0:48 Betullah dia ni victim. Siapa ini nih yang kemarin lagi ramai di media sosial. Kamu udah yakin sama informasi yang kamu dapat? Eh, Mak yakinlah. Ah, di mana-mana udah kesebar nih info-nya. Pemirsa, berdasarkan hasil penyelidikan, artis berinisial A yang kemarin sempat viral resmi ditetapkan sebagai korban. Berita yang selama ini, ini kan yang kamu omongin barusan kan? Nah, iya nih. Eh, tapi ternyata dia beneran tersakiti Taura bukan playing victim. Makanya bijak dalam bersosial media. Jangan langsung percaya sama informasi-informasi yang beredar. Ya kan? Eh, aku lihat informasi yang udah viral di mana-mana. Heh, Dalalan cepat sini bantu aku angkat
1:35 lemari ini. Is, aku mau lanjut tidur aja loh, padahal. Dunia bergerak ke arah digital. Ekonomi pun ikut bertransformasi. Saatnya Anda ikuti acara ekonomi digital bersama program 1 RRI Madiun. Selamat sore pendengar dan juga pemirsa Madiun. Sore ini kami lanjutkan dengan program ekonomi digital edisi hari ini dan pastinya hingga jelang pukul 16.00 sore waktu Indonesia Barat. Saya nanti akan mengajak Anda untuk bisa ee mendengarkan ya pemaparan dari narasumber kita sore hari ini ada Pak
2:21 Handaru Akniana, S. M.M. Beliau merupakan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka Madiun. Selamat sore, Pak Handaru. Selamat sore, Mbak Prita. Apa kabar, Mbak? Oke, kabar baik, sehat. meskipun ini tanggal merah tetap semangat ya, Pak untuk bisa memberikan apa namanya materinya di kesempatan kali ini. Terus semangat, terus semangat, sehat selalu juga. Iya, Pak Handaru. Dan tentunya siap alhamdulillah sore hari ini kita nanti akan ee apa namanya? Mendengarkan pemaparan dari Pak Handaru terkait dari ujung jari dunia mengenalmu. Nah, kaitannya dengan nantinya ekonomi digital seperti apa? Pak Handaru akan menjelaskan dan saya juga akan mengajak dan mengundang Anda untuk bisa bergabung sore hari ini pendengar maupun pemirsa yang
3:07 mendengarkan siaran kami baik melalui frekuensi share kami ataupun juga melalui aplikasi RRI digital. Dan yang menyimak melalui kanal YouTube RRI Madiun, Anda bisa bergabung melalui Line telepon di 459198 ataupun juga di Line WhatsApp di 08113669907 ataupun juga untuk Anda bisa meningkatkan pertanyaan ataupun juga komentar Anda di kolom komentar di YouTube RRI Madiun. Baik, Pak Handaru. Kalau bicara soal dari ujung jari dunia mengenalmu, kita tahu bahwa sekarang segala sesuatunya sangat mudah hanya dengan jari-jari kita saja begitu ya. kita bisa mengakses, bisa mengakses apapun begitu. Apalagi kalau kaitannya ini ee mungkin dengan bisnis di era yang serba digital. Nah, lantas mungkin bisa di berikan pemaparan terlebih dahulu sebelum nanti juga kita akan apa namanya
3:54 berdiskusi lebih lanjut kenapa memang saat ini bisnis digital itu sangat diperlukan sekali begitu dan orang juga harus aware dengan ini, memahami betul dan ee terus meningkatkan literasinya. Selain juga eh dari topik kita di mana dari ujung jari dunia mengenalmu. Nah, ini mungkin bisa dijelaskan lebih spesifik lagi juga kepada pendengar dan juga pemirsa sore hari ini. Silakan Pak Daro. Oke, terima kasih. Selamat sore para pendengar setia RRI Program 1 Madiun yang senantiasa diberikan nikmat sehat, nikmat usia yang penuh berkah. Amin. Ee kita sore hari ini ngobrol masalah ekonomi digital ya, Mbak Frit ya, tentang ee judulnya Dari
4:39 Ujung Jarimu Dunia Mengenalmu. Baru tadi pagi Mbak Brita ee saya terinspirasi. Jadi pagi-pagi tadi e selepas subuh saya biasa cari berita di TV ee ada bisnis baru ya. bisnis baru ini sangat unik sebenarnya, tapi very inspiring. Jadi sangat ee menginspirasi sekali. Ee bisnis ini adalah sebenarnya sih mungkin bukan suatu bisnis yang ribet atau apa itu enggak kok gampang kok sebenarnya. Tapi betapa ee masyarakat kita ini sudah sangat-sangat ee tahu
5:26 celah peluang bisnis yang bisa dikerjakan dan itu bisa menghasilkan ee keuntungan. Oke, ya. Tadi pagi tuh saya di TV itu ada berita tentang adanya bisnis jasa setrika online. Ah, oke ya. Jadi biasanya kalau ee kita ini yang sudah berumah tangga ya, sudah punya apa ee kebiasaan kalau seminggu sekali nyuci gitu. Kalau nyuci mah gampang ya, tinggal masukin dalam mesin cuci blek selesai gitu ya. Nanti ee terprogram sendiri mulai masukin sabun, masukin pewangi sampai dengan apa ee dikeringkan tinggal kita jemur. Nah, yang paling malas tuh apa sih sebenarnya? Setrika. Setrika ya. Setrika tuh malas gitu. Satu ee panas gitu ya dan lagi butuh
6:13 enggak bisa bareng-bareng gitu kan. Baru satu-satu. [tertawa] Iya. Nah, tadi pagi itu ada satu bisnis jasa ee tentang setrika. Oke. Setrik ke keliling. Jadi, itu menggunakan platform ee aplikasi digital. He. Jadi, kalau misalkan nih Mbak Prita nih sudah numpuk nih cucian yang sudah kering yang sudah siap dirika itu tinggal aja pesan gitu. Iya. Nanti tinggal dia datang bawa sepeda motor gitu dengan meja setrikanya lengkap dengan alat strikanya gitu. Nanti dia setrika di halaman rumah kita selesai kering apa selesai disetrika rapi dimasukin dengan plastik serahkan kepada kita. He. Itu adalah peluang bisnis Mbak. Jadi ee bisnis digital itu merupakan hal yang tidak bisa ee kita apa kita hindari
6:59 saat ini. Pada saat saya masih ingat pada saat saya dulu SMA salah seorang guru saya ee pernah menceritakan bahwa pada saat beliau dulu sedang kuliah, beliau sudah ee pernah memprediksi bahwa nanti akan terjadi revolusi 3T. H apa ya? 3T itu pertama adalah transportasi. He. Sekarang kalau namanya transportasi, Mbak Mbak Prita, Mbak Prita mau pergi ke mana sih? Itu gampang sekali. Sangat mudah dulu kalau mau sangat mudah sekali gitu. Dulu kalau mau pergi naik kereta ya kita harus datang ke stasiun ngantri tiket gitu ya. He. Sekarang kan enggak sudah menggunakan platform digital semua pemesanan by digital semua. He. Hanya cukup dengan sentuhan jari-jari kita gitu ya. Iya. Iya betul. Bahkan kalau kita mau berangkat nanti di jalan selama
7:44 perjalanan kita mau pesan makan pun sudah bisa kita pesan dengan menggunakan aplikasi. He he. Nah, itu kan adalah bagaimana pergerakan yang namanya digitalisasi ini sudah berjalan sedemikian apa ee masif sekali. Bahkan semua transaksi apapun, kegiatan apapun itu bisa dilaksanakan kapan saja. Sekarang iya itu ada adalah revolusi transportasi. He berikutnya kalau kita mau dulu ya pada saat kita mau penerbangan gitu ya pergi pakai penerbangan ya kita harus ngantri ke bandara gitu ya. Kalau enggak gitu kita harus telepon ke maskapainya nyari tiket, cari promo dan lain sebagainya. Sekarang enggak kok. Nanti sore kita mau pergi sudah kita pesan sekarang aja. He. Nah, ada enggak penerbangan nanti malam? Oh, ada penerbangan nanti malam ee ke
8:30 Surabaya dari Surabaya ke Jakarta jam berapa? Kita bisa pakai aplikasi tadi gitu. He. Terus ee termasuk misalkan apa ee kendaraan bermotor, betapa namanya revolusi transportasi ini sudah luar biasa sekali gitu ya. Kendaraan bermotor sekarang ya yang paling simpel ada aplikasi yang namanya yang mengkoneksikan antara HP kita dengan posisi sepeda motor kita di mana. Jadi kalau kita lupa naruh ya kita entar bisa tahu kok posisi motor kita ada di mana dari HP kita gitu. Itu kan namanya digital. Dan ee ini adalah salah satu ee bagian dari revolusi 3T yaitu tentang transportasi. Bahkan sekarang dengan era kemajuan digitalisasi sekarang ini ee untuk mobil-mobil tertentu itu Mbak Prita
9:16 enggak usah pakai driver, Mbak Prita tinggal nunggu di apa di carport-nya depan RRI nanti mobilnya bisa datang sendiri tuh tanpa driver. Oke. Oke. Buka pintu tinggal menggerakkan tangan aja itu nanti Mbak Berita mobilnya bisa buka sendiri. Itu adalah bagian dari digitalisasi bisnis. He he artinya apa? Bahwa para pelaku bisnis ini sudah melihat bahwa ke depan orang itu akan lebih dimanjakan istilahnya gitu atau orang akan lebih ee diberikan kemudahan akses kemudahan dengan menggunakan aplikasi-aplikasi berbasis digital. He. He. Berikutnya adalah ee revolusi ee 3T adalah masalah telekomunikasi. He. Ya. Sekarang Mbak Perita ada di Madiun.
10:01 saya apa ee bisa melakukan apa ee live streaming seperti ini ini karena komunikasi dulu pada saat apa ee kita masih kecil-kecil dulu ya kalau lebah apa misalkan ada berita yang bersifat apa ee urgen sekali kita harus datang ke kantor Telkom kita minta tolong untuk dibuatkan berita mendadak istilahnya dalam bentuk namanya Telegram. He kan Telegram itu merupakan teknologi saat itu bisa menggunakan seperti itu. Tapi sekarang coba dengan telekomunikasi yang sekarang sudah sakit sangat-sangat terbuka sekali. Mbak Perita bisa tatap muka dengan saya, Mbak Perita bisa tatap muka dengan mungkin saudara, dengan
10:47 teman di belahan dunia dengan waktu yang berbeda gitu kan. ini adalah bagian dari namanya revolusi apa ee telekomunikasi dan ini adalah bagian hal yang tidak bisa kita apa ee kita hindari gitu loh dalam kondisi kayak sekarang ya. Bahkan yang namanya apa ee telekomunikasi tadi bisa dilakukan kapan aja sangat masif sekali. Berikutnya adalah ee revolusi 3T adalah tentang masalah true and travel perpindahan manusia. Ya, mungkin saat ini jam segini Mbak Prita mungkin masih di Madiun ya. Bisa saja besok pagi tiba-tiba Mbak Prita ada ada di Jakarta menghadapi suatu kegiatan di Jakarta. Mungkin makan siangnya di Jakarta. Ee pada hari Minggu pagi Mbak Perita
11:32 sudah sampai di Madiun lagi. Nah, ini ada kecepatan perpindahan manusia dari satu titik ke titik yang lain yang sangat mudah sekali ya kan. dan dengan era apa ee revolusi 3T yang tadi apa ee saya sampaikan tadi itu ada yang namanya kita dulu sudah mulai terdeteksi bahwa nanti akan terjadi namanya era pasar terbuka. He he. Ya, era pasar terbuka ini adalah semua kegiatan bisnis itu bisa dilacak dan bisa dilakukan transaksi kapan saja, di mana saja. He coba sekarang yang namanya makanan yang ada di Madiun, orang di Jakarta bisa pesan [berdehem] ya kan orang bisa pesan contoh ee kue
12:21 yang apa ee merupakan ikonnya kota Madiun. Dia bisa pesan nanti bisa langsung dikirim. He he. Yang di dalam kota misalkan kalau pas makan siang nih kita nih kadang-kadang suka makan siang itu sudah jari-jari kita ini sudah scroll-sroll cari apa ya menunya pengin makan apa ya. Itu coba bayangin aja dulu kalau kita mau mau makan harus kita pergi keluar gitu. Sekarang kita mau makan ya pasarnya terbuka sekali. Kita mau makan apapun itu kita tinggal pesan. Misalkan kalau mau kita bayar mungkin agak jauh ya, ya enggak apa-apa. Asalkan kita mau bayar apa transportnya agak jauh, tapi makanannya yang memang kita suka tempatnya agak jauh itu bisa-bisa terlaksana.
13:07 Kita mau belanja dulu kalau mau lebaran yang namanya toko apa departement store itu ramai sekali. Sekarang mau lebaran aplikasi yang ramai orang pada belanja cari dari sini apa sih barang yang bagus dan lain sebagainya. Itu adalah bagian dari pasar terbuka dan pasar terbuka saat ini sudah tidak bisa kita hindari lagi Mbak Pita. He. Semua transaksi apa ee bisa dilakukan di mana aja. Bahkan kita mau beli apapun apapun kita mau beli udah pasarnya ada di sini. Ada di sini pasarnya. Bahkan contoh kayak betapa namanya pasar terbuka itu sangat sangat terbuka sekali adalah beberapa saat yang lalu anak saya ee
13:55 pengin cari casing HP. Saya bilang ini ya udah cari aja di marketplace gitu ya. Dia marketplace dia bilang, "Ya, aku dapat harga casing HP eh HP-nya bagus, coraknya bagus, warnanya bagus seperti yang dia suka. Berapa harganya, Kak?" Murah ya? Cuman Rp10.000. Rp10.000. Kok murah sekali? Iya, tapi agak lama kirimnya kurang lebih sekitar 7 hari. Kok lama? Iya. Ternyata dia beli casing HP itu di China. Oke. R.000 dari China dikirim sampai tempat di rumah. Coba berapa sebenarnya nilai ekonomisnya? Kalau saya pikir. Nah, ini adalah bagian dari yang namanya ee digitalisasi yang sudah merambah dan
14:40 masuk ke pasar terbuka. semua komoditas, semua barang bisa diperdagangkan dengan menggunakan yang namanya digital ee bisnis tadi. Kalau kita sekarang punya produk dan kita jual secara manual, rasanya untuk saat ini sudah sulit gitu. Karena apa? Pasarnya sudah sangat terbuka sekali, Mbak. Mau gak mau kita harus ikut terjun ke pasar tadi dengan menggunakan era digitalisasi tadi untuk apa? Barang kita bisa laku, gitu. Bayangkan aja tadi produsen di Cina sana jual casing HP harga Rp10.000, ongkos kirimnya Rp7.000 dari China masuk ke rumah saya gitu. Berapa itu sebenarnya nilai ekonomisnya? Saya bilang gini, "Ini kalau kamu beli
15:25 di toko langsung harganya mesti akan lebih mahal, Kak." Saya bilang kepada anak saya, "Iya sih, tapi kan 7 hari ya enggak ada masalah." Artinya apa? dengan digitalisasi tadi kalau memang kita mau bertransaksi mungkin karena ya harganya murah, barangnya bagus, ya udahlah sabar dikit toh nanti juga akan nyampai. Nah, ini adalah bagian-bagian dari namanya ee bisnis digital. Bahkan para pelaku bisnis sekalipun itu juga tidak khawatir dan mereka tidak takut untuk menggaransi barang yang diperjual belikan dalam e dunia bisnisnya tadi ee sesuai dengan spek yang disampaikan di dalam platform digital. Nah, itu adalah bagian dari apa ee era pasar terbuka. Sama dengan hal yang yang
16:13 berikutnya adalah setelah pasar terbuka adalah teknologi yang sudah sangat maju. Oke, sekarang kalau kita mau ngiklan, Pak, kalau gak kita ikutin dengan iklan visual sulit ya kan. Makanya apa ee Unmer Madiun bekerja sama dengan RRI ini adalah bagian saya juga ee seringki bekerja sama dengan RRI kebetulan saya di Unormadiun selain jadi dosen saya juga adalah ee merupakan tim PMB ya. saya menyampaikan tentang program-program kami melalui platform digitalnya RRI Madiun gitu. Kenapa? Satu, RRI Madiun kan tidak hanya menggunakan apa ee radio dengan apa ee siaran radio
16:59 seperti biasa, ya, tapi kan sudah menggunakan platform digital, ada YouTube-nya. He ya kan. Nah, ada kanal apa di apa di TikTok-nya. Nah, itu di semua media sosial ya. Ya, di media sosialnya kan sudah banyak sekali dan kalau sudah live seperti ini yang nonton banyak Mbak pendengarnya mungkin searah kota Madiun. Oke. Tapi penontonnya di di channel-channel media sosialnya RRI Madiun itu sudah banyak lebih banyak dan lebih luas lagi. Makanya yang namanya teknologi yang sudah sangat maju ini adalah peluang kita bagi para pelaku bisnis. Kebetulan saya juga pelaku bisnis kalau saya boleh bilang karena saya apa ee menjalankan ee tugas sebagai apa ee bagian promosi di kampus saya. Ini adalah pelaku bisnis
17:46 ini cari peluangnya gimana caranya supaya promosi ee kampus kami ini bisa lebih luas. He kami ee saya sendiri juga di bagian promosi terus nih live TikTok, live Instagram ya kami upload ke dalam media sosial ya. Ternyata apa? Salah satu mahasiswa kami kemarin yang angkatan tahun kemarin tahun 2025 itu dia bukan anak Madiun. Dia dari ee Nusa Tenggara Barat. He dia memilih kuliah di tempat kami karena apa?
18:31 Satu dia itu melihat live TikTok-nya PMB Madiun. Oke. Dari situ teknologi yang kami pakai. Iya. Makanya saya bilang, "Loh, kamu dari Bima ke sini ada siapa di sini?" Enggak ada siapa-siapa Bapak. Saya di sini kos sendirian. Loh, kenapa? Karena ee saya lihat live TikTok-nya Un Madiun dan kok menurut saya menarik sekali untuk kuliah di sini. Makanya saya ke sini. Coba bayangkan Mbak dari Nusa Tenggara Barat dia ke Madiun itu mesti lewat apa ee pulau Bali. Dari pulau Bali dia nyebrang ke Pulau Jawa dan seterusnya sampai ke Madiun. Coba bayangkan kalau jangkauan kami sudah apa ee jangkauan apa bisnis digital itu sudah sampai sejauh itu gitu. He bahkan apa ee interaksi-interaksi dari
19:20 dari apa ee mahasiswa-mahasiswa kami yang dari luar daerah pun ya karena mereka lihat apa ee iklan-iklan yang kami sampaikan melalui ee ee jalur-jalur atau saluran-saluran digital ee telekomunikasi tadi. He he gitu Mbak. Oke. Jadi itu tadi memang kenapa akhirnya bisnis digital atau apa namanya sesuatu yang memang sekarang banyak yang beralih ke digital. Tapi memang ee banyak yang belum semuanya siap begitu ya, Pak. Beralih ke apa namanya digital. Nah, memang pasti ada konsekuensinya bisa saja tertinggal. Tapi apakah memang bisnis konvensional itu suatu ketika akan benar-benar hilang atau akan tetap masih ada? Ini seperti apa kalau pandangan Pak Handaru sendiri? Sebelum nanti kita juga ingin tanya terkait dengan etika dalam bisnis digital ini
20:05 sendiri juga seperti apa. Silakan, Pak. Iya. Baik. Apakah ee bisnis konvensional akan tertinggal? Bisa jadi peluang besaran volume transaksinya akan lebih luas kalau mereka berani masuk ke platform digital. Oke. Karena apa? Pembelinya akan lebih luas. He he he. Ya kan pola perdagangan dia tidak bersifat ee regional atau transaksinya tidak bersifat regional yang yang terbatas. tapi dia punya transaksi yang bisa lebih luas. He ya kan? Apakah nanti akan akan hilang yang bisnis ee yang bersifat konvensional? Ya bisa saja dia akan akhirnya sebelum
20:52 dia apa menghentikan bisnisnya dia akan beralih ke platform digital. Karena apa? Dia menyadari nantinya Mbak contoh saya dan Mbak Prita ee memiliki bisnis yang sama. He, Mbak Prita sudah duluan berangkat menggunakan platform digital. Saya mempertahankan ee konvensional saja. Penjualan saya kan terbatas di regional Kota Madiun saja yang kenal dengan apa ee usaha saya. Sedangkan Mbak Prita tetangga sebelah, kota sebelah, kota lain, provinsi lain, bahkan negara lain sudah tahu produknya Mbak Prita. Nah, lama-lama volume transaksi saya dengan Mbak Prita akan lama-lama akan tertinggal jauh. Jadi sebelum saya
21:38 akhirnya nanti semakin jauh tertinggal, saya akan masuk ke platform digital. Dan saat ini banyak kok, banyak orang-orang yang bisa mengajari kita bagaimana mengelola bisnis digital tadi ya, platform-platform digital tadi untuk bisa kita kelola se baik mungkin, semaksimal mungkin untuk meningkatkan ee apa istilahnya transaksi dari bisnis kita. He he. Kalau kita masih menggunakan cara-cara yang bersifat konvensional, lama-lama ketinggalan, Mbak. Nanti, Mbak. Oke. Jadi memang tetap ada konsekuensinya meskipun kadang kala juga secara psikologi manusia kadang-kadang memang membutuhkan untuk bisa bertatap muka langsung begitu ya. Kadang ada kebosanan juga kalau misalnya kita mengakses digital terusmenerus begitu ya. Kadang ada rasa
22:25 ingin tahu barangnya ataupun juga memang berinteraksi langsung dengan penjualnya begitu. Berarti memang salah satu caranya memang tetap memadukan keduanya begitu. meskipun memang ada yang memilih segala sesuatu dilakukan secara digital karena memangkas dari sisi biaya operasional begitu ya Pak Handaro. Betul pasti. He. Kalau mau tatap muka langsung saat ini sudah sangat banyak ee platform yang digunakan para pebisnis-pebisnis tadi dalam proses digital. Misalkan dalam live TikTok ya. itu kan sering banyak ya orang mer-review di situ. Kita juga kadang pada saat kita mau belanja ya otomatis kalau kita beli langsung ke toko kita bisa pegang itu barangnya. Tapi kalau kita menggunakan apa e platform digital ya mungkin kita tidak
23:12 bisa langsung pegang tapi kita bisa melihat nih spesifikasi produknya. He. Nah ini nanti ee masalah kita bicara spesifikasi adalah bagian dari etika ya. Etika bisnis nanti. Oke kita tahan dulu untuk etikanya. He ya. Ee terus kita mungkin kita bisa lihat review-nya para pembeli sebelumnya. Oke. Banyak fitur ya sebenarnya ya. Banyak fitur yang bisa kita ee apa ee kita pakai dalam ee era digital tadi untuk kita bisa ee berinteraksi lebih banyak dengan para calon pembeli gitu loh Mbak. He. He. Oke. Jadi memang secara memang tidak bisa pegang langsung sih. Memang enggak bisa langsung dipegang karena memang jaraknya beda tempat ya istilahnya gitu. Iya. Betul. Karena itu juga begitu meskipun memang e penting sekali nantinya literasi digital itu sendiri
23:57 dipahami oleh masyarakat kita yang meskipun saya rasa juga masih belum merata begitu ya Pak Handaru. Nah, saya juga ingin nanti tahu dari sisi etika dalam apa namanya bisnis digital seperti apa sembari juga nanti membacakan mungkin pertanyaan yang sudah bergabung di sore hari ini. Tapi kita jedah sejenak Pak Handaru, Pakar dan juga pemirsa tetaplah bersama kami di ekonomi digital sore hari ini. Sunguh PR dua fans teman terbaik kamu. Kita bacain dulu postingan teman pradua. Kali ini ada Mariana yang katanya pengen titip salam buat Mbak Nur yang lagi di Paris. Semangat berjuang ya. Wah, kalau gitu aku putterin ini lagu spesial buat kamu yang lagi berjuang tapi belum pernah diperjuangkan ya.
24:42 Ada Mariana yang katanya pengin salam buat Mbak Nur yang lagi diang. Walah mar aku krungu loh salahmu. Matur nuwun loh tombok kangen tekini salam balik neng TikTok [musik] ya. Samo-samo Bundo Jan TikTok taruy ho Bundo awak baru dapat info lowongan karajo di aplikasi eh elok-elok buyuang banyak panipu. Ah, Indang lah Bundo. RRI News.
25:31 Ayo, S. Ayo, Bang. Makasih banyak yang kosong. Ayo, ayo Kakak. Nyanyi lagu apa kita pak? RRI digital saja toh. [musik] Paten kali lagu Campur Sehari ini. Sesekali JZ lah. Linda. Semangat ya manggungnya. Iya dong kan mau manggungnya komunitas.
26:24 RRI ada di berbagai platform. [musik] Sekarang banyak cara menikmati RRI. Kamu yang mana? RRI digital. dengan tampilan baru berbagai konten kolaborasi dari berbagai program nasional [musik] termasuk siaran visual langsung, siaran radio langsung, daftar putar musik, podcast, berita video, dan berbagai [musik] feature interaksi pengguna dalam permainan. Berbagai konten menarik seperti suka, komentar, dan berbagi, [musik] serta obrolan langsung dengan penyiar dan pengguna. Pesan langsung dan fasilitas obrolan pribadi antara pengguna aplikasi juga tersedia.
27:10 [musik] RRI digital tersedia di Google Store dan App Store RRI digital. RRI digital dengan tampilan baru. Berbagai konten kolaborasi dari berbagai program nasional termasuk siaran visual langsung, siaran radio langsung, daftar putar [musik] musik, podcast, berita video, dan berbagai feature interaksi pengguna dalam permainan. Berbagai konten menarik seperti suka, komentar, dan berbagi serta obrolan langsung
27:56 dengan [musik] penyiar dan pengguna. Pesan langsung dan fasilitas obrolan pribadi antara pengguna aplikasi juga [musik] tersedia. RRI digital tersedia di [musik] Google Store dan App Store. RRI digital.
28:54 Anda masih mengikuti acara ekonomi digital program 1 RRI Madiun. Ekonomi Digital, rujukan informasi ekonomi masa kini. [musik] Ya, selain memberikan kemudahan, kemudian juga ini memang menjadi sebuah peluang ya untuk bisa meningkatkan revenue juga bagi para pelaku bisnis di era yang serba digital saat ini ee Pak Han. Tapi memang tidak memungkiri bahwasanya ee ada sisi negatifnya juga seperti mungkin ee sekarang e kejahatan cyber juga tidak bisa kita hindari begitu ya, penipuan apalagi. Nah, ini memang perlu kesadaran juga dari para apa namanya kita sebagai masyarakat baik itu juga pelaku bisnis ataupun juga para
29:40 konsumen begitu. Nah, apa yang memang perlu diperhatikan ya ini juga sebagai upaya literasi juga dalam apa namanya e menciptakan bisnis digital yang sehat saat ini. Begitu sebelum nanti juga Pak Hans bisa menjelaskan terkait dengan etika dalam bisnis yang sehat itu juga sendiri seperti apa. Karena kan ee bisnis digital saat ini tetap perlu dan sangat penting untuk dilakukan karena tadi adanya revolusi 3T juga kemudian kemajuan teknologi dan adanya era pasar yang sangat terbuka sekali begitu. Nah, ini mungkin bisa dijelaskan juga kepada pendengar dan juga pemirsa. Silakan. Oke. Baik, terima kasih Mbak Berita. Bagaimana kita menyikapi dengan adanya era pasar terbuka yang sudah sangat terbuka sekali ditambah dengan kemajuan teknologi yang mendorong ee memungkinkan
30:26 terjadinya namanya bisnis digital tadi. Ee apakah kita perlu hati-hati? Pasti jawabnya. Baik kita sebagai konsumen maupun kita sebagai pelaku bisnis. He ya. Kita perlu hati-hati. Jangan asal aja kita masuk ke dalam platform digital tanpa kita mengetahui kira-kira nanti transaksinya seperti apa. Banyak sekali kejadian-kejadian ya ee tentang penipuan lah ya yang istilahnya kita beli barang apa nanti kirimnya barang apa yang dikirim apa ke rumah kita gitu. He. Nah, satu hal yang perlu kita perhatikan adalah kita belanjanya di mana?
31:12 Karena sekali lagi platform digital ini sangat terbuka sekali. Semuanya bisa masuk ke dalam platform digital tadi. Pedagang seperti apapun dia bisa masuk dan dia di mana pun bisa masuk. Ya, kita perlu lihat dulu nih kita belanjanya di mana. Karena apa? Sekali lagi kenapa kita perlu hati-hati? Karena kita enggak tahu nih tokonya ada di mana, yang dijual itu barang beneran apa enggak gitu loh. He. Jangan sampai nanti kita sudah kadung transfer. Biasanya kalau kita menggunakan era digit apa ee bisnis digital pasti transaksinya dilakukan tidak secara tunai. He ya. Meskipun sekarang ada sih transaksi yang sifatnya cash on delivery atau COD itu ada gitu ya. Setelah barang kita cek benar baru kita bayar kepada ee orang
31:58 kurir yang mengantarkan barang tadi ke rumah. itu akan lebih safety he gitu. Tapi tidak sedikit yang kita apa ee transfer dulu baru barang dikirim. He. He. I kan. Nah, sekali lagi satu triknya adalah kita harus tahu nih kita belanjanya di mana. Tahunya bahwa toko ini kira-kira toko ini kompeten enggak sih yang jual nih kira-kira orang yang benar enggak sih? Nah, kita bisa telusuri lagi nih dari data yang ada di dalam platform tadi. Oke. Tokonya ada di mana? lokasinya ada di daerah mana. Setelah itu yang perlu kita lihat adalah review-nya. He he he. Berapa barang yang terjual ya kan? Kalau review-nya sedikit barangnya yang terjual dikit. Nah, ini
32:45 perlu hati-hati nih, gitu. Atau mungkin ada yang ee review-nya juga mungkin banyak sekali gitu ya. Nah, kita lihat nih ini fake enggak nih? Ini ini apa ee bohong enggak nih kira-kira nih transaksinya? Apakah ini transaksi beneran atau kira-kira hanya pura-pura transaksi aja gitu kan. Itu kan bisa dilihat nanti berapa sih ee tingkat ee apa istilahnya ya? Tingkat transaksinya dia biasanya muncul ada yang bintang 5, ada yang bintang 4,5 atau bintang dua gitu kan. Nah, kalau bintang dua jangan dulu deh. Meskipun barangnya menarik dan harganya murah, tapi ya bisa saja mungkin ee dia kurang kompeten atau mungkin baru masuk ke relung pasar tadi. Nah, kita juga harus hati-hati gitu. Kadang-kadang hati-hati juga yang
33:31 perlu perlu kita kita amati nih Mbak Mbak Prita iklannya H ya kan saat ini mereka apa ee para pebisnis digital tadi ya marketplaceMketplace tadi ee mereka mempromosikannya melalui media sosial. Merek sepatu katakanlah adalah merek A gitu. Setelah kita klik keranjang kuningnya ternyata mereknya beda loh. Yang dipromosikan merek A. Wih, merek A kok harganya murah sekali gitu kan. Oke. Ih, bagus sekali ini sepatu merek A ini terkenal nih. Kenapa harganya murah? Silakan cek keranjang kuning. Begitu kita cek kanjang kunjang kuning, ya Allah, ternyata pas sepatunya mereknya lain. Nah, ini perlu kita hati-hati. Enggak asal kita tertarik iklan atau terpesona
34:16 dengan harga murah. Iya, harga murah belum tentu kualitas. Tapi juga bukan berarti yang murah enggak berkualitas, enggak juga gitu kan. Oke, kita mesti harus harus hati-hati. Oke. Banyak hal tadi memang harus dilihat ya karena kadang kala sudah terpukau dengan harga yang murah atau diskon yang menggiurkan begitu. Ini kan juga berbahaya begitu. Nah, lantas kalau terkait dengan etika bisnis digital ini juga seperti apa untuk menciptakan bisnis digital yang sehat, Pak Han? Iya. Jadi kalau kita bicara masalah etika bisnis ya, kita para pelaku nih ya, kalau kita bicara sebagai pelaku pertama menjaga etika komunikasi. Oke. Etika komunikasi kalau memang kita mau dipercaya konsumen ya tidak boleh kita melanggar etika ini apa. Tidak boleh kita hiding something.
35:04 H kalau memang kualitasnya adalah A sampaikan A. Kualitasnya B sampaikan B. Jangan kita terus ya. Karena saya juga apa ee latar belakang saya dari dunia marketing. He. He. Jangan pernah kita menjanjikan sesuatu yang tidak sesuai. Oke. Karena apa? Sekali konsumen kecewa, dia akan memberikan review tidak baik dan nanti review itu akan berdampak kepada calon-calon pembeli berikutnya. Kita sendiri. Ee saya ee mengutip kalimat yang disampaikan oleh sahabat saya Mas Iman. He ya. Bisnis digital itu bagaikan pisau apa? Dua sisi. Satu, dia bisa memberikan keuntungan yang maksimal dan optimal, bagus, ya. Berdampak positif pada bisnis
35:51 kita. Tapi yang kedua, dia juga bisa berdampak negatif pada bisnis kita. Oke. Oke. Nah, ini saya mengutip apa ee kalimat yang disampaikan oleh Mas Iman ini apa sahabat saya ini ya. Kalau kita lihat yang tadi menjaga etika komunikasi. Kalau memang A katakan A, B katakan B. He meskipun saya apa ee di dalam dunia sales, di dalam dunia marketing pasti yang saya sampaikan adalah hal-hal yang baik gitu kan. Tapi hal-hal yang baik tadi juga jangan terlalu menjanjikan sesuatu yang terang sangat istimewa gitu loh. Harus ada sesuai dengan kenyataan begitu ya Pak Han ya. Iya betul Mbak. Nanti kalau terjadi apa-apa misalkan dispute ya istilahnya ya, ada orang kecewa dispute pada apa ee kondisi bisnis kita yang kira-kira tidak
36:38 sesuai di dengan harapan dia. Waduh review-nya nanti jadi enggak bagus tuh. Oke. Baik. Jadi menjaga etika komunikasi kemudian kesesuaian dengan kenyataan. Iya. Sesuai dengan kenyataan dan tidak perlu menjatuhkan orang lain loh. Ah oke. He janganlah kita terus menjelek-jelekkan apa ee produk lain lah. Jangan. itu sekali kita menjalankan produk lain apalagi dalam era digital. Sudah tunggu waktunya enggak lama bisnis kita akan runtuh sendiri. Oke. Hukum tabur tua ya. Hukum tabur tua itu saya percaya sekali. Saya tidak boleh ya pamali istilahnya ya. Kita gak boleh nih apa menjatuhkan orang lain. Karena apa? Begitu kita jatuhkan orang lain itu akan berdampak pada kita sendiri dan juga akan terjatuh. He. Oke.
37:24 Nah, berikutnya adalah etika ini sesuaikan dengan generasinya. Ah, coba sekarang. Sekarang generasinya yang menjadi pasar pasar potensial generasi apa ini? Generasi Z pastinya ya. Gen pasti. Iya, Gen pasti nanti pada saat dia akan melakukan pembelanjaan Gen ini akan di apa akan dapatkan review, akan mendapatkan masukan dari orang tuanya yang mungkin adalah Gen X atau Gen Y. He he. Ya, makanya platform-platform bisnisnya atau cara-cara kita apa menawarkan barangnya harus sesuai. He. Nah, yang terakhir ya ini nih positive thinking lah. Oke. Setiap ada kesempatan di setiap usaha pasti ada kemauan yang bisa kita kerjakan dan itu mesti akan ada hasilnya. Jadi kalau misalnya
38:09 itu adalah bagian dari etika. Iya. Ada satu yang belum sesuai tapi harus percaya lagi. Kita harus putar otak lagi cari cara lain begitu ya. Iya Mbak. Coba sekarang bisnis itu promosinya 24 jam loh, Mbak. Iya. Dan beragam sekarang bentuknya ya dan dari luar biasacam sekali saluran apapun. Oke, kita ke pertanyaan dulu Pak Han ya. Nanti takut tidak terjawab karena banyak juga yang sudah [berdehem] masuk. Saya ucap terima kasih untuk sore hari ini yang sudah bergabung ya. Dan ini ada juga dari akun Dewangga Dewandaru. Banyak UMKM yang mulai promosi lewat media sosial tapi tidak semuanya berhasil dikenal luas. Menurut Bapak sendiri, kesalahan paling umum yang sering terjadi apa itu? Oke, kesalahan paling umum yang sering sering terjadi apa coba? Ee
38:55 kenapa kok kita tidak bisa apa sustain ya, kita tidak bisa continue dalam melakukan ee peningkatan bisnis kita. He. Kadang-kadang kita merasa gini, "Ah, udahlah cukup sampai di sini sajal." atau mungkin kita tidak memperbarui cara promosi, kita tidak perbarui spesifikasi produk, kita tidak melihat peluang pasar yang sudah bergeser. Ya, untuk itu bagaimana kita nanti ee para pelaku UMKM ini ee bisa atau mau ee berhasil dalam apa ee bisnisnya masuk ke ke era digital. Yuk, banyak jalan
39:42 para pengusaha UMKM enggak sendirian ya. Kami dari sivitas akademik ini juga apa ee insyaallah mau dan berkenan kok kalau diajak tukar pendapat. Oke. Diajak untuk berdiskusi. Semakin banyak diskusi ya makin banyak peluangnya. He. Jadi kalau dibilang apakah kesalahan paling umum yang paling sering terjadi adalah ya kita mungkin tidak renewable, kita tidak memperbarui produk kita dengan market yang sudah banyak bergeser. Untuk itu yuk kita ngobrol yuk nanti kita coba dicari peluang-peluang barunya apa seperti itu, Mbak ya. Kami juga dari kami dari apa? kampus juga ee insyaallah dalam waktu dekat kami juga akan apa ee
40:29 mendampingi para pengusaha UMKM di salah satu kabupaten di sekitaran Karjan Madiun untuk masuk ke bisnis digital. Gimana sih caranya meningkatkan apa ee bisnisnya gitu ya. Kecil-kecilan aja lah contohnya ya. Contohnya di kampus kami nih ya. Di kampus kami itu ada banyak tuh ee apa ee kedai-kedai gitu ya, kantin lah istilahnya gitu. itu kalau jam istirahat tuh ada aja tuh yang pesan pakai WA gitu ya. Itu kan sudah masuk ke bisnis digital. Sebelumnya dia promosikan hari ini sedia mie ayam, bakso bla bla bla bla bla bla. Wah di biasanya ya. Jadi ini memang ada banyak pergeseran yang tadinya harus datang ke kantin. Sekarang cukup dengan pesan dulu ketika kita datang sudah jadi makanannya ya. Oke. Betul sekali. Nah, itu tadi enggak lama nunggunya Mbak.
41:15 Iya. [tertawa] Nah, ini memang jadi tantangan bagi teman-teman apalagi di sektor UMKM begitu ya. Karena digital ini memang ee apa namanya? Banyak diobrolkan, banyak ee banyak dibicarakan begitu. Tapi kan memang dalam pelaksanaannya sangat kompleks begitu ya. Dan tadi mungkin salah satunya dengan pendampingan-pendampingan yang dilakukan dari teman-teman di kampus begitu. Ini untuk senantiasa meningkatkan literasi digital juga karena memang banyak aspek yang ee apa ya istilahnya kalau tadi dari penjelasan Pak Han sendiri juga memang banyak aspek yang harus diperhatikan begitu. Nah, selanjutnya ini ada pertanyaan juga. Kadang ada produk biasa saja tetap viral, sementara produk bagus ini justru tenggelam. Nah, kalau dari sudut pandang ekonomi digital ini fenomena ini seperti apa, Pak Han? Mungkin singkat saja untuk bisa menjawab pertanyaan yang lain juga.
42:00 Silakan. Iya. Jadi, produk yang biasa aja malah viral, tapi produk yang bagus malah ketinggalan atau malah enggak laku gitu istilahnya ya. Ini benarnya fenomena apa? Inilah fenomena yang dipakai dalam era ee pemasaran ya. Salah satu konsep dalam apa ee manajemen pemasaran adalah kita harus menyesuaikan dengan marketnya. He. Pasar kita siapa? Bisa saja barangnya mungkin apa ee kita punya produk yang sama Mbak Prita dengan saya punya produk sama tapi saya tidak renewable tadi. Saya tidak memperbaru cara-cara menjual barangnya meskipun pasar kita sama. Oke. Tapi saya tidak menyentuh dengan cara-cara yang terbarukan. Tapi Mbak Prita menyentuh dengan jalan yang terbarukan. He, bisa saja secara kualitas mungkin apa ee kita berbeda kualitas tapi bisa saja
42:48 karena Mbak Prita lebih masuk ke peluang pasarnya itu masuk ke zamannya anak zaman sekarang ini istilahnya ya ke pasar potensialnya siapa Mbak Prita lebih bisa mengambil pasar tadi ya jangan salahkan diri saya tidak boleh menyerahkan apa produk saya yang kok enggak laku ya. Kenapa? karena saya tidak bisa masuk ke ke marketnya gitu loh dengan caranya ya mungkin ya terlalu konvensional meskipun dengan cara-cara digital. Oke. Jadi memang penting melihat apa yang terjadi di pasar ya sekarang ini. Itu harus terus di apa namanya dianalisa juga dan ini karena akhirnya menentukan juga karena kan tadi dituntut untuk selalu memperbarui begitu ya dari cara promosi ataupun juga mungkin packaging juga untuk disesuaikan. ini kan berarti memang butuh [berdehem] butuh apa ya istilahnya pemahaman kepada
43:33 semua pelaku bisnis bahwa melihat pergerakan pasar yang super dinamis yang bisa kadang tidak terpikirkan begitu loh sekarang trennya lagi ini penting berarti ya [tertawa] Pak. [terkesiap] Oke. Penting banget Mbak penting banget media-media sosial yang dipakai untuk platform jualan itu he itu sudah udah harus harus dimaksimalkan semaksimal mungkin tapi sekali lagi kembali ke etika. Jangan kita tinggalkan etika. Oke. Oke. Jangan kita tinggalkan etika. Tetap kita pergunakan etika. Bahkan sekarang ya yang namanya iklan he menggunakan media sosial berbayar mis contohnya adalah di TikTok segala macam itu. Begitu malam tuh iklan tuh sudah luar biasa itu promosinya. Bahkan baru tadi pagi juga
44:19 ada AI ee platform AI yang sudah di dikembangkan di China itu. Itu unik sekali tuh, Mbak. Jadi kalau dia promosi, Mbak Mbak Prita gak perlu ngomong di depan kamera, Mbak. Mbak Prita cuman diam aja, tapi nanti di dalam ee apa media sosial Mbak Prita itu seolah Mbak Mbak Prita ngomong itu. Oke. Itu sudah bisa menggunakan robotik seperti itu, Mbak. He. Oke. Sekarang karena memang teknologi ee semakin apa namanya? Berkembang ya, memudahkan. Cuman memang apa namanya untuk membangun tras itu butuh juga tadi banyak hal yang diperhatikan apalagi ee kejujuran dari si pelaku bisnis kepada konsumen itu sendiri. Nah, ini juga tadi menanggapi dari statement pahan ada akun dari
45:05 Imaniaak NSB. Fenomena saat ini disebut FOMO ya, sehingga banyak produsen yang mengejar viral tanpa memikirkan sustainable bisnisnya. Ini sangat relate berarti ya, Pak. Kadang-kala yang viral tiba-tiba beberapa bulan sudah hilang lagi. Nanti ada apalagi yang viral gitu. Oke. Jadi memang itu tadi Mbak Fomo, Mbak anak-anak apa generasi sekarang adalah orang yang apa ee fenomena yang namanya FOMO seperti yang disampaikan oleh sahabat saya ini, Mas Iman ini itu ya ya tadi barang yang mungkin kualitasnya enggak bagus malah lebih laku daripada barang kita yang kualitasnya bagus. Karena apa? Ya FOMO tadi istilahnya gitu, Mbak. Oke. Nah, tadi kita sempat juga membahas tentang apa namanya kejahatan cyber juga atau penipuan dan lain sebagainya ya. Nah, ini ada pertanyaan mungkin bisa dijawab
45:50 singkat saja karena durasi juga sudah menunjukkan menit di 52 sebelum nanti kita harus closing juga pahan ya. Ini ada dari akun Tati Pinastika. Dengan semakin meningkatnya ekonomi digital hampir semua transaksi saat ini diarahkan menggunakan secara digital ya. Nah, mungkin tips ee agar kita bijak bertransaksi digital sehingga terhindar dari penipuan atau fraud ini seperti apa, Pak Handaru? Silakan. Wah, ini pertanyaan yang sangat ee luar biasa nih dari akun Rit Pinastika ya. Iya. Ee jadi gimana caranya supaya kita transaksi tidak apa ee terjadi frout ya? Sekali lagi yang masuk ke pasar itu tidak ada batas. Semua bisa masuk ke pasar ya. Apalagi sekarang dengan cara berbagai macam cara para penjual tadi bisa menggunakan apa
46:37 jaringannya istilahnya untuk bisa memasarkan produknya. Ada namanya affiliate, affiliate, affiliate tadi ya. Contohnya seperti itu. Lalu bagaimana caranya kita supaya terhindar dari yang namanya penipuan atau fraud tadi yang yang disampaikan oleh ee akun Pinastika tadi. Satu, perhatikan ya latar belakang penjualnya. Oke, sekali lagi lihat review-nya, lihat apa ee ratingnya berapa, sudah berapa lama dia ada di marketplace tadi, jaringannya seperti apa ataukah kita ini memberi lewat affiliate atau kita langsung beli ke tokonya langsung, ya kan? Nah, kita mesti lihat nih tadi ratingnya berapa, sudah berapa
47:24 lama dia ada di situ, bagaimana berapa lama artinya dia sudah sudah masuk dalam platform digital tadi? sudah berapa berapa lama ya dia berlakukan transaksi jual belinya di situ gitu kan. Terus ada lagi kita lihat nih review-nya ada enggak review-review yang mungkin ada yang kecewa begitu banyak yang kecewa sudah kita tinggalkan saja meskipun kita tertarik barangnya ada di situ. Kalau istilahnya skip aja gitu ya skip aja udah skip aja jangan resiko. Karena apa? Kadang-kadang mereka gitu yang dipajang barang apa nanti yang nyampainya barang apa he gitu kan. Kadang-kadang kita apa ee pesannya barang apa yang dikirim barangnya rusak. He he. Hampir sama tadi ya. Nah, itu kan Iya. Itu kan berarti frut tapi lucu gitu. Kadang-kadang tuh barang
48:09 rusak duitnya dikembalikan ke kita tapi barangnya enggak diminta balik. He he. Nah, ini gimana nih sebenarnya dia ngirim barang rusak ke ke rumah kita gitu. Ya sudahlah kita pakai aja lah. Tapi ada yang juga kalau barangnya rusak kembalikan uangnya dikembalikan ke kita. Kalau pedagang yang baik ya, pelaku-pelaku bisnis yang yang baik seperti tadi ya, dia mesti akan bertanggung jawab karena apa? Satu hal, dia tidak ingin kehilangan ratingnya dan juga kepercayaan du dia tidak ingin iya kepercayaan kepercayaan pasar itu dia benar-benar pegang, Mbak. Karena apa ya? Sekali ada orang ngomong jelek, rating dia turun. He he. Oke. Samalah kayak kayak pelayanan. Mohon maon saya tambahkan pelayanan seperti taksi online, ojek online itu kan tergantung dengan rating. Itu kan digital juga pelayanan itu kan
48:56 jasa gitu kan. Jadi ya mereka akan baik gitu kepada para pelanggan. Jangan sampai nanti ada pelanggan komplain di rating jelek. Nah itu langsung bahkan bisa kena suspen gitu kan. enggak bisa transaksi lagi kan rugi. He he. Oke. Jadi memang sebelum memutuskan untuk membeli barang secara online pun juga memang harus melihat tadi sekarang banyak fitur ya mulai dari melihat apa namanya ee review yang dilakukan kemudian sudah banyak berapa beli ee berapa orang yang sudah membeli itu gitu bisa bertransaksi ratingnya. Iya dan juga mungkin kalau memang ada media sosial pendukung lainnya itu juga bisa menjadi referensi kita untuk melihat apakah ini bisa dipercaya atau tidak. Baik, Pak Handaru. Kalimat terakhir mungkin ya singkat saja sebagai apa namanya? Closing statement juga untuk topik kita dari ujung jari dunia
49:41 mengenal mung sore hari ini. Silakan. Oke. Baik, para pendengar yang budiman ee RRI Programa 1 Madiun. dari ujung jari dunia mengenalmu. Kita para pelaku bisnis ini mau tidak mau saat ini dengan adanya pasar terbuka dan era komunikasi yang telomunikasi sudah sangat-sangat canggih dan apa sudah sangat terbuka sekali. Mari jangan takut untuk mencoba masuk ke bisnis secara digital. Kenali pasarnya, kenali transaksinya. tetap perhatikan yang namanya etika bisnis yang baik karena itu adalah
50:26 menyangkut kelangsungan dan masa depan dari bisnis kita. Kalau kita jujur dalam melakukan bisnis ee digital ini, insyaallah para ee buyers atau masyarakat pembeli itu juga akan memercayakan untuk belanja melalui ee platform digital yang menunjang bisnis kita. Oke, itu Mbak. Baik, terima kasih sekali Pak Handaru untuk pemaparannya sore hari ini. Kita nanti lanjutkan untuk di kesempatan lainnya dengan topik-topik yang lainnya juga untuk mengedukasi juga pendengaran juga pemirsa dan selamat ee berlibur juga Pak Handaru. Sehat selalu. Kita berjumpa kembali. Selamat sore. Thank you. Selamat sore Mbak Prita. Pendengar dan juga pemirsa saya tuntaskan untuk ekonomi digital edisi hari ini. Dan pastikan juga tetap
51:12 bersama kami pukul 16.00 sore waktu Indonesia Barat. Kami akan ajak Anda untuk menyimak info prima berjaringan seJawa Timur. Tetaplah bersama kami di Prosat RRI Madiun. Anda telah menyimak acara ekonomi digital program 1 RRI Madiun. Sampai jumpa di edisi berikutnya. Ekonomi digital [musik] setiap hari Jumat pukul 15. Hingga 16 waktu Indonesia Barat. Ekonomi Digital rujukan informasi ekonomi masa kini. Yeah.