I Am Loved : Begitu Besar Kasih Allah - Ps. Philip Mantofa (GMS Church)

Ringkasan Singkat

Khotbah ini membahas tentang kasih Allah yang besar kepada dunia, yang terungkap dalam pengorbanan Yesus Kristus. Penekanan diberikan pada pemahaman bahwa kasih Allah bersifat pribadi dan tak bersyarat, serta pentingnya hubungan pribadi dengan Tuhan di atas segala hal duniawi. Khotbah ini juga menyinggung tentang pentingnya gereja dalam menjangkau jiwa-jiwa dan pengalaman pribadi penulis tentang bagaimana kasih Tuhan menyelamatkannya dari depresi dan keinginan untuk bunuh diri.

  • Kasih Allah adalah karunia terbesar dalam hidup.
  • Kasih Allah bersifat pribadi dan tak bersyarat.
  • Tuhan ingin semua orang masuk surga dan menghabiskan kekekalan bersama-Nya.

Pembukaan

Pendeta Philip Mantofa membuka khotbah dengan menyapa jemaat dan mengumumkan acara-acara mendatang seperti Super Conference dan perjalanan ke Israel. Ia menekankan pentingnya merenungkan kasih Tuhan di awal tahun sebagai sumber kekuatan. Tema khotbah adalah "Aku Dikasihi" dan bagaimana pemahaman ini mendahului kemampuan kita untuk mengasihi dan melayani.

Begitu Besar Kasih Allah

Ayat Yohanes 3:16 dibedah untuk menunjukkan betapa besar kasih Allah kepada dunia. Pendeta Philip menekankan bahwa kasih adalah hal terbesar dalam hidup, bukan materi atau popularitas. Ia mengingatkan jemaat untuk memprioritaskan hubungan dengan Tuhan di atas segalanya, bahkan keluarga. Pada akhirnya, hanya hubungan dengan Tuhan yang akan kita bawa saat kematian.

Siapakah Dunia Itu?

Pendeta Philip menjelaskan bahwa "dunia" dalam Yohanes 3:16 merujuk kepada setiap orang secara individu. Tuhan mengasihi semua orang, baik maupun jahat, dan ingin mereka bertobat dan mengenal-Nya. Ia menekankan bahwa kasih Tuhan tidak setengah-setengah, melainkan sepenuhnya, bahkan sampai mati bagi orang berdosa.

Setiap Orang yang Percaya

Bagian ini membahas tentang kerinduan Tuhan agar setiap orang tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Pendeta Philip menekankan bahwa Tuhan tidak ingin seorang pun masuk neraka dan gereja harus terus menjangkau jiwa-jiwa. Ia berbagi pengalaman pribadinya tentang bagaimana Tuhan menggagalkan usahanya untuk bunuh diri pada usia 18 tahun melalui ibu gembalanya.

Kesaksian Pribadi

Pendeta Philip menceritakan pengalamannya menghadapi depresi pada usia 18 tahun dan bagaimana Tuhan campur tangan untuk menyelamatkannya. Ia menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda depresi pada orang lain dan tidak mengabaikannya. Ia juga menjelaskan bagaimana Tuhan menggunakan ibu gembalanya untuk menjangkau dan memberikan pengharapan kepadanya.

Rangkuman dan Aplikasi

Pendeta Philip merangkum khotbah dengan tiga poin utama: kasih adalah karunia terbesar, Yesus akan mati untuk setiap orang secara individu, dan Tuhan ingin kita semua masuk surga. Ia juga mengumumkan acara "Breakfast with God" di mana jemaat dapat memberikan persembahan kasih kepada Tuhan.

Pujian dan Penyembahan

Khotbah diakhiri dengan pujian dan penyembahan, termasuk lagu "Kasih-Mu Tiada Duanya" yang menekankan keunikan dan kebesaran kasih Tuhan. Jemaat diajak untuk bersyukur dan mengakui kasih Tuhan dalam hidup mereka.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Berikan sorak-sorai bagi ini. Haleluya. Terpujilah nama-Mu. Biar sesi firman ini menjadi perubahan hidup kami. Sembunyikan hamba di balik salibu. Urapi kami dalam nama Yesus. Amin. Selamat pagi gereja Tuhan. Apa kabar semua? Puji Tuhan. Semoga Anda sudah makan pagi belum? Nanti jangan telat makan setelah ini. Saya mau sapa semua kita termasuk yang live streaming hari ini adalah minggu live streaming di seluruh GMS tercinta. Welcome home to all of you. Kasih tepuk tangan untuk satu sama lain. [musik] Silakan duduk kembali. Thank you PW. [musik]

0:45 Saya tidak sabar untuk dua hal. khususnya tahun ini ketika kita akan reuni bersama-sama yaitu super conference nanti akan diadakan di tengah tahun. Kalau Anda belum mendaftar segeralah karena itu penting bagi Anda dan keluarga Anda. Lalu pendaftaran ke Israel sudah dibuka. Kalau Tuhan izinkan, kalau diberi kemampuan ke sana itu gak bisa asal kita mau. Kalau Tuhan buka kesempatan, itu adalah anugerah. bulan nanti bulan ee bulan November ya kita ke sana dan kita ada retreat juga di tanah perjanjian. Semoga Anda juga bisa ikut bersama dengan kami sepanjang hari ini. Saya khotbah saya sebagai berikut. Anda

1:32 bisa bisa tolong dimunculkan. Kebiasaan saya di awal tahun adalah merenungkan kasih Tuhan. Karena itu yang memberi saya kekuatan baru untuk setiap tahun yang saya mau jalani. Jadi saya mau bagikan dengan jemaat. I am loved. Aku dikasihi. Itu penting loh. Sebelum kita mengasihi, melayani, kita harus tahu dulu kalau Tuhan lebih dulu mengasihi aku. Tuhan lebih dulu melayani aku. Kalau enggak kita nanti berjalan bukan dengan kasih, lama-lama kita akan burn out. Lama-lama kita akan letih. Kalau bensinnya itu bukan kasih, lama-lama kita merasa

2:19 berat. seperti hukum Taurat ini kebiasaan saya year after year kalau menginjak tahun baru gitu saya selalu banyak merenungkan how much I am loved. Saya bukan orang yang sentimental sebenarnya bukan orang yang mudah nangis apalagi. Tapi di hadirat Allah itu saya selalu cengeng baik itu secara pribadi maupun waktu kita bersama-sama menyembah. Saya rasa hati yang mudah dijamak itu nanti akan menjadi hati yang mudah perkasa. Iman itu bekerja melalui kasih. Karena itu saya mau bagikan sepanjang hari dengan topik-topik setiap ibadah. Tentunya tiap kali saya khotbah enggak pernah sama.

