0:02 [musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan selamat pagi, siang dan malam bagi seluruh murid-murid Ibu yang ada di rumah. Selamat datang di pembelajaran online SMK Medika Samarinda. Sebelumnya perkenalkan nama Ibu Dedada Silvadian, S.Pd., guru BK di SMK Medika yang berbasis di SMK Medika Kampus Bengkure. Oke, pada kesempatan pembelajaran online hari ini Ibu akan menjelaskan terkait materi aku Malas Sekolah dan pelajaran
0:48 ini bukan soal pembelajaran. Oke, kita langsung aja ya murid-murid Ibu kita bahas materinya. Kenapa sih kalian pernah sadar enggak kalau kalian itu sering dibilang malas? Nah, pasti akan sering muncul pertanyaan-pertanyaan besar. Kenapa kalian suka dibilang kamu ini anak malas, suka dapat jajing seperti itu. Nah, kenapa sih akhirnya pertanyaan ini muncul menjadi pertanyaan kalian kepada diri kalian pribadi? Kenapa aku malah sekolah? Kenapa susah banget sih fokus di dalam kelas? Kenapa rasanya berangkat ke sekolah itu berat banget? Nah, ini kita breakdown sama-sama bahwasanya malas itu punya akar dari masalahnya.
1:35 Yang pertama kita itu bisa aja capek dari fisik ataupun mental kita yang lelah. Tapi output-nya adalah lari kepada pilihan kita untuk berlehaleha, berleyeh-leyeh seperti itu. Dan itu membuat trigger baru bahwasanya ah lebih baik aku istirahat di rumah, main atau sebagai macamnya. Selanjutnya ada trigger lain atau pemicil lain yaitu bingung, enggak tahu arah mau ke mana. Seperti kalian enggak tahu kayak aku sekolah ngapain ya, kayak aku harus apa nih supaya aku enggak malas. supaya aku gak kelelahan. Kenapa sih rasanya sekolah itu berat dan kayak aku bingung sekolah itu nanti aku harus ngapain di sekolah? Aku cuman belajar, duduk, jajan
2:22 di kantin, salat, atau pembinaan. Udah kalian merasa kalau sekolah itu ya stuck di situ-situ aja, enggak tahu arah output dari pendidikan kalian di SMK ini seperti apa. Selanjutnya kayak apa kalian merasa biasa-biasa aja? Jadi kalian merasa kehilangan semangat kalian terhadap pendidikan yang sudah kalian kejar sejauh ini. Misalnya nih kalian kan bukan misalnya deh guys, kalian itu dari SD, SMP itu sudah mengikuti pembelajaran SD 6 tahun, SMP 3 tahun dan ditunuskan ke jenjang SMA atau SMK kita ini. Lalu di jenjang SMK ini kalian merasa kehilangan semangat kalian. Jadi kalian merasa tidak ada hal yang harus wah dari pendidikan kalian. merasa bahwasannya pendidikan kalian itu ya udah just of pendidikan, just of
3:08 education. Kalian tidak menilai bahwasanya pendidikan ini memiliki output yang baik untuk diri kalian. Seperti itu. Nah, Ibu mau tanya nanti kalian bisa sambil berikan output juga dalam diri kalian ataupun jawaban kepada saya. Apa sih yang membuat kalian merasa kalian itu dicap sebagai anak yang malas atau kalian mengecap diri kalian sendiri adalah anak yang malas? Boleh nanti sharing-sharing bareng Ibu di ruang DK ya. Oke, selanjutnya malas tidak sama dengan bodoh. Siapa di sini yang sering mendapatkan stigma bahwasanya malas sama dengan bodoh? Padahal malas itu tidak sama dengan bodoh. Ya, anak-anak Ibu sekalian. Yang penting untuk kita pahami terlebih dahulu bahwasannya malas itu
