#momscorner 75 Rensia Sanvira | Satu Bentakan Bisa Merusak Perkembangan Otak Anak?

Ringkasan Singkat

Video ini membahas pentingnya komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak, yang bukan hanya tentang kata-kata tetapi juga tentang emosi, nada bicara, dan energi. Karencia Sanvira menekankan bahwa anak-anak menyimpan kamus rasa di badan mereka, dan orang tua perlu membantu memberi nama pada emosi tersebut. Dia juga memperkenalkan konsep audio live sebagai alat untuk menenangkan otak anak dan membuatnya lebih reseptif terhadap pembelajaran dan komunikasi.

  • Komunikasi yang efektif melibatkan emosi, nada bicara, dan energi, bukan hanya kata-kata.
  • Anak-anak menyimpan kamus rasa di badan mereka, dan orang tua perlu membantu memberi nama pada emosi tersebut.
  • Audio live dapat membantu menenangkan otak anak dan membuatnya lebih reseptif terhadap pembelajaran dan komunikasi.

Awal Mula Perjalanan Parenting Karencia

Karencia memulai perjalanan parenting-nya dengan belajar untuk anaknya sendiri karena menyadari bahwa menjadi orang tua adalah pekerjaan tersulit di dunia tanpa panduan pasti. Dia ingin mempersiapkan diri sebelum anaknya lahir agar tidak kebingungan saat anak tantrum. Karencia menekankan pentingnya membereskan diri sendiri terlebih dahulu sebagai orang tua, karena trauma masa lalu dapat memengaruhi cara mendidik anak. Dia ingin memutus pola pikir negatif dalam keluarga dan mendidik anak tanpa bentakan atau marah-marah.

Pentingnya Komunikasi dalam Parenting

Komunikasi dengan anak bukan hanya tentang penting atau tidak, tetapi wajib. Karencia menjelaskan bahwa komunikasi bukan hanya tentang kalimat atau kata-kata, tetapi juga tentang emosi, nada bicara, dan energi yang kita ungkapkan. Anak-anak pertama kali membaca bagaimana cara orang tua berbicara, apakah mereka merasa terancam atau aman. Masalah utama pada anak seringkali adalah emosi dan bahasa mereka tidak nyambung dengan orang tua.

Bahasa Ibu Anak adalah Nada Bicara

Nada bicara ibu adalah bahasa ibu pertama bagi anak, bukan bahasa Jawa, Indonesia, atau Inggris. Anak-anak akan meniru nada bicara dan sikap orang tua mereka. Karencia menekankan bahwa apa yang kita katakan kepada diri sendiri juga penting, karena anak-anak mendengarkan dan merasa jika orang tua tidak menerima diri mereka sendiri. Anak-anak menyimpan kamus rasa di badan mereka, dan orang tua perlu membantu memberi nama pada emosi tersebut.

Anak Menyimpan Kamus Rasa di Badan

Sebelum anak mengenal rasa takut, marah, atau senang, badannya merasakan duluan. Anak-anak mengekspresikan emosi melalui tindakan seperti memukul atau membanting barang karena belum bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Orang tua perlu menemani dan memberi kata untuk rasa yang anak rasakan. Komunikasi adalah bahasa di kepala anak seumur hidup, dan cara kita berbicara kepada anak akan menjadi cara mereka berbicara kepada diri sendiri.

Komunikasi adalah Blueprint Masa Depan Anak

Komunikasi dengan anak adalah blueprint bagi cara mereka memperlakukan teman, pasangan, dan anak-anak mereka kelak. Karencia menekankan bahwa kita sedang membentuk satu generasi melalui cara kita membesarkan anak. Anak-anak perlu merasa disayang karena diri mereka sendiri, bukan karena menjadi sempurna. Banyak anak merasa lelah karena berjuang untuk memenuhi ekspektasi orang tua.

Pentingnya Penerimaan dan Tempat Pulang

Manusia ingin dibanggakan, disayang, dan diterima. Orang tua adalah tempat anak seharusnya mendapatkan penerimaan tanpa syarat. Anak-anak yang merasa tidak memiliki tempat pulang atau diterima lebih rentan mengakhiri hidup. Komunikasi yang baik adalah wajib dan membentuk anak menjadi seperti apa. Anak-anak tidak akan jujur jika mereka merasa akan dimarahi atau tidak diterima saat melakukan kesalahan.

Tidak Ada Parenting yang Paling Benar

Tidak ada parenting yang paling benar, tetapi parenting yang efektif untuk anak. Setiap anak berbeda dan membutuhkan pendekatan yang berbeda pula. Karencia menekankan pentingnya membaca anak dan melakukan trial and error untuk menemukan cara yang paling efektif. Keras pada anak boleh saja, asalkan diimbangi dengan kasih sayang dan membuat anak merasa dicintai. Setelah marah, jangan lupa minta maaf dan jelaskan alasannya.

Mempersiapkan Anak untuk Memahami Perkataan Orang Tua

Anak-anak perlu dipersiapkan untuk memahami perkataan orang tua. Karencia memperkenalkan audio live sebagai alat untuk menenangkan otak anak dan membuatnya lebih reseptif terhadap pembelajaran dan komunikasi. Audio live adalah musik terapi dengan frekuensi gelombang yang menstimulasi otak anak, menurunkan emosi, dan menstabilkannya. Ini berbeda dengan white noise yang hanya menutup suara.

Cara Kerja Audio Live dan Manfaatnya

Audio live diputar saat anak bangun dan beraktivitas untuk menstimulasi otaknya. Semakin dini digunakan, semakin bagus, tetapi tidak ada kata terlambat. Durasi idealnya adalah minimal satu jam, optimalnya empat jam sehari. Audio live membantu anak-anak dengan kebutuhan khusus dan keterlambatan bicara dengan menenangkan otak dan membuatnya lebih mudah menerima kosakata.

Musuh Utama Otak Anak adalah Bentakan

Bentakan merusak otak anak, membuat mereka tidak percaya diri dan penakut. Karencia menekankan pentingnya kesabaran dalam menggunakan audio live, karena perubahan membutuhkan waktu. Otak anak seperti otot yang perlu dilatih secara konsisten. Audio live membantu otak mendengar dengan jelas, sehingga anak bisa belajar dan berkomunikasi dengan lebih baik.

Mengatasi Keterlambatan Bicara pada Anak

Anak-anak terlambat bicara karena orang tua sering terlambat mengajak mereka berkomunikasi. Karencia menyarankan untuk mengajak anak berbicara sejak bayi, menggunakan bahasa yang dipelanin agar anak bisa melihat gerakan mulut. Jangan menunggu anak bisa berbicara baru diajak berkomunikasi. Anak-anak perlu briefing dalam segala hal, dan orang tua perlu memahami kebutuhan anak.

Tantrum Bukan Fase yang Harus Diwajarkan

Karencia tidak setuju dengan anggapan bahwa tantrum adalah fase yang wajar. Dia menekankan pentingnya mendidik anak sebelum mereka tantrum dan tidak mewajarkan perilaku yang salah hanya karena anak lain juga melakukannya. Anak-anak perlu tahu batasan dan jadwal, sehingga mereka merasa aman dan bisa memprediksi apa yang akan terjadi. Orang tua perlu menjadi orang tua, bukan hanya teman bagi anak.

Memulai Perubahan Komunikasi dengan Anak

Untuk mengubah cara berkomunikasi dengan anak, mulailah dengan meminta maaf. Akui kesalahan dan ajak anak belajar bersama. Jangan berjanji tidak akan marah lagi, tetapi berikan pengertian dan hargai komplain anak. Anak-anak perlu tahu bahwa mereka punya perasaan dan boleh kecewa. Jangan membandingkan anak dengan orang lain, karena anak juga bisa membandingkan orang tua.

Tips Komunikasi Efektif dengan Anak

Saat berbicara dengan anak di bawah 5 tahun, sesuaikan tinggi badan, lakukan kontak mata, dan pegang mereka. Gunakan kata-kata yang sederhana (4-6 kata) dan berikan jeda. Berikan pilihan daripada perintah langsung. Untuk working mom dan dad, jangan merasa bersalah karena bekerja juga demi anak. Buat waktu yang konsisten dan fokus dengan anak setiap hari.

Harapan untuk Generasi Anak-Anak Sekarang

Karencia berharap generasi anak-anak sekarang menjadi generasi pertama di keluarga mereka yang bisa mengatakan kepada anak-anak mereka bahwa mereka tetap dipeluk meskipun salah, diterima apa adanya, dan punya tempat untuk pulang. Komunikasi dengan anak adalah cara untuk menyembuhkan diri sendiri dan mematahkan luka lama. Belajar berkomunikasi dengan anak adalah wajib.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Banyak orang yang selalu kalau anaknya nangis disuruh diam. Bisa diam enggak? Ayo diam enggak? Gitu kan. Tahu enggak kapan dia diam kalau digituin? Dia diam nanti saat dia remaja. Ada enggak nangisnya? Rewel ya. Dikit-dikit nangis. Dikit-dikit nangis. Dikit-dikit nangis terus. Iya. Mama tahu El. Tapi enggak apa-apa. El keluarin semuanya. Mama tunggu sampai Elah sendiri ya. Renia Sanvira adalah mam fluencer sekaligus founder dari mamalife. Beliau aktif membahas soal parenting, hubungan orang tua dan anak yang dikenal lewat metode audio ngajarin anak ngomong tuh paling gampang sambil diulang. Contohnya makan mie, makan mie, makan

0:47 mie, makan mie. Let's go. Let's go. Let's go. Evron makan gak nasinya? Engak mama. Oh, ya udah tak tinggal k ajak pergi Fron. Mama itu mau ajak Eon pergi. Tapi kalau Efron enggak makan nanti Efron tuh kelaperan terus mainan jadi enggak asik. Makanya sekarang makan dulu ya. Ternyata komunikasi ke anak itu caranya kita menyembuhkan diri kita sendiri. Hmm. How? Hai, welcome to Mom's Corner. Aku ini adalah seorang ibu yang suka banget nontonin konten-kontennya Karencia di sosial media. Itu benar-benar helpful banget. Tapi sebelum kita masuk ke topik utama kita hari ini, aku tuh penasaran banget juga sama parenting journey-nya Kak Ren ya. Karena kita semua tahu pasti parenting is not easy, guys.

