0:52 Sat-satu tes. Belum bunyi di zoom. Bombongnya. Coba dikasih nyambung suara dari sini. Tes tes tes tes. Masih kecil suaranya. Coba tes dioom. Tes tes. Sekarang. Iya. Tes. Satu. Satu. di zoom kedengaran? Di zoom kedengaran
1:41 kedengaran, Pak. Tes tes. Kedengaran kedengaran tapi tidak bagus suaranya kedengaran terlalu keras kali kalau dari sana. Coba dicek, cek cek juga. Cek yang dari Zoom coba pelan-pelan suaranya kedengaran suara. Tes satu di zoom kedengaran, Ustaz.
2:26 Oh iya. Alhamdulillah bagus ya. Ya, mulai saja moderator. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahilladzi hadana lihaza wama kunna linahtadiya laula ananallah laqad jaat rusina bilhaq wudu antilumul jannatu bima kuntum tamalun ashadu alla ilahaillallah
3:14 wa ashadu anna muhammadar rasulullahi sallallahu alaihi wasallam wa ala alihi washabihi amma baad. Yang terhormat Rektor Universitas Hasanuddin, Bapak Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Dalam hal ini diwakili Sekretaris Senat Akademik Universitas Hasanuddin, Bapak Prof. Dr. Ir. Budimawan, Palagai. Hah? Pagalai tak balik Bapak Prof. Dr. Ir. Budimwan Pagalai.
4:02 Ya, Dea. Yang saya hormati Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Bapak Prof. Sukri. Uri, SKM, MKes, MSC, PH, PhD yang dalam hal ini diwakili oleh Ketua GPMPR ee Bapak Prof. Dr. Hasanud Dib ya, PhD. salatnya sudah lama baru ketemu jadi tadi lama-lama saya lihat baru ingat-ingat oh ternyata Pak Prof ketua ee Gum ee BS Universitas
4:49 Hasanuddin Gum SB ya Gum SB Gum SB Universitas Sanuddin Bapak Ustaz Dr. Sulaiman Gosalam, MSI. Pemateri Goms Bapak Ustaz Haji Ahmad Hanafi, Daing Yunta, Lc, MA, PhD. Panitia GUM. Adik-adik mahasiswa peserta Goms yang luar biasa, yang saya cintai dan yang saya banggakan. Hadirin hadirat yang sama berbahagia.
5:38 Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa taala atas limpahan nikmat-Nya yang tidak yang telah dianugerahkan kepada kita semua sehingga acara Goms pada hari ini dapat terlaksana. Salam dan selawat kepada junjungan Nabiullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang yang telah membawa kita dari alam kegelapan yang gelap gulita menuju ke alam cahaya yang terang benderang. Minazzulumati ilan nur. Terima kasih kepada Dekan FKM beserta civitas akademika selaku tuan rumah pelaksanaan GUMS pada
6:25 hari ini. Semoga kebaikan Bapak beserta jajarannya Allah mengganti yang lebih baik. Dan yang sedang sakit semoga Allah segera memberikan kesembuhan dan sehat walafiat. Alhamdulillah saya merasa bersyukur dan berterima kasih dapat hadir kembali di FKM ya tempat saya dulu mengabdi ya kerinduan itu Allah Allah kabulkan dengan ditunjuknya saya sebagai moderator pada kegiatan Gus hari ini. Ya, sebenarnya saya bukan hari ini, tapi karena yang bersangkutan berhalangan, maka saya yang ditunjuk menggantikan.
7:11 Allah mengatur seperti itu untuk mengabulkan kerinduan saya hari di FKM ini. Ya, ketika saya tinggal ke FKM masih ini masih papan. Alhamdulillah sekarang ini sudah tahun kedua dan sangat ee bagus ya. Baik, sebelum saya sampaikan susunan acara pada hari ini ya, saya sapa dulu ee peserta Gomes ya. Apa kabar semua? Ya, saya ulangi. Kalau saya bilang apa kabar? Ee dijawab alhamdulillah luar biasa. Ya, saya ulangi ya. Apa kabar?
8:02 Luar biasa ya. Luar biasa. Kalau saya bilang bilang gums dijawab bersama kita menuntut ilmu dunia akhirat. Ya. Oke. Dihafal ya. Saya ulangi ya. Peserta Goms. Apa kabar? Alhamdulillah luar biasa ya. Goms bersama kita menuntut ilmu dunia akhirat. Ya. Amin. Adapun acara kita pada hari ini ya yang akan disampaikan ya oleh orang-orang yang luar biasa semua yaitu
8:47 yang pertama pembukaan, yang kedua pembacaan kalam ilahi Quran nomor surah 62 Aljumuah ayat 8 sampai 11. yang dibacakan oleh Saudara Zulkifli, mahasiswa FKM. Yang ketiga, mengaji tahsinul Quran ya, dibimbing oleh Bapak Ustaz Dr. H. Sulaiman Gosalam, MSI. Ya, sepatah kata dari hostgum ya, yaitu Dekan FKM Universitas Hasanuddin yang akan diwakili oleh Ketua
9:33 ee GPM PR ya, FKI Munhas. Yang kelima, sambutan sekaligus membuka acara Goms oleh sekretaris akademik Universitas Hasanuddin. Eh, senat. Sambutan sekaligus membuka acara GUM oleh sekretaris akademik akademik. Oh, I diulangi sambutan sekaligus membuka acara Goms oleh sekretaris senat akademik Universitas Hasanuddin ya. Yang keenam, materi Goms. Salat sebagai sumber ketenangan di tengah kesibukan
10:20 akademik oleh Bapak Ustaz Ahmad Hanafi Daing Yunta, LC, MA, PhD. Yang terakhir adalah kesimpulan dan doa penutup. Sedikit saya sampaikan bahwa Nabi bersabda sallallahu alaihi wasallam, "La akulu alif lam mim." Tidak aku katakan laulu alif lam min harfun. Tidak aku katakan alif lam mim itu satu huruf. Walakin alifun harfun, walam harfun, wa mimun harfun. Akan tetapi alif itu satu huruf, lam itu satu huruf. dan mim itu satu
11:08 huruf. Berarti kalau kita membaca alif lamin, berarti kita sudah membaca tiga huruf. Satu huruf 10 pahalanya. Jadi kita membaca saja alif lamin itu sudah mendapatkan 30 kebaikan ya. Nanti ini ada beberapa huruf ya. Masyaallah ya. Begitu banyak kebaikan yang kita dapatkan dalam acara Goms ya. Lalu saya ingatkan lagi bahwa orang yang membaca Al-Qur'an dan yang mendengarkan itu pahalanya sama ya, sama-sama pahalanya yang membaca dan yang mendengarkan. Nah, karena itu juga harus kita ketahui bahwa orang yang membaca Al-Qur'an dan mendengarkan bacaan Al-Qur'an itu kuman-kuman dalam
11:54 tubuhnya itu tidak bergerak. Ya. Jadi pada saat kita membaca Al-Qur'an dan mendengarkan orang membaca Al-Qur'an, maka tubuh kuman-kuman dalam tubuh itu tidak bergerak. Ya. Jadi, makanya kalau ee apa namanya? Kalau ada orang membaca Al-Qur'an, kita diminta supaya dia mendengarkannya. Laallakum turhamun ya, agar kamu dirahmati. Saya kira itu untuk lebih barokahnya acara kita pada hari ini. Ee saya persilakan kepada Saudara Zulkifli untuk membacakan Al-Qur'an surah Aljumuah ayat 8 sampai 11 ya dari mahasiswa FKMNAS. Disilakan.
12:47 Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Auzubillahiminasyaitanirrajim. qul innal mautalladzi tafirruna minhu fainnahu mulaqikum [Musik] tumma turadduna ila aalimil ghaibi wasyahadati fayunabbiukum bimaa kuntum ta'malun
13:35 Ya ayyuhalladzina amanu idza nudiya lisati min yaumil jumaati fas'au ila zikrillah fas'au ila zikrillahi wazarul bayi Dalikum khairul lakum in kuntum tlamun. Faidza qudiyat shatu fantasyiru fil ardhi wabhuu min fadlillah.
14:20 Wadzkurullaha katsir la'allakum tuflihun. Waidza roau tijaratan a lahwanin faddu ilaiha wataraquka qoima. Qul maaallahi khairum minall lahwi waat tijarah. Wallahu khairurziqin. Wahai orang-orang yang beriman, apabila seruan untuk melaksanakan salat pada hari Jumat telah dikumandangkan,
15:08 segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila salat Jumat telah dilaksanakan, bertebaranlah kamu di bumi. Carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Apabila sebagian mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera berpencar menuju padanya dan meninggalkan engkau Nabi Muhammad yang sedang berdiri berkhotbah. Katakanlah, apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan. Allah pemberi rezeki yang terbaik.
