0:02 Minggir
3:24 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua. Selamat pagi dan selamat datang kembali kami ucapkan kepada seluruh sobat ASN yang luar biasa di mana pun Anda berada. Baik yang sudah bergabung melalui tatap maya di Zoom meeting maupun yang sedang menyimak di live interaktif melalui YouTube channel BKD Jatim. Senang sekali saya Vanina akan membersamai dan memandu ruang belajar Sobat ASN pada hari ketiga dari total 4 hari rangkaian acara pengembangan kompetensi teknis administrasi kepegawaian dan perkantoran di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Timur tahun 2026 melalui tema besar
4:10 transformasi kompetensi ASN melayani lebih cepat bekerja lebih tepat beradaptasi lebih hebat. Sbat ASN agar pagi kita hari ini lebih berenergi, monggo kita buka bersama dengan pantun. Mari minta support cakepnya ya, Teman-teman. Oke. Tuku es puter warnane ireng, cakep. ASN pintar masyarakat senang. Kedua. Satu lagi teman-teman, manukali renang nangkali rene sinau bareng dan tambah kompeten berprestasi. Oke, boleh support tepuk tangan online-nya ya teman-teman.
4:56 Baik, sebelum memasuki sesi pemaparan materi, Sobat ASN, izinkan saya untuk menyampaikan beberapa ketentuan dan aturan tata tertib selama kegiatan berlangsung. Untuk yang pertama, peserta wajib menggunakan format penamaan, yaitu nama OPD nama peserta. Kami ulangi nama OPD nama peserta misalnya Vanessa_BKDJIM. Oke, yang kedua, peserta diharapkan menonaktifkan mikrofon selama narasumber menyampaikan materi dan diharapkan dapat mengaktifkan kamera selama kegiatan berlangsung. Untuk yang ketiga, apabila terdapat pertanyaan nanti dapat disampaikan
5:43 melalui fitur chat atau akan diberikan kesempatan langsung pada sesi diskusi dan tanya jawab. Untuk yang keempat, karena kapasitas Zoom meeting terbatas, bagi peserta yang tidak dapat masuk ke Zoom meeting bisa menyimak di klat ini melalui live YouTube di BKD Jatim. Sobat ASN sekalian, e melihat antusiasme yang sangat luar biasa dari peserta yang pagi ini mencapai lebih dari 22.000 ribu peserta, maka BKD Provinsi Jawa Timur memberikan kebijakan kelonggaran aturan untuk pemenuhan sertifikat diklat teknis sebesar 20 JP ini. Yang pertama, BKD Jatim memberikan kebijakan bahwa diklat teknis ini minimal memenuhi 75%
6:30 kehadiran atau mengisi tiga daftar hadir dari total 4 hari pelaksanaan dan sudah bisa dinyatakan memenuhi syarat kehadiran untuk mendapatkan sertifikat. Yang kedua, peserta wajib mengisi dan memastikan data informasi sertifikat masing-masing di platform ASN sudah benar. Selanjutnya yaitu mengerjakan pre test di mana peserta wajib menyelesaikan preest ee sesuai dengan ketentuan di Rumah ASN. Jangan lupa untuk post tes dan juga mengisi kuesioner evaluasi penyelenggaraan secara lengkap di akhir acara. Dan kembali kami ingatkan bahwa seluruh proses mulai dari pretes, lalu pengisian daftar hadir, post tes hingga
7:17 gap Baik, mohon maaf untuk sobat ASN dan Bapak ee terkendala teknis tapi saat ini
8:04 sudah kembali normal. Baik, kita bisa mulai kembali. Jadi, Sobat ASN yang berbahagia, mari ya kita langsung melangkah ke materi pertama kita pada pagi hari ini, yaitu sebuah topik yang sangat krusial di era digital, yaitu AI dan integrasi layanan publik dalam transformasi digital. Saat ini eh artificial intelligence atau AI bukan lagi terkait dengan fiksi atau ilmiah, melainkan realitas dari penggerak efisiensi birokrasi. Dan telah hadir bersama kita narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur yang akan membedah topik ini. Mari kita sapa narasumber kita pada pagi hari ini. Selamat pagi Bapak Gugi Afrianto Wicaksono.
9:02 Baik. Kembali lagi bersama kita. Mohon maaf sobat ASN dan Bapak narasumber barusan terkendala teknis, namun saat ini sudah kembali normal bersama kami. Mari kita langsung melangkah ke materi pertama kita pada pagi hari ini yaitu sebuah topik yang sangat krusial di era digital yaitu AI dan integrasi layanan publik dalam transformasi digital. Saat ini artificial intelligence atau AI bukan lagi fiksi ilmiah, melainkan realitas penggerak efisiensi birokrasi. Dan telah hadir bersama kita narasumber ahli dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur yang akan membedah topik ini. Mari kita sapa narasumber pagi kita. Selamat pagi Bapak Gugi
9:48 Alfrianticaksono. Bagaimana kabarnya Bapak? Mohon izin Bapak dan Sobat ASN sebelum memasuki materi izinkan saya untuk membacakan profil singkat dari pembicara kita pada pagi hari ini. Nama lengkap beliau adalah Bapak Gugi Alfrianto Wicaksono, ST. M.M. Saat ini beliau mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Aplikasi Informatika di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. Menelit latar belakang pendidikan, beliau menempuh jenjang sarjana teknik informatika di Universitas Surabaya dan menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Airlangga.
10:36 Untuk rekam jejak karir dan jabatan beliau di Dinas Komunikasi dan Informatika sangat kokoh di bidang transformasi digital. di mana beliau pernah dipercaya sebagai Kepala Seksi Pengendalian Infrastruktur Tik. Kepala Bidang Infrastruktur TIK hingga saat ini yaitu memimpin Kepala Bidang Aplikasi Informatika yang memegang peran krusial dalam arsitektur digital dan aplikasi layanan publik di Jawa Timur. Baik, Bapak Gugi apakah sudah siap? Nggih. Ya siap. Baik, untuk durasi pemaparan mohon izin kurang lebih 45 hingga 60 menit. dilanjutkan nantinya dengan sesi tanya jawab interaktif. Baik, kepada Bapak Gugi Alfrianto Wicaksono, ST. Mm. Waktu
11:21 dan layar kami persilakan. Ya. Baik. Ee terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Sobat ASN, Bapak, Ibu sekalian di mana pun ee berada. Saya melihat cukup banyak ini yang mengikuti. Ee tadi kalau host sudah menyampaikan pantun, saya juga coba menyampaikan pantun yang baru saja saya buat melalui AI ini buatnya. Jadi mohon izin nanti direspon dari Surabaya ke Banyuwangi melihat indahnya Gunung Ijen. Transformasi digital terus menginspirasi
12:08 Pemprov Jatim selangkah lebih maju, efektif dan juga efisien. I ya. Baik. Ee Bapak, Ibu, Sobat ASN. Jadi ee pada pagi hari ini saya akan menyampaikan materi dan mungkin nanti kita juga melanjutkan dengan diskusi terkait ee pemanfaatan AI dan juga integrasi layanan publik dalam transformasi digital. Jadi ee kalau kita bicara tentang AI tadi yang sudah disampaikan oleh ee host. Jadi saat ini EA ini sudah menjadi motor penggerak untuk birokrasi kita yang
12:55 semakin modern. Jadi ditambah lagi kita punya tagline Jawa Timur gerbang baru nusantara ya. Diharapkan nanti AI ini juga dapat membantu implementasi di dalam transformasi digital di Pempros Jawa Timur. Nah, pada pagi hari ini nanti kita akan berdiskusi dengan ee tentang mungkin bisa saya bagi menjadi empat topik subtopik ya. Yang pertama saya ingin menjelaskan tentang apa itu AI, kemudian ee apa itu integrasi layanan publik, kemudian nanti saya juga tambahkan bagaimana tentang keamanan informasi. Selain itu juga pastinya bagaimana kita mengkomunikasikan ee hal-hal atau pelayanan kita kepada ee
13:44 masyarakat di Jawa Timur. Baik, next. Nak ya. Ee sebelum saya masuk ke materi, saya ingin menyampaikan potret capaian Pemrov Jatim di saat ini. Jadi kalau kita bicara tentang ee transformasi digital, maka kita tidak bisa lepas dengan namanya indeks SPBE kita di Jatim yang saat ini posisinya ee berada di predikat memuaskan. memuaskan ini adalah predikat yang paling tinggi dengan ee nilai 4,79. Kemudian ada juga indeks 1 data Indonesia bahkan ini merupakan peringkat satu nasional dengan ee nilai 90,13.
14:31 Ada juga indeks pembangunan statistik dengan nilai 3,08 di mana itu meningkat dari tahun lalu. Ee ada juga indeks masyarakat digital Indonesia yang saat ini juga terus meningkat dari tahun lalu. Kemudian ee ada indeks keamanan informasi. Nah, ini juga meningkat cukup signifikan dengan predikat cukup baik dan yang terbaru mungkin ada ee tingkat penetrasi internet di Jawa Timur. Nah, jadi angka-angka ini tadi Bapak, Ibu atau Sobat ASN itu merupakan kerja bersama kita baik itu di Pempros Jawa Timur terutama juga dengan ee kolaborasi kabupaten kota sehingga angka ini tidak
15:18 didapat dengan serta-merta tiba-tiba muncul, tidak. Tapi ada effort di mana kita bisa mendapatkannya. Eh, lanjut. Next. Nah, ee kalau kita bicara tentang AI artinya sekarang ee mengapa sih kita saat ini apa-apa AI apa AI ya? Karena AI sendiri itu sebenarnya adalah sebuah enabler. Jadi, enabler itu adalah ee hal-hal yang mungkin sebelumnya itu tidak bisa kita lakukan itu dengan adanya AI itu kita bisa lakukan itu. Ada banyak hal mungkin nanti di next slide ee saya akan ee menunjukkan apa-apa saja. Nah,
16:04 ee kemudian terkait literasi ee kecerdasan artifisial di mana saat ini kita mengenal namanya generative AI di mana AI saat ini bisa membuat teks ini mungkin yang sering eh Sobat lakukan ya, membuat gambar dan juga melakukan analisis berdasarkan inputan dan AI ini merupakan teknologi yang memang meniru kecerdasan manusia dan tergantung seberapa cerdasnya ya, seberapa banyak kita memberikan ee makanan, memberikan inputan, feeding-nya itu seberapa banyak kita kad sistem yang ee akan kita buat. Contoh yang mungkin saat ini sudah sering kita lakukan itu
16:50 adalah pemanfaatan untuk bagaimana membuat chatboot pada aplikasi. Nanti mungkin juga saya akan sampaikan di belakang juga bagaimana ee melengkapi hal-hal yang sifatnya administratif ya. Lanjut. Nah, sebelum kita masuk ke AI-nya sendiri, saya ingin memberikan gambaran bagaimana transformasi AI ini berjalan dari sejak tahun 1950-an sampai ee saat ini. Jadi ketika di zaman tahun 1950 itu ternyata Ei juga sudah ee di ini ya dipikirkan oleh para ahli ee
17:36 salah satunya adalah Alan Turouring di mana dia melontarkan pertanyaan legendaris apakah mesin itu dapat berpikir dan kemudian di tahun 6 muncullah sebuah teori ya di mana yang disebut dengan logicoris dan evolusi ini terus berjalan melalui pengenalan pola AI di era 60 hingga 70-an di mana internet sudah mulai meledak di tahun '90-an sehingga lahirnya namanya deep learning di tahun 2000 dan juga muncullah asisten virtual seperti Siri dan juga Kortana di tahun 2010. Kemudian di tahun 2021 kita memasuki era generative AI di mana
18:24 sebuah mesin itu tidak hanya melakukan analisa, tetapi juga sudah ee membuat konten tertulis, visual, dan juga audio berdasarkan pembelajaran sesuai historisnya. Dan kita saat ini mungkin ee berada di puncak gelombang teknologi ini dan saya yakin masih akan terus berkembang untuk teknologinya sampai ya kita juga tidak tahu sampai seperti apa nantinya. Ee lanjut. Kemudian bagaimana AI di hari ini? Jadi AI ini tidak bukan lagi ee di masa depan, tapi AI ini sudah menjadi mitra kita di hari ini. Jadi berdasarkan faktanya, jadi kami
19:12 coba mengambil hasil survei dari JPAT itu sebanyak 30% masyarakat Indonesia itu sudah menggunakan AI sebagai asisten virtual dalam kehidupan sehari-harinya. Dan manfaat utama yang paling dirasakan oleh pengguna itu konkretnya yang pertama jelas bagaimana penghematan waktu dan juga energi. Kemudian bagaimana memberikan kemampuan ee dalam ee memunculkan sebuah rekomendasi serta membantu menerjemahkan bahasa ini yang mungkin dulu sering kita lakukan ya. Eh next. Nah, lalu bagaimana cara kerja terbaik
19:58 bersama AI? Sebenarnya kalau kita bicara tentang AI, kuncinya itu terletak bagaimana kemampuan kita memberikan perintah atau mungkin yang sobat ASN kenal dengan istilah prompting engineering ya. Karena kualitas output EA yang dihasilkan nanti itu ditentukan dengan bagaimana kualitas output yang akan kita berikan. ee saya coba meng-capture apa yang sudah disampaikan dari AI center-nya Universitas Brawijaya. Jadi ada lima hal jadi clear yang disampaikan oleh ee dari AI Center Universitas Brawijaya waktu itu. Eh ketika kita melakukan sebuah prompting, yang pertama kita lakukan
20:43 adalah kita harus memperkenalkan diri dulu siapa kita, posisi kita di mana, kemudian kita berikan rangkuman singkat. Ee seperti apa sih yang ingin kita lakukan? Misalnya kita melakukan sebuah analisa. Jadi output-nya kita pengin, "Oh, saya pengin tiga paragraf aja masing-masing 50 kata dan juga poin-poinnya seperti ini. Dan format kita juga bisa tentukan. Selain itu ee kita juga bisa sampaikan AI ini itu nanti output-nya akan kita pakai untuk siapa? Apakah untuk pimpinan, untuk kitaakah atau untuk siapa. Ya. Dan kemudian yang terakhir adalah ee AI ini kita arahkan ee sebagai perangkum ya.
21:29 Jadi sebagai analis kebijakan yang memahami implementasi ee di daerah artinya di tempat kita. Lanjut. Nah, kemudian ee kita masuk ke pemanfaatan AI di dalam khususnya di pemerintahan ya. Jadi ada beberapa yang bisa saya ee ambil, saya capture terkait pemanfaatan AI sehari-hari. Jadi yang pertama mungkin bisa kita lihat bagaimana kita menelaah sebuah kebijakan ya. kita melihat atau mencari sebuah regulasi dengan ee kalau dulu kita harus buka satu-satu, sekarang dengan kita memasukkan keyword kita sudah disajikan ee sebuah dokumen
22:17 dan ataupun website itu yang lengkap dan juga yang apa namanya sesuai dengan keinginan kita. Selain itu juga membantu menelusuri dan juga merangkum regulasi-regulasi yang sudah ada. Dan ini mungkin yang sering kita lakukan juga ketika kita melakukan Zoom meeting adalah ee menyusun sebuah notula yang dilakukan dengan meninggalkan ulang rekaman ataupun dengan mengetik. Ditambah lagi kita juga bisa ee melakukan atau membuat draft notula dari transkip rapat secara otomatis ya. Kalau dulu mungkin kalau Zoom itu kan masih harus mengulang ya mengulang rekaman. Tapi sekarang kan tidak. Sudah bisa dilakukan secara otomatis. Lanjut.
23:04 Next. Nah, dan ini mungkin juga yang sering kita lakukan adalah membuat ee produksi konten sosial media. Jadi, bagaimana ee desain-desain ataupun pembuatan kompile ee konten publikasi dari awal dengan mengumpulkan beberapa bahan yang relevan sebelum diedit pada tools ee ataupun ee editor. Kemudian AI juga bisa membantu kita dalam membuat konsep narasi juga desain dan materi publikasi dengan lebih cepat. Ee selain itu juga dalam menyusun draf surat kita juga bisa muatkan AI. Misalnya kita belum ee tahu kira-kira mau di isi seperti apa sih surat ini.
23:53 Nah, kita bisa tuh ee tanya ke AI. Oh, nanti tinggal kita prompting aja sesuai dengan apa yang tadi ee poin yang kita inginkan. Dari hasilnya pasti akan memberikan ee yang namanya draft rekomendasi kepada kita. Dan mungkin mungkin ee coba TSN juga perlu saya tekankan ya ini ya bahwa EAI ini sebenarnya adalah tools ya tools. Jadi tetap yang namanya keputusan terakhirnya itu ada di kita karena tools adanya alat alat yang membantu sehingga kita lebih mudah tapi keputusan akhir tetap ada di kita. Lanjut. Nah, di dalam ee mengimplementasikan
24:41 generative AI ada beberapa hal yang kita boleh lakukan dan kita jangan lakukan. Jadi yang mungkin kita harus lakukan adalah kita wajib mengidentifikasi potensi resiko AI seperti bias atau Hoa yang juga ee dan selalu memverifikasi ulang setiap output karena AI itu bisa salah, AI itu bisa berhalusinasi juga di dalam serta terus mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi AI. Jadi itu tadi ee EAI itu benar-benar bisa memanjakkan kita dengan kata-katanya yang sangat-sangat meyakinkan sekali. Tapi padahal itu adalah halusinasi. Karena kembali lagi AI pintar atau enggaknya
25:28 itu tergantung adalah dengan feeding yang akan yang kita berikan kepada sistem tersebut. Kemudian yang jangan sampai kita lakukan sebisa mungkin adalah mengunggah data pribadi baik itu sendiri ataupun orang lain. Kemudian ee melakukan generate gambar yang itu bisa melanggar sara ataupun melanggar aturan regulasi. Kemudian membocorkan data yang seharusnya tidak tidak boleh kita sampaikan kepada publik. Dan yang terakhir ini yang utama hanya mengambil keputusan berdasarkan AI. Tadi teman-teman ee sobat ASN yang mungkin kita harus ee harus cermati ya dalam apa
26:14 mengimplementasikan generative AI. Lanjut. Nah, beberapa pemanfaatan AI yang ada di Pemrov Jatim di mana mungkin yang sudah kita implementasikan yang pertama ada MAja AI di mana itu adalah di dalam portal Maja Digi. Kemudian ada juga Besti AI di rumah ASN sudah memanfaatkan juga. Selanjutnya ada juga di Laras itu layanan ramah transim itu juga sudah memanfaatkan AI. Jadi ee hal-hal yang mungkin ditanyakan oleh ee baik itu di internal ee pemerintahan ataupun di publik itu bisa dijawab by system seperti itu. Lanjut.
27:02 Nah, kemudian apa tantangan di dalam penggunaan artificial intelligence AI? Jadi kalau kita melihat di dalam ee buku peta jalan kecerdasan artificiial intelligence di yang diterbitkan oleh KOMDi di tahun 2025 kemarin. Jadi ada empat tantangan besar yang menghadang. Yang pertama adalah menjelas literasi publik tentang etika AI masih rendah. Kemudian ini terutama terkait risiko tentang penyalahgunaan teknologinya dan literasi AI juga belum merata di mana program-program edukasi lanjutan masih cenderung terpusat di kota-kota besar. Ee infrastruktur digital yang belum
27:48 merata khususnya jika kita melihat ee skala nasional ya di luar Pulau Jawa. Ee bahkan di Jawa Timur pun saat ini masih ada daerah-daerah yang bisa kita katakan blank spot. Jadi memang bukan daerah 3T, tapi ada area-area tertentu, wilayah tertentu itu yang belum tersentuh oleh akses internet. Ee di catatan kami di Dinas Kominfo ada sekitar 30 du dusun yang memang masuk di area BLP dan ee kami saat ini sedang berusaha mengimplementasikan e Jatim Zero Blankspot sehingga bagaimanun juga 32 titik ini harus ee terentaskan dari eh blank spot area untuk e internet.
28:35 Kemudian yang terakhir adalah bagaimana kemampuan berpikir kritis atau critical thinking yang juga masih rendah secara nasional ya. Karena berdasarkan skor bisa 2022 kemampuan kritis siswa kita masih berada di peringkat 19 dari 60 negara. Dan ini mengapa ee krusial? Karena tanpa berpikir kritis, masyarakat akan sangat mudah dikelabui, akan sangat mudah dipengaruhi oleh produk-produk AI yang sifatnya bisa manipulatif. Ya, jadi ada empat tantangan itu yang harus menjadi atensi kita bersama dan sobat-sobat ASN yang
29:21 ee merupakan apa namanya ee pelaku ya pelaku saya bilang pelaku di transformasi digital ini harus benar-benar paham dan juga bisa sebagai supporting untuk menyelesaikan ee tantangan-tantangan tersebut ya. Baik ee lanjut. Nah, setelah kita mengenal AI secara umum tadi, nah kita sekarang masuk bagaimana integrasi layanan ee melalui implementasi SPBE yang sekarang namanya berubah menjadi pemerintahan digital sebagai wujud pelayanan digital ya.
30:08 Jadi ee seperti yang sudah saya sampaikan barusan, SPBE sekarang berubah menjadi pemerintahan digital dan sekretaris daerah itu merupakan orkestrator di dalam pelaksanaan pemerintahan digital. Dan satu lagi kalau kita bicara tentang pemerintahan digital, kita berbicara tentang SPBE di sini yang saya tekankan itu adalah tugas kita semua. Jadi dipikul oleh semua stakeholder yang ada di Pati bukan hanya Dinas Kominfo. Karena ee ini mungkin ee saya coba sampaikan bahwa ee meskipun berbicara tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik ataupun pemimpanan digital, tapi leading
30:54 sektornya tidak hanya di Kominfo. Kalau kita bicara di sini ada BKD terkait bagaimana manajemen kepegawaiannya manajemen pengetahuannya, kemudian ada juga ee bagaimana manajemen layan di rumah sakit, bagaimana manajemen risiko dan lain-lainnya itu tidak bisa ditanggung sendiri oleh Dinas Kominfo. Makanya itu di sini sekretaris daerah itu sebagai orkestratornya, sebagai koordinatornya dan harapannya nanti kinerja implementasi dampak dan kepuasan pelanggan di sisi hilir itu bisa meningkat ya. Karena kita tidak lagi berbicara di aspek hulu yaitu kalau kita bicara masalah hulu yaitu tentang
31:41 kapabilitas dan juga kebijakan tertulis di atas kertas. Karena sekarang kita bergeraknya bergeraknya tajam ke arah hilir. Bagaimana kerja sistemnya, bagaimana implementasi di lapangannya, dan juga ee sejauh mana dampak nyata yang dihasilkan sehingga ee masyarakat ini puas di dalam ee memanfaatkan layanan publik digital kita. Ya, lanjut. Ini saya coba sedikit singgung terkait bagaimana perencanaan di dalam pemerintahan digital. Bagaimana integrasi tidak akan terwujud tanpa adanya keselarasan perencanaan secara vertikal, baik maaf ee secara vertikal maupun horizontal. Dan ee kita coba bisa lihat di dalam bagan sinergi ini di mana kebijakan di tingkat daerah itu ee harus apa namanya
32:32 ee linear dengan kebijakan di nasional. Lanjut. Ee kemudian terkait manajemen layanan digital di pemerintah. Jadi ee untuk mengelola ekosistem digital yang cukup besar ini di Pemerintah Provinsi Jawa Timur ee sudah ada keputusan gubernur tentang manajemen sistem pemerintahan berbasis elektronik. Di mana ada lima pilar manajemen utama yang wajib kita jalankan. Yang pertama adalah manajemen risiko di mana Inspektorat bertindak sebagai unit kepatuhan risiko dan setiap perangkat daerah menjadi unit pemilik risikonya. Kemudian ada juga ee tentang manajemen perubahan.
33:19 Bagaimana setiap modifikasi atau pembaruan terhadap sistem SPBE wajib menggunakan form inisiasi perubahan yang baku. Kemudian ada juga manajemen keberlangsungan, bagaimana memastikan layanan publik berisiko tinggi ini tetap beroperasi tanpa henti meskipun terjadi gangguan baik itu teknis maupun yang nontnis. Selain itu juga ada manajemen pengetahuan. Kita mengintegrasikan dan memanfaatkan aplikasi yang dari brint. Kemudian ee ada juga yang namanya manajemen relasi pengguna yaitu bagaimana ee kita mengelola ekspektasi lewat katalog layanan SLE serta menyediakan layanan helpdesk Tik
34:05 untuk merespon e insiden secara lebih cepat. ee lanjut. Nah kemudian ee kalau kita bicara keterpaduan layanan administrasi di pemerintahan, jadi ee ini merupakan wujud nyata keterpaduan layanan digital di internal PEMPRO Jatim di mana ee ada kluster layanan administrasi pemerintahan dan akuntabilitas kinerja. Ee saat ini kita telah berhasil mengintegrasikan beberapa aplikasi sektoral, yaitu untuk kearsipan dinamis. Kita juga menggunakan ee srikandi.
34:53 Kemudian untuk layanan pengelolaan barang milik daerah kita ada SIMAS Jatim. Kemudian layanan pemaparan internal pemerintah yang juga sudah terintegrasi dengan SSO di masternya BKD Jatim. Selain itu juga di sektor ee pengadaan barang dan jasa. Lanjut di sektor layanan administrasi pemerintahan selanjutnya bagaimana kita juga sudah menggunakan SIPD juga menggunakan ee layanan kepegawaian dan kinerja pegawai yang di master. Lanjut. dan juga terkait interoperabilitas yaitu keterhubungan ee dari 15 perangkat daerah ada 25
35:41 sistem yang sudah terintegrasi sehingga ee layanan pemerintah ini sudah terkoneksi dengan API yang ada di pemerintahan KOMDigi untuk mendukung pertukaran data secara real time. Lanjut. Ada juga ee ini punyanya BPBD. Jadi, jadi BPBD ini punya unit mobil operasional yang di mana di dalam itu bisa dimungkinkan untuk melakukan berbagai banyak hal. Jadi, bisa dibuat untuk poskod portable, bisa juga menjadi pusat komunikasi dan juga eh menjadi command center. Dan ini sepertinya masih baru pertama yang ada di Indonesia. atau
36:26 informasi yang dapat seperti itu. Lanjut ee Sobat ASN ya jujur kita harus akui di tengah masifnya inovasi ya kita juga menghadapi tantangan besar berupa fragmentasi layanan di mana berdasarkan data yang dioleh oleh kami di Kominfo dari 64 OBD terdapat 48 eh maaf 488 aplikasi layanan dan juga 564 domain jaatimprov.go.id. go.id. Nah, jadi sebanyak ini mungkin akan ada yang bertanya-tanya ini banyak sekali ya. Jadi kalau kita bicara tentang tantangannya
37:12 setiap masyarakat ataupun kita pengguna perlu akses dan unduh banyak aplikasi dan login berulang-ulang. Nah, sehingga ee kadang jadi kita jadi pengguna itu mungkin agak ini ya agak malas gitu. banyak sekali sih ee yang harus kita download, yang harus kita ee akses. Nah, kemudian berangkat dari ee kondisi seperti itu, maka di PEMPROS Jawa Timur ada yang namanya portal layanan digital, yaitu Majapai Digital. di mana aplikasi ini merupakan portal berbagi ee data dengan API dan juga single sign on. Jadi, satu kali sign on ee Sobat ASN atau Bapak, Ibu sekalian bisa mengakses sistem ataupun layanan publik yang ada di dalam. Next, lanjut.
38:01 Nah, eh kita bicara tentang Majapai digital. Jadi, apa sih Maja DI itu? Jadi, Maji adalah mungkin kalau Bapak Ibu yang ee belum tahu ini adalah Super Apps yang ada di PEMPRO Jawa Timur dan dikembangkan oleh internal PEMPR Jawa Timur di mana ee perkembangan portal ini kalau menurut data per 9 Juni minggu lalu ya jadi tercatat telah berhasil mengintegrasikan 200 layanan dan fitur publik di mana sudah diakses 8.176 pengguna. Kemudian ee Maja Digi ini juga sudah hadir di selain website juga ada di platform Play
38:47 Store dan juga App Store. Jadi ee harapannya nanti dengan adanya portal Maji ini semua sistem itu bisa ee kita hanya cukup satu kali masuk kita satu kali login kita sudah bisa mengakses semua layanan ya. Oke, lanjut. Nah, kalau kita coba bedah ee sekilas ya, satu persatu sebanyak 200 layanan yang terintegrasi di Majad. Jadi tidak hanya ee di OPDPR ya ee Sobat ASN. Jadi layanan Maji ini selain sudah terintegrasi di OPD PEMPR juga terintegrasi dengan kabupaten kota. ada 13 kabupaten kota yang sudah
39:34 terintegrasi di Majidi. Kemudian ada juga dari instansi vertikal dari BNN itu ada seilan layanan yang ada di MajDi. Dan targetnya ee di tahun 2026 ini semua perangkat daerah itu sudah terintegrasi. Kemudian kabupaten kota juga ee kita upayakan sudah terintegrasi semua. Setelah terintegrasi semua juga kita saat ini sedang berdiskusi secara teknis dengan ee pusat untuk terintegrasi dengan INA digital ya. Lanjut. Nah, ee yang membedakan antara SPBE dan
40:19 juga pemerintahan digital itu adalah bagaimana kita bicaranya adalah dihilir, artinya kepuasan pelanggan. Nah, berangkat dari situ ee untuk menjamin kualitas layanan ini tetap terjaga ya, kita harus mendengar bagaimana outputan dari ee maaf inputan dari ee para pengguna. Jadi sebagai bentuk transparansi juga kemarin ee kita di Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menjadi pilot project penilaian kepuasan penggunaan layanan oleh Kemenpan RB yang saat ini kita sudah embet di atau kita tanamkan di klinikhoxjatimprov.go.id. Jadi harapannya nanti ee tidak hanya di
41:08 satu aplikasi tapi juga aplikasi aplikasi lainnya kita juga akan lakukan survei kepuasan pengguna layanan. Karena di dalam nanti penilaian pemerintahan digital ini nilainya cukup tinggi. Kalau kemarin di SPBE kita hanya ngomong masalah ee dokumen-dokumen dan dokumen. Nah, sekarang tidak. Dokumen dokumen tetap tetap menjadi pertimbangan, tetap menjadi penilaian. Tapi faktor penggunaan layanan itu juga menjadi ee penilaian yang cukup besar nilainya. I ya. Lanjut. Nah, ee sobat ASN, ketika kita sudah berbicara tentang AI,
41:55 kemudian kita juga berbicara tentang integrasi layanan digital, maka salah satu hal yang mungkin menjadi sangat penting adalah bagaimana kita menjaga sistem tersebut. sistem ee kita menjaga data tersebut. Karena ee tanpa adanya keamanan tersebut ya integrasi layanan yang hebat. Kemudian kemudian AI juga tidak akan ada gunanya karena keberhasilan transformasi digital juga akhirnya diukur dari bagaimana kemampuan kita menjaga kerahasiaan, bagaimana kita mewujudkan integritas dan juga bagaimana ketersediaan datanya.
42:41 Next. Nah, ee saya coba memotret bagaimana kondisi keamanan siber di Indonesia. Jadi, ee sobat ASN, mengapa sih kita itu harus selalu waspada? Kalau kita lihat data resmi dari BSSN dalam acara CR Connect 2026 baru-baru ini, jadi BSSN mengungkapkan fakta yang cukup mengejudkan bahwa terdapat 5,2 miliar anomali traffic internet di Indonesia. Jadi anomali traffic itu artinya keanehan-keanehan dalam traffic di internet. di mana 93,78% anomali tersebut di antaranya terkait
43:27 dengan potensi malware yang dapat berkembang menjadi ransomware. Nah, kalau secara matematis kurang lebih ada sekitar 185 potensi serangan siber setiap detiknya di ruang digital di Indonesia. Nah, ee cukup miris ya sehingga tantangan utama siber kita hari ini yang sangat nyata. Jadi mulai dari bagaimana layanan publik yang lumpuh. Mungkin ee Sobat Tesen ingat dulu ya beberapa waktu yang lalu bagaimana ee terkait keimigrasian itu juga terjadi masalah sehingga itu juga akibat serangan dari ee SIBER sehingga layanan
44:12 keimigasian sempat down. Kemudian bagaimana yang perlu kita atensi juga adalah para penjahat siber ini juga sudah memanfaatkan AI sehingga hal-hal yang mereka lakukan itu menjadi lebih ee meyakinkan dan jauh lebih rapi. Kemudian ada juga penggunaan teknologi deep fake untuk penipuan. Ee kemudian ada juga serangan langsung ke pusat data ke cloud juga. Dan yang mengkhawatirkan juga eksploitasi data pribadi untuk kejahatan finansial digital. Itu beberapa tantangan utama untuk keamanan siber ee di Indonesia. Ee lanjut.
44:58 Nah, bagaimana pembangunan keamanan siber? Jadi menghadapi ancaman siber tersebut dan Prof. Jatim coba mengadopsi kerangka kerja tata kelola keamanan yang kokoh ya dengan menyeimbangkan tiga unsur utama. Yang pertama jelas teknologi. Ee secara teknologi kami memanfaatkan instrumen teknologi pertahanan yang tepat sesuai kebutuhan dan sesuai perkembangan teknologi. Jadi meskipun di sini kita juga harus ee ini ya harus ee tahu bahwa tidak ada satuun di dunia ini sistem yang benar-benar aman 100%. Jadi yang bisa kita lakukan
45:44 adalah bagaimana kita melakukan mitigasi agar ee sistem yang ada di tempat kita itu selalu terjaga dengan baik. Dan kemudian ee yang selanjutnya adalah bagaimana tentang prosesnya. Kalau kita bicara tentang proses artinya kita bicara tentang tata kelola keamanan informasi. Jadi bagaimana kita melihat ee kepatuhan terhadap standar regulasi dan juga bagaimana kita membuat sebuah SOP. dan juga ee tidak hanya membuat tapi juga melakukan ee mengimplementasikannya dengan baik dan juga melakukan review. Karena seperti yang saya sampaikan tadi, perkembangan teknologi itu juga membuat para penjahat-penjahat siber ini ee apa
46:32 ya mereka makin pintarlah sehingga kalau makin pintar ya kita harus mengikuti kita kejar-kejaran dan itu SOP juga harus kita sesuaikan. Dan ini yang terpenting adalah yang ketiga. Yang ketiga ini adalah people. Ini adalah menjadi poin terlemah bagaimana kejahatan Sber ini bisa masuk. mungkin nanti-nanti di belakang saya jelaskan karena ee sepintar apapun sistemnya, secanggih apapun teknologinya, sebagus apapun ee tata kelolanya, tapi jika SDM-nya kita tidak memiliki kewaspadaan tinggi, tidak, ya pasti para penjahat-penjahat siber ini akan dengan sangat mudah untuk menemukan celah melalui kelengan-kelengan manusia.
47:19 Ee lanjut. Nah, ada beberapa poin mungkin yang ingin saya tunjukkan terkait kesalahan kesalahan-kesalahan umum ya ee dari sisi manusia terhadap kerentanan keamanan informasi. Yang pertama adalah ee akses data pribadi pada jaringan tidak aman. Nah, ini seringki kita itu mengandalkan Wi-Fi publik tanpa kita harus apa ya, tanpa kita aware, kita asal connect aja lah. Karena entah itu menghemat paket data ataupun memang kita tidak punya paket data. Dan kemudian ee kita
48:05 seringki malas menghapus file rahasia yang lama. Jadi, file-file yang tidak kepakai itu setelah kita download kadang-kadang kita tetap ee tidak kita hapus, tidak kita buang. Kemudian ini juga ada kebiasaan buruk yaitu saling berbagi password dengan rekan kerja baik itu ee sesama teman mungkin ya kan banyak ya ee kita berbagi password karena ee kalau misal nih saya lagi tidak bisa tolong ya aku dibantu seperti itu. Hal-hal seperti itu ternyata juga ee manfaatnya ada mungkin tapi mudaratnya juga ee sangat besar. Kemudian ee user password terutama password ya itu tidak ada kombinasinya
48:53 dan biasanya ada juga yang pakai satu password untuk dipakai seluruh aplikasi yang dia diminta. Jadi misalnya dia ada password untuk aplikasi hijau, aplikasi orangen itu sama semua. Kemudian untuk Kaster, untuk PBC itu sama semua. Nah, itu ya mempermudah kita. tapi ternyata juga tidak aman. Kemudian ee kesalahan lainnya adalah kita mungkin seringki meninggalkan komputer menyala tanpa di ya. Dan padahal di situ banyak orang berlalu-alang dan ee sangat rawan sekali untuk diambil datanya juga. Seringki kita teledor bagaimana flash disk kita ketinggalan atau hilang di mana itu ada data
49:39 penting. Kemudian ee menggunakan data pribadi di area publik. Jadi contohnya seperti ini. Kita melakukan ee transaksi mbanking dengan menggunakan ee wifi yang ada di ruang publik di tamanlah atau di kafe lah. Nah, seperti itu. Itu sangat-sangat ee rawan sekali sobatn. kemudian ee membuat data rahasia saat traveling dan hingga menggunakan perangkat gadget pribadi untuk masuk ke jadif organisasi. Nah, itu beberapa hal yang ee mungkin perlu menjadi atensi ya. Memang kalau kita bicara tentang keamanan ya, kalau pengin aman ya pasti ribet,
50:24 pasti ada proses-proses yang harus dilalui. Ya, mungkin kita bisa menganalogikan dengan ini ya. Kalau kita masuk ke rumah, perumahan kluster tuh kita masuk perumahan kluster itu pasti ditanya dulu di posat pam depan tanya mau ketemu siapa. Kemudian kalau perlu kadang-kadang harus meninggalkan identitas. Oke. Jadi ee para sobat ASN harus lebih aware lagi terkait tentang keamanan. Ee lanjut lanjut, Mbak. Nah, kemudian apa yang bisa kita lakukan dari beberapa hal yang saya sampaikan di awal tersebut yang bisa kita lakukan misal yang pertama
51:10 menggunakan password yang aman. Eh, password yang aman minimal dibuat 12 karakter. Kemudian ada dikombinasikan huruf besar, huruf kecil, kemudian angka dan juga simbol. Kalau bisa membedakan password antar akun, ya. Kemudian hindari juga kombinasi nama dan juga tanggal lahir. Karena ini yang umumnya kerap kali ini dipakai adalah tanggal lahir dan juga passwordnya umum itu 1 2 3 4 5 6 7 8 atau password admin. Nah, itu biasa dan seringki dipakai oleh ee ya banyak sekali ya masyarakat yang pakai itu. Kemudian juga kita bisa memanfaatkan aplikasi password manager dan kemudian yang kedua adalah waspada
51:56 wifi publ. Jadi pastikan juga ee laptop kita itu ee aman. Jangan pernah membuka aplikasi perbankan saat tersambung Wi-Fi umum. Dan nah ini jadi juga VPN gratisan yang enggak jelas. Serta pastikan juga ee situs yang dikunjungi merupakan situs yang berprotokol HTTPS karena lebih secure dan kemudian rutin melakukan backup data ya SN karena ee kalau data kita hilang ya kalau enggak ada enggak ada backup-nya ya kita akhirnya enggak bisa ngapa-ngapain juga. Kemudian kalau mback up data usahakan di
52:42 tempat yang aman dan di lokasi yang berbeda. Setelah itu pastikan data backup bisa diunduh ulang. Itu jika kita menggunakan ee apa namanya? cloud dan lain-lain gitu. Dan yang terakhir mungkin yang bisa kita lakukan proteksi data pribadi dan organisasi. Jadi waspada terhadap link fishing. mungkin seringkiali itu SMS ataupun WA dan juga menjaga data sensitif kemudian tidak upload data yang sifatnya rahasia dan juga informatif. Ee lanjut. Dan jika terjadi anomali pada sistem atau insiden keamanan, apa sih yang bisa kita lakukan? Yang pertama kita bisa
53:27 mengecek sendiri di periksa.com. Kemudian jika kita mentengarai ada anomali-anomali, segera kita lakukan penggantian password. Kemudian aktifkan verifikasi dua arah. Jadi mungkin kalau seperti yang sudah dilakukan di di master kan pasti kita selain memasukkan password kan kita ada masukkan autentifikasi lain ya. Kemudian, nah di Jatim ini ada juga ee namanya CST Computer Security Insident Respon Team. Di mana tim ini yang bertugas untuk ee melakukan patrol siber dan juga melakukan penanganan-penanganan gangguan siber. Silakan dikontak ke sini kalau memang
54:13 menemukan hal-hal yang ee sifatnya mencurigakan ee terkait kejahatan SIBER. Eh, next. Kemudian ini ada beberapa upaya yang sudah dilakukan oleh PEPR Jatim. Ee yang pertama bagaimana kami selalu mensosialisasikan juga memberikan bimtek. Kemudian kita juga berkolaborasi. Jadi tidak hanya ee kami sendiri di PEMPR ataupun di Kominfo karena hal-hal seperti ini tidak bisa kita selesaikan secara ee sendiri. Kita juga bekerja sama dengan BSSN. Kemudian ada dengan Polda, ada juga dengan Samsidam Kodam 5 Brawijaya dengan BIN juga dan juga Kominfo serta akademisi
55:01 dan juga swasta untuk memperkuat keamanan siber di Jawa Timur. Kami juga rutin melakukan audit internal untuk keamanan informasi ISO 27001. Kemudian kami juga lakukan pengelolaan domain serta ee infrastruktur keamanan informasi juga kami perkuat. Oke, lanjut. Dan beberapa tantangan dalam perlindungan data pribadi. Yang pertama belum belum tersedia regulasi teknis turunan dari Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi sehingga Jawa Timur saat ini masih mengacu pada peraturan BSSN nomor ee 1 tahun 2024 dan juga Permen Kominfo tahun 2000 eh maaf nomor 20
55:48 tahun 2016. Jadi ada juga tantangan terkait data protection officer. Kemudian ee belum optimalnya pengelolaan teknologi pengelolaan data pribadi yang sesuai standar keamanan data. Nah, lanjut. Nah, ini ee usaha dari Pemprov Jatim melalui literasi keamanan siber melalui media sosial bagaimana meningkatkan awareness kepada masyarakat. ee kami sudah membuat 31 konten melalui media sosial di mana sudah dibaca ee sebanyak hampir seteng juta setengah juta lebih dan juga ada interaction sebanyak 7.000 lebih. Kemudian ya kami coba melakukan analisa ternyata
56:35 views yang paling tinggi terkait materi orang tua bijak pelindung anak di dunia digital. Kemudian salah satu interaction yang paling tinggi terkait modus penipuan untuk pensiunan. Ini beberapa potret ee tentang literasi keamanan siber yang kami lakukan di media sosial. Lanjut. Ini juga kami ada ee program CAS digital yang memang bagaimana meningkatkan literasi digital tidak hanya untuk ASN juga tapi juga ee kepada masyarakat. Lanjut. di Kominfo ada juga yang namanya ee jaga ruang siber di mana kami melakukan patrol siber dan juga melakukan pelanganan-pelanganan terkait ee
57:20 serangan-serangan siber yang ada di Pemprov Jatim. Next. Nah, dari itu semua baik mulai dari ee menjaga keamanan siber dan akhirnya bagaimana komunikasi publik ini itu sebagai penghubung kepada masyarakat. Bagaimana masyarakat tahu tentang apa yang sudah kita lakukan, apa yang sudah kita kerjakan, ee capaian-capaian apa yang sudah kita raih. Nah, itu ee perlunya komunikasi publik. Nah, ee next. Kalau kita lihat penetrasi internet dan di Jawa Timur dan juga nasional saat ini penetrasi internet di Jatim ada peningkatan 83,41%
58:06 kita mengutip dari survei APJI. Kemudian dari nasional juga ada peningkatan ee 81,72% dan ee Jawa Timur memang berada di atas nasional, hanya saja perlu atensi dan juga effort untuk bagaimana kita mencapai ee zero eh black spot tadi itu. Eh, next. Nah, ee mengutip dari WR sosial di tahun 2026 ini. Jadi ee saat ini ada 82,7% ya 82,7% pengguna internet itu mencari informasi.
58:53 Kemudian 72,8% menggunakan internet untuk terhubung dengan teman dan juga keluarga. Nah, jadi kalau melihat area ini kita bisa menyimpulkan bahwa media sosial kini itu menjadi ruang utama pertukaran informasi dan juga ruang interaksi sosial ee masyarakat. Ee saya yakin teman-teman Sobat ASN juga seringki mencari informasi atau mendapatkan informasi itu dari media sosial, dari infografis lah, dari Rels yang memang saat ini trennya ee seperti itu. Kita mungkin jarang ya sekarang ee membaca ee media apalagi media cetak ya. Mungkin saya yakin juga makin jarang teman-teman baca koran juga. Saya yakin juga teman-teman
59:40 ee menonton TV, menonton berita di TV mungkin masih ada sebagian tapi ya tetap media sosial adalah rujukan utama di dalam mendapatkan informasi. Meskipun meskipun juga ee media sosial juga tidak ee apa ya tidak selalu benar. Ada juga yang memang ee kurang tepat. Ee jadi itu tadi teman-teman memang sekarang ya fakta ini menunjukkan bahwa media sosial sudah bermutasi ya. Kalau pemerintah tidak aktif membanjiri ruang ini dengan data yang benar maka ruang-ruang kosong yang dihasilkan itu akan diisi oleh dis informasi dan juga
1:00:27 hoa. Ee lanjut. Nah, bagaimana intensitas penggunaan media sosial di Indonesia? Nah, ee rata-rata penggunaan media sosial di Indonesia itu sebanyak 529 menit per minggu atau setara dengan 8 jam 49 menit per minggu. Artinya ee ini menempatkan Indonesia berada di peringkat 17 dunia dalam intensitas penggunaan media sosial. Nah, konsekuensi logis dari tingginya angka ini adalah arus informasi akan bergulir dalam skara yang raksasa dan juga ee menyebar dengan kecepatan yang luar
1:01:14 biasa. Mungkin Sobat SN melihat ya misalnya ada kejadian apa gitu tiba-tiba sudah ada yang posting di TikTok, posting di mana gitu di Instagram. Dan itu menjadi sebuah informasi yang sangat-sangat cepat yang dulu mungkin ee tidak kita temui karena ee ketika zaman media konvensional kan pasti setelah ada ee peliputan berita kita ada proses editor dan lain-lain dan membutuhkan waktu untuk sampai kepada masyarakat. Ee sekarang hitungannya menjadi hitungan detik. Kalau dulu mungkin jam, sekarang sudah menjadi detik. Dan sebuah narasi itu bisa saja viral dan mengubah persepsi publik dalam sekejap mata. Itu luar biasanya ee media
1:02:00 sosial. Ee next. Eh kemudian kita berbicara tentang pergeseran sumber utama informasi publik dan jadi dinamika ini memicu terjadinya pergeseran radikal ya terkait sumber rujukan informasi dalam kebijakan pemerintah juga. Jadi berdasarkan survei LDBank Kompas di tahun 2025, media sosial kini telah mendominasi sebagai rujukan utama informasi kebijakan publik dengan angka di atas 50%. Dan angka ini jauh mengungguli bagaimana media daring yang berada di posisi 15,7% dan juga media massa konvensional yang hanya menyerap 14,7%.
1:02:48 Nah, tapi ada anomali preferensi informasi di sini di mana harus kita waspadai karena publik saat ini cenderung lebih meminati konten komentar politik yang bersifat opini, partisan, dan menghibur ketimbang analisis yang ya berimbang milik media mainstream. Kemudian ee di sisi lain ee berdasarkan digital news report di tahun 2025, tingkat kepercayaan publik terhadap media konvensional cenderung kestaknan di angka 35% di tahun 2024 dan hanya naik ee naiknya tipis ya 1% di tahun 2025.
1:03:34 Lanjut. Dan ini adalah tantangan media dan juga keumasan di mana adanya platform AI generatif. Nah, kondisi tersebut membawa tantangan ya. Karena ee dengan hadirnya platform AI generatif ini dipiksi akan mengubah mesin cari menjadi mesin penjawab. ee sebuah mungkin ingat 10 tahun yang lalu ketika kita mencari berita ya, ketika kita menuliskan ee keyword yang muncul adalah banyak sekali list berita gitu ya atau link. Dan sekarang kalau Sobat ASN cek ketika kita melakukan keyword atau bertanya sesuatu yang dimunculkan pertama adalah dari mesin
1:04:21 penjawabnya. disimpulkan meskipun di bawah ataupun di halaman lainnya juga masih ada list beritanya, tapi yang ditampilkan di atas itu adalah ee hasil dari ee mesin penjawab yang dalam hal ini berpotensi memotong traffic langsung ke media hingga 43% di dalam ee 3 tahun ke depannya. Selain itu juga pendekatan personal dari para kreator konten memaksa institusi formal ya harus bergeser dari model bisnisnya ke berbasis community. Kemudian ee kita harus memahami juga algoritma media sosial yang baru ini di mana publik jauh lebih menyukai storyting daripada berita formal. Kemudian engagement rate atau angka
1:05:08 keter ikatannya itu kini jauh lebih krusial daripada sekedar jumlah followernya. Konten yang terasa dekat dengan kehidupan publik akan jauh lebih cepat viral dibanding konten yang visualnya estetis tapi terasa berjarak. Kemudian publik juga lebih menyukai format video pendek dibandingkan ee video yang durasi lebih panjang dan pola penyebarannya kini bersifat user generated content horizontal dan juga berbasis eh evident base. Next. Nah, kalau kita berbicara media sosial, maka kita harus juga ee memikirkan bagaimana kepercayaan tinggi kepada ee
1:05:56 pemerintah. Di tengah ketidakpastian informasi ini, insti pemerintah ternyata juga masih memegang kendali kepercayaan publik yang ya bisa dibilang cukup tinggi. Tapi ee tetap harus ada yang ee diperbaiki. Kalau berdasarkan data dari el trust barometer sebanyak 75% responden itu menyatakan percaya dengan pemerintah. Dan di dalam prestasi global Indonesia menempati peringkat keenam dunia di dalam tingkat ee kepercayaan publik terhadap pemerintah. Nah, poin kuncinya di sini adalah angka 75% ini adalah modal sosial yang sangat besar. Publik
1:06:44 ingin mendengar narasi resmi dari pemerintah asalkan dikemas dengan transparan, jujur, dan juga komunikatif. Next. Salah satu hal mungkin yang ee sudah dilakukan untuk merawat kepercayaan publik itu adalah di Pempros Jatim Dinas Kominfo sudah ada yang namanya Clinic Hoa yang bisa dibilang ini menjadi benteng verifikasi informasi yang ee jelas. Ee sesuai data di sepanjang periode Januari hingga Desember 2025 tahun lalu, Klinik Hoa ini telah memverifikasi total 1320 entitas konten dan yang cukup mengejutkan adalah 88,8% atau sebanyak 1172
1:07:31 konten teridentifikasi sah sebagai informasi palsu atau hoa. Nah, ee di sini kita melihat ancaman nyata dari evolusi AI generatif karena terjadi peningkatan signifikan pada konten yang sifatnya manipulasi suara atau bisa kita bilang audio cloning serta eh video palsu di fake dan juga lainnya. Dan dalam kondisi seperti ini, kemampuan deteksi forensik digital bukan lagi sekedar pelengkap, melainkan sudah menjadi kebutuhan mutlak bagi ee verifikator. Ee lanjut. Nah, kemudian apa sih peran AI dalam eskalasi hoa?
1:08:16 Jadi ee mari kita lihat ya ee contoh nyata produk HA berbasis AI yang berhasil dibongkar oleh perangkat forexik digital clinic Haw sepanjang 2025. Jadi ini memanfaatkan beberapa eh perangkat forensik digital. Ada moderation, yandex image search, init verification, dan juga audio spectrum analysis. Dengan dengan akurasi eh di atas 90% konten video itu difake. Jadi mungkin ada kasus ee pertama audio ke ililmuan yang memanipulasi suara tokoh untuk iklan obat. Nah, itu ketika kita coba eh generate itu ternyata 99,9% e palsu. Dan juga ada beberapa testimoni
1:09:03 medis palsu. Bahkan juga pernah menimpa Ibu Gubernur di mana Ibu Gubernur menjadi korban juga terkait ee video ee palsu. sehingga cukup ee merugikan karena ya kembali lagi rentang atau gap dari masyarakat ini kan cukup ini ya cukup lebar antara yang paham dan juga yang tidak paham. Nah, itu. Nah, yang yang tidak memahami ini menjadi sasaran empuk bagi para ee pembuat hoa itu dan kerugiannya tidak hanya materi saja, tapi juga yang lain. Ee lanjut. Dan ini mungkin
1:09:50 yang harus ee para sobat lakukan ketika mendapatkan mungkin menemukan postingan atau mendapatkan forwardan dari ee WA, Instagram ataupun yang lain yang pernah dilakukan adalah verifikasi dengan metode saring yaitu ee kita cek sumbernya, kemudian akar masalahnya seperti apa, relevansinya, kemudian informasi dan juga kenyataannya seperti apa dan baca. sampai tuntas. Bukan hanya judul karena ee pasti pembuat berita itu akan menciptakan sebuah kalimat yang clickbait. bagaimana ee kita itu akan terpancing untuk membuka itu dengan bahasa-bahasa yang
1:10:35 bisa jadi antara judul dan isinya itu berbeda. Kemudian ee manfaatkan Clinik Hoa yang sudah saya sampaikan tadi. Selanjutnya juga mengkoreksi jika ada yang share karena ya mungkin banyak sekali ya di WA-wa grup itu yang asal main forward saja tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Dan ee yang jangan dilakukan adalah share info provokatif tanpa melakukan cek and check. Kemudian ini juga yang jangan sampai dilakukan adalah menyebarkan data pribadi dengan alasan apapun. Kemudian terpancing emosi saat menerima informasi. Sekali lagi ketika kita
1:11:20 mendapatkan informasi ya kita bertabayun dulu, kita cek kebenarannya. Kemudian jangan sampai ee percaya tanpa verifikasi. Karena sekali lagi dunia maya ini ee sangat-sangat ee luas dan kita tidak bisa mengendalikan seperti itu. Next. Masih ada. Oh, masih ada. Eh, jadi ketika ini untuk pengelola ya, pengelolaan komunikasi publik di media sosial. Yang pertama prioritaskan konten audio visual untuk memancing, untuk menarik minat berupa video pendek, reels, ataupun TikTok dan juga infografis yang eh solutif menggunakan
1:12:06 narasi humanis dan juga yang ee edukatif. Ee selanjutnya juga mengoptimalisasikan AI untuk limat energi tim ee humas dalam analisis sentimen publik ataupun di dalam memproduksi konten-kontennya. Lanjut. Ini beberapa contoh yang ee sudah dilakukan. Next. ee ada beberapa strategi komunikasi publik, yaitu bagaimana kita melakukan netralisi, opini dan juga informasi negatif di medsos, mengamplifikasi konten positif di berbagai platform media. Jadi kalau ada ee kita menemukan tentang hal-hal yang sifatnya ee positif
1:12:53 ya selayaknya lah atau mungkin sudah seharusnya kita melakukan kita menyebarkan informasi tersebut mengampikasi dan juga melakukan koordinasi dengan stakeholder dalam manajemen krisis pengelolaan komunikasi publik. Lanjut. Baik ee mungkin itu yang bisa saya sampaikan. terkait materi pada hari ini. Jadi, ada empat topik tadi yang sudah saya coba sampaikan. Bagaimana tentang AI, kemudian bagaimana integrasi layanan, selanjutnya bagaimana kita melihat keamanannya, kemudian tadi adalah bagaimana kita mengelola komunikasi publik di dalam ee
1:13:39 kita memberikan layanan juga. Baik, ee terima kasih. Kurang lebihnya mohon maaf. Ee saya kembalikan ke host. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Luar biasa sekali. Berikan tepuk tangan virtual yang meriah untuk narasumber kita pada pagi hari ini. Terima kasih banyak Bapak Gugi atas materinya yang sangat menarik dan luar biasa. Sobat ASN, dari materi yang telah dipaparkan oleh Bapak Gugi, kita bisa belajar bahwa transformasi digital di sektor publik tidak sekedar memindahkan layanan manual ke dalam aplikasi digital, melainkan tentang bagaimana kita mengintegrasikan kecerdasan buatan
1:14:24 dan tata kelola data yang adaptif untuk melahirkan pelayanan publik yang inklusif, transparan, serta berjalan jauh lebih cepat melampaui sekat-sekat birokrasi konvensional. Bapak, Ibu, Sobat ASN sekalian, kita lanjutkan ke sesi tanya jawab. Bagi sobat ASN yang ingin bertanya, kami buka tiga penanya terlebih dahulu. Mungkin dari teman-teman yang sudah join di Zoom bisa raise hand atau teman-teman yang telah tergabung di live YouTube BKD boleh menuliskan di kolom chat BX. Kita tunggu untuk teman-teman yang ada di Zoom terlebih dahulu. Silakan.
1:15:14 Baik, ee menunggu pertanyaan dari Zoom mungkin kita bisa beralih ada beberapa pertanyaan dari live YouTube Bapak Gugi. Yang pertama mohon izin saya bacakan ngih dari Rio Karismawan 8958. Pertanyaannya, bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data atau data driven decision making di lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Timur? Mungkin satu pertanyaan dahulu Bapak Gugi. Silakan dijawab. Iya. Eh, baik. Ee terima kasih untuk pertanyaan dari Mas Rio Karismawan itu bagaimana AI ini mendukung untuk pengambilan keputusan ya dengan yang mendukung data driver. Artinya ee yang
1:16:02 pertama adalah jelas setiap pengambilan keputusan itu harus berbasis data ya. Jadi ee jangan sampai keputusan yang kita ambil itu hanya sebatas apa namanya persepsi ataupun ee opini. karena itu akan memunculkan atau menghasilkan menghasilkan ee kebijakan yang mungkin akan tidak pas. Nah, untuk menuju data driven tersebut artinya ee sistem yang menggunakan EAI itu ya kita harus banyak-banyak memberikan dia feeding terkait data. Jadi, data apapun yang kita punya, yang kita perlukan harus dimasukkan dalam sistem. Semakin banyak data yang dimasukkan ke dalam sistem, maka akan semakin pintar sistem
1:16:50 tersebut di dalam melakukan sebuah analisa dan juga ee feeding ini juga akan mempengaruhi kebiasaan ee EA ini kan bisa melihat kebiasaan-kebiasaan kita kan. Jadi misalnya Bapak Ibu pasti ee juga pengguna EAI ya. Saya yakinlah EA itu ketika kita sering ajak interaksi itu dia akan makin mengenal kita, makin bisa mengenal pola pikir kita. Sehingga nanti ketika kita sudah ee akrab dengan apa namanya ee AI tersebut, apa yang kita perintahkan itu akan ee cepat dan sesuai hasilnya dengan apa yang ee kita minta. Jadi, poin utama itu
1:17:37 tadi, Mbak. Yang pertama adalah harus berasis data dan juga data tersebut harus banyak-banyak diit e diberi jadi itu diberi makanan data itu sehingga nanti hasilnya akan lebih ee lebih baik ng terima kasih ya. Baik sudah terjawab ya Mas Rio Karismawan. Monggo silakan ee apabila ada teman-teman dari Zoom yang raise hand sambil menunggu kita persilakan. Baik, belum ada kita beralih lagi Bapak ke YouTube. Ada satu pertanyaan lagi dari atas nama Tifta Zani. Pertanyaannya
1:18:26 yang sering menjadi korban kejahatan siber adalah ASN Sepuh yang menjelang pensiun. Apa yang dapat kita lakukan untuk melindungi kalangan rentan? seperti ini. Silakan Bapak I ya baik ee jadi memang benar ee kalau kita melihat banyak sekali tidak hanya ASN yang sepuh juga mungkin beliau-beliau yang sudah pensiun mungkin keluarga kita mungkin ada Pak D dan lain-lain kakek yang seringki menjadi korban ing sekali menjadi korban ee kejahatan siber. Jadi yang pertama adalah yang
1:19:12 jelas terkait bagaimana literasi digital terkait ee security yang atau keamanan siber yang mereka punya. ee mungkin kalau kita melihat ya, kita melihat misalnya ASN yang mau pensiun ya, mau purna itu jelang purna sekarang paling umur 56 atau 58 lah kita anggap seperti itu. Artinya beliau kan berada di generasi yang memang generasi apa ya? GenX ya, GenX atau Boomer ya saya lupa. Nah di zaman-zaman tersebut itu kan mereka terbiasa dengan hal-hal yang sifatnya konvensional. ya, belum terbiasa dengan hal-hal yang sifatnya ee otomatis ataupun menggunakan
1:19:59 teknologi yang cukup canggih sehingga terkadang ada keenggan dari beliau-beliau ini untuk belajar. Karena ee perkembangan teknologi ini kan sangat cepat sekali. kita baru belajar ini belajar A lah ternyata besok sudah muncul teknologi B dan itu kadang-kadang memang ada beberapa yang akhirnya jadi enggan karena ah engkok ono sing anyar maneh, ada yang lebih bagus lagi. Sudahlah aku pakai yang pakai yang ee teknologi yang lama-lama aja deh. Toh juga bisa seperti itu. Nah, hal-hal seperti itu itu literasi-literasi digital seperti itu yang mengakibatkan ee banyak dari kita yang kurang aware
1:20:47 terhadap hal-hal informasi-informasi yang sebenarnya sifatnya hoa. Nah, ee yang mungkin bisa kita lakukan adalah kalau secara kedinasan, secara teknis artinya ketika ada yang sharing atau menyampaikan informasi seperti itu ketika itu di grup ya kewajiban kitalah untuk melakukan kontra atau memberikan informasi, oh ini tuh hoa seperti ini. Kemudian ee kalau memang itu adalah rekan dekat kita ya disampaikan saja secara ee personal. Pak Bu yang jenengan saya itu hok loh. Hati-hati seperti ini. Kemudian kalau ada sifat-sifat atau ya habit yang kurang bagus misal ee menempelkan
1:21:34 password di monitor Pak Bu jangan menempel password seperti ini. Itu rawan sekali ya. meskipun mereka mereka tidak akan tidak akan langsung percaya. Ah, enggak Mbak opo biasanya aku yo ngene kok. Ya memang memang memang itu efektif buat dia. Tapi kan tidak aman. Jadi yang bisa kita lakukan adalah selalu memberikan literasi dan pemahaman selalu dan selalu tinggal bagaimana nanti polanya seperti apa menyesuaikan dengan ee beliau-beliaunya ini. Karena kan tidak mungkin kita menyampaikan ee materi terkait literasi digital kepada orang yang mungkin sudah mau purna. kita samakan dengan teman-teman atau adik-adik yang masih SMA ataupun kuliah karena pasti mekanisme atau metodenya akan berbeda. Jadi ya saya minta, saya
1:22:22 berharap sobat-sobat ASN di sini yang saya yakin sudah pada melek melek semua terkait teknologi, literasi dan lain-lainnya menjadi agen di dalam untuk menanggulangi atau ya minimal meminimalisirlah untuk program-program atau ee kejahatan cyber ini. Itu mungkin yang bisa saya sampaikan. Terima kasih. Baik, terima kasih atas jawaban yang komprehensif Bapak Gugi. Ini dalam chat Zoom kita ada satu pertanyaan tapi monggo mungkin dari Bapak Slamet Abdullah bisa kami undang untuk menyalakan kamera dan mikrofon menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada Bapak Gugi. Bapak Selamat
1:23:09 Abdullah selamat pagi. Apakah bisa on mic dan on cam, Bapak? Silakan. Baik, sudah terlihat. Tapi mohon izin ternyata mic error nggih Bapak. Nggih. Mungkin boleh saya bacakan. Mohon izin saya pernah Oke. Ee untuk pemanfaatan AI sebaiknya pemakaian konteks itu baiknya berapa persen ya? Semakin banyaknya jenis AI baik GBT, Gemini, dan Cloud
1:23:56 serta model Cina dipseps, Quein, dan lain-lain. Apakah masing-masing kelebihan dari agenik AI tersebut? Begitu Bapak Gugi. Silakan. Iya. Ee kalau sebenarnya kalau kelebihan masing-masing produk-produk ini saya rasa banyak sekali informasi yang bisa didapat ya. Ini ini penilaiannya nanti bisa jadi ee subjektif tapi juga jadi ee objektif. ee bagaimana kita tahu kelebihan dari masing-masing TKI tersebut. ya kita harus coba satu-satu seperti itu. Kami pun, saya sendiri pun juga mencoba
1:24:42 bagaimana ee kami, saya mencoba GPT, GPT yang gratis, GPT yang berbayar, kemudian saya juga coba jeminai, coba Gemini, kemudian cloue dan masing-masing memang ee menurut saya subjektif ada kelebihan dan juga kekurangan sehingga oh si eh ee model A ini atau merek A ini cocok dipakai untuk seperti ini. di merek B ini saya saya enggak bisa ini ya enggak bisa menyebutkan ini karena takut nanti dikira promosi. Jadi si ee produk B atau merek B itu cocok dibuat membuat paparan, terus merek C cocok buat ee dibuat coding dan lain seperti itu. Jadi
1:25:28 kalau dari saya pribadi ya saya akan mencoba satu persatu seperti itu. Mungkin kita dapat referensi ya baik itu dari teman ataupun dari manapun. Tapi sebaiknya menurut kami tetap dari panjenengan harus menyoba dulu sendiri sehingga nanti yang dirasa paling cocok itu yang mana. Nah, yang ee merasakan adalah jenengan sendiri. Jadi seperti itu, Pak. Jadi tidak bisa digeneralisir karena namanya produk ya pasti ee setiap usernya punya ee apa namanya? Ee ya punya penilaian sendiri-sendirilah ya. Tapi banyak kok, banyak yang hasil-hasil yang bisa dijadikan referensi di internet.
1:26:15 Ya, itu Mbak ee sebenarnya dari Bapak Slamat Abdullah ini masih ada pertanyaan. Oh baik. Mik-nya sepertinya sudah bisa, Kak. Oh, iya. Eh, di Zoom sudah ada yang rise hand atas nama Bapak Lutfi Ramadan. Namun ee di Zoom meeting masih terdapat pertanyaan lebih lanjut dari Bapak Slamet. Sebelum ke Bapak Lutfi, monggo Bapak Slamat untuk menanyakan pertanyaan yang kedua. Kebetulan sudah bisa on mic, ya. Silakan Bapak Selamat. Ya, terkait yang kedua, saya pernah mengikuti pelatihan decoding dari BI. Nah, itu
1:27:00 mohon izin Bapak boleh di ee dari mana OPD-nya? Silakan. Oh iya, saya samdin Kelautan Malang terkait pertanyaan yang terakhir yaitu kan kemarin saya kan ikut decoding dari BI. Nah, ini dari narsum Pdikit juga menyatakan bahwa akan ada terkait peraturan penggunaan II tersebut. Nah, itu apakah benar dan kira-kira apa rilis peraturan itu baik sektor government swasta dan yang lain. Terima kasih. Terima kasih Bapak. Monggo
1:27:46 terima kasih Pak dari ini ya. Malang ya. Baik. Jadi, jadi memang ee kalau saat ini kalau saat ini untuk aturan yang memang sudah ada itu yang terkait AI itu masih baru baru hanya buku peta jalan kecerdasan artifisial oleh KOMDI tahun 2025. Memang memang nanti arahnya yang info yang saya dapat juga itu akan ada peraturan bagaimana mengatur tentang ya penggunaan AI, kemudian cara beretika dan lain-lain. Cuman mohon maaf sampai sekarang pun saat ini kami juga masih belum mendapatkan aturan. Karena saya pikir kalau
1:28:31 berbicara tentang AI tidak hanya melibatkan satu ee kementerian, mungkin akan juga ee banyak ee sektor yang harus apa namanya menjadi ee menjadi apa ya menjadi penyusun aturan tersebut. Jadi saat ini memang kami juga belum mendapatkan Pak ee Samat, tapi kami juga berharap akan segera muncul aturan aturan dalam penggunaan AI karena kalau tidak diatur AI ini akan semakin ee semakin ya kalau kita bicara bicara bahasa kasarnya ya semakin liar. Karena sekarang mungkin Bapak Ibu ee teman-temat ASN yang punya putra mungkin
1:29:17 yang SD pun SD pun atau SMP sekarang tanya apa-apa tanya AI. Ada tugas tanya AI tanya AI. Nah, itu kalau tidak diatur nah itu akan menjadi hal yang ee mengkhawatirkan nantinya. Tidak mungkin tidak kita rasakan saat ini, tapi kita akan merasakan beberapa tahun ke depan. Jadi itu Pak Samad. Jadi ee mohon izin untuk yang ini kami juga masih belum mendapatkan karena memang dari pusat juga belum ada itulungannya. Mungkin masih dalam proses pembahasan. I terima kasih ya. Baik terima kasih Bapak Gugi. Selanjutnya kami undang kepada Bapak Lutfi Ramadan. Selamat pagi Bapak Lutfi. Selamat pagi. Terima kasih atas
1:30:03 waktunya. Mohon izin Bapak ee saya dari nama saya Nuski Ramadan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Ee terkait materi kali ini bahwa ini sangat sungguh sangat menarik sekali, Pak. saat ini mungkin ya pembahasan masalah AI itu sudah menjadi tren di dalam masyarakat sehingga kita itu menilai bahwa AI ini segi positif dan negatifnya pasti ada ee apa pasti ada gitu loh. Jadi kita sebagai selamanya bagi ASN yang sering sekali ee menggunakan atau ee
1:30:49 apa ya melaksanakan pelaporan-pelaporan melalui apa seperti tugas-tugas harian kita itu tidak sedikit ee dari teman-teman itu menyelesaikan tugasnya itu menggunakan AI dan itu juga di di apa namanya ya Anak saya itu S SMP kelas ee 3, Pak. Sudah lulus dengan anak anak yang pertama. Saya sudah lulus SM itu untuk menggunakan EA itu sangat-sangat apa namanya ya? Sehingga saya belajar sama anak saya. Saya juga belum belum begitu ee apa namanya paham bagaimana cara a bekerja. pernah saya baca di media ee media
1:31:36 elektronik atau di TikTok ini malah pencipta dari AI itu tidak bisa menghentikan atau tidak bisa mengendalikan AI itu sendiri. Sampai seperti itu. Nah, ketika kita sebagai ASN seperti ini ee data-data yang kita simpan terutama itu banyak di ee di seperti di Google Drive dan lain sebagainya. Takutnya nanti data ini bisa atau dicuri atau bagaimana, kita juga tidak tahu, Pak, keamanannya. Nah, kita se ee sebagai ASN ketika terjadi seperti itu, itu kira-kira bagaimana, Pak, solusinya? Demikian pertanyaan saya. Terima kasih.
1:32:25 Ya, terima kasih Bapak Lutfi. Monggo silakan Bapak Gugi untuk menjawab, ya. Baik, Pak Lutfi dari DesP. Jadi, eh memang benar, Pak. Kalau saat ini pun
…