0:00 [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Nah, untuk selanjutnya ee materi selanjutnya akan disampaikan Pak Arifin terkait dengan potensi dan karakteristik masyarakat desa. Waktu dan tempat kami persilakan. Terima kasih waktu yang telah diberikan. Baik, Teman-teman. Ee insyaallah ini nanti juga kalau tadi sudah dijabarkan panjang lebar terkait dengan apa itu KKN berbasis pemberdayaan. Nah, ini nanti yang juga gak kalah penting. Di situ ada dua jadwal yang memang sengaja diip karena
0:48 itu akan dilakukan setelah pembekalan ini. Yang pertama ada terkait dengan merancang program kerja. Tidak mungkin nanti sampean ujuk-ujuk sebelum melakukan observasi ee dan juga kunjungan ke desa langsung membuat program kerja. Jadi agar nanti terjadi sinkronisasi kondisi lapangan dengan rencana program yang akan sampean buat. Yang kedua terkait dengan kondisi koordinasi dengan DPL. Nah, tadi insyaallah ini sudah dibagi DPL desa. Sudah. Oke. Sudah. Insyaallah. Jadi nanti mungkin setelah ini, setelah pembekalan teman-teman nanti bisa langsung berkoordinasi dengan DPL masing-masing yang nantinya juga untuk ee rencana dan juga nanti kunjungan maupun observasi
1:35 desa dan juga merencanakan terkait dengan program kerja. Oke, untuk tema selanjutnya yakni terkait dengan potensi dan karakteristik masyarakat desa. Next. Oh, ya. Insyaallah sudah kenal semua ya. Perkenalan dulu. Nama saya Muhammad Arifin ya. Mungkin teman-teman banyak juga yang panggil Pak Ipin. Wis terserah. Wis itu saja nggih perkenalannya secara langsung biar nanti tidak panjang-panjang. Insyaallah ee karena tadi menyimak melihat teman-teman sudah sangat paham terkait dengan apa itu KKN pemberdayaan. Ini hanya sekilas tips nanti ee untuk memahami dan juga nanti untuk menentukan langkah-langkah terkait dengan rencana program kerja teman-teman. Oke, yang pertama adalah potensi desa.
2:22 Nah, jadi yang dinamakan dengan potensi desa adalah segala sumber daya alam, manusia, sosial, dan ekonomi yang dimiliki desa yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jadi tentunya nanti teman-teman setelah kegiatan pembekalan ini pasti nanti teman-teman harusnya dan mestinya nanti turun ke desa ke desa masing-masing nanti tempat teman-teman nanti BPL biar apa nanti teman-teman tahu potensi yang ada di desa dari sumber daya alamnya itu bagaimana, sumber daya manusianya bagaimana, karakteristik sosial dan juga nanti ekonominya bagaimana biar nanti biar tahu. Nah, adapun tujuan ee analisis potensi desa yang pertama mengetahui
3:07 kondisi nyata desa. Makanya tadi yang saya katakan sampean tidak akan mungkin melakukan pembuatan programnya ee program kerja kecuali sampai nanti tahu kondisi desanya. Nah, di lapangannya tahu. Misalnya gini, Teman-teman punya wis enggak usah survei, gampangkan perkoro misalnya gitu. Wis gak usah survei. Kita buat program misalnya kita anggap saja Desa A ini teman-teman pengin me memberikan jariah berupa misalnya pemberdayaan terkait dengan keilmuan atau pengetahuan. Wis nanti kita planning untuk ngajar ngaji. Ternyata di desa TPQ-nya sudah sangat maju. Wah berarti program saya ini sepertinya kurang pas. atau wis kita membuat nanti ee
3:54 sepertinya Desa A ini akan ee terkait lingkungannya kurang terjaga. Berarti kita nanti kita planning saja sebulan berarti nanti kita ada planning terkait dengan pembuatan bank sampah misalnya demikian. Oh, ternyata desanya bank sampahnya sudah tersedia. Ee tempat atau ada istilahnya wadah untuk daur ulang sampah. Oh, berarti program sampean juga mentah. Makanya tadi kenapa di sini tujuannya kita nanti biar tahu kondisi nyata yang ada di desa. Yang kedua, menentukan program pemberdayaan yang tepat. Ya, seperti menyusun strategi pembangunan berbasis potensi lokal. Jadi, nanti yang bisa teman-teman kembangkan, teman-teman berdayakan itu nanti kira-kira di bagian apa. Makanya
4:41 sekali lagi pentingnya nanti setelah ini teman-teman turun ke desa observasi dan survei. Next. Oke, ada potensi-potensi. Nah, tadi kalau di buku panduan ada beberapa potensi di situ ada delapan. Wis paling tidak secara garis besarnya di sini ada potensi fisik dan alam. Apakah ee di situ terkait dengan tanahnya? Kalau mungkin di sini tidak ada apa ini fakultas pertanian, tidak ada fakultas kehutanan, ah mungkin potensi ini mungkin kurang pas dengan kita. Atau barangkali teman-teman ada yang punya basic kemampuan di bagian itu juga tidak apa-apa. Oke, berikutnya letak geografis dan iklim infrastruktur dasar jalan, listrik, air besi, sarana pendidikan dan kesehatan.