3:06 Nah, begitu besar kasih Allah ibadah satu. Ibadah du saya mau bicara tentang dengan kasih yang kekal. Ibadah tiga bukan Esau. Tapi Yakub kukasihi. Apakah Tuhan pilih kasih? Ayah yang merangkulku. Ibadah empat ibadah terakhir bukan mengasihi tapi dikasihi dulu. Kita buka sama-sama satu ayat saja. Yohanes pasal yang ke-3 ayat 16. Ini ayat yang sangat terkenal. Boleh dikatakan John 3:16 adalah the Christian verse. Ya, ini adalah ayat yang sangat-sangat eh yang paling dikenal oleh dunia dari kekristenan. Kita baca bersama-sama dalam hitungan ketiga. One, two, 3. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia

3:51 telah mengaruniakan anaknya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Satu ayat ini dalam sekali. [musik] Coba saya bedah kata demi kata dan menunjukkan bagaimana Anda dan saya dikasihi dengan kasih yang luar biasa. Dan kalau kita gak mengerti itu, kita biasanya akan salah jalan dan semua keputusan kita akan berlawanan dengan Tuhan. Dimulai dengan kata atau kalimat, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini." Saya ringkas lagi ya dari kalimat itu masih kepanjangan karena begitu besar

4:37 kasih Allah akan dunia ini. Saya jadikan hanya karena begitu besar kasih. Masih kepanjangan saya cut lagi kata karenanya. garis bawahi begitu [musik] besar kasih. Do you get it in your spirit? Bahwa perkara terbesar dalam hidup kita itu bukan materi. Begitu besar kasih, kasihlah yang terbesar. Love is the greatest. Tapi kenapa manusia mengejar perkara-perkara fana dan sia-sia? Saya gak berkata kita pengangguran, jangan bekerja. Bukan. Tapi hatimu jangan terpaut pada hartamu. Pengakuan manusia yang maya,

5:22 puji-pujian yang sia-sia. Kasih itu orang yang real. Saya gak berkata bahwa yang online gak real, bukan. Tetapi jangan hidup demi popularitas. Hiduplah bersama lima roti, dua ikan yang ada di sekelilingmu. Orang-orang yang kau kenal dan mengenalmu, orang-orang yang Tuhan taruh dalam hidupmu secara directly, secara langsung. Jalinlah hubungan kasih yang murni dengan mereka. Dan perkara-perkara terindah dalam kehidupan kita adalah keluar. itu keluar dari hubungan yang nyata. Tapi dari semua hubungan itu yang paling penting adalah hubungan dengan Tuhan. Bahkan hubungan kita dengan keluarga

6:09 kita pun gak seberapa. Barang siapa mengikut aku, ia harus membenci ayah, ibunya, suami atau istrinya, anaknya sendiri. Itu bukan berarti diajari untuk benci. [musik] Tapi compare to God, dibandingkan dengan Allah, hubungan kita dengan sesama itu tidak seberapa. Seolah-olah perbandingannya itu benci dan cinta. Sepenting itu loh Tuhan dalam hidup kita, God is not just number one. He is every number in your life. Tuhan bukan hanya nomor satu. Dia nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10. Tuhanlah segala sesuatu. Tuhan di dalam segala-galanya. That's how important he is.

6:55 Seringkiali manusia tidak menggarap ini, tidak mengerjakan yang satu ini karena merasa Tuhan gak kelihatan. Jadi kita mengerjakan, kita benar-benar menitik beratkan hubungan kita dengan sesama kita dan bahkan rela meninggalkan Tuhan karena mereka. Berapa banyak orang menjual Yesus demi karirnya atau bahkan karena pernikahan mereka menyangkali Tuhan? Tahukah Anda bahwa waktu kita mati suatu hari kalau Tuhan belum datang kembali bertemu kita di awan-awan, yang kita bawa itu, believe it or not, hanya Roh Kudus. Tubuhmu pun akan kembali [musik] menjadi debu, tanah kembali menjadi tanah.

7:43 Suami istri pun nanti hidup di atas sana jikalau sama-sama selamat tidak akan kawin-mawinkan. Kita hidup bak malaikat bukan berarti tidak punya perasaan, tidak punya memori. You know, at the end of the day, di akhir hayat, kau hanya bawa Tuhan. Kenapa Tuhan tidak kita belan-belanin dalam hidup ini? Tuhan selalu menjadi yang kemudian. Dia gak pernah yang terdahulu. Apa-apa gampang nanti. Nanti kalau aku tua aku melayani Tuhan. Nanti kalau aku sembuh. Nanti kalau aku kaya aku memberi. Nanti kalau aku sembuh aku melayani. Kita gak pernah investasikan hidup kita

8:28 kepada apa yang paling-paling penting. Your relationship with God. Hubunganmu dengan Tuhan. Kalau kita punya mindset cara berpikir seperti ini, datang ke gereja pun tepat. Kita datang ke gereja itu untuk membangun hubungan kita dengan Tuhan. Karena kita tahu kita enggak bisa sendirian sekalipun kita bisa aja online belajar Alkitab, mudah. Sekarang pembicara A sampai Z ada, tapi bukan itu mengenal Tuhan gak bisa sendirian. Kita perlu juga gesekan. Kita perlu juga saudara seiman waktu kita melihat pada wajah saudara kita, kita bisa belajar sesuatu tentang Tuhan. Bahkan ketika mereka menjengkelkan. You know, it's in the interaction of