3:54 artinya kelelahan mental yang enggak terlihat. Seperti yang ibu bilang tadi, kalian mungkin capek, kalian mungkin capek sekolah, ada yang sambil bekerja, ada yang sambil membantu orang tua, ada yang karena kalian homesick jauh dari orang tua, mental kalian lelah tapi itu tidak terlihat. Karena kelelahan mental itu tidak dapat terlihat dan tidak dapat dinilai. Oleh sebab itulah yang memunculkan trigger kalian untuk kayaknya lebih baik aku di rumah aja deh, lebih baik aku istirahat di rumah ataupun sebagai macamnya. Padahal hal itu ada solusi lainnya. Selain kalian ngecap diri kalian itu menjadi pemalas atau lebih baik tidak hadir di sekolah. Seperti itu. Selanjutnya adalah kehilangan makna dari
4:39 yang kamu lakukan. Nah, seperti yang Ibu bilang tadi, pernahkah kalian merasa bahwasannya sekolah itu ya udah sekolah aja. Enggak ada output penting dari sekolah yang kalian rasakan. Tidak ada output selain ijazah yang ingin kalian dapatkan. tidak ada output selain sertifikat PKL yang ingin kalian dapatkan. Kalian tidak mendapatkan esensi dari pendidikan sendiri itu seperti apa? Proses pendidikan itu seperti apa? Karena kalian hanya mencari hasil yang kalian ingin dapatkan, hanya hasil yang diiming-imingkan kepada kalian. Seperti kalau kalian lulus SMK, kalian akan dapat ijazah SMK bisa keterima kerja. Atau kalau kalian lulus SMK, kalian tuh dapat sertifikat PKL. Ngelamar kerjanya lebih mudah. Kalian hanya mengejar output tanpa ada, kalian
5:26 persiapkan diri kalian untuk mengenali pendidikan itu hal yang seperti apa. Selanjutnya, setiap orang itu butuh waktu untuk menemukan sebuah tujuan. Nah, yang perlu kalian pahami di sini anak-anak Ibu, tujuan itu tidak akan timbul dan datang dengan sendirinya. Tujuan pasti datang dengan beberapa hal yang ikut di belakangnya. Tujuan itu butuh waktu yang di mana ada proses untuk mendapatkannya. Kalian memang saat ini saat setelah menonton video Ibu kalian baru realize, baru sadar bahwasanya oh aku membutuhkan alasan, aku membutuhkan tujuan untuk mendapatkan atau menamatkan aku di
6:11 sekolah dengan esensi pendidikan yang baik. Hal itu tidak dapat terealisasikan dari 1 hari ataupun 2 hari. Hal itu dapat realisasikan mungkin dalam 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, atau bahkan 1 semester. Hal itu yang dinamakan proses, Nak, ya. Nah, hal ini sendiri itu berkaitan dengan tubuh kita, dengan kelelahan mental kita, kelelahan fisik kita, naluri kita, terus juga pemikiran-pemikiran kita dan segala macamnya. Jadi, tubuh kita itu sedang mengirimkan pesan dan kalian coba dengarkan tubuh kalian, dengarkan hati kalian, dengarkan pikiran kalian, dengarkan tubuh kalian ini yang sedang butuh apa sih? Jangan
6:57 output-nya adalah melarikan diri dari hal yang tidak seharusnya menjadikan itu sebuah pelarian. Oke, perilaku itu adalah pesan. Seperti yang Ibu bilang sebelumnya, beberapa proses itu membutuhkan sebuah waktu, ya. Nah, di sini Ibu jelaskan dulu siapa di antara kalian yang suka terlambat, suka membolos, bawa HP di dalam kelas, terus ketiduran di dalam kelas. Nak, ini semua bukan karena kalian itu adalah anak yang nakal. Ini tandanya kalian belum terhubung dengan apa yang
7:44 ada di depan kalian. Nah, seperti nih misalnya kalian yang telat terus-terusan, telat berulang, mungkin kalian belum menemukan alasan kuat untuk datang tepat waktu ke sekolah. Karena di pikiran kalian hanya aku sekolah, aku belajar, aku salat, atau pembinaan, aku jajan, aku pulang. Kalian belum punya alasan bahwasannya kalau tepat waktu berarti aku belajar disiplin. Kalau tepat waktu artinya aku belajar mengenali dan memahami apa itu artinya tanggung jawab. Kalau aku tepat waktu, aku berarti belajar manajemen waktu di tempat kerja. Kalau aku tepat waktu, aku berarti menghargai orang-orang yang ada di sekitarku.
