AMERIKA KELUAR DARI WHO ! PEMBUATAN VANKSIN & OBAT KANKER SEMAKIN BEBAS

Kamar JERI www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas inovasi medis terbaru dari berbagai negara dalam pengobatan kanker setelah Amerika Serikat keluar dari WHO. Beberapa poin utama meliputi:

  • Penemuan terapi baru untuk kanker pankreas oleh Spanyol.
  • Pengembangan terapi pembalikan sel kanker oleh Korea Selatan.
  • Inovasi Cina dalam menangani metastasis paru-paru.
  • Penemuan obat untuk infeksi HPV oleh Meksiko.
  • Keberhasilan Vietnam dalam menangani kasus kanker darah dengan terapi KTI.
  • Pengembangan vaksin kanker berbasis mRNA oleh Rusia.

Terapi Penyembuhan Kanker Pankreas dari Spanyol

Dunia medis internasional menyambut baik penemuan ilmuwan dari Spanish National Cancer Research Center (CNIO) yang berhasil menemukan metode penyembuhan kanker pankreas. Penelitian yang dipimpin oleh Mariano Barbasit selama 6 tahun ini berhasil menghilangkan kanker pankreas sepenuhnya pada tikus percobaan. Kanker pankreas merupakan salah satu kanker paling mematikan dengan tingkat kematian yang sangat tinggi. Percobaan pada tikus sering digunakan karena anatomi dan genom tikus mirip dengan manusia. Ilmuwan CNIO berhasil membasmi tumor pankreas dengan menargetkan onkogen bernama keras yang mengalami mutasi. Terapi ini menggabungkan tiga obat yang menyerang gen kras dari tiga sisi berbeda, sehingga tumor sulit melawan. Meskipun berhasil pada tikus, penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum diterapkan pada manusia.

Terapi Pembalikan Sel Kanker dari Korea Selatan

Korea Selatan mengembangkan terapi pembalikan kanker, yaitu mengubah sel kanker menjadi sel normal tanpa menghancurkannya. Tim peneliti di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) berhasil mengubah sel kanker usus besar manusia menjadi sel usus yang mirip sel normal. Mereka menargetkan pengatur molekul tertentu yang menentukan sel tersebut dan berhasil membalikkan sifat ganas selnya. Sel yang sudah diprogram ulang berhenti tumbuh tidak terkendali dan menunjukkan ciri-ciri sel usus yang sehat. Profesor Shindonguan dan timnya mengembangkan teknologi berbasis biologi sistem bernama revert untuk menganalisis data gen dari sel tunggal dan menemukan tahap transisi kritis antara sel normal dan sel kanker. Meskipun ada perkembangan signifikan, inovasi ini masih jauh dari uji klinis pada manusia.

Inovasi Cina dalam Metastasis Paru

Cina mengembangkan berbagai metode baru untuk menangani kanker paru stadium lanjut dan metastasis. Penelitian berfokus pada imunoterapi dan terapi target genetik untuk mengendalikan pertumbuhan tumor, memperlambat penyebarannya, dan memperpanjang harapan hidup penderita. Kelompok ahli di Chinese Society of Clinical Oncology (CSCO) menyusun konsensus untuk metastasis leptomeningeal (LM), komplikasi serius yang disebabkan oleh penyebaran tumor ke lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Ilmuwan bernama Puan Guo menemukan obat untuk metastasis kanker kolorektal ke paru-paru dengan mengembangkan kelompok molekul kecil yang disebut melel RNA, yang mengantarkan obat kemoterapi dan RNA anti kanker langsung ke tumor. Teknologi nanopartikel berbasis RNA ini berpotensi menjadi terobosan dalam terapi kanker yang lebih tepat sasaran.

Obat Infeksi HPV dari Meksiko

Meksiko memiliki inovasi di bidang medis, khususnya infeksi human papiloma virus (HPV) yang menjadi penyebab kanker. Dokter dari Meksiko bernama Dr. Eva Ramon Galegos menemukan obat untuk infeksi HPV dengan menggunakan pengobatan non invasif yang disebut terapi fotodinamic, yang menggunakan obat photosensitizer yang diaktifkan oleh cahaya.

Penanganan Kanker Darah di Vietnam

Vietnam berhasil menangani kasus kanker darah atau leukemia dengan metode baru, yaitu terapi KTI. Dokter mengambil sel kekebalan tubuh pasien, memodifikasinya di Taiwan dengan penanda khusus agar bisa menemukan dan menempel hanya pada sel kanker, lalu memasukkannya kembali ke tubuh pasien. Sel-sel tersebut kemudian mencari dan menghancurkan sel kanker. Keberhasilan ini dianggap sebagai kemajuan besar di dunia medis.

Vaksin MRNA dari Rusia

Rusia mengumumkan keberhasilan uji klinis vaksin kanker berbasis mRNA bernama Enteromix. Vaksin ini dirancang untuk melatih sistem imun agar bisa mengenali dan menghancurkan sel kanker. Uji praklinis menunjukkan hasil yang menjanjikan dengan pengecilan tumor hingga 60-80% tanpa efek samping serius seperti kemoterapi. Vaksin ini terbukti aman dan efektif dalam mengurangi ukuran dan memperlambat pertumbuhan tumor, serta meningkatkan harapan hidup pasien. Vaksin tersebut akan disesuaikan untuk setiap pasien berdasarkan RNA individunya. Enteromix menggunakan empat virus tidak berbahaya untuk menyerang dan menghancurkan tumor kanker, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Di dalam pendekatan terbaru ini, Dr. Mariano Barbasyid dan rekan-rekannya menggunakan cara yang berbeda dari sebelumnya. Terapi yang diuji coba ini menggabungkan tiga obat menyerang gen kran dari tiga sisi yang berbeda. Dengan kombinasi itulah tumor cenderung sulit melawan terhadap pengobatan. Nah, ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Barbesit sebelumnya kalau kanker pankreas itu enggak bisa dikalahkan hanya menggunakan satu jenis obat aja, Geng. Nah, dia menyebutkan kalau tumor tersebut sangat mudah beradaptasi sehingga pengobatan yang efektif harus menargetkan beberapa jalur sekaligus dengan menghambat banyak proses pertumbuhan kanker secara bersamaan. Geng, kemarin ketika gua membuat polling di community YouTube, polling yang menang adalah pembahasan tentang

0:46 keluarga Rosald yang diakui sebagai pembuat atau pendiri negara isri Will. Karena ternyata banyak sekali uang yang diberikan oleh keluarga Roschild untuk bisa membiayai pembangunan isri Will sedari awal. Kalau kalian mau dengar pemberitaannya, kalian bisa cek di sini. Lalu, geng, di kolom komentar gua juga lihat ada banyak dari kalian yang pengen gua membahas soal beberapa negara yang tiba-tiba menggemparkan dunia karena mereka berhasil membuat inovasi dalam bidang medis. yaitu mereka bisa membuat vaksin bahkan sampai bisa membuat obat untuk kanker. Nah, ini mustahil banget nih. Kenapa gua bilang mustahil? Karena obat kanker itu dari dulu belum ada kecuali ya dilakukan kemoterapi. Dan agak aneh memang ya, masa ia ada

1:33 penyakit di muka bumi ini yang enggak ada obatnya, agak terasa janggal ya kan? Karena seperti yang kita tahu ya, semua hal itu pasti ada penawarnya, pasti ada obatnya. Tapi kanker adalah salah satu penyakit yang sulit sekali ditemukan obatnya. Padahal sekarang udah era modern kayak gini. Enggak semua penderita kanker yang sudah menjalani pengobatan seperti kemoterapi sampai tindakan operasi pengangkatan sel kanker bisa sembuh total. Karena banyak juga yang terjadi. Beberapa lama kemudian sel kankernya kembali muncul dan justru menyerang organ tubuh yang lain. Dan penderita kanker di dunia itu cukup banyak. Jadi kanker ini menjadi salah satu penyakit paling sering menjadi objek penelitian bagi para dokter atau ilmuwan agar terus bisa mencari bagaimana cara untuk mengobati atau mengatasi kanker. Dan inovasi yang dilakukan oleh negara-negara ini muncul

2:19 hampir dalam waktu yang bersamaan dan semua jaraknya berdekatan dari penemuan di satu negara dengan penemuan di negara lain. Kalau kalian perhatikan juga munculnya inovasi medis dari negara-negara tersebut secara berbarengan itu terjadi setelah Amerika keluar dari WHO, badan internasional yang mengatur tentang kesehatan di seluruh dunia. Kok bisa? Amerika Serikat resmi keluar dari World Health Organization atau WHO atau biasa dikenal organisasi kesehatan dunia. Kepastian Amerika Serikat keluar dari WHO ini diumumkan oleh pihak gedung putih di X pada Kamis, 22 Januari waktu setempat. Nah, makanya di sini muncullah komentar-komentar miring tentang bagaimana dulunya pengobatan medis itu dimonopoli. Jadi, dengan kata lain nih

3:06 ya, istilahnya itu kayak sebenarnya obatnya udah ada tapi selama ini dihalang-halangi untuk bisa dipasarkan supaya apa ya? Supaya cuannya terus berjalan, supaya kemoterapi, operasi pengangkatan sel kanker itu tetap laku di pasaran. Karena kalau misalkan obat penangkalnya sudah ada, maka para penguasa-penguasa farmasi atau para mafia-mafia obat-obatan tidak bisa menjual obat mereka lagi. Ya, gimana bisa jual obat kalau orang-orang enggak sakit, kalau orang-orang sembuh? Nah, itulah rumor yang beredar tentang bagaimana setelah keluarnya Amerika dari badan WHO, tiba-tiba obat-obat manjur, obat-obat yang paten, vaksin-vaksin yang bisa mengatasi segala penyakit yang berat termasuk kanker itu langsung

3:53 banyak di pasaran dan langsung banyak negara-negara yang mengabarkan kalau mereka sudah berhasil menemukan vaksin kanker. Reciters at the Korea Advanced Institute of Science and Technology also known as CAS have unveiled a groundbreaking cancer treatment method. Caste's innovative approach instead of destroying the cells reprograms the cancer cells into normal cells. In other words, they reverse the cancer cells into healthy ones. Sejujurnya nih, Geng, ya, memang ada inovasi dari negara-negara di dalam hal medis ya ee dulu-dulunya. Tapi ya kayak jarang terdengar gitu loh, Geng. ya mungkin setahun cuma sekali dan kita gak pernah mendengar kabar penemuan yang beruntun kayak gini. Dan dari sinilah akhirnya Amerika itu semakin dipojokkan karena kenapa bisa ketika mereka tidak

4:39 ikut campur di dalam badan kesehatan dunia yaitu WHO, negara lain bisa lebih berinovasi dan bahkan dengan sangat cepat ya. Karena kan Amerika tuh keluarnya baru-baru aja ya. Tiba-tiba banyak negara bisa merilis ya pengobatan mujarab mereka dengan penemuan vaksin-vaksin mereka tersebut. Nah, apa yang sebenarnya terjadi? Nah, di sini gua bakal ngajak kalian untuk membahas tentang hal ini supaya kalian bisa menilai dan mengambil kesimpulannya. Langsung aja. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry Genggeng. Suka bikin konten pakai HP tapi kapasitas memorinya kecil. Jangan khawatir, sekarang kapasitas memori HP

5:25 kalian bisa dibikin jadi besar. Ini namanya portable SSD dari SSK. Kapasitas yang gua beli ini adalah 4 TB. Sebelumnya gua juga udah beli yang kapasitasnya 500 gig. Sekarang gua upgrade ke 4 TB supaya data yang ditampung jauh lebih banyak. Dan gokilnya ini kecepatannya sampai 40 Gbps, Geng. Proses pemindahan datanya juga simpel banget. Cukup pakai kabel, colokin ke HP kalian dan langsung pindahin. Prosesnya jauh lebih cepat daripada kalian mindahin pakai Airdrops. Ngapain beli HP dengan kapasitas memori yang besar tapi harga mahal? Mendingan beli portable SSD dari SSK. Harganya jauh lebih terjangkau dan kapasitasnya jauh

6:11 lebih besar. Untuk link pembelian kalian bisa langsung cek di bawah. Untuk pembahasan yang pertama, kita bahas dulu negara Spanyol nih. Spanyol berhasil menemukan terapi penyembuhan kanker pankreas. Jadi, geng, saat ini dunia medis internasional sedang menyambut perkembangan penting di dalam dunia medis. Setelah ilmuwan dari Spanish National Cancer Research Center atau disingkat dengan CNIO itu berhasil menemukan metode untuk penyembuhan kanker pankreas pada akhir bulan Januari kemarin. Peneliti asal Spanyol berhasil mengembangkan pengobatan yang mampu menghilangkan kanker pankreas secara total. Penelitian ini dipimpin oleh Mariano Barbasit di Pusat Penelitian kanker Nasional Spanyol atau CNIO dan telah berlangsung selama 6 tahun.

6:57 Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penelitian dari para ahli yang ada di Spanyol berhasil menghilangkan kanker pankreas sepenuhnya pada tikus percobaan mereka. Kanker pankreas itu menjadi salah satu kanker paling mematikan menurut WHO. Dari data, American Institute for Cancer Research menunjukkan kalau kanker pankreas itu menyerang sekitar 68.530 orang dan menyebabkan 52.740 kematian setiap tahun di Amerika. Nah, itu baru di Amerika. Kebayang enggak kalau dikumpulkan satu dunia, Geng? Ada berapa juta orang yang meninggal dunia karena kanker pankreas? Nah, ini artinya resiko kematian pastian kanker pankreas itu sangat tinggi dengan persentase lebih dari 76% per tahunnya. Data kematian yang tinggi ini juga ditunjukkan oleh Globak Ken pada tahun

7:44 2020 dan kanker pankreas di Indonesia bisa menyebabkan kematian sampai 5.690 nyawa. Gila, merinding gua, Geng. Dan karena itulah ya, Geng, ya. Enggak heran kenapa penemuan ilmuwan Spanyol terkait metode penyembuhan kanker pankreas menjadi kabar yang menghebohkan. Karena kayak selama ini dianggap mustahil gitu, tapi tiba-tiba setelah Amerika keluar dari WHO, hal ini bisa di-publish ke masyarakat luas seolah-olah baru ditemukan. Nah, terus karena yang dijadikan percobaan itu adalah tikus, bukan berarti hasil dari percobaan ini bisa diterapkan kepada tikus doang. Dan kalian harus tahu, Geng, tikus memang sering digunakan di dalam penelitian karena anatomi dari badan tikus itu mirip dengan manusia. Nah, selain mirip dengan anatominya, ternyata genom, tikus, dan manusia itu sering sekali

8:30 sama atau mirip. Meskipun kelihatannya kita dan tikus berbeda jauh, tapi ternyata kita memiliki sekitar 90% gen yang identik dengan tikus. Nah, penelitian dengan menggunakan tikus sudah dilakukan sejak zaman dulu. Dan selain karena mirip ya dengan manusia, alasan lainnya kenapa ilmuwan menggunakan tikus ya karena hewan tersebut mudah didapatkan dan mudah disimpan di laboratorium ee dan juga mudah berkembang biak dan harganya murah, relatif jinak dan memiliki usia yang pendek yaitu sekitar 2 sampai 3 tahun. Kasih tahu mereka nih, Geng, kalau mereka butuh tikus di Senayan banyak. Canda, canda. Oke, lanjut. Nah, jadi bisa dikatakan gak perlu melakukan percobaan kepada manusia yang mana kalau hasil penelitiannya enggak berhasil nantinya kan bakal menyiksa manusia itu sendiri. Nah, tapi kalau ada yang penyayang hewan pasti bakal bertanya

9:16 kayak, "Oh, jadi menyiksa tikus boleh ya? Jawabannya sebenarnya sih enggak gitu ya." Tapi mau bagaimana lagi? Namanya juga dunia medis. Kayaknya manusia lebih berharga enggak sih daripada nyawa tikus gitu. Nah, dan tikus sendiri kalau kita lihat dari jarak umurnya ya memang umur tikus itu singkat sekali ya, cuma 2 sampai 3 tahun. Jadi enggak terlalu lama bisa merasakan penderitaan. Itulah e statementnya, statement orang-orang di dunia medis gitu. Nah, kita bakal balik lagi nih, Geng, ke penelitian yang dilakukan oleh si NIIO ini. Bagaimana para ilmuwan Spanyol bisa menemukan metode penyembuhan kanker pankreas. Dikatakan kalau para ilmuwan dari CNIO itu berhasil membasmi tumor pankreas sepenuhnya. Mereka menjelaskan dengan detail dalam jurnal Proceding of the National Academy of Science atau PNES.

10:04 Dan penelitian tersebut dipimpin oleh seorang dokter yang bernama Dr. Mariano Barbasid, seorang ilmuwan yang sebelumnya berperan penting di dalam mengidentifikasi onkogen manusia pertama, yaitu mutasi genetik pada kanker dan menjadi salah satu peneliti kanker yang paling berpengaruh di Eropa. Nah, di dalam studi tersebut siio itu menargetkan onkogen yang mana onkogen ini adalah gen yang bernama keras yang mengalami mutasi perubahan sehingga membuat sel terus tumbuh tanpa kendali dan bisa memicu kanker. Nah, onkogen tersebut bisa mengalami mutasi pada sekitar 90% penderita kanker pankreas. Dan sebenarnya, Geng, nah penargetan terhadap gen keras ini sudah pernah dilakukan sebelumnya. Tapi saat itu muncul masalah karena sel kanker tetap

10:50 menemukan jalan untuk tumbuh meskipun si penderita sudah menjalani terapi dalam beberapa bulan. Di dalam pendekatan terbaru ini, Dr. Mariano Barbasid dan rekan-rekannya menggunakan cara yang berbeda dari sebelumnya. Terapi yang diuji coba ini menggabungkan tiga obat menyerang gen kran dari tiga sisi yang berbeda. Dengan kombinasi itulah tumor cenderung sulit melawan terhadap pengobatan. Nah, ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Barbesit sebelumnya kalau kanker pankreas itu enggak bisa dikalahkan hanya menggunakan satu jenis obat aja, Geng. Nah, dia menyebutkan kalau tumor tersebut sangat mudah beradaptasi sehingga pengobatan yang efektif harus menargetkan beberapa jalur sekaligus dengan menghambat banyak proses pertumbuhan kanker secara bersamaan. Nah, barulah bisa mendapatkan hasil yang signifikan. Di dalam percobaan laboratorium, tikus dengan

11:36 tumor pankreas stadium lanjut itu mengalami penghilangan kanker secara total. setelah menerima terapi kombinasi tiga obat. Yang lebih menariknya adalah apa yang terjadi setelahnya, Geng? Selama pemantauan jangka panjang, para peneliti tidak melihat sel kanker yang tumbuh kembali. Dan hal ini menunjukkan bahwa terapi tersebut mungkin bisa menekan mekanisme biologis yang biasanya menyebabkan kanker muncul kembali. Ketika berita mengenai inovasi tersebut beredar, reaksi publik pun beragam. Ada yang sangat antusias dan menganggap ini sebagai harapan baru dalam pengobatan kanker. Tapi ada juga yang bersikap skeptis dan mempertanyakan apakah proses regulasi atau industri farmasi bisa memperlambat pengembangan e dan penelitian ini. Cuma, Geng, meskipun penelitian ini berhasil diuji pada tikus, tapi pengobatan ini belum bisa

12:21 diterapkan secara langsung kepada manusia. Nah, Barbasid itu bilang kalau masih ada atau masih diperlukan penelitian lebih lanjut sebelum pengobatan ini diterapkan kepada manusia. Nah, dia dan rekan-rekan ilmuwannya yang lain itu bilang kalau penerapan terobosan tersebut tidak bakal mudah. Tapi temuan ini ya paling tidak menjadi harapan baru untuk bisa melawan kanker pankreas. Karena mau gimanapun ini bisa menjadi pintu untuk perkembangan medis di dalam melawan kanker pankreas ke depannya. Dan atas penemuan inilah kedutaan besar Spanyol yang ada di Inggris memberikan apresiasi terhadap penelitian para ilmuwan siio geng. Nah, itu baru satu negara ya, Geng. Sekarang kita bakal masuk ke negara selanjutnya yaitu Korea Selatan yang disebut-sebut berhasil mengembangkan terapi yang bisa membuat sel kanker menjadi tidak ganas lagi. Dan

13:08 ini semua bisa mereka rilis atau bisa mereka beritakan ke dunia internasional setelah Amerika keluar dari WHO. kita bahas. Jadi, Geng, salah satu konsep baru di dalam dunia medis yang sedang berkembang saat ini adalah terapi pembalikan kanker. Yaitu terapi dengan cara mengubah sel kanker agar kembali menjadi sel normal. Nah, perbedaannya dengan metode pengobatan sebelumnya adalah biasanya sel kanker akan berusaha untuk dihancurkan agar selnya bisa hilang sepenuhnya dari tubuh. Nah, tapi ini enggak, Geng. Selnya itu tetap ada. tapi dijinakan dan Korea Selatan berupaya untuk mewujudkan hal tersebut. Mulai dari akhir tahun 2024, tim peneliti di Korea Advance Institute of Science and

13:56 Technology atau disingkat dengan KISD itu menunjukkan bukti awal yang sangat-sangat menjanjikan. Mereka ini mengembangkan sebuah metode untuk mengubah sel kanker usus besar manusia menjadi sel usus yang mirip dengan ee sel normal. yang mana ini prosedurnya tanpa harus menghancurkan sel tersebut dengan menargetkan pengatur molekul tertentu yang menentukan sel tersebut dan para ilmuwan berhasil membalikkan sifat ganas dari selnya itu, Geng. Nah, sel yang sudah diprogram ulang itu ternyata berhenti tumbuh secara tidak terkendali. Jadi kayak yang tadinya itu amburadul banget munculnya ke mana-mana gitu ya. Nah, tapi setelah dikendalikan, setelah dijinakan, nah itu sel kankernya kembali menunjukkan ciri-ciri dari sel usus yang sehat. Jadi dijinakan gitu, Geng. Uji coba itu terus dilakukan, Geng, oleh K atau Kais. Nah, pada

14:44 tanggal 9 September 2025, Prof. Shindonguan dari divisi riset bioinformatika dan tim Profesor Chok Kuang Yun dari departemen bio dan rekayasa otak di Kais itu sama-sama mengembangkan teknologi berbasis biologi sistem yang diberi nama revert. Nah, biologi system itu adalah metode penelitian yang menggabungkan keilmuan IT, pemodelan matematika, dan simulasi komputer dengan eksperimen biologi molekuler dan sel untuk menganalisis proses kehidupan yang kompleks. Nah, tim peneliti ini menganalisis data gen dari sel tunggal untuk menemukan apa yang disebut sebagai tahap transisi kritis, yaitu batas antara sel normal dan sel kanker. Ini adalah momen yang tepat sebelum sel sepenuhnya berubah menjadi kanker. Dan pada tahap ini masih ada

15:31 kesempatan untuk mengembalikan hal tersebut ke kondisi normal dengan intervensi tertentu. Hal ini disebut dengan molecular switch atau saklar molecular. Nah, mereka ini mencoba membalikkan sel tersebut ke kondisi semula agar sel kanker tidak berubah lebih jauh menjadi kanker yang ganas gitu, Geng. Perkembangan dari penelitian tersebut berlanjut lagi di tahun 2026. Case ini berhasil mengidentifikasikan molekular switch yang lebih spesifik untuk mengarahkan sel kanker kembali menjadi sel normal. Penelitian yang dilakukan saat ini itu mulai difokuskan sebagai langkah menuju terapi masa depan yang fokus kepada nasib dari sel tersebut, bukan menghilangkan sel kanker yang ada di dalam tubuh. Ya, saat ini ya fokus dari penelitiannya adalah bagaimana teknologi tersebut bisa diterapkan menjadi pengobatan nyata

16:17 untuk pasien di masa depan. Walaupun udah ada perkembangan yang signifikan dalam penelitiannya, inovasi yang dilakukan oleh Kais ini ternyata masih jauh untuk bisa diuji secara klinis kepada manusia. Tapi paling enggak ini adalah berita yang baik. Nah, jadi Korea Selatan sejauh ini sudah berani untuk mempublikasikan hasil riset mereka tentang pengobatan kanker tanpa takut harus ditekan lagi oleh para mafia-mafia farmasi yang sudah memonopoli obat-obatan untuk kanker. Nah, biasanya kan enggak mau dibuat obatnya karena takutnya nanti enggak cuan lagi, enggak bisa menghasilkan uang atau enggak bisa memutarkan uang dari para penderita kanker dan keluarga penderita kanker. Gokil ya, Korea Selatan sudah berani. Oke, sekarang kita bakal lanjut ke pembahasan soal inovasi yang dilakukan

17:02 oleh Cina terhadap metastasis paru. Oke, kalau kita berbicara tentang Cina kayaknya enggak mungkin banget Cina takut sama Amerika gitu ya. Karena negara yang satu ini justru ingin melawan Amerika. Nah, tapi terkadang apapun inovasi Cina itu sering sekali dihalang-halangi oleh Amerika yaitu tadi lewat sanksi-sanksi dagang. Makanya terkadang inovasi-inovasi obat Cina itu jarang bisa sampai ke banyak negara, termasuk negara kita. Ya, terkadang ada yang sampai ke negara kita juga enggak terlalu terkenal. Karena selama masih ada Amerika di dalam WHO, maka WHO ini berhak tidak sesuai dengan persetujuan mereka. Nah, tapi saat ini di saat Amerika sudah keluar dari WHO, Cina semakin leluasa untuk bisa mempublish

17:49 obat-obatan temuan mereka. Nah, Cina saat ini sedang mengembangkan berbagai metode baru untuk menangani kanker paru stadium lanjut dan metastasis. Banyak penelitian di Cina yang berfokus pada imunoterapi dan terapi target genetik yang bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan tumor, memperlambat penyebarannya, dan memperpanjang harapan hidup bagi para penderitanya. Metastasis leptomeningel atau disingkat dengan LM. Itu adalah komplikasi serius yang terjadi ketika tumor bisa menyebar ke lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh kanker paru-paru. LM terjadi pada sekitar 3 sampai 5% pasien kanker paru-paru nonsel kecil atau NSCLC dan angkanya bisa meningkat sampai 9% pada pasien yang memiliki mutasi gen yang bernama EGFR.

18:36 Rata-rata harapan hidup bagi pasien yang menderita LM ini hanya sekitar 3,6 sampai 11 bulan. Dan karena belum adanya panduan diagnosis dan pengobatan yang jelas untuk LM pada kanker paru, kelompok ahli komite spesialis tumor neurologi yang ada di Chinese Society of Clinical Onkologi atau disingkat dengan CSO itu menyusun sebuah konsensus, Geng. Nah, jadi konsensus ini didaftarkan pada bulan Desember 2023 di platform prepare namanya. Nah, para peneliti Cina itu meninjau berbagai literatur ilmiah dari Papmase, terus ada CNKI dan juga one Fang data sampai di bulan Mei 2024 dan diperbaharui pada bulan Februari 2025. Ada sebanyak 106 ahli yang terlibat di dalam penyusunan konsensus ini dengan

19:22 melakukan pemungutan suara terhadap 25 pertanyaan yang sudah ditentukan sebelumnya. Nah, ada sebuah tweet yang viral di X dari akun Kekus Sage yang menuliskan bahwa ada seorang ilmuwan yang bernama Puan Guo yang menemukan obat untuk metastasis kanker kolerektal ke paru-paru. Dia dan timnya mengembangkan kelompok molekul kecil yang disebut dengan melel RNA yang mana ini bisa mengantarkan obat kemoterapi dan RNA anti kanker langsung ke tumor dan lagi-lagi pengujiannya kepada tikus ya dan efeknya hampir menghilangkan metastasis kanker kolorektal di paru-paru tikus. Nah, melargetkan sel kanker dengan menempel pada reseptor di permukaan sel lalu masuk ke dalamnya. Nah, cara kerjanya seperti serangan dari

20:09 dua arah sekaligus, yaitu mengirimkan obat kemoterapi sekaligus menonaktifkan gen yang membantu agar sel kanker bertahan hidup. Nah, kenapa penemuan ini menjadi penting dan jadi viral di X? Kabarnya sih ya, kanker kolorektal yang menyebar ke paru-paru itu sangat sulit diobati, Geng. Dan memiliki kemungkinan bertahan hidup bagi penderitanya itu rendah banget, yaitu sekitar 16,2% pasien yang bisa bertahan hidup hingga 5 tahun setelah didiagnosis, selebihnya meninggal dunia. Teknologi n manopartikel berbasis RNA yang baru ini berpotensi untuk menjadi terobosan di dalam terapi kanker yang lebih tepat sasaran karena bisa mengirimkan pengobatan langsung ke sel kanker dengan lebih akurat serta mengurangi efek samping yang kurang baik pada kemoterapi. Nah, makanya ketika Cina mempublish hasil penemuan mereka ini,

20:54 wah banyak banget yang happy, Geng. Apalagi kan seperti yang kita tahu terkadang inovasi dari Cina itu benar-benar ampuh. Cina saat ini menjadi negara dengan teknologi yang paling dipercaya di muka bumi ini. Ketimbang Jepang, ketimbang Barat, Cina sepertinya lebih unggul dan berhasil membranding diri mereka sebagai negara dengan keberhasilan kemajuan teknologi yang paling gila-gilaan. Nah, jadi sudah tiga negara nih, Geng, yang kita bahas. Selanjutnya gua bakal ke Meksiko. Wah, negara yang selalu kita dengar e penuh dengan kriminalitas di sana. Tapi ternyata mereka juga sudah mulai berani m-publish inovasi mereka setelah Amerika keluar dari WHO. Apa inovasinya? Kita bahas.

21:40 Jadi, Mexico, negara yang selama ini dikenal sebagai negara dengan angka kriminalitas yang tinggi ternyata bisa memiliki inovasi di bidang medis, Geng. Tepatnya pada infeksi human papiloma virus atau HPV yang menjadi penyebab kanker. HPV sendiri adalah virus yang umum. yang bisa ditemukan pada setiap orang dan mudah sekali menular. Ada sekitar 130 tipe HPV dan ya empat di antaranya yang paling sering menginfeksi manusia adalah tipe 6, tipe 11, tipe 16, dan tipe 18. Kanker servix atau kanker leher rahim adalah jenis kanker yang disebabkan oleh virus HPV ini yang mana orang-orang dengan kanker servix itu bakal terpapar dengan HPV tipe 16 dan tipe 18. Nah, tapi meskipun begitu ya, HPV ini gak cuma menyebabkan kanker

22:26 servix aja. Ada kanker vulva, kanker anal, kanker orafering, dan kanker kelamin laki-laki yang juga bisa disebabkan oleh HPV. Virus tersebut bisa dikatakan sebagai silent killer karena saat HPV masuk ke tubuh manusia, enggak ada gejala apapun yang muncul dan baru tersadar ketika sudah terjadi masalah kesehatan yang serius. Penularan HPV ini sebenarnya bisa dicegah karena sudah ada vaksin yang terbukti mencegah HPV dan tentunya sekaligus mencegah kanker servix hingga kutil kelamin. Nah, tapi geng meskipun sudah bisa dicegah tapi belum ada obat yang bisa mengobati HPV kalau manusia sudah terkena virus ini. Nah, ada seorang dokter dari Mexico yang bernama Dr. Eva Ramon Galegos. dia bersama dengan timnya sudah menemukan obat untuk infeksi HPV ini. Padahal selama ini ya belum ada yang berani

23:13 mengklaim kalau mereka berhasil menemukan obat untuk infeksi HPV yang ada tuh vaksinnya. Memang agak terdengar aneh gitu ya. Kalau memang vaksinnya sudah ditemukan, masa i obatnya enggak gitu. Nah, jawabannya ya itu tadi monopoli farmasi. Dan semenjak Dr. Eva Ramon Galegos bersama dengan timnya menemukan obat infeksi HPV, pengobatan yang mereka temukan ini mereka lakukan dengan menggunakan pengobatan non invasif yang disebut sebagai teori fotodinamic yang menggunakan obat yang dikenal dengan photosensitizer. Obat ini akan diaktifkan oleh cahaya dengan panjang gelombang tertentu tergantung dari jenis senyawanya. Jadi, Mexico sudah memppublish hal itu. Oke, selanjutnya kita bakal membahas soal tim dokter di Vietnam yang kabarnya berhasil menangani kasus kanker darah atau

24:00 liukemia. Nah, ini juga langka banget nih, Geng. Sekarang kita bahas. Vietnam dilaporkan berhasil menangani kasus kanker darah atau liukimia dengan sebuah metode yang baru, Geng. Hal ini berawal dari kondisi seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang sangat kritis. sehingga dokter di saat itu gak punya banyak waktu untuk bisa melakukan uji coba yang panjang. Nah, akhirnya dokter di saat itu mencoba metode baru yang disebut dengan terapi KTI yang sebelumnya digunakan untuk pengobatan kanker darah di Vietnam. Mereka mengambil sel kekebalan tubuh milik anak tersebut, yaitu sel yang berfungsi untuk melawan penyakit lalu dikirimkan ke ilmuwan medis yang ada di Taiwan. Di sana para ilmuwan memodifikasi sel tersebut dengan penanda khusus agar bisa

24:46 menemukan dan menempel hanya pada sel kanker aja. Jadi ditargetkan gitu loh, Geng. Setelah diperbanyak menjadi jutaan sel, sel-sel tersebut dimasukkan kembali ke tubuh pasien melalui selang kecil di tangannya pasien. Dan sel-sel tersebut kemudian mencari sel kanker, lalu menyerang sel kanker dan menghancurkan sel kanker. Setelah beberapa hari kanker tersebut dinyatakan hilang, Geng. Walaupun kejadiannya di Vietnam, kalau kita lihat dari background-nya ya ternyata ini ada andil dari Taiwan juga. Jadi bisa dikatakan penemuan ini berhasil diterapkan di Vietnam tapi sebenarnya inovasinya itu ya ditangani oleh Taiwan. Nah, di dalam narasi yang beredar, anak perempuan tersebut tadi menjadi pasien pertama di Vietnam yang berhasil ditangani dengan cara tersebut. Ketika pengobatan lain enggak berhasil, ternyata dengan terapi Kti tadi ya, dia bisa sembuh kembali. Dan keberhasilan

25:32 ini dianggap sebagai kemajuan besar di dalam dunia medis dan diharapkan bisa memberikan harapan bagi pasien lain di masa depan nanti. Dan mereka sudah tidak ragu lagi untuk m-publish ini atau menyatakan bahwa mereka sudah berhasil menemukan obat untuk kanker darah kepada publik karena ya semenjak Amerika keluar dari WHO. Oke, selanjutnya negara yang bakal kita bahas adalah negara musuhnya Amerika sendiri yaitu Rusia. Karena dikabarkan kalau negara tersebut berhasil memproduksi vaksin MRNA. Kita bahas. Jadi, Rusia mengumumkan keberhasilan uji klinis dari vaksin kanker berbasis mRNA yang bernama Enteromix. Vaksin ini

26:18 dirancang untuk melatih sistem imun agar bisa mengenali dan menghancurkan sel kanker. Nah, uji praklinis menunjukkan hasil yang menjanjikan, Geng. dengan pengecilan tumor hingga 60 sampai 80% tanpa efek samping yang serius seperti kemoterapi. Kepala Federal Medical and Biological Agency atau FMBA yang bernama Veronica Scaford Sofa itu sudah mengirimkan materi kepada Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan izin penggunaan klinis dari obat tersebut. Menurut dia, penelitian sudah membuktikan keamanan dari vaksin, termasuk kalau dilakukan berulang dan efisiensi tinggi yang berkaitan dengan pengurangan ukuran dan perlambatan pertumbuhan tumor. Selain itu, penelitian juga sudah menunjukkan peningkatan harapan hidup para pasien dan vaksin tersebut bakal disesuaikan

27:05 untuk setiap pasien yang mana akan disesuaikan dengan RNA individunya. Russia has announced a major breakthrough in the fight against cancer. The country's new cancer vaccine has successfully completed pre clinical trials demonstrating strong safety and high effectiveness. According to Veronica Swartsw, head of the federal medical and biological agency, the vaccine reduced tumor size by 60 to 80% and slow the disease progression significantly. Increased survival rates were also observed. Dan menurut laporan dari Medpet, enteromix ini menggunakan empat virus yang tidak berbahaya untuk bisa menyerang dan menghancurkan tumor kanker. Jadi, virus diadu dengan virus gitu dan sekaligus enteromix ini bisa

27:51 meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit tersebut. Dan setelah melalui beberapa tahun pengujian, vaksin ini terbukti efektif di dalam memperlambat dan dalam beberapa kasus ya bisa menghancurkan kanker sepenuhnya. Dan para ilmuwan Rusia juga sedang mengembangkan versi untuk glioblastoma atau tumor otak yang sangat agresif dan beberapa jenis melanoma tertentu termasuk melanoma okular yang semuanya berada pada tahap studi lanjut. Jadi dengan kata lain sedang dikembangkan untuk lebih luas dan lebih besar lagi. Nah jadi itu dia geng ya. Semua negara-negara yang dikabarkan saat ini memiliki inovasi terbaru di bidang medis. Dan dari semua narasi yang beredar, negara-negara tersebut baru bisa berinovasi atau mempublish inovasi

28:38 mereka secara luas setelah Amerika keluar dari WHO. Yang jadi pertanyaan gua ya benar enggak sih narasi itu nyata? Benar enggak sih semuanya gara-gara Amerika masih di dalam WHO? Kayak banyak pengobatan yang terhambat dulu-dulunya. Nah, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasannya. Jadi, beberapa penemuan dari negara-negara hari ini cukup menggemparkan. memang dan ini konteksnya positif ya, karena akhirnya ada kemajuan di dalam teknologi medis untuk mengobati salah satu penyakit paling berbahaya di dunia yaitu kanker. Tapi enggak jarang juga yang menyoroti bahwa inovasi tersebut baru muncul saat Amerika keluar dari WHO. Apakah ini semua hanya sebuah kebetulan atau bagaimana? Memang selama ini Amerika itu sudah dituduh oleh banyak orang sebagai dalang di balik

29:23 penyakit ganas yang ada di dunia. Dan mereka inilah yang mempelopori monopoli dari dunia farmasi. Negara ini juga diduga sengaja membuat sebuah penyakit ganas agar bisa menjual vaksin. Ya, ibaratnya itu nyiptain penyakit agar bisa jualan obat. Kita ambil contoh vaksin Covid. Ada empat vaksin yang paling banyak digunakan untuk Covid-19, yaitu Sinof, Pfizer, Moderna, dan juga Johnson and Johnson. Tapi kalian tahu enggak, Geng? Selain Sinofac, vaksin-vaksin tersebut diproduksi oleh perusahaan farmasi asal Amerika. Apalagi setelah Abstein file dirilis yang mana di salah satu dokumennya tertulis soal rencana Bill Gates dan Abstein yang melakukan simulasi pandemi jauh sebelum COVID-19 melanda. Banyak yang menduga ketika Amerika masih join dengan WHO, negara-negara lain itu mengalami hambatan dalam melakukan inovasi medis

30:09 untuk negara-negara mereka sendiri karena semuanya sudah dikuasai oleh Amerika. Dan itu semua terbukti ya karena Amerika keluar dari WHO dan tiba-tiba dunia mendapatkan berita negara-negara yang berhasil melakukan inovasi medis masing-masing. Kalau gua bisa bilang ya sebenarnya di negara kita sendiri tuh ada loh geng kisah yang cukup inspiratif yaitu seorang warga Indonesia berhasil menemukan alat untuk terapi kanker. Nih kalian bisa lihat ya bentuknya tuh kayak helm. Beliau dihalang-halangi oleh siapa? Ya, kalian cari tahu sendiri siapa yang menghalang-halangi beliau dan juga dokter Terawan. Kalau kalian tahu dokter

30:54 Terawan juga sempat dihalang-halangi. Padahal sudah banyak yang mengakui, bahkan sampai Presiden SBY mengakui apa yang dilakukan oleh Dr. Terawan dengan penemuannya itu cukup ampuh, tapi dihalang-halangi juga. Terus, geng, ada satu permasalahan nih. Setelah gua meriset untuk konten ini, gua justru menemukan fakta baru. Memang berita terkait informasi bahwa Cina, Vietnam dan seterusnya itu melakukan inovasi medis untuk pengobatan kanker itu ternyata benar adanya. Tapi itu bukan hasil penelitian yang keluar setelah Amerika ee cabut dari WHO. Sebenarnya yang benar-benar mengumumkan hasil penelitian setelah Amerika keluar dari WHO itu sebenarnya adalah Spanyol doang. Dan penelitian yang di Korea Selatan bahkan sudah dimulai dari akhir tahun 2024 dan di tahun 2026 ini baru ada update terbarunya. Dan kemudian narasi

31:40 kalau Cina sudah menemukan pengobatan kanker dari tweet KQ Sage, dia itu merujuk pada publikasi ilmiah tertanggal 3 Februari 2026. Tapi klaim tersebut ya bisa dianggap menyesatkan sebenarnya. Penelitian yang dimaksud sebenarnya itu menunjukkan bahwa RNA Michel sebuah teknologi penghantaran obat berbasis RNA itu mampu hampir sepenuhnya menghambat pertumbuhan metasitasis kanker kolerektal di paru-paru pada tikus bukan pada manusia. Studi tersebut masih berada dalam tahap praklinis. Itu berarti belum diuji dalam uji klinis kepada tubuh manusia. Oleh karena itu, ya ini enggak bisa disebut sebagai obat atau penyembuh kanker yang sudah pasti gitu, Geng. Dan dari temuan tersebut memang menjanjikan secara ilmiah ya, tapi masih membutuhkan tahapan yang

32:25 panjang sebelum bisa diaplikasikan pada manusia. Nah, namun dari rumor yang beredar, kenapa penelitian-penelitian yang lama sudah dilakukan sebelum Amerika keluar dari WHO baru heboh sekarang? Ya, karena mereka baru bisa atau baru berani memp-publish itu sekarang setelah Amerika tidak lagi berada di dalam WHO. Penelitian soal obat HPV yang ada di Meksiko. Sebenarnya kabar ini sudah beredar sejak tahun 2019 ya. Tapi dikatakan kalau penemuan atas penelitian tersebut belum sepenuhnya bisa dikatakan sebagai obat HPV dan juga kanker. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Eva Rayond Galegos sebelum dipublikasikan di dalam jurnal yang dievaluasi oleh rekan sejawatnya yang lain yang artinya itu belum ada evaluasi oleh sesama rekan dokternya gitu ya.

33:12 Nah, dan kenapa evaluasinya baru ada sekarang setelah Amerika keluar dari WHO? Ya, kemungkinan di masa Amerika masih di dalam badan WHO ya, hal-hal seperti ini kayak dipersulit gitu loh, Geng. Harusnya bisa lancar penelitiannya, tapi ya terhalang-halangi lah. Nah, setelah Amerika keluar dari WHO, semuanya menjadi lancar. Terus selanjutnya ada keberhasilan dokter di Vietnam yang mengobati pasien kanker darah. Nah, berita yang beredar itu kan baru di bulan ini, Geng, kejadiannya. Tapi sebenarnya ini sudah terjadi atau sudah berhasil di tahun 2023. Dan sebenarnya klaim yang beredar itu enggak terlalu akurat karena kabarnya enggak ada terapi yang bisa menyembuhkan seluruh jenis kanker darah secara tuntas. Itu sebenarnya ya. Pengobatan yang dimaksud itu adalah KTE terapi,

33:57 sebuah teknologi imunoterapi yang sudah ada sejak bertahun-tahun lalu dan pertama kali disetujui oleh FDA Amerika Serikat pada tahun 2017. Nah, tapi terapi ini bekerja dengan merekayasa sel T ya pada pasien agar mampu mengenali dan menghilangkan sel kanker. Nah, tapi penerapannya masih terbatas pada jenis kanker-kanker tertentu. Jadi bukan semua kanker darah gitu, Geng. Nah, jadi bisa dikatakan pemberitaannya agak sedikit dilebih-lebihkan ya walaupun sebenarnya memang berhasil ya. Ada yang berhasil tapi tidak untuk semua jenis kanker darah. Begitu juga dengan penemuan vaksir kanker di Rusia. Vaksin tersebut bukan baru ditemukan setelah Amerika keluar dari WHO, melainkan sudah sejak tahun 2025. Tapi baru dipublish atau baru hebohnya itu setelah Amerika keluar dari WHO.

34:45 Nah, dari sini kita tahu ya sebagian besar dari penemuan-penemuan tadi sudah dilaksanakan atau sudah dilakukan sebelum Amerika keluar dari WHO. Tapi beritanya justru ramai sekarang atau dipublish-nya baru sekarang setelah Amerika keluar dari WHO. Oke, gimana menurut kalian tentang pemberitaan ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.

Share

Ringkasan Video YouTube