ASUMSI BERBAHAYA - PETER GUNTUR

Peter Guntur www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas pentingnya memperbarui pola pikir agar selaras dengan kehendak Tuhan, bukan hanya mengikuti asumsi dan pandangan pribadi. Kekristenan sejati adalah menaklukkan pikiran kepada Kristus, sehingga menghasilkan buah dan dampak positif dalam hidup. Mengandalkan pikiran sendiri tanpa pembaharuan firman dapat membawa kesombongan dan kehancuran.

  • Pentingnya pembaharuan budi (pikiran, perasaan, kehendak) agar sejalan dengan firman Tuhan.
  • Bahaya hidup berdasarkan asumsi dan pandangan sendiri yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
  • Contoh-contoh dari Alkitab (Isak dan Saul) yang menunjukkan konsekuensi dari hidup berdasarkan asumsi pribadi.
  • Pentingnya menaklukkan pikiran kepada Kristus untuk menikmati anugerah dan damai sejahtera Tuhan.

Pendahuluan

Pembelajaran ini bertujuan untuk mengubah pola pikir dan cara pandang agar selaras dengan kehendak Tuhan, sehingga kekristenan menghasilkan buah dan dampak positif. Hidup yang berjalan sesuai ketetapan Tuhan akan berbeda dari orang lain, sementara hidup dengan pola pikir dunia tidak akan mengubah karakter menjadi lebih baik.

Cara Pandang yang Benar

Setiap orang memiliki cara pandang masing-masing tentang menjalani hidup, melakukan apa yang dianggap benar dan baik menurut diri sendiri. Namun, hal ini belum tentu sejalan dengan kehendak Tuhan. Kekristenan sejati adalah menaklukkan pikiran kepada Kristus agar sepikir dengan Tuhan, sehingga menjadi orang yang berkemenangan. Banyak orang hidup dengan asumsi dan pikiran sendiri, yang pada akhirnya tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Amsal 16:2

Amsal 16 ayat 2 menyatakan bahwa segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, namun Tuhanlah yang menguji hati. Seseorang mungkin merasa paling benar dan baik menurut pandangannya sendiri, tetapi jika hanya fokus pada diri sendiri, ia bisa menjadi keras kepala dan merasa paling benar. Hal ini dapat menyebabkan tindakan yang melukai orang lain, bahkan dalam hubungan suami istri jika masing-masing hanya mengikuti asumsi sendiri.

Pembaharuan Budi

Alkitab mengajarkan untuk berubah oleh pembaharuan budi, yaitu pikiran, perasaan, dan kehendak, agar sejalan dengan firman Tuhan. Tanpa pembaharuan budi, seseorang bisa menjadi sombong tanpa menyadarinya. Orang yang sombong cenderung menghakimi, merendahkan, dan meninggikan diri sendiri, merasa paling benar dan suci.

Amsal 21:2

Amsal 21 ayat 2 kembali menegaskan bahwa setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri. Banyak orang mengikuti emosi, hawa nafsu, keinginan, dan kehendak sendiri, padahal jiwa tidak menyukai firman Tuhan. Mengikuti kehendak sendiri akan membawa pada masalah dan tekanan. Penting untuk menaklukkan hati dan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan agar memiliki pola pikir dan cara pandang yang diubahkan.

Stereo Ego dan Hawa Nafsu

Mengikuti ego dan hawa nafsu dalam mengambil keputusan akan menghancurkan. Kita harus diperbaharui oleh firman setiap hari agar pola pikir sejalan dengan Tuhan. Orang yang fokus pada diri sendiri dan membanggakan diri seringkali melukai orang lain tanpa disadari. Kita dipanggil untuk menjadi berkat, bukan batu sandungan. Orang yang keras kepala dan merasa benar sendiri akan mengalami kehancuran.

Kejadian 26

Kisah Isak di Kejadian 26 menggambarkan bagaimana ia hidup dengan asumsinya sendiri. Meskipun Tuhan telah berjanji untuk menyertai dan memberkati, Isak berbohong tentang istrinya, Ribka, karena takut dibunuh. Tindakan ini menunjukkan bahwa ia tidak mempercayai janji Tuhan dan lebih mengandalkan pikirannya sendiri. Akibatnya, kebohongannya terbongkar dan mendatangkan masalah.

1 Samuel 13

Kisah Saul di 1 Samuel 13 adalah contoh lain tentang konsekuensi hidup berdasarkan asumsi. Saul tidak taat pada perintah Samuel untuk menunggu sebelum mempersembahkan korban bakaran. Karena melihat rakyatnya terdesak dan Samuel tidak kunjung datang, Saul mempersembahkan korban sendiri karena pikirannya sendiri. Tindakan ini dianggap bodoh oleh Samuel dan menyebabkan kerajaannya tidak tetap.

Menaklukkan Pikiran kepada Firman

Apa yang kita pikir benar belum tentu benar di hadapan Tuhan. Hidup dengan asumsi akan membawa pada perjalanan yang berdarah-darah, capek, dan lelah. Pikiran, cara pandang, dan kehendak harus takluk sepenuhnya kepada firman Tuhan. Perlu memiliki persekutuan pribadi yang dalam dengan Tuhan agar tahu apa yang harus diputuskan sejalan dengan firman atau tidak.

Pikiran adalah Medan Peperangan

Pikiran adalah medan peperangan. Jika tidak bisa menaklukkan pikiran, kita akan dikendalikan oleh pikiran yang liar dan dianggap benar, yang pada akhirnya membawa pada masalah demi masalah. Hidup tidak akan menikmati kebahagiaan, kuasa Tuhan, dan damai sejahtera jika tidak bisa menaklukkan pikiran kepada Kristus. Buang semua pikiran negatif dan tetap pegang janji Tuhan.

Filipi dan Kolose

Di Filipi dikatakan, "Hendaklah pikiranmu berpikir yang baik, sedap didengar, patut dipuji." Di Kolose dikatakan, "Engkau harus berpikir pikiran yang di atas di mana Kristus ada, supaya pikiran kita sejalan dengan firman setiap hari." Ketika pikiran sejalan dengan firman, hidup akan menikmati anugerah dan kasih setia Tuhan.

Penutup dan Doa

Video diakhiri dengan doa, memohon agar firman Tuhan meresap dalam hati dan mengubah cara pandang. Doa juga dipanjatkan untuk kesembuhan dan pemulihan bagi yang sakit, serta berkat, proteksi, dan penjagaan dari Tuhan.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Hari ini kita akan lanjutkan kembali, kita akan belajar kebenaran firman Tuhan. Saya berdoa apa yang kita pelajari ini merubahkan pola pikir kita, [musik] cara pandang kita, dan ujungnya cara pikir kita ini sejalan dengan apa yang Tuhan mau dan apa yang Tuhan inginkan. Karena kekristenan kita ini harus menghasilkan [musik] buah. Ada dampaknya kalau hidup kita ini berjalan sesuai dengan ketetapan Tuhan, hidupmu [musik] itu berbeda dengan orang lain. Tapi kalau hidupmu pakai pola pikir dan cara pandang dunia, karaktermu tidak pernah berubah [musik] bahkan malah buruk sekalipun Bapak, Ibu rajin ibadah di gereja. Dan apa yang kita akan pelajari ini [musik] akan merubahkan pola pikir kita supaya sepikir, seya

0:48 sekata, seperti yang Tuhan mau. [musik] Karena setiap orang punya cara pandang masing-masing tentang menjalani hidupnya. Apa yang dianggap benarnya [musik] dilakukan, apa yang dianggap baik dilakukan. Padahal belum tentu sejalan, sekehendak seperti yang Tuhan mau. Kekristenan yang sejati adalah menaklukkan pikiran kita kepada Kristus sejalan, sepikir dengan [musik] apa yang Tuhan mau. Dan di ujungnya kita akan menjadi orang yang berkemenangan. Banyak orang hidup dengan [musik] asumsinya sendiri, dengan pikirannya sendiri, dengan pertimbangannya sendiri dan ujungnya malah tidak didapatin berkenan di hadapan Tuhan. [musik] Di Amsal 16 ayat yang kedua, segala jalan orang adalah [musik] bersih menurut pandangannya sendiri. Menurut

1:36 pandangan diri kita. [musik] Kita adalah orang yang paling benar, paling baik, paling suci, paling kudus, [musik] paling rendah hati. Itu menurut pandangan kita. Tapi kalau kita ini hanya fokus pada diri kita sendiri, kita akan menjadi orang yang antik, menjadi orang yang keras kepala, menjadi orang yang berlagu, menjadi orang yang paling benar sejagat raya. Padahal kalau dilihat dari kelakuan, sikap dan tindakannya, busuk, bejat, dan jahatnya bukan main. Perhatikan segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri. Bersih [musik] menurut pandangannya sendiri. Tetapi Tuhanlah yang menguji hati menurut [musik] pandangannya. Apa yang diperbuatnya benar, apa yang dikatakannya benar. Eh,

2:22 tidak tahunya melukain [musik] orang lain. Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau suami istri hidup dengan asumsi apa yang dipikirkannya yang dianggap benar, apa yang dikira-kira [musik] menurutnya benar dan ternyata melukai pasangannya. Ujungnya tidak akan menikmati surga di muka bumi di dalam pernikahan. Bapak, Ibu bisa bayangkan semua [musik] keputusan suami, semua pikirannya suami dipandang sendiri benar. Padahal yang dilakukannya berbanding terbalik dengan apa yang diterima oleh istrinya. Istrinya seringkiali dikecewakan atau suaminya seringkiali dilukai dan disakitin. Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau Bapak, Ibu hidup menurut cara pandangmu sendiri yang kamu anggap benar. [musik] Dan makanya Alkitab katakan, "Berubahlah

3:08 oleh pembaharuan budimu." Budi itu di mana? Di pikiranmu, [musik] di perasaanmu, di kehendakmu. Harus sejalan dengan firman. Kalau kita gak perbaharui budi kita, [musik] kita akan menjadi orang yang sombong. Dan kebanyakan orang sombong itu tidak sadar [musik] bahwa dirinya sombong. Tahu-tahu sudah jatuh. Apalagi kesombongan yang terucap. [musik] Kejatuhan yang paling cepat adalah kesombongan yang terucap. Dan banyak orang seringkiali orang itu sombong tanpa dia sadarin. Karena apa yang dianggapnya benar, apa yang dipikirkannya benar, apa yang dikatakan paling benar dan orang lain salah semuanya. Sukanya menghakimi, sukanya menuding, sukanya merendahkan, sukanya meninggikan dirinya luar biasa. Merasa

3:56 paling benar, merasa [musik] paling suci, merasa paling punya surga sendiri, merasa yang paling berkenan sendiri. Dan orang-orang seperti ini mudah sekali merendahkan [musik] bahkan mudah sekali menghakimi yang lain. Menganggap dirinya di atas rata-rata dan orang lain lebih rendah. Bapak Ibu bisa bayangkan kalau kamu hidup menurut cara pandangmu sendiri, hidup menurut pemikiranmu sendiri [musik] apapun yang kamu pikirkan, yang kamu anggap benar dan ternyata itu salah dan ujungnya [musik] tetap Tuhan yang menguji hatimu. Diujinya lewat apa? kejadian, lewat kenyataan [musik] lewat proses, lewat tekanan, lewat himpitan. Benar enggak? [musik] Membuktikan enggak bahwa jalan pikiran

4:41 dan keputusanmu itu benar? Banyak orang [musik] tidak sejalan dengan firman. Hanya dikuasain oleh pandangannya sendiri dan ujungnya pandangan itu salah. [musik] Sekarang coba lihat sekarang di Amsel 21 ayat yang kedua masih ngomong yang sama. Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri. [musik] Apapun yang dilakukan orang lain hanya ngikutin emosi dan hawa nafsunya, ngikutin keinginannya dan kehendaknya. Padahal Bapak, Ibu meski tahu kehendak itu [musik] adanya di jiwamu dan jiwa itu tidak suka dengan firman, tidak suka dengan Tuhan. Kamu Bapak, Ibu nak menaklukkan jiwamu, kamu ngikutin kehendakmu, kamu ngikutin pikiranmu, kamu ngikutin pandanganmu,

5:29 dan ujungnya [musik] pasti kebentur, ujungnya pasti ngadapin masalah dan tekanan. Berapa banyak di antara kita ketika ngadapin masalah, pandangan kita tidak fokus kepada apa di balik semua ini rencana Tuhan, apa yang harus aku kerjakan sesuai dengan kehendak Tuhan. Dan Bapak Ibu ambil keputusan ngikutin ego [musik] dan hawa nafsumu. Dan akhirnya ketemu masalah dan persoalan. Kita harus belajar menaklukkan hati kita, menaklukkan diri kita sepenuhnya. [musik] Sepenuhnya di hadapan Tuhan. Semakin kita taklukkan, semakin kita memiliki [musik] pola pikir yang diubahkan, cara pandang yang diubahkan. Di kitab Amzal diulang dua kali. Segala jalan orang

6:14 adalah bersih menurut pandangannya sendiri. [musik] Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri. Bapak, [musik] Ibu bisa bayangkan kalau kamu di sterego dan hawa nafsumu. Kamu memutuskan [musik] segala sesuatu karena amarah dan emosi, ujungnya akan menghancurkan. Karena kamu enggak menaklukkan dirimu pada Kristus dan kepada firman. Kita ini harus diperbaharui firman setiap hari. Firman yang kita baca, firman yang kita dengar itu memperbarui pola pikir kita dan ujungnya sejalan dengan Tuhan. Bapak, Ibu, coba lihat semua orang-orang yang ngomong di media sosial yang fokusnya pada dirinya sendiri, membanggakan dirinya sendiri, terlalu ego, [musik] terlalu sombong, terlalu angkuh, dan tanpa disadarin apa yang dilakukan, [musik] apa yang diucapkan itu melukai banyak

7:00 orang. Bapak, Ibu mesti sadarin bahwa kita dipanggil untuk jadi berkat, bukan untuk jadi batu sandungan. Bagaimana mungkin kalau kita ini menjadi orang yang tinggi hati, menjadi orang yang keras kepala, orang yang benar menurut maunya sendiri, kata orang Jawa, benar sak karepe dewe. [musik] Dan hidupmu tidak bisa ditegur dan dinasihatin [musik] menjadi orang yang keras kepala dapat dibayangkan dan ujungnya kehancuran. Dan sekarang kita akan lihat di Kejadian pasal yang ke-26. Apa yang kita pelajarin dari sini? Kita baca itu ceritanya Isak di negeri Filistin. Kita baca mulai ayat yang ketig. Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau. Sebab kepadamulah

7:47 dan kepada keturunanmu akan kuberikan seluruh negeri ini. Dan aku akan mendapat sumpah kepada yang kuikrarkan kepada Abraham ayahmu. Aku akan membuat keturunanmu seperti bintang di langit dan aku memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri [musik] dan keturunan semua bangsa di muka bumi. Sekarang kita akan lompat di ayat yang ketujuhnya. Ketika orang-orang di tempat [musik] itu bertanya tentang istrinya, si Isak ini punya [musik] istri dan istrinya itu di negeri orang Filistin ini apa yang terjadi? Ketika orang-orang di tempat itu bertanya tentang nek istrinya, berkatalah ia, "Dia saudaraku." [musik] Sebab ia takut mengatakan, "Iya istriku karena pikirnya,

8:33 jangan-jangan [musik] aku dibunuh oleh penduduk tempat ini." Karena Ribka, sebab elok parasnya. Dia hidup dengan asumsinya sendiri. Isak [musik] hidup dengan asumsinya sendiri. Dia tidak melihat janji Tuhan bahwa Tuhan di ayat sebelumnya memberkati, Tuhan melindungi, Tuhan menyertai dan Tuhan akan memimpin perjalanannya. [musik] di ayat yang ketiganya. Coba kita balik lagi ke ayat yang ketiga. Tinggallah di negeri itu seorang asing, maka aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau. Dan banyak sekali kalau Tuhan menyertai, kalau Tuhan memberkati harusnya dipercaya loh. Harusnya dia jujur ngomong bahwa [musik] Ribka adalah

9:20 istrinya bukan saudaranya. Dan kara-kara ini menyebabkan apa yang terjadi di ayat yang ke-elannya. Setelah beberapa lama ia ada di sana, pada suatu kali menjenguklah Abi Melek, Raja orang Filistin itu [musik] dari jendela. Maka dilihatnya Isak sedang berjumbu-cumbuhan dengan Ribka istrinya. Perhatikan. [musik] Lalu Abimelek memanggil Isak dan berkata, "Sesungguhnya dia istrimu, masakan engkau berkata dia saudaraku." Jawab Isak kepadanya, "Karena pikirku jangan-jangan aku mati karena dia." Padahal janji Tuhan dia diberkati, [musik] dia disertai, dia dijagain Tuhan untuk menggenapi apa yang Tuhan janjikan

10:07 kepada Abraham, ayahnya. Tetapi Isak punya pola [musik] pikir sendiri dan dia berasumsi, "Kalau saya ngomong dia istriku, aku jangan-jangan [musik] dibunuh ini istriku akan diambil." Tapi di ayat yang ke-10nya Abimelek berkata, "Apa [musik] apakah juga yang telah kau perbuat ini terhadap kami? Mudah sekali terjadi salah seorang dari bangsa ini tidur dengan [musik] istrimu sehingga dengan demikian mendatangkan kesalahan atas kami. Ujungnya akan mendatangkan murka Tuhan. Tetapi pola pikirnya Isak tetap kalau saya [musik] akuin dia istriku nanti aku dibunuh dan istriku diambil. Dan itu tidak benar menurut firman [musik] Tuhan. Dan ternyata Tuhan kasih

10:55 pengertian. Dalam hal ini kita harus sadar [musik] diri. Jangan hidup dengan asumsimu sendiri. Kalau Tuhan berjanji, Dia akan [musik] pasti menapatinya. Dia tidak akan meninggalkan kita. Jalan terus sama Tuhan, dengar firman Tuhan dan hidup firman Tuhan. dibutuhkan [musik] kematian daging, dibutuhkan penyerahan diri kita sepenuhnya di hadapan Tuhan. Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau keputusan ini dia diambil salah dan ujungnya akan menghancurkan banyak orang. Bapak, Ibu, kalau engkau hidup dengan asumsimu sendiri akan membuat kacau orang lain. Tidak hanya dirimu, tapi orang lain juga akan kacau menanggung akibatnya. Berapa banyak dari

11:40 kita hidup karena [musik] asumsi dan pikiran kita sendiri. kita sudah memikirkan ketakutan dan lain sebagainya dan ternyata realitanya tidak terjadi. Kadang kita memikirkan hal yang buruk tentang orang lain atau tentang pasangan hidup kita. Padahal itu masih di pikiran kita. Realitanya belum tentu benar. Kita menebak, kita [musik] memikirkan, kita seakan-akan benar-benar beranggapan bahwa yang kita terima itu adalah sebuah kebenaran dan ternyata itu bukan kebenaran. Karena tidak ada buktinya ya kita [musik] yang kita terima adalah kebenaran dan kebenaran itu adalah janji Tuhan bukan asumsi kita sendiri. Bapak Ibu kalau engkau hidup dengan asumsi kamu akan repot sekali [musik] pasti

12:26 cepat atau lambat akan jatuh ke dalam banyak pencobaan [musik] seperti apa yang dilakukan Isak. Sekarang kita lihat lagi di 1 Samuel pasal yang ke-13. Ini contoh orang yang kedua kali bikin trouble ini. Di ayat yang kelimanya kita lompat di ayat yang kelimanya ini judulnya ketidak [musik] taatan Saul waktu orang Filistin datang menyerang. Di ayat yang kelimanya kita mulai ya. Adapun orang [musik] Filistin telah berkumpul untuk berperang melawan orang Israel dengan 3.000 kereta, 6.000 orang pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki sebanyak pasir di tepi laut. Mereka bergerak maju [musik] dan berkemah di Mikmas di sebelah timur Betawen. Ketika dilihat orang-orang Israel bahwa mereka terjepit, [musik]

13:12 perhatikan. Ketika dilihat orang-orang Israel bahwa mereka terjepit, [musik] sebab rakyat memang terdesak, maka larilah rakyat bersembunyi [musik] di gua keluk batu, bukit batu, liang batu, dan perigi. Malah ada orang Ibrani yang menyeberangi arungan sungai Yordan menuju tanah Gat dan Gileat. Sedang Saul masih digilgal [musik] dan seluruh rakyat mengikutinya dengan gemetar. Ia menunggu 7 hari lamanya sampai waktu yang [musik] ditentukan Samuel. Tetapi ketika Samuel tidak datang ke Gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan Dia. [musik] Sebab itu Saul berkata, "Bawalah kepadaku korban bakaran dan korban

13:57 keselamatan." Lalu ia mempersembahkan korban bakaran. Baru saja habis mempersembahkan korban bakaran, maka tampaklah Samuel datang. Saul pergi menyongsongnya untuk memberi salam kepadanya. Tapi kata Samuel, "Apa yang telah kau perbuat?" Jawab Saul, [musik] "Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan. Padahal orang Filistin berkumpul [musik] di Miksmas." Perhatikan ini ayat yang ke-12-nya garis bawah ya ini. Maka pikirku sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal. Padahal aku belum memohon belas kasihan Tuhan, sebab aku memberanikan diri lalu mempersembahkan korban [musik] bakaran. Padahal Nabi Samuel berkata, "Tunggu

14:44 aku." Tetapi Saul sudah melihat rakyat terdesak [musik] dan dia persembahkan korban karena dia pikirnya, "Aku [musik] ini belum berdoa. Kalau sebentar lagi orang-orang Filistin menyerang, pasti kalah ini. Tuhan enggak akan tolong ini." Dan dia lakukan apa yang menjadi kebenarannya sendiri. Padahal itu tidak berkenan. Dan apa yang terjadi di ayat yang ke-13-nya? Kata Samuel kepada Saul, "Perbuatanmu itu bodoh. Engkau telah engkau tidak mengikuti [musik] perintah Tuhan Allah-mu yang diperintahkannya kepadamu. Sebab sedihannya Tuhan mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya. Tetapi [musik] sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. Tuhan telah memilih seorang yang berkenan di hatinya dan Tuhan telah

15:29 menunjuk dia menjadi raja atas umatnya. Karena engkau tidak mengikuti [musik] apa yang diperintahkan Tuhan kepadamu. Saul [musik] memang kalau dilihat-lihat punya alasan ini orang Filistin sudah ngejar-ngejar nih. Rakyatnya juga dijerit-jerit dan ketakutan dan gemetar. Udah, udah kata orang Jawa sudah greweli itu [musik] sudah lututnya goncang karena takut dihabisin orang Filistin. [musik] Padahal Samuel ngomong, "Tunggu aku baru kita persembahkan korban." Dan dia gak sabar. [musik] Dan apa yang terjadi? Dia lakukan yang bukan menjadi bagiannya. Karena yang dipikirnya [musik] itu benar dan ujungnya fatal sekali.

16:15 [musik] Tahta diambil dari keturunan Saul dan Saul sendiri. [musik] Dan ujungnya mati mengerikan. Saul bunuh diri. Bapak, Ibu bisa bayangkan kadang apa yang kita [musik] pikir benar belum tentu benar di hadapan Tuhan. Kalau Bapak, Ibu hidup [musik] dengan asumsi kamu akan ketemu perjalanan yang berdarah-darah, capek, [musik] dan lelah. Pikiranmu harus ditaklukkan kepada firman. Cara pandangmu, kehendakmu harus [musik] takluk sepenuhnya kepada firman. Makanya perlu diperbaharui Bapak, Ibu meskipan, pribadi dengan Tuhan, memiliki kedalaman dengan Tuhan [musik] sehingga Bapak, Ibu tahu dan sadar apa yang harus diputuskan sejalan dengan

17:02 firman apa tidak. [musik] Patokan kita adalah firman Tuhan. Ketika firman itu berkata dan Tuhan berjanji [musik] dia Allah yang pasti akan genapi. Tapi Bapak Ibu bisa bayangkan hidupmu. Kamu hidup dengan [musik] pola pikirmu dan cara pandangmu yang kamu anggap benar dan ujungnya akan ngalami trouble. [musik] Berapa banyak di antara kita, kita seringki memikirkan orang lain akan melakukan ini dan [musik] itu. Itu hanya di pikiran kita dan realitanya orang itu tidak melakukan apa-apa. Kalau pikiranmu yang ngontrol dan mengendalikan, [musik] kamu akan ketemu trouble terus-terusan. Kalau kehendakmu yang nyetir hidupmu, kau enggak taklukkan, kok enggak pikul salib sangkal diri dan mati daging, kamu

17:48 akan ketemu [musik] masalah. Karena cara pandang kita harus selaras dengan firman. [musik] Pola pikir kita harus sejalan dengan firman. Jangan hidup karena asumsi. Sebab asumsi adalah cara pandang kita sendiri. Dugaan yang belum terbukti. Dasarnya asumsi [musik] itu tidak ada landasannya dan ujungnya hanya berdasarkan opini [musik] kita. Dan ujungnya membuat potensi kesalahan yang lebih besar [musik] dan ketemu trouble. Menaklukkan sepenuhnya kehendak Kristus. [musik] Makanya di Filipi dikatakan, "Jadi hendaklah pikiranmu berpikir [musik]

18:34 yang baik, sedap didengar, patut dipuji." Di Kolose dikatakan, "Enggau harus berpikir pikiran yang di atas di mana Kristus ada, supaya pikiran [musik] kita sejalan dengan firman setiap hari." Ketika pikiranmu sejalan dengan firman, engkau akan enjoy dan bahagia. [musik] Hidupmu akan menikmati anugerah dan kasih setia Tuhan. Semua pikiran buruk, pikiran jahat tentang siapapun. Bapak, Ibu mesti taklukkan. [musik] Ketika engkau melihat pasangan hidupmu menyebalkan, [musik] kelakuannya buruk, jelek, dan jahat. Jangan berpikir, [musik] jangan dinilai dengan pikiranmu sendiri. Lebih baik perkatakan janji Tuhan apa yang Tuhan mau kerjakan [musik] atas hidup suamimu atau hidup dengan hidup orang lain daripada mulutmu

19:19 kamu pakai untuk ngomong yang busuk, jelek dan [musik] jahat dan itu gak berkenan di hadapan Tuhan dan ujungnya akan membuat kekacauan dan demi kekacauan. Saya berdoa Bapak Ibu, apa yang kita pelajari hari ini akan merubahkan [musik] cara pandangmu. Hidupmu semakin diubahkan menjadi serupa, sejalan dengan Kristus [musik] dan hidup menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. Hidupmu akan bahagia kalau engkau bisa menaklukkan [musik] pikiranmu kepada Kristus. Sebab pikiran kita ini adalah medan peperangan. Kalau Bapak, Ibu enggak bisa taklukkan pikiranmu [musik] kan mengendalikan. Kalau pikiranmu enggak kamu bisa tundukkan [musik] kamu akan ditundukkan dengan pikiranmu yang liar yang kamu anggap benar dan itu akan memimpin ujungnya [musik] kepada masalah demi masalah. Hidup di bumi engkau tidak akan

20:04 menikmati kebahagiaan kau tidak menikmati kuasa Tuhan dan hidupmu [musik] tidak akan menikmati damai sejahtera yang Tuhan berikan. Enjoy. Jalanin jalan sama Tuhan. Taklukkan [musik] pikiranmu kepada Kristus. Buang semua pikiran negatif di dalam pikiran saya. [musik] Saya buang semua pikiran negatif sekalipun realitanya bertolak belakang dengan janji Tuhan, tapi saya tetap pegang janji Tuhan [musik] dan ujungnya janji Tuhan itu akan digenapi dalam hidup saya. Bapak, Ibu, kalau hidupmu selama ini berpikiran buruk [musik] terus, ada hal yang harus diperbaharui. Jangan hidup karena asumsimu. [musik] Ujungnya kamu akan ketemu masalah. Karena asumsi akan membuat [musik] dirimu berpotensi melakukan banyak

20:50 trouel. Karena asumsi itu [musik] hanya angan-angan pikiran kebenaran yang dipikirkan. Mula dengan [musik] cara pikir kita sendiri yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Amin. Taklukkan pikiranmu [musik] kepada Kristus dan kau akan melihat apa yang Tuhan janjikan baik dalam hidupmu. Amin. Tutup matamu, tutup Alkitabmu. Kita berdoa. Bapa, terima kasih buat firman-Mu. Kami matraikan dengan darahlah, domba Allah. Firman ini nempel dalam hati kami berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan [musik] menjadi kehidupan. Dan mau berdoa setiap orang yang mendengar firman ini dijamah, dipulihkan, diubahkan Tuhan dalam nama Yesus, dalam [musik] anugerah kasih setia-Mu, Kau berkatin kami, proteksi dan jaga dan lindungin kami. Terima kasih. Ya Tuhan, [musik] untuk orang yang sakit dan mengalami

21:37 kelemahan tubuh mau berdoa untuk bilur Yesus [musik] darah Yesus jadilah engkau tahir, jadilah engkau pulih. Jadilah engkau sehat seperti sediakala dalam [musik] nama Yesus. Haleluya. Amen. And God bless you. [musik] Jesus name. [musik] Jesus name. Jesus. Jesus. [musik] Ibu ini sesangerima [musik] semakin semakin semakin

22:23 [musik] saya lihat dalam mimpi ketika saya berdoa ada urapan [musik] buat kuasanya [musik] Jesus tenang down tahan dengan hadirat Tuhan ya. Iya. Masih enggak tahan dengan hadirat Tuhan kuasa Jesus semakin [musik] mengalami Jesus. Biar [musik] tuan now [musik]

23:10 Jesus name Jesus Jesus [musik] saya lihat dalam mimpi ketika saya [musik] Sini sini now. Angkat [musik]

23:58 belakangnya ya. [musik] Buka tanganmu, Pak. Kuat urapan ya. Go. Urapan hari ini powerful sekali. Urapan Tuhan turun ya. Go Jesus. Maju sini sini. Gua enggak tahan hadirat Tuhan ya. Buka tanganmu, Pak. Dua-dua. Jesus name receive the urapan itu turun.

24:44 Go Jesus. He, Pak, Bu, Pak. Sini, sini, sini. Jamah, Ibu ya. Go. Urapan itu turun. Risip Bapak nikmati hadirat itu Tuhan. Turun. Go, go, go. Jesus name. Jesus name. Jesus name. Bapak enggak akan tahan dengan hadirat itu. Bapak tidak akan tahan dengan hadirat itu. Dalam nama Yesus urapan-Mu Jesus [musik] name. Buka tangan. Tuhan jamah. Urapan itu turun. Memenuhi. Memenuhi. Go go go go. Bu Titik sini Bu Titik. [musik] Saya mau doain Bu Titik. Cik Sien maju ke depan. Saya mau doain

25:31 Cik Sien. Tuhan lihat hatinya haus dan lapar dengan hadiratMu. Penuhi dengan hadiratMu. Go now. Risip rezip Buulan Lani. Saya mau doain Bu Lani. Sik si ya. Sini. Tuhan jamah ibu. Tuhan jamah. Tuhan jamah ibu. Nah risik yang di ibu ibu baju hitam. Breat upon me. Breat upon me breath of God.

26:17 Tuhan jamah ibu ini. Jamah dalam hadiratMu. Penuhi Dia sekarang. Sekarang. sekarang. Nah, Jesus name. Jesus name. [musik] Nar [musik] [musik]

27:06 ini [musik] kami [musik] mengasihi-Mu. Kami [musik] mencintai-Mu Tuhan. Roh Kudus, [musik] [musik] Roh

27:52 Kudus. [musik] sembah dia. [musik]

28:39 Angkat suaramu, nyanyikan masmu. [musik] Tinggikan raja di atas segala raja Allah yang perkasa. Oh. [musik] Oh, [musik] we worship you. We [musik] adore you. We adore you. [musik]

29:31 Mia [musik] We love you. We praise you. [musik] We love you. We praise you. We praise you. We praise you. Dari [musik] hati kami keluar nyanyian yang mengasihi-Mu. [musik] Dari hati kami.

30:21 Kami naikkan mazmur [musik] yang meninggikan nama-Mu, [musik] Tuhan. Tuhan, [musik] kami mencintai-Mu Tuhan. [musik] Kami mengasih-Mu. [musik]

31:27 Kau saja yang suci. [musik] [musik] Kau saja yang layak. Kau [musik] layak terima glori. [musik] Yesus kau Tuhan. [musik] [musik] Kau saja yang suci. [musik] Kau saja yang layak.

32:14 [musik] Kau layah [musik] terima glor hanya kau [musik] Tuhan. Terima kasih Roh Kudus. Terima [musik] kasih [musik] kami [musik] mengasihi-Mu Tuhan. [musik] Sungguh hati kami mencintai Engkau lebih dari apun juga.

33:02 Tapi dalam kedagingan kami, [musik] kami sering melakukan hal yang menyakiti, yang bertolak belakang dengan kehendak-Mu. [musik] Berikan kemampuan kami setiap hari untuk berjalan dalam kesucian [musik] dan kekudusan. [musik] Kami tidak mampu berjalan tanpa Engkau Roh Kudus. Pegang tangan kami, pegang hati kami. [musik] Lihat sampai kedalaman batin kami. Kami mencintai Tuhan. Kami mengasihi [musik] Engkau. Kami pengin berkemenangan [musik] setiap hari.

33:48 Dapatin kami menjadi orang kesayangan-Mu. [musik] Terima kasih. Terima kasih. [musik] Kami mau belajar apa yang kau mau Tuhan. Terima [musik] kasih dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Amin. [musik] Menikmati [musik] hadirat Tuhan, merasakan Tuhan datang. [musik] Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube