0:00 Hi Curious People! Maudy Ayunda, here. Welcome again to my booklist, di mana aku sharing kisi-kisi menarik dari buku-buku yang aku baca. Dari semua isi buku itu, aku akan sharing 3 insights yang personally menarik buat aku. Hari ini, kita akan membedah buku Digital Minimalism by Cal Newport, computer scientist yang merupakan expert di topik produktivitas Kamu pernah ngga sih merasa penggunaan gadget atau social media kamu itu berlebihan? Atau mungkin kamu pernah ngalamin “The Social Media Paradox” di mana kamu merasa punya banyak “teman” di dunia maya tapi kok tetap ngerasa sendirian ya? Atau mungkin kamu mulai merasa terganggu dan distracted
0:46 dengan banyaknya teknologi di dalam hidup kamu? Nah, buku ini mengajak kita untuk jadi "Digital Minimalist", orang yang menggunakan teknologi hanya saat bermakna dan hanya saat men-support nilai-nilai hidup kita. Dan kalo nggak, kita optimalkan atau hindari saja sekaligus. Insight pertama, Digital detox sebagai solusi awal. Teknologi gadget aplikasi; ternyata ini semua adalah produk-produk yang didesain secara sengaja untuk memakan waktu dan atensi kita. Jadi bayangin, berapa banyak waktu kamu yang hilang untuk melakukan hal - hal yang kurang berarti? Untuk menjadi digital minimalist, penulis mengajak kita untuk digital detox.
1:34 Ada 3 langkah: Pertama, Kita harus menentukan filosofi hidup kita tentang teknologi. Nah, ini agak susah ya. Karena di sini kita harus membuat list semua tech tools dalam hidup kita dan kita harus pikirin, apakah hal itu opsional atau wajib. Harus banget nggak ya ada di hidup kita? Biasanya nih kalau opsional, gadget, aplikasi, atau layanan apa pun itu bisa kita hentikan selama 30 hari tanpa merusak atau mengganggu flow kehidupan pribadi atau profesional kamu. Tapi harus disiplin dan kritis ya di proses ini. Yang ke-2, cuti selama 30 hari. setelah kita udah punya aturan dan prosedur yang tadi, kita harus disiplin cuti dari menggunakan semua teknologi yang kamu udah pilih tadi.
2:21 Biasanya, minggu pertama atau kedua itu susah, karena kita sudah terbiasa ditemani oleh sosmed dan sebagainya. Tapi ingat, kita lagi detoks. Ketidaknyamanan sangatlah natural. Pada saat kita merasakan dorongan untuk main HP dan sebagainya, penulisnya bilang: Isi waktu itu dengan aktivitas berkualitas tinggi seperti membaca buku, olahraga, atau aktivitas lain pilihan kamu. Lalu, setelah 30 hari pelan-pelan kita perkenalkan teknologi opsional itu kembali ke hidup kamu. Tapi ingat ya, dengan penuh kehati-hatian. Setiap kamu mau buka sebuah aplikasi, tanya dulu kepada diri kamu apakah ini cara yang terbaik untuk menghabiskan waktu,
3:06 yang juga selaras dengan values hidup kamu? dan gimana ya caranya menggunakannya supaya nggak rugi waktu? Dengan melakukan 3 steps ini, kita memastikan bahwa teknologi, atau apa pun itu menambahkan nilai ke dalam hidup kita. Insight ke-2, jangan jatuh cinta dengan "like" Oke. Manusia itu ditakdirkan sih memang untuk bersosialisasi. Tapi, jangan kita samain penggunaan media sosial dengan bersosialisasi beneran. Semakin banyak kamu menggunakan media sosial untuk berinteraksi, semakin sedikit waktu yang kamu pakai untuk komunikasi langsung sama orang. Bahayanya, sosmed itu 'kan bikin ketagihan banget ya.
3:52 Karena kita selalu mengejar “kebahagiaan” kecil dari validasi sosial Nah, itu entah dari "like" atau "retweet" dari sesuatu yang kita post. Menurut penulisnya, kita harus berhenti nge-like post. Mendingan, kita gunakan komunikasi yang berpusat pada obrolan, or conversation. Supaya kita bisa mempertahankan hubungan yang bermakna. Ada rekomendasi di buku ini: Luangkan hanya 1 atau 2 momen dalam hari kita untuk balas-balasan Whatsapp, atau semua messaging apps, atau kita juga bisa adakan "conversation office hours" di mana ini waktu yang dijadwalkan untuk ngobrol dengan orang-orang yang berarti dalam hidup kita. Nah, mungkin pendekatan ini membutuhkan pengorbanan ya.
4:40 Pasti orang yang berinteraksi dengan kita akan menurun drastis. Tapi justru, setiap interaksi yang kita miliki akan lebih dalam, lebih bermakna, dan selaras dengan nilai-nilai hidup kita. Insight ke-3, habiskan waktu sendiri. Ada chapter di mana penulisnya membahas konsep di mana manusia itu sudah "kehilangan kesendirian". Keadaan di mana kita hampir enggak pernah menghabiskan waktu sendirian dengan pikiran kita sendiri. Jadi sering kali, ketika sendirian atau bosan, orang malah pilih "aktivitas rekreasi yang berkualitas rendah" kaya main game, cek-cek message dari temen-temen, scrolling tanpa berpikir.
5:26 Ini adalah jenis kegiatan yang dapat dianggap "bernilai rendah" karena tidak memiliki niat atau intention. Kita harus hindari ini dengan mencari kesendirian. Untuk melatih ini, penulisnya bikin recommendation untuk memulai dengan: meninggalkan smart phone kamu di rumah misalnya, jalan-jalan jauh, atau journalling Or as we’ve discussed earlier, kita bisa isi waktu luang itu dengan kegiatan "berkualitas tinggi" yang berkontribusi pada kesejahteraan kita, kepuasan kita, dan juga kegembiraan batin. Mungkin juga kita harus membuat “To do list” untuk waktu luang kita di mana kita memprioritaskan aktivitas yang menuntut
6:14 daripada konsumsi pasif, seperti yang menggunakan keterampilan untuk menghasilkan hal-hal yang berharga di dunia fisik, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan interaksi sosial dunia nyata yang lebih terstruktur juga. And, so what? Aku membaca buku ini lumayan merasa tersindir sih. Karena kadang aku relate dengan observasi yang dibahas dibuku ini, bahwa kalau main sosmed atau scrolling itu kadang-kadang terasa automatic, dan kadang aku nggak sadar kalau misalnya waktu berlalu begitu aja. Dan kalau di-compare pada saat waktu aku kecil, sebelum ada semua gadget, teknologi, sosmed aku merasa waktu aku lebih terisi dengan hal-hal yang memperkaya hidup aku
7:03 seperti belajar skill baru, aku les gitar, piano, baca buku dan lain-lain. Jadi setelah baca buku ini, aku merasa punya semangat baru untuk memberi ruang lebih banyak untuk aktivitas yang berkualitas tinggi dan juga waktu kesendirian tadi yang berharga banget buat aku. Okay, thanks for listening Curious People. Please share your thoughts in the comments below. Dan, kalau ada komen yang asik akan aku pilih sendiri dan kalian akan aku kirimin buku ini yang habis aku baca, with a special message inside, from me to you! Dan jangan lupa juga untuk subscribe, please subscribe and turn on notifications. Bye!