0:00 Saya dapat tanda saya sembunyiin, ah udahlah janganlah gitu. Walaupun ada alirannya gitu. Itu namanya tidak disidikkan tadi ya. Iya. Tidak disidikkan itu namanya enggak mensiyiarkan itu. Nah mensiarkan itu artinya membuat supaya tanda itu tidak tersembunyi. Jadi dikeluarin gitu dilakukan gitu dicontohkan ke orang lain gitu. Jangan cuman ngomong doang tapi enggak ngelakuin. Iya. Iya. Assalamualaikum. Selamat datang di Ngaji Bareng dari lisan menuju kesadaran. Kita menikmati lagi aliran-aliran ayat-ayat Quran, menyelami lagi hakikat-hakikat, makna-makna Quran dengan cara-cara yang mudah. Dan kita sudah banyak sekali membahas dari mulai Quran itu mudah,
0:45 Quran dimudahkan dengan bahasa kita. Kita sudah membahas juga tentang bagaimana konteks Quran itu ternyata petunjuk untuk semua manusia. Dan pada dasarnya bagaimana menggunakan petunjuk ini sampai khatam. Khatam itu sekali lagi bukan baca habis 1 juz 1 sampai juz 30, tetapi baca, pelajari, pahami, amalkan, dan syiarkan. Yang empat kita sudah bahas, kita masuk kepada syiarkan. Gimana sih sebetulnya mensyarkan? Mungkin mau curhat dulu Mas. Banyak yang menganggap ada satu hadis ya, baliguane walau ayah gitu, Mas. Jadi pulang pengajian dapat satu ayat langsung di-share di grup e keluarga. Ini ayat tadi mamah pengajian gitu misalnya ibunya habis ngaji gitu. Nah, saya rasa kalau mensyiarkan itu kan
1:30 sebetulnya ya zamannya Nabi Muhammad kan enggak ada surat ayat gitu ya, Mas ya. Dalam artian kan kayaknya bukan hanya menyebarkan satu ayat terus kita siarkan di WhatsApp grup lah atau di status, tapi kayaknya ada hal yang lebih esensial deh. Gimana sih, Mas? Jadi ee kesadaran itu Tuhan turunkan bukan untuk diri kita sendiri. I see. Tapi untuk semuanya gitu, Kang. Jadi artinya ee kita tuh harus tidak boleh menyembunyikan ayat gitu loh. Menyembunyikan tanda gitu. Hm. Misalnya gini, oh ini ada ada sesuatu tanda yang kira-kira Tuhan berikan buat kita dan keluarga gitu ya. Kita harus sampaiin gitu ya. harus sampaiin menyembunyikan ayat itu artinya
2:16 juga untuk diri kita sendiri, Kang, Bu. Hm. Jadi, misalnya gini, saya dapat tanda, saya sembunyiin, ah udahlah janganlah gitu. Walaupun ada alirannya gitu. Itu namanya tidak disidikkan tadi ya. Iya. Tidak disidikkan itu namanya enggak mensiyiarkan itu. Nah, mensiarkan itu artinya membuat supaya tanda itu tidak tersembunyi. Jadi, dikeluarin gitu, dilakukan gitu, di dicontohkan ke orang lain gitu. Dan dan kalau tadi Kang Abo bilang misalnya baru dapat satu ayat langsung nih sharing pertanyaannya udah dilakuin belum sama dia gitu? Benarbenar sudah dilakuin belum? Benar. Iya kalau belum dilakuin langsung di-sharing ya itu sori energinya kecil banget kan. Oke. Kita pernah cerita tentang Gandi kan Gandi ya kan kita ulang berkali-kali
3:01 tentang garam ya. Jadi, jadi artinya ee harus dilakuin dulu baru di disiarkan, di di dicontohkan. He. Dan mensiarkan Quran, mensiarkan ayat Quran itu bukan berarti kita duduk diam baca ayat gini. Enggak. Dari Kang Abu perilakunya aja kan. Hm. Itu namanya mensiarkan gitu, mencontohkan dengan teladan misalnya gitu kan. Oke, kita buka dulu ya. Quran itu enggak boleh disembunyikan. Sembunyikan dari mana? Dua surat 2159. Oke. Sampai 160. Sungguh orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk setelah kami jelaskan kepada manusia dalam kitab Al-Qur'an,
3:47 mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat pula oleh mereka yang melaknat. Wah, ini. Nah, jadi pertama sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami tunjukkan berupa ayat-ayat gitu ya menjelaskan gitu kan. Hm. ee apa namanya ee bayinah gitu ya dan petunjuk atau wal huda gitu ya ee setelah dialirkan gitu dalam kitab. Kitab kan ada yang di sini, ada yang di sini kan gitu ya. Jadi misalnya dalam hati kita sudah dialirkan suatu petunjuk lalu disembunyikan. He. Maka itu di dibencilah sama Tuhan gitu loh. Maksudnya dilaknat bukan Allah terus melaknati dan semua orang semua makhluk melaknat itu kayak condemning enggak tapi ya itu tidak selayaknya untuk
4:32 dilakukan gitu. Jadi artinya ee semua itu harus di disiarkan, enggak boleh disembunyikan. CR yang terbaik adalah lewat perbuatan gitu kan. He. Nah, kecuali mereka yang telah tobat dan meng ini coba 160-nya ya mengadakan perbaikan. Kecuali kecuali mereka yang telah bertobat mengadakan perbaikan kembali ya. Nah, dan menjelaskannya mereka itulah yang aku terima tobatnya dan akulah yang maha penerima tobat maha penyayang. Jadi ciri-ciri orang tobat itu juga menerangkan kebenaran, Kang Abu. Misalnya gini, "Saya pernah ngelakuin salah nih sama hidup saya nih." gitu. "Kamu jangan ngelakuin kesalahan yang sama kayak saya gitu." Oke, itu artinya juga oke mens mensiarkan ya mensiarkan gitu loh dari tapi kan kadang-kadang kita kalau gagal enggak mau
5:18 ngomong-ngomong ke orang yang di yang diomongin yang susah-susahnya ya. Iya. Benar-benar gitu. Nah ini nih kewajiban untuk mensyiarkan ini itu bukan cuman kewajiban orang-orang tertentu gitu Kang Abu. Nah oke. Jadi bukan cuman ustaz, kiai, apapun siapa aja. Ini kita berdua kan kayak gini kan keluar dari comfort zone kita kan. Benar enggak? Betul. Betul. Untuk mensiarkan ini kan gitu. Coba kita buka ya. Betul. Surat 28687. Oh, I see. Oke. 2886. He. Dan engkau tidak pernah mengharap kitab agar kitab Al-Qur'an itu diturunkan kepadamu, tetapi ia diturunkan sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sebab itu janganlah sekali-kali engkau menjadi penolong bagi
6:05 orang-orang kafir. Heeh. Menarik nih ya. 2886 nih tidak pernah berharap tapi diturunkan gitu. Jadi kalau mau diturunkan harus apa? Jangan ngarap. Iya gitu. Lepas aja ya. Justru jangan pengin jangan gimana gitu ya. Jadi definisi dari keinginan atau harapan itu sesuatu yang membuat kenyataan tidak terjadi Kang. Benarbenar Mas. Jadi enggak usah ada harapanlah. Turun ini turun kok kalau enggak ada harapan. Tapi kalau punya harapan Tuhan ini harapan tuh kayak memayungi kita supaya kita enggak bisa merasakan air hujan. gitu. Betul, betul, betul gitu kira-kira. Dan jangan sampai mereka menghalang-halangi engkau untuk menyampaikan ayat-ayat Allah setelah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu. Dan seruhlah manusia agar beriman kepada Tuhanmu dan janganlah engkau termasuk orang-orang musyrik.
6:51 Nah, jadi orang musyrik orang yang apa? Yang sudah datembunyikan enggak dikeluarin, enggak dilepasin. Tapi Mas, disembunyikan ini kalau boleh agak dimudahkan tuh kan gini, disembunyikan tuh apakah diam-diam enggak disebarin? Tapi kan juga ketika kita menyebarkan juga kita juga perlu tahu bahwa ini kayaknya perlu mendapatkan atau tidak. Gimana sih, Mas? Disembunyikan tuh disembunyikan itu untuk diri sendiri dan orang lain kan. Jadi untuk diri sendiri tidak dilakukan sembunyikan untuk orang lain juga. Ee gini ee syarik adalah lewat perbuatan gitu. I si begitu kita melakukan sedekah misalnya kita tuh jangan sendiri Kang Abu. Hm. contohin dong ke anaknya, oke, ke
7:38 istrinya, ke temannya, ke mana-mana gitu loh. Oke. Oke. Nah, itu nanti akan nanti kita bahas ya. Itu apakah termasuk sombong, ri atau bukan. Bukan gitu. Nah, iya iya. I ngerti. Tapi gimana caranya anak-anak orang-orang di sekitar itu bisa ee mendapatkan ee kesadaran yang kita alami kalau kita enggak mau untuk sharing gitu. I see gitu. sharing untuk mensiarkan itu gitu loh. Jadi harus harus Nah, di sini orang yang enggak syar orang yang musyrik Bu. Benar. Kalau enggak syar musyrik berarti aliran kesadarannya akan berhenti loh kalau kita enggak siar stuck. Benar. Jadi harus dialirin gitu dan di sini bukan kewajiban orang tertentu semua gitu. Itu sih perlu digaris bawahi ya Mas ya. Benar. Benar ya kan?
8:25 Kadang-kadang wah enggak sekolah di sini bukan gelarnya ini. Enggak dapat ini. Kok ngomongin ini sih? Ya Quran juga ngomong ini kan sebenarnya. Betul. Betul. Jadi jadi harus di dilestarikanlah dipeliharalah ajaran ini kan di coba kita buka ya. Surah 15 ayat 9 tuh. Oh I see. Oh ini ya. Nah ini hafizun nih. Hafizun. Sekarang Hafiz jadi penghafal. Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur'an dan pasti kami pula yang memeliharanya. Nah, menurunkan itu kan kita sudah bahas supaya kita ngerti diturunin energi kesadaran sampai kita ngerti. Lalu kemudian kita tuh memelihara dengan cara itu tadi mensyiarkan dengan cara me memberi contoh gitu ya. Jangan cuman ngomong doang tapi enggak ngelakuin. Iya. Iya.
9:12 Coba kita buka ya. Surah 2 ayat 44. Ngomong doang tapi enggak. Kenapa kamu nyuruh orang ya k ya mengapa kamu menyuruh orang lain mengerjakan kebajikan sedang kamu melupakan dirimu sendiri padahal kamu membaca kitab tidakkah kamu mengerti? Iya. Jadi jadi ee ada orang yang atau kita, saya misalnya kadang-kadang cuma nyuruh orang aja tapi kita sendiri enggak ngelakuin gitu. Hm. Energinya pasti kecil. Jadi energi yang besar adalah contoh ya Mas contoh sih by example H dengan suri tauladan. He he. Seperti Nabi kan suri tauladan gitu kan. Betul. Beberapa Rasul gitu. Betul. Tapi Mas by the way ya untuk mensiarkan itu kan ada komunikasi antara yang mensiarkan, yang disiarkan gitu. Berarti si ini juga perlu siap nerima dong. Iya benar kan. Dan
9:58 dua-duanya enggak boleh minta upah, enggak boleh ada harapan. Hm. Minta upah tuh bukan berarti enggak enggak upah itu artinya menentukan tarif gitu kira-kira gitu. Oke. Jadi ada harapan, ada apa itu kalau kalau dua-duanya begitu yang yang meri dan yang diberi enggak akan dapat aliran gitu dua-duanya gitu. Oke. Oke. Dan dan kalau mungkin sering kita bahas juga bahwa sampaikanlah dengan bahasa kaumnya, perspektif, kesadaran kan juga kita perlu tahu juga ngobrol sama level apa gitu enggak sih, Mas? Iya kan? Betul. Iya. Nah, ini menarik ya, Kang Abu. Kalau kita perlu tahu juga itu kita sedang menyampaikan apa yang kita ketahui. Hm. Kita ngukur
10:46 orang. Hm. Tapi kalau sudah dialirkan, udah itu sudah otomatis akan tahu gitu. Otomatis takarannya tepat pas gitu loh. Kita enggak usah wah benar apa enggak ini benar. Kita udah dialirin ya udah gitu. Benar benar sih setuju gitu. Jadi, jadi kita enggak perlu enggak perlu apa namanya ee ngukur-ngukur gimana gitu. Tapi memang sih kalau udah ada aliran tuh kadang nih ya udah direncanakan Mas mau keluar ayat ini gitu. Tapi pada kenyataannya memang kalau udah mengalir lah ya anggap aja begitu itu tuh banyak yang enggak jadi dan pas aja gitu. Pas. Iya benar. Pasenarin gitu tadi tuh pengin ngomong gini tapi oh kayaknya belum siap sih misalnya Mas gitu. Jadi akhirnya stuck di sini lagi di sini. Jadi memang beneran beneran bahwa pengaliran itu
11:33 akan menyampaikan sesuai dengan kadar dan ukurannya yang tepat gitulah kira-kira. Iya. Iya. Oke. Benar. Oke. Nah, jadi mungkin kembali gitu ya bahwa konteks di mana mensiarkan ini juga bagian dari siapapun gitu dan dan ya balik ya itu bagian dari energi yang harus disalurkan. Kalau enggak disalurkan alirannya akan berhenti gitu kan. Iya. Betul. Oke. Oke. Gitu. Jadi semua-semua tuh apa namanya harus divibrasikan gitu. He. Vibrasi yang terbagus adalah ketika kita melakukannya juga ya. Jadi kata-kata yang disampaikan itu jadi berenergi gitu, powerful gitu. Oke. Oke. Thank you Mas Oni. So khatam nih ya. Khatam mas khatam. Dan khataman bukan hanya di
12:19 bulan Ramadan ya. Khatam tuh bukan selesai. Sekali lagi khatam adalah perfect. Perfect artinya Quran dibaca, dipelajari. Tadarus. Ingat ya, nih tadarus nih. Tadarus itu bukan bunyi, tapi mempelajari takilun, menggunakan akal, paham, dan di sini mengamalkan, doing dan kita mensyiarkan ini dalam konteks untuk menyebarkan. Karena tadi Masoni mengatakan dialirkan dititipkan untuk disebarkan dan di situ nanti ada pertumbuhan yang kalau kita tidak menyebarkan ini menarik nih. Nanti kita bahas musyrik. Jadi ternyata musyrik tuh ya bukan urusannya patung gitu ya, bukan urusannya ee lukisan gitu, tapi Quran sendiri mengatakan bahwa ketika kita menyimpan dan kita tidak menyampaikan itu terjadi kemusyrikan. Nah, semoga
13:05 khatam ini bisa kita aplikasikan. Sekali lagi baca, pelajari, pahami, amalkan, dan mari kita syiarkan dengan contoh, dengan perilaku karena action more lad speaking. Mencontohkan itu jauh lebih berteriak daripada hanya kata-kata. Terima kasih. [Musik]