situ ya untuk ngasih fasilitasi, bukain akses modal, kemudian integrasi sama PTSP dan lain-lain. Nah, ee platform itu tidak diambil sama KDM karena mungkin Oh itu tidak relevan dengan sebagian besar dari masyarakat Jabar. Oh, berarti enggak dilanjutkan? Ee sejauh ini sih belum ya? Belum dilanjutkan. Belum ada tanda-tanda. Belum ada tanda-tanda. Nah, jadi memang akhirnya pendekatannya adalah tadi pertama gresot banget menyentuh persoalan yang paling mendasar kan kayak perut gitu. Kalau lihat dari konten-kontennya kan beli cilok Rp200.000 apa borong dagangan. Jadi benar-benar ya urusan yang sangat ekonomikal yang sangat pragmatis gitu.
38:34 dan semua kebijakan di apa hampir semuaah ya kebijakannya Kang Dedi ini yang insidentil itu kan menyelesaikan persoalan yang tadi yang dibilang ya kuotaan quote ee mungkin di level gubernur tuh agak receh begitu ya agak overkill gitu agak overkill ibaratnya ya kan speknya ke ke ketinggian tapi emang menarik ya dia tuh kalau datang ngasih uang atau apa tuh emang transparan tuh dari kantongnya dikeluarin iya iya ibaratnya ini kita enggak ngegosip kan emang di videonya emang di yang secara empiris orang gitu kan kayak kan enggak mungkin dia di dalamnya apa voucher gitu kan enggak mungkin Pak I kan poster segini ah maksudnya itu secara ini secara ini ya secara apa politik pemerintahan
39:20 sebenarnya yang menarik lagi itu secara ee sosiologis dalam artian tadi kan ke apa ya tidak ada atau kosonglah identifikasi pemimpin yang Sunda. Jadi yang muncul tuh identitas lain. Padahal secara ee sosiologis itu dari hasil ngobrol sama tadi ya narsum-narsum yang cukup A1 lah ya yang ahlah itu yang nanti mungkin bisa di di apa dibaca sama teman-teman sahabat Kompas di political eh sori Kompas Inside ya yang gambar tapi nukilannya adalah ee sebenarnya identitas ee kesundaan itu sendiri itu tuh ada jadi bukan laten ya tapi itu ada di di background-nya masyarakat.
40:05 Misalnya gini ee kasus di Bandung deh. Bandung itu kan menarik ya ee metropolitannya Jawa Barat. He. Urban banget itu urban banget. Kalau misalnya kita menelusuri perkembangan masyarakat di Bandung, dia kan kayak jadi episenter budaya kan sebetulnya yang kemudian dia kayak ya kalau gempa itu kan dia apa namanya ada melebar gitu ya efeknya ke daerah-daerah sekitarnya begitu. Jadi ee tren kemudian termasuk apa ya semualah musik, fashion apa segala macam tu kan di at least di jajobet itu awalnya dari Bandung. Bandung baru menular ke daerah-daerah. Iya. Dan itu kan ada apa namanya alasannya kenapa ya kenapa misalnya di situ banyak kampus, banyak dosen yang
40:51 anak-anaknya itu terpapar oleh ee media-media asing gitu ya. He. Ketika zaman dulu TV kabel masih jarang, mereka sudah terpapar MTV, terpapar banyak apa namanya Rolling Stones gitu misalnya baca-baca. Akhirnya muncul gerakan gerakan kultural yang ee subkultur-subkultur. Kalau misalnya kita ngelihat tahun '90-an akhir tuh kan itu hampir semua subkultur tuh tumbuh tuh di Bandung. Mau nyari yang metalan metalan ada yang ada ujung burung apa ujung burung rebel itu ada Burger Kill, ada jasad sampai sekarang segala macam. Terus yang skin skat ada skin scene hip hop ada, hobiside terus hampir semua tuh ada gitu kan dan tumbuh bareng gitu. Nah, awalnya saya pikir tuh
41:37 ini tuh identitas apa namanya? Identitas dia sebagai anak skena nih lebih lebih dominan dibandingkan dengan identitas dia sebagai orang Sunda. Tapi ternyata tuh enggak. Jadi yang menyatukan apa gerakan-gerakan indi-indi tahun '90-an, 2000-an awal itu justru adalah mereka tuh merasa ya kita sama-sama orang Sunda. Kita tuh satu apa ya satu ruang begitu sehingga ee mereka bisa relatif luas gitu untuk ya kolaborasi. Kemudian jadi keluar itu orang ngelihatnya weh gila Bandung itu jadi cultural powerhouse lah ibaratnya ya. Jadi, jadi salah satu kekuatan kultural yang bahkan mempengaruhi daerah-daerah lain di Indonesia gitu.
