KEHILANGAN JATI DIRI Di Usia Muda? Gini Cara RESET DIRI Dari 0! | SUARA BERKELAS #26

SUARA BERKELAS www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Podcast ini membahas tentang perasaan hilang jati diri, kecemasan, people-pleaser, dan cara menyeimbangkan hidup di usia 20-an. Mas Nago, seorang psikolog dan penulis buku laris, memberikan perspektifnya tentang bagaimana menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

  • Pentingnya menemukan tujuan hidup dan mimpi untuk membangkitkan semangat.
  • Kecemasan muncul karena kita berusaha melihat masa depan dan potensi diri.
  • People-pleaser muncul karena takut tidak diterima oleh orang lain.
  • Usia 20-an adalah waktu yang tepat untuk mengambil risiko dan belajar dari kegagalan.

Pendahuluan

Podcast Suara Berkelas kali ini menghadirkan Mas Nago, seorang psikolog dan penulis buku laris, untuk membahas tentang perasaan malas, hilang jati diri, dan bagaimana cara kembali semangat menjalani hidup seperti saat masih sekolah. Banyak pendengar yang curhat tentang kesulitan bangun pagi dan merasa berat untuk bekerja.

Penyebab Kehilangan Semangat dan Jati Diri

Mas Nago menjelaskan bahwa fase kehilangan semangat adalah hal yang wajar karena tantangan hidup dewasa lebih kompleks dibandingkan saat kecil. Banyak hal yang harus dipikirkan, seperti pekerjaan, cicilan, keluarga, dan masalah psikologis. Untuk kembali semangat, penting untuk menemukan apa yang dicari dalam hidup, seperti tujuan atau mimpi. Jangan biarkan lingkungan mengarahkan kita seperti kayu yang hanyut, tetapi jadilah kapal yang punya arah.

Pentingnya Mimpi dan Tujuan

Meskipun mimpi belum tentu terwujud, memiliki mimpi penting untuk membuat kita semangat bangun pagi. Langkah kecil menuju mimpi juga penting, karena setiap langkah membawa kita lebih dekat ke tujuan. Bahkan jika mimpi tidak tercapai, kita sudah berada di level yang lebih tinggi dibandingkan jika tidak pernah mencoba. Jangan hanya melihat dari pinggir lapangan, tetapi ikut bermain meskipun melakukan kesalahan.

Tanda-Tanda Kehilangan Jati Diri

Tanda-tanda kehilangan jati diri adalah merasa hampa, tidak ada makna dalam keseharian, dan hambar terhadap hal-hal yang dulu membuat kita bersemangat. Bahkan, bisa muncul kebencian dan kekecewaan terhadap dunia. Orang yang berada di fase ini seringkali menyampaikan komentar negatif di media sosial karena merasa dunia mengecewakan.

Hubungan Antara Kehilangan Jati Diri dan Kecemasan

Kecemasan muncul ketika kita berusaha melihat masa depan dan potensi diri. Kecemasan hadir untuk mempersiapkan kita sebaik mungkin agar bisa mencapai potensi penuh. Penting untuk mengeksplorasi dan memproses semua jenis perasaan yang muncul dalam diri kita, termasuk perasaan tidak nyaman seperti malu. Jangan hanya memberi ruang untuk kebahagiaan, tetapi juga untuk kesedihan dan kemarahan.

Mengatasi Perasaan Malu dan Self-Doubt

Perasaan malu seringkali muncul karena kita lebih menghargai penilaian orang lain terhadap diri kita dibandingkan bagaimana kita menilai diri sendiri. Penting untuk tetap menilai diri sendiri secara positif dan realistis, dan tidak kalah dengan penilaian orang lain. Terhubung dengan diri sendiri dan percaya pada penilaian diri sendiri lebih penting daripada penilaian orang lain.

Mengatasi Perasaan People-Pleaser

Perasaan people-pleaser muncul karena kita takut orang lain menganggap kita negatif jika tidak memenuhi ekspektasi mereka. Fokus utama people-pleaser adalah bagaimana kita ingin memenuhi kebutuhan untuk diterima oleh masyarakat, bukan tentang kebahagiaan orang lain. Budaya kolektif di Asia juga mempengaruhi perasaan ini. Penting untuk belajar individualisme dan menyeimbangkan kepentingan bersama dengan kepentingan diri sendiri.

Self-Love vs Egois

Setiap kali kita melakukan hal yang baik untuk diri sendiri, kita sering merasa bersalah karena dianggap egois. Padahal, self-love berbeda dengan egois. Egois adalah mementingkan diri sendiri dan merendahkan orang lain, sedangkan self-love adalah mengangkat diri sendiri dan memprioritaskan diri sendiri, tetapi orang lain juga sama pentingnya. Perlakukan diri kita sebaik kita memperlakukan orang lain.

Menyeimbangkan Hidup dan Prioritas

Dalam menyeimbangkan hidup, kita perlu membuat banyak kompromi. Prioritas utama Mas Nago adalah menjalankan profesinya sebagai psikolog dan menulis buku. Selain itu, ia juga memprioritaskan keluarga (istri dan anak) dan keluarga besar (orang tua). Ia mengalokasikan waktu untuk setiap prioritas tersebut dalam 24 jam sehari. Meskipun tidak semua orang memiliki keleluasaan untuk mengelola waktu, penting untuk berusaha mencobanya.

Menghadapi Fitnah dan Kemarahan

Jika difitnah oleh teman, penting untuk menyebarkan kebenaran tentang diri kita. Jangan biarkan orang yang salah bebas marah, tetapi kita yang tahu diri kita benar juga harus marah. Validasi perasaan marah dan latih diri untuk marah dengan cara yang positif, yaitu untuk memperjuangkan dan mempertahankan diri. Marah tidak harus dengan melempar barang, tetapi bisa dengan tegas menaruh batasan.

Menemukan Jati Diri di Tengah Gempuran Media Sosial

Di era media sosial, banyak orang menampilkan diri yang ideal, tetapi lama-kelamaan keasliannya terkuak. Lebih baik dari awal menunjukkan diri yang real dan autentik, baru pelan-pelan menjadi diri yang ideal tanpa harus dibungkus macam-macam yang berlebihan. Tunjukkan diri kita yang asli dan working on it di depan publik. Orang-orang suka mengikuti journey orang lain, terutama journey yang relatable.

Mengatasi Perasaan Oversharing

Oversharing terjadi karena banyak hal di dalam diri yang ingin diceritakan. Tidak semua orang punya akses yang tepat untuk bisa menceritakan itu. Jika teman atau keluarga tidak bisa dipercaya, kita cenderung oversharing kepada orang asing. Solusinya adalah dengan konseling ke psikolog, karena psikolog bisa menjadi tempat yang aman untuk memproses semua internal struggle dalam diri kita.

