0:00 nyiapin duit, nyiapin budget buat ngebayar pekerja. Ya, pekerja. Karena genosida tak langsung ke TI stelsel alias nanam paksa. 2/3 penduduknya tewas. Ternyata pembangunan jalan raya Pos ini tuh emang memakan banyak korban jiwa loh. Waktu itu kan kita sempat bahas VOC ya, perusahaan dagang dari Belanda yang jadi salah satu perusahaan paling sukses sepanjang masa. sekaligus perusahaan yang ngebikin Belanda sukses jadi negara paling berpengaruh di dunia saat itu. Nah, VOC ini kan sempat berkuasa di Nusantara ya. Dan setelah VOC bubar, wilayah Nusantara tuh jadi diambil alih sama pemerintah Belanda dan salah satu sosok pemimpin Hindia Belanda yang terkenal setelah bubare VOC adalah doi nih. Dendls, sosok yang kita kenal di
0:45 buku sejarah sebagai orang yang memperkarsai pembangunan jalan raya Pos dari Anyer sampai Panarukan. Nah, di beberapa tahun belakangan ini kan ada temuan sejarah baru ya yang ngungkap kalau kerja paksa yang digagas sama Dendles tuh ternyata bukan kerja gratis loh. Mungkin dipaksa iya tapi enggak gratis. Pemerintah India Belanda dalam hal ini Dendles mereka tuh katanya tuh udah ngebayar gaji para pekerja tapi terus gajinya malah ditilp sama pejabat-pejabat lokal sama pejabat-pejabat pribumi sendiri. turun tapi apa benar proyek jalan raya pos anyer penarukan tuh sebenarnya bukan kerja paksa yang tanpa upah sama sekali ya udah kalau gitu ayo langsung aja kita bahas. Apa benar honor dari Dendles di
1:31 pembangunan jalan raya Pos Anyer Panarukan dikorupsi sama Warlock di learning by Googling. Ya, gua yakin kalau kita ngomongin pelajaran sejarah seputar penjajahan Belanda di Indonesia, salah satu nama yang sering kita dengar tuh pasti Dendles kan. Dan nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda ini tuh jadi terkenal berkat mega proyek dia saat itu. Pembangunan jalan raya pos di Pulau Jawa yang disebut-sebut sebagai bentuk perbudakan. Kerja paksa yang bikin banyak masyarakat Jawa jadi korban. Kenapa masyarakat jadi korban? Soalnya selain karena beban kerjanya yang berat, para pekerja pribumi ini tuh disebut mereka tuh enggak pernah dapat gaji loh. Enggak pernah dibayar selama mereka kerja. Makanya akhirnya banyak disebut sebagai
2:17 perbudakan. Tapi sebelum kita bahas lebih jauh soal mega proyek pembangunan jalan raya Pos Anyer Panarukan, enaknya kita kenalan dikit deh ya sama sosok Dendles ini ya. Jadi sama kayak yang diajarin di pelajaran sejarah Herman Willem Dendles atau biasa kita kenal sebagai Dendlels. Dia ini adalah salah satu gubernur jenderal Hindia Belanda yang menjabat setelah bubarnya VOC atau lebih tepatnya Dendles tuh ngejabat dari tahun 1808 sampai 1811. Bentar juga ya ternyata ya doi ya menjabatnya ya. Tapi walaupun di Hindia Belanda bisa dibilang cuma bentar ngejabatnya tapi Denles tuh udah aktif di perpolitikan Belanda tuh dari tahun 1785 loh. Tapi waktu itu dia tuh aktifnya tuh bukan di pemerintahan. Dendless tuh malah aktif di kelompok patriot. Kelompok yang nentang pemerintahan William 5 nentang pangeran dinasti orange sekaligus pemimpin
3:03 terakhir Republik Belanda. Singkat cerita, setelah naik turun gonjang-ganjing perpolitikan Belanda di tahun 1795, setelah aktivitas revolusi yang makin masif, akhirnya Republik Belanda bubar dan digantiin sama entitas baru yang namanya Republik Batavia, sebuah negara baru yang jadi ya bisa dibilang dalam tanda kutip bonekanya Prancis lah. Nah, Dendles yang selama ini emang jadi jenderal penting di kelompok patriot, di kelompok revolusi yang dibaking sama Prancis, dia nih akhirnya beberapa kali dapat jabatan penting di Republik Batavia ini. Dan Dendless ini posisinya walaupun dia tuh orang Belanda, tapi bisa dibilang dia tuh lebih loyal ke Prancis loh. Makanya waktu akhirnya Republik Belanda bubar diganti sama Republik Batavia yang dibaking sama Prancis, dia jadi dapat banyak jabatan de tuh di situ tuh. Tapi
