Menkeu Purbaya makin gacor! Ketua OJK mundur! Gubernur BI menyusul? Atau mau di Noel kan?

Ringkasan Singkat

Video ini membahas pengunduran diri petinggi OJK dan implikasinya terhadap ekonomi Indonesia. Ranilsim Kajinar menganalisis bahwa pengunduran diri ini merupakan target dari Menteri Keuangan, Purbaya, karena perbedaan pandangan mengenai kebijakan ekonomi yang pro rakyat. Dia juga menyoroti peran asing dalam mengendalikan pasar saham Indonesia dan pentingnya keselarasan antara Bank Indonesia, OJK, dan kebijakan fiskal pemerintah untuk mencapai stabilitas ekonomi.

  • Pengunduran diri petinggi OJK diduga sebagai target Purbaya.
  • Peran asing dalam mengendalikan pasar saham Indonesia.
  • Pentingnya keselarasan kebijakan ekonomi untuk stabilitas.

Pendahuluan

Ranilsim Kajinar memulai dengan membahas pengunduran diri Gedirut BEI dan menduga bahwa OJK panik karena IHSG jatuh. Dia menyebutkan bahwa Komisioner OJK berjumlah sekitar 11 orang dan ketua bidang pengawasan pasar saham bukan hanya sekedar panik, tetapi sampai mengundurkan diri. Mahendra Siregar dan Inardo Jayadi resmi mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral di tengah proses pemulihan sektor keuangan nasional. OJK menegaskan bahwa operasional pengawasan pasar modal dan bursa karbon tidak akan terganggu.

Analisis Purbaya dan Targetnya

Ranilsim Kajinar menganalisis bahwa pengunduran diri ini sudah ditargetkan oleh Purbaya. Purbaya menghargai kemunduran diri di RUT BEI sebagai bentuk pertanggungjawaban. Purbaya menganggap positif mundurnya Dirut BEI sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masalah yang timbul di bursa. Purbaya menyatakan bahwa investor akan lebih yakin bahwa arah ke depan akan lebih baik dan akan berinvestasi di sektor FD.

Pengkhianatan Bank Indonesia dan Dosa OJK

Ranilsim Kajinar menjelaskan bahwa Purbaya menargetkan Gubernur Bank Indonesia karena Bank Indonesia dianggap berkhianat ke fiskal dengan mengeringkan likuiditas yang telah digelontorkan. Dosa OJK adalah karena membiarkan goreng-goreng saham, padahal OJK bertanggung jawab atas Bursa Efek Indonesia. Purbaya, sebagai mantan ketua LPS yang tergabung dalam KSSK, melihat bahwa rezim keuangan sebelumnya rusak dan semua elemen rezim tersebut harus diganti.

Peran OJK dan Bank Indonesia dalam Rezim Keuangan

OJK adalah pecahan dari Bank Indonesia dan keduanya diamanatkan oleh konstitusi untuk menjaga atau mengawasi fiskal. Jika fiskal terlalu poya-poya, Bank Indonesia dan OJK yang mengeremnya. Purbaya melihat bahwa rezim sebelumnya tidak pro rakyat, melainkan pro oligarki. Purbaya mencoba dengan cara persuasif meminta DPR untuk mengatur OJK, LPS, dan Bank Indonesia, namun tidak pernah ada sidang yang konfrontatif.

Kebijakan Purbaya untuk Rakyat

Ranilsim Kajinar menjelaskan bahwa kebijakan Purbaya bertujuan untuk rakyat, seperti yang terlihat dari pengungkapan industri batubara yang merampok duit negara. Kebijakan rezim lama, seperti bunga tinggi Bank Indonesia yang menguntungkan bank himbara, dibolehkan oleh OJK. Dengan mundurnya pimpinan OJK, ini adalah tujuan Purbaya. Purbaya menonaktifkan orang yang mengawasi kantor KPP karena yang tidak beres adalah OJK yang mengawasi.

Antek Asing dan Pengendalian Ekonomi

Ranilsim Kajinar membahas tentang antek asing yang dikatakan oleh Prabowo, yang bisa jadi Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, atau OJK. Kepentingan asing adalah uang dan mencuci otak dengan pengetahuan ekonomi yang tidak dipakai oleh negara lain. Jatuhnya IHSG dikendalikan oleh asing, dan jika Bank Indonesia, OJK, dan LPS sinkron dengan kebijakan Purbaya, hal ini tidak akan terjadi.

Penilaian MNSI dan Pengaruh Asing

Ranilsim Kajinar menjelaskan bahwa IHSG jatuh karena penilaian MNSI yang menurunkan peringkat bursa efek Indonesia karena kurangnya transparansi. MNSI sama dengan badan survei yang mengeluarkan rilis berdasarkan arahan pemegang saham, yaitu orang-orang elit yang mengendalikan dunia. Negara seperti Cina tidak bisa dimainkan karena orang-orangnya tidak bisa disetir.