Nasihat Terbaik untuk Anak Muda Usia 20-an

Di usia 20-an, kita masih punya kemewahan untuk gagal di hal-hal besar. Kita masih punya energi, waktu, dan kemampuan untuk mengambil risiko sebesar itu. Ketika kita tidak punya apa-apa, kita tidak punya apa-apa untuk hilang. Ambil risiko, beli pengalaman, dan jangan hanya membeli pengakuan.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 ansiety muncul ketika kita berusaha untuk melihat masa depan apa yang mungkin bisa kita capai artinya potensial diri kita apa yang mungkin bisa salah What go wrong Kamu selangkah di depan orang-orang yang Bahkan tidak pernah mencoba yang mungkin terjadi adalah kita lebih value penilaian orang lain terhadap diri kita dibandingkan bagaimana kita menilai kita hal semuanya kali lagi di Pod suara berkelas dan Har ini aku kedatangan tamu spesial ada Mas Nago tejena Halo Bilal Selamat datang Mas ini bukan Semarang orang loh psikolog plus bestseller author thank krat untuk bukunya luar biasa teman-teman aku pada up Story

0:45 semua aku yang sudah lama hilang ohya serius Oke dan Wah keren banget terus aku notice ada satu postingan dari teman aku yang ngutip dari e quachs-nya Mas Nagu dan aku kayak Wah menarik nih Kalau ngajak Mas Nagu suara berkelas dan ya teman-teman suara berkelas yang ngerasa bahwa Aduh hari-hari aku tuh malas banget gitu ya mereka tuh masih ngerasa ketika bangun pagi He itu mungkin rindu masa-masa semangat Saat bangun pagi untuk berangkat sekolah H dan ada yang curhat ke aku dan di suara berkelas juga bahkan di platform sekelas mereka curhat di DM gimana ya Mas supaya kita bisa semangat he menjalani hari

1:30 seperti masa-masa sekolah dulu dan sekarang ketika berangkat kerja nih kayak berat banget untuk bangun berat banget untuk bisa semangat seperti fase-fase sekolah dulu gitu apa yang bikin kita tuh di Fase ini Mas Nago ada enggak solusinya I iya iya em sebenarnya pertama-tama Yang Ku pengin bilang adalah itu fase yang wajar ya H jadi waktu kita kecil kan ya dunia tuh relatif sederhana gitu enggak sih Apa sih paling bangun sekolah pulang mungkin main sama teman ada buat PR sedikit Nonton tv ketawa-ketawa bareng keluarga udah dan besok mengulang lagi hal yang sama jadi ee tantangan-tantangan yang kita hadapi itu relatif mudah sebenarnya beda sama

2:16 kehidupan dewasa di mana tantangannya variatif kita enggak cuma mikir pekerjaan kita mikir cicilan sibuk membanding tulang ee untuk bayar berbagai cicilan tiba-tiba ada anggota keluarga yang sakit hm sudah anggota keluarga sakit kita harus menanggung beban tiba-tiba ada teman yang nyebelin tiba-tiba diri kita sendiri punya permasalahan psikologis mungkin jadi banyak hal yang harus kita jugling berbarengan tantangannya makin banyak tantangannya makin Advance enggak heran kalau kita tuh kewalahan dalam prosesnya gitu kalau ditanya Em gimana solusinya he ya mungkin salah satu hal yang muncul di kepalaku adalah tadi misalkan ketika

3:02 kita berada di situasi ini lama-kelamaan tuh kita ngerasa hampa gitu enggak sih tadi dibilang kesehariannya Iya kita bangun tanpa ada perasaan semangat kita bangun dengan kekosongan yang menanti kayak kita enggak mau berhadapan dengan semua masalah-masalah yang menyulitkan ini cara pertama yang bisa membantu kita untuk kembali semangat seperti waktu kita kecil dulu adalah dengan menemukan apa yang kita look for kalau kecil kan meskipun kita bilang semangat sekolah sebenarnya kan cari bukan belajarnya kan I ketemu teman main di jam istirahat atau ada orang kita suka gitu kan kehidupan dewasa mungkin juga kayak gitu ketika kita ngasa kosong berarti kita ngerasa kita belum memiliki

3:49 arah Kita tuh mau ke mana Nah pertama-tama itu yang kita cari dulu kalau kamu di usia sekarang dengan semua rutinitas distraksi kesibukan ini apa sih yang kamu harapkan sebenarnya dari hidup kamu dengan mengetahui itu itu jadi langkah awal untuk mulai memantikan semangat di dalam diri kita Wah menarik ya karena kita ngerasa bahwa hal-hal di luar sana yang datang ke kita itu kayak distraksi gitu hm betul bisa jadi orang-orang yang enggak ada tujuan let say inikesan berat banget ya kata-kat tujuan hidup gitu Iya jadi orang enggak tahu tujuan hidupnya ketika bangun pagi aja kalau di konsepnya Jepang ikiga ya ketika bangun pagi kan tahu mau ngapain ya He tapi banyak orang di luar sana

4:35 masih ke mindset SD dulu kali ya masih met masih sekolah dulu bangun pagi ya enggak tahu mau ngapain ya kerja dan ngelakuin sesuatu dan pekerjaan yang mereka benci jadi makin kayak Mas n bilang tadi makin Kompleks nih benar ben makin sulit untuk juggling gitu ya Nah apa yang bikin orang-orang itu ngerasa bahwa Wah aku hilang Jati Diri nih aku sering dengar ya kata-kata hilang ya dan relil sama masag ya aku yang sudah lama hilang banyak orang ngasa bahwa aku sudah hilang nih jati dirinya aku sudah hilang nih fase semangat-semangatnya gitu apa yang bikin orang hilang Hm Iya em ketika kita disibukkan dengan semua rutinitas yang kayak tadi itu tuntutan ekspektasi tanggung jawab ee peran-peran yang kita harus penuhi itu tuh kayak

5:21 kita seperti sepotong kayu yang hanyut di mungkin Sungai lautan dan lainnya jadi kita tidak memiliki tenaga untuk bergerak dan kita hanya mengikuti ke mana dunia ini membawa kita Hm orang tua suruh sekolah sekolah lulus kerja disuruh kuliah kuliah pasangan kita nyuruh kita Ayo segera nikah nikah jadi lingkungan yang mengarahkan kita kita tuh kayak kayu yang ikikut sana sini gitu kan Nah em yang aku coba untuk encourage dari orang-orang yang membaca bukuku atau orang-orang yang datang ke sesiku bisa enggak sih kita mencoba jangan hanya membiarkan lingkungan yang menyitir kita ke sana sini tapi kita juga punya arah sendiri jadi jangan

6:08 seperti sepotong kayu tapi jadilah seperti sebuah kapal yang bisa punya arah Aku mau ke sini aku mau ke sini Ken dan seterusnya gitu Meskipun mungkin ya kalau kita ngomong ya punyalah tujuan hidup punyalah mimpi ke sana kan kayak k k banget ya apa sih di umur segini masih mikirin mimpi itu kan ee gak praktikal itu kan ee belum tentu terwujud Iya memang belum tentu terwujud tapi esensinya itu bukan tentang kamu bakal mencapai mimpi itu atau enggak esensinya tuh kamu punya mimpi karena meskipun itu terwujud atau enggak Tapi punya mimpi ini yang buat kamu bangun Yes setuju enggak kira-kira setuju banget setuju banget Aku pernah nulis juga di buku pertamaaku julan inspirasi itu persis kayak Mas Nago tadi Gambarkan yang