9:15 dalam interaksi satu dengan yang lain ini kita ketemu Tuhan. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini. Karena begitu besar kasih karunia terbesar di hidup ini ternyata adalah kasih. bukan materi. Materi itu bukan hanya money, materi itu juga darah daging. Saya diingatkan hari ini bahwa Tuhanlah segala-galanya dan bahwa Dia mencintai kita. Ayat ini bicara tentang pengorbanan Yesus di kayu salibnya. Bapak itu, Allah Bapa itu berikan putranya untuk kita. Karena Dia memberikan Yesus dalam hidup

10:01 kita. Kita dikasihinya. Bukankah sepatutnya kita berterima kasih? Bukankah sepatutnya kita mencari Dia? Bukannya sepatutnya mengasihi Tuhan harus menjadi perintah Allah yang pertama dan utama dalam kehidupan kita. Begitu besar kasih ini terngiang-ngiang di dalam pikiran saya. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini. Nah, sekarang pertanyaannya kedua. Siapakah itu dunia? Dunia terdengar sangat umum ya, general atau sangat luas. For God so love the world. Sebelum kita bahas tentang dunia ini, coba saya tanya, siapa yang hidup di dunia ini? Banyak orang. Oke. Siapakah

10:47 banyak orang itu? You and your family. Bukan [musik] Anda dan keluarga Anda. Bukan Anda dan orang-orang yang Anda kenal. Sekalipun Anda gak kenal semua orang. Bukan hanya orang terkenal kan. Semua orang di bawah kolong langit. Ini berarti Tuhan itu mati untuk setiap kita. Tapi masih terdengar luas ya. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia. Coba kita baca lanjutannya. Kita lebih mengerti hati Tuhan sehingga Ia telah mengaruniakan anaknya yang tunggal. Siapakah anak tunggal? Anak Allah Yesus namanya. Kita tahu namanya Yesus. Mengaruniakan anaknya yang tunggal supaya setiap orang, katakan setiap orang,

11:34 I love this. Dari luas jadi sempit. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, ia telah mengaruniakan anaknya supaya everyone, supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak binasa. Katakan setiap orang yang tadi pertama-tama begitu besar kasih. Yang kedua tadi kata setiap orang itu berarti one [musik] by one. Bahasa Spanishnya Uno. Uno by uno. Satu demi satu. Satu-satu aku sayang ibu. Dua-dua juga sayang ayah. Tiga sayang adik kakak. 1 2 t

12:22 sayang semuanya. Dari kecil kita diajari untuk berhitung. Satu sayang ibu sayang ayah. sayang kakak adik you see everyone. Anak kecil dalam lagu-lagu kuno itu mengajari kita untuk mencintai everyone in the family. Satu demi satu. Jangan pilih kasih. Masing-masing harus dikasihi. Ya. Tahukah Tuhan juga punya hati yang sama? Tuhan mengasihi everyone. Semua orang yang baik maupun yang jahat. Tuhan mengasihi mereka. Makanya Tuhan mati bagi mereka. Tujuan akhirnya supaya mereka bertobat dan kenal Tuhan. Tapi enggak semua orang yakin kalau Tuhan mengasihi dia

13:07 berdasarkan performanya dan berdasar kriteria aku ini siapa. Manusia itu kalau enggak condong sombong, dia cenderung minder. Sulit banget itu berada di tengah-tengah antara salib yang horizontal dan salib yang vertikal. Sulit orang itu mengenal senter hati Tuhan. Makanya harus dikhotbahkan, harus diberitakan kebenaran itu supaya manusia dibawa ke poros kehendak Allah. Tahukah bahwa everyone is love? Setengah mati by Tuhan? Wah, ini campur baur bahasanya. Tuhan bukan mencintaimu setengah mati. Tuhan mencintaimu mati. Kalau mencintai orang yang baik, masih

13:53 ada di dunia ini orang yang berani mati untuk orang baik. Saya yakin kita yang di dunia di di dunia timur kita diajari untuk menghormati orang tua kita. Jadi saya yakin banyak anak-anak yang rela berkorban demi ayahnya dan [musik] ibunya. Kenapa? Karena papa mama berjasa dalam hidup mereka. Tetapi jarang atau hampir enggak ada orang yang mau mati bagi orang benar. Lang lu bukan siapa-siapa. Misalnya kita dengar orang ditangkap nih tapi salah tangkap ceritanya

14:38 orang yang dijebak kena fitnah. Kita tahu kita tahu orang itu enggak salah kok. Tapi sebagai korban sistem misalnya. Nah, kalau seumpamanya misalnya orang itu akhirnya dieksekusi dengan tembak mati, adakah orang di masyarakat yang angkat tangan dan berkata, "Dia enggak salah. Aku rela ambil ambil tempatnya. Aku mau mati bagi orang benar." Enggak ada. Enggak ada orang. Sekepo-kepo orang kalau bicara soal berkorban, tiba-tiba semuanya individualistis. Makanya ayatnya ada itu Paulus berkata, "Bagi orang baik mungkin ada orang, tapi bagi orang yang benar mana ada yang mau mati. Tapi inilah tidak ada kasih lebih besar daripada ini." Seorang yang memberikan nyawanya bagi sahabatnya. Yesus mati bagi kita ketika kita masih

15:23 orang berdosa. Apalagi mati untuk orang jahat. Mana ada orang yang mau dieksekusi. Kita tahu dia jahat. Dia merampok rumah orang membunuh satu keluarga mencincang-cincang. ya koruptor lagi ya. Lalu dia kejahatannya sudah pembunuh beruntun berantai. Semua korbannya itu enggak ada yang bagus akhirnya. Lalu ada orang yang cukup gila berkata, "Aku saja yang gantikan dia di tiang gantungan." Enggak ada. Hanya Yesus itu yang lakukan itu. Andalah pembunuh itu. Aku enggak pernah bunuh siapa-siapa. Pastor Filip pernah benci enggak? Pina itu aku gak pernah berzina. Pernah

