SURGA DI TANAH PAPUA MENGGEMA | SAMBIL TAHAN TANGIS - KDM SAMPAIKAN PESAN INI

Ringkasan Singkat

Video ini mencakup mengenai pesan spiritual, serta refleksi dan harapan untuk kemajuan masyarakat Papua dan Indonesia secara keseluruhan.

  • Penekanan pentingnya budi pekerti dalam pembangunan.
  • Diskusi mengenai nilai-nilai dari leluhur dan pengaruh negatif dari pendekatan modern yang tidak menghargai tradisi.
  • Seruan untuk menjaga keperawanan budaya dan alam Papua.

Pengenalan

Video dimulai dengan harapan agar Allah selalu membimbing langkah kita dan mengirimkan perlindungan dari berbagai pengaruh negatif. Diiringi dengan gambara indah alam Papua seperti gunung, langit, dan lembah, menunjukkan keindahan yang perlu dijaga.

Refleksi pada Budaya dan Alam

Pembicara mengagumi keindahan alam Papua, seperti gunung hijau dan langit biru, serta menyebutkan pentingnya menghormati dan menjaga kekayaan alam. Ia menunjukkan kepeduliannya terhadap alam, menyentuh tentang tanggung jawab untuk mempertahankan warisan leluhur dan menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan.

Kritik terhadap Sistem Birokrasi

Pembicara menilai bahwa yang hilang dari sistem birokrasi dan pembangunan di Indonesia adalah rasa dan cinta. Dia menekankan pentingnya budi pekerti dalam pendekatan pembangunan, menganggap bahwa orang-orang tradisional adalah sumber pengetahuan yang sering diabaikan.

Dampak dari Pengabaian Tradisi

Selama 80 tahun merdeka, banyak terjadi kerusakan lingkungan dan hilangnya sumber daya alam. Pembicara menyebutkan bahwa leluhur mampu menjaga alam dengan baik tanpa merasa lebih pintar dari orang lain dan mengajak untuk belajar dari tradisi yang ada.

Pendekatan Teologis dan Filosofis dalam Pembangunan

Pembangunan harus memiliki landasan teologis yang harmonis, baik dengan Tuhan maupun alam. Pembicara menjelaskan bahwa penting untuk memiliki nilai filosofis dan tradisi yang menghormati alam serta hubungan dengan leluhur.

Penekanan pada Harmoni dan Kemanusiaan

Sistem pertahanan negara harus berbasis pada harmoni antara manusia dan lingkungan. Dialog dengan alam harus dijaga, tidak menggunakan metode penaklukan yang menyebabkan kerusakan. Pembicara menyerukan pendekatan yang berbasis etnosins dan berlandaskan pada kebudayaan lokal.

Perubahan Sosio-Ekonomi di Papua

Pembicara mendiskusikan pentingnya menyiapkan masa depan Papua dengan pendidikan dan penguatan ekonomi. Ia menyiapkan beasiswa untuk 40 anak Papua untuk kuliah di Bandung dan menekankan pentingnya memiliki pemimpin yang terdidik.

Menghargai Kebudayaan dan Kehormatan Papua

Akhirnya, pembicara mengingatkan untuk menjaga kehormatan masyarakat Papua dan melindungi keindahan alamnya dari eksploitasi. Ia menyatakan cinta yang mendalam terhadap Papua dan seruan untuk melindungi warisan budayanya dari pengaruh buruk.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Semoga Allah selalu membimbingmu dan biarlah angin menuntun langkah-Mu. Oh.

0:53 Hijau gunung kabih bersujud birunya langit telaga di laut lepas kalau lembah Bahulu sungai bertapa di rimba raya. Malam indah kulampaui berlari men

1:41 jemput mimpi embut menjemput mentari bertapat di belantara bagi di tanah Papua. Cantik suwari bernyanyi. Cendrawasi lembah sunyi melukis garis takdir-Mu. Berkampung

2:27 tulistiwa garis hidup Nusantara. Kau jaga napas dunia lama tak pernah disap

3:25 Emas per yang kau simpan dalam rahim bumi hitam berlari. Bawa limpi. Jauhkan negeri penyihir. Kau termenuh dalam bisu

4:12 berharap. Makmuru. Tanah ulatan anak tanah penjaga wibawa bersah telanjang dadah. Kuranti garis takirmu. Surga yang indah menjah menyapa suhya pagi

5:00 menyapa tanpa membari lembut kata yang terucah. harta Nusantara dalam perlukan dunia. Berlarilah kuatku sayang nusara mimpi yang kasih

5:46 jangan tanah harapan Menjerit mengguncang langit terbang bersama garuda. Makhluk indahnya senja surga di tanah.

6:55 Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Shalom. Sampurasun. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Wa nyambe. Terima kasih. Saya tidak akan banyak yang terhormatnya. Waktunya nanti habis. Buamen, Pak Wamen, Pak Sekda mewakili Gubernur, Pak Walikota, dan nyonya besarnya. Terima kasih. Ini adalah contoh suami setia bagi para bupati di Jawa Barat. Kemudian ketua panitia Dr. Amerika.

7:42 Terima kasih para pendeta, tamu dari Jepang. Penyanyi saya enggak bisa meneruskan lagu karena rasa dan cintanya itu bersatu. Apa sih yang hilang dalam sistem birokrasi di Indonesia? Apa yang hilang dalam pendekatan pembangunan di Indonesia dari waktu ke waktu termasuk di daerah-daerah di Jawa Barat adalah hilangnya rasa dan cinta. Manusia tertinggi itu etnosins. Etnosin itu di atas teknokrasi. Apa sih yang menjadi keunggulan orang nusantara? Keunggulan orang nusantara itu adalah

8:29 budi pekerti. Karena keunggulannya budi pekerti, maka pendekatan pembangunan harus menggunakan rasa. Karena dari rasa lahirlah rumasa. Kalau dalam teologinya orang Sunda, rumasa itu adalah sebuah sistem sikap di mana tidak boleh meletakkan diri merasa lebih tinggi dari orang lain, meletakkan pengetahuan menganggap orang lain bodoh. Dan dalam teologinya orang Islam itu diamb digambarkan dengan Firaun. Apa yang ada dalam pikiran kita yang merasa pintar jadi birokrasi ini adalah menganggap kaum tradisi orang-orang yang tertinggal.

9:16 Menganggap kaum adat itu orang-orang yang bodoh. Sehingga mereka dalam pembangunan seringki tidak dipahami oleh kita. Mereka adalah sumber pengetahuan. Maka karena mereka di tidak dipahami sebagai sumber pengetahuan, leluhur tidak dianggap sebagai sumber ilmu, seluruh pengambilan keputusan teokratis dan teknokratis Indonesia semua landasannya adalah studi. Studinya studi luar negeri. Studi luar negeri itu lebih banyak ongkosnya daripada ilmunya. Karena paling senang studi banding adalah pejabat dan anggota DPRD.

10:02 Nah, itu saya dulu waktu jadi anggota DPRD bukan orang lain. Nah, sedangkan kalau kita mau belajar Barat yang mengajarkan kemajuan pada kita tentang bagaimana dia menentang deforestasi dan sejenisnya dan mereka menganggap sangat memiliki pengetahuan dalam pengelolaan alam ini. Sesungguhnya mereka tuh telah gagal dan telah mengajarkan kerusakan pada kita. Leluhur kita berabad-abad, mampu bertahan sebagai masyarakat budaya, sebagai masyarakat adat, berabad-abad. Pertanyaannya adalah berulang-ulang saya ngomong, Indonesia merdeka sudah berapa tahun? 80 tahun.

10:48 dari 80 tahun ini penurunan sumber daya alamen hilangnya logam hilangnya logam mulia hilangnya terjadinya kerusakan di hutan terjadinya kerusakan di laut terjadilah kerakan sungai itu sudah berapa artinya bahwa kita dalam 80 tahun ini telah menurunkan daya dukung lingkungan dan hampir kita tidak bisa menitipkan lagi negeri ini secara baik pada anak cucu kita tetapi Tapi leluhur kita yang oleh kita kalau orang Sunda itu dulu kaum wiwitan disebut kaum musyrik itu berabad-abad mampu menjaga alam ini dengan baik, menitipkan alam ini dengan baik, tapi dia tidak merasa menjadi orang pandai. Bayangin salah satu

11:35 kebodohan kita adalah menganggap rendah pengetahuan yang bersumber dari leluhur, menganggap rendah kaum adat. Maka dalam pembangunan itu yang pertama adalah landasan teologis. Nah, landasan teologis itu bukan doktrin yang dikembangkan berdasar pada dogma ajaran pada setiap orang dibikin untuk menjadi sama. Landasan teologis itu adalah landasan nilai di mana orang membangun relasi dengan seluruh semestanya, relasi dengan ketuhanannya dengan membangun harmoni. Maka orang Bari punya trihitekarana, orang Sunda punya tritang tu di buana. Saya yakin orang Papua juga punya sistem itu.

12:24 Dari teologis itu maka akan lahir sebuah nilai filosofis, pendekatan. Dalam tradisi di Jawa itu kalau melihat pohon itu dikasih sesajen dan itu dianggap sebagai sebuah kemunduran. Padahal itu adalah sebuah tradisi bagaimana menghormati leluhur, bagaimana menghormati alam, membangun dialektika. Kata orang Sunda, mipit kudu amit, ngalah kudu bebeja. Nah, sistem itu dan ini luar biasa dihantamnya luar biasa sebagai bentuk kemusyrikan. Nah, sedangkan kita sendiri negara itu punya sikap hormat pada bendera. Hormat pada bendera itu adalah hormat pada saripati,

13:10 pada esensi tanah dan air itu sendiri yang sudah direduksi menjadi sebuah semangat spirit yang disebut merah putih. Maka tradisi kita diajarkan oleh Barat tentang hormat. Maka penghormatan dalam kaum tradisi bagi Jawa adalah sesajen. Mungkin bagi orang Papua disuruh adat apalagi itu bentuk penghormatan. Ketika hubungan dialektika ini sudah tidak ada, maka hubungan cintanya sudah tidak ada. Kalau hubungan cinta sudah tidak ada, maka kita mengaku sebagai negara berketuhanan, kita masuk dalam sebuah dialektika falsafah yang disebut dengan kapitalisme. Maka prinsip kita adalah menaklukkan. Kalau sudah ditaklukkan boleh dieksploitasi. Dalam prinsip kepancasilaan, ketuhanan yang

13:56 berkemanusiaan, tidak ada dialektika kapitalisme dan tidak ada dialektika penaklukan. Yang ada adalah simbiosis mutualisme, yaitu membangun hubungan harmoni antara manusia dengan di lingkungannya. Kalau dengan harmoni kita bisa bahagia, kalau dengan harmoni kita bisa mencapai kemajuan, kenapa kita harus mengambil jalan peperangan? Kalau alam bisa diajak oleh kita bicara, kenapa kita harus menghancurkan? Kalau sumber mata air oleh kita bisa diajak bicara, kenapa kita harus membuat pencemaran? Kalau hidup bahagia dengan damai, kenapa harus pilih peperangan? Kenapa? Kapitalisme mengajarkan

14:42 penaklukan, penaklukan mengajarkan hegemoni. Dalam sepanjang sejarahnya, hegemoni ujungnya adalah penindasan dan peperangan. Maka kita sebagai republik berpancasila, kita tidak memilih konflik yang tidak berakhir, konflik hegemuni yang diajarkan oleh negara lain. Maka kita harus memilih jalan, jangan jalan pintas. Leluhur kita tidak mengajarkan jalan pintas. Leluhur kita mengajarkan jalan berliku tanpa merendahkan, tanpa menghancurkan. Kolonial Belanda tidak mengajarkan jalan lurus. Karena kalau jalan lurus, banyak gunung yang ditubruk, banyak karang yang ditebas, banyak yang

15:29 dikorbankan. Kolonial Belanda memilih jalan berliku. Perlu kesabaran. Itu Dendeles di Jawa memilih jalan berliku. Kenapa? Dia tidak boleh terlalu banyak yang dikorbankan. Meskipun daendeles di Jawa itu dituduh membuat erodi, tapi penelitian hari ini menunjukkan justru penyimpangan dilakukan oleh para pemimpin daerah pada waktu itu. Untuk itu setelah filosofi apa ideologi? Ideologi itu apa? Sistem keyakinan. Ideologi Pancasila itu apa? Ideologi Pancasila adalah ideologi yang tersebar dalam 420 masyarakat adat di Papua itu ideologi. Kenapa? Ideologi harus melahirkan

16:16 kekuatan, energi saya katakan Papua kehilangan alamnya maka rakyatnya akan lemah. Kenapa rakyatnya lemah? Sistem keyakinan pada leluhurnya terputus oleh kehancuran ekologi. Setelah itu apa yang terjadi? ajaran di Pulau Jawa, di Jawa Barat apa? Orang-orang yang tersisi memilih jalan pintas, mempersatai diri, melakukan penekanan. Jangan. Prinsip apa? Tidak boleh dihilangkan tata nilainya. Kenapa? Ini pertahanan negara. Pertahanan negara apa? Sistem pertahanan Indonesia adalah sistem

17:01 pertahanan semesta. Karena sistem pertahanan semesta, maka semestanya harus bersama-sama dengan yang mempertahankan dan yang dipertahankan. Semestanya tidak boleh berpisah. Karena semestanya tidak boleh berpisah. Rakyatnya tidak boleh berpisah dari semestanya. Keyakinannya tidak boleh berpisah dari semestanya. Untuk apa? Agar punya daya tahan terhadap tekanan luar. Apabila perang terjadi, Indonesia mampu bertahan melakukan perlawanan perang. kolonial pada waktu itu. Kenapa? Kemampuan pertahanan semestanya yang didasarkan pada idiom-idium lokal wisdom pada waktu itu. Hari ini kita bisa melihat bagaimana daya tahannya Iran terhadap gempuran

17:48 Amerika 42 tahun di embargo. Kenapa kuat? Dia punya sistem pertahanan semesta berbasis alam dan berbasis keyakinan dan luhur. Kalau Indonesia, kalau Papua masyarakatnya terpisah dari alamnya, maka panahnya tak beracun lagi. Maka larinya tidak akan keras lagi. Maka tubuhnya tidak akan bisa lagi menghadapi malaria. Maka dia tidak bisa lagi berlari di atas samudera. Kenapa? Dia sudah menjadi orang yang terasing dalam lingkungannya. Dan lingkungannya tak lagi memberikan perlindungan. Kenapa? Sudah ada yang

18:34 terpisah antara manusia dengan semestanya. Maka budaya yang membentuk karakter lingkungan akan memperkuat dirinya. Dan yang berikutnya adalah tinggal satu hal yang kita masukkan adalah sosiologinya. Sosiologi kita sudah terbangun. Masyarakat Papua masyarakat yang memiliki nilai sosiologis yang tinggi. Dia terbuka bagi siapapun. Orang Sunda di sini bisa hidup. Saya tahu orang Papua itu penyayang, hidup dengan penuh dengan cinta, lembut, mirip orang Sunda. Tapi ada karakter yang mungkin kalau di era kompetitif agak berat. Pundungan.

19:22 Apa itu pundungan? Kalau dia tersinggung, dia tak mau lagi bermain bola dengan baik. Dia tidak mau lagi belajar dengan baik. anak-anak Papua yang di saya banyak sejak saya bupati, saya ngurus mereka sepak bola, saya sekolahin mereka, saya kuliahin mereka dan diber staf saya hari ini ada beranak Papua. Saya ngerti untuk itu bukan dia yang harus mengerti kita. Kita yang harus mengerti dia. Kalau makan tidak boleh terlat. Karena itu orang Sunda sama orang perasa, Pak. Dia perasa. Seringki memahami orang perasa sebagai orang yang kalah dan mudah dikalahkan. Tidak. Dia punya ikatan emosi yang sangat tinggi. Karena

20:08 orang perasa maka memahami Papua harus dengan perasaan lagi. Cinta harus bertemu dengan cinta. Cinta tidak bisa bertemu dengan strategi dan taktik. Selama ini orang Papua menghadapi strategi dan taktik dengan perasaan. Untuk itu apa yang harus dilakukan oleh Pak Doktor sebagai pimpinan grup WA yang membuat pertemuan hari ini sampai ngundang saya merubah menambah mindset sama seperti orang Sunda dan orang Jawa memasukkan teknokrasi bagi kaum perasa. Kalau teknokrasi dipegang oleh perasa, maka teknokrasinya menjadi etnosins.

20:59 Negara lain mengajarkan teknokrasi tapi tidak mengajarkan perasaan. Kita punya perasaan, kita punya teknokrasi. Di tangan orang-orang yang punya rasa, maka senjata tidak akan dibuat untuk jadi perang. senjata akan dibuat untuk kemanusiaan dan keadilan. Nah, karena hari ini yang menjadi teknokrasi, maka pendekatan Papua ke depan saya tidak mungkin saya melebihi. Maka Buamen tata ruangnya harus dikembalikan pada tata ruang yang berbasis etnosins. Tata ruang berbasis semesta.

21:45 Tata ruang berbasis budaya, tata ruang berbasis energi. Kenapa? Papua dibangun untuk orang Papua. Kita belajar juga dari industrialisasi di Jawa Barat. Apa yang terjadi di industrialisasi? Selain kemajuan, pendapatan yang meningkat, ekonomi yang semakin tinggi, banyak orang yang kehilangan tanahnya. Tadinya dia merasa bangga ketika tanahnya berubah jadi industri, dia punya ee kontrakan 100 kontrakan. Tapi karena kawin terus akhirnya kontrakannya tinggal dua. Karena tradisi

22:31 itu tradisi sia aing nyaho sia. Makanya saya memberikan contoh, daripada kawin terus lebih baik tidak kawin. Asalnya orang jualan di depan rumahnya itu sewa dalam waktu 5 tahun yang jualan itu sudah berubah menjadi pemilik rumahnya. Dibeli lagi di enggak boleh lagi mengulangi kegagalan di tempat kita. Enggak boleh lagi. Untuk itu jangan terlambat. Saya terlambat jadi gubernur sekarang nyiapin calon manajer. Baru sekarang nyiapin anak-anak masuk sekolah unggulan.

23:17 Sekarang dibikin menyebar tiap kecamatan. Baru sekarang terlambat sebenarnya Papua yang belum pesat seperti Jawa Barat tidak boleh ketinggalan. Untuk itu Buamen, Pak Sekda, dan Pak Walikota, saya menyiapkan beasiswa untuk 40 anak Papua. Silakan kuliah di Bandung. Biaya hidupnya kami tanggung sampai dia selesai. Tapi kalau nanti saya galak-galak sama anak Papua di sana, sebenarnya bukan benci. Karena kau bukan lagi bersaing dengan orang Papua. Kau bersaing dengan

24:03 banyak orang yang punya pikiran strategik, yang punya kebiasaan licik. Punya kebiasaan licik. Untuk itu kita tidak boleh lagi mau dilicikin. Orang Papua sama dengan orang Jawa tidak punya curiga pada orang. Semua orang baik, semua orang teman. Tahu-tahunya istrinya diambil biar ketahu ini. Ini yang harus dilakukan. Ini harus dilakukan. Sehingga menurut saya dimensinya ada dua yang harus dilakukan. Yang pertama dimensi kesejahteraan. Masyarakatnya harus terus didorong berbudidaya,

24:49 berkemajuan, ekonominya harus terus meningkat. Saya enggak terlu menjabarkan terlalu jauh nanti salah dalam penyampaian. Yang kedua adalah menyiapkan mereka dalam masa depan. Jangka pendeknya dapurnya harus dipenuhi. Jangka panjangnya anak-anaknya harus dipersiapkan. Kalau anak-anak Papua ingin maju kuliahnya di luar Papua, biar dia terbiasa bersaing dengan berbagai ragam suku, etnis dan bangsa. Tetapi juga jangan semuanya balik ke Papua. Kenapa? Nanti bertengkar sesama kawan. Saya tahu itu karakter. Jadi orang Papua jangan juga berpikir hanya kembali ke Papua. harus berpikir. Suatu saat ada ada orang Papua jadi

25:35 walikota di Jawa Barat itu ada rektor orang Papua di sana jangan berkumpul di sini. Karena apa? Kalau semua orang Papua kumpul di sini nanti bertengkar setiap hari. Ibu wamen bisa maju karena pindah ke Jakarta dan ini ASN Papua pertama yang jadi wamen. ASN jambatan tertinggi biasanya Sekda. ini wamen. Sebentar lagi dia akan datang bulan Men. Jadi itu bedanya kalau gaya kepemimpinan saya yang orang Sunda. Jadi gaya kepemimpinannya banyol. Jadi banyol tuh tertawa. Dalam pikiran saya kalau kita

26:22 bisa menyelesaikan masalah dengan tertawa, kenapa kita harus menyelesaikan masalah dengan emosi? Untuk itu saya ucapkan terima kasih. Lagu ini sebenarnya lagunya Pak Walikota apa namanya sini Walikota Jayapura tahun 2016. Heeh. Saya dulu berkunjung di sini 2016 bicara di masyarakat adat. Saya nangis lihat Papua. Indah banget. Saya nulis lagu judulnya Surga di Tanah Papua. Kemudian lagu itu dibeli sebenarnya oleh Pak Walikota R0 juta. Jadi sebenarnya ini lagu Pak Walikota karena sudah dibeli. Tapi oleh saya dibayar lagi dengan 40

27:08 mahasiswa Papua kuliah di Jawa Barat. Jadi lagu ini sebenarnya jadi Anda lihat saya nangis, saya benar-benar mencintai tanah ini. Saya melihat masih ada yang original di negeri ini namanya Papua. Karena di tempat kami sudah hampir tidak bisa mendapatkannya. Di sini kami mendapat kejernihan air. Di sini kami mendapat kejernihan udara. Di sini kami mendapat alam yang sangat indah. Untuk itu jaga keperawanan Papua. Jangan kaum hidung belang menidurinya. Sekali lagi bahasa saya, tetap jaga keperawanan Papua. Jangan biarkan orang hidung belang menidurinya

27:53 setiap malam. Karena kelak setelah dia punya penyakit kelamin, semua orang akan meninggalkan dan menghindnya. Jagalah kehormatan masyarakat Papua. Jangan sembarang orang menghina dan merusak tanah Papua. Untuk itu saya ucapkan terima kasih. Saya sekali lagi katakan surga di tanah Papua. Keindahan semesta Indonesia itu ada di tanah Papua. Jagalah karena suatu saat kita akan kehilangan ketika dia sudah tidak ada. Yang terakhir, etnosin nanti harus ditumbuhkan dalam berbagai bentuk desain arsitektur pembangunan. Kita boleh belajar sama Bali, Pak.

28:40 Walaupun Bali hari ini mengalami perdebatan panjang, tetapi menurut saya agar orang Papua tidak terasing di kampungnya sendiri ke depan bikin peraturan daerah saja. Seluruh tata arsitektur bangunan yang ada di Papua harus berarsitek khas Papua. Orang Papua enggak usah sedih ketika harga semen mahal. Kenapa? Membangun dengan kayu jauh lebih indah dibanding dengan semen. Orang Papua enggak usah sibuk dengan seng membangun dengan rumbia dan atap-atap ala Papua jauh lebih indah dibanding seng-seng pabrikan itu. dibuat desainnya, dibuat nanti kumpulan

29:27 kalau diperlukan nanti saya bisa membantu kumpulan tim arsitekturnya untuk dirumuskan nanti rumah Papua, gedung kantor Papua, sekolah Papua, stadion Papua, hotel-hotel di Papua, seluruh gedung-gedung yang ada di Papua semuanya harus berarsitekturkan Papua agar orang Papua merasa di kampungnya sendiri. Karena kalau semua gedung-gedungnya berubah, makin lama investasi makin banyak, hotel tinggi menjulang, gedung-gedung kantor tertata seperti di Jakarta dan di Singapura serta Amerika, mohon maaf suatu saat orang Papua akan merasa minder tinggal di Papua karena dia merasa bukan kampungnya lagi dan makin lama makin terdominasi dan makin

30:12 terpinggirkan. Kita belajar bagaimana Jakarta berkembang. Kita begaja bagaimana Metapolitan berkembang. Kita belajar Depok berkembang. Ini walikotanya bagaimana warga Betawi Depoknya. Makin tidak punya tempat, tidak punya ruang, tidak boleh kita mengulangi kegagalan yang pernah kita lakukan. Kita tata Papua sebagai mini Indonesia masa depan. Terima kasih. Salam untuk seluruh warga Papua. Damai selalu. Surga di tanah Papua. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sampurasun damai Indonesiaku. Oh

Share

Ringkasan Video YouTube