1:32 Gimana sih awalnya sampai Karenia itu kok bisa fokus di bidang ini menjadi memotivasi kita semua para ibu dan membantu kita semua dengan konten-konten karenia? Gimana awalnya, Kak? Oke, jadi sebenarnya awalnya saya belajar ini untuk anak saya sendiri karena saya tahu pekerjaan paling susah di dunia ini apa? jadi seorang mama loh. He. Karena apa? Enggak ada panduannya, enggak ada modulnya. Jadi enggak ada panduan pastinya gitu kan. Terus saya juga dulu awalnya lihat kenapa ya orang itu sejak punya anak kok baby blue, stres. Padahal sebenarnya gini, anak itu kan anugerah. He. Anak itu dititipkan ke kita itu karena anugerah. Anugerah itu kan seharusnya membuat kita bahagia. Benar kan? He. Kalau sampai anugerah ini bikin kita stres, berarti kan ada yang salah. Nah,

2:20 dari situ saya mikir gini, kayaknya saya harus belajar dulu nih ini demi anak saya. Setelah itu saya karena saya yakin kalau misalnya kita belajar nanti tunggu anaknya tantrum, nangisan, itu pasti kita malah kebingungan. He. Kita sudah marah-marah dulu baru bingung gitu kan. Tapi saya kepengin saya sudah siap sebelum punya anak. Karena sebenarnya yang susah jadi orang tua adalah membereskan diri kita sendiri dulu. He. Karena banyak dari kita tuh kan punya trauma masa lalu ya, punya hal-hal yang salah mungkin yang di program yang salah yang diturunkan dari orang tua. He. Nah, gimana kita harus beres dulu baru kita membuat anak kita beres. Kalau kita sendiri enggak beres, ya anak kita enggak mungkin beres. Misalnya kita dapat program orang tua itu yang setiap hari kita dibentakin, dimarahin,

3:06 otomatis kita akan melakukan itu loh. Karena secara enggak sadar kita cuman tahu itu caranya untuk membuat anak nurut gitu kan. Makanya saya tuh kepengin jadi orang di keluarga saya itu yang punya pola pikir berbeda di mana anak itu kayak enggak perlu dibentakin, enggak perlu dimarahin. Tapi dia itu dengan cara dirangkul dipeluk. Oke. Nah, waktu itu adalah ee zamannya Sosmet kan waktu saya mau mulai itu tuh memang Sosm lagi booming. Itu dari anak pertama ya, Kak? Dari anak pertama. Oke. Karena waktu itu saya sebenarnya gini, dari saya orang Surabaya, saya marit sama orang Bogor gitu kan, terus pindah ke Sentul. I. Nah, itu enggak punya keluarga, enggak punya saudara semuanya gitu. Terus saya merasa ya cuman punya anak. Nah, dari situ tuh kayak saya fokus

3:52 terus saya kepengin gini loh, apa yang saya ajarkan ke anak saya ee dokumentasikan supaya nanti ini bisa diturunkan ke anak mereka. Karena saya yakin parenting itu bukan cuman membesarkan seorang anak. parenting itu membentuk sebuah generasi. He. Jadi kalau sampai di atasnya sudah salah gitu ya, generasi ke bawah ini akan sulit gitu untuk diperbaikin. He gitu. Nah, jadi itulah kenapa saya merasa jadi ibu tuh susah. Oke, karena susah ya yuk kita belajar gitu kan. Karena kan banyak orang susah susah susah tapi dia enggak mau tahu loh. Iya. Dan kadang lucunya itu gini, saya tuh sering ditanyain gini kan, duh banyak ilmu parenting pusing saya gitu

4:37 kan. Susah banget masalahnya itu bukan susahnya. Kadang orang tuanya memang tidak mau merubah anak mereka cuman pengin loh beda kalau pengin dia kepengin anaknya jadi anak yang nurut, jadi anak yang pintar. He. Tapi mereka tidak mau melakukan itu. Makanya kan banyak orang kan belajar 1000 parenting tapi anaknya enggak pernah berubah. Kenapa? mereka lupa itu tidak dipraktikkan, cuman dia mencari tahu aja gitu kan. Sedangkan ilmu kalau enggak dipraktikkan ya percuma. Oke, gitu. Dari situlah saya mempelajari ini karena saya kepengin anak-anak saya itu mempunyai orang tua yang enggak salah dalam mendidik mereka. Heeh. Jadi, yang Kak Rensia pelajari pertama itu bagaimana cara berkomunikasi kepada anak.

5:23 Karena berkomunikasi itu bukan masalah penting atau tidak penting. Itu wajib. Bukan masalah kewajiban ya. tapi wajib dan itu enggak boleh dihilangkan dalam kita jadi orang tua. Oke. Nah, kadang-kadang orang berpikir loh emm mau mendisiplinkan anak tapi terkesan seperti mengontrol anak gitu kan. Karena it sounds similar tapi sebenarnya dampaknya berbeda. Gimana caranya kita sebagai orang tua bisa membedakan ini mengontrol ini mendisiplinkan. Oke, mungkin sebelumnya boleh enggak saya bahas dulu tentang peran komunikasinya ke anak? Nanti kita bisa masuk ke sana gitu ya. Jadi sebenarnya gini, peran komunikasi ke anak. Nah, ngomong-ngomong masalah komunikasi ya kadang orang tua merasa komunikasi itu tentang kalimat atau

6:09 kata-kata yang kita ucapkan. He. Padahal bukan. Komunikasi itu soal bagaimana kita punya emosi, nada bicara gitu kan. dan energi kita yang kita ungkapkan ini loh. Oke. Karena bagi anak kalimat itu yang kedua. Hm. Yang dia baca pertama adalah bagaimana caranya mamanya ngomong. Nah, komunikasi itu adalah anak itu nanti merasa saat mamanya ngomong dia merasa terancam atau justru merasa aman. Hm. Kadang kita mikir, "Ya Niki, masalah anak itu apa sih? Tantruman, nangisan, enggak bisa diatur, ngeyel gitu kan. Padahal masalah utamanya bukan itu. Masalah utamanya itu adalah emosi dan bahasa mereka itu enggak nyambung. He. Nah, contohnya gini. Anak itu akan

6:56 merasa dulu baru dia bisa menjelaskan. He. Tapi mamanya seringkiali kepingin penjelasan dulu. Kamu ini mau apa sih? Baru mau menerima rasanya. Nah, dan apalagi ada mama yang bilang gini, "Ya lah, anakku ini loh enggak bisa ngomong ya. aku enggak ngerti lah maunya apa gitu kan kan banyak orang tua gitu anakku belum bisa bicara apalagi anak-anak yang terlambat bicara jadi aku enggak pernah tahu maunya apa. Ujung-ujungnya berantem sama anak padahal anak itu sudah bisa berbicara jauh sebelum dia punya kata-kata. Wellow. Yes. Dari mana? Dari tatapannya. He. Dari bahasa tubuhnya. Nah, misal mamanya sibuk main HP. Percaya enggak kadang anaknya rewel ya? Atau misalnya papanya sering pulang

7:42 malam, dia kepingin tuh main sama papanya, tapi akhirnya dia kelihatannya jadi agresif. Sebenarnya dia bukan nakal, itu signal untuk memberitahu kita, "Mah, aku lagi enggak baik-baik saja loh." He. Nah, itu karena gini, kadang tuh anak sudah berteriak lewat badannya, tapi mamanya cuma nunggu kalimat yang keluar, itu enggak bisa. Karena anak juga belum bisa ngomong. Inilah tujuan kita orang dewasa nemenin anak kita supaya kita bisa memberi kata untuk rasa yang dia rasakan itu. He. Nah, karena ini penting banget ya. Jadi, Mak Niki tahu enggak nada bicara mama itu bahasa ibu pertamanya anak. Hm. Jadi bahasa ibu itu bukan yang kita bilang bahasa Jawa, bahasa Indonesia,

8:29 bahasa Inggris misalnya ya. Bukan. Bahasa ibu anak itu ada bicara mamanya. kelihatan ya anak itu akan ngikut persis mamanya gimana. Kalau misalnya mamanya suka teriak-teriak, mamanya suka enggak sabaran, kamu akan lihat anaknya persis banget. Itu sama saya sama teman saya ya. Ini teman saya itu selalu komplain, "Aduh, anakku ini kalau ngomong wis enggak pernah bisa direm." Terus suka emosi, suka marah-marah. Terus saya cuman ngomong gini, "Ya kan persis sama kamu plek." Jadi ngikutin jadi ngikutin. Jadi sebenarnya bahasa ibu anak pertama pertama kalinya sebelum dia belajar kata-kata itu nada bicara mamanya. Oke. Itu yang akan mereka lihat dan ini yang jarang orang bahas ya.

9:15 Yang diingat anak itu sebenarnya bukan bukan cuman apa yang kita katakan ke anak gitu ya. He. Tapi apa yang kita katakan ke diri kita sendiri itu juga penting loh. Maksudnya contoh misalnya ya kita sering bilang gini, "Aduh aku tuh memang ya bodoh banget. Aku ini pelupa." Kan kadang kita sering kadang melakukan kerjaan terus enggak beres terus kita kadang ngedubble sendiri kan. Aduh memang kok aku ini orangnya pelupa bla bla bla bla gitu. Anak itu dengar loh. He ya. Terus atau misalnya kita merasa gini, "Aduh kenapa sih makan dikit gendut? Makan dikit gendut gitu kan. Kenapa sih badannya ini enggak bisa kurus?" anak itu akan merasa kalau misalnya dia itu enggak sempurna, dia tuh enggak pantas disayang. Karena apa? Mamanya aja enggak bisa menerima semua kekurangannya gitu untuk dirinya sendiri. Dan anak itu secara gak sadar dia akan merasa kalau aku enggak

10:01 sempurna, aku enggak pantes disayang mama. Makanya ini jarang dibahas karena kadang kita cuman merasa apa yang kita omongkan ke mereka itu penting. Iya. Apa yang kita omongkan ke diri kita itu jauh lebih penting sebenarnya. Oke. Dan ini juga enggak banyak orang tahu sebenarnya gini. Anak menyimpan kamus rasa itu di badannya bukan di kepalanya. Maksudnya adalah gini, sebelum anak itu mengenal rasa takut, he, marah, kecewa, sedih, senang gitu ya, badannya ngerasain duluan. He, misalnya nih ya, dia tiba-tiba nih deg-degan itu nanti dia baru tahu itu artinya takut. Oke. Dia mules, dia nanti baru tahu artinya

10:48 cemas. Terus dia lagi enggak enak banget nih. Kayak tensi badannya itu kepengin pengin mukul misalnya itu dia nanti baru dia tahu, "Oh, itu namanya marah." He, ya kan? Nah, makanya sebelum anak bisa bilang, "Aku marah nih, Ma." Apa yang dilakukan? Mukul temannya. Iya. Bantingin barang, jedotin kepalanya. karena dia belum ngerti ini rasanya apa. Ya, itulah yang menyebabkan orang tua sama anak enggak pernah nyambung karena orang tua enggak ngerti dianggapnya cuman anak nakal gitu kan. Langsung dilabelin anak nakal ya. Iya. Sebenarnya dia enggak nakal. Dia cuman enggak ada cara lain untuk bilang aku ini lagi enggak baik-baik saja loh. He itulah pentingnya orang dewasa nemenin

11:35 ngasih tahu misalnya, "Nak, oh kamu misalnya memang dia belum bisa ngomong." Tapi kalau mama yang pekah, dia akan tahu misalnya, "Oh, ini anaknya kayaknya lagi ee takut gitu ya." Misalnya kita bawa ketemu orang terus dia nangis, berarti kan biasanya dia takut. Nah, kita bisa bantu dia misalnya, "Kamu lagi deg-degan ya ketemu orang baru ya." Ini tuh namanya takut. Pelan-pelan itu anak pasti ngerti. dikenalin emosinya itu, dikenalin nama-nama emosi. Makanya sebenarnya gini, anak itu bukan tantrum, tapi terlalu banyak emosinya tidak pernah dikasih kata-kata. Oke. Jadi, dia enggak tahu i mau ngomong apa. Aku cuman merasa aku pengin mukul. Padahal ini aku marah. Dan yang sering tidak disadari orang tua,

12:22 komunikasi itu adalah bahasa di kepala anak seumur hidup. Hm. Karena anak itu gini, caranya kita ngomong ke anak itu adalah caranya nanti dia ngomong ke dirinya sendiri seumur hidupnya. Oh iya. Iya. Contoh misalnya ya kita ngomong sama anak, "Kamu tuh memang lelet kok enggak bisa memang ee harus cepat gitu ya." He. Anak akan merasa dia selalu nyusahin orang. Hm. Beda kalau kita misalnya ngomong, "Enggak apa-apa kok Mama temenin." Ya, dia akan merasa kalau ada masalah itu enggak apa-apa. Yang penting kita mencoba. Karena orang dewasa itu banyak hancur bukan karena suara orang lain, karena

13:09 suara orang tua yang sudah berpindah ke kepalanya sendiri. Jadi bukan karena orang dewasa menghancurkan dia, orang lain misalnya dia lupa banyak otaknya itu sudah ribut dengan mungkin suara mamanya yang kita enggak sadar kita pernah ngomongin gitu. He karena itu membentuk. Makanya saya bilang sebelum anak bisa belajar bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dia ngelihat mamanya gimana komunikasi sama dia. Oke. Nah, yang lain yang orang yang enggak banyak dibahas. Kadang banyak orang yang ngomong tuh komunikasi itu ada masalah ngomongnya yang baik dong gitu kan ke anak. Iya. Cuma sesimpel itu aja kan? Iya. ngomongnya ee yang sabar dong. Sebenarnya jauh lebih dalam dari itu gitu loh.

13:54 Heh. Komunikasi sama anak itu adalah blueprint di mana nanti anak itu bisa caranya dia memperlakukan temannya, memperlakukan pasangannya, bahkan nanti dia memperlakukan anaknya sendiri. Heeh. Itu sudah blueprint. Makanya kan saya bilang membesarkan anak itu kita bukan membesarkan anak-anak kita loh. Kamu sedang membentuk satu generasi. Heeh. Jadi kalau kamu mikir sekarang kamu kepengin generasi di bawah seperti apa nanti itu kita yang menentukan sekarang. He. Dan komunikasi itu sebenarnya bukan tentang kalimat tapi tentang anak itu akan ngerti aku disayang karena apa. Itu yang kita enggak sering sadarin. Anak itu akan merasa. Makanya kenapa

14:41 banyak anak itu akhirnya sampai kecapekan draining gitu kan. Karena dia lelah. untuk menjadi sempurna supaya mama papanya bisa sayang, mama papanya bisa bangga. Kan banyak anak zaman sekarang seperti itu dan mereka enggak sadar. Mereka berjuang sebenarnya bukan untuk dirinya sendiri loh, untuk memenuhi ekspektasi orang tuanya. Karena manusia itu mau enggak mau dia itu ada rasa kepengin dibanggakan, he kepengin disayang, ya, kepengin diterima. Nah, kadang dia enggak akan dapat itu dari orang. Karena gini, orang itu enggak akan mungkin bisa menerima kita apa adanya. Enggak akan. Orang itu tetap berbuat baik, pasti ada maunya. Itu pasti. Itu sudah psikologis gitu loh. Siapa yang bisa nerima kita padanya? Mau

15:26 enggak mau orang tua. Nah, masalahnya kadang orang tuanya enggak bisa menerima. Contoh, kamu itu ya sudah di lesin mahal-mahal, nilai tetap jelek dan selalu marah gitu kan orang tuanya. Jadi, anak itu akan merasa apa yang dia lakukan itu enggak pernah cukup. Kasihannya adalah nanti dia bertumbuh dewasa, dia capek banget. He, dia kan sudah capek, dia kan sudah lelah gitu kan. Bahkan bahkan banyak remaja yang sampai mengagiri hidup sebenarnya. He. Kadang misalnya masalah sekolah gitu ya, tapi pertanyaannya gini, apakah cuman masalah sekolah terus dia sampai gitu? Enggak loh. Karena dia tahu dia ada masalah, dia enggak punya tempat pulang. Coba kalau misalnya kita ya punya mama

16:13 yang dari awal kita langsung tahu dia adalah orang tempat kita pulang meskipun kita paling bobrok sekalipun gitu ya meskipun kita paling merasa paling salah he dia enggak mungkin mengakhiri hidup karena dia akan lari ke orang yang dia merasa nyaman. Jadi kadang kenapa orang sampai mengakhiri hidup dia enggak punya tempat pulang. He. Dia enggak pernah punya tempat diterima. Dia enggak pernah tahu aku harus ngapain. Cerita ke temannya yo tambah runyam gitu kan. Sedangkan dia tahu papa mamanya tidak akan mungkin mau mengerti. He. Jadi komunikasi itu bukan masalah sekali lagi bukan masalah penting atau enggak penting. Jadi kita enggak bisa bilang, "Oh, kita belajar komunikasi itu penting loh."

16:58 Enggak. Itu wajib. He itu yang membentuk nanti anak kita itu seperti apa. Contoh ya misalnya banyak ee masalah kalau misalnya ngomong komunikasi banyak mama itu masalahnya apa sih ni? Kadang mereka bilang anakku enggak pernah mau jujur, enggak pernah mau terbuka. Benar ya? He. Jadi, nah itu kenapa anak enggak mau jujur gitu ya? Karena kadang kalau misalnya mamanya bilang gini, "Enggak apa-apa kok, kalau ada apa-apa cerita sama mama gitu ya." Tapi sejam kemudian anaknya numpahin air. Wah, itu habis tuh. Anak marah dibentak. Padahal sebenarnya gini, kenapa kita sampai meluap? Masalah di dalam diri kita belum selesai. Ya, makanya kita lampiasanya selalu ke anak karena kita merasa ini anak berhak aku apa-apain. Kadang kita

17:44 punya masalah sama suami, kita enggak bisa melampiaskan ke suami, selalu ke anak. Nah, saat anak melakukan kesalahan terus kita selalu marah tanpa nanti kita ee kayak rekonsiliasi gitu ya, anak itu akan merasa, "Eh, memang bahaya nih kalau aku cerita sama mama." He, jadi dia enggak akan pernah jujur. Heeh. Karena anak itu enggak butuh 1000 ajakan untuk diajak jujur. Percuma kita setiap hari ngomong, "Ayo jujur, Nak. Mama enggak apa-apa." Enggak. dia tuh cuman butuh satu pengalaman saat dia jujur dan dia tetap diterima dan dipeluk. He. Enggak bisa kita ngomong, "Ayo jujur, jujur ya." Dan memang masalahnya adalah banyak anak yang sudah terlalu tidak jujur, sudah enggak mau tuh cerita

18:30 jujur ya memang susah karena itu anak sudah akan takut nanti kalau aku jujur malah mama marah. Iya. Itu malah membuat diriku sendiri bahaya gitu loh. Ada traumanya sendiri. Sudah trauma. Heeh. Heeh. Jadi anak itu enggak bisa kalau di sama kayak anak percaya diri enggak bisa kalau disuruh yakinlah kamu pasti bisa mama aja lu yakin. Biasanya kan ada orang tua gitu ya misalnya anaknya mau ikut lomba terus disuruh per anaknya pemalu. He. Terus yang dilakukan mamanya adalah dipaksa anaknya dikasih tahu. Ayo bisa. Mama aja yakin kok kamu bisa. Terus anaknya dipaksa dipanggung terus anaknya nangis gitu kan. Masalah percaya diri itu kan sebenarnya dibentuk dari lahir ya. Jadi, bagaimana kalau misalnya makanya anak itu jangan sering-sering

19:16 dibantu. Kasih dia kesempatan untuk melakukan sesuatu yang dia sendiri bisa melakukan. Kadang mama kan enggak sabar. He. Aduh, pakai kos kaki aja sejam. Wis, mama aja yang lakuin gitu kan. He. Ngancing baju sampai 15 menit gitu kan. Udahlah mama yang lakuin gitu kan. itu akhirnya kita ibaratnya gini mematikan rasa kepercayaan diri dia. He. Cara berkomunikasinya pun juga beda ya setiap anak beda. Makanya kalau ditanya parenting apa sih yang benar gitu kan. Parenting apa sih yang paling benar untuk anak? Sebenarnya enggak ada parenting yang paling benar. He. Parenting yang paling benar itu adalah parenting yang efektif buat anak. Nih contoh ya. Misal kayak ada orang bilang misalnya ya anak itu enggak bisa kalau sering-sering dikasih reward misal gitu kan. Karena nanti kalau dirasi reward

20:02 anaknya jadi ee enggak mau melakukan sendiri gitu kan. Kalau gini, kalau bagi saya ini menurut saya ya, selama itu efektif di anak, kenapa tidak? Kenapa kita bingung cari cara lain? Oke. Karena enggak semua anak bisa dikasih reward loh. Setiap anak berbeda ya. Yes. Anak A dia dikasih reward mau tuh. Tapi ada anak yang dibilangin gini, "Ayo, kamu belajar kiat. Kalau kamu ranking satu tak kasih sepeda, tak beliin sepeda." Itu kan reward kan. Tapi anak memang kalau misalnya dasarnya malas belajar, kamu kasih reward misalnya sampai kamu kasih sepeda ya enggak mungkin dilakukan ya setiap hari tetap malas belajar. Jadi anak yang jadi ada anak yang harus dikasih misalnya bisa dikasih reward. He. Tapi ada anak harusnya cara lain gitu

20:47 kan dikasih konsekuensi misalnya boleh selama itu efektif di anaknya kenapa tidak? Iya Om gitu loh. Kenapa kayak harus kalau itu sudah efektif dan anak kita bisa dimotivasi dengan cara reward misalnya kenapa harus cari cara lain merubah dia yang akhirnya dia malah tidak mau melakukan itu gitu kan. Jadi yang penting selama kita selama kita lihat efektif di anak lakukan. Makanya saya tuh sering bilang sama mama gini loh, kita itu harus mendidik anak itu dengan cara yang berbeda. Karena kebanyakan mama kan merasa aduh misalnya gini banyak yang komplain, he anak saya yang pintar nomor satu. Uh, pintar. He, nurut enggak menyusahkan. Anak kedua, ampun wis keras kepala, enggak bisa diatur bikin mamanya stres, gitu kan.