16:08 mikirin gak lawan jenisnya dan mengingininya? Kau sudah berzina di hati? [musik] Lawan jenis enggak pernah pas filip apa sama jenis. Kitalah orang itu yang Yesus angkat tangan dan berkata, "Bapak saya gak tahu apa yang terjadi dulu. Hanya Tuhan yang tahu Alfa Omega dia yang awal dan akhir. Allah dalam kemahatahuan, maha kuasaannya. Allah Bapa, Putra, Roh Kudus. Ketiga yang esa. Terjadi dialog, bukan? Mungkinkah anak Allah sebelum bernama Yesus dia disebut pada mulanya adalah firman. Firman itu bersama dengan Allah. Firman itu adalah Allah. Mungkinkah diangkat tangan dan berkata, "Aku turun." Semua malaikat menoleh. What?

16:57 K. Kenapa gak malaikatnya jadi juru selamat? Mungkin Mikael berkata, "Jangan." Nah, kalau bosnya jangan aku aja. Jangan bos turun tangan. Aku saja yang turun. Gabriel berkata, "Jangan-jangan. Aku sudah biasa diutus-utus." No. Untuk [musik] yang satu ini aku tidak akan serahkan ke pegawaiku. Aku turun sendiri. Ini anakku. Ini ciptaanku. Adam dan Hawa dicipta dalam gambaran rupaku. Mereka mirip aku. Bukan fisiknya, tapi mereka mirip aku dalam sifat hatinya sebelum mereka jatuh. [musik] Aku yang turun. Aku memilih gak pakai suster kali ini. Aku yang gendong, aku yang susui, asi

17:43 tidak pakai kalengan. Aku turun tangan. Semua malaikat gemparkah itu di dunia [musik] di dunia sana. Seluruh ribuan, entah berapa jumlah seluruh malaikat itu, seluruh bala tentara surga gemetar. Sang pangeran surga, the darling of heaven turun sendiri jadi bayi palungan. Diunting, dikejar-kejar, diburu seperti orang buru nyamuk. Hanya untuk mati bagi orang jahat kayak Anda dan saya. That's how much your love. Makanya itu bunuh diri itu atau orang-orang yang menyakiti dirinya, orang-orang seperti itu tidak boleh terjadi.

18:29 Kalau Tuhan mengasihimu, bertobatlah dan berbaliklah. Jangan siksa dirimu. Jangan lari lagi. He loves you. Dia dia mengasihimu. Ayat ini sangat dahsyat. setiap orang, everyone. Berarti kalau di dunia ini zaman Yesus 2000 tahun lalu itu ketika dia datang ke dunia cari orang berdosa. Ketika Yesus berumur 30 memulai public ministry, dia berkhotbah, tabib itu untuk orang sakit. Aku datang bukan mencari orang benar, tapi orang yang berdosa agar bertobat dari dosanya.

19:16 [musik] Di zaman itu dunia punya populasi berapa? Saya gak tahu. Belum miliaran seperti hari ini. Tapi andai kata di zaman Yesus datang hidup lalu mati dan bangkit lagi, kalau di seluruh dunia hanya ada saya satu orang, berarti ayat ini berlaku setiap orang. Berarti kalau ada Anda saja misalnya di zaman penjajahan Roma, only you, tak ada orang lain. Would Jesus come for you? Akankah Yesus datang untukmu? Jawabannya ada di ayat ini. Setiap orang, yes, he will come for you. Dia gak mati itu grosiran. Aku mati ya sekalian termasuk

20:02 semuanya tercakup. Included kayak baterai aja. Beli mainan ini baterainya [musik] termasuk. No. Kata setiap orang itu, Yesus mati memang bagi dunia ini, tapi darahnya dicurahkan untuk satu persatu. Kalau di dunia hanya ada kau seorang diri, dia tetap akan naik ke kayu salib. Itu Filip kok bisa yakin dengan hal ini? Satu ayat. Dua, saya seorang ayah. Anak saya ada tiga, harusnya empat. Antara anak pertama dan kedua hari ini itu ada satu bayi yang gugur.

20:49 Saya gak pernah ketemu aja sama anak yang misarage itu. Kalau saya diberi kesempatan, mau enggak tukar tempat supaya dia hidup? Saya mau. Saya seorang ayah. Gak bisa saya berkata, "Oh, anakku." Itu misalnya anak kita ada berapa di sini? Ada lima. Banyak sekalian. Hilang satu enggak apa-apa kok. Masih ada empat. Enggak gitu mentalitasnya. Satu yang hilang dari 99 dari 100 itu sisa 99 itu tidak akan tergantikan. Orang yang jadi orang tua ngerti ini enggak mungkin bisa. Oh, aku ada lima. Apalagi kalau anaknya banyak zaman-zaman dulu kan. Oh, McDonald had a farm. Iya iya. Seperti peternakan banyak kan?

21:37 Misalnya anaknya ada 9, ada 10 gitu satu hilang pun dicari papamnya gak berkata enggak apa-apa kan masih sisanya banyak. [musik] Enggak ada orang tua yang mengasihi anak-anaknya itu mentalnya mentalitasnya grosiran. Bapak sekalipun lihat miliaran manusia di dunia itu masing-masing kau dan aku tak tergantikan. Coba kalau enggak percaya, jangan pergi ke ke jangan dulu berpikir secara rohani. Lihat sidik jarimu. Tak ada satuun yang sama. Mau itu identical twins, mau itu kembar siam. Tak sama mata kita ya. Tut pakai yang apa itu

22:24 scan itu tidak sama satu dengan yang lainnya. itu testemen atau sebuah kesaksian dari ciptaan bahwa you are the only [musik] one. Anda satu. Oleh karena ayat ini saya jadi semakin mengerti bahwa saya berharga dan mulia di matanya. Saya tidak boleh buang-buang hidup saya. Saya tahu bahwa Dia telah membeli saya dengan harga yang mahal. Kata setiap orang ini luar biasa. Kita lanjutkan ya. Supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak apa? Tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Di kalimat terakhir dari ayat ini