5:28 Nah, mungkin nanti teman-teman bisa mengoptimalkan dari sisi pemberdayaan yang di sisi manakah. Sekali lagi, makanya teman-teman survei ke desa. Nah, yang terkait dengan potensi nonfisik, sumber daya manusia, pendidikan, keterampilan, tenaga kerja, apakah di desa nanti banyak pengangguran? Nah, kira-kira life skill apa yang nanti yang bisa teman-teman salurkan kepada mereka? Misalnya sampean punya keahlian misalnya, "Oh, saya ini misalnya di rumah ada yang jualan, oh saya jualan cilok." Ternyata cilok saya itu luar biasa. laris. Nah, kata kata konsumen ternyata enak. Nah, ternyata di di wilayah tersebut banyak ibu-ibu atau mungkin warganya mungkin yang kurang ee atau
6:14 belum bekerja. Maka barangkali nanti teman-teman bisa membuat pelatihan itu. Insyaallah pelatihan tersebut membuat cilok itu akan berdampak selamanya. Selama mereka mau menjalankan insyaallah itu akan berkesinambungan. Nah, sekali lagi itulah yang dimaksud nanti teman-teman bisa memberikan dampak yang jangka panjang. satu sisi keilmuan jariah membuat cilok yang sampean berikan memberikan dampak ekonomi pada pelaku warga yang nantinya sampean berikan pelatihan dan itu akan secara terusmenerus. Jadi pandai-pandai melihat potensi yang ada di ee desa juga. Ekonomi lokal, UMKM, pertanian, perikanan, dan juga kerajian. Seandainya di desa nanti ada UMKM, UMKM-nya ternyata ee
6:59 dari sisi penjual atau marketingnya hanya sekitar desa saja. Sampean punya ee ibaratnya punya brand, sampean barangkali bisa membantu menjembatani dengan tengkulak-tengkulak atau pengusaha-pengusaha di bidang kuliner atau makanan. tentunya setelah kegiatan KKN nanti, warga tersebut yang menjalankan UMKM akan melanjutkan usaha tersebut dengan link atau jaringan yang sampean berikan. Itu sudah salah satu pemanfaatan yang sampean berikan. Jadi bukan hanya datang melihat, mengamati yo wis seperti ini saja. Nah, kita harapkan tidak demikian. ee secara kelembagaan desa ada BPD, Karang Taruna, PKK, kelompok Tani. Nah, ini nanti teman-teman bisa berbaur dengan lembaga-lembaga yang ada.
