0:00 Hari ini kita akan belajar kembali kebenaran firman Tuhan. Kita akan lihat di Amsal pasal yang ke-11 ayat yang ketig. Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya. Nah, ketulusan yang lahir dari hati kita ini akan menghasilkan sesuatu yang ilahi yang akan merubah banyak orang. Karena banyak hari ini orang enggak tulus melakukan segala sesuatu. Bahkan pelayanan pun hari ini banyak yang gak tulus. Banyak orang pelayanan di mimbar jadi pendeta, jadi hamba Tuhan hanya untuk ngambil keuntungan pribadinya. Nah, Tuhan mau kita ini memiliki kemurnian. Tuhan mau hati kita ini tulus melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan namanya. Bukan
0:48 ambil keuntungan untuk pribadi kita. Dan kita percaya kalau kita ini melayani kerajaan Allah, Tuhan sendiri yang akan campur tangan atas kehidupan kita. Tuhan sendiri akan urusin hidup kita. Tuhan sendiri akan cukupin kita tanpa kita harus ambil keuntungan pribadi. Karena kita melayani kerajaan Allah. Banyak orang disetir dengan keserakahan, ketamakan, haus pujian, keuntungan pribadi. Akhirnya apa? Menimbulkan batu sandungan. Hidupnya gak jadi berkat. hidupnya justru jadi trouble. Hidupnya justru bikin masalah di mana-mana. Dan hidup tidak sejalan dengan kebenaran firman Tuhan. Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya. Mau bergaul dengan
1:33 orang tulus, murni. Mau pelayanan murni, tulus, tidak ada embel-embel di belakangnya. Ketika mau berteman, bergaul dengan orang, tidak hanya sekedar ngambil keuntungan pribadi seperti seorang sales ketika mendekatin seseorang untuk jual barang. Tidak. Tapi tulus. Pengin membantu pun tulus tanpa imbalan. Melayani tulus tanpa imbalan. Dan ini barang yang langka di akhir zaman ini karena banyak orang lebih suka mengasihi diri sendiri, cintakan diri sendiri dan kasih menjadi dingin. Banyak orang fokusnya pada kepentingannya sendiri tanpa peduli dengan apa yang Tuhan kerjakan dalam hidupnya. Bapak, Ibu, ketulusan dan kemurnian yang lahir dari dalam hati kita ini akan memberi dampak yang luar biasa. Dan bahkan Tuhan pakai untuk jadi berkat bagi banyak
2:21 orang. Perhatikan ya. Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya. Ketulusan itu lahir dari hati yang murni, hati yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan. Bapak, Ibu, sebenarnya apa sih yang kita cari hari ini? dari semua yang kita kerjakan, yang kita lakukan sebenarnya apa yang kita cari? Bukankah yang kita cari sebenarnya adalah perkenanan Tuhan? Kita melakukan segala sesuatu supaya yang kita perbuat ini mempermuliakan nama Tuhan. Tapi kan kadang karena kebutuhan, karena keadaan membuat kita ini memiliki pemikiran yang berbeda, cara pandang yang berbeda. Akhirnya kita
3:07 melakukan segala sesuatu untuk kepentingan kita sendiri. Kita melakukan segala sesuatu untuk memuaskan diri kita sendiri. Dan ujungnya apa yang terjadi? Kita pakai cara apapun, kita melakukan apapun hanya fokus untuk kepentingan kita. Padahal Tuhan panggil kita ini untuk jadi berkat, jadi representasi dari kerajaan Allah di muka bumi ini. Bapak, Ibu, kalau apapun yang kita lakukan hanya fokusnya pada diri kita sendiri, kita akan menjadi orang yang egois. Kita akan menjadi orang yang keras kepala. Kita enggak punya empati, kita enggak peduli dengan orang lain. Padahal hukum yang pertama adalah kasihilah Tuhan Allah-mu dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, segenap kekuatanmu, segenap akal budimu yang harusnya ini sejalan dengan hukum yang
3:53 kedua. Kalau kita mengasihi Tuhan, dampaknya hukum yang kedua adalah kembar siam. Seperti hukum yang pertama adalah kasihilah sesamamu. Tidak mungkin orang yang mengasihi Tuhan sungguh-sungguh dia akan mencelakai orang lain. Tidak mungkin orang yang sungguh-sungguh melayani Tuhan dengan ketulusan dan kemurnian diambil untuk keuntungannya pribadi. Tidak mungkin. Tapi kalau orang hanya mengasihi dirinya sendiri, dia fokus kepada apa yang aku dapat, apa aku imbalannya, upahnya aku apa, dan ujungnya mementingkan untung dan ruginya ketika melakukan segala sesuatu. Nah, ketika kita ini melayani Tuhan, tidak hanya fokus pada untung dan rugi loh, kita harus lakukan yang menjadi bagian kita. Kita harus kerjakan yang menjadi tanggung jawab kita. Apalagi di dalam
4:39 dunia pelayanan kita gak boleh hitung-hitungan untung dan rugi. Kita ini melayani Tuhan. Kita melayani kerajaan Allah. Surga yang punya hitung-hitungan atas hidup kita. Apapun yang kita perbuat, apapun yang kita lakukan, tentu lihat Tuhan lihat sampai kedalaman batin kita. Ke mana kita bisa pergi menjauhi rohnya Tuhan? Tidak bisa. Ujung langit Tuhan ada di sana. Ke dunia orang mati Tuhan ada di sana. Kita gak bisa bersembunyi loh. Dan Tuhan lihat segala sesuatu yang di dalam hati kita, motivasi kita ini. Ini para pelayan Tuhan hari ini hanya ngejar keuntungan pribadi. Melayani orang untuk dapat upah. Mendoakan orang untuk dapat upah pelayanan. hanya ngejar keuntungan pribadi. Bapak, Ibu, kalau kita tidak memiliki ketulusan dan kemurnian, jangan-jangan sampai ujungnya kita
5:25 didapati menjadi orang yang jahat hanya mementingkan diri sendiri. Kita harus belajar mengkoreksi diri. Sebenarnya Tuhan tidak tertarik dengan apa yang kita perbuat, apa yang kita lakukan. Tuhan lebih tertarik kenapa kita melakukannya. Ada motivasi apa di baliknya. Itu yang lebih penting. Itu yang Tuhan lihat. Kalau kita melakukannya dengan sungguh hati, kan kita melakukannya dengan kemurnian, Tuhan lihat, Tuhan hitung semuanya dengan baik dan pasti kita ujungnya akan mendapat upah dan mendapat bagian yang kita kerjakan dan lakukan tanpa harus kita melakukan semau kita sendiri, bertindak seenak perut kita sendiri dan hanya untuk mementingkan kepentingan kita sendiri. Dan saya berdoa Bapak Ibu, hidup kita ini semakin hari semakin
6:11 diubahkan. Semakin hari kita semakin ngerti kebenaran firman Tuhan. Hidup kita semakin ngalami Kristus. Hidup berjalan sesuai dengan ketetapan ilahi. Dan hidup menjadi berkat bagi banyak orang. Dan perhatikan, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya. Ya kan saya bilang Tuhan itu melihat hati sampai kedalaman batin kita. Apapun yang kita perbuat, apapun yang kita lakukan Tuhan perhatikan yang kita lakukan itu curang apa tidak. Kita ini punya niat jahat sama orang apa tidak? Coba perhatikan Bapak Ibu. Kalau di dalam hatimu punya niat jahat sama orang, artinya itu bukan berasal dari Tuhan. Hatimu tidak tulus dan tidak murni dan kau harus bertobat dan berubah. Kalau kita ini punya niatan jahat, kalau di dalam pikiran kita ini punya hal sesuatu untuk melakukan yang
6:58 jahat itu gak berkenan di hadapan Tuhan. Saya berdoa engkau sadar diri dan berubah serta bertobat. Kalau tidak apa yang kamu kerjakan, apa yang kamu lakukan gak berkenan di hadapan Tuhan. Dan saya berdoa hari ini kita belajar mengkoreksi hati kita sehingga kita bertindak hati-hati. Apapun yang kita kerjakan, apapun yang kita lakukan, kita lakukan seperti melakukannya untuk Tuhan tanpa embel-embel aku nanti dapatnya apa, nanti orang lihat apa tidak. Saya bertahun-tahun sebelum jadi hamba Tuhan, saya lakukan hal yang kecil yang orang gak pandang, orang gak lihat. Dan ternyata prinsip kerajaan Allah itu setiap perkara kecil Tuhan akan percayakan perkara yang lebih besar. Saya lakukan yang menjadi bagian saya
7:43 sekalipun gak dilihat orang, gak dapat tepuk tangan, gak dikhalamai, saya lakukan setia. Saya melakukan yang seperti untuk Tuhan. Apapun itu yang Tuhan percayakan. Dan ternyata ujungnya Tuhan kasih upahnya. Tuhan sendiri yang lihat kita ini bisa dipercaya apa tidak. Tapi kalau kita ini melakukan segala sesuatu untuk dapat sesuatu, kita ini menjadi orang upahan. Kita ini hanya mengejar keuntungan pribadi, ujungnya jadi orang egois. Sekarang kita lihat di Amsal 14 ayat 32. Orang fasik dirobohkan karena kejahatan. Kejahatannya. Tetapi perhatikan, orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya.
8:29 Orang yang tulus itu bisa mengalahkan semua siasat jahat. Orang jahat kalahnya sama orang yang tulus. Orang yang memilih ketulusan itu diproteksi, dijagain Tuhan. Makanya saya bilang Bapak Ibu, dasar dari hati kita itu harus benar dulu, harus diubah dulu. Kita harus sadar diri. Kita ini tidak bisa melakukan apa-apa tanpa diberikan kemampuan, kekuatan oleh Tuhan. Tapi kalau kita melakukan segala sesuatu semau kita sendiri, kita berbuat semau kita sendiri tanpa mengizinkan Tuhan mengkoreksi sampai kedalaman batin kita, kita merasa bisa, merasa mampu karena
9:15 kekuatan kita sendiri, akhirnya kita sombong dan angkuh. Tapi kalau kita mengizinkan Tuhan melihat sampai kedalaman hati kita bahwa kita tidak mampu melakukan apa-apa tanpa Tuhan, itu loh yang akhirnya membuat Tuhan melihat apa yang kita kerjakan dan lakukan. Ketulusan dan kemurnian kita itu akan mendapat upahnya. Kalau Bapak, Ibu memiliki niat hati yang curang, engkau pengin melakukan kejahatan dan ujungnya toh hanya memuaskan keinginan daging dan hawa nafsu kita, ituah berkenan di hadapan Tuhan. Jauh lebih baik hari ini kita mau berikan hidup kita ini sepenuhnya di hadapan Tuhan. Kita mau melakukan segala sesuatu
10:02 tepat seperti yang Tuhan mau. Kita bertindak tepat, kita bersikap tepat, kita melakukan tepat seperti yang Tuhan inginkan. Ujung hidup kita akan jadi berkat bagi banyak orang. Saya berdoa hari ini ee apa yang kita pelajari hari ini mengkoreksi sampai kedalaman batin kita. Karena Tuhan melihat hal yang tersembunyi yang kita kerjakan dan yang kita lakukan. Tuhan memperhatikan motivasi kita melakukan apapun yang kita kerjakan ini sebenarnya untuk siapa? Bapak, Ibu, kalau kita mengerjakan segala sesuatu seperti mengerjakannya untuk Tuhan, kita ini jadi orang yang tulus dan murni. Mau dipuji, gak dipuji, mau dihormati gak dihormatin, tetap melakukannya. Nah, itu akan membuat kita memiliki hati yang lembut dan memiliki
10:48 sikap yang rendah hati. Tapi kalau kita ini hanya pengin menonjol, pengin dilihat orang, pengin dipuji orang, artinya tanpa sadarin kamu cari perhatian orang lain. Padahal Bapak, Ibu, sekalipun orang enggak perhatikan, apapun yang kamu kerjakan, apapun yang kamu lakukan, Tuhan perhatikan. Dan itu yang harusnya kita miliki. Itu yang harusnya menjadi tingkah laku kita. prinsip hidup kita sehingga kita menjadi orang yang bertanggung jawab dalam segala hal. Kita melakukannya dengan sepenuh hati. Kita menjadi orang yang tulus, menjadi orang yang tidak memiliki motivasi yang jahat apapun juga. Apalagi
11:36 kalau kita memiliki ketulusan, kita tidak bakalan memiliki niat jahat untuk menyakiti orang lain. Bapak, Ibu, yang paling penting hati kita tulus. Melakukan segala sesuatu tulus saja. ujungnya engkau diproteksi, dijagain Tuhan. Sikap hatimu baik, niat hatimu baik, kau memiliki kemurnian hati, memiliki hati yang lembut yang diubahkan. Dan saya percaya apa saja yang dikerjakan tanganmu, Tuhan akan proteksi dan jagai kau menjadi orang yang dipakai Tuhan. Kau menjadi orang yang memberkati banyak orang dan kau memiliki sikap hati yang lembut yang ngikutin apa yang Tuhan mau. Saya berdoa apa yang kita pelajari hari ini menjamah hidupmu dan mengubahkan hidupmu. Amin. Tutup matamu, tutup Alkitabmu. Kita
12:23 berdoa terima kasih buat firman-Mu. Kami matraikan dengan darah anak domba Allah. Firman ini nempel dalam hati kami berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan fir menjadi kehidupan. Dan mau berdoa setiap orang yang mendengar firmannya dijamah, dipulihkan, diubahkan Tuhan. Terima kasih Tuhan bagimu segala pujian, hormat, pengagungan dalam nama Yesus. Haleluya. Amen. And God bless you. [Musik]
13:09 nam [Musik] ini [Musik] Kami mengasihi-Mu. [Tertawa] [Musik] Kami mencintai-Mu Tuhan. Roh Kudus.
13:55 [Musik] Roh Kudus [Musik] sembah dia.
14:48 Angkat suaramu, nyanyikan mazmur tinggikan raja di atas segala raja Allah yang perkasa. [Musik] We worship you. We adore you. We adore you. [Musik]
15:41 Mia We love you. We praise you. We love you. We praise you. We praise you. We praise you. Dari hati kami [Musik] keluar nyanyian yang mengasihi-Mu. [Musik] Dari hati kami.
16:30 Kami naikkan mazmur yang meninggikan nama-Mu, Tuhan. [Musik] Tuhan, [Musik] kami mencintai-Mu Tuhan. Kami mengasihim-Mu. [Musik]
17:36 Kau saja yang suci. Kau saja yang layak. Kau layak terima glori. Yesus kau Tuhan. Kau saja yang suci. Kau saja yang layak.
18:27 Kau layak terima glor [Musik] hanya kau Tuhan. Terima kasih Roh Kudus. Terima kasih. [Musik] Kami mengasihi-Mu Tuhan. [Musik] Sungguh hati kami mencintai Engkau lebih dari apun juga. Tapi dalam kedagingan kami, kami sering
19:14 melakukan hal yang menyakiti, yang bertolak belakang dengan kehendak-Mu. Berikan kemampuan kami setiap hari untuk berjalan dalam kesucian dan kekudusan. Kami tidak mampu berjalan tanpa Engkau Roh Kudus. Pegang tangan kami, pegang hati kami. Lihat sampai kedalaman batin kami. Kami mencintai Tuhan. Kami mengasihi Engkau. Kami pengin berkemenangan setiap hari. Dapatin kami menjadi orang
19:59 kesayangan-Mu. Terima kasih. [Musik] Kami mau belajar apa yang kau mau Tuhan. Terima kasih dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Amin. Menikmati hadirat Tuhan, merasakan Tuhan datang. Yeah.