KINGDOM PLANTAE : BIOLOGI KELAS 10 SMA

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang Kingdom Plantae, yang mencakup tumbuhan lumut (Bryophyta), tumbuhan paku (Pteridophyta), dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Dijelaskan ciri-ciri umum tumbuhan, perbedaan antara lumut dan paku, klasifikasi lumut dan paku, serta klasifikasi tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae). Manfaat dari masing-masing kelompok tumbuhan juga dibahas.

  • Kingdom Plantae terdiri dari tumbuhan lumut, paku, dan tumbuhan berbiji.
  • Lumut dan paku memiliki persamaan dalam reproduksi spora dan metagenesis, tetapi berbeda dalam struktur akar, batang, dan daun.
  • Tumbuhan berbiji dibagi menjadi Gymnospermae (biji terbuka) dan Angiospermae (biji tertutup), dengan perbedaan utama pada perlindungan biji dan cara reproduksi.

Pendahuluan

Kak Febri membuka video dengan membahas Kingdom Plantae untuk kelas 10 SMA. Kingdom ini mencakup semua jenis tumbuhan, yang terbagi menjadi tiga kelompok utama: tumbuhan lumut (Bryophyta), tumbuhan paku (Pteridophyta), dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Istilah "kormovita" digunakan untuk tumbuhan yang memiliki akar, batang, dan daun sejati (kormus). Spermatophyta dibagi lagi menjadi Gymnospermae (biji terbuka) dan Angiospermae (biji tertutup).

Ciri-Ciri Umum Plantae

Ciri-ciri umum tumbuhan meliputi multiseluler, eukariotik (memiliki membran inti), autotrof (mampu menghasilkan makanan sendiri melalui fotosintesis karena memiliki klorofil), dan memiliki kormus yang jelas (akar, batang, dan daun). Dinding sel tumbuhan tersusun dari selulosa. Alga, yang dulunya termasuk dalam Plantae sebagai Thallophyta (tumbuhan tanpa kormus), sekarang diklasifikasikan ke dalam Kingdom Protista karena bersifat uniseluler.

Lumut dan Paku: Persamaan dan Perbedaan

Lumut dan paku memiliki persamaan, yaitu sama-sama menghasilkan spora sebagai alat reproduksi, mengalami metagenesis (pergiliran keturunan), dan hidup di habitat lembab. Perbedaan utama terletak pada struktur akar (lumut memiliki rizoid, paku memiliki akar sejati), batang (lumut tidak memiliki berkas pengangkut, paku memiliki xilem dan floem), dan daun (daun muda paku menggulung membentuk sirsinet). Bentuk daun lumut biasanya kecil dan tipis, sedangkan daun paku bervariasi (mikrofil dan makrofil) dan dapat berupa tropofil (untuk fotosintesis) atau sporofil (menghasilkan spora). Spora pada paku terkumpul dalam sorus yang berada di bawah daun sporofil.

Metagenesis Lumut dan Paku

Lumut dan paku mengalami metagenesis dengan fase yang berbeda. Pada lumut, spora tumbuh menjadi protonema, lalu menjadi tumbuhan lumut dewasa (gametofit) yang menghasilkan anteridium (sel sperma) dan arkegonium (sel telur). Setelah fertilisasi, zigot berkembang menjadi sporofit yang menghasilkan kotak spora. Pada paku, spora tumbuh menjadi protalium (gametofit) yang menghasilkan anteridium dan arkegonium. Zigot berkembang menjadi tumbuhan paku dewasa (sporofit) yang menghasilkan sporangium (kotak spora). Perbedaan penting adalah tumbuhan lumut dewasa bersifat haploid, sedangkan tumbuhan paku dewasa bersifat diploid. Fase dominan pada lumut adalah gametofit, sedangkan pada paku adalah sporofit.

Klasifikasi Lumut (Bryophyta)

Lumut dibagi menjadi tiga kelas:

  1. Bryopsida (Lumut Daun): Memiliki batang semu tegak dan daun spiral, contohnya Sphagnum.
  2. Hepatikopsida (Lumut Hati): Berbentuk lembaran tanpa batang yang jelas, rizoid berada di bawah lembaran daun, contohnya Marchantia.
  3. Antoserotopsida (Lumut Tanduk): Mirip lumut hati tetapi memiliki sporofit memanjang seperti tanduk, contohnya Anthoceros.

