0:01 terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fahruddin Faiz tentang penulis fahruddin Faiz lahir di Mojokerto pada 16 Agustus 1975 alumnus mapk Jember pada tahun 1993 mengenyam pendidikan sebagai santri di pondok pesantren Ali Maksum kerapia Yogyakarta memperoleh gelar S1 di IAIN
0:46 Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 1998 S2 di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 2001 S3 di kampus yang sama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2015 Selain sebagai dosen pada jurusan akidah dan filsafat Islam serta program magister di kampus tempat beliau menempuh pendidikan formal juga sebagai dosenu di universitas sahida6 sampai sekarang serta sebagai
1:33 pembicara di berbagai kesempatan sejak April 2013 sampai sekarang kecuali libur menjadi pengasuh ngaji filsafat di masjid Jenderal Sudirman yugyakarta pada setiap Rabu atau malam Kamis selain mengajar sebagai pembicara dan pengasuh kesibukan lain adalah belajar kuasai dunia dengan ilmu jalannya adalah belajar senjatanya adalah menulis kekuatannya berasal dari membaca maka Iqra bacalah farudin
2:21 Faiz Alhamdulillah Akhirnya selesai juga teman-teman kita baca buku terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta dari pak farudin Faiz semoga memerah kemanfaatan keberkahan untuk kita semua salam literasi salam literasi terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku Fahrudin Faiz pengantar menghadirkan rasa di Dun kata-kata Alhamdulillah la w
3:10 billahah wasalam Al nabiiril Anam segala puji bagi Allah atas kehendak dan perkenannya belaka maka tulisan-tulisan di buku ini yang hanya dinikmati penulisnya sendirian akhirnya dapat ditbitkan dan dibaca banyak orang selawat serta salam atas Rasulullah Sallahu Alaihi wasam sangembawa dan pbar cahaya hinggaampak jel mana Ben dan
3:58 mana hingga tak harus payah lelah mencari mengejar sendiri kebenaran kebaikan yang Hakiki buku ini berawal dari suara hati dan bentuk awalnya sekedar coretan-coretan sesuka hati tidak untuk siapa-siapa hanya untuk diri sendiri saja agar peristiwa-peristiwa berharga tidak berlalu tanpa makna buku ini adalah fragmen-fragmen kehidupan juga serih-serih pemikiran buku ini adalah ungkapan gejol dan dinamika jiwa buku ini adalah cermin untuk
4:47 berkaca sejauh mana langkah hidup masih setia meniti jalan lurusnyai u iringan cahaya selangkah demi selangkah semakin dekat dengan hadiratnya buku ini hakikatnya adalah tonggak-tonggak perjalanan rangkaian pelajaran juga tumpukan kenangan buku ini adalah hasil pertemuan antara pengalaman nyata ungkapan rasa dan perumulan pikiran dinya ber banyak puisi atau mirip puisi dan juga tulisan-tulisan
5:35 pendek yang dirangkai dengan beragam tujuan sesuai situasi saat ia dilahirkan dengan harapan semoga isinya tidak hanya ditelan tetapi juga dicerna direnungkan demi memerah kemanfaatan buku ini menyandang judul terjemah rasa sebagai petanda bagi kenyataan bahwa buku ini yang semula adalah ungkapan dari diri tentang aneka rasa dalam hidup dan pengalaman saat menjalani Anugerah kehidupan buku ini membabar kebimbangan tentang ada dan aku tak lupa kegembiraan akan Ilmu juga
6:20 kegalauan oleh cinta dan rindu serta Jatuh Bangun meniti jalan mengikutiahaya menuang cinta buku ini menegaskan dirinya sebagai sebuah catatan tentang aku hamba dan cinta Aku adalah sang manusia dengan segala daya kelebihan dan kelemahannya hamba adalah sang ciptaan pelaksana tuntunannya dan Cinta adalah jalan paling mulia yang dapat ditempuh baik oleh aku maupun hamba buku ini tentang itu semua dari perspektif saya setiap judul dalam buku ini adalah buah pengalaman dan peristiwa baik di
7:07 alam nyata maupun di alam Maya baik yang berhubungan dengan dunia lahiriah ikwal segala yang terjangkau panca indra maupun yang berhubungan dengan dunia batin Budi spiritual dan rasa dalam menjalani Cakra mgilingan dan sunatullah setiap judul dalam buku ini membawa cerita dan misinya send-endiri sebagan besar Mawa pelajaran dan himahber berperan sebagai hiuran
7:58 ini Sebai pelasan Dar du danalauan Bu takungkag yang dan iniungangan yangengitu t di buk iniis diuhnya yang mana saja tidak ada keharusan urutan dan tidak perlu dicari kesaling terkaitan antar judulnya setiap judul membawa Visi dan pesannya sendiri dengan segala keunikan
8:44 wujudnya buku ini semoga sedikit membantu dalam proses Muhasabah instrupeksi diri atau sekadar diambil hikmah saat kebetulan menemukan makna atau peristiwa yang Senada menerjemahkan rasa ke dalam kata memang tidak sesederhana membunyikan pikiran ke dalam suara atau menangkan pemahaman ke dalamer kata-kata akanemenjar rasa dan mengurungnyaag danisiun kata-kata juga yang akanang jutaan makna
9:30 Mak pembacalah yang punya kuasa untuk membentuknya karenawal makna tidaklah seragam mendalamagi seseor mungkin terbacaangkal bagi yanginnyailai pagi sese mungk terasa na bagi yanginnyabitnya Buk Ini sejujurnya tidak sem karena saya menulis namun tentu saja karena ada kelu yangenduk dan mengiz saya menula banyak dan sahabat yang mendorong membantu dan menyemangati saya untuk menerbitkan tulisan maka sesungguhnya tak tahu diri Kalau saya tidak berterima kasih dan tidak memberikan penghormatan tertinggi kepada mereka semua khususnya kepada guru-guru cinta dalam hidup saya istri anak-anak
10:17 orang tua juga para guru yang tidak bisa saya sebut satu demi satu tidak lupa pula terima kasih dan rasa hormat kepada teman-teman mjs yang tidak jemu mewadahi dan memaklumi apapun tingkah pola saya pada akhirnya Buku Ini adalah sebuah persembahan dan juga doa semoga buku ini menginspirasi lahirnya kebaikan dan kemanfaatan di level apapun dalam bentuk apapun semoga apapun peran yang dimainan oleh semua yang terlibat dengan buku ini mulai dari yang menulis membaca mengedit menerbitkan hingga yang sekedar mendukung dan gembira Dengan hadirnya buku ini diterima olehnya sebagai amal kebaikan yang manfaat berguna dan pada akhirnya berbuah Rid dan barokahnya
11:04 wahul mu wuam Yogyakarta 2 Maret 2021 Fahrudin Faiz daftar isi pengantar menghadirkan rasa di dunia kata-kata halaman 5 daftar isi halaman 11 Kau kira aku ada kasunyatan halaman 16 prihatin halaman 18 seolah-olah halaman 20 siapa Aku pagar 1 halaman 22 siapa Aku pagar du halaman 24 siapa Aku pagar 3 halaman 27 siapa Aku pagar 4 halaman 31 tubuh Halaman 33 senyum tawa dan tangisan halaman 34 cermin pagar 1 halaman 36 cermin pagar 2 halaman 37 Kesunyian
11:51 halaman 41 akting halaman 43 jangan terlalu halaman 44 membaca warnaku halaman 45 panggilan halaman 47 aku manusia halaman 49 Kau kira halaman 51 hampa halaman 52 meneliti Jalan Cahaya aku saya dan hamba halaman 54 ikhwal cahaya halaman 59 Gema yang sia-sia halaman 61 kerumunan Mulia halaman 64 semoga kau tengok aku wahai sang terpuji halaman 66 Muhasabah halaman 69 untukmu manusia Mulia hanya bisa kupersembahkan gelisah halaman 71 begitu banyak cahaya
12:36 halaman 76 Kapan tentang dia halaman 78 lampu dan cahaya halaman 79 bagusi halaman 82 awam saja belum bisa halaman 84 pertanyaan halaman 86 mencari yang istimewa halaman 90 gemas cemas halaman 93 kegelisahan halaman 96 cinta itu lagi cinta halaman 102 nilai cinta halaman 103 menyapamu halaman 105 cinta ini halaman 107 bahasa jiwa halaman 109 tak saling tapi halaman 111 air mata orang tua halaman 113 mereka menatap kita
13:22 cinta halaman 116 diam-diam halaman 118 k engkau Halaman 120 sebuah adegan pada Hening Malam halaman 121 syair luka lagu Sendu halaman 123 Ini hanya cinta tidak bolehkah halaman 124 lelaki berwajah Murung halaman 125 indah yang luka Halaman 126 isak tangis halaman 127 keberhasilan halaman 129 kendaraan halaman 131 silang Jalan halaman 132 alasan cinta halaman 133 Wid cinta halaman 134 ujung jalan yang belum kelihatan halaman
14:09 136 anakku kalian manusia juga hamba tentang penulis terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku pengantar menghadirkan rasa di dunia kata-kata Alhamdulillah la Haa wala quwata illa Billah shatullah wasalam Al nabiiril Anam segala puji bagi Allah atas
14:55 kehendak dan perken maka tulisan-tulisan di buku ini yang semula hanya dinikmati penulisnya sendirian akhirnya dapat diterbitkan dan dibaca banyak orang selawat serta salam atas Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sang pembawa dan penebar cahaya hingga tampak jelas mana benar dan mana salah hingga diri yang penuh khilaf salah dapat berkaca hingga tak harus payah lelah mencari mengejar sendiri kebenaran
15:40 kebaikan yang Hakiki buku ini berawal dari suara hati dan bentuk awalnya sekedar coretan-coretan sesuka hati tidak untuk siapa-siapa hanya untuk diri sendiri saja agar peristiwa-peristiwa berharga tidak berlalu tanpa makna buku ini adalah fragmen-fagmen kehidupan juga servih-serih pemikiran buku ini adalah ungkapan Gejolak dan dinamika jiwa buku ini adalah cermin untuk berkaca sejauh mana langkah hidup masih
16:26 setia meniti jalan lurusnya juga seserius apa diri ini sabar dan istikomah mengikuti iringan cahaya selangkah demi selangkah semakin dekat dengan hadiratnya buku ini hakikatnya adalah tonggak-tonggak perjalanan rangkaian pelajaran juga tumpukan kenangan buku ini adalah hasil pertemuan antara pengalaman nyatakap dan pergumulan pikiran di dalamnya bertaburan banyak puisi atau mirip puisi dan juga tulisan-tulisan pendek yang dirangkai
17:12 dengan beragam tujuan sesuai situasi saat ia dilahirkan dengan harapan semoga isinya tidak hanya ditelan tetapi juga dicerna direnungkan demi memerah kemanfaatan buku ini menyandang judul terjemah rasa sebagai petanda bagi kenyataan bahwa buku ini yang semula adalah Kapan dari tentang aneka rasa Hi dan pengalaman saatal anah k buku ini membar kebimbangan tentang ada dan aku tak lupa
17:57 kegembira ah Bu ini ak aku ak Maun H buku ini tent itu Sema dari persek saya Jud Buu iniaheng danwa diam n Ma di Al May yangunia
18:49 lahahang Maun yangun spiritual Danas menakrailingan dan Sun setiap judul dalam buku ini membawa cerita dan misinya sendiri-sendiri seb besawa danmai jisi dan sa Mak dan per yang lahir dariul-ulisan iniuhnya sebagai hiburan Bu tak mungkag yanganulan yang seb
19:44 pel ini [Musik] buku ini bisa dibaca utuh seluruhnya atau bagian tertentu yang mana saja tidak ada keharusan urutan dan tidak perlu dicari kesaling terkaitan antar judulnya setiap judul membawa Visi dan pesannya sendiri dengan segala keunikan wujudnya buku ini semoga sedikit membantu dalam proses Muhasabah instreksi diri atau sekadar diambil hikmah saat kebetulan menemukan makna
20:30 atau peristiwa yang Senada menerjemahkan rasa ke dalam kata memang tidak sesederhana membunyikan pikiran ke dalam suara atau menuangkan pemahaman ke dalam cerita kata-kata akan memenjara rasa dan mengurungnya dalam pagar arti dan definisi namunikian kata-kata juga yang akanu mengang juta Mak
21:27 buendnya yang mendukung dan mengizinkan saya menulis juga banyak teman dan sahabat yang selalu mendorong membantu dan menyemangati saya untuk menerbitkan tulisan maka sesungguhnya tak tahu diri Kalau saya tidak berterima kasih dan tidak memberikan penghormatan tertinggi kepada mereka semua khususnya kepada guru-guru cinta dalam hidup saya istri anak-anak orang tua juga para guru yang tidak bisa saya sebut satu demi satu tidak lupa pula terima kasih dan rasa hormat kepada teman-teman mjs yang tidak jemu mewadahi dan memaklumi Apun tingkah pola saya pada akhirnya Buku Ini adalah sebuah persembahan dan juga doa semoga buku ini menginspirasi lahirnya kebaikan
22:14 dan kemanfaatan di level Apun dalam bentuk Apun semoga Apun peran yang dimainkan oleh semua yang terlibat dengan buku ini mulai dari yang menulis membaca mengedit menerbitkan hingga yang sekedar dukung dan gembira Dengan hadirnya buku ini diterima olehnya sebagai amal kebaikan yang manfaat berguna dan pada akhirnya berbuah Rida dan barokahnya wahul Mufi wahuam bab Yogyakarta 2 Maret 2021 fahruddin Faiz daftar isi pengantar menghadirkan rasa di dunia kata-kata halaman 5 daftar isi halaman 11 Kau kira aku ada kasunyatan halaman 16 prihatin halaman
23:01 18 seolah-olah halaman 20 siapa Aku pagar 1 halaman 22 siapa Aku pagar 2 halaman 24 siapa Aku pagar 3 halaman 27 siapa Aku pagar 4 halaman 31 tubuh Halaman 33 senyum tawa dan tangisan halaman 34 cermin pagar 1 halaman 36 cermin pagar 2 halaman 37 Kesunyian halaman 41ting halaman 43 jangan terlalu halaman 44 membaca warnaku halaman 45 panggilan halaman 47 aku manusia halaman 49 Kau kira halaman 51 hampa halaman 52 meniti jalan cahaya aku saya dan hamba halaman
23:48 54 ikhwal cahaya halaman 59 Gema yang sia-sia halaman 61 kerumunan Mulia halaman 64 semoga kau tengok aku wahai sang terpuji halaman 66 Muhasabah halaman 69 untukmu manusia Mulia hanya bisa kupersembahkan gelisah halaman 71 begitu banyak cahaya halaman 76 Kapan tentang dia halaman 78 lampu dan cahaya halaman 79 bagusi halaman 82 awam saja belum bisa halaman 84 pertanyaan halaman 86 mencari yang istimewa halaman 90 gemas cemas halaman 93 kegelisahan halaman 96 cinta itu lagi cinta halaman
24:38 102 nilai cinta halaman 103 menyapamu halaman 105 cinta ini halaman 107 bahasa jiwa halaman 109 tak saling tapi halaman 111 air mata orang tua halaman 113 mereka menatap kita cinta halaman 116 diam-diam halaman 118 kusapa engkau Halaman 120 sebuah adegan pada Hening Malam halaman 121 syair luka lagu Sendu halaman 123 Ini hanya cinta tidak bolehkah halaman 124 lelaki berwajah Murung halaman 125 indah yang luka Halaman 126 isak tangis
25:24 halaman 127 keberhasilan halaman 129 kendaraan halaman 131 silang Jalan halaman 132 alasan cinta halaman 133 wirid cinta halaman 134 ujung jalan yang belum kelihatan halaman 136 anakku kalian manusia juga hamba tentang penulis terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku Fahrudin Faiz anak-anakku kalian manusia juga hamba
26:09 bagian Del Anakku jangan berpengharapan semua terjadi seperti yang kau inginkan namun Terimalah yang terjadi maka hidupmu akan tenang kalau tak mampu kau relakan segala NY kejadian Bagaimana kau jalani kehidupan yang beralas kenyataan kalau tak mampu kau terima segala nyata peristiwa Bagaimana akan kau kendarai semua menuju yangahi kalau tak mampu kau ridala tetap pasti bagaimana kau temukan yang hiki untuk membantumu mendaki
26:57 menuju sang mahatinggi luaskanlah hatimu agar bisa menampung penuh segala hikmah penuh makna dari gelaran semesta terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fakrudin Faiz anakku-anakku kalian manusia juga hamba bagian 6 anakku aku tahu sudah tabiat manusia mengidamkan yang nikmat
27:44 saja menginginkan yang nyaman saja memimpikan yang menyenangkan saja seb b bergantung kepada kesediaanmu untuk sementara merasai kesakitan bergantung kepada kesiapanmu untuk sementara mengenyam keedihan bergantung kepada kemauanmu untuk sementara menelan kepahitan usaha itu sampai kau ke
28:30 tujuan tekun itu jemu membosankan namun tanpanya tak sempurna hasil segala rancangan memaksa diri berjuang itu berat membebankan namun tanpanya tak lebih baik hidup kau jalankan memerah daya waktu tenaga betapa perih menyakitkan namun tanpanya segala idaman impian takkan menemukan perwujudan nikmat buka puasa kebahagiaan hari raya hanya dirasakan oleh mereka yang mau sungguh
29:17 berpuasa yang tak berpuasa roda hidupnya tak akan berubah yang tak sungguh puasa kenikmatannya hanya setengah yang pura-pura puasa kebahagiaannya juga pura-pura terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fahruddin Faiz bagian 9 anakku engkau manusia dengan segala kuasa dan kelemahannya engkau Hamba dengan segala amanah dan
30:02 karunianya semua yang kau punya adalah bekal perjalanan menuju ke arahnya semua yang tak kau punya adalah keringanan tak memberati jalan usah kau risokan segala rasa bahagia adalah istirahat sebar sebelum berdiri kali melanjutkan perjalan segala rasa sedih resah adalah sekadar rintangan untuk dilangkahi dilewati agar tak menutupi jalan jangan kau tunda kebaikan Jangan kau tunggu keinsyafan Janganlah saja tegakkan badan
30:50 busungkan dada melangkah ke depan itu saja yang harus kau lakukan sisanya serahkan kepada Tuhan Sang Penguasa segala [Musik] kemungkinan terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fahruddin Faiz anak-anakku kalian manusia juga hamba bagian tuuh anakku adalah wajar kalau engkau memiliki keinginan namun semoga juga memiliki
31:35 kendali atas apa yang pantas kau inginkan dan yang taku kauikan tanpa keinginan takkan kauuiaian tanpaaian tak kaui kebahagiaan [Musik] namun kekecewaan ternyata kebahagiaan tergantung juga pada keinginan maka hidupkan cita pancangkan tujuan lalu perjuangkan namun amati segala goda rayuan yang menyeretmu kejam ke lembah
32:22 mimpi dan Ambisi tanpa mengukur batas diri Karena tanpa ukuran keinginan akan memusnahkan segala harap akan kejayaan terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku Fahrudin Faiz anakkuanakku kalian manusia juga hamba bagian Li anakku hidup itu tergantung Bagaimana engkau menyusunnya dunia itu tergantung Bagaimana engkau
33:07 menafsirnya engkau memiliki segala daya untuk membentuknya Kalau nantinya penderitaan hidup kau rasa Ubahlah susunannya Kalau nantinya betapa berat Kau tanggung beban dunia Ubahlah cara pandangmu terhadapnya Kalau nantinya cerita yang kau bentuk gagal tak seperti kau kira Buatlah cerita yang baru saja susunlah duniamu dengan pola langit hingga orang lain harus menengadah terpaku teranga menakar ketingianmu n megah namun sebaliknya engkau penuh kasih menatap menaungi ke arah bawah berbagi kemuliaan
33:56 sesama Buatlah duniamu dalam Citra bumi yang menumbuhkan segala yang berguna yang pantang menyerah putus asa yang begitu kuat tangguh meski diinjak dijajah Teguh tegap Setia menapaki porosnya Jalanilah kisah hidupmu laksana air mengalir Indah seturut aliran berkelok lincah menghindar rintangan berkesadaran luas menyebar namun tetap merendah tanpa mendaku kepentingan menjadi kunci hidup dan
34:43 kemanfaatan tanpa menepuk dada berkar tempuhlah perjalananmuangin bisiknya menykan bila diperlukan teriakannya menggoncang meruntuhkan ia punya kuasa melambungkan ia punya pula kuasa menjatuhkan acap dicari meski tetap ditakuti tiada Sela yang tak mampu dimasukinya tak terlihat namun hadirnya Begitu Terasa
35:29 tak tampak mata namun pengaruhnya begitu nyata nyalahkan hidupmu B api dalam semangat hasrat dan perjuangan Tak ada yang tak kau bisa kalau tekad terpatri di dada hancur jadi abu segala batu penghalang musnah tak tersisa segala malas enggan menghidupkan kebenaran menerangi kegelapan terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fakrudin
36:15 Fa anakkuanakku kalian manusia juga hamba bagian anu biasa bukan Tuhan sang segala kuasa Maka jangan pernah kau daku kesempurnaan apalagi sambil mendonga merendahkan segala makhluk ciptaan engkau bisa khilaf engkau mungkin salah tak pantas kau rasa jumawa menganggap benar Apun yang kini kau yakini seakan tak ada yang lebih benar lagi seakan tak mungkin bisa lebih baik
37:01 lagi Engkau hanya manusia nak KuasaMu terbatas pikiranmu tidak tanpa batas yang kau tahu hanya yang kebetulan kau Temu Yang kau setuju hanya yang kebetulan kau mampu engkau hanyalah manusia diantara berjuta manusia lainnya berdirilah setara jangan merasa lebih jangan merasa kurang kalau kau rasa lebih tinggi Maka petir akan menyarmu takh kauasahendah maka banjir akanamkan Tanis Belajarlah tentang sesama
37:48 Belajarlah kepada sesama Belajarlah B Man dia ada terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku Fahrudin Faiz anak-anakku kalian manusia juga hamba bagian t anakku Terimalah hidupmu hadapilah sit namun lalu bakar dia tanpa
38:34 sisa dengan daya dan gairahmu yang menyala membara hidupmu pasti tidak selalu kesenangan pasti tidak melulu kenyamanan namun dalam penerimaan akan kauui kebahagiaanya hiup akan menyeretmu keuting gelap kehidupan namun di sanalah pelajaran paling penting akan Kau Dapatkan sesekali sejarah akan melemparkanmu terpuruk dalam luka dan keperihan namun tanpa semua itu takkan kau peroleh kekuatan dan daya
39:20 tahan di sepanjang perjalananmu silih berganti hunjam kepahitan akan kau telan rasakan namun tanpa semua itu bagaimana kau naiki tangga kejayaan lewat jalur apa kau Titi jalan kemenangan kalau hanya luka pantang kau menyerah kalau hanya peluh pantang kau mengeluh kalau hanya sakit pantang kau menjerit ah lantang ke angkasa ke gunung bebatuan awan gemwan Suarakan apa yang k
40:06 in biarkan gemuhi Al kkan bendungk layangkan mu sejauh mungk layarkan bahter asu selu kau maend mereka Mengagumimu biarlah lelah mulut mereka menyebut namamu lalu pada akhirnya kau pun harus sadar bahwa tujuanmu bukan mereka juga bukan dirimu karena semua hanya drama yang dirancang Sang Penguasa semesta untuk menuntunmu selangkah demi
40:53 selangkah tepat menuju ke arahnya terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku Fahrudin Faiz Anakku anakku kalian manusia juga hamba bagian du anakku ayahmu ini tak bernasab langit tak Berdarah Biru maka kedirianmu tegakkanlah sendiri
41:42 dengan keringatmu kebanggaanmu atas dirimu harus jua karena dirimu anakku usah iri kau pada mereka yang begitu lahir sudah duduk gagah di kursi Indah takdir megah kakek nenek mereka usah kau dengki pada mereka yang begitu membuka mata berlumur puja dan penghormatan cipratan cercah Mulia orang-orang tua mereka yang penuh berkah bercahaya usah kau mimpi seperti mereka yang nama mereka saja memaksa yang lain
42:30 tanpa dipaksa menghaturkan sembah dan pasrah takluk dan Mendamba usah kau berhasrat meniru mereka yang harimau karena orang tua mereka adalah singa yang elang karena orang tua mereka adalah Garuda yang perkasa karena mkaalah raksasa mereka itu Anakku kebenaran mereka adalah perintah yang harus dikibarkan mengangkasa kekhilafan mereka adalah mukjizat tak kentara yang harus dicari
43:18 hikmahnya kalau mereka memujimu engau mend engkau mandi berkah ayahmu Ini anakku berdarah rusuh sejak lahir bergumul keluh dan peluh dalam diri ayahmu ini sebutlah ketidak mampuan apa sebutlah kekurangan apa sebutlah ketidak pununyaan apa semua tersedia di dalamnya cari nama ayahmu ini di mata rantai silsilah para Mulia apalagi dalam
44:04 buku sejarah anakku ayahmu ini ternyata hanya mampu membantu Allah menghadirkanmu selebihnya bangunlah namamu seindah khayalmu susunlah dirimu sebesar mimpimu betapa bahagia ayahmu ini Andai tiba suatu waktu nanti engkau ragu menyematkan namaku di belakang namamu karena khawatir menjadikannya keruh terjemah rasa tentang aku hamba dan
44:50 cinta karya buku Fahrudin Faiz anak-anak aku kalian manusia juga hamba bagian satu anakku sebelum segala sesuatunya kau Ingatlah hakikat dirimu adalah tiada namun kasih-nya membuatmu ada itu pun sementara maka ingatlah tiga kata ini ketiadaan kesementaraan dan kasihnya itulah nanti yang akan menjadi Jalan bagi segala apa yang harus kau
45:39 selesaikan Allah adalah tujuanmu Muhammad dan al-qur'an adalah penuntunmu dunia dan segala perangkatnya adalah kendaraanmu maka perhatikan arahmu jalanmu Adakah tetap setia ke kiblat tujuanmu maka perhatikan polah langkahmu Adakah sabar istiah mengikuti penununmu maka perhatikanlah semua sekelilingmu Adakah sudah kau olah sebagai pendukkal
46:25 perjalananilangan kau kehilangan tujuanmu apa ada nilai hidupmu yang tanpa tujuan selain hanya lelah menghabiskan usia juga hanya kebingungan menjemput kemusnahan kehilangan Muhammad dan Alquran berarti kau kehilangan penuntunmu ke manapun arahjan tanpa tuntunan ke mana kemudi kau layarkan selain hanya lelah menghabiskan tenaga juga hanya kebingungan menjemput ketersesatan kehilangan dunia berarti hilang kesempatan untuk memperoleh
47:12 bekal sekuat apa dayamu menempuh perjalanan tanpa bekal selain hanya payah Tak tuntas arah juga hanya kebingungan menjemput kematian terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku Fahrudin Faiz wirid cinta kuwiridkan cinta dalam setiap desah naasku detak nadiku dan orang-orang tertawa tapi aku
47:57 peduli karena di hadapan seorang buta warna-warni Indah tiadalah Artinya kuwiridkan Cinta 7 10 100 1000 dan berjuta kali sampai kering bibir dan habis tenaga dan semua menganggapku kalah tetapi mereka tidak tahu di sinilah kemenanganku kuwiridkan cinta senantiasa diterangnya siang maupun gulitanya malam karena selain cinta yang lain hanya
48:42 tempelan yang mudah terkelupas sesuai keadaan kuwiridkan cinta di padang-padang gersang di Telaga ketentraman karena sebagaimana napas dan jiwa di manapun orang kan menengadahkan tangannya untuk cinta kuwiridkan cinta tiada bosannya tanpa harus jelas Mengapa karena kejelasan biasanya hanya bikinan untuk menipu mereka yang diperbudak akal kuwiridkan cinta
49:28 Sudahlah jangan lagi ditanya karena kau selalu saja kuwiridkan cinta apapun yang kau kata cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku Fahrudin Faiz
50:13 ujung jalan yang belum kelihatan dalam bimbang ragu itu entah dalam jaga atau mimpi tiba-tiba sebuah tangan menggamit lengan Mengapa berhenti bisiknya Aku menoleh dan kulihat seorang gadis muda beraura cahaya Aku ingin bersamu katanya kemudian aku ada di pihakmu Aku siap menjadi tangan dan kakimu jika kau perlu cukuplah sudah air mata itu belum selesaikah keluh kesah itu akan sampai kapan sedu sedan
51:03 itu Cinta Indah itu Akankah kau bawa hanya ke lembah nestapa tanpa memanfaatkan cahaya yang dihadirkannya kuamati kembali gadis Agung itu lalu sambil tersenyum kepadanya kutanyakan siapa Engkau dan mengapa kau hadir dalam dunia ini yang hanya berisi duka rindu dan pilu Aku tidak tahu katanya Sang Penguasa kisah memerintahkan hatiku untuk sekarang menemuimu Mengapa baru sekarang kuulang lagi
51:50 pertanyaanku karena kulihat kau hampir menyerah engkau mulai berubah cahaya cinta itu perlahan memudar berganti hasrat dan dendam engkau mulai sama seperti mereka tak sadar engkau sedang berjalan ke mulut dunia yang sedang berliur mengangakkan mulut dan memamerkan taringnya pelajaran mengangkasa menjernihkan jiwamu hingga mampu memantulkan
52:36 cahaya Namun engkau berjalan ke arah yang salah cinta yang kemarin menjulang begitu indahnya kau ganti dengan Ambisi dan kesenangan tak sejati kenangan yang menyuh rasa kau ganti dengan kenikmatan sementara dukamu yang mengagumkan dan menggugah jiwa kau ganti dengan kebanggaan palsu yang memabukkan aku terdiam tak berkedip memandangi wajah cerah bercahaya itu engkau begitu indah dan cerah Mengapa mendekatiku yang Murung
53:24 gelisah dan salah arah tanaku Gadis itu tersenyum Siapa bilang aku cerah duka yangasakaning dari yang kauanggkankarti yanguka keinginan yanghangi aku sudah merasakannya setiap aku mendangu redup dan hampir padam ditelan zaman aku termangu sesaat tak tahu apa yang harus kulakukan tapi kita akan ke mana
54:12 Tanyaku Mengapa kamu bertanya kepadaku katanya balik bertanya tanpa sadar aku pun bangkit berdiri menggandeng tangannya lalu melangkahkan kaki entah ke mana terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fakrudin Faiz keberhasilan kali ini justru Sang Guru yang berbinar gembira sedang di hadapan sangrid tertuk lemah layu lumpuh setelah
55:01 Terhempas tak berdaya di sudut gulitaantarati yangahelamat engkauhil anakku kangur denganada sukacita sang murid kebingungan Bagaimana yang ia rasakan sebagaian dananun asilan engkau mungkin bingung dengan tanggapanka tetapi bagiku engkau memang sudah berhasil pertama kesedihanmu dan kekalutanmu dalam cinta
55:47 menunjukkan bahwa engkau sungguh-sungguh dalam cinta rasa cinta itu adalah cinta yang benar cinta tidak akan Kepalsuan dapat membuahkan rasa sakit dalam itu dalam cinta yang pura-pura kekecewaan mungkin ada Khususnya ketika Ambisi egoisnya tidak terpenuhi namun tidak lama cinta seperti itu akan menjelma dendam benci atauul yang sejati tak mungkin berubah menjadi dendam benci atau tidak
56:33 puli maka kepahitan ser keterpuranmu bagiku Cu yang sejati kuselti engkau Karena tidak semua orang apagi yang masih berkubang lump Ambisi dan ego kesenangan pribadi mampu menumbuhkan cinta jenis itu kedua aku selamati kaliimu karena cintamu itu menunjukkan lembutnya jiwamu betapa harus kauukuri itu Tidakkah Kau amati sekelilingmu
57:20 betapak kukius yang kau saksikan sebagian besar banyak pertunjukan nafsu Ambisi dan strategi untuk saling mengalahkan dan saling mengungguli Seandainya kau temui tindak kebaikan atau kemanusiaan untuk pemenuhan hasrat keduniaan ketiga aku selamati Engkau Karena kini
58:08 naik makammu kelembutan jiwamu itu adalah syarat yang kau perlukan sebelum kita bisa melanjutkan ke Puncak pelajaran yaitu hubungan paling indah dengannya yang gerbang dan kendaraannya adalah cinta terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fahruddin Faiz alasan cinta malam itu Pak Kiai menasihati kami
58:53 semua Cinta Itu Indah anak-anak kalau dengan alasan cinta kalian melakukan hal-hal yang kotor dan menjijikkan maka Yakinlah bahwa itu bukan cinta namun kesadaran rendahmu yang mengejar kesenangan sementara cinta itu mengutuhkan dan menyatukan kalau dengan alasan cinta kalian menghancurkan memporandakkan apapun hubungan dan kebersamaan maka ketahuilah bahwa itu bukan cinta namun nafsu dan hasrat egois
59:40 belaka cinta itu mengasihi dan tidak mungkin menyakiti kalau dengan alasan cinta kalian sengaja membuat luka dan pedih pada siapapun saja maka ingatlah itu bukan cinta namun ambisi kalian yang tak mau rugi dan kalah cinta itu nilai tertinggi kalau dengan alasan cinta kalian melakukan hal-hal tak manusiawi maka ingatlah itu bukan cinta namun kebinatangan kesetanan yang Malih
1:00:28 rupa cinta itu anak-anakku adalah jalan paling indah menjadi manusia juga jalan paling mulia menuju Allah terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fudin Faiz sang Pemuda tak banyak kata mengungkap dengan tegas Maksudnya aku sangat mencintaimu maka aku menginginkan yang terbaik untuk kita dan
1:01:17 inilah jalan terbaiknya sang pemudi tak mau kalahyakan dengan nyaring keinginannya Cintaku padamu tak kalah dalamnya aku pun menginginkan yang terbaik untuk kita dan inilah menurutku jalannya lalu mereka berisi keras hingga melupakan cinta lalu mereka berpisah meski bertabur air mata sampai tiba suatu masa mereka sadar bahwa cinta dan kebersamaan jauh lebih berharga
1:02:04 daripada sekadar rute dan jalan lalu mereka kembali bersama setelah membuang waktu bersama lamanya Setelah memerih luka betapa sakitnya setelah menelan banjir air mata alangkah pahitnya terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fahudin Faiz kendaraan lelaki itu melototkan
1:02:52 mata wajahnya menegang memah kalian ini sesat teriaknya keras tidak seharusnya kalian hamburkan usia untuk hal yang tak berguna sekadar melayani ajakan cinta dan mengikuti Suara Hati belaka hidup itu hanya untuk Allah saja Allah saja belumkah kalian mengerti juga Lihatlah aku hanya Allah saja tujuanku segala cinta seperti yang merisaukan kalian itu sudah lama kubuang
1:03:41 jauh-jauh seorang anak muda dari kumpulan mereka yang sejak tadi menunduk diam saja tiba-tiba mengangkat wajahnya kemudian dengan lugu berkata semua C musnah dibuang lalu dengan kendaraan apa kita bisa sampai kepadanya terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fakrudin Faiz is bersabar dan melupakan segala
1:04:28 kejadian menyakitkan hidupkan harus tetap berjalan demikian yang mereka hiburkan namun perempuan sendu itu tak mampu hentikan tangisnya selain hanya menjawab dengan sebentuk anggukan lemah air matanya tak henti mengalir membanjiri wajah yang layu lebam direjam oleh aneka penderitaan isnya beruntun susul menyusul dadanya berguncang-guncang seakan sesuatu mendesak-desak dari
1:05:16 dalam Tak sabar ingin lepas terluahkan meruntuhkan pertahanan terakhir pemiliknya untuk hancur sehancur-hancurnya suasana terasa redup mendung orang-orang lalu beringsut mundur seakan takut banjir air mata itu tak akan membasahi kaki mereka seakan enggan tertimbun reruntuhan duka yang begitu megahnya saat jauh semua orang ambruklah perempuan sendu itu
1:06:03 sendirian bisikan dari mulutnya Hampir tak terdengar ta sekali engkau sayang meninggalkan aku sendirian terkubur runtuhan oleh Ca Kerinduan dan kenangan sakit dan yangihnya terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fahruddin Faiz air mata orang tua
1:06:48 anakku Aku tidak ingin menanyakan kabarmu karena pertanyaan itu membuatku ragu kalaukau jawabanmu tidak seperti harapanku Aku hanya bisa mendoakanmu Semoga tangan-tangan Tuhan menaungimu selalu menuntunmu selalu dan melindungimu selalu beragam cerita orang sampai di telingaku ada yang bilang dirimu sedang menyandang duka bertabur air mata ada yang bilang engkau terganggu pikiran karena cinta ada yang bilang engkau sedang berjuang keluar dari jurang patah hati
1:07:34 dan kekecewaan juga segala macam kabar yang membuat hati kami cemas berdebar Namun karena engkau tak pernah mengabari suatu apa maka sebagaimana Aku percaya bahwa dalam hidup ini cahaya dan gulita akan silih berganti senantiasa aku pun akan tetap percaya bahwa engkau baik-baik saja setidaknya akan kembali baik-baik saja sejujurnya anakku betapa ayahmu ini gelisah Ingin rasanya segera menjengukmu
1:08:20 di sana tetapi apakah hadirku tidak mengganggumu jika engkau baik saja dan tidak menambah bebanmu jika engkau sedang memendam masalah ayahmu ini tidak percaya kepada dirinya Apakah tahan hati melihatmu bergelimang duka napa ayahmu ini takut nak akah air mata tua ini menambah bebandu ayahmu juga tak mau membuatmu bertambah lelah dengan bersandiwara menyembunyikan luka engkaulah penghuni hati ini yang paling
1:09:07 utama sakit pedihmu lebih mbebani dibanding sakit pedihku sendiri Engkau adalah kebanggaanku engkau Permata tak terilaiga engkauah bukti bahwa hingga berken menipkan besuh yangituwa kepada ayah apa jawu kepada Tuhan Nanti ja dia Bert t segalauka yang kau Apa hukuman yang akan ayahanggung
1:09:54 Danu apa-apa ayahmu ini begitu takut dan merasa bersalah nak ayahmu ini bukan seorang ahli jiwa atau penghibur duka ayahmu ini hanyalah seorang Desa biasa yang akrab dengan lumpur dan sawah tentang urusan hati yang kata orang kau derita kini aku tak mengerti Suruhlah Ayah memanggul barang dan buku menyuci bajumu memasak makanan kesukaanmu atau membelikan perlengkapan yang kau butuh namun jangan suruh ayahmu ini menghiburmu dengan kata-kata sejuk atau
1:10:39 petuah agama yang menyentuh kalau tentang wawasan dan ilmu ayahmu ini hanyalah muridmu tidak menggangu pulah keumah sa Meskipun aku tidak bisa menyelesaikan masalahm namuna ayahbumu ini desa yangituikitingkanuua Sara kepadaa ataunyaghibur
1:11:31 menakanesanut dan jahit aters kitaumah t di menwamauniab menangis danahang dibum itu tahajudamnya anakku itu darahagingku diaak maka sebenarnya akah yanging Mer
1:12:24 sakitnya puasa terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fahruddin Faiz indah yang luka megah cintaku dalam rasa suram cintaku dalam nyata saat damba melanda keindahan tergambar dalam khayal saat terbuka mata padam segala
1:13:10 gambar kusangka Cinta Indah saja ternyata cinta penuh luka karena itu cinta indah adalah luka dan luka adalah Indah terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fahruddin Faiz lelaki berwajah Murung lelaki berwajah Murung itu gemetar membuka mulutnya entah sedang
1:13:58 bertutur kata atau hanya mengeluh saja Kalau engkau jatuh cinta orang akan tertawa dan menganggapmu hanya tergoda oleh rasa dan diombang-ambingkan oleh hasrataka Kalau engkau gelisah Ru danaak tertawa menganggapmu Terbelenggu oleh hawa nafsu dan terjebak oleh kecengengan tanpa makna kalau mati-matian kau perjuangkan cintamu orang tertawa juga dalam
1:14:44 sinisnya dan menganggapmu membuang daya tanpa guna memboroskan waktu tanpa buah nyata kalau tersungkur-sungkur jatuh engkau dalam cintamu semakin terbaha mereka dalam tertawa dan menganggapmu Bodoh tak terkira serta mau saja dipermainkan oleh sandiwara dunia kalau hancur hatimu habis dayamu terburuk nasibmu pekat akhir kisah cintamu dalam bela sungkawa palsu mereka juga
1:15:30 memendam tawa sambil dingin berkata di telingamu rasakanlah terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fahruddin Faiz ini hanya cinta tidak bolehkah seorang lelaki Berdiri dalam hening termangu di ujung tepi jurang berbatu matanya menerawang dalam pedih dan ragu membimbang entah apa yang membuncah dalam
1:16:18 dadanya berat masalah hidupnya tergambar saat ia memukul-mukul sendiri dadanya hina sekali engkau masihkah kau sebut dirimu manusia kepalanya menggeleng lemah seakan tidak percaya Mbak musafir yang begitu kecewa karena habis tenaga sebelum kota yang dituju terjamah kembali mulutnya lemah dan lelah Bukankah ini hanya cinta tidak bolehkah dalam gemetar tak sadar
1:17:06 ujung kakinya bergeser melangkah terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fakrudin Faiz diam-diam diam-diam masing-masing kita menikmati rasa yang tumbuh mendalam semakin dalam tanpa secuil pun Asa untuk disampaikan disambungkan sembunyi-sembunyi kita saling memuji Indah citra diri dalam remang
1:17:54 suram di sudut bilik hati sama sekali tanpa berani menunjukkannya di terang suasana mencuri-curi kita saling menyentuh hati sambil berpaling menyadari bahwa yang tak akan terjadi tak akan terjadi Bil tak henti meyakini bahwa segala rasa indah adalah anugerahnya yang harus tiada henti disyukuri hanya jemari terangkat
1:18:40 tinggi mengguncang arasyi Ilahi semoga yang terjadi bukan yang memberati hati atau yang menghancurkan diri terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku Fahrudin Faiz kusapa engkau kusapa dirimu sambil menyemai harapan semoga yang tak terkatakan turut Hany
1:19:27 tersampaikan kutanyakan tentang kesehatan sambil diam-diam kuisyaratkan sehat semangatku bertaut berpadu dengan gairah ceriamu kukabarkan tentang cuaca sambil berharap semoga kau sadar endung cerah hatimu adalah mendung cerahku jua lalu sepanjang pembicaraan tak pusing kubaca kata tak payah kupahami wacana selain menjaga
1:20:15 Hawa agar Tak Bosan engkau dalam kebersamaan kita terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fahruddin Faiz mereka menatap kita cinta mereka menatap kita cinta sebagai yang aneh dan tak biasa sampai aku ragu dengan diriku Adakah aku yang gila ataukah mereka mereka menatap kita cinta dengan sorot mata jijik tak tahan seakan kita bekas muntahan yang tak pantas tampil
1:21:03 kelihatan bahkan di sudut tempat pembuangan sampai aku ragu dengan diriku Adakah Aku yang tak punya rasa atukah mereka yang mati rasa mereka menatap kita penyakit menular yang sama sekali tak boleh hadir meski menyisir semilir angin sampai aku ragu dengan diriku Adakah aku yang membatu ataukah mereka yang beku mereka menatap kita cinta lalu tersenyum sinis mencelah seakan kita aib
1:21:49 sejarah yang harus bertakdir musnah sampai Aku ragu dengan diriku Adakah Aku terlalu percaya diri ataukah mereka yang tak tahu diri mereka menetap kita cinta lalu bermakar menyingkirkan kita seakan kita wabah bencana yang diharap lenyap tak bersisa sampai aku raguikuakah aku mereka sebenarnya yang buta mereka menetap kita cinta Haruskah kita diam saja atau kita pura-pura diam
1:22:37 saja terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fahruddin Faiz sebuah adegan pada hening malam rembulan menumpahkan cahayanya menaburi kenangan yang menari-nari dalam rasa menambah irisan baru luka-luka meningkahi Suara Hati Yang Pilu dengan warna sendu angin semilir mendesakkan hembusannya Menghunjam di dada menyentuh
1:23:23 jauh bekas luka di kedalaman jiwa terbukalah kembali jahitan lama yang dulu dianyam secara paksa demi sakit agar tak memutus nyawa derit suara binatang malam mendenging menusuk-nusuk telinga menghadirkan kembali satu suara lembut yang tak henti menggema entah Sejak kapan dan sampai kapan membuat gendangnya tak lagi peka akan segala suara lain yang
1:24:10 berbeda gemericik suara air yang mengalir perlahan tertahan batu dan tetumbuhan melayangkan Kenang ke masa lama saat cerita bunga-bunga mewarnai hari-hari cerah penuh cahaya namun juga tanpa jeda menghadirkan kesadaran bahwa pedih dan luka itu tak kalah nyata suram bayang-bayang menegaskan gambaran membuat Citra kenangan sejernih kenyataan bak hantu yang menyerbu dari segala
1:24:58 penjuru meringkus diri Luruh yang entah kapan bisa kembali tegak menantang badai yang menjelang [Musik] menggemurku Rentak gemulai dedaunan melambai seakan memanggil mengundang kembali ke dunia bergelombang yang indah penuh seri namun trauma luka yang dulu menggoreskan pedihperih tiada terperi melahirkan gamang dan sangsi Tidakkah luka lama yang sampai
1:25:44 kini masih terasa akan kembali terbuka atau bahkan akan bertambah lalu aku masihkah Ini diriku setelah berulang tersungkur-sungkur jatuh hingga berganti rupa dan wajahku terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku Fahrudin Faiz syair luka lagu Sendu takdir duka yang bertumpang tindih
1:26:31 itu sendu wajahmu tak henti mengganggu menggelanyuti kelopak mataku sedang nestapa betapa enggan menjauh memelukku serta mencumbu tiada jenuh Mengapa bisa engkau setega itu padahal aku hanya mau sekadar tak tahu bahwa engkau telah amat jauh hingga tiada celah tuk sekilas mampu mengintip bahagia ceriamu juga tangis dukamu kini tak tahu lagi
1:27:19 aku Adakah di satu tempat satu waktu takdir baru akan menjemputku lalu menyematkan bintang bahagia di atas dada yang penuh sesak oleh luka terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fakrudin Faiz kegelisahan anak muda itu betapa gelisah dengan dirinya sudah diikutinya banyak guru di
1:28:06 dunia nyata maupun di dunia maya sudah dikoleksinya beragam wawasan dan pengetahuan namun masih saja ia merasa tak ada peningkatan apapun dalam dirinya Betapa ia kecewa dengan dirinya sendiri R sesiaji telah Ik banyak kajian telahun berapaul Ust dan pengajian tak ada sedikitak peningkatanun perahtiapendengarkan
1:28:53 Nas anya saat itu juga tekad saya membulat bahwa saya harus menjalankan nasihat hebat itu dalam hidup setiap kali para ulama yang mulia itu menyinyiri Para Pendosa orang-orang lalai dan para perusak Kehidupan terasa tertusuk jantung saya rasanya sayalah orangnya yang penuh dosa itu dan sudah sewajibnya saya harus segera memperbaiki diri setiap kali para penyebar ilmu dan hikmah itu menceritakan tentang kemuliaan para tokoh utama kebesaran figur-figur pengubah sejarah terasa bergelora dada
1:29:41 saya lahir keinginan yang sangat kuat untuk mencapai posisi dan makam tokoh-tokoh besar itu namun selanjutnya n saat kajian selesai saat pulang kembali semangat dan gairah itu terasa dingin kembali dan rutinitas hidup saya pun berjalan seperti biasanya betapa saya kecewa dan benci dengan diri ini rasanya kualitas hidup saya tidak pernah meningkat rasanya saya tidak pernah naik kelas dalam kehidupan ini apa memang sudah Garis hidup saya untuk sekadar menjadi orang biasa dan
1:30:28 orang awam yang tidak memiliki keistimewaan atau kebanggaan Apun terhadap hidupnya sendiri berondongan kegelisahan dan keluh kesah tiada mampu tercegah keluar dari mulut anak muda ini begituah ia dengan lakon yang sedang dijalaninya dan begitu serius elisiahanin kubiarkan sampai tuntas ia tumpahkan segala ganjalan yang ini menyesakadbiarkan iekonyolan hidnya veriinya Send samp
1:31:13 akhirnya ia sesai dan saat tahu apa definisimu tentang naik kelas namun menurutku sebenarnya engkau sudah naik kelas demikian Kalimat pertama yang kukatakan setelah beberapa saat ia menunggu tanggapanku sebelumnya engkau tidak pernah memikirkan tentang peningkatan kualitas dirimu namun sekarang engkau gelisah memikirkannya berarti engkau sudah mulai bergerak untuk meningkat sebelumnya engkau tidak
1:32:01 menyadari bahwa sel iniimu hanyanan saja tidak meng perkembangan apa- namun sekarang engau menyadari hal itu sejenis kenaikan dan peningkatan dan mengikuti beragam majelis ilmu baik langsung di dunia nyata maupun melalui dunia maya berarti kelasmu saat ini yang telah naik banyak orang yang masih di kelas susah istikomah atau kelas kalau sadar ngaji kalau malas ya pre atau Ada pula yang
1:32:47 tinggal di kelas merasa sudah tahu hingga merasa tak perlu belajar dari ustaz-ustaz baru maka bersyukurlah atas posisimu yang saat ini diberikan oleh om itu engkau sudah mampu mengisi hari-harimu dengan berjihad dan mujahadah di jalan ilmu engkau mengisi kepalamu dengan wawasan-wawasan penuh hikmah Bukankah itu saja sudah menunjukkan kelasmu yang tinggi Lihatlah banyak sebayamu hari ini masih gamang akan keberadaannya sehingga sibuk mencari pengakuan dengan berlomba merancang
1:33:33 segala hal demi like dan viral anak muda Itu tampak termenung namun yang saya maksud katanya menyela Apa gunanya segala capek lelah yang saya lakukaniku kajaor tentang kebenaran dan kebaikan Kalau saya belum mampu mewujudkan dan menjalankannyaini kataku menap wajah yang gelah itu saat engauih Bay dulu ratusan bahkan mungk ribuan kali Ayah atau ibumu menguckan k Ayah atau Ibu
1:34:22 di mampu mengucapkannya karena tingkat kesadaran dan kapasitas pikiranmu belum sampai namun Jangan dianggap yang dilakukan oleh orang tua itu sia-sia atau tidak berguna rangsangan kata yang disampaikan oleh orang tua itu sel berbulan-bulan pastilah berpengaruh kepada sang bayi masuk ke dalam memorinya menamkan banyak otak nya semua orang tua meyakini hal ini dan merasa pasti bahwa sebentar lagi dua kata itu akan muncul dari mulut anak mereka sampai suatu ketika saat yang
1:35:09 ditunggu pun tiba lalu muncullah kata ayah ibu itu dari mulut sang bayi demikian pula saat engkau sedang menempuh jalan ilmu Mungkin ada yang engkau pahami ada yang susah kau pahami Ada pula yang sama sekali tak kau pahami ada yang mampu kau wujudkan ada yang susah payah harus kau usahakan Ada pula yang sama sekali Terlupakan semua itu merupakan bagian dari proses pertumbuhan yang tidak pernah sia-sia tidak perlu berkecil hati atau memaksa diri apalagi menyiksa karena belum paham atau belum mampu
1:35:58 melakukan tetaplah belajar tetaplah meniti jalan ilmu biarlah isi kepalamu penuh dengan ilmu dan hikmah sebanak mungk seenuh-penuhnya meski ada beberapa yang terlewat dan beberapa yang tak mungkin diperbuat Meski Harus menyingkirkan banyakinikiranmu yang tidak samp akhirnya nanti segala ilmu dan hikmah itulah yang tersisa sebagai referensimu untuk memutuskan dan melakukan Apun dalam kehidupan jadi tidak perlu kau galau teruslah istiah menyibukkan diri di jalan ilmu dengan begitu sebenarnya
1:36:45 kelasmu sudah naik dan Bersabarlah menggembalakan proses untuk kehidupanmu baik dalam memahami maupun mengamalkan selangkah demi selangkah sesuai kapasitas dan situasimu kelasmu pun nanti akan naik lagi setahap demi setahap selebihnya biarkan Allah yang datang membantu pertumbuhanmu percepatlah prosesnya dengan doa terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku Fahrudin
1:37:33 Faiz nilai cinta cinta pada masa kini betapa kehilangan harga diri Ia dipakai dengan makna yang menunjukkan keterpesonaan jasmani ia dipakai sebagai istilah yang menggambarkan hasrat memiliki dan nafsu duniawi ia digunakan dengan arti senang-senang mengumbar birahi asik lupa diri bersama yang dicintai cinta pada masa kini betapa kehilangan
1:38:18 Jati ia harusampil menangg pamrih dan Ambisi ia harus hadir dengan bahasa ekonomi jika tak ingin dipandang sekadar ungkapan basa-basi ia harus beradaptasi dengan logika untung rugi iri dengki kompetisi dan pamrih jika tak ingin dipandang tak bernilai para pecinta pada masa kini begitu Malang sepi kala ia tampakkan wajahnya yang
1:39:03 asli semua memandangnya geli seperti seorang asing di negeri asing yang kata-katanya dianggap lucu tak dipahami kala ia teriakkan suara hati semua tertawa dan abai seperti rengekan suara bayi yang tak diambil peduli karena banyak hal lain lebih penting diurusi kala ia tangiskan luka hati semua menganggapnya Naif sekadar menghabiskan energi seperti rengekan anak kecil yang
1:39:50 dipandang masih belum mengerti akhirnya perlahan cinta pun undur diri pergi lalu manusia membangun peradabannya dengan keras hati terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fahruddin Faiz cinta ini cinta ini kekasih telah ah membuat capek lelah pemiliknya Lantas kenapa ia tak pergi jua bayang wajahmu kekasih terpahat oleh Apakah di
1:40:39 atas hatiku yang rapuh lemah tak runtuh oleh sejuta rasa rindu gelisah yang berdentam menghantam-hantam kenangan akan dirimu itu Terbuat dari apakah yang tak larut Oleh gerusan Waktu selalu tegak menjulang menari berloncatan menyela kesibukan sepenuh waktu senggang hafalkah engkau alamat mimpiku ataukah memang di sana engkau tinggal hingga tiada Lena yang kau tak hadir membuat gambaran hingga tiada lelap yang kau tak datang
1:41:28 menampilkan bayangan Adakah terlalu murah Kerinduan itu hingga bertumpuk sebanyak itu mengiring air mata tangisan juga senyum tawa kepura-puraan hadirmu tak kenal jeda tak paham bosan terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fakruddin Faiz tak saling tapi kita tak pernah saling bertukar ungkap Cinta Dan
1:42:15 Kerinduan tapi aku tahu kita pasti Kukuh bersemayam mengakar di kediaman kasih sayang menyantap lahap jamuan cinta menyelam tak hendak keluar di kedalaman Samudra Kerinduan kita tak pernah saling mengungkap warna hati melagukan nyanyian kalbu mempersembahkan manis rayuan tapi aku tah kita senyingendan menegkan tekad untuk saling membahagiakan tentang cinta kekasih juga
1:43:01 segala gemuruh kerinduan ini mulut kita memang kurang fasih namun tatap mata Kuyu namun senyuman kaku namunang ahan adalah bahasa kita adalah Monumen menjulang yang mewartakan tanpa keraguan bahwa cinta dan sayang itu masih di sana tak tergoyahkan terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fahruddin
1:43:52 Faiz menyapamu sudah 7 tahun 7 bulan 7 hari kita tak bisa bertemu lagi tak lagi kudengar kabarmu tak lagi kuahu keadaanmu namun dalam panjang tahun demi tahun kenangan dan sakit itu masih bertumpuk bertimbun aku sendiri tak tahu Adakah kabar mengenai diriku merupakan sesuatu yang masih Berharga bagimu Karena kini aku memang hanya angin yang telah
1:44:38 lalu meskipun bagiku kau masihlah penghuni hatiku asyik di sana menggores-gores bekas luka yang masih lebam membiru Aku tulis surat ini mungkin untuk memohon maaf padamu karena aku masih saja belum bisa memenuhi janji mimpiku kepadamu beban hidup yang harus kutanggung teramat banyaknya sementara tenagaku teramat terbatasnya setelah kering air mataku meratapi
1:45:24 kep aku masih harus berkali memerah air mata sama banyaknya dan menanggung luka sama besarnya hidup kepadaku rasanya memang tak terlalu ramah luka perpisahan itu belum mengering seb masih utuh di kelopak mata namun tanpa henti luka-luka baru hilang berganti bergilir bergelombang menyerbu menyesakkan
1:46:10 dada meningkahi badai yang kau semaikan dalam siang dan malamku mungkin mataku memang sudah mur suram oleh Pedihnya ragam kenyataan sehingga tak mampu mencerna kejernihan tak mampu menelan Apun kenyataan atau aku ini cengeng dan lemah hati Mengapa tak mampu segera kuusir menjauh segala pedih luka ini terjemah rasa tentang aku hamba dan
1:46:56 cinta karya buku Fahrudin Faiz bahasa jiwa malam itu hadir seorang Dara bermuka muram berhawa kesedihan pandangan matanya berkaca pucat wajahnya menggambar bayang betapa beban hidup beratnya harus disangga berapa lama ia hadir namun tanpa ada sepatah pun kata lahir hanya kediaman yang ia sajikan Adakah nasihat indah bagiku sapanya lirih
1:47:43 tiba-tiba tiada lanjutan selain kembali ia larut dalam hening diam tampak olehku Betapa ia bersusah payah agar air matanya tidak tertumpah dadanya bergetar membendung isakan Aku tak tahu harus merespons bagaimana selain menunggunya menata hati mengendalikan rasa lalu mengungkapkannya dalam kata-kata air matanya yangulaiakal yangeng seakan undangan bag hadirnya
1:48:30 laku yang lama yang tahuni tahunobauh yang selangkahi selangkahob menuhakan duka jiwa leh mudahingagiasa kepahitan hadir kembali luka itu muncul kembali kenangan itu membuncah kembali Kerinduan itu kini aku yang harus pula mati-matian berjuang menahan hati agar tidak meloncat melampaui pagar
1:49:17 persembunyian yang dulu kususun dengan mempertaruhkan sisa daya keheningan hadir meliputi kami seakan sayap-sayap semesta yang hadir menai kami Dara usik ganggan seah memberi kesempatan dua jiwaing berhib bersandar dalam kesedihan betapa beratnya beban cinta ucapnya lir mengusirnya kalau ia sudah hadir bersemayam dalam jiwa sambutku tak sadar Ia pun lalu pergi membawa lukanya setelah lukaku
1:50:06 yang lama kembali menganga terbuka terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku Fahrudin Faiz gemas cemas betapa gemas anak muda bermata tajam itu menatap gurunya orang yang dia percaya mampu mengubah situasi segera beberapa lama ia coba merayu agar Sang Guru segera turun gelanggang mengatasi keadaan berjuang menghidupkan
1:50:51 mimpi-mimpi ideal yang selama ini gurunya ceramahkan Marilah guru rengeknya Marilah turun gelanggang apagi yang guru tunggu belumkah tiba saatnya Adakah guru masih menunggu kehancuran yang lebih parah ataukah guru merasa keadaan akan membaik begitu saja bukan begitu anakku jawab Sang Guru lemah aku ini bisa apa kekuatanku Sebesar apa kemampuanku Sebesar apa Sedang tugas yang kau bebankan di bundakku betapa beratnya tidak berat guru jawabnya
1:51:38 segera kami semua di belakang guru guru tinggal menyuruh memerintah Apun itu bentuknya tak perlu menunggu waktu akan kami Laksanakan segera itulah keberatu anakku suaraang guru semak memahan metakkan seman di PU kalian tahu pasti apa saja yang akuah dengan permintaan itu menyuruh ikanuk dan [Musik] berenru ini suara anak muda itu semakin
1:52:25 menegas dan keras semangat kami ini Bukankah guru juga yang semula menyalahkannya aku paham anakku kata Sang Guru permintaanmu itu pasti lahir karena penghargaanmu penghormatanmu dan mungkin juga kekagumanmu oleh segala yang indah dan ideal yang selama ini aku sampaikan namun anakku letakkanlah setiap pemain pada posisinya kalau seorang penjaga gawang engkau suruh menjadi penyerang atau seorang komentator sepak bola kau suruh menjadi pemain bukankah Engkau sedang merancang keruntuhanmu
1:53:12 sendiri anak muda itu celingukan tak tahu harus menjawab apa meski terlihat rasa gemas dan tidak puas itu masih menggelanyuti wajahnya gurumu ini nak lanjut Sang Guru Hanya seperti inilah yang dia bisa cuma sebatas inilah yang dia mampu menawarkan mimpi-mimpi Indah kepadamu membangunkan semangat dan daya yang tertidur dalam dirimu selebihnya tempuhlah perjuanganmu dan bangunlah dunia sesuai mimpimu carilah orang-orang yang sesuai untuk setiap posisi yang kau
1:53:58 butuhkan sang murid masih tampak tidak puas dan Sang Guru juga sangat mafhum akan hal itu percakapan tidak dilanjutkan karena masing-masing kebenaran tak lagi bisa ditawar namun percayalah nanti yang berjalan pasti tetap saja kehendak Tuhan terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku Fahrudin Faiz cinta
1:54:44 ketuhanan kemanusiaan rasa Fitrah kekuatan keikhlasan kebebasan kenyataan kepasrahan kedalaman kemurnian pengetahuan kepedulian penghargaan tanggung jawab Kerinduan kenangan kesetiaan harapan ketakutan Indah berbunga keceriaan keasyikan jatuh patah kekecewaan
1:55:30 kesedihan perjuangan pengorbanan kebahagiaan doa terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya buku fakruddin Faiz pertanyaan tidak Biasanya malam itu Sang Guru memberikan kesempatan bertanya biasanya Ia hanya hadir sesaat menyampaikan satu dua kalimat kemudian pergi tanpa menengok lagi kali ini justru para murid yang
1:56:15 kebingungan apa yang harus ditanyakan akhirnya setelah morangrid manikan mengangkat tangannya entah serius entah sekah Sep gur bagaimana saya memplakukan diri sendiri Dian yanginnya mengutamakannya derajat yanggi atau mengorbankannya guru tegas menjawab karena cinta adalah pengutamaan diri dengan melakukan pengorbanan untuk
1:57:01 kemaslahatan yang dicintai dengan cinta Engkau memperoleh keduanya Hening menyergap kembali sampai seorang murid yang lain mengangkat tangannya mohon maaf guru tananya mengikuti kebenaran meski dijalankan atau pasrah mengikuti kenyataan meski menyakitkan Manakah yang lebih tepat kita dahulukan keduanya harus kau ambil dan terima Kalau itu kenyataan berarti bernilai kebenaran Meski terasa menyakitkan kalau memang kebenaran
1:57:49 tugasmu membuatnya menjadi kenyataan meski harus diperjuangkan karena sukar dijalankan pertanyaan saya guru kini suasana sudah mulai mencair Bagaimana mengenali batas kapan nafsu masih boleh saya turuti dan kapan ia harus saya minta berhenti jangan kau minta aku yang menunjukkananyakan lah kepada hatimu dalam jernihnya ia sangat paham akan apa yang boleh dipenuhi dan mana yang harus tidak
1:58:34 dituruti berarti saya harus menjernihkan hati guru tanyanya kemudian tepat Hanya itu yang harus kau lakukan Bukankah sudah ada hukum dan aturan guru tiba-tiba seorang murid lain menyela terhadap hukum kalian hanya akan mencari celah patuh membuta kepada hukum hanya membuatmu jadi mesin tanpa jiwa hukum hanya alat bantu Kalau engkau sendiri sudah mampu mengendalikan Tata diri dan dorongan jiwa tak perlu lagi hukum ikut turun mengatur dan memaksa
1:59:23 situasi kembali Hening sampai seorang murid mengangkat tangannya sambil unjuk suara pertanyaan dari saya [Musik] gurujnya ilmu itu anugah kalau jodoh sudah dipnya kalau senang susah sudah tertulisya Apa gunanya keserius Allah yang menentukan kepahaman tak per bersusah payah mengjar J re kalauang J dan reek kita akan samp ke kita l Apa gunanya lel Ikar dan
2:00:11 usaha anakku usaha itu tidak selalu akibat yang kita terima hasil yang membuah jatah umur jodoh rezeki adal ranah Allah ranah Allah biarlah menjadi urusannya usah kau atur dan kau Tata Tugas kita hanya patuh kepada tugas dan aman yang kalau dia menyuruh kita belajar mencari ilmu Mari Carilah ilmu
2:00:59 sedalam-dalamnya tanpa harus menuntut hasil yang harus setara dengan derajat usaha kalau dia menyuruh kita berusaha meraih rezeki maka Kerjakanlah itu sepenuh daya entah apa hasilnya dan Entah berapa Jatah yang sudah dipastikan untuk kita Dia menyuruh kita mencari dan memilih joduh lalu memberi tuntunan tentang cara dan kriteria maka kita jalani dan penuhi itu sekuat daya semampu kita ikhtiar dan usaha itulah ranah
2:01:45 manusia maka manusing manus ikhar dan usaha bukan mereka yang tak henti berpamlih menuntut hasil dan memaksakan kalkulasi amal pahala versi sendiri bukankah Engkau tidak ingin menjadi Tuhan dengan ikut campur Ketentuan dan kekuasannya semua murid tertawa lalu perbincangan pun semakin menghangat dan leluasa hingga subuh [Musik] menjelang terjemah rasa tentang aku
2:02:33 hamba dan cinta karya buku fahruddin Faiz mencari yang istimewa pemburu berita Itu tampak kecewa karena bapak yang diwawancara ternyata sama sekali tak istimewa sangat jauh berbeda dengan bayangan mereka ke manapun mereka mengejar dengan berbagai pertanyaan jawaban yang diberikan selalu saja tak mengejutkan mereka mulai gelisah membayangkan hasil wawancara yang tidak hebuh tidak mengundang dan memancing
2:03:20 keramaian Adakah pengalaman dalam hidup Bapak yang luar biasa atau istimewa tayanya masih dengan sisa semangat untuk mencari dan menggali hal-hal luar biasa tidak ada sama sekali atau semuanya kalau sampean melihat dari luar kisah hidup saya tidak ada yang istimewa Namun sebagai pengalaman pribadi dan penghayatan batin setiap pengalaman hidup saya luar biasa meski bagi sampan mungkin hanya biasa-biasa saja Jawab bapak itu datar bahkan sekadar takut Masuk sekolah
2:04:06 pertama atau ikut nonton televisi bersama tetangga bagi saya adalah kenangan yang istimewa namun bukanah samp akanga itu bias dengan latar belakang kehidupan yang sederhana Bukankah Apa yang Bapak capai saat itu termasuk luar biasa tanya pemburu berita itu masih mengejar bisa luar biasa bisa juga biasa saja kalau sampean mengikuti sejak awal segala proses usaha dan dinamika juga lelah payah dan jatuh bangunnya capaian
2:04:51 seperti ini Ya wajar saja Bahkan kalau orang lain yang melakukannya mungkin akan mencapai keberhasilan lebih besar dan mengagumkan sebenarnya Adakah tujuan atau misi khusus yang Bapak rencanakan dengan melakukan kegiatan yang menurut saya Luar biasa ini tidak ada target dan tujuan khusus kegiatan ini prinsipnya jalan saja maka kami sendiri juga tidak tahu Apakah kegiatan ini sudah mencapai tujuannya atukah belum kegiatan ini awalnya saya dan teman-teman jalankan
2:05:37 sekadar untuk menjalani kewajiban sebagai manusia sebagai hamba tanpa memancang visi atau misiun menjalaninya dampak efek akibat sebagian besar terjadi tanpa kami rancang dan rencanakan Bagaimana komentar Bapak tentang orang-orang yang mengagumi bapak atau sebaliknya orang-orang yang tidak suka kepada Bapak Ah biasa saja Jawab bapak itu lagi apa hal di dunia ini yang tidak terkena hukum suka dan tidak suka dari manusia bagaimana Bapak menghadapi
2:06:22 mereka yang mengkritik bapak baik yang dilakukan dengan santun dan beradab maupun yang dilakukan secara kasar dan menyakitkan Ah pasti saya akan berterima kasih karena mendapat bahan instropeksi untuk perbaikan diri juga berbahagia karena masih ada yang peduli dengan benar salah saya bagaimana kalau ada orang yang secara khusus ingin belajar dan berguru kepada bapak Ya silakan saja akan saya ajak dia belajar bersama karena sebenarnya Posisi saya dan dia masih sama masih di level mengejar yang benar baik dan indah Posisi saya masihlah murid yang
2:07:10 dituntut lebih banyak belajar lagi seorang murid tak pantas gaya menjadi guru kepada murid lainnya hanya bisa mengajak belajar bersama Bapak begitu rendah hati jangan salah kenyataan diri saya memang tidak setinggi yang sampean bayangkan sejak tadi terjemah rasa tentang aku hamba dan cinta karya [Musik] buku hanya bisa kupersembahkan
2:07:56 gelisah Allah shid Muhammad kuberanikan diri menyapamu wahai Rasul Mulia kebanggaan semesta kupaksa bibir ini untuk tak henti mengucap Namu dan kaksa kusombongkan keberadaanku sebagai jelmaan kemuliaanmu senyatanya saat aku berkaca hanya kihat kekjian dalam tatap mataku hanya kubaca kebodohan dalam
2:08:42 kerut wajahku hanya kenali sering Darut hanya kurasakan hembus kebuasan dari Hidungku Dan hanya kudengar suara kemunafikan dari Mulutku kuku kaki dan tanganku memanjang siap mencabik dan memburu siapun yang coba mengusik kebenaran palsuku betapa tak berharga diri ini wahai utusan terkasih yang memberkahi bumi betapa ingin diri
2:09:29 ini lemah ini mencintaimu setulus hati namun egoku yang menjulang tinggi dan nafsuku yang tak akrab dengan yang sejati mendindingi hati hingga rasa yang ingin kubangun itu hanya menuntut pam hasrat duniawi dan keuntungan materi lalu sesekali kemas dalam bahasaap na ini wahai na Umi Yangti harusnya Akuu atas segalaah ini saat
2:10:20 merasa tah manus saat diri ini merasa bahwa akulah dan yang seperti akulah satu-satunya yang akan mendapat cinta dan R harusnya aku gelisah atas segala alpa dan dosa yang selalu kuanggap manusiawi dan biasa harusnya akueng dan semesta hingga lahir aneka pertikaian Tiada guna dan bencana tiadauga Harusnya Aku cemas atas segala kerusakan dan masalah demi masalah Yang
2:11:07 susul menyusul kurangkai mewarnai hari-hari betapa diri ini bebal wahai sosok panutan yang berciri teladan ternyata tak mampu kupilah dan kupilih mana emas mana kotoran selalu kucoba hadirkan dirimu dalam hatiku namun betapa rendah adabku di dalamnya kujejerkan citramu bersanding dengan beragam kotoran gelap kesombongan aneka Duri kesesatan rupa-rupa topeng Kepalsuan dan tak terhitung perangkat
2:11:55 kemaksiatan begitu rendahnya kelakuanku wahai Pamungkas para Utusan yang bertikar kesederhanaan kutabrak segala pesanmu
…