0:03 [musik] [musik] Hari dengan nyanyian surga berkembang di seluruh dunia. [musik] Sukacita dalam pujian. Sambut [musik] dia sang raja. Hei, di Betlehem kota kecil bersinar [musik] bintang terang sebagai tanda Dialah Allah [musik] inkarnasi ke bumi dan namanya disebut [musik] orang
0:49 nasihat yang sungguh ajaib. Allah [musik] perkasa, Bapa yang kekal. Dia sang raja damai. Yesusku, Engkau Rajaku, [musik] Engkau mulia, Engkau ajai segala hormat sembah pujian [musik] bagi Yesus sang raja. Dan namanya disebut orang penasehat [musik] yang sungguh ajaib. Allah [musik] perkasa, Bapa yang kekal.
1:35 Dia sang raja damai. [musik] Yesusku, Engkau [musik] Rajaku, Engkau mulia, Engkau ajai. Juru [musik] selamat dunia sambut dia sang [musik] raja [musik] Di Petlehem kota kecil
2:23 bersinar bintang [musik] sebagai tanda. Dialah Allah inkarnasi ke bumi dan namanya disebut orang. Penasihat yang sungguh ajaib. Allah perkasa, [musik] Bapa yang kekal. Dia sang [musik] raja damai. Yesusku [musik] Engkau Rajaku, Engkau mulia, Engkau [musik] ajai. Segala hormat sembah pujian [musik] bagi
3:09 Yesus sang Raja dan namanya disebut [musik] orang. Penasihat yang sungguh ajaib. Allah [musik] perkasa. Bapa yang kekal. Dia sang raja [musik] damai. Raja dia sang raja. Yesusku. [musik] Engkau rajaku. Engkau mulia engkau ajaib. Juru [musik] selamat dunia sang dia sang raja. Juru selamat [musik] dunia.
3:54 Sambut dia sang raja. [musik] Bem afen firwah ha Elohim Ehat. Di dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus Allah yang esa. Amin. Shalom, selamat pagi. Pagi ini kita akan membahas satu topik Dia yang bersyekinah di antara kita. Refleksi dari Yohanes pasal 1. Kita akan masuk ke sebuah tema yang sangat indah dan sangat Yahudi di
4:41 suasana Natal ini. Tema ini memiliki makna yang sangat dalam bahwa Dia yang bersyekina di antara kita. Kita akan menyelam ke dalam Yohanes pasal 1. Sebuah pasal yang tidak menceritakan palungan, tidak ada gembala, tidak ada bintang, tetapi justru membuka tabir yang paling dalam tentang sosok ilahi yang mengambil rupa seorang hamba dan dia lahir di Betlehem. Yang pertama, Natal dimulai sebelum Betlehem. Rasul Yohanes membuka Injilnya dengan kalimat pada mulanya adalah firman. Dalam bahasa Ibraninya ini menggemakkan kata beresit dalam kejadian 1 ayat 1
5:28 sebagai kata awal dalam kitab Kejadian. Demikianlah memang sang putra adalah Allah yang berinkarnasi ke bumi. Ia memiliki praeksistensi yang kekal dalam iman Kristen yang benar. Sang putra Haben, dia bukanlah ciptaan, melainkan pribadi ilahi yang telah ada sejak kekekalan bersama Bapa. Perhatikan Yohanes 1 ayat 1. Pada mulanya adalah firman dan firman itu bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah. Peresit haya hadafar vhadafar haya etha Elohim VH Elohim haya Hafar. Rasul Yohanes membuka Injilnya secara berbeda dari Injil Matius maupun Injil
6:15 Lukas. Rasul Yohanes ingin kita melihat bahwa Natal bukan dimulai dari Maria, bukan dimulai dari Betlehem, tetapi dari kekekalan Allah sendiri. Sebelum ada palungan, sebelum ada dunia, sang dafar, firman yang kekal sudah ada. Inilah Natal versi Yohanes, bukan sekedar cerita kelahiran. melainkan pergerakan sang pencipta masuk ke dalam ciptaannya. Bukan sekedar cerita kelahiran, melainkan pergerakan sang pencipta masuk ke alam ciptaannya. Yang kedua, kita fokus pada terang yang turun ke dalam dunia. Yohanes 1 ayat 4.
7:02 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Bohayu khayim. oran Yohanes berkata dalam dia ada hidup boyu dan hidup itu adalah terang manusiaim orne ha dalam tradisi rabinik ada konsep orhaganus terang yang tersembunyi. Terang adalah yang pertama yang Allah hadirkan di alam semesta ini sebelum matahari dan bulan diciptakan. Terang itu disebut terang yang tersembunyi. Orhaganus, yaitu terang yang hanya dipakai Allah untuk menyatakan dirinya. Dan Yohanes ingin
7:49 berkata bahwa Natal adalah saat cahaya tersembunyi itu turun ke dunia dalam tubuh seorang putra yang lahir di sebuah kandang sakral di Migdal Eder di Betlehem. di mana dari tempat inilah dipersembahkan segala domba yang akan dikorbankan di Bait Allah setiap hari. Sesuai tatanan Taah dalam Bilangan 28 ayat 3 sampai 8. Pada malam kelahiran Yesus Kristus adalah malam ketika terang sang pencipta menyala untuk manusia yang hidup di dalam kegelapan. Bahasan yang ketiga adalah sekina di dalam daging manusia. Ayat puncak Yohanes pasal 1
8:35 menuliskan, "Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita. Dan kita telah melihat kemuliaannya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadanya sebagai anak tunggal Bapa penuh karunia dan kebenaran." Yohanes 1 ayat 14. Naskah bahasa Ibraninyafar niar benahid le. Yohanes menuliskan firman itu menjadi daging dan berdiam di antara kita. Dalam bahasa Ibrani, kata berdiam adalah kata
9:21 syakhan, yaitu berkemah, berdiam, berta. Sehingga kata syah ini yang melahirkan kata syekinah, hadirat Allah yang turun dan tinggal bersama Israel di padang gurun, di kemah suci, dan di antara umat yang berjalan bersamanya. Rasul Yohanes sedang berkata, "Syakinah itu sekarang menjadi manusia. Allah tidak hanya turun mampir sebentar, tetapi Allah tinggal. Allah mendirikan kemah di tengah manusia." Bayangkan itu. Hadirat yang dulu hanya memenuhi ruang maha kudus, kini memenuhi tubuh bayi. Dan sekina yang dulu hanya
10:07 dapat dilihat imam besar setahun sekali, kini bisa digendong oleh Maria setiap hari. Itulah Natal. Allah yang memilih kedekatan. Allah yang memilih kerentanan tubuh manusiawi. Allah yang memilih tinggal bersama kita. Yohanes 1 ayat 14 merangkum misteri ini bahwa ada inkarnasi yang menyatakan adanya sosok praeksistensi Vhadafar masuk ke dunia manusia. Vadfar nihya Fazar. Firman itu telah menjadi daging dan firman ini menjadi manusia seutuhnya bukan sekedar menyamar. Dan
10:53 Allah tidak hanya datang dekat, tetapi turun menjadi sama dengan manusia. Sang putra merelakan kemuliaannya masuk ke dalam waktu, ruang, dan sejarah manusia. Yohanes 1 ayat 14 menyatakan inkarnasi adalah syekinah yang turun di tengah-tengah manusia. Ayat ini dilanjutkan dengan frasa fayon betoken dan ia bersyekinah, bertaberakel, berkemah di antara kita. Dan Yohanes memakai kata Yunani skeno yang paralel dengan kata Ibrani Syakhan yang membentuk kata syekina, kehadiran Allah
11:38 di dalam kemah suci. Artinya kelahiran Yesus Kristus adalah Allah yang berkemah. Allah yang bersyekhinah menempatkan kehadirannya di dunia ini. Natal bukan hanya seorang bayi yang lahir, tetapi kehadiran Allah yang dulu hanya memenuhi tabernakel suci, kini dia tinggal di dalam tubuh manusia. Dan inkarnasi ini adalah syakinah yang menjadi manusia. Demikianlah Rasul Yohanes bersaksi dalam pasal pertama Injilnya bahwa sang putra tidak berawal di Betlehem. Betlehem hanyalah penjelmaannya, tetapi dia memiliki praeksistensi sebelum dunia diciptakan.
12:26 Dia adalah firman yang turut mencipta. Kolose 1 ayat 15 sampai 17. Namun kemudian dia mengambil rupa seorang hamba bergenosis. Sebagaimana dicatat di dalam Filipi 2 ayat 6 sampai 7. Betlehem hanyalah awal penampakannya sebagai manusia, tetapi itu bukan awal keberadaannya. Demikianlah ungkapan klasik teologi yang tidak berawal mengambil awal. Sang kekal masuk ke dalam waktu kosmik. Bahasan yang keempat adalah Allah yang ditolak, namun dia tetap mengasihi. Kita baca Yohanes 1 ayat 10 sampai 11. Ia
13:11 telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehnya, tetapi dunia tidak mengenalnya. Ayat 11. Ia datang kepada milik kepunyaannya, tetapi orang-orang kepunyaannya itu tidak menerimanya. Huba beselo faaser lo giblu. Dalam ayat ini Yohanes dengan jujur menuliskan ia datang kepada milik kepunyaannya tetapi mereka tidak mengenalnya mereka tidak menerimanya. Natal bukan hanya keindahan. Ada air mata ilahi di sana bahwa sang pencipta datang tetapi ciptaannya tidak