Lumut berperan sebagai tumbuhan perintis dalam ekosistem baru, menyerap air, dan dapat digunakan sebagai pupuk kompos. Marchantia dapat digunakan untuk mengobati radang hati ringan, dan Sphagnum dapat menggantikan kapas.

Klasifikasi Paku (Pteridophyta)

Paku dibagi menjadi empat kelas:

  1. Psilophytinae (Paku Purba): Daun kecil seperti sisik (mikrofil), batang bercabang dikotom, tidak memiliki pembuluh angkut, contohnya Psilotum dan Rhynia.
  2. Lycopodiinae (Paku Kawat): Daun kecil tersusun rapat, sporangium terdapat pada sporofil yang membentuk strobilus, contohnya Lycopodium.
  3. Equisetinae (Paku Ekor Kuda): Daun tunggal kecil tersusun spiral, batang beruas-ruas berwarna hijau, sporangium terletak di dalam strobilus, contohnya Equisetum.
  4. Filicinae (Paku Sejati): Daun besar (makrofil), daun muda menggulung (sirsinet), sporangium terdapat pada sporofil, contohnya Marsilea crenata dan Asplenium nidus.

Berdasarkan jenis spora, paku dibagi menjadi homospor (spora jantan dan betina tidak dapat dibedakan, contohnya Lycopodium), paku peralihan (spora jantan dan betina berbeda bentuk tetapi dihasilkan oleh satu tumbuhan), dan heterospor (ada tumbuhan jantan dan betina, spora jantan dan betina dapat dibedakan, contohnya Marsilea crenata dan Selaginella).

Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji): Gymnospermae dan Angiospermae

Spermatophyta dibagi menjadi Gymnospermae (biji terbuka) dan Angiospermae (biji tertutup). Perbedaan utama terletak pada biji (Gymnospermae bijinya tidak ditutupi daun lembaga atau daging buah, Angiospermae bijinya ditutupi daun lembaga yang berkembang menjadi daging buah), alat reproduksi (Gymnospermae menggunakan strobilus, Angiospermae menggunakan bunga), dan fertilisasi (Gymnospermae fertilisasi tunggal, Angiospermae fertilisasi ganda).

Fertilisasi pada Gymnospermae dan Angiospermae

Fertilisasi pada Gymnospermae adalah tunggal, yaitu sel sperma membuahi sel telur membentuk zigot. Pada Angiospermae, fertilisasi ganda terjadi karena setiap serbuk sari memiliki tiga inti: inti vegetatif (membuka jalan) dan dua inti generatif (membuahi ovum dan inti kandung lembaga sekunder). Inti generatif 1 membuahi ovum membentuk zigot, inti generatif 2 membuahi inti kandung lembaga sekunder membentuk endosperm (cadangan makanan).

Klasifikasi Gymnospermae dan Angiospermae

Gymnospermae terbagi menjadi empat kelas:

  1. Coniferae: Tumbuhan berkayu tinggi dengan biji tersusun dalam konus, contohnya pohon pinus.
  2. Cycadophyta (Sikas): Tidak bercabang, mirip pohon kelapa sawit, berumah dua, contohnya pakis haji.
  3. Ginkgophyta: Pohon langka dengan daun berbentuk kipas, contohnya Ginkgo biloba.
  4. Gnetophyta: Contohnya melinjo.

Angiospermae terbagi menjadi Monocotyledone (biji berkeping satu) dan Dicotyledone (biji berkeping dua), yang masing-masing terbagi lagi menjadi beberapa famili.

Manfaat Gymnospermae dan Angiospermae

Gymnospermae bermanfaat sebagai tanaman hias, sayuran (melinjo), obat-obatan, bahan baku kertas, dan korek api. Angiospermae memiliki manfaat yang lebih luas, termasuk sebagai makanan pokok, penghasil gula, tanaman hias, obat-obatan, bahan bangunan, bahan makanan, buah-buahan, bumbu, dan tekstil.

Perbedaan Monokotil dan Dikotil

Perbedaan antara monokotil dan dikotil meliputi: jumlah keping biji (monokotil satu, dikotil dua), jenis akar (monokotil serabut, dikotil tunggang), susunan pembuluh angkut di batang (monokotil tersebar, dikotil teratur), pertulangan daun (monokotil sejajar atau melengkung, dikotil menyirip atau menjari), dan jumlah bagian bunga (monokotil tiga atau kelipatannya, dikotil empat atau lima atau kelipatannya).

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 [Musik] Hai adik-adik semua, ketemu lagi dengan Kak Febri di channel pembelajaran Sigma Smart Study. Kali ini kita akan membahas materi biologi untuk kelas 10 SMA yaitu plante atau kingdom tumbuhan. Seperti biasa, Kakak ingatkan untuk yang belum subscribe yuk di-subscribe channel-nya lalu klik loncengnya, like video-videonya dan share kepada teman-teman kalian sebanyak-banyaknya supaya kita bisa belajar bersama dengan

0:47 Sigma Smart Study. Karena belajar bisa dari mana aja. Oke, adik-adik. Jadi sekarang kita akan membahas mengenai kingdom plante. Plante itu adalah tumbuhan. Jadi kingdom ini isinya itu adalah tumbuhan. Di mana tumbuhan itu terbagi menjadi tiga ya. Dalam Kingdom Plante itu ee penghuninya ada briovita atau tumbuhan lumut, kemudian terodidopita atau tumbuhan paku, dan satu lagi adalah spermatofita atau tumbuhan berbiji. Nah, kalau kalian sering dengar kata-kata kormovita ya, kormovita itu berarti vita itu artinya tumbuhan. Jadi kalau belakangnya vita itu tumbuhan, kormo itu berarti kormus ya.

1:32 Jadi, kormita itu adalah tumbuhan-tumbuhan yang memiliki kormus. Kormus itu berarti sudah memiliki bagian-bagian akar batang dan daun. Jadi, semua anggota Kingdom Plante itu adalah tumbuhan-tumbuhan yang sudah memiliki kormus. Lumut, paku, dan tumbuhan berbiji itu sudah punya akar batang dan daun, ya. Kemudian spermatovita dibagi lagi menjadi dua, yaitu gimnospermei di mana tumbuhan ini berbiji terbuka dan angospermei yang bijinya tertutup. Berikutnya kita lihat ya ciri-ciri umum plante, ciri-ciri umum tumbuhan itu sudah pasti multiseluler dan eukariotik ya. Multiseluler itu berarti dia memiliki banyak sel dan eukariotik itu berarti membran intinya sudah ada ya. Nah, dulu beberapa

2:20 tumbuhan yang termasuk talopita dulunya dimasukkan juga ke dalam kingdom plante. Vita itu artinya tumbuhan ya. Kemudian talo itu talus. Jadi, talupita itu adalah tumbuhan yang ee tidak memiliki kormus. Dia hanya berupa talus saja. Jadi, dia unisel. Contohnya adalah alga. Nah, dulunya alga itu masuk juga ke dalam kingdom plante. Tapi kemudian karena dia uniseluler, alga dikeluarkan dari kingdom plante dan dimasukkan ke dalam kingdom protista. Ya. Lalu yang kedua tadi eukariotik tidak punya membran inti. Ciri ketiganya autotrof. Bisa menghasilkan makanan sendiri karena dia berklorofil. Jadi bisa fotosintesis ya. Kemudian dia tadi punya kormus, akar, batang, dan daunnya sudah jelas.

3:05 Jadi berarti plante itu isinya adalah kormovita ya, tumbuhan-tumbuhan yang berkormus, punya akar batang dan daun yang jelas. Selain itu, dinding sel plante juga tersusun atas selulosa. Nah, ini adalah ciri umum yang dimiliki semua anggota plante. Berikutnya kita pelajari dulu lumut dan paku ya. Jadi, kenapa Kakak masukkan lumut dan paku bersamaan? Karena mereka memiliki banyak kemiripan ya. Ada beberapa persamaan antara lumut dan paku. Di antaranya keduanya sama-sama menghasilkan spora sebagai alat untuk reproduksi, sama-sama mengalami metagenesis atau pergiliran keturunan, dan sama-sama hidup di habitat yang lembab. Nah, ini adalah contoh lumut dan paku ya pada gambar berikutnya. Kalau tadi kita sudah bahas

3:50 mengenai persamaan keduanya, sekarang kita lihat perbedaan antara lumut dan paku ya. Mulai dari akarnya, coba lihat akarnya. Kalau lumut akarnya itu disebut dengan rizoid. Jadi dia akarnya sebetulnya bukan akar, akar semu. Mirip dengan akar. Fungsinya untuk melekat pada substrat dan menyerap hara. Tapi namanya rizoid atau akar semu. Sementara kalau paku akarnya sudah akar sejati dan tipe akarnya adalah akar serabut. Lanjut ke batang. Lumut tidak punya berkas pengangkut di dalam batangnya. Karena tidak punya berkas pengangkut, maka proses pengangkutan dibantu oleh jaringan parenkim. Sementara paku sudah memiliki pembuluh angkut silem dan floem. Ya, silem itu untuk mengangkut air dan zat hara dari akar ke daun.

4:38 Kemudian nanti di daun kan ada fotosintesis. Nah, floem mengangkut hasil fotosintesis dari daun menuju ke seluruh tubuh tumbuhan. Kemudian pada lumut daun mudanya tidak menggulung. Sementara pada tumbuhan paku daun mudanya membentuk gulungan gitu ya. Menggulung sehingga biasa kita sebut sirsinet. Nah, bentuknya seperti ini ya. Ini gambarnya. Berikutnya ee bentuk daun. Kalau lumut bentuk daunnya itu karena lumut itu kecil ya, jadi biasanya daunnya tuh tipis, kecil, halus dan biasanya permukaannya dilapisi kutikula karena hidup di tempat yang lembab. Sementara paku bentuk daunnya itu bervariasi. Ada yang kecil, yang kecil disebut mikrofil. Ada daun besar namanya makrofil. Ada daun yang steril tidak

5:23 menghasilkan spora. Jadi kalau tropofil itu untuk fotosintesis saja bukan untuk reproduksi. Sementara kalau sporofil itu daun yang fertil yang menghasilkan spora sehingga berfungsi untuk proses reproduksi. Nah, ini bentuknya ya. Kalau daun lumut bentuknya ya kecil gitu ya, kecil-kecil atau yang kalau yang lumut hati itu tipis dan dilapisi oleh putih. Sementara untuk paku ada daun yang besar ya makrofil, ada daun yang kecil mikrofil. Kemudian kalau yang daun yang masih mudanya itu dia membentuk gulungan, menggulung ya. Tadi sudah sempat Kakak singgung namanya adalah sirsinet. Terus ee ada pula daun-daun yang disebut daun tropofil, yaitu daun yang memang hanya berfungsi untuk

6:08 fotosintesis karena di bagian bawahnya tidak ada spora. Nah, kalau yang ini ini namanya sporofil karena di bagian bawah daunnya itu ada kumpulan spora. Kumpulan sporanya itu berupa titik-titik yang namanya sorus di bagian bawah daun. Nah, sorus itu isinya kumpulan spora. Kalau sekumpulan sorus kita sebut dengan sori. Jadi sori itu jamaknya dari sorus. Nah, sorus atau sori ini adanya di bagian bawah daun sporofil. Ya, itulah sebabnya kenapa daun sporofil itu disebut daun yang fertil. Fertil itu artinya subur karena berfungsi untuk proses reproduksi. Karena di sporofil itu ada sorus yang berisi kumpulan spora. Nah, perbedaan antara lumut dan paku yang

6:54 berikutnya adalah sama-sama mengalami metagenesis, tetapi fasenya berbeda nih. Kalau lumut urutannya dari spora, kemudian spora jatuh ke tempat lembab berkembang menjadi protonema. Lalu protonema berkembang menjadi tumbuhan lumut dewasa. Nah, tumbuhan lumut dewasa ini jumlah kromosomnya N atau haploid ya. Masing-masing tumbuhan lumut akan menghasilkan anteridium yang melepaskan sel sperma dan arkegonium yang melepaskan sel telur. Nah, dari spora sampai tumbuhan lumut kita sebut sebagai gametofit. Karena tumbuhan lumutnya ini terutama ya itu adalah penghasil gamet maka disebut fase gametofit. Nah, gametnya sendiri spermatozoid dan sel telur yang masing-masing haploid kemudian akan melebur membentuk zigot.

7:40 Zigotnya itu diploid. Lalu zigot akan berkembang menjadi embrio, lalu menghasilkan sporofit. Sporofit itu nanti menghasilkan kotak spora ya. Sementara kalau metagenesis pada paku, spora yang jatuh ke tempat lembab berkembang menjadi protalium. Nah, protaliumnya ini yang menjadi gametofit karena menghasilkan anteridium yang kemudian melepas sperma dan arkegonium yang melepaskan ovum. Sperma dan ovum bertemu menghasilkan zigot yang diploid. Lalu kemudian zigotnya berkembang menjadi tumbuhan paku dewasa. Ya, tumbuhan pakunya ini adalah sporofit karena dia menghasilkan kotak spora atau sporangium yang kemudian sporangiumnya

8:26 ini akan membelah secara miosis menghasilkan spora yang haploid. Ya, jadi kita lihat nih perbedaannya. Kalau pada lumut, tumbuhan lumutnya itu haploid. Jumlah kromosomnya haploid. tumbuhan lumut dewasanya ya. Sementara kalau pada paku tumbuhan lumut tumbuhan pakunya sori tumbuhan paku dewasanya itu diploid atau 2n karena hasil peleburan dari sperma dan ovum. Itu itu perbedaan yang pertama ya. Kemudian kalau lumut lumut dewasanya gametofit. Sementara kalau paku tumbuhan paku dewasanya itu adalah sporofit. Jadi fase dominan pada tumbuhan lumut itu adalah fase gametofit. Sementara fase dominan pada tumbuhan paku itu adalah

9:13 fase sporofit ya. Nah, keduanya sama-sama mengalami pembelahan meosis pada saat proses pembentukan spora baik lumut maupun paku ya. Ketika kotak spora atau sporangiumnya membentuk spora itu terjadi pembelahan meosis ditandai dengan pengurangan jumlah kromosom dari 2 atau diploid menjadi n ya. Nah, kalau Kakak dulu waktu SMA biar gampang nih nghafalnya, Kakak bikin kayak begini nih. Biar gampang hafalnya nih ya. Kalau kalian punya cara lain enggak apa-apa. Pada lumut ramalzes, rapora, mananya protonema, L-nya lumut dewasa, lalu menghasilkan zigot, embrio, lalu sporangium.

9:59 Sementara kalau pada paku rata zep, ranya spora, tanya-nya protalium, z-nya zigot, embrio, paku dewasa, lalu baru menghasilkan kotak spora atau sporanium, ya. Nah, berikutnya kita lihat klasifikasi pada briovita atau tumbuhan lumut dibagi menjadi tiga. Yang pertama adalah briopsida atau lumut daun. Briopsida itu gambarnya yang pertama ini yang paling kiri ya. Nah, ini dia ni lumut daun ya. Tubuhnya kecil berbatang semut tegak dan lembaran daunnya tersusun spiral. Pangkal batangnya di pangkal batangnya ada rizoid yang bercabang-cabang dan bersepta. Contohnya adalah spagnum. Jadi ini biasanya muncul di pinggir-pinggir selokan atau got ya.

10:45 Lalu yang kedua adalah hepatikopsida atau lumut hati. Lumut hati ini bentuknya dia lembaran jadi enggak enggak kayak enggak berbatang gitu ya. lembaran rizoidnya langsung ada di bagian bawahnya. Nah, rizoidnya ini tempat berada di bawah lembaran daunnya, tidak bercabang, ya, tidak bercabang maupun bersepta. Contohnya adalah marcantia. Lalu yang ketiga ini adalah antoserotopsida atau lumut tanduk. Bentuknya sebetulnya mirip dengan lumut hati, tapi perbedaannya kalau lumut tanduk ada sporofit yang memanjang dan tumbuh seperti tanduk di atas hamparan gametofit atau di atas hamparan daun-daunnya itu ya. Kalian bisa lihat ini gambar yang paling kanan itu adalah lumut tanduk. Yang tengah itu adalah lumut hati. Jadi mirip ya lumut hati

11:30 dengan lumut tanduk itu mirip. Hanya saja kalau lumut tanduk. Nah ini dia nih ada sporofit yang naik ke atas jadi menyerupai seperti tanduk makanya disebut lumut tanduk. Contohnya contoh lumut tanduk ini adalah antoseros. Itu tadi bedanya ya. Kalian bisa lihat juga gambarnya perbedaan antara ketiganya. Lalu kita lihat apa sih manfaat lumut? Lumut manfaatnya macam-macam ya. Yang pertama tentu saja untuk ekosistem dia berfungsi sebagai tumbuhan perintis. Jadi untuk membentuk ekosistem baru membutuhkan lumut untuk cikalbakal pertumbuhan organisme lainnya. Lalu untuk menyerap air juga ya itulah sebabnya kalau di hutan itu enggak pernah banjir, enggak pernah kekeringan. Kalau di hutan sudah enggak ada lumut lagi ya udah kita terancam deh ya.

12:17 Kemudian dibuat bisa juga lumut dibuat menjadi pupuk kompos. Kalau mercantia untuk radang hati ringan bisa jadi obat makanya disebut lumut hati ya. Spaknum bisa menggantikan kapas menghasilkan parafin asam aset tar amoniak dan lain-lain yang biasa digunakan untuk industri. Itu tadi lumut. Sekarang kita ke klasifikasi peridopita atau paku. Tumbuhan paku terbagi menjadi empat. Yang pertama psiloptine, yang kedua likopodine, yang ketiga equekiset, dan yang keempat adalah pilisine. Kita bahas satu persatu ya mulai dari siloptine atau paku purba. Daunnya berukuran kecil, jadi kita sebut daunnya mikrofil ya, seperti sisik bentuknya. Kemudian batangnya bercabang dikotomi. Dikotomi

13:03 itu berarti cabang-cabang dua ya. Selalu bercabang dua, bercabang dua kayak gini nih. Cabang dua lagi dan seterusnya. itu namanya cabang dikotomi. Gambarnya yang itu ya, yang pojok kiri atas itu paku purba. Tingginya mencapai 30 cm sampai 1 m. Tidak punya pembuluh angkut. Jadi ee peralihan antara lumut dan paku ini ya, makanya disebut paku purba. Batangnya berklorofil warnanya hijau. Jadi bisa fotosintesis. Contohnya adalah silotum dan rinia. Lalu berikutnya yang kedua likopodine atau paku kawat. Gambarnya yang kiri bawah ini ya. Daunnya kecil-kecil juga tersusun rapat. Sporangiumnya ada pada sporofil yang tersusun membentuk strobilus. Strobilusnya berbentuk kerucut makanya mirip dengan pohon pinus. Jadi dia

13:50 disebut pinus tanah ya karena memiliki strobilus berbentuk kerucut pada bagian ujung batangnya. Contohnya adalah likopodium. Yang ketiga adalah equekisine atau paku ekor kuda ya. Dia punya daun tunggal, ukurannya kecil dan tersusun spiral. Daunnya juga masih mikrofil ya, berukuran kecil. Batangnya juga berwarna hijau dan beruas-ruas. Porangiumnya terletak di dalam strobilus yang juga berbentuk kerucut. Contohnya adalah ekuiset. Gambarnya yang kanan atas ya. Yang keempat, felisine atau biasa kita sebut paku sejati. Nah, yang ini daunnya sudah berukuran besar atau yang biasa kita sebut daun makrofil. Daun mudanya menggulung ya, namanya tadi sirsinet. Kemudian sporangiumnya terdapat pada

14:36 sporofil. atau daun yang menghasilkan spora yang tadi kita sudah lihat di bagian bawahnya ada bintil-bintil ya. Nah, contohnya marsilia krenata dan aspeniumnidus. Berikutnya berdasarkan jenis sporanya ada juga nih. Jadi pembagian paku bisa juga dibagi berdasarkan sporannya terbagi menjadi tiga, yaitu paku homospor, paku peralihan, dan paku heterospor. Pada paku homospor dia disebut berumah satu. Kenapa? Karena spora dihasilkan oleh satu macam tumbuhan saja ya. Jadi, setiap tumbuhan menghasilkan spora jantan dan betina. Di mana spora jantan dan betinanya tidak bisa dibedakan. Makanya disebut homo. Homo kan sama ya, sporanya sama persis. Contohnya adalah likopodium. Kalau paku peralihan masih berumah satu juga. Satu tumbuhan menghasilkan semua spora. Tapi

15:23 spora jantan dan betinanya sudah berbeda bentuk ya. Kalau homospor kan tadi sama persis. Nah, kalau paku heterospor dia berumah dua. Jadi ada tumbuhan jantan ya, ada paku jantan, ada paku betina. Spora jantan dan betinanya juga sudah bisa dibedakan dengan jelas. Contohnya Marselea Krenata dan Selaginla. Kalau Kakak dulu ngfalinnya biar gampang gini, lemas. Bukan gini tulisannya. Jadi L likopodium, Equisetum, M-nya Marsilea, dan S-nya selaginela. Jadi biar hafal urutannya homospor, peralihan dan yang terakhir dua ini adalah yang heterospor ya. L-nya likopodium homospor, E-nya peralihan, Masnya Marsilea dan silagenela. Itu adalah paku heterospor

16:09 ya. Nah, ini kalau mm apanya? Metagenesisnya. Nah, yang ini metagenesis paku peralihan nih. Ini udah kakak coret-coret ya. Jadi kalau paku peralihan itu kan dia berumah satu nih. Sporangiumnya cuman satu nih. Tapi sporanya ada dua. Ada spora jantan dan ada spora betina yang kemudian akan tumbuh menjadi protalium jantan dan betina. Tapi kelak kotak sporanya cuman satu lagi ya karena dia berumah satu. Tumbuhan pakunya cuma satu macam. Enggak ada paku jantan, enggak ada paku betina. Ya, sporaumnya nanti menghasilkan spora jantan dan betina yang sudah bisa dibedakan. Nah, bedakan ini kalau yang metagenesis paku heterospor. Waduh, udah banyak coretan ya. Nih, kalian lihat ya. Kalau yang heterospor itu kan

16:55 tumbuhannya sudah berumah dua. Jadi, tumbuhan pakunya itu ada yang mikrosporofil ya. Sporofilnya ada yang mikro itu jantan dan ada yang sporofil makro atau makrosporofil. Jadi, ada yang jantan, ada yang betina. Tumbuhan pakunya ini nanti menghasilkan sporofil jantan dan betina yang kemudian menghasilkan spora jantan dan betina gitu. Jadi beda nih kalau heterospor ada dua macam sporofilnya, daun sporofilnya ya ada daun sporofil jantan dan ada daun sporofil betina. Nah itu tadi ya pembagian tumbuhan paku berdasarkan jenis-jenis sporanya. Nah, selanjutnya kita masuk ke spermatopita atau tumbuhan berbiji. Tumbuhan berbiji

17:41 adalah tumbuhan yang menghasilkan biji sebagai hasil dari fertilisasinya. Kemudian tumbuhan berbiji ini terbagi menjadi dua, yaitu gimnosperme atau tumbuhan berbiji terbuka dan angiosperme, tumbuhan berbiji tertutup. Perbedaannya yang pertama tentu saja pada bijinya. Gimninospermei bijinya tidak ditutupi oleh daun lembaga atau tidak ditutupi oleh daging buah ya. Jadi ee bijinya nah ini daun lembaga terus ada biji lagi terus daun lembaga lagi. Jadi gitu aja daun lembaganya tuh cuma menyertai saja bentuknya seperti itu. Sementara pada angosperme bijinya ditutupi oleh daun lembaga yang kelak akan berkembang menjadi daging buah. Jadi daging buah itu menjadi cadangan makanan untuk si bijinya itu ya. Kalau

18:27 alat reproduksinya Gimnos permei pakai strobilus. Strobilus itu berumah dua. Jadi setiap strobilus cuma punya satu gamet. jantan atau betina saja. Kalau angospermei alat reproduksinya bunga monoseus ya. Bunga ini satu bunga punya dua gamet. Akarnya kalau gimnos perme tunggang kalau angin sperme bisa tunggang atau serabut. Batang gimnos permei sudah pasti berkambium. Kalau angosperme berkambium atau ada juga yang tidak. Daun gim vermei sangat beraneka ragam. Ada yang tebal, sempit, kaku, atau tipis lebar. Sementara angos permei sebagian besar daunnya lebar dengan pertulangan daun sejajar. atau mengirip atau menjari. Fertilisasi gimnosperme itu tunggal ya. Jadi cuma sel sperma membuahi sel telur

19:13 membentuk zigot ya. N ketemu N jadinya zigot yang 2N atau diploid. Seperti ini kira-kira skema fertilisasinya ya. Jadi, konus betina itu nanti akan ee menghasilkan sel telur. Lalu, konus jantan, strobilus jantannya menghasilkan polen. Polen dan sel telur melebur menghasilkan biji ya, biji yang diploid. Lalu kalau angosperme itu fertilisasinya ganda. Kenapa fertilisasinya ganda? Karena setiap polen, setiap serbuk sari itu memiliki tiga inti. Yang pertama adalah inti vegetatif yang berfungsi untuk membuka jalan ya, membentuk bulu serbuk untuk masuknya si inti generatif dan bisa membuahi. Lalu ada dua inti

19:58 generatif. Nah, dua inti generatif ini nantinya akan membuahi ovum dan inti kandung lembaga sekunder. Jadi, di dasar putik itu ada yang namanya ovulum atau ovarium yang memiliki delan inti ya. Intinya ada delapan nih. Apa saja yang tiga di atas? Ini namanya antipoda. Kemudian di tengah ada inti kandung lembaga sekunder ya. 2 dia diploid. Lalu di bagian bawah di tengah-tengahnya itu ada sel telur yang haploid. Kemudian sel telur diapit oleh sinergit. Nah, nanti intigeneratif 1 akan membuahi ovum ya. Jadi intigeneratif haploid. Ovum haploid menghasilkan zigot yang diploid. kelas zigot akan berkembang menjadi biji.

20:44 Sementara inti generatif 2 membuahi inti kandung lembaga sekunder. Haploid membuahi diploid, jadinya endosperm triploid atau 3n. Kelak endosperm ini akan menjadi daging buah ya. Fungsinya adalah sebagai cadangan makanan. Nah, berikutnya ini adalah klasifikasi gimnospermei dan angiospermei. Kalau gimnospermei terbagi menjadi empat, yaitu coniferei, sikadovita, ginkofita, dan genetovita. Konifrey ini adalah tumbuhan berkayu yang tingginya bisa mencapai puluhan meter dan bijinya tersusun dalam konus. Contohnya adalah pohon pinus yang biasa banyak di hutan-hutan pinus, ya. Lalu yang kedua adalah sikadopita atau biasa kita sebut sikas. Dia tidak

21:30 bercabang. Bentuknya mirip dengan pohon kelapa sawit ya. Memiliki daun yang majemuk dan dia berumah dua. Contohnya adalah sikas rumpi atau pakis haji. Yang ketiga, gingkopita. Ini pohonnya sudah langka. Yang tersisa tinggal gingko biloba saja. Tingginya tinggi banget ya. Dan daunnya khas sekali berbentuk kipas. Genetopita itu contohnya adalah melinjo. Nah, kemudian kalau angosperme terbagi menjadi monokotiledone dan dicotiledone. Di mana monokotiledone itu bijinya berkeping satu. Kalau yang dikotil itu bijinya berkeping dua. Kemudian monokotil terbagi-bagi lagi menjadi beberapa famili. Begitu pula dengan dikotil ya terbagi-bagi lagi menjadi beberapa famil. Nanti video ini bisa kalian pause ya. Kalian bisa catat ee

22:18 semuanya ini kalian catat supaya catatan kalian lengkap. Nah, selanjutnya beberapa manfaat Gimnos Perme adalah sebagai tanaman hias. Contohnya pakai saji, lalu untuk jadi sayuran, contohnya melinjo, untuk jadi obat-obatan atau suplemen, serta sebagai bahan baku kertas dan pembuatan korek api. Sementara kalau angin sperme itu lebih banyak lagi manfaatnya ya. Bisa jadi makanan pokok, penghasil gula, untuk tanaman hias, obat-obatan. untuk jadi bahan bangunan atau bahan-bahan pembuat perabot rumah tangga, bahan makanan, buah-buahan, bumbu, tekstil, dan lain-lain ya. Nah, terakhir ini Kakak mau kasih lihat lagi perbedaan antara monokotil dan dikotil. Sebetulnya dari SD sudah belajar ya. Perbedaannya yang pertama pada biji.

23:04 Kalau monokotil keping bijinya hanya satu. Kalau dikotil berkeping biji dua. Lalu akar pada monokotil itu akarnya akar serabut. Dikotil akarnya tunggang. Itu perbedaannya ya. Perhatikan nih perbedaan serabut sama tunggang. Kemudian kalau monokotil batangnya pembulu angkut di batang tersebar ee tidak beraturan. Sementara kalau di kotil pembuluh angkutnya tersusun beraturan berbentuk atau tipenya kolateral terbuka ya karena punya kambium. Pertulangan daun pada monokotil itu sejajar atau melengkung. Sementara pertulangan daun pada dikotil menyirip atau menjari. Lalu jumlah bagian-bagian bunga pada monokotil jumlahnya tiga atau kelipatannya.

23:49 Sementara bagian-bagian bunga pada dikotil jumlahnya 4 atau lima atau kelipatannya ya. Itu tadi perbedaannya antara monokotil dan nikotil. Baiklah, kalau begitu berarti sudah selesai ya semuanya pembahasan kita mengenai kingdom plante. Oke, adik-adik, itu tadi materi mengenai kingdom plante sudah selesai kita bahas semuanya. Semoga bisa dipahami ya. Terima kasih untuk yang sudah menyimak. Semoga videonya bermanfaat ya. Selanjutnya sampai ketemu di video materi selanjutnya di channel pembelajaran Sigma Smart Study. Karena belajar bisa dari mana aja.

26:02 [Musik]

Share

Ringkasan Video YouTube