21:34 Terus saya akan balik tanya, "Kamu tahu enggak kenapa kok anak kedua stres?" Padahal mamanya sama loh. Karena mamanya pakai cara didik anak pertama ke anak kedua. Mendidik anak kedua ya kan bisa anak kembar aja karakternya beda tuh. Iya. Jadi enggak setiap anak misalnya satu kayak gini anak saya yang pertama si else itu sangat bisa dikasih konsekuensi misal apakah konsekuensi boleh? Boleh selama itu efektif ya gitu kan. Saya ngomong sama Els misalnya nih ya, kamu enggak belajar terus kalau kamu kan kalau di sekolahnya dia tuh gini, kalau misalnya nilainya jelek, dia itu akan dapat kelas tambahan di mana dia pulang sampai sore. Jadi kan dia itu akan mengurangi waktunya dia kan ya. Saya ngomong, kamu kalau enggak belajar ya udah kamu dapat ee disuruh ikut kelas tambahan,

22:22 kamu enggak boleh komplain sampai sore pulang kamu enggak boleh nangis meskipun kamu capek. Itu konsekuensi yang else bisa diketuin. Kalau enggak bisa. Oke. Elea itu enggak sudah kamu kasih konseku kan kita trial error gitu ya. Kita kamu kasih konsekuensi yo enggak bisa. Elea itu butuh disiapkan. Jadi misalnya gini kalau ngomongin Els itu cepat ngomongin tuh butuh misalnya seminggu untuk kamu ngomong misalnya gini ya. Nanti El nanti ketemu sama tante Niki misal gitu ya. itu enggak bisa kalau kita ngomongin sebelum ketemu kamu terus aku bilang gini, "El nanti enggak boleh nangis loh ya. Ngomong ya ngomong yang baik ya gitu enggak bisa. Anak ini harus dipersiapkan seminggu sebelumnya." Wow. Diceritain Ela, "Nanti El ketemu teman Mama misalnya gitu." Heeh.

23:07 Nanti Ela tuh harus gini. Jadi anak ini kayak butuh dibriefing gitu loh. Sedangkan else dia enggak usah, tinggal kamu kasih konsekuensi jalan dia. Wow. Elnya ya enggak bisa cara konsekuensi, cara reward enggak bisa L. Ya, berarti penting banget untuk bisa membaca anak kita masing-masing. Ya, trial error. Makanya saya enggak bilang enggak ada parenting yang tepat. He. Tapi selama itu sudah efektif. Kenapa enggak kalau makanya bilang gini, apakah boleh keras sama anak? Kalau anaknya dilembutin enggak bisa. Terus gimana kamu enggak kerasin? Terus mau jadi apa dia nanti gede? He ya kan? Kerasin boleh tapi diimbangin dengan kita sayang. He membuat dia merasa dicintai. He karena banyak mama tuh kan merasa aku sudah cinta loh sama anak. Tapi anaknya

23:52 bilang gini, "Mama loh enggak sayang aku." Karena kadang kita mencintai sesuai dengan apa yang kita rasa benar tapi enggak tepat di anaknya. He. Tapi takutnya kalau misalkan mengerasi anak kan tadi seperti yang Karen bilang, anak akan menyimpan intonasi dan ada bicara ibunya kan. Itu jadi gimana? Jadi saat kita sudah keras gitu ya, jangan lupa kita peluk dia setelah kita keras nih ya. Oke. Setelah itu kita ngomong sama dia. Misalnya contohnya Ela gitu ya. Elea tahu enggak tadi Mama marah karena apa? Karena El gini gini gini. Next Ela tahu harus apa? Iya. Oke. Mama minta maaf ya. Tadi memang Mama marah. Dan memang mama harus marah. Saya bilang gitu. Mama harus marah karena kalau tadi

24:37 El dikasih tahu baik-baik, Elak mau dengar. He jadi kalau lain kali enggak mau mama marah, kalau mama kasih tahu sekali El nurut. He gitu. Yuk, Mama minta maaf. Jadi jangan lupa minta maaf. Oke, minta maaf terus peluk dia. Nah, setelah itu jangan diungkit. Jadi udah kayak setelah itu biasa aja. Heeh. gitu loh. Oke. Jadi setiap kita marah jangan lupa kayak re kita kasih tahu alasannya kenapa marah itu. Oh oke. Dan kita jelasin kenapa kamu harus marah. Dan kita sengaja bilang mama harus marah. He. Bukan mama pengin harus. He kenapa? Karena dari tadi kamu sudah dikasih tahu baik-baik. Kamu enggak pernah mau pernah loh sempat anak

25:25 apa lupa saya siapa. Pokoknya anak ngapain dikit saya marah gitu kan. Iya. namanya manusia kan, emosi, kelepasan. Nah, setelah itu ya jangan lupa kita ngomong, cerita kalau saya ee sor ya tadi itu mama kelepasan karena mama capek. Karena mama capek kerjaan gini terus tadi ada masalah sama papa. Emang anak perlu tahu? perlu he itu mempersiapkan dia. Kalau kalau memang saya waktu mamanya ada masalah, kalau bisa kamu jangan ganggu dulu gitu loh. Karena kadang anak itu ngerti loh. Makanya sekarang Els Lea karena sudah dilatih gitu kan dia ngerti kapan boleh ngomong sama mamanya. Kadang mereka tanya dulu, "Mama sibuk enggak?" Si Els tuh sering, "Mama sibuk enggak?" "Sibuk." "Oh ya udah nanti aja Els mau

26:10 ngomong kalau mama sudah selesai panggil Els ya." Gitu. Jadi dia sudah tahu kapan. Kalau enggak, kalau anak enggak dikasih tahu kapan waktunya gitu kan dia itu nanti gini kalau enggak dikasih perhatian tantrum. Oke. Itu cara kasih tahunya gimana, Kak? Soalnya banyak loh kayak even anak aku juga ya pada saat aku lagi melakukan sesuatu, Ibu, Ibu ibu sebentar ya. Ibu lagi mengerjakan sesuatu enggak? Ibu ibu ibu ibu tetap tetap kayak dipanggil harus nengok ke dia dulu. Aku udah bilang kayak sebentar ya. Pada saat ibu ini isa tenang dulu. Nanti setelah ibu selesai baru ibu ke Isa. Tapi he keeps doing that. Gimana caranya bisa mendisiplinkan ya atau memberitahu anak usia 5 tahun ke bawah? Repetisi. Jadi gini, kalau saya dulu memang saya ngomong sama orang

26:57 anaknya terus nih minta-minta apa-apa gitu ya. Nah, ini kita harus lihat prioritas. prioritas gini, kalau memang waktu kita ngomong sama orang sepenting itu enggak bisa ditinggal, yang saya lakukan adalah saya suruh orang lain bawa anaknya pergi. Itu harus biar dia tahu memang ada waktunya orang dewasa enggak bisa diganggu. Tapi kalau misalnya kita lagi ngomong terus ini enggak penting-penting amat nih ya. Kita bisa ngomong sama dia dulu kayak ee apa sor ya aku ngomongin dulu ke anak gitu ya. Kalau dia tetap misalnya minta-minta gitu kan, misalnya minta mamanya tetap saya minta dia bawa pergi. Karena kalau anak tetap lihat mamanya di sana gitu kan, dia pasti akan terus minta. Enggak mungkin enggak. He. Saat dia dibawa pergi dan itu dilakukan repetisi, dia akan ngerti, "Oh, memang

27:44 ada waktunya mama itu enggak bisa diganggu." Hmm. Sampai akhirnya minta izin untuk ngomong seperti Els. Iya. Nah, itulah kenapa kita ini harus butuh otaknya untuk siap memahami perkataan orang tuanya. Oke. Dan aku lihat di sosial media Kak Rensia sekarang memiliki audio live. Iya benar. Dan bisa diakses untuk para orang tua. Iya. Bisa dijelasin enggak audio live itu dan hubungannya apa dengan komunikasi? Komunikasi anak. Oke. Gini. Jadi audio live itu sebenarnya gini. Kenapa harus audio Live? Karena ternyata sebelum punya anak saya itu memahami yang ngatur anak itu siapa? Orang tua bukan sebenarnya. Yang ngatur anak itu otaknya. Oke. Otak itu mengatur rasa lapar, rasa

28:30 marah, rasa sedih, rasa senang, rasa ingin marah, rasa kecewa. Itu otak yang ngatur. He, itu semuanya otak gitu kan. Nah, kalau gitu kenapa kita enggak langsung ke otaknya? Dulu saya merasa gitu. Iya ya kan? daripada kita capek. Nah, sekarang gini, audio itu apa gitu kan. Jadi gini, ibaratnya otak anak itu kayak taman. Oke. Kalau tanahnya keras, kita kasih benih semahal apapun enggak akan enggak akan bertumbuh. He. Tanahnya keras, kamu tanamin bini kita siramin kasih air pegunungan lawak ya enggak mungkin bisa gitu kan. Kenapa? Makanya kenapa banyak orang saya sudah sabar loh, tapi anaknya enggak pernah ngerti ya karena tanahnya enggak siap.

29:16 Heeh. Makanya kenapa kalau anak otaknya keras, kita ngomong dari cara halus sampai cara kasar, enggak mungkin dianggap masuk kuping kiri, keluar kuping kanan. Otaknya belum siap menerima benih omongan mamanya. Oke. Tapi kalau otaknya misalnya gini, tanahnya lembut, kamu kasih benih benihinya enggak usah mahal, itu akan bertumbuh. Iya. Ya kan? Nah, itu ibaratnya matahari dan air buat otak anak. Oke. Jadi dia itu bikin otaknya yang keras. Heeh. Jadi lembut. Saat otaknya lembut, kita ngomong, "Nak, jangan nangis. Belajar yuk." Belajar dia nurut. Karena otaknya sudah paham mamanya ngomong apa. Heeh. Terus kalau misalnya banyak anak yang enggak mau belajar, kadang kalau kita merasa anak enggak mau belajar, kita langsung bilang, "Oh, anak malas." gitu

30:02 kan. Ternyata enggak. Anak enggak mau belajar tuh karena otaknya belum siap untuk menerima pelajaran. Hm. Nah, makanya begitu banyak tuh yang pakai audio terus anaknya siap, otaknya siap menerima pelajaran, dia fokus terus dia jadi berprestasi. Karena jadi Audio Live ini sebenarnya bukan musik biasa. Jadi audio itu musik terapi. Oke. Di mana ini tuh ada frekuensi gelombang emang difokuskan untuk menstimulasi otak anak. Jadi dia itu akan menurunkan emosinya, membuat emosinya stabil. Karena kadang gini loh, Niki, paling gampang ya analoginya itu gini. Kalau kayak ibaratnya radio ya, radio itu kalau kita enggak putar frekuensinya bunyinya gresek gresek gresek gresek gitu ya. Iya. Terus kita enggak bisa dengar tuh suara

30:49 orang nyanyi, suara kita ngomong, enggak bisa. Tapi kalau kita putar frekuensinya jelas kita dengar ngomong sama otaknya anak itu lagi ribut. Oke. Dia itu memang belum terarahkan, kan. Makanya memang dia tuh ribut. ribut dengan perasaannya yang enggak karuan, ribut dengan stresnya dia. Kadang kita enggak merasa anak itu stres. Padahal anak itu stres gitu loh. Otaknya anak itu ribut. Jadi begitu kita atur frekuensinya dia bisa jelas dengar mamanya ngomong. Oke. Dia bisa jelas dengar, "Yuk mandi." Dia jelas. He. Karena kadang dia juga enggak tahu ngerasain. Makanya audio itu sudah ada frekuensi yang memang diatur untuk menurunkan emosinya.

31:34 Ini tuh seperti lagu atau apa kedengarannya? Jadi audio itu ee ibaratnya seperti musik yang merilekskan. Ibaratnya seperti itu. Oke. Musik yang merilekskan. Tapi bedanya adalah ini bukan cuman musik. Jadi memang ada frekuensi gelombang yang sudah diatur ratmennya gitu kan. repetisinya itu memang untuk khusus menstimulasi otak anak. Beda dengan white noise. Iya. Kalau mungkin Niki tahu white noise ya. White noise itu adalah jadi bedanya gini. White noise itu menutup suara maksudnya. Jadi kalau white nouse itu suara AC, suara hujan, terus suara hair dryer misalnya. Makanya kadang kan mamanya hair dryeran anaknya bisa tidur. I white noise itu fungsinya adalah membuat

32:20 satu suara yang stabil supaya anak itu enggak terganggu dengan suara lainnya. He gitu loh. Kalau audio itu bukan white noise. Karena audio itu memang gelombang yang memang disesuaikan untuk menurunkan emosi anak. Jadi gini, anak kalau tidak emosi dia lebih gampang dikasih tahu. Contohnya misalnya gini, "Kamu lagi marah? Saya ngomong enggak mungkin kamu anggap benar ya. Tunggu pasti saya bilang gini, "Yuk tenang dulu yuk." Niki tenang yuk baru kita bisa diskusi. Gitu kan. Sama anak kalau lagi tantrum, otaknya ribut, lagi emosi, enggak akan bisa dikasih tahu. Oke. Jadi kita buat dulu otaknya itu ada di gelombang yang bikin dia rileks, bikin dia tenang, makanya dia jadi siap belajar.

33:05 Oke. Bagaimana cara bekerja audio live ini supaya bisa lebih maksimal? Karena tadi aku berpikir kalau misalnya ini sound bisa enggak kita putar aja di playground-nya atau jadi back sound kita sehari-hari di rumah atau gimana? Jadi audio live itu memang diputar saat anak bangun. Jadi saat anak beraktivitas. Jadi mau dia lagi makan bahkan lagi nonton pun bisa. Ah isi gitu karena beda fungsi. Kalau nonton tuh kan memang dia hiburan gitu kan. Kalau di live tuh nanti gelombangnya akan langsung menstimulasi otaknya. Oh jadi bisa diputar kapanpun. Bisa diputar kapanpun yang penting dia bangun. Oke. Jangan saat dia tidur. Kenapa jangan saat dia tidur? Karena gini, audio itu kan stimulasi. Nah, sama kalau sekolah itu kan stimulasi gitu kan. Masa kita nyekolahin anak waktu tidur enggak kan?

33:51 Nah, kita harus nyekolahin anak saat anak bangun. Jadi, Audil itu dia akan bekerja maksimal kalau otaknya sadar. He. Tapi banyak meskipun tidur di ada tapi hasilnya tidak seoptimal waktu ini ee waktu bangun. Jadi sebenarnya Audi itu kayak alat bantu mamanya. Oke. Apa akan bekerja lebih maksimal di usia tertentu, Kak? Misalnya golden age gitu. Benar. Semakin dini semakin bagus. Oh, oke. Tapi masalahnya otak anak ini enggak permanen. He. Jadi, makanya kenapa tidak ada kata terlambat yang ada mamanya memang mau enggak untuk merubah anaknya. Jadi, memang semakin dini anaknya akan semakin ngerti. Makanya kemarin saya ee banyak dapat omongan

34:37 gitu ya. Dia pakai ke kakaknya yang gede gitu kan. Sedangkan yang kecil itu merasa ee ini yang kecil itu merasa kok cepat banget gitu loh. Malah takut kalau anaknya yang kecil mengalahkan kakaknya gitu. Karena memang semakin kecil karena dia kan gini dia sudah ibaratnya gini otaknya didewasakan untuk mengerti apa yang terjadi di lingkungannya. Iya. He gitu. Durasi idealnya berapa, Kak, untuk diputar sehari? Minimal sejam. Tapi kalau mau hasil optimal 4 jam. Wow. Ini ini menarik banget loh. Ini orang tua bisa enggak ya supaya lebih rileks lagi. Nah, banyak yang pakai Audi Live yang dewasa. Ada yang dewasa memang buat mamanya yang suka marah-marah. Oh, ada juga suka emosian. Ada. Oke. Kalau boleh tahu review orang tua

35:24 yang sudah pakai audio live laporan ke Karencia apa? Oh, banyak banget. Saya juga e simpan gitu ya semua testingnya kan setiap hari saya live gitu kan banyak banget. Jadi kemarin itu ada anak yang ee sampai kena stroke ringan. He dia bisa ngangkat tangannya kayak gitu ya. Tapi itu memang case-case khusus ya. Tapi yang paling benar itu adalah banyak anak yang jadi berprestasi. Jadi sebenarnya gini, jangan disalah pahamin kalau audio langsung bikin anak nurut. Enggak. Magic gitu ya. Heeh. Bukan, ini bukan magic. He audio itu bikin otaknya siap supaya mamanya ngomong dia paham. He audio bikin anak mau makan bukan. Kadang anak enggak mau makan itu sebenarnya

36:10 bukan karena dia enggak nafsu makan bukan. He. Kita bayangin ya anak itu ada mode fight sama mode digest mencernaah gitu ya. Kadang kita enggak tahu anak itu lagi marah, lagi emosi, lagi sedih gitu kan. Kita paksa dia makan. Makanya dia nolak karena modenya masih dia fight. He enggak mau nih dan otaknya enggak bisa memberikan signal rasa lapar. He. Nah, Audi itu menurunkan intensi otaknya, ketegangan otaknya, terus membuat otaknya pindah dari mode fight ke mode digest. Oke. Saat otaknya rileks, percaya enggak? Nafsu makan itu berjalan sendiri. Oh. Muncul sendiri. Jadi nanti dia bukan dipaksa makan, tapi memang anaknya mau makan. Karena gini, manusia enggak mungkin kan

36:55 enggak lapar. Betul. Betul kan? Nah, masalahnya adalah kadang kesalahan orang tua adalah anaknya enggak mau makan malah diganti susu gitu loh. Terus gimana caranya dia mau belajar untuk makan? H sebenarnya enggak ada gitu loh. Enggak enggak ya. Jadi ibaratnya gini, jangan dikira audio tuh magic. Oh, audio berarti anaknya enggak usah dididik. Salah. Audio itu bukan menggantikan didikan orang tua. Anak tetap harus dididik. I audio itu membantu supaya didikannya masuk. He anak-anak juga pakai saya pakai dari dalam kandungan. Oh iya saya pakai dari dalam kandungan. Makanya kalau Niki tanya kenapa anak saya gampang dikasih tahu gitu kan otaknya sudah dipersiapkan dari dulu. Iya, itu yang mau aku tanyain tadi.

37:43 Karena aku lihat di konten-kontennya kan si Els itu kok pintar banget bikin konten. For your information ya, kalau misalkan ajak anak-anak bikin konten tuh luar biasa susah kan briefingnya, stagingnya, apalagi ada dialognya. Itu memang dari kecil dari dalam kandungan saya pakai. Oh, jadi dari kandungan pun gak bisa. Iya. Terus saya pakai sejak dia lahir terus dipakai. Oh wow. Gitu. Ada batas usia maksimal untuk pakai audio live tuh usia berapa, Kak? Sampai lansia. Oh gitu. Sampai lansia. Heeh. Dan dari yang aku dengar tuh, kita bisa banget menggabungkan kegiatan kita sehari-hari dengan menggunakan audio live itu ya. Benar. Kita enggak perlu kayak nyiapin tempat khusus atau jam khusus. Kita bisa ya udah putar aja setiap hari git. Hopnya putar aja. Oke. Nah, dan ada nih memang beberapa orang

38:29 bilang gini, "Aku pakai audil kok enggak ngefek gitu kan." Nah, pertama adalah tidak mungkin tidak ngefek. yang ada mamanya tidak sabar. He gitu loh. Nah, kita perlu tahu nih apa musuhnya otak nomor satu sebenarnya. Kadang ya ini sudah ada penelitiannya gitu ya. Bentakan kita itu merusak otak anak loh. Sekali kita bentak sel otak anak itu rusak sampai R miliar. He makanya kalau anak sering dibentak dia jadi enggak percaya diri, dia jadi penakut, dia enggak pernah bisa dikasih tahu gitu ya. Nah, sebenarnya karena otaknya kacau, kita kacaukan terus. Seharusnya kan kalau kita stimulasi itu kan kita akan membentuk sinapsis di otaknya kan. Nah, dengan bentakan itu dipatahin terus.

39:15 He, contohnya itu. Nah, sekarang gini. Kenapa misalnya ada makanya saya bilang tidak ada yang tidak ngefek. Yang ada mamanya belum sabar. Misal dari kecil anaknya dibentak terus sampai gede. He. Terus kamu kepengin dalam waktu 3 hari kamu putar anaknya langsung berubah gitu ya. itu robot bukan manusia. He. Karena contoh gini, misalnya kita punya motor ya, terus k motor kita sudah rusak tuh dari dalam, terus kita bawa ke bengkel. Saya minta dalam 2 hari ini beres. Enggak bisa. Karena motor tuh harus dicari tahu kerusakannya apa, diperetelin dulu, gitu kan. Nah, jadi bagi saya bukan ee bukan tidak ngefek, tapi kamu enggak pernah mau sabar. Ada mama yang 6 bulan baru berubah loh anaknya,

40:01 tapi berubahnya luar biasa banget. Jadi misalnya anaknya dulu enggak mau belajar, sekarang sampai jadi juara. Wow juga jadi kayak Wow. Bukan tidak berubah, tetap perubahan time. Karena otak itu kayak otot, bukan kayak saklar. Jadi yang kita on langsung berubah. Gak. Kalau gitu enggak usah punya anak. Itu punya robot yang kita program gitu kan. Jadi otaknya anak itu kayak otot. Semakin banyak kita latih, dia semakin kuat otaknya. Ya, kalau kamu pakai audio live yang benar, enggak ada yang enggak ngefek. Adanya mamanya enggak sabar. He, ada tetangganya pakai 3 hari anaknya nurut. Tiba-tiba tetangga kan dengar tuh beli ya. Terus di ee dia bilang gini, "1 bulan enggak berubah. Saya tangani nih, saya tanya,

40:49 "Kamu pakainya berapa lama?" Ya, saya pakai seminggu sekali. Loh, berarti kamu pakainya cuman seminggu sekali gitu kan. Sama kayak kita ke dokter dikasih suruh seminggu minum obat sehari tiga kali, kamu minumnya cuman seminggu sekali. Ya enggak akan secepat itu berubah. Tapi kalau kamu rutin pasti ada perubahan. Jadi yang ada itu mamanya enggak pernah sabar. He. Kalau sabar pasti berubah. Enggak mungkin enggak apa ini juga bisa membantu anak dengan maaf berkebutuhan khusus atau dengan hambatan komunikasi bisa juga. He. Saya banyak dapat testimoni juga anak-anak berkebutuhan khusus, tapi Audiol tidak ngeklaim untuk menyembuhkan ya. Enggak ya. Jadi Audio Live tidak bisa menyembuhkan tapi perkembangannya jauh lebih baik. He tidak tidak untuk menyembuhkan. Nah, contohnya kadang kesalahan gini. Banyak

41:36 anak yang pakai ee audio live terus terambat bicara dia terus bisa ngomong gitu ya. Kenapa kok bisa membantu untuk ee ngomongnya gini ya? Karena kadang anak itu otaknya harus dengar dulu dengan jelas baru dia bisa ngomong. He. Kadang gini ya, Niki, ada mama anaknya terlambat bicara. Dipaksa tuh ngomong, "Ayo buka enggak mulutnya?" Bilang, "Mama, Papa." Anaknya cuma diam nangis. Kamu kenapa? Karena anak itu sebenarnya dia belum dengar jelas perbedaan ma, pa, sa, ka, da, ta. Dia enggak enggak enggak jelas. He sama kayak ibaratnya gini, ada musik kalau suaranya tumpang tindih ada suara drum, suara piano, suara biola, anaknya kan enggak ngerti ini suara apa gitu

42:21 loh. Nah, audio live itu bukan bikin anak ngomong, bukan. Dia membantu otaknya bisa dengar dengan jelas karena dia lagi tenang banget. Ya, begitu dia jelas dengar kata-kata mamanya ngomong, "Ayo bilang, "Mak, diomongin sama dia, Ma." Dia belajar. Jadi bukan audio live itu bikin anak langsung ngomong. Makanya kan kadang ada orang yang misalnya gini ya, skeptis langsung enggak percaya. Masa musik bisa bikin anak ngomong. Bukan audio untuk anak ngomong, tapi audio itu membantu otaknya siap untuk mendengar kosakata dengan jelas. I dari situ dia bisa ngomong. Nah, enggak bisa kayak gini. Kalau kamu kadang mengharapkan ya mama-mama tuh kadang gini mengharapkan dengan pakai audio terus anaknya ditinggal gitu aja. He enggak bisa ya. Tetap harus diajak ngomong,

43:06 tetap harus distimulasi ya. tetap harus dijajak ngomong gitu loh. Karena audio itu membantu otaknya untuk menerima apa yang dikatakan sekali lagi bukan ajaib langsung bikin anak bersuara. He. Nah, kalau dipakai Audi Live misalnya 3 bulan tapi mamanya tetap pergi kerja enggak pernah tuh ngajak anaknya ngomong akan berefek ya? Berefek tapi mungkin sedikit. Oke. Mungkin dia akan misalnya ya kalau pas mamanya pulang dia baru bisa mendengar suara mamanya kan otaknya lebih jernih nih ya. Dia bisa mendengar mama tapi enggak akan sefisien misalnya kalau misalnya setiap hari kamu bantu dia nambahin kosakata. Misalnya satu hari kamu bilang dengan jelas di telinganya bola. Misalnya sehari diulang terus tuh bola. Akhirnya lama-lama didengar.

43:51 He. Oh bola. Dia bisa ngomong. Ya. Beda dengan anak yang mungkin enggak pernah diajak ngomong kan ditinggal gitu aja gitu. He. Tadi Karenya juga em mention tentang keterlambatan bicara. Itu juga hal yang ingin aku tanyakan banget. Menurut Karensia, apa sih kesalahan orang tua tuh yang membuat anak-anaknya jadi memiliki keterlambatan bicara atau speech delay? Biasanya anak terlambat bicara karena orang tuanya suka berlambat-lambat. Kok bisa? Dia kadang nunggu anaknya bisa ngomong baru diajak berkomunikasi. Baru diajak berkomunikasi. Seharusnya gini dari kecil ya, makanya gini saya ee kalau waktu anak saya bayi gitu kan saya

44:36 sudah bilang anak itu bisa berkomunikasi jauh sebelum dia punya kata-kata gitu ya. Saya kan dari kecil memang pakai audio toh. Waktu misalnya gantiin popoknya kita ngobrol sama dia. He. Tapi gini, kalau kita ngomong sama anak jangan pakai bahasa ritme bicara orang dewasa kayak gini, "Nak, ayo kita ganti popok." Enggak. Kita bilang, "Nak, ini waktunya ganti popok." Jadi gini, ucapan kita dipelanin supaya anaknya bisa ngelihat mulutnya gimana. Hmm. Itu penting. Makanya kalau ke terapi wicara misalnya ya, kalau ngajarin anak ngomong kan harus lihat mulutnya kan. Ayo, ayo perhatikan perhatikan gitu kan. Mama kenapa enggak kita ajarin aja dari kecil? He ya. Saya jadi saya kayak misalnya anak waktu ganti popok gitu ya. Kita ngomong nak kita waktunya ganti popok ya. Ini

45:24 anak ngomong. Makanya gini, kenapa banyak anak terlambat bicara waktu pandemi kan? He. Kenapa? Karena mamanya pakai masker. A sih. Kita aja kadang dengar orang ngomong enggak jelas kan. Iya. Waktu pakai masker ya. Kadang kalau misalnya orang maskeran kok kita pasti gini, "Hah, apa sih? Buka dulu maskernya gitu kan." Sama ya. Mungkin karena itu kondisinya gitu kan. Jadi anak itu enggak bisa ngelihat caranya mengucapkan sesuatu. Oke. Jadi dari kecil gitu ya kita ajak ngobrol tapi jangan pakai bahasa kita gini ini secepat ini jangan He. Dipelanin. He. Jadi kayak nak lagi poup ya. He gitu loh ngomongnya itu memang gini kita harus menyesuaikan bahasa kita dengan dunianya mereka. He nak lagi pipis ya gitu. Nah, anak itu

46:13 kita membuat dia tahu kalau dengar jelas gitu loh. Jadi kayak gini, LCFA Lance 1 seteng tahun mereka sudah lancar ngomong. Wow. Nah, makanya gini. Jangan nunggu anak bisa ngomong baru diajak ngomong. Dia sudah ngerti, hanya saja kadang dia belum bisa mengucapkan gitu loh. Jadi kalau kita punya anak terlambat bicara, jangan merasa gagal. Enggak. Enggak ada ibu yang gagal menurut saya. Karena setiap ibu pasti kepingin anaknya terbaik. He, pasti yang perlu kita lakukan adalah kadang kita tidak tahu caranya. Misalnya gini, banyak orang tua yang bilang, "Ya, Niki ya, he anak tantrum baru bingung dia, aduh anakku tantrum wis enggak bisa diatur, pusing aku." Gini, kalau bagi saya lah, kenapa kamu tunggu anak tantrum baru bingung? Harusnya sebelum dia tantrum itu sudah dididik. Contohnya gini, saya dari bayi tidak pernah membiarkan

47:00 anak saya nangis minum susu dalam minta susu dalam arti gini, kita yang menjadwalkan. Contohnya waktu bayi biasanya anak minum 1 jam seteng sampai 2 jam sekali. Benar ya? Ya. Kita orang dewasa enggak boleh lupa. Jangan tunggu anaknya teriak-teriak nangis baru kita kasih. Karena banyak orang tua kan enggak paham ini, enggak paham jadwal. Akhirnya nunggu anaknya teriak-teriak kita baru kasih susunya. Heeh. Tunggu anak marah, kita baru datang bikin susu. Itu akhirnya membuat sebuah mindset gini loh. Oh, jadi minta mama itu aku harus teriak, aku harus nangis. Dan itu sekarang gini, anak minta susu sehari berapa kali? Kalau newborn bisa sampai 8, 9, 10 kali anak minta nyusu gitu ya misalnya ya. Jangan nunggu dia minta baru kita kasih. He, jadi gini, jangan tunggu dia tantrung

47:47 baru kita tahu apa kebutuhannya. Oke, saya jadwalin 1 seteng jam misalnya dia enggak mau, ya udah nanti tawarin lagi. Jadi anak itu belajar, oh mamaku tahu kebutuhanku. Jadi dia enggak perlu marah-marah, dia enggak perlu nangis, dia enggak perlu teriak-teriak untuk minta sesuatu. Oke. Eh, jadi kalau aku boleh menyimpulkan menurut Karenia ketika anak tantrum itu misalkan tantrum karena enggak dikasih gadget atau tantrum enggak dikasih mainan sebenarnya bukan tantrum mengenai apa yang dia minta tapi tantrum kehubungan orang tuanya. Iya. Karena gini, kalau misalnya anak itu enggak merasa punya koneksi yang baik sama mamanya, jadi gini, kalau mamanya tidak bisa diprediksi, biasanya anaknya lebih tantrum. Ya,

48:32 contohnya gini. Anak kan enggak ngerti aku minta dikasih atau enggak ya. Nah, kalau saya kadang tak buatin jadwal sebulan kamu misalnya boleh minta mainan dua kali. Sebenarnya gini, enggak ada yang salah kalau orang tuanya mampu membelikan anak banyak mainan. Enggak salah kok. Yang penting diimbangin dengan didikan. Karena kalau cuman kamu kasih mainan gitu kan, itu kesannya memanjakan. Nah, banyak orang yang bilang gini, ee ada teman saya memang dia orang mampu banget gitu kan. Terus dia merasa bersalah sendiri. Salah enggak ya kalau saya tuh ngasih anak saya banyak mainan? Terus saya bilang, "Loh, selama kamu mampu kan itu buat anak kamu ya kasih." Kalau saya, tapi jangan lupa barengin dengan didikan. Oke. Jangan cuman ngasih anak tapi kamu enggak barengin didikan. Kalau saya tak kasih jadwal misalnya gini, "1 bulan

49:19 kamu boleh misalnya minta mainan tiga kali gitu kan ya. ya dia sudah tahu. Jadi dia kalau sudah tiga, dia enggak akan merengek untuk minta-minta lagi. He. Sama kayak misalnya e snaking time gitu ya. Kita kan tahu toh gula itu sangat membuat anak hiperaktif, sangat membuat anak otaknya juga kacau. Ya toh. Anak saya bukan enggak boleh gula, boleh, tapi dibatasin seminggu sekali. Nah, jadi kalau kita tahu batasan, jadi kita menjadi orang tua yang diprediksi. He dia tahu, "Oh, ya ini memang bukan waktuku, ngapain aku minta gitu." Karena kadang mamanya enggak tega tuh. Anak-anaknya nangis dikasih, anaknya nangis dikasih. Semakin kamu bisa ditebak anak, dia akan pakai itu senjata. Oh, gampang. Minta mama itu aku tinggal gulung-gulung

50:05 di lantai nanti di mall. He, nanti aku pasti dikasih. Jadi, ini ada satu profesor di luar negeri itu bilang gini, "Who is the boss?" Siapa yang jadi bosnya di sini? Kamu atau anak? Gitu kan? He. Makanya saya selalu bilang gitu kan, memang kita enggak bisa menjadi teman untuk anak, kita harus jadi orang tua. He memang itu orang tua fungsinya untuk ngasih tahu dia bukan menerima semuanya. Kalau teman apapun diterima. Misalnya gini, ni kita berteman gini ya, Niki ya. Kamu salah pun saya bela gitu kan. Kamu salah saya bela. Kamu enggak baik saya bela karena itu teman. Tapi kalau orang tua kan enggak bisa gitu. He sudah tahu anak saya loh dibetulin daripada nanti dunia yang didik dia. Iya. Harus mamanya.

50:51 He. Harus mamanya. Jadi gini, jangan tunggu anak tantrum gitu ya. Tadi mungkin saya ee di depan ngobrol gitu kan. Jadi mungkin ada yang tanya juga anak saya 3 tahun gitu kan. Anak saya 3 tahun tantrum. Wajar enggak sih? Pertanyaan orang selalu gitu kan. Anak saya usia segini wajar enggak sih? Terus saya bilang, "Kenapa harus mewajarkan perilaku yang salah?" Contoh, kalau 1000 anak orang lain tantrum, kenapa anak kamu harus tantrum? Hm. Jadi gini, jangan mewajarkan atau menormalisasi perilaku yang salah hanya karena itu sama kayak anak lain. He. Kadang kita ee itu kalau saya, saya balik gitu kan. Kalau 1000 orang lain

51:36 tantrum, anak saya harus pintar. Karena itu mempengaruhi cara kita mendidik nanti. He. Banyak orang kesalahannya itu gini niki, "Oh, ya namanya tantrum kan fase. Bagi saya tantrum itu bukan fase karena orang dewasa pun bisa tantrum kok." Fase itu sesuatu yang tidak bisa diulang. Contohnya merangkak itu fase. Karena enggak mungkin kan orang gede masuk dalam fase merangka lagi. Terus ada orang yang bilang gini, "Ini fase anak saya enggak mau makan." Loh, enggak ada fase enggak mau makan. He, ada anak-anak yang makannya lahap kok gitu loh. Jadi, jangan dibilang fase. Karena kalau kita bilang fase, otomatis kita jadi terlena. Maksudnya terlena itu dalam arti gini, kita enggak mau memperbaiki itu toh ya harus dilewati. Ya, akhirnya kebablas misalnya fase

52:23 tantrum. Cari tahu nih tantrum anak biasanya dimulai dari misal 3 sampai 6 tahun gitu kan ditunggu sama mamanya. Oh, ya udah berarti kan fasenya ya udah nanti kita lihat aja 6 tahun. Nah, harusnya kan kamu sudah pakai 3 tahun ini untuk merubah dia. He. Karena karakter anak itu jadi usia 13 tahun. Oke. 12 13 itu jadi makanya gini banyak tes bakat minat atau misalnya tes ee kepribadian itu dimulai dari usia 13 tahun. 13 tahun. Oke. Karena dari situ karakternya jadi. Wow. Jadi jangan tunggu jadi gitu kan. Jadi makanya jangan pernah nganggap sesuatu yang salah itu fase kayak gini. Aduh anakku fasenya mukul loh.

53:09 Ada loh anak yang enggak mukul. Jangan yang enggak fase. Heeh. Karena kalau fase akhirnya kita kasih bahasa ke otak kalau ya udah ini wajar namanya anak-anak. Makanya saya tuh enggak pernah menormalisasi namanya kayak namanya yo anak-anak gitu. He enggak ada. Kalau saya ya makanya saya kalau ngomongin sama elsu pakai bahasa orang dewasa gini loh. Oke. Jadi enggak pernah kalau saya merasa alah ngapain dijelasin wong anak juga enggak ngerti. Jelasin. Misalnya gini ya. Kadang kita terlambat ke bandara itu kan kadang anak kita sudah panik terus anaknya tanya, "Mama kenapa?" Harus kita aduh sudahlah kamu enggak tahu. Udahlah gitu kan. Justru anak itu tahu kita ngomong. Jadi jangan pernah merasa anak itu enggak tahu. Karena sejak dalam kandungan anak itu merespon loh mamanya ngomong kan.

53:55 He mama anak itu merespon dan suara mamanya itu sebenarnya paling penting banget. He paling penting. Kenapa? Niki pernah ngalamin ya anak pertama ya waktu dia rewel. Kalau kamu sudah bilang nak itu anaknya sudah diam. He anak itu enggak tahu kenapa ya punya koneksi banget sama mamanya. Jadi begitu kamu ngomong, "Nak, tenang yuk." Itu bisa diam lagi gini, kamu enggak usah ngomong. Kadang kamu peluk dia, dia tenang gitu kan. Betul. Sama semua orang nangis sama kita. Koneksi. Koneksi tuh banget. Nah, jangan sampai koneksi ini rusak. Iya. Hanya karena kita tidak tahu cara anak berkomunikasi, terus kamu melakukan hal yang salah. Contohnya anak tantrum dibilang nakal,

54:42 terus anak misalnya sedih dibilang dia itu enggak bisa diatur. Padahal dia cuman lagi sedih. He. Jadi gini, enggak ada yang namanya sebenarnya anak enggak bisa berkomunikasi gitu. Yang ada kadang kita enggak peka kan. He kita cuman melabelin, "Aduh, kamu tuh memang enggak bisa diatur ya, tantruman ya, nakal ya. Tapi yang kita lupa, kita cuman fokus ke perilaku, kita lupa kebutuhan mereka. He. Sebelum kita ke perilaku, anak ini butuh apa? Butuh kita ngasih tahu ini namanya apa, perasaan apa. Loh, kita loh enggak pernah menjelaskan ke anak ini namanya apa, terus kita minta dia enggak tantrum. Dia enggak ngerti. Iya. Dia enggak ngerti apa yang harus dia lakukan. Contohnya kita loh lupa. Kita enggak pernah ngomongin anak toh kalau kamu minta sesuatu caranya gimana. He.

55:30 Makanya anaknya akhirnya kalau ketemu mamanya ngerengek. Ada di video saya ya, anak dari Eon kecil itu waktu itu dia ngerengek minta. Jadi saya punya studio juga gitu kan dia minta saya dibawa minta dibawa ke sana gitu kan. Tapi dengan cara ngerengek saya langsung bilang ngerengekmu enggak akan merubah keputusan mama. Ngomong yang baik. He itu direpetisi ternyata anaknya ngerti. Kadang kita lupa untuk ngasih tahu ke anak ngomongnya tuh gimana. Iya. Kita cuman berekspektasi ya anak ngertilah wong namanya manusia ya dia bisa ngomong enggak bisa. Kita enggak pernah ngasih tahu dia gitu loh. He contohnya misalnya ya kalau misalnya anak lagi nangis mungkin ini banyak yang tanya loh. Kalau anak lagi nangis enaknya diapain?

56:16 Banyak orang yang selalu kalau anaknya nangis disuruh diam. Bisa diam enggak? Ayo diam enggak gitu kan. Nah tahu enggak kapan dia diam kalau digituin? Dia diam nanti saat dia remaja. Hm. Jadi kalau misalnya anak remaja kita nanti diam di kamar, enggak mau sama orang tuanya enggak dekat lagi gitu kan, berarti didikannya berhasil loh. Kok bisa berhasil? Eh, karena dari kecil anaknya punya emosi disuruh diam, disuruh simpan sendiri. Suruh simpan sendiri. Itu kan direpetisi. Makanya saat gede bukan dia enggak mau ngomong, tapi dia sudah nyerah. Percuma aku punya emosi enggak pernah didengerin. Ya wis aku diam aja. Makanya banyak anak remaja yang lebih memilih ngobrol sama temannya. He. Karena dia harus sudah nyerah. He.

57:02 Tapi kalau misalnya kita dari kecil belajar untuk ngasih tahu, intinya gini, anak paling gampang, anak itu perlu briefing. He dalam hal apapun anak itu perlu briefing. Kayak jangan berharap anak itu ngerti, tapi kita yang harus ngerti anak ini butuhnya apa. Oke. Ingat loh, kita itu enggak sedang membesarkan seorang anak. ini tuh calon orang dewasa. He. Nanti dia seperti apa itu ngikut kita persis. Heeh. Kalau ada orang tua yang mendengar podcast ini dan mau mengubah cara komunikasinya mereka ke anak mereka dimulai dari mana dulu? Say sorry kalau saya. Oke. Say sorry itu gini membuka hati kita. Contoh gini niki kita habis berantem nih ya. Apa yang buat kita

57:48 nanti ngomong lagi? Salah satu harus sori. Benar enggak? Kalau enggak ya wis kita mungkin saya diamin kamu terus kamu juga diamin saya karena kamu merasa ngapain aku ngomong kita masih bermasalah gitu kan. Tapi coba misalnya kamu ngomong sama saya sor ya atau saya ngomong sama kamu sor ya yuk kita ngomong. Nah itu akhirnya gini kita yang dari tensinya tinggi kayak oh aku merasa uniki mau sor nih. Kita jadi melunak toh langsung. Benar kan kita orang dewasa aja begitu apalagi anak. Jadi kalau mau merubah jangan gengsi minta maaf bilang aja. Oke, sor ya. Selama ini mungkin mama salah, mama banyak bentak-bentak, mama marah gitu kan. Nah, yuk kita belajar. Tapi saya enggak pernah janji sama anak gini. Nanti next Mama janji enggak pernah marah lagi

58:34 karena enggak mungkin daripada nanti kita janji-janji tapi enggak pernah ditepati toh. Tapi kita kasih pengertian mungkin next kalau mama marah lagi itu berarti ada alasannya. Tapi kamu boleh kok, kamu boleh komplain ke mama misalnya gini, kenapa tadi mama marah-marah? Mungkin mama enggak sadar loh mama marah. Kamu boleh komplain dan perkataanmu tuh dihargai. Kadang kan orang tua kan gimana ya enggak mau dikomplain. Enggak mau dikomplain. Oh kurang ajar kamu ngomong mama marah misalnya gitu kan. Banyak kan orang ee orang tua dibilang mama kok marah-marah terus langsung nih keluar kata-kata, oh emang kamu tuh anak kurang ajar sukaannya ngelawan. Oh dia bukan ngelawan, dia sedang mencoba he untuk ngasih tahu mama perasaannya. Eh, anak tuh punya perasaan noh. Dia

59:19 bisa sedih, dia juga bisa kecewa sama orang tuanya. Apalagi sekarang gini, dia ngelihat sosm di mana-mana. I dia ngerti caranya orang lain memperlakukan anaknya dan kita enggak bisa hindari itu. Jadi, misalnya gini, kalau ada mama yang sering membandingkan anak, kadang kita lupa anak itu juga sering membandingkan mama. Kita aja enggak pernah tahu, gitu kan. Iya. Contoh kan ee ini Niki kan sering mungkin kan banyak orang yang merasa kok aku enggak bisa jadi kayak Niki sih gitu kan. Jadi sebenarnya bukan kita cuman ee ini apa membandingkan anak. Kadang anak tuh juga kayak gini. Kalau saya jadi anak itu kadang aduh kenapa ya mamaku enggak nih kita Wily gitu kan. Ana juga gitu. Kadang kita lupa kayak karena kita terlalu berfokus sama apa

1:00:04 yang anak itu kayak kita anggap dia cuman anak-anak yang enggak tahu apa-apa gitu loh. He. Oke. Oke, Kak. Itu insight yang sangat-sangat bermanfaat banget buat para new mom seperti aku dan para pendengar Mom's Corner. Tapi sebelum kita menuju ke pertanyaan penutup, ada satu pertanyaan dari followers Moms Corner di Instagram dari @cupcake Ice Tea. Halo, perkenalkan saya Ibu satu anak usia 6 bulan ingin bertanya apakah metode audio live ini bisa untuk mengatasi anak yang kurang sabaran? Dalam artian semua harus instan ingin cepat sedangkan di umurnya belum mampu untuk melakukannya. Sangat bisa. Karena Audilif itu kan fungsinya untuk menurunkan ketegangan di otak anak. He.

1:00:51 Nah, otomatis anak itu jadi kalau dia lagi enggak tegang, contohnya gini, kita ini lagi mau ada urusan hektik ya, kita pasti kan enggak kita pasti akan tegang. He. Coba nanti misalnya ada orang ngomong kayak nantilah gitu kan. Nah, karena otak kita lagi enggak dalam posisi netral gitu loh. Nah, audio itu membantu otak yang tegang itu jadi kita netralkan. Makanya anak itu jadi lebih sabar. Nak, saat anak sabar kalau Mama ngomong, "Nak, kayaknya belum waktunya deh kamu gitu." He. Kayak anak saya tak kasih tahu. Kan tadi pertanyaannya adalah kadang anak kan belum waktunya gitu, dia akan paham karena otaknya sudah siap ngomongin. Kalau misalnya anaknya ngeyel gimana? Bisa. Bisa. Lakukan bareng anak. Temenin dia. Nah, nanti kalau memang dia

1:01:36 benar-benar enggak bisa, kita ngomong, "Tuh, ini kan kamu lihat sendiri." Gak apa-apa. Tapi bukan berarti kamu enggak bisa. Belum saatnya. Nanti mama temenin ya, misalnya bulan depan kita coba lagi gitu. Jadi jangan cuma dibilang, "Alah, kamu tuh enggak bisa, kamu tuh masih anak-anak." Enggak. Kita kayak kasih kembali lagi paling gampang kasih brief. He nantilah bulan depan kita coba lagi gitu. Nah, ini mungkin satu ya saya ee pasti banyak yang tanya, "Gimana sih cara ngomong komunikasi ke anak-anak?" Karena kan anak-anak kan susah kan diajak ngomong gitu kan, apalagi anak di bawah 5 tahun. Heeh. gitu kan. Caranya ngomong tuh gimana gitu kan. Jadi sini sebenarnya jangan lupa kalau kita ngomong sama anak 5 tahun jangan berdiri kita harus

1:02:22 nyesuaiin tingginya dia. Mungkin kita berlutu di depannya. Jangan lupa kontak mata karena kontak mata itu membuka rasa aman. Oke. Jadi misalnya gini kita mulai ngobrol aku sudah mulai nih kontak mata sama kamu. Kamu mungkin lebih nyaman ngobrol sama aku daripada aku yang matanya ngalor ngidul gitu kan. Kamu akan enggak nyaman ngomong sama saya gitu kan. sama anak pun kalau kamu mau kontak mata sama dia yang kita lupa kamu harus kontak mata itu membuat dia merasa ini lagi aman untuk ngomong gitu ya. Nah, ini penting. Makanya kalau kamu marah jangan sering-sering natap matanya. Oh yes. Kalau saya makanya marah kadang saya enggak terlalu natap matanya. Karena bagi saya supaya momen kita kontak mata itu untuk sesuatu yang

1:03:07 dalam, untuk sesuatu yang membangun bonding. Jadi kalau misalnya saya ngomong sama Lea gitu ya, marah juarang saya minta anaknya fokus ke mata saya. Karena gini, itu momen bonding gitu loh. Iya. Jadi waktu anak sudah kontak mata, dia sudah tahu, oh ini dalam posisi aman untuk berkomunikasi. Nah, setelah itu yang kita lakukan adalah pegang dia dulu. Karena kalau mamanya megang sentuhan itu kan yang paling dibutuhkan anak gitu ya. Nah, berikutnya jangan pakai kata-kata lebih daripada 4 sampai en kata. Jadi anak di bawah 5 tahun itu cuman bisa menyerap 4 sampai en kata maksimal. Jadi kalau kamu kasih perintah beruntun, otaknya wis kehilangan arah. Oke. Jadi misalnya gini, "Yuk kita mandi sekarang." Jadi jangan yang aduh dari

1:03:53 tadi tuh kamu main terus ini kapan mau mandi? Mamanya kan kadang ngomel lah anak enggak tahu lah ini perintahnya mana. He. Karena anak itu cuman mampu menyerap 4 sampai en kata maksimal itu anak di bawah 5 tahun. Oke. Jadi makanya kenapa kadang omongan kita enggak didengar. Anaknya enggak jelas Ma. Mamanya ngomong apa? Mamanya terlalu banyak ngomong hal yang enggak penting duluan gitu kan. Terus berikutnya kasih anaknya. Kita kadang lupa ngasih jedah. He. Jadi kadang kalau misalnya kita anaknya lagi bermain terus kita ayo mandi. Mandi enggak sekarang? Mandi enggak? Gitu loh. Anak itu enggak bisa kalau perpindahan itu langsung mendadak. Lebih baik kalau kita nyuruh kita kasih waktu misalnya, "Yuk, kamu masih mau main ya udah 5 menit lagi kamu lihat jam ya. Kalau nanti jarum panjangnya di sini

1:04:39 itu berarti waktunya kamu mandi." Oke. Oke. Karena anak kalau enggak dikasih transisi enggak akan bisa nanti malah kita berantem. Udah dikasih tahu enggak mau mandi gitu kan. Enggak bisa. Dia tuh butuh transisi. Sama kayak gini, mobil kalau dia lagi kencang, dia butuh pelan-pelan untuk ngerem. Enggak bisa kalau kita ngerem mendadak, bisa tabrakan. Benar kan? Bisa tabrakan. Enggak bisa. Anak itu juga gitu. Perlu waktu untuk dia pelan-pelan untuk transisi. He. Nah, berikutnya kalau enggak mau dia kita kasih pilihan. Makanya kan saya itu buat konten itu tinggi banget tuh kan. He. Karena dan itu bisa dipraktikkan ke orang-orang karena kontennya adalah kita kasih pilihan ke anak daripada kita nyuruh anak ganti baju. Kita kasih pilihan misalnya kamu mau ganti baju dulu atau pakai lotion dulu

1:05:27 misalnya. Iya. Itu jadi sadar enggak anak itu kadang kepengin dikasihin kepercayaan untuk memilih karena kadang kan anak maunya sendiri kan. Betul. Nah, jadi kita pakai itu untuk menyuruh tapi sesuai maunya. Oke. Jadi kalau nanti kita habis pakai lotion, pakai baju ya gitu. Jadi kendali itu masih tetap di anak tapi kita mengarahkan. He. Dan sekarang tuh banyak juga orang tua yang merasa bersalah. He. Karena mereka merasa kayak aku kurang banyak waktu untuk anak-anakku gitu. Karena mereka harus bekerja di luar. Karena menurut aku apa yang tadi kita bicarakan tuh enak banget kalau misalnya menjadi stay at home mom gitu. Tapi mungkin Karena punya tips untuk para mom, working dad di luar sana untuk

1:06:13 komunikasinya itu tetap baik ke anak-anak. Oke. Jadi kalau misalnya ee untuk working mom dan working de sebenarnya

…

Share

Ringkasan Video YouTube