7:44 Termasuk juga biasanya di momen Agustusan tentu teman-teman nanti juga akan berbaur dengan teman-teman Karang Taruna. Itu nanti kita lihat secara langsung di lapangan. Next. Nah, metode. Nah, nanti yang sampean bisa lakukan dengan metode analisis potensi desa yang pertama adalah observasi lapangan. Jangan diterawang ya. Jangan diterawang. Oh kira-kira Desa Pucuk itu potensinya ini ini ini. Jangan diterawang. Jangan melihat pasti-pastinya saja. Lihat ke lapangan potensinya apa yang sampean bisa lakukan ee atau tularkan atau berdayakan nanti apa. Yang kedua dengan cara wawancara dan juga FGD. Jadi bisa juga melakukan focus group
8:31 discussion. fokus discussion di sini nanti bisa melihatkan melibatkan tokoh masyarakat sampai nanti seandainya kalau enggak ee bisa saja sampean datang ke desa keliling muter desa bisa jadi untuk melihat potensi yang ada atau yang kedua sampean bisa langsung jujuk ke balai desa tanya ke Pak Kades, "Pak, kira-kira warganya ini bagaimana? Seperti apa? Seperti apa? Seperti apa?" Lah ini sampean diskusi dengan ee istilahnya tokoh-tokoh masyarakat. Nah, seperti itu. Next. Dokumentasi dan studi literatur menggunakan dokumen resmi desa. Nah, itu profil desa, data statistik, dan lain-lain. Pemetaan ee partisipatif atau partipatory mapping. Mengajak masyarakat membuat
9:17 peta potensi dan masalah desa secara partisipatif. Dan tadi ini bisa juga dilakukan dengan tadi ya kita melakukan dengan diskusi. Oh kira-kira berarti ada poin 1 2 3 4 dipetani lagi dari empat atau lima potensi yang bisa teman-teman kembangkan nanti itu berapa atau yang mana itu silakan didiskusikan nanti dengan masyarakat. Bukan sekali lagi di awal tadi bukan dikatakan bukan keinginan atau kemauan kita, tapi kemauan bersama yang di situ diharapkan dengan kehadiran kita kita bisa membantu masyarakat. Ada juga di sini ee yang samp lakukan adalah analisis SW. Nah, termasuk nanti strength ada weakness, opportunities, treat. Jadi istilahnya kelebihannya apa
10:04 sih desa itu? Kekurangannya apa? istilahnya ee kesempatan apa yang bisa sampean ee manfaatkan di sana dan juga termasuk ancamannya atau kekurangan juga bisa dikatakan demikian itu bagaimana. Next. Nah, langkah-langkah ini langkah-langkah praktis analisis potensi desa. Yang pertama identifikasi profil desa. Yang kedua, inventarisasi potensi dan masalah. Menyambung dengan yang depan tadi, pengelompokan potensi. Nah, tadi kira-kira potensi yang bisa dikembangkan di unsur apa? Apakah ekonominya, sosialnya atau nanti keagamaannya atau nanti literasinya dan seterusnya. Oke. Prioritas potensi unggulan. Pilih
10:51 potensi yang paling strategis untuk dikembangkan. Menurut teman-teman nanti misalnya setelah turun ke desa kita menemukan lima potensi yang bisa dikembangkan. Kalau teman-teman sanggup melaksanakan kelima-limanya, monggo dengan catatan juga asal tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar. Kalau seandainya, "Oh, ternyata kita hanya dapat atau mampu mengembangkan satu atau dua, itu gak apa-apa. Itu lebih baik ketimbang semuanya dicakup tapi hasilnya nanti tidak maksimal. Oke. Sinkronkan dengan permasalahan. cocokan potensi dengan masalah yang ada untuk solusi berbasis kekuatan lokal. Kemarin saya melihat ada di postingan Facebook itu juga hasil dari karya KKN enggak
11:39 tahu dari mana kemarin itu. Salah satu karyanya ada seperti ini. Ini mungkin nanti teman-teman bisa membuat istilahnya gambaran yang lainnya. Dia membuat alat siram pertanian otomatis. Nah, mungkin teman-teman nanti yang ada ee kelompoknya bersama-sama teman teknik misalnya gitu, Wis, kita mencoba ee membuat alat tanam eh sori alat siram tanaman secara otomatis. Jadi petani tidak harus terus-menerus atau setiap hari ke sawah atau ke lahan ke ladang dengan catatan ee di situ keterangannya jika kelembaban dalam tingkat sekian maka otomatis ibarat penyiram itu akan otomatis menyiram sen sendiri. Nah, itu
12:24 akan tentu akan sangat bermanfaat dan berguna. Nah, tentunya itu dengan pengetahuan, pemahaman dari teman-teman yang punya keilmuan terkait itu. Itu seandainya kalau dalam dunia ee teknik istilahnya teknologi seperti itu. Nah, Teman-teman nanti bisanya kira-kira seperti apa. Nah, jadi itu ee sekilas gambaran ada hasil KKNnya juga seperti itu dan itu ya tentu akan berkelanjutan selama insyaallah mesinnya masih bagus, masih bisa beroperasi, akan terus beroperasi. Nah, terus yang ee selanjutnya susun rekomendasi program KKN pemberdayaan. Nah, ketika nanti teman-teman sudah tahu potensi yang ada, baru nanti teman-teman membuat istilahnya program-program tentunya nanti berdasarkan pertimbangan dari DPL masing-masing. Next. Nah,
13:11 contoh ini contoh hasil potensi desa. Misalnya kategori ekonomi produksi keripik singkong. Permasalahannya apa sih? Oh, ternyata di desa itu ada entah UMKM ataukah industri mandiri, rumah tangga, ternyata dia produksi keripik singkong. Ee mungkin iseng-iseng tanya, "Bagaimana, Bu produksi keripik singkongnya?" Yo ndak mesti, Nduk, Mas, misalnya gitu. Kadang yo laku seminggu, kadang yo sebulan, kadang yo wis gak mesti pokoknya hasilnya. Oh, berarti ada permasalahan di sana. Nah, kira-kira potensi pemberdayaan yang bisa saya lakukan apa? Bu, gimana, Bu, kalau seandainya kritik usaha sampean ini ee tak bantu, tak buatkan web misalnya atau
13:58 tak sambungkan dengan agen atau dibuatkan misalnya media sosial agar nanti jualan ibu bisa laku, wah enggak apa-apa. Nah, seandainya misalnya demikian, maka itu justru itu akan menjadi hal yang sangat berkesan dan ee bisa terus ee bersambung bagi masyarakat. Yang kedua misalnya alam, lahan pertanian luas, irigasi, masalahnya irigasi terbatas. Apakah sampean merencanakan, wah ternyata desa ini ee di ladang persawahannya ternyata tidak ada sumur. Sementara potensi ee sumur atau tanah di dalam air itu ternyata besar. Apakah sampean mau istilahnya atau berkenan membuatkan sumur misalnya.
14:43 Nah, kalau seandainya bisa sampean buatkan solusi demikian, loh, tentu itu akan menjadi solusi jangka panjang. Insyaallah demikian. Nah, SDM banyak pemuda produktif tapi permasalahannya nganggur. Nah, tadi sudah disinggung ada yang barangkali kalau sekarang sudah eranya era digital barangkali teman-teman entah itu bermedia sosialnya diajari dengan cara entah itu apa itu YouTube atau yang lainnya pokoknya di situ berkarya dalam media sosial. Monggo. Atau mungkin yang cewek-cewek tadi ee sekilas saya mendengar selindengan diulangi dandan Pak. Yo gak poo. Nek sing cewek-cewek misalnya diajari barangkali ada yang suka rias terus di situ potensi warganya juga produktif tapi belum ada kegiatan bisa
15:30 saja sampean ajarkan untuk Rias. Wong RIA sekarang juga ee sangat potensial ya. MUA MUA itu sekali RIA kadang-kadang R00.000 R50.000 sampean yang ngajarkan tapi masyarakat yang mendapat keun keuntungan itu akan sangat luar biasa. Eh, aku biyen mendapatkan keahlian ini tuh dari teman-teman dari kakak-kakak ee KKN dari Bilfat itu insyaallah akan dikenang. Nah, itu sosial gotongroyong masih kuat, minim kegiatan komunitas. Nah, caranya penguatan dengan ee melalui Karang Taruna. Nah, kalau sekarang sekarang ini yang kemarin-kemarin juga sedang viral RT muda di usia 20-an yang sudah banyak membuat gebrakan-gebrakan yang luar
16:15 biasa. Setelah ada Kades terus kemudian muncul RT muda. Nah, barangkali nanti sampan menginisiasi dilihat ke desanya ternyata kok RT-nya RT 1, 2, 3, dan seterusnya kok ternyata Bapak-bapak tuwik-tuwik ngono. Apakah barangkali sampean inisiasi ee setelah setelah berkumpul dengan teman-teman Karang Taruna berdiskusi dengan masyarakat, bagaimana jika kalau perangkat ee masyarakat khususnya di tingkat RT ini diisi dengan yang muda muda? Nah, itu akan menjadi sebuah geberakan yang luar biasa. Monggo, gak apa-apa. Bukan berarti yang muda tidak boleh berkarya. Enggak. Tentu saja itu akan menjadi inovasi yang luar biasa. Next. Prinsip dalam menyusun program KKN berbasis potensi desa. Jadi, melibatkan
17:02 warga. Tentu tadi sekali lagi, apapun nanti program yang sampean rencanakan jangan semaunya sendiri. Wis pokoke saya pengin program ini. Sampeyan gelem yo monggo, gak gelem yo monggo yo monggo akhire kan gitu jadi masyarakat yo monggo lakon-lakon dewe aku sak karep-karepmu dewe. Makanya jangan. Nah, ini pun juga sekali lagi karena keterlibatan masyarakat tadi. Nah, tadi pagi sambil ngopi sekali lagi saya melihat ee postingan di media sosial ada kelompok KKN yang di situ ada suatu program yang warganya itu sangat antusias. itu gara-gara ternyata dicaption-nya gini, gara-gara tidak diperhatikan pemerintah, akhirnya
17:49 antusias warga untuk mengikuti program dari eh anak-anak KKN. Jadi difoto ada warga yang ngumpul entah sepertinya entah membuat pakan atau kompos atau yang lainnya gitu. Caption-nya demikian. Gara-gara kurang perhatian ee pemerintah, akhirnya warga antusias mengikuti program dari anak-anak. KKN. Wah, itu akan sangat luar biasa. Berarti sampean berhasil melibatkan masyarakat dalam kegiatan sampean. Makanya jangan sama seperti tadi, sampean punya program, sampean jalankan sendiri, sampean nikmati sendiri, enggak ada efeknya ke masyarakat. Jangan sampai, nah bersifat edukatif dan berkelanjutan. Nah, ini jadi tidak hanya selesai KKN, selesai. Nah, seperti tadi contohnya
18:36 setelah keripik singkong sampean pasarkan melalui media sosial. memben buatkan media sosial ternyata berjalan dengan baik, maka itu akan terus-menerus solutif dan aplikatif. Program mudah dipahami dan dilakukan masyarakat. Misalnya masyarakat potensinya apa? Kemudian sampean bisa misalnya membuat pakan dari misalnya di desa itu kok banyak enceng gondok. Oh, ternyata enceng gondok ini bisa dipakai untuk pakan ternak atau ee yang lainnya dari keilmuan pemahaman yang sampean dapat misalnya yang di kimia, yang di biologi mungkin bisa menerapkan keilmuan itu. Monggo. Itu akan mungkin oh gampang gambarannya programnya demi demikian. Next.
19:23 Nah, ini nanti seandainya teman-teman turun ke desa mungkin bisa memunculkan pertanyaan-pertanyaan ini. Yang pertama, apakah desa memiliki lahan pertanian yang aktif digunakan? Oh, ternyata di desa ini Oh, ada. Iya. Jenis komoditasnya apa sih? Oh, ternyata di sini ada padi, ada jagung, ada kedelai. Nah, kira-kira kalau seandainya dikembangkan lagi pertanyaannya, kalau seandainya setelah musim padi terus kemudian tanam jagung, apakah tanah ini masih bisa diolah untuk komoditas lain? Seandainya sampean kalau kalau misalnya kata warga, "Wis mbak, Mas, wis gak iso, yo sak marine pari, sak marine jagung yo
20:09 wis dijarno." Nah, kalau seandainya sampean punya pemahaman, "Oh, Pak ini ternyata bisa." Seandainya setelah ee setelah padi, jagung, kemudian bisa ditanamin apa ini? Sorgum atau orean. Orean itu istilahnya ee jenis tumbuhan atau tanaman yang tahan akan kondisi kemarau misalnya. Demikian. Maka bisa saja saya memberikan saran itu. Apakah terdapat sumber air, sungai, mata air, danau? Iya atau tidak? Oh, ternyata di desa ini enggak ada enggak ada sungainya. Enggak ada sumber airnya. Nah, itu apakah desa memiliki hasil hutan, ada penghasilan hutan atau tidak. Kemungkinan kalau yang daerah utara ini sepertinya gak ada. Kalaupun agak ke
20:56 selatan kemungkinan juga ada sebagian sepertinya. Apakah ada potensi wisata alam? Eh, desa itu ada potensi wisatannya enggak? Nah, kalau kemungkin di sebelah sana kemarin mungkin yang kemarin sempat agak viral itu besur. Oh, ternyata ada. Tapi sekarang sepertinya ee agak kurang diminati kembali. Nah, kira-kira sumbangsi apa yang bisa sampean berikan sehingga nanti potensi wisata itu bisa ee kembali diminati oleh masyarakat. Next. Potensi sumber daya manusia. Apakah mayoritas warganya usia produktif bekerja? Iya atau tidak? Apakah terdapat kelompok pemuda aktif Karang Taruna dan lain-lain? Insyaallah biasanya rata-rata
21:44 ada. Cuma nanti kegiatan yang dilakukan apa. Nah, itu nanti sampean analisa. Oh, ternyata ada aktivitas yang mungkin juga penting tapi belum dilakukan ee oleh istilahnya pemuda-pemuda Karang Taruna itu nanti bisa sampean memberikan saran kepada mereka. Apakah warga memiliki keahlian tertentu, kerajinan, pertukangan, menjahit. Nah, barangkali sampean di sini sebagiannya ada yang punya skill menjahit, ternyata warganya di situ langkah penjahit. silakan tularkan itu insyaallah akan terus-menerus. Nah, itu seperti itu. Enggak apa-apa. Satu program tapi bermanfaat secara berkepanjangan. Berikutnya ekonomi. Dari sisi potensi ekonomi, apakah terdapat UMKM atau industri rumahan di desa? Oh, Desa A ini ternyata
22:30 belum ada. inisiasi misalnya warganya banyak yang nanam singkong tapi singkongnya langsung dijual, dijual, dijual saja tapi tidak diolah menjadi bahan makanan. Jadi yang sampean punya seandainya punya pemahaman terkait dengan kelola singkong menjadi produk apa silakan ditularkan. Apakah produk lokal sudah dipasarkan ke luar desa? Nah, gambarnya seperti tadi. Kalau belum maksimal silakan bagaimana sampai nanti teman-teman bisa e membantu mereka dengan cara ee lewat pemasarannya juga bisa. Apakah terdapat pasar tradisional atau tempat jual beli rutin? Nah, apakah di situ ono pasar wage, pasar legi, dan seterusnya. Next.
23:15 Infrastruktur apakah akses jalan ke desa dalam kondisi baik? Wah, Pak. Bangun desa lan bangun jalan ndak. Sampean enggak harus kok setelah sampean datang terus jalan sampean cor ndak. Tapi kira-kira dari pemikiran sampean apakah usaha yang sampean lakukan agar bisa membantu agar jalan itu nanti bisa bagus? Misalnya seandainya sampan punya link ke kabupaten atau ke provinsi sampean teleponkan misalnya gitu, "Pak, jalan desa ini ternyata gak bagus. Kami dari teman-teman KKN ingin membangun ini, mohon bantuan kok. Ternyata seandainya kok dikabulkan. Wah, itu luar biasa. Eh, ternyata jadi sampean usahanya melebihi daripada Pak Kades.
24:01 Enggak poo. Kalau seandainya sampean sanggup mampu lah itu akan bagus ya. Jangan-jangan pesimis. Apakah tersedia listrik? Wis, insyaallah ini listrik ma itulah aman kayaknya. Apakah tersedia sarana pendidikan SD, SMP, SMA? Kalaupun ada itu bagaimana yang di pendidikan-pendidikan potensi untuk ee pemberdayaan pendidikannya nanti bagaimana. Nah, itu silakan nanti diamati. Apakah tersedia fasilitas kesehatan? Kalau belum ada, nanti kira-kira apa yang bisa sampean sumbangsihkan? Apakah sampean mau jadi bidan di sana? Enggak mungkinlah. Bukan jurusannya bidan, tapi mungkin bisa mengusulkan. Paling tidak dari setiap desa itu memiliki klinik atau ee sarana kesehatan. Next.
24:49 Apakah ada lembaga desa yang aktif, BPD, LPMD, PKK dan seterusnya? Nah, kalaupun ada apa saja? Apa saja nanti yang belum ada? Apakah ada tradisi atau budaya lokal yang masih dilestarikan? Lah ini terkait dengan tradisi atau budaya lokal, Teman-teman. Nanti ketika datang jangan mentang-mentang sampean calon sarjana, wah iki ternyata apa ini? sedekah bumi ini enggak boleh. Ini abawa tumpeng ini istilahnya haram. Wah, wis jangan jangan itu nanti tambah tambah bikin kacau. Hormati adat istiadat yang ada di tempat ee nanti teman-teman KKN. Apakah warganya masih aktif dalam kegiatan gotong-royong? Kok ternyata setahun wis enggak ada gotong-royong. Teman-teman KKN nanti
25:35 yang menginisiasi kembali. Monggo misalnya Jumat berkah kita ee lakukan yang dipromotori oleh teman-teman KKN untuk bersih-bersih lingkungan misalnya RT, desa, nah dan seterusnya. Next. Nah, jadi permasalahan yang diamati kira-kira dalam masalah ekonomi tadi ee keterangannya yang dilak ee yang terdapat masalah itu apa? Masalah lingkungan apa? Misalnya buat catatan kecil. Jadi, sehingga nanti ketika sampan membuat program itu sudah paling tidak punya gambaran masalah sosial, masalah infrastruktur itu ee catatan sampean bagaimana setelah tadi survei. Terus nah terus next saja ini sama ini catatan
26:24 tadi. Nah, yang kedua. Poin kedua ini terkait dengan karakteristik masyarakat. Yang pertama biasanya masyarakat memang hidup komunal dan secara kolektif. ikatan sosialnya tinggi, gotongroyongnya tinggi, nilai tradisional masih kuat. Nah, ini tadi ee adapun kegiatan-kegiatan tradisional bisa diikuti, bisa juga kalau seandainya bertentangan dengan ideologi sampean ya cukup diamati gitu saja. Kehidupan ekonominya sederhana biasanya gitu. Kalau seandainya sampai nanti yang biasanya gaya hidupnya luar biasa ketika di masyarakat desa yo wis biasa-biasa wae makeupe biasane kok tebalnya 2 cent dikurangi misalnya tinggal 1 centti misal wis biasa saj sebagaimana masyarakat desa bisa mobilitas rendah
27:12 kegiatan sehari-hari terbatas di lingkungan desa memang biasanya gitu warga masyarakat desa rata-rata kalau yang ee agak tua bisa dikatakan gitu ya paling kegiatannya nya ke ladang ngopi nyangkruk yao wis kegiatan ibadah-ibadah yang lain mungkin seperti itu saja. Next. Berikutnya struktur sosial toko adat, tokoh agama, kepala dusun. Ini nanti kalau bisa sampean temui, ajak diskusi, ajak komunikasi. Nah, pola pikir dan kebutuhan lebih terbuka terhadap perubahan namun cenderung selektif. Nah, tadi kalaupun ada ide yang sampean sampaikan kalau di setelah didiskusikan entah diterima atau
27:58 tidak ya itu nanti ee tergantung dari hasil diskusi. Jadi tidak usah dipaksakan. Kebutuhan peningkatan keterampilan, pemasaran produk, layanan dasar. Nah, ini pun adapun seandainya nanti terkait dengan kebutuhan ini kira-kira apa yang bisa sampean sajikan. Berikutnya, tantangan dalam pemberdayaan masyarakat desa, kurang akses informasi dan teknologi. Diharapkan kehadiran sampean nanti bisa memecahkan masalah ini terkait pemberian akses informasi dan juga teknologi ketergantungan pada bantuan pemerintah. Kalau memang rata-rata warganya hanya mengandalkan bantuan dengan hadirnya sampean ee paling tidak bisa memunculkan sebuah ee produk atau sebuah usaha yang bisa
28:44 mereka kembangkan. Kalaupun belum ada UMKM silakan dibantu untuk membuat UMKM. Rendahnya kepercayaan terhadap orang luar, kekurangnya pengelolaan potensi secara optimal biasanya gitu. Eh, biasanya tanam singkong ee lumrahnya warga desa. Singkong akan dibuat onde-onde. Akan dibuat misalnya apa ini? Singkong keju misalnya nanti dikembangkan dengan potensi-potensi yang lainnya. Next. Pendekatan sama ee partisipatif. Libatkan warga secara kultural. Hormati nilai dan tradisi setempat secara dialogis. bangun komunikasi dan setara. Yang terpenting ini teman-teman ketika
29:31 nanti teman-teman terjun di desa komunikatif entah dengan warganya, dengan perangkat desanya atau tokoh-tokoh masyarakatnya. Insyaallah kalau itu bisa dijalan dengan baik, insyaallah KKN sampean sukses. Edukasi dan demonstratif. Edukasi praktis yang mudah yang dipahami dan diterapkan berbasis potensi fokus pada penguatan yang sudah ada. Oke, next. Nah, penutup. Pemahaman terhadap potensi dan karakteristik masyarakat desa menjadi landasan utama keberhasilan program KKN. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tapi sebagai fasilitator perubahan sosial yang peka dan solutif.
30:18 Kira-kira demikian. Jika memang ada yang ingin ditanyakan nggih, monggo. Kalau sudah, kalau sudah nggih saya cukupkan. Sampun aman nggih. Insyaallah sudah bisa dipahami semuanya. Baik, kira-kira demikian. Ee sudah tidak ada ya? Oke, terima kasih kurang lebihnya mohon maaf. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.