3:50 ya karena basicnya kondisi negaranya emang enggak stabil, kelompok-kelompok di Belanda masih belum pada akur. Ditambah sama Republik Batavi yang seakan cuma dijadiin sapi peras sama Prancis. Akhirnya waktu republik ini dapat serangan dari aliansi Inggris Rusia, mereka tuh enggak bisa ngasih perlawanan yang berarti yang sampai memaksa Dendles turun jabatan. Nah, terus beberapa waktu kemudian Dendles langsung dikirim ke Batavia ke Jakarta buat jadi gubernur jenderal Hindia Belanda yang baru. Dia dikirim ke Batavia sama Louis Bonaparte, adiknya Napoleon Bonaparte yang waktu itu ngejabat jadi pemimpin Belanda. Kenapa Dendals yang dikirim? Ya, lu ingat kan tadi kan Den kan emang orang yang setia banget sama Prancis ya. Makanya waktu Louis Bonaparte mimpin
4:35 Belanda di bawah kerajaan Holland, orang yang dia percaya buat jadi gubernur jenderal Hindia Belanda ya Dendels. Jadi bisa dibilang sebenarnya waktu Dendles ngejabat jadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda dari tahun 180 sampai 1811 itu wilayah Hindia Belanda, wilayah Nusantara tuh bisa dibilang lagi ada di bawah kendalinya Prancis ya. Soalnya Belandanya sendiri kan waktu itu kan bisa dibilang lagi dijajah sama Prancis ya. Jadi, ya bisa dibilang secara enggak langsung kita tuh pernah dijajah sama Prancis loh, tapi lewat seorang Belanda bernama Dendlels. Dan selain jadi gubernur jenderal Hindia Belanda di tahun 1816 sampai dia meninggal di tahun 1818, Dendels juga tuh sempat jadi Gubernur Jenderal Teluk Emas, wilayah koloni Belanda di Afrika yang sekarang jadi bagian dari negara Ghana.
5:22 Oke, oke, oke, oke, oke, oke. Sekarang kita masuk ke benar ada korupsi enggak sih sebenarnya di kerja paksanya Dendles ini? Jadi, sebenarnya penunjukan Dendles sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda tuh itu bertujuan buat mempertahankan Hindia Belanda dari serangan Inggris, khususnya di sini mempertahankan Jawa. Dan salah satu cara bertahannya ya lewat pembangunan beberapa infrastruktur vital kayak rumah sakit, barak militer, pabrik senjata, akademi militer, benteng, kastil, sampai yang paling terkenal jalan raya pos yang membentang di sepanjang Jawa. Oh iya, Daniels juga nih dia nih orang yang menginisiasi pemindahan pusat pemerintahan loh. Dari yang awalnya di wilayah Batavia lama atau sekarang jadi kota Tua Jakarta dipindah ke Welter Freden atau sekarang dikenal sebagai Gambir. Jadi Istana
6:08 Merdeka, Monas sampai gedung-gedung pemerintahan yang ada di wilayah Gambir itu tuh awalnya yang nginisiasiin ya Dendles ini. Dan walaupun tujuan pengutusan Dendless ke India Belanda tuh buat kepentingan militer, buat mempertahankan wilayah koloni Belanda dari serangan Inggris. Tapi kalau menurut Joko Mari Dono, sejarawan UI, dia nyebut kalau selain motivasi militer, motivasi utama dari pembangunan yang dilakuin sama Dendel khususnya jalan raya Pos adalah faktor ekonomi. Jadi kalau menurut Pak Joko, motivasi utama Dendles ngebangun jalan raya pos tuh buat mempermudah penduduk, ngangkut komoditas pertanian ke gudang milik pemerintahan. Apalagi waktu itu wilayah Jawa bagian barat tuh kan dikenal sebagai wilayah yang subur ya, yang akhirnya jadi wilayah penghasil berbagai komoditas pertanian yang menguntungkan pemerintah koloni.
6:54 Dan karena itulah makanya udah deh dibikin dari jalan ini deh. Nah, yang harus kita tahu sebenarnya pembangunan Jalan Repos ini tuh terkendala biaya loh. Sama ditambah dengan keberadaan pasukan Inggris yang makin ngebikin Belanda kesulitan buat melakukan perdagangan. Soalnya pihak Inggris mereka tuh mulai ngambil alih pelabuhan di Batavia. Nah, jadi muter otak deh tuh Dendol tuh di situ tuh. Gimana ya caranya ya biar supl komoditas ini tetap bisa terhubung ke Batavia, tapi bisa diangkut juga ke pelabuhan lain yang lebih aman. Dan akhirnya waktu itu pelabuhan Cirebon tuh yang dipilih tuh. Balik ke proyek jalannya, proyek jalan raya pos disebut waktu itu awalnya Dendos tuh cuma minta buat ngeratain jalan dari Batavia ke Buitenzork doang, ke Bogor doang biar bisa dilewatin sama kendaraan pengangkut
7:40 kayak misalnya pedati. Tapi terus setelah pelabuhan Batavia direbut sama Inggris, Standless mulai tuh ngerencanain pembangunan jalan dari Cisarua sampai Cirebon sebagai salah satu pelabuhan dagang penting. Nah, tapi kayak yang gua bilang tadi, duit pemerintah kolonial kan waktu itu kan lagi tipis banget ya. Nah, di sini akhirnya Dendles yang dibantu sama Kolonel Baltazar Frid Wilhelm von Lutso, komandan pasukan Zeni, dia metakin jalur-jalur desa yang bisa disambung dari Cisarua sampai Cirebon. Dan akhirnya setelah dipetain dimulai deh tuh pembangunan tahap pertama jalan raya pos dari Cisarua ke Cirebon sepanjang kurang lebih 150 km. Dan di sini masih menurut Joko Mariandono di tahap pembangunan pertama ini, pemerintah kolonial tuh mereka tuh nyiapin budget
8:25 sampai RM30.000 perak ditambah sama uang kertas yang jumlahnya juga banyak yang sebagian besarnya dialokasikan buat ngebayar upah pekerja yang jumlahnya kurang lebih 1.100 orang. Kedengaran tadi kan nyiapin duit, nyiapin budget buat ngebayar pekerja. Ya, pekerja disebut jumlah upah yang diterima para pekerja ini tuh bervariasi mulai dari RM1 perak sampai RM10 perak. Tergantung seberapa susah lokasi pembangunannya ya. Soalnya kan lokasi pembangunannya kan emang bervariasi kan. Ada yang harus ngebabet hutan, ada yang harus mangkas lereng gunung. Ya pokoknya susahlah. tapi ada duitnya. Terus selain uang, para pekerja ini juga dapat bayaran
9:12 tambahan berupa beras dan garam. Kayak semacam tunjangan konsumsi gitu ya, kayak uang makan lah. Dan buat pembayarannya pemerintah kolonial di bawah Dendles mereka tuh ngasih duit ke para prefek, ke para pemimpin residen yang kemudian nantinya bakal ngebagiin duitnya ke para bupati. Baru dari bupati itu duitnya bakal diserahin tuh ke para pekerjanya tuh. Dan bukti pemberian dana ke para prefek dan bupati ini tuh ada ya tertulis bahwa pemerintah kolonial menyerahkan bayaran untuk para pekerja. Tapi terus bukti pembayaran dari para bupati ke pekerjanya ini yang enggak ada. Seenggaknya sampai saat ini nih. Entah beneran dibayarin atau enggak enggak ada yang tahu tuh. Jadi buat pembangunan tahap pertama ini bisa dibilang proyek ini tuh ya bukan kerja
9:57 paksa, tapi lebih ke selayaknya kerjaan lain yang pekerjanya dikasih upah aja. Udah. Terus yang jalan dari Cirebon sampai Pamanukan gimana? Nah, waktu pembangunannya udah sampai di wilayah Karangsembung, Cirebon, Dendels nemuin masalah nih. Duit kasnya ternyata udah habis buat ngebangun dan maintenance jalan. Terus tanah di Karang Sembung yang pengin dibangun jalan juga itu ternyata dimilikin sama Sultan Cirebon atau berarti butuh duit lagi nih buat ngebebasin lahannya nih. Dan akhirnya setelah lobi-lobi dan kesepakatan kalau Sultan Cirebon juga bakal dapat keuntungan dari perdagangan kopi, akhirnya lahan tersebut dibebasin dan bisa dibangun jalan. Terus buat nyiasatin kurangnya dana di sini Dendles ngutus para penguasa lokal termasuk para bupati buat menghadiri pertemuan di
10:43 Semarang. Nah, di pertemuan itu Dendels minta ke para bupati ini buat nyediain tenaga kerja buat melanjutkan proyek jalan raya pos. Sama Dendels juga nyaranin ke para bupati ini, ke para pemimpin lokal ini buat nerapin sistem kerja wajib. Sistem gimana tuh? Simpelnya wilayah daerah tuh itu dianggap sebagai milik raja atau milik pemimpin. Dan karena rakyat hidup di tanah raja kan jadinya ya mereka wajib bayar upeti. Nah, kerja wajib tadi itu bisa dibilang adalah bentuk upeti yang harus dibayarin warga ke para raja atau penguasa lokal. Jadi dengan adanya kerja wajib ini enggak usah ngasih upeti, udah cukup kerja aja dianggapnya udah kayak bayar upeti. Dan akhirnya permintaan ini pun diterima sama para bupati dan
11:29 dimulai deh tuh tahap kedua pembangunan jalan raya pos yang membentang dari Cirebon sampai Surabaya. Nah, beda kayak sebelumnya pembangunan tahap kedua ini tuh dipimpin langsung sama bupati bukan sama pemerintah kolonial. E dan karena itulah beda sama pembangunan tahap satu di pembangunan tahap 2 ini tuh enggak ada dokumentasi apapun termasuk catatan keuangan. Soalnya ya tadi yang mimpin proyeknya itu kan jadi pemimpin daerah masing-masing ya, jadi bupati masing-masing. Jadi ya kalaupun ada catatannya ya paling cuma catatan korespondensi aja udah. Dan habis jalur Cirebon Surabaya jadi proyek ini kemudian dilanjut lagi sampai ke Panarukan Situbondo. Dan masih menurut historia alasan kenapa Dendles mutusin buat memperpanjang jalan raya pos sampai Panarukan adalah karena wilayah timur Jawa tuh itu jadi lahan
12:15 yang ideal banget buat nanam berbagai komoditas perkebunan tropi selain kopi kayak misalnya nanam gula. Terus selain itu Selat Madura juga tuh itu dianggap sebagai titik vital yang perlu dipertahankan buat menghalau masuknya Inggris ke Jawa. Nah, karena alasan-alasan itulah makanya akhirnya proyek ini dilanjut sampai ke Panarukan. Dan ya udah setelah dimulai di tahun 1808, sekitar setahun kemudian di tahun 1809 jalan raya pos yang menghubungkan Anyer sampai Panerukan selesai dibangun. Ye. Tapi ya terlepas dari kontroversi kerja paksa dan pembayaran yang ternyata dilakuin sama pemerintah kolonial di bawah Dendlels, ternyata pembangunan jalan repos ini tuh emang memakan banyak korban jiwa loh. Kalau menurut sumber
13:00 inggris yang dikutip sama Pramudia Anantatur di bukunya yang berjudul Jalan Raya Pos Jalan Dendels disebut jumlah korban tewas dari mega proyek jalan raya Pos ini tuh mencapai 12.000 orang. Bahkan Pram sendiri nyebut bahwa proyek ini adalah salah satu genosida terburuk yang terjadi selama masa kolonial. Ya, walaupun sebenarnya jumlah ini tuh masih sangat bisa diperdebatkan ya, soalnya buktinya masih minim. Terus walaupun jalan raya Pos ini akhirnya berhasil dibangun, tapi pihak Belanda akhirnya tetap gagal buat membendung masuknya Inggris ke Hindia Belanda, khususnya ke Pulau Jawa. Nah, dan hal ini kemudian dimanfaatin sama lawan politik Dendles buat ngerusak citranya Dendls. Dibilang proyek jalan ini setara perbudakan pembangunan piramid Mesir lah. Ya, pokoknya dijelek-jelekin lah
13:46 biar image-nya Dendles jadi jahat banget. Demak sebagai kabupaten dengan penduduk 336.000 jiwa karena genosida tak langsung ke TI Stelsel alias nanam paksa. Dua pertiga penduduknya tewas seiring yang dialami Kabupaten Grobogan dengan penduduknya 98.500 yang tersisa 9.000 jiwa. Tapi ya walaupun banyak kontroversinya tapi bukan berarti pembangunan Jalan Repos ini tuh enggak ada manfaatnya ya. Ada manfaatnya tuh ada. Bahkan Pram sendiri dalam tanda kutip memuji proyek ini sebagai megaap proyek tercepat. cuma
14:32 satu tahunan yang bisa dibilang memecahkan rekor saat itu melampaui pembangunan jalan raya Amsterdam Paris. Dan kalau menurut historia, pembangunan jalan raya pos ini tuh akhirnya tuh mengubah kehidupan ekonomi masyarakat Jawa secara total loh. Nih kalau sebelumnya Batavia Surabaya tuh harus ditempuh selama 2 minggu, bahkan mungkin 1 bulan kalau lagi musim hujan, dengan adanya jalan raya Pos ini waktunya tuh bisa dipangkas jadi cuma 5 hari doang. Mantap ya. dari 2 minggu loh jadi 5 hari doang. Terus jalan ini juga tuh kemudian jadi sarana transportasi penting buat ngangkut hasil perkebunan dan mendorong perkembangan produk perkebunan. Terus adanya jalan repos ini juga tuh munculin satu kelompok masyarakat baru, kelompok pedagang perantara. Dan yang enggak
15:18 kalah penting, Jalan Repos juga jadi sarana mobilisasi penduduk yang memicu berbagai perubahan sosial dan ekonomi masyarakat Jawa. Oh iya, tambahan dikit kalau ngomongin soal korupsi, kalau menurut National Geographic, Denders tuh ternyata adalah salah satu tokoh yang getol memberantas korupsi loh. Jadi dia tuh tahu kalau VOC yang dulu berkuasa di Hindia Belanda itu bisa tumbang salah satunya tuh karena korupsi. Itu dia tahu tuh. Dan dia enggak mau pejabatnya nerusin kebiasaan buruk itu. Makanya waktu dia ngejabat, salah satu aturan pertama yang dia terapin adalah ngelarang pejabatnya berdagang biar enggak ada conflict of interest. Tapi sebagai gantinya itu pejabat-pejabatnya dia naikin tuh gajinya tuh. Terus selain itu Denles juga ngelarang pejabatnya khususnya gubernur buat nerima parcel
16:03 atau hadiah atau kalau sekarang tuh istilahnya tuh gratifikasi. Nah, itu enggak boleh tuh di zaman dia tuh. Terus dia juga ngebikin kebijakan pemberian label buat produk kehutanan buat ngantisipasi pembalakan liar. Dan ini semua dia lakuin soalnya dia tuh tahu kalau tanah Jawa tuh sangat kaya. Tapi kekayaan ini tuh sering dieksploitasi secara berlebihan sama para pejabatnya. Nah, terus selain itu Denos juga tuh ngebikin aturan ketat soal ketetapan berat dan harga komoditas. Jadi, semua komoditas tuh benar-benar harus dicek dan dipastiin ulang biar enggak ada manipulasi berat dan harga. Ya, intinya Denang dikenal sebagai pemimpin yang strik lah, yang enggak ragu buat ngasih hukuman tegas buat para pelaku kejahatan, khususnya korupsi. Nah, setelah ngedengar ini kalau menurut lu gimana nih? Apakah Denles tuh emang
16:50 sebenarnya enggak salah atau dia tetap jadi pihak yang bertanggung jawab atas banyaknya korban khususnya di proyek jalan raya Pos? Yang mana nih? Silakan komen. With the British attacking in Asia and the French attacking at home, the VLC really had no chance and officially went into bankruptcy in9. Sadly, without the spice trade, the Netherlands lost their status as a global power. Oke, sekian dari kali ini tentang apa benar sebenarnya di kerja paksa tuh ada duitnya tapi terus dikorupsi sama warlock ya kalau gua udah salah atau lu mau nanya atau nin video bisa tulis di komen kita seperti biasa sekali lagi thank you nontonnya jangan lupa like comment subscribe. by