15:54 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Baik kepada saudara Zulkifli. Alhamdulillah. Jazakullah khair ee baik, kita melangkah ke acara yang ketiga yaitu mengaji tahsinul Quran yang dibimbing oleh Bapak Ustaz Dr. H. Sulaman Gosalan, M.Si. Kedia kepada beliau disilakan dengan hormat ya. Alhamdulillah. Terima kasih banyak Ustaz
16:40 ee Rengreng. yang sebagai moderator kita. Baik, untuk selanjutnya kita lanjutkan tadarus bersama di surah Al-Munafiqun ya, surah ke-63. Silakan dibuka surahnya. Oh iya, apa nih? harusnya ya surah baru sudah surah baru ya al-Munafiqun surah ke 63 silakan yang dizoom angkat tangan
17:27 rais hand yang membuat kaki kenapa coba Surah ke-63 ayat 1. Idza jaakal munafiqun. Ya. Baik. Untuk selanjutnya kita dari masjid dulu kalau gitu sambil menunggu di Zoom. Silakan mic-nya. Ayo. Siapa? Ayo. Fastaful Khairat ya. kasih Qurannya. Kasih mic-nya juga di-onkan di akhwatnya ada mic-nya juga ada. Tes ada ya. Alhamdulillah aman ya. Lanjut
18:14 silakan. Iya dari satu kebaca dulu nanti saya saya baca bersama baru kamu berhenti. Itu ada tandanya ya. 1 sampai 3 kayaknya ya. Oke, baca. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Idza jaakal munafiquuna qolu nashadu innaka rasulullah.
18:59 Wallahu ya'lamu innaka rasuluhu. Wallahu yashhadu innal munafiqina lakadibun. Attakadu ittakadzu ittaku. Panjang panjang. Ittaku aimanahum junnatan fasod fasoddu sabilillah innahum sa kanu ya'malun. Dalika baan biannahum
19:46 dalika dalika biannahum amanu tumma kafaru fatubia qulubihim ala qulubihim fatubia diulang dari situ. Fatubi ala qulubihim fahum la yafqohun. Lagi satu lagi. Waidza roitahumjibu perhatikan baik-baik barisnya domah atau fathaka. Perhatikan baik-baik ya. Faidza roaitahum tujibuka ajsa ajsamuhum
20:33 waidza roaitahum tujibuka ajsamuhum waquuluu tasma' liquulihim kaannahum qusubum masan kaahum khususum Musannadah yahsabuna kullahatin alaihim. Humul adu humul adu humul aduu fahzarhum. Humul adu fahzarhum.
21:18 Qalahumullah anna yufakun. Masyaallah. Alhamdulillah. Baik, berikutnya ya. Siapa lagi yang di masjid? Silakan. Ayo. Ayat ayat 5. Ada di Zoom ya. Silakan kalau ada di Zoom. Surah Al-Munafiqun, surah ke-63 ayat 5. Sekarang ada? Gak ada. Baik, silakan. Ayo sini kasih Qurannya ee mic-nya ya. Ayat 5 itu ada ditampilkan juga ya. Alhamdulillah. Terus
22:05 Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. Waidza qila lahum taalau yastagfirlakum rasulullah yastagfirlakum rasulullahi lau ruusahum waritum yasuddu. Waritahum yasuddunahum mustakbirun sawaun
22:51 alaihim alaihim astaghfarta lahum am lam tastaghfirlahum [Musik] l yaghfirallahu lahum innallaha yahdilalin humulladzina yaquuluna laa tunfiquu ala man rasulillahi hatta yanfaddu walillahi khazainus samaawati wal ard Walakinnal
23:40 munafikina laa yafqahun. Yaquuluna lain raja'na ilal madinati layukhrijannah. Layukhrijannal [Musik] aazzu minhal azal. Eh, jangan panjang pendek azal. Ulang ulang ulang minal azalillahil izzatuulihi walil mukminina wakinal munafikina laa yalamun.
24:27 Masyaallah. Alhamdulillah ya. Siapa lagi? Satu lagi yang dari Ikhwan silakan yang sampingnya ya. kamu ya ayat 9 ya insyaallah sampai selesai. Siap-siap akhwatnya di atas dan ya di Zoom silakan raise hand ya silakan ayat 9 ya. Taawuz dulu, taawuz dulu. Taawuz kasih kedengaran.
25:13 Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Musik] Ya ayyuhalladzina amanu la tulhikum amwalukum wala auladukum dzikrillah wamay yaf'al dzalika faulaika humul khasirun. Wa anqu mimma rqakum min qobli ay ya'tiya ahadakumul maut.
26:05 Ahadakumul mautu fayaqu rabbi laula aktani ila ajalin qorib. faasdaq waakum minihin walay yuakhirallahu nafsan idza jaa ajaluha wallahu khirum bima tamalun masya Masyaallah. Alhamdulillah. Baik,
26:50 lanjut. Yang akhwatnya di atas silakan yang di Masjid Nurul Fikri Tafadoli. Surah baru, surah ke-64 ayat 1 ya. Surah Atabun ya. Ya, silakan. Yusabbihulillah. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Yusabbihu lillahi maa fis samaawati
27:36 wa fil ard. lahul mulku walahul hamdu wahua ala kulli syaaiin qadir. Hualladzi khalaqakum faminkum kafirun winkum mukmin. Mukmin juga bukan ain mati ya. Ulang. Huwalladzi Huwalladzi khalaqakum faminkum kafirun wainkum mukmin. Iya. Wallahu bimaa tammaluna basir.
28:22 Masih ainnya jelas. Bima tamaluna basir. Coba diulang. Wallahu wallahu bimaa taaluna basir i khalaqas samaawati wal ard bilhaqqi was waswarokum faahsana suarokum faahsana suarokum khalaqas samawati wal ardha bilhaqqi waswarakum faahsana suarukum
29:09 wa ilaihil masir masir kasih jelas wa ilaihil masir ya'lamu maa fis samawati wal ardamu Wallahuimum [Musik] bidzatiur. Masyaallah. Alhamdulillah. Ya, berikutnya ayat 5. Tafadolli. Silakan masih yang akhwatnya di masjid
29:54 ya. Silakan. Alam ya'tikum ayat 5. Siapa? Ayo segera sambil dizoom silakan angkat tangan ya untuk mengaji surah at-Tagabun surah ke-64 ayat 5. Sekarang eh iya ayat 5. Silakan yang di masjid. Muslimahnya Padang. Ayo. Ada
30:40 segera siap coba ada panitia tolong bantu arahkan. Oh, ada di Zoom. Kita serah silakan dulu yang di Zoom. Albani. Silakan Albani. Iya. Ayat 5. Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Musik] Alam ya'tikum nabaadzina kafaru min qablu fadaquu wala amrihim walahum adzabun alim. Dzalika biannahu kaat tatihim rusuluhum bil bayyinat.
31:26 Faqalu abasyarun yahduana fakafaru wa tawalla. Wastagnallahu wallahu ghaniyun hamid. Za'amalladzina kafaru all yub'atu. Qul bala waabbihi lub'atunna tsumma latunabbaunna bimaa amiltum wazalika alallahi yasir. Masyaallah. Alhamdulillah. Iya. Tayib. Yang di muslimahnya silakan. Yang di masjid
32:12 sudah ada. Kok gak ada suaranya? Yang ikhwannya dulu yang di masjid dibawa silakan. Siapa ya? Tafadol ayat 8. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Faaminu billahi wa rasulihi wurilladzi anzalna wallahu bimaa ta'maluna khabir. Ya yaum yajmaukum liyaumil jam liyaumil jami dalalika yaumut tagabun
33:01 wam yummin billahi waal shihan yukaffbir anhu sayyiatih yukaffbffir anhu sayyiatihi wa yudkhilhu jannatin tajri anhar tajri min tahtihal anharu kholidina fiha [Musik] abada dzalikal fauzul adzim masyaallah alhamdulillah iya baik berikut ee
33:48 ya ini masih ikhwannya siap Siap-siap akhwatnya ya yang di masjid ya. Ikhwannya dulu silakan. Ayat 10. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. [Musik] Walladzina kafaru waadzabu biayatina waika. Ulang-ulang. Walladzina kafaru wazzabu biayatina ulaika ashabunari kholidina fiha wabal masir.
34:33 Ma asaba mim as maa asoba mim musibatin illa biidnillah. Biznillah. panjang ma asoba m musibatin illa biidnillah biidnillah tipis biidiznillah iya wam ymin billahi deng-deng tahan wam yukmin wam yukmin billahi yukmin billahi
35:21 Billahi tahan tahan di situ. Yukmin billahi wam ymin billahi gitu. Wam y wam yummin billahi yahdi qbah. Iya wallahu bikullaiin alim. [Musik] fawitum fainnama ala rasulinal balagul mubin [Musik] masyaallah alhamdulillah baik iya ada di
36:06 zoom in silakan fitriah silakan Silakan ya. Fitria silakan ya. Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. Wahai [Musik] rasula fain tawallaitum fainnama rasulinal [Musik] mubin. Allahu la ilahailla huaallahi
36:52 falyatawakkalil mukminun. Ya ayyuhalladzina amanu in min azwajikum wa auladikum aduwakum fahsaruhum wain tafu waasfahu wafiru fainnallaha gfurur rahimahim masyaallah ya sadaqallah Sadaqallahulim. Iya. Berikutnya masih di Zoom. Siti Nur Aliah ayat 15.
37:42 Surah apa, Pak? Attagabun surah ke-65. Eh 64 masih ya. Surah ke-64 ayat 15. Innama amwalukum itu ada di layar juga ada di Zoom. Silakan. Sudah Kak kalau gitu Rizka Aulia. Rizka Aulia dulu silakan. Iya. Ee ayat berapa, Pak? Ayat 15.
38:31 Innama amwalukum. Sudah ketemu. Iya, Pak. Iya. Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. Innama amwalukum wa auladukum fitnah. Wallahu indahu ajrunim.
39:17 fattaqu fattaqulaha't [Musik] wasmau wa atiu wa anfiquu khair lianfusikum w yuq wam yuqha nafsihi faulaika humul muflihun [Musik] qardun hasan yudifu lakum waagfir lakum wallahu syakurun hamim alimul ghaibi
40:03 alimul ghaibi wasyaatil azizul hakim hakim sadaqallah Qallahulim. Iya. Kalau mau berhenti kasih turun nadanya ya. Baik. Iya. Iya. Masih ada belum ada di Zoom. Baik. Yang akhwatnya yang di masjid kita, Masjid Nurul Fikri silakan. Ada mih surah yang baru, surah at-Talaq, surah ke-65 ayat 1. Ada enggak? Aduh, lalot banget
40:51 ya. Ikhwannya dulu kalau gitu yang di masjid. Tab Ustaz suara tak tidak terlalu kedengaran ustaz. Ah, ini coba tolong tolong operator di masjid ya. Kurang kedengaran memang. Iya. Testes. Ada yang di masjid. Yang di masjid ya. Ada, Ustaz. Iya, silakan. Ayo silakan. I oke. Sudah lumayan bagus Ustaz. Sudah kagak perlu lagi tambah sedikit ya. Oke, ya. Silakan. Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. [Musik]
41:36 Ya ayyuhan nabiyu idza thalaqtumunisa [Musik] afatliquunahunnaidatih [Musik] tolong ulang diulang. [Musik] Nanya jangan ditahan jangan jangan ditahan nanyaidihinna wa ahsul idahiddatihinna wa ahsul iddah wattaqulahabbakum [Musik] la tuhrijuhunna min buyutihinna
42:22 yahna illa aytina yatina bifahisatim bilfah ulang illa ay'tina bifahisyatin illa ayatina bifahisatya [Musik] wataadda hududallahi faq faqadama nafsah faqadama
43:08 nafsah faqad faqadama nafsah la tadri laallah laallah yuh yuhditsu ba yuhditsu ba'da amro amro sadaqallahqallulim iya alhamdulillah berikut masih ada yang di atas yang di masjid ada tafadol ayat 2 Ada enggak? Ayo segera. Segera.
43:55 Surah ke-65 At-Talaq ayat 2. Ada? Gak ada. Sambil dizoom angkat tangan yang di ikhwannya dulu yang di masjid. Silakan. Siapa? Ada. Iya. Cepat dong. Ayo. Ya. Sip. Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. Faidza balagna ajalahunna faamsikuhunna bima'rufin auquuhunna bima'ruf bimauf wa ashidu
44:41 wa ashidu zawa adlim minkum wa aqimus syahadata lillah dzalikum yuadzu bihi maa kaana yumminu makrojaarzuquzuqohuqohu min haitsu la yahtasib wam yatawakal alallahi fahua hasbuh innallaha Allahu Akbar.
45:32 Qar. Masyaallah. Ya, masih ada satu akhwat lagi di atas. Ada. Ada enggak? Kalau tidak di ikhwan ya, ikhwan di masjid silakan. Ayat 4. Mana ikhwannya? Mana mic-nya? Ayo. Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Musik] Wala
46:18 walai walelanya walla iya bisna walla iya izna minal mahidi min nisaikum inabtum intabtum [Musik] inabtum minisikum inumiddatun [Musik] as salatu tu biasaidun
47:08 asur ash Hurial faiddatun dari situ faiddatun faiddatun faiddatuhunna shatun asurin walai wallai [Musik] wallai lam yahi yahid iya terus Wallahi lam yaidan [Musik] waulatu waulatul ahmali ajalun
47:57 ajalunna ayadanaunna [Musik] ayadna hamlahun [Musik] Hamlahun kasih jelasada yadna ayadahalun wam yattaqillaha yaj'allahu min amrihi yusro Sadaqallahul sadaqallahulazim.
48:44 Iya, alhamdulillah. Di Zoom ada. Silakan angkat tangan. Surah at-Talaq, surah ke-65 ayat 5. Siapa? Ada akhwat yang di masjid juga silakan. Ada ikhwannya ada belum? Siapa? Ada enggak? Ayo. Mana? Mana mic-nya? Ya. Ah, ya. Silakan yang di Masjid Ikhwan ayat 5. Zalika Auzubillahiminasyaitanirrajim.
49:33 Dalzalika amrullahi anzalahu ilaikum wam yattaqillaha yukirhu sayiatihi wa y'zim lahu ajro. Askinuhunna min haitsu sakantum min wujdikum walaunuhunna ludifyiqu alaihin kalau baca pakai li dari liudyqu atau ludi
50:22 [Musik] kunna ulati hamlin faanfiqu alaihinna hatta yadna hamlahun fain ardhna lakum faatuhunna ujurhunna waamiruu bainakum bima'ruf wain taasartum [Musik] alaihiqualifiq [Musik] falyunfiq
51:09 falyunfiq mimma ataahullah la yukallifulahu nafsan illa [Musik] Sadaqallahuladzim. Allahummarhamna bil Quran. Baik, selanjutnya saya kembalikan ke moderator. Baik, terima kasih ee kepada Bapak Ustaz Dres H. Sulaiman Gosal, MSI, yang telah memandu bacaan Al-Qur'an. Alhamdulillah. jazakumullahu khairah.
51:56 Ee peserta Gerakan Unas Mengaji dan salat berjamaah yang saya hormati. Tadi sama-sama kita telah mendengarkan bacaan Al-Qur'an dari ee mahasiswa kita. Alhamdulillah ee ada tiga surah yang dibaca, yaitu surah at-Tagabun di mana di lalu surah al-Munafikqun dan surah at-Talaq ya. Di mana di dalam surah al-munafiqun itu ayat 9 ya.
52:43 Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barang siapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Ya. Lalu di dalam surah at-Tagabun, ya Allah berfirman, "Maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya Al-Qur'an yang telah kami turunkan dan Allah maha mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan." Yang terakhir di dalam surah atalaq, Allah berfirman, "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya dibukakan
53:29 jalan keluar baginya dan diberi rezeki dari a yang tidak disangka-sangka." Alhamdulillah, Ustaz Sulaiman Gosalam ini waktunya tepat sekali selesai pukul 16.25. Dan acara selanjutnya yaitu sepatah kata dari host Gerakan Unhas mengkaji dan salat berjamaah, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dan dalam hal ini diwakili oleh Ketua GPMPR Bapak Prof. Dr. H. Hasanuddin, PhD. Kepada beliau kami silakan dengan hormat.
54:15 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang saya hormati Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Jamaluddin Jompa dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Senat Akademik Unhas Prof. Dr. Ir. Budimawan Pagalai. Yang saya hormati moderator kita Ustaz Haji Rendreng, Ketua Goms SB Ustaz Drandus H. Sulaiman Gosalam
55:02 dan pembawa materi kita hari ini insyaallah ee Ustaz Haji Ahmad Hanafi dan Yunta, Lc, MA, PSD. Pertama-tama kita mengucapkan alhamdulillah bahwa kegiatan Gum SP Gerakan Unhas mengkaji dan salat berjamaah di mana FKM Unhas sebagai host. Jadi ee dekan dalam hal ini Prof. Sukrialuri tidak ada di tempat dan menugaskan saya sebagai ketua gugus jaminan mutu dan peningkatan reputasi FKM
55:49 untuk mewakili memberi sambutan. Jadi tadi alhamdulillah sudah terlaksana ee kegiatan mengaji yang langsung dipimping oleh ustaz kita ee Danders H. Gosalam Sulaiman Gosalam. Dan sebentar akan dibuka oleh rektor ya dan akan ada pengajian oleh narasumber kita ee Ustaz Haji Ahmad Hanafi dan Yunta, Lc. Misd. Jadi merupakan kehormatan FKM bisa jadi
56:38 ee apa? Bisa menjadi host dan ini merupakan ladan amal untuk kita. seperti dibilang tadi oleh moderator bahwa semuanya huruf yang kita mengaji hari ini dan mudah-mudahan ee memberi berkah kepada kehidupan kita. Ee saya kira ee mohon maaf kalau di dalam pelaksanaan kegiatan ini ada hal-hal yang tidak berkenan dan mahasiswa juga sangat antusias untuk
57:23 mengikuti kegiatan ini. baik akhwat maupun ee akhwat di lantai du maupun yang ikut secara daring. Jadi saya kira ee ini gerakan yang memberi pengaruh yang sangat besar sehingga ee mahasiswa walaupun melakukan kegiatan-kegiatan demonstrasi ya masih ada pengaruh daripada gerakan Unhas mengkaji ini. Jadi, semoga ee kegiatan ini terus berlanjut dan sebentar kita akan akan dibuka oleh
58:09 apa rektor atas dalam hal ini sekretaris senat dan dilanjutkan dengan kegiatan pengajian. Demikian sambutan dari dekan atas nama Dekan sebagai host Gerakan Unhas mengkaji dan salat berjamaah pada minggu ini. Wabillahi taufik walhidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik ee kepada yang mewakili Dekan FK MNAS kami ucapkan terima kasih. ee peserta Goms baik lod maupun daring
58:55 yang saya hormati. Ee mari kita bersama-sama mendengarkan sambutan sekaligus membuka acara gerakan Unhas mengkaji dan salat berjamaah oleh Rektor Universitas Hasanuddin yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Senat Akademik Universitas Hasanuddin, Bapak Prof. Dr. Ir. Budiman PD. Kepada beliau kami silakan dengan hormat. Ee beliau mohon maaf tadi ya lagi di pesawat sekarang menuju menuju dari Surabaya ini. Mudah-mudahan nanti bisa
59:42 bergabung sebelum selesai untuk sambutannya. Jadi diundur karena sudah boarding tadi. Iya, mohon maaf ya. Jadi kita undur walaupun tetap kita laksanakan ya. Ya. Fadal ustaz. Baik. Kepada peserta Goms yang saya hormati. Ee sekarang kita ee beralih ke pemateri Goms pada hari ini dengan judul Salat Sebagai Sumber Ketenangan di tengah kesibukan akademik yang akan disampaikan oleh Bapak Ustaz Haji Ahmad Hanafi Daing Yunta, Lc, M, PhD. Daing Yunta, Pak ya,
1:00:30 bukan Daing Yunta. Daing. Oh, I daing Yunta ya. Baik, kami silakan. Iya. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi hadana lihadza wama kunna linahtadiya laula an hadanallah.
1:01:19 Alhamdulillah alladzi jamaana lihadza wama kunna linastami laula an jamaanallah. Wasalatu wasalam alatammanil akmalan alal mabuti rahmatan lil alamin nabiina Muhammadin alaihi afdolus shah wa atammut taslim wa ala alihi wasohbihi wat tabiin waman tabiahum biihsanin ila yaumiddin. Amma ba'du. Yang saya hormati Rektor Universitas Hasanuddin dalam hal
1:02:06 ini diwakili oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Buddha Bu Budimawan Pagalai, DA selaku sekretaris senat akademik Unhas. Yang saya hormati Bapak Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat ee Bapak Dekan FKM e Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas ee Prof. Sukri Palaturi SKM MKes MSC PhD dalam hal ini di diwakili oleh Ketua GPM alam GPM PR yang Pak Prof yang tadi ya tadi
1:02:55 alhamdulillah sudah memberikan ee kata sambutan. Yang saya hormati Bapak Al Ustaz Dr. Andes H. Sulaiman Gosalam, M.Si. si selaku ee ketua gerakan Unhas mengkaji dan salat berjamaah dan juga ee kepada Bapak Ustaz eh Dr. Dres H. di Renreng MA selaku moderator kita pada hari ini. Para mahasiswa, mahasiswi yang hadir bersama kita baik secara ee luring ataupun daring. Yang pertama tentunya kita memuji dan bersyukur kepada Allah azza waalla yang
1:03:43 masih berkenan memberikan kepada kita kesehatan, memberikan kepada kita kekuatan setelah nikmat iman, setelah nikmat Islam yang dengannya kita dapat memaksimalkan ibadah kita, memaksimalkan ketaatan kita kepada Allah. berpindah dari satu kebaikan, dari satu ketaatan kepada ketaatan yang lain. hari ini di sore hari ini di hari Kamis di saat amalan-amalan kita setiap pekannya diangkat kepada Allah Subhanahu wa taala, kita berkumpul bersama-sama tadi mendengarkan ya
1:04:30 lantunan ayat-ayat Allah dibacakan dengan sangat baik oleh mahasiswa dan mahasiswi kita. Kemudian nanti dilanjutkan dengan kegiatan tentunya salat berjamaah. Maka mudah-mudahan kebaikan kebaikan ini menjadi bukti bahwa kita adalah hamba-hamba Allah yang pandai untuk bersyukur atas begitu banyak nikmat yang Allah telah anugerahkan kepada kali kepada kita. Kemudian yang kedua, selawat dan salam kita kirimkan kepada baginda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
1:05:15 Dan kita meminta bermohon kepada Allah mudah-mudahan kita semua diistikomahkan oleh Allah untuk selalu berada di atas tuntunan petunjuk ajaran yang diwariskan, yang diajarkan, yang ditinggalkan oleh Nabi kita Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Hadirin hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Salat sebagai sumber ketenangan iya di tengah
1:06:01 kesibukan akademik. Iya. Ee alhamdulillah saya juga seorang dosen beraktivitas di kampus dan mengerti betul dan memahami betul bagaimana ee aktivitas ya sivitas akademika institusi pendidikan tinggi yang dosen dengan tridarma. perguruan tingginya ya mengajar, meneliti, pengabdian kepada masyarakat yang mahasiswa dengan segala aktivitas pembelajaran
1:06:47 ya ee yang dilakukan tendik pun seperti itu ya. Tetapi semua kita dituntut iya untuk memberikan perhatian yang sangat besar ya terkait dengan satu ibadah penting ya yang sekaligus menjadi identitas keislaman kita ya. di tengah aktivitas dan kesibukan kita. Ya, bahkan kalau kita lihat ibadah salat yang disyariatkan oleh Allah Subhanahu
1:07:35 wa taala kepada kita ya, maka kita dapati bahwa ya a silakan di ya slide yang pertama ya ini sudah muncul. Jadi kalau kita ingin atau sebelumnya ya tadi ungkapan ee slide yang kedua. Nah, ini kalau kita ingin mengukur ya ingin mengukur bagaimana kualitas keislaman kita. Ah ini perkataan Imam Ahmad ini menjadi salah satu ee pesan ya buat kita. Fainna qadaral islami. Fainna qadaral islami fi qalbikaqristati fiqbika.
1:08:21 Jadi sesungguhnya kalau kita ingin mengukur bagaimana Islam itu bersemayam di dalam hati kita ya, bagaimana kualitas keislaman kita ya kokoh berada di dalam diri kita. Maka salah satu indikatornya itu adalah mari kita ukur seberapa besar pengagungan kita terhadap ibadah salat di dalam hati kita masing-masing. Nah, ya. Ahah. Itu kata kunci. Jadi kalau ingin mengukur keislaman kita ya, kita ini seorang muslim yang baik ya, yang berkualitas, salah satu ukuran yang paling
1:09:08 sederhananya ukur sejauh mana ya keagungan salat itu bersemayam di dalam di dalam hati kita. Nah, para jemaah sekalian, hadirin hadirat sekalian yang dirahmati oleh Allah, slide berikutnya. Ya, coba kita lihat bagaimana salat itu dalam agama kita. Kedudukan dan urgensinya. Pertama dikatakan salat itu ya semua kita paham tentunya salat itu rukun Islam tapi rukun Islam yang satu ini berbeda dengan rukun Islam yang lainnya. Iya. yang sifatnya amaliah.
1:09:55 Rukun Islam yang lainnya kan ada zakat, ada puasa, ada haji. Para ulama kita mengatakan ibadah zakat, ibadah puasa, ibadah haji sifatnya kondisional. Apa artinya? Ada kondisi, ada keadaan, ada hal-hal di mana seseorang itu tidak diwajibkan untuk zakat, untuk puasa, dan untuk haji. Sifatnnya kondisional. Allah tidak akan bertanya kepada orang yang miskin ya, yang hartanya tidak mencapai nisab, kenapa gak bayar zakat? Allah tidak ada pertanyaan itu. Sama
1:10:43 juga Allah tidak akan bertanya kepada orang yang tidak mampu melaksanakan ibadah haji. Ya, kenapa gak pergi ibadah haji? Kenapa? Karena ibadah-ibadah ini adalah ibadah yang sifatnya kondisional ya, terikat dengan kondisi dan keadaan tertentu. Adapun salat, maka salat ini hadirin hadirat sekalian, anak-anakku para mahasiswa mahasiswi sekalian, salat ini adalah rukun asasi. Apa itu rukun asasi? Ya, rukun asasi itu tidak dapat digugurkan selama kita ini memiliki kesadaran. Maksudnya kesadaran akal kita ini masih
1:11:31 sehat, merespon dan kita berada dalam keadaan sadar, maka kewajiban salat ini sifatnya melekat. Ya, kalau katakanlah ya kalau puasa ada kondisi di mana seseorang itu kalau ee berada dalam kondisi tertentu katakanlah yang sudah lanjut usia dan tidak mampu lagi berpuasa, maka diberikan kepadanya pengganti puasa yaitu bayar bayar fidyah. Ya, tapi dalam salat tidak ada. Selama akal kita ini masih sehat, kita berada dalam kondisi yang sadar, maka selama itu pulalah kewajiban salat itu melekat. Nanti pelaksanaannya diberikan
1:12:17 keringanan-keringanan. Ya, itu maksudnya. Tapi kewajiban salat itu melekat, tidak bisa digugurkan. Bahkan tidak ada pengganti, tidak ada pengganti dari ibadah salat yang disyariatkan kepada kita. Nanti ibadah salat menjadi gugur pada setiap muslim. Kalau seorang muslim itu kehilangan akal atau mohon maaf meninggal dunia ya. Barulah saat itu kewajiban salat menjadi gugur. Kenapa? Karena dia adalah rukun asasi. Kemudian yang kedua, salat itu tiang agama. Coba kita bayangkan kalau ada satu bangunan besar kemudian tidak ada tiang
1:13:04 ya, maka ya tidak ada sesuatu yang menahan bangunan itu maka akan rapuh, mudah untuk roboh. Nah, seperti itu pulalah salat kita ya. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Rasul amri alislam wa amuduhu asalah." Ee ee puncak dari segala urusan itu adalah ya rasul islam itu ee rasul amri kullihi al islam. Puncak daripada segala urusan itu adalah keislaman kita.
1:13:49 Nah, kemudian Rasulullah katakan wa amuduhu dan tiangnya itu adalah tiangnya itu adalah salat. Jadi rumah besar kita ini namanya Islam. Kemudian yang menopang agar rumah itu tetap kuat berdiri adalah ibadah salat. Ya, makanya salat itu identitas. Al ahdulladzi bainana wa bainahumus shah faman tarakaha faqad kafar. Yang menjadikan pembeda antara kita dengan mereka itu adalah salat. Siapa yang meninggalkan salat itu, maka sungguh dia telah kufur. Ya, jadi dia yang menjadi identitas tiap agama kita. Kemudian salat itu adalah amalan yang
1:14:36 pertama kali dihisab pada hari kiamat. Sebelum kebaikan kebaikan yang lain dihisab oleh Allah subhanahu wa taala, diperhitungkan oleh Allah subhanahu wa taala. Yang paling pertama dilihat oleh Allah subhanahu wa taala itu adalah salat kita semua. Inna aala ma yuha bihil abdu yaumalqiamati. Yang paling pertama dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat itu adalah salatnya. Ya, salat kita ya. Baik salat yang wajib itu yang paling utama ya. Jadi dilihat salat wajib kita terlebih dahulu ya. Kalau ternyata pada salat wajib kita ada kekurangan-kekurangan,
1:15:22 ada kelemahan-kelemahan, maka Allah Subhanahu wa taala memerintahkan lihat kepada salat salat sunahnya. Ya. Tetapi poinnya adalah yang pertama kali dihisab itu adalah salat kita. Ya. Ya. Sama salat itu kalau dalam anggota badan kita itu sama dengan posisi qalbun ya, sama dengan posisi kalbu kita yang kalau dalam bahasa Indonesia disebut dengan hati kita. Iya. Menjadi bagian tubuh yang paling sentral. Ya, kalau hatinya bagus, kalau kalbunya bagus. jasadu wa fasadat fasadal jasadu kull.
1:16:08 Kalau kalbunya baik maka bagian yang lainnya ikut menjadi baik. Kalau kalbunya rusak maka yang lainnya akan menjadi rusak. Sama persis dengan ibadah salat yang kita salat yang kita lakukan. I dialah yang pertama kali akan dihisab oleh Allah Subhanahu wa taala. Sebagaimana salat itu adalah penggugur dosa. Ya, kita ini banyak kesalahan kita, banyak kekhilafan kita, banyak kekurangan kita, banyak dosa kita, tidak terhitung banyaknya dosa kita. Maka salah satu kafarah, salah satu cara untuk menggugurkan dosa kita itu dengan melaksanakan salat. Coba dengarkan ya
1:16:54 permisalan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya, ketika menggambarkan eh ahadikum, bagaimana pendapat kalian kalau di depan rumah kalian itu ada sungai ya bibabi e di depan rumah kalian itu ada sungai minhuat ya. Di depan rumah kita ada sungai dan kita mandi dari sungai itu lima kali sehari. Halabqo minanii kata Rasulullah. Apakah tersisa tersisa dari badannya itu kotoran kalau dia mandi setiap hari lima kali? Maka kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, "Fakadzalik shawatul khams." Maka begitu pula salat yang lima
1:17:42 waktu dia akan menggugurkan dosa-dosa dosa-dosa kita. Kemudian di antara hal yang menunjukkan urgensi dan kedudukan salat ini, coba kita lihat kalau ibadah, zakat, puasa, haji itu Jibril yang datang ya kepada Rasulullah dan memberitahukan kepada Rasulullah menyampaikan wahyu bahwa zakat diwajibkan kemudian puasa disyariatkan, haji diperintahkan. kan. Tapi untuk ibadah salat ya pensyariatannya berbeda. Nabi kita Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu
1:18:29 diperintahkan untuk mendatangi. Ya. Jadi bukan Jibril yang datang kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyampaikan wahyu tentang salat, tetapi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam diperjalankan dalam sebuah perjalanan yang sangat menakjubkan yang kemudian dikenal dengan peristiwa Isra dan Mikrajnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang kemudian diabadikan dalam surah al-Isra itu. Subhanalladzi asra biabdihi lailan minal masjidil harami ilal masjidil aqsa dan seterusnya. Nah, ini hadirin hadirat sekalian di antara hal yang ya menunjukkan betapa pentingnya kita ee selalu berusaha untuk memahami kedudukan ya urgensi daripada
1:19:17 ibadah salat. Slide berikutnya. Nah, pertanyaannya kita ingin selalu salat dan salat kita itu berkualitas. Bagaimana ciri salat yang berkualitas itu? Ya, bagaimana salat kita itu ya seperti yang dikatakan oleh Allah innas shata tanha anil fahsya wal munkar. Seharusnya salat yang berkualitas itu efeknya, efeknya hasilnya buah yang didapatkan dari salat itu mencegah seseorang untuk melakukan perbuatan keji dan mungkar. Ya. Jadi kalau ada orang yang salat kemudian salatnya belum mencegah dia
1:20:03 untuk melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka yang paling pertama yang harus diintrospeksi itu adalah apakah salatnya sudah berkualitas atau tidak. Ya, bukan karena salatnya tidak bagus, bukan karena tuntunan salat tidak lengkap. Ada yang kurang dalam salat itu. Tuntunan salat sudah lengkap. Tapi bagaimana orang yang melaksanakan salat itu sudah betul-betul berkualitas atau tidak? Ya, hadirin hadirat sekalian yang dirahmati oleh Allah. setidak-tidaknya kalau kita ingin ya menjelaskan bagaimana salat berkualitas ini, ini tentunya panjang dan tentunya ee bisa ditambah atau ee diperkaya lagi. Tetapi setidak-tidaknya salat yang berkualitas
1:20:49 itu kita bisa lihat dari aspek pelaksanaannya. Salat itu ada yang wajib, ada wajib salat, rukun salat, ada sunah salat, ada rukun, ada wajib dan ada sunah. Jangan sampai ya, jangan sampai kita ini sudah merasa bahwa kita sudah melakukan salat dengan bentuk yang terbaik padahal belum belum maksimal. Ya, saya teringat dengan hadis Abi Hurairah ketika seorang sahabat masuk ke dalam masjid sementara Rasulullah sedang berada di masjid itu. Rasulullah sedang duduk di masjid itu. Kemudian salat ee sahabat itu salat dua rakaat ya. Sahabat itu salat dua rakaat.
1:21:35 Setelah salat dia datang memberikan salam kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Rasulullah menjawab salamnya. Tapi setelah menjawab salam, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengatakan kepada sahabat itu, "Kum fasolli fainnaka lam tusoli." Kembali ulangi salatmu karena tadi engkau belum salat. Padahal sudah salat ini. Akhirnya sahabat itu mengulangi lagi salatnya. Setelah kedua kali dia datang lagi. Tetapi Rasulullah tetap mengatakan, "Kum fasolli fainnaka lam tusoli." Ulangi salatmu karena engkau belum salat. Akhirnya dia salat yang ketiga kali. Setelah yang ketiga kali dia datang lagi
1:22:21 kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Perintahnya tetap sama. Kum fasolli fainnaka lam tusoli. Lakukan salat. Ulangi salatmu. Engkau belum salat. Para jemaah sekalian, ketika mendengarkan perintah itu ketiga kali, sahabat itu mengatakan, ini dengar baik-baik. Sahabat itu mengatakan, "Ya Rasulullah, la uhsinu ghairaha. Ya Rasulullah, salat yang saya lakukan ini adalah salat yang sudah menurut saya versi terbaik. Saya tidak bisa lagi melakukan yang lebih baik daripada apa yang saya sudah lakukan." Jadi menurut sahabat itu dia sudah lakukan salat yang terbaik. Dia sudah lakukan salat yang terbaik. Tapi dalam pandangan Rasulullah
1:23:07 ya salatnya itu belum salat yang terbaik. Maka sahabat itu mengatakan, "Fa'allimni. Kalau begitu ya Rasulullah, Rasulullah ajarkan saya." Iya. Ah. Maka hadis itu, para jemaah sekalian, ini dikenal dengan hadis musi shah. Ya, kalau kita baca kitab-kitab para ulama, hadis Abi Hurairah ini dikenal sebagai hadis musi salah. Hadis terkait dengan orang yang salatnya tidak becus. Kemudian Rasulullah mengajarkan kepada orang itu bagaimana tata cara salat yang benar. Tata caranya, ya. tata caranya bagaimana, apa yang harus dihadirkan dalam salat itu. Ini hadisnya panjang ya, kalau mau dijelaskan ee sangat panjang. Tetapi intinya intinya yang
1:23:54 disampaikan oleh Rasulullah dan banyak diulangi oleh Rasulullah dalam hadis itu, itu adalah persoalan tumninah. Iya. Maka dalam hadis itu dikatakan summarka hatta tatmain raqia summarfa hattaila qima sumjud tatmain sajida majelis hatta tatmainna sajida. Berapa kali Rasulullah ulangi kepada sahabat itu pentingnya menjaga tumakninah ya. Tumakninah itulah yang nanti akan mengantarkan kita kepada kekhusyukan dalam salat. Bagaimana mau salatnya berkualitas kalau tidak ada tumakninya? Apa itu tumaknin? Tenang, tidak tergesa-gesa, tidak terburu-buru. Ya,
1:24:42 tilka ay tilka, tilka shatul munafik. Tilka shatul munafik. Tilka shatul munafik. Tiga kali diulangi oleh Rasulullah menggambarkan salatnya orang munafik. Bagaimana salatnya orang munafik? Yangu nakral gurab. Kalau dia salat itu seperti apa? seperti burung yang mematuk biji-bijian ya. Tidak ada tidak ada interval waktunya, tidak ada tumakninanya ya. Jadi yang pertama kalau kita ingin mengukur mengukur kualitas salat kita, lihat ya. Makanya para ulama kita mengatakan ketika menafsirkan, "Fawailul lil musallin." Ini kan sudah salat ini ya. Fawailul lil musin. Sudah salat tapi masih diancam oleh Allah dengan ancaman. Sungguh celaka orang
1:25:29 yang salat. Ya alladzina hum shatihim sahun. Yang mereka itu lalai dari salatnya. Lalai dari salatnya. Para ulama kita mengatakan bisa lalai dari sisi waktunya, bisa juga lalai dari sisi tata cara pelaksanaan salat itu. Nah, jadi para jemaah sekalian, Bapak, Ibu sekalian, hadirin hadirat, mahasiswa-mahasiswi sekalian ya. Salat yang berkualitas itu ketika kita terpenuhi rukun wajib. Apalagi kita berusaha untuk ya untuk menyempurnakan salat kita dengan sunah-sunah salat. Ya, pengagungan kita terhadap salat itulah
1:26:16 yang akan mengantarkan kita kepada salat yang berkualitas. Kemudian yang kedua, yang kedua ya menghadirkan hati dalam salat ya itu yang disebut dengan apa khu? khusyuk. Syukur-syukur para jemaah sekalian. Ah, ini syukur. Para ulama kita tidak mengkategorikan khusyuk itu syarat sahnya salat. Ya, syukur alhamdulillah. Kalau sekiranya khusyuk itu menjadi syarat sahnya salat, maka kelihatannya tidak ada yang sah salat kita ini. Ya, tetapi khusyuk itulah yang menjadi
1:27:01 ciri daripada salat yang berkualitas. Kita baca dalam surah almukminun ya. Qad aflahal mukminun. Apa yang pertama cirinya orang yang beriman? Sungguh beruntung orang yang beriman. Alladzina hum fi shatihim khosiun. Mereka itu orang-orang yang beriman dalam salatnya. Dalam salatnya ya dalam salatnya selalu menghadirkan kekhusyukan ya. Kekhusyukan ya salatnya khusyuk ya. khusyuk itu ya ee bersambungnya hati kita ya dengan ibadah salat yang kita lakukan. Komunikasi salat itu kan silah menjadi penghubung
1:27:46 kita dengan Allah Subhanahu wa taala. Kita sedang berdiri menghadap kepada Allah subhanahu wa taala. Khusyuk ya hadirin hadirat sekalian. Bisa saja kita ini sama ya salatnya bersama dalam bahkan dalam satu saf gerakan kita semua sama ya. Tapi ya dalam hadis dikatakan innal abda layusli shatan ma kutiba min shahi illa usruha tusuuha sumunuha suuha sudusuha khumusuha rubuuhauha sulusuha wa nisfuha. Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, "Bisa saja kita ini salat sama salat kita gerakannya sama, tempatnya
1:28:34 sama. Kita salat di tempat yang sama, tapi tidak dicatatkan dari salat kita masing-masing. Kecuali ada yang dicatatkan untuknya seperepnya saja." Dia dapatkan dari salatnya cuma seepnya saja. Ada yang dia dapatkan dari salatnya cuma 1/nya saja, seperannya saja, seperjuhnya saja, 1/6, seper seterusnya sampai yang paling terakhir dia tidak dapatkan dari salatnya kecuali setengahnya saja. Maka memang ya kualitas salat kita ini ditentukan pada sejauh mana kita menghadirkan hati kita ya, kalbu kita dalam ibadah salat kita. Kemudian ya di antara hal yang menunjukkan ee indikator
1:29:20 kita dikatakan salat kita itu berkualitas tentunya efek daripada semua itu ketika seseorang itu menjaga dirinya tidak melakukan perbuatan keji dan mungkar dan termotivasi untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik. Salah satu indikator yang penting untuk mengetahui kualitas salat kita itu adalah penjagaan kita terhadap waktu salat. Ya innasata kanat alal mukminina kitaban mauuta. Bukan mau kita betul ustaz sesu iya beda itu mauuta kata mauku dia sudah terjadwal sudah ditentukan waktunya bukan mau kita
1:30:08 kebanyakan kita salat ini mau betul mau kita ini ya mau kita bahkan dalam kondisi tertentu kita harus menjamak salat itu juga mau kota tidak boleh mau kita ya tidak boleh mau kita kalaupun harus jamak salat ya kan jamak salat itu sudah ditentukan yang boleh dijamak itu zuhur sama asar baik di waktu zuhur atau di waktu asar kalau di waktu zuhur namanya jamak takdim kalau di waktu asar namanya jamak takakhir dan boleh dijamak magrib dengan Isya tapi tidak boleh zuhur dijamak dengan subuh itu mau kita itu atau isya dijamak dengan subuh
1:30:55 atau asar dijamak dengan magrib tidak ada. Ya, jadi para jemaah sekalian ya di antara amalan yang paling afdal itu asalatu fi waktiha salat pada jadwal yang semestinya. Maka di antara indikator yang penting ya nabi itu dikatakan begini ya kanan nabi shallallahu alaihi wasallam yaalu fi mihnati ahlihi. Rasulullah itu sama dengan kita. Kadang beliau itu bekerja di rumahnya membantu keluarganya untuk membantu pekerjaan di rumah. Tapi kalau sudah dengar Allahu Akbar, maka beliau tinggalkan pekerjaan di rumah itu segera untuk menjawab panggilan azan itu. Karena memang betul-betul Allahu Akbar,
1:31:42 Allah maha besar. Tapi selama Allah tidak maha besar, maka ya hal-hal yang lain dapat menyibukkan kita dari ibadah salat, penjagaan waktu. Nah, kemudian slide yang berikutnya. Nah, ini kira-kira ya ee bagaimana supaya salat itu menjadi sumber ketenangan ya ketenangan buat kita. Iya. Hadirin hadirat sekalian, kalau kita belum merasakan ketenangan dalam salat kita, maka mari kita meningkatkan kualitas salat kita. Ya,
1:32:28 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu dikatakan begini. Kanan Nabi shallallahu alaihi wasallam id hazabahu amrun fa ilah. Ya, Nabi sallallahu alaihi wasallam kalau mendapatkan urusan yang pelik ya berada dalam kondisi gelisah ya berada dalam kondisi yang sulit dalam kehidupan beliau. Ke mana pelariannya? Fazia ilasah. Dalam hadis dikatakan beliau segera melaksanakan salat. Ya, segera melaksanakan salat. Ya, para sahabat saya lupa siapa sahabat itu yang kemudian mau dieksekusi hukuman mati ya sebelum dieksekusi mati itu dia minta izin berikan saya kesempatan untuk
1:33:16 salat. Ya, bahkan ada sahabat ya ada sahabat dalam satu peperangan disuruh berjaga oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam saking khusyuknya dia salat itu itu apa namanya? busur panah yang yang yang dilesatkan ya menancap di tubuhnya dia tidak rasa ya kita bergetar sedikit HP kita langsung ya langsung Iya konsentrasi dalam salat kita buyar ya ingat sedikit para jemaah sekalian ya ini memang pekerjaan berat memang ya sampai khusyuk dalam salat itu gak muda. Makanya dikatakan wa innaha lakabiratun
1:34:04 illa alal khasiin. Memang sampai pada derajat khusyuk. Makanya saya katakan syukur-syukur khusyuk itu bukan syarat sahnya salat. Seandainya syarat sahnya salat maka mungkin tidak ada ya salat kita yang atau sedikit dari salat kita yang sah. Nah, di antara hal yang ya menjadi cara yang terbaik agar salat itu menjadi sumber ketenangan adalah pengagungan kita kepada Allah. Takzimullah ya. Wam yuadim syaairallah fainnaha min taqwal qulub. Ketakwaan itu tempatnya dalam hati dan pengagungan kita kepada Allah itu tempatnya di hati. Fainnaha min taqwal qulub. Dan salah satu di antara hal yang menjadikan kita sampai kepada takwal
1:34:52 qulub itu adalah pentakziman pengagungan kita terhadap syairillah. termasuk di antaranya adalah ibadah ibadah salat ini. Kemudian yang kedua, salat itu jangan dianggap sekedar kewajiban apalagi dianggap sebagai rutinitas ya. Nah, ini masalahnya kalau kita hanya sekedar menganggap salat kita ini sebagai rutinitas saja, akhirnya akhirnya tujuan kita melaksanakan salat itu apa? supaya tidak dikatakan salat ya gugur kewajiban. Sekedar itu supaya tidak dikatakan, "Eh, kamu belum salat kan ya." Padahal salat itu harusnya menjadi quratu ainin.
1:35:38 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Wuilat lihat quratu aini wulilat quratu aini fah." Allah telah menjadikan penyejuk pandangan mataku ada pada ibadah salat. Apa namanya? Penyujuk pandangan mata itu quratu ainin biasanya kita dalam doa ya. Rabbana hablana min azwajina wurriyatina qurata qurata a'yun. Jadikan istri saya, istri-istri kami, ya Allah anak-anak kami itu sebagai penyejuk pandangan mata. Kalau kita lihat menyenangkan ya. Menyenangkan. Harusnya salat juga menjadi quratu ainin buat kita. sesuatu yang menyenangkan ketika kita berada dalam salat dan tidak dianggap atau
1:36:25 tidak menjadikan atau tidak berada rasa berat pada diri kita ketika kita melaksanakan ibadah ibadah salat. Kemudian, nah di antara hal yang akan mengantarkan salat kita ini sebagai sumber ketenangan adalah ah ini juga ya. Ini kan kita biasanya ya kenapa tidak maksimal eh tidak dipaham bacaan-bacaan dalam salat ya. Ini ini sebenarnya ya sangat miris ya. Ya. Ee ya para mahasiswa-mahasiswi sekalian ya. Kalau seorang muslim ini mohon maaf kalau seorang muslim tidak tahu apa yang
1:37:13 dia baca dalam salatnya ya. Apa maknanya doa iftitah yang kita baca? Apa maknanya surah al-Fatihah yang kita baca? Kalau kita rukuk subhana rabbiyal adzim apa sih maknanya? Ketika kita bangkit, Rabbana lakal hamdu. Apa itu maknanya? Ketika kita sujud subhana rabbiyal a'la ya, apa maknanya dan seterusnya dan seterusnya. Harusnya harusnya ini semua dipahami maknanya, dipahami kandungannya sehingga mengantarkan kita untuk betul-betul konsen dalam ibadah salat kita. Ya, apalagi kalau lebih jauh daripada itu.
1:37:59 Kalau kita salat jemah, imam baca surah, imam baca surah selalu kita salahkan imam. Kenapa imam baca surah itu? Saya gak paham artinya. Kenapa kita tidak salahkan diri kita? Kenapa kita tidak belajar? Ya, kenapa kita tidak belajar? ya untuk memahami bacaan yang dibaca oleh imam minimal minimal ya minimal juz amma dululah ya juz amma itu kita baca artinya ya kita baca artinya ya ee dan tidak ada alasan buat kita sekarang ini tidak ada alasan untuk tidak mengetahui apa kandungan makna dari setiap surah dalam Al-Qur'an terjemahan ada, tafsir ada, bahkan
1:38:45 sebagiannya alhamdulillah sudah diterjemahkan. ya secara lafziah mudah bagi kita persoalannya hal mim mudzakir walaqad yassarnal qurana lizikri fahal min mudzakir itu itu masalahnya sungguh kami telah mudahkan kalau mau mau lihat metode-metode metode baca Quran, metode memahami Al-Qur'an luar biasa mungkin setiap tahun muncul metode baru adalah metode sekian metode ini, metode ini. Ya, metode ini. Walaqad yassarnal qurana lizikr itu janji Allah. Sungguh kami telah mudahkan Al-Qur'an itu untuk diingat. Tapi persoalnya fahal min muddakir. Ada gak yang mau mengingat? Ah
1:39:30 maka tugas kita agar salat kita ini menjadi sumber ketenangan, pahami. Pahami apa yang kita baca dalam salat kita. Ya, tadabur makna daripada ayat-ayat Al-Qur'an yang kita baca dalam salat kita. Kemudian nah ini tadi saya sudah sampaikan bagaimana pelaksanaan salat itu di waktu yang telah ditetapkan. Ah, ini menjadi sangat penting ya karena temanya kan tentang kesibukan ya. Temanya tentang kesibukan. Jangan berdalih kesibukan kemudian iya menjadikan salat itu tidak prioritas. Siapa yang lebih sibuk dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? Rasulullah itu pemimpin negara. Seorang rasul
1:40:17 terlebih dahulu ya. Beliau adalah seorang rasul, seorang pemimpin negara, seorang hakim, kepala rumah tangga. Kepala rumah tangga ya apalagi banyak sekali ya luar biasa. Tapi ya setiap waktu salat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berusaha untuk menjadi orang yang paling perhatian terhadap ibadah ibadah salat itu. Makanya Umar bin Khattab ya Umar bin Khattab ketika diangkat menjadi amirul mukminin apa yang dia tuliskan, apa yang dia jadikan sebagai surat edaran. Masyaallah. Saya memberikan apresiasi dengan gerakan dengan gerakan Unhas mengkaji dan salat berjamaah. Ini persis dengan apa yang dilakukan oleh Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Pada
1:41:05 saat beliau diangkat menjadi Amirul Mukminin, apa yang dia tuliskan? Kepada seluruh gubernur, seluruh petugas yang dia amanahkan untuk memimpin wilayah-wilayah kaum muslimin. Ya, ee sayangnya saya lupa tuliskan hadisnya atau riwayatnya. Beliau katakan begini. in ahamma umurikum hafidaha wa alaiha faqidahu wha fahuawahu adya apa artinya itu para jemaah sekalian Umar bin Khattab ketika diangkat menjadi pemimpin khalifah amirul mukminin edaran yang dia edarkan kepada seluruh petugas ya orang-orang yang diberikan amanah
1:41:53 mengurus wilayah-wilayah kaum muslimin. Dia tuliskan seperti ini. Inna ahamma umurikum indi asah. Ketahuilah yang paling penting dari semua urusan yang saya amanahkan kepada kalian adalah salat. Ya, kepala negara, pemimpin dia pastikan bahwa persoalan yang paling penting yang harus kalian perhatikan wahai para petugas, wahai para gubernur, itu adalah asalah. Kenapa? Siapa yang menjaga salat itu alaiha dan dia jaga konsistensi pelaksanaan salat itu faq sungguh dia telah menjaga agamanya siapa yang menyia-nyiakan salat fahuaha
1:42:39 adya maka urusan yang lainnya juga akan sia-sia. Iya, itu ya Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiallahu anhu. Maka kita apresiasi. Masyaallah Unhas ya dengan gerakan salat berjamaah mengkaji ini menjadi salah satu motivasi penting ya untuk mengingatkan kita pentingnya kita menjaga menjaga ibadah ibadah salat. Nah, yang terakhir ya yang terakhir slide yang terakhir saya mau bacakan hadis ini ya. Ini terkait dengan katakanlah kalau kita mengaku sibuklah ya. Iya. Terakhir. Terakhir ya. Ini hadisnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Man hafadha alaiha." Siapa yang menjaga salat itu kanat lahu nuran.
1:43:24 Maka salat itu akan nanti pada hari kiamat akan jadi cahaya. Wa burhanan, akan jadi burhan ya, akan jadi dalil wajatan akan menjadi keselamatan yaumalqiamah pada hari kiamat. Jadi kalau kita sudah jaga salat kita ini, maka insyaallah salat inilah yang akan menjadi cahaya kita nanti. Salat ini akan menjadi burhan, bukti kita, ya. Dan salat ini yang akan mengantarkan keselamatan kita pada hari kiamat. Waman lam yuhafid alaiha. Hati-hati. Siapa yang tidak menjaga salat ini, lam yakun lahu nur, dia tidak akan mendapatkan cahaya nanti di hari kiamat. Kita semua butuh cahaya. Ya. Ya. Butuh cahaya. Maka salah satu cahaya yang akan kita dapatkan apabila kita menjaga ibadah
1:44:10 salat kita. Maka siapa yang tidak menjaga salat ini, lam yakun lahu nur. Tidak ada cahaya baginya. Wala burhan, tidak ada bukti baginya. Wala naja, tidak ada keselamatan baginya pada hari kiamat. Wakana yaumalqiamah. Dan nanti pada hari kiamat maaqarun akan dikumpulkan bersama dengan siapa? Dikumpulkan dengan Qarun. dikumpulkan dengan Haman dan dikumpulkan dengan eh maaf Qarun, Firaun. Qarun dikumpulkan dengan Qarun. Ada empat orang ya disebutkan oleh Rasulullah, siapa yang tidak menjaga salat, maka nanti pada hari kiamat tempatnya bersama dengan Qarun, dengan Firaun, dengan Haman dan Ubay ibn
1:44:58 Khalaf. Saya baca ini yang terakhir. Saya baca penjelasan para ulama kenapa orang yang tidak menjaga salat itu dikumpulkan dengan mereka. Firaun, Qarun, Haman, dan Ubay bin Khalaf. Para ulama hadis mengatakan, "Siapa yang gara-gara kekuasaannya, iya, melupakan salat, melalaikan salat, ah, itu nanti dikumpulkan bersama dengan siapa? Firaun. Siapa yang gara-gara hartanya melalaikan daya dari salat, maka dikumpulkan bersama dengan siapa? Dengan Qarun.
1:45:45 Siapa yang gara-gara berkhidmat melayani atasannya? Ya, melayani atasannya gara-gara atasan tidak salat. Ibu lumpi datang, Pak ini ah karena takut gara-gara jangan sampai atasannya marah. Siapa yang gara-gara atasannya berkhidmat kepada atasannya, melalaikan salat, dikumpulkan bersama dengan siapa? Haman. Siapa itu Haman? Menterinya. Menterinya Firaun itu. Haman itu menterinya Firaun ya. Iya. Itu yang ketiga. Yang keempat, siapa yang gara-gara pekerjaannya? Ya, Ubay bin Khalaf itu seorang saudagar
1:46:32 ya, seorang pedagang di Makkah. Iya. Maka kata para ulama, siapa yang gara-gara pekerjaannya ya disibukkan dengan pekerjaannya sehingga dia lalai dari penjagaan salat itu, maka nanti akan dikumpulkan bersama dengan Ubay ibn Khala. Maka para jemaah sekalian, Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian, hadirin hadirat sekalian, tidak ada alasan kita ya untuk tidak menyesuaikan aktivitas kita. harusnya semua aktivitas kita ini disesuaikan dengan ibadah ibadah salat itu. Maka tidak ada ee alasan buat kita untuk melalaikan ibadah salat kecuali pasti ada kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu. Makanya jamak
1:47:18 qasar ya ee orang yang salat duduk dan set itu kan semuanya kondisional. Tapi bukan itu yang asal. Bukan itu yang asal. yang asal kita salat pada ya pada waktu dan kondisi yang ee sebenarnya. Saya kira demikian apa yang dapat disampaikan. Mudah-mudahan bermanfaat ya. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Hadanallahu wyakum ajmain. Wasallallahu ala nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi ajmain. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik kepada Bapak Ustaz Haji Ahmad Hanafi dan Yunta LCMA FISDI yang telah memberikan
1:48:04 nasihat dan ceramah pada acara Gom SB ini. Ya, kami mengucapkan terima kasih ee peserta Gum SB baik duri maupun dari yang saya hormati dan adik-adik mahasiswa yang saya cintai dan yang saya banggakan. Tadi kita telah mendengarkan nasihat ya atau ceramah betapa pentingnya mendirikan salat ya dan menjadikan sumber ketenangan dalam diri kita ya. Jadi segala kebaikan kita akan dibalas oleh Allah. Namun yang pertama dihisab adalah salatnya. Ya
1:48:52 asatu himaduddin man hafid faqadidina. Barang siapa yang mendirikan salat salat adalah tian agama. Barang siapa yang menjaganya maka dia menjaga agamanya. Dan barang siapa yang menyiakan dan barang siapa yang menyiakannya dan barang siapa yang tidak menjaganya maka sungguh menyiakan agamanya. Saya kira apa yang tidak apa yang telah disampaikan Bapak Ustaz tadi tentu ee tidak menutup kemungkinan banyak hal-hal yang perlu kita tanyakan ya. Karena itu kepada peserta ee GUM SB pada hari ini
1:49:37 baik lurin maupun darin sangat diharapkan untuk berpartisipasi ee menyampaikan ee pertanyaan atau saran-saran mengenai ee apa yang telah disampaikan oleh Bapak Ustaz Tad. Baik, kami silakan kepada adik-adik mahasiswa atau peserta USB yang lain disilakan untuk bertanya. atau yang di sini dulu yang ada di ruangan ini silakan adik-adik sekalian ya. Oke. Baik ya. Sebut namanya ya ee fakultasnya juga ya. Silakan. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
1:50:22 Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan saya Reskansyah dari Fakultas Hukum. Jadi pertanyaan saya itu tentang kesibukan akademik. Jadi banyak sekarang mahasiswa itu di padatnya sistem akademik terdapat banyak tugas dan ujian. Jadi mahasiswa itu sibuk mencari ketenangan seperti ingin healing ke mana-mana. Jadi pertanyaan saya, bagaimana cara agar salat itu bisa menjadi ketenangan eh sumber ketenangan bagi mahasiswa? Ituu saja, Ustaz. Langsung aja. Iya. Jadi, masyaallah sekarang ada istilah healing ya. Mau ke mana? Healing
1:51:09 ini masalah. Jangan sampai kita ini semua sakit jadi perlu healing. Iya. Ee jadi Iya sebenarnya sudah include tadi dengan materi. Jadi eh wajuilat li wuilat eh quratu aini falah. Jadi healing ya. Kalau dalam tanda kutip healing itu harusnya ada dalam salat kita. Nah, kenapa kita pertanyaannya kenapa kita gak nikmati salat kita itu? Kenapa gak nikmati salat kita? Ya, ini prosesnya panjang tentunya. Tidak semudah yang seperti kita bayangkan. Prosesnya itu dimulai pertama dari pengagungan kita terhadap syariat Allah, terutama salat. Dan pengagungan itu kan ketakwaan hati ya. Jadi kadar salat itu dalam dalam hati kita itu seberapa besar
1:51:56 porsinya di hati kita itu menempati posisi yang ke berapa dalam hati kita. Semakin dia di belakang, semakin dia tidak prioritas, semakin dia ya ee saya selalu kalau ke mall ya biasanya saya anggap mall itu bagus kalau tempat salatnya bagus. Iya selalu begitu. Ah, berarti pemilik mall itu ya pemilik mall itu itu mengetahui betul bahwa oh ini memang salat harus diprioritaskan. Tapi sebagian mall ini, mohon maaf itu musalanya di mana? Belakang. Di belakang, di tempat parkir. Kadang ya Allah. Ya. Jadi yang pertama sejauh mana pengagungan kita terhadap salat itu. Kemudian yang kedua prosesnya itu
1:52:42 dimulai bukan ketika kita salat saja, ketika kita berwudu. Ah, itu sudah harus dimulai ya. Jadi kekhusyukan kita, kemaksimalan kita untuk melaksanakan salat itu dimulai. Kalau kita olahraga saja, ini mohon maaf ya, gak apa-apa saya, kita olahraga, kita tidak warming up, kita tidak pemanasan olahraga olahraganya gak maksimal. Bagaimana sampai kepada target yang kita capai, kita inginkan ya? Kalau kita tidak pemanasannya gak gak maksimal. Nah, itu pendekatan saja. Jadi mukadimahnya ya mukadimahnya sampai ini mohon maaf sampai pada bagaimana kita mengkondisikan ee penampilan kita dalam salat. Khudu zinatakum inda kulli masjid. Allah
1:53:28 perintahkan kalau mau salat pakai yang terbaik. Nah, kita biasa pilih pakaian saja ya. Iya. Pakai pakaian yang biasa-biasa saja. Bagaimana mau mengagungkan dan seterusnya seterusnya dan sampai pada pemahaman dan seterusnya ee ee kehadiran hati kita. Jadi saya tidak aneh kalau banyak yang healing dicari tempat karena memang dia tidak dapatkan dia tidak maksimal dalam salatnya. Akhirnya dia butuh healing ke tempat lain. Tapi setelah itu, setelah itu ya galau lagi, stres lagi, dan seterusnya. Karena gak dapat yang hakiki. Ya, yang hakiki itu ada pada hubungan kita, kedekatan kita dengan
1:54:14 Allah Subhanahu wa taala. Aqrabu ma yakunu bainal abdi waabbihi wasajid. Tempat posisi yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya ketika dia su ketika dia sujud. Ketika dia sujud, posisi itulah yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya. Ya. Ah, di situ, di situ intinya healing tuh. Kalau mau healing ya di situ. Wallahuam. Eh, itu jawabannya ya. Atau masih belum jelas? Sudah cukup ya. Ya. Jadi di sini kan salat adalah sumber ketenangan ya. Jadi jika engkau menginginkan ketenangan maka semakin dekatlah. kepada Allah dengan jalan salat. Ya,
1:55:00 jadi saya kira itu untuk mendekati ketenangan. Baik, ee saya silakan penanya berikutnya masih ada dari daring? Ada. Ada, Pak Moderator ada P. Silakan, silakan. Oke, tabe. Saya Adnan Nasution dari PC Unhas mau bertanya ini, Ustaz ya. Ee terkadang iya tadi sudah disampaikan bahwa fawailul lil musallin ya. Tapi terkadang kita salat ya memang ee biasanya
1:55:46 dua rakaat atau empat rakaat itu waktunya hanya sekitar ya 1 sampai 2 menit ya. Seperti yang ee Ustaz tadi sampaikan bahwa kecepatannya itu bahkan melebihi kecepatan ee kecepatan matahari gitu atau kecepatan kilat ya. Ee itu itu bagaimana, Ustaz? Sementara imamnya kan cepat kita mau ee ngikut atau kita ee keluar dari salat, Ustaz, kalau imamnya terlalu cepat. Terima kasih. Iya. Kalau ah itu biasa saya pernah lihat yang video salat tarwih itu ya,
1:56:32 yang apa itu al-fatihahnya satu tarikan nafas. Oh ya. ee salat ya. Wallahuam. Nah, kalau kecepatan sampai menghilangkan tumakninah, maka para ulama kita itu tumakninah disepakati oleh para ulama tumakninah. Tumakninah. Tumakninah itu kan ketenangan ya, tidak tergesa-gesa. Itu masuk dalam rukun salat. Makanya itu tadi hadis yang sahabat disuruh oleh Rasulullah tiga kali dia ulangi tapi Rasulullah bilang ulangi salatmu engkau belum salat. Problem yang paling utama karena melihat alur hadisnya itu ada pada tumakninahnya. Dia tidak menjaga ketenangan salatnya, tergesa-gesa dalam salat. Nah, jadi tinggal dilihat kalau imamnya masuk
1:57:17 dalam kapal dalam apa? dalam dalam ee wilayah di mana ee kecepatannya itu ee merusak ya atau tidak sampai pada kadar yang ee maaf ee kalau kecepatannya itu menyelisihi kadar tumakninah yang sebenarnya ya. Ya, kadar tumakninah yang sebenarnya itu kalau semua bacaan salat itu dibaca dengan tepat. Nah, ya. Jadi, ee sudah dibaca minimal dibaca satu kali. Itu kadar-kadar yang Nah, kalau dibawa daripada itu ah maka para ulama kita sepakat kalau orang salat tidak ada
1:58:03 tumakninya, maka salatnya itu tidak. Nah, kalau kita dapati imam yang seperti itu, maka boleh ya boleh kita ee meniatkan untuk tidak ikut berjamaah. ya. Artinya kita memisahkan diri ya, memisahkan diri kalau kadar tumakninahnya itu tidak ee terpenuhi. Wallahuam. Terima kasih, Ustaz. Sama-sama. Baik, terima kasih. Ee masih ada yang lain di masjid akhwat yang di atas yang akhwat akhwat di masjid. Silakan
1:58:49 ya. Ada akhwat dalam masjid apa didengar? Ada ikhwannya. Silakan. Mungkin ada.
…