0:22 Artificial intelligence atau kecerdasan buatan AI adalah bidang dalam ilmu komputer yang berfokus pada penciptaan sistem atau mesin yang dapat meniru dan menjelaskan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. Tugas-tugas ini termasuk pengambilan keputusan, pemprosesan bahasa alami, pengenalan gambar, perencanaan, dan lain-lain. Dalam praktiknya, AI akan menyimulasikan kecerdasan manusia yang menghasilkan karya tulis, gambar, video, dan seterusnya melalui prom AI yang diinput oleh seseorang. Semakin masifnya penggunaan awal mulanya
1:09 adalah sebagai solusi dalam berbagai masalah kehidupan manusia. AI menawarkan banyak manfaat yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia, mengoptimalkan proses, dan memungkinkan solusi yang lebih inovatif dalam berbagai bidang. Saat ini AI sedang berkembang dengan sangat pesat dan menjanikan banyak potensi di berbagai bidang. dari kesehatan, pendidikan, keamanan hingga kesenian. Namun tantangan besar masih ada, terutama dalam hal etika, keamanan, dan dampak sosial dari perkembangan AI dan hak cipta atas hasil AI. Perdebatan terkait hak cipta hasil AI muncul ketika karya yang dihasilkan oleh
1:55 kecerdasan buatan seringki tidak memiliki pencipta manusia secara langsung. Ya, digaris bawahi secara langsung. Sebagian pihak berpendapat bahwa karya AI tidak layak diberi hak cipta karena tidak memiliki kreativitas manusia. Sementara yang lain berargumen bahwa pencipta model atau pengguna AI berhak atas perlindungan hukum. Ketidakjelasan hukum ini menelbukkan tantangan baru dalam dunia kekayaan intelektual. Alasan yang seringki perdebatan ini diangkat dalam belum adanya aturan hukum yang jelas mengenai haki terkait karya yang dibantu oleh teknologi terutama di Indonesia.
2:42 Secara hukum saat ini masih ada kekosongan yang memungkinkan kita untuk mengklaim bahwa karya yang dihasilkan oleh AI yang pada dasarnya adalah hasil kolaborasi manusia dan mesin tetap berada dalam domain kepemilikan kita. Berbagai negara termasuk Indonesia masih tetap tahap masih dalam tahap merumuskan aturan tentang karya yang melibatkan AI sehingga tidak ada larangan eksplisit terkait pengakuan karya tersebut. Padahal masifnya penggunaan ini sangat menimbulkan sangat membutuhkan kejelasan hukum dalam klaim hak cipta tersebut. Sebut saja yang viral akhir-akhir ini seperti makhluk anomali tung tung tung sahur tahu nggih? Yaah. Itu yang
3:31 berbentuk kayu yang ya kayu yang mempunyai mata dengan tangan dan kaki atau bentuk-bentuk lainnya. penciptaan puisi, nada lagu atau video random yang dibuat dengan bantuan AI. Dari deskripsi ini mungkin ada yang ditanyakan, saya ambil tiga. Babaan Asalafi, Sumbersari dan Poncogati. Monggo silakan. Jelas kami muncul pertanyaan. Pertanyaannya seperti ini. Kita akan bahas prentasi berapa antara orang yang
4:18 orang yang mengeklaim pikirannya di I-nya. Kalau kita maknai ini sebagai sistem gitu. Jadi persentasinya itu berapa, akal manusianya berapa, terus nanti-nya itu berapa sehingga nanti bisa dikategorikan bahwa karya ini bisa dikatakan 100% kepemilikan seperti itu. Nggih. Yang pertama ee objek yang dihukumi hanya manusia kayu itu atau mungkin ada yang lain? Terus kemudian nggih hasilnya nggih apakah yang seperti dalam deskripsi saja atau ada yang lain. Yang kedua niku tentang ee praktik
5:06 input from AI itu seperti apa? ngoten ngih sampun tuan rumah monggo. Seik SB asilanya siap. Ada mic-nya belum? Belum. Ya, Saya Bu Asilah diberikan mic.
5:51 Monggo. Apakah nanti from AI di sini itu ee berbayar atau tidak? Soalnya ada beberapa website yang mungkin fiturnya itu lebih canggih, akhirnya itu berbayar atau ketika nanti yang gratis seperti dipsik mungkin. Nah, itu nanti juga akan memberikan damage pada jawaban kita. Sekian. Baiklah Bapak dimintai jawabannya. Pertama dari pondokan babakan dari hasil karya kira-kira yang mau kita bahas begitu ya. Prosentase ee sumbang manusia berapa persen? Ei-nya
6:38 berapa persen? Apakah dimutlakkan ataukah tidak? Berapa persen manusianya? Berapa persen AI-nya? Kalau dimutlakan disilakan. Kalau dia silakan dijawab dari jel asilannya. Kedua, apakah yang kita bahas ini hasil-hasil berbentuk video atau foto yang hanya manusia ataukah bebas? Soalnya zaman sekarang itu sudah banyak hasil-hasil ee tulisan kayak karangan-karangan buku atau kalau kuliah itu namanya apa? Tesis. Itu juga dari AI. Jadi yang dibahas murni berbentuk video atau foto manus video manusia ataukah yang penting itu AI. Kedua, praktik prom ini
7:25 bagaimana? Artinya mungkin dari nulis sendiri, copy paste atau bagaimana? Silakan. Kemudian dari terakhir dari Al-Aqsa yang paling mengganjal ini adalah apakah AI pembuatan ini berbayar atau tidak. Aplikasi atau promnya, Mas? Soalnya promnya yang berbayar bukan aplikasinya. Soalnya tadi kayaknya yang mencontohkan berbayar itu aplikasi ee website lah ya website-nya ya, bukan promnya. Prom itu perintah ya. Ingat, prom itu perintah pembuatannya, alatnya yaitu aplikasinya. Jadi, pertanyaannya apakah alat pembuatan AI itu berbayar atau free?
8:14 Oke, silakan dijawab dengan urut. Ee mungkin saya jawab yang pertama dulu tentang presentasi kontribusi nggih. Yang pertama kalau nanti untuk prentasi kontribusi ini kiranya itu ee membebaskan tasawur pada musyawirin dalam artian kan nanti di macam-macam aplikasi itu ada yang kita minta doang langsung jadi. Contoh kayak misalkan kita mau minta ee bikin risalah atau bikin apa makalah lah. Bikin makalah langsung jadi tuh ada juga yang apa namanya prosesnya itu lumayan itu harus
9:00 ada proses coding. Harus ada proses coding di situ. Itu begitu. Jadi nanti terserah nanti musyawirin itu ingin ee apa namanya mentafsil baik yang nanti kontribusinya itu bagaimana dan seberapa nanti ee tergantung musyawirin ingin ingin apa mentafsilnya bagaimana seperti itu. Mungkin cukup ya yang nom yang nomor satu. Oke, terus yang nomor dua ee tentang ini. Apakah bentuk karya ini foto video atau nanti musawiri di seperti apa kan
9:49 kita enggak bisa semuanya terserah muswiri terserah musanya AI itu ada yang berbayar ada yang tidak kayak misalkan jadi ada yang Premium ada yang reguler besok. Terus apalagi tadi proses ya? Iya. Praktik promnya itu bagaimana? Maksudnya prom ini yang perintah ya yang perintah membuat kalau buat video itu praktik promnya bagaimana? Maksudnya dia copi pas atau bikin sendiri soalnya kan ada yang itu sangat susah ya bahasa Inggris itu dia bikin sendiri atau copi pasta aja di Instagram atau di Twitter banyak. Oke, oke, oke. Kalau misalkan proses kerjanya ya, yang saya punya data itu dari website-website yang ada. Terus
10:35 ini juga datanya ini ee pengakuan dari chat GPT-nya itu atau chat apa chat AI yang bot yang ini itu ya. Kalau misalkan dari data-data itu semua menampilkan kemiripan yaitu apa? yaitu dia sama-sama mengklain bahwasanya video, foto atau karya tulis segala hal yang diciptakan itu merupakan proses dari sebuah pembelajaran algoritma yang sudah diprogram BI. itu yang data yang kami dapat seperti itu. Jadi beliau bukannya copy paste bukan copy paste atau apa mengambil tulisan orang lain itu bukan
11:20 itu dari pihak provider ya maksudnya pemilih aplikasinya ya itu sama dari website yang ditanyakan ini kita yang mau bikin foto lewat ini itu promnya yang kita masukkan itu kita bikin sendiri atau coffee master bikin sendiri sendiri sendiri ya misalkan kita mau bikin mau minta video animasi Naruto itu yang ditanyakan berarti di sendiri ya bukan copy pas dari mana-mana ya bukan jadi karya kita misalkan kita mau
12:07 diprom ya di promet saya buat buatkan saya Naruto pakai sarung contoh. Iya. Nah, itu berarti akan sendiri kita ngam sendiri gitu. Oke, Pak. Oke. Mungkin saya kasih satu pertanyaan lagi sebelum kita ke pertanyaan. Sudah semua? Sampun. Oke. Jadi untuk presentasi klaim hasil karya ini manusia manusia berapa persen? AI berapa persen? Silakan kalau memang itu mempengaruhi jawaban silakan ditafsil. Jadi dari syail tidak e mempersempit jawaban hanya bukan hanya ngetik jadi tapi ada usahanya. Atau jadi kayak di
12:53 Gemini waktu itu bikin video kartu EVO. Masih ingat ya? Foto kartun Gibli. Nah, itu kan tinggal bikin jadi masukkan foto kasih tulisan jadi. Jadi terserah kalau memang pakai PowerPoint dan kawan-kawan itu atau Photoshop dan sebagainya. Kemudian untuk bentuk hasil AI-nya silakan entah itu tulisan seperti dalam deskripsi ada tulisan, ada lagu, ada video atau ada apapun itu silakan diperinci hukumnya bagaimana. Kemudian untuk praktik promnya kita fokus untuk kita yang membuat prom itu sendiri bukan dari copy paste biasanya. Soalnya ada gambar
13:38 bagus biasanya dari kita oh tertarik wajahnya kita yang dipasang di situ. Kita minta promnya kita copy, kita masukkan Gemini foto kita. Jadi wajah kita seperti itu. Berarti kita fokus untuk yang bikin sendiri, tidak yang copy paste. Untuk AI-nya berbayar atau tidak lagi-lagi dibebaskan. Kalau memang itu berbayar mempengaruhi jawaban, silakan diibarati ngoten mawon. Mungkin kalau sudah tidak ada pertanyaan lagi. Kita masuk ke pertanyaannya. A. Apakah karya atau wujud yang diinput seseorang melalui prom AI bisa diklaim sebagai karya atau miliknya sebelum jawaban? Soal ini sudah mabum semua? Nggih.
14:24 Artinya diklaim menjadi karya dan menjadi milik. Paham ya bedanya? Ya, silakan saya cari tiga jawaban. Saya fosforcurnya yang jauh-jauh dulu. Ya, yang jauh-jauh dulu. Wah, waduh banget iku ya. Kepleset tutuk iku. Sidogiri e sudah tadi Alfalah Ploso dan wah teman kita syuhada Alkzini Buduran. Monggo hadir ya. Ini Kini dari rumah apa dari pondok ini? Masyaallah. Ya, kita jawaban ketiga. Alkzini. Semoga bukan yang dari surga ini ya. Masyaallah.
15:09 Ayo silakan. Oh, mik mik. Ngapunten mik. Sidogiri, Sidogiri, Alfala Ploso, dan Alkzini. Ya cek. Bismillahirrahmanirrahim. dari kami untuk pertanyaan nomor satu ini, apakah prom dari AI ini bisa dikatakan hak atau milik? Kami memutlakkan dari macam-macam yang telah ditafsilkan dalam tasahuran tadi baik hasilnya melalui ada sumbangsih dari juhdu pikir dari kita terus dibantu oleh
15:57 AI atau tidak ada sama sekali cuma minta tinggal salin copy copy paste itu kami tidak mengatakan bisa dikatakan akan klaim sebagai kepemilikan tidak bisa karena satu tidak memenuhi syarat yang penting itu dulu nanti anu silakan yang penting bisa atau tidak dulu nggih nggih tidak bisa alfalah peloso bisa atau tidak bisa bisa oke ee syuhada monggo diperinci Oh tafsil gak kendelb iki.
16:46 Alkzini silakan diperinci ya. I ditafsil ya. Saya sudah menemukan tiga jawaban yang pasti semuanya dari sampean semua mesti sepakat dengan salah satu dari ini. Dari Sidogiri mengatakan semuanya mutlak tidak bisa diakui sebagai hasil karya. Tidak bisa diakui sebagai hasil karya dan tidak di tidak bisa dimiliki hakinya apa jenenge? hak intelektualnya bukan karya dan bukan milik kita ngoten untuk alfal ploso bisa dan terakhir ee Alkohzini diperinci ini pasti
17:33 perencananya lek ono usaha ngene lek gak ngene ngoten ya silakan ee satu persatu atau bagaimana satu persatu dulu nggih kami ya ya atau Kita angkat salah satu saja dari yang peloso maon nggih. Diangkat salah satu saja langsung diperinci dulu biar tahu jawabannya gimana. Oh, sudah saja sama loh. Silakan dari Alproso. Kenapa bisa diakui ibaratnya bagaimana? Poin-poinnya berapa? Nggih. Mun nggih pun cek seneng. Monggo. Alasannya apa? Wis dari Sidogiri di sini alasannya satu tidak memenuhi
18:20 syarat-syarat intelektual itu dikata atau dinisbatkan sebagai karya yang karya yang dinisbatkan kepada seseorang itu satu. Karena syarat-syaratnya sebuah karya bisa dinisbatkan seperti ini karangannya ini, ini karangannya orang ini. Itu satu harus emang ada juhul fikri. Dua, judul fikrinya usaha pemikiran. Usaha pemikirannya itu harus murni dari dirinya sendiri. Tidak ada campur tangan dari siapapun. Ketika di prom AI ketika kita minta otomatis ada juhdul fikri dari kita yang
19:07 dicampur oleh dikolaborasikan oleh pemikirannya AI maka tidak terjadi alasan alasannya itu saja karena tidak memenuhi syarat nisbat karya nggih yang syaratnya dua tadi silakan iya dari Alfalah ee sebelumnya terima kasih kepada moderator kami menjawab bahwa karya yang diinput dari prom AI itu bisa di Halo. Nah, bisa di ee miliki atau bisa diakui sebagai karyanya? Kami menjawab bisa. Saya akan meruntutkan dulu. Pertama, kita harus ketahui
19:52 bahwa karya itu menurut syariat itu dimasukkan kepada golongan apa? Ternyata para ulama mutaakhirin itu membagi mal. Ada mal yang madiah, ada yang mal maknawi. Dan ternyata hak karya itu termasuk kepada mal maknawi. Begituun juga di dalam kitab yang lain disebutkan bahwa dijelaskan tentang haakut taklif. Hakut taklif itu tidak dikenal di zaman dahulu, namun dikenal di era sekarang. Hakut tak hakut taklif nggih. Hak karya itu dalam apa? Ee terus kemudian sekarang itu menjadi dilindungi oleh undang-undang
20:39 dikarenakan apa? Dikarenakan dalam rangka menghargai atau melindungi karya dikarenakan mualif itu telah badlul juhdi. Ngoten konsepnya. Terus kemudian masuk kepada pembahasan kita. Apakah video atau foto yang diinput dari prom AI itu bisa dikatakan sebagai karyanya? Kan berarti tarik ulurnya tentang ada juhdi atau tidaknya. Dikarenakan kalau orang yang si pembuat mengatakan bahwa ini adalah hasil saya dikarenakan tidak akan ada video seperti ini kecuali ada prom seperti saya seperti yang saya buatkan. ngatan kalau orang yang mengklaim bahwa itu tidak bisa dikatakan karya si pembuat dikarenakan itu buatan AI kan itu perdebatannya di situ ngoten
21:27 cuman ee kita raba dari dikarenakan hak thalib itu tidak ada di zaman dahulu atau di kita di konsep salafnya cuman kita raba dari konsep salaf pekerjaan-pekerjaan apa yang bisa kemudian mendapatkan atau tuqobalu bil ngeten Ternyata ketika seseorang mengetik atau mengetik beberapa kalimat yang disertakan taamul, ada pikiran mencurahkan ide contohnya itu sudah tuqobalu bilen. Ada ini ibaratnya akan dibacakan oleh teman saya masih bisa diisatkan campur tangan manusia ngeten dari awal ee mengibarati bahwa ee
22:15 apa namanya haakut taklif itu dihargai. Ini dalam syarah ya dijelaskan bahwa ulama ilmunu itu diri asab cuma
23:13 yang mengatakan bahwa fil asri asabek zaman salaf dulu ini enggak ada ee apa namanya haqu taklif karena di sana peninjauannya adalah ilmu dan kalau ilmu nanti setiap orang ini berhak untuk nasru kepada ilmunya tapi pada zaman sekarang karena ada badlul majhud ini membuat haqqu taklif kemudian dilindungi lah kemudian kita raba dalam kitab salafnya ee nopo apa sebuah perbuatan-perbuatan atau amal-amal yang nanti tukobalu bilmal tuqobalu bilmal yang nanti bisa ee di komersilkan dan bisa diklaim menjadi haknya. Kan awal permasalahan kita
24:02 bermula dari Badrul Majhudnya. Iya. Badrul Majhud itu sebatas mana lah kami mengarahkan Badrul Majhud itu mengarahkan kepada sebuah upaya-upaya atau amal-amal yang di sana tuqobalu bilmal. Kalau kita telisik dalam nanti ee menuliskan prom AI itu tidak serta-merta kita menulis tanpa adanya taamul. Mesti kita berpikir dulu ada usaha di sana meskipun toh usahanya hanya sedikit atau nanti butuh referensilah katakan enggak bisa asal membuat prom langsung jadi videonya kan enggak bisa lah. Yang pertama dalam kita
24:48 ee mengibarati di konsep salafnya ini pada konsep bayya itu kan awalnya tidak sah. Bayya itu tidak tuqobalu bil nggih toh. Tidak tukobalu bil. Cuma ketika nanti kalimatnya kalimatnya itu berasal dari sebuah taamul, sebuah ee curahan pikiran, maka ini bisa untuk kemudian diklaim sebagai ee karyanya atau dimukabalai dengan harta. Sudah pun Oh, oke. Sini kalau sudah ibaratnya sudah ee dari syuhada. Monggo.
25:36 Alkzini ditafsilnya bagaimana melalui ibaratnya? Ee begini, nanti kalau kita tarik dalam konsep salaf niku anu kurang dekat biar kelihatan kedengaran. Iya. Maksudnya dalam konsep salaf ataupun kontemporer nanti terdapat beberapa pemilahan. Seumpama dalam konsep salaf tersendiri, kami rasa tidak bisa mutlak ini memiliki nisbat kepada AI. Dalam artian ini mungkin semua juhdun itu dimiliki oleh yang menggunakan. Jadi kalau secara konteks salaf itu memang sulit
26:21 ee apa namanya agar AI ini punya hukumnya. Intinya kalau secara konsep salaf ini mutlak milik yang membuat. Sedangkan kalau kontemporer mungkin nanti bisa dipilah. Dalam artian kalau memiliki juhdun maka juhudun yang dimiliki manusia lebih dominan daripada AI. Maka mungkin ada yang membuat. Contoh dalam konsep Giblin itu ya bantuan AI-nya memang hanya sekedar audio visual. Berarti kan persentase yang menggunakan itu lebih dominan manusia. Karena dalam campur tangan AI dia hanya dari segi audio visual talk. Berarti kan juhdun itu lebih dominan daripada lebih dominan punya manusia daripada yang digunakan oleh AI. Akhirnya hak cipta itu masih
27:06 bisa dimiliki oleh manusia kalau memang lebih dominan daripada AI tersebut. Akhirnya bisa kita persentase. Sudah ibaratnya. E ibaratnya niki kalau yang ilhak dulu niku masalah hak kepemilikan ya. Ini masalah ada orang yang memerintahkan goir mumayiz untuk said niku dalam hasiah Jamaluhu. Berarti AI jenengan samakan niki dalam salafnya dulu. Akhirnya kalau dalam salaf itu bisa dinisbatkan hak kepemilikan itu kepada yang membuat. Karena ilhaknya seperti orang yang memerintahkan anak kecil untuk berburu itu tetap nanti mansubunya kepada yang alamir niku.
27:52 Bisa dipaham nggih? kami bacakan dalam hasiah jamal muharinamu ahadunu inonidi inanuiruin amiri wa mumayizan
28:37 sudah untuk yang judon-judon ibaratnya sama nggih dari fikih islami sama takirat sadidah tadi nggih nggih jadi tiga jawaban ini poin-poinnya setidaknya bisa saya simpulkan untuk Sidogiri yang yang mengatakan kan mutlak tidak bisa. Jadi karya EI tidak bisa diakui sebagai milik karya atau ee hakinya tidak bisa diakui. Satu, karena nisbatnya amal ini tidak bisa dikatakan sebagai karya. Karena amal itu atau hasil ini sebuah karya. Syaratnya dua, harus usaha mikir gitu ya. harus usaha mikir. Jadi benar-benar sesuai ide dia
29:25 bukan dari orang lain, bukan jiplak orang lain. Ibarat lagu itu tidak mengambil part-part dari lagu lain. Kedua, murni dari diri sendiri untuk membuatnya, bukan melalui bantuan atau bagaimana gitu ya. Di-nya ada. Itu untuk yang mengatakan mutlak tidak bisa. untuk yang peloso mengatakan bisa karena satu karya AI itu diakui oleh kontemporer sebagai mal maknawi. Ibaratnya sudah ada lah. Mal maknawi itu setelah ditelisik syaratnya intinya adalah ada badlul juhdi lah. Dalam kasus kita nulis prom semudah apapun itu sudah
30:13 badrul juhdi. Contoh, tolong buatkan video Naruto berjoget misalnya. Itu sudah juhdun karena itu murni mikir. Lek de gak mikir enggak mungkin gawe ngono gitu ya. Dan terakhir alasannya karena prom itu atau perintah penulisan, perintah pembuatan itu muqobil bilmal. Yuqobalu bilmal. Pekerjaan itu termasuk pekerjaan yang bisa diuangkan. Cara kerjo iku iso diuangkan ya. Sehingga misalnya ono wong kerjo dibayar tolong buatkan video ini. Kok bikin videonya hanya dengan AI? Maka bisa untuk mendapatkan uang itu
30:59 ibaratnya pakai apa? Ngapunten. Ee begini itu kan untuk kan kita itu mencari sejauh mana badul juhdi ya. yang di situ badul juhdi itu tuqobalu bil mal. Maka kita raba dari salafnya pekerjaan-pekerjaan apa sih yang kemudian tuqobalu bil. Nah, kami membawakan ibarat baya itu ingin mengatakan bahwa ternyata hanya sekedar mengetik terus kemudian ada taamul itu sudah toko balu bilmal. Bukan berarti dipaham kita itu menyuruh ee orang buatkan video dari AI terus kemudian dibayar. Bukan seperti itu. Iya, paham maksudnya. Berarti itu perintah yang seakan-akan bisa tuqobalu bilmal gitu loh. Nggih. Saya paham maksud sampean kan
31:45 begini. Prom itu bisa dikatakan yuqobalu bil. Amalnya dikiaskan dengan kasus baya yang mana baya itu aslinya tidak sah untuk yuqobalu bilmal. Cuma kerono gak sembarang wong iso mayokno. Jika ucapan itu bit taamul maka pekerjaannya yuqobalu bilmal. Artinya pekerjaan itu diakui. Hanya itu yang dimaksud. Nah, untuk dari Alkhazini buduran kalau dalam konsep salaf mutlak bisa AI itu bagaikan alat koy toh arek cilik dikongkon berburu. Kalau berhasil maka buruan itu menjadi milik orang yang memerintah. Beda kalau
32:31 yang disuruh adalah orang dewasa. untuk muasirin ya seperti ibarat-ibarat juhdun atau tidak tadi. Baiklah saya ingin mengangkat dari peloso saya ulangi poinnya ada tiga. Silakan tiga ini dilemahkan. Malnawi badlul juhdi dan amalnya yuqobalu bilal. Ee tamatan ee itu apa? Afkar. Afkar. Afkar sarang bon tiga. Silakan yang pertama tadi tiga tadi ya cuma tiga poin sampean lemahkan. Saya ulangi. Mal maknawi. Badrul juhdi dan yuqobalu bil mal. Tiga poin ini silakan
33:17 dilemahkan. Silakan. Yang pertama mik tamatan. Tatan ya. Iya. Miknya hilang. Mik, mic, mic tolong. Wah, semua mic-nya pakai kabel ya ini ya? Iya, pakai kabel. Bismillahirrahmanirrahim. Silakan. Ee pertama begini, kayaknya dari tiga mujib ini ada beberapa perlu yang dibenahi. Tiga-tiganya kalau saya enggak cuma yang bisa aja. Pertama adalah tasawurnya
34:04 dulu. Tasawur AI itu apa? AI itu adalah sebuah benda yang tidak berakal. Jadi, AI itu ghairu ail yang mana dia adalah sebuah benda. Ee mohon notulen nanti ditampilkan referensi di tamatan, ya. Selanjutnya cara kerja AI. Cara kerja AI itu bagaimana? Nah, ini yang kami bidik. kami mau fokus AI yang membuat masalah karya tulis seperti halnya skripsi, makalah, dan lain-lain. Cara kerja AI itu setelah prom dimasukkan maka prom ini dilanjutkan dengan cara searching di seluruh internet yang ada.
34:52 Jadi, AI itu mencari data atau keterangan yang ada di internet yang tersebar di seluruh dunia, baik itu di Google dan di lain-lain. Setelah internet ini dicari apa yang ada di dalamnya sama AI, nanti sama AI dimasukkanlah data-data yang tersimpan di internet itu ke dalam apa yang jawaban ia sampaikan. Itu cara kerja AI. Sehingga kalau menurut kami meskipun AI itu adalah alat, tapi dia itu alatnya adalah ngambil milik orang lain. Ngambil milik orang lain. Saya bahas masalah karya tulis semisal saya bagaimana hukum ee jual beli Bitcoin,
35:39 bagaimana hukum jual beli kripto, buatkan aku makalah tentang jual beli Bitcoin. Maka AI ini mencari seluruh data tentang Bitcoin yang tersebar di NU online, di Islam Web, di ee Fatawi Syabkah itu dicari semua lalu dimasukkan data itu ke dalam jawabannya. Sehingga menurut kami kasus meskipun hasil dari AI itu sama saja dia itu nukil kitab. Sama saja dia itu nukil kitab. Jadi AI itu bagaikan kitab. yang bisa menulis sendiri. Bukan bisa menulis sendiri, bisa menunjukkan halamannya sendiri. Jadi kayak saya ngomong sama kitab saya ini, misal ada ini ada kitab saya ngomong, "Hei kitab, carikan aku
36:25 bab tentang ijarah. Carikan aku bab tentang jialah." Dicarikan sama dia tetap apa yang ada di dalamnya itu milik penulis kitab aslinya. Ini semisal qaidul Ahkam milik Syekh Zaidin bin Abd Salam. Ya, tetap aslinya apa yang di dalam ini milik beliau-beliau semua. Jadi, AI itu seperti halnya carikan aku referensi tentang Bitcoin. Lalu dia nyari di NU online ada yang nulis misal Pak Hamim itu ya tetap apa yang disampaikan oleh AI itu ya tetap milik Pak Hamim bukan milik AI. Pertama itu. Sehingga kesimpulannya menurut kami meskipun dari kasus masalah mal maknawi, masalah badlul juhdi dan lain-lain itu enggak enggak ada yang kepakai. Kasus kita enggak ada yang kepakai. Ibor itu sudah enggak ada yang kepakai itu. Karena kasus kita itu seperti halnya
37:13 tolong carikan aku ul tentang ini. Maka ul yang apa yang ditampilkan itu tetap milik yang pemilik aslinya. Sehingga menurut kami referensinya begini. Saya baca referensi begini ditampilkan notuline referensi yang ada di anu poin-poinnya aja aja. Ee di dalam Fatawi Fiqiah Alkubra, di dalam Fatawi Alfiqyah Alkubra itu ada referensi begini. Suila radhiallahu anhu taala nasak kitaban. Ada orang nulis kitab tapi dibantu sama
37:59 orang lain. Akhiri kitabihi akhiriahu fi akhirihi katabahu fulanun atau saya bikin kitab katabahu saya. Padahal saya nulisnya bersama AI yang mana AI itu ngambil darinya data yang tersebar di internet. Nahu katabahu saya atau katabahu fulanun yakni nafsahu
38:44 anahu lahu fil kitabi alkuri katabahu fulanun muridan bihibahu bihi kasusnyail. Maka untuk menisbatkan apa yang ada di dalam hal itu kepada dirinya boleh kalauil. Tapi kalau kasir, masalah kasir niki kami baca di referensi yang lain begini. Di dalam kitabnya ee bentar kitabnya Mukadimah Fi Fikil Asr. Musifnya itu Dr. Fadol siapa itu? Tapi muktabar bisa dicek sama notulen awalan hukqu taklif wukqu taklif lahabarun maliun alan ilaq wa almadiah
39:30 kh bihi alfikriah fajua minum aladabiah wahut muifi wajibunahil muif min alibun
40:34 itu lanjutannya sama juga lanjutannya masih lanjut Kesimpulannya kalau kalau mengaku ini karya saya Tapi AI-nya hanya sedikit. Harusnya boleh. Kami sepakat dengan jawaban yang awal. Tapi kalau banyak haram. Kenapa? Karena kidib. Kok bisa kidzib? Dia menisbatkan apa
41:20 yang dicarikan oleh AI. AI itu nyari bukan bikin. AI itu nyari apa yang ada di internet. Dia nukil dari NU online cuma dia enggak bilang. Dia nukil dari Fatawi Syabkah dia cuma enggak bilang. Dia nukil dari Islam Web cuma enggak bilang. Sik ini kita fokus yang sampean ya cuma fokus yang bentuk tulisan ya. Iya. Bukan prom bukan gambar atau video kami gambar nanti stapnya nanti ada ee kalau masalah gambar atau video nanti disampaikan teman kami. Pertama kami masalah tulisan dulu sehingga jawaban tiga-tiganya itu ya enggak ada yang nyambung semua. Masalah juhdu badlu badlu itu enggak nyambung semua itu. Karena meskipun dia alat dia tetap ngambil apa yang ada milik orang lain. Ulnya ini. Waduh. Iya. Ya, monggo temannya yang
42:07 bahas video atau foto ada enggak? Enggak ada. Cukup cukup. Oh, enggak ada. Oke. Sarang monggo. Sarang anu mik sarang. Oke, nanti saya sampaikan lain-lain yang lain-lain. Mik mic mic. Setelah ini mana ya? Siapkan mic-nya biar enggak nunggu ya. Sebelum ngomong miknya tolong langsung dipegang biar enggak ada tunggu-tungguan. I ini dulu sarang dulu. Kami menyoroti poin yang diangkat oleh
42:53 Alfalah Ploso. Konsep dasar yang digunakan dalam menjawab pertanyaan ini adalah menggunakan haakut taklif yang di situ asasnya itu adalah hak yang diakui atau dirumuskan. itu berdasarkan kanon nggih. Kon berangkat dari istislah, maslahah, mursalah serta urf. terkumpul. Kalau demikian, maka yang perlu menjadi acuan itu kita harus mempelajari aturan kononnya dalam hak cipta itu seperti apa. Ternyata menurut undang-undang atau kanon di situ mencantumkan urfnya dalam
43:41 pengakuan hakut taklif atau hak cipta dalam pandangan konstitusional itu harus ada sisi humanis. atau kemanusiaan. Nah, itu satu. Sehingga kalau nanti itu data kan gini, berangkat dari ibarat di fikih islami itu menggunakan urf, istislah, dan qonun. Dirumuskan dalam qonun. Berarti kan kita harus merujuk pada qonun kalau dasarnya menggunakan akut taklif yang konuni. Itu maka semestinya kalau dari konstitusional itu mencetuskan ada syarat manusia. Sedangkan EAI itu bukan dari manusia. mestinya itu sudah runtuh. Itu kalau menggunakan teorinya itu. Makanya dari soal ini masih ambigu. Kita
44:28 menghukuminya ini manatnya itu dari haquut taklif yang konuni di era kontemporer atau hanya sekedar apakah ini nanti bisa nisbatul amalnya kepada orang yang membuat prom kan gitu kan. Makanya lah kalau ini dinisbatkan kalau kalau kita pakai sisi lain yakni ee teori yang simpel teori kunonya itu kan ee ada yang di situ punya ikhtiar ada yang hua kalal Allah alah seperti alat kan ngoten lah dalam ini AI AI itu lebih akrabnya ke mana apakah ini lebih akrab seperti kalbun mualam yang digunakan untuk berburu.
45:14 Kalau dalam konsep kalb yang mualam, maka di situ ada dua penggambaran. Yakni kapan ia bisa dinisbatkan fi'lunya kepada orang yang memberikan perintah atau dalam ini nanti prom itu ketika memang betul-betul bisa melakukan apa yang diinginkan. Itu bukti ikhtiarnya itu sudah bisa dinisbatkan pada orang yang al-amir atau memerintah. Ya, mualimnya. Ternyata dalam praktiknya Gemini atau EA-Ea yang ada itu seringki menimbulkan hasil tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Ini hasil apa? Video foto atau tulisan? Foto video. Karena ini datanya kami menginterogasi dari Gemini itu menggunakan pola difusi atau dia itu
46:00 mempelajari memang ada taklim ada taklim dari orang yang membuat prom dipelajari. Kemudian dia dari hasil belajar itu dia mengcuruk-furuk gambar sehingga dia menciptakan. Nah, mak dari ciptaan itu berarti ada naun minal ikhtiar yang seakan dia itu ada sisi lepas dari orang yang memerintahkan. Nah, kalau belum iya selain artinya gini, kalau nanti shobi itu memang dia kan maslubul ibarah tidak punya ikhtiar. Tapi ee dalam masalah said yang lain itu kan ya kalbun itu yang yang punya dua sisi. Dia bisa tidak punya ikhtiar yakni taklimnya berhasil. ada posisi dia itu tidak berhasil sehingga tidak nisbatul fi'li ilal amir. Lah kalau tidak nisbatul fi'li ilal amir
46:47 maka kalau ini diklaim menjadi karyanya menggunakan teori kal mualam itu juga enggak masuk. Jadi dari konsep kanon pun itu mensyaratkan manusia tidak masuk, tidak bisa diklaim sebagai hak cipta. Dari segi misalkan kita menggunakan konsep kuno, masalah kalam alam pun juga enggak masuk karena potensi ikhtiarnya AI ini juga sangat besar. terbukti dari beberapa kasus tidak sesuai diinginkan oleh ngoten terakhir monggo. Berarti dari sarang ini mengkritisi dari mal maknawinya tadi ya sama amal yang muqabil mal atau yang badul judi yang kabul mualam tadi. Soal nanti masalah ini ada sisi
47:32 maliahnya itu kan nanti mengekor dari kalau ini sudah masuk kategori hak cipta yang sesuai konon. Nah, namun ini sesuai konon saja ya sudah tidak. Sudah tidak. Iya. Oke, monggo. Terakhir setelah ini Alfalah langsung nanggapi. Ee bismillahirrahmanirrahim. Ya, pertama kami bidik dari persoalan hak ciptanya itu sendiri, Pak. Apa yang dimaksud hak cipta? Hak cipta itu memang di negara kita itu dilindungi. Cuman kalau kita artikan dari sisi hak cipta itu adalah orang yang memang mempunyai kekreatifan yang secara langsung dilakukan dengan caranya
48:19 sendiri. Harus orang dan cara sendiri. I harus ada tidak harus melalui dengan proses sistem yang ada. Kalau kita gambarkan dalam permasalahan ini AI itu kan sudah jelas orang itu tidak ada upaya sik mohon maaf hanya sebatas pengertian hak cipta menurut sampean yang sampean omongkan itu ngambil dari mana? Dari undang-undang dasarnya. Ada ada 24 ee 2004 itu berarti menurut Undang-Undang Hak Cipta itu syaratnya dua. Iya. memang harus diri sendiri dan memang harus muncul dari kekreatifan sendiri dan memang harus dilakukan dengan cara sendiri seperti itu. Dan AI bukan bukan karena dalam permasat iya makanya dalam AI itu yang dilakukan
49:08 itu kan hanya sebatas sistem yang bergerak bukan orangnya sendiri. Makanya dalam kitab itu tadi dalam Al-Falah itu kan membawa konsep haqakut taklif Pak. Saya contohkan dalam permasalahan taklif itu sendiri. Di sana kan memang orang itu mengarang dengan caranya sendiri, tidak campur tangan dengan tangannya orang lain atau minta apa minta bantuan kepada orang lain seperti itu. Makanya saya rasa saya pahami dari hak cipta itu sendiri pertama memang kekreatifan sendiri dan pembuatannya itu mulai dengan sendiri sehingga kalau dipraktikkan dalam deskripsi masalah itu tidak masuk. Kenapa? Karena ini yang berjalan semuanya itu adalah sistem seperti itu. Ee berarti sama dengan
49:53 sangkalan sarang tadi ya, bahwa malaknawi itu secara konon harus dia sendiri ngih bukan dengan nggih. Apa ini ini? Penambahan. Penambahan penambahan. Sik mik jangan jangan sama loh. I eh iya. Pertama begini satu kejanggalan tadi sudah cukup menghanguskan. Kemudian yang kedua yaitu adalah persoalan ee karya yang diciptakan melalui AI. Ini kan memang tadi sempat disinggung beberapa persyaratan oleh Sidogiri dan yang lain. Cuman ada syarat ekstra yang memang belum terpenuhi di sana. Syarat ekstra itu adalah dibahasakan begini.
50:41 Ayat itu adalah istianah bil khabar. Bil khubar ya. Istianah bil khubaro. Kami langsung bacakan ibaratnya. Bismillahirrahmanirrahim. anwaul huk alnawiah wahnuru huk alwiah salah satu lah kemudian wal tijari alamariah alam atijariah ini kami gambarkan kalau dalam dunia ea itu seperti membuat logo seperti membuat gambar atau Naruto
51:26 bersarung. Kemudian ternyata hiya alalamah allatihar bainanas wa asbahat laimatun bisabadli juhudi waqatin bilubarik. Kemudian kalau kita korelasikan dengan kasus yang ada ini kan pakai AI sehingga akurasi datanya ini tidak bisa 100% ya toh. Sehingga sumber yang diambil oleh AI itu kredibilitasnya minim seperti itu. Kemudian yang kedua, yang kedua persoalan haakut taklif ya. Persoalan haakut
52:13 taklif yang fikriah tadi se itu sudah ibaratnya sudah berarti istiana bil khubro itu boleh cuman AI tidak diakui sebagai ahlul khubrah nggih we itu aja itu. Iya karena memang ya sudah itu aja poinnya. Ee yang ketiga begini. Yang ketiga begini. Kalau dalam persoalan hukuku taklif ya, hukuku taklif ini kan ada singgungan dari ulama bahwa hukut taklif itu ternyata ketika semisal dibuat, ada satu karya dibuat dan ternyata bisa menimbulkan orang lain itu paham bahwa itu karya aslinya, maka itu tidak bisa dikatakan sebagai hak. Seperti itu.
53:01 Paham ya moderator? Langsung kami bacakan juga ibaratnya. Hukar ya masunatun sebentar alfikah walamahijariah almusajalah bqtin yufhamu biha maaf
53:47 terangkan kok malah paham maksudnya begini kasus ini berbicara persoalan ada karya yang dibuat seolah-olah karya itu asli semisal begini semisal begini saya buat tesis ya buat makalah tentang metodologi bahzul Masail ya. Ternyata saya buatnya itu pakai AI ya toh pakai AI ee dan ternyata itu menjiplak dari beberapa ee sumber atau bisa langsung pakai karya orang lain jiplakannya. Sehingga ternyata kalau dalam kitab ini tidak bisa dianggap sebagai hak seperti itu. Yo jiplak itu tidak boleh diakui ngono tok kan loh mboten. Ini pembuatan suatu karya
54:35 gimana? Iya. Nah kalau dipahami cuman sepintas yang seperti itu lah. Iya. Nah pemahaman kontekstualnya kan seperti saya. Engih. Ya wis sebelum ee merambah ke mana-mana ini kita sepakati dulu kita bahas semuanya atau dipilah foto video sendiri, tulisan sendiri. Bagaimana? Soalnya seakan-akan ini dari sini tulisan tapi kita dari tadi itu bentuk karya video atau foto jadi kayak enggak nyambung. Mungkin nanti kita bahas tulisan tapi kadung nyemplung masalah video ini kita bahas masalah video dan foto dulu bagaimana nggih. Jadi untuk tulisan habis ini
55:21 kalau video dan foto sudah selesai. Kalau memang perlu dibedakan soalnya dari yang tamatan pun saya tanya ibarat tentang foto video belum bisa menggambarkan nggih. Ee ngapunten. Iya kalau lah berarti untuk foto video dulu yang kita bahas tadi saya ulangi dari peloso kan poinnya mal maknawi bisa diakui AI itu hasil karena mal maknawi. sedangkan disangkal oleh ee sarang nggih dan belakang tadi mal maknawi itu kononnya karena ditetapkan dengan qonun qonun itu mesti harus insaniah harus dihasilkan dengan manusia karena dia sendiri seperti yang
56:07 di tadi yang pengertian hak karya itu ngambilnya dari mana undang-undang apa undang-undang apa maksudnya Hak cipta ada ya benar ya. Sedangkan di Undang-Undang Hak Cipta sendiri itu ditampilkan harus diri sendiri dan hasil pemikiran sendiri. Bukan jiplak lagu orang lain, foto orang lain dicopy. Tidak. Dan ee walaupun dengan komputer tapi yang menjalankan programnya dia semua. seperti Photoshop itu bukan langsung sempurnakan, tapi cahaya dan sebagainya itu dia sendiri yang atur. Itu baru bisa dianggap sebagai hak mal maknawi. Silakan itu dulu atau langsung tiga-tiganya? Atau ini terus masalah AI.
56:54 AI sendiri tidak mutlak untuk bisa dianggap ini apa? Karena ada AI-AI yang kalau kita suruh ternyata enggak sesuai kehendak kita. Contoh tolong gambarkan laki-laki berkulit ini mata seperti ini ternyata beda dengan kekarepan kita. Itu berarti seperti kalbun mualam tapi enggak mualam-malam banget. Nyatane dikongkon berburu malah dipangan dewe. Itu kan malah menjadi haram. Artinya kalau memang AI yang gratis mungkin ya AI gratis atau AI yang nyobi-nyubi itu itu berarti tidak bisa diakui karena apa? Ditambahkan dari belakang tadi ahlul khubroh itu ya khubroh indanas ke ke apa
57:41 kebaikannya ke akurasinya sedangkan AI lebih banyak tidak sesuai akuratnya itu tidak ada sesuai kehendak kita tidak mungkin warnanya saja tapi wajahnya tidak sehingga kita perlu mengkoreksi from kita lima kali enam kali baru muncul video atau gambar yang sesuai kehendak kita itu ya. ini. Jadi itu tolong di anu istianah bil khubra itu tadi kalbun mualam juga sama mal maknawi yang sesuai ibarat hak cipta tadi itu dulu berarti kita fokus foto video setelah itu baru tulisan silakan ngeten pertama kami tanggapi dulu yang kalbul mualam kalbun muallam ini kan nanti bisa
58:28 nisbatul amal ilal kalbi itu kan ketika habsu linafsihi lah di sini ada farek. Fareknya gimana? Kalau di Kalbun mualam ini bisa hassu untuk dirinya sendiri. Kalau di AI ini gimana untuk mentasawurkan untuk diri AI sendiri ini ee ketemu Fareknya di sana. Sehingga gini eh AI ini hanya sebuah alat. Apa fungsi AI? ketika tidak ada prom di sana lah berarti kan gini tasawurnya kita selaku manusia kemudian membuat prom kemudian kita ee menggunakan alat yaitu
59:16 AI kemudian hasillah sebuah karya lah apakah karya ini bisa di ee klaim oleh orang tadi yang menggunakan AI ya tentu bisa kalau tanzirnya ke Kalbun muallam ini ee kami rasa belum cocok untuk ee mengibarati kasus kita karena ya itu enggak bisa hafsu untuk diri AI sendiri kan gitu lah. Kami ee meng me menisbatkan amal di sini itu malah lebih cocok dengan musabib mubasyir. Jadi sebenarnya kan yang mubasyir itu adalah AI
1:00:03 dan orang yang menggunakan AI ini sebagai musabib. Lah dalam konsep ee musabbib dan musab mubasyir ini ternyata ada satu furuk. Ketika nanti sebuah sabab itu bisa mentaglib terhadap ee mubasyirnya maka ini nisbatul fi'li. Kalau di sana masuliahnya ini ditanggung oleh musabib gini ibaratnya ditasrek ditasrek itu sababun wa mubasyaratun fala yakruju alr masuliyatil mutasabib wal mubasiratin min salasin alula
1:00:51 asabu alubarabu lah di sini artinya kalau nanti ada taglib dari
1:01:39 mutasyabib yaitu pengguna AI tersebut ini nisbatul amalnya nisbatisbatkan ke pembuat AI-nya. Itu yang pertama. Kemudian masalah nopo wau ee AI menjadi alat yang ee khatimin tadi kan pada buku sebenarnya ini juga bisa dibahas juga gini gini gini gini sebentar. Ee artinya begini sebenarnya AI itu jujur Mas. Jujur ketika nanti dimintai untuk membuatkan skripsi di sana menyertakan web-nya. Ada web-nya di sana. kita foto, kita foto dan video bukan bukan tentang kalbun mualam itu sudah tanggapi.
1:02:24 Terus poin yang mal maknawi itu begini sebenarnya coba kita rasionalkan bagaimana adanya undang-undang itu. Pertama, kita tadi sudah tautiahi bahwa karya itu termasuk kepada mal maknawi. Ngoten. Terus kemudian di apa akhir-akhir ini atau bahasa mualif itu di zaman sekarang itu menjadi atau dilindungi oleh undang-undang. Dalam rangka apa? Dalam rangka melindungi mal tersebut. Lah tadi mutarid itu menurut saya enggak nyambung. Enggak nyambungnya bahwa pengstatusan mal maknawi itu harus ada konon dulu. Kan kan begitu tadi. Jadi
1:03:11 praktiknya mal maknawi dulu terus kemudian ada undang-undang untuk melindungi mal maknawi tersebut kan seperti itu. Kalau tadi nisbatul amal ilal pembuat itu tadi sudah dibacakan ibaratnya. Terus mungkin yang belum terjawab yang istianah bil khubrah tadi bisa tapi ternyata AI tidak diakui sebagai khubrah karena tidak akurat. Ngene loh Mas. Khubroh itu nopo loh Mas? Khubra itu kan akil. Ei itu alat sama seperti kita punya resep. Kita punya resep berarti kita punya prom. AI adalah ee nanti alat yang memasak kita takdirkan ke robot. Robot lah. Apakah lantas nanti masakan yang jadi ini diklaim milik robot? Kan janggal.
1:04:00 Maka di sini untuk ahlul khubrah bahkan tidak masuk ya. Ibarat itu enggak masuk. Oke, berarti dari dari sa Dendi Alfalah ini tiga sangkalan tadi terjawab ya. Satu untuk kasus kalbun mualam ibaratnya enggak masuk ke kita itu. Oh, belum. Sik. Terus sebab eh apa t alat ya? AI itu alat sehingga kasus khubrah enggak bisa karena khubrah itu harus akil. Istiana bil khubroh ya ahlil khubrah dalam bab itu ngoten. Terus untuk yang lebih pas daripada disamakan dengan ibarat kalbun mualam menurut alfalah
1:04:46 lebih baik digeret ke ibarat musabib dan mubasyir. Saat sababnya itu golabah alal mubasyir maka bisa nisbat ilal musabib. Ngoten. Ngoten mungkin sik ada yang membantu atau langsung disangkal? langsung sangkal. Kalau memang belum, kalau sangkal ya saya saya kembalikan lagi ke sarang dulu. Sarang yang tadi belum terima. Ee besuk besuk Sidokirus gantian ee hma kok hikma. Silakan langsung ya. Ngih. Ngih. Pertama dari Alfalah Ploso tadi mempunyai klaim mempunyai klaim yang kami soroti bahwa farek dengan masalah kalbun muam itu karena kalb itu punya
1:05:34 kemampuan untuk habes. Ternyata ibaratnya itu tidak selamanya di situ dianggap gagal kalau dimakan. Titik poinnya itu di naun minal ikhtiar. Terus tentang konsep yang sabab dan itu kami tanggapi. Coba ibaratnya ini kami baca dulu ya. Coba di sini ya. Yang kalbun dulu nggih. Dalam kitab Bahrul Mazhab Imam Arroyani di sini ada dua pandangan. Bismillahirrahmanirrahim. Waanaika jarihan min kalbin arsalahu ila jihatin. Diberi arahan untuk ke arah tertentu. Faala giriha. Ini cuma masalah dia itu salah arah bukan mau dimakan. Ya faq Abu Hamid alfini ibahathi wajhen memang ada
1:06:23 dua satu ahaduma inah mubahuliahmiasabu Abi Ishaq Almarwazi walam arohu fiarhi. Kalau pertama itu disamakan dengan panah. Kalau disamakan dengan panah memang nisbatul fi'li meskipun melenceng itu tetap diberikan kepada pemanah. Cuma ini yang kedua. Yang kedua ini lebih akrab wal wajah waqalbiya yang membuat ini enggak mubah untuk dimakan itu ada ikhtiar yang yansorifi dalam AI ketika dia dalam fase meneliti itu dia ada sisi melenceng karena dia punya otoritas tersendiri dalam meneliti itu. Makanya akrabnya di sini bukan kok nanti karena anjing itu bisa makan
1:07:09 bukan. melenceng karena punya ikhtiar itu sudah cukup untuk tidak menghalalkan hewan buruannya meskipun enggak dimakan. Terus kalau nanti ditanggapi dengan masalah sabab mubasyir, sabab itu bisa berperan mengalahkan mubasyir sehingga nisbatul fi'li diberikan kepada musabib. Itu pun poinnya sama. Ketika nanti dialasnya taglib, taglib itu adalah naful ikhtiar juga. Artinya selama masih ada potensi ikhtiar atau otoritas dalam menjalankan misi ya kan sini ee punya otoritas dalam menjalankan misi dalam meneliti. Maka konsep sabab dan mubasyarah pun yang di situ taglibnya itu pada sabab musabib ya taglib itu atau ya taglulubnya mubasyir
1:07:55 itu karena dia tidak punya ikhtiar. Berarti menurut sarang salbul ikhtiarnya itu yang menurut sarang AI itu memiliki naun minal ikhtiar yakni algoritma tadi algoritma itu yang dimasukkan oleh pembuat AI-nya itu adalah naul minal ikhtiar sehingga kita pengin apa enggak jadi I itu berarti karena ikhtiarnya dia itu sudah cukup itu. Nah, nggih ngoten mungkin yang lain dari poin-poin tadi enggak usah saya ulangi yang dari Alfalah paham ya yang perlu dikritisi nggih? Nggih, paham. Silakan. Tadi ee bismillahirrahmanirrahim. Jadi di sini kami tidak jauh-jauh dari poin yang disampaikan oleh Alfalah. Pertama yang kami kritisi dari poin yang masalah tuqobilu almal. Tadi alfala
1:08:41 menyatakan bahwasanya haut taklif atau malul maknawi itu bisa menjadi malul maknawi dikarenakan di di situ tukilu almal kan ngoten benang merahnya di situ tuqobilu almalnya nggih. Padahal kenyataannya kalau kita lihat realita from AI kalau kita langsung mutlakkan itu bisa dijadikan menjadi milik. Ada prom yang di situ kita memasukkan dengan prom yang biasa-biasa saja. Artinya bagaimana? Semua orang bisa melakukannya. Apakah dengan hanya sekedar mujarodun nadri, hanya berpikir sedikit, itu sudah dikatakan tu gobilu almal. Lah itu ibaratnya loh ngeten. Saya jelaskan dulu. Padahal
1:09:27 kenyataannya nggih. Ayo wis kita pakai akal sehat saja. Pakai akal sehat nggih. Pakai akal sehat. Siapa yang mau membayar orang? Siapa yang mau membayar orang hanya sekedar untuk mengetikan, buatkan saya Naruto pakai sarung? Saya sendiri bisa. Itu jelas. Jelas bahwasanya hal tersebut adalah hal yang remeh. Kalau kita gambarkan dalam bab-bab muamalat yang lainnya seperti ada barang itu dikatakan tidak tuku almal atau dak mutamawal, enggak berharga dikarenakan terlalu remeh seperti ee dua butrik gandum dan lain-lainnya. Sama dengan hal ini, ini manfaatnya terlalu remeh, akhirnya tidak bisa tuqobilu almal. Kalau hanya sekedar menyuruh AI
1:10:13 melakukan hal-hal remeh, ini jelas manfaatnya atau badul juhdinya itu tidak tukilu almal. Ngoten niku pertama yang pert kemudian yang kedua karena yang kita bahas adalah masalah berarti dari sampean juhdun harus kasir gini loh nggih tukilu almalnya itu loh yang saya artinya kalau manfaatnya enggak rece oke nggih ngiku kalau dari sampean kalau juhdun kasir bisa diakui nggih ok sepakat kalau gitu ya enggak sepakatnya kalau johdonnya cuma tolong buatkan promnya kecil lah giih itu berarti artinya gini moderator mau enggak saya bayar atau membayar saya hanya sekedar untuk menuliskan buatkan saya Naruto pakai sarung enggak mauak moderator sendiri mau bayar saya hanya
1:10:59 sekedar pekerjaan yang hanya sekedar begitu ngoten. Kemudian yang kedua, nggih, yang kedua masalah badul juhdinya. Apakah hanya sekedar kita mengarahkan sebuah juhdi atau usaha, kontribusi dalam MAI itu sudah bisa dikatakan hasil yang dihasilkan oleh AI, karya yang dihasilkan oleh AI itu bisa menjadi milik kita? Ternyata oleh Syekh Ramdon Albudi dalam kitab muamalat maliyah almuasirah, juhdu. Juhdu itu bisa menjadikan intisab kepada orang yang membuat ketika juhdu itu menimbulkan faedah jadidah. Sebuah faedah atau inovasi yang baru
1:11:44 yang tidak ada sebelumnya atau inovasi yang bisa apa memberikan pemahaman-pemahaman baru. Coba kami bacakan nggih. Bismillahirrahmanirrahim. Masalah hal haqul ibda walktikar bisa dikatakan haqul ibda waltikar. Bismillahirrahmanirrahim.
1:12:32 kemudian ahali jadidatan lam takunatan watanik allah.
1:13:19 Jadi oleh Syekh Ramdon Albudi dijelaskan sebuah ee hasil itu bisa intisab kepada pembuatnya ketika di situ yabrozu faidatan jadid datatan. Ketika di situ tidak yabrozu faidatan jadi datan artinya tidak ada inovasi baru. Gak ada inovasi baru. Nggih. Yubrizu faedah itu kalau dalam kasus promide itu apa faedahnya? Nggih. Artinya begini, artinya semua orang, orang-orang itu tidak semua orang bisa melakukan. Berarti kan di situ ada faedah-faedah baru yang dihasilkan dalam video. Artinya yang membuat video seperti itu enggak sembarangan orang bisa. Ada faedah jadidah di situ. Ngoten loh moderator paham nggih dari dua poin iki.
1:14:04 Oke. Ngoten. Terakhir tadi dari mana terakhir? Oh iya, HMA terakhir setelah ini langsung dijawab dengan enggak usah saya sampaikan. Paham semua ya? Ploso langsung menanggapi. Kalau tidak bisa menanggapi kita minta arahan saja. Kalau kalau enggak bisa menanggapi silakan. Bismillahirrahmanirrahim. Tadi dari Ploso menstatuskan untuk menetapkan seorang itu punya karya hak ataupun hak cipta dalam wujud yang ditampilkan oleh IA itu kan karena menstatuskan ini sebagai manf ya. I lah ee buah dari pemikiran itu kan okelah kami akui untuk menetapkan haquut taklif ini ada dua metode. Metode kedua itu adalah dengan mengilhakan haqqu taklif itu dengan manfik. yang mana itu
1:14:51 ada takrir secara syarak lah. Nanti apakah dalam kasus kita itu seseorang ataupun penginput di prom itu juga memiliki manaf yang muncul dari intaj azihni itu? Saya kira tidak. Karena yang ditampilkan oleh I hasil dari video yang kita minta, tidak untuk intaj zihniah lah. Intiniah, intaj zihni itu buah dari pemikiran itu murni adalah manafik yang masih dipegang oleh otoritas I. Bini kami bacakan dulu ibaratnya. Eh termasuk istidlalnya ulama yang ulama kontemporer untuk menetapkan hak taklif itu memang benar ada. Waduika
1:15:40 bimali analu amwalan jumhuril fuqha minal malikiahyafiah wal hanabilah wahya minal umur alnawiah analjihni yumfaatun minil insan. Jadi yang ditampilkan oleh IA itu hanyalah wujud yang kita minta tidak untuk memberikan kita manafik berupa intazinya. Itu berarti intazihni berarti samratul fikriahnya itu masih menjadi manafik daripada IAI itu sendiri. Itu maksudnya berarti Zihniah tadi menurut sampean apa bentuknya? Harus harus berbentuk apa? Bentuknya ee kalau hanya sa video itu adalah nopo nggih? hanya suatu wujud
1:16:27 bukan manafik. Berarti manafik yang diampilkan oleh ulama kontemporer untuk menetapkan taklif itu ada hak. Karena dalam Samratul Fikriah itu nanti bisa dikomersialkan dengan cara semisal di Nasru, di anu dan di lain sebagainya lah. Jadi untuk taklif sendiri berarti manfik yang berupa taklif berarti fikriahnya itu murni tetap masih dalam genggaman IAI. yang disodorkan oleh IA itu hanyalah wujud wujud dari ataupun ee ya hanya wujud dari samratul fikriahnya. Untuk samratul fikriahnya berarti manf yang berupa samratul fikriah itu masih
1:17:13 dalam genggaman otoritas si itu sendiri gitu maksudnya. lah untuk ya ya ya lah kemudian sangkalan kedua ee sebelum kita menetapkan adanya hakut taklif dari taklif orang bisa dikatakan taklif itu ibaratnya flifi mawi ala amalin ibinu minal ahmah Berarti harus memang ada suatu amal ya muncul inovasi baru itu muncul dari si
1:17:58 pengarang gitu. I sama dengan ibarat belakang ya. ya untuk mengokohkan belum dikatakan taklif sehingga untuk menetapkan berarti seakan-akan dari sampean bentuk EA walaupun sulit promnya itu tetap belum wujud zihinah tadi belum belum belum diserahkan manafik yang berupa sambatul fikriah he dari sampean walaupun AI video itu kita membuat promnya itu sulit banyak sekali itu tetap belum bisa dikatakan amual maliah ee iya belum begitu itu walaupun promnya sulit nggih tidak membedikan judul-judnya begitu ya. Nggih. Kalau dalam ibarat ini kan akhirnya untuk memberikan kepemilikan berupa samratul fikriyah itu
1:18:44 harus ada bentuk sigot lagi dalam artian harus ada bentuk kepemilikan lagi. Karena antara wujud dan sarratul fikriah itu ee hal sendiri. Samratul fikriah itu dalam ibaratnya berarti sampean menstatuskan AI sebagai apa? I itu ya sebagai ee alat memang benar alat yang dia itu punya jasa untuk membuahkan suatu pemikiran lah dari Samaratul Fikriah itu akhirnya karya cipta itu masih dalam genggaman I. Karena yang ditampilkan oleh IAI itu sama kayak kita beli buku. di buku itu kan kita tuh hanya disodorkan bentuk tulisannya lah. Untuk buah pemikiran itu masih menjadi manafik daripada
1:19:29 ee pihak mualif. Berarti misalnya saya ngarang buku saya storkan ke pcetakanih. Buku aslinya itu masih milik saya. Yang disebarkan itu bagaimana coba kalau diberat itu? untuk yang disebarkan berarti bentuk tulisannya itu ya milik si pembeli. Untuk samratul fikriahnya itu loh, Samratul fikriah itu berupa mana yang nanti ee untuk mau diserah terimakan harus ada bentuk tamlik yang baru gitu loh maksudnya. Kok menurut saya ini malah bulat ya karena ai statusnya apa malah tidak jelas. Langsung langsung mawon langsung mawon mungkin langsung ditanggapi oleh ploso lalu yang membantu ploso nggih pertama begini tadi sekarang kekeh
1:20:16 mau menyamakan mau ilhakan dengan kalbul mualam begini yang ibarat kalbun mualam sebenarnya sama enggak sih kalian sama ya ibaratnya yang kalbul mualam benten beda ibarat begini kita tidak dari tadi tidak pernah menyamakan dengan kalbun mualam cuman sarang itu kekeh mau mengatakan atau mengilhakan dengan kalbul mualam Yang pertama fariknya yang jelas itu kita mau berani mengatakan bahwa AI itu punya ikhtiar satu. Terus enggak sepakat itu sarang yang berani kok mengatakan seperti itu. Samp enggak sepakat lah AI coba tasawurkan AI punya ikhtiar itu seperti apa ngoten. Terus kemudian ketika kita membuatkan prom terus
1:21:02 kemudian yang dibuatkan AI itu tidak seperti apa yang kita inginkan. Sebenarnya permasalahannya EA yang salah atau kita promnya yang kurang jelas? Ngoten apa? Terlalu gamblang. Contoh seperti buatkan saya deskripsi yang jadi deskripsi ee eh buatkan saya skripsi. Saya inginnya skripsi tentang makalah basul masail lah. Yang jadi malah skripsi tentang kedokteran lah. Itu yang jadi masalah itu penyuruhnya apa EA-nya? Tuh dalam artian tetap tidak nyambung. yang paling akrab ya tadi dimasukkan kepada contoh jallad yang fi'lunya tidak mutabar terus kemudian nisbat amalnya kepada mutasyabib tu nggih menanggapi yang ini yang menarik
1:21:50 itu memang pembuatan prom adanya badrul juhdi di sana kita cek dalam permasalahan bayya pertama ya bayya itu ternyata kalau kita konsep kan ada dua fi mustaqiril kimah kal khubzi dan giri mustaqiril kimah lah ini langsung kita beranjak ke giri mustaqiril kimah ya kalau enggak ini juhdinya judinya juhdu ketika kita membuat prom meskipun hanya satu kalimat katakan satu kalimat tapi nanti kalau di sana kalimatnya bisa ee ada naf'u bisa menjadikan kalau dalam
1:22:35 konsep baya itu menjadi terjual maka ini bisa dianggap sebagai manfaat yang tuqobalu bilmal walaupun satu kalimat. Iya satu kata. Jadi memang itu bermula dari khilaf. Dari khilaf lah. Di sini kami menampilkan yang muqabilnya. Kalau pancen yang yang mengikuti ul asah itu mengatakan tidak boleh. Cuma ada satu pendapat pendapatnya Muhammad bin Yahya di sini memperbolehkan kalau di sana ee dalam giriru mustaqiril kimah kemudian ada satu kalimat yang lutut iibu dan di sana
1:23:21 ada naf'u yaitu nanti dia bisa ee membuat payu dagangannya di sini dalam kitab Najmul Wahad Hajendi. Ee bismillahirrahmanirrahim dari furuk waunul manfaah mutaqawamah. Lah ini kan e kita seperti mengetik AI meskipun toh sedikit nanti itu bil langsung waq Muhammad bin Yahya
1:24:29 terus Muhammad Yahya Aljawaz niki yang kita ambil. Kemudian dalam ee kitab Qulyubinya itu sudah jelas ee it ini baik dari mustakiril qimah ataupun tidak. Kalau nanti ada taamul yang ee seperti kador batin litakwimi nahwi saifin au fasdin maka shahat lah. Kemudian ada lagi dalam kasus thbib. Thabib ini ketika nanti dia mau mengobati kemudian tidak mau dan di sana maunya itu dengan harta maka nanti dia tidak bisa kalimatnya itu dihargai. Tapi kalau nanti ada klfah klfahnya contohnya kehtaja fiintin
1:25:17 maridubin. Jadi ini e ada referensi tapi itu harus dokter ya harus dokter. mboten mboten maksudnya kasus sampean itu loh ibaratnya itu memang ibaratnya dokter lah ibarat dokter memang ahli dalam bidangnya le kata-katanya begini itu sudah ee sebenarnya ibarat yang mengatakan bahwa ketika kita mengetik satu kalimat tetapi dengan ada taamul itu sudah tercukupi dalam artian kita ee mengata ee menulis menulis dengan adanya taamul itu Sudah tuqobalu bil saya bacakan dulu izinkan saya bacakan dulu begini yang satu yang satu kalimat iya ibarat bayak lagi. Ya
1:26:03 yo wis terakhir y ter ibarat b terakhiruqamatunimatunah inatulat kalimahul angen-angen satu kalimat iandirannya Tandirannya batin nahwiin. Kalau kita
1:26:48 coba kita pahami kador batin nahwiin itu kenapa kok menjadi itu bilmal? Dikarenakan apa? sebelumnya itu untuk ada harus ada pelatihan dulu yang kemudian mencurahkan ee harta atau waktu meluangkan itu lah. Oke. Sebelum sebelum kita tambah rancau seik, setidaknya saya simpulkan dari hampir 2 jam ini setidaknya untuk kasus foto dan video kita sepakat jika foto dan video yang dihasilkan dari AI bisa menjadi diakui sebagai hak cipta jika satu ini yang kita sepakati yang kita sepakati jika
1:27:33 usaha kita daripada AI lebih banyak usaha kita. Jadi AI cuma alat yang membantu bukan yang menentukan hasil. Yang menentukan hasil tetap kita. Itu sepakat ya. itu sepakat tadi terus loh tadi sepakat cuma bedanya kalau yang di Ploso walaupun 95% ini hasil dari AI ini bisa bisa diakui walaupun walaupun 950% adalah hasil dari RA kita cuma 5% contoh tolong buatkan itu aja tolong buatkan enggak jadi. Enggak jadi. Ya maksudnya tahun buatnya sesuatu gitu loh. Nah, itu itu 90% AI
1:28:20 tetap bisa diakui hanya dengan ibarat satu kalimat dari bayya yang ma taamul maat taamul. Karena dia memang sebelum taamul itu dia memang ahli dia memang sudah biasa seperti itu. Nah, mungkin sik sebelumak coba anu yang di yang dikritisi dua sebelum kita kembalikan promos ya. Ngapunten, Tor. Ngapunten. Coba ee izinkan saya untuk menjelaskan bahwa tentang ibarat kador batin itu. Heh, sudah, sudah. Nanti tadi sudah saya cari yang membantu dulu yang intinya poinnya adalah poinnya poinnya kokuh kok bantu mana yang belum terjawabnya. Mana? Yang mana yang belum terjawab? Kok bisa? Poinnya adalah jika foto dan video itu
1:29:07 bisa diakui sebagai hak cipta. Entah berapa persen kita diibaratkan dari bayak. Mungkin itu ada satu poin tambahan. Iya. Sini. Terus yang belum Falahia tiba-tiba bantu dari tadi yang nyangkal terus mungkin ada yang sependapat. Mikmik Falahya ya. Habis ini ya Falahiya. Disiapkan mic-nya. Iya habis ini. Sabar. Setelah ini kita arahkan ke promo saja ya, soalnya sudah mulai rancau. Bismillahirrahmanirrahim. Ojo akeh-akeh. Ee begini simpel saja dari ploso niku menjelaskan bahwa kalimah yang olilah kalau ma taamul itu
1:29:54 boleh itu bisa dimuqabalah bilmal. kami sepakat sehingga kalau kita konteks pembahasannya adalah masalah gambar kerja AI dalam gambar itu bukan ngambil gambar dari yang lain tapi bikin sendiri tapi sistemnya AI masalah gambar itu dia bikin sendiri jadi produknya dia seperti halnya alat printer tersendiri nah menurut kami AI itu termasuk kategori yang giriru akil enggak punya ikhtiar AI itu enggak punya ikhtiar Meskipun ada dari sarang mencoba memaksakan punya ikhtiar semisal ditasawurkan ada apa namanya eh atau ada semisal ada programmernya misal ditasaurkan ada programmernya kalau menurut kami tetap enggak punya ikhtiar
1:30:41 karena yang namanya kalbun entah itu yang taklim siapapun yang taklim itu siapapun meskipun AI diprogram oleh Nvidia ataupun diprogram oleh open AI-nya milik SEM dan yang lain-lain itu itu hanya programmer itu hanya taklim ke kalbunnya itu yang mualim kalbun tapi tetap kalbun itu berstatus giru mualam eh ghairu mualamir ikhtiarin berarti kalau ada kejadian kita menginginkan pront dan hasil foto gambarnya tidak sesuai kita bukan karena AI-nya yang salah tapi promnya yang kurang benar. Iya. Nah begini. Pertama kami referensikan begini dalam khasiat Jamal itu ada ibarat begini masalah saidid wasoiduhu giriru muhrim a walau eh walau kana girir mumayizin tumma inam yamurhu
1:31:28 ahadun kalau ada ghairu mumayyiz ngambil sendiri dia mubahat ya ini kasusnya mubahat contoh ngambil kayu bakar maka fasiduhu lahu inana huron walisayidihi inainan karyanya milik siapa milik Kalau dia merdeka, tapi kalau dia itu budak maka milik enggak apa yang muncul dalam milik saya yo terpunya saya karena kasusnya gambar seberapapun persenannya itu tetap dikategorikan milik miliknya zawad miliknya orang yang sedang mempengaruhi AI menjalankan AI bukan milik siapa-siapa meskipun AI itu seakan-akan milik open AI ya semisal CGBT itu milik open AI ataupun dipsik itu milik e siapa? Apa itu? Nah, itu
1:32:14 tetap yang amir tetap yang dimilikkan itu al-amir bukan korporasinya, bukan perusahaannya. Oke sudah. Jadi kalau menurut kami ini tasarufi milkihi yang tidak di Heeh. Tidak perlukan masalah judul alfalah yang sepakat yo monggo. Loh, paham takagak iki waktu opo? Nggih. Bismillahirrahmanirrahim. Begini. Ee kalau kita lihat dalam atau kita dengar jawaban dari ploso itu kan ini dikatakan hak dan furuknya itu salah satunya itu adalah kalbun mualam. Cuman kalau mau kita katakan hak ee menurut kami furuk yang tepat niku dalam permasalahan kalbun mualam bukan
1:33:00 dari peloso ya. Kalbun mualam itu konsep dari saran. Oke berarti begini santai. Paham Pak? Nanti kami paparkan begini. Makanya kalau seandainya contoh ada seorang ee seseorang ataupun dia itu orang yang berburu kemudian dia itu memanah bianat rihin sebenarnya panahnya itu ketika dia tembakkan enggak bakal sampai kepada hewannya itu lah ini. Maka bagaimana kalau seandainya panah itu mengenai terhadap hayawan tersebut? Apakah hayawan tersebut bisa dimiliki oleh orang yang memanah atau tidak? Ternyata jawabannya itu dalam Tufatul Muhtaj itu diklaim bahwa hayawan yang mati atau terbunuh niku tetap dihaqul milqu menembakkannya itu.
1:33:46 Kemudian dalam permasalahan IAI begini seharusnya memang secara teori kita itu kan hanya menyuruh I atau kita itu pertama nata ijul fikri kita menyusun kerangka apa yang kita miliki untuk dibuat dalam I. Kemudian setelah itu kita cantumkan kepada I. Setelah itu baru I memberikan jawaban kepada kita. Kan begitu. Seharusnya ini sama kita katakan ibarat panah itu yang wonten masalah panah niku sama-sama niki giriru akil kita katakan. Akhirnya karena kita semuanya ini dikatakan alat maka nisbatul amalnya itu ya kepada orang yang membuatnya. Itu mungkin kami bacakan dulu takbirnya. Orang yang membuat atau orang yang memakai? orang yang membuatnya atau orang yang memakainya
1:34:32 ngapunten coba begini dalam ibaratnya bismillahirrahmanirrahim dalam tufatul muhtaj wa asu sahun kemudian ini dia dikatakan e diklaim sebagai hak milku alasannya niki liannal bain maalik
1:35:18 sehingga kalau oh sudah berarti dari sampean ai itu disamakan kasus panah sing asline gak iso kenek cuma kesebul angin dadi kenek nggih itu tetap tetap dinisbatkan ke yang memanah walaupun keneke gara-gara angin gak karono wonge gitu ya ngih sik tambahan tambahan terakhir Wis kalau ini berarti setidaknya karena menghewan waktu coba belum setidaknya setidaknya yang disepakati oleh para musyawirin adalah jika kita kontribusi manusia itu lebih banyak itu bisa dianggap sebagai karya. Mau kontribusinya sedikit pun itu bisa begini. Coba coba
1:36:03 untuk kontribusi yang sedikit ini yang masih diperdebatkan begini saya. Makanya sik ta waktu masih milik saya. Sampan ngomong enggak tak pedot bras rek ya. Jadi yang disepakati oleh semua ini sepakat ya. Jika kontribusi manusia lebih banyak bisa diakui. Nggih. Sepakat. Dari tadi kayaknya enggak ada yang itu. Itu sepakat kayaknya loh. Kontribusi yang banyak kayaknya sepakat untuk kontribusi yang sedikit baru di anu di dikhilafkan ya oleh kawan-kawan ini. Iya. Pakai konsep apa tadi? Reh terus ini arek cilik. Nah itu begitu. Nah, mungkin agar karena sudah hampir 2 jam kita minta arahan ke Bapak Perumus dulu untuk
1:36:50 AI yang berupa hasil video atau foto apakah bisa diakui sebagai hak cipta sesuai dengan kasus-kasus yang ada. Ngoten kita waktu dipersiap dipersilakan. ee mengawali dari Bapak-bapak pengumus yang lain ee kita sebenarnya membahas yang lebih jauh di dalam permasalahan kita yang real ini kan jenengan sedoyo masih belum tahu cara kerja IAI lah. Sebenarnya yang kita hukumi dari
1:37:38 tadi ibarat yang muncul itu adalah manfaat atau mal makna maknawiah. Belum bisa mendobiti seberapa seseorang itu bisa mendapatkan haqqu taklif atau
…