8:29 Karena nak diri kita itu tidak hanya berpusat di dalam diri kita saja. Kita jalan beriringan, beririsan dengan orang-orang lain di sekitar kita. Kita memang tidak bertanggung jawab dengan kehidupan mereka. Tapi kita sebagai manusia, sebagai makhluk sosial adalah orang yang berjalan bersama, beriringan, dan peduli akan sesama. Jadi, harap perhatikan bahwasanya jika kalian terlambat atau kalian memainkan sebuah waktu itu bukan hanya merugikan kalian, tapi merugikan orang-orang di sekitar kalian juga ya. Oke, selanjutnya HP yang enggak bisa
9:15 lepas di dunia. Di HP mungkin kalian selalu merasa ada yang menarik di sana daripada yang ada di kelas. Ada game kalian, ada sosial media kalian, ada mungkin kekasih kalian di dalam handphone tersebut. Karena saya paham, saya juga pernah ada di posisi sekolah bawa handphone terdistraksi oleh handphone saya. Tapi yang perlu kita pahami bersama adalah HP adalah sumber informasi ketika di sekolah, penunjang pendidikan. Tapi bukan hal yang utama yang harus kita perhatikan ketika kita di sekolah. Yang perlu kita perhatikan saat di sekolah adalah pembelajaran. Dan pembelajaran ini yang kita dapatkan melalui guru, melalui proses impak,
10:02 melalui proses pengembangan prestasi, melalui proses kalian es schol dan segala macamnya pengembangan diri kalian. Nah, apabila kalian terlalu fokus ke HP akan ada timbul namanya brandroot. Salah satu contohnya yang di mana contoh singkatnya adalah kita tidak lagi tertarik kepada sesuatu hal yang berdurasi panjang. kita hanya tertarik kepada hal-hal yang berdurasi pendek. Kita hanya mencari hal-hal yang instan. Karena saat ini yang saya pahami adalah ee kalian ataupun bahkan kita-kita ini itu sudah terpaku kepada bagaimana cara mendapatkan hasil atau jawaban yang instan dan itu di mana lewat HP. Mungkin Bapak Ibu gurunya memperbolehkan kalian membawa HP ke dalam kelas seperti
10:47 itu. Tapi HP yang diada di dalam kelas itu adalah penunjang pendidikan. Yang pertama adalah tetap dari penjelasan Bapak Ibu gurunya ketika di dalam kelas ataupun buku-buku mata pelajaran. Misalnya nih, Pak A minta kalian mencari arti atau makna sebuah kata, namun kalian diminta mengecek lewat kamus. Tapi karena kalian itu mencari daya instannya, kalian mencarilah langsung lewat HP, lewat Google, lewat chatt. Padahal yang diinginkan adalah kalian mencari proses di mana kalian mencari jawaban tersebut. Karena nak yang penting di dalam dunia ini itu bukan hal yang menjadi hasil, tapi adalah proses. Dunia terkadang memang jahat, hanya
11:34 memperlihatkan atau mencari hasil. Tapi dunia yang sebenarnya adalah menghargai proses yang di mana proses ini bisa membantu kalian bertumbuh. Apabila kalian dilihat dari hasilnya ini dari proses kalian sebelumnya, kalian bisa mendapatkan hasil yang lain. Jadi, tidak hanya satu hasil yang kalian kejar, namun banyak hasil yang bisa kalian dapatkan jika kalian memang menghargai sebuah proses. Itulah yang ada di dalam kelas proses belajar kalian. Dan jangan terdetraksi HP kalian. HP itu selalu dibawa ke mana-mana, dipakai di mana-mana. Handphone atau HP itu memang jalur sebuah komunikasi. Tapi jangan sampai dari handphone dan HP itu membuat kalian menjadi rasanya tidak terhubung
12:20 dengan dunia luar ya. Nah, sering juga Ibu dapatkan bahwasannya ada yang punya pasangan jarak jauh LDR yang kenal di sosmet akhirnya chatan terus video call terus seharian. Nah, kalau di kelas itu harapan Ibu adalah kalian itu fokus ke dalam pembelajaran kalian tidak serong sana serong sini untuk ngecek HP kalian. seperti itu. Nah, kalian bertanya enggak sih? Oke, telat mungkin. Iya, Bu. Alasannya adalah malah turun sekolah. Tapi apa hubungannya HP? Ya, Bu, ya. Sama kita yang dibilang itu pemalas. Aku itu enggak malas, tapi aku cuman main HP. Karena kalian menitipkan dalam tanda kutip dunia-dunia kalian itu di dalam
13:05 handphone kalian dan di mana kalian itu tidak di ee anjurkanlah. Kalau dari saya tidak sampai, jangan sampai kalian menitipkan dunia kalian itu di handphone kalian. Karena trigger ini juga akan memancing kemalasan nakku sayang ya. Karena kalau misalnya kalian itu mempedulikan handphone kalian, akan ada trigger yang namanya kalian akan lebih suka leyeh-leyeh atau bermain handphone aja. fokus main handphone akhirnya tidak mengerjakan tugas di dalam kelas, tidak ikut presentasi, tidak ikut kerja kelompok karena kalian lebih banyak bermain HP. Bukan jadinya hanya kelelahan fisik atau mental, tapi hal ini menjadi trigger bahwasanya
13:50 mental kalian butuh dicharger atau diperbaiki sedikit karena mental kalian sedang tertinggal di handphone kalian. di dunia maya kalian yang di sini. Nah, hal itu juga yang menyebabkan bahwasannya banyak siswa siswi yang akhirnya dicap malas karena hanya berfokus lewat handphone-nya. Nah, selanjutnya sering bolos. Oke. Rasanya hadir atau enggak, terus sekolah atau enggak itu sama aja. Kayak kalian ngerasa enggak ada yang berarti sekolah. Seperti yang saya bilang, kalian hanya cari ijazah. Ijazah. ijazah dan ijazah, sertifikat PKL, sertifikat PKL, dan sertifikat PKL. Padahal yang kalian
14:36 perlu pahami adalah kalian mendalami terlebih dahulu bahwasanya makna pendidikan itu apa, makna ikut pembelajaran itu apa. Karena di SMK kita sendiri di SMK Medikap pendidikan itu tidak hanya ada di dalam kelas. Nah, ya karena kita juga belajar hanya 3 jam. pendidikan yang paling utama adalah bagaimana proses pengembangan diri dan intak kalian. Nah, jadi kalian harus pahami terlebih dahulu hadir itu tidak sama hanya ketika kalian diabsen, oh dipanggil yaada Silva hadir, Bu. Tidak hanya seperti itu, tapi yang perlu kalian pahami adalah ketika kalian hadir ke sekolah, kalian menyerap ilmu, kalian belajar, kalian mendapatkan pengembangan-pengembangan potensi,
15:21 keimanan kalian yang bertambah, bakat kalian yang bertambah, minat kalian yang akan semakin banyak dan tersebar di bidang-bidang karena kalian mengikuti dan ikut ke dalam jalurnya dengan baik. Seperti itu ya. Oke, dari hal ini ada satu hal lagi yang sering terlewatkan, tidur di dalam kelas. Nah, saya sering tidak sering sih sebelumnya sebetulnya hanya beberapa kali menemukan kasus ataupun case dari siswa-siswi SMK Medika itu ketiduran di dalam kelas. Nah, ketika kita bertanya apa alasannya? Itu kecapekan, Bu. Ada juga yang misalnya ee saya tadi malam begadang, Bu. Ada yang tadi alasannya saya habis salat subuh ketiduran, Bu. Seperti itu saya main
16:08 game. Nah, itu kan adalah alasan kalian kenapa kalian tidur di kelas. Jangan sampai alasan itu mempengaruhi kalian untuk dicap sebagai anak yang malas. Padahal malas sendiri itu ada akarnya, yaitu kelelahan fisik dan mental. seperti yang Ibu sampaikan di slide yang ini. Oke, Ibu sampaikan di slide ini itu ada capek fisik dan mental yang lelah. Ya, ini adalah akar utama dari adanya perasaan malas ke sekolah. Lalu kalian bingung,
16:56 lalu kalian merasa kayak tidak ada semangatnya, tidak ada keinginannya seperti itu. Nah, seperti ini. Kalian itu kehilangan makna dari yang kamu lakukan. Jadi, kalian merasa ya udah belajar-belajar aja. Akhirnya kalian tidur karena kalian tidak mengenali dan tidak memahami makna pendidikan, makna belajar di kelas seperti apa. Jadi kalian ya udah karena aku ngantuk aku tidur. Nah, seperti itu. Nah selanjutnya Ibu akan bertanya kepada kalian. Nanti kalian bisa jawab di kolom komentar. Kenapa sih alasan kalian itu jadi malas atau di sering dicap malas? Mungkin malas itu adalah branding ya. Sebetulnya
17:41 malas itu adalah branding atau cap dari orang lain kepada diri kita, bukan diri kita yang memberikan label tersebut. Oke. Nah, kalian bisa tuliskan di kolom komentar kenapa kalian bisa mendapat label malas. Karena kemalasan itu tidak sama dengan kelelahan ataupun misalnya sakit. Malas itu berbeda dengan kelelahan dan sakit. tapi malas diakari ataupun bisa menjadi trigger utamanya adalah rasa lelah fisik dan mental. Oke. Nah, oke. Sebelum kita next ke permasalahan jurusan-jurusan yang sering Ibu temui, kita boleh lihat tayangan berikut ini.
18:34 [musik] Galau mau lanjut ke mana. Bingung cari sekolah yang gue banget. Stop drama. [musik] Di sini kita memang beda. Siap punya skill yang nyata. Yuk, lihat. Kenapa itu spektakuler? Kami cetak tenaga asisten layanan kesehatan yang bukan cuma terampil tetapi juga melayani dengan sepenuh hati. Siap bekerja dan siap lanjut kuliah. [musik] Di sini kalian bisa dapat belajar meraciik dan distribusi obat yang aman. Dunia kesehatan ada di tangan kalian. Bongkar rahasia di balik data kesehatan. Di sini kami mengajarkan kalian analisis akurat yang sangat dibutuhkan di dunia
19:20 medis. [musik] Bukan hanya cuman bongkar pasang, tapi ahli di bidang teknologi engine manajemen system. Siap jadi mekanik andal anti mogok. [musik] Jadikan imajinasi mucuan, belajar desain, fotografi, dan videografi yang memang beda. Langsung jadi konten kreator profesional. [musik] Jaguar administrasi, menguasai teknologi digital, mahir berkomunikasi. Kami siapkan kamu menjadi manajer mata depan. Halo, Kakak. Jangan lupa dicek [musik] out ya. Kipik VIP. Jual apa saja, di mana saja dan kapan saja. Wasai digital marketing dan e-commerce. Lulus langsung jadi
20:05 pengusaha spektakuler. Hidup di Medika enggak cuma di kelas aja. Ada 32 ex schol menarik yang bikin kita gak sempat galau. Mulai dari seni sampai olahraga. Semua ada. [musik] [musik] If you knew what I knew [musik] then youd be so far from what I want. [musik] Kami tahu skill tanpah karakter itu nol.
20:51 Di Medika kami bangun pondasi berkarakter yang kuat seimbang antara ilmu dan iman. SMK Medika Samarinda mengembangkan peminaan imtak secara berkelanjutan melalui kegiatan salat duha dan zuhur berjamaah serta program baca tulis Alquran dan pembinaan iman bagi peserta didik nonmuslim. Kami berkomitmen menciptakan lulusan yang berkarakter serta berakhlak mulia. Saatnya pilih sekolah yang bukan cuma ngasih ilmu, tapi juga masa depan. Gabung [musik] di SMK Medika Samarinda. Pendaftaran gratis, bebas uang SPP, uang gedung, uang praktik, uang buku, dan biaya ujian kompetensi. Cukup biaya baju, atribut, dan uang
21:36 admin 2,7 juta [musik] bagi yang mampu dan bisa dicicil. Untuk yang tinggal di luar daerah juga ada asrama [musik] yang aman dan nyaman. Yuk, gabung. Tempat pendaftaran Jalan Padat [musik] Karya nomor 46, Jalan Langsat nomor 1 Foro. Dan untuk via online bisa hubungi nomor [musik] 08528175549. SMK Medika Samarinda spektakuler berkarakter memang [musik] beda anti galau. Masa depan dulu dimulai di sini. [musik] Oke, kita lanjut lagi dari pembelajaran daring kita belajar tanah batas di SMK
22:21 Medika. Nah, Ibu tadi sudah sambil menyaksikan juga sambil tayangan yang tadi muncul yaitu adalah promosi PSB dari SMK Medik. dari tayangan yang dilihat harusnya tidak ada lagi alasan buat muncul stigma malas, muncul stigma bahwasanya saya adalah siswa yang malas. Seharusnya dengan fasilitas, program, dan apapun yang telah diberikan di SMK Medika yang dapat menyupport kalian itu harusnya sudah tidak ada lagi alasan untuk malas sekolah. Karena yang pertama kalian difasilitasi dengan berbagai macam ekstrakurikuler. Ekstrakuler di SMK Medik selalu terupdate yang di mana itu sangat membantu mengembangkan potensi kalian.
23:07 Walaupun kalian merasa tidak suka di dalam kelas, tapi kalian bisa mengembangkan potensi kalian lagi yang lainnya sehingga tidak akan pernah sempat terekam untuk pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan. Apakah aku adalah siswa yang malas ataukah kamu adalah siswa yang malas. Nah seringki untuk mendapatkan stigma malas itu jadinya, "Oh, saya malas, Bu, ngurus oli, saya mau pindah jurusan." "Oh, saya malas Bu kalau di keperawatan itu ketemu orang terus." "Oh, saya malas, Bu, kalau misalnya farmasi itu harus ke apotek-apotek. Oh, saya malas, Bu. Harus pembukuan buku besar kalau misalnya saya masuk perkantoran." Oh, saya malas, Bu.
23:54 ee desain-desain dan segala macamnya. Kalau saya masuk DKPI, hal itu kadang menjadi problem kalian. Akhirnya kalian pindah jurusan. Nah, ketika kalian pindah jurusan itu apakah permasalahan kalian yang tadi itu selesai? Itu bagus. Karena kalian sering tanya, "Bu, kalau saya pindah ke jurusan ini masih belajar ini enggak ya?" "Bu, kalau saya begini masih belajar ini enggak?" Ya, itu pertanyaan yang bagus. Artinya kalian kritis dan memikirkan ke depannya seperti apa. Tapi yang perlu kalian pahami adalah jurusan itu hanya alat yang penting adalah karakter kalian dan di mana siapa kamu sebagai manusia dan di mana hal itu dipupuk di SMK Medik. Dipupuk di SMK Medik untuk mengajarkan kalian untuk membina karakter kalian.
24:39 Seperti di tayangan video sebelumnya, SMK Medika benar-benar memupuk karakter kalian menjadi siswa yang outputnya nanti adalah tidak hanya pintar di dalam kelas, tapi memiliki berbagai macam minat, berbagai macam kebisaan yang itu bisa dalam tanda kutip menjual kesuksesan kalian. Mungkin pindah jurusan itu bisa menjadi solusi, tapi kalau yang hilang itu adalah tujuan dan makna kalian sebagai peserta didik, jurusan mana pun akan terasa tetap sama. Misalnya kalian merasa bahwasannya kalau di DKVI kalian enggak bisa ngedesain-ngedesain nih. Akhirnya kalian mau lari ke perkantoran. Tapi ternyata nanti di perkantoran kalian ketemu perhitungan buku besar ataupun administrasi, "Oh, saya enggak ini Bu,
25:25 saya enggak ekstrovert." Kalau itu kan harus bisa ngomong. Akhirnya kalian pindah lagi ke keperawatan. Ternyata keperawatan juga harus ketemu orang-orang, harus interaksi sama lansia atau bahkan sama bayi baru lahir. Kalian merasa, "Ih, saya takut ibu pegang bayi." Oh, saya takut Ibu sama suntikan. Pindah ke TLM, oh saya jijian ternyata Bu ya. Saya mau pindah lagi. Siklusnya akan terulang, terulang, terulang. Kalau yang hilang itu adalah makna kalian, tujuan kalian buat sekolah. Nah, jadi sebelumnya kalian masuk sekolah itu kalian pahami dulu dengan benar-benar apa yang kalian inginkan, apa yang ingin kalian temukan. Yang perlu kalian temukan terlebih dahulu adalah untuk apa aku sekolah? Kalian boleh bantu jawab
26:10 nanti pertanyaan-pertanyaan Ibu boleh beda-beda bubel ataupun beda-beda jawaban. Dan juga boleh juga kalau misalnya pertanyaannya itu kalian jawab satu-satu. Ada pertanyaan yang tadi ataupun yang sekarang ataupun pertanyaan-pertanyaan saya yang lainnya ya. Nah, selanjutnya kadang ada merasa kayak Ibu, tapi saya kalau di CAVI itu merasa kurang pintar, Ibu. Ibu kalau saya di TSM saya merasa kurang pintar. Nah, yang perlu kalian pahami adalah banyak anak yang pintar itu justru tertekan emosionalnya, tertekan mentalnya. Dan hal inilah yang harusnya menjadi trigger kalian bahwasanya untuk mengubah stigma kalian bukan hanya menjadi orang yang cerdas, tapi menjadi orang yang bisa. Orang yang tidak menerima stigma malas, tapi kalian adalah orang yang menerima
26:57 menerima stigma aku bisa. Kalau kalian hanya terfokus kepada stigma supaya aku tidak dicap malas ataupun supaya aku dicap pintar, akan mutar di situ-situ aja. Nah, kalau orang yang terlalu cerdas, Nak, atau terlalu pintar mengejar pendidikan yang mendapat tekanan dari kanan dan kiri, itu akan mudah dip ataupun akan lebih mudah menjadi bosan, akan lebih mudah kalian mendapatkan burnout-burn out seperti ini. Kelahan mental yang tidak terlihat, kehilangan makna dari yang kamu lakukan dan kalian akan butuh waktu lagi untuk menemukan tujuan kalian. mental kalian lelah, terus kalian kehilangan makna kayak ternyata kalian baru sadar, oh aku mengejar pendidikan sejauh ini selama ini. Kejar-kejaran untuk jadi yang terpintar itu untuk apa? Ya,
27:43 seperti itu. Nah, ini tadi pertanyaan Ibu yang perlu kalian temui adalah untuk apa aku sekolah? Kita lanjut ke slide selanjutnya. Nah, sekolah itu adalah latihan hidup. Sekolah bukan cuma tempat belajar rumus ataupun teori. Sekolah bukan hanya tempat kalian belajar bagaimana menjadi seorang membuka bengkel otomotif, tidak hanya mengajarkan kalian untuk menjadi perawat, tidak hanya mengajarkan kalian sebagai laboran, tidak hanya mengajarkan kalian sebagai apoteker, tidak hanya mengajarkan kalian sebagai grafic desainer, tidak hanya mengajarkan kalian sebagai administratif, tapi sekolah adalah tempat untuk mengajarkan kalian disiplin waktu. bangun pagi, datang tepat waktu. Ini
28:28 adalah tanggung jawab. Seperti yang saya bilang sebelumnya, bahwasanya tepat waktu itu adalah salah satu proses kalian untuk belajar manajemen waktu dan tanggung jawab terhadap orang di sekitar kalian dan diri kalian sendiri. Selanjutnya fokus melawan distraksi, menyesuaikan tugas ataupun bekal kerja nanti. Karena barang siapa yang bisa fokus tanpa distraksi ataupun belajar untuk memahami pembelajaran dengan sesuai itu akan sangat-sangat membantu kalian nanti di dunia kerja, Nak. Karena distraksi itu pasti akan muncul entah bagaimana nanti datangnya. Tapi kalau kalian memang sudah dilatih di sekolah untuk melawan distraksi, maka saat kalian nanti datang di dunia kerja, kalian sudah paham. Seperti yang saya bilang tadi, handphone adalah salah satunya distraksi terbesar
29:17 sebagai siswa ataupun peserta didik. Oke, selanjutnya kita mengarah kepada tanggung jawab. Hadir, mengerjakan, menghormati orang lain adalah pondasi karakter. Karena kalau kalian baca tata tertib kita, fokus utama kita adalah pembinaan karakter dan saling menghormati dan tidak bohong. Nah, kalian pahami terlebih dahulu. Sekolah sudah memberikan hal yang semudah ini, sebaik ini. Harusnya aku mampu menjadi anak yang bisa teladan, bisa menjadi anak yang hadir tepat waktu ke sekolah, fokus, dan tanggung jawab. Walaupun kalian sekolah hanya 3 jam di kelas, ini adalah sebuah latihan mental yang kalian butuhkan di masa depan.
30:02 Oke, kita beranjak ke sini. Makna disiplin yang sebenarnya. Disiplin itu bukan soal takut sama sanksi ataupun dihukum. Disiplin itu tentang kesiapan hidup. Ketika kalian bisa datang tepat waktu, simpan HP saat belajar, hormati kelas dan teman, selesaikan tugas kecil, misalnya disuruh guru mencatat ataupun presentasi, kalian sedang membangun otot mental yang akan membawamu ke mana pun kamu pergi. Ya. Nah, karena seperti yang saya bilang di sini, kelelahan mental yang enggak terlihat itu adalah dasar dari segalanya. Kalian bisa datang ke BK kalau misalnya
30:48 ngomong, "Pak, Bu, saya lagi capek gini gini gini." Tapi akhirnya saya menjadi malas sekolah dan segala macam. Nah, kita di sekolah bisa bangun otot mental kalian ini melalui pelajaran, melalui ekstrakurikuler, melalui pembinaan di BK dan segala macamnya. Karena memang yang utama adalah bagaimana kalian bisa melatih kebiasaan datang tepat waktu, kuatkan mental fokus, dan tanggung jawab pada tugas. siap masa depan, siap kerja, dan siap hidup mandiri. Ketiga, output ini adalah output yang paling penting sebagai siswa SMK, ya. Oke, Ibu punya mini challenge untuk kalian ataupun tantangan kecil. Ini enggak perlu sempurna. Hal ini bisa
31:34 kalian lakukan dengan komitmen aja ataupun kalian tunjukkan kepada saya nanti saat di sekolah. Yang pertama itu adalah datang tepat waktu minimal 3 hari 3 hari minggu ini. Coba datang sebelum bel ya. Ibu tantang kalian semua untuk datang tepat waktu sebelum bel. Lalu selanjutnya adalah kalian simpan HP kalian saat pelajaran dimulai. HP masuk ke dalam tas fokus selama 1 jam penuh. Ibu minta kalian untuk benar-benar belajar. Ikuti dan dengarkan apa instruksi Bapak Ibu guru yang ngajar di dalam kelas. Selanjutnya adalah berkaitan dengan hal ini. Hormati kelas, dengarkan guru, jangan ganggu-ganggu temannya dan hadir dengan penuh tanpa
32:20 ada Ibu saya izin ke sini, Ibu saya ke sini. Nah, itu perlu dikurangi ya. Dan yang perlu Ibu tegaskan lagi adalah ini bukan soal kalian menjadi anak yang paling pintar, tapi ini adalah cara kalian menghargai diri kalian sendiri dan waktu kalian. Oke. Nah, di sini Ibu mau kasih tahu dulu bahwasanya kebingungan itu hal yang wajar. Yang bahaya itu ketika kalian menyerah kepada keadaan kalian yang kalian merasa kalian mendapatkan stigma yang malas. Yang perlu Ibu tegaskan ke kalian adalah kalian itu enggak sendirian. Kalau kalian merasa bingung sekarang semua orang pernah merasa enggak tahu arahnya mau ke mana. Semua orang pernah kesesat. Semua orang pernah bingung mau belok kanan atau belok kiri atau lurus atau
33:06 putar balik. Tapi yang diperlukan adalah usaha dan berpikir jernih. Arah itu tidak muncul tiba-tiba nak. Arah itu dicari sambil jalan. Kalau memang kita belum ketemu jalannya, kita bisa cari map baru, kita gambar map baru, kita capai tujuan kita yang baru. Yang penting itu kita tetap bergerak walau pelan, walau masih kita mencari. Karena kalau kalian berhenti, apalagi berhentinya sekarang di tengah-tengah pendidikan SMK kalian, kamu enggak akan tahu apa yang bisa kamu capai ke depannya. Sehebat apa, sekeren apa diri kalian kalau kalian berhenti sekarang. Ya, pesan Ibu. Kalian itu boleh bingung, tapi jangan biarkan kebingungan itu menghentikan langkah kalian. Kalian
33:52 boleh lelah, tapi ingat, istirahat bukan berarti kalian itu menyerah. Istirahat take a break. Ngomong, "Ibu, saya capek." Bapak, "Saya capek. Saya butuh ini, saya butuh itu." Ya. Oke. Selanjutnya, kamu boleh berubah paran, tapi tetap beri dirimu kesempatan untuk mencoba terlebih dahulu. Nah, ee Ibu ingin menjelaskan bahwasannya kalau ada masih banyak orang-orang yang belum
34:38 paham minat dan bakatnya ya. Oke, ee itu aja pesan yang bisa Ibu sampaikan kepada kalian semua yang telah menonton agenda pembelajaran online kita kali ini. Karena belajar tanpa batas, berkarya bersama di SMK Medika itu penting sekali. Nah, selanjutnya Ibu ingin memberikan coing statement kepada kalian bahwasanya jangan benci sekolah. Perbaiki tujuannya. Hidup kalian adalah hidup yang berharga. Waktumu itu adalah waktu yang berharga. Jangan sampai stigma malas itu melekat dalam diri kalian dan mendestraksi kalian untuk berhenti bersekolah. Itu saja yang bisa Ibu sampaikan. Selamat pagi, siang, dan sore. Yang sedang berpuasa, semangat puasanya. Kita
35:25 tunggu sampai jam berbuka puasa. Semoga diberikan kelancaran dan kemudahan bagi siswa-siswi yang lainnya ataupun pemirsa yang menonton. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kemudahan. Ibu tutup. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] He