SISTEM BILANGAN | Berpikir Komputasional | Informatika Kelas 8 Kurikulum Merdeka | Fase D

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang sistem bilangan dalam informatika, meliputi bilangan biner, oktal, desimal, dan heksadesimal. Dijelaskan pula cara konversi antar sistem bilangan tersebut.

  • Sistem bilangan adalah cara penulisan untuk mewakili bilangan menggunakan angka atau simbol.
  • Terdapat empat jenis sistem bilangan utama: biner (basis 2), oktal (basis 8), desimal (basis 10), dan heksadesimal (basis 16).
  • Konversi bilangan diperlukan agar manusia dan komputer dapat saling memahami informasi.

Pendahuluan Sistem Bilangan

Sistem bilangan adalah sistem penulisan yang mewakili bilangan menggunakan angka (digit) atau simbol. Terdapat empat jenis sistem bilangan yang umum digunakan, yaitu biner (basis 2), oktal (basis 8), desimal (basis 10), dan heksadesimal (basis 16).

Sistem Bilangan Biner

Biner adalah sistem bilangan berbasis 2 yang hanya menggunakan dua simbol, yaitu 0 dan 1. Biner sering disebut sebagai "bit" (binary digit). Dalam komputer, bilangan biner biasanya dikelompokkan per empat bilangan. Rumus dasar perhitungan bilangan biner adalah a * 2^n, di mana 'a' adalah nilai absolut digit, 2 adalah basis biner, dan 'n' adalah nilai posisi digit. Contohnya, 1010 dalam biner dikonversi menjadi 10 dalam desimal.

Sistem Bilangan Oktal

Oktal adalah sistem bilangan berbasis 8 yang menggunakan 8 simbol bilangan, yaitu 0 hingga 7. Rumus dasar perhitungan oktal adalah a * 8^n, mirip dengan biner tetapi menggunakan basis 8. Contohnya, 2761 dalam oktal setara dengan 1521 dalam desimal.

Sistem Bilangan Desimal

Desimal adalah sistem bilangan berbasis 10 yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sistem ini menggunakan 10 simbol bilangan, yaitu 0 hingga 9. Rumus dasar perhitungan desimal adalah a * 10^n. Contohnya, 3152 dalam desimal tetap 3152 dalam desimal karena tidak ada perubahan basis.

Sistem Bilangan Heksadesimal

Heksadesimal adalah sistem bilangan berbasis 16 yang menggunakan 16 simbol, yaitu 0 hingga 9 dan A hingga F. Huruf A hingga F mewakili nilai 10 hingga 15. Rumus dasar perhitungan heksadesimal adalah a * 16^n. Contohnya, 12BC dalam heksadesimal setara dengan 4796 dalam desimal.

Konversi Bilangan

Konversi bilangan adalah proses mengubah bentuk bilangan dari satu basis ke basis lain tanpa mengubah nilainya. Konversi diperlukan karena manusia lebih familiar dengan desimal, sementara komputer menggunakan sistem bilangan lain. Prinsip dasarnya adalah: jika mengkonversi dari basis besar ke kecil, maka dibagi dengan basis tujuan; jika mengkonversi dari basis kecil ke besar, maka dikali dengan basis tujuan. Contohnya, 30 dalam desimal dikonversi menjadi 11110 dalam biner, dan sebaliknya.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:04 [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Halo siswa hebat Selamat datang kembali di channel cakap Informatika materi pelajaran kita hari ini adalah seputar sistem bilangan Masih pada bab berpikir komputasional sudah siapkah kalian untuk belajar mari kita simak video selengkapnya sebenarnya apa sih yang dinamakan sistem bilangan sistem bilangan merupakan Sistem penulisan yang mewakili bilangan yang ditulis menggunakan angka digit maupun simbol terdapat setidaknya 4 sistem bilangan yang pertama dinamakan biner biner

0:50 merupakan bilangan berbasis 2 Kemudian yang kedua adalah oktal adalah sistem bilangan berbasis 8 selanjutnya adalah desimal Sisi bilangan berbasis 10 dan yang keempat adalah hexadesimal sistem bilangan berbasis 16 Sekarang mari kita mengenalinya satu persatu lebih jauh dimulai dari sistem bilangan pertama yaitu sistem bilangan biner biner adalah sistem bilangan yang memiliki basis 2 adalah sistem bilangan angka dengan dua simbol yaitu 0 dan 1 biner juga sering disebut dengan istilah bit atau singkatan dari binary digit penulisan bilangan biner dalam komputer biasanya dikelompokkan perempat bilangan

1:36 misalnya 1010001 rumus dasar dari perhitungan bilangan biner adalah a * 2 ^ n a menunjukkan nilai Absolut digit atau nilai mutlak dari masing-masing digit bilangan sedangkan 2 merupakan basis dari biner dan n menunjukkan position value atau nilai penimbang maupun bobot dari masing-masing digit bilangan tergantung dari letak posisinya perhatikan contoh perhitungan berikut 1010 dalam biner berapakah nilainya jika dikonversikan ke dalam desimal maka menggunakan rumus a * 2 ^ n kita dan menghitungnya masing-masing soal dikalikan dengan basis biner yaitu 2

2:21 kemudian diberikan pangkat yang pangkat tersebut diberikan nilai sesuai dengan posisi dari masing-masing bilangan yang akan dihitung contoh pada angka 1 pertama paling atas kita mengkalikannya dengan 2 pangkat 3 Karena setelah angka 1 terdapat 3 Angka di belakangnya maka kita akan mengalikan 2 pangkat 3 pada angka kedua yaitu 0 akan dikalikan dengan 2 ^ 2 karena setelah 0 pertama kita mendapati 2 angka di belakangnya itu sebabnya duanya dipangkatkan dua kemudian satu Yang kedua kita akan kalikan dengan dua pangkat 1 karena di belakang angka satu kedua terdapat hanya satu angka yaitu 0 maka itu sebabnya 2

3:06 diberikan pangkat 1 dan angka 0 terakhir akan dikalikan 2 pangkat 0 karena sudah tidak ada lagi angka di belakangnya itu sebabnya diberikan pangkat nol selanjutnya kita hanya tinggal menjumlahkan hasil dari keseluruhan perhitungan kita tadi misalnya satu kali dua pangkat 3 ditemui hasilnya 80 kali 2 pangkat 2 ditemui hasilnya 0 1 dikali 2 pangkat 1 ketemu hasilnya 2 0 dikali 2 pangkat nol ketemu hasilnya 0 maka kita hanya tinggal menjumlahkan 8 + 0 + 2 + 0 dan akan ketemu hasilnya bahwa 10 maka 1010 pada biner nilainya setara dengan 10 dalam desimal sistem bilangan yang kedua adalah oktal

3:54 oktal merupakan sistem bilangan yang memiliki basis 8 adalah Sistem penulisan angka yang menggunakan basis 8 memiliki 8 macam simbol bilangan yang terdiri dari 0 sampai 7 dengan karakter 0123456 dan 7 Rumus dasar perhitungan oktal menggunakan a * 8 ^ m persis dengan rumus yang digunakan pada biner hanya saja berbeda pada basisnya jika pada biner kita mengkalikannya dengan 2 maka dalam penulisan oktal kita mengkalikannya dengan 8 karena basis oktal adalah 8 perhatikan contoh perhitungan oktal berikut ini 2761 dalam oktal berapakah nilainya jika

4:40 kita konversikan ke dalam desimal maka caranya masih sama seperti yang tadi hanya saja kita mengkalikan bilangan yang ada pada soal dengan basisnya oktal yaitu 8 dan memberikan pangkat sesuai dengan posisi dari bilangan-bilangan yang ada 2 dikali 8 pangkat 3 akan ketemu hasilnya 1024 7 * 8 ^ 2 448 6 * 8 ^ 1 = 48 1 * 8 ^ 0 = 1 dan dijumlahkan ketemu hasilnya yaitu 1521 jadi 2761 dalam oktal setara dengan 1521 dalam desimal sistem bilangan yang ketiga adalah desimal Sisi bilangan desimal adalah

5:28 sistem bilangan yang memiliki basis 10 merupakan Sistem penulisan angka yang menggunakan basis 10 dan merupakan sistem bilangan yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari memiliki 10 macam simbol bilangan yang terdiri dari 0 sampai dengan 9 yaitu 012345678 dan 9 rumus dasar dari perhitungan sistem bilangan desimal adalah a * 10 ^ n persis sama dengan biner dan oktal hanya berbeda pada pengali basisnya perhatikan contoh soal berikut 3152 dalam desimal berapakah nilainya jika kita konversikan ke dalam desimal maka perhitungannya 3 akan dikalikan 10 ^ 3 =

6:14 30001 dikali 10 pangkat 2 = 1005 dikali 10 pangkat 1 = 50 2 * 10 ^ 0 = 2 kemudian dijumlahkan dan ketemu hasilnya 3152 jadi 3152 dalam desimal setara dengan 3152 dalam desimal tidak berubah karena kita mengkonversikan desimal ke desimal sistem bilangan yang keempat merupakan heksadesimal hexadesimal merupakan Sisi bilangan desimal yang basisnya 16 adalah Sistem penulisan angka yang menggunakan basis 16 memiliki 16 simbol khusus yaitu [Musik] 0123456789

7:00 abcdef merupakan satu-satunya sistem bilangan yang menggunakan huruf huruf a b c d e f berturut-turut nilainya adalah 10 11 12 13 14 dan 15 rumus dasar dalam perhitungan heksadesimal adalah a * 16 ^ n = sistem bilangan sebelumnya namun yang berbeda adalah pengali basisnya perhatikan contoh soal berikut 12 BC dalam hexadesimal berapakah nilainya jika kita konversikan ke desimal maka 1 akan dikalikan 16 pangkat 3 2 akan dikalikan 16 pangkat 2 kemudian B akan dikalikan 16 pangkat 1 b dalam Heksa

7:46 setara dengan 11 C akan dikalikan 16 pangkat 0 C dalam Hexa senilai dengan 12 masing-masing dari hasilnya akan dijumlahkan dan ketemu yaitu 4796 jadi 12 BC dalam hexadesimal setara dengan 4796 dalam desimal konversi bilangan konversi bilangan adalah proses pengubah bentuk bilangan dari satu bentuk ke bentuk bilangan yang lain yang memiliki nilai yang sama Mengapa kita perlu mengkonversi bilangan manusia sebagai pengguna komputer terbiasa dengan sistem bilangan desimal Oleh karena itu sistem bilangan yang lain harus dikonversi supaya kita lebih

8:31 mudah memahaminya komputer dapat mengerti semua sistem bilangan karena telah diprogram demikian walaupun terlihat seperti itu akan tetapi sesungguhnya komputer pun melakukan konversi hanya saja hal itu berjalan dalam waktu yang sangat singkat atau pemilik detik sehingga seolah-olah tidak terlihat bahwa komputer sedang mengkonversi prinsip dasar dalam mengkonversi bilangan adalah jika kita mengkonversi dari yang basisnya besar ke yang basisnya kecil maka perhitungannya adalah dibagi dengan basis yang akan dikonversi namun jika kita mengkonversi dari basis yang kecil ke basis yang besar maka perhitungannya adalah dikali dengan basis bilangan yang akan

9:16 dikonversi contoh Berapakah nilai 30 jika dikonversi dari desimal yang basisnya 10 ke biner yang basisnya 2 karena kita akan mengkonversi dari basis besar ke basis yang kecil maka perhitungannya adalah dibagi kita akan membagi bilangan yang ada pada soal dengan basis dari bilangan yang akan dikonversi 30 dalam desimal jika dikonversi ke bentuk biner maka perhitungannya adalah sebagai berikut 30 akan dibagi 2 kemudian ditemukan hasilnya 15 Sisanya adalah 0 15 akan dibagi 2 lagi hasilnya adalah 7 sisa 1 7 akan dibagi 2 lagi Kemudian hasilnya 3 sisa 1 3 akan dibagi dua lagi hasilnya adalah satu sisi satu dan satu

10:03 akan dibagi dua yang hasilnya 01 kemudian kita akan menuliskan binernya dari angka sisa yang paling bawah menuju ke atas dan ditemukan hasilnya adalah 11110 sekarang jika kita balik Berapakah nilai 1 110 jika dikonversikan dari biner yang basisnya 2 ke desimal yang basisnya 10 karena kita akan mengkonversi dari basis kecil ke basis besar maka perhitungannya adalah dikali 1 akan dikalikan 2 pangkat 4 yang ketemu hasilnya 16 kemudian satu berikutnya akan dikali 2 pangkat 3 dan ketika temukan hasilnya adalah 8 1 berikutnya akan dikalikan 2 pangkat 2 ditemukan hasilnya 4 kemudian 1

10:51 berikutnya dikalikan 2 pangkat 1 hasilnya adalah 2 dan 0 yang terakhir akan dikalikan 2 ^ 0 yang ketemu hasilnya 0 kemudian hasil dari masing-masing perhitungan tadi akan dijumlahkan dan ketemu hasilnya yaitu 30 jadi 1 1 110 dalam biner nilainya setara dengan 30 dalam desimal itu dia adalah contoh soal dari mengkonversi sebuah bilangan menggunakan prinsip dasar konversi sistem bilangan agar dapat memahami materi sistem bilangannya dengan baik Mari kita Berlatih mengerjakan aktivitas individu BKK 804u konversi bilangan desimal menjadi bilangan biner dan oktal soal ini bisa kalian temui pada buku

11:37 paket Kemendikbud Informatika kelas 8 di halaman 42 selamat mengerjakan dan sampai di sini video hari ini kurang lebihnya mohon maaf sampai ketemu lagi pada video selanjutnya wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]

Share

Ringkasan Video YouTube