Presiden Prabowo Diskusi Bersama Jurnalis dan Pakar

METRO TV www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini adalah rangkuman dari acara "Presiden Prabowo Menjawab" yang membahas berbagai isu penting, mulai dari ketahanan pangan dan energi, hingga masalah ekonomi dan geopolitik. Prabowo menekankan pentingnya akal sehat dan realitas dalam menghadapi masalah, serta perlunya transformasi bangsa melalui industrialisasi dan hilirisasi. Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan, akuntabilitas, dan kesiapan untuk menerima kritik dalam pemerintahan.

  • Ketahanan pangan dan energi adalah kunci kemerdekaan.
  • Transformasi bangsa melalui industrialisasi dan hilirisasi.
  • Keterbukaan dan akuntabilitas dalam pemerintahan.
  • Pentingnya mendengarkan dan merespons kritik dari masyarakat.
  • Indonesia siap berperan dalam perdamaian dunia, khususnya Palestina.

Pembukaan dan Perkenalan Tamu

Acara "Presiden Prabowo Menjawab" kembali hadir dengan mengundang enam эксперт dari berbagai bidang untuk berdiskusi dan tanya jawab dengan Presiden Prabowo. Para эксперт ini dianggap sebagai yang terbaik di bidangnya masing-masing dan diharapkan dapat mewakili keingintahuan masyarakat Indonesia. Beberapa tamu yang hadir antara lain Retno Pinasti (Pemred Liputan 6 SCTV dan Indosiar), Rizal Malarangeng (Indonesianis), Bosman Mardiguowi (Ahli Kriminal Mind), Muhammad Faisal (Direktur CORE Indonesia), Najwa Shihab (Jurnalis), dan Dede Khatib Basri (Mantan Menteri Keuangan).

Ketahanan Pangan dan Energi: Mazhab Akal Sehat

Prabowo menjelaskan bahwa pemikirannya tentang ketahanan pangan dan energi didasarkan pada akal sehat dan realitas, bukan sekadar ideologi nasionalis. Pangan adalah kebutuhan dasar manusia, dan sejarah menunjukkan bahwa banyak konflik terjadi karena perebutan sumber daya pangan. Ia menekankan pentingnya menjamin sumber pangan agar Indonesia dapat merdeka dan berdaulat. Perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin kecil, sehingga kejadian di satu tempat dapat berdampak ke tempat lain. Oleh karena itu, Indonesia harus mandiri dan tidak bergantung pada negara lain dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

Sifat Manusia dan Persiapan Perang

Prabowo menyatakan bahwa sifat manusia cenderung ingin mendominasi yang lain, yang seringkali menyebabkan perang. Meskipun perang sangat destruktif dan harus dihindari, Indonesia tidak boleh naif dan harus selalu siap menghadapinya. Ia mengutip hukum Tukidides dan ajaran Vegetius yang menekankan pentingnya persiapan untuk perang demi menjaga perdamaian. Contohnya adalah Iran yang telah lama mempersiapkan diri untuk menghadapi konflik dengan Amerika dan Israel.

Mengambil Jarak dan Mengelola Stres

Prabowo mengungkapkan bahwa ia bisa tidur di mana saja dan kapan saja, yang merupakan ilmu yang didapatnya dari dunia militer. Ia menganggap tidur sangat penting untuk mengisi energi dan berpikir jernih. Ia juga mengikuti perkembangan berita melalui YouTube, yang membantunya untuk selalu up to date. Prabowo juga menyinggung kearifan lokal masyarakat Indonesia yang seringkali tidur siang untuk menghindari heat stroke saat cuaca panas.

Laporan Palsu dan Budaya ABS

Prabowo mengakui bahwa budaya "asal bapak senang" (ABS) dan laporan palsu sudah membudaya di Indonesia. Hal ini dapat menyebabkan kesalahan dalam pengambilan keputusan dan alokasi sumber daya. Ia menekankan pentingnya memiliki mindset untuk waspada terhadap setiap laporan dan berani menerima laporan yang tidak menyenangkan. Ia juga memantau postingan dan podcast yang kritis terhadap dirinya sebagai bahan evaluasi. Prabowo mencontohkan kasus penutupan dapur MBG yang tidak memenuhi standar setelah ia melakukan crosscheck dan sidak.

Kritik dan Devil's Advocate

Prabowo menyatakan bahwa semua kritik itu baik dan membantu, asalkan motivasinya baik dan berdasarkan fakta. Ia mencontohkan kasus anak di Nias yang berani mengkritik pemerintah karena jembatan yang rusak, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Prabowo. Ia juga mengungkapkan bahwa orang-orang dekatnya seringkali berperan sebagai devil's advocate untuk menyanggah gagasannya. Prabowo menekankan pentingnya mencari kesulitan dan menyelesaikannya sebagai seorang pemimpin.

Transformasi Bangsa dan Industrialisasi

Prabowo menjelaskan bahwa ia tidak lagi berbicara tentang pembangunan bangsa, tetapi transformasi bangsa. Ia menyoroti masalah deindustrialisasi dan uang Indonesia yang tidak tinggal di Indonesia. Solusinya adalah hilirisasi, yaitu mengolah bahan mentah menjadi produk industri bernilai tinggi. Ia mencontohkan industri mobil dan kelapa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Prabowo juga berencana membangun 10 universitas baru dengan fakultas kedokteran dan rumah sakit untuk mengatasi kekurangan dokter.

Deregulasi dan Efisiensi Birokrasi

Prabowo mengakui bahwa birokrasi yang berbelit-belit menjadi masalah dalam industri Indonesia. Ia mencontohkan masalah pupuk yang memiliki 145 peraturan, sehingga pupuk bersubsidi tidak sampai ke petani. Ia telah melakukan deregulasi besar-besaran untuk mengatasi masalah ini. Prabowo juga ingin mengembangkan industri mobil listrik dengan ekosistem baru yang ramah lingkungan.

Dampak Perang dan Efisiensi APBN

Prabowo menjelaskan bahwa perang dapat berdampak pada ekonomi domestik, terutama pada subsidi energi. Ia ingin menahan defisit APBN tidak tembus 3% dengan melakukan efisiensi. Ia menyoroti masalah Incremental Capital Output Ratio (I-Core) Indonesia yang lebih tinggi dari negara lain, yang menunjukkan bahwa Indonesia kurang efisien. Prabowo telah membuktikan bahwa ia dapat menghemat ratusan triliun dari APBN dengan menghilangkan pengeluaran yang tidak perlu.

Krisis dan Langkah-Langkah Penghematan

Prabowo menyatakan bahwa dalam menghadapi krisis, semua upaya harus dipelajari, termasuk menurunkan konsumsi, menerapkan work from home, dan membatasi jumlah penumpang dalam satu mobil. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengurangi biaya pendidikan dan operasional. Prabowo menyoroti masalah pemerintah daerah yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, seperti pembangunan jembatan desa. Ia juga mencontohkan pemerintah daerah yang membeli mobil dinas mewah, sementara ia sendiri menggunakan mobil buatan Indonesia.

Suasem dan Tenaga Surya

Prabowo menekankan pentingnya suasem (swasembada) pada pangan, energi, dan air. Ia berencana membangun tenaga surya 100 gigawatt dalam waktu 2 tahun untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Ia juga ingin mengkonversi semua motor, mobil, dan traktor menjadi tenaga listrik. Prabowo bangga menjadi presiden negara penghasil kelapa sawit terbesar, yang dapat diolah menjadi solar dan bensin.

Terorisme dan Jaminan Keamanan

Prabowo mengecam tindakan terorisme dan menjamin akan mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis kontras, Andri Yunus. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada impunitas bagi pelaku, termasuk jika mereka adalah aparat negara. Prabowo juga menanggapi kekhawatiran tentang ruang aman untuk bersuara yang semakin menyempit. Ia menyatakan bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan intimidasi dan teror terhadap warga yang mengkritik pemerintah.

Objektivitas dan Stabilitas Negara

Prabowo menegaskan bahwa ia ingin menegakkan hukum dan membangun pemerintahan yang bersih. Ia mengakui bahwa aparat negara memiliki banyak kekurangan dan ada oknum yang berani melawan menteri. Prabowo juga menyinggung masalah destabilisasi dan disinformasi yang merupakan bagian dari bernegara. Ia meminta masyarakat untuk bersabar dan memberikan waktu baginya untuk membuktikan komitmennya dalam membela rakyat.

Board of Peace dan Perjuangan Palestina

Prabowo menjelaskan keterlibatannya dalam Board of Peace (BOP) untuk membantu perjuangan rakyat Palestina. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia siap menyumbang pasukan perdamaian asal disetujui oleh PBB dan semua pihak yang terlibat. Namun, setelah terjadi perang, Indonesia menangguhkan keterlibatannya dalam BOP. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan terus memberikan bantuan pangan dan rekonstruksi kepada Palestina. Ia juga menekankan pentingnya memiliki posisi tawar dalam proses perdamaian.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Para pemirsa di seluruh tanah air maupun yang berada di luar negeri, karena saya yakin juga kegiatan ini ditonton oleh masyarakat kita yang ada di luar negeri, kali ini kita bertemu kembali dalam acara Presiden Prabowo Menjawab. Dan ini merupakan kegiatan kedua yang dilakukan oleh Presiden Prabowo. Dan kali ini kita sudah bersama dengan Presiden Prabowo bersama enam orang yang diundang untuk berdiskusi dan bertanya jawab dengan Bapak Presiden. Terima kasih, Pak Presiden, sudah menerima kami di sini. Beberapa expert yang mungkin bisa dikatakan ini par excellence, Pak Presiden.

0:49 Jadi orang yang termasuk yang paling top di bidang masing-masing. Dan terima kasih banyak, Pak Presiden, sudah menerima kami di sini untuk melaksanakan diskusi dan tanya jawab lah dengan Presiden dan mungkin karena ini orang-orang par excellence mereka mungkin kan mewakili keingin tahuan paling dalam dari masyarakat Indonesia dan menggalinya juga mungkin agak dalam Pak Presiden jadi siap-siap juga Pak Presiden ditanya oleh mereka mungkin nanti akan saya perkenalkan masing-masing kepada pemirsa yang di rumah kalau Pak Presiden mungkin sudah familiar dengan dengan tamu-tamu yang ada di meja bundar ini. Oh ya, meja bundar ini meja bersejarah ini. Karena banyak sekali keputusan, kepusulan strategis di Republik yang

1:37 lahir dari meja ini. Di sebelah kanan Pak Presiden, ada Mbak Enoch, nama lengkapnya Mbak Retno Pinasti. Pernah menjadi jurnalis Voice of America. Kemudian sekarang menjadi Pemred di Liputan 6. SCTV dan Indosiar. Pemred di SCTV dan Indosiar. Mbak Reno udah beberapa kali kesini ya. Ini bukan kali pertama. Untuk tanya jawab dan diskusi dengan Presiden bukan kali pertama. Di sebelah Mbak Reno ada, kita manggilnya Bang Celi. Bang Rizal Malarangeng. Jadi dulu Pak waktu saya masih awal-awal lulus gitu. Beberapa kali hadir keacaranya Pak Bilidal.

2:25 Indonesianis dari Ohio Jadi kalau kita iseng-iseng nanya siapa murid beliau paling pintar jawabannya enggak pernah geser Rizal Malarangeng jadi kalau kita sedorkan namanya enggak tetap Rizal Malarangeng kemana sekarang politiknya masih di kolom masih 86 tahun ayo-ayoh ya Ohio Ohio State University tempatnya JD fans. JD fans. Oh ya. Benar. Oh ya. JD fans. Orang Kentucky tapi sekolah di Columbus, Ohio. Kan tetang kan? Oh, Ohio. Ohio State University. Ohio State University. The largest state university in the US. Oh ya, Ohio State. Dan berikutnya, wah ini

3:14 pendidikannya agak ngeri-ngeri sedap. Bang Bosman Mardiguowi. Ternyata kuliahnya Kriminal Mind Pak. Oh ya? Di detail Satyaji. Gimana? Gimana? San Francisco State. San Francisco State. Kriminal Mind. Lebih advance lagi. Kriminal Mind Forensic Investigator. Oke. Itu apa ya? Psychology? Applied Psychology. Oh Applied Psychology. Jadi Faculty of Psychology. Betul. Tadi saya bercanda sama beliau. San Francisco. Saya bercanda sama beliau. Pentingnya harus jadi KPK dia. Yang aku heran, orang sudah karya raya masih mau Masih mau nyuri

4:04 itu saya nonton! Harus dicek tuh mainnya, mainnya kriminalnya seperti apa itu. Izin Pak Presiden, saya lanjut. Ini Mas Muhammad Faisal, Direktur Center of Reform on Economic Indonesia, COR. COR ini, Direktur Reseguti beliau sekarang. Jadi ini kritis-kritis juga ini pak, jadi bapak harus siap juga kalau.. Lulusan mana? Australia pak? Australia? UQ, Queensland. PhD nya di Australia. PhD di Queensland, Master di Melbourne Uni pak. Oh oke. Nah berikutnya.. Mbak Renau pernah di Amerika juga? Saya di Amerika sekitar 7 tahun, tapi kalau sekolahnya di Inggris pak. Ini

4:52 pun di kan Barat semua dia. Pak Presiden, kalau ini pasti sudah sering lihat, tapi pemerintah saya sebutkan aja ini Mbak Najwa Syihab, sudah sering juga pasti kesini, berdiskusi sampai malam dengan Pak Presiden, tapi walaupun sering kesini, pertanyaannya tetap tajam-tajam Pak. Sekolahnya dimana? Saya 1 UI Pak. S2 saya di Melbourne Law School. Oh, Melbourne Law School. Orang hukum. Produk asing. Mantan Menteri, Keuangan dan Mantan Kepala BKPN. Bang Dede Khatib Basri. Sekarang lagi di Harvard, Bang ya? Sekarang

5:37 lagi ngajar di Harvard. Ya mungkin juga nanti akan. Dia di mana, Pak? Saya dari Australian National University. ANU. Jadi, inilah Pak. Orang-orang yang akan berdiskusi dengan Bapak. bertanya segala macam hal mungkin nanti dari paling ringan dan sampai paling berat. Tapi Pak, saya juga pengen bertanya sama Bapak sebuah pembukaan nanti. Supaya saya nggak kehilangan tempatan bertanya juga, Pak. Nggak pengen terima sama Bapak. Nah, kalau saya pantau-pantau, Pak. Bapak kan sudah bicara soal ketahanan pangan, ketahanan energi itu lebih dari 20 tahun. Dan pas perang seperti ini, rasanya dapat relevansinya. Kalau dulu kan kayak masuk kuping kanan, keluar kuping kiri aja kita ketika

6:24 bicara ketahanan pangan dan ketahanan energi. Dan ini juga pengakuan dosa Pak, mohon maaf Pak. Saya 2019 ikut bully Bapak dulu Pak, waktu Bapak bicara, kita harus siap perang, dunia bakal perang. Oh 2019 ya? Iya Bapak bicara itu. Oh, yuk di VIAG sana ya? Iya. Jadi saya pengakuan dosa, dan kayak tidak percaya, tapi ternyata... 2022 ada perang, 2023 ada perang, 2025 ada perang, sekarang 2026 ada perang yang jauh lebih besar lagi. Nah pertanyaannya, Bapak bicara dan berpikir soal ketahanan pangan, ketahanan energi itu karena memang memprediksi perang atau karena memang mazhabnya mazhab nasionalis gitu? Jadi lebih kemana itu? Enggak, saya kira mazhabnya mazhab akal sehat. Common sense and reality. Iya.

7:15 Jadi saya tuh bersikir selalu mencari the basics, mencari esensi dari masalah. Esensi kita bernegara, esensi kita hidup beradab, peradaban manusia, human civilization, Pertama itu kan... Pangan, makan. It's a basic need. Kalau psikologi kan Maslow. Basic need. Pertama,

8:05 aman dari ancaman cuaca, ancaman... Binatang buas dan ancaman manusia lain. Baru kebutuhan air untuk minum, kebutuhan makan. Baru tingkatan-tingkatan lebih tinggi daripada kebutuhan. Jadi makan itu is very basic. Very basic. Jadi kebutuhan saya ini juga saya suka baca sejarah. Dan juga latar belakang saya sebagai Prajurit, prajurit, prajurit, ya mendorong saya terus belajar sejarah. Dan disitu saya lihat common denominator masalah yang azazi

8:55 selalu adalah pangan. Perang, awalnya perang antara kelompok manusia dan kelompok manusia adalah rebutan pangan. Rebutan daerah dimana ada banyak binatang berburu atau rebutan sumber air atau rebutan lahan yang sangat subur Oh ternyata di lahan itu di lembah itu banyak ke banyak rusa-rusa suka makan disitu berarti rumputnya sebut aku ingin kuasai lembah itu taknya ada suku lain perah remutan jadi itu yang mempengaruhi saya sehingga Saya lihat kalau kita ingin merdeka

9:45 Kita harus jamin sumber pangan Itu juga yang disampaikan oleh Bung Karno Bung Karno begitu dia mimpin Indonesia baru merdeka Yang dia urus sebetulnya ya Pangan, pertanian Dia yang bikin IPB Dia yang selalu ngomong The hungry stomach cannot wait Iya benar Jadi itu sebetulnya. Jadi waktu itu saya berbeda pandangan dengan masyarakat atau kelompok yang berpikir, oh dengan globalisasi, efisiensi, kita bisa belanja aja dari mana saja. Ternyata nggak bisa. Satu juga, perkembangan

10:36 sains dan teknologi membuat bumi kita sebenarnya semakin kecil kalau 200 tahun yang lalu perang di Eropa nggak pengaruh untuk kita iya kan? biar aja Inggris sama Jerman perang, Perancis sama iya sekarang perang dimana saja berpengaruh gitu loh terasa pak iya perang Ukraine harga pangan naik di dunia karena Ukraine penghasil gandum jagung yang terbesar Rusia juga iya kan? So, bumi yang semakin kecil, the world gets smaller, ya kan, because of technology. Kita interconnected. Kejadian di satu tempat berpengaruh

11:21 kemana-mana. Apalagi nuklir. Apalagi nuklir, ya kan? Saya kira itu, Pak Ashan. Iya, iya, iya. Jadi, apakah Bapak waktu itu sudah 20 tahun lalu sudah berpikir akan ada perang? Oh, begini. Sad to say, sangat sedih. Bahwa memang sifat manusia itu selalu ingin dominasi yang lain. Ini sifat hakikat manusia. Dengan dominasi, dia bisa menentukan. Yang tadi saya katakan, oh lembah disitu lebih subur dari lembah saya. Saya mau kuasa itu. Oh, lereng itu sumber airnya banyak. Saya sumber airnya kurang. Saya mau kuasai itu. Jadi

12:12 kalau kita baca sejarah ribuan tahun, manusia condong selalu perang. Nah perang adalah destruktif. Kita mengerti bahwa perang itu sangat jahat. Perang itu destruktif. Perang itu harus kita hindari. At all cost. Tapi Kalau kita terlalu naif, kita terlalu baik, kita gak mau siap untuk perang, kita gak mau belajar perang, kita gak mau perlengkapi diri untuk perang, kita justru akan dihabisi. Itu sejarah dunia. Ya itu akhirnya yang kita kenal

13:00 sekarang dengan hukum Tukidides. Ya kan? The strong will do what they can. The weak suffer what they must. Yang kuat akan berbuat sekendak hatinya. Yang lemah harus menderita. Itu sudah menjadi semacam adagium. Hukum alam jadinya. 2.500 tahun. Si Tukididas itu ahli sejarah Yunani yang menulis buku 2.500 tahun yang lalu. Dia cerita tentang perang antara Separta dan Athena. Tapi itu pelajaran yang diajarkan di mana-mana. Kalau gak salah itu salah satu wajib baca untuk hampir semua yang mau jadi jenderal di tentara-tentara maju.

13:52 Belajar tukidides. The strong will do what they can. Jadi ada lagi pelajaran ya dari ahli sejarah lagi, ahli sejarah Mawi, Vegetius, sekitar sama itu, 2500 tahun. Rupanya dari situ sudah mulai tulisan-tulisan tentang perang. Vegetius, dia kasih pelajaran, Sik vis pacem, parabelum. Sik vis pacem, kalau kamu mau damai, bersiaplah untuk perang. Yang kita lihat sekarang, kita soal politik, Saya tidak ikut-ikut ya politik, tapi kalau dari segi kita lihat perang kemarin terakhir ini yang sedang

14:42 berjalan, Iran lawan Amerika dan Israel, harus kita harus kita akui, Iran tuh persiapan yang lama. Dan dia sendiri mengatakan, kami sudah siap perang ini sudah puluhan tahun. Dia kan di.. dia di embargo ya, dia di.. Sanktion.. berapa tahun ya? 49, 49 tahun 47 tahun 47 tahun di embargo loh 47 tahun dikasih sanktion bertahan dia Ada banyak pro dan kontra tentang rezimnya dan sebagainya ya.. tapi bahwa dia berani dan siap perang lawan kekuatan sangat besar Dan dia bertahan nih

15:32 sudah hari ke 17 ya? Dan menyerang juga Pak, bukan hanya bertahan. Iya, tapi dia menyerang sesudah diserang. Enggak, maksudnya punya kemampuannya itu. Jadi di 47 tahun dia bukan... Diem, dia bener-bener bersiapan. Mempersiapkan diri. Karena yakin itu akan pasti terjadi. Iya, iya, iya. Bang Celi? Ada yang mau ditanyakan? Terima kasih Bapak Presiden bisa diterima bersama kawan-kawan, mewakili teman-teman. Biasanya terima kasih, bagi saya kehormatan. Ini sebaik kita sudah memulai tapi dengan pertanyaan ringan dulu Bapak Presiden karena sudah mulai berat supaya kan masih panjang malam. Masih panjang biar lebih ini sedikit yang lebih ringan barangkali

16:19 kan banyak persoalan dunia, Bapak juga punya passion geopolitik, belum lagi persoalan dalam negeri. Pertanyaan yang malangkali tidak kurang pentingnya bagaimana proses hari-hari, pokok sejarah, sejarah yang sedang berlangsung cepat itu mengambil jarak dan apa, santai, mengedurkan kera. Kalau Churchill, misalnya Bapak ada di tengah peran dunia kedua pun dia minta izin, jangan sampai jam tidur siang saya terganggu. I know it's a war but I need to rest so I can think better. Kalau ada waktu kosong sedikit, melukis dan ngasih makan angsa. Kalau Ronald Reagan, tidur, siang juga sama. Baca komik dan penunggang kunda. Seorang provo seperti apa Bapak? Berdalam mengambil jarak dan...

17:10 Saya terus terang aja ya, saya anggap tidur itu penting. Tapi kalau saya agak teknik agak lain. Saya itu bisa tidur dimana saja. Dimana saja, kapan saja. Jadi mungkin ini ilmu saya dapat di tentara. Jadi bagi saya umpamanya naik mobil, saya bisa tidur. Naik helikopter, saya bisa tidur. Naik pesawat, saya bisa tidur. Kalau saya antara dua tiga bertemuan, saya masuk 10 menit, 15 menit, saya tidur. Bagi saya 15 menit, is nge-charge gitu loh. Apalagi 20 menit. My ideal actually is 30 menit. Jadi kadang-kadang antara meeting sama meeting, aku minta jedah setengah jam.

18:03 Saya tidur gitu. Kalau malam, saya ini night. Jadi kadang-kadang saya tidurnya jam 1. Tapi jam 3 saya bangun lagi. Kenapa? Ini masalahnya nih, teknologi. Kan ada YouTube. Iya kan? Bapak ikut juga Youtube. Ikut dong. Saya harus. Perkembangan apa terakhir yang terjadi? Kan kita ini beda 4 jam. Sama Timur Tengah. 3 jam. Habis itu sama Amerika sekian jam. Jadi saya harus ikuti apa yang terjadi. Dan itulah mungkin yang membuat saya itu always a bit up to date. Begitu. Jadi saya

18:48 ingat waktu itu saya di Singapur. Shangri-la Dialogue. Karena saya punya kebiasaan, jam 3, saya bangun, saya buka YouTube. Jam 3 di Singapur, itu kalau nggak salah di Washington DC, 3 pagi itu, 3 siang. Around 3 siang ya. Di Washington DC itu, kalau nggak salah at that time President Biden, President Biden baru ngomong sesuatu gitu loh

19:35 tentang kalau nggak salah Palestina atau apa. Karena saya langsung baca waktu saya jam 9.10 pidato saya yang pertama menyampaikan tanggapan saya terhadap Pidatonya Biden gitu loh. Berkah sepertiga malam terakhir ini. Jadi memang itu. Jadi saya kalau Winston Churchill memang dia bisa mungkin ya. Karena tempo tahun 40-an. Belum ada Youtube Pak. Dan perkembangannya kan begitu. Tapi hebat dia. Dia memang benar. Saya kira benar. Jadi saya dulu waktu di tentara. Jadi begini. fenomena dan kita sering kita sering

20:21 diejek oleh bangsa-bangsa lain terutama bangsa barat bangsa barat, bangsa kulit putih anggap orang Indonesia, orang pribumi itu pemalas. Ini ada tulisan-tulisan mereka. Waktu kami turni istilah mereka. Turni ke desa-desa Kami selalu lihat pribumi itu Tidur Jam berapa deturni Deturni jam 11, jam 12 siang 12 siang Matahari Di puncak Siapa yang mau ke sawah ya Pak Ini bukan

21:06 soal malas Ini adalah kearifan Dari nenek moyang kita Kita diajarkan Saya anak muda Saya di tentara diajarkan Jam 12 berhenti kegiatan. Kita di tentara jam 12 berhenti kegiatan. Jam 11 kadang-kadang di semua asrama itu bendera hitam keluar. Ini puncak kepanasan. Kalau kita di luar, heat stroke. Jadi kearifan nenek moyang kita, kalau kita kerja jam 11, jam 12, mati. Heat stroke. Jadi kalau si Belanda datang, orang peribumi. Tidur, ya ini menghindari itu. Tapi dia tidak lihat. Si pribumi itu jam 4 bangun, dia sudah kerja di

21:55 sawah jam 5 pagi. Kan begitu. Baru istrinya bawa makanan, makan tuh jam 9, jam 10. Baru kembali, ya dia memang tidur siang. Tidur siang itu survival instinct. Setelah tinggi kebudayaan. Iya. Survival instinct. Saya pernah kedatangan seorang waktu saya keluar dari tentara, saya masuk bisnis, saya kedatangan ini. Seorang, gak tahu orang Inggris, banker, beautiful suit, datang di kantor saya, dia bikin joke. Dia bikin joke terhadap orang Indonesia. Ya, I don't know, I think

22:42 you Indonesians, your hobby is sleeping. Dia bilang. Aku, untung udah pensiun Apa dasarnya? Dia bilang, ya, you know, every time I see my driver He's always asleep in the car Dalam hati, saya bilang Baru saya jawab, do you know Have you asked your driver Where he lives? Do you know, some of them live in Sukabumi To go to Jakarta, he wake up 3 o'clock in the morning, take a bus, the bus is 3 hours, to get to your house at 7 o'clock, or 8 o'clock. Jadi dia nggak tahu kenapa.

23:33 Survival instinct juga. Yang penting waktu, when he drive for you, he's not sleeping, right? Jadi orang itu pinter. Ada kesempatan saya istirahat, saya istirahat. Ini lho, ini kadang-kadang dia gak, cultural apa ya? Cultural, adaptation. You live, everything is air condition, air condition car, air condition office, air condition hotel, ya inilah. Jadi, baik-baik tidur sangat penting. Untuk semua mereka yang diambil posisi kepimpinan harus cukup tidur. Silahkan. mau jam 8, yang paling bagus saya dengar, tidur harus jam 9 Saya dengar,

24:21 yang paling sehat, jam 9 bangun jam 4, jam 5, jam 6 Tapi gak bisa update berita tengah malam Gak tak, ini sudah, we are news junkies, ya kan? Betul Sudah kena lah itu, bener gak? What's happening, what's happening? Katanya anak-anak muda sekarang, ya kan terlalu tergantung gadget ya. Ya, ya itu sangat tergantung. Karena katanya ada detox gadget katanya. Masuk kemana, gak boleh bawa gadget. Gak boleh. Penelitiannya adalah, misalnya di Amerika, Eropa sekarang, rata-rata 8 jam sehari mereka di-expose to 8 hours a day. That's a long time in your life. 8 hours a day. Saya kalau lihat, itu saya punya, lagi duduk,

25:07 apa ini? Berjam-jam. Jago ya, dia punya tag, dekat tangannya. Dia bisa kirim buik, luar biasa. Teknologi jepol. Mas moderator terima kasih, Pak Presiden juga terima kasih atas kesempatan diskusinya yang kesekian kali

25:54 sebuah kehormatan juga untuk saya. Waktu melihat pesertanya Pak, saya sudah terbayang ini pasti nanti topiknya akan banyak menghalet soal geopolitik dan soal ekonomi. Tapi itu saya serahkan Pak izin ke pakar-pakar yang hadir di sini. Justru saya ingin menyoroti pidato Bapak beberapa hari lalu Pak. itu ulang tahun dan antara yang pertama. Waktu itu Bapak, ini saya ada kutipannya, memberikan statement, jangan main-main lagi dengan saya. Laporan palsu, laporan menyenang-nyenangkan supaya bisa akal-akalan. Saya kasih peringatan keras ya. Nah, terkait ini, boleh kasih konteksnya Pak. Ini kira-kira laporan palsu ini terkait apa,

26:43 oleh siapa, seberapa sering, dan Kira-kira bagaimana Bapak bisa sadar bahwa selama ini Bapak ada beberapa data yang palsu ya dalam laporan yang Bapak terima. Karena gini Pak, kesalahan data itu dalam laporan akibatnya bisa fatal. Bisa salah prioritas, Bapak bisa salah alokasi sumber daya juga, apalagi Bapak kan pemimpin militer ya. Setidaknya dulu pernah menjadi pemimpin militer, dan dalam militer itu kalau salah data itu taruhannya nyawa, Pak. Nah, pertanyaan saya, apakah Bapak siap, benar-benar siap, Pak, untuk menerima laporan yang tidak menyenangkan? Itu yang pertama. Kemudian,

27:34 saya ingin tahu juga upaya-upaya apa yang Bapak lakukan untuk meng-crosscheck kebenaran laporan-laporan yang Bapak terima. Apakah Bapak misalnya mencari second opinion atau Bapak mencoba mencari fakta di lapangan, mungkin Bapak sidak atau Bapak mungkin melihat keluhan-keluhan masyarakat di sosmed atau mungkin ada rencana atau sudah ada, mungkin Bapak membuka saluran khusus untuk pengaduan dari masyarakat berangkali dan apakah Bapak juga selama ini mencermati, tadi kan Bapak menyampaikan jam 3 memantau Youtube dan segala macam, mungkin kritikan-kritikan dari pengamat Pak, atau dari pers

28:22 seperti kami gitu ya. Dan yang ketiga saya ingin tahu, siapa teman diskusi Bapak? Karena gini Pak, apakah masih ada sosok-sosok non-birokrat ya Pak ya, yang selama ini menjadi teman diskusi Bapak? semacam West Wing lah katakan seperti itu apakah mungkin saya nggak tahu apakah KSP masih menjalankan fungsi itu gitu ya karena dalam pengambilan keputusan atau kebijakan biasanya untuk mematangkan itu perlu diskusi jadi saya ingin tahu siapa Pak yang memainkan peran devil's advocate selama ini untuk Bapak panjang ya Mas moderator ya ah tiga ya tapi satu topik satu topik ya baik jadi Kita ini,

29:12 apalagi saya, saya selalu katakan saya sudah lama jadi orang Indonesia. Jadi budaya ABS ini, asal Bapak Senang, asal Ibu Senang, laporan palsu ini sudah membudaya. Saya kira di semua institusi. This is part of our problem. Bener. Kalau salah informasi, ya keputusan tidak baik. Iya kan? Dan ini masalahnya. Sehingga kita harus

30:01 punya mindset untuk waspada terhadap setiap laporan. Dan Bener Mbak Reno, kita harus mau dan berani untuk menerima laporan yang paling tidak enak. Dan bener, saya suka monitor posting, podcast yang menyakitkan pun saya nonton. Karena saya anggap Walaupun dia nyerang begitu dengan cara yang tidak baik, mempamanya ya. Dan kadang-kadang saya ambil kesimpulan, oh iya. Dia hanya,

30:49 motivasinya hanya dendam aja, gak apa-apa. Tapi bagi saya ini, bagi saya itu adalah justru membuat saya lebih waspada. Jadi saya sebetulnya, walaupun kurang ajar dia. Tapi, oh iya, saya harus lebih waspada. Baru saya MBG diserang, saya langsung cek. Panggil kepala BGN dan saya terus cross check. Saya kirim orang-orang saya ngecek. Saya kira kalau nggak salah ya, mungkin saya bisa cek langsung malam ini. Dari sekian puluh ribu dapur sudah kita tutup lebih dari seribu. Lebih dari seribu. Iya kan? Iya, udah datanya ada ya. Lebih dari

31:37 seribu. Ini saya punya wakil kepala. satu ibu ya, ibu ini ibu nani ya, ini galak sekali dia. Dia sidak terus kerjanya. Ya, datanya... Ada yang SP1, SP2 juga itu Pak. Total 10013. Yang sudah di-suspend, 1030. Dan yang kita lakukan sekarang adalah sertifikasi. Jadi kalau dapur kamu mau survive lebih dari berapa bulan, kamu harus lulus sertifikasi kebersihan, sertifikasi keamanan makanan, dicek airnya gimana,

32:29 airnya aman, airnya dimasak atau di apa, kemudian omprengnya di... semua itu ada kriterianya. Mulai ada standarisasi. Oh iya, standarisasi. Dan kalau nggak beres, ditutup. Disuspend aja, sudah terserah kau. Habis itu kita kasih nomor telepon bebas pulsa, siapapun boleh cek dan titik koordinat dari dapur itu diketahui oleh masyarakat sekitarnya. Jadi siapapun, ibu-ibu, orang tua, kepala sekolah, dia boleh masuk. Dan dia boleh komplain. Jadi memang laporan yang Laporan yang hanya Bagus-bagus itu Itu budaya yang tidak baik Dan itu mungkin budaya

33:19 Indonesia adalah Mungkin niatnya baik, tidak mau Menyusahkan pimpinan Mungkin ya niatnya baik Contoh, saya kasih contoh Ya mungkin Contoh zaman saya di tentara Saya waktu itu komandan Kopassus Saya sudah general kalau nggak salah ya. Saya inspeksi ke Batu Jajar, Pusat Pendidikan. Yang saya dulu pernah jadi komandan. Saya lihat keliling-keliling, takut-tahu di satu titik, saya lihat disitu ada helikopter dari jauh. Helikopternya latihan. Latihan fast roping.

34:04 Turun dengan tali. Naik turun, naik turun, naik. Suatu saat helikopternya berhenti. Berhentinya agak lama. Saya tanya komandan yang disitu. Itu kenapa helikopter berhenti? Oh, break Pak untuk makan. Udah kan? Break untuk makan, jadi saya nggak tanya lagi. Besoknya, saya dicih jantung. Saya terima, disitu kan selalu... Di tentara itu adalah laporan harian. Jadi kalau hari Selasa hari ini, atau hari ini, laporan hari Senin. Kasih laporan. Di tahun ini, terjadi ini, di malam ini. Saya dapat laporan. Di pusat pendidikan

34:54 pasuan khusus Batu Jajar, pada jam 13.08, telah terjadi kecelakaan. Dari helikopter gini-gini. Oh iya. Saya disini buat itu tapi gak dikasih tahu Anda ngerti apa yang bapak lakukan niatnya Saya telepon ke kemandannya kenapa kok enggak enak kemandan kan begitu niatnya Tapi menurut saya kalian lain kali jangan ya kasih tahu apa adanya mungkin saya bisa bantu saya bisa apa ini masalah Jadi saya waktu, karena itu kemarin tuh di Nantara, laporan pertama, Pak, satu tahun hasilnya bagus,

35:41 begini-begini, begini. Saya kejar dia, you laporan bener nggak? You jangan, mererti nggak? Jangan nyenengin saya, ini saya pegang loh, saya ini sekarang bertanggung jawab atas Nantara. Enggak Pak, begini-beni, bisa ya, saya bisa audit ya, siapa? Itu dasarnya saya ngomong begitu. Ya, guys. We have to have a new culture. Iya, iya. culture ini harus, walaupun sakit, pahit, we have to face reality. Kita harus realitas lah. Dan kita harus siap untuk, kita harus siap terima tidak baik, kita harus siap dimaki-maki, kita harus siap dicurigai, gak apa-apa. Saya belajar banyak. Seorang pemimpin yang baik, tidak boleh

36:28 takut menghadapi kesulitan. Kalau pemimpin yang unggul, Lihat kesulitan, harus dikejar kesulitan itu. Rush to the problem. Solve the problem. Berarti kritikan dari pers atau dari pengamat, gak masalah ya Pak? Karena tempoh hari Bapak sempat, ini Pak, katanya pengamat ada beberapa yang mau, apa ya itu istilahnya? Enggak, jadi gini. Pengamat itu kritik, semua kritik itu baik dan membantu. Tapi ada orang yang kritik, dengan niat motivasi yang gak baik. Ngerti gak? Dia kritik justru untuk menimbulkan kebencian atau kecurigaan atau kecemasan. Nah ini

37:18 menurut saya it's not good. It's not good. Ya kan? Satu, niatnya apa? Motivasinya apa? Ya kan? Kalau motivasinya evil Niatnya tuh niat jahat aja, itu gak baik Ya ngerti gak? Jadi kalau kritikan berdasarkan suatu fakta, suatu fenomena tuh baik, bagus Contoh ya, contoh yang saya anggap Informasi dari lapangan Justru dari anak-anak Suatu saat saya kaget itu Tahun berapa, mungkin satu tahun yang lalu Saya dikasih lihat, apa apa apa ini Ada anak-anak di NIAS, ini nih, ini saya ingatin nama, ternyata baru saya tahu. Coba ada suaranya nggak? Dia

38:09 teriak, nama saya dipanggil, coba. Sekarang kita akhirnya terpaksa di desa.

39:11 Terima kasih atas semua orang yang sama satu tahun kemudian ini seharusnya lagi Yamisa namanya, saya tanya Yamisa ini. Anaknya berani ya, polos gitu. Tapi minta tambah lagi kan Pak? Gak cukup ada jembatan katanya. Ya minta lagi ya. Ya minta MBG. Desa kami belum dapat MBG, kebayangkan tuh. Ya tapi saya berani.

39:56 Dan yang saya sedih ya, kalau Iyu dengar itu. Yamisa kelas berapa? Sekarang saya kelas 12. Kamu mau kemana nanti? Orang tua kami miskin. Saya ingin belajar, tapi orang tua kami miskin. Tidak mampu Bapak. Saya udah perintahkan, forgive. Apapun terjadi, kasih biaya siswa, sekolahkan ke sana itu. Iya kan? Karena saya ini punya filosofi hidup dari dulu. Kalau Anda bisa bantu banyak orang, bantu banyak orang. Kalau tidak bisa bantu banyak orang, bantu beberapa orang Kalau tidak bisa bantu beberapa orang, bantu satu orang Kalau satu orang pun anda tidak

40:45 bisa bantu Jangan bikin susah orang lain Itu adalah philosophy Saya ajarin semua Kalau kamu lihat orang sulit Berhenti Apa yang kamu bisa bantu? Itu jawaban saya Benar Semua kritikan baik, tapi kalau kritik berdasarkan suatu kebencian, dan kau mengada-ada dan kau tidak punya data, itu menurut saya kurang baik. Itu filosofi saya. Jadi, tapi tetap aja saya terima, saya anggap itu baik untuk saya. Beberan nggak? Tetap ditonton ya Pak? Tetap ditonton. Tetap ditonton, tetap. Tapi kalau saya lihat, ah ini nggak ada gunanya, saya tinggalin. Tapi saya tangkap dulu gitu. Iya kan?

41:34 Yang memainkan peran Devil's Advocate selama ini siapa? Oh banyak, saya hampir Jadi orang-orang dekat saya itu sudah ngerti Bahwa justru yang saya ingin tahu adalah Tadi Suatu Alasan, suatu reasoning Yang Menyanggah gagasan saya. Dan saya kira itu pendekatan yang benar. Kalau pemimpin kumpulin pendapat saya begini, nah ternyata-ternyata semua akan setuju. Tapi kalau saya mengatakan, masalahnya apa? Solusinya apa?

42:21 Kesulitannya ini. Apa solusinya? Seperti jembatan, sebetulnya, maaf ya, dana desa sudah kita keluarkan ke desa. Dan jembatan-jembatan yang gantung itu Itu harganya 300 juta, 400 juta, 500 juta. Katakanlah yang 100 meter panjang. Paling 800 juta. Dan mereka terima 1 miliar 1 tahun. Kan bisa. Dia cicil 3 tahun, 4 tahun jembatan yang bagus pun. Tapi sudah lah. Saya tidak mau tanya. Kemana dana desa yang harus ada anak-anak teriak. Dan langsung gitu. Bapak Prabowo, boleh gak apa-apa. Dia teriak, saya harus jawab. If I can do

43:10 something. Alhamdulillah. Sekarang saya bikin Satgas Jembatan. Selain yang daerah diwancana. Dia laporkan bahwa yang paling mendesak kurang lebih 3.000 titik. Tapi insya Allah awal 2027 selesai 3.000. Semua provinsi baik. Semua provinsi. Siap. Cukup Mbak Enoch sementara ya, round 1. Kita mungkin masuk ke tema ekonomi, Pak. Agak berat lagi. Silakan. Silakan. Bang Dede Basri. Terima kasih, moderator. Terima kasih, Bapak Presiden. Mungkin saya berikan sedikit

43:56 konteks, Pak. Karena ini concern saya. Saya itu melakukan penelitian mengenai... Eh, maaf ya. kan ini diskusi ya, gak usah setiap saat Bapak Presiden, Bapak Presiden nanti, nanti ada gak enak, ya kan? Mas Prabowo, gitu ya. Ini di luar jam ya? Saya buka ini kalian. Justru kalimat kita gak keluar nanti. Gak tahu saya. Kayaknya, Sekat gitu loh Aku lebih senang itu anak itu Yamisa Pak Prabowo Dia gak bilang bapak presiden kan? Kadang-kadang ya anak-anak itu lebih polos ya? Iya betul Aku kadang terharu gitu Betul-betul Kamu mau belajar apa?

44:46 Saya sih mau Studi pak, mau jadi dokter Tapi orang tua saya gak mampu, aduh Saya udah kasih tau staff saya Pokoknya dia harus sekolah. Tidak boleh orang tua tidak mampu, anaknya nggak boleh. Itu motivasi saya itu. We have to create suatu bangsa Indonesia yang anak orang paling miskin pun harus bisa sekolah. Sebenarnya itu undang-undang dasar 45. Saya lanjutkan Pak. Jadi saya melakukan penelitian, Pak, mengenai social unrest, Pak. Unjuk rasa di berbagai negara di dunia, kenapa dalam 25 tahun terakhir itu unjuk rasa frekuensinya makin

45:33 banyak Pak. Temuan yang menarik itu adalah ada hubungan yang sangat kuat antara menyusutnya kelas menengah dengan unjuk rasa. Itu terjadi di Latin America, di Saudi Asia, termasuk di Indonesia Pak. Iya. Nah, data kita yang terakhir itu menunjukkan sepanjang 2019 sampai 2024. Itu kelas menengahnya menyusut, Pak. Kita kalau lihat dari angka pengangguran, betul angka pengangguran kita itu turun, Pak. Tetapi sekarang tingkat pengangguran tertinggi adalah mereka yang educated. Apakah itu tamatan universitas, SMA, SMK. Nah, ini problem baru nggak hanya unik di Indonesia di seluruh dunia, Pak. Karena pertumbuhan ekonomi itu menciptakan lapangan kerja tapi informal Pak. 80%

46:23 dari lapangan kerja yang ditercipta tahun 2019 sampai 2024 itu informal Pak. Dan upahnya itu sekitar 120 dolar sebulan. Bapak bisa bayangkan mereka terdidik, mereka muda, mereka punya informasi Youtube segala macam. Ini kemudian bisa jadi potensi dari social address. Dulu di tahun 90 Pak, isu inequality itu mungkin samar buat orang. Tapi dengan social media, itu berubah menjadi daily reality show, Pak. Karena dia bisa lihat bagaimana cara hidup orang. Nah, karena itu saya concern ya, kalau penciptaan lapangan kerja kita ini informal, ini bisa jadi soal ke depan. Apa yang kira-kira Bapak Presiden akan lakukan untuk address

47:10 supaya lapangan pekerjaan ini yang tercipta adalah lapangan pekerjaan yang decent Pak tidak hanya sekedar create jobs but create good jobs mungkin itu Pak justru inilah yang saya sedang lakukan justru ini makanya saya menyampaikan waktu saya maju sebagai presiden saya tidak bicara lagi pembangunan bangsa saya bicara transformasi bangsa Yang terjadi adalah deindustrialisasi. Yang terjadi adalah uang Indonesia tidak tinggal di Indonesia. Saya ingin hilirisasi. That's the only way. Kita tidak boleh

47:57 ekspor lagi bahan mentah. Kita harus mengolah bahan mentah itu menjadi turunan-turunan-turunan produk industri yang bernilai tinggi. Di sini nanti bisa anak-anak muda yang pintar-pintar bekerja. Saya akan buka pabrik mobil. Kenapa kita jadi pasar mobilnya orang lain? Kenapa? Karena will. Dengan segala hormat Korea. Sumber alam Korea apa? Coba periksa Kita punya sumber alam Semua

48:45 untuk bikin mobil Tapi dia sudah puluhan tahun lebih dulu dari kita Bikin mobil Kita punya Timah Kita punya Box sheet Box sheet untuk alumina Diolah menjadi aluminium Aluminium jadi mobil Tapi kita gak bikin Processing box sheet Jepang tidak punya boksit. Dia bikin mobil terhebat. Jadi ini, Pak Kati, makanya saya bikin buku, Transformasi Bangsa. Saya katakan strategi transformasi bangsa. Kita harus transform. Tidak ada cara lain. Untuk kita

49:36 industrialisasi, kita Kita harus melakukan ratusan pabrik. Itu yang kita sebut pohon industri. Dan kita sudah map out. We have a plan actually. Pohon industri untuk semua komunitas penting yang kita punya. Kelapa. Kelapa saja ternyata di negara manapun dianggap suatu miracle. Miracle crop Minyak VCO Virgin coconut oil Itu dianggap anti-cancer Di Amerika saya punya teman-teman, general-general Amerika Dia punya Dia minum tablet

50:24 Virgin coconut oil Yang dibikin bubuk Jadi tablet Tiap makan dia minum itu Harga kelapa itu tinggi sekarang Kita baru punya satu dua pabrik kelapa Selama ini kita ekspor kelapa gelondongan. Kelapa. Hampir semua komunitas. Kita punya kopi terbaik. Tapi kita import Starbucks. Nestle. Nescafe. Iya kan? Kita punya coklat terbaik. Tapi kita maaf import kita makan KitKat. Kita makan Cadbury. Iya kan? This is what we have to do. Jadi justru ini jawabannya adalah

51:14 industrialisasi. Yang sekarang ini is actually to win time. To win time. Win time adalah kita harus hilangkan kemiskinan. Bahwa kelas menengah turun, saya yang ungkapkan. Saya ungkapkan dimana-mana. Itu yang menohok saya. Saya tadi bangga juga. 7 tahun pertumbuhan 5%. Tentu, pertumbuhan tadi orang miskin tambah. Kelas menengah kurang. There's something wrong with the system. So you're exactly correct. We have to industrialize. And now it's not even industrialization. Now it's science. STEM.

52:01 Contoh. Kita kekurangan 100%. Kalau tidak salah 120.000 sampai 140.000 dokter 140.000 dokter kurang Dan kita memproduksi, meng-graduate tiap tahun paling 9.000 sampai 10.000 dokter tiap tahun Top! Artinya kita harus 14 tahun nunggu baru terpenuhi 14 tahun akhirnya yang tua-tua pensiun juga gitu loh Jadi, kalau kita nggak ambil tindakan drastis. Makanya saya rencananya, saya mau bangun 10 universitas baru, dengan 10 fakultas kedokteran baru, dengan 10 research rumah sakit baru. Untuk

52:50 mempercepat ini. Kalau saya boleh sedikit Pak ya? Ya. Problem dengan industri kita itu competitiveness. Karena di sini Pak, terus terang aja, uang nggak masalah, tapi masalah jadi uang, Pak. Jadi karena persoalannya dikriat oleh birokrasinya begitu banyak. Bapak willing untuk lakuin diregulasi gak untuk itu Pak? Oh, harus. Diregulasi harus. Saya sudah diregulasi gila-gilaan mungkin. Yuk tanya aja. Masalah pupuk ya. Masalah pupuk. Saya menemukan ada 145 peraturan. Ini contoh ini. Ini salah satu yang harus kita... Saya salah satu prestasi pemerintah saya ya. antara lain ini, penyaluruan pupuk, 145 peraturan. Jadi ada 41

53:41 undang-undang, 23 peraturan pemerintah, 6 peraturan presiden, instruksi presiden, di Kementerian Pertanian ada 11 peraturan, Kementerian Pertanian, Kementerian Pertanian ada 11 peraturan, Kementerian Pertanian 6, pokoknya totalnya 145. Jadi dari pabrik, yang miliknya negara sampai ke petani itu kalau tidak salah harus ada berapa belas tanda tangan gubernur harus tanda tangan enggak pertama harus ada kalau tidak salah harus ada 14 kementerian tanda tangan baru gubernur tanda tangan baru bupati tanda tangan jadi ini

54:28 pupuk yang kita subsidi Gak sampai ke petani. Bahkan jadi penyelundup. Diselundupin kemana? Petani juga bingung. Di mana saya akhirnya nangis-nangis. Kita hilangkan 145 peraturan. Dari pabrik langsung ke Gapoktan. Gak usah pakai kartu-kartu. Pakai KTP bisa beli. Surat sudah. Jadi deregulasi sangat penting. Ini semua, dan akal-akalan ini birokrasi ini akal-akalan. Sudah kita kurangi undang-undang, kita sudah perbaiki undang-undang, kita perbaiki peraturan presiden. Dia akal-akal, dia bikin lagi apa namanya, peraturan teknis. Per-tek.

55:20 Ini akal-akalan lagi nih Pak. Ini penting banget tadi. Aku aja klarifikasi ngikut. Tadi kan Bapak bilang industri mobil baru ya. Kan selama ini salah satu yang cukup berhasil industri mobilnya kan misalnya Toyota, Kijang, Innova. Itu kan komponen dalam negerinya lumayan banyak Bapak. Kan dibuat di Indonesia. Alphansa bahkan kita ekspor. Apakah ini kita akan perkuat atau you are going to create something totally new. Ini kan sudah ada sejarah. Ya kan gini ya, Toyota ini kan masih belum mau ke arah listrik. Oke listrik Bapak ya, listrik. Ekosistem baru. Ya. Nah saya ingin total listrik. Kenapa? Dan

56:07 saya ingin listriknya itu dari solar, dari matahari. Kenapa? Justru menghadapi ini. Kalau kita mau pakai mobil combustion engine, mobil bensin atau solar, masih tergantung lagi kita import gitu loh. Jadi industri mobil dengan ekosistem baru ya? Mobil sama motor. Kita udah bikin simulasi, waduh, savings-nya luar biasa. Luar biasa. Jadi saya, kalau strategi kita benar, will kita ada, insya Allah kita bisa hidupkan lagi industrialisasi. Bapak gak mikir satu dua langkah ini, mikirnya kamu seratus langkah ini. Enggak, saya tadi boleh seratus langkah tapi intinya, what is the basic problem? The root of the

56:57 problem, apa? Akar? Masalahnya apa? Nah intinya kita atasi. Beliau, oke, bener. Kita butuh good quality jobs for the educated. But we also need massive jobs Orang-orang biasa yang ingin hidup dengan baik, kan itu yang harus kita juga. Jadi, that's why kita terpaksa, menurut saya, kita terpaksa multi front. Semua sektor harus kita kerjakan serentak. Memang berat, memang banyak orang mengejek kita, Indonesia nggak mungkin berhasil, tapi saya optimis, saya yakin kita akan berhasil. Sebedanya itu.

57:45 Kalau kita yakin berhasil, Insya Allah berhasil. Nah itu. Pengalaman saya gitu. Tapi everything berdasarkan realita. Iya kan? Fakta. Realita. Kalau kita gak punya apa, kita punya semua kok. Masalahnya kita tidak mampu manage. Itu aja. Sekarang kita harus ubah. Makanya tadi itu salah satu ya. Semua permainan-permainan yang tidak benar harus kita... harus kita tinggalkan. Ekonomi lagi Pak? Silahkan. Mas Faisal. Mau bicara apa? Mau bicara seni pun boleh. Mau bicara sepak bola, aku paling suka. Mas Faisal, silahkan Mas Faisal. Terima kasih, Bang

58:32 Moderator. Terima kasih, Pak Presiden, Pak Prabowo. Ini pertama kali saya diundang ke sini, berdialog langsung dengan Bapak. Sebetulnya tadi ketika Pak Prabowo menyebut masalah hidrosilisasi dan hilirisasi, sebetulnya saya mau bertanya soal itu. Karena kami di Cor banyak sekali melakukan kajian kaitannya dengan industri, termasuk EV tadi dan juga ke daerah-daerah smelter, Pak. Tapi sepertinya untuk yang pertama ini saya ingin menanyakan tentang yang sedang hangat dibicarakan sekarang. Jadi dampak daripada perang terhadap ekonomi domestik kita, Pak. Kita tahu harga minyaknya kan sudah sempat beberapa kali menyentuh 100 dolar per barrel. Rupiah juga sudah sempat menyentuh 17 ribu per USD.

59:23 Jadi dari hitung-hitungan kami sendiri, memang kalau dalam waktu yang panjang ICP harga minyak dunia itu di atas 80 dolar per barrel dan nilai tukar rupiah di sekitaran 17 ribu, memang dampaknya ke pembengkakan subsidi energi itu bisa lebih dari 100 triliun tambahannya saja Pak. Itu artinya kalau dibandingkan persentase terhadap PDB berarti sudah tembus 3%. Nah, saya mendengar dari media bahwa Pak Prabowo ingin menahan itu. Bahwa defisit APBN tidak tembus 3%. Tapi pertanyaannya bagaimana Pak? Karena... Konsen kami kalau seandainya menahan 3% itu dilakukan dengan efisiensi

1:00:14 yang caranya sama dengan tahun lalu 2025 kita sudah saksikan sendiri Pak bagaimana dampaknya saya ketemu dengan banyak pelaku dampaknya gimana termasuk di daerah Pak di daerah kalau Bapak ingat ada apa gejolak di Pati gejolak di beberapa daerah yang lain itu karena susah untuk mencari jalan keluar bagi daerah untuk terpaksa mereka menaikan pajak. Karena transfer ke daerah kan dipotong, Pak. Karena efisiensi juga. Nah, jadi apakah cara untuk efisiensi yang Bapak ingin lakukan sama, ataukah mungkin ada cara yang lain, Pak? Misalnya, contohnya begini, Pak. Apakah ada terpikir cara untuk refocusing, misalnya, Pak, ya? Termasuk, misalnya, mengalihkan sebagian daripada

1:01:04 program-program yang sudah ada yang banyak alokasi anggaranya, termasuk mungkin program prioritas, ke pos-pos yang sifatnya tangkap darurat ini Pak. Oke, saya jawab. Pertama, tolong under check transfer ke daerah mana yang dipotong dan mana yang tidak dipotong. Kalau tidak salah, yang dipotong juga yang bersifat tidak produktif. Dan saya ingin jelaskan, waktu pertama kita lakukan efisiensi, kita menghemat 308 triliun dari pusat sebagian besar. Dan dari mana itu? Dari semua pengeluaran yang akal-akalan. Keyakinan saya itu semua 308 ini kalau tidak potong, ini ke arah korupsi.

1:01:56 Pak Muhammad. Saya kembali ke dasar ya. Saya akan kembali ke dasar. Bapak kan ekonomi. Kalau kita bicara ekonomi Indonesia, selalu keluar angka I-Core. Incremental Capital Output Ratio. I-Core kita 6,5. Dibandingkan dengan Korea, mereka itu 4. Singapura 4. Kalau tidak salah Thailand 4. India 5. Artinya apa? Kalau kita lihat kita 6. Korea 4, Singapura 4. Arti itu adalah 2 dari 4

1:02:43 per 6 kan 2 per 3. Jadi kita ini kalau angka itu artinya kita 30% lebih tidak efisien dari Thailand, Malaysia, Filipina apalagi, Vietnam apalagi. Vietnam 3,6, Filipina koma, saya mau tanya. Saya mau tanya ya Pak Muhammad. Kita bedanya apa semua orang Filipina? Kita rasnya apa? Apa kita lebih bodoh? Kita lebih tidak efisien. Kalau saya pakai ini sebagai dasar, artinya saya datang mendekati APBN kita yang dua yang 3.700

1:03:31 triliun, which is 230 miliar dolar, pertama saya sudah lihat, ini 30% dari 230 itu 75 miliar dolar. Tidak efisien ini. Dan saya sudah buktikan, dengan efisiensi saya bisa menghemat di awal 308 triliun. Itu sama dengan 18 miliar dolar. Masih banyak yang bisa kita hemat, Pak Muhammad. Banyak sekali yang bisa kita hemat. Coba. Masa kita ada biaya seremonial? Tiap kementerian, tiap badan, di seluruh esolan Indonesia itu, ada biaya untuk

1:04:21 ulang tahun. Saya bilang sudah lah. Seremoni hanya di ruangan potong tumpeng. Biaya percetakan dan souvenir kita potong 75% Pembelian alat tulis kantor kita potong 90% Tiap kantor selalu beli alat tulis, beli buku, komputer hampir tiap tahun Sewa gedung, peralatan, rapat seminar sejenis Sudah ada kantor kementerian semua pejabat maunya rapat di luar daerah di luar kota ada yang mau di Bali ada yang mau

1:05:10 kajian-kajian analisa-analisa saya bilang masalahnya sudah jelas kok masalahnya kemiskinan kesenjangan lapangan kerja jembatan anak itu teriak Pak Prabowo tiap hari kami basah Jadi saya lihat dengan penghematan yang pasti kekorupsi. Nah, ini di awal, di akhir tahun pertama pemerintahan saya, Menteri Keuangan melapor, Pak, kita masih ada sisa sekian ratus triliun juga. Itu contoh. Jadi menurut saya, kalau kita hadapi krisis, Ya semua upaya kita

1:05:58 pelajari. Pertama, kita harus turunkan konsumsi. Ya kita bisa turunkan konsumsi, saya lihat negara-negara lain, umpamanya lagi mikir, hari kerja jadi empat, dari lima jadi empat. Filipina, Pakistan sudah. Kemudian work from home, bekerja dari rumah. Waktu Covid kita lakukan, cukup berhasil. Saya kira kita bisa lakukan itu juga, mungkin 75% Karyawan dan pegawai bisa kerja dari rumah Sekarang ada Vicon, ada banyak teknologi 30 tahun yang lalu gak ada, itu satu Kita juga bisa sebagai contoh tadi ya Work from home kita juga bisa Umpamanya satu mobil gak boleh ditumpangi satu

1:06:48 orang Di negara-negara lain juga, satu mobil minimal 4 orang So, banyak cara Jadi, maaf ya, ada yang dramatisasi penghematan, kita tidak kurangi biaya pendidikan apapun kita tidak kurangi. Kita tidak kurangi biaya operasional, kita tidak... Justru, maaf ya, kita buka-bukaan aja. Saya berani, jangan nantang-nantang pemerintah pusat. Banyak biaya yang harusnya dilaksanakan oleh kabupaten dan provinsi tidak dilaksanakan. Contoh tadi jembatan. Jembatan desa. Rakyat

1:07:33 harus teriak. Presiden harus turun tangan. Maaf. Ada dana desa. Kemana dananya di bupati? Kemana gubernur? Tapi oke lah. Saya ambil alih tanggung jawab. Jadi kita ini harus terbuka. Kita harus fair. Banyak pejabat itu terlalu banyak Menurut saya ya tidak efisien. Anda lihat sendiri, kita buka-bukaan ya. Ada kabupaten, eh apa kabupaten ya, pemerintah daerah. Dia beli mobil dinas gubernur berapa? 8M. Provinsi. Saya presiden di Indonesia, saya pakai mobil Maung buatan Indonesia. Iya kan?

1:08:25 Harganya 700 juta itu. Mungkin karena ini presiden ya. Ada apa namanya? Anti peluru. Mungkin harganya 1 M. Tapi tidak 8 M. Coba kita selidiki semua. Efisiensi. Habis itu kunjungan kerja, kunjungan kerja. Sudahlah. Itu yang kita minta. Kesadaran, rasa tanggung jawab. Iya kan? Bupati. Kerja untuk rakyatmu. Gubernur kerja untuk rakyatmu. Iya kan? Itu yang kita minta. Jadi krisis ini ya kita akan sesuaikan. Dan dengan ini ya krisis

1:09:12 ini memang kita harus waspada tapi kita banyak langkah yang kita lakukan dan kebetulan juga ya kita berada dalam posisi yang agak lebih baik dari negara lain. Satu, kita sudah kontrak ya. Untuk tahun ini kan kita sudah punya kontrak-kontrak. Dan sebagian kontrak-kontrak itu justru bukan dari daerah situ. Kita dari Afrika, kita juga dari Amerika. Ya, harga dan harga itu kita ambil rata-rata satu tahun. Tapi benar, kalau perang ini berjalan lama, dan harga diatas 100 kita harus benar-benar lakukan langkah-langkah tapi ini juga akan mempercepat

1:10:03 strategi kita dari awal strategi saya suasem pada pangan suasem pada energi suasem pada air air kita cukup Alhamdulillah banyak negara di peteluk itu air aja gak ada air aja gak ada Saudi Arabia tidak punya air. Dia hidup dari desalinasi. Dari instalasi desalinasi harganya Rp 1.1 miliar. Dia punya, nggak tahu, Rp 7.8.10 saya tidak tahu. Tapi kalau musuh dia, lawan dia menghancurkan itu Rp 7.8, dia very bad trouble. Bahrain, Qatar, UAE sama juga. Tidak ada air. Even Iran, air susah.

1:10:56 Kita tinggal air kita manage. Kadang-kadang kelebihan air. Iya kan? Karena kita tidak mau main. Kita sebetulnya ya, sudah ribuan tahun tahu kok kalau hujan pasti banjir. Tapi kita, ya kan, kita harus bangun sekarang. Kita harus waspada, kita semua eselon. Alam yang begitu baik dari yang maha kuasa, jangan kita santai, everything. Kita harus bangun. We have to be tough. Jadi ini wake up call. Tapi ini akselerasi. Jadi saya berniat, saya sudah kasih keputusan politik dalam waktu yang sesingkat-singkatnya paling lambat 2 tahun kalau bisa kita harus

1:11:43 punya tenaga surya 100 gigawatt. 100 gigawatt. Nah. Kita sekarang sudah bisa produksi sekitar, kalau tidak salah ya, 11 GW dari dalam negeri saat ini. Kita masih punya pembangkit listrik tenaga diesel sebesar 13 GW. Jadi ini harus kita tutup. Tidak boleh lagi ada listrik dari diesel, terlalu mahal. Jadi kita saya kira dalam waktu dekat 13 gigawatt bisa kita adakan. Jadi very soon kita tidak akan pakai diesel, solar untuk listrik. Itu penghematan kita pertama.

1:12:34 Tapi the whole plan is semua motor kita akan kita konservasi menjadi motor listrik. Semua mobil, semua truck, semua traktor harus tenaga listrik. Jadi nanti orang kaya yang punya Lamborghini, Ferrari, silakan lo, lo pakai bensin lo bayar aja harga dunia. Mau 200 dollar, lo orang kaya kok. Yang lain, kita sudah bikin simulasi, ternyata si apa, yang naik motor, kalau dia pakai listrik, pengeluarannya tinggal 20%. 1 per 5.

1:13:19 Jadi ini, this is our game changer. Ini game changer. China, Tiongkok, dia sudah punya 800 gigawatt. Dia the most advanced in tenaga surya. Saya pernah ingat, saya nggak tahu ya, 10 tahun atau berapa tahun lalu saya di Beijing, siang-siang kuning. Kalau nggak salah sebelum olimpiade itu. Smog. Smognya kuning siang hari. Kita gak berani keluar. Sekarang. Clean. Jadi dia very advanced. Dia punya hydro. Kita punya hydro. Hydro lebih mahal dan lebih lama. Kita punya hygiothermal. Juga agak lebih lama.

1:14:07 Kita punya mini hydro agak lumayan. Tapi kita punya... Kalau tenaga surya itu bisa cepat. Dan yang kita punya keunggulan, maaf, saya diejekkan, ini presiden sawit. Yah, saya bangga. Saya jadi presiden negara yang penghasil kelapa sawit terbesar. Dari kelapa sawit, kita bisa menghasilkan solar. Bensin juga bisa. Dari kelapa sawit, bisa bensin juga. Aftur juga bisa. Aftur dari kelapa sawit. Jadi, kita dalam posisi lebih baik dari banyak negara. Tapi benar, satu tahun ini kita harus benar-benar waspada. Mau tidak mau kita harus semua merasakan kita kurangi konsumsi. Konsumsi BBM.

1:14:57 Tapi kita harus siap kemungkinan paling jelek karena Iran kan dia membela diri. Cara dia bela diri ya dia harus tutup hormus. Dan dia harus membuat Istilahnya negara yang nyerang dia menyesal. Menyesal. Dan target dia BBM, crude oil 200 dolar. Dia ngomong begitu kok. Tapi sekarang berkisar naik turun-naik turun ya. 100, 110, 112. Karena juga masih banyak sumber lain gitu. Masih. Tapi still. Bagi kita berat kalau memang benar. Kalau di atas... Lalu pakar-pakar yang

1:15:46 tim saya mengatakan kalau di atas 90, 95 itu berat bagi kita. Kan sudah 3 tim perang teruk pak. Yang pertama, kedua kan yang 1991 dan 2003. Gak terlalu berdampak. Yang paling berdampak tembakan GOPEC pak, 73 ke 74. 3 kali lipat dalam setahun. 100% dan itu long lasting. Kita dapat bonanza karena ekspor. Dan ingat ya, kita punya batubara yang masih banyak. Batu bara untuk listrik itu paling murah sebetulnya Batu bara lebih murah dari... Tapi secara lingkungan buruk Pak Batu bara secara lingkungan buruk Tapi namanya krisis Pak Mbak Nana kayaknya giliran mau banyak Silahkan Sudah langsung menyambar Iya sebetulnya saya masih ingin

1:16:33 menyambung dari Bang Faisal Tapi saya pindah haluan dulu Pak Baru kemudian nanti mungkin kita bisa kembali Bukan ekonomi tapi isu yang juga luar biasa penting Pak. Aktivis kontras Pak, bernama Andri Yunus. Disiram air keras, mengalami luka serius. Luka bakar hampir 20%. Kornea matanya sebelah kanan juga rusak. Kak Porri sudah mengatakan mendapatkan instruksi langsung dari Pak Presiden untuk mengusut kasus ini. Dan saya juga ingin mengutip Menteri Koordinator Hukum, Menteri Bapak Pak Yusril, Komnas HAM, Komisi 3 DPR, semuanya menilai ini bukan sekedar tindak kriminal, Pak Presiden. Tetapi ini serangan terhadap demokrasi, serangan terhadap pembela HAM.

1:17:20 Saya ingin tahu posisi Bapak, apakah setuju dengan penilaian itu, Pak? Ya, pastilah. Ini terorisme. Tindakan biadab, harus kita kejar, harus kita usut. Harus kita usut. Sampai ke, bukan hanya pelaku lapangan, tapi apakah... Siapa yang nyuruh, siapa yang nyuruh, siapa yang bayar. Termasuk apabila ternyata yang melakukan itu aparat negara, Pak? Ya, jelas dong. Yang berseragam? Tidak akan dilindungi, tidak akan ada impunitas? Tidak akan. Bapak menjamin itu, Pak? Saya menjamin. Tapi sebaliknya, kalau ini provokator, yang bukan dari pemerintah, bukan dari aparat, jelas kita harus usut kok. Ya. Pola yang terjadi selama ini, kasus-kasus teror itu berulang

1:18:10 dan tidak pernah terungkap sampai yang memberikan perintah sebatas di pelaku lapangan. Spesifik Pak, saya mau menyebutkan. Ini yang terjadi selama setahun terakhir, Pak. Ada yang tadi Bapak sebutkan, wartawan Tempo. Francisca Christi Rosana, ada Tio Ardianto, ada Ramon Doni Adam, ada Firindian Aurelio, ada Cheryl Anafit, ada Iqbal Danami, Damani, ada Zainal Arifik Mohtar. Latar beragang mereka, Pak Presiden, semuanya beragam. Tetapi kesamaannya adalah semuanya kritis menyampaikan pandangan di muka publik. Apakah Bapak bisa memahami ada kekhawatiran yang muncul bahwa ruang aman untuk bersuara menjadi semakin menyempit, Pak? Anda merasakan? Apakah dibandingkan

1:18:59 dengan banyak negara, apakah kita batasi nggak? Ya, merasa, coba lihat, kita batasi nggak? TikTok, fake news, hoax, kebohongan yang disiarkan tiap hari. Coba Anda lihat, coba bandingkan sama negara lain. Karena yang terjadi adalah dampaknya yang kita lihat, Pak. Mereka yang bersuara kritis, berdapatkan... Iya, tapi kadang-kadang ada orang, kita ini bukan anak kecil, kita sudah hidup lama. Kadang-kadang kan ada peristiwa yang justru dibuat seolah-olah, Anda ngerti ya? Itu namanya provokasi. Itu ada di buku, mana anak? Ada di buku Intelligence. Itu namanya False Flag Operation. Melakukan aksi teror seolah yang lakukan

1:19:46 orang Palestine. Tapi yang lakukan bukan orang Palestine, yang lakukan Mossad. Itu terjadi. Anda paham ya? Jadi sama juga ini. Ini mengarah bahwa regime kita otoriter. Sebetulnya spekulasi-spekulasi itu muncul karena ketidakadaan jawaban Pak Presiden. Jadi kerap kali kasus-kasus yang terjadi ini berhenti begitu saja, tidak terselesaikan. Sehingga kemudian muncullah begitu persepsi publik bahwa, wah kalau ini tidak selesai berarti ini ada unsur negara yang bermain dan sebagainya. Karena tidak ada jawaban, maka kemudian. Saya ingin menjamin, saya ingin membangun Indonesia yang beradab ya. Itu cita-cita saya. Saya ingin membangun pemerintah yang bersih. Saya ingin punya

1:20:37 polisi yang bersih. Jaksa yang bersih. Intelligence yang bersih. Anda tahu, saya mau tanya sekali lagi ya. Saya ini korban juga. Tapi saya itu berpikir yang besar. Konsumen rakyat. Pangan, energi. Benar nggak? Dengan perang, harga pangan bisa naik. Tapi saya mau tanya, ini bulan Ramadan. Harga pangan terkendali atau tidak? You know, I think we are doing a good job. Saya... Ya, jadi... Percayalah, saya tidak akan mengizinkan hal-hal seperti itu terjadi. Itu yang ingin kami dengar, Pak? Iya. Percayalah, saya dipilih oleh rakyat. Untuk membela rakyat. Tapi kita waspada. Saya minta diusut, benar. Ya? Justru sampai

1:21:26 aktornya. Iya, sampai aktornya. Saya rasa pernyataan Pak Presiden sudah boleh soal yang itu ya. Dan berarti Bapak tadi bicara secara tegas tidak boleh ada warga yang diintimidasi, yang diteror karena mengkritik pemerintah. Tidak boleh. Jaminan langsung dari Presiden Republik Indonesia. Kalau bonang ada, itu saya lakukan. Bapak, apakah memberikan tengkat waktu ke Kapolri Pak untuk pengusutan kasus ini? Ya, saya ini orang realistis dan saya seorang yang adil. Dari segi kapasitas, kita biarkanlah mereka bekerja. Tapi tidak hanya Follery, banyak lembaga lain juga harus bekerja. Lembaga lain, penegak hukum juga yang keluar

1:22:13 ke polisi? Iya, penegak hukum. Apakah Bapak terbuka dengan ide membentuk tim independen untuk membackup ini, Pak? Kita bisa pertimbangkan. Kita bisa pertimbangkan. Masa independen ya. Jangan semua LSM-LSM yang sudah a priori benci sama pemerintah yang dapat uang dari luar negeri. Kalau Anda mau bicara apa adanya, saya juga bicara apa adanya. Tapi yang jelas malam ini kami sudah mendengarkan langsung statement dari Presiden. Begini, saya ingin menegakkan hukum. Saya ingin menegakkan hukum. Bagaimana kita tidak ke hukum kalau kita biarkan seperti ini, kalau itu dari aparat. Dan saya

1:23:03 ingin kasih tahu bahwa memang aparat kita ya banyak kekurangannya. Kita menemukan deep state, kita menemukan ada dirjen-dirjen yang berani melawan menteri. Akhirnya kita pecat kan banyak sekali dirjen-dirjen. Ada dirjen-dirjen yang merasa untouchable. Ada lembaga-lembaga yang merasa tidak boleh di audit. Ini pekerjaan tidak ringan. Tapi kan saya tidak mau sedikit-sedikit mengeluh atau sedikit-sedikit mencari simpati rakyat. Ya ini pekerjaan saya, saya dilantik. Untuk itu saya bersihkan. BUMN saya sedang bersihkan. BUMN selama ini salah satu kebobolan kita paling besar.

1:23:53 Jadi dari BANANI, memang ini masalah Indonesia. Di mana-mana. Iya kan? Jadi, tapi percayalah bahwa tidak ada niat dari pemerintah, apalagi yang saya pimpin, untuk lakukan seperti itu. Come on! Apa sih? Benda nggak? Rakyat kita nggak bodoh. Saya mau ingatkan ya, sampai hari ini, rakyat yang di bawah itu dukung saya. Persis yang disampaikan tadi Pak Dedek. Pak Dedek. Pak Basri. Iya kan, kalau memang rakyat tidak suka sama saya, bisa turun ke jalan rame-rame. Tapi mereka tahu, kalau rusuh, semua negara yang rugi. Mau ganti saya tunggu dong, 2029. Jadi negara yang beradab.

1:24:44 Sabar ya? Iya sabar. Tapi yang saya lihat, Mbak Nana harus objektif juga. Sebagai seorang tokoh, bahwa... Destabilisasi, disinformasi, itu bagian dari bernegara. Jadi ada negara-negara tertentu yang punya keahlian di situ. Resim change. Color revolution, come on. Maksudnya Anda nggak pernah baca, nggak pernah lihat, ya kan? Apakah Bapak membaca kritikan-kritikan yang dilontarkan baik oleh pengamat yang Bapak sebut tidak patriotik seperti tadi pertanyaan Mbak Eno atau dari orang-orang yang memang selama ini kritis terhadap pemerintah itu

1:25:31 semuanya bermuara pada keinginan untuk rezim change, Pak Presiden? Tidak semuanya, saya tidak pernah mengatakan semuanya. Tapi ada. Oh jelas ada. Bagaimana Bapak membedakan itu, Pak? Mana yang menurut Bapak memang ini sudah keluar jalurnya, sudah saya ingat istilah Bapak makar waktu dulu bulan Agustus ada demo, dan mana yang memang ini sesuatu yang wajar. Agustus yang jelas makar, dia mau bakar gedung DPR. Kantor gubernur. Kantor gubernur. Institusi pemerintahan mau dibakar, dia semakar. Bikin kerusuhan. Bawa bom Molotov.

1:26:16 Tidak ada LSM yang ribut soal bom Molotov. Banyak yang protes gak? Banyak yang protes. Sudahlah. Banyak yang protes. Jujur, buka rekam jejaknya. Rukam digitalnya. Untuk tahun satunya kita cukupkan dulu ya. Gak, gak, gak. Biar aja. Biar aja. Ayo silahkan. Kata Bapak Presiden biar hidup. Oh iya, gak apa-apa. Ini kesempatan bagi saya jawab. Betul Pak. Terima kasih kesempatan. Ada yang ribun gak soal bom lelotof? Banyak Pak. Aduh, come on. Gak objektif. Gak ada. Ada yang ribun gak gedung DPR mau dibakar? Banyak Pak. Oh, come on. Ada juga banyak soal itu. Banyak-banyak yang mengecam. Saya hormati itu, silakan. Tapi begitu bakar-bakar, itu

1:27:01 kriminal. Tapi kenyataannya Pak, rapusan yang ditangkap kemarin, itu kebanyakan justru mahasiswa. Ada satu penelitian yang menyebut terbesar sejak zaman reformasi penangkapan yang terjadi pada mahasiswa dan aktivis, Pak. Tapi provokatornya atau siapapun yang bertanggung jawab, aktor yang menyuruh dan sebagainya itu tidak pernah terungkap alih-alih dibawa ke pengadilan Pak Presiden. Ya itu tantangan kita, kita harus cari. Saya baru menjabat berapa tahun? Satu setengah tahun. Masih ada waktu untuk saya membuktikan? Kami tunggu pembuktian itu Pak Presiden. Jumlah koruptor yang saya tangkap berapa? Come on,

1:27:48 ya kan? Percaya, saya sumpah untuk membela rakyat saya. Saya pertaruhkan jiwa saya berkali-kali. Saya tidak rela. Saya tinggalkan negara ini nanti pada saat saya dipanggil Tuhan. Saya tidak rela ini jatuh ke tangan maling-maling bandit-bandit. Saya tidak rela. Baik Pak. Dari Pak Danai, cukup dulu. Sebetulnya masih ingin panjang, cuma masih beri. Nanti tahun 2 ya. Karena masih ada Bang Bosman Mardigu yang belum kebagian. Masih yang mau menjawab itu dengan sangat gamblang. Oh, sangat gamblang. Saya senang. Apa saja. Kalau boleh, saya ingin menjawab satu pertanyaan terkait tadi komunikasi. Tapi saya kira Pak Mardigu belum. Pak Mardigu dulu ya. Pak Mardigu udah nahan. Siap.

1:28:34 Nggak nahan dari tadi. Soalnya ini orang baru ini. Sabar Pak. Saya sabar ya. Kayaknya tadi mengumpulkan semua pertanyaan-pertanyaan mau dirangkum. Jadi semua pertanyaan yang... Gak apa-apa, silahkan. Debat itu bagus. Ya, silahkan. Terima kasih Pak Presiden, yang terhormat. Ini undangan pertama saya kesini, mudah-mudahan bukan yang terakhir Pak. Jadi, bagi saya blessing sekali ketemu Bapak, saya bisa mengungkapkan banyak hal di sosial media. Saya sangat aktif sekali dan sangat banyak data yang saya perlukan dan data dari Bapak yang tentunya saya perlukan. Dan saya... Bapak sering

1:29:21 mengajukan menjadi jurudamai, tapi kita tahu Pak, jurudamai itu kita harus punya alat tekan Pak. Kita juga punya harus alat tawar atau apa istilahnya? Bargain power atau deterrent power Pak. Nah, sewaktu Bapak join BOP, alat tekan kita apa Pak? Alat tawar kita apa Pak? Karena waktu itu belum perang. Israel dan Amerika belum perang. Sekarang sudah perang Pak. Nah, yang saya tetap fokus, selama Bapak punya alat tawar, kita bisa menjadikan tool itu sebagai penekan untuk perdamaian. Tapi kalau tidak ada Pak, apakah Bapak masih akan terus bertahan di BOP karena sudah jadi Board of War? Atau bagaimana

1:30:10 Pak? Baik, terima kasih. Jadi saya jelaskan ya. Saya jelaskan dalam konteks situasi sesudah 7 Oktober tahun 2 23 23 7 Oktober 2020 terjadi serangan oleh Hamas dan pembalasan dari Israel yang luar biasa bisa dikatakan gila-gilaan 23 7

1:30:58 Oktober 2023 jadi 2024 2025, dihabisin rata, Gaza. 80% rata. 70.000 diperkirakan mati. Orang tua, perempuan, anak kecil tidak bersenjata. Apa yang kita bisa buat untuk hentikan itu? Kita coba dengan segala cara ya. Akhirnya, kita dengan berbagai cara, kita negosiasi, kita ini, kita kirim bantuan. Indonesia termasuk yang

1:31:44 paling banyak kirim, termasuk salah satu. Tapi yang lain negara-negara Arab yang kaya-kaya juga, pasti kirim bantuan yang lebih banyak. Tapi kita kirim Hercules banyak sekali. Tiga Hercules per satu. Kita kirim kapal rumah sakit dua. Disitu negara-negara Arab yang berusaha itu, akhirnya kan sebagian besar, sebagian dari mereka punya hubungan baik sama Presiden Trump Amerika. Mereka semua mendesak Amerika. Tolonglah hentikan penghancuran Gaza ini. Dan

1:32:31 saya di berbagai forum saya juga mengatakan, bahwa di sini adalah the moral decline of the West. Bahwa negara barat, waktu itu Amerika sama Eropa jadi satu masih. Selalu mengajarkan kepada kita HAM, selalu mengajarkan kepada demokrasi, saya jarang dengar itu. LSM-LSM yang kritik pembombaan di Gaza itu, maaf ya, Aku bojidir juga kan? Kalau yang nyangkut negara barat, nggak mau. Mereka terlalu banyak ya. Sekali lagi saya bukan anti barat loh. Tapi I know what's happening, you know? Jadi... Akhirnya...

1:33:23 President Trump itu tadinya dia punya cita-cita ingin menjadi presiden yang membawa perdamaian. Betul. Ada Brahma Kors. Iya, iya. Dia sangat mengharapkan dia bisa menyelesaikan masalah-masalah dan dia bisa dapat Nobel Peace Prize. Nah ini oleh rekan-rekan kita, negara-negara Arab waktu itu dan Muslim, bahwa kita ingin mendorong Presiden Trump untuk bisa neken Israel untuk hentikan. Karena kalau kita buka terbuka, kalau kita bisa terbuka. Hanya Amerika yang bisa nahan Israel. Kemudian waktu di Sidang Umum PBB di

1:34:13 bulan September tahun 2025, kalau tidak salah ya. Saya muncul karena saya pembicara ketiga. Habis Lula, Brazil, Trump, saya. Disitu saya sangat tegas dan juga hari sebelumnya saya juga bicara di forum yang dipimpin oleh Perancis, Emmanuel Macron. Dan disitu negara-negara barat banyak yang umumkan mengakui Palestina. Ini terobosan besar. Kalau tidak salah, Perancis umumkan, ya kan? Inggris. Inggris umumkan, banyak negara. Ini terobosan

…

Share

Ringkasan Video YouTube