0:00 Kita akan lanjutkan kembali. Kita akan belajar firman Tuhan. Bapak, Ibu, banyak orang gak bisa mengendalikan diri. Banyak orang tidak bisa menguasai dirinya dalam situasi yang sulit, dalam keadaan yang buruk, dalam perkara-perkara yang menggoncang hidupnya. Banyak orang tidak bisa mengendalikan dirinya sehingga berbuat, bertindak tidak seperti firman Tuhan. justru melawan kebenaran bahkan malah jatuh dalam dosa. Beberapa orang yang sudah rajin ibadah sekalipun, bahkan terlibat pelayanan sekalipun, kalau tidak bisa mengendalikan diri, menguasai dirinya dengan baik, akan jatuh di dalam dosa. Bapak, Ibu, ketika engkau
0:46 diperhadapkan dengan hal buruk, benar-benar kejadian yang menimpa hidupmu itu akan ngetes sebenarnya kamu menjadi orang yang bisa dipercayai. orang yang bisa menguasai diri atau orang yang gampang panik, gampang stres, gampang kacau, gampang bingung, akan terbukti semuanya. Nah, karakter kita ini terujinya ketika kita ini diperhadapkan dengan kejadian-kejadian yang bertolak belakang dengan hal yang kita ingin kejadian-kejadian yang menyakitkan, kejadian-kejadian yang buruk itu sebenarnya membuktikan diri kita ini sebenarnya seperti apa di hadapan Tuhan. Kita bisa rajin ibadah, kita bisa rajin berdoa, kita bisa terlibat pelayanan, kita bisa menjadi orang yang kaya, kita bisa menjadi orang yang pintar. Tetapi kalau engkau belum
1:34 damai dengan dirimu sendiri, engkau belum menguasai dirimu dengan baik, hidupmu jadi trouble di mana-mana. Tidak di gereja, tidak di jalan raya, tidak di praktik hidup dengan tetanggamu, dengan hubungan suami istri. Kalau engkau enggak bisa menguasai dirimu, kelakuanmu persis seperti orang dunia. Bahkan hidupmu akan diseret jatuh kepada banyak pencobaan dan dosa. Orang-orang yang seperti ini hidupnya akan jadi batu sandungan. Nah, di 2 Timotius pasal yang ke4 ayat yang kelima, tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal. Di dalam segala hal, kita harus bisa menguasai diri dengan baik, bertindak tepat, berkelakuan sesuai dengan firman Tuhan. Menguasai diri dalam segala hal. Termasuk kita menghadapi pasangan hidup
2:20 kita. Termasuk kita menghadapi orang-orang yang menjengkelkan. Bapak-bapak yang masih muda-muda ketika kau nyetir di jalan, kau harus bisa menguasai diri supaya tidak ribut di jalanan. Bagaimana bertetangga, bergereja, berjemaat, kita harus bisa menguasai diri. Terutama di dalam hubungan suami istri. Kalau Bapak, Ibu enggak bisa menguasai dirimu, kelakuanmu persis seperti setan. Isinya ribut, gegeran, berantem, cakar-cakaran, saling gigit, saling telan. Saya punya teman hamba Tuhan kerjanya ribut dengan istrinya. Ya, saya pikir ini belum cocok jadi hamba Tuhan karena belum damai dengan dirinya sendiri. Bapak, Ibu, kalau kita ini belum damai dengan masa lalu kita, kita masih dikuasain dengan trauma masa lalu, dengan sikap buruk di masa lalu, dengan perlakuan buruk yang
3:07 rasanya gak adil dalam hidup kita di masa lalu dan kita belum bereskan hati kita di hadapan Tuhan, apa yang terjadi? Kita menjadi orang yang pasti bikin trouble dengan pasangan hidup kita, dengan orang di sekitar kita. Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau hidupmu trouble dengan dirimu sendiri, engkau pasti bikin trouble di mana-mana. Makanya kita ini harus dilahirkan kembali pikiran, hatimu, perasaanmu, perasaan, kehendakmu, perasaan dan kehendakmu harus takluk kepada firman sehingga tindakan, sikapmu, perkataanmu, keputusanmu sesuai dengan firman. Tidak hanya cukup datang sekedar ibadah, tapi kelakuanmu gak berubah. Engkau harus berubah. Engkau
3:53 harus ngalami Kristus dalam hidupmu dan kau benar-benar praktik hidup. Praktiknya ketika engkau diperlakukan buruk, dapat kenyataan-kenyataan yang tidak sesuai dengan yang kamu harapkan. Banyak goncangan, banyak tekanan, justru aslinya kita ini akan muncul keluar. Kita menjadi orang yang bisa dipercaya. Kita bisa menjadi orang yang menguasai diri dan menaklukkan diri dalam segala hal kepada Kristus atau malah kita menjadi orang yang panik. Bapak, Ibu, kekristenanmu akan teruji bagaimana engkau dikhianati. Mungkin ditipu orang, diperlakukan jahat sama orang lain. Kamu bisa marah-marah, histeris, teriak, terluka, kepahitan, dan lain sebagainya. Atau kamu mulai melangkah dengan kenyataan yang ada jalan sama Tuhan dan Tuhan pasti bikin pemulihan. Banyak
4:39 orang dikuasain masa lalunya. Banyak orang hidup dikendalikan oleh masa lalunya sehingga ketika dia berjalan dia nyetir mobil dia bukan ngelihat ke depan tapi justru melihat spion apa yang terjadi jatuh tertabrak-tabrak berdarah-darah tersandung-sandung terseok-seok tidak sampai dengan destinasi ilahi. Makanya kita ini harus belajar mengendalikan diri kita ini adalah praktik dalam 24 jam sehari ketika kita belajar firman seperti ini. Ketika Bapak Ibu dengar pengajaran yang saya sampaikan, dengar khotbah dari pendeta, dari gembala Bapak Ibu datang ibadah, tidak hanya puas dengarin ibadah merasa beribadah, justru praktikmu dalam
5:26 kehidupan sehari-hari sesuai dengan firman. Tindakanmu sesuai firman, kelakuanmu sesuai dengan firman, ucapanmu sesuai dengan firman, keputusanmu sesuai dengan firman. Mencerminkan karakternya Yesus Kristus. Percuma datang ibadah, tapi praktik hidupmu isinya gegeran, ribut, dan berantem, saling cakar, saling menyelahkan, saling merendahkan. Artinya engkau gak bisa menguasai diri. Alkitab katakan, "Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal." Kita harus menguasai diri kita dalam segala hal. Kalau kita bisa menguasai diri dalam segala hal, hal yang buruk, hal yang enggak enak, hal yang menyakitkan, hal yang melukai, justru kita menjadi orang yang bisa sabar
6:11 menderita, terus baru kita bisa memberitakan pemberitaan Injil. Bapak, Ibu tidak akan bisa menjadi pemberita injil yang efektif, yang diurapin Tuhan, yang jadi berkat bagi banyak orang. Tetapi kalau engkau enggak bisa menguasai diri, engkau enggak bisa sabar menderita, isinya marah-marah terus, isinya komplain terus, isinya nyalain orang lain terus, bagaimana memberitakan Injil wong hidupmu jadi batu sandungan? Ya, kita harus benar-benar mencerminkan kemuliaan Tuhan loh dalam sikap tindakan kita. Jangan sampai apa yang kita sampaikan itu bertolak belakang dengan apa yang kita hidupin. Justru karena kita hidup di dalam Kristus, kita harus menaklukkan diri kita sepenuhnya kepada firman. Di 1
6:57 Petrus pasal yang keempat ayat yang keet7, kesudahan segala sesuatu dekat. Karena itu kuasailah dirimu. Kesudahan segala sesuatu dekat. sangat dekat. Bapak, Ibu bisa saja Tuhan Yesus bisa datang di awanan permai mengangkat gerejanya atau Tuhan mau panggil hidupmu secara pribadi. Kesudahannya memang sudah dekat. Tapi Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau engak bisa menguasai diri, kalau eng masih hidup dalam dosa, perlakuanmu, sikapmu, tindakanmu bertolak belakang dengan firman dan tiba-tiba engkau dipanggil Tuhan, apa yang terjadi? Justru karena kesudahan segala sesuatu sudah dekat, kita harus bisa menguasai diri kita dan jadilah tenang supaya kamu dapat berdua.
7:45 Saya beberapa kali ngonselingin para pelayan Tuhan itu. Mereka baru ribut dengan istrinya, baru ribut dengan orang lain, bikin kekacauan, bikin keributan, bikin dosa, tapi tetap bisa melayani. Bagaimana mungkin bisa melayani tanpa rasa tertuduh? tentunya kalau kita ini hidup benar di hadapan Tuhan ya, ketika kita melakukan dosa, ketika kita melakukan pelanggaran yang benar-benar melukai hatinya Tuhan, ya tentunya kita ini enggak bisa berdoa sampai kita bereskan dulu. Bapak, Ibu, kalau kamu sudah terbiasa melakukan dosa, hidup jatuh dalam dosa, tapi enggak ada rasa tertemplak, enggak ada pertobatan, artinya kamu itu benar-benar enggak bisa berdoa dan hubunganmu putus dengan Tuhan. Loh, orang yang hubungannya baik dengan Tuhan, orang yang membangun hubungan yang dengan baik dengan Tuhan,
8:32 apa yang terjadi? Memiliki kepekaan di dalam dirinya, memiliki ketajaman di dalam dirinya. Karena ketika kita ini berdoa membangun keintiman dengan Tuhan, ada hal-hal yang gak sesuai dengan firman dan kita selaraskan dengan firman dan kita berubah, kita berjalan sesuai dengan firman, kita bertindak sesuai dengan firman dan apa yang terjadi? Hidup kita semakin hari semakin diubahkan. Semakin diubahkan, semakin diubahkan. Kita memiliki kepekaan yang tajam. Tambah hari, tambah kita bisa menguasai diri kita sehingga segala sesuatu yang kita perbuat mencerminkan tindakannya Yesus, perbuatannya Yesus. Di 2 Petrus pasal yang pertama ayat yang kelima mulai. Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh, kita harus
9:17 sungguh-sungguh dalam segala hal berusaha untuk menambahkan iman kita, imanmu, kebajikan dan kebajikan pengetahuan kebenaran firman Tuhan tentunya. Karena firman yang kita mengerti, firman itu akan memerdekakan kita. Kalau kita enggak belajar firman, kita enggak tahu bagaimana bertindak, bagaimana bersikap, ketika Bapak, Ibu disingkapkan pewahyuan lewat pengajaran, Bapak, Ibu tahu bisa mengendalikan diri, bisa menguasai diri, bisa bertindak tepat karena memiliki pengetahuan. Dan ketika kita memiliki pengetahuan kebenaran akan firman Tuhan, akhirnya kita memiliki pengetahuan penguasaan diri. Firman ini yang kita harus renungkan. Firman ini yang harus kita mengerti, Bapak, Ibu. Mendengar firman
10:03 itu bagus, tapi kalau mendengar tok tanpa melakukan sia-sia. Justru karena kita belajar firman, kita praktikkan dalam kehidupan kita sehingga kita memiliki pengetahuan, penguasaan diri. Kalau kita sudah memiliki pengetahuan penguasaan diri, ujungnya kita menjadi orang yang tekun. Tekun bisa mengendalikan diri dengan baik. Ketika mungkin pasangan hidupmu berkhianat, selingkuh, berzina, engkau bisa mengendalikan dirimu. Tidak histeris, panik, ya. Mungkin kecewa, iya, terluka iya. Tapi dengan cepat hatimu cepat pulih dan kamu menjadi pengantara antara pasangan hidupmu dengan Tuhan supaya dia tidak jatuh dalam dosa terus-terusan. Tidak hidup di dalam dosa. Kamu bisa menguasai dirimu dengan baik. Kamu bisa
