0:00 Kenalin tiga orang yang selalu jadi mimpi buruk para pembohong, Philip Houston, Michael Floyd, dan Susan Carnisero. Selama lebih dari 25 tahun, mereka bertugas di CIA buat satu hal yang sangat penting, mendeteksi kebohongan. Mereka bukan agen biasa. Mereka yang interogasi informan asing mata-mata sampai tersangka teroris kelas berat. Bukan cuma karena pengalaman, tapi karena metode mereka terbukti sangat ampuh. Tanpa alat canggih, tingkat akurasi mereka buat mendeteksi kebohongan bisa tembus 90%. Nah, di tahun 1996, CIA akhirnya ngebolehin metode ini
0:45 dibocorin ke publik. Banyak lembaga yang merasakan ilmunya mulai dari kepolisian, universitas sampai perusahaan investasi Wall Street. Tenang aja, kamu juga bisa belajar teknik ini karena Phil, Michael, dan Susan nulis semua rahasianya di buku yang berjudul Spider. Para mantan anggota CIA menunjukkan Anda cara mendeteksi kebohongan. Mungkin selama ini kamu bingung, bos saya beneran mau kasih promosi atau cuma php sih? Pacarku beneran pergi sama teman atau ada agenda lain ya? Atau apa benar anakku enggak nyontek pas ujian tadi. Setelah nonton video ini, kamu bakal tahu jawabannya. Selamat datang di layar kertas. Dan video ini akan membahas empat jurus jitu anti pembohong ala CIA
1:33 dari buku Spider. Jangan lupa nonton sampai habis ya. Dijamin cara berpikirmu tidak akan sama lagi. Teknik pertama, rule of three. Ada salah kaprah yang banyak orang percaya. Katanya kalau orang bohong pasti jadi gugup atau enggak berani tatap mata. Nyatanya justru banyak pembohong kelas kakap yang kelihatannya santai banget. Yang sering malah orang jujur yang kelihatan gugup. Karena itu CIA pakai pendekatan lain, rule of three atau clustering. Intinya jangan cuma lihat satu tanda. Cari tiga tanda aneh yang muncul dalam waktu 5 detik setelah kamu kasih pertanyaan.
2:18 Kalau nemu tiga sinyal ini, kamu baru boleh curiga. Contoh nyata. Di tahun 2003, CIA nginterogasi ilmuwan yang dicurigai terlibat program senjata kimia. Pas ditanya dia langsung ngeles bilang, "Kenapa saya dituduh? Tanda pertama." Lalu ketawa canggung dua tanda, terus ganti topik ngebahas program kesehatan, tiga tanda. Setelah lihat tiga tanda ini, Cia pun cari tahu lebih dalam. Dan ternyata benar, dia terlibat dalam pembuatan senjata biologis. Kamu tentu bisa pakai teknik ini. Contoh, kamu mau tahu siapa yang ngambil es krimmu di kulkas? Tersaka
3:03 pertama adalah adikmu. Untuk tahu dia jujur atau enggak, cukup kasih pertanyaan yang to the point. "Dek, kamu makan es krimku yang ada di kulkas, ya?" Adikmu jawab, "Enggak kok." Dia jawabannya sambil ketawa. Mencurigakan sih, tapi kamu ingat ini cuma satu tanda dan adikmu orangnya emang cengengesan. Sekarang kamu ke tersangka kedua. Kakakmu. Pertanyaannya masih sama. Kakak tadi ngambil es krimku ya? Bukannya jawab, kakakmu malah sensi dan nanya balik, "Loh loh, loh. Kok aku yang dituduh?" Pas jawab, tangannya enggak bisa diam mainin rambutnya. Setelah itu dia malah ngalihin topik dan bilang, "Besok kamu ada ujian, kok enggak
3:50 belajar?" Satu tanda berbanding dengan tiga. Dari ini sudah terlihat kalau kakakmulah yang bohong. Tapi karena butuh bukti, kamu pun bertanya ke ibu. "Dan benar saja, kakakmulah pelakunya. Kalau cuma satu sinyal, mungkin dia gugup. Tapi ketika banyak sinyal yang muncul sekaligus, di situlah kamu harus waspada. Kedua, emosi adalah kunci. Orang jujur emosinya sinkron sama apa yang diucapin. Orang bohong kadang emosinya telat atau malah enggak muncul sama sekali. Misal, ada orang ngaku sedih tapi ekspresinya datar kayak tembok atau dia baru kelihatan emosional
4:35 beberapa detik setelah ngomong. Berdasarkan riset Phil dan rekannya, emosi yang tulus munculnya itu spontan. Tapi kalau emosinya palsu, butuh waktu untuk aktif. Teknik ini paling seri si A pakai untuk mencium kebohongan dari tersangka yang pura-pura tidak bersalah. CIA pernah interogasi pemuda yang dicurigai terlibat pengeboman di Pakistan. Pas ditanya, ia langsung ngebantah, tapi mukanya flat. Baru beberapa detik kemudian dia pura-pura sedih buat CIA ini alarm besar. Dan benar aja dia ternyata salah satu pelakunya. Kamu bisa pakai teknik ini buat tahu perasaan asli pacarmu. Contoh
5:20 nih, kamu lupa hari anniversary. Terus kamu nanya ke pacarmu, kamu beneran enggak marah? Dia jawab, "Enggak kok, tapi mukanya ketat kayak pintu berangkas." Baru beberapa detik kemudian dia keluarin senyumannya. Itu pun kelihatan maksa. Nah, itu tandanya kamu harus segera cari cara buat minta maaf sebelum perang dunia ketiga pecah. Teknik yang simpel tapi seringkiali dilupakan. Kebohongan bukan soal kata-kata yang keluar, tapi emosi yang enggak bisa dipalsuin. Teori ketiga, teori jangkar. Selama puluhan tahun berada dalam ruang interogasi, Phil, Michael, dan Susan nemuin satu pola yang sama di
6:07 orang-orang yang suka bohong. Mereka selalu kasih jawaban yang terlalu detail, padahal enggak diminta. CIA menyebut mereka si jangkar. Selayaknya jangkar yang berfungsi sebagai pemberat, pembohong suka pakai cerita enggak nyambung supaya jawaban mereka terasa nyata. Kalau kata Phil Houston, semakin panjang ceritanya, semakin besar kemungkinan itu dibuat-buat. Teori Jangkar terbukti ampuh pase berhasil nangkap seorang mata-mata di Eropa. Awalnya agensi cuma kasih pertanyaan simpel ke si terduga mata-mata. Malam itu kamu ngapain? Terus si mata-mata jawabnya, "Saya makan jam 0.15." Bikin spaghetti homemade pakai saus tomat merek Barilla,
6:52 terus nonton dokumenter BBC tentang Gunung Api. Sekilas kedengarannya kayak jawaban bagus. Tapi kalau kamu cermati lagi, ada banyak detail yang enggak relevan seperti spaghetti homemade, merek saus tomat, dan judul tontonannya. Dari sinilah kemudian kebohongannya terungkap. Setelah dengar ini, sekarang kamu mungkin sadar punya kenalan atau pernah ketemu sama orang modelan jangkar ini. Tipikal orang yang kalau ditanya kenapa enggak jadi ketongkrongan kemarin? Jawabnya malah panjang lebar. Kayak gua enggak datang soalnya habis hujan. Terus ban mobil gua yang emang belum diganti 5 tahun itu bocor. Makanya gua langsung mampir ke bengkel. Nah, karena gua lapar akhirnya gua beli roti di sebelahnya. Nah, di
7:37 situ gua ketemu teman SMA yang udah lama banget enggak ngobrol. Ya udah, akhirnya gua nyangkut di situ lama. Kalau sebelumnya kamu iya-iya aja, sekarang kamu jadi tahu kalau dia itu bisa aja bohong. Kebohongan sering datang dengan narasi yang rapi dan kaya warna. Tapi justru karena terlalu rapi jatuhnya malah mencurigakan. Terakhir, teknik keempat, strategic silence. Dalam dunia interogasi, diam adalah senjata yang ampuh. Secara psikologi, manusia benci keheningan. Kita punya refleks untuk bicara agar memecah keheningan. Dalam keadaan normal saja, refleks ini akan muncul. Apalagi kalau orang sedang bohong. Mereka ngerasa
8:24 enggak nyaman sama keheningan dan bakal berusaha terus ngomong buat nutup rasa bersalahnya. Pengalaman Phil Houston dan kedua rekannya nunjukin kalau kebanyakan pembohong gak akan bisa diam. Mereka takut diam karena merasa mereka harus terus meyakinkan orang yang lagi nginterogasi. CIA kemudian menggunakan diam sebagai tekanan psikologis. Mereka menyebut teknik ini strategic silence. CIA pernah sukses pakai teknik ini di operasi besar rendition program di awal tahun 2000-an. Mereka tangkap satu tersangka di Pakistan. Tersangka itu awalnya ngeyel bilang, "Saya gak tahu apa-apa." Agen CIA diam aja. Enggak ada yang reaksi, enggak ada yang nyatat.
9:11 Suasana hening lumayan lama. Hampir 20 detik, si tersangka mulai gelisah, grogi, dan akhirnya tanpa dipancing, dia ngaku sendiri ketemu sama orang-orang yang jadi target CIA. Dari satu pengakuan kecil, jaringan besar berhasil dibongkar. Mungkin kamu bertanya-tanya, "Apa perlu diam sampai 20 detik? Tentu enggak harus seekstrem itu kalau untuk kita-kita." Misal nih, kamu mau tahu apakah rekan kerjamu bohong soal alasan dia telat kemarin? Kamu mulai dengan pertanyaan biasa, "Eh, kemarin kamu bilang telat karena macet ya?" Terus dia jawab, "Iya, kemarin macet banget." Setelah itu kamu cukup diam sekitar 3 sampai 5 detik. Kalau dia bohong,
9:57 kemungkinan besar dia akan mulai gelisah dan nambahin jawabannya sendiri. Iya, kemarin macet banget. Tapi karena gua telat berangkat, kemarin gua telat bangun soalnya memang butuh jam terbang yang cukup biar kebiasa. Terutama dalam hal timing. Kalau kecepatan kamu gagal buat ciptain atmosfer heningnya. Tapi kalau kelamaan kamu bakal dikira lagi ngelamun. Bisa karena biasa. Rule of three, emosi, teori jangkar, dan strategic silence. Sekarang kamu udah punya bekal dasar buat deteksi kebohongan kayak agen CIA. Langkah selanjutnya adalah nerapin ilmunya dalam keseharianmu. Ingat, ini semua soal latihan. Makin sering kamu pakai, makin
10:44 tajam instingmu. Kalau kamu pengen dalemin lagi, tentu kamu bisa baca Spider. Para mantan anggota CIA menunjukkan Anda cara mendeteksi kebohongan. Banyak contoh seru lainnya yang enggak sempat dibahas di video ini yang bisa kamu temukan di buku. Kalau video ini membantu, jangan lupa like dan share ke teman-temanmu yang mungkin membutuhkan. Terima kasih sudah menonton dan sampai bertemu lagi di episode selanjutnya. In love is paradise. Said I shouldn't stay, but you look so pretty. Pretty boy. Won't go all the way, but I'll let you pretty pretty close. You got look in your eyes oceans deep