0:00 Hari ini kita akan lanjutkan kembali. Kita akan belajar kebenaran firman Tuhan. Kita akan melihat kebenaran supaya pernikahan kita semakin powerful, hubungan suami istri semakin cinta sampai masa tua kita dipersatukan dalam Kristus. Tidak ada perselisihan. Dan anak-anak melihat bahwa hubungan kita dengan pasangan kita semakin diberkati Tuhan. Bapak, Ibu meski sadarin bahwa suami yang pegang otoritas tertinggi di dalam keluarga itu sudah ditaruh oleh ketetapan Tuhan suami yang utama. Dan jangan pernah istri ambil otoritasnya suami sebagai pemimpin di dalam keluarga. Ketika istri coba mengambil otoritas yang Tuhan kasih di dalam keluarga, apa yang terjadi? Suami merasa
0:46 tidak dihormatin, suami tidak merasa dihargain lagi. Makanya di Efesus pasal yang kelima ayat yang ke-22 sampai 24, "Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan." Ini yang gak gampang. Apalagi buat para istri yang terbiasa mandiri dari mudanya bisa cari uang sendiri, bisa kerja sendiri, bisa mencukupin kebutuhan sendiri. Tapi setelah nikah dan kebetulan suaminya ini lebih karakternya berbeda. Istri yang biasanya kolerik jadi leadership, jadi pemimpin menikah dengan suami yang agak sedikit santai, agak sedikit cuek dan penghasilannya lebih rendah dan coba-coba untuk ngambil otoritas Tuhan yang ditaruh kepada suaminya coba jadi pemimpin. Nah, apa
1:32 yang terjadi dengan pernikahan seperti itu? Trouble. Pernikahan yang seperti itu akan jadi masalah. ujungnya pasti akan ribut, akan gegeran, dan akan berantem. Makanya istri meski sadar, "Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan." Bapak, Bapak-bapak dan Ibu-ibu, Bapak Ibu meski sadarin dan mengerti firman Tuhan supaya firman yang kita mengerti ini memerdekakan. Bagi para ibu-ibu, bagi para wanita yang punya karir hebat di kantor, kalian bisa jadi CEO, bisa jadi direktur, bisa jadi manajer, bisa jadi pemimpin yang hebat di kantormu, dihormati anak buahmu, dihormatin karyawanmu, engkau jadi pemimpin yang ambil keputusan. Tetapi ketika di rumah, kamu harus tinggalkan
2:19 jabatan itu. Kau mesti tanggalkan jabatan itu dan kau mesti memposisikan diri sebagai istri yang menolong suamimu. Makanya kalau ini tidak disadari di dalam pernikahan terjadi keributan, terjadi cekcok, salah paham, dan istri merasa tersakiti. Wah, aku di kantor dihormatin, masa di rumah suamiku gak hormat. Bapak, Ibu, kalau dalam pemikiran Bapak, Ibu seperti itu, apa yang terjadi? Kekacauan. Dan istri coba ngambil keputusan semaunya sendiri tanpa melibatkan suaminya dan suaminya gak dihargain, suaminya dikata-katain, suaminya direndahkan, suaminya dimaki-maki, mungkin tidak dihormati. Anak-anak melihat itu akhirnya berdampak buruk kepada anak-anak. Istri ketika di
3:05 rumah engkau mesti belajar tunduk kepada suamimu, memposisikan diri sebagai penolong suamimu. Jangan sampai suami enggak dihormatin. Nih perhatikan. Karena suami adalah kepala istri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Suami ini pemimpinnya. Suami ini kepalanya. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikianlah juga istri kepada suaminya di dalam segala hal. Dalam segala hal belajar bahwa suamimu adalah pemimpin yang ditetapkan Tuhan. Kita sebagai laki-laki juga tidak memutuskan diri untuk jadi pemimpin. Tapi memang
