MENJADI ISTRI SEORANG PENOLONG - Ps. Ruth Julia

Ruth Julia www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas peran istri dalam mencari nafkah menurut perspektif Alkitab. Intinya adalah:

  • Kutukan setelah kejatuhan dalam dosa memengaruhi pria dan wanita secara berbeda: pria harus bersusah payah mencari nafkah, sementara wanita mengalami sakit saat melahirkan.
  • Tidak ada larangan eksplisit bagi wanita untuk bekerja dan mencari nafkah dalam Alkitab.
  • Istri dapat menjadi penolong yang luar biasa bagi suami dalam mencari nafkah, terutama jika suami mengalami kesulitan.
  • Kitab Amsal 31 menggambarkan wanita bijak yang aktif bekerja dan menghasilkan pendapatan untuk keluarganya.

Curhatan Seorang Wanita

Seorang wanita curhat kepada pembicara tentang suaminya yang kurang menghasilkan nafkah. Wanita itu mengeluh dan merasa bahwa suaminya tidak memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga yang seharusnya mencari nafkah agar istri bisa tinggal enak. Pembicara setuju bahwa suami adalah kepala keluarga, tetapi juga memiliki pandangan lain setelah membaca Kejadian 3.

Kutukan Setelah Kejatuhan Dalam Dosa

Setelah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, Tuhan memberikan kutukan yang berbeda kepada pria dan wanita. Wanita dikutuk dengan susah payah saat mengandung dan melahirkan. Pria dikutuk dengan harus bersusah payah mencari rezeki dari tanah seumur hidupnya. Pembicara menyimpulkan bahwa wanita tidak berada di bawah kutukan susah mencari makan seperti pria, sehingga ada kemungkinan wanita bisa mencari nafkah dengan lebih mudah.

Peran Istri Menurut Efesus dan Tradisi Yahudi

Dalam Efesus, suami diperintahkan untuk mengasihi istri seperti Kristus mengasihi gereja. Tidak ada larangan bagi wanita untuk mencari nafkah. Dalam tradisi Yahudi, banyak wanita bekerja di ladang dan mengurus peternakan. Kisah tentang bujang Abraham yang mencari istri untuk Ishak menunjukkan bahwa wanita pada zaman itu melakukan pekerjaan berat di ladang. Tokoh Sulamit dalam Kidung Agung digambarkan hitam manis karena sering terkena matahari saat mengurus domba.

Istri Sebagai Penolong dan Wanita Bijak dalam Amsal 31

Wanita diciptakan sebagai penolong, yang berarti mereka memiliki kekuatan ekstra. Jika seorang suami tidak mampu menafkahi keluarga dengan cukup, istri boleh dan bahkan bagus jika bisa ikut menolong mencari nafkah. Kitab Amsal 31 menggambarkan wanita bijak yang bangun pagi-pagi, menyiapkan makanan untuk seisi rumah, membuat kain untuk dijual, dan hasilnya digunakan untuk keluarga. Ini menunjukkan bahwa wanita tidak hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga memiliki pekerjaan yang menunjang keluarga.

Ajakan untuk Para Wanita

Pembicara mengajak para wanita untuk merenungkan kembali firman Tuhan. Jika ditempatkan pada posisi harus membantu mencari nafkah, bersyukurlah dan jangan merasa apes. Percayalah bahwa Anda sedang bergerak dan bertindak menjadi penolong yang luar biasa. Teruslah berkarya dan berpotensi sehingga Anda bisa menjadi istri dan ibu yang dibanggakan oleh seluruh keluarga.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 tidak bisa disangkal. Firman Tuhan sendiri juga mengatakan suami itu gambaran Kristus di mana Kristus menjadi kepala bagi gerejanya. Saya percaya bahwa Anda bergerak dan Anda sedang bertindak menjadi seorang penolong yang luar biasa. Teruslah berkarya, teruslah berpotensi sehingga Anda betul-betul bisa menjadi istri dan ibu yang dibanggakan oleh seluruh keluarga. Shalom saudara yang dikasihi Tuhan.

0:48 Kita akan melanjutkan lagi ya ee renungan kita dari kitab Kejadian. Dan sebelum kita baca, saya tuh teringat ada seorang wanita menghampirin saya curhat sambil ya sedikit-sedikit emosional lah. Dia cerita tentang suaminya yang bekerja tapi ee kurang menghasilkan. Kemudian dia mulai ngomel, mengeluh panjang tentang suaminya. Salah satu kalimat yang menarik perhatian saya adalah bukankah suami itu harusnya kan menjadi kepala keluarga. Betul saya setuju itu tidak bisa

1:36 disangkal. Firman Tuhan sendiri juga mengatakan suami itu gambaran Kristus di mana Kristus menjadi kepala bagi gerejanya. Lalu ada kalimat berikutnya dia ngatakan begini. Jadi harusnya tanggung jawab suami itu mencari nafkah. Istri itu harusnya tinggal duduk manis untuk menikmati. Dan sepanjang saya menikah, saya ini gak pernah enak, Bu. Saya akhirnya yang juga harus kerja keras banting tulang. Gimana ini? Suami saya sudah tidak memenuhi firman. Bukankah dia yang harus carikan makan untuk istri dan anak? Ada beberapa hal yang saya setuju di dalam kalimatnya,

2:23 tapi ada beberapa hal lain yang juga membuat saya berpikir karena saya membaca kitab Kejadian pasal 3. Kita lihat ya, Saudara. Pada waktu momen di mana Adam dan Hawa dikutuk ya dituliskan di ayat yang ke pasal 3 ya. Kita melihat kejadian pasal yang ketiga ayat yang ke-16. Firmannya kepada perempuan perempuan itu, "Susah payahmu waktu mengandung akan kubuat sangat banyak. Dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu. Namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu. Salah satu yang saya tangkap nih ya,

3:11 bahwa ketika manusia itu dikutuk karena mereka jatuh dalam dosa dan tidak taat, maka kutukan yang diberikan adalah untuk perempuan. Jadi ini perempuan dulu nih yang dikutuk ya. Karena kita tahu Hawalah yang istilahnya ngajak Adam nih ya untuk makan buah yang dilarang. Dan ketika Hawa ini dikutuk, kutukannya adalah susah payah waktu melahirkan. Jadi ini yang sudah kita lihat setiap wanita secara umumnya ketika melahirkan ya ini di luar operasi cesar ya tapi secara umum kita mengalami yang namanya sakit melahirkan.

3:58 Lalu ayat yang ke 17 ini kutukan buat Adam kaum pria. Lalu firmannya kepada manusia itu, "Karena engkau mendengarkan perkataan istrimu dan memakan dari buah pohon yang telah kuperintahkan kepadamu, jangan makan daripadanya, maka terkutuklah tanah karena engkau. Dengan bersusah payah, engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu." Jadi kalau saya melihat pria-pria itu kaum lelaki kaum Adam itu hidup di bawah kutuk yang namanya susah cari makan ya berpeluh berkeringat untuk mendapatkan makanan

4:44 dan kata makanan yang dipakai di sini jadi bersusah payah engkau mencari rezekimu itu adalah lebih memakai kata lehem atau roti Kita bicara tentang makanan ya. Kemudian dituliskan dengan berpeluh ayat 19. Dengan berpeluh engkau akan mencari lehemmu, rotimu. Ya, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah. Karena dari situlah engkau diambil sebab engkau debu dan kau akan kembali menjadi debu. Saya cuman mikir gini loh, berarti orang laki itu dikutuk cari makan susah. saya sempat balik berarti laki-laki itu enggak

5:32 ngalamin sakit melahirkan karena memang laki-laki gak bisa melahirkan dan wanita saya balik ya saya jadi mikir bahwa wanita itu juga tidak di bawah kutuk susah cari makan ini mengembalikan kepada satu pemik pikiran buat saya, Saudara boleh setuju, boleh enggak, tapi ini membuat pemikiran saya muncul sebuah ee idea gitu ya, bahwa berarti wanita itu karena tidak di bawah kutuk untuk cari makan, berarti ada possibility wanita itu bisa

6:18 mencari makan ee dengan sedikit lebih enak. makan gitu loh daripada pria. Karena pria tuh kutuknya tuh susahnya cari makan gitu. Makanya pria gak sakit kan karena gak melahirkan. Jadi wanita itu tidak ada di bawah kutuk yang dialami oleh kutuk Adam. Dan ini mengembalikan saya kembali mengenai pertanyaan dan statement wanita istri yang konseling sama saya. Saya tuh cuman mikir gini loh, kalau logikanya gitu, berarti wanita itu sebetulnya punya akses yang lebih gampang enggak ya untuk mencari makanan?

7:06 Di Efesus tentang hubungan suami istri, yang jelas Tuhan perintahkan suami itu harus mengasihi istri, mencintai istri seperti Kristus mencintai gerejanya. Berarti juga menerima istri seperti Kristus menerima gerejanya dengan kasih yang tanpa syarat. Saya ndak temukan sih di kitab Efesus itu bahwa wanita enggak boleh istilahnya enggak boleh cari nafkah. Bahkan kalau kita melihat tradisi dari orang Yahudi di Israel itu mereka banyak

7:51 wanita-wanita itu yang banyak yang mengerjakan di ladang. Bahkan saya menemukan sebuah artikel yang mengejutkan, Saudara, bahwa ternyata ee kebanyakan gembalaagembala itu banyak yang wanita juga. Karena wanita itu yang kebanyakan ngurus-ngurus juga peternakan gitu loh. Jadi, wanita itu banyak kerja. Saudara ingat cerita bahwa satu kali ee bujangnya Abraham disuruh mencarikan istri buat Isak dan dia punya satu syarat nih, dia batin di dalam hatinya. Pokoknya syaratnya wanita ini akan nawarin saya untuk memberikan air minum juga buat unta. Memberikan air minum

8:37 buat unta tuh kan berat. Karena unta itu minumnya kan banyak banget. Bukan cuman satu dua gelas, tapi bisa galonan kan. Berarti itu kan ngambil airnya kan berat toh, Saudara. Tapi kenapa bujangnya Abraham itu minta seperti itu? Berarti ee ada kemungkinan besar bahwa wanita-wanita itu memang melakukan pekerjaan itu di ladang. Melakukan pekerjaan itu di ladang. Kita bisa menemukan juga di Kidung Agung ya, Sulamit. Jadi, tokoh wanita di Kidung Agung itu digambarkan hitam manis. Kenapa hitam manis? Bukan karena dari suku tertentu, tapi karena artinya itu dia banyak kena sengatan terik matahari karena dia yang ngurus juga domba-domba. Jadi setahu saya, sejauh yang saya

9:24 tangkap bahwa tidak ada larangan sih secara langsung ee tidak ada larangan bahwa wanita itu gak boleh bekerja. Dan ditambah lagi dengan pengertian bahwa wanita itu diciptakan juga menjadi penolong. Kalau menjadi penolong nih logikanya para pria jangan protes ya. Kalau menjadi penolong berarti kan wanita itu punya kekuatan ekstra lebih sedikit lah ya daripada pria nih ya. Makanya dia disuruh jadi penolong gitu loh kan. Nah, jadi dari beberapa pengertian ini saya menangkap bahwa ketika seorang suami di dalam rumah tangga misalnya entah karena kondisi fisik atau karena kondisi pekerjaan sehingga tidak mampu

10:13 menafkahi lebih dari cukup atau tidak mampu menafkahi banyak seperti yang seorang istri expect. Saya percaya bahwa tidak ada salahnya. Bahkan menurut saya adalah bagus kalau seorang istri bisa ikut menolong untuk suaminya, bisa ikut membantu nafkah bagi rumah tangganya, bisa untuk membantu mencari nafkah untuk kelangsungan hidup rumah tangga. Di kitab Amsal pasal 31 ternyata tentang wanita bijak. Saudara bisa melihat lagi dengan jelas bagaimana sosok wanita ini dia digambarkan

10:58 pagi-pagi dia bangun, dia menyiapkan para pegawainya. Berarti dia punya pegawai loh. Terus dia menyulap, membuat kain. Lalu kain itu dijual di pasar dan hasilnya dipakai untuk keluarganya. lalu dia menyiapkan makanan untuk seisi rumahnya. Jadi lagi-lagi kita bisa temukan bahwa sosok wanita di sini bukan wanita yang ndak ndak bekerja loh. Wanita yang justru saya lihat ya dia ngurus rumah tangga, dia ngurus suami dan ngurus anak-anak. Masih dia juga ngurus kerjaan, masih dia juga punya pekerjaan. Pekerjaan yang bisa men-support keluarga juga. Jadi kalau kita mendengar sebuah statement bahwa

11:45 seakan-akan nafkah itu harus 100% itu suami. Jadi istri itu harusnya duduk manis saja tinggal enak-enak. Ee ini yang enggak saya temukan di banyak ayat firman Tuhan. Justru yang saya temukan istri itu menjadi penolong yang bisa men-support sehingga menurut kitab Amsal hati suaminya itu bangga kepada istrinya. Karena itu melalui renungan ini saya mengajak terutama para wanita untuk merenungkan kembali firman ini. Kalau memang saudara ditempatkan pada posisi di mana Anda itu sepertinya harus juga ee dihadapkan dengan kondisi Anda harus membantu mencari nafkah, bersyukurlah dengan itu dan

12:32 jangan merasa bahwa Anda kok apes gitu ya. Enggak. Saya percaya bahwa Anda bergerak dan Anda sedang bertindak menjadi seorang penolong yang luar biasa. Teruslah berkarya, teruslah berpotensi sehingga Anda betul-betul bisa menjadi istri dan ibu yang dibanggakan oleh seluruh keluarga. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube