0:01 yo yo [Tepuk tangan] hai hai yang berbeda pagi hari di Puskesmas Pelita seorang anak berusia tujuh tahun merengek karena tidak ingin giginya dicabut padahal Ia sudah mengeluhkan sakit gigi kepada ibunya sejak empat hari yang lalu namun saat sang Ibu membawanya untuk pergi menemui dokter gigi anak itu justru menolak dan bersikap agresif ia tak bisa tenang dan terus merengek untuk pulang kerumah sudah hampir 30 menit anak tuh menangis sang Ibu lama-kelamaan merasa jengkel dan memutuskan untuk tetap berdiam diri didalam Puskesmas walau anaknya
0:48 berteriak dengan kencang Hai orang-orang di dekat ibu itu mulai merasa risih hingga akhirnya Seorang perawat menghampiri anak tersebut dan mencoba untuk menenangkannya laundry-nya kau Ade Selamat pagi itu bisa peduli semua udah pulang kita masih ngobrol soalnya mau pergi-pergi begitu anak tersebut semakin bersikap agresif bahkan setelah perawat berusaha menenangkannya sang Ibu beberapa kali meminta maaf kepada perawat karena anaknya sudah mencakar perawat tersebut Mungkin kita bisa ngobrol dulu kali ya
1:43 nyaman yang lain nggak papa kok Bu wajar Mungkin kita bisa konsentrasi kali ya nih Kalau Adek mau kenalan nih soalnya Mama ada siapa bae aku Mutia Mutia Hai pucuke kamu mudiak sini karena sakit apa Sakit Gigi Oh sakit gigi Udah periksa ke dokter belum Nah kenapa belum diperiksa tambah parah loh Hai susu browsing Mama pulang karena kesal kepada tingkah laku anaknya
2:28 sang Ibu Pun menjerit telinga anak tersebut sampai ia menjerit kesakitan perawatan sebut berusaha menenangkannya dengan mengajaknya untuk melihat awan anak yang masih menangis itu akhirnya menggenggam tangan perawat dan berjalan mengikuti perawat untuk melihat awan di luar saat sedang berjalan mereka bertemu dengan dua orang pasien yang menatapnya dengan tatapan tak suka [Musik] kita juga punya anak jadinya gini deh menurut ini punya kebiasaan perawat
3:18 [Musik] Cut menutup telinga anak tersebut dan segera mengajak anak itu keluar dari Puskesmas ia kemudian berusaha untuk mengobrol bersama dengan anak itu jauh dari hambatan yang ada adek kenapa enggak mau diperiksa ke dokter itu pasti nggak besok nantikan Akbar the ya ndoko dokternya nggak masuk kemarin anak-anak bohong Tengah bohong kok nanti kalau Adek mau diperiksa benar ya nggak bakalan pergi Nanti kalau dokternya galak tercubit terus nanti deh kalau gitu aku mau diperiksa sama
4:06 perawat itu kemudian mengajak anak tersebut untuk kembali masuk dan menemui dokter agar segera diperiksa namun anehnya anak itu kembali histeris saat melihat anak lain yang keluar dari ruangan dokter sembari membuang kapas penuh darah Tangisan Anak itu membuat Beberapa pasien semakin risih [Musik] Hai itu berjalan hai aduh Ibu kamunya suruh diem pengisi teknik Aquarel aja Iya Ibu kalau anaknya nggak bisa diem nggak bisa merusak pulang aja tahu ibu sang ibu yang sudah sangat stres akhirnya memutuskan untuk membawa pulang anak itu [Musik]
4:57 Keesokan paginya Ibu tersebut kembali dengan membawa anaknya kali ini sang ibu dan anak datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang yang membuat anak itu semakin stres kesehatan kau tadi adek ketemu lagi kita kabar Adek usah aku nggak mau ketemu dokter kemarin ada yang dibuat berdarah sama dokternya punya Jangan gitu nanti Adek nggak sembuh-sembuh lihat tv-nya udah Tambah bengkak kamu semoga Ya udah kalau gitu Setelah ke dokter ya nanti sama dokternya diobatin Kan kemarin udah janji mau sampai Saat memasuki ruangan dokter tubuh anak
5:44 itu bergetar hebat karena ketakutan walau dokter yang akan memeriksa sudah bersikap ramah anak tersebut hanya bersembunyi dibelakang perawat nanti kalau Adek nggak malam jadi sedih lagi kalau Hai Adek mau dengar sisanya Enggak Bentar punya cinta lucu tentang tapi dokter nangis nah sebelum super cerita apa dulu dong dokternya Selamat pagi Kakak dokter sangat pagi Pak Dokter lagi deh
6:33 dulu ya oleh perawat itu akhirnya menceritakan kartun kesukaan anak tersebut agar ia tidak histeris saat dokter mengeluarkan alat-alat pemeriksa gigi perawat terus berusaha agar anak tetap fokus pada ceritanya sambil terus menggenggam tangan anak tersebut supaya si anak merasa rileks tanpa disadari anak itu dokter sudah selesai mencabut gigi anak yang sudah tanggal itu kata-kata gombal kalau kapalnya digigit
7:20 berhenti di itu karena adekuat dan berani makanya lo sakit Iya jadi jadi piring dulu hanya ada harus rajin gosok gigi sama jangan sering makan yang manis-manis ya oh ya Bu nanti kalau misalnya keadaan giginya memburuk segera kembali ke Puskesmas ya Bu ya Hai cuma kasih Dokter yang sangat ketemu ya sayang Hai Nah karena kata dokter gigi ada yang bolong Jadi adik harus rezeki enggak
8:07 makan permen sama jangan nakal ya Iya pada kasus diatas perawat melakukan komunikasi terapeutik pada anak menggunakan teknik verbal dan juga non-verbal untuk teknik verbal yang pertama fasilitasi anak untuk merespons pada dialog diatas perawat selalu bertanya dan mengkaji keluhan dan karakter si anak salah satunya dengan bertanya kepada si anak mengapa ia takut diperiksa oleh dokter perawat akan mendengarkan respons dari si anak mengapa ia sangat takut diperiksa selanjutnya perawat memberikan
8:53 penjelasan yang mudah dipahami anak seusianya dengan menjelaskan bahwa dokter Tidak galak dan anak tersebut Akan disuntik dengan demikian perawat berusaha membangun Bina hubungan saling percaya dengan si anak dengan mengatakan hal yang sebenarnya dengan bahasa sederhana yang dipahami anak yang kedua bercerita sebagai alat komunikasi saat si anak diperiksa dan dicabut giginya oleh dokter perawat berusaha bercerita mengenai film kartun favorit anak-anak yang bertujuan mendistraksi pikiran si anak supaya ia bisa merasa rileks dan tidak takut saat giginya dicabut yang ketiga menawarkan tindakan supaya anak bisa kooperatif perawat berpikir kritis
9:40 untuk menawarkan sesuatu kepada si anak supaya ia mau diperiksa oleh dokter yaitu dengan menawarkan dirinya untuk menemani sang anak ketika diperiksa oleh dokter sambil menceritakan film kartun domba kesukaan anak-anak yang selanjutnya menjaga intonasi suara pengalihan kontak mata Vika atau postur tubuh dan menjaga jarak fisik serta sentuhan ketika berkomunikasi dengan si anak perawat selalu menjaga nada intonasinya dengan lembut supaya sang anak tidak merasa takut dan juga perawat selalu melakukan kontak mata supaya si anak bisa percaya kepada dirinya perawat juga tidak langsung melakukan kontak fisik karena dikhawatirkan sang anak merasa
10:25 tidak nyaman namun dengan bhsp perlahan anak tersebut yang pertama kali menggenggam tangan perawat ketika perawat mengajaknya pergi melihat awan keluar teknik yang selanjutnya yaitu teknik non verbal komunikasi nonverbal yang dilakukan pada kasus diatas yaitu perawat berusaha terus menggenggam tangan sang anak Saat diperiksa oleh dokter hingga giginya selesai dicabut dengan sentuhan tangan yang lembut perawat mampu membuat si anak rileks dan mengurangi rasa tegang nya saat gizi anak dicabut oleh dokter hai hai