42:22 Oke. Bahkan itu kan juga akhirnya terangkat di TV nasional segala terpikasih konser-konser. Misalnya banyak di Jakarta orang jadi kenal nih asalnya dari mana nih? Karena dulu referensi bukan cuma B Jogja atau Surabaya, Jakarta begitu. Bandung juga punya cirika sendiri. Betul. Dan tapi kan itu kayaknya lambat laun juga mulai redup ya karena ada satu dan ada satu dan hal itu agak agak ini ya maksudnya waktu itu ada kayak apa sih kejadian ada yang meninggal juga segala macam. Jadi ada ada itulah cuman poinnya adalah ee identitas kesundaan itu tetap melekat bahkan di daerah yang sangat urban. He. Apalagi daerah yang lebih rural begitu kan. Itu sens kesundaannya tuh sebenarnya dalam gitu. Nah, ini yang sebenarnya
43:08 jadi apa ya, antitesis sebenarnya Rangga gini, kalau dari media sosial tuh kelihatan artinya isu-isu yang urban kayak yang Rangga bilang tadi justru enggak muncul. Hm. Begitu. Enggak muncul. Kenapa? Karena ngelihat bahwa orientasinya KDM sejak awal adalah membangun dari pinggir ya dari desa-desa yang dari yang tertinggal. Terutama kayak misalnya Jawa Barat bagian selatan gitu ya. itu kayaknya selalu dia dengung-dengungkan terus kayak Sukabumi, Cianjur, e Garuto, Tasik Malaya begitu ya sampai dengan ujung di Pangandaran begitu perbatasan dengan ee Jawa Tengah begitu kurang lebihnya. Nah, artinya memang ee isu-isu seperti startup terus culture dan sebagainya begitu ya bukannya ditinggalkan enggak. Nyatanya kemarin ketika Persip juara itu
43:54 ya dia muncul ya representatif gitu lah ya konai gitu ya. Tapi kan itu kan hanya satu momen bukan suatu apa misalnya master plan untuk membuat apa enggak gitu. Iya. yang ee sangat sering dia munculkan dan ditanggapi ramai banget sama warganya itu satu infrastruktur. Oke. Infrastruktur selatan Jawa Barat itu cukup tertinggal. Kenapa? Alasannya di sana enggak ada industri kayak gitu kan? Enggak ada industri. Sehingga ketika apa namanya orang nagih ya nagih mana nih benerin jalan gitu kan. Gubernur-gubernur sebelumnya itu enggak enggak enggak gercep istilahnya seperti itu. Oke. Kayak gitu. Makanya ketika di sini ada beberapa komen-komen yang negatif adalah untuk infrastruktur. Nah, di situ yang harus dijawab secara cepat sama KDM supaya ee tren positifnya
44:43 dia itu bisa terjaga kayak gitu. Artinya memang ee masyarakat sudah nunggu nih kan hal yang viral itu bisa ditagih. Mereka dapat kok aku enggak. Simpelnya kayak gitu. Ini hanya bisa bertahan di masa-masa awal. Hm. Iya, formula-formula seperti ini. Tapi untuk jangka panjang untuk 4 tahun ke depan istilahnya 4,5 tahun ke depan belum jaminan. Hm. Kritiknya di situ. Sehingga apa yang KDM ee pamerkan di media sosial sebaiknya segera didistribusikan untuk ee sebanyak-banyaknya masyarakat Jawa Barat. Mulai dari pembangunan infrastruktur, mungkin ee lapangan pekerjaan, bantuan pertanian dan sebagainya begitu. Yang itu memang solutif untuk masyarakat yang skalanya lebih luas. Enggak cuman insidensial seperti yang kita bahas dari tadi.
45:28 Nah, intinya tuh pembangunan yang lebih merata begitu ya di seluruh pelosok Jabar. Ee memang dari survei ee yang sudah yang sudah dirilis ini kan ee persoalan seperti tadi ya infrastruktur lalu juga pekerjaan lalu ee pengentasan kemiskinan misalnya gitu. Nah, itu kan yang memang harus disegerakan ya. Tapi kalau kita ngomong-ngomong tadi soal tadi kan sempat bahas tuh dikit-dikit soal Persip begitu bagian dari budaya Persip bagaimana KDM juga menunjukkan kedekatannya. Hm. Ah ini kan juga sebagai basis elektoral ya. mungkin nanti bisa di ee kapitalisasi lagi untuk ee entah dia mau dua periode atau 2029 R1. He. Nah, tapi ngomong-ngomong kalau
46:14 ngomongin Persip aja ini selain fanatisme ini kan juga sebenarnya sosok sosok yang ee dekat dengan Persip ini kan justru wakilnya wakilnya Pak Erwan ini. Sementara dari hasil survei ee ini cukup jomplang ya antara kesukaan lalu juga citranya citra baiknya. Kalau R1 hanya mendapat sekitar di angka 70-an, ee KDM di angka 90-an. Begitu juga dengan kepuasannya wakil dan gubernurnya. Heeh. Ini dan di konten-konten KDM kan juga belum ee sangat jarang muncul sosok Erwan sendiri ikut blusukan atau gimana. Nah, ini gimana kalau dari ee pengamatan media dulu lah.
46:59 Oke. Kalau dari media sosial memang ee sosok wakil gubernur ya. Heeh. Pak Erwan ini ee kurang tersorot ketika Erwan melakukan kegiatan sehari-hari dibandingkan dengan KDM melakukan kegiatan sehari-hari itu kan e variabel yang sama gitu ya kita perbandingkan begitu ya. Ya jauh banget jauh banget begitu. Memang ada beberapa tapi itu adalah hal-hal atau kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial yang memang harus didatangin ee dihadiri sori didatangin oleh KDM dan wakilnya baru muncul. itu artinya memang ee si Erwan ini tersorot dari sudut pandang KDM, timnya KDM maksud saya begitu. Itu sederhananya medianya itu e satu sisi begitu ya, satu sisi. Sisi yang lain ee sosok Erwan ini mulai muncul di media sosial ketika berkonflik
47:46 dengan Sekda Sekda Jawa Barat itu ee cukup banyak menarik perhatian ya. Iya. Artinya ketika tidak ada hal yang spesifik atau khusus begitu ya, artinya ee berjalan sesuai dengan keseharian normal gitu lah ya. Normal enggak ada yang menyorot ke wakil gubernur gitu ketika ada konflik. Nah, itu yang menurut netizen warga net itu menarik kan. Jadi baru muncul di situ jadi ketika kita bahas apakah ee positioning ya istilahnya popularitas tadi kan popularitas e 70 berbanding 90 ya memang benar memang benar perhatian wargan juga seperti itu cukup jomblang bahkan kalau diambil angka kasar enggak sampai 70% di bawah itu bahkan kalau dilihat dari volume kontennya begitu ya itu perbandingannya sangat jauh begitu
48:32 bisa mungkin 2 banding 10 begitu satunya berarti memang kurang mungkin ya tidak masif e membagikan kontennya atau bahkan membuat konten juga di ee media sosial dan tidak diberi boncengan sama KDM ya juga juga itu faktor itu sebenarnya diajak begitu kalau di Nah ini Pak pengamatan analisis politik politiknya politiknya gimana ni enggak akrab kah atau gimana kok enggak diajak e jujur kalau itu gua enggak tahu ya Pak enggak diajak soalnya saya nih ok ee dari yang jelas maksudnya gini ee Pak Erwan Setiawan itu kan dia anaknya ibaratnya apa ya orang yang sangat berpengaruh di Persip Haji Umu dan gimanapun juga ya Bobotoh tuh secara default ya factory
49:22 settingannya itu udah ee basis masanya R1 memak Pak R1 dari awal begitu dan kalau misalnya tadi ya soal gap apa namanya popularitas kemudian segala macam itu sebenarnya kan klasik ya ee di manaun pada umumnya ee gubernur atau pemimpin yang nomor satunya itu dia lebih tinggi, lebih dominan gitu dibandingkan dengan wakilnya. Itu udah ee apa namanya? Sesuatu yang tidak terlalu ini sih. Itu yang pertama. Yang kedua ee mungkin platform ee basis massanya Pak Erwan Setiawan dengan ee Kang Dedi ini dari awal memang sudah beda. Udah beda dalam artian dia tidak terlalu ee
50:08 konscern untuk misalnya bangun masa di medsos atau apa karena mungkin merasa ya udah lah. Terus bangun masanya di mana? Ya itu cukup di Persip aja. Iya karena gimanapun Persip itu bukan cuman Bandung. Oke. Iya benar. Persip itu Jawa Barat. Orang Karawang Bekasi dukungnya Persis. Persi gitu. Itu kan ya di ini enggak ada hitungan ininya ya maksudnya. He he. Ee kan ktausnya bobotoh kan enggak ada tuh ya. Jadi kita enggak bisa tahu persis berapa juta misalnya bobotoh itu sebenarnya. Tapi pengaruhnya kan juga tidak bisa di diremehkan gitu. Apalagi kemarin misalnya waktu konvo itu kan kelihatan tuh seberapa masifnya pengaruh dari Persip gitu. Nah, itu yang
50:54 kemudian ee dua-duanya punya sebenarnya punya apa ee pijakan yang sama-sama kuat sih menurut saya ya. Terlepas dari ee drama apa yang terjadi di balik layar yang kita tentu enggak tahu, kita enggak punya akses ke sana. kira-kira apa lagi yang perlu di-improve dari konten-konten Pak KDM dan bagaimana pesan ke kita-kita semua nih yang tiap hari juga sengaja enggak sengaja mau enggak mau enggak mau itu pasti ada tuh muncul konten-konten seputar KD itu gimana tuh oke kalau dari sisi pengguna ya audiens begitu ya yang namanya konten itu kan tidak bisa dibendung gitu ya ya terpapar terpapar gitu aja gitu ya kalau dari apa
51:39 yang saya amal mati sehari-hari begitu memang dia algoritmanya kencang banget menyodorkan KDMKDM kayak gitu. Tapi yang perlu saya ee garis bawahi di sini adalah tadi yang pernah ee sempat saya singgung ya, bahwa apa yang dilakukan oleh KDM dan timnya konten ya, soal konten ini barangkali berhasil di termin-termin awal, menarik simpati begitu ya, terus apa ya, menggugah semangat dan lain sebagainya, memunculkan harapan seperti itu. Nah, memunculkan harapan ini juga harus dibarengi dengan tadi merealisasikan apa yang dia tunjukkan di media sosial secara merata. Kuncinya di situ. Kalau dia mau berhasil bahkan mau termin kedua eh sori periode kedua atau bahkan lebih dari itu kayak gitu ya. Di situ kuncinya. Karena selama ini
52:25 ketika pejabat-pejabat itu memerintah penyakitnya adalah inkonsistensi. Bagus di awal jelemek di ah jelek soremek jelek di belakang jebluk jebluk jebluk di belakang kayak gitu. Artinya harus kayak orang maraton nih performanya harus rata sampai belakang. Itu p-nya baiknya berapa, Pak? Iya. Kalau bas-nya bebaslah dia gitu ya. Itu intinya kalau dari Mesos paling kelihatan di situ. Meskipun dia positif eh sentimennya tapi ketika dia enggak bisa merawat, momentum dan melakukan apa ya koordinasi dengan berbagai e kepala dinas eh berbagai kepala dinas secara konkret membuat sistem. Iya. Ya kan membuat sistem artinya yang dia wariskan itu harusnya sistem. Oke. Tidak hanya apa yang dia perbuat satu persatu begitu. Karena di media
53:11 sosialnya dia kan selalu mengatakan 1 hari satu masalah selesai begitu kan. Artinya kan hanya 365 masalah di tahun 2025 gitu kan. Padahal kan mestinya lebih gede daripada itu harus dia kerjakan gitu. Itu sih closing statementnya. Capek juga ya berarti gitu ya. Tapi ya memang kuncinya adalah soal konsistensi kepemimpinan begitu. Betul. Rangga Rangga gimana nih? Ya kurb sih ya kurang lebih itu. Kurang lebih. Tapi maksudnya gini, kalau di elaborasi kurlubnya adalah ee yang pertama sebenarnya ini kan dia platform yang benar-benar dipakai kan sebenarnya ee budaya ya. He. Ee meskipun ada soal lingkungan segala macam itu menurut gua tuh jadi satu kesatuan lah budaya Sunda memang ee relatif dekat dengan alam softw. Nah,
53:56 oke. Ee tantangannya adalah tadi ya, selain konsisten kemudian membangun apa ee sistem sehingga ee persoalan-persoalan yang struktural he itu yang selama ini bahkan sudah dibikin sistem kayak misalnya soal apa ee kerusakan lingkungan di Citarum itu. Itu kan levelnya sudah perpres tuh. Yang sudah sangat sistemik pun itu masih belum tuntas-tuntas sampai sekarang. Apalagi misalnya enggak dibangun sistem. Nah, tapi tadi ee agar tidak performatif artinya kebudayaan Sunda itu kan bukan cuman sebatas pakai ikat sama pakai pangsi doang artifisial aja yang kelihatan gitu ya. Iya. Dan bukan cuman pakai jargon papat kalim pancar, Triang Tubuana dan lain-lain. Mengganti nama rumah sakit
54:41 jadi welas AC. As misalnya ee sebenarnya banyak banget kasanah kebudayaan Sunda. Apa ya? Bagaimana misalnya ee budaya Sunda itu melihat seorang pemimpin, bagaimana seorang ratu ya kalau di Sunda kan ada resi ratu ee Rama begitu. Si Ratu Rama. ee si Ratu tuh ee pemimpin ya, pemimpin eksekutif lah bisa dibilang itu tuh baiknya seperti apa. Tuh banyak tuh ee kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ya sudah kalau misalnya mau ngangkat platform budaya sekalian gitu. gimana mengatur masyarakat secara Sunda sekalian diimplementasikan dalam semuanya RTRW-nya, kemudian kebijakan ee tatanan apa ekonominya semualah itu tuh ya harus harus all in gitu biar enggak cuman performatif gitu sih.
55:27 Oke. Jadi harus lebih substansial lagi untuk ya tadi ya membangun basis dan menguatkan Heeh. Karena ke depannya itu bisa jadi tadi ya playbook ini bisa berhasil dan bukan cuman berhasil karena kalau enggak dengan tadi kekuatan Mensos jatuhnya demagok. Oke. Itu dan akan staknan di situ-situ aja. Betul. Oke sekian ee pembahasan untuk bongkar data kali ini. Terima kasih sudah menyaksikannya dan bagi teman-teman yang ingin membaca ulasannya lebih lengkap lagi ada di Kompas.id dan Kompas Inside. Sampai jumpa di bahasan berikutnya. Salam.