0:00 Assalamualaikum B. Selamat datang kembali di Guru Gembul Channel. Video ini dibuat bersamaan dengan bertebarannya spanduk-spanduk ajakan untuk menghadiri tablig dengan pembicara Zakir Naik. Seorang tokoh yang populer sekaligus juga kontroversial di Indonesia dan di seluruh dunia. Apa yang ditawarkan oleh Zakir Naik adalah perdebatan, adalah polemik di mana beliau menceritakan tentang keunggulan dan kelebihan ajaran agama Islam dibandingkan dengan agama-agama yang lain dan kemudian memang ada bentuk-bentuk perbandingannya. Kadang kal berbentuk dogmatis, kadang yang lain itu dibumbui oleh atribut-atribut ilmiah. Nah, benar atau salahnya itu silakan saja. Saya tidak akan membicarakan dalam hal ini, tetapi saya ingin menegaskan bahwa kelompok-kelompok
0:47 atau pihak-pihak dari agama tertentu yang membuka celah untuk berdiskusi dan berdebat dan kemudian secara spesifik berprofesi untuk mendemonstrasikan kesalahan-kesalahan dan kecatan-kecatan agama yang lain itu pada dasarnya mereka itu sedang dalam situasi yang sangat-sangat goyah, sangat-sangat goncang imannya. Dan mereka tuh sejatinya di dalam hatinya sedang bertanya-tanya, apakah saya memang mau tetap lanjut dengan ajaran agama ini atau dengan sedikit kemunafikan, berpura-pura tetap pada agama ini, tapi ee dia menyerang ajaran agama yang lain dan sebagainya. Tapi kita akan menjelaskan di sini secara logika psikologi bahwa orang-orang yang suka berdebat agama itu baik yang Islam
1:33 maupun yang Kristen ya yang semacam itu sebenarnya hidup dalam penderitaan dan kegoncangan iman yang luar biasa parah. Hidup dalam keresahan yang bahkan mereka sendiri tidak bisa menolongnya. Simak videonya sampai tuntas. Kita ajukan argumentasinya. Yuk, kita mulai. Argumentasi pertama kenapa orang-orang yang suka debat agama itu menunjukkan kelemahan imannya mereka itu adalah karena begini baraya ini logika psikologinya silakan nyambung atau enggak menurut Baraya ya. Jadi, ee manusia-manusia modern itu sebenarnya bias, galau, resah terhadap realitas
2:20 yang sedikit demi sedikit menggerus keimanan mereka. Jadi, ada orang-orang yang beragama yang tidak tahan dengan menjaga keimanan mereka karena ternyata dunia sekuler itu begitu menyenangkan. Mabuk bebas, melakukan aktivitas seksual di luar nikah juga bebas, menciptakan moral sendiri. Dan kemudian negara-negara yang ternyata tidak beragama itu justru maju baik secara moral, secara etika, maupun secara peradaban materiil. Dan kemudian ditambah lagi dengan temuan-temuan sains, ditambah lagi dengan temuan-temuan historis, temuan-temuan arkeologis, temuan-temuan dalam naskah-naskah kuno yang menegaskan bahwa ee ajaran agama itu bisa saja kita kritik. Nah, ini meresahkan untuk banyak orang. Bagaimana cara untuk meredam
3:05 keresahan itu? Caranya adalah dengan menunjukkan bahwa ajaran agama lain pun sebenarnya cacat. Bahwa ajaran agama lain pun sebenarnya bermasalah. Jadi misalkan saya ambil contoh ketika orang-orang Kristen sadar bahwa sejarawan-sejarawan di seluruh dunia bersepakat bahwa Alkitab itu bukan buku sejarah dan atau bahwa buku itu tidak bisa dipertanggungjawabkan secara historis dan tidak memenuhi prasyarat untuk bisa disebut sebagai buku sejarah. Karena itu faktor-faktor dan isinya itu sebenarnya juga layak untuk diragukan. Nah, itu kan bikin rancu, itu kan bikin resah. Tapi bahkan ketika kita klik Wikipedia soal Alkitab itu pun jawabannya selalu seperti itu gitu. Nah, maka bagaimana caranya kita untuk menghindari keresahan itu? Menghindari
3:51 keresahan itu adalah dengan cara menunjukkan bahwa tuh di dalam Al-Qur'an pun sebenarnya banyak sekali cacat-cacat, banyak sekali sejarah-sejarah yang enggak nyambung dan begitu banyak jiplakan-jiplakan justru dari Alkitab begitu misalkan. Atau sebaliknya, orang-orang Islam merasa bagaimana ceritanya ajaran agama saya kok mengajarkan kekerasan, mengajarkan hal-hal yang sangat jahat, kemudian dipraktikkan bahkan sampai zaman sekarang ini di dalam Al-Qur'an ada, di dalam hadis ada, kok bisa seperti ini? Nah, orang-orang berpikir seperti itu kan resah dan keresahan itu akhirnya bisa diobati ketika misalkan menemukan bahwa tuh lihat di dalam Alkitab juga ada ayat-ayat kekerasan. Tuh, lihat ada di dalam Alkitab juga ayat-ayat kejahatan. Coba lihat weda itu banyak sekali. Apalagi kalau misalkan kita melihat dalam Mahabarata dan
4:39 Epikramayana itu semuanya tentang perang, tentang keserakahan, tentang perebutan kekuasaan. Nah, ini kan di ajaran agama yang lain juga wajar dan sebagainya. Jadi sebenarnya orang-orang yang berdebat antar agama dan kemudian orang yang suka menyimak itu itu sebenarnya adalah orang yang ada dalam kelemahan iman yang luar biasa. Dan satu-satunya jalan bagi mereka untuk bisa mempertahankan iman itu dan mengurangi keresahan mereka adalah dengan menunjukkan bahwa ajaran agama lain pun sama-sama bermasalah sama seperti saya gitu. Jadi ketika misalkan orang ee ya baik yang Islam maupun yang Kristen ketika dituding misalkan tentang satu hal misalkan e banyak ayat kekerasan di situ gitu. Maka kebanyakan mereka itu bukan membela diri tapi dah kamu juga tuh lihat ajaran agama kamu sendiri kan seperti itu gitu. Jadi argumentasi-argumentasi yang biasanya
5:25 dikeluarkan itu ya tidak jauh dari itu gitu. Nah, inilah yang saya jelaskan bahwa sebenarnya orang-orang yang suka berdebat pada ajaran agama itu ya kita tidak memiliki metodologi untuk menjangkau iman mereka itu seperti apa. Tapi dari seni saja ee kita tahu. Sebab kalau misalkan orang yang beriman mereka tidak akan kepikiran sama sekali untuk ngulik-ngulik ajaran agama lain kecuali dalam konteks akademik gitu ya. Nah, tapi kalau misalkan orang-orang yang resah itu mereka tuh harus menemukan senjata yang membuat mereka nyaman, hati mereka itu bersih, hati mereka itu tenang dari segala bentuk penerimaan bahwa agama mereka itu bermasalah. Begitu kan? Kemudian argumentasi yang kedua yang saya tegaskan terkait dengan orang-orang yang berpolemik dalam agama itu biasanya imannya lemah itu karena mereka itu
6:10 selalu punya modus mengaitkan kepercayaan mereka atau sistem religi mereka itu dengan temuan-temuan ilmiah. Ee di dunia Islam sekarang kita mengenal sekali banyak sekali orang-orang Islam yang mengatakan, "Wah, subhanallah penemuan terbaru ini sudah diwartakan oleh Islam 1400 tahun yang lalu gitu ya." atau wow luar biasa naskah ini ternyata sejalan dengan apa yang disampaikan di dalam Al-Qur'an begini begitu dan sebagainya gitu ya. Dan di dunia Kristen itu bahkan jauh lebih awal lagi sejak tahun 1700-an dan e dan 1800-an itu sampai ada istilah yang namanya tuh konkordis gitu. Jadi kelompok dari orang-orang yang mencoba mengait-ngaitkan antara ajaran agama dengan sains. Ada seorang pastor yang namanya itu adalah Arduin. Eh tahun 1880-an beliau itu menuliskan sebuah
6:58 buku yang namanya Religion in the Past of Science gitu. Nah, dalam buku itu dia jelaskan tentang bahwa ya sama kayak orang Islam zaman sekarang, wah luar biasa ee penemuan ilmiah ini sesuai dengan ee kitab suci kami yang begini dan begitu dan sebagainya gitu. Nah, karakteristik dari Zakir Naik atau dari yang menentangnya, dari orang yang mendukungnya itu kan seperti itu. Mencoba untuk mengait-ngaitkan ee dogma-dogma mereka atau keyakinan-keyakinan mereka itu dengan tradisi-tradisi atau dengan atribut-atribut ilmiah yang sekarang bisa kita rasakan gitu. Nah, emang itu menunjukkan kelemahan iman ya jelas. Coba baraya bandingkan seperti ini. Ketika ada sacientis yang sedang meneliti sesuatu kemudian dia menghasilkan sebuah jawaban, menghasilkan sebuah konklusi, dia tidak pernah dengan sadar, "Wah, luar biasa
7:46 penemuan saya itu ternyata sesuai dengan Alkitab saya." Itu kan enggak pernah. Dan mereka itu tidak pernah mengait-ngaitkan. Tapi sebaliknya, kalangan agama itu selalu mengaitkan. Kenapa? Karena di sini standar kebenaran menurut orang-orang itu justru adalah sains. Makanya karena sains itu superior dan memiliki otoritas kebenaran, maka ketika agama mereka itu disangkutkan dengan sains dan benar, bangga luar biasa. Wah, luar biasa ee yang dijabarkan dalam Al-Qur'an itu sesuai dengan sains modern begini-begini gitu. Jadi artinya sains itu yang punya otoritasnya dan orang-orang beragama begitu bangga ketika ajaran agamanya itu sesuai dengan sains gitu kan. Nah, jelas
8:31 dalam konteks itu imannya lemah, iman yang ketakutan. Jadi ketika ajaran agama bertentangan dengan sains, agama diinterpretasikan ulang agar sesuai dengan sains. Sedangkan kalau ajaran agama itu sesuai dengan temuan sains, langsung dipuja-puja, "Wah, ini ajaran agama saya itu sesuai dengan sains." Artinya sekali lagi ya, di sini yang punya otoritas dan yang di sini yang menjadi jangkarnya, jangkar kebenaran itu adalah sains bagi mereka. Makanya saya sekali lagi mengatakan orang-orang yang suka berdebat terkait dengan agama itu sangat-sangat lumrah dan sangat-sangat umum ketika mereka mencoba untuk mengutip temuan-temuan sains baru, mencoba untuk menjelaskan ee hubungan yang kuat antara teori-teori fisika, teori-teori biologi dengan metafisika
9:20 dan lain sebagainya. Kan begitu ya. Zakir, Pak Zakir Naik dan teman-temannya juga kan kebiasaannya seperti itu. Ini kan sesuai dengan temuan baru yang begini gitu. Jadi sekali lagi ya, kacamatanya adalah berarti dalam hal ini yang menjadi jangkar otoritas kebenarannya itu adalah sains dan agama. Betapa senangnya ketika dikaitkan dengan itu dan benar dan nyambung. Nah, itu argumentasi saya yang kedua. Kalau baraya berkeberatan ya bisa tulis di kolom komentar. Kemudian yang ketiga, Zakir Naik dan pendukung-pendukungnya serta dari lawan-lawannya itu ee adalah fenomena semacam community reinforcement gitu. Jadi penguatan kembali komunitas. E Baraya mungkin sadar atau enggak, tapi ginilah ini contoh sederhananya gitu ya. Eh Habib Nurmagomedov itu terkenal
10:07 sekali di Indonesia itu bukan hanya soal skill-nya tapi karena dia adalah seorang muslim. Muhammad Ali di dunia Islam itu bukan hanya dipandang karena dia jago, tapi karena dia adalah seorang muslim dan dia membela Islam gitu dalam hal ini. Nah, jadi ini maksudnya apa? maksudnya adalah ee masyarakat-masyarakat muslim dan masyarakat-masyarakat nonmuslim di eranya Zakir Naik itu mereka itu mencoba untuk mengidentifikasi kelompoknya dan menganggap kelompoknya itu adalah sesuatu yang sakral, sesuatu yang benar, sesuatu yang hebat dan karena itu layak untuk dibanggakan. Nah, jadi walaupun kita tidak berkontribusi terhadap perdebatan Zakir Naik, walaupun kita bahkan tidak pernah melatih Habib Nurm Gomedov, bahkan kita tidak satu negara
10:52 dan tidak satu bahasa dengan dirinya, tetapi kita akan mengaguminya karena dia adalah seorang muslim. Begitupun ketika misalkan ada artis-artis yang masuk Islam, ya itu membuat ee orang-orang yang beragama Islam senang luar biasa. Sedangkan yang Kristen akan mengolok-olok atau setidaknya mencibirnya gitu ya. Begituun hal yang sebaliknya ketika ada orang selebriti yang kemudian murtad itu orang-orang Islam tuh langsung defense gitu. Kami enggak butuh orang-orang semacam itu. Begitu kan ya. Silakan aja pergi orang Islam tidak butuh kalian. Itu kan defensif gitu. Nah, itu penguatan kelompok community reinforcement itu gitu. Nah, jadi emm benar dan salah kadang-kadang dikaitkan dengan masuk ke dalam kelompok saya atau tidak gitu ya. termasuk juga misalkan masalah ee
11:39 Ukraina rawan Rusia yang perang eh siapa yang menang gitu. Itu banyak di antara kita tuh yang enggak berpikir soal bagaimana kekerasan yang terjadi di sana, bagaimana kemanusiaan yang dirobek-robek di sana, bagaimana bisnis dan oligarki ternyata bisa mengorbankan manusia dan sebagainya. Enggak ada yang mikir itu atau sedikit yang mikir itu. Kebanyakan mikirnya adalah saya pro Ukraina karena saya adalah begini begitu saya pro terhadap Rusia. karena Rusia membantu kaum muslimin dan sebagainya gitu ya. Jadi em iya itu sebenarnya adalah salah satu fenomena bahwa ee imannya tuh sedang tergerus, imannya tuh sedang selemah-lemahnya, sedang goyah-goyahnya. Dan karena sedang goyah-goyahnya itulah maka dia tuh harus menegaskan bahwa dia ada dalam sebuah
12:25 kelompok yang besar dan kuat gitu. Ee dia tuh harus ee menyadari bahwa di kelompoknya itu ada orang-orang yang hebat gitu. tuh ada si Habib itu ternyata kelompok saya. Itu ada Mike Tyson Muslim ternyata kelompok saya. Begitu dan begitu sebaliknya termasuk misalkan orang-orang Papua kenapa banyak yang pro terhadap Israel misalkan yang seperti itu ya sebenarnya juga mereka kalau misalkan disodorkan dengan ee kejahatan yang dilakukan di Israel di Timur Tengah mereka juga mungkin akan mundur gitu. Cuman maksudnya mereka itu menekankan bahwa mereka dan saya itu adalah ada dalam identitas yang sama gitu. Jadi community reinforcement, bantuan atau penyelamatan terhadap komunitasnya sendiri. Itu tanda kelemahan iman tentu saja. Dan bentuk lemahnya iman yang ketiga itu
13:11 menghasilkan bentuk yang keempat yaitu apa? Yaitu menjamurnya fenomena mengisolasi diri atau mengalien diri. Di Indonesia ada tuh bikin perumahan syariah. Nah, bikin bank syariah. Nah, itu sebenarnya bukti kelemahan iman. Nah, kenapa ya? Karena mereka itu ketakutan pada dunia luar, pada dunia sekuler, pada dunia. Sehingga mereka tuh harus menegaskan bahwa saya harus hidup di komunitas yang benar dan baik, gitu. Jadi, ee kenapa tidak bikin rumah di perumahan biasa? Oh, nanti di sana kan ada Kristennya, terus nanti bisa aja di sana tuh ada diskotiknya, terus di sana saya enggak mau anak-anak saya itu akidahnya rusak gara-gara mereka, gitu. Nah, saya tidak
13:57 mau. Saya takut anak-anak saya rusak akidahnya. Itu kan menunjukkan inferioritas, rasa takut gitu kan. Ee atau misalkan yang kemarin itu yang ada kegiatan orang beragama langsung digerebek dan sebagainya. Itu kan sebenarnya wujud dari rasa takut, rasa resistensi yang kuat, paranoid. Karena agama yang lain ter datang ke sini, agama lain datang ke sini berarti kita harus melakukan apa? Waduh, mereka itu ter sedang melakukan penginjilan. apa ketakutan yang luar biasa terhadap hal yang semacam itu. Dan saya juga melihat di sini emm termasuk yang Kristen juga banyak ya kayak kayak kemarin misalkan aki-aki di Bandung itu di Kopuk kalau enggak salah itu kan ketahuan marah-marahin orang kemudian menekankan kamu teh belajarnya sama orang Kristen atau jangan sama orang Islam dah orang Islamnya gini gini gini. Dia ketakutan
14:42 kalau misalkan ada kerabatnya, ada kenalannya belajar ee atau bergaul dengan orang-orang Islam dia ketakutan. Ya, karena apa ya? Karena yang tadi itu ketika iman seseorang itu sangat-sangat lemah, maka dia berusaha untuk mengaliasikan dirinya, menyembunyikan dirinya, memisahkan dirinya dengan realitas, dengan orang-orang di luar agar akidahnya tidak bercampur baur, agar makanannya tidak bercampur baur, dan hal-hal yang lainnya seperti itu. Itu adalah argumentasi yang keempat tentang betapa lemahnya kaum muslimin di zaman sekarang di era Pak Zakir Naik dan fenomena-fenomena perdebatan antar iman itu gitu ya. Itu yang keempat. Kemudian yang kelima itu adanya fenomena jalangnya kecerdasan. Nah, ini sering saya
15:28 sampaikan di banyak kesempatan. Jadi, betapa jalangnya kecerdasan zaman sekarang itu karena manusia-manusia yang suka berdebat itu mengkhianati cara berpikir yang benar. Itu jadi gini, Baraya, cara berpikir yang benar itu gimana sebenarnya? Cara yang berpikir yang benar itu adalah saya mencoba untuk mencari kebenaran tanpa tendensi, tanpa kecenderungan pada satu sisi. Karena saya sedang mencari kebenaran. Nanti setelah saya berusaha habis-habisan akhirnya menemukan sebuah kebenaran. Nah, baru akhirnya saya anut kebenaran itu. Tetapi karena kebenaran itu berproses, maka saya pun akan terus-terusan berproses. Nah, sedangkan orang-orang yang biasanya apologet gitu ya, ya baik Pak Zakir Naik maupun yang
16:13 lawannya itu berpikirnya kebalik 180 derajat. Jadi mereka meyakini dulu satu dogma diyakini pret. Nah, setelah diyakini itu seluruh argumentasi mereka, seluruh kekuatan nalar mereka itu digunakan untuk melindungi dogma yang mereka miliki sebelumnya. Begitu. Jadi, misalkan yang Kristen, yang Kristen tuh enggak mau pakai pisau ocam tuh enggak mau. Jadi, ketika misalkan ada satu masalah cari interpretasi-interpretasi, cari pembelaan-pembelaan, mereka menggunakan seluruh logika mereka yang luar biasa pintar itu justru untuk menutupi dogma. begitu kan ya ariori. Jadi kalau misalkan debat agama ya enggak ada yang bisa menang dan enggak ada yang bisa kalah. Karena bahkan yang kalah
16:59 sekalipun itu tetap akan mencari-cari alasan, cari-cari kesempatan untuk lari, untuk melarikan diri. Karena apa? Pokoknya yang benar itu adalah Islam. Pokoknya yang benar adalah Kristen. Pokoknya yang benar adalah tafsiran saya begini begitu dan sebagainya. Nah, setelah itu seluruh argumentasi yang mereka miliki itu digunakan untuk melindungi ini. Kebalik. Kebalik kan? Iya, kebalik. Makanya em betapa sulitnya kalau misalkan sudah berhadapan dengan orang-orang yang semacam itu. Karena secerdas apapun mereka tuh logikanya kebalik. Dan pada akhirnya jalangnya kecerdasan inilah yang sering muncul di kolom komentar gitu. Luar biasa Anda cerdas karena sesuai dengan pendapat saya begitu kan.
17:44 Saya sering menyampaikan ini karena ini adalah fenomena di Indonesia. Luar biasa. Anda cerdas karena sesuai dengan pendapat saya. Jadi ee kalau saya mengkritik orang-orang Kristen, orang-orang Islam langsung masuk. Bukan untuk orang Kristennya introspeksi diri, bukan. Tapi lawannya orang-orang Kristen masuk dan merasa dibelain. Jadi subscribe. Begitu. Sebaliknya ketika saya giliran ee mengkritik orang-orang yang Islam, unsubscribe ramai-ramai gitu ya. Karena apa? Karena yang mereka butuhkan itu bukan kebenaran. yang mereka butuhkan itu adalah orang yang mau membela keyakinan mereka. Jadi tertutup pikirannya tertutup asli. Jadi ada dulu dogma kemudian tutup rapat-rapat lalu dikunci dan di sekelilingnya itu dipagari oleh logika-logika yang kata mereka itu adalah logika yang benar. Ya, logika yang benar dari mana? Ketika misalkan
18:29 dasarnya ada sudah salah gitu. Tapi ya enggak apa-apa itu pilihan hidup. Cuman maksud saya sekali lagi dengan alim argumentasi itu saya yakin bahwa saya tuh bisa menjelaskan bahwa ya kelompok-kelompok yang suka berdebat agama itu adalah kelompok-kelompok yang lemah imannya sedemikian sampai mereka menghalalkan segala cara dalam pikiran-pikiran mereka untuk bisa menenangkan hati dan menentramkan jiwa dan memberikan keyakinan bahwa oh ajaran agama saya adalah yang paling benar. Terima kasih karena sudah menyimak. Saya guru gembul. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.