13:57 mengenalnya. Sang Mesias datang, tetapi banyak orang yang menolaknya. Namun inilah kabar baiknya Yohanes 1 ayat 12 sampai 13. Tetapi semua orang yang menerimanya diberinya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya di dalam namanya. Ayat 13. Orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan laki-laki, melainkan dari Allah. Selaras dengan itu, Rasul Paulus memberi kesaksian yang sama. Roma 8 ayat 14. Semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak-anak
14:45 Allah. Ki khol Asyerruah Elohim. Yena Hagem, Benei Elohim Hema, Rasul Yohanes dan Rasul Paulus bersama-sama mengatakan, "Tetapi semua yang menerimanya diberinya kuasa menjadi anak-anak Allah." Natal membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapapun, orang sederhana, orang kaya, miskin, tua, muda, orang yang jauh, orang asing, orang yang sedang mencari terang Tuhan. semuanya ingin diraih oleh Tuhan dan tinggal kita memberikan hati kita untuk menjadi orang-orang yang percaya. Demikianlah bahasan yang kelima, yaitu
15:30 anugerah yang tidak pernah berhenti. Menjelang menutup prolog, Rasul Yohanes menulis dalam ayat 16, "Karena kepenuhannya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia." Naskah Ibraninya umim lo oo lahaknu gulanu hezet al hezet. Demikianlah memang dari kepenuhannya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia. Bahasa Yunaninya kharis anti karitos yaitu hezet alhez. bahwa di sini betul-betul ada gelombang anugerah yang datang bertubi-tubi tanpa henti, tanpa
16:18 habis. Natal bukan sekedar satu peristiwa. Natal adalah aliran anugerah yang terus mengalir di dalam hidup kita. Anugerah ketika Dia datang ke dunia. Anugerah ketika Dia tinggal bersama kita. Anugerah ketika Ia mati dan bangkit. anugerah ketika Ia menyertai kita sampai hari ini. Jika Matius melihat Natal melalui garis keturunan, inilah silsilah Yesus Kristus anak Daud, anak Abraham. Dan jika Lukas melihat Natal melalui palungan dan gembala, maka Yohanes melihat Natal dari ruang takhta kekekalan. Natal versi Yohanes berkata
17:05 bahwa dia adalah Hafar, sang firman yang kekal. Dia adalah Orhaganus, cahaya yang tersembunyi yang menyinari dunia. Dia adalah Syahina, hadirat Allah yang tinggal di dalam tubuh manusia. Dia adalah kemuliaan, tetapi datang tidak di dalam keagungan. Dia datang dengan kerendahan hati sang pencipta. Dia adalah anugerah yang tidak habis-habis hazet Alhaz. Maka Natal adalah undangan. Biarlah Syekhina bukan hanya di dunia, tetapi di hati kita masing-masing. Biarkan cahaya Kristus masuk dan kegelapan tidak akan
17:52 pernah menguasainya. Imanuel, Allah yang bersyekhina di antara kita dan di dalam kita. Yohanes pasal 1 mengajak kita melihat Natal bukan dari bumi ke surga, tetapi dari surga ke bumi. Natal adalah upaya surga meraih manusia di bumi untuk diselamatkan. Bahwa Dia Yesus Kristus, Allah yang inkarnasi, Allah yang kekal. Ia telah menjadi daging, menjadi sama dengan keadaan yang sama dengan insan ciptaan. bahwa Syekinah telah hadir sebagai sang putra yang dilahirkan di Betlehem, Efrata. Dia adalah terang yang masuk ke dalam kegelapan dunia dan
18:38 kegelapan itu tidak menguasainya. Mari di suasana Natal ini kita membuka ruang hati yang dalam dan berkata, "Tinggallah ya, berdiam dan berkemah teduhlah dalam hidupku." Immanuel Allah beserta kita. Beshah veaben Fuodes Haohim Eat. Di dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus Allah yang esa. Amin. [musik]
19:27 Mari dengan nyanyian surga [musik] berkembang di seluruh dunia. Sukacita [musik] dalam pujian. Sambut [musik] dia sang raja. Hei, di Betlehem kota kecil bersinar [musik] bintang terang sebagai tanda Dialah Allah inkarnasi ke bumi [musik] dan namanya disebut orang sehat yang sungguh ajaib. Allah perkasa, [musik]
20:12 Bapa yang kekal. Dia sang raja damai. [musik] Yesusku, Engkau Rajaku, Engkau [musik] mulia, Engkau ajai segala hormat sembah pujian bagi [musik] Yesus sang raja. Dan namanya [musik] disebut orang penasehat yang sungguh ajaib. Allah perkasa, [musik] Bapa yang kekal. Dia sang raja damai. [musik]
20:58 Yesusku, Engkau [musik] Rajaku, Engkau mulia, Engkau ajai. Juru [musik] selamat dunia, sambut dia sang [musik] raja. [musik] Di Betlehem, kota kecil bersinar [musik] bintang terbentang sebagai tanda. Dialah
21:46 [musik] Allah inkarnasi ke bumi dan namanya [musik] disebut orang. Nasihat yang sungguh ajaib. [musik] Allah perkasa, Bapa yang kekal. Dia [musik] sang raja damai. Yesusku [musik] Engkau Rajaku, Engkau mulia, Engkau ajai. [musik] Segala hormat sembah pujian bagi Yesus [musik] sang Raja dan namanya
22:32 disebut orang penasihat yang [musik] sungguh ajaib. Allah perkasa, Bapa yang kekal. [musik] Dia sang raja damai, raja. Dia sang raja. Yesusku, Engkau [musik] rajaku. Engkau mulia, Engkau ajaib. Juru [musik] selamat dunia sambut dia sang raja. [musik] Juru selamat dunia. Sambut dia sang raja. [musik]
23:22 [musik]