23:11 tersiratkan kerinduan Tuhan untuk menghabiskan waktu sisa waktu kekekalan bersama dengan kita umat tebusannya. Ini ayat ya pakai bahasa anak kecil ya. Bunyinya begini. supaya setiap orang enggak masuk neraka, tapi masuk surga. Itu ayat itu bunyinya ini. Tuhan tuh gak kepengin satu orang pun masuk neraka. Kenapa Tuhan harus bersuka ria atas kematian orang fasik? Bukankah Tuhan lebih menghendaki pertobatan mereka? Tuhan gak kepengin satu orang pun masuk neraka. Tapi faktanya sudah banyak yang masuk neraka. Meskipun sekarang menunggu

23:58 penghakiman terakhir baru baru lautan api seperti yang dikatakan di Wahyu 20. Tapi sekarang sudah banyak orang yang ada di alam maut sudah terpisahkan dari Tuhan karena mereka sudah meninggal dunia tanpa Kristus. Dan juga ke depan saya jamin masih banyak orang karena Alkitab juga telah memperingatkan di dalam dunia ada dua jalan. Yang lebar itu menuju maut. Banyak orang traveling di situ. Tapi tidak pernah di hati Tuhan itu menghendaki seorang pun binasa. Kalau dia mati bagi setiap orang yang tadi saya jabarkan. Berarti Tuhan tidak mau satu pun masuk neraka melainkan beroleh hidup [musik] yang

24:44 kekal. Tuhan ingin menyelamatkan everyone. Kalau kita mengerti ayat ini, kita jadi paham kenapa gereja kita sangat mencintai jiwa-jiwa mendoakannya. Orang yang gak ngerti ini akan mengira, "Oh, seperti marketing dan sebagainya." Namakan apalah terserah Anda. Tapi kalau orang yang nangkap isi hati Tuhan tidak akan berhenti bekerja di ladang. Karena mereka tahu bahwa Tuhan tidak menghendaki satu jiwa pun binasa. Selama masih ada satu orang berdosa yang masih bisa ditobatkan oleh Allah, mumpung masih hidup hari ini, kita harus cari di bawah kolong langit ini. Sapu di bawah setiap ranjang, ketok setiap pintu.

25:30 We will not stop. Kita gak akan berhenti. Karena Tuhan juga gitu sama kita. Kita itu ada hari ini. Coba pikirkan itu karena Tuhan yang mengusahakan. Tuhan juga pakai orang-orang di sekelilingmu. Saya yakin jarang di antara kita yang diam-diam datang ke gereja sendiri lalu habis itu diselamatkan atau diam-diam cari Alkitab baca lalu ketemu Tuhan. Ada satu dua. Tapi sebagian besar kita itu pasti dijangkau oleh seseorang. Orang teman, keluarga. Ada yang mendoakan. Tuhan gak kepingin setiap kita, siapapun kita itu binasa. Tuhan kepingin setiap kita itu masuk surga. Saya punya pengalaman

26:17 pada waktu saya berumur 18 tahun itu, saya itu mengalami sesuatu yang sulit saya gambarkan dan ceritakan pada siapapun. Karena waktu itu pemahaman tentang perkara-perkara rohani belum tiba dalam hidup kami. Hari ini saya sebagai hamba Tuhan, saya jadi ngerti apa yang saya hadapi ketika saya masih teenager, ketika saya masih remaja. Itu namanya depresi. Saya ngalami depresi loh. Bisa enggak depresi itu dialami oleh orang muda? Oh, bisa segala usia. Makanya itu jangan heran kalau Anda lihat tanda-tanda depresi pada seseorang, jangan kau abaikan. Tiba-tiba besok dia sudah enggak ada aja, dia akhiri hidupnya [musik] sendiri. Justru orang-orang yang mengumbar-ngumbar, yang

27:03 ngancam-ngancam itu enggak jadi. Sebagian besar tidak akan kejadian. Tapi itu pun jangan sampai kita remehkan ya. Kalau sudah ada orang terus berkata, "Aku mau akhiri hidupku dan sebagainya." Anda jangan diamkan [musik] tapi juga jangan mau dipermainkan. seolah-olah hanya cari perhatian. Tapi justnya justru harus waspadai orang-orang yang mulai antisosial, bukan antiosial sosial club, tapi antisosial beneran mulai murung, mulai mengunci diri dan saya ngalami itu. Berbagai alasanlah pasti ada ilmiahnya. Tetapi saya tahu hari ini itu perkara-perkara roh jahat itu ada dalam kehidupan seseorang. orang

27:49 berkata mungkin karena ee semacam ee kemikal dalam otaknya segalanya ya pasti akan ada ceritanya lah. Setiap ilmu pasti punya penjelasan. Tapi sitat juga tahu bahwa Alkitab menjelaskan bahwa roh jahat itu ada. Dan waktu umur 18 tahun itu saya hampir mengakhiri nyawa saya sendiri. Dan saya waktu itu berada di di salah satu kamar di rumah saya, rumah kami dan tidak ada orang yang ada di rumah saat itu. Dan sebelum saya melakukan aksi saya telepon berdering. Tuhan menggagalkan lewat ibu gembala [musik] saya yang sekarang sudah dipanggil Tuhan.

28:37 Kering kelupaan lupa cabut telepon. Tuhan pakai jalur itu. Tuhan pakai jalur apapun. Tuhan gak mau saya masuk neraka. Tuhan mau kasih saya kesempatan. Meskipun saya itu dulu menurut saya saya itu jahat. Nanti di ibadah-ibadah berikutnya saya kasih kesaksian lain. Salah satunya bagaimana saya mau ditampar sama malaikat. Tuhan itu tidak marah sama saya. Tuhan itu mau selamatkan saya. berderinglah telepon itu. Lalu setelah itu ibu gembala saya berkata, "Saya punya satu buku kepengin kamu baca pengalaman seseorang yang pergi ke neraka." Kaget saya loh. Kok tepat sekali sebelum saya mau bunuh diri?

29:23 Dan saya bukan orang yang telepon kanan kiri, "Ayo mau lakukan ini." Ya, 1 2 3. Saya gak gitu. Saya diam dan doit dan itu lebih bahaya. Waktu saya ditelepon gitu tentunya saya gak berkata sama ibu gembala saya, "Kak, saya panggil Kak, saya mau lakukan ini." Enggaklah gengsi. Tapi waktu dia ngomong begitu, saya enggak tahu mau ngomong apa. Saya hanya berita, "Iya, ya, iya." Lalu tutup [musik] telepon. Saya gemeter. Mungkinkah seperti Roh Kudus bicara pada saya waktu itu, saya gak tahu kalau itu Roh Tuhan. Saya kira hanya pikiran. Kamu siapah terjun bebas ke sana? Saya kaget karena bukan pengetahuanmu yang akan menyelamatkanmu, tapi tindakanmu nanti itu yang akan menjatuhkan, akan menceburkanmu.

30:11 Saya berkata, "Tuhan, aku sudah tahu tentang Tuhan dari kecil. Saya pernah ke sekolah minggu tapi inikah akhir hidupku?" Ah, saya enggak jadi. Setengah jam kemudian saya ditelepon lagi kali ini. Ya, saya ditelepon lagi dan waktu ditelepon dia berkata, "Saya melihat kamu di kamar ini. Tentunya baik gembala kami maupun ibu gembala kami tidak pernah masuk ke kamar kami di rumah, gak tahu modelnya seperti apa. Dia bisa menjelaskan secara grafik kamar itu seperti apa. Saya menangis di sana. Saya ditelepon gini ini menangis. Saya jarang nangis, enggak bisa nangis. Dia berkata, "Saya melihat Philip. Saya melihat kamu dipeluk Tuhan Yesus. Saya sampai lihat kanan kiri karena saya belum percaya.

30:57 Saya hanya pengetahuan saja. Tidak pernah jadi Kristen lahir baru. Tidak pernah jadi orang yang percaya bahwa Yesus itu nyata. Dia itu hanyalah tokoh tekbook. Gak pernah orang menjelaskan kepada saya Yesus itu bisa begitu. Dahulu kala waktu saya pergi ke gereja waktu sekolah minggu, orang-orang hanya membacakan ceramahnya, kasih cerita cerita, tapi gak pernah menghidupinya. Tidak pernah menantang iman saya untuk melihat Tuhan. Hari itu dia menjelaskan Yesus, dia merangkul saya. Saya harusnya enggak percaya gitu-gituan. Tapi karena dia menjelaskan dulu secara grafik kamar saya itu modelnya seperti apa, warnanya apa, saya duduknya di mana, saya sedang duduk di mana, dia berkata, "Kamu duduk di atas ranjang saat ini." Kaget saya

31:44 ternyata Tuhan itu bisa begitu profetik. Saya enggak pernah menghadapi seorang Tuhan yang tahu saya lagi ngapain melihat saya telepon kan belum zamannya HP fit, masih telepon kabel colokan ke tembok. Saya nangis dan dia berkata, "Tuhan merangkulmu." Saya lihat kiri kanan mana rangkul dia, tetapi aku melihat Tuhan merangkulmu. Saya tutup telepon itu. Saya berkata sama Tuhan, "Keluar dari mulut saya, terima kasih." Saya suka bahasa Indonesia. Kalau orang kasih Anda tisu, Anda gak berkata terima tisu. Kalau Anda lagi butuh, Anda bilang, "Terima kasih." Tisu yang Anda terima di tangan, kasih yang

32:32 Anda terima di hati. Karena orang itu belan-belan niat and bilang tisu, mungkin Anda perlu ini. Anda sedang nangis, terima kasih. Anda haus, Anda dikasih air, Anda gak berkata terima air. Anda berkata, "Terima kasih kau memperhatikan aku sedang membutuhkan." Meskipun itu ibu gembala, telepon segala, apapun metodenya, apapun jalurnya, saya tahu itu kasih Tuhan dalam hidup saya. Sampai hari ini saya I cannot thank God enough. Saya gak bisa cukup berterima kasih kepada Tuhan. Hari itu dia menyelamatkan saya. Kalau gak saya sudah terjun bebas neraka. Antara saya dengan melakukan niat saya itu cuman tinggal satu detik itu sungguhan kering. Keluarga saya pun gak tahu. Orang depresi kan gak mau. Gak mau diketahui.

33:19 Kalau orang depresi pura-pura depresi mau diketahui seluruh dunia itu bukan depresi namanya. Itu caper cari perhatian. Hari itu saya dibebaskan sama Tuhan. Gak langsung ada ceritanya nanti. Tapi hari itu saya digagalkan niat hati saya yang salah dan setan gagal memperoleh saya selama-lamanya. Sekarang saya mengerti bahwa Tuhan itu kepingin sekali saya masuk surga. Tuhan seperti bilang gini sama saya, "Aku kepengin spend eternity with you. Aku ingin meluangkan kekekalan bersama denganmu. Aku Tuhan." Makanya surga adalah tempat orang-orang yang diselamatkan, tempat orang-orang yang diubahkan. Surga itu bukannya tempat orang jahat, bukan tempat orang yang pura-pura yang munafik tapi yang kayaknya kenal Tuhan tapi bukan. Enggak. Itu nanti akan dipisahkan sama Tuhan.

34:05 Nyala aku gak mengenalmu. Kamu pembuat kejahatan. Saya suka suatu hari kita semua ke surga. Kenapa? Karena di surga itu nyaman. Gak ada maling. Gak ada orang Kristen yang pura-pura padahal enggak Kristen hatinya. Enggak ada juga hamba-hamba Tuhan yang pura-pura padahal hamba hamba yang jahat. Bukan hamba Tuhan tapi hamba uang, hamba nafsu. Gak ada surga itu. Surga tempat orang-orang yang diproses Tuhan di dunia ini yang diselamatkan bersih. Saya berkata, "Thank you Lord. Makasih Tuhan karena hari ini saya melihat kembali ke saat itu. Saya bisa melihat niat hatinya supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

34:53 Otomatis kerinduan hati saya sejak hari itu adalah melihat orang lain diselamatkan pula. Saya terbeban untuk anak-anak muda karena saya tahu anak-anak muda menghadapi pergumulan yang nyata. Sedangkan mungkin kalau kita sebagai orang tua, keluarga atau gereja, kalau kita gak peka, kita melihat, "Ah, kamu ngada-ngada, kita tepis saja kamu ngada-ngada. Kita gak kasih solusi sama mereka atau solusinya terus kasih obat, kasih obat, kasih obat." Apakah itu solusinya? Karena itu saya terbeban hari ini untuk melihat orang-orang muda diselamatkan. Lalu setelah saya diselamatkan, saya terbeban melihat keluarga saya diselamatkan, orang lain diselamatkan. Di situlah cikalbakalnya kita semua menjadi penginjil [musik] Tuhan. Aku dikasihi. I'm loved. Hari itu seperti ada sebuah kesaksian dari Roh

35:40 Kudus dalam hati saya. I wan to spend eternity with you. Aku mau meluangkan masa kekekalan bersama denganmu. Catat dulu. Ada tiga sumaria atau tiga rangkuman dari satu ayat singkat. Begitu besar kasih Allah. I am love. Number one. Yang pertama, karunia terbesar di hidup ini adalah kasih ya, bukan berkat materi. Catatlah. Mau happy murah kok. Happy itu gak mahal. Love people God has place in your life as God has loved you. Kasih itu murah, tapi dibeli dengan harga yang mahal, dengan darah. Masuklah hadirat Allah.

36:26 Lihatlah pengorbanannya. Gak perlu Anda healing sana sini. Hatimu akan healing sendiri kalau Anda bertemu kasih. Kasih karunia terbesar di hidup ini adalah kasih, Bapak, Ibu. Bukan berkat materi dua. Jika hanya ada aku seorang diri di dunia ini, Yesus tetap akan mati bagiku. Kasih Allahku sungguh telah terbukti ketika dia serahkan anaknya. Kasih Allah mau berkorban bagi Kau dan aku. Tak ada kasih seperti kasih-Mu. Bersyukur bersyukur.

37:11 Bersyukurlah. Bersyukur karena kasih setia-Mu kusembah. Kusembah, kusembah dan kusembah. Selama hidupku kusembah Kau Tuhan. Percayalah jika di dunia waktu itu hanya ada saya atau Anda, Yesus tetap akan datang di palungan, mati di Kalvari dan bangkit for you and me. Tiga. Tuhan tidak mau aku ke neraka, tapi ke surga bersama Dia. [musik] Dan janganlah kita ada di sana. Saya enggak bisa bayangkan kalau saya ada di sana lalu orang tua saya ada di bawah.

37:56 Aduh, gimana hatiku? Makanya prioritas nomor satu ketika saya sudah sembuh. Sembuh tadi bukan sakit jasmani, saya doakan supaya semua kenal Tuhan. How can I live forever? mengetahui bahwa istriku jikalau Anda pernikahannya timpang iman tidak di situ. [musik] Suamimu tidak di sana. Tuhan tidak mau aku ke neraka atau seorang pun juga [musik] tapi ke surga bersamanya. Amin. Oke, Anda bisa tutup sekarang kitabnya. Saya mau jelaskan apa yang kita mau lakukan besok pagi pukul .30 30 waktu Indonesia bagian barat. Temanya adalah judulnya adalah Loving

38:43 God, Loving People. Saya akan sampaikan kebalikannya dari yang ibadah Minggu. Kalau minggu ini I am love, tomorrow besok pagi di breakfast with God saya akan ajari kita semuanya how to love. How to love God di mana kita mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama kita. Breakfast with God itu apa? Sebagian Anda adalah jemaat baru, belum mengikuti ini sejak lama. Kenapa namanya breakfast with God atau sarapan dengan Allah? Suatu hari bukan muncul ide, tapi kerinduan di hati saya. Saya bayangkan seperti saya dengan Tuhan, dia bapak, saya anak. Tuhan sudah berbuat banyak. Dia

39:30 menyelamatkan saya, memulihkan saya. Dia top topnya mengasihi saya. Dan saya merasa enggak enak kalau saya hanya terima kasih, terima kasih, terima, terima, terima saja. Jadi saya bayangkan waktu itu sebelum tercetuslah acara ini, saya bayangkan suatu hari saya kepengin ajak bapak saya ini keluar dimsam, tapi saya minta izin sama sang ayah, "Pah, izinkan saya traktir, Papak saya yang bayar." Jangan gaya kita gak bisa traktir Tuhan. Apapun yang kau persembahkan, Tuhan akan memakainya. Manusia yang akan merasakan gunanya

40:15 di dalam nama Tuhan dengan stempelnya Tuhan. Tapi izinkan kita kali ini, aku gak mau terus dibayari. Aku mau makan pagi ini. Aku yang traktir Bapak. Itulah breakfast with God. di mana kita duduk bersama-sama ngobrol di kaki Tuhan dan Tuhan banyak cerita seperti Bapak duduk di kursi goyangnya kita anak dibawa mendengarkan story telling-nya Bapak ada firman ada hadirat Allah dan kita memulai tahun ini dengan pagi-pagi hari ajak Tuhan keluar dan kita yang traktir. [musik] Sekali lagi kita gak bisa traktir Tuhan, tapi kita atur persembahan kita waktu kita subuh. Besok kita akan bawa, saya

41:01 dan keluarga saya juga akan membawa persembahan untuk Tuhan. Persembahan ini bukan persembahan persepuluhan karena itu sudah rutin [musik] setiap bulan bagi kami sekeluarga. Tapi persembahan ini adalah persembahan kasih. Persembahan ini adalah persembahan sukarela. Sebagian orang adalah persembahan sulungnya. Tapi persembahan yang sifatnya sukarela kita bawa. Aku [musik] mau ajak Tuhan bersama-sama untuk untuk bersama-sama untuk kita ngobrol-ngobrol dan baik besok pagi pukul .30 jangan telat. Mari kita duduk di kaki Bapa. Mari kita ulurkan tangan dulu kepada amplop-amplop ini yang akan kita terima termasuk saya dan keluarga saya. Bapa dalam surga, izinkan kami besok pagi waktu makan pagi dengan

41:48 Tuhan, waktu ngobrol-ngobrol dengan Bapa, duduk di kakimu, ayah dan anak. Kami merasakan kasih-Mu dan kami datang bukan hanya untuk menerima kasih lagi dan berterima kasih. Kami datang untuk mengasihi. Ajari kami Tuhan untuk menjadi anak-anak yang berbakti. Dan biarkan ya Tuhan setiap persembahan kami jatuh ke tanah subur di gereja ini memberitakan Injil [musik] sampai Tuhan datang kembali dalam nama Yesus. Amin. Kita akan saksikan sebuah tayangan. Tayangan ini adalah dari Breakfast with God tahun lalu dan juga sekaligus nanti akan ada report atau laporan lokasi-lokasi baru GMS sepanjang tahun 2025 yang lalu. Ya,

42:34 mari kita saksikan. kami mau [musik] menjadi keluarga yang terus memberi untuk pekerjaan-Mu di atas muka bumi. Misionaris dikirim lewat benih dana yang kami taburkan. Gereja-gereja baru [musik] gedungnya akan mencuat nyata satu-satu didirikan.

43:29 [musik] Nyanyikan lagu ini Alget. Belum pernah ada kasih dunia. [musik] Dia satu [musik] menerima diriku. [musik]

44:15 Apa adanya [musik] selain kasih-Mu? Yesus. Ulangi dari awal lagu tadi. [musik] Lagu ini. Come on. Betapa indah kata-kata ini. So true. Listen. Belum pernah [musik] ada. Sungguh belum pernah kasih [musik] dunia sanggup [musik] menerima dirikuu [musik]

45:01 apa adanya selain kasih Kasih-Mu Yesus. Yesusku. Selain [musik] kasih-Mu Tuhan, kau [musik] kukagumi dalam hati. [musik] Kasih-Mu tiada [musik] duanya. Sampai kini kuakui kasih-Mu [musik]

45:47 tiada duanya. Kau kukagumi [musik] dalam hati. Kasih-Mu tiada [musik] duanya. [musik] Sampai kini kuakui [musik] kasih-Mu tiada [musik] duanya. [musik] belum pernah

46:32 ada. Terima kasih ya Bapa. Kasih [musik] di dunia [musik] sanggup menerima diriku. [musik] Apa adanya selain kasih-Mu? [musik] Yesus kau kukagumi dan [musik] kukasihi Tuhan kau

47:17 kukagumi [musik] dalam hati. Kasih-Mu [musik] tiada duanya. Sampai kini [musik] kuakui kasih-Mu [musik] tiada duanya. [musik] Kukagumi dalam hati. Kasih-Mu [musik] tiada duanya.

48:03 Sampai [musik] kini kuakui [musik] kasih-Mu tiada dan duaanya. [musik] Kukagumi dalam [musik] hati. Kasih-Mu tiada [musik] duanya. Sampai kini kuakui [musik] kasih-Mu tiada duanya.

48:50 [musik] Kasih-Mu Tuhan tiada duanya. Sebab kau rindu aku untuk menerimanya. [musik] Yesus tiada sepertiu di bumi di surga. Kau syabat [musik] yang berana kau isi dengan makna surga. Hidupku kuletakkan di atas [musik] pbah-Mu kau jamah dan ubahkan setak-Mu dalam kemuliaan-Mu. [musik] [musik]

49:37 [musik] Haleluya. Haleluya. Oh. [musik] Oh [musik] [musik] yesus kasih-Mu tiada duanya. [musik] Wor

50:22 [musik] dia baik. Dia sungguh baik. Haleluya. Haleluya. [musik] Yesus kau sungguh baik. Nama-Muel. [musik] Ku mau memuji-Mu. Ku selalu puji-Mu. [musik] Ku mau menyembah-Mu. Ku selalu [musik] sembah-Mu. Layak terima semua [musik] pujian kemuliaan

51:08 hanya bagi Tuhan. [musik] Ku mau memuji-Mu. Kuslah puji-Mu. [musik] Ku mau menyembah-Mu. Ku selalu sembah-Mu. Kau yang layak [musik] terima semua pujian kemuliaan [musik] hanya bagi Tuhan. [musik] Tuhan ku mau mau memuji-Mu. Ku selalu puji-Mu. [musik]

51:54 Ku mau menyembah-Mu. Ku selalu sembah-Mu. [musik] Kau yang layak terima semua [musik] pujian kemuliaan hanya bagi Tuhan. Kau yang layak terima. Kau yang [musik] layak terima. Semua pujian [musik] kemuliaan hanya bagi Tuhan. [musik] Engkau yang layak, Kau yang layak. Terima semua [musik] pujian

52:39 kemuliaan hanya bagi Tuhan. Haleluya. Haleluya. Haleluya. [musik] Haleluya. Haleluya. Haleluya. [musik] Haleluya. Haleluya. [musik] Mari kita angkat tangan kita. Kau kukagumi dalam hati. Kasih-Mu

53:24 tiada duanya. Sampai kini kuakui kasih-Mu tiada dua. Kau ku akan kumi dalam hati kasih-Mu tiada. duanya sampai kini kuakui

54:13 kasih-Mu tiada duanya kasih-Mu [musik] tiada duanya kasih-Mu [musik] tiada duanya. [musik] Coba lihat kanan kirinya katakan Yesus mengasihimu. Haleluya. Puji Tuhan. Jesus loves you.

Share

Ringkasan Video YouTube