3:51 sudah ketetapannya Tuhan bahwa Tuhan tetapkan kita sebagai pemimpin di dalam rumah tangga. Para ibu-ibu jangan ambil otoritas suamimu. Engkau coba jadi leader. Engkau coba mengatur semuanya. Engkau coba ngambil alih posisi suamimu. Nanti anak-anakmu akan terluka ngelihat kelakuanmu yang begitu otoriter itu. Posisikan diri yang tepat. Istri harus memposisikan diri menghormati suaminya di dalam rumah. sekalipun dia lebih santai, lebih rileks, dan kalian para istri lebih gercep menuj gerakmu, lebih cepat lebih bisa ngambil keputusan dengan cepat, bukan berarti suamimu lebih rendah. Di dalam pernikahan
4:37 Tuhan harus jadi yang utama. Baru posisinya suami, baru ada istri, setelah itu anak, setelah itu baru keluarga besar. keluarga inti dulu ini yang harus dibangun hubungannya dengan baik, diposisikannya dengan baik. Kalau tidak dalam pernikahanmu akan trouble, pernikahanmu akan bermasalah. Anak-anakmu nanti akan mewarisi masalah yang kamu kerjakan dan lakukan yang kamu perbuat itu. Jangan sampai selama kita ngerti kebenaran ini tidak melakukan kebenaran dan kita ngambil keputusan mau kita sendiri. Kita harus menempatkan diri dengan tepat dan bertanggung jawab dengan posisi yang Tuhan tempatkan di dalam kehidupan kita. Di Efesus 5 ayat 33, bagaimanapun juga bagi kamu
5:25 masing-masing berlaku, kasihlah istrimu seperti dirimu sendiri. Para suami harus mengasihi istrinya seperti dirinya sendiri juga. Jangan direndahkan, jangan dipandang rendah, jangan dipandang hina. Harus dikasihi, dicintai, didengar apa yang jadi keluhannya. diajak ngobrol, diajak cerita, dilibatkan juga dalam mengambil keputusan. Jangan dianggap sambil lalu, jangan juga dianggap sebagai penguasawa nafsumu. Dia adalah penolong yang Tuhan tetapkan dalam hidupmu, di pasangan hidupmu, seumur hidupmu. Harus belajar menghormati. Istrimu dulu adalah seorang anak yang dilahirkan dari orang tuanya. Dia punya papi yang membesarkannya dengan cinta. Jangan sampai setelah menikah denganmu, kamu sakitin, kamu lukai, kamu enggak
6:10 hormatin, kamu juga enggak peduli dengan perasaannya. Belajar tanggung jawab. Suami harus mengasihi istrinya seperti dirinya sendiri. Tidak mungkin seseorang akan melukai dirinya sendiri. Tidak mungkin orang akan menyakiti dirinya sendiri. Kecuali orang itu sudah agak gila. Sa seorang sudah tak waras lagi. Makanya dia mau menyakitin dirinya sendiri. Orang yang normal tidak mau menyakiti dirinya sendiri. Istri harus dikasihin seperti dirinya sendiri dan istri bagiannya istri hendaklah menghormati suaminya. Sebenarnya kebutuhan para lelaki itu simpel sekali untuk dihormatin, dihargain, diakui apa yang dikerjakan, dipuji. Sesekali dia akan merasa jadi orang yang terhormat di
6:57 dalam rumah tangganya. Bapak, Ibu bisa bayangkan posisi suamimu kamu gak pernah hormatin. Posisi suamimu gak pernah kamu puji. Kamu tidak pernah ngomong baik-baik. Ngomong di rumah selalu ketus. Ngomong di rumah selalu tajam, nyakitin, merendahkan. Apa yang terjadi? Mungkin suami diam, mungkin suami enggak bereaksi. Tapi perhatikan, ketika suami membuat diam, sudah berubah karakternya, sudah enggak ceria lagi, gak mesra lagi. Tinggal tunggu waktu itu meledak. Suatu hari ketika sudah meledak nanti sudah terlanjur, sudah terlalu sakit dan ujung-ujungnya bisa mengambil tindakan yang di luar kendali. Bisa saja menceraikan. Beberapa orang seorang istri yang dulunya
7:42 cerewetnya bukan main, ngatur suaminya, ngomongin menjelekkan, merendahkan suaminya dengan luar biasa. Dan tiba-tiba sampai bekejadian itu bertahun-tahun dan suaminya ngambil keputusan untuk gugat cerai. Sudah terlanjur, bagaimana lagi? Ya harus belajar memposisikan diri sebagai istri yang memiliki hikmat dan pengertian. Bukan sekedar bawel dan cerewet tanpa menghormati suamimu. Istri hendaklah menghormati suaminya. Kalau suami tidak dihormati di rumah tangganya, dia cari penghormatan di tempat lain. Mungkin di kantor dia juga dihormati luar biasa. Anak buahnya respek dan tunduk, karyawannya respek dan tunduk. Tapi ketika di rumah dia seperti anjing
8:28 kurap, seperti kucing kecemplung got. Enggak bisa ngapa-ngapain. Baru ngomong sedikit sudah disantap dengan kata-kata yang tajam, dengan kata-kata yang menyakitkan istri yang terlalu bawel, terlalu banyak menuntut. Apa yang terjadi? Orang yang diperlakukan seperti itu terus-terusan, cepat atau lambat dia akan ngambil keputusan yang fatal. Makanya para istri juga harus bertobat. Istri, kalau engkau pengin melihat suamimu diubahkan hari ini, semakin cinta dengan hidupmu, semakin mengasihi keluargamu, engkau mesti tambah cinta. Kau mesti jagain hati, sikap, dan tindakanmu. Ada perempuan-perempuan yang merasa dicintai oleh suaminya sampai enggak menghormati, enggak menghargai, enggak mengurus dirinya. Nah, ujungnya tiba-tiba suaminya selingkuh, sejungnya
9:15 suaminya berzin jatuh dalam dosa dan lain sebagainya. Jangan bangga kalau engkau dicintai tok. Kamu juga harus belajar mencintai pasangan hidupmu. Karena hubungan suami istri itu adalah dua pribadi yang saling memberi, saling menerima kelemahan dan kekurangannya, saling mengasihi dan mencintai. Tidak boleh ketika sudah menikah, cintamu turun sama seperti pada waktu pacaran sudah berbeda sekali. Dan ujungnya apa? Kalau sudah seperti itu ada yang salah. Justru setelah kita menikah, perasaan cinta kita ini harus tambah hari tambah berkobar-kobar. Tambah hari tambah cinta, tambah hari tambah saling bisa mengendalikan diri, saling menguasai diri, dan tambah kita pengertian segala
10:03 sesuatu masalah yang kita hadapi kita kerjakan bersama, selesaikan bersama tanpa harus saling menyakitin. Kebanyakan orang yang sudah hidup bareng, sudah tahu kelemahan, kekurangannya. Kalau ngomong serampangan, kalau ngomong nyakitin, kalau ngomong ketus, Bapak, Ibu, engkau juga harus bisa mengatur lidah bibirmu untuk ngomong manis dengan pasanganmu. Jangan kalau dengan orang lain ngomongmu manis, kelihatan baik, tapi kalau dengan pasangan hidupmu kamu kuat terus galaknya seperti herder itu nanti melukai dan menyakiti. Para suami juga harus mengasihi istrinya dan harus mencukupin semua kebutuhan keluarganya. Tapi di sisi lain para istri juga harus menghormati suaminya. Posisikan dia sebagai imam, raja, dan nabi dan
10:50 pemimpin di dalam keluargamu. Buat dia menjadi orang yang benar-benar dihormatin, diakuin kerja kerasnya. Jangan mentang-mentang penghasilanmu para istri lebih gede dan suamimu penghasilannya kecil, kamu enggak hormatin, kamu enggak hargain. ujungnya dia akan cari penghormatan orang lain. Suami itu kadang butuh didengar keluh kesahnya. Perlu ditopang karena istri bagiannya adalah penolong buat suaminya. Ketika suami banyak kerja keras di luaran sana, banyak tantangan, dia coba pulang ke rumah dan didapatin di rumah isinya cerewet bukan main. Semuanya dituntut, semuanya diperlakukan.
11:37 Seakan-akan tanggung jawabnya suami dan istri coba menekan dengan luar biasa. Nanti ujung-ujungnya akan terjadi kekacauan. Kadang suami perlu didengar, perlu dikuatkan apa yang terjadi dalam pekerjaannya, apa yang terjadi di jalan, apa yang terjadi dengan emosinya. Kadang suami memendam sendiri tapi istri kebeluru keburu dengan ngomelannya, dengan kata-kata yang tajamnya. Kadang para suami, Bapak, Ibu, suamimu butuh dikasihi, suamimu butuh diperhatikan, suamimu juga butuh cinta, suamimu juga harus tahu apa kebutuhannya. Itu juga tahu. Para istri juga harus tahu. Para laki-laki itu selalu membutuhkan seks. Di otaknya ada 95% banyak mikirin seks. Karena dalam 48 jam kantong spermanya
12:24 itu penuh dan harus ada pelampiasan. Jangan istri mentang-mentang karena mudah mencintai dengan urus rumah tangga capek kamu enggak mau layani suamimu nanti jadi trouble. Kalau masalah seks saja kamu enggak urusin dengan baik, nanti suamimu akan jadi cari wanita sundal akan mudah cari perhatian. Kenapa sih kok sebenarnya perselingkuhan itu terjadi di dalam sebuah pernikahan? Coba dikoreksi penyebabnya apa? Jangan-jangan penyebabnya gara-gara seksual, tidak saling memuaskan, tidak saling mengerti, tidak ngomong dengan terus terang, tidak bisa dibicarakan, semuanya disimpan sendiri. Ujungnya akan meledak. Masalah keuangan, masalah komunikasi, semuanya harus diomongi dengan baik. Hubungan suami istri itu adalah satu kesatuan.
13:11 Setelah menikah, diberkati pasangan suami dan istri adalah satu tubuh, satu jiwa yang tidak bisa dipisahkan kecuali maut yang memisahkan. Harusnya kalau satu tubuh semakin lama semakin kenal, semakin paham, semakin ngerti apa kekurangan pasangannya, apa kebutuhannya pasangannya, bukan malah nuntut pasangannya. Ada kekurangan, ada kelemahan, saling topang, dan apa yang terjadi dengan pernikahanmu? Semakin kuat, semakin kokoh, semakin teguh. Ketika ada masalah, ada perselisihan bisa dibicarakan dengan kepala yang dingin. Saling mengingatkan kelemahan masing-masing. Saling mengingatkan kekurangannya masing-masing. Dan apa yang terjadi kalau seperti itu? Tambah umur tambah cinta, tambah umur tambah setia, tambah umur tambah mengasihi.
13:59 Tapi banyak orang tidak terima dengan kelemahan dan kekurangannya pasangannya. Dituntut terus. Ketika enggak didapatkan, dia akan coba cari hal yang lain di luar pasangan hidupnya. Dan ujungnya trouble dan masalah. Hubungan suami istri harus tambah hari tambah mesra. Hubungan suami istri tambah hari harus tambah semakin mengerti kekurangan dan pasangan. Para suami, engkau juga harus mengasihi istrimu. Engkau harus mendengar apa yang istrimu katakan. Di sisi lain para istri engkau juga harus mendengar apa yang menjadi keluh kesahnya suamimu. Kadang dia gak ngomong tapi terpancar dari sikap dan gelagatnya. Mungkin dia tenang, diam, tapi dia memendam banyak rasa. Diajak
14:44 ngomong bersama kekurangannya, keinginannya dibicarakan. Jangan maumu sendiri. Kadang istri ini punya kelemahannya susah sekali ngomong minta maaf. Selalu pengin merasa benar. Selalu pengin merasa lebih hebat. selalu pengin merasa di atas rata-rata. Belajar saling mengerti satu dengan yang lain. J saya berdoa pernikahanmu semakin kokoh dan kuat dan teguh. Saya berdoa engkau semakin mengasihi pasanganmu sekalipun banyak kekurangan. Saya secara pribadi tidak pernah komplain dengan kekurangan istri saya. Saya tahu dia banyak kekurangan. Saya tahu dia gak sempurna. Tapi saya gak pernah ngomong kejelekannya di depan dia. Saya gak pernah komplain dengan kelemahannya. Saya belajar menerima. Saya belajar mengasihi, saya belajar menjadi suami
15:33 yang baik dan takut akan saya belajar menjadi contoh. Dan apa yang terjadi? Dia banyak berubah. Ketika saya berubah, pasangan saya banyak berubah. Tapi banyak orang sering nuntut, "Kamu enggak seperti yang ku inginin kamu harusnya begini, kamu harusnya begitu. Kamu harusnya melakukan ini dan itu." Selalu pasangan selalu banyak dituntut. Semakin ibu, Bapak Ibu nuntut pasanganmu, dia semakin mengecewakan. Semakin kamu dikecewakan, kamu akan semakin sakit hati. Semakin sakit hati, kamu ujungnya bisa meledak dan melakukan banyak hal yang konyol. Makanya kita mesti belajar menerima kelemahan pasangan kita. Kita mesti belajar menerima kekurangan pasangan kita. Kita belajar mengisi kelemahan dan kekurangan pasangan kita.
16:18 Akhirnya apa? Saling mengerti. Dibicarakan dengan kepala yang dingin. Diomongin dengan hikmat dan pengertian. dibicarakan dengan sungguh hati. Jangan sampai kita menjadi orang yang gak memiliki hikmat dan pengertian. Saya berdoa, tambah hari pernikahanmu tambah kokoh dan teguh. Kalau pernikahanmu tambah cinta dengan pasangan hidupmu, anak-anakmu melihat papi dan mami ini sayang. Papi dan mami ini penuh hikmat dan pengertian. Nanti kamu jadi figur yang akan dicontoh oleh anak-anakmu. Entah itu figur yang baik atau entah itu figur yang buruk. Karena sikap dan tindakan orang tuanya itu jadi guru, jadi contoh yang akan di dilihat dan akan di dilakukan oleh anak-anakmu.
17:05 Akan dikerjakan oleh anak-anakmu. Dia persis jiplak kelakuanmu. Hari ini belum terlambat dan Tuhan masih bisa buat mukjizat dan kau mesti belajar menerima dan kelemahan kekurangan pasanganmu. Jangan setelah menikah kamu gak pernah dandan, kamu enggak pernah urus dirimu. Bapak, Ibu, kita ini berdandan beli baju bagus, kita berdandan bagus, pakai make up yang cantik, pakai skincare dan lain sebagainya. Kita itu berdandan yang pertama kali untuk pasangan kita, bukan untuk orang lain. Ibu-ibu perhatikan, kalian berdandan bukan untuk pamer kepada temanmu, teman sosialitamu, bukan teman kantormu, teman keluargamu, dan yang lain atau laki-laki lain yang paling konyol. Kalian itu
17:52 berdandan untuk suamimu. Mau dipesta, mau keluar, atau mau di rumah, dandan yang manis. Jangan acak-acakan. Mentang-mentang kamu sudah memiliki suamimu, kamu enggak mau urus. Padahal di luaran sana banyak perempuan yang lebih cantik, lebih wangi, lebih menggoda. Tapi kamu di rumah enggak bisa kontrol bentuk badan, makan serampangan, rambut acak-acakan, baju serampangan. Belajar kendalikan lidah bubirmu untuk ngontrol pola makanmu supaya enggak terlalu kegendutan. bentuk badan itu ada gitu loh. Badan juga terlihat wangi karena di luaran sana banyak wanita-wanita yang lebih cantik, lebih wangi, lebih ngomongnya manis dan lain sebagainya.
18:39 Tapi kalau istri di rumah kayak herder, terus suami di kantor ketemu sekretaris, mungkin karyawan yang ngomongnya manis, hati-hati itu bisa bahaya. Makanya koreksi diri para istri. Kalau engkau pengin ngelihat suamimu berubah, kamu juga harus berubah. Para istri, engkau kalau pengin melihat suamimu diubahkan, engkau yang memulai perubahan itu dulu. Baru pelan-pelan engkau akan melihat kasih setia Tuhan, kebaikan Tuhan yang bekerja atas hidupmu. Saling mengerti, saling menghormati, diomongin dengan penuh hikmat dan pengertian. Jangan besarkan amarahmu. Engau ndak hormatin, enggau ndak hargain, engkau permalukan pasangan hidupmu di depan umum. Tinggal
19:25 tunggu waktu kamu akan ketemu dengan perkara yang lebih ruat dalam hidupmu. Belajar menghormati. Tutupin semua kelemahan, kekurangan pasanganmu. Jadikan dia orang yang kamu bisa cintai dengan sepenuh hatimu. Kamu bisa proteksi, jagain dari semua hal-hal yang buruk, hal-hal kelemahannya. Jangan sampai diumbar di tempat umum. Cukup kamu sendiri yang tahu. Dan pelan-pelan kau akan melihat bagaimana Tuhan bekerja dengan cara yang ajaib buat mukjizat dalam hidupmu. Dan keluargamu akan jadi berkat bagi banyak orang. Saya berdoa banyak pasangan yang hari ini sering trouble, sering ribut, sering gegeran, sering ngomong ketus, mulai berubah, mulai mengasihi, mulai menghormati, mulai bersikap dengan tepat. Dan saya
20:12 berdoa pernikahanmu semakin kekal dan abadi sampai maut membisakan. Tutup matamu, tutup Alkitab-Mu. Kita berdoa Bapa. Terima kasih buat firman-Mu. Kami matraikan dengan darah anak domba. Firman nempel dalam hati kami. Berhari-hari berminggu-minggu berbulan firman jadi kehidupan dan hamba-Mu berdoa. Setiap orang yang mendengar firman ini diubahkan, dijamah, dipulihkan, dan dilawat Tuhan. Terima kasih yang Tuhan. Kami kembalikan semuanya untuk hormat kemuliaan bagi raja kami yang maha mulia. Dalam nama Yesus kami berdoa dan mengucap syukur Tuhan beront orang-orang yang sakit dan mengalami kelemahan tubuh oleh bilor Yesus oleh darah Yesus jadilah engkau tahir pulih, sembuh sedihlah dalam nama Yesus jadi seperti aku doakan katakan haleluya amin God bless
21:00 Now Jesus name Jesus name Jesus Jesus Ibu ini sesang terima Semakin semakin kuat semakin saya lihat dalam mimpi ketika saya berdoa ada urapan buat kuasanya
21:47 Jesus tenang down tahan dengan hadirat Tuhan ya. Iya. masih enggak tahan dengan hadirat Tuhan. Kuasa Jesus name semakin mengar Jesus name. Biarin tuan Tuhan now. Jesus name. Jesus name Jesus go. Jesus.
22:37 Saya lihat dalam mimpi ketika saya berdoa naramu Naram ini
23:38 kami mengasihi-Mu. Kami mencintai-Mu Tuhan. Roh Kudus, Roh Kudus.
24:41 sembah dia. Angkat suaramu, nyanyikan masmu. Tinggikan raja di atas segala raja Allah yang perkasa. Oh. Oh, we worship you. We adore you. We adore you.
25:45 Mia We love you. We praise you. We love you. We praise you. We praise you. We praise you. Dari hati kami keluar nyanyian yang mengasihi-Mu. Dari hati kami.
26:34 Kami naikkan mazmur yang meninggikan nama-Mu, Tuhan. Tuhan, kami mencintai-Mu Tuhan. Kami mengasihim-Mu.
27:41 Kau saja yang suci. Kau saja yang layak. Kau layak terima glori. Yesus kau Tuhan. Kau saja yang suci. Kau saja yang layak.
28:31 Kau layah terima glori. Hanya kau Tuhan. Terima kasih Roh Kudus. Terima kasih. Kami mengasihi-Mu Tuhan. Sungguh hati kami mencintai Engkau lebih dari apun juga. Tapi dalam kedagingan kami, kami sering
29:18 melakukan hal yang menyakiti, yang bertolak belakang dengan kehendak-Mu. Berikan kemampuan kami setiap hari untuk berjalan dalam kesucian dan kekudusan. Kami tidak mampu berjalan tanpa Engkau Roh Kudus. Pegang tangan kami, pegang hati kami. Lihat sampai kedalaman batin kami. Kami mencintai Tuhan. Kami mengasihi Engkau. Kami pengin berkemenangan setiap hari. Dapatin kami menjadi orang
30:03 kesayangan-Mu. Terima kasih. Kami mau belajar apa yang kau mau Tuhan. Terima kasih dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Amin. Menikmati hadirat Tuhan, merasakan Tuhan datang. Yeah.