10:48 mengendalikan dirimu dengan baik. Karena apa? Bisa menguasai diri. Tapi kalau orang gak bisa menguasai diri, apa yang terjadi ketika mungkin pasangannya berkhianat, selingkuh, berzina, jatuh dalam dosa, punya simpenan, punya wanita sundal dan lain sebagainya. Apa yang terjadi? Langsung buru-buru, ajukan gugatan cerai. Itu, Bapak, Ibu. Menyelesaikan masalahmu dengan jalan pintas. Lari dari masalah, Bapak, Ibu. Masalah apapun, Saudara-saudara terkasih, engkau harus hadapi dan jangan pernah lari dari masalah. Kamu lari dari masalah, kamu akan dikejar masalah. Kamu hadapin masalah-masalah akan takluk dan tunduk di hadapanmu. Banyak orang kadang lari dari masalah. Mencari solusi cepat, tapi
11:34 sebenarnya mereka terjebak dengan masalah yang lebih baru. Kita harus bisa menguasai diri dalam segala hal. ketika diperlakukan buruk orang lain, ketika dikhianatin, ketika ditipu, ketika diperlakukan jahat, kita bisa mengendalikan diri kita sehingga sikap kita yang keluar manifestasinya adalah tindakan Yesus. Bapak, Ibu, kalau kita ini bersikap bersikap dengan benar, memiliki sikap hati yang benar di hadapan Tuhan, Tuhan itu lihat loh, apapun yang kita kerjakan, apapun yang kita lakukan, dia tidak tutup mata. dia pasti ada perhitungan karena kita memiliki sikap hati yang benar. Tuhan yang menjadi pembela kita. Tapi kebanyakan kita membela diri kita sendiri dan akhirnya berujung dengan
12:20 masalah dan persoalan. Kalau kita enggak bisa mengendalikan diri, kita akan pakai cara kita sendiri untuk menyelesaikan masalah dan ujungnya pasti trouble. Kita harus bisa mengendalikan diri, kita harus bisa menguasai diri. Kita harus bisa menaklukkan diri sepenuhnya di hadapan Tuhan supaya semakin hari semakin kita bisa bertindak tepat seperti firman, berkelakuan seperti firman. Alkitab berkata, "Dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri dan ketekunan kepada ketekunan kesalehan, akhirnya manifestasinya dari orang yang bisa menguasai diri. Akhirnya memiliki karakter menjadi orang yang saleh. Akhirnya jadi berkat kepada
13:07 semua orang. Bapak, Ibu coba kalau Bapak, Ibu enggak bisa menguasai diri dengan pasangan hidupmu saja, enggak mau ngalah, enggak mau merendahkan diri, ujungnya konflik loh. Hal kecil jadi hal besar. Bapak, Ibu, engkau menjadi orang yang angkuh dan sombong. Dalam kita hidup bertetangga pun akan selalu konflik berjemaat di gereja sesama pelayan hamba Tuhan selalu sel saling akan konflik karena kita pentingkan diri kita. Tapi kalau kita bisa mengendalikan diri kita akan menjadi berkat, kita akan menjadi contoh, kita akan menjadi teladan, bahkan hidup kita akan mempermuliakan nama Tuhan. Ini blue proses ini. Mengendalikan diri itu tidak langsung perlu tahap pertahap, step by step. Hari ini kita punya kelemahan apa?
13:53 Kita serahkan sama Tuhan. Kita taklukkan diri kita sepenuhnya di hadapan Tuhan. Step by step kita semakin diubahkan. Semakin hari semakin diubahkan. Semakin hari semakin diubahkan. Semakin hari semakin diubahkan, semakin menyerupai Yesus Kristus. Kita semuanya ini sedang dalam perjalanan untuk diubahkan menjadi serupa segambar dengan Tuhan dalam sikap, tindakan, perbuatan kita. Akhirnya mencerminkan kemuliaan Tuhan. Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau yang kita kerjakan, yang kita lakukan hari ini benar-benar jadi berkat bagi banyak orang. Banyak orang akan diubahkan melalui kehidupan kita. Tapi kalau kita enggak bisa mengendalikan diri kita, kalau kita enggak bisa menguasai diri kita, semua orang akan tersandung dengan sikap kita. Apalagi para hamba Tuhan,
14:39 kalau engkau enggak bisa mengendalikan dirimu, bagaimana kamu memberitakan firman Tuhan? Saya ngajar firman Tuhan, saya belajar hidupin dulu baru saya bisa ajarkan. Kalau enggak saya ini cuap-cuap. Saya ini hanya ngomong kosong. Saya bertahun-tahun belajar menguasai diri saya, menaklukkan diri saya. Saya belajar merendahkan hati saya. Apakah enak? Tidak enak secara daging. Sakit rasanya secara daging. Tapi ketika kita belajar terus, memang daging kan harus disalibkan. Memang daging harus kita taklukkan. Semakin kita bisa menaklukkannya, semakin kita diubahkan. Semakin diubahkan, semakin diubahkan, ujung hidup kita jadi berkat. ujung kita hidup kita mempermuliakan nama Tuhan. Makanya kita mesti belajar
15:24 loh menaruh hati sepenuhnya di hadapan Tuhan. Mendedikasikan hidup sepenuhnya di hadapan Tuhan supaya apa? Kita ini semakin ada perubahan ke arah Kristus. Bapak, Ibu bisa bayangkan hidupmu enggak ada perubahan bertahun-tahun? Bapak, Ibu bisa bayangkan kelakuan, sikap dan tindakanmu tidak mencerminkan kemuliaan Tuhan. Apa yang terjadi? Kamu bikin trouble di mana-mana. Kamu bikin kekacauan di mana-mana. Kita hari ini belajar memberi sepenuhnya di hadapan Tuhan. Mendedikasikan hidup kita sepenuhnya di hadapan Tuhan. Menyerahkan diri kita sepenuhnya di hadapan Tuhan. Jadi orang Kristen harus bisa mengendalikan diri. Kalau kamu gampang jerit-jerit, teriak-teriak, apalagi di tempat umum teriak-teriak, jerit-jerit. Kalau sudah marah gak terkontrol, kamu bukti dikuasain oleh
16:12 kedagingan. Bahkan setan bisa ambil keuntungan dari sikap dan tindakanmu. Loh, kamu bisa dirasuk setan. Kalau manifestasinya sikap dan tindakanmu seperti itu, kita harus benar-benar berubah. Ini kalau kita enggak berubah, kekristenan kita ini enggak ada dampaknya sama sekali. Kita semakin hari harus berubah. karaktermu. Terutama itu ya yang merasa paling benar sendiri, yang merasa paling hebat sendiri, yang merasa paling unggul di antara yang lain ini kamu benar-benar berubah loh. Kalau engok enggak berubah, kamu enggak menyerahkan dirimu sepenuhnya di hadapan Tuhan, kamu jadi orang Kristen yang rajin ibadah tapi kedagingan. Jangan pernah berharap kamu diurapin Tuhan. Kamu akan jadi batu sandungan. Menguasain diri ini adalah jalan bukan tujuan. Sepanjang umur hidup kita, kita
16:59 harus menguasai, harus menguasai diri kita dengan baik dalam segala hal. Dalam berteman, dalam menguasai emosi, dalam menaklukkan pikiran, dalam berkata-kata, dalam bertindak, dalam menghadapi orang lain yang menyebalkan, dalam mengatur keuangan, mengatur emosi. Dalam segala hal, kita harus belajar menaklukkan diri kita kepada Kristus. Nanti orang bisa melihat manifestasinya dalam sikap tindakan kita ini seperti Kristus. Kadang ya di dalam hati kita, di dalam jiwa kita, terutama, di dalam pikiran kita, perasaan kita, di kehendak kita ini bertolak belakang dengan firman. Kadang kita ini seringki memandang sebelah mata orang lain loh, merendahkan
17:46 orang lain dan merasa diri kita paling baik loh. Apalagi kalau sudah ngerti firman kita merasa paling kudus dan paling berkenan sendiri di hadapan Tuhan. kita anggap rendah orang lain itu gak berkenan di hadapan Tuhan. Ujungnya kamu akan jatuh dalam kesombongan. Orang yang menguasai diri akan memiliki kerendahan hati. Hatinya lembut, hatinya dibentuk, diproses. Bisa bertindak tepat seperti firman, bisa bersikap tepat seperti firman. Hidupmu ditempatkan di mana pun jadi berkat. ketemu orang yang paling jahat sekalipun orang itu bisa takluk melihat karakter Kristus dalam hidupmu. Kamu ketemu orang yang jahat sekalipun orang itu bisa melihat kemuliaan Tuhan manifestasi dalam hidup orang bisa diubahkan. Kita semuanya hari ini adalah mencerminkan kemuliaan Tuhan
18:32 yang tidak terselubung sehingga semua orang bisa melihat terang kemuliaan itu dalam wujud pribadi kita ini. Orang bisa melihat manifestasi Tuhan yang bekerja dalam hidup kita. Bapak, Ibu berjalan, beri waktumu, beri hidupmu sepenuhnya di hadapan Tuhan. Dedikasikan sepenuhnya di hadapan Tuhan. Engkau akan melihat kedahsyatan Tuhan. Engkau akan melihat keajaiban Tuhan. Kau akan melihat sesuatu yang ajaib yang Tuhan akan kerjakan dalam hidupmu. Saya berdoa, apa yang kita pelajari hari ini akan tembus sampai kedalaman batinmu dan mengubahkan hidupmu sungguh-sungguh. Semakin hari semakin didapatin menjadi orang-orang yang bisa mengendalikan diri, bisa menguasai diri. di situasi buruk sekalipun eng bisa tenang. Orang-orang
19:19 yang bisa mengendalikan diri akan memiliki ketekunan. Orang yang memiliki ketekunan akan tabah, akan tenang, tidak akan khawatir. Dia akan cool. Dia bisa santai sekalipun di tengah badai. Seperti Yesus, dia bisa tidur di tengah badai. Kita ini ada Yesus kok. Ngapain kita menjadi orang yang panikan? Ngapain kita menjadi orang yang histeris dan jerat cerit kayak orang enggak kenal Tuhan? seperti itu. Kita adalah orang-orang yang diurapin Tuhan, orang-orang kesayangannya Tuhan, disertain Tuhan. Tuhan sendiri akan pimpin hidup kita. Tuhan akan bawa hidup kita. Tuhan akan bawa kita semakin menjadi terang dan kemuliaan bagi banyak orang. Dan nama Tuhan tentunya
20:05 dipermuliakan melalui hidup kita, melalui keluarga kita, melalui pelayanan kita, melalui apapun yang kita kerjakan. Amin. Tutup matamu, tutup Alkitab-Mu. Kita berdoa. Bapa, terima kasih buat firman-Mu. Kami matraikan dengan darah anak domba Allah. Firman ini nempel dalam hati kami berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bel firman jadi kehidupan. Dan mau berdoa setiap orang yang rajim dengan firman ini dijamah, dipulihkan, dilawat Tuhan. Namu berdoa Tuhan untuk orang-orang yang sakit dan mengalami kelem tubuh oleh bilur Yesus, oleh darah Yesus. Jadilah engkau tahir, jadilah engkau pulih, jadilah engkau sehat, jadilah engkau sembuh seperti sediakalah. Dalam nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur. Haleluya. Amin. And God bless you. [Tepuk tangan] Ada orang-orang tadi ketika kau
20:51 merasakan kuasa Tuhan, angkat tanganmu. Angkat tangan. Maju ke depan. Roh Kudus, aku mau buktikan kau hadir dalam bukan karena tapi karena suruh maju suruh maju.
21:42 [Musik] Jus [Musik] Jesus [Musik] Now Jesus [Musik]
22:27 name Jesus name Jesus Jesus Ibu ini sesang terima semakin semakin semakin [Musik] Saya lihat dalam mimpi ketika saya berdoa ada urapan [Musik] buat kuasanya power [Musik] Jesus tenang
23:14 [Musik] Jesus enggak tahan dengan hadirat Tuhan ya. Ya. Masih enggak tahan dengan hadirat Tuhan. Kuasa Jesus semakin mengalir Jesus. Biar [Musik]