ISTIRAHAT DAN TUHAN AKAN MELEPASKAN BERKAT - Ps. Ruth Julia

Ruth Julia www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas pentingnya istirahat dan bagaimana Tuhan memberkati hari istirahat. Saat kita merasa lelah dan tertekan, istirahat adalah waktu untuk memulihkan diri dan mempererat hubungan dengan Tuhan. Sama seperti mengasah kapak, istirahat memulihkan kesegaran dan kekuatan baru.

  • Tuhan memberkati hari ketujuh, hari istirahat.
  • Istirahat memulihkan kesegaran dan kekuatan baru.
  • Bangun hubungan pribadi dengan Tuhan melalui istirahat.

Berkat Hari Ketujuh

Pada Kejadian 2:1-3, Allah menyelesaikan penciptaan pada hari keenam dan beristirahat pada hari ketujuh. Allah memberkati dan menguduskan hari ketujuh tersebut. Tidak seperti hari-hari penciptaan lainnya di mana Allah hanya melihat bahwa semuanya baik, pada hari ketujuh, Allah secara khusus memberkati. Ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang istimewa pada hari istirahat.

Keistimewaan Hari Istirahat

Ada sesuatu yang istimewa di hari istirahat, saat semua tampak lambat dan berhenti. Justru di saat itulah Tuhan secara khusus melepaskan berkat, bahkan lebih dari hari-hari lainnya. Saat kita beristirahat, berkat Allah semakin terlepas. Bentuk istirahat Tuhan adalah bermain dan bercengkerama dengan manusia ciptaan-Nya.

Membangun Hubungan dengan Tuhan

Saat kita beristirahat, kita membangun waktu dan momen untuk berkasih-kasihan dan bergaul karib dengan Tuhan. Kita memuji, menyembah, dan melepaskan semua beban pikiran dan pekerjaan. Doa dan hubungan pribadi dengan Tuhan bukan hanya alat untuk menyelesaikan masalah, tetapi untuk benar-benar beristirahat dan fokus pada Tuhan. Saat kita fokus pada Tuhan, akan ada cara bagi Tuhan untuk memberikan pertolongan.

Mengasah Kapak

Istirahat itu seperti mengasah kapak. Seorang penebang kayu yang bekerja keras setiap hari tanpa mengasah kapaknya akan mengalami penurunan hasil karena kapaknya menjadi tumpul. Sama halnya dengan kita, jika kita tidak beristirahat, tenaga yang kita keluarkan akan tetap sama, tetapi hasilnya akan berbeda. Setelah beristirahat, selalu ada kesegaran dan kekuatan baru yang bisa kita curahkan.

Istirahat yang Sejati

Ambil waktu untuk beristirahat dengan Tuhan. Saat kita merasa mentok dan terbebani, masuklah ke dalam hadirat Tuhan, pejamkan mata, dan diam. Bahkan jika kita hanya bisa mengatakan "Aku capek, Pak," itu pun adalah sebuah bentuk istirahat. Ini adalah waktu untuk mengasah roh dan memulihkan diri.

Pengalaman John Johnson

John Johnson, seorang pemimpin pujian, pernah mengalami burnout dan kelelahan. Saat dia duduk di pianonya, dia tidak bisa menyanyi atau melakukan apa pun. Tiba-tiba, dia merasakan hadirat Tuhan dan mendengar suara di dalam hatinya yang berkata, "Aku merindukanmu. Istirahat aja, diam aja sama Papa." Kadang-kadang, kita tidak perlu melakukan apa-apa. Jika kita lelah dan putus asa, diam saja. Tuhan selalu dekat dengan kita.

Kesimpulan

Masuklah, beristirahat, dan ambil kembali kesegaran dan kekuatan baru dari Tuhan. Tuhan memberkati.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Tapi khusus hari ketujuh, Allah memberkati. Allah melepaskan berkat di hari saat semua sepertinya lambat dan berhenti, tapi di situlah Tuhan secara khusus melepaskan berkat bahkan lebih daripada hari-hari yang lain. Ayo masuk, istirahat dan ambil kembali. kesegaran dan kekuatan baru dari Tuhan. [Musik] Kita akan membaca firman Tuhan dari Ketap Kejadian pasal yang kedua. Ada

0:47 sesuatu hal yang menarik di sini di ayat yang pertama sampai dengan ayat yang ketiga. Kita akan membaca fokus pada tiga ayat ini dulu. Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatnya itu, berhentilah ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuatnya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya. Karena pada hari itulah ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuatnya itu.

1:32 Kita ini sudah terbiasa hidup dengan zaman di mana segala sesuatu itu dituntut mesti gerak, mesti cepat. Jadi ketika kita itu sudah mulai lambat sedikit atau bahkan kita tuh berhenti sebentar, kita sudah banyak yang mengalami parno, ketakutan bahwa kita akan ketinggalan, kita akan kalah bersaing. Kalau kita membaca dalam Kejadian pasal 2, di mana pada waktu kejadian pasal 2 ini adalah titik di mana Tuhan itu sampai pada hari ketujuh. Jadi hari pertama sampai keenam

2:20 Tuhan itu sibuk dengan menciptakan segala sesuatu. Menciptakan langit, bumi, daratan, lautan, segala benda-benda alam, benda-benda penerang. Kemudian segala binatang, segala tumbuhan. Jadi en hari lamanya Tuhan itu bekerja. Dan pada hari ketujuh di mana hari di mana Tuhan beristirahat, Tuhan berhenti dari segala pekerjaannya. Dituliskan ada sesuatu yang menarik. Ketika pada hari ketujuh Tuhan berhenti nih ya, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang dibuatnya. Ayat 3. Lalu Allah memberkati hari

3:08 ketujuh itu dan menguduskannya. Allah memberkati. Mungkin kalau kita bisa melihat lebih dalam memberkati, Allah melepaskan berkat. ke mana memberkati hari ketujuh. Jadi di sini Tuhan melepaskan secara khusus, secara spesial, secara personal difokuskan melepaskan berkat pada hari yang ketujuh. Hari pertama sampai hari keenam ketika Tuhan menciptakan tidak ada kata-kata yang spesifik di mana dituliskan Tuhan memberkati. Hari kesatu Tuhan memberkati hari kedua enggak ada. Yang ada Allah melihat

3:56 semuanya baik. Jadi Tuhan itu bekerja menciptakan tumbuhan. Tuhan bekerja menciptakan benda penerang di langit untuk siang dan untuk malam. Lalu Allah melihat semuanya baik. Tidak ada yang secara khusus menyebutkan Allah memberkati. Allah melepaskan berkat pada hari kesatu ataupun sampai keenam. Tapi khusus hari ketujuh Allah memberkati. Allah melepaskan berkat. Saudara, apa yang bisa kita tarik dari pelajaran ini? Yang bisa kita tarik adalah begini. Ternyata ada sesuatu yang istimewa di hari istirahat, di hari saat semua sepertinya

4:46 lambat dan berhenti. Tapi di situlah Tuhan secara khusus melepaskan berkat bahkan lebih daripada hari-hari yang lain. Tidakkah ini mengingatkan kita satu pelajaran bahwa pada waktu kita itu rest, justru di situlah berkat Allah makin terlepas. Saya membayangkan begini ya, hari 1 sampai 6 Tuhan menciptakan semuanya. Kemudian Allah berhenti beristirahat. Apa yang terjadi? Apa sih yang dilakukan pada waktu beristirahat? Saya percaya begini ya. ee Tuhan itu

5:31 baru menciptakan manusia. Jadi senang nih ceritanya happy. Saudara pernah pernah membayangkan enggak istilahnya itu dapat sesuatu yang kita suka, kita senang banget untuk pertama kali, wah kita pasti berjam-jam bahkan berhari-hari enggak pernah mau lepas dengan sesuatu yang kita suka itu. Demikian ketika Tuhan pertama kali menciptakan manusia, wah Tuhan itu jatuh cinta banget gitu loh. nya tuh Tuhan senang enggak mau lepas. Jadi saya percaya bentuk istirahatnya Tuhan itu kira-kira apa ya? Bentuk istirahatnya Tuhan apakah menebang pohon? Oh enggak. Bentuk istirahatnya Tuhan apakah mancing? Enggak. Bentuk istirahatnya Tuhan apakah olahraga? Enggak. Saya cuma

6:17 bayangkan simpelnya itu gini. Tuhan banyak bermain bercengkerama bercengkerama dengan manusia ciptaannya. Tuhan banyak ngobrol. mm bercanda-canda, bermesra-mesraan, berkasih-kasihan dengan manusia yang dia ciptakan. Dan Alkitab menuliskan di hari Tuhan itu rest, di hari kita itu rest, di situlah berkat Tuhan. Ketika kita bangun waktu, momen, bahkan hari di mana saudara dan saya itu taruh semuanya. Kita berkasih-kasihan dengan Tuhan, kita

7:04 bermesraan dengan Tuhan, kita bergaul karib dengan Tuhan, kita memuji, menyembah, kita taruh semua beban pikiran pekerjaan. Kita taruh semua stres akibat pengejaran target. Bahkan kita taruh pikiran-pikiran di mana kita punya masalah belum terselesaikan. Coba Anda dan saya belajar berlatih. Kita taruh semuanya. Kita masuk ke hadirat Tuhan. Kita masuk mulai mencari wajahnya. Kita masuk gak usah mikir masalah. Enggak usah mikir target ini gimana. Doa hubungan

7:51 pribadi dengan Tuhan bukan merupakan lagi alat untuk supaya masalah kita diselesaikan sama Tuhan. Bukan lagi merupakan alat supaya Tuhan itu melakukan apa yang kita mau, tapi kita betul-betul istirahat. Kita betul-betul enggak mikir macam-macam. cuman hanya baca Alkitab, mungkin memejamkan mata menyembah Tuhan dan percaya atau enggak menurut firman kalau kita itu rest, hati tenang, pikiran tenang, maksudnya kita gak mau diribetin dengan mikir macam-macam toh

8:36 ya. kita gak bisa menyelesaikan dengan mikirin dan sumpek sampai overthinking. Pada waktu kita hanya fokus dengan Tuhan, cari Tuhan, saya percaya saya mengalami ada aja cara Tuhan untuk memberikan pertolongan buat saya. Saya teringat cerita seorang penebang ya. ceritanya dia ini ngelamar kerja di sebuah pabrik ee perusahaan penerbang penerbangan kayu. Lalu bosnya kasih dia sebuah kapak. Nah, tentunya dia dihitung gajinya berdasarkan setoran kayu yang berhasil dia tebang. Nah, karena itu dia kepengin sekali dong mendapatkan potongan-potongan kayu

9:21 sebanyak-banyaknya. Hari pertama dia rajin sekali. Dia tebang semua pohon itu dengan rajin, dengan tekun dan dia senang karena dia bisa nyetor kayu dalam jumlah besar. Happy dia dapat gaji. Hari kedua dia tebang lagi, dia kerja lebih keras lagi. Tapi hasilnya tetap sama dengan kayu yang dia tebang kemarin. Setelah seminggu dia tebang, malah jumlah kayu yang dia berhasil tebang makin merosot. Dia bingung karena menurut dia sudah kerja keras.

10:07 Dia mencurahkan tenaga juga gak kalah banyak dibandingkan hari pertama. Dia juga memulainya juga awal. Tidak beda dengan ketika di hari pertama. Tapi kenapa hasilnya makin hari makin turun? Lalu dia itu curhat ngomong sama bosnya, "Saya itu sudah kerja dari awal seperti hari pertama. Jam kerjanya, jam mulainya juga sama. Tenaga yang saya keluarkan juga sama, ketekunan yang saya keluarkan juga sama. Tapi saya ndak tahu kenapa kok kayu yang saya berhasil tebang kok makin lama jumlahnya makin turun." Lalu si bosnya tanya, "Apakah kamu

10:56 sudah pernah mengasah kapak kamu sejak dari awal itu? Sudah pernah kamu asah belum?" Tentu saja dia jawab, "Enggak pernah." Nah, ternyata kenapa jumlah kayu yang dia tebang makin turun? Bukan karena kekuatannya dia kurang, tapi karena kapaknya enggak pernah diasah sehingga makin lama makin tumpul kekuatannya. Istirahat itu seperti mengasah kapak. Jadi kalau dia itu kita gak istirahat, tenaga kita boleh sama keluarnya, tapi tetap beda hasilnya. Karena ketika kita habis rest, selalu ada kesegaran yang

11:44 baru, ada kekuatan yang baru, ada ketajaman yang baru yang bisa kita curahkan. Karena itu, Saudara, saya mengingatkan dalam renungan saat ini, ambil waktu untuk rest dengan Tuhan. Kadang-kadang kalau saya sudah mentok ya, enggak bisa mikir, mungkin hati juga sudah sangat beban berat. Saya cuman masuk kamar, bahkan mungkin nyanyi pun enggak sanggup. Apalagi ngomong, apalagi bersyafaat, enggak sanggup. Biasanya yang saya lakukan kadang-kadang saya cuman setel lagu,

12:32 saya cuman pejamkan mata, saya cuman diam. Kadang-kadang kata di dalam hati cuman simpel, aku capek, Pak. Lalu tanpa sadar air mata mengalir dan itu bisa berlangsung beberapa menit bahkan bisa sampai setengah jam. Itu pun sebuah bentuk istirahat. Engkau yang tahu kalau hari ini engkau merasa lelah, mentok, enggak bisa mikir, buntu rasanya, dan hati itu terasa berat. Satu yang saya ingin ingatkan,

13:19 belajarlah. Ambil waktu ini waktunya engkau mengasah roh kamu, mengasah kapak. Ini waktunya engkau istirahat. Saya ingat satu kali ada seorang pemimpin pujian, worshipper yang namanya John Johnson. Dia pernah cerita satu kali dia betul-betul ngalamin burn out dan sangat lelah dengan berbagai macam kegiatan, kesibukan, dan mungkin tugas. Lalu dia duduk di pianonya. Dia sampai mau nyanyi pun itu gak bisa karena sampai gak ada lagu yang dia

14:07 bisa nyanyikan. Bahkan tenaga untuk nyanyi itu pun sudah habis. Saya masih ingat kesaksiannya itu sangat menyentuh saya. Dia bilang begini. Tiba-tiba dia merasakan seperti ada hadirat Tuhan. Padahal dia belum ngapa-ngapain. Dia belum pencet pianonya. Apalagi nyanyi. Tiba-tiba dia merasakan hadirat Tuhan dan dia merasakan seperti kayak ada Tuhan itu kayak peluk rangkul dia. Lalu dia mendengar suara di dalam hatinya seperti begini. Aku merindukanmu. Engkau gak usah nyanyi apa-apa,

14:52 Nak. Istirahat aja. Udah diam aja sama Papa. Dia sempat ngomong, "Tuhan, aku gak bisa nyanyikan satu pujian pun untuk Engkau." Suara itu berkata di dalam hatinya, "Udah diam aja, duduk sama Papa. Papa cuman ingin menikmati kamu dan kamu menikmati momen-momen dengan Papa. Kamu gak usah melakukan apa-apa. Bapak ingin menikmati momen ini hanya dengan kamu. Dia nangis, Saudara. Pada waktu saya

15:39 dengar kesaksian ini, saya menangkap satu hal. Kadang-kadang saudara gak perlu lakukan apa-apa. Kalau hari ini engkau lelah, kau putus asa. Mungkin kau cuman bisa diam. Bahkan ngomong pun gak sanggup. Diam aja. Ada Tuhan di dekat saudara. Karena Dia sekali-kali tidak pernah meninggalkan kita. Dia sekali-kali tidak pernah jauh dari engkau. Bukankah namanya Imanuel? Dia tinggal di dalam engkau. Ayo masuk istirahat dan ambil kembali kesegaran dan kekuatan baru dari Tuhan.

16:24 Tuhan memberkati

Share

Ringkasan Video YouTube