Cara Memanipulasi Seperti Friend Dari Manga 20th Century Boys

Ardhianzy www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas karakter Tomodachi dari manga "20th Century Boys", menyoroti bagaimana ia menjadi antagonis yang ikonik dan berpengaruh. Video ini membahas karisma, kemampuan manipulasi, dan misteri di balik identitas Tomodachi, serta bagaimana ia berhasil mengendalikan dan menipu dunia. Identitas asli Tomodachi diperdebatkan, dengan dua kandidat utama: Fukubei dan Katsumata, masing-masing dengan motif dan karakteristik yang berbeda. Pada akhirnya, kebohongan Tomodachi terungkap, menyebabkan kejatuhannya dan hilangnya pengaruhnya.

  • Tomodachi adalah antagonis utama yang karismatik dan misterius.
  • Kemampuan manipulasi dan retorika Tomodachi memungkinkannya untuk mengendalikan orang lain.
  • Identitas asli Tomodachi diperdebatkan antara Fukubei dan Katsumata.
  • Kebohongan Tomodachi terungkap, menyebabkan kejatuhannya.

Pendahuluan

Dalam manga "20th Century Boys", karakter antagonis, Tomodachi, sangat membekas karena keunikannya. Tomodachi tidak memiliki kekuatan super, tetapi ia sangat berpengaruh dan misterius. Video ini akan membahas mengapa orang-orang percaya dan memuja Tomodachi, serta bagaimana ia bisa menjadi presiden dunia.

Siapakah Tomodachi?

Tomodachi adalah karakter sentral dalam "20th Century Boys", seorang antagonis utama yang karismatik dan misterius. Ia mengendalikan "Partai Persahabatan Demokratik" Jepang dan menyembunyikan identitasnya dengan baik, yang menciptakan ketegangan dalam cerita. Tujuan Tomodachi adalah mengakhiri umat manusia dengan menggunakan rencana yang tertulis dalam "Buku Ramalan" yang dibuat oleh kelompok Kenji saat masih anak-anak. Kemunculan perdananya memberikan kesan bahwa ia akan menjadi sosok besar.

Mengapa Orang-Orang Percaya pada Tomodachi?

Tomodachi memiliki daya tarik dan karisma yang menjadikannya pemimpin yang berpengaruh. Ia muncul saat masyarakat merasa takut dan menjanjikan solusi atas masalah mereka. Tomodachi memanipulasi emosi, menciptakan situasi menakutkan, dan menawarkan harapan palsu. Identitasnya yang tersembunyi menciptakan aura misterius yang mengundang pertanyaan. Retorikanya yang berani menyentuh emosi dan pikirannya, dan ia menciptakan ikatan yang kuat dengan pengikutnya.

Kemampuan Manipulasi Tomodachi

Kemampuan manipulasi adalah karakteristik terkuat Tomodachi. Ia bisa mengatur situasi sesuai kehendaknya dan menipu seluruh dunia. Tomodachi menggiring Kenji dan teman-temannya untuk percaya bahwa Sadakyo adalah Friend, lalu membuat skema kematian palsu dengan Fukube untuk menghilangkan kecurigaan. Ia juga memprediksi tindakan Kenji dan membuat ramalan palsu untuk mengendalikan situasi. Tomodachi mempropagandakan bahwa Kenji adalah teroris melalui media massa dan mencetak "Buku Ramalan Baru" dalam jumlah besar sebagai upaya doktrinasi.

Kebangkitan Tomodachi dan Pengaruhnya

Tomodachi merancang kebangkitan dari kematian untuk menyelamatkan Paus, yang membuatnya menjadi pahlawan dan mengantarkannya menjadi Presiden Dunia. Meskipun dicurigai bukan Fukube, kebangkitannya selaras dengan kisah Yesus. Di balik topengnya, Tomodachi adalah penipu ulung dan pembunuh massal yang berpura-pura menjadi penyelamat. Ia mengendalikan pengikutnya dengan tangan besi, menggunakan propaganda dan manipulasi. Tomodachi jarang mengotori tangannya sendiri, melainkan menggunakan pengikutnya untuk menyingkirkan musuh-musuhnya.

Monster Penghancur Dunia Tomodachi

Tomodachi merakit monster penghancur dunia yang tidak menakutkan, terbuat dari balon udara dan kain compang-camping. Ini mungkin karena keterbatasan waktu dan sumber daya, atau sebagai tindakan sengaja untuk memprovokasi Kenji dan teman-temannya. Dalam kedua kasus, ini menunjukkan ambisi besar Tomodachi meskipun alat yang ia gunakan terlihat hancur.

Wajah Tomodachi yang Abadi

Wajah Tomodachi tidak menunjukkan jejak-jejak pengalaman atau emosi, tetap seperti wajah seorang anak. Ini menggambarkan karakter Tomodachi sebagai sesuatu yang di luar alam, misterius, dan tak terjangkau. Ia tampaknya tidak terpengaruh oleh waktu atau emosi seperti manusia pada umumnya.

Identitas Asli Tomodachi

Identitas asli Tomodachi adalah salah satu misteri terbesar dalam "20th Century Boys". Ada dua kandidat utama: Fukubei dan Katsumata. Fukubei adalah saingan Kenji saat kecil dan pemimpin Grup Fukubei. Ia menyusup ke markas rahasia Kenji dan bertemu dengan Sadakiyo, lalu membentuk kelompok yang terdiri dari dirinya sendiri, Sadakiyo, Yamane, dan Katsumata. Fukubei memanfaatkan kerinduan orang-orang akan seorang penyelamat dan menciptakan pertunjukan ajaib untuk meyakinkan mereka bahwa dirinya adalah entitas gaib.

Fukubei: Pembohong yang Ingin Diakui

Fukubei menganggap semua triknya sebagai bagian dari pertunjukan. Ia merasa malu saat triknya terbongkar dan menyalahkan orang lain atas kesalahannya. Fukubei ingin diakui dan marah saat merasa diabaikan. Ia mendendam terhadap Kenji karena rasa rendah diri dan kondisi mentalnya yang dipertanyakan. Saat mengenakan topeng Sadakyo, ia mengalami momen membingungkan saat menatap cermin, yang memunculkan pertanyaan tentang identitasnya.

Hubungan Tomodachi dengan Sadakiyo

Sadakyo mengungkapkan bahwa Friend adalah seseorang yang bersedia menjadi temannya dan mendengarkan keluh kesahnya. Namun, hubungan ini menggambarkan suatu bentuk kekuasaan yang merusak. Sadakyo merasa diperintah dan dikendalikan oleh Friend, yang memanfaatkan kelemahan dan ketidaksetaraannya untuk mencapai tujuan manipulatifnya.

Katsumata: Penerus Peran Friend

Setelah Fukubei terbunuh, peran Friend digantikan oleh Katsumata. Katsumata selalu memakai topeng dan membenci Kenji karena insiden pencurian hadiah di masa kecil. Berbeda dengan Fukubei yang berpura-pura memiliki kekuatan supernatural, Katsumata tampaknya memiliki kekuatan prekognitif. Alasannya menghancurkan dunia juga berbeda dengan alasan Fukubei. Ada interpretasi alternatif yang menyebutkan bahwa Katsumata telah mengambil identitas Fukubei sejak awal.

Kejatuhan Tomodachi

Tomodachi adalah diktator yang menghancurkan dunia dan menjadi Presiden dunia setelah kebangkitannya dari kematian. Namun, kebohongannya terungkap, menyebabkan pengikutnya meragukan niat dan tujuannya. Tomodachi jatuh dari panggung besarnya dan kehilangan semua pengaruh dan otoritasnya. Kehancuran Tomodachi adalah contoh nyata bagaimana kebenaran akhirnya muncul dan mengungkap semua kebohongan yang telah dibangun. Fukubei bahkan dibunuh oleh Dokter Yamane, yang sudah muak dengan semua kebohongannya.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Ketika membaca suatu Novel, komik, atau manga, atau ketika menonton sebuah film, atau anime, yang pertama kali akan kita ingat biasanya protagonis, sang tokoh utama. Namun, sepertinya hal hal seperti itu tidak berlaku ketika kalian membaca manga 20th Century Boys. Justru yang paling membekas dari cerita ini adalah Villainnya, sosok paling ikonik, misterius, dan tidak bisa ditebak. Seseorang yang tidak bisa terbang, tidak bisa menghilang, tidak bisa pula membunuh hanya dengan mengandalkan kertas dan pena. Tetapi, tanpa itu semua pun ia tetap bisa menjadi sosok paling berpengaruh dalam cerita 20th Century Boys. Dan itu membuat kita bertanya, hal apa yang menyebabkan orang-orang mau mempercayai dan bahkan memujanya? Dan dalam ceritanya, kenapa pula ia bisa dinobatkan sebagai Presiden dunia?

0:45 Spoiler alert, video ini mengandung spoiler dari keseluruhan manga 20th century boys Tomodachi adalah karakter sentral dalam serial "20th Century Boys" ia tampil sebagai antagonis utama yang mengendalikan benang-benang kekuasaan yang misterius dan karismatik. Di balik tirai sekte agama tanpa nama dan sayap politik terkait, dia adalah otak di balik "Partai Persahabatan Demokratik" Jepang. Salah satu ciri khas dari karakter tomodachi atau Friend adalah identitasnya yang disembunyikan dengan sangat baik. Selama sebagian besar cerita, kita tidak tahu siapa sebenarnya dia, meskipun sejak awal telah diduga bahwa dia pasti salah satu mantan teman sekelas Kenji. Hal ini, misteri ini menciptakan ketegangan yang kuat dalam cerita

1:31 karena para tokoh utama dan pembaca sendiri mencoba mencari tahu siapa dia. Friend mempunyai tujuan untuk mengakhiri umat manusia menggunakan rencana yang dibuat oleh Kelompok Kenji sewaktu masih anak-anak, yang ditulis di dalam sebuah buku yang dikenal sebagai The Prophecy Book atau Buku Ramalan. Sosok Friend pertama kali diperlihatkan di manga chapter ke-1 ketika ia menunjukan dirinya yang dapat melayang di hadapan anggota kultusnya. Dari sini pun, di kemunculan perdananya, kita sebagai pembaca telah diberikan suatu kesan bahwa ia, Friend nantinya akan menjadi sosok besar. Tak dapat dipungkiri, daya tarik dan karisma yang dimilikinya menjadikan ia pemimpin yang sangat berpengaruh dalam kehidupan orang-orang. Friend sering kali muncul pada saat-saat ketika masyarakat merasa terasing dan takut. Dia menjanjikan solusi atas masalah-masalah yang mereka alami,

2:16 dan orang-orang mencari pemimpin yang kuat dan dapat diandalkan dalam situasi seperti itu. Dia juga memanipulasi emosi. Dia menciptakan situasi yang menakutkan, membuat orang mencari perlindungan dan pengaruhnya sebagai solusi. Ketidakpastian yang dia ciptakan menjadikan orang-orang semakin tergantung padanya. Seperti ketika ada robot raksasa menyerang dengan menyebarkan virus yang mematikan, di situasi yang dipenuhi keputusasaan itu, ia muncul seolah-olah pahlawan yang berhasil membunuh Raja Iblis. Seorang penyelamat yang datang membawa penawar atau vaksin dari virus jahat yang nyatanya ia buat sendiri. Friend menggantikan kekosongan di hati orang-orang dengan janji-janji yang menggoda. Friend menawarkan harapan dalam bentuk solusi atas masalah-masalah mereka, menjadikannya pemimpin yang dianggap dapat diandalkan. Contohnya saja ketika ia memberitahukan bahwa dunia akan kiamat

3:03 dan hanya orang-orang yang bersamanya yang akan selamat. Atau ceramahnya tentang mereka, orang-orang di kultusnya yang akan melindungi dunia dari kejahatan. Identitas "Friend" yang tersembunyi di balik topeng yang tebal, menciptakan aura misterius yang mengundang pertanyaan. Siapa sebenarnya dia? Pertanyaan ini memicu keingintahuan yang mendalam di kalangan masyarakat yang merasa kehilangan arah. Namun, lebih dari sekadar rahasia identitasnya, "Friend" memiliki kemampuan luar biasa untuk mempengaruhi orang-orang. Retorika berani yang dia miliki mampu menyentuh emosi dan pikiran mereka. Dia berbicara tentang perubahan yang akan datang, tentang masa depan yang lebih baik, dan orang-orang terpikat oleh visinya yang terlihat agung. Sebagai pemimpin yang berkarisma, Friend menciptakan ikatan yang kuat dengan pengikut-pengikutnya. Dia mengendalikan mereka dengan cerdas,

3:49 mengarahkan mereka untuk menjalankan rencananya tanpa ragu. Masyarakat yang tadinya terpisah-pisah kini bersatu di bawah benderanya. Sekali lagi, visinya yang meyakinkan, kemampuan retorikanya yang luar biasa, dan manipulasi emosionalnya menjadikan ia pemimpin yang memikat dalam cerita yang penuh misteri ini. Bila ada satu karakteristik yang paling kuat, paling menonjol dari sosok Friend, maka itu adalah kemampuannya dalam memanipulasi. Sejak awal ia memang seseorang yang dipenuhi teka-teki, setiap gerak-geriknya begitu membingungkan dan tak bisa ditebak. Satu hal yang begitu mengesankan darinya adalah ia bisa mengatur dan membuat situasi sesuai dengan kehendaknya, ia bahkan bisa menipu seluruh dunia, menjadikannya sosok paling dipuja dan dipercaya.

4:36 Kita telah banyak diperlihatkan bagaimana begitu cerdas dan pandainya dia. Ia bisa menggiring Kenji dan teman-temannya untuk percaya bahwa Sadakyo adalah Friend. Hingga akhirnya ia membuat skema seolah-olah telah terbunuh dan menjatuhkan dirinya dari atas gedung bersama Fukube, teman sekelas Kenji sewaktu SD, yang padahal ialah sosok tomodachi atau Friend itu sendiri. Ini merupakan langkah yang sangat cerdas untuk membuat dirinya tidak dicurigai sebagai Friend. Apalagi sebelum Fukube tejatuh, ia mengatakan kalau sosok yang memakai topeng bukanlah Sadakyo, tetapi orang yang berbeda. Hal ini menyebabkan kebingungan, kerancuan yang membuat identitas dari Friend semakin kabur. Kejahatan berbaur dengan teka-teki, mengaduk kebingungan, dan memperumit identitas Friend, seperti kabut yang lebih menebal.

5:23 Di sini, Fukube berhasil membuat skema untuk melindungi identitas aslinya sekaligus membuat sosok Friend tetap menjadi misteri besar. Dan sepertinya Friend atau dalam kasus ini Fukube, telah mengenal Kenji dengan sangat baik sehingga ia bisa memprediksi apa yang akan Kenji lakukan kedepannya. Seperti ketika Kenji mendatangi Rena yang merupakan anak dari Prof. Shikishima, untuk mengumpulkan informasi, Friend di sini berada selangkah di depan Kenji, ia telah menyiapkan jebakan, yaitu Rena itu sendiri. Jebakan yang justru akan membuat semua gerak-gerik Kenji diketahui. Friend bahkan membuat ramalan yang mengatakan bahwa Ibu suci akan turun ke bumi. Hal ini di dasarkan pada prediksinya atas perilaku Kiriko, Kaka Kenji, Istrinya sendiri, yang akan membuat vaksin untuk virus yang disebarkannya.

6:11 Di dalam buku ramalan baru, yang ditulis oleh Fukube, di sana terdapat salah satu ramalan yang meramalkan kerusuhan yang akan dibuat oleh Kanna, yang diduga sebagai sosok penyelamat yang akan mati. Namun, nyatanya yang selalu memberikan pukulan terakhir pastilah Friend. Sang penyelamat yang akhirnya mati ternyata adalah orang suruhan Friend sendiri. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang, bagaimana Friend atau Sahabat bisa meramalkan situasi dengan presisi? Ini adalah skema jenius, jeli, sekaligus jahat. Dia berniat untuk membunuh Paus dan dia sendiri yang akan mengambil peran sebagai penyelamat. Kanna mungkin telah diantisipasi oleh Friend, yang mengetahui kecerdasan putrinya dengan begitu rinci. Dengan sedikit petunjuk dan provokasi, Friend mengatur langkah-langkah agar Kanna bertindak sesuai dengan prediksinya.

6:57 Dan jika, sesuatu terjadi di luar ekspektasinya, bila Kanna bertindak di luar skenario, Friend tidak akan merasakan kerugian apa pun. Mau bagaimana pun, pada akhirnya, sang penyelamat yang mati tetaplah berasal dari orang-orangnya, pengikut fanatik dan gila. Kejadian-kejadian ini cukup membuktikan bahwa Friend adalah seseorang yang jeli dalam memperhatikan tingkah laku manusia. Gabungan dari hasil pengamatan serta kecerdasan yang dia miliki membuatnya seolah-olah bisa mengetahui apa yang akan dilakukan orang lain. Tidak berhenti di situ, Friend juga menjadikan Kenji dan teman-temannya sebagi teroris. Ia terus mempropagandakan bahwa Kenji adalah teroris, sosok iblis, melalui media masa dengan masif dan berulang. Bahkan sampai dijadikan sebagai bahan pembelajar untuk anak-anak di sekolah.

7:42 Hal ini tampaknya sebagai sarana pencucian otak. Dikarenakan otak manusia akan mengingat dan cenderung mempercayai atau setidaknya mewajarkan sesuatu yang sering ia lihat dan dengar. Dan buku ramalan baru yang ditulis olehnya dicetak dalam jumlah yang amat banyak yang bahkan diklaim akan melebihi jumlah dari Al-kitab sendiri. Tindakan ini adalah sebuah upaya doktrinasi tersembunyi, di mana melalui paparan tiada henti, dengan melihat atau menemukan buku tersebut secara terus menerus, lambat laun orang-orang pasti akan dibuat penasaran olehnya. Dengan isi yang menggoda, dipenuhi nuansa keajaiban yang tak tertandingi, buku ini dapat menjaring banyak jiwa, membuat mereka terpesona. Karenanya, tidaklah mengherankan jika rasa takut meliputi Pastor Luciano, ia memahami betul dampak mengerikan yang akan diberikan buku ini nantinya.

8:32 Puncaknya, adalah ketika Friend merancang gambaran di mana dia kembali dari alam kematian dengan cara yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Seorang pahlawan yang menggagumkan yang mengamankan Paus dari kematian pasti. Skema ini bukan hanya kehebatan yang luar biasa, tapi memiliki makna yang lebih dalam: dengan mengorbankan dirinya sendiri demi menyelamatkan figur paling suci dalam agama Kristen, dia dengan tiba-tiba mengukir tempat abadi dalam sejarah, ia secara otomatis telah menjadi seseorang yang tak terlupakan, menjadi pahlawan semua orang, seorang pencipta keajaiban, atau bahkan disucikan sebagai figur yang disamakan dengan “Tuhan.” Kebangkitannya dari kematian selaras dengan kisah Yesus yang mendalam. Kejadian inilah yang mengantarkan ia menjadi Presiden Dunia nantinya. Meskipun sosok Friend yang bangkit ini dicurigai bukanlah Fukube,

9:20 sebab di manga chapter-133, Fukube ditembak mati oleh Doker Yamane. Otcho dan bahkan Manjoume sendiri telah mengkonfirmasi bahwa Fukube benar-benar mati dalam kejadian ini. Meskipun Friend dianggap penyelamat, orang suci, dan yang dikultuskan, tetapi dibalik topeng itu sebenarnya tersembunyi kebenaran yang menggelisahkan, menyakitkan, sekaligus menakutkan. Dia nyatanya adalah penipu ulung, seseorang yang membohongi dunia, seorang pembunuh massal yang berpura-pura menjadi penyelamat. Friend membunuh musuh-musuhnya dengan dalih penyucian. Ia adalah seseorang yang menakutkan, bukan karena kekuatan fisiknya, tetapi karena pikiran dan kharismanya yang mampu memanipulasi masa.

10:06 Friend mengatakan ia telah menyucikan semua pemimpin Kultus Agama dan mengaku bahwa ada sebuah wasiat yang menyuruh ia untuk merealisasikan mimpinya, yaitu menguasai dunia. Friend memiliki kendali besar atas kelompok pengikutnya dan memerintah dengan tangan besi. Dia menggunakan propaganda, manipulasi, dan kekuasaan untuk mengendalikan masyarakat. Namun, perannya dalam cerita tidak selalu cocok dengan definisi tradisional seorang diktator karena dia juga memiliki sisi misterius dan jarang menggunakan kekerasan secara langsung. Friend bisa saja menyingkirkan siapa pun bila itu dirasa mengganggu rencananya. Dan sama seperti manipulator kelas satu yang lainnya, ia jarang mengotori tangannya sendiri, di kebanyakan kasus, ia selalu menggunakan tangan orang lain, pengikutnya yang fanatik, untuk membunuh atau menyingkirkan musuh-musuhnya.

10:54 Seperti ketika ia memerintahkan The Assasin agar menyingkirkan pacar Kiriko, Moroboshi. Kemudian, ketika Kiriko tengah berduka, ia datang, mengisi kekosongan di hatinya, Friend hadir sebagai obat semu yang menawarkan kedamaian palsu. Persis sama dengan yang biasa ia lakukan. Friend merakit sebuah monster penghancur dunia yang tampilannya jauh dari kata menakutkan. Bodi monsternya terbuat dari balon udara yang bisa lepas landas, kakinya dilapisi kain compang-camping, dan suara mengerikan yang dikeluarkannya ternyata hanya hasil dari roda kakinya dan nitrogen yang bocor dari balon udara tersebut. Semua ini jelas tidak sesuai dengan bayangan Kenji atau siapapun. Namun ada dua kemungkinan di balik ini semua: Pertama, Friend mungkin saja terbatas oleh waktu, sumber daya,

11:39 dan kemampuan manusia, sehingga robot ini tidak sehebat yang mereka harapkan. Atau kedua, ini mungkin adalah tindakan sengaja untuk memprovokasi dan meremehkan Kenji beserta teman-temannya. Dan jika memang begitu, maka ia adalah seseorang yang sangat pandai dalam mengeksploitasi emosi manusia. Dalam kedua kasus, hal ini menunjukkan bahwa Friend memiliki ambisi besar, meskipun alat yang ia gunakan terlihat hancur, tetapi tekadnya untuk menghancurkan tidak bisa diremehkan. Di Chapter 130, ketika Maruo dan Haru Namio melakukan percakapan, di sini terungkap sesuatu yang sangat menarik dan tak biasa. Haru Namio mengatakan bahwa begitu kamu menjalani setengah abad dalam perjalanan hidupmu, wajahmu akan memancarkan jejak-jejak pengalaman yang telah kamu lalui. Namun, sungguh luar biasa,

12:24 hal ini tidak berlaku untuk Friend. Raut wajahnya, meskipun usianya telah mencapai setengah abad, tetap seperti wajah seorang anak—lugu, polos, dan sama sekali tidak menunjukkan jejak-jejak emosi. Matanya, yang begitu jernih, seolah-olah merupakan jendela menuju kedalaman batin yang tak terjamah. Arti dari ungkapan tersebut adalah untuk menggambarkan karakter "Friend" sebagai sesuatu yang di luar alam, sesuatu yang misterius dan tak terjangkau. Dia tampaknya tidak terpengaruh oleh waktu, pengalaman atau emosi seperti manusia pada umumnya. Salah satu misteri terbesar dalam 20th Century Boys adalah identitas asli dari Friend itu sendiri.

13:09 Sampai ceritanya tamat pun, sampai sosok sejati Friend terungkap, tetap masih menimbulkan segudang pertanyaan. Sejauh yang kita tahu, ada dua orang yang menjadi Friend, yaitu Fukubei dan Katsumata. Fukubei Hattori adalah saingan Kenji saat kecil, dan pemimpin Grup Fukubei. Pada masa akhir tahun 1960-an, Fukubei menyusup ke markas rahasia yang dibangun oleh Kenji dan sajanat-sahabatnya untuk mengintip isi Buku Ramalan mereka. Di dalam tempat itu, dia tak sengaja bertemu dengan sosok misterius yang mengenakan topeng, Sadakiyo, yang juga memasuki markas dengan maksud yang sama. Sadakiyo memohon Fukubei untuk menjadi temannya. Meskipun Fukubei menyetujuinya, dia menegaskan agar Sadakiyo tidak memanggilnya dengan nama aslinya, melainkan menggunakan gelar sederhana.

13:56 Inilah pertama kalinya Fukubei menggunakan sebutan tersebut. Fukubei kemudian membentuk kelompok yang terdiri dari dirinya sendiri, Sadakiyo, Yamane, dan Katsumata. Setelah membaca The Prophecy Book yang dibuat oleh Kenji dan teman-temannya, mereka berempat memutuskan untuk membuat versi alternatif yang mereka yakini lebih baik, sebuah karya yang mereka beri judul The New Prophecy Book. Ketika mencapai usia dewasa, dia mengembangkan persona Friendnya menjadi seorang pemimpin sekte yang penuh karisma. Dengan cerdik, dia memanfaatkan apa yang dia pandang sebagai kerinduan orang-orang akan seorang penyelamat, menghadirkan pertunjukan ajaib yang mencakup trik-trik misterius, seperti melayang di udara, untuk membuat orang-orang yakin bahwa dirinya adalah entitas gaib yang membawa keselamatan.

14:43 Pada era 1990-an yang berombak, dia berhasil merayu Kiriko Endo, menciptakan ikatan yang memungkinkannya untuk memanipulasi Kiriko dalam pengembangan virus yang mengerikan yang menancapkan ancaman mematikan pada umat manusia. Fukubei mengatakan bahwa Keajaiban itu harus lebih menghibur, dan ia sepertinya menganggap bahwa semua trik yang ia lakukan adalah bagian dari itu semua. Sehingga saat triknya, membengkokkan sendok dalam sebuah acara TV terbongkar sebagai kebohongan, Fukebi merasakan gelombang malu yang mendalam. Rasa malu itu bukan hanya karena akan menjadi bahan olok-olok teman-temannya, tetapi juga karena ia adalah tipe yang enggan untuk melihat ke dalam dirinya sendiri dan menghadapi kelemahan serta kesalahan yang dia miliki. Sebaliknya,

15:28 ia cenderung menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dia buat, semua itu demi menjaga harga dirinya yang tampak superior. Dia bahkan sampai menggantung dirinya hanya untuk menunjukan atau mendapat pengakuan bahwa ia memang benar-benar bisa menciptakan keajaiban yaitu, bangkit dari kematian. Fukubei tidak suka dan tidak terima ketika disebut sebagai pembohong, dan kemarahannya melampaui batas sehingga dia merasa perlu untuk membalas dendam dengan menghancurkan orang-orang yang menertawakannya, yang kelak akan mengantarkan ia ke dalam rencananya memusnahkan umat manusia. Ini adalah contoh yang sangat jelas dari apa yang Mark Manson dalam bukunya "Evereything Is Fucked" sebut sebagai mentalitas kekanak-kanakan, di mana keinginan untuk pujian dan kenikmatan mengalahkan kemauan untuk berurusan dengan ketidaknyamanan dan kesulitan.

16:17 Argumen ini sendiri diperkuat dengan ungkapan Dewa yang secara garis besar mengatakan kalau Friend adalah seorang anak yang permainannya tidak pernah berhenti. Permainan anak-anak, seperti aliran sungai yang mengalir tanpa henti, takkan pernah reda, meski ombak marah orang dewasa mencoba membatasinya. Mereka hanya akan berhenti ketika waktu yang mereka tentukan telah tiba, yaitu ketika mereka telah tumbuh dewasa. Permainan anak-anak adalah sesuatu yang bersifat alami, tanpa henti, dan tidak terkendali. Dalam ungkapan ini, kita menangkap kekhasan Friend yang ternyata masih memiliki sifat kekanak-kanakan. Sifat kekanak-kanakan Friend yang menginginkan kekuasaan dan pengaruh, mirip dengan anak kecil yang kebebasan untuk terus bermain. Meskipun, ungkapan ini, entah diarahkan kepada siapa, Fukubei atau Katsumata atau mungkin bisa saja mereka berdua.

17:04 Dan sama seperti anak-anak pada umumnya, Fukubei mendambakan pengakuan dan saat ia merasa diabaikan, tentunya ia akan marah. Seperti ketika momen di mana ia seharusnya dipercayai sedang berada di Osaka, namun sebenarnya ia malah berada di Tokyo dan saat Kenji dan teman-temanya mengetahui hal tersebut dan saat tak ada seorang pun yang mempermasalahkan atau menyadari adanya keganjilan, ia merasa kecewa, merasa diabaikan dan tak dipedulikan. Terutama setelah upayanya yang cerdik untuk menakut-nakuti Kenji dan teman-temannya dengan boneka Teru-Teru Bozu berakhir dengan kegagalan. Rasa kecewa dan malu atas kegagalannya ini akhirnya ia lampiaskan kepada Sadakiyo. Pada intinya, Fukubei hanya ingin merasa dihargai. Ketika seluruh kelas sibuk membicarakan pengalaman supernatural Kenji,

17:51 Fukubei tak bisa menyembunyikan rasa ketidakpuasannya. Dia sangat menginginkan menjadi pusat perhatian, tetapi sayangnya, tidak ada yang tertarik untuk menanyakan tentang acara expo-nya, yang, pada kenyataannya, bahkan tidak ia hadiri. Fukubei menaruh dendam terhadap Kenji karena rasa rendah diri dan kondisi mentalnya yang dipertanyakan. Ketika Fukubei mulai mengenakan topeng Sadakyo, dia mengalami momen yang membingungkan saat menatap cermin. Refleksi dirinya tampak tanpa wajah. Ini memunculkan pertanyaan yang mendalam terkait psikologisnya: Apakah ini mencerminkan dirinya yang semakin tersesat dalam labirin identitasnya sendiri? Apakah ini tanda bahwa ia mulai meragukan jati diri Fukubei-nya? Dan apakah pada saat itulah sosok Friend mulai merajalela dalam benaknya?

18:39 Lalu di Chapter 175, di momen ketika ia menatap cermin yang retak, ketika yang terlihat kali ini adalah wajahnya sendiri, Fukubei justru bingung dan bertanya, Pertanyaan ini membuka pintu ke dalam konflik batin yang semakin dalam, menimbulkan keraguan yang mendalam tentang identitasnya yang mungkin telah terpecah atau tercampur oleh peran yang dimainkannya. Di chapter107, saat Sadakyo dengan jujur berbagi pengalamannya tentang penganiayaan dan pelecehan yang ia alami, yang mengejutkan ia juga mengungkapan bahwa Friend adalah seseorang yang bersedia menjadi temannya dan mendengarkan keluh kesahnya. Namun, dalam realitas yang lebih dalam, hubungan ini menggambarkan suatu bentuk kekuasaan yang sangat merusak. Sadakyo merasa diperintah, dikendalikan, dan bahkan dihina oleh Friend,

19:25 mirip dengan seorang budak yang tunduk pada tuannya. Seperti yang dinyatakan oleh Koizumi Kyoko, hubungan semacam ini bukanlah persahabatan atau pertemanan. Dalam esensi sejatinya, Friend memanfaatkan kelemahan dan ketidaksetaraan Sadakyo, dengan mengisi kekosongan di hatinya untuk mencapai tujuan manipulatifnya. Ini adalah contoh nyata dari teknik manipulasi yang kuat, ampuh, dan umum terjadi, dengan mengeksploitasi ketidakseimbangan dan kelemahan individu tertentu demi keuntungan dirinya sendiri. Setelah Fukubei terbunuh, peran Friend kemudian digantikan oleh Katsumata. Salah satu hal yang bisa membedakan mereka adalah topeng yang dikenakannya. Fukubei biasanya memakai topeng ninja Hatori, sedangkan Katsumata biasanya memakai topeng aneh dengan simbol khas yang dibuat oleh Kenji dan teman-temannya.

20:13 Ada juga saat ketika Kiriko mengklaim bahwa Friend tidak akan menyakiti anaknya sendiri, yaitu Kanna, tetapi pria itu, seseorang yang bangkit dari kematian berbeda. Orang itu, tentu saja merujuk kepada Katsumata. Katsumata adalah salah satu anggota kelompok Fukubei. Dia tumbuh diintimidasi oleh orang lain, yang mengakibatkan kebenciannya terhadap kemanusiaan. Dia selalu memakai topeng dan tidak pernah memperlihatkan wajahnya. Dia juga membenci Kenji, yang bertanggung jawab atas "kematiannya" saat kecil. Kenji pernah mencuri hadiah dari toko permen setempat dan membiarkan Katsumata yang disalahkan. Hal ini mengakibatkan Katsumata dimarahi oleh penjaga toko di depan teman-teman sekelasnya. Setelah itu, Fukubei dan Yamane mendekatinya, Fukubei mengatakan dia pantas menerima hukuman mati atas perbuatannya.

20:59 Namun, Fukubei dan Yamane bingung membedakan Katsumata dengan Sadakiyo, sehingga mereka menyebarkan rumor bahwa Sadakiyo yang mati. Berbeda dengan Fukubei yang berpura-pura memiliki kekuatan supernatural, Katsumata tampaknya memiliki kekuatan prekognitif. Selain itu, alasannya menghancurkan dunia berbeda dengan alasan Fukubei. Menurutnya dunia tidak diperlukan, sementara Fukubei hanya ingin perhatian, dan terpaku untuk mengalahkan Kenji. Ia bahkan sampai mengatakan bahwa aku ini penting sedangkan dunia tidak. dan mengkalim bahwa di dunianya, tidak ada yang namanya kebaikan ataupun kejahatan. Bahkan ketika Kenji meminta maaf atas apa yang dilakukan padanya sebagai seorang anak, Katsumata menolak untuk menerima permintaan maafnya karena kalau itu terjadi, maka semuanya akan berakhir. Katsumata terbunuh oleh ledakan piring terbang,

21:47 yang ditabrakkan oleh mantan pembunuh Fukubei, Nomor 13 di dalam helikopter. Selain dari itu, ada juga interpretasi alternatif yang menyebutkan bahwa Fukubei\sebenarnya meninggal saat masih kecil selama liburan musim semi di kelas 6, dan bahwa Katsumata telah mengambil identitas Fukubei sejak awal. Hal ini terungkap dalam Perfect Edition of 21st Century Boys. Artinya Katsumata adalah orang di balik keseluruhan kultus Friend. Ada petunjuk untuk hal ini, seperti yang kita lihat di chapter 155 bahwa Fukubei tidak pernah lolos dari pencekikan ketika trik gantung palsunya tidak berfungsi, menyiratkan bahwa dia benar-benar mati pada saat itu. Dalam game simulasi, Friend berhasil menarik Fukubei versi anak-anak, mungkin menutupi bahwa Fukubei tidak memiliki kemampuan supernatural dan meninggal pada tahun 1971.

22:35 Hal ini juga dieksplorasi dalam Live Actionnya, meskipun tidak jelas apakah Urasawa bermaksud agar ini menjadi akhir yang pasti sejak awal. Friend adalah diktator yang menghancurkan dunia, seseorang yang menjadi Presiden dunia setelah kebangkitannya dari kematian. Namun, mau sebaik apapun ia dalam berbohong dan menipu, bau busuk pada akhirnya akan tercium juga. Friend, dengan kecerdikan dan manipulasi yang luar biasa, mampu menjalankan peran sebagai pemimpin sekte yang karismatik dan menarik banyak pengikut. Namun, pada akhirnya kebohongannya terungkap. Pengikutnya mulai meragukan niat dan tujuannya, terutama ketika mereka menyadari bahwa mereka telah dimanipulasi. Friend, jatuh dari panggung besarnya,

23:22 dan kehilangan semua pengaruh dan otoritasnya. Perpecahan di antara bawahannya muncul ketika mereka merasa dikhianati dan mulai mempertanyakan motivasi Friend. Kehancuran Friend dalam cerita adalah contoh nyata bagaimana kebenaran akhirnya muncul dan mengungkap semua kebohongan yang telah dibangun seiring berjalannya waktu. Fukubei bahkan dibunuh oleh salah seorang teman/pengikutnya yang paling awal bergabung, yaitu Dokter Yamane, yang sudah muak dengan semua kebohongan yang dibuat olehnya.

Share

Ringkasan Video YouTube