0:00 Terima kasih bagi-Mu segala pujian, hormat, pengagungan [musik] buat Raja kami yang maha mulia. Siang hari ini kami percaya hadirat-Mu ada di tengah kami Tuhan. [musik] Bawa kami terus mengerti apa yang Kau mau. Semakin hari kami semakin diubahkan menjadi serupa segambar dengan Tuhan. Terima [musik] kasih Tuhan buat siang hari ini. Materaikan firman-Mu dengan darah anak domba Allah tembus sampai kedalaman batin kami Tuhan. Kami dilawat, diubahkan, dan diberkati Tuhan. Dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Amin. Amin. [musik] Bapak, Ibu, orang-orang di sekitar kita,
0:47 bahkan kita seringki menyimpan luka karena perlakuan orang buruk di masa lalu. Dikhianatin dilukai dicaci dimaki direndahkan, ndak diurusin, dipandang rendah, dipandang hina karena kekurangan. mungkin karena bukan orang yang enggak punya duit. Mungkin dijauhin saudara, dijauhin anak, dijauhin cucu, mantu, dan lain sebagainya. itu membuat luka yang di dalam kita itu. Nah, kalau itu gak dipulihkan, gak disembuhkan, lama-lama luka itu membuat [musik] kita memiliki
1:34 pengaruh yang buruk dari semua sikap dan tindakan kita. Coba kita mau cek masing-masing di dalam diri kita siapa yang tadi dikatakan gampang marah sekali, gampang tersinggung. Orang bilang enggak kena curigaan, gampang khawatir, cemas yang berkelebihan sampai enggak bisa tidur harus minum sanak, minum parasetamol, minum obat-obat dan lain sebagainya. Atau orang yang ngomongnya ketusnya bukan main. Ngomongnya nyakitin nyelekit kalau ngomong gitu. Terus kadang ada orang yang pikirannya jelek terus, jelek negatif terus ngelihat orang lain jelek,
2:20 ngelihat orang lain ngomong negatif, ngelihat secara orang berpakaian jelek, selalu komentarnya jelek. Terus ada orang yang kayak begitu lah. Kalau itu ada di gereja itu orang Kristen yang sakit jiwa. Dan banyakan orang yang sakit jiwa selalu nyakitin orang lain. Orang yang disakitin dan belum disembuhkan, dia akan cenderung nyakitin orang lain. Orang yang kepahitan akan cenderung maitin orang lain. Dan banyak di gereja harusnya di gereja mereka diubahkan lewat pengajaran. Sakit namanya sakit jiwa. Jiwa jiwanya yang sakit. Jiwa itu ada pikiran. Ada perasaan, ada kehendak.
3:06 Pikiran, perasaan, dan kehendak ini yang enggak sejalan dengan firman. Ketika datang ibadah harus dipulihkan. Setelah kita kenal Tuhan harus diubahkan step by step. Coba perhatikan, ada orang-orang yang disakitin, dikhianatin begitu rupa. Dia susah sekali diajak berteman. Dia susah sekali diajak bergaul. Kenapa kok susah sekali diajak berteman dan bergaul? Karena dia proteksi dirinya. Jangan sampai dia suatu hari disakitin lagi. Makanya di kitab Amsal 18 mulai ayat yang ke-19, saudara yang dikhianati lebih sulit dihampiri daripada kota yang kuat. Perhatikan baik-baik. Saudara yang
3:52 dikhianati lebih sulit dihampirin daripada kota yang kuat. Orang-orang ini menutup diri biasanya enggak mau bergaul, enggak mau berteman. Tadi kata Pak Nur, menarik diri dari kerumunan orang lain. Sebenarnya dia adalah orang yang terluka. Dengarin baik-baik. Orang terluka, dia akan cenderung lukain orang lain. [musik] Jangan sampai di dalam dirimu ada luka masa lalu yang disimpan atau luka batin. Kalau itu disimpan, cenderung kita akan berkelakuan yang bertentangan dengan firman. Dan itu selalu nempel di ingatan kita dan mempengaruhi keputusan kita dan tindakan kita.
4:38 [musik] Tidak heran di ayat selanjutnya dan pertengkaran adalah seperti palang gapura sebuah pur gampang marah peledap proteksi dirinya dengan marah tidak heran orang sudah tahu salah seringkiali ngapain ketika ditegur ma marah balik nyerang balik kamu juga pernah ngelakuin begitu kamu juga bikin salah kamu juga enggak sempurna kalau ada orang salah ditegur tambah marah. Sebenarnya orang itu adalah orang yang sombong, belagu, keras kepala, karp dewe. Maunya sendiri, nablek ngeyelan mekukuan hatinya bencekno kata orang Surabaya. [musik]
5:24 Lah, orang kayak begini selalu nyakitin orang lain, ngelukain orang lain. Saya berdoa di sini, siapapun kalau salah ditegur, kamu langsung koreksi diri, bukan membela diri. Tapi banyak orang ketika dikoreksi membela diri dan pakai ayat firman Tuhan. Ayatnya kamu kurang kasih dan kamu menghakimi. Padahal kamu sudah tahu salah ditegur ya bertobat kelar. Sesimpel itu. Katakan amin. Amin. Orang yang hatinya lembut itu ditegur cepat bertobat. [musik] Seperti Daud ditegur bertobat. Akhirnya di ujung ini didapatin berkenan di hadapan Tuhan. [musik] Saul ditegur malah marah malah marah. ngeyel, kesal, bela diri, dan lain sebagainya. Ujungnya ditolak Tuhan. [musik]
6:10 Mau tahu aslimu seperti apa ketika engkau ditegur menunjukkan reaksimu jadi orang yang sombong, keras kepala atau tidak? [musik] Saya seringkiali ditegur oleh istri saya, saya salah, saya akuin salah, I'm sorry. Dan banyakan orang-orang di sekitar kita yang dipakai untuk negur kita. [musik] Dan teguran itu adalah didikan yang terbaik sekalipun menyakitkan. Katakan amin. Amin. Saya mau ditegur. Bilang saya mau ditegur sekalipun sakit. Sekalipun sakit karena Tuhan sayang saya. Karena Tuhan sayang saya. Enak enggak jiwamu? Perasaanmu enak enggak ditegur? Enggak enak. Tapi untuk kita mau berubah harus ditegur. Jangan marah pakai ayat lagi. Itu namanya saudara yang dihianatin lebih sulit dihampirin daripada kota yang kuat. Dan
6:57 pertengkaran adalah sebuah palang gapura sebab buri yang gampang berantem. Ini artinya gak benar hatimu. Yang gampang tersinggung artinya hatimu gak benar. Yang gampang marah simpan sakit hati hatimu gak benar. Dan biasanya orang-orang ini simpan kepahitan yang gampang tersinggung. Ini selalu yang diingat jeleknya orang lain terus. [musik] Padahal Tuhan kalau mau ingat jeleknya kita, kita ini gak berharga dan bernilai sama sekali. Kita layak dipites kalau bisa dimusnahkan, dibinasakan. Betul apa enggak? Iya. Karena dalam diri kita enggak ada yang baik, yang keluar dari tubuh kita enggak ada yang manis sama sekali kok. Coba hah gitu. Bawa apa ya? Hah?
7:43 Bangun tidur kucek-kucek mata keluar apa itu? Terus langsung pengin ke toilet. Ngapain apa? Baik semuanya. semuanya jelek yang keluar dalam diri kita ini. Jadi itu harus dibuang supaya apa? Memuncar, memancarkan kemuliaan Tuhan kita jadi berkat bagi orang lain. Amin. Kadang jeleknya di dalam diri kita itu harus dicabut lewat namanya teguran dan nasihat. [musik] Katakan amin. Amin. Mukanya senyum semua. Coba toleh kanan kiri senyum semua. Amin. Kalian adalah orang yang harus lemah lembut dan rendah hati. Jangan gampang-gampang proteksi diri dengan marah, dengan tersinggung. Dak enggak mau lagi. Saya enggak mau bertemu
8:28 dengan dia. Jiwamu sedang sakit. Jiwamu sakit. Kamu akan cenderung nyakitin orang lain. [musik] Nanti manifestasinya mulutmu jahat ngomongin. Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya. [musik] Kamu akan dikenyangkan oleh hasil mulutmu. I dikenyangkan oleh hasil bibirnya. Bibirmu mau ngomong apa? Maki-maki, jelekin orang lain atau ngomong tentang janji Tuhan? Tadi Bapak katakan ketika ngadapin masalah yang perlu diperkatakan adalah janji Tuhan atas hidup kita. Kalau punya pasangan, punya anak, punya cucu, punya mantu yang kelakuannya jelek, yang perlu dikatakan adalah janji Tuhan terhadap dia. Bertobat berubah diubahkan dipakai
9:15 Tuhan, diberkati, umur panjang dan sehat. Bukan kejelekannya. [musik] Karena yang kamu katakan yang jelek, kamu akan makan buahnya. Kamu mengatakan yang baik, kamu akan makan buah yang baik. Karena perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya. Kamu memakan makanan yang baik, perutmu akan dikenyangkan dengan kebaikan. Kamu perkatakan janji Tuhan, kamu akan dikenyangkan dengan janji Tuhan. Kamu perkatakan dengan cacian, makian, gerutu, ngomel, ngeluk. komplain dan teman-temannya itu segerombolannya, lama-lama kamu akan tambah kepahitan dan luka batin. Amin. Amin. Ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya.
10:01 Sekarang selama ini banyak ngomong apa bibirmu? Kalau lapar kita biasanya ngapain? Sudah disiapin makan di belakang nanti. Saya jamin kalian pulang akan kenyang. Karena apa? Ngunyah dari bibirmu. Jasmanimu kenyang. Kalau pengin manusia rohmu kuat, kamu mesti makan firman. Dalam kondisi gak enak, kamu mesti beresin hatimu dan kamu tetap datang sama Tuhan. Amin. Perhatikan, hidup dan mati dikuasai. Siapa suka menggemakannya akan makan buahnya. Ternyata berhari-hari saya pelajarin banyak hal karena saya sama istri saya pengin umur panjang. Ternyata yang menentukan umurmu itu kata
10:47 orang dunia kan menentukan umur kan Tuhan. Tapi seringki yang menentukan umurmu adalah dirimu [musik] sendiri loh dengan cara hidupmu dan cara pola makanmu. Siapa yang umurnya pengin panjang? [musik] Semua pengin panjang. Tapi kalau dimulai hari ini kamu makan nasi padang dengan kuah yang banyak, dengan jeroan, dengan isuk, dengan babat, dengan paru, apa yang terjadi? Kamu tiba-tiba dalam hitungan beberapa bulan, badanmu bengkak, semuanya pegal ini pegal semua. Kolesterol naik, darah tinggi naik, dan semuanya langsung game over. Ternyata ini benar, hidup dan mati dikuasai [musik] lidah. Tidak hanya
11:32 perkara jasmani, perkara rohani pun jan sama. Siapa menggemakan dia akan makan buahnya. Mulutmu diatur pola makannya. [musik] Yang asam urat tidak memakan yang aneh-aneh supaya tambah sehat, tidak pincang. Yang darah tinggi makannya jangan makan durian terus. Sekalipun durian itu sekarang lagi promo murah-murah, apalagi duren musangking itu katanya enak, tapi saya enggak mau makan karena saya ada sedikit darah tinggi. Saya mesti jaga lidahmu saya. Apalagi kalau makan nasi Padang suka rendangnya sama sambalnya hijau, cabe hijaunya, serta kuah-kuah yang kental itu. Enggak suka semua kelihatan kalian ini semuanya bertobat rupanya ya. Haleluya.
12:18 Kalau makan itu terus-terusan ujungnya kamu akan makan buahnya sakit penyakit. Betul apa enggak? Tapi ketika kita mulai jaga dengan baik pola makan, pola hidup yang sehat, tubuh kita pun akan menikmatinya. Hidup [musik] yang sehat. Memperkatakan yang buruk, Bapak, Ibu juga akan terima yang buruk. Karena hidup dan mati dikuasai lidah. Siapa menggemakannya akan makan buahnya. Menggemakan yang baik, kamu akan makan yang baik. Menggemakan yang buruk, akan makan yang buruk. Tergantung keputusan kita. Amin. Katakan amin. Amin. Makanya banyak di sini sih gak ada di negara bagian sono di pinggir hutan sana banyak perempuan-perempuan yang cerewet bawelnya bukan main. Di sini kan gak ada
13:06 semuanya gak bertobat. Amin. Amin. Enggak suka bertengkar, enggak suka marah, enggak suka berantem di sini kan. Amin. Amin. Karena orang yang suka marah, berantem itu sukanya membangkitkan pertengkaran. Di kitab Amsal 151, siapa pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang sabar memadamkan perbantahan. Nah, ini kan orang yang jiwanya bisa tenang kan. Dirin baik-baik ya. Orang yang gampang marah itu adalah orang yang bodoh, pikirannya pendek, gampang meledak. Tapi orang yang sabar, orang yang tenang itu dia bisa menganil menganil apa? Menganalisa semua masalah dengan baik, mengendalikannya dengan baik. Ketika mau ngomong dipikir, ketika
13:51 mau berbicara ditimbang dengan baik supaya tidak nyakiti dan melukai pertama hatinya Tuhan dan hatinya orang lain. Karena hukum yang pertama kasihlah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu. Dan hukum yang keduanyaalah kasihlah sesamu dengan dirimu sendiri. Kasihlah sesamamu seperti dirimu sendiri. Benar apa, Kak? Kira-kira kalau orang seperti ini ditempatkan di mana pun jadi berkat apa enggak? Jadi berkat. Tapi kalau mulutnya suka berantem pasti orang enggak suka modelnya kayak begini ngapain diajak berteman? Nanti terluka. [musik] Bunga mawar itu bagus kan? Kalau mau ambil petik dari pohonnya langsung pelan-pelan atau langsung dipegang aja. Kenapa kok dipelan-pelan? Banyak durinya. [musik]
14:37 Bagus, mukanya cantik boleh manis-manis, ganteng-ganteng, keren. Tapi kalau mulutmu pedes nyakitin orang lain, ngelukain orang lain, [musik] harus pelan-pelan dijaga lidah bibirmu dengan baik. Apalagi perempuan. Kalau perempuan suka bawel, suamimu nanti lebih baik tinggal di padang gurun atau di di di mana? Di soto rumah itu. Oh, di atap ya. Di plafon aja tinggal sama cecak aja. Oh, di rumah bawel. Di rumah cerewetnya bukan main. Anakmu anu komplain terus, "Mami, cerewetnya bukan main. [musik] Cerewet boleh, tapi dalam hal yang baik. Jangan terlalu kebanyakan kata-kata. Nanti kalau semakin banyak kata-kata semakin banyak salahnya, kan. Harus berkata-kata dengan tepat. Amin. Amin. Nah, orang yang bisa berkata-kata dengan
15:23 tepat adalah orang cerdas. Orang yang ngomongnya selalu baik itu kalau hatinya itu benar. Kalau hatimu gak benar, yang keluar dari hatimu, mulutmu juga jelek loh. Akhirnya orang-orang kayak begini kan melukai. Kenapa kok orang bisa melukai orang lain? Karena orang itu terluka, punya trauma, punya luka, apalagi yang jiwanya sakit. Itu istilah zaman modern namanya NPD, narcistic personal disorder. Istilah saya agak sedikit edan, tidak waras. Kenapa kok bisa seperti itu? Dia anggap dirinya benar terus dan orang lain salah semua. Dia paling benar sejagat raya dan orang lain salah semua. Ujungnya ngapain? Ngelukain dan nyakitin. [musik] Jangan berteman dengan orang yang seperti ini. Kata kitab Amsal 22 ayat
16:09 yang ke-24, "Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar." Orang lekas gusar itu lekas ngapain? Gampang panikan. Tadi saya bilang kan orang yang gampang panik, dikit-dikit panik. Coba dicek kalau orang gampang panik, gampang-gampang takut. itu karena ada trauma loh. Jadi itu harus beres loh. Termasuk istri saya ini punya trauma kalau saya ngomong agak sedikit. Haah gitu dia langsung. Hah. Kenapa? Karena dulu waktu kecil pernah dikejar-kejar tetangga. Waktu dia kecil tetangga itu sering nakut-nakutin dia gitu sama balon mau diletusin gitu dari kecil. Akhirnya kebawa terus. Beberapa hari yang lalu kan saya pernah cerita ada tetangga toko waktu kita masih buka toko itu juga ada trauma. Ti ada orang yang ngomong keras seberantem dia langsung sok mukanya pucet. Bahkan napasnya apa itu? Tersengal-sengal itu. Karena apa?
16:56 Trauma. Trauma-trauma tadi itu harus beres di dalam diri kita. Yang bikin nih Bapak Ibu trauma pernah disakitin, pernah dibuang, pernah enggak dihormatin, pernah dimaki, pernah di verbal atau fisik atau apapun lah, pernah dihina karena enggak punya apa-apa. Pernah kan ngalami seperti itu? Trauma. Saya itu pernah punya trauma namanya trauma kemiskinan waktu di masa kecil. trauma. Karena saya hidup orang tua sederhana, anaknya sekolah semua dikuliahin dan perlu biaya banyak. Tapi kalau kita mau makan atau belanja apa itu jangan, jangan itu mahal katanya. Jangan ini mahal. Jadi saya punya trauma tapi sejungnya sudah dipulihkan. Ketika saya belanja saya punya uang ngapain yang [musik]
17:42 saya belanja sepuasnya. Saya punya duit, saya pengin ini, saya beli. Saya pengin sepatu bagus, saya beli. Pengin baju bagus, saya beli. Saya ajak ke istri saya, "Pengin ini beli kalau ada uang. Kalau enggak ada, ya tahan dululah." Karena saya punya trauma kemiskinan di masa kecil saya hidup pas-pasan. karena harus uangnya diatur dengan baik untuk biaya sekolah dan lain sebagainya untuk saudara-saudara saya yang lain. Jadi diatur enggak boleh ini, enggak boleh itu, makannya yang biasa aja, pakai ini yang biasa aja. Itu membuat trauma. Maka ada orang yang trauma karena susah terus-terusan sampai pelit. Nah, di sini enggak ada pelit
18:31 panjang pelitnya. Kenapa kok bisa pol itu? Karena pernah susah, pernah pernah miskin, pernah kekurangan, pernah menderita. Kalau kasih persembahan untel-untel untel dulu dicek taruh di enggak ada lihat, enggak ada lihat. Aman. Ada yang pelitnya bukan main. Ada yang pelit karena pernah kekurangan sampai dia enggak mau kasih makan orang lain. Loh [musik] ada makanan ditaruh di kulkas nih. Ke nih dari Natal tahun lalu disimpan di kulkas disimpan terus saja. Oh, sayang nih. Sayang nih. Kuenya apa nih? Harvest. Disimpan terus terus beli apel. Apelnya taruh di kulkas
19:16 sampai kisut tipis. Enggak ada di sini semuanya murah hati. Saya kalau ada makanan di kulkas saya enggak suka. Nah, nih bagi orang. Kadang kita seringkiali diberkati makanan dan bagi ke orang lain yang membutuhkan. Kita mungkin enggak makan, kasih ke orang yang membutuhkan. Jangan pernah pelit, kikir, melekik. Ini ingat orang-orang yang pelit-pelit ini ya. Dengarin baik-baik. Kalian kalau pelit-pelit banget ya, jangan-jangan kamu trauma dengan kekurangan loh. Kamu luka batin dengan kemiskinan loh. Nah, kamu harus merdeka supaya kamu diberkati loh. Tidak ada ceritanya orang yang pelit miskin dan kikir itu kaya. Enggak ada. adanya kekurangan dan pas-pasan, tapi orang yang memberi itu akan diberkati melimpah. Amin. Amin. Amin. Bukan berarti saya mau minta duitmu loh ya. Saya tidak minta duitmu,
20:04 tapi saya ngajarin kalian hidup jadi berkat bagi banyak orang. Amin. Sampai hari ini kita mau belajar menabur terus banyak. Kita senangnya memberi makan orang. Kita senangnya gorengin pisang orang. Karena goreng pisang goreng saya kan enak kan. Ya kan? Ya, enak kita senang kasih makan orang, kita happy bikin orang happy gitu. Karena apa? Kita sudah merdeka. Coba kalau pendetamu ini [musik] trauma dengan semua kemelaratan, kemiskinan, penderitaan, wis cepet a wis pulang iki wis jangan-jangan wis gak usah kasih makan. Wis nganu a wis usah wis saya makanang balik a wis. [musik]
20:50 Pendetamu meledit, kuikir terus kumel kumuh. Wis enggak apa-apa ya pakai baju yang compang-camping itu. Siapa yang mau dengar ya? Tapi karena sudah merdeka jadi berkat, bisa senyum, bisa kasih makan dan lain sebagainya. Bapak, Ibu pun juga sama. Amin. Nek kamu merdeka, kamu bisa jadi berkat buat orang lain. Amin. Nek kamu jiwamu sakit, kamu akan nyakitin orang lain. [musik] Kita kan mau jadi orang-orang yang merdeka kan? Amin. Solusinya adalah harus datang ke hadapan Tuhan. Tadi dikatakan di Mazmur pasal yang ke-107 itu diulang kata berkali-kali di ayat 6-nya, di ayat 13, di ayat 19.
21:36 Berseru-serulah kepada mereka kepada Tuhan dalam kesesakan mereka dan diselamatkan mereka dari kecemasan mereka. Mau Bapak Ibu cemas, bingung, kacau, khawatir, yang menguasai hatimu ngomong sama Tuhan, [musik] Tuhan ini loh hatiku. Karena kita ini harus transparankan di hadapan Tuhan. Tuhan ini loh hatiku. Aku sedang kesal, aku sedang jengkel, aku sedang gak enak hati. Ngomong sama Tuhan, Tuhan, aku mau pulih. Aku mau sehat. Aku mau jadi orang yang merdeka. Aku enggak mau jadi orang yang datang ke gereja tapi sakit jiwa. [musik] Amin. Orang ke gereja sakit jiwa, kamu akan nyakitin orang lain. Kamu jadi orang yang benarmu sendiri,
22:22 karepmu sendiri. [musik] Tapi kita menjadi orang yang diberkati Tuhan. Amin. Bangkit berdiri sama-sama. Angkat tanganmu dua-dua. Tuhan kami matikan firman-Mu dengan darah dan dombalah firman tembus sampai kedalaman batin kami. Urapi kami semuanya tanpa terkecuali. [musik] Berkati hamba-Mu Pak Nur Hadi. Tuhan berkati firman disampaikan berkuasa [musik] memulihkan menjamah membuat umat-Mu diubahkan. Berkati jadi pelayan-pelayan yang hebat. [musik] Alfa Patrick pakai Tuhan secara Tuhan luar biasa. Berkati mereka, masa depan mereka dijagain dilindungi. Tuhan berkati umatmu di tempat ini, anak, cucu, [musik] mantu, suami, istri
23:07 diberkati Tuhan. Masa depan mereka diproteksi, dijagain Tuhan. Tidak ada sesuatu yang mereka ngalami kekurangan. Mereka berkelimpahan. Amin. Umur panjang, sehat, dan sejahtera. Kenyang setiap hari, makmur setiap hari, sehat setiap hari. Amin. Kami kembalikan segala hormat, pujian, pengagungan buat raja kami yang makmur. [musik] Tuhan, kami percaya tangan-Mu ada di tempat ini, anugerah-Mu di tempat ini. Engkau memberkati kami semuanya tanpa terkecuali dalam nama Yesus, orang-orang ini dipulihkan dari masa lalu, dari trauma, dari sakit hati, dari kepahitan, dari luka batin, diberkati Tuhan, dibebaskan Tuhan, dipulihkan Tuhan dalam nama Yesus. Satu persatuan tumpang tangan anugerah [musik] kemurahan melimbang dalam nama
23:54 Yesus. Haleluya. Amin. [musik] Jesus name. [musik] Jesus name. Jesus. Jesus [musik] ibu ini sesang terima [musik] semakin semakin semakin [musik] saya lihat dalam mimpi ketika saya berdoa ada urapan [musik] buat
24:43 kuasanya [musik] [musik] Jesus tenang down tahan dengan hadirat Tuhan ya. Iya. masih enggak tahan dengan hadirat Tuhan. Kuasa [musik] Jesus semakin mengalami Jesus. Biar [musik] tuan now Jesus name Jesus Jesus [musik]
25:34 [musik] saya lihat dalam mimpi ketika saya berdua [musik] Sini sini now. Angkat [musik] belakangnya ya. Buka tanganmu, Pak. Kuat urapannya ya. Go. Urapan hari ini powerful sekali.
26:25 Urapan Tuhan turun ya. Go Jesus. Bu maju sini sini. W enggak tahan hadirat Tuhan ya. Buka tanganmu, Pak. Dua-dua. [musik] Jesus name receive the urapan itu turun. Go Jesus. He, Pak, Bu, Pak. Sini, sini, sini. Jamah, Ibu ya. Go. Urapan itu turun. Risip Bapak nikmati hadirat itu Tuhan. Turun. Go, go, go. Jesus name. Jesus name.
27:11 Jesus name. Bapak enggak akan tahan dengan hadirat itu. Bapak tidak akan tahan dengan hadirat itu. Dalam nama Yesus urapan-Mu Jesus [musik] name. Buka tangan. Tuhan jamah. Urapan itu turun. Memenuhi. Memenuhi. Go go go go. Bu Titik sini Bu Titik. Saya mau doain Bu Titik. Cik Sien maju ke depan. Saya mau doain Cik Sien. Tuhan lihat hatinya haus dan lapar dengan hadiratMu. Penuhi dengan hadiratMu. Go now. Risip reip
27:56 Buulan Lani. Saya mau doain Bu Lani. Sik si ya. Sini. Tuhan jamah ibu. Tuhan jamah. Tuhan jamah ibu. Nah risik yang di ibu ibu baju hitam. Breat upon me. Breat upon me [tertawa] breath of God. Tuhan jamah. Ibu ini. Jamah dalam hadiratMu. Penuhi Dia sekarang. Sekarang. sekarang. Nah, Jesus name. Jesus name.
28:42 [musik] nam [musik] [musik] ini [musik] Ya [musik]
29:31 [musik] kami mengasihi-Mu. Kami [musik] mencintai-Mu Tuhan. [musik] Roh Kudus, Roh Kudus. [musik] [musik]
30:29 n-mu [musik] sembah [musik] Angkat suaramu, nyanyikan masmu. [musik] Tinggikan raja di atas segala raja Allah yang perkasa. [musik] Oh. [musik] We worship you.
31:14 We [musik] adore you. We adore you. [musik] Mia [musik]
32:00 We love you. We praise you. [musik] We love you. We praise you. We praise you. We praise you. Dari [musik] hati kami keluar nyanyian yang mengasihi-Mu. [musik] dari hati kami. Kami naikkan mazmur [musik] yang meninggikan nama-Mu, Tuhan. [musik] Tuhan,
32:53 [musik] kami mencintai-Mu Tuhan. [musik] Kami mengasihim-Mu. [musik] Kau [musik] saja yang suci.
33:41 Kau [musik] saja yang layak. Kau [musik] layak terima glori. Yesus [musik] kau Tuhan. [musik] Kau saja yang suci. [musik] Kau saja yang layak. [musik] Kau layah
34:28 [musik] terima glori. Hanya kau [musik] Tuhan. Terima [musik] kasih Roh Kudus. Terima kasih [musik] kami [musik] mengasihi-Mu Tuhan. [musik] Sungguh hati kami mencintai Engkau lebih dari apun juga. [musik] Tapi dalam kedagingan kami, kami sering melakukan hal yang menyakiti, [musik]
35:13 yang bertolak belakang dengan kehendak-Mu. Berikan kemampuan kami setiap hari untuk berjalan dalam kesucian [musik] dan kekudusan. [musik] Kami tidak mampu berjalan tanpa Engkau Roh Kudus. Pegang tangan kami, pegang hati kami. [musik] Lihat sampai kedalaman batin kami. Kami mencintai Tuhan. Kami mengasihi Engkau. [musik] Kami pengin berkemenangan setiap hari. [musik] Dapatin kami menjadi orang kesayangan-Mu.
36:01 [musik] Terima kasih. Terima kasih. Kami mau [musik] belajar apa yang kau mau Tuhan. Terima kasih [musik] dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Amin. [musik] [musik] Menikmati hadirat Tuhan, [musik] merasakan Tuhan datang. Yeah.