Wibawanto Sebut Kerusakan Etik Saat Ini Efek Akumulatif dari Era Pemerintahan Sebelumnya

Official iNews www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menghadapi persaingan global yang tidak teratur dan bagaimana memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Prabowo Subianto, sebagai tokoh paling berpengaruh saat ini, memiliki peran penting dalam memulihkan kepercayaan tersebut dan membangun ketahanan nasional. Ancaman terhadap Indonesia tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam, termasuk masalah korupsi, penegakan hukum yang tidak netral, dan demokrasi yang tercederai. Untuk mengatasi tantangan ini, Indonesia perlu menegakkan kebenaran, menjalankan kebijakan dengan disiplin, dan memberantas korupsi tanpa pandang bulu.

  • Prabowo Subianto memiliki peran kunci dalam memulihkan kepercayaan publik.
  • Ancaman terhadap Indonesia bersifat tidak teratur dan datang dari berbagai arah.
  • Penegakan kebenaran, disiplin kebijakan, dan pemberantasan korupsi adalah kunci untuk mengatasi tantangan.

Peran Prabowo dalam Memulihkan Kepercayaan Publik

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam persaingan global yang tidak teratur. Salah satu cara negara asing untuk mempengaruhi Indonesia adalah dengan mempengaruhi opini publik dan memberikan legitimasi kepada pemimpin yang didukung oleh negara luar. Selain itu, penegakan hukum dan institusi demokrasi juga menjadi sasaran pengaruh asing. Prabowo Subianto, sebagai ketua umum partai politik, presiden, dan tokoh dengan dukungan suara yang besar, memiliki peran penting dalam memulihkan kepercayaan publik dan membangun ketahanan nasional.

Ancaman Makar dan Pentingnya Ketahanan Nasional

Tindakan makar, seperti pembakaran gedung DPR, harus diselidiki dan ditindak tegas. Negara harus membela rakyat dan menghadapi mafia yang merugikan kepentingan nasional. Untuk memiliki daya tahan tubuh yang kuat, Indonesia harus memiliki sistem pertahanan yang kuat, terutama di kantor presidensi. Selain ancaman dari luar, Indonesia juga harus mengamankan diri dari ancaman dari dalam dengan berdiri di atas kebenaran.

Pentingnya Kebenaran, Etika, dan Disiplin dalam Kebijakan

Indonesia perlu mencontoh negara-negara dengan Islamicity index yang tinggi, seperti negara-negara Skandinavia, dan negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan, dalam menegakkan kebenaran dan menjunjung tinggi etika. Kebijakan harus dijalankan dengan disiplin oleh orang-orang yang memiliki security clearance yang jelas dan terpercaya. Security clearance ini harus ditinjau secara berkala melalui berbagai cara, termasuk poligraf. Badan intelijen yang independen idealnya melakukan security clearance.

Pemberantasan Korupsi dan Konsekuensi Toleransi Kesalahan

Korupsi memang ada di negara maju, tetapi dapat dikelola dengan baik. Indonesia tidak boleh terlalu banyak mentolerir kesalahan. Korea Selatan dan Cina memberikan contoh bagaimana penegakan hukum yang tidak pandang bulu dapat membawa kemajuan. Indonesia harus menghindari self-degenerating yang merusak kebijakan publik. Masyarakat terbagi menjadi kelompok yang berkuasa, kelompok yang melawan, dan kelompok yang tidak berdaya. Informasi yang manipulatif dan tidak jujur dapat bersifat eksploitatif.

Ancaman Degeneratif dan Beban Masa Lalu Prabowo

Ancaman degeneratif dapat memakan diri sendiri. Indonesia harus menghindari menjadi bangsa yang memakan daging sendiri. Rezim sebelumnya memberikan pengaruh terhadap situasi sekarang dan pemerintahan Prabowo. Kekuasaan presiden di Indonesia sangat besar, tetapi Prabowo juga menghadapi desakan perubahan yang besar. Prabowo mungkin sulit bergerak karena tersandera oleh situasi dan beban masa lalu.

Tantangan Prabowo dan Ancaman Irreguler

Solusi hari ini dapat menjadi masalah di kemudian hari. Kerusakan etik di Mahkamah Konstitusi (MK) adalah akibat jangka panjang dari sesuatu yang sudah lama berjalan. Prabowo menghadapi tantangan besar, termasuk hutang negara dan penegakan hukum yang dianggap tidak netral. Ancaman terhadap Indonesia bersifat irreguler, melibatkan aktor negara dan non-negara dalam perebutan legitimasi populasi. Demokrasi dibajak untuk menjustifikasi tujuan politik tertentu.

Demokrasi yang Sehat dan Penegakan Hukum

Demokrasi seharusnya memberikan kebebasan untuk berkarya, berekspresi, dan bersaing secara sehat. Harus ada penimbangan dengan penegakan hukum, karena tanpa penegakan hukum akan terjadi hukum rimba. Prabowo harus memerangi mafia migas, mafia beras, oligarki, dan lain-lain yang muncul karena politik degeneratif. Prabowo menghadapi dua kemungkinan skenario: gerbong yang loyal dan gerbong yang berbeda ideologi. Kekuatan internal lebih penting daripada ancaman dari luar.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Kalau kembali kasus kasus Indonesia ya sekarang paling powerful adalah Pak Prabowo gitu. Karena beliau ketua umum dari partai politik, presiden juga dan partai gendar suaranya. He ya. Jadi beliau harus merrestore [Musik] ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah saat ini nih. How to restore the public stress nih tadi yang dibilang sama Mas Wibawa juga. Iya. Jadi ee pertama memang itu penting karena kalau kita lihat dari persaingan global yang irreguler tadi, cara negara A untuk menguasai negara B adalah pertama ini sebelum saya jawab itu ya caranya ya adalah ini menarik nih menarik adalah

0:46 ee pengaruhi negara tersebut, penduduk negara tersebut gitu supaya memberikan legitimasi terhadap pemimpin yang didukung oleh negara luar gitu kira-kira. Nah, kira-kira gitu ya. Satu-satu. Nah, itu satu. Yang kedua, ee pengaruhi dari penegakan hukumnya dan institusi demokrasinya. Sekarang pun ya saling mempengaruhi ya. Maksudnya ee itu enggak hanya terjadi di satu negara aja. Negara A dan B, negara C juga mempengaruhi negara lain dengan begitu gitu loh. Yang ketiga ya captured aja elit-nya ya. Kalau mau nguasai negara A ya R00 juta gitu ada 10 juta elitnya gitu atau 5 juta elitnya ya kuasai aja 5 juta elitnya di-captured mereka dibuat

1:32 nyaman, dibuat tersandra ya negara itu akan menguasai juta penduduk situ dari semua resource-nya kan begitu kan. Nah, jadi bagaimana merrestore itu kan? Nah, sebenarnya merrestore itu harus berangkat dari ee apa namanya? aktor utama dalam ee pemerintahan atau aktor utama dalam politiknya. Kalau di Indonesia karena sudah demokrasi berarti partai politik, ketua partai atau presiden. Jadi kalau kembali kasus kasus Indonesia ya sekarang paling powerful adalah Pak Prabowo gitu. Karena beliau ketua umum dari partai politik, presiden juga dan partai Gerai juga besar suaranya. Heeh. Ya. Jadi beliau harus mer-restore sehingga apapun ancaman dari luar kita punya resiliensi yang kuat. Iya.

2:18 Dan ingat di Sulawesi Selatan 4 ASN orang tidak bersalah, orang tidak berpolitik korban gedung DPR dibakar. Ini ini tindakan-tindakan makar ini. Ini bukan penyampaian aspirasi ya. Jadi semua aparat negara akan selidik siapa yang bertanggung jawab. Ya, saya menduga kita sudah ada indikasi-indikasi dan kita akan tidak

3:04 ragu-ragu. Saya tidak ragu-ragu membela rakyat. Saya akan hadapi mafia-mafia yang sekuat apapun saya hadapi atas nama rakyat. Saya bertekad memberantas korupsi. Sekuat apapun mereka, demi Allah saya tidak akan mundur setapun. Saya yakin rakyat bersama saya. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih. Kalau kita punya dahan tubuh daya tahan tubuh yang kuat kan, Mas, mau buka baju di tengah AC yang sangat dingin, kita enggak akan sakit gitu. Masalah ada serangan dari luar, siapa sih enggak nyerang?

3:49 Mungkin negara lain enggak maksud nyakitin kita, tapi karena mereka juga pasti lebih mementingkan negara mereka walaupun mereka mau kerja sama ya risiko kita keserempet itu besar kan. Tapi kitaanya harus pakai guardian kita. I guardian terbesar itu adalah di kantor presidensi, Mas. Kalau serangan dari dalam. Hah? Kalau serangannya dari dalam gimana? Loh serangan dari dalam itu ya mengamankan mengamankan diri gitu loh. Mengamankan diri ee dari jadi ee saya saya mengatakan begini ya. Saya ee apa kemarin mengatakan kita harus berdiri di atas kebenaran. Heeh. Di atas kebenaran. Saya mengambil contoh negara dengan Islamicity index yang tinggi. Ternyata negara Skandinavia. Heeh. Yang paling tinggi Islamicity indexnya ya. Oke. Satu. Yang kedua saya juga ambil contoh Jepang bukan negara yang mayoritas agama samawi, tapi kenapa

4:36 mereka bisa maju advance gitu. Con Korea Selatan juga merdeka sama-sama Indonesia tahun 45 tapi kenapa mereka lebih maju gitu. Nah, saya yang saya lihat adalah mereka berusaha establish truth itu gitu di dalam kehidupan publik. Oh. Oh. Menjunjung etika yang tinggi. Kalau mereka salah mereka mundur atau ngaku dan mundur dan dan apa ee voters silakan memaafkan kalau memaafkan memberi kesempatan. I itu enggak ada budaya itu di Indonesia makanya enggak ada yang mau mundur sampai sekarang. Walau udah itu berdiri pada kebenaran ya. Padahal yang 9 itu sudah mundur kembali ke alam baka. Enggak itu ya. Ini ini jok ya. Iya jok ya gitu ya. Oke, saya enggak menjudge ya, gitu. Nah, jadi budaya

5:23 etika itu gitu. Yang kedua adalah policy itu dijalankan dengan disiplin karena policy itu milik negara gitu loh. Jadi, yang menjalankan policy memang mempunyai security clearance yang jelas bahwa saya itu tidak akan membahayakan negara gitu. Bukan hanya di retorika gitu, tapi ada sistem etika internal dan juga pengecekan yang sangat kuat sudah establish. Kalau udah establish itu ya kalau Mas gue pergi ke negara yang sangat maju pergi ke Scandvia kan sudah establish kan orang mau ngacak sudah susah kan ya udah Indonesia belum seperti itu karena masih sangat dalam bentuk format apa dalam bentuk ee pembentukan gitu loh. Iya kan masih bisa di bentuk gini bentuk gini bentuk gini bentuk gini gitu loh. Nah, jadi ee penting untuk kita itu

6:10 memastikan bahwa polisi yang dijalankan itu oleh orang yang memang ee certified bukan hanya secara politik ya, tapi certified secara ukuran keamanan. Oke ya. Jelas identitasnya, jelas kehidupannya, resiko dia akan berkhianat itu sangat kecil gitu. Dan security clearance itu bisa dieview tiap bulan, tiap 6 bulan, tiap 1 tahun gitu loh. Salah satunya poligraf, tes bohongan apa enggak. Ya, itu enggak bisa dibohongin. Siapa yang melakukan security clearance itu? Ya, idealnya badan intelijen. Tapi badan intelignya harus pasti independen gitu loh. Ya tergantung presidennya juga. Iya. Iya. Kalau presidennya minta eh harus clear dong gitu. Pertanyaannya apakah presiden juga diurity?

6:56 Oh iya. idealnya harus harus punya karena karena presiden ya dalam sistem presidensial di Indonesia itu dia yang mempunyai akses ee kepada seluruh informasi resources negara gitu loh. Enggak ada lagi. Jadi kalau itu udah tidak memenuhi standar security clearance, rakyat aja mau kerja aja pakai security clearance. Jadi banyak hal yang kita mau mengharap yang baik tapi landasan kita berbangsa negara atau melakukan proses itu tidak berdasarkan kebenaran tadi, bukan kebenaran surga loh ya. Saya enggak bicara kayak ideal di surga gitu, enggak. Sensibel, sensibel minimum sensibel jangan buat pembenaran

7:42 gitu loh. Nah, jadi itu penting sekali, Mbak. Nah, yang ketiga itu contoh walaupun corruption ada di negara maju. ada di negara maju gu Amerika juga ada gitu corruption tapi itu bisa terkelola dengan baik gitu loh artinya ada counterm-nya ada konsistensi gitu loh contoh misalnya eh kasus eh Nixon Richard Nixon waktu Richard Nixon ketahuan dia membobol Partai Demokrat markasnya Partai Demokrat di Watergate di Washington itu semua mundur kan bahkan Mencopolcam-nya National Secretornya masuk penjara direktur FBI-nya masuk penjara heeh jadi kita itu Saya bilang ya, kita itu jangan terlalu banyak mentolerir kesalahan gitu loh. Korea Selatan itu kenapa lebih maju ya

8:27 karena dia enggak pandang bulu dalam pondakan hukum. Berapa presiden masuk penjara. Cina juga termasuk begitu ya. Cina juga begitu. Nah, kita jangan kita itu melakukan suatu yang self degenerating. Jadi, degeneratic yang kita jalankan tuh kalau generative public policy rusak nanti. Karena generative public policy itu akarnya adalah generative politics. Itu ciri khasnya tuh ya, Mas ya, Mbak ya. Iya. itu satu ya masyarakatnya terbagi antara masyarakat yang powerful, masyarakat yang mau melawan, ribut, sama masyarakat yang enggak berdaya gitu. Intinya itu tiga itu. Sama satu lagi itu masyarakat yang ee apa namanya? Ee elitis juga lah. Pokoknya dua elitis,

9:14 yang satu melawan, yang satu itu ee tidak berdaya. Indonesia banget tuh ya di Papua misalnya itu itu saya ada Jakarta Pos lisan saya itu karena itu objektif negara ngambil referensi OPMnya juga ngambil referensi dari saya ya karena saya memberikan framework yang mencerahkan semua pihak Mas dari penjelasan Mas Subo tadi satu lagi satu lagi satu lagi informasi itu diberikan secara manipulatif terbuka tapi tidak transparan tapi tidak trut nah gitu loh benar transparan tapi tidak truth ya iya oke tidak trut yang akhirnya dia e sifatnya eksploitatif gitu loh. Selalu ada kelompok elitis dan ada kelompok yang melawan dan ada kelompok yang membuat perubahan. Satu lagi saya lupa itu

9:59 ya itu biasanya selalu berbenturan dengan yang status. Satu lagi yang sudah enggak berdaya. Tidak berdaya. Yang enggak berdaya itu. Nah sekarang yang enggak berdaya itu semua keluar gitu kan. Karena kemaran yang sudah tenggak terbendung gitu. Nah ikut melawan. Nah ikut melawan. Nah, jadi outcome-nya adalah degeneratif itu apa sih, Mas? Memakan diri sendiri gitu. Nah, saya pernah masa muda saya gitu, saya banyak bergaul dengan Kepala BIN. Nah, Pak Herindra nih kalau lihat nih dia masih muda ya, Bang. Bang Herindra nih kalau sahabat saya yang muda saya bilang, "Wanto." Katanya dulu manggil saya Wanto gitu. Kenapa, Bang? Kita itu jangan jadi bangsa yang makan daging sendiri gitu. Saya ingat tuh beliau ngomong gitu. Tapi saya telepon, "Kenapa enggak habis ini saya enggak apa-apa. ngopi ya. Sekarang beliau paling tahu

10:46 apakah kita sedang memakan badan kita sendiri, daging kita sendiri. Hmm. Mas, itu pesan beliau saya waktu itu dari penjelasan tadi dengan situasi ee pengaruh rezim sebelumnya Heeh. terhadap situasi sekarang, terhadap pemerintahannya Pak Prabowo. Kemudian besarnya sebenarnya kekuasaan yang tadi presiden di Indonesia dan besarnya pula desakan perubahan yang bisa dilakukan Pak Prabowo. He untuk meninggalkan apa yang sudah diwariskan oleh masa lalu ya. Iya. Demokrasi yang tercederai, penegakan hukum yang diberangus. Saya bisa ambil kesimpulan sebenarnya

11:32 Pak Prabowo ini agak sulit bergerak dengan kata lain tersandra dengan situasi ini. Publik mengatakan gitu ya. Ya. Dari kalau dari capturan opini masyarakat netizen kan begitu dicuriga begitu ya. Iya. Dengan Pak Probalkan tidak mengganti orang-orang yang dianggap bersalah bukan dianggap bersalah yang tidak cakap dalam bekerja. Kenapa enggak harus kenapa tidak diganti? Akhirnya jangan Pak Prabu ini agak berat nih. Ada tuntutan atau ada janji atau ada ada sesuatu dari masa lalu yang sampai sekarang Pak Prabowo juga masih menjadi bebannya Pak Prabowo. Beban yang agak berat gitu ya. Jadi ee dalam public policy itu ee solusi hari

12:18 ini menjadi problem kemudian hari tidak pernah optimum. Jadi kalau misalnya kalian komplek apa komplain kenapa tiba-tiba MK itu bisa di ee pengaruh sedemikian rupa sampai akhirnya menimbulkan polemik etis ya pencalonan seorang calon wakil presiden itu sebenarnya kerusakan kalau menurut kalian itu bahasanya kerusakan ya kerusakan etik kan iya kerusakan iya ya menurut Dewan Kehormatan kan kerusakan ya berarti kan itu efek jangka apa akibat jangka panjang dari suatu yang sudah lama berjalan itu tidak berdiri sendiri. Enggak berdiri sendiri dong. Iya dong karena deterministik gitu loh. Enggak terjadi mendadak. He itu sudah terjadi dari dulu berkumpul accumulated gitu. Dan puncaknya kerusakan hukumnya kerusakannya. Oke. Satu ya. Yang kedua

13:05 hutangnya cukup banyak. Enggak usah sebut angkanya lah. Berapa harus bayar bunga segala macam ya. Oke. Dua. Yang ketiga eh law enforcement yang dianggap tidak netral. Langsung aja gitu kan saya bilang gitu kan. To the point. Iya. To the point kan netral. Nah, kerusakan-kerusakan itu sebenarnya menambah tantangan Pak Prabowo sebenarnya sebagai presiden. Berarti kan ancaman itu sudah irreguler bentuknya. Bukan lagi reguler. Reguler itu oke ada negara lain berpotensi nyerang kita, tapi kalau dia belum nyerang berarti kita belum berperang. Yang kedua, ancaman kita di dalam yaitu kita penegakan hukum aja. Terus demokrasi kita udah stabil paling hanya pelanggaran kecil-kecilan. Kira-kira gitu kan. Terus ekonomi kita tidak terlalu banyak kesenjangan.

13:50 Itu gampanglah itu di ternyata kan enggak kayak gitu. Ancaman tuh sudah irregular gitu loh. Bentuknya irregular itu artinya kan ada suatu fenomena persaingan dan peperangan yang tidak ikut aturan main gitu loh. Melibatkan nonstate dan state actors di mana yang diperebutkan itu adalah legitimacy population. Jadi benar salah itu tergantung population-nya. Mau curang mauak curang kalau population akhirnya justified memilih 70% 80% jadi benar. I iya. Kalau partai politik ketumnya mendukung tadinya sebenarnya belum layak dicalonkan, ternyata ketumnya boleh deh saya calonkan. Justified. Jadi demokrasi itu dibajak hanya untuk menjustify tujuan politik tertentu yang sebenarnya

14:36 proses demokrasinya enggak jalan. H yang e bukanit habitit of itu bukan dan demokrasi itu kan sebenarnya bukan harus kita niru barat, kita jadi Amerika, kita jadi Cina, jadi Australia, enggak. Kita jadi diri sendiri aja gitu loh. Gitu. Demokrasi itu dalam artian kita itu diberikan kebebasan untuk bisa ee berkarya, berekspresi, bersaing bersama, komete secara sehat untuk mencari yang terbaik dalam segala hal. Hm. Berkarya untuk bangsa, bangun bangsa gitu kan. lewat proses dan aturan main yang bisa dikatakan fair kan gitu. Nah, berarti kan harus ada penimbangan dengan penegakan hukum karena kalau enggak ada penegangan hukum jadinya martial art kan artinya ya hukum rimba gitu loh atau ya ya enggak ada aturan gitu. Jadi

15:22 kalau dua ini sudah rusak memang rusak semua. Nah yang terjadi sekarang tuh seperti itu. Kalau bisa dilihat satu penjelasan ya akumulasi dari itu. Nah sekarang katakanlah Pak Prabo harus memerangi itu. Memerangi itu ya termasuk apa? Mafia kemarin dibahas. Iya. Nama ini nama itu mafia migas, mafia beras, oligarki, dan lain-lainlah. Oke. Iya. Kan itu kan juga muncul karena degeneratif politik yang sudah lama kan. Iya. Dan kalau dicari orang-orang itu juga sudah lama. Nah, kalau kayak gitu kan berarti ancaman dejatif ini dihadapi dengan dua kemungkinan skenario kan. Skenario pertama adalah gerbong yang loyal yang tadi saya kemarin saya bilang itu. Oh, iya kan? Yang satu lagi gerbong ini berbeda ideologi. Ideologi pendekatan terhadap bagaimana menyelesaikan masalah dan politik praktis. Hitungan politikal

16:09 praktis itu saya bilang kan. Nah, jadi kalau tadi saya analogi kan kalau misalnya Mas enggak anak badan, badannya lagi ada bakteri apa gitu mau mukul-mukul saya gitu ya saya giniin sekali aja kan sudah jatuh. Tapi kalau Mas enggak ada virusnya, enggak ada bakterinya, Mas gaib kuat dipukul ya ngelawan. pukul ngelawan balik kan. Jadi enggak usah nyalain luar menurut saya. Biasa kalau kita menghadapi ancaman itu udah pasti kita akan mendapatkan counter action dari lawan kan. Nah sekarang yang lebih dalam ini dalamnya rapu apa enggak? Lebih pada itu sih sebenarnya. [Musik] Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube