#Eps13 l Kitab Sejati Bukan Hanya Di Buku

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang hakikat Al-Qur'an yang sejati, bukan hanya sebagai kitab fisik, tetapi juga sebagai petunjuk yang ada di dalam diri manusia. Dijelaskan bahwa Al-Fatihah berfungsi membuka hati agar Al-Qur'an dapat meresap ke dalam diri.

  • Al-Qur'an sejati ada di dalam diri manusia, bukan hanya sekadar kitab fisik.
  • Al-Fatihah berperan membuka hati agar petunjuk Al-Qur'an dapat diakses.
  • Pemahaman Al-Qur'an memerlukan kesadaran diri dan keterhubungan dengan Tuhan.

Pembukaan Al-Fatihah dan Makna Al-Qur'an

Pembukaan surat Al-Fatihah memiliki arti "membuka". Pertanyaannya adalah, membuka apa? Apakah ketika kita membaca Al-Fatihah, hati kita benar-benar terbuka? Jika hati terbuka, siapa yang membukanya dan untuk apa? Hati dibuka agar Al-Qur'an dapat meresap ke dalamnya. Al-Qur'an yang dibukukan setelah Nabi Muhammad wafat menimbulkan pertanyaan, apakah Nabi menerima Al-Qur'an dalam bentuk buku atau sesuatu yang lain?

Kitab yang Ditunjuk: Petunjuk dalam Hati

Ketika Nabi Muhammad pertama kali mengatakan "Zalikal kitab" (kitab ini), ke mana beliau menunjuk karena saat itu belum ada buku Al-Qur'an? Al-Qur'an bukan turun dalam bentuk buku, melainkan menunjuk pada petunjuk yang ada di dalam hati. Kitab yang sejati tidak lekang oleh waktu dan selalu ada di dalam diri kita. Orang Jawa menyebut kitab fisik sebagai "kitab garing" (kering) dan kitab di dalam diri sebagai "kitab teles" (basah).

Kitab di Dalam Diri: Ayat-Ayat yang Jelas

Al-Qur'an adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Nabi Muhammad tidak pernah membaca atau menulis kitab, tetapi ucapan beliau dialirkan dan dituliskan oleh orang lain. Manusia adalah produk terbaik Tuhan, sehingga manualnya ada di dalam diri. Kitab yang di luar diri kita disebut sebagai "suhuf" atau "mushaf", yaitu lembaran-lembaran yang tertulis.

Memiliki Kitab: Pilihan dan Tanggung Jawab

Setiap manusia memiliki kitab yang dapat dipelajari. Membaca kitab yang asli berarti membaca diri sendiri dan hati sendiri. Petunjuk Tuhan turun ke hati, dan di sinilah semua petunjuk dialirkan. Tuhan memberikan pilihan bebas kepada manusia, tetapi setiap keputusan yang diambil harus dipertanggungjawabkan.

Penurunan Al-Qur'an: Bahasa yang Jelas

Penurunan Al-Qur'an bukan berarti dijatuhkan dari langit, tetapi diuraikan agar kita mengerti. Arwah al-Amin adalah kecerdasan yang membantu kita memahami petunjuk Tuhan. Jibril (Jabarul) menjabarkan atau menguraikan bahasa yang sulit menjadi bahasa yang mudah dimengerti. Bahasa Arab yang jelas berarti bahasa yang nyata dalam perbuatan.

Kalbu dan Kesadaran: Tingkatan Kecerdasan

Al-Qur'an turun ke dalam kalbu, yaitu kecerdasan tertinggi yang ada di dalam diri manusia. Kalbu terdiri dari otak, hati, dan nurani. Al-Qur'an diturunkan ke nurani seseorang yang sudah sampai di aku dua (roh). Kitab ini sudah ada di dalam diri kita sejak awal, bukan informasi yang baru, melainkan peringatan atau pengingat.

Lailatul Qadar: Mengakses Kitab di Dalam Diri

Peristiwa penurunan Al-Qur'an disebut Lailatul Qadar. Setiap orang dapat mengakses kitabnya masing-masing. Selama ini, kita lebih sering membaca kitab yang di luar daripada membuka kitab yang di dalam diri. Al-Fatihah berfungsi membuka hati, kalbu, dan kesadaran yang lebih tinggi agar kita dapat mengakses Al-Qur'an yang sejati.

Syarat Mendapatkan Petunjuk: Takwa dan Keterhubungan

Untuk mendapatkan petunjuk dari Al-Qur'an, kita harus sadar bahwa kitabnya ada di dalam diri dan membukanya dengan Al-Fatihah. Kita harus bertakwa, yaitu beriman kepada hal-hal yang belum kita ketahui, terhubung kepada Tuhan, mengalirkan energi, dan meyakini adanya akhirat (sesuatu yang non-fisik). Orang yang tertutup pikirannya, hatinya, dan nuraninya disebut kafir.

Gelombang Al-Qur'an: Antena dan Frekuensi

Al-Qur'an bukan surat yang hanya ditujukan kepada Nabi Muhammad, melainkan gelombang yang dapat diterima oleh semua orang. Namun, kita harus memiliki antena (kesadaran) yang kuat, energi yang tinggi (suka berbuat baik), dan frekuensi yang tepat agar dapat menerima gelombang tersebut. Orang yang beruntung adalah orang yang dapat mengalami dan menjalankan petunjuk Tuhan.

Aku Dua: Tingkatan Kesadaran

Petunjuk Al-Qur'an menjadi kesadaran bagi orang-orang yang sudah sampai di aku dua (roh). Bagi orang-orang yang masih ada di aku empat (pikiran) atau aku tiga (jiwa), Al-Qur'an hanya menjadi bacaan yang tidak memberikan petunjuk. Oleh karena itu, penting untuk terus meningkatkan kesadaran diri agar dapat memahami dan mengamalkan Al-Qur'an dengan benar.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Artinya Alfatihah membuka. Betul. Membuka apa? Dan apakah waktu kita membaca Al-Fatihah ada rasa hati terbuka? Hm. Itu pertanyaan berikutnya. Benar. Lalu kalau hati terbuka yang ngebuka tuh loh siapa? Supaya apa hatinya dibuka? Supaya Quran itu bisa turunkan ke dalam hatimu, gitu. [Musik] Asalamualaikum. Selamat datang di Ngaji Bareng dari lisan menuju kesadaran. Mari kita menyelami lagi ayat-ayat Al-Qur'an yang begitu indah, penuh dengan pemaknaan yang selalu kita menyadari bahwa Quran didesain untuk menjadi pedoman. Bukan hanya dibunyikan, tetapi bagaimana kita sudah bahas. Baca,

0:45 pelajari, pahami, amalkan, dan syiarkan. Ini menjadi satu khatam. Khatam itu adalah perfect. Perfect itu bukan hanya dibunyikan juz 1 sampai 30. Dan kita sudah bahas panjang lebar tentang bagaimana Quran dimudahkan dengan bahasa kita, bagaimana cara untuk masuk menyelami, untuk dialirkan. Kita sudah bahas juga tentang basic perbuatan amalkan itu adalah kebaikan. Dan saat ini kita akan berbicara tentang Al-Qur'an sejati. Perlu disadari bahwa Quran dibukukan itu setelah Nabi Muhammad wafat. Sehingga saya pernah punya pertanyaan, apakah dulu Nabi Muhammad ketika mendapatkan Quran mendapatkan buku atau mendapatkan sesuatu yang kayaknya enggak mungkin deh kalau bukunya langsung turun? Apakah Quran yang sejati itu bentuknya tulisan seperti apa dan detailnya kita akan

1:30 selami. Gimana Mas Quran sejati nih? Makasih, Kang Abu. Ee kita belajar lagi nih ya. Belajar lagi kita bermemori lagilah pokoknya. Jadi gini, Kang Bu ya. Kalau misalnya kita buka Qurannya ya kan pertama kali kita buka surat Al-Fatihah itu ya itu artinya membuka gitu kan. Setelah Al-Fatihah. Setelah Al-Fatihah kan kita nih ya kita buka Al-Fatihah nih. Habis itu setelah Al-Fatihah itu ada surat Albaqarah namanya. Albaqarah itu pertama kali kata-katanya gini. Alif lam mim dalikal kitabu laiba fihi huda lil muttaqin. Kitab ini zalika itu arti ini. Dalika tilka. Kitab ini enggak ada keraguan di dalamnya madanya petunjuk bagi mereka

2:18 yang bertakwa gitu. Jadi ini nih gitu ini nih adalah satu yang tidak ada keraguan di dalamnya dan petunjuk bagi orang bertakwa. Pada waktu ini turun nih kitab ini turun kan bukunya belum ada. Betul. Jadi waktu Nabi Muhammad pertama kali mengatakan zalikal kitab itu dia nunjuk ke mana orang enggak ada barangnya. Betul enggak? Benar. Ya, itu yang ee aku pernah punya pemikiran kan Quran bukan turun buku gitu kan. Yes. Iya. Jadi kan ini kan enggak ada barangnya, enggak ada bukunya. Jadi artinya dia nunjuk ke mana? Kitab yang mana gitu. Kitab ini tuh kitab yang mana? Kan kalau menunjuk ini itu kan pasti ada yang ditunjuk ya kan? Nah, coba kita buka lagi yuk surat

3:03 dimulai dari mana nih? 43 43 ayat 1 sampai 3. Surat zuhruf ya. He. Oke. Hamim. Heeh. Demi kitab Al-Qur'an yang jelas. Heeh. Kami menjadikan Al-Qur'an dalam bahasa Arab agar kamu mengerti. Nah. Iya. Jadi ee ini juga demi kitab yang jelas gitu. Hm. Kitab yang jelas tuh kan harus ada wujudnya gitu. Wujudnya waktu itu apa gitu kan. Jadi tadi poin pertama adalah kitab ini. Ini tuh nunjuk ke mana? Betul. Terus kitabu mubin gitu kan. Kitabum mubin ya kan. Jadi berarti kitab itu bukan bentuknya buku ini dulu kan. Jadi berarti ini ada dua hal. Ada kitab yang ditunjuk, ada kitab yang nyata gitu ya.

3:49 Oke. Oke. H. Nah, sekarang kitab yang ditunjuk ini itu coba kita buka surat 45 ayat 20. Oke. Al-Qur'an ini Al-Qur'an dalam tanda kurung ya. Heeh. Enggak ada kata-kata Al-Qur'an loh di situ. Ini ada itu artinya ini. Iya, betul. Harusnya enggak ada kata-kata Quran tuh. Nah, ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. Hm. Liqomi yukinun. Ya kan? Jadi ini nih ada petunjuk. Jadi menanya waktu itu nunjuknya ke mana? Ini tuh petunjuk yang mana gitu kan. Nah, sebenarnya pada waktu itu yang ditunjuk bukan buku. Karena buku ini baru dibukukan 12 tahun setelah Nabi Muhammad

4:35 wafat. Tapi yang ditunjuk ini H h hati gitu. Jadi ini nih adalah petunjuk gitu. Oke. Petunjuk bagi apa namanya yang meyakini basoir. Basoir itu bukan petunjuk penglihatan. Basar. Iya. Jadi penglihatan atau menunjuki lewat penglihatan bagi manusia petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman atau meyakini. Jadi tunjuknya ke sini gitu. Jadi kalau dikatakan zalikal kitab tilka ayu kitabu mubin tilka itu juga nunjuknya ke sini basirulinas nunjuknya ke sini gitu. Nah, ini jadi sebenarnya kitab itu adanya di dalam diri kita. Oke. Jadi kitab itu adanya di dalam diri kita. Hm.

5:22 Kita buka ya ayatnya ya. Surat 29 ayat 48 dan 49 9. Oke. 29. 48. Oke. Alan kabut ya. He ya. Dan engkau tidak pernah membaca suatu kitab sebelumnya dan engkau tidak pernah menulis suatu kitab dengan tangan kananmu. Sekiranya engkau pernah membaca dan menulis niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya. Jadi Nabi Muhammad enggak pernah baca kitab apapun. Dia umi tapi juga tidak pernah nulis kitab apapun. Ini yang nulis bukan dia loh. Hm. Jadi ini bukan karangan dia. Bukan. Betul. Ini adalah ucapan dia yang dialirkan dan dituliskan. dibukukan oleh orang lain selain dia. H ya. Yes. Terus sebenarnya Al-Qur'an itu adalah

6:08 ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. He. Hanya orang-orang yang zalim yang mengingkari ayat-ayat kami. Jadi sebenarnya itu artinya bahwa itu artinya yang asli, yang benar, yang benar-benar sebenarnya. He. Al-Qur'an itu adanya di di dalam diri kita gitu. Yes. Kalau kita itu produk terbaik Tuhan ya kan? Hm. Sur kita buka ya. Surah 17 ayat 70 ya. Hm. Benar. Mulia sempurna nih. 177. Dan sungguh kami telah memuliakan anak cucu Adam dan kami angkut mereka di darat dan di laut dan kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka atas banyak makhluk yang kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. Heeh. Nah, jadi kalau kita

6:53 produk sempurna Tuhan, kira-kira manualnya di dalam apa di luar? Hm. Di dalam lah. Yes. Di dalam. Kalau di luar apalagi ini dibukukannya 12 tahun setelah Nabi Muhammad wafat, ya berarti orang-orang yang datang sebelum ini enggak ada pedomannya dong. Hm. Orang-orang yang enggak kebetulan enggak ada di tempat waktu itu kan enggak dapat ini gitu. Jadi artinya kita tuh produk yang sempurna dari Tuhan di mana book-nya tuh ada di dalam diri kita sendiri. Hm. Ini ini adalah kitab yang ada di luar diri kita. Makanya orang Jawa sering bilang nih kitab kering nanti kitab basah gitu. Oke. Ini kitab garing, ini kitab teles gitu. Kitab garing adalah ini yang disebut sebagai suhuf ya atau

7:41 mushaf ya. Suhufi kalau di ya kan suhufi Ibrahima wa Musa gitu. Jadi suhuf itu adalah lembaran-lembaran yang tertulis seperti ini. Hm. Ini namanya suhuf atau mushaf. Makanya mushaf Quran itu juga urutannya kan ada yang beda-beda. Betul. Enggak semuanya seperti ini. Hm. Nah, yang disebut sebagai kitab tuh ini gitu. Jadi ini suhuf nih, mushaf lembaran ini kitab gitu. Nah, Quran itu ya dua-duanya gitu. Hm. Dan sebenarnya ya kita nanti kalau bisa menggunakan ini kita bisa baca kitab suci yang macam-macam juga gitu. mau baca Injil, mau baca Taciik, mau baca macam-macam, mau baca kitab-kitab yang lain. Asal kita mengkonekkannya dengan ee kitab kita

8:28 yang ada di dalam, ya. Ini jadi petunjuk gitu. Oke. Jadi yang harus dibuka itu waktu Al-Fatihah yang dibuka tuh kitab yang mana? Hm. Inilah dua-duanya kan. Iya. Maksudnya pembukaan kitab secara musaf Alfatihah. Tapi Al-Fatihah yang terjadi juga dibuka sini. Betul. Oke. Nah, di sini jadi di sinilah kitab yang sejati yang tidak pernah kenal ee tidak pernah ee lekang oleh waktu, tidak pernah ee lapuk oleh cuaca gitu kan, enggak pernah basah oleh hujan gitu. Yang terus-menerus ada gitu. Oke. Jadi kita tuh punya tiga top enggak sebenarnya? Hm. Punya kan kita buka ya. Hm. Surat 68

9:14 ayat 36. Oke. Dan seterusnya tuh. Heeh. Sampai 40. Mengapa kamu berbuat demikian? Bagaimana kamu mengambil keputusan? Atau apakah kamu mempunyai kitab yang diturunkan Allah yang kamu pelajari? Nah, tuh. Kamu punya kitab enggak sih sebenarnya? Hm. Ini kan waktu ayat ini turun bukunya belum ada gitu. Hm. Musf belum ada. Betul. Tapi kamu punya kitab enggak sih sebenarnya kamu kamu baca kamu tadrusun tuh? Ya, tadrusun pelajari yang kamu pelajari gitu kan. Betul. Tadarus yang kamu pelajari, yang kamu baca. Jadi membaca kitab yang asli itu membaca diri kita sendiri, hati kita sendiri.

9:59 Oke. Dan kenapa ini disebut kitab? Karena petunjuk Tuhan turunnya ke hati gitu. Hm. Dan di sinilah semua petunjuk itu akan dialirkan. termasuk ketika membaca kitab yang ini gitu. Oke ya. Kalau baca kitab ini, kitab yang ini enggak dikonekin, enggak dialirkan, ya kita akan tidak mendapat petunjuk gitu. Harus dialirkan dan dibacain di dalam hati lalu baca ini, gitu. He. Nah, coba tuh lanjut deh. Sesungguhnya kamu dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya. Di dalam ini ada pilihan. Jadi, Tuhan tuh enggak pernah memaksa. Semua tuh pilihan. Hmm. Lanjut ya. Atau apakah kamu memperoleh janji yang diperkuat dengan sumpah dari kami yang tetap berlaku sampai hari kiamat bahwa kamu dapat mengambil keputusan sekehendakmu?

10:45 Kita tuh dikasih pilihan bebas. Hm. Di level aku empat dikasih pilihan bebas boleh mengambil keputusan. Ee cuman nah 40-nya tanyakan kepada mereka. Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil itu? Heeh. Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Heeh. Kalau begitu hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang yang benar. Nah, jadi kita tuh dikasih ke bebasan, dikasih freewi will untuk memilih dari petunjuk Tuhan yang ada di kitab yang di sini gitu. Kitab-kitab yang di dalam itu, Kang Abu. Jadi, jadi sebenarnya yang disebut Alkitab Al-Qur'an yang kemarin kita baca yang tidak kenal ee apa ee tujuh lapis lautan itu tidak habis

11:30 tintanya segala macam tu adalah kitab yang ada di sini gitu. Oke. Kalau ini dua botol tinta juga habis selesai gitu kira-kira gitu. Nah, itu inilah yang sejati yang terus-menerus ada di dalam diri kita. Tapi pertanyaan tadi, kamu pelajarin enggak ini? Kamu baca enggak? Iya. Iya. baca tanda enggak di dalam itu berarti tadarus itu sebetulnya ngerasain tanda hati kali ya Mas ya iya membaca petunjuk petunjuk yang dialirkan yang Tuhan alirkan ke dalam sini gitu h makanya diturunkannya Al-Qur'an maksudnya diturunkan Al-Qur'an itu ee di surat 97 itu bukan berarti begini kan Kang Abu nih tuh gitu bukan begitu bukan dijatuhkan bukan dijatuhkan tapi diturunkan artinya dari tanda

12:16 tanda-tanda yang kita enggak bisa baca tuh. Hm. Sampai akhirnya kita ngerti, paham, ng dan melakukannya gitu. He he gitu kan. He he. Nah, kitab itu diturunkannya ke mana gitu. Hmm. Si si petunjuk itu diturunkannya ke mana? I ya. I kan ke sini. Heeh. Coba ya kita buka ya. 26. 26 192. Iya. Ya, itu kan contoh ketika Nabi Muhammad dapat tuh kan bukan dapat buku lah gitu kira-kira. 26192. Oke. Oke. Yap. Dan sungguh Al-Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam. Diturunkan itu bukan turun begini loh. Iya. I turunkan itu dari gini deh. Kalau Kang Abu bisa jelasin suatu yang rumit ke anak TK.

13:02 Nah, sehingga dia bisa ngerti itu nanya diturunkan gitu. Yes. Simplified kali ya. Iya. Jadi kita jadi ngerti. Jadi ngerti. Oh, gitu. Gitu. Kayak gitu tuh. Gitu. Oke. Terus yang dibawa turun oleh arwuh alamin. Nah, aruh al-Amin itu kecerdasan, bukan sosok rohul amin ya. Iya. Jadi bukan bukan kemudian kita sudah bahas di tiga fakir kan. I malaikat itu adalah kecerdasan yang kita terima ketika kita berada di aku dua. Hm. Itu fasilitasnya namanya malaikat. Malaikat itu membantu kita. Nah, fungsi malaikat yang membantu kita di dalam memahami petunjuk Tuhan dari kitab yang ada di dalam diri kita diturunkan itu namanya Jibril. Hm. Jibril itu berasal

13:47 dari kata Jabarul yaitu menjabarkan atau menguraikan. Jadi tadi tadi bahasanya yang kita enggak ngerti bahasa ajam terus kita jadi ngerti dan kita jadi ngepham makna ini. Itu namanya Jibril gitu. Oke. Kecerdasan. He. Ee fasilitas kecerdasan atau jin. Jin itu artinya kecerdasan yang bersifat malakut yang fungsinya adalah menjabarkan atau Jibril yaitu aruh alamin. Oke. Ke dalam hatimu agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan. Heeh. Terus lanjut dengan bahasa Arab yang jelas. Nah, bahasa Arab paling jelas artinya waktu Jibril menurunkan dengan arwah al-Amin ke dalam hati itu dengan bahasa bukan Arab yang

14:33 jelas nih terjemahan itu dengan bahasa bilisani bilisani arabia mubin itu artinya gini dengan bahasa kita, bahasa kita bahasa Indonesia nih lisan kita nih arabian mubin tuh artinya yang sudah arabian itu diikrab sehingga menjadi nyata. Hmm. bisa diucapkan gitu maksudnya. Bukan cuma diucapkan. Hah? Nyata barangnya, nyata perbuatannya. Oh, oke. Nyata nyata segala-galanya gitu. Hm. He he. Jadi terang bukan cuman jelas gitu. Jelas artinya maknanya doang. Enggak. Gua masih ngelakuin ini harus gini nih gini. Semua tuh nyata gitu. Oke. Ya, ketika dia dapat jetek dapat harus ngapain? Clear semua jelas. Oke. Itu.

15:19 Oke. Dan di sini Mya kan bukan cuman Muhammad. Hatimu kan hati kita. Iya. Iya. Iya kan? E ya ini kita sudah bahas juga bukan bahasa Arab yang huruf Arab ini bukan kan bukan qoldika kalau dalam QBU itu artinya akal kecerdasan. Hmm kita sudah bahas juga kan bahwa kalbu itu bukan cuman hati tapi kecerdasan yang tertinggi. Ya gini kalbu kalbu kita tuh terdiri dari otak. Hm. Lebih naik lagi hati lebih naik lagi nurani. Hm. Nah, kalbu yang dimaksud di sini atau sudur atau kecer kesadaran tadi di 2949 itu adalah kesadaran kecerdasan yang ada di aku 2 yang namanya nurani. Hmm. Jadi bukan hati yang menghasilkan perasaan yang ada di aku tiga atau jiwa bukan.

16:04 Tapi roh yang punya kecerdasan yang namanya nurani. Oke. Jadi Quran ini turunnya ke nurani seseorang. He he he. Yang sudah sampai di aku dua. Hm. Kalau belum sampai di aku dua, enggak akan diturunkan kecerdasan ini. Hm. H. Masih ada di aku tiga gitu. Oke. Ya. Terus. Oke. Dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sungguh Heeh. Itu disebut dalam kitab-kitab orang yang terdahulu. Nah, sebenarnya itu bukan orang dahulu yang kayak Taurat, Injil gitu, bukan. Jadi kitab itu sudah ada di dalam kitab-kitab yang awalin itu artinya yang dahulu awal-awal. He. Jadi Al-Qur'an itu kesadarannya sudah ada di dalam diri

16:50 kita ya yang awal. Hmm. Hm. Diri kita yang awal yang mana? Yang aku dua itu. Nah, jadi gini. Waktu pertama kali hanya ada Tuhan memercik aku satu, itu kan memercik jadi aku dua yaitu roh. Lalu sebagian dari aku dua dijadikan aku tiga. Yaitu juga teman-teman yang belum ini tolong nonton tiga fakir aja lah daripada kita jelasin. 1 2 3 4 tiga. Lalu aku tiga dikasih tubuh yang namanya aku empat. H ya yang awal dari kita tuh yang mana si aku aku satu kan ke aku dua. Satu kan Tuhan. Iya. Ke aku dua. Berarti yang pertama kali awal aku berapa? Aku dua. Aku dua. Jadi sebenarnya kitab ini adanya di aku berapa? Dua. Nah, dua. Iya. I jadi aku dua tuh kan kita kan. He he. Ada di

17:37 dalam diri kita kan. Jadi yang namanya petunjuk ini sudah ada enggak di dalam diri kita? Heeh. Ini bukan informasi yang baru nih, Kang Abu. Oke. Oke. Ini itu peringatan. H he. Peringatan tuh reminder. Hmm. Bukan warning. Warning tuh nakut-nakutin. Oke. Oke. Ini reminder sesuatu yang kamu udah udah tahu tapi kamu belum sadar aja gitu. Hm. Udah ada. Heeh. He. Itu namanya kitab yang awalin atau terdahulu. Oke. Gitu. Udah ada dari pertama kali roh itu memercik sudah dikasih kecerdasan kesadarannya yang namanya kitab ini gitu. Oke. Tapi kita belum ngerti, belum paham. Jadi harus diturunkan gitu. Nah, peristiwa menurunkan Quran jadi

18:23 enggak itu namanya lailatul qadar gitu. Hm. 97. Oke. Dan itulah kenapa yang menjadi alasan setiap orang bisa mengakses kitabnya masing-masing bisa kan tadi dibilang apakah kamu mempunyai kitab yang kamu mempelajarinya? Itu kan pertanyaan retorik. Yes. Betul. Betul. Kamu tuh punya loh, tapi kamu enggak pernah pelajarin gitu kan pertanyaannya sebenarnya gitu kan. Di surat 68 ayat 36 dari he oke. Nah. Oke. Kita selama ini baca kitab yang di luar, tapi kitab yang di dalam enggak dibuka. Hmm. Dicuekin deh. Iya. Nih yang dibuka baca Al-Fatihah gini, "Kang Abu pernah nanya enggak orang sudah salat berapa kali dari kecil?" Salat paling wajib baca surat apa? Ee Fatihah ya. Artinya Al-Fatihah membuka

19:09 kan? Betul. Membuka apa? Pasti enggak bisa jawab. Hmm. Hm. He he. Tapi kalau dia bisa santai, tenang, itu sudah ada di dalam dirinya jawaban membuka hati, hm. membuka kalbu, he. Membuka kesadaran yang lebih tinggi. Oke. Supaya saya bisa mengakses kitab Quran saya yang sejati, gitu. Heeh. He. Tapi kalau pakai konsep bingung masih jawab. Iya. Coba boleh deh tanyain. Benar. Benar. Benar. Orang-orang yang sembah salat. Iya. Ya. Iya. Iya. Karena karena itu jadi ritual yang dilakukan secara habits diulang-ulang ya. Even Alfatihah membuka aja mungkin enggak ngerti membuka apa gitu loh. Maksudnya enggak even mungkin enggak enggak nge Alfatihah itu ngebuka gitu. Iya baru-baru ngebuka apanya Al-Fatihah

19:54 membukanya aja mungkin enggak ng gitu. He dan apakah waktu kita membaca Al-Fatihah ada rasa hati terbuka? Hm. Itu pertanyaan berikutnya. Benar. Benar. Benar. Lalu kalau hati terbuka yang ngebuka tuh loh siapa? Hm. Supaya apa hatinya dibuka? supaya Quran itu bisa turunkan ke dalam hatimu gitu. Karena selama ini kan masih tertutup. Betul. Kita buka ya ayatnya ya. Coba surat 2 1 sampai Albaqarah. Heeh. Oke. Sampai tuuh. Iya. Alif lam mim. Heeh. Kitab ini tidak ada keraguan padanya. Ini kan ini kan ada di sini kan. Heeh. Tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Petunjuk. Petunjuk

20:41 itu artinya tujuan membaca Quran cari petunjuk apa cari pahala? Hm. Tunjuk. Hm. Bagi mereka yang bertakwa. Takwa tuh apa sih? Orang yang ber beriman kesadaran. Ah. Menyadari berkesadaran. I apa sih orang yang berkesadaran? Nah, lanjut deh. Beriman kepada yang gaib. Nah, gaib itu apa? Gaib itu sesuatu yang dia belum ketahui, belum sadari. Yes. Gini loh. Mm. Sesuatu yang sudah ada di diri kita belum tentu kita sadar. Hm. Tadi kan saya bilang kitab itu sudah ada di dalam diri tapi masih gaib nih. Maksudnya apa gitu? Kayak misalnya handphone nih eh sori kalkulator. Kalkulator tuh Kang Abu bisa

21:28 bisa kalkulator canggih misalnya kan bisa pakai apa aja udah ada di dalam nih. He. Tapi gimana cara makainya ya? Iya. Buat apa? Iya. Potensinya sudah ada semua tapi enggak tahu cara makainya. I itu gaib namanya. Oke. Jadi kalau anak SD saya kasih kalkulator ada lock ada apa, ada apa tuh coba Pak masih gaib dia. H. Tapi eventually waktu dia mempelajari si kalkulator itu dia jadi sadar gitu, jadi takwa. Iya. Jadi ada sesuatu yang masih gaib. Hm. Padahal sudah dari dalam gitu sejak lama ya. Terdahulu tadi ya. I. Oke. Melaksanakan salat. Nah, tiba-tiba salat nih di sini. Nah, itu dia. Nah, jadi kalau mau baca Quran harus dan dapat petunjuk syaratnya harus

22:14 salat. Ya. Iya. Iya. Salat. terhubung kan ini bahasanya kan di 2945 kan he bacalah Quran dan dirikanlah salat. Ee apa hubungannya baca Quran sama salat? Hm. Karena kamu enggak bisa baca Quran ini kalau tidak terhubung gitu. Oke. Karena yang bikin kita paham ini package ya berarti satu package ya. Oke Mas. Yang bikin kita paham ini tuh kita terhubung gitu. Hm. Tapi terhubung doang enggak lanjut dan menginfakkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka. Nah, kalau terhubung dong energinya enggak lancar nih kita punya saluran terhubung tapi mampet semua. Hm. Bisa ngalir enggak itu? Enggak mungkin. Enggak mungkin. Makanya harus di alirkan gitu. Alirkan. Oke. Dan mereka yang beriman kepada Al-Qur'an dalam tanda

23:00 kurung yang diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum engkau. Nah, itu tadi kan kitab-kitab yang yang telah diturunkan kepadamu kan kita sudah punya di dalam dan kitab-kitab yang terdahulu yang ada nurani maksudnya. He ini maksudnya nurani kita. Terus dan mereka yakin adanya akhirat. Akhirat itu kan kita sudah bahas ya, bahwa ee akhirat itu bukan nanti tapi sekarang. Hm. Yang non fisik. Hm. gitu. Nonfisik realitas yang dihadapi oleh langit kita. Iya. Yaitu ee ee kesadaran langit atau nonfisik. Terus merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Nah, jadi kalau kita mau mendapat petunjuk pertama harus sadar bahwa kitabnya ada di sini dibuka pakai

23:45 Alfatihah ya kan. Hm. Tadi kan diawaliin Alfatihah nih. Hm. Fatihah. Alif lam mim. Lalu kitabnya ada di sini. Petunjuk bagi orang bertakwa harus beriman pada hal-hal yang dia belum tahu. Terhubung kepada Tuhan karena yang akan memahamkan kita ini adalah Tuhan lewat alirannya. Lalu mengalirkan energi yang selalu diberikan kepada kita dan beriman percaya kepada ini. Oke, gitu. Serta meyakini adanya sesuatu yang enggak kelihatan. Hm. Kalau saya jelasin ke Habo, Habo nih loh bahagia nih gini. H ini akhirat namanya. Iya. I ya. Kalau apa sih orang apa lu ngomong apa gitu? Kayak ngomong energi, ngomong apa,

24:31 ngomong segala macam tuh kan ngomong ini kan semua kan sesuatu yang non fisik itu namanya akhirat. Nah, mereka itu adalah orang beruntung kayak nah ada yang enggak beruntung ya. Itu orang apa tuh ya? Coba sesungguhnya orang-orang kafir tertutup. Kafir. Kafir itu tertutup kan. Hm. Jadi, jadi kalau enggak kitab tuh kan artinya kan adanya di dalam kalbu atau kecerdasan. Kecerdasan pertama adalah otak pikiran. Otaknya aja tertutup. Hm. Kafir. Hm. Terus ee dikunci mati penglihatan itu kan. Iya. Benar. Allah telah mengunci hati pendengaran mereka, penglihatan mereka dan tertutup dan mereka akan mendapat azab yang berat. Ya, jadi sebenarnya bukan mengunci

25:16 membiarkan terkunci. Oke. Karena mau Allah aktif kan kalau ini emang dia ngunci sendiri. I sih. Jadi Allah hanya membiarkan terkunci. Kenapa dibiarin terkunci? Hm. Ya itu tadi karena pilihan dia kan. Pilihan dia kan tadi di 68 36 sampai 4 kamu boleh pilih apa aja. Tu kan enggak akan maksa gitu. Dia membiarkan terkunci dan tidak bisa dialiri oleh aliran tadi petunjuk gitu. Dan itu adalah orang yang kafir. Jadi orang kafir tuh bukan orang beragama lain kan. Yes. Orang yang tertutup pikirannya, tertutup hatinya, tertutup nuraninya, tertutup kalbunya. Tiap tingkatan kecerdasan atau kesadaran mulai dari pikiran yang paling bawah, hati, nurani, semuanya tertutup gitu. He

26:03 udah tertutup kan bisa pakai apa aja, pakai keinginan bisa pakai dogma, bisa pakai doktrin, bisa pakai kelompok, merasa kelompok paling benar, bisa i pakai macam-macam kan. Benar. Tapi aku baru menyadari satu hal, Mas. Jadi kalau orang yang tertutup mau ada sinyal ataupun ada sinyal enggak enggak pengaruh buat dia gitu. Enggak bisa. Berarti sinyal kan tetap ada ya. Kalau ketutup ya enggak ngeh gitu. Iya, keren sih. Jadi ee Quran itu bukan semacam surat yang attention to Muhammad SW gitu. Heeh. Lalu from Allah, delivered by Jibril. Bukan gitu, bukan. Hm. Yang artinya surat ini Nabi Muhammad dapat, Kang Abu enggak dapat gitu. Hm. Bukan, tapi itu kayak gelombang. Iya. Gelombang

26:51 itu semua dapat. Heeh. Tapi antenanya antenanya ada apa enggak? Begitu antena ada, saklarnya dionin enggak gitu? Lalu difrekuensi yang pas enggak gitu. Oke. Kalau kita punya receiver yang antenanya kuat, energinya tinggi, listriknya tinggi, maksudnya energi tinggi itu suka berbuat baik segala macam, lalu kemudian ee apa namanya? antenanya kuat di frekuensi yang tepat di titik usto ya kita akan mendapatkan gelombang itu gitu aliran itu. Oke gitu menarik Mas. Jadi itulah orang beruntung. Kenapa beruntung? Karena dia bisa mengalami dan menjalankan petunjuk-petunjuk Tuhan yang akan membuat dia pertama pulang. Hm.

27:40 Mendapat jalan langsung untuk pulang kembali kepada Tuhan dan pasti hidupnya bahagia sejahtera dunia akhirat. sekarang dan untuk selama-lamanya itu beruntung kan? He. Tapi kalau kita ngunci tertutup, aliran itu enggak terjadi, kita enggak bisa melakukan hidupnya jadi ada di neraka gitu. H enggak pulang juga ada di aku empat atau tiga gitu kira-kira. Ya, intinya kalau ngomongin beruntung dia akan flow mengikuti aliran-aliran Tuhan dan hidupnya di dunia selamat, di akhirat selamat gitu kira-kira ya. Dan rule of time-nya gini, berarti Quran ini petunjuknya, petunjuk ya yang menjadi kesadaran membuat orang bertakwa adalah untuk orang-orang yang sudah

28:26 mulai sampai di aku dua. Hm. Hm. Buat orang-orang yang masih ada di aku empat lewat pikirannya atau di aku tiga di jiwanya, di emosinya, di pikiran sendiri, memori perasaan semua memori ini hanya cuman jadi bacaan yang bukan jadi petunjuk gitu. Hm. Makanya ini cuma jadi ya sarana untuk cari pahala gitu. He. Atau bahkan membaca Quran ini tersesat. Hm. Iya. Kalau boleh kita episode berikutnya bahas tentang Iya. Dia bahwa ini bisa menyesatkan juga loh. Iya, betul. Dengan

29:12 perumpamaannya. Oke, Mas. Nah, kita bahas perumpamaan dulu habis gini ya. Oke. Menarik ya. Wah, seru banget. Ternyata kalau kita mendalami lagi ee Quran itu bukan berbicara hanya mushaf atau buku. Makanya Nabi Muhammad pernah apa mengatakan satu statement. Apa sih Quran sejati? Lautin wala harfun. Enggak ada suara, enggak ada huruf. Karena kenapa? Quran yang sejati ada di dalam diri kita. Semoga kita bisa mengaksesnya, mengakses langsung dan dialirkan. Terima kasih. [Musik]

Share

Ringkasan Video YouTube