Ketidakpercayaan Purbaya pada Doktrin Asing

Purbaya tidak percaya dengan IMF dan lembaga-lembaga asing karena pengalaman dengan ekonom Jepang yang mengatakan bahwa Indonesia tidak punya privilese untuk hutang besar. Purbaya meminta Bank Indonesia untuk tidak mengeringkan likuiditas dan OJK untuk mengawasi yang menggoreng saham. Pendirian Danantara tidak disukai Purbaya karena akan menggerus APBN.

Harapan untuk Perubahan

Ranilsim Kajinar berharap agar semua petinggi OJK dan Bank Indonesia mundur demi kebaikan bangsa. Jika ada dosa masa lalu, mereka akan terjerat dengan kebijakan Purbaya yang baru. Tujuan Purbaya baik agar ekonomi Indonesia sinkron dan beban keuangan tidak terlalu berat. Ranilsim Kajinar berharap langkah-langkah ini akan berhasil dan gubernur Bank Indonesia mundur untuk memberikan peluang kepada yang lain yang seide dengan zaman sekarang.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kemarin kan saya menduga OJK ini hanya sekedar panik sama dengan Gubernur Bank Indonesia waktu Purbaya memasukkan Thomas Jiwandono menjadi deputi senior Bank Indonesia yang ponakan Prabo. Ini taniik juga itu Gubernur Bank Indonesia sekarang ini. Dan saya menduga dengan mundurkan mengundurkan dirinya Gedirut BEI Dirut Bursa Efek Indonesia ini karena IHSG atau harga saham jatuh di pasar bursa kan mengundurkan diri yang pengawasnya adalah OJK. Saya menduga ini panik luar biasa. Ee komisioner OJK ini, Komisioner OJK itu ada sekitar 11 orang sekarang ini. Ketua dan bidang pengawasan ke pasar sahamnya akhirnya bukan hanya sekedar pani, rupanya sampai mengundurkan dirias jasa keuangan atau OJK. Dua petinggi utama OJK Mahendra Siregar dan

0:46 Inardo Jayadi resmi mengundurkan diri dari jabatannya sore ini. Titik langkah ini diambil di tengah proses pemulihan sektor keuangan nasional. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar bersama Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Jayadi menyatakan mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral. Pengunduran diri ini telah disampaikan secara resmi sesuai Undang-Undang P2SK dan sedang dalam proses birokrasi lanjutan. Meski pucuk pimpinan mundur, pihak OJK menegaskan operasional pengawasan pasar modal dan bursa karbon tidak akan terganggu. di mana stabilitas sektor keuangan dipastikan tetap aman di bawah tata kelola transisi. Dan menurut saya karena saya mengikuti Purbaya dari mulai dia diangkat statement dia, kebijakan dia, kemudian talk show-nya dengan jurnalis, saya

1:33 melihat ini sudah ditarget oleh Purbaya. Kenapa begitu? Kalau kita lihat komentar dari Purbaya pada waktu di ROUT beI sebelum ketua OJK ini mengundurkan diri, Purbaya mengatakan bahkan menghargai kemunduran diri kemunduran diri di RUT BEI ini karena itu bentuk pertanggungjawaban katanya. Berarti memang kesalahan dari Dirut BEI. Oh, mundur ya. Dampaknya ke ekonomi bagaimana, Pak dengan mundurnya duit BI, Pak? Emang apa dampaknya ekonomi? E mungkin ee enggak ee tanggapan Bapak tanggapan saya itu saya pikir sih positif sebagai bentuk tanggung jawab dia ee terhadap masalah yang timbul di bursa kemarin. Karena dia kan tidak mem-follow up masukan atau

2:20 pertanyaan dari MSCI itu kesan yang fatal di situ sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin-k kemarin yang kalau enggak cepat dibetulin kan bisa mengganggu yang lain-lain. Dia anggapnya ekonomiya enggak stabil. Padahal kan saya perbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh. Kemarin kan orang saya ganti berapa? 34 orang, 35 orang. Minggu ini eh minggu depan ya, minggu depan mungkin sekitar 70 orang pajak saya akan putar yang tahun-maya saya akan putar ke ke tempat yang lebih sepi. Jadi kita melakukan perbaikan yang sungguh-sungguh. Nanti tiap Senin kita akan debat akan berjalan terus kan. SS juga akan kita kasih modal supaya berjalan lebih baik lagi. Jadi perbaikan pondasi perekonomian betul-betul

3:06 dilakukan dan betul-betul sedang terjadi. Kami juga sudah berkomunikasi dengan lebih dekat dengan sentral bank sehingga likidasi pasar juga cukup untuk ekonomi tumbuh 6% tahun itu untuk apa karena dari presiden Pak kan akhir-akhir ini banyakan dari e Pak Thomas pindah ke BI dan sebagainya. Terus habis itu sekarang di root bayi mundur ini. Apakah ada dampaknya gitu ke fiskal atau gimana? Enggak ada. Saya untung kalau dia mundur dia bayar pajak ya. Bukan saya yang bayar juga gajinya enggak ada ke fiskal. Kalau saya pikir itu sinyal yang positif artinya investor di pasar modal maupun di riektor lihat bahwa kita meng-handle masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh. Jadi yang tadinya ragu-ragu mesti akan lebih yakin

3:53 bahwa arah ke depan agak pilah lebih baik. akan investasi akun di sektor di FD positif dong Pak. Oh ini positif kalau kalau orang yang ngerti mah kalau orang ngerti mah buy seroksok pak enggak apa-apa pengginya siapa, Pak? Siapa siap Pak? Enggak tahu itu kan e dapat di bursa sendiri kita biarkan bers oh sistemnya masuk sendiri kalau insentif kalau gimana Pak? Apakah ada sentimen pasar Pakaya kemarin bilang bilang posisir MB insentif lebaran justru itu kan justru itu menunjukkan bahwa kita memastikan fiskal bisa melakukan kebijakan kontrol siklikal tanpa

4:40 melanggar batas-batas kehati-hatian fiskal. Lantas kenapa saya mengatakan ini sudah ditarget juga oleh Purbaya? Pertama yang ditarget oleh Purbaya adalah Gubernur Bank Indonesia. dirapat dengar pendapat dengan DPR awal-awal Purbaya menjadi Menteri Keuangan. Satu yang dikatakannya, intinya kesimpulannya Bank Indonesia itu berkhianat selama puluhan tahun ke fiskal ke Menteri Keuangan. Bukan di zaman dia aja dan di zaman dia pun sudah ada pengkhianatan terbaru oleh Bank Indonesia. Di mana Purbaya melihat dari segi fiskal bahwa likuiditas kering di masyarakat dia golontorkan R triliun. Tapi Bank Indonesia tetap menggunakan instrumen dia dengan SRBI namanya. SRBI itu untuk meraup kembali, mengeringkan kembali likuiditas. Itu nyata dikatakan oleh Purbaya. Dari segi ekonomi, dari seorang pengamat ekonomi ini tahu betul

5:26 ini. Ini maksud Purbaya tolong itu ganti gubernur Bank Indonesia. Saya aja menyatakan karena Purbaya tak akan berani mengatakan seperti itu. Karena kebijakan itu memfakan saya. Mfeto, mencegal kebijakan saya. Kemudian apa dosa dari OJK ini komisionernya ini kepada Purbaya? Kalau kita lihat pertama tadi kalau kita lihat talk show-nya dengan wartawan kayaknya gembira sekali Purbaya dengan menyatakan positif itu mengundurkan BEI yang masuk ke kepala orang barangkali itu dia benci sekali dengan BEI yang telah membiarkan goreng-goreng saham kan begitu tapi di atas itu siapa yang mengawasi BEI jatuh atau bagusnya Bursa Efek Indonesia itu adalah OJK itu tanggung jawab OJK. Mana tanggung jawabmu? Katanya kan.

6:13 Tapi lebih dari itu, Kawan-kawan, kalau kita naik lagi ke atas, Purbaya ini adalah seorang ketua LPS dulunya yang tergabung. LPS itu lembaga penjaminan simpanan yang tergabung juga dalam KSSK, Komisi atau komite ya, komite sistemasi keuangan. Kira-kira seperti itu yang diketuai oleh Menteri Keuangan. Dia ada dalam sistem atau rezim keuangan namanya dulu. dulu sampai sekarang itu KSSK tuh yang empat itu rezim keuangan itu adalah Menteri Keuangan, Ketua OJK, kemudian LPS dan Gubernur Bank Indonesia empat-empatnya ini. Nah, begitu Purbaya menjabat sebagai Menteri Keuangan, Kepala KSSK ini namanya rezim ini. Kalau seandainya secara logika Prabowo ataupun

7:00 kita melihat bahwa rezim keuangan sebelumnya itu rusak, sebelum Purbaya maksud saya itu rusak dan sudah dijelaskan betul-betul oleh Purbaya, berarti kesemuanya ini rezim ini harus diganti, Menteri Keuangannya diganti, harus berent, berent, berents. LPS ini karena dia di background di belakang artinya m-backup ekonomi kita ini kalau terjadi ras e kep perbankan. Hanya itu sebenarnya fungsi dari LPS. Jadi dia tidak ada di depan untuk operasional. Yang ada operasional itu yang tiga ini, fiskal dan lawannya itu OJK dengan BI. OJK ini sebenarnya adalah pecahan dari Bank Indonesia dulunya. Dulu hanya satu Bank Indonesia. Kemudian pecahlah menjadi LPS kemudian menjadi OJK. Dan Purbaya mengerti betul seluk-beluknya di sini. Dua-duanya ini

7:46 OJK dengan Bank Indonesia itu memang diamanatkan oleh konstitusi untuk menjaga atau mengawasi fiskal. Sebenarnya memang itu amanat konstitusi kita. Kalau saya contohkan seperti pemerintahan, kawan-kawan. Pemerintahan itu kan ada presiden dengan menteri-menterinya nih. Itu ada fiskal dalam segi politik pengawasannya. Kemudian ada lagi DPR. DPR partai politik itu pengawas namanya pengawas pemerintah. Makanya bisa diimpe oleh DPR pemerintah. Pemerintah pun bisa. Presiden bisa membubarkan DPR. Dua-dua mereka itu diamanatkan oleh konstitusi untuk saling memang tapi dalam hal ini kalau dalam politik itu supaya demokrasi ini berjalan, berjalan bagus. Nah, dalam keuangan juga begitu sebenarnya kalau terlalu poya-poyalah istilahnya fiskal atau menteri keuangan

8:33 ini yang mengeremnya ini Bank Indonesia dengan OJK. Tapi kalau terlalu direm, mogok ekonomi itu. Itu sebenarnya. Makanya orang-orang ini harus orang-orang yang cocok semuanya. Tujuannya satu, boleh mereka bertentangan kebijakannya, tapi tujuannya nanti untuk rakyat, untuk ekonomi rakyat itu tujuan akhirnya. dan Purbaya ada di rezim itu sebelumnya. Dilihatnya ini, ini prediksi saya, analisa saya dia ada di dalam. Dilihatnya ini mereka ini gak pro rakyat karena rezim sebelumnya itu tidak pro rakyat, pro kepada oligarki. Proigarki mengeluarkan PPNA untuk rakyat, kemudian memberikan teks amnesti kepada para oligarki-oligarki itu. Apa artinya pengampunan pajak Purbahaya? Bukan itu lagi kebijakannya sekarang. Kebijakannya

9:19 adalah sesuai dengan kebijakan Prabowo yang pro rakyat. Sementara ini yang rezim yang lama yang OJK dengan Gubernur DBI itu masih dengan cara berpikir yang lama yang pro kepada oligarki. Apapun keputusannya mereka masih dikendalikan ini. Kira-kira seperti itu. Makanya marah betul Purbaya. Pertama-tama dicobanya dengan cara persuasif, dengan cara menarasikannya meminta DPR untuk mengatur hal itu. Kan kata Purbaya di waktu sidang di DPR mengatakan kan yang di situ itu di bawah Komisi 11 juga. tolonglah atur ini siapa yang diatur oleh Komisi 11 itu OJK, LPS, kemudian Bank Indonesia. Tapi ternyata tak pernah sidang sidang pun yang betul-betul konfrontatif dibuat antar Purbaya dengan orang itu gak pernah ada. Kalau dalam

10:04 masalah keuangan sangat simpel, Kawan-kawan. Kalau ada kebijakan-kebijakan ee keuangan ini, kalau yang bukan pro rakyat, kita bisa melihat bagaimana Purbaya. Ini fenomenal sebenarnya yang dibongkar oleh Purbaya tentang kata Purbaya, rupanya industri batubara ini sangat canggih. Bisa melobi DPR dengan pemerintah. Dikatakan dia pemerintah dia sendiri di lobinya untuk merampuk duit negara 25 triliun tiap tahun. Ini fenomenal sebenarnya. Itu yang menjelaskan kepada kita bahwa kebijakan-kebijakan purbaya ini ini adalah tujuannya untuk rakyat. Padahal dengan meminta Undang-Undang Cipta Kerja mengenai batu bara itu kan mengenai Prabowo sendiri. Tapi dia tidak peduli kalau pro rakyat, kalau Prabowo pro rakyat ini saya kemukakan ini pro rakyat merugikan negara.

10:50 Merugikan negara berarti rakyat nanti tidak bisa diberikan MBG, tidak bisa diberikan koperasi merah putih kurang dananya berhutang kita lagi. Kan ini gak perlu rakyat nama kebijakan-kebijakan tersebut. bisa dibandingkan kebijakan rezim yang lama. Rezim yang lama bagaimana? Bank Indonesia misalnya membuat bunga tinggi, membuat bunga tinggi dan membolehkan bank himar menyimpan uangnya di Bank Indonesia. Kira-kira seperti itu sederhananya. Dan ini dibolehkan juga oleh OJK karena memang satu geng mereka ini memang tujuan dari konstitusi mereka ini sama untuk berlawanan dengan fiskal tapi berlawanannya bukan untuk menghabisi rakyat dengan menyenangkan direksi komisaris ee kemudian macam-macam yang ada di bank himbara tersebut kemudian pemilik-pemilik uang rakyat disedot uangnya ditabung di bank himbara bank Himbara tinggal menaruh di Bank Indonesia karena Bank Indonesia

11:36 menetapkan bunga yang sangat tinggi untuk simpanan-simpanan bank Himbara untuk membuat agar direktur dan komisaris bank Himbara itu tidak perlu kerja mendapatkan untung besar. Sementara sebenarnya tujuan dari Bank Himbara yang diawasi oleh OJK, yang diawasi oleh Bank Indonesia sebenarnya tujuannya adalah untuk memberikan kredit ke masyarakat agar likuiditas tidak kering. Ternyata ini berlaku bertahun-tahun. Siapa yang diuntungkan di situ? Kalau di industri batu bara berarti ada lobi. Kata lobi kata Purbaya itu artinya ada uang bermain di situ. Kalau dalam hal ini kebijakan-kebijakan seperti itu yang tak perlu rakyat yang menguntungkan orang yang punya uang banyak artinya apa? Adakah storan? Adakah imbalan setelah itu? Itu perlu kita pertanyakan, itu perlu diaudit. Makanya sekarang dengan mengundurkan dirinya ee pimpinan OJK sekarang ini menurut saya ini adalah

12:23 ya desakan Purbaya ini tujuan Purbaya di situ. Dan kalau lebih jauh kalau mau lagi lebih hebat Purbaya sebenarnya. E atau begini dulu kawan-kawan. Kenapa saya mengatakan ini adalah tujuan dari Purbaya? Purbaya kan ada di perpajakan itu yang terkena KPP-nya, kepala pelayanan pajak yang di tingkat kota madia. Apa yang dilakukan oleh Purbaya? Kan setingkat setingkat di atas itu kan dinonaktifkan oleh Purbaya. Orang yang mengawasi kantor KPP itu K kanwilnya kan dinonaktifkan oleh Purbaya. Sama juga yang dikatakan oleh Purbaya tadi, BEI itu di itu gak sampai tangannya kepada Purbaya sebenarnya. Itu diawasi oleh OJK. Tujuan dari Purbaya sebenarnya itu itu yang enggak beres OJK-nya yang mengawasi itu sebenarnya yang harus dipecat. Untungnya dia mengerti mundur dia. Kalau gak

13:10 barangkali ada lagi triknya oleh Purbaya atau setelah ini tinggal diaudit. Kalau hal-hal seperti itu, ada permainan-permainan seperti itu yang membuat anjlok tiba-tiba yang naik tiba-tiba itu pun harus diaudit tuh kawan-kawan. Dalam pasar saham tak ada yang instan. Kalau dia misal naik tiba-tiba seperti kemarin to the moon itu pantas dicurigai kemudian turun seketika seperti begini ini harus diaudit. Ngerti kawan-kawan? Kalau diaudit ada pemain-pemain di belakang itu. Pemain-pemain itu adalah para banjingan. Pertanyaan kawan-kawan, siapa para banjingan tersebut? Ingat kawan-kawan yang dikatakan oleh Prabowo. Sekarang kita berbicara dulu siapa itu Prabowo? Ya Presiden memang seorang presiden mempunyai big data, mempunyai data yang

13:56 betul-betul luar biasa, baik datanya HWK ataupun A1. Dan dalam bidang ekonomi itu biasanya berita yang sampai kepada presiden itu adalah berita A1. Saringannya tentu tentu banyak, tapi pasti ada berita A1-nya, ada antek asing. Itu yang dikatakan oleh Prabowo kan. Antek asing itu siapa sebenarnya? Asing itu adalah dalangnya, anteknya di dalam negeri kita ini yang akan merugikan rakyat. Itu dari segi ekonomi. Kita tidak berbicara masalah politik. Nanti memang ada kaitannya dengan politik. Tapi kita bahas mengenai antek asing di bidang ekonomi. Dalangnya itu siapa? Dalangnya kalau kita kategorikan sebenarnya banyak. itu elit global. Elit global ini termasuk di sini, di sini di IHSG yang jatuh kemarin

14:43 itu adalah narasi atau paradigma atau doktrin yang digaungkan oleh asing. Siapa asing itu? Ini akan kita bahas supaya kawan-kawan bisa mengerti. Ada yang ingin coba-coba investasi datang ke rumah, ada makelar, broker, yang namanya macam-macam sekuritas segala macam. Ini pantas kawan-kawan ketahui bahwa dunia ekonomi e dunia ini sebenarnya hanya disetir atau diorkestrasi oleh hanya beberapa bagian saja di di dunia ini. Dan kalau kita ikut permainan mereka, kita bisa hancur. Memang tujuan mereka menghancurkan ekonomi sebuah negara untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Sebanyak-banyaknya. Maksud saya di sini menerangkan sedikit ini secara sederhana kepada kawan-kawan

15:29 dan ini berdasarkan fakta. Berdasarkan fakta dan kata-kata purbaya sendiri. Kalau e Prabowo mengatakan dengan sangat jelas antek asing. Antek asing itu siapa yang ada di Indonesia? Bisa-bisa. Antek asing itu adalah bisa Menteri Keuangan, bisa Gubernur Bank Indonesia, bisa OJK. berdasarkan TRK rekor dia, kebijakan-kebijakan yang diambilnya bisa kita pahami. Mereka sebenarnya disetir oleh asing. Keuntung kepentingannya apa? Kan itu, Kawan-kawan. Kalau dalam keuangan nomor satu kepentingannya adalah uang. Yang kedua, bisa-bisa memang otak mereka itu sudah dicuci dengan pengetahuan-pengetahuan ekonomi yang banyak mazab itu yang padahal tidak dipakai oleh negara-negara asing tersendiri eentu tertentu atau kiblat tempat mereka menuntut ilmu enggak dipakai di seluruh dunia ini,

16:15 Kawan-kawan. Banyak itu ilmu ekonomi. Ribuan masa bidang ekonomi ini. Tapi tak satuun negara yang betul-betul mengadopsi satu ilmu ekonomi. Untuk kawan-kawan ketahui saja. Mereka mempunyai inovasi tersendiri, improv improvisasi tersendiri. Mereka tersendiri semuanya. Oh, kapitalisme katanya. Kapitalismenya mereka berbeda-beda juga. Sosialisme berbeda-beda juga. Kita pun sosialisme atau kapitalis tidak. Pancasila katanya itu pun tidak. Dan berubah-berubah setiap rezim tergantung situasi, tergantung keadaan. sama dengan kita jualan hari hujan kemudian kita tidak sediakan payung gak larislah kalau hari hujan ah yang kita jual adalah payung yang kita jual adalah jas hujan di musim kemarau lain lagi kipas angin yang kita jual supaya laris itu ilmu ekonomi namanya

17:00 dan begitu juga mengenai saham IHSG kemarin yang yang jatuh ataupun naik kemarin itu itu tak lepas dari kendali asing paling tidak ini setengah kemungkinannya ini adalah kendali asing dan boleh dikatakan bukan setengah sebenarnya 99,9% saya meniru Royooo. Ini adalah kendali asing. Saya coba aja paparkan kepada kawan-kawan kenapa ini kendali asing. Supaya tidak rumit, supaya sederhana, saya akan mengandaikan nanti. Dan kemudian kalau seandainya Bank Indonesia, OJK, dan LPS sinkron dengan kebijakan Purbaya yang barusan diangkat menjadi Menteri Keuangan, ini tak akan terjadi, Kawan-kawan. Saya coba kaitkan nanti bukan coba memang harus dikaitkan seperti itu. Alasan kenapa IHSG

17:45 melambung kemarin kemudian yang pasti jatuh kemarin itu apa, Kawan-kawan? Itu adalah pernyataan penilaian dari MNSI katanya Morten Dalalalah. Ah kira-kira seperti itu ya. Jadi peringkat dari bursa atau bursa efek Indonesia ini dari peringkat yang di atas diturunkan dia. Kawan-kawan bisa melihat teks yang saya lewatkan. dia diturunkan dia dari yang jadi prioritas menjadi non prioritas. Arti diragukan. Kalau diragukan pasar saham itu orang tak mau lagi beli saham di situ. Bertransaksi di pasar tersebut. Bursa itu kan pasar. Itu bursa itu pasar. Pembelinya dari mana-mana dari seluruh dunia. Penjualnya dari mana-mana juga di seluruh Indonesia. Kalau pasar itu tidak dipercaya, orang akan hengkang dari pasar itu. Itulah yang membuat IHSG itu jatuh. Penilaiannya. Kenapa mereka

18:32 menilai begitu? Alasannya apa? Alasannya katanya transparansi di Bursa Efek Indonesia tak jalan, tak ada transparansi. Sekarang kita masuk dulu, kita lihat dulu sebagai gambaran kawan-kawan. MNSI itu atau banyak lembaga-lembaga yang dipercaya dunia, yang mengendalikan dunia. Gak berapa mungkin sekitar lima lembaga seperti ini di dunia cuma yang memberikan rating kepada bursa-bursa saham ataupun bursa efek di seluruh dunia ini. Kalau mereka sudah mengatakan ini bursa nomor satu, orang akan berbondong-bondong di situ untuk investasi segala macam. Kalau dia katakan ini tidak lagi dipercaya seperti kita sekarang ini tidak dipercaya kemudian diberikan waktu sampai Mei tahun 2026 ini untuk memperbaiki dengan alasan transparansi. Ini sebenarnya

19:19 alasan yang dibuat-buat untuk kawan-kawan ketahui di seluruh dunia bursa efek itu di New York, di Cina, di Rusia, di mana-mana itu tak ada yang transparan keseluruhannya. Tak ada yang transparan sebenarnya. Namun pertanyaan kenapa kita dibuatkan doktrin seperti itu atau penilaian seperti itu? Masuk kita dulu, masuk dulu kita ke ee badan survei. Ini sama dengan badan survei, kawan-kawan. Ingat badan survei yang kemarin ada Kodari yang kemarin dengan sangat lantam dia mengatakan bahwa kemenangan Prabowo 58% satu putaran. Ingat dalam politik. Kemudian banyak lagi badanbadan survei lagi. Pertanyaan kita, dari mana kau dari mendapatkan informasi sevalid itu, sebagus itu? Ini kita berbicara ekonomi ya, Kawan-kawan. Artinya Kodari mengetahui

20:05 data-data kemenangan untuk yang akan datang itu dan dia mengatakan cuma sekali survei berarti sudah masuk di kepala dia. Ada semacam bagaimana saya mengatakan ya kan ada semacam orkestasi yang akan membuat 58% kan kira-kira seperti itu dan akan terjadi. Begitu juga dengan ee survei atau badan rating masalah ekonomi bursa ini, MNSI sebelah ini kawan-kawan lihat. Sebenarnya kalau kita telusuri lagi siapa kodari ini, siapa yang membayar dia? Itu pertanyaannya. Kalau MNSI ini itu pemegang saham dari lembaga ini, pemegang saham dari lembaga lembaga survei ini, itu adalah orang-orang head pun namanya, orang pemain-pemain saham, pemain-pemain sekuritas, pialang-pialang saham. Itulah dia pemegang saham. Dia

20:51 ini pemegang saham dari Badan survei ini. Jadi badan survei ini mengeluarkan rilisnya berdasarkan arahan dari pemegang saham. Pemegang saham ini siapa? Orang-orang elit-elit yang berkumpul mengumpulkan dana seperti Danantara inilah sekarang berkumpul di situ untuk mengobrak-abri dunia. Dia bisa menaikkan harga saham di suatu tempat di Amerika sana atau menurunkan di suatu tempat di Amerika sana juga di Afrika sana juga tanpa ada alasan apapun. tanpa adanya tanpa ya tanpa perlu ada alasan turun ya turun aja begitu sama juga dengan Trump mengakuisisi Venezuela alasan apapun gak ada ceritanya pokoknya ambil ya ambil begitu. Nah, orang atau bursa-bursa yang bisa dimainkannya seperti itu adalah

21:37 bursa-bursa seperti kita yang banyak permainan di situ yang bisa ee putra-putranya atau antek-antknya tadi yang saya katakan yang di dalam negeri bisa dimainkan oleh mereka dengan ini. Karena begini kawan-kawan, negara Cina misalnya tak bisa dimainkan mereka gak bisa. Mau dikatakannya jelek buraya Cina di Cina sana gak peduli dia orang tetap investasi situ. Gak percaya orang kata-kata dia itu. Karena lain orang di sana gak bisa disetirnya. Kalau kita misalnya atau Malaysia atau di mana di Singapura bisa disetir disetir mereka orang-orangnya di dalam oknum-oknumnya di dalam kita ini yang dikatakan Purbaya mau disetir hancurlah kita hancur kita. Nah, kalau seandainya yang saya katakan tadi seandainya mereka-mereka ini begitu purbaya naik

22:22 kan dia mengatakan saya tidak percaya dengan IMF. Dia tidak percaya dengan lembaga-lembaga tersebut dia katakan karena dia sudah punya pengalaman. Waktu dia tanya ekonom Jepang, "Profesor, kenapa negara kami ini diminta untuk berhutang itu tidak melebihi 3% dari PDB? Tidak boleh 30% lebih dari pendapatan gini gini gini. Itu didogma didoktrin oleh IMF dan negara-negara maju untuk negara kita. Kita mau pula melakukan hal itu." Sementara kata Purbaya, dia tanya, "Kenapa negara kalian hutangnya 100% dari PDW, Amerika 200% dari PDW?" Apa jawaban? Kurang ajar dari profesor tersebut dengan mengatakan begini, "Karena kalian tidak mempunyai privilik untuk itu." Katanya kan kurang ajar gak ada dasar ilmunya, gak ada logikanya kata Purbaya. Begitu juga

23:08 dalam IAHSG ini gak ada logikanya menurunkan rating. Masa suka-suka dia kan badan itu cuma melakukan riset penelitian kemudian dirilis dirilisnya atau survei dirilisnya survei suka-suka dia. Sama dengan suka-sukanya Kodari mengatakan 58% kemarin Burhanudin mengatakan e siano yang paling tinggi di Jakarta, di Indonesia segala macam. Kan suka-suka mereka. Mereka tidak pernah menjelaskan dasar risetnya tersebut berapa bagaimana dari mana dananya mereka melakukan riset tersebut. Begitu juga MNS itu didanai oleh elit-elit, banjingan-bancingan di dunia ini, suka-suka mereka. Maka Purbaya mengatakan, "Jangan percaya itu. Uruslah negara ini sesuai dengan ketentuan, sesuai dengan keinginan Purbaya dari awal. Bank Indonesia jangan lagi menghantam seperti yang dia gelontorkan R triliun. Kemudian dikeringkannya

23:54 likuiditas balik. Kemudian OJK juga tolong tu awasi yang menggoreng-goreng saham. yang menggoreng-goreng saham itu itu dari mereka itu dari elit ini masuk uang ke dalam negeri dan ikut pula pemain dari dalam negeri. Siapa pemain dalam negeri itu? Barusan aja danantara kan masuk ke situ main boleh mengapain saham di situ. Dan antara ini sementara Danantara ini dimodali dari deviden. Ini enggak senang sebenarnya Purbaya. Pendirian Danantara itu sendiri sebenarnya Purbaya tidak senang karena akan menggerus APBN. Seharusnya masuk ke negara dimainkan di pasar saham. Jangan-jangan ini adalah orang-orang itu juga saya tidak menyalahkan dan antaranya tapi oknum-oknumnya bisa saja disetir dari luar sana untuk menghabisi ini. Karena kepentingan dari luar itu sangat sederhana, sangat sederhana sekali. Begitu nanti ini kau negara kita ini, mereka masuk

24:39 atau mereka akan mengambil habis-habisan dari negara kita ini. Bisa-bisa dari sumber daya alam, macam-macam liku-likunya banyak di negara kita ini. Tapi kalau seandainya dari awal begitu rezim berganti kemudian semuanya diganti sesuai dengan keinginan Purbaya. ini sudah sinkron gak ada masalah lagi. IHSG itu mau naik mau turun gak ada masalah lagi. IHSG itu kalau tidak dikendalikan dari luar negeri dan atau tidak bisa dikendalikan dari luar negeri dia akan naik pelan-pelan pelan-pelan. Lain lain waktu saya akan jelaskan betul-betul tentang pasar saham itu kepada kawan-kawan supaya kawan-kawan mengerti bahwa IHSG saham itu hati-hati kalau mau masuk ke situ. Ketahui dulu itu kalau negara-negara seperti negara kita kalau oknum-oknumnya masih bercokol seperti yang kemarin-kemarin bahaya kita. Tapi kalau seandainya ini sudah full dikendalikan oleh Purbaya

25:26 yang tak percaya dengan doktrin asing, ini kan permasalahannya mereka percaya dengan doktrin asing dan pemain-pemainnya ke dalam pasar saham itu yang percaya juga dengan doktrin doktrin asing tadi. Begitu kata asing ini jatuh-jatuh itu hancur itu karena ratingnya dibawa turun ya turun langsung. Coba kalau seperti negara Cina misalnya gak percaya dia dengan doktrin barat seperti itu gak bisa mau kata barat itu gak bisa dipercaya ee pam saham di Cina. orang banyak kok investor di situ. Karena memang tak percaya kalau sudah menyebutkan kata Cina. Tapi kalau dia menyebutkan Indonesia, mereka ikut pula menspekulasi di sini hancur hancur. Itulah yang terjadi. Dan kalau yang ke depan maksud saya memang seharusnya siapa ini memang mundur si Regar ini dan mungkin ke-11nya

26:12 harus mundur. Begitu juga Bank Indonesia seharusnya mundur aja demi kebaikan bangsa kita ini. Karena bagaimanapun juga kalaulah ada dosa-dosanya masa lalu, begitu ada kebijakan yang sinkron dengan fiskalnya Purbaya yang sudah berubah, mereka akan terjerat dengan masa lalu mereka. Koh kalian bermain kemarin, kenapa sekarang mau ikut dengan Purbaya? Kalian yang kuorok nanti. Ketakutan-ketakutan tersandra begitu itu ada, kawan-kawan. Sudah bisa dipastikan. Purbaya mengetahui hal itu. Makanya dia menghormati yang mundur. Kalau yang bertahan ingat saja dia sudah ee kontan-kontan mengatakan perang dengan Bank Indonesia dan kebetulan gubernur Bank Indonesianya apa gak ada masalah. Seperti Amerika sekarang ini bank sentralnya dikriminalkan. Kalau Purbaya mau terlalu keras dia bisa saja. Tapi

26:59 Purbaya ini kan gak sampai enggak tegaan orangnya sebenarnya. Makanya saya katakan ya kapan menyusulnya Bank Indonesia? Kenapa? Tujuan saya baik agar ini sinkron, agar ekonomi kita ini memang agak berat sekarang ini untuk menaikkannya seperti menanggung beban yang berat. Purbaya ada MBG kemudian dan antara didirikan menghisap APBN juga kemudian ada Koperasi Meraputi program Prabowo harus jalan kemudian di perpajakan ada masalah kemudian undang-undang cipta undang-undang ee perampasan aset belum jalan sampai sekarang. Itu kan membuat beban purba di keuangan sangat berat kawan-kawan. Dan ini langkah-langkah pelan-pelan ini mudah-mudahan ini akan berhasil untuk kita. Kita amati minimal sekarang sudah mulai perbaikan itu yang betul-betul drastis sebenarnya. Kalau ini terjadi sekarang ini apalagi

27:44 gubernur Bank Indonesianya mundurlah dululah kasih peluang kepada yang lain dulu yang seide dengan sekarang zamannya sudah berubah. Terima kasih. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube