MENYIMPAN KEPAHITAN MENDATANGKAN KUTUK - Ps. Ruth Julia

Ruth Julia www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang bagaimana menyimpan kepahitan dalam hati dapat mendatangkan kutuk dalam hidup kita. Dijelaskan berbagai arti kata "kutuk" dalam bahasa Ibrani dan bagaimana kepahitan dapat menghalangi berkat Tuhan. Introspeksi diri dan penyelesaian konflik dengan sesama ditekankan sebagai kunci untuk membebaskan diri dari kutuk dan mengalami berkat penuh.

  • Menyimpan kepahitan mengundang kutuk dan menghalangi berkat.
  • Penting untuk introspeksi diri dan menyelesaikan konflik dengan sesama.
  • Memaafkan dan meminta maaf adalah kunci pemulihan dan berkat.

Pengantar

Menyimpan kepahitan dalam hati dapat mendatangkan kutuk dalam hidup, menyebabkan rintangan dan kesulitan dalam segala usaha. Hati yang pahit menjadi penyebab mengapa apa yang kita kerjakan dan jalan kita menjadi semakin banyak rintangan, semakin tidak mudah, dan semakin banyak musibah.

Kutuk dalam Kejadian 3:17-19

Ayat Kejadian 3:17-19 menjelaskan tentang kutuk yang menimpa manusia setelah memakan buah terlarang. Tanah menjadi terkutuk, manusia harus bersusah payah mencari rezeki, dan hidup dipenuhi dengan semak duri. Pada bagian ini dijelaskan bahwa Alkitab memiliki beberapa kata kutuk dalam bahasa Ibrani.

Lima Arti Kata Kutuk dalam Bahasa Ibrani

Terdapat lima kata dalam bahasa Ibrani yang memiliki arti "kutuk":

  1. Kalal: Menjadi tidak berarti, kehilangan nilai penting, dan tidak berguna.
  2. Arar: Membuat jadi pahit dan menghimpit dengan banyak sekali hambatan atau rintangan.
  3. Allah: Membuat jadi nihil atau nol.
  4. Nagap: Seperti dilubangi, sehingga apa yang dikerjakan selalu hilang atau tidak membuahkan hasil.
  5. Kabab: Tertikam, dibunuh secara khusus dengan kata-kata, menghancurkan, dan menyakiti.

Arar: Kepahitan dan Rintangan

Kata "arar" memiliki arti pahit dan menghimpit dengan banyak rintangan. Menyimpan kepahitan dalam hidup sama dengan mengundang kutuk, menyebabkan banyak halangan dan kesusahan dalam segala usaha. Hati yang pahit merupakan salah satu penyebab bahwa apa yang kita kerjakan jalan kita jadi semakin banyak rintangan, semakin tidak mudah, semakin ada saja musibahnya.

Introspeksi dan Pengampunan

Penting untuk memeriksa hati dan menyelesaikan masalah yang belum selesai. Jika ada kepahitan atau konflik dengan sesama, selesaikanlah terlebih dahulu sebelum berdoa atau menyembah Tuhan. Jika kita tidak bisa mengampuni, Tuhan pun tidak bisa mengampuni kita. Salah satu kunci pemulihan adalah memeriksa hati kita.

Menyelesaikan Konflik dengan Sesama

Injil Matius mengajarkan bahwa jika kita teringat ada masalah dengan saudara kita, tinggalkan persembahan dan selesaikanlah terlebih dahulu. Apalagi kalau kita yang menyimpan kebencian, kondisi seperti itu akan membuat segala berkat Tuhan akan tertutup.

Akibat Kutuk dan Solusinya

Kutuk membuat hidup menjadi tidak penting, tidak berguna, nihil, dan seperti berlubang tanpa hasil. Hati menjadi sakit dan berkat menjadi mati. Oleh karena itu, periksalah hati, selesaikan kepahitan, dan berusahalah untuk meminta maaf jika perlu. Lakukan bagian kita untuk tidak mendatangkan kutuk dalam hidup.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Kalau kita hidup ini menyimpan pahit, menyimpan kepahitan, maka kita mendatangkan kutuk. Kalau kita menyimpan kepahitan dalam hidup ini, maka hidup kita ini sedang mengundang kutuk. Hati yang pahit merupakan salah satu penyebab bahwa apa yang kita kerjakan, jalan kita jadi semakin banyak rintangan. Semakin gak mudah, semakin ada aja musibahnya karena kita menyimpan hati yang pahit.

0:50 Kita akan kembali merenungkan firman Tuhan dari kitab Kejadian. Kita akan melihat kejadian pasal 3 ayat 17 sampai dengan 19. Lalu firmannya kepada manusia itu, "Karena engkau mendengarkan perkataan istrimu dan memakan dari buah pohon yang telah kuperintahkan kepadamu, jangan makan daripadanya. Maka terkutuklah tanah karena engkau. Dengan bersusah payah, engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu. Semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu. Dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu. Dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu sampai engkau kembali

1:37 lagi menjadi tanah. Karena dari situlah engkau diambil, sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu. Menarik sekali ketika saya membaca ayat ini, saya tertarik dengan kata-kata kutuk, Saudara. Dan ternyata di Alkitab itu ada beberapa macam kata kutuk dalam bahasa Ibraninya. Yang pertama, ya kalal. Kita melihat salah satu contohnya di Amsal 26 ayat yang kedua. Jadi, arti kata kalal itu artinya menjadi tidak berarti, menjadi

2:22 kehilangan pentingnya, nilai pentingnya. Jadi menjadi tidak berguna. Itu kata kalal. Yang kedua, kata arar. Contohnya ada di Kejadian 3 ayat 17 ini yang dipakai adalah kata arar dan kemudian kata Allah bukan double L ya A L A H Kejadian 24 ayat 41 contohnya arti kata Allah itu adalah membuat jadi nihil nolab Kejadian 30 ayat 28 contohnya nya to perfor it dilubangi.

3:07 Pernah bayangin enggak saudara? Saudara punya apa ya misalnya bejana terus dilubangin isinya itu keluar terus. Nah, ini arti kata nagap. Jadi orang yang hidup di bawah kutuk apa yang dikerjakan itu bolong terus hilang terus. Ngerjain apa-apa ndak jadi. Ngerjain setengah mati susah payah hasilnya habis juga. Tiap bulan ada aja pengeluaran, ada aja yang sakit, ada aja musibah. Jadi ini seperti dilubangin. Terus arti kata kutuk yang kelima dalam bahasa Ibraninya adalah kabab. Q A B A BA. Kalau huruf latinnya. Salah satu contoh yang lain dalam bilangan pasal 23 ayat 7 sampai

3:53 dengan ayat yang ke-8. Arti kata kabab atau kutuk di sini adalah tertikam, dibunuh secara khusus dengan kata-kata. Jadi saya itu membayangkan bahwa kata-kata itu bisa mendatangkan kutuk ya. Jadi ini kutuk yang datang mematikan, menghancurkan. Mempunyai arti membunuh menghancurkan menikam menyakiti, merusak melalui bentuk kata-kata. Saya mau fokus dulu pada salah satu arti kata ee bahasa Ibrani kutuk dalam Kejadian 3 ayat 17 ini yang dipakai adalah arar. Menariknya kata arar ini

4:41 punya pengertian pahit. Punya pengertian pahit. Yang saya tangkap itu adalah begini, Saudara. Kalau kita hidup ini menyimpan pahit, menyimpan kepahitan, maka kita mendatangkan kutuk. Arti yang lain dari arar selain pahit menghimpit dengan banyak sekali hambatan atau rintangan. Kalau digabungkan dua pengertian ini, maka saya menyimpulkan begini. Kalau kita menyimpan kepahitan dalam hidup ini, maka hidup kita ini sedang mengundang kutuk. Dan apa saja yang kita kerjakan

5:28 itu akan membuat kita itu ngalamin banyak sekali halangan, ngalamin banyak sekali rintangan, Saudara. Mengalamin banyak sekali kesusahan. Mungkin saudara pernah tanya begini, "Kenapa ya saya ini ngerjain apa-apa gak jadi? Ngerjain apa-apa kok enggak diberkatin?" Coba introspeksi. Enggak selalu ee jawabannya karena arar, ya kan? Gak selalu jawabannya karena masalah hati yang pahit. Tapi hati yang pahit merupakan salah satu penyebab bahwa apa yang kita kerjakan jalan kita jadi semakin banyak rintangan, semakin gak mudah, semakin ada aja musibahnya karena

6:15 kita menyimpan hati yang pahit. Dalam pengalaman saya ketemu dengan banyak anak-anak Tuhan ketika mereka konseling soal masalah hidup mereka, salah satu yang sering juga saya tanyakan adalah masalah hati. Apakah mereka punya grud atau unek-unek atau kejengkelan, kekecewaan kepada seseorang. Kenapa saya bisa bertanya seperti itu? Karena saya secara pribadi itu mengalami bahwa ketika beberapa tahun lamanya saya menyimpan kepahitan dalam hati saya, satu kali ketika Tuhan konfrontasi saya, satu hal yang ditanyakan Tuhan membuat saya tercelik adalah begini. Tahukah kamu

7:01 bahwa kalau kamu tidak bisa mengampuni firmanku mengatakan, maka aku pun tidak bisa mengampuni kamu. Jadi logikanya kalau kita itu gak bisa diampunin, bagaimana mungkin kita bisa diberkatin? Jadi salah satu kunci pemulihan menurut saya kalau kita melihat dari ayat ini adalah bahwa kita perlu memeriksa hati kita, Saudara. Kalau memang hati kita ada sesuatu yang gak beres, mari kita belajar untuk menyelesaikan. Firman Tuhan di Injil Matius juga pernah ngomong begini, Saudara. Kalau kamu mempersembahkan sesuatu bikin mesbah, lalu kamu teringat akan ada barang

7:47 sesuatu di hati saudaramu terhadap kamu. Menariknya ayat itu bilang di hati saudaramu terhadap kamu, bukan di hatimu terhadap saudaramu. Jadi kita tuh tahu ada saudara kita yang mungkin punya ganjalan sama kita dan kita belum pernah pemberesan, kita belum pernah menyelesaikan dengan dia. Ini pun menurut Injil Matius, kita disuruh tinggalkan mesbah lalu selesaikan dulu dengan saudaramu itu baru kamu kembali mempersembahkan Mesba. Intinya bahwa ketika kita mau masuk dalam doa, kita mulai menyembah Tuhan, apalagi kalau kita tuh nyimpan kepahitan, kitanya yang nyimpan kepahitan. Sedangkan menurut Injil Matius, kalau kita tahu bahwa kita ini ada konflik nih ya, kita gak sampai kepahitan, tapi kita ada konflik nih,

8:34 ada seseorang kita yang juga ee punya grat sama kita. Menurut Injil Matius, kita tuh berhenti dulu lalu kita selesaiin dulu, kita benar-benar beresin, baru kemudian kita kembali untuk mempersembahkan mesbah. Nah, apalagi kalau kita yang menyimpan kebencian, Saudara, betapa lebih lagi kondisi seperti itu akan membuat segala blessing Tuhan ya akan tertutup. Karena itu, Saudara, kalau kita belajar arti kata arar ini, maka yuk kita belajar introspeksi. Apakah ada sesuatu yang kita simpan yang enggak berkenan sama Tuhan? Kalau kita melihat semua kata Ibrani dari kata

9:20 kutuk ini, kita melihat bahwa kalau hidup kita ada kutuk, kita dibuat jadi ndak penting, kita dibuat jadi ndak berguna, kita dibuat menjadi nihil, yaitu tadi kata Allah tadi kita dibuat menjadi nihil, nol. Kemudian kita hidup kita tuh seperti berlubang, enggak pernah ada hasil. Kamu menanam tapi belalang pelahap mengambil semuanya. Nah, ini ini sebetulnya menunjukkan kalau kita hidup dalam kutuk ini, ini yang bisa terjadi. Kemudian terjadi hati itu sakit, ditikam, dibunuh. Intinya berkat kita pun juga mati. Berkat kita

10:05 pun jadi terbunuh. Jadi intinya semua akibat dari kutuk ini enggak baguslah ya kan. Karena itu, Saudara pada renungan kali ini salah satu yang saya mau ajak kita memeriksa hati kita, adakah kita menyimpan mungkin kebencian atau kepahitan yang belum diselesaikan? Kalau iya atau mungkin saudara gak kepahitan tapi saudara tahu ada saudaramu yang kepahitan sama engkau. Pernah enggak? Coba selesaikan, coba datangin dan selesaikan. Dan kalau ee istilahnya kita harus belajar merendahkan hati untuk minta maaf. Tapi kalau kita itu sudah menyelesaikan, dia tetap marah, maka itu sudah bukan lagi menjadi satu istilahnya

10:52 beban yang harus membuat saudara gak bisa makan, gak bisa minum, saudara gak bisa tidur. Karena itu saudara sudah berusaha tapi mungkin dia tetap gak bisa maafin saudara. Ya, kita menyerahkan itu ke Tuhan. Tapi lakukan bagian saudara supaya apa? Apa yang kita kerjakan dalam hidup ini tidak mendatangkan kutuk dalam kehidupan kita.

Share

Ringkasan Video YouTube