0:00 Nah, kalau Bapak, Ibu sedang di dalam masa sulsah, apa yang bisa kita lakukan? Melangkah aja. Ketika langkah mulai, di situ Tuhan bisa membuka pintu. >> Tapi lihat gadis ini, dia ngalamin waktu dia ditawan, dia kasih tahu jalan buat tuannya supaya sembuh. Shalom semuanya. >> Shalom. >> Bolehkah saya bertanya, adakah di antara Bapak Ibu yang hadir di ibadah raya yang pertama? Boleh angkat tangan. Oh, lumayan banyak.
0:46 Ibadah yang kedua. Oke, ibadah satu dan dua. Waduh, tetap semangat ya. Amin. Kalau Anda mendengar dari ibadah yang pertama, Saudara, tadi saya sharing sebagai ringkasan hari ini, ya. Bagi yang gak hadir. Ibadah pertama saya membahas tentang bagaimana kita harus bersikap di dalam masa krisis. Intinya di ibadah pertama kita harus tetap melakukan sesuatu yang bisa kita lakukan. Karena seringki masa krisis lagi susah kita menganggap kita gak usah melakukan apa-apa kecuali berpasrah dan menunggu
1:34 jalan. Jadi saya percaya orang di masa krisis tuh kalau menunggu mukjizat ya Bapak Ibu itu pernah lihat enggak pintu-pintu yang di mall atau di hotel? Kadang-kadang pintu itu baru buka ketika kapan, Saudara? Kita jalan cukup dekat baru pintu itu buka. Betul, ya? Nah, kalau Bapak Ibu sedang di dalam masa sulsah, apa yang bisa kita lakukan? Melangkah aja. Ketika langkah mulai, di situ Tuhan bisa membuka pintu. >> Nah, kebanyakan kan kita enggak mau melangkah karena kita merasa enggak bisa membuat apa-apa. itu di ibadah pertama. Nah, di ibadah yang kedua itu enggak direkam, enggak
2:21 dimasukkan YouTube lebih tepatnya. Saya berbicara tentang favor Tuhan. Kalau favor itu bicara tentang anugerah Tuhan buat kita sehingga ke mana kita berjalan, kita ini beroleh kemudahan, kemurahan. Saudara, hidup ini susah. Kita butuh yang namanya kemudahan dari Tuhan. Kita butuh Tuhan ikut campur tangan. Nah, di ibadah yang ketiga saya akan berbicara tentang topik yang lain lagi, tetapi masih bersambungan dengan doa permohonan meminta mukjizat. Siapa di antara Bapak
3:08 Ibu yang sekarang sedang menunggu mukjizat? Banyak. Siapa yang sedang menunggu jawaban doa? Oke, Anda mau melihat mukjizat? >> Mari kita buka dua Raja-raja pasal yang kelima. Jadi, tadi kita sempat membaca dua raja-raja pasal 6 dan pasal 7. Sekarang kita akan membaca dua raja-raja pasal yang kelima. Tetangganya ya, Saudara ya. Dua Raja-Raja pasal yang keima kita akan melihat judulnya Naaman
3:53 disembuhkan. Saya percaya Bapak Ibu sudah pernah dengar cerita ini ya. Tapi hari ini saya enggak mau bicara tentang Naaman. Saya mau bicara tentang orang yang lain dalam ceritanya Naaman. Kita akan baca dari ayat pertama. Naaman panglima raja Aram. adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi. Sebab oleh dia Tuhan telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu seorang pahlawan tentara sakit kusta. Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi
4:39 pelayan pada istri Naaman. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya, "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya." Sampai sekian. Saya mau cerita bukan tentang Naaman. Saya mau cerita tentang seorang gadis yang tidak pernah kita tahu namanya sampai hari ini. Jadi, saya juga enggak tahu namanya. Tapi yang menarik, Saudara, Alkitab menuliskan gadis ini mengalami nasib yang cukup enggak enak. Kenapa? Masih remaja, nyantai-nyantai.
5:25 Tiba-tiba dia termasuk orang-orang yang diculik dan ditawan oleh musuh. Bayangkan seorang remaja masa-masa masih senang-senang ya toh. Dia diambil ditawan menjadi pelayan dari istri Naaman Aman. Seenak-enaknya pelayan tetap lebih enak menjadi orang bebas dan merdeka. Jadi saya percaya gadis ini mengalami sesuatu yang buat dia bukan sesuatu yang menyenangkan. Tapi yang saya kagum, yang saya kagum Bapak Ibu, coba Bapak, Ibu tempatkan posisi seperti gadis ini. Anda ditawan musuh lalu dijadikan pembantu.
6:13 Alkitab tidak pernah menceritakan, bisa aja gadis ini anak keluarga yang cukup terhormat. Bisa saja gadis ini anak keluarga yang cukup berada, tahu-tahu harus ditawan. jadi pembantu. Tapi yang saya kagum, lihat apa yang dilakukan gadis ini. Lihat ketika dia tahu suami dari nyonyanya sakit kusta, banyak dari kita belum tentu bakalan melakukan yang dia lakukan. Karena apa? Kalau tuannya sakit kusta, kan gak tersembuhkan. bahkan bikin mati. Bukankah itu tanda
7:01 baik? Baik untuk apa? Untuk dia segera bebas. Kalau saya jadi pembantunya, saya jadi gadis ini, belum tentu saya mau kasih tahu bahwa di Samaria ada nabi Elisa yang sangat sakti. Di Samaria ada nabi yang tidak kalah sama dokter, yang diurapi Tuhan, yang dikasih dengan karunia kesembuhan. Tapi lihat gadis ini dia ngalamin waktu dia ditawan, dia kasih tahu jalan buat tuannya supaya sembuh. Ini yang menurut saya, saya mau akhiri ibadah yang hari ini dengan tema ini. Banyak dari kita menunggu mukjizat
7:49 Tuhan. Banyak dari kita menunggu terobosan. Saudara, kalau Anda ikut di kebaktian yang kedua, saya melihat reaksi teman-teman yang kebaktian kedua semangat karena khotbahnya memang menyenangkan ya, Pak ya. Khotbah tentang favor menyenangkan kan, Bu? Betul ya? Bagaimana nak menyenangkan? Saya cerita, saya nganggur-nganggur ditawari orang dibelikan rumah di Jepang. Menyenangkan kan dengan cerita begini? Coba kalau Bapak Ibu saya ceritain tentang penderitaan, Bu, saya sendiri sedang susah. Tapi kalau mendengar, wah keren ya. Belum saya cerita mukjizat-mukjizat yang
8:34 lain. Bagaimana Tuhan menyediakan duit buat saya, bagaimana Tuhan memberikan mukjizat finansial, bagaimana saya tepat waktu mau bayar uang sekolah, anak gak punya duit. Tiba-tiba Tuhan bisa gerakkan seseorang yang jauh di luar sana dan dia berkata, "Saya tiba-tiba gak bisa tidur. Terbayang wajah ibu Rut. Saya langsung disuruh Tuhan kirimkan duit." Cerita begini menyenangkan. Setuju ya? Saya juga senang kok. Anda kepengin mukjizat-mukjizat karya Tuhan yang dahsyat terjadi dalam hidup saudara. Tapi dengarkan baik-baik. Tadi di kebaktian yang dua dua saya bicara tentang favor. Favor itu mukjizat
9:20 bahasa sederhananya. Favor itu sesuatu yang gak masuk akal yang sebetulnya secara logika gak mungkin. Orang lain sekarang jual properti susah, tapi seorang agen properti jual propertinya laris sampai jadi rebutan. Itu favor. Menyenangkan khotbah seperti itu dan menyenangkan lagi kalau saya kasih tahu resepnya, tips-tipsnya bagaimana bisa mengalami itu. Saya mau mengulang tipsnya. Buka Mazmur 5 ayat 13. Ini enggak boleh dilupakan. Anda mau lihat mukjizat? Tadi pagi ada seorang kenalan datang sekeluarga berlima. Suami istri dan tiga anak. Mereka memeluk saya.
10:07 Wajahnya begitu ceria. Mereka happy banget. Mereka datang dari Serpong bela-belain datang jam 10. Tadi pagi mereka rangkul saya erat-erat terharu. Kenapa, Saudara? Karena mereka mengalami pemuliaan dan luar biasa terobosan dari Tuhan. Mereka gak akan keberatan. Saya cerita singkatnya suaminya sudah lama sekali enggak dapat pekerjaan. Sampai akhirnya penopang hidup keluarga cuman istrinya yang menerima orderan masak kue dan dia bilang, "Bagaimana anak-anak tiga lagi anaknya enggak bisa bayar uang sekolah, Pak." Kemudian mereka waktu itu
10:55 terancam harus keluar dari tempat di mana mereka sewa rumah. Cerita gini sering kan Anda dengar? Nah. Saudara, mereka datang menemui saya pas saya pelayanan di daerah BSD. Mereka berdua nangis. Sumpek sekali mukanya lecek. Tapi kalau ada teman-teman yang tahu tadi pagi jam 10. Mereka datang, Anda lihat mereka berlima pokoknya ramai-ramai mereka wajahnya wah lebar sekali. Wajah orang pemulian. Makanya saya melihat kalau dari sini wajah Anda enggak lebar. Itu tanda tekanan. Coba lihat sebelahnya. Wajah pemulian
11:40 atau wajah tekanan, Saudara? >> Pemulian atau penganiayaan? Coba dilihat wajah yang dianiaya atau wajah dipulihkan, Saudara, ya. Amin.