6:55 sebenarnya bikin aku semangat bangun pagi itu bukan karena ada mimpinya itu heeh Heh tapi kayak langkah kecil itu loh langkah kecil kayak Wah misalnya mimpi aku tuh pengin punya podcast yang bisa hadirin tamu-tamu top di dunia misalnya jadi Ya mulai aja kecil-kecil aku ngomong sama diri sendiri aku kayak belajar podcast atau Undang S teman-teman aku dan sekarang udah di level bisa ngundang Mas Nagu G jadi itu kan langkah-langkah kecil yang oh iya aku belum di sana tapi aku udah udah langkah gitu loh benar benar itu aku suka suka banget bagian kayak kayu tadi kayak misalkan punya punya mimpi kita pengin punya podcast yang mengundang tamu-tamu Top Dunia gitu kan Katakanlah sejelek-jeleknya itu tidak tercapai Iya tapi tidak tercapa itu berarti kita sudah berada di level mengundang

7:40 tamu-tamu top di Indonesia gitu misalkan itu sangat berbeda jauh dengan diri kita yang belum punya mimpi dulu itu gitu kan ada kutipan yang aku baca kemarin di Instagram Kalau dibilang kamu selangkah di depan orang-orang yang Bahkan tidak pernah mencoba siap karena ada orang kayak punya mimpi I tapi enggak pernah coba kan belum pernah langkah kayak aku bilang tadi langkah satu langkah dua belum Kan dan kita yang sudah di langkah S du ngerasa Tertinggal dibandingkan langkah 10 tapi kita sebenarnya lebih lebih di depan dibandingkan orang yang Bahkan tidak mencoba benar benar Meskipun pada saat Mencoba ini kita overwelm kita sakit pasti ada penolakan malu takut dan lainnya tapi at least kita ini sedang

8:25 berada di perjalanan mencoba untuk mewujudkan itu beda dengan mungkin kita yang dulu atau orang-orangin yang hanya melihat dari ee pinggiran aja kalau kbayangan kayak lapangan bola kita tuh sedang main nih meskipun permainan kita dibilang jelek banyak buat kesalahan dan lainnya tapi kita sedang di lapangan Enggak cuma hanya ngelihat dari bangku penonton Iya gitu Enggak cuma komentar doang Ya bisa orang orang a Sory jelek banget mainnya Gitu kan gitu oke menarik ya dan ngomongin aku masih gimana ya masih berkesan banget sama kata-kata tentang tadi kayak kayu di derasnya sungai gitu ya diambingnya nah gimana kita bisa tahu tanda-tanda kita jadi bagian dari kayu tersebut tanda-tanda apa yang bikin kita

9:12 Oh ternyata aku selama ini hilang itu diri aku bangun pagi aku dapat gaji yang gede lumayan Aku bekerja tapi sebenarnya aku lagi enggak di jati diri yang sebenarnya aku ingin capai di ada enggak tanda-tanda ya I dulu waktu nulis buku itu sekitar 50% naskahnya ah jadi tapi aku belum nentuin judulnya gitu konsepnya tahu Oh ini bakal bahas tentang menemukan diri sendiri ee being authentic mencari jati diri tapi judul yang pas belum tahu akhirnya aku nemu satu kalimat tuh pada saat aku salah nulis salah satu chapternya aku yang sudah lama hilang aku ngerasa Entah kenapa kalimat itu sangat mencerminkan feeling orang yang ada di fase-fase yang Aku berusaha jadikan target audiensnya gitu kita enggak tahu secara pasti

10:00 Apa sih yang sedang ku alami ini kita enggak tahu secara pasti dari mana sih sumber keresahanku ini tapi ku ngerasa tuh kayak hilang kayak tuh Aku ngerasa tuh kayak aku enggak ada arah Aku tersesat Aku enggak tahu siapa diriku aku ggak kenal siapa diriku itulah feeling-feeling atau Sensation yang e menandakan bahwa kita sedang berada di fase itu outcome-nya bisa macam-macam kayak tadi kita ngomongin keseharian yang kosong kayak tidak ada maknanya hal-hal yang yang membuat kita passionate dulu atau hal-hal yang bisa membuat orang lain passionate kita ngerasa hambar dan kadang bahkan mungkin muncul resentment kebencian kekecewaan komentar negatif kepada dunia kan banyak tuh misalnya di Instagram di Twitter karena

10:46 media sosial itu anonim kita bisa menyampaikan semua hal-hal yang buruk dalam diri kita dan melemparnya ke semua orang yang kita temui di sana gitu kan kadang itu mungkin bentuk kekecewaan kita terhadap dunia dan kita menembakkan itu ke orang-orang lain dengan harapan mereka tuh juga tahu bahwa dunia ini mengecewakan jadi bentuk kebencian tu Enggak cuma ke diri kita tapi kadang kita proyeksikan ke orang-orang lain itulah mungkin ciri- ciri gitu k ya ketika seorang berada di fase-fase kayak gini gitu menarik ya karena ini sor Begi teman-teman yang mungkin tersinggung k jadi aku no banyak orang-orang yang negatif di postingan orang lain itu kan

11:32 enggak pakai username asli Oh iya mereka enggak pakai foto aslinya atau second atau di private lah Coba bayangin itu orang dengan komen yang sama dia pakai versi dia sendiri Nama lengkapnya gitu tanggal lahirnya segala macam gitu apa apa dia berani gitu Apa dia Apa dia utentik berani jadi autentik dari poovid sendiri kan r-ata orang-orang Yang sorry for saying ya yang pengecut gitu loh tapi mereka rela ngatain orang apa atau Apun itu Bahkan dia enggak kenal itu orang tersebut itu aku notice ternyata iya juga ya Enggak kan enggak mungkin tiba-tiba ada sosok apa tokoh tokoh yang kita lihat sisi positifnya menarik atau apa tiba-tiba komen di akun

12:19 perselingkuhan ya ya ya ya karena apa sih istilahnya akuntabilitas gitu ya Em kita bertanggung jawab atas nama kita sendiri atas diri kita sendiri dan tidak bersembunyi di balik semua anonimitas yang ada di internet gitu Karena kan ketika kita menaruh nama kita ini loh gue Nago ini loh gue Bilal kita tuh bertanggung jawab atas nama kita atas diri kita gitu kan ya artinya itu mendorong kita tuh menjadi lebih baik Kalau El Bilal menampilkan diri di internet di dunia lu enggak boleh malu-maluin dong Lu harus berusaha menjadi the best version of you Yes dan itu membuat kita memikirkan dua kali tiga kali apapun yang akan kita keluarkan gitu nah itu yang mungkin

13:05 orang-orang juga perlu apa namanya ya sedikit coba gitu ya jangan cuma mungkin kayak tadi katanya pengecut berlindung di balik e kenyamanan di era internet ini tapi dengan bisa menampilkan diri dan bertanggung jawab atas diri kamu itu gitu H dibalik semua pembahasan yang dari tadi kita Kita gali ya h Apakah semua hal tadi itu ada kaitannya dengan anxiety Oh ya ya ya aku pernah nonton film ya Mas yang Inside yang kedua Oh ya ya Inside kedua itu kan ada banyak perasaan di situ kan ada Joy ada Sadness ada Anger dan yang terbaru itu ketika dia masuk di fas remaja si Riley itu kan

13:52 ketemu dengan karakternya anxiety ya Oh I dan aniety kan take over everything kayak di di fase 20-an kita dikit-dikit anety mau nulis buku tiba-tiba ada Anet masuk mau bikin konten Anet masuk Apakah itu hal yang wajar dan Gimana cara kita bisa meredam aniety atau enggak usah diredam kita hadapi any H karena si karakter itu selalu bilang kayak I'm not good enough I'm not good enough mungkin mau olahraga atau mau berkompetisi Kayaknya aku enggak sebagus yang aku bayangkan Ya udah aku menyerah gitu gimana Dar Kecamatan masnagu Jadi gini ya Film itu cukup menggambarkan gitu ya tentang apa yang terjadi pada manusia terutama mungkin highlightnya

14:39 itu di fase pendewasaan gitu kan Ya ketika kita bertumbuh kita akan mulai mengeklore kemampuan baru dan perasaan baru salah satunya ya anxiety tapi kita perlu pahami dari mana anxiety ini muncul jadi manusia itu punya kapasitas otak yang luar biasa kitaak hanya bisa hidup di saat ini tapi kita bisa lompat ke masa lalu dan bisa lompat ke masa depan ansiety muncul ketika kita berusaha untuk melihat masa depan apa yang mungkin bisa kita capai artinya potensial diri kita apa yang mungkin bisa salah What could go wrong H gitu kan anxiety hadir bahwa hadir dengan tujuan bahwa El harus mempersiapkan

15:25 segalanya sebaik mungkin supaya El bisa ke trk yang full pottential I not good enough Oke kita setir berusaha supaya menjadi lebih baik Eh ini masih belum bagus ini belum sempurna Oke settir menjadi lebih sempurna anxiety ya meskipun itu tidak nyaman ya di dalam diri kita ya tapi itu esensial untuk mendorong kita untuk menjadi lebih baik menjadi lebih baik dan menjadi lebih baik dan memang kuncinya dari merasakan perasaan-perasaan ini adalah dengan untuk bisa mengeksplore semua jenis perasaan yang muncul dalam diri kita di berbagai situasi dan memprosesnya dengan baik sih H karena di akhir film itu aku notice kalau semua perasaan tadi ada Joy ada Sadness ada Anger disgard

16:11 embarasment bahkan juga kan saling memeluk ya saling saling pelukan saling I saling berkontribusi satu sama lain he di di hidup kita terutama di usia 20-an saat ini tapi kenapa orang-orang justru gak kasih gak kasih space nih untuk Joy masuk H set Terus masuk karena aku ingat waktu aku masih kecil ya itu kalau aku naik sepeda kalau jatuh kan ya tawa-tawa atau nangis e ekspresif atau ngayuh lagi benar benar tapi di usia 20-an ini rata-rata orang kalau konteksnya naik sepeda mau coba Muka bisnis mau nulis buku atau apapun itu sekali fail Hmm ya udah enggak ada lagi Joy di sana enggak ada lagi Sadness di sana langsung s dan

16:56 si-nya bukan dari kacamata I'm not gunov aku bisa jadi Le better tapi I'm not gunov Ya udah kubur deh mimpi itu i ya ya Iya kenapa ya kenapa kita tidak seresilien waktu kita kecil gitu ya tapi aku juga apa ya menyaksikan itu ya misalkan kayak aku ngelihat aku kan baru ada anak ya umur 1 Seteng tahun ya kalau dia jalan jatuh itu yang lebih heboh kami kayaknya ya Aduh Aduh kenapa gitu kan mamanya aku ataupun orang sekitar tuh lebih heboh gitu Dianya diam bingung tapi karena lihat kita panik dia ikut nangis gitu loh mungkin somehow kita tuh belajar di lingkungan kita apa yang bahaya dan apa yang enggak gitu jadi dulu Mungkin kita bisa mudah ketawa meskipun kita baru melakukan kesalahan

17:43 gitu kan Ya tapi seirim waktu mungkin kita belajar Oh berarti ini tuh harus hati-hati lain kali aku enggak boleh jatuh lain kali aku enggak boleh buat kesalahan nah Cuma masalahnya itu mulai berlebihan kita tidak hanya Berhenti melakukan kesalahan kita berhenti mencoba nah itu yang akhirnya menghalangi kita untuk ya tadi merealisasikan full potensial itu kalau ditanya gimana caranya untuk overcoming hal-hal kayak G enggak ada jawaban yang mengenakkan sih i Ben mau enggak mau sebagaimana kita terbuka untuk merasakan perasaan Joy atau kasih sayang atau bahagia dan lainnya kita juga m terbuka dengan merasakan perasaan sakit kita mesih terbuka untuk merasakan

18:30 perasaan cemas perasaan takut dan salah satu perasaan yang juga Mungkin sering kita hindari adalah malu iyaak iya itu berat sih yang di film saya jug juga kayak malu itu Kenapa sih Kenapa harus malu gitu ya Iya ya kayak ngerasain enggak sih kalau kita ngupload konten gitu loh naruh muka kita ngomong kayak jadi conscious sama semua kesalahan di diri kita gitu enggak sih benar apa ya suara gue kok ternyata nempreng gitu i ya itu itu suatu hal yang apa namanya ya terjadi pada Banyak orang enggak sih kayaknya selfdop ya tapi dulu kayak mau kenalan sama orang ya gak apa kenalan aja gitu Halo

19:17 Bilal gitu Tapi sekarang kalau mau kenalan itu harus belajar dulu di buku How to influence people kan harus nonton talks dulu gimana cara approach orang gitu Harus nonton konten-konten cara dekatin tapi iya ya ya kenapa apa apa yang bisa yang bikin kita tuh kasih kontrol ke embarasement untuk nguasain kita sama an tadi Ya em itu ada hubungannya sebenarnya dengan kehilangan diri yang tadi he ketika kita malu ya ini dalam konteks malu yang salah ya tentu kan ada malu Yang benar ya Di mana kita membuat kesalahan dan sebaiknya tidak melakukannya lagi tapi kadang ketika kita sudah tahu kita benar kita masih malu gitu kan Ya nah yang mungkin terjadi adalah kita lebih value penilaian orang lain terhadap diri kita dibandingkan bagaimana kita menilai diri

20:03 kita kayak misalkan nih aku ke depan ngomong lalu aku lagi berusaha untuk menjelaskan poin yang bagus tiba-tiba suaraku Cracking Gitu ya He gitu misalkan orang kan pasti akan notice itu dan orang akan mulai memunculkan asumsi-asumsinya dan aku tahu orang itu akan memunculkan asumsi itu oh dan mulai terbentuk di kepalaku Bagaimana penilaian orang itu terhadap diriku apalagi kalau dalam konteks orangnya dalam jumlah banyak makanya ketakutan terbesar manusia kan salunya adalah public speaking Iya benar itu kayak El dinilai sama 300 orang sekaligus 1000 orang sekaligus sementara suara kita untuk diri kita cuma satu nah sekarang

20:50 challeng-nya adalah bagaimana kamu bisa tetap menilai dirimu secara positif secara yang kamu tahu realistis dan juga arah ke yang positif dan itu enggak kalah sama bagaimana orang lain menilai diri kamu itulah bagaimana cara kita untuk lebih terkoneksi sama diri dan lebih percaya sama penilaian diri kita ke diri sendiri dibandingin penilaian orang lain ke diri kita gitu Hm menarik aku juga jadi penasaran nih sama he perasaan yang banyak anak-anak teman-teman sekelas ini tanyakan ke aku ke followernya ke akun yang sekelas enggak enakan Oh people pleaser people pleaser Oke mungkin

21:36 aku bisa tanya langsung dari pov-nya psikolog ya Kenapa perasaan people pleaser ini muncul dan meledaknya di di usia yang 20-an justru ya he berat banget bilang no gitu Iya ya berat banget bilang no dan apakah ini dipengaruhi juga sama lingkungan kita yang di mana utan keluarga tuntutan sosial atau penolakan yang sering terjadi di teman-teman di lingkungan pertemanan apa yang membentuk orang oke kayak si paling people pleaser itu aku suka kalau baca Eh sor Aku suka Kalau bahas people pleaser ini karena di awal kesannya itu tentang mengutamakan orang lain I Aku ingin memuaskan ekspektasi

22:22 Papaku Aku ingin memuaskan ekspektasi dosenku Aku ingin memuaskan ekspektasi temanku Aku tidak ingin mereka merasa uncomfortable jadi aku berusaha untuk selalu serving mereka dan membantu mereka gitu kesana ini tentang mereka tapi sebenarnya Root atau akar dari people per adalah diri kita kita takut orang-orang penting tadi itu menganggap diri kita negatif Bilal orangnya cuek ya kalau diminta tolong enggak langsung mau eh Bilal anaknya orang sopan ya saya lagi berdis sini Kok enggak disilakanin duduk kita takut Orang lain punya persepsi yang buruk Tentang Kita makanya

23:07 kita berusaha untuk pleasing mereka bukan untuk kepentingan mereka tapi supaya kita diterima oleh mereka jadi Fokus utama itu bukan tentang bagaimana kebahagiaan orang lain itu fokus ama adalah bagaimana kita sebagai manusia ingin memenuhi kebutuhan untuk diterima oleh masyarakat hmu kebayang Enggak maksudnya kebayang kebayang karena pernah relate gitu Tapi kalau Apakah ini pertanyaan lucu sih Apakah budaya kita ini perah pernah dijahitkan sama P pleaser Bang makan Bang gu padah nasinya tinggal dikit apa apa itu termasuk itu Iya dan itu kan sering terjadi gitu ya benar-benar kayak kita mau oleh beli

23:54 oleh-oleh juga termasuk itu ya Iya benar benar benar misalnya Si gitu ya udah si A tapi kita Mih Oh iya si B kemarin bantu aku si C kebetulan besok ketemu si d itu apakah itu termasuk ini pasti habis dari Bali ya mikir mau beli oleh-oleh buat teman-teman Iya di kebanyakan kemarin kolektif kan ya budaya Asia ya budaya kolektif ya Em I budaya kolektif ada positifnya ada negatifnya begitu pula budaya orang barat Mungkin ada yang individualis ada yang positif ada yang negatif kalau kita bilang kita budaya orang Indonesia Asia kolektif tuh ya bagus kita gotongroyong kita kerja sama kekeluargaan negatifnya gitu ya suara individu itu tenggelam kita mikirin kepentingan

24:40 bersama terus Nah individualis mungkin sebaliknya individu bisa thve individu bisa maju sendiri tapi ya itu bisa e mengakibatkan dia Burn Out capek dia enggak mau being Vulnerable untuk orang-orang sekitarnya gitu Nah kalau aku sih mikirnya cukup e simpel aja ya Ya udah orang Indonesia orang Asia perlu belajar individualisme juga orang barat juga perlu belajar kolektivisme Sori kolektivisme ya betul ya makanya kan orang orang e barat suka liburan ke Bali ke Jawa belajar budayanya wih ini konsep Indonesia yang luar biasa banget gotongroyong kalau kita apaan sih Dari SD sudah diajarin gotong-royong buat mereka nih fresh dan sangat enlightening

25:25 buat mereka buat kita kebalikannya kita mesti belajar yang autentik individualis supaya seimbang gitu gitu sih aku ada ketemu postingan juga dari Mas Nagu Kalau enggak salah yang ngomongin tentang kadang kalau kita terlalu individualisme juga kayak konteks tadi itu kita jadinya ke arah egois gitu betul betul pernah bikin kata-kata egois gitu ya ya Dan kalau dijahitkan ke konteksnya anak-anak 20-an mungkin teman-teman yang masuk ke kategori sand Generation mereka kan justru punya perasaan kalau aku enggak nolong orang tua aku walaupun aku sendiri tertekan walaupun aku harus ngutang dan segala macam aku egois banget nih kalau ada teman aku yang minta tolong ke aku dan aku enggak bisa

26:11 bantu mereka aku takut dia agak pelit nanti aku egois banget nih enggak nolong teman kan teman gitu apa apa apa yang sebenarnya harus dilakukan oleh karakter yang merasa bahwa dia korban nih dia hm dia dianggap egois dari oleh pikirannya sendiri gitu oh ya ya ya itu ya juga masalah budaya kita ya setiap kali kita melakukan hal yang baik ke diri sendiri Kita gakasa bersalah Ya enggak sih Kenapa sih beli makan enak cuma buat diri sendiri kenapa enggak bawa pulang buat adik gitu kan ada perasaan bersalah ketika kita mencoba untuk memprioritaskan diri ini kita merasa itu egois padahal ini kalau misalkan ada orang nanya apa sih bedanya self love sama egois gitu ya kalau egois itu kita mementingkan diri kita tapi kita jug

26:58 juga merendahkan orang lain Jadi tidak memprioritaskan mereka kita rendahkan mereka kita angkat diri kita tapi kalau self love enggak Oke kita mengangkat diri kita memeriitaskan diri kita tapi orang lain juga sama pentingnya gitu Jadi intinya adalah bagaimana kita yang dulu selalu mengorbankan diri kita dan orang lain selalu kita prioritaskan itu kita buat sama semuanya Bapak penting ibu penting teman penting adik penting tapi aku juga penting jadi kita perlu memperlakukan diri kita baik ke diri kita sebagaimana kita baik juga ke mereka ada kutipan yang dari buku pertama aku aku tulis the life that to orang tua kita penting teman-teman penting orang-orang

27:45 yang membesarkan kita juga penting ya tapi yang lebih penting suara hati kita benar itu dan tadi aku notice banget Wah ini banget Aku penasaran gimana caranya masag itu 24 jam hari ya nge-balance harinya Mas Nagu dibalik tadi kan kita enggak mungkin juggling semua hal nih keluarga pekerjaan dan segala macam mungkin orang-orang di luar sana penasaran nih seorang psikolog Manusia Biasa juga yang punya perasaan Sati dan lain-lain Gimana cara nge-balance-nya itu supaya kayak aku masih semangat untuk hidup walaupun tadi UD dipill jawabannya salah satunya punya mimpi punya goal tujuan oke ya Emm kita berangkat dari kenaifan bahwa

28:31 kita ingin bisa mencapai tujuan kita dengan sempurna kita perlu pegang itu tapi dalam prosesnya pasti kita akan membuat banyak compromise kalau aku dari semua aspek dalam hidupku mungkin yang paling prioritas adalah aku menjalankan profesiku sebagai seorang psikolog termasuk menulis buku itu eksplorasi keilmuanku itu yang paling melekat ya sama identitasku ya tapi selain itu ada juga prioritas yang lain satu keluarga artinya yang utama sekarang istri dan anak lalu selain itu juga aku juga ada keluarga besarku artinya orang tuaku dan di sana Aku juga harus mengurus mereka mereka juga punya semacam pusat

29:16 pelihatan meditasi gitu Dan aku juga bantu handling sana Jadi itulah tiga bola besar yang aku sedang juggling di kehidupanku saat ini dan itu yang aku coba untuk alokasikan dalam 24 4 jam artinya gini misalkan sama anak pokoknya aku sudah bilang sama admin konselingku eh my day start at 10 hari-hariku tuh mulai di jam 10 artinya klien Pertamaku mulai dari jam 10. sebelumnya bangun pagi ngabisin waktu sama anak nemenin dia makan mandiin dia udah oper ke istri baru mulai aku siap-siap dan kerja dari siang sampai sore ya klien-klien dan di sela-selanya mungkin nulis konten sedikit mungkin bantu ee keperluan orang tua nanti jam .00

30:02 kembali lagi ke anak ngajak jalan sore di Kompleks makan malam mandiin over ke istri lagi sebelum tidur Aku juga masih nerima satu dua klien baru tidur gitu dan sejujurnya mungkin ee aku masih punya privilege untuk mengelola itu karena satu klienu kebanyakan online karena kan ini berangkatnya dari personal branding online ya kinnya kebanyakan online jadi aku bisa ngelakukan itu di rumah nah buat teman-teman di sini mungkin tidak semuanya punya keleluasaan itu engak sih i ya apalagi kalau kita ngomongin psikologis kan Enggak lepas dari urusan struktural bahwa ya ekonomi negara dan lainnya kadang kita tidak punya kebebasan untuk mengelola itu I tapi

30:48 menurutku apalagi kalau ini berkaitan sama orang-orang penting dalam hidup kita at kita berusaha mencobanya Meskipun tidak sempurna tapi mereka juga pasti akan merasakan bahwa kita sudah berusaha untuk melakukannya apalagi anak ya anak akan belajar banyak dari tindakan ayahnya ya bukan sekedar kata-kata doang Ya benar sih i ya itu aku harus lebih ingat juga ya kadang-kadang Aku melakukan ini semua ya demi anak tapi kita lupa kalau saat ini sekarang dia tuh sedang menyerap semua hal yang sedang terjadi pada hidupnya gitu loh H itu yang masih diingat juga sih ada temanku ya teman dekatku dia cerita Emm kalau selama ini dia fasilitas lengkap dari ayahnya segala macam tapi yang sekarang dia su seusi aku yang

31:33 paling dia ingat ya itu momen masa kecil tuh enggak enggak ada momen-momen menarik sama ayahnya karena ayahnya pergi pagi pulang malam gitu-gitu terus dia cerita dan itu kenapa dia cerita ke aku karena dia pengin dia baru lahir anak anak pertamanya Dia pengin buat momen itu sama anaknya gitu l betul dan rata-rata orang kayak bilang tadi belajar dari pengalamannya sendiri dan diterapkan ke versi dia yang sekarang gitu Iya i ya berarti Mas Nagu benar-benar menerapkan ya sekarang Iya ya Bahkan ini terjadi ketika misalkan Ayah kita pun sebenarnya tidak salah gitu kan Ya aku aku ingat juga e Ayahku juga orangnya lumayan sibuk gitu ya Artinya dia pergi bekerja benar-benar kerja dan itu untuk kita gitu kan semua uangnya

32:19 kebutuhan itu untuk kita cuma anak-anak kan enggak ngerti ya anak-anak kan cuma tahu kalau Papa enggak ada di rumah nih kenapa papa enggak sama aku anak-anak tuh cuma pahamnya itu gitu ketika dewasa Oke mungkin kita paham Oh iya namanya orang dewasa harus bekerja tapi feeling itu kita enggak tahu gitu kan Ya feeling feeling bahwa orang tua meninggalkan kita orang tua enggak punya momen sama kita itu Membekas gitu kan Ya makanya itu ya salut sama temannya sih paham itu dan sebisa mungkin kita coba untuk realisasikan kita enggak bisa sepenuhnya untuk menjadi orang tua yang ideal iya i tapi at kita bisa menjadi orang tua yang sedikit lebih baik dari orang tua kita H gitu terutama dari sisi waktu ya

33:05 karena hal yang paling berharga untuk orang tercinta yaitu waktu ya betul waktu bersama itu dari niesa niesa dia bilang kanagu aku pernah difitnah sama temanku sendiri oke harusnya aku yang marah dong tapi ini dia yang malah kesel ke aku dan jelek-jelekin aku ke teman teman lain kalau kag di posisi aku apa yang harus kag lakukan Oh i ya berat sih ya iya he jadi dia difitnah sama temannya tapi temannya yang lebih kar-kohar gitu ya Iya kayak si A gini nih si gini nih iya ya ya ya itu aku kebayang kayaknya nyebelin banget temnya ini gitu ya Iya iya mungkin dari pov-nya i untuk tanya ke Mas Nagu

33:53 mungkin cara dia self defense kali atau gimana benar benar jadi gini em kita bisa mengeluh ya tentang si teman ini bagaimana dia menyebarkan ketidakbenaran tentang diri kita mungkin tapi yang perlu kita tanyakan adalah ya kenapa kita tidak juga menyebarkan kebenaran tentang diri kita itu yang menjadi kuncinya tadi kan ada kata-kata Harusnya aku yang marah Iya nah sekarang itu Kalau klien ngomong kayak Git aku aku tanya ya kenapa enggak marah marahkan emosi yang kita gunakan untuk mempertahankan diri kita I Kenapa kamu tidak tidak melakukannya Kenapa kamu yang tahu diri kamu benar kenapa enggak marah kenapa kamu biarkan orang yang sudah tahu dirinya salah dia bisa bebas marah itu yang perlu kita tanyakan ke diri kita he biasanya muncul ee

34:41 banyak pikiran-pikiran baru gimana kalau ternyata aku yang salah gimana kalau ternyata enggak ada orang yang mau dengerin aku itu nyambung ke arah tadi merangkol emosi atau perasaan itu kita merasa kita tidak berhak memiliki perasaan ini kita merasa perasaan ini tidak valid ada tuntutan untuk kamu jangan buat salah kamu jangan sekedar marah tanpa alasan kamu jangan kayak gitu kamu harus bisa memaafkan kamu harus bisa tenang itu yang membuat kita detach dan tidak memvalidasi Perasaan Ini kalau menurutku ya pertama paling enggak kamu bisa untuk mencoba membangkitkan perasaan menemui ketidakadilan ini dan mungkin biarkan diri ini merasa sedikit marah kalau kamu belum nyaman untuk menyampaikan ke semua orang tentang kemarahan itu kamu coba ke satu dua

35:26 orang dulu kamu cerita ke teman terdekatmu yang bisa kamu percaya gini loh ceritanya aku enggak suka ni kamu latih dirimu untuk marah tapi bukan marah yang negatif ya ini marah ke arah memperjuangkan dan mempertahankan diri nanti pelan-pelan mungkin bisa ke orang yang lebih banyak nanti mungkin bisa ke orang yang lebih banyak lagi Suatu hari nanti mungkin bisa sama orang yang kamu ajak bermasalah aku enggak suka kalau kamu kayak gini dan seterusnya marah itu enggak mesti harus lempar barang marah itu bisa dengan tegas menaruh boundies kita apa yang benar apa yang salah H gitu tapi marah orang sekarang rata-rata bikin konten ya di tiktok nyindir ya Iya nyindir atau dia menyebarkan kalau si a ini ternyata memfitnah aku misalnya dan

36:12 kebenerannya ini loh ada konten 10 menit orang biasanya lebih mau nonton dan share gitu nanti tuh kalau dia publik figur orang bakal di kolom chat itu ada kubu-kubunya kubu atau Dunia makin makin Kompleks Ya iya i ya terus entar tiba-tiba ada yang ng balesannya gitu ceritanya enggak kayak gitu ternyata ngikutin juga masa gue usah enggak ngikutin tapi ya terjebak sih sekarang kita pas tapi konteksnya marah tadi itu jangan dilihat di sisi negatif ya marah tadi itu justru ya kayak di Inside tadi ada luapan ada perasaan yang harus kita tunjukkan gu jangan ditutup gitu ya benar benar itu benar I Oke menarik dari Nias tadi udah pertanyaan kedua dari rasidin ini menurut aku pertanyaannya mungkin

36:57 orang tanyakan tapi bagus banget ya Oke Mas Nago Gimana caranya kita menemukan jati diri di tengah gempuran sosial media yang menunjukkan jati diri sebagai personal branding H ya ya ya sekarang ini tuh banyak banget situasi kita lihat public figure Eh lama-kelamaan mulai dispil keasliannya gitu enggak sih Oke sini ya I kan Wih Dia ee tipikalnya ee mahasiswa yang Sempurna tipikalnya keibuan banget tapi pelan-pelan mulai terkuak gitu kan Ya ibaratnya jadi era internet ini merupakan era Di mana kita bisa Em menampilkan diri kita yang kita inginkan personal branding tapi di saat bersamaan punya risiko karena informasi

37:44 juga semakin canggih dan berkembang orang untuk mulai Munculkan kebenarannya tentang kita siapa diri kita gitu Yes jadi daripada kita dari awal membuat Persona yang kita idealkan lalu ternyata ketahuan busuk-busuknya mending dari awal kita langsung Tunjukkan diri kita yang real yang autentik baru pelan-pelan menjadi diri yang ideal tanpa harus dibungkus macam-macam yang berlebihan memang kalau kita ngomongin internet kan kita kita ngomongin branding kita berusaha untuk menampilkan Sisi terbaik tapi kalau bisa jangan yang palsu gitu Jadi kalau memang kayak temanku ya kan kita para psikolog juga buat konten Iya tapi psikolog kan ada yang pembawaannya tenang ada yang menggebu-gebu aneh kalau temanku yang passionate menggebu-gebu suka marah-marahin

38:31 misalkan fakta psikologi atau mitopsikologi yang konyol tu tiba-tiba berusah jadi sosok psikolog yang tenang lucu menurutku orang-orang akan melihat Kepalsuan itu Iya lebih baik kita tunjukkan diri kita yang asli kalau kita ngerasa itu tidak ideal pelan-pelan bergeraklah dari sana gitu Ini bukanlah Bagaimana ajang kita untuk apa namanya membungkus diri berlebihan hanya untuk supaya bisa diadmire sama Banyak orang tapi ini kesempatan bagi kita untuk menunjukkan diri kita yang sebenarnya dan Working on it di depan orang lain gitu di depan publik sehingga kita bisa menjadi diri kita yang terbaik Iya karena orang juga ngomongin jati diri dan kita juga posting itu orang bisa ngikut joury kita dan sekarang aku notice orang paling suka tuh ngikutin

39:18 jouri orang misalnya ada orang yang berat badannya 120 kilo I kalau dikontenin proses dia sampai ke 80 kilo itu orang termotivasi i i Bahkan aku yang Sekar ang misalnya udah di tahap 70 kilo aku nonton konten-konten orang yang seperti tadi itu aku bakal share ke teman-teman aku itu kayak benar-benar bentuk motivasi yang memang praktisi gitu bukan motivasi Kayak lu harus kurus gitu senang dia enggak pernah gemuk gitu itu benar itu benar kayak apa misalnya nih temanku yang cerita dia juga mau ikut buat konten dan lainnya kayak uh tapi aku kan enggak Fit kayak gitu badanku tidak sebugar itu makananku tidak seenak itu loh untuk mereka-mereka yang top Mungkin memang banyak yang kita bisa tangkap pelajar ya tapi untuk kita yang masih bergerak dari bawah kita

40:05 punya satu senjata untuk para penonton kita kita tuh relatable ya benar enggak sih mau jogging pagi tapi malas itu bukan suatu hal yang dirasain oleh top fitness coach itu gitu loh Iya benar benar kita punya senjata relatable dan orang-orang suka itu Wah menarik nih aku jadi konten viral ya karena selama ini ya mungkin dari sisi televisi kali ya he belum ke fase sosial media yang short content gini orang kan ngihat sempurnanya terus artis nih artis Korea segala macam Ben tapi fase orang-orang yang biasa kayak kita yang awam yang berangkat dari bawah itu enggak ada ditonjolkan gitu gimana prosesnya ya membentuknya Iya dan sekarang sosial media kan privileg-nya itu orang-orang tuh bisa nonton podcast yang di mana dulu pembahasan seperti ini

40:50 tuh mungkin di balik kamar dan gak diposting sekarang benar ini orang bisa lihat bilal yang belajar sama Mas nago ini dan ditonton oleh jutaan mungkin amin ya jutaan views dan orang tuh bisa bisa belajar sisi-sisi rendah diri ini loh kayak I kita nih enggak enggak enggak tiba-tiba flexing enggak ngomong ngomong sok keren tapi kita Ya ngomong kayak di warung kopi ngomong kayak lagi ketemu gitu kebetulan ada mikrofon dan ada kamera di sini jadi seotentik itu seben mungkin orang-orang juga ngerasain itu ya kayak mereka bosan dengan dunia internet dan branding yang terlalu dipoles gitu ya yes yes kita suka yang aentik kita suka yang jenuin gitu ya I aku juga kadang ngerasain struggles nih kayak temanku yang mungkin ya psikolog psikiater aku ngasa mereka personalitynya tuh bright banget gitu loh kayak ngomong sama orang

41:37 wih ini temanku nih hebat banget bercahaya banget kayak karismanya kerasa banget Iya tapi aku ngasa ak kan ya Aku anak introvert suka di rumah sendiri baca komik mungkin baca buku dan lainnya Masa sih aku bisa sharing di depan banyak orang itu tapi aku justru ngasa mungkin itu senjataku ini relatability ini yang terasa sama orang orang aku juga kayak gitu aku juga malas ketemu orang lain aku juga kayaknya masih harus ngp diriku Setiap pagi aku ngasa nerv ketika berada di depan panggung normal ya itu yang orang lain rasakan sehingga orang lain juga merasa terinspirasi Oh ada orang yang kayak aku juga yang sekarang sedang berusaha membawakan dirinya ke dunia akun ini kita mulai karena seperti itu oh sekelompok sekolah kelompok malas sekelas oh oh aku baru tahu sekelas tu

42:23 malas terakhirnya itu ya Jadi ada 100.000 followers itu itu orang malas semua sebenarnya kita kumpulin nih orang-orang Malas kita kumpulin orang malas belajar nih di sini gitu Iya Iya Ya siapa tahu walaupun belajarnya sedikit-sedikit at least kita bisa bukan melawan rasa malas bukan membunuh rasa malas tapi menghadapi rasa malas itu kenapa aspirasinya sekelas dan tadi menarik banget Ngomongin jadi jati diri yang tadi dia maksud itu lebih tepatnya ya enggak apa-apa jadi diri sendiri He walaupun di tengah gempuran sosial media yang Persona brandingnya sempurna lu jadi jadi sendiri aja gitu dan siapa tahu ada orang-orang di luar sana yang sama kayak dia punya problem yang sama bakal relate ya Jadi kata kuncya relatability tadi keren pertanyaan terakhir dari

43:09 Instagramnya call me_rin call me Rin aku sering oversharing ketika bertemu dengan orang bahkan orang baru aku enggak sadar itu kenapa tapi aku coba melawannya tapi masih juga oversharing apa yang bikin orang itu kayak apa-apa over sharing gitu ya karena banyak hal di dalam dirinya yang pengin dia ceritakan sih ya artinya gini aku kan psikolog artinya aku kan menerima banyak k yang menceritakan tentang dirinya tapi sesekali terutama mungkin akhir-akhirnya ya aku juga mencoba menjadi kli artinya aku pergi ke seniorku aku yang konseling gitu aku

43:55 nyadar bahwa enak l ngomongin tentang diri sendiri itu enak banget rasanya selama ini kita menghabiskan waktu kita mengurus hal di luar diri kita ngomongin hal-hal tentang yang ada eksternal tapi ketika kita ngomongin suatu hal tentang diri kita yang internal itu enak banget rasanya karena ituah bentuk conversation kita sama diri kita sendiri kayak mulai sinkronisasi apa yang terjadi apa yang rasakan dengan apa yang ada di dalam gitu nah tapi enggak Semua orang punya akses yang tepat untuk bisa menceritakan itu kadang temannya tidak bisa dipercaya kadang keluarganya dingin sehingga dia menyimpan itu ketika kita ketemu orang Strangers yang kita baru kenal Wah dia enggak tahu ceritaku dia enggak akan

44:41 ketemu aku lagi mungkin aku bisa bebas nih aku ngomong apa aja aku keluar keluar keluar keluar tapi setelahsnya mungkin kita takut Eh jangan-jangan gimana kalau itu nanti e berbalik malah menjadi merugikanku sebenarnya itulah konsepnya Kenapa konseling itu ada kita ketemu orang Strangers kan psikolog itu yang bisa menjadi tempat kita memproses semua internal struggle dalam diri kita dan dijamin kerahasiaannya sehingga kita bisa punya ruang untuk menjadi diri sendiri dan memproses hal-hal yang belum terproses dalam diri kita gitu Jadi mungkin itu pengalaman yang bagus untuk apa ya memanti kesadaran mungkin aku perlu coba konseling ke psikolog kayak gitu menarik ya Kalau mau overaring jangan sama teman

45:27 kantor jangan sama orang baru kita kenal di tinder tiba-tiba ketemu langsung oversharing Bet Bet Jangan di tiktok juga tiktok bahaya sih Apalagi kalau oversharingnya itu sesuatu yang justru menjerumuskan dia ke sisi betul betul negatif jadi solusinya oversharing itu ke psikolog Ya silakan aman gitu aman dijaga gitu oke pertanyaan terakhir dari aku pribadi yang biasanya aku tanyakan Mas Nago best untuk anak-anak 20-an best advice untuk anak-anak 20-an aku rasa yang teman-teman umur 20-an engak sadari adalah di usia segini

46:15 mereka bisa afford to fail artinya mungkin semuanya terasa besar ya Kuliah mencoba bisnis baru mencoba beasiswa mencoba pacaran dan lainnya itu terkesan besar tapi di usia sekarang kalian masih punya kemewahan untuk gagal di hal-hal besar itu sementara untuk orang yang kebetulan aku 30-an ya 30-an 40-an kita sudah tidak punya sebanyak itu Energi tidak punya sebanyak itu waktu dan tidak punya kemampuan untuk mengambil resiko sebesar itu kayak sekarang aku punya anak aku enggak mungkin tiba-tiba Aku mau berhenti jadi psikolog Aku mau buka restoran

47:00 pizza akan ada banyak Resiko yang terjadi sana dan aku enggak bisa gagal karena banyak orang yang harus k lindungi I cannot afford that kind of Failure gitu loh jadi meskipun teman-teman bilang ah tapi umur segini aku minim pengalaman aku belum tahu banyak justru enggak ada uang enggak ada uang justru ketika when we have nothing we have nothing to lose also Yes itu kemewahan yang mungkin jarang teman-teman sadari tentu yang namanya mengambil resiko tetap perlu kalkulasi jangan sampai itu malah menghancurkan diri kita lebih jauh tapi banyak Resiko yang kita rasa itu mematikan buat kita sebenarnya tidak semenyeramkan itu Dan mungkin salah satu cara untuk bisa

47:46 menyadarinya dengan mencobanya gitu mencoba sama dengan membeli pengalaman dan di usia 20-anik lebih menarik dan bermanfaat beli pengalaman betul daripada beli pengakuan I itu cakep banget jadi closing siap Thank you mas Nago atas waktunya aku semangat banget nonton konten-kontennya Mas Nago dan baca bukunya Mas Nago aku ada buku juga dan tadinya Mas Nago juga ada buku Aku Bisa guys ini aku dapat buku dari Mas Nago aku yang sudah lama hilang Dan aku juga mau kasih nih buku terbaru aku judulnya generasi ekspektasi generasi ekspektasi mungkin ini bakal berteman keduanya karena sama-sama berat nih kehidupannya

48:33 tapi ini dari kacamata aku yang masih 20-an dan Ini kacamata Orang yang sudah melewati fase 20-an Oke Bagi teman-teman yang mau order kalian bisa langsung aja ke Instagram Mas Nago atau Instagram aku thank you semuanya Thank you mas Nago sehat-sehat si bye byye

Share

Ringkasan Video YouTube