0:01 [musik] Yah, nyangkut pohon. Hah? Lagi udah selesai, Ma. Dikit lagi kok, Pah. Lampunya udah nyala belum konslet kayaknya. P Ana mana?
0:47 Ya Tuhan. Ana. Ada apa, P? Ana. Oh Tuhan. Ana, Anna. Iya Tuhan. Ana. Astaga. Ana. Astaga. Ana. Ana. Bangun. Ana. Bangun. Ana. Ana. Bangun. Bangun. [tertawa] A anak bangun anak bangun anak.
1:38 Alhamdulillahiabbil alamin arrahmanirrahim [musik] maiki yaumiddin iyaka na'budu wa iyaka nasta ihdinirathal mustaqimathalladzina anamta alaihim ghairil magdubi alaihim waladin. Amin. Kalau begitu kami permisi pulang dulu, Pak. Bu. Terima kasih, Pak. Asalamualaikum. Asalamualaikum. Harus bisa puasa, enggak, Pak. Aku ingin anakku, Pak. Istigfar. Istigfar. Alah.
2:51 bisa Anisa, sudah seharian kamu enggak keluar dari kamar ini. Aku mau di sini saja di kamar aku, sayang. Kamu enggak bisa di sini terus. Ini enggak baik untuk kamu. Aku tahu, sayang.
3:37 Aku tahu kamu hancur. Kehilangan anak aku juga hancur. [tertawa] Tapi kita harus ikhlas. agar anak kita tenang di sana. [tertawa] Sebentar ya, sayang ya. Selamat malam. Malam, ada yang bisa saya bantu? Nama saya Syahid. Saya kemari mau bantu kamu
4:26 dan istri kamu. Maksudnya saya lihat di pemakaman tadi kalian habis mengguburkan anak kalian, kan? Iya. Ini saya enggak ngerti maksud Anda apa. Saya bisa menghidupkan kembali anak kalian. Orang gila. Kamu pikir ini lucu. Justru kebalikannya. Saya simpati dengan tragedi kalian dan saya kemari mau membantu kalian. Gila. Orang gila. Siap. Dia dia bilang apa? Dia bilang dia bisa
5:13 menghidupkan anak lagi. Iya kan, Pah? Jawab Pah. Hei, hei, hei, hei. Apa yang kamu lakukan? Kamu mau bicara sama orang gila itu? Orang gila itu bisa kembaliin anak aku lagi Pak. Anisa, apa yang dia bilang itu enggak benar. Enggak ada orang yang bisa menghidupkan orang mati. Enggak ada. Tahu ada yang bilang aku bisa dapetin anak aku lagi. Apun caranya akan aku lakukan Pang. Aku enggak peduli. Aku gak peduli apapun yang dimintakan aku kasih. Aku mohon, Pak. Aku mohon. Sip. Dengar aku. Dengar aku. Yang dia bilang itu sama sekali enggak benar. Enggak mungkin. Aku mau dengar apa yang dia katakan. Aku
6:00 mohon. Pak, Pak. Pak, Pak tunggu Pak. Pak tonggok. Pak, Pak, [tertawa] Pak Tonggo, Pak. Pak, apa benar Bapak bisa menghidupkan anak saya lagi? Makasih makasih. Aku [tertawa]
6:47 anak. Ayo kita bawa ke rumah. drona drona asukar asar asukar asar
7:46 Apa itu jadi Pak? Hah? Apa hidup lagi, Pak? Mana Ana enggak hidup? Aku kan sudah bilang dia itu gila. Apa yang dia lakukan itu enggak masuk akal, apalagi yang dia bilang. Udahlah, suruh dia pergi aja. Buang-buang waktu aja. P Pak Pat pak ana hidup lagi Pak P anait Pak anakku kembali pak anakku kembali pak ini mama ini mama
8:33 enggak mungkin anak mungkin anak kalian sudah hidup kembali tapi ingat jangan sampai ada orang lain yang melihatnya. Karena kalau sampai warga tahu, mereka pasti tidak akan pernah mau menerimanya. Ini mama saya. Ini mama. Ini mama saya. Anakku kembali, Pak.
9:23 Sayang gimana? Enak kan? Mama masakin kesukaan kamu. Nanti habis makan kamu bantuin Mama beres-beres kamar ya. Kita beresin semua boneka-boneka kamu. Iya Ma. Dimakan makanan kamu. Jangan dimainin begitu. Enggak suka makanannya. Kok kamu ngomong gitu? Sejak kapan kamu berani ngomong begitu sama Papa? Sejak kapan kamu berani ngomong gitu sama Papa? Mana?
10:11 Bentar. Apa-apaan sih kamu? Hah? Ada yang aneh sama anak? Itu bukan anak. Itu bukan anak kita. Harusnya kita enggak itu anak. Itu anak kita. Dia sudah kembali. Kamu harus menerima itu. Tapi kamu lihat dong cara dia menatap. Cara dia bicara itu bukan anak itu bukan anak kita. Diam kamu. Pak diam. Itu anak itu anak yang kuahirkan. Itu anak yang k besarkan selama ini. Itu anak kita, Pak.
11:02 Aku mau ke desa. Papa kenapa, Mah? Enggak apa-apa, Sayang. Papa cuma buru-buru mau kerja. Ya udah, habisi makanan kamu, habis itu bantuin mama beres-beres ya.
11:53 Ana Ana Ha. Nah, Ana, Ana, kamu ngapain? Dari tadi mama manggil kamu.
12:41 Tadi mama dengar ada suara suara orang lain di rumah. Kamu enggak apa-apa kan? Anisa ke mana sih? Kok gak diangkat-angkat teleponnya?
13:36 Anisa Adisa, Adisa, Adisa, kamu kenapa? Anisa, kamu kenapa? Anisa, Anisa, Anisa Anisa [tertawa] Papa.
14:21 [tertawa] Ayo Ma. Iya, sabar dong. Kan nutup pintu dulu. Kalau udah berduaan aja papanya dicuekin. Aduh, Papa kayak gak pernah muda aja deh. Bukannya gitu, Mah. Aduh, ini koper kamu isinya apa sih? Kok berat banget? Ah, biasalah perempuan. Ih, peralatan dapur kali di bawah ya. Ah. Hai. Eh, eh, eh. Sudah, sudah, sudah, sudah.
15:07 Apa sih, Pah? Apa sih, Om? Papai enggak bisa terima ya kalau anaknya udah dewasa. Bukan gitu, Ma. Mau sampai Lisa jadi nenek-nenek, Papa juga enggak bisa ngelihat Lisa mesra-mesraan sama laki-laki lain. Ih, posesif deh, Papa. Lebay banget sih orang. Aku cuma pap sama Michael ya, Kak. Mau. Eh, udah ya. Enggak ada yang ketinggalan kan? Enggak ada Pah. Aman semuanya ya kan? Pokoknya kita jalan-jalan ini dalam rangka memperingati wedding anniversary-nya Mama Papa yang ke-23. Jadi enggak boleh ada yang berantem. Iya, Ma. Oh, ya. Happy anniversary, Mama dan Papa. Muah, sayang. Enggak mau. Ya udah, yuk.
16:13 Sekarang siapa yang mau ke toilet silakan, soalnya papa enggak mampir-mampir ke rest area lain lagi. Yuk sana Om. Aku kayaknya di sini aja deh. Kalau gitu mama mampir minimarket dulu deh ya. Mau beli camilan ya. E ya udah deh Pak aku yang toilet ya. Enggak pakai lama ya. Oke. Sebentar ya. Lagi ada orang. bisa
17:29 Lisa, Mama. Ada apa sih? Kok mukanya panik begitu? Eh. Eh, enggak apa-apa M beneran enggak apa-apa. Enggak apa-apa. Ya udah, yuk. Papa udah nungguin tuh. Udah kelamaan. Yuk. Ren. Ayo dong. Ngapain sih? Mana sih? Nah, ini dia dari tadi.
18:15 Ngapain aja sih? Kok lama banget? Biasalah. Udah ya kita enggak berhenti-berhenti lagi langsung jalan. Beneran enggak sih ini jalannya? Kok sepi gini? Entar bentar bentar aku cari GPS. Udah
19:02 deh, mendingan kita putar balik aja deh, Pak. Masa putar balik sih, Ma? Kita udah separuh jalan ini. Papa yakin kok lokasinya pasti enggak jauh dari sini nih. Ah, Lisa, Lisa Lisa Pisa. Kamu enggak apa-apa? Aw. Aw. Aw. Aduh. Aku sakit banget deh. Apa Om? Papa enggak apa-apa kok. Ah. Eh, lagi Papa kejepit, P. Iya, iya. Tenang, tenang, tenang. Jangan gerak dulu. Jangan gerak, ya. Jangan gerak, jangan gerak. Tunggu Papa. Tunggu Papa. Jangan dipaksain, jangan dipaksain ya. Papa, enggak apa-apa kan, Pak? Papa enggak apa-apa, Nak? Kamu enggak
19:48 apa-apa. Tunggu Ma. Hah. Aduh Pak. I, pelan-pelan pelan-pelan pelpan, ya. Tenang, ya. Tenang ya. Tenang ya. Sudah. Oke. I pelan-pelan, pelan-pelan. I selesai. Oke. Oke. Oke. Sakit Pak. Iya. Iya, Ma. Sabar ya, Mas ya. Ma, Ma. Lisa, Mama. Kamu enggak apa-apa, Sayang. Ah, kok. Aku pusing dikit aja. Ah, di sini enggak ada sinyal lagi. Di om juga enggak ada sinyal. Eh, di mana anak kecil tadi? Anak kecil? Iya, Mah. Yang tadi yang tiba-tiba
20:33 melintas. Makanya Papa reflek banting setir. Pah, enggak ada siapa-siapa dari tadi. Pah, gimana dong nih? Udah mau gelap. Mendingan kita keasan aja yuk. Siapa tahu kita beruntung terus kita nemuin rumah penduduk. Pelan-pelan ya, Mas. Dasat bisa juga. Aku capek dong. Capek. Sabar, dikit lagi sampai kok. Ya mau sampai di mana coba? Dari tadi tuh enggak ada apa-apa, enggak ada orang, enggak ada siapa-siapa di sini. Hei, coba kalian lihat itu kayaknya rumah deh. Sana, kita ke sana. Ayo, ayo jalan yuk. Yuk, nanti mah, nanti, Mah. Iya.
21:50 Sabar ya, Mah. Permisi, Pak. Bu, permisi. Enggak sih, Pak? Siapa kalian? Em, kami kami dari Jakarta, Pak. Kami berencana ingin berkemah di Danau Kalayang. Tetapi mobil kami kecelakaan, Pak. Anak saya terlua, Pak. Ini sudah semakin gelap dan hujan semakin deras. Kami butuh pertolongan, Pak. Alah,
22:35 Pak. Tolong, Pak. Saya mohon, Pak. Saya mohon. Istri saya juga sudah enggak bisa jalan lagi, Pak. Kakinya tadi kejepit mobil, Pak. Saya mohon, Pak. Satu malam saja, Pak. Saya mohon masuk. Terima kasih. Terima kasih, Pak. Obat untuk istri kamu. Terima kasih, Pak. Sendal.
23:21 Makasih Pak. Eh, Om maaf Om tinggal di sini sendirian, ya. Eh, maaf, Om. Apa ada telepon yang bisa kami pinjam? Soalnya kami mau coba telepon mobil DK. Kalau hujan deras begini, sinyal telepon enggak ada. Jaringan semua mati. Coba lagi aja nanti besok pagi dan ada makanan di menjemahkan. Kalian boleh pakai kamar di atas tapi tolong jangan sentuh apapun. Tenang saja Pak. Kami tidak akan
24:09 mengganggu. Pah, are you sure about this? Mau stay di sini? Mau di mana lagi, sayang?
25:04 Mah, ini kayaknya kamar anaknya ya, Mah. Tapi mana anaknya? Udah gede kali ya, Ma. Ah, enggak tinggal di sini. Mungkin mah, T aneh banget deh. Masa sama anaknya tapi gak ada foto anaknya. Udahlah sayang. Yang penting sekarang kan kita udah ada tempat berteduh. Kamu enggak usah mikirin masalah itu lagi ya. Dengan kita sekarang istirahat yuk. Kaki mama gimana? Masih sakit?
25:50 Udah lumayan sih. Kamu tolong tarikin selimut buat mama ya. Ah, demeh, masa enggak ada sinyal sama
26:37 sekali sih? Apaan sih kamu marah-marah kayak gitu? Enggak sopan tahu enggak? Kan sudah saya bilang di sini itu enggak ada sinyal. Ya, ya kali aja dapat gitu, Om. Ah, seiknya kamu istirahat. Besok pagi pagi biar saya nyari bantuan. Iya Om. Ah. Aduh, Pipis lagi. Mah, Mama Mah. Bangun dong. Mah. Mah.
28:38 Terima kasih, Pak, sarapannya nih. Iya. Oh, ya. Tadi saya coba pakai telepon rumah. Wih, teleponnya mati ya, Pak. Memang seperti itu kalau habis hujan deras. Kalian bisa tidur semalam. Kalau saya sih enggak usah ditanya, Pak. Sampai kamar saya langsung blepas. Kaki kamu bagaimana? Oh, better sih, Pak. Makasih. Saya bisa bantu kalian ke kota kalau kalian mau agar kita cari orang untuk bisa ngederek mobil kalian. Wah, iya, Pak. Boleh, boleh, boleh.
29:25 Terima kasih loh, Pak. Terima kasih. Terima kasih. Ya, tapi saya enggak bisa janji dan saya juga enggak yakin kalau ada orang karena hari ini hari Sabtu biasanya semua toko akan tutup. Ya, tapi kita coba aja enggak apa-apa, Pak. Biar saya saja yang ke sana ya. Emm. Ma, biar Papa aja ya ke kota cari bantuan. Hm. Eh, Michael, Lisa, jagain mama ya. Oke Om. Iya Pak. Ada yang mau buah kan? P hati-hati ya.
30:13 Iya Michael. Iya Om. Kenapa, Om? Jangan lupa pesan saya tadi ya. Oke, siap, Om. Tenang aja. Mah, aku mau ngomong kenapa sih? Tadi malam kan aku ke kamar mandi, masa aku dengar suara anak kecil nangis. Hah? Di mana? Ya, aku juga enggak tahu sih di mananya, tapi aku yakin banget pasti dalam rumah ini. Tapi sayang, kamu kan tahu kalau gak ada siapa-siapa lagi di rumah ini kecuali kita. Ya, makanya itu, Ma.
30:58 Sayang, kamu yakin kamu salah dengar kali, Sayang, aku enggak salah dengar. Aku yakin. Menurut Mama Om Faisal itu aneh enggak sih? Kayak di kamar anaknya aja, enggak ada foto anaknya. Terus tiba-tiba aku dengar suara anak kecil nangis. Mah, Mah, Mah, jangan-jangan Om Faisal itu laki-laki creepy yang suka nyolekin anak kecil, Mah. [tertawa] Sayang, kamu tuh kebanyakan nonton kriminal mans tahu gak sih? Mik aku serius? Oke, sayangsang mungkin gini kali itu sebenarnya suara TV yang berasal dari kamarnya Om Faisal. Nah itu mano. Aku tahu mana bedanya suara TV sama suara yang asli. Pokoknya aku mau cari tahu dari mana asal suara itu. But Lisa, kamu tahu kan kalau kita semua
31:43 lagi numpang di rumah ini, jadi kamu jangan macam-macam. Oke. Yebo, B M. Why not? Om Fesa juga lagi pergi kan. Dia enggak bakal tahu kalau aku nyanyi-nyari di dalam rumahnya. Lagian kalau enggak ada apa-apa ya udah. Lisa, Lisa. Lisa. Tuh kan Mike, kamu susul dia dan kamu ngomong sama dia. Ayo cepat. Dian banget sih. Aku gak gila kok. Aku yakin banget anak kecil. Kok gua halu ya? Gak gak mungkin banget gua halu. Orang gua dengar kok.
33:15 [tertawa] kayak kamu tuh apaan sih gitu banget kamu tuh lagi ngapain di sini? Hah? Oh apa tadi? Tadi lampunya kedap-kedip terus aku dengar suara anak kecil nangis. Suara apaagi sih, sayang? Suara anak kecil nangis. Mike, aku serius. Eh bukan gitu. Pokoknya kamu harus bantuin aku. Bantuin apa? Dia bantuin aku. Aku yakin banget Om Faisal nyembunyin sesuatu di sini. Bapak tinggal di rumah itu sendirian, Pak. Iya. Istri Pak meninggal. Maaf
34:05 anak kuliah luar kota. Berarti nasib kita sama, Pak. Anak saya juga kuliah di luar negeri. Makanya sekarang kami sedang liburan bareng. sayang kamu duluan. Ayo lama. Dus saya mau ke mana lagi sih? Penasaran deh aku. Dari mana ya suaranya? Bantuin aku cari ya. Awas, awas. Ah,
34:50 deh. Kok tutup semua sih, Pak? Kan saya sudah bilang di sini sepi kalau hari Sabtu dan Minggu mereka semua pulang ke kampungnya masing-masing. Ya, tapi masa satu pun enggak ada yang buka sih. Enggak ada telepon juga yang bisa dipakai di sini. Memang yang di dalam enggak ada orang ya? Coba aja. Permisi, permisi. Ah, gimana sih? Terus gimana nih, Pak? Ya, mau enggak mau kalian harus tinggal satu malam lagi karena kampung yang satu lagi terlalu
35:36 jauh dari sini. Aduh, Lis, kamu tuh belum puas juga apa? Kita tuh udah lihat seluruh rumah ini dan enggak ada siapa-siapa kan di sini. Itu apa? Apa sih? Itu kan cuma lemari. Bukan itu yang aku ngomongin. Tuh kan ada pintu dibalikin lemari. Jadi bantuin aku ya lemari. Naik ayo. I
36:28 sayang. Benar kan ada pintu. Aneh banget enggak sih? Ada orang n lemari depan pintu sebenarnya gembok lagi. Aduh Lisa habis deh. Ini kan bukan urusan kita dan kata mamaku benar kalau kita tuh lagi numpang di rumah orang. Ya terus kalau ada anak kecil yang disembunyiin dalam sini gimana Mike? Ya terus kalau enggak ada apa-apa dan kita malah jadi gang nganggu vir orang gimana? Ya pokoknya kita harus cek gembok tuh. Cari akal dong gimana caranya ini gembok bisa dibuka. K ngoceh. Iya. Iya. Enggak ada lingkis nih. Awas.
37:35 Basman kita harus sayang Heh, apa sih? E patung doang. Kamu kira apa? Yuk, sayang inin kita balik lagi ke atas yuk. Apa sih? Apa sih? Jang aku panggang. Aduh. Mik stop
38:21 de stop. Lihat dulu dong. Apa sih? Kita balik lagi ke atas yuk. Udah. sayang, kita balik lagi aja yuk. Sana aja yuk. Ayo, Ma. Pah gimana Pah?
39:07 Kelihatannya kita harus PB besok semuanya masih tutup. Serius Pah? Yang lain mana? Mereka kayaknya lagi ada di dalam kamar. Aduh, Pah, kamu kamu cepetan susul dia. Apa sih susul? Udah cepetan. Nah, kamu lihat kan di sini tuh enggak ada apa-apa. Udah, yuk. Eh sayang. Kamu enggak lihat apa? Ini banyak banget barang-barang anak
39:52 kecil loh. Ada boneka, ada mainan, ada sepeda. Emang terus kenapa? Ya berarti emang pernah ada anak kecil tinggal di sini. Ayo kamu dengar kan barusan. Iya dari dalam situ suaranya. Kita gak selamarnya. Ada pintu lagi.
40:40 Sayang sayang kamu kenapa? Ada orang ada orang. Mereka ada orang dalam sini. Ada orang. Oh iya iya ada anak perempuan. Guys, suara yang aku dengar kemarin. Baik, kita harus cari cara gimana caranya gembokin kebuka. Ayo. Iya. Woi, apa yang kalian lakukan? Kita melepasin anak ini. Kalian tidak tahu apa yang kalian lakukan. Menjauh dari anak itu. He eh heh. Lu jangan sampai dunia ya. Ayo ayo. Apa? Enggak apa-apa, Pak. Pa, enggak apa-apa, Pak. Ada orang, Pak. Ada anak kecil dalam sini. Anak kecil, Pak.
41:26 Iya Tuhan. Mi, Mikey, Mikey, sayang. Kamu ngapan, Pak Pak Pak. Oh, enggak apa-apa. Di mana dia? Di mana dia? Di mana? Dia sudah aman sekarang. Kalian tidak tahu apa yang kalian lakukan.
42:12 Besok kita pergi dari sini dan kita bawa dia ke kantor polisi. Lepaskan saya diam kamu. Manusia macam apa kamu? Mengurung anak kecil sendirian di gudang buah tanah. Dia bukan manusia, dia iblis. Dia anak iblis. Seharusnya dia tidak dikeluarkan dari tempat itu. Saya sengaja mengurung dia di tempat itu supaya dia tidak bisa membunuh orang lain lagi. [tertawa] Hei, jadi itu. Hah? Jadi itu alibi kamu. Iya. Saya tidak bohong. Dia bukan manusia.
43:00 [tertawa] Istri saya dibunuh. [tertawa] Kalian semua akan mati. Diam kamu. Terus gimana sekarang? Bawa dekh kantor polisi. Kamu kenapa? Ya enggak usah takut ya. Kamu udah aman
43:46 kau sekarang. Aku sisirin kamu dulu ya. Jadi sekarang gimana, Pah? Y mau enggak mau, Ma. Besok pagi kita harus pergi dari sini. Kita bawa kabur mobil Faisal. Kamu yakin dia aman? Dia jangan sampai lepas, Pah. Dia itu berbahaya, Ma. Tenang aja deh. Kan ada Michael jagain dia.
44:35 Kenapa lampunya jadi kerap-kerip begini? Mungkin karena habis hujan kali. Namanya juga listrik. Pasti ada aja yang korselet. Apagi sih? Eh, sayang kita masuk aja yuk. Nanti kamu masuk angin lah. Yuk, pakai baju yuk. Kamu lapar enggak? Nama kamu siapa? Ana. Cantik banget sih namanya. Kalau umur kamu berapa?
45:29 Kak kamu diculik ya? atau Om Faisal itu ayah kamu kamu disakitin sama Faisal. It's ok. You can tell me the truth. Kok kamu bisa cerita semuanya sama aku? Hm. Ya udah, tapi sekarang kamu enggak usah khawatir ya. Kamu tenang aja karena besok kita semua bakal bawa kamu pergi jauh dari tempat ini. Oke.
46:16 Lagi gambar apa sih? Kok asik banget? Kelihat dong. Ah. Ini gambar siapa? Ana kamu t aja yuk. Udah malam.
47:02 Yeah. Hei. Hei. Terus. Terus gimana dia? Masih trauma sih, tapi udah ngomong sedikit sama aku. Terus, terus dia bilang apa? Dia bilang udah diculik. Dia bilang Fasel itu ayahnya, tapi kayaknya sering disiksa deh. Gila ya.
47:47 Jangan nyangka deh. Aku juga enggak nyangka liburan Mama sama Papa ujung-ujungnya malah kayak gini. mana
48:51 Ana, Anak, kamu ngapain di sini? Eh Ah
49:42 Allah Ana, Anah, kamu ngapain di situ?
50:29 Ana anah Ah. Nah, sayang. Saya sayang bangun dong. Eh ah
51:31 Ah. Ana. Aa. Kamu di mana? mana
52:30 Faisal, Faisal. Ma ya Tuhan apa yang terjadi sama dia, P? Di mana anak itu? P kita harus pergi, Pak. Kita harus pergi dari sini, Pak. Kita harus pergi. Apa? Jangan-jangan ini semua memang karena anak. Om Faisal sendiri kan yang bilang kalau anak itu Ana. Kalian bilang anak-anak nama anak itu Ana. Iya. Dan kalian pikir anak itu
53:16 hantu, iblis. Ya, mustahil semua. Tahayul. Saya tidak percaya itu semua. Saya yakin ini pasti perbuatan pembunuh dan ana pasti diculik dan pembunuhnya muhun Faisal. Ya, tapi kenapa, P? Kenapa mereka harus bunuh Faisal? Gini aja, Michael. Kamu temani Mama, ya. E, Lisa, kita mencari anak. Kamu ke sana, Papa sebelah sana, ya. Ana, Ana.
54:17 Ana, aku mau ngapain di sini? Takut-takut. Takut. Takut sama apa? Ada monster, sayang. Enggak ada yang namanya monster. Di mana emang monsternya? Kita turun aja yuk. K udah pernah nunggu yuk. Enggak mau, Kak. Aku takut. Kakak lihat dulu di bawah. Ya udah, aku lihat. Tapi kalau enggak ada apa-apa, pakai turun ke bawah. Oke.
55:47 Ana, Ana.
56:46 Heh, apaisa ngagetin aja sih? Papa juga ngapain sih bawa senjata? Jaga-jaga lah. Eh, gimana kamu sudah ketemu sama? Tapi kayaknya ada yang aneh deh, Pak, sama rumah ini. Maksud kamu? Kayaknya Om Faisal bener deh, Pah. Iya. Maksudnya apa sih? Ya, semenjak kita selamatin Ana, banyak hal aneh kan, Pak, terjadi di rumah ini. Ya udahlah, Pak. Kita pergi aja dari sini.
57:37 Ini kan. Iya Pah. Ini ini foto Ana di tahun 1990 dan wajahnya masih sama P sampai sekarang. Jangan-jangan bener omongin P. Ah. Ana.
58:28 Ana. Kamu lagi ngapain di sini? Mana aku maur Michael Michel Michael Michael Michael Michael Ay ay ay. Ah,
59:24 apa sih sebenarnya yang terjadi di rumah ini Pak? Faisal mati mengenaskan dan ana coba kamu lihat foto ini tahun berapa. Bagaimana mungkin Pak Usia Pia harusnya harusnya udah udah seperti Lisa, Pak. Apa yang Om Pris omongin itu benar. Kalau ana itu ana itu bukan manusia, tapi Michael,
1:00:10 Michael, kamu udah bunuh dia kan saya. Kamu juga kenapa diam aja si tadi? Jawab dong paling. Oke, sudah sudah mungkin dia masih syok. Udah sebaiknya mama istirahatnya di atas ya sama Michael ya. Temenin ya biar aku sama Lisa yang pindahkan mayat mereka. M. Michael Mike, kamu enggak apa-apa kan?
1:00:56 Kenapa sih mau dari tadi diam aja? Lisa tuh khawatir banget kalau sama kamu. Hai tante tahu kejadian di rumah ini dan apa yang kamu lihat itu memang sangat menakutkan. Tapi kamu tenang aja. Kita semua akan selamat dari sini dan kita semua akan keluar dari sini. Ah.
1:01:42 Hah. Kita pergi aja dari sini sekarang. Pergi ke mana lagi, Nak? Kamu lihat sendiri kan sekitar sini tuh hutan semua. Handphone juga enggak ada sinyal. Kita enggak punya tujuan. Iya, tapi kita harus pergi dari sini, Pa. Aku takut. Pangkat Michael, apa kita harus bawa dia ke rumah sakit right now. Itu siapa? [tertawa] Anda siapa? Anda siapa? Masuk. Saya Sahid. Anda perlu apa ke sini? Saya kemari untuk menyelamatkan kalian. Apa? Menyelamatkan kami dari apa? Menyelamatkan kalian dari iblis yang sudah kalian lepaskan. Maksud Anda apa? 20 tahun yang lalu, Faisal dan Anisa
1:02:28 kehilangan anaknya yang bernama Ana karena kecelakaan. Anak an [tertawa] aku melihat bagaimana hancurnya mereka kehilangan seorang anak. Aku pun datang ke rumah mereka untuk membantu membangkitkan Ana kembali. Selamat malam. Ada yang bisa saya bantu? Nama saya Sahid. Saya kemari mau bantu
1:03:16 kamu dan istri kamu. Saya bisa menghidupkan kembali anak kalian. R as Aku pikir ritual berjalan dengan baik. Sampai suatu malam Faisal datang ke rumahku berlumuran darah dan bilang kalau Ana membunuh istrinya. Pak, Pak, Pak, Pak. Istri saya dibunuh, Pak. Istri saya
1:04:07 sepertinya yang membunuh Ana. Iya. Ayo kita ke sana. Ayo aku kembali ke rumah itu bersama Faizal dan melihat Ana di kamarnya. Tiba-tiba kepala Ana berputar dan dia menyebutkan namanya. Ternyata ketika aku membangkitkan Ana kembali, aku mengundang Anak iblis untuk masuk kejunya. Ayo kita harus dia. Cepat.
1:04:53 Iya. Akhirnya aku menunduk dia di ruang bawah tanah yang aku tutup dengan kertas-kertas doa yang akhirnya kalian buka ketika kalian mengeluarkan dia dari sana. Ya benar. I dia iblis. Tunggu tunggu. Tapi kawan anak saya sudah membunuh ana dan ana sudah mati. Anda bisa lihat sendiri kan? Iya, Pak. Pas saya sudah bunuh Ana. Iblis itu tidak bisa dibunuh sekalipun anak ada yang membunuhnya. Tapi roh iblis itu akan pindah kepada pembunuhnya anak.
1:05:41 Mama. Mama Mike Mike Mike Mik jangan Mike Mike Mike jangan Ah! Ah! Ah!
1:06:50 Pap sini bisa kita harus pergi dari sini bisa mama gimana Pak gimana sudah terlambat kita tidak bisa menang mereka lag Kita dengar kenapa pergi sini sekarang kita kalian sembunyi lalu kalian coba ikat dia biar saya mempersiapkan cara untuk melepaskan di sini ya cob masuk sana Lisa Bisa.
1:07:36 Kamu di mana, Sayang? Ini aku, Mikey. Lisa naik. Mike, Mike, lepasin Papa. Wi apa sih papa? Sorry,
1:08:30 Pak. Pak, Pak. Mang sudah pindah. Lisa di mana? Lisa cepat. Saya akan bantu selamatkan anak. Ayo ke bawah. Bawa ke bawah. Ayo. Lis. Lis. Ayo cepat cepat ikat. lehernya, Pak. Ya, leher tangannya juga.
1:09:23 Pergi kau mamon. Kau akan kembalikan. Papa biarin dia nyakitin aku. Papa bisa jang jang jangan. Itu bukan dia. Itu bukan anakmu. Bangsat pergi kau dari alamku. bangun ke
1:10:15 keluar kau keluar keluar dari anak itu. Come on. Kak. Kakak. Cepat, cepat bunga anak itu. Selamatkan. Ini harus dikubur. Ayo cepat. Pap. Pap. Pap.
1:11:27 Sekarang semuanya sudah berakhir. Iya. Ayo segera kita tinggalkan tempat ini. Sayeng, tidak mungkin Riz kita pergi dari sini. Ayo R.
1:12:56 Allah asal