9:47 Tes. Dengar ya, Dit? Oke. Baik. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang. Salam sejahtera untuk kita semua. Ee terima kasih teman-teman sudah menghadiri Zoom kita di siang hari ini dari ada dari Bappeda, BPKD, Dinas Kesehatan, ee Puskesmas baik dari provinsi maupun di kabupaten kota. Ya. Baik, di kesempatan siang hari ini kita akan diskusi sedikit ya. Sebetulnya kalau dibilang sosialisasi juga ya saya
10:32 tidak terlalu nyaman untuk menyampaikan ini sosialisasi ya. Karena di waktu yang sama sebetulnya kami masih membahas bersama dengan BAPENAS untuk detailing-nya, tapi secara garis besar insyaallah sudah tidak ada perubahan lagi terkait ee BOK 2026 nanti. Sebagaimana yang sudah saya infokan di grup bahwa untuk pelaksanaan 2026 ini kita hanya memiliki waktu yang sangat sedikit. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana bulan Juli atau Agustus ee bulan Juni atau Juli sudah mulai ee persiapan
11:17 pengusulan menu di Krishna. Tapi untuk tahun ini pelaksanaan untuk perencanaan 2026 sekarang sudah hampir pertengahan Agustus kita baru akan memulai. Untuk itu perlu kerja keras dari kita semua. Tidak hanya Bapak Ibu untuk mengusulkan, tapi kami juga harus kerja keras menyiapkan semuanya. Karena apa? Karena ketika startnya mundur tapi finishnya enggak dimundurkan. Jadi, finish-nya tetap di garis yang sama, tapi garis startnya yang mundur. Jadinya waktu kita sangat ee pendek. Lintasan waktu yang harusnya tadinya 100 m, sekarang tinggal tersisa mungkin 75
12:05 sampai 60 m saja. Jadi perlu ekstrak. Oke. Baik. Di siang hari ini supaya gak banyak buang waktu, saya langsung saja. menyampaikan sedikit terkait persiapan kita di 2026. Namun sebelumnya tidak bosan-bosan saya ingin mengingatkan kinerja yang sudah kita capai selama ini. Realisasi kita di 2025 seperti apa sih ini ya? Ini Bapak Ibu realisasi kita di 2025 di grafik yang paling kanan. sampai bulan Agustus ya. Ini saya ambil data 1 Agustus artinya realisasi Januari
12:53 sampai 31 Juli baru seperti ini gambarannya. Padahal di 2024 kita baru bergembira gitu ya. Realisasi kita menembus 80% untuk pertama kalinya secara nasional di seluruh sub jenis. Namun di 2026 sudah masuk semester 2, sudah berjalan 1 bulan, tapi realisasinya masih seperti ini. Mampukah kita meningkatkan realisasi 2024 atau paling tidak mempertahankan 2024 apa yang sudah kita capai bersama-sama di 2024 kemarin? Ini kalau kita lihat di Puskesmas 35%,
13:40 kabupaten kota 10, dinas provinsi baru 15, totalnya baru 26,2% per 1 Agustus. Bagaimana kalau kita lihat per daerahnya ya untuk BK Provinsi ini seperti perosotan di Taman Kanak-kanak dari tinggi di Kalimantan Selatan 60,9 terus sampai bawah setengahnya masih ada di dasar di garis dasar. J Bapak Ibu bisa lihat masing-masing provinsinya ada di mana sih ya. Yang nol itu masih cukup banyak masih ada 10-an lebih yang realisasinya nol. Entah belum melaporkan, entah belum ada kegiatannya. Tapi yang pasti salur tahap satunya sudah dilaksanakan
14:26 seluruhnya 100% baik untuk provinsi maupun ee kabupaten kota. Hanya masalah direalisasinya saja. Kemudian di kabupaten kota tidak jauh berbeda dengan provinsi. Ada yang tinggi lumayan 35 tinggi sendiri walaupun belum tinggi-tinggi amat baru 35 ya Gorontalo. Kemudian terus sampai ke teman-teman di Papua ini empat terakhir Papua semua. Papua, Papua Selatan, Papua Barat, Papua Barat. Tolong teman-teman semua bisa melakukan percepatan ya. kami sudah membuka Irenggar untuk menginput laporan per bulan. Tolong diinput per bulan. Tapi ya kalau bisa jangan tiap bulan tapi kosong terus nanti baru ada isinya di bulan
15:13 September, Oktober. Itu sedih ngelihat. Seolah-olah apa yang sudah kamu salurkan enggak ada artinya juga. Buat apa buru-buru disalur kalau uangnya juga enggak dipakai. Atau memang teman-teman sudah punya uang dari sumber yang lain ya enggak apa-apa. tinggal bilang ke kami, kami tidak perlu diberi bok lagi karena daerah kami sudah mampu. Kami terima kasih. Jadi, uangnya bisa digunakan untuk daerah lain yang memang masih membutuhkan. Kemudian di Bok Puskesmas, BK Puskesmas ya lebih baik dibandingkan minus 40,3%. ini agak landai juga garisnya tidak terlalu jomplang antara yang pertama dengan yang terakhir.
15:59 cukup baik walaupun masih kami anggap ee harusnya lebih baik lagi karena beo puskesmas disalur langsung kita sudah masuki salur tahap du 70% sudah masuk ke rekening puskesmas sisa beberapa saja yang memang tidak mau cepat-cepat dapat uang ya mau cepat-cepat dapat uang sudah ditransfer 70% harusnya realisasinya sudah mendekati 70% bagi puskesmas yang sudah disalur tapi secara nasional masih 40. Ya, itu Bapak, Ibu, teman-teman semua gambaran realisasi kita sampai saat ini. Harus di percepat lagi pelaksanaan kegiatan dan pembayarannya supaya kelihatan oh memang Bok sangat diperlukan oleh provinsi maupun
16:47 kabupaten kota. Terbukti bulan Agustus resnya sudah 80%. Itu kan enak ya. Jadi kami punya ee senjata juga untuk diskusi dengan Kementerian Keuangan terkait alokasi-alokasi di tahun-tahun berikutnya. Tapi kalau realisasinya rendah begini ya sulit. Kita mau minta tambahan gimana realisasinya aja rendah sekali. Ya, itu tadi sekilas info di 2025 sekarang kita masuk ke 2026. Ya, kalau Bapak Ibu lihat di slide ini ada yang aneh mungkin ada yang tiba-tiba muncul yang paling bawah tunjangan khusus ini menjadi subis baru di 2026. Selain selama ini sudah ada BOK provinsi, BOK
17:35 kabupaten kota, dan juga BOK Puskesmas. Kalau sebelumnya saya masukkan di sini adalah BOK Badan POM 2026 mereka sudah ee terpisah secara anggaran dan ada pengganti yaitu ee tunjangan khusus. Apa ini tunjangan khusus? Nanti kita lihat di slide-slide selanjutnya ya. ini Bapak Ibu arah kebijakan diak nonv fisik kita di 2026 tentu masih sejalan dengan PJMN dengan RIBK sebagainya dengan RKP ya mendukung peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat untuk pengendalian penyakit GERMASnya kemudian pelayanan kesehatannya tentu semua itu untuk memastikan memastikan peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat ini bisa
18:20 berjalan baik. memastikan pengendalian penyakit juga berjalan dengan baik, kemudian dermasnya ditingkatkan dan yang tidak kalah penting adalah pengadaan obat dan BMHP serta pelatihan untuk topik-topik ee prioritas terutama untuk teman-teman di Puskesmas. Walaupun ada juga sebagian pelatihan yang menjadi sasarannya adalah dari Dinas Kesehatan. Ini fokus alokasi kita di DAK 2026 belum banyak berubah dibandingkan yang sebelumnya. Kita masih mengutamakan transformasi layanan primer dari enam pilar yang ada mendukung di transformasi
19:05 layanan primer. Kemudian tetap mempertimbangkan fiskal daerah. Ini kami menggunakan PMK yang terbaru PMK 65 tahun 2024. Jadi untuk daerah-daerah yang fiskalnya sudah ee sedang ke atas ya, itu prioritasnya nanti yang paling prioritas adalah teman-teman yang fiskalnya rendah dan sangat rendah. Kemudian jangkau daerah-daerah terpencil dan sangat terpencil yang akses layanan kesehatannya sulit. Ini terutama untuk kegiatan yang DTPK seperti yang lalu ya, kegiatan pelayanan kesehatan bergerak di DPK. Jadi pelayanan kesehatannya yang menghampiri masyarakat di daerah-daerah terpencil.
19:52 Kemudian BOK tetap dialokasikan untuk 37 provinsi di luar Jakarta. Kemudian 508 kabupaten kota dan puskesmasnya bertambah sedikit dari tahun ini 10161, tahun depan 10224 ee Puskesmas. Namun teman-teman jangan lupa walaupun tertulis di sini 37 provinsi dan 508 kabupaten kota yang artinya seluruh provinsi dan kabupaten kota di luar Jakarta, tapi bukan berarti keseluruhan daerah ini mendapatkan seluruh menu dan rincian menu yang ada. Ya, ini semuanya dapat BOK, tapi mungkin daerah A dapatnya di menu ABC, daerah B di menu DEF, daerah C ada ABC, DEF dapat juga.
20:39 Nah, itu tergantung ee masing-masing lokusnya tidak sama untuk semua menu. Jadi, kalau nanti teman-teman membuka Krishna kemudian kok saya enggak kebuka ya, itu artinya bukan lokus. Kalau bukan lokus ya gak usah maksa untuk input usulan karena gak akan bisa ya. Ini dengan berbagai pertimbangan dari teman-teman pengampu program di Eslon 1 sehingga muncullah lokus-lokus untuk setiap rincian menu yang ada di 2026. Kemudian 2026 tetap kita meminimalisir kegiatan pertemuan di provinsi dan kabupaten kota lebih banyak nanti di Puskesmas tentu kegiatan-kegiatannya.
21:27 Untuk dinas lebih dikoordinasikan ee bentuknya koordinasi namun minimal untuk bentuk-bentuk yang pertemuan. Nah, kemudian ada beberapa pertimbangan khusus untuk menu kegiatan tertentu ya. Ini yang tadi saya sampaikan pelayanan kesehatan bergerak di DTPK atau daerah sulit akses. Kami menyasar 403 Puskesmas pada 36 kabupaten saja. Tidak terlalu banyak kabupatennya karena yang lain dianggap masih mudah untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Kemudian untuk lokus obat dan BMHP PKD ya ada sekitar 385 daerah. Tapi kriterianya berkurang satu. Kalau tahun
22:15 2025 ada empat kriteria, maka 2026 hanya tiga saja. Kabupaten di Pulau Papua tetap mendapatkan ee prioritas. Kemudian kabupaten tertinggal berdasarkan Perpres 63. Walaupun ini daerah tertinggal di Perpres ini adalah ee untuk sampai 2024 saja sebetulnya, tapi karena belum ada perpres yang baru, maka itu masih kami gunakan. Kemudian yang ketiga adalah rasio PAD-nya dibandingkan pendapatan daerah lebih rendah dari rata-rata ee nasional. ada satu kriteria yang ee semula ada yaitu daerah yang sanggup memenuhi kebutuhan obat dan BMHP PKD minimal 70% ya itu sekarang sudah
23:01 dihilangkan. Jadi hanya tiga kriteria yang diambil oleh teman-teman farmasi untuk menentukan lokus di obat dan BMHP PKD. untuk BMHP yang program kecuali TCM seperti gula, profil lipid dan sebagainya yang menunjang khusus ke pelayanan kesehatan gratis itu digeser menjadi belanja pusat tidak ada lagi di dalam e BOK. Nah, ini Bapak Ibu ruang lingkup kita di 2026 nanti masih tetap ada Bukan Dinas Kesehatan Provinsi, kabupaten, kota dan Puskesmas plus tunjangan khusus. Tunjangan khusus ini adalah tunjangan khusus untuk dokter spesialis, dokter subspesialis, dokter gigi spesialis, dan
23:49 dokter gigi subspesialis yang bertugas di RSUD daerah DTPK. Jadi scop-nya terbatas untuk total spesialis dan subspesialis. Kemudian di RSUD dan RSUD-nya pun yang di DTPK. Nah, total menu yang ada di 2026 nanti hanya 20 menu saja dengan rincian 93 rincian. Ini lebih sedikit dibandingkan di 2025 yang sedang kita jalani sekarang. Tapi walaupun dem sedikit ee harapannya tidak mengurangi pemenuhan kebutuhan kegiatan di tempat teman-teman semua ya. Ini secara lebih rinci untuk level
24:37 menu bisa dibaca saja. J di BK Provinsi ada 5 menu dengan 16 rincian. Kemudian kabupaten kota 8 menu dengan 48 rincian. Bok Puskesmas 28 menu dengan eh 6 menu dengan 28 ee rincian. Situ juga sudah tertulis ee jumlah log pr-nya. Tapi log print-nya mana saja nanti bisa dilihat di file yang lain nanti akan kami kirimkan kalau memang sudah selesai kami rekap seperti tahun sebelumnya pakai daerah A menu satu dapat didapatkan oleh siapa saja menu dua oleh siapa saja di situ nanti akan lengkap tertulis dan kemudian
25:23 yang keempat pendatang baru adalah tunjangan khusus dokter dan dokter gigi spesialis ini di DTPK. Jadi ini 177 masih mungkin bergerak. Ini angka sementara 177 kabupaten kota di DTPK. Kami akan cross check kembali dengan teman-teman SDMK apakah ada pergerakan baik penambahan maupun ee pengurangan. Intinya nanti kalau semua sudah fix baru akan kami share ke Bapak Ibu semua mana-mana yang menjadi lokus untuk setiap rincian ee menu. Nah, tambahan informasi sedikit untuk tunjangan khusus ini ya. Tunjangan khusus ini di 2026 kan merupakan subis tersendiri.
26:09 Namun karena arahan Pak Menteri ini sudah akan dilaksanakan di 2025, maka untuk 2025 akan dimasukkan sebagai menu baru di BOK Dinas Kesehatan kabupaten kota. Jadi kalau kemarin yang Bapak Ibu lihat di Jukop ya, BOK Dinas Kesehatan Kabupaten Kota itu menunya ada 12. Nah, ini sedang kami proses revisi KMK-nya. revisi jukop-nya menambahkan satu menu, menu ke-13 yaitu tunjangan khusus ini bagi lokus-lokus ini. Nanti rencananya lokusnya di 2025 dengan 2026 sama. Ketika fix sudah lokusnya, baru kami akan mengundang teman-teman Dinas Kesehatan Kabupaten Kota yang menjadi
26:56 lokus tunjangan khusus ini di Zoom tersendiri untuk melakukan ee revisi terkait ee RPD yang sudah kita sepakati bersama. Jadi ini akan masuk ke dalam kelompok revisi khusus ya yang baru kita lalui kemarin di bulan Agustus adalah revisi reguler. Kalau Bapak Ibu masih ingat selain revisi reguler ada revisi khusus kalau memang ada kebijakan baru dari Pak Menteri. Nah inilah kebijakan barunya di 2026. Tunjangan khusus untuk spesialis di DTPK ya. Jangan lupa teman-teman yang menjadi lokus akan kami undang untuk proses revisi RPD-nya. Ini gambaran timeline kita di 2026
27:47 nanti. Proses penginputan usulan tetap sama seperti 2025 melalui Krishna bukan melalui Irengkar ya, tapi melalui Krishna Bappenas. Rencananya akan dimulai hari Senin nanti tanggal 11 Agustus. Bapnas akan melakukan sosialisasi terkait Krishna dan mekanisme pengusulan dan langsung dibuka hari itu juga. itu yang kemarin ke Manapa saya menyampaikan ee info awal untuk menu-menu yang rutin-rutin tolong disiapkan dulu TORnya, RAB-nya dan sebagainya supaya ketika sudah dibuka tanggal 11 Bapak Ibu tidak terlalu lama karena bukanya pun tidak lama tidak seperti 2025 dibuka 1 bulan penuh dan
28:34 itu pun di akhir waktunya masih banyak yang tergopoh-gopoh belum menginput usulan ya belum ada lok bapedanya dan sebagainya itu diberi waktu 1 bulan bagaimana sekarang hanya 11 hari ya tidak sampai 2 minggu pun 11 sampai 22 Agustus itu input usulan Krishna untuk itu perlu kerja keras sekali lagi yang memang nanti menunya muncul Bapak Ibu jadi lokus segeralah menginput usulan Kak Kami sebenarnya sedang menghimpun lokus untuk memastikan lokus hari ini pukul 15.00 kami minta sudah fix semua lokus supaya segera bisa ditanam di
29:19 Krishna dan bisa kami informasikan ke Bapak Ibu mana-mana menu yang menjadi lokus di tempat Bapak Ibu supaya segera bisa menyusun TORnya dan RAB-nya ya. untuk Pagu ya. Pagu tidak belum ada Pagu sekarang. Tapi tolong tolong dalam mengusulkan tidak jauh-jauh dari pagu 2025-nya. Jangan berharap terlalu tinggi karena secara total lagi-lagi pagu BOK 2026 tidak berubah seperti halnya 25, 24, dan 23 hanya 12,7 triliun saja. Ya, sekali lagi pagu nasional tidak berubah.
30:04 Pagu subjenis pun tidak banyak bergeser dari provinsi, kabupaten, dan puskesmas. Hanya agak bergeser-geser sedikit karena ada tambahan subjenis baru tunjangan tadi. Jadi tunjangan itu bukan menambah pagu, tapi mengambil dari 12,7 triliun. Ya, sekali lagi usulannya tolong tidak terlampau tinggi. Puskesmas juga nih jangan lupa dengan adanya unit cost baru yang diterapkan di daerah masing-masing yang 2025 pada bingung ngabisinnya gimana karena unit cost-nya berkurang 50%. Tolong di 2026 usulannya lebih rasional dan pastikan pastikan aturan keuangan yang ada di daerah masing-masing supaya sesuai apa
30:51 yang diusulkan dengan aturan yang berlaku. Jangan aturan yang berlakunya misalnya unit costalnya Rp50.000, tapi Bapak Ibu usulkannya Rp100.000 Ibu terus kebetulan disetujui. Nah, akhirnya nanti enggak bisa makainya ya. 11 sampai 22 Agustus akan dibuka Krishna. Nah, kemudian setelah itu baru menjadi tugas kami di 23 Agustus sampai 3 September menilai usulan Bapak Ibu. Tapi mohon maaf, proses sinkron dan harmonisasi ini tidak bisa kami lakukan secara ee tatap muka daring ya. Daring pun tidak bisa apalagi luring gitu ya.
31:39 Jadi kami hanya menilai usulan Bapak Ibu melalui dokumen yang Bapak Ibu unggah di Krishna. Untuk itu dokumennya tolong lengkap, sesuai, dan informatif. supaya kami menilainya tidak sulit. Kalau nanti dokumennya tidak lengkap, tidak informatif, itu akan membuat para penilai langsung saja, ya sudah ditolak saja enggak sesuai. Itu akan merugikan. Jadi tolong sesuaikan data dukungnya. Proses ee data dukung sebetulnya tidak banyak berubah dibandingkan yang sebelumnya ya. RB, kemudian ee aturan-aturan keuangan di daerahnya, unit cost yang berlaku
32:24 misalnya untuk Puskesmas, ee untuk SIMUS yang berlaku di daerah Bapak, Ibu berapa. Nah, itu tunjukkanlah data dukungnya. Kalau yang kemarin dibilang R800.000 itu adalah rata-rata ya. Sekali lagi itu rata-rata. Jadi kalau di tempat Bapak, Ibu ada yang lebih dari Rp800.000, Ibu tolong data dukungnya betul-betul disiapkan dengan baik supaya pembahas lihat oh di daerah Kabupaten A simpusnya per bulan R1 juta. Ini data dukungnya jadi enggak ada masalah. Oke. Nah, setelah selesai itu tanggal 3 September, kami harus menyelesaikan seluruh proses penilaian ini, proses sinkron ini. Untuk selanjutnya hasil ya hasil nilai sinkron akan kami kirimkan ke
33:09 Kementerian Keuangan untuk diproses di Kementerian Keuangan dengan Banggar DPR sampai penetapan pagu perpres yang mungkin antara September atau Oktober ya. tahun 2025 kemarin September sudah terbit karena eh ada Pilkada dan sebagainya. Tapi sekarang jadwal rutinnya sebetulnya di Oktober. Kita lihat antara September atau Oktober sudah ada penetapan Pago PRpres. Setelah itu baru kita melakukan pembahasan rencana penggunaan dana di November 2025. Sor ini belum belum diganti. November 2025.
33:55 ee ah ini pelaksanaannya sama dengan tahun kemarin kita dengan metode Zoom daring saja tapi ya semoga bisa lebih efektif dari tahun sebelumnya. kami terus berupaya memperbaiki dari sisi penyelenggaraan baik dari kami di biro perencanaan maupun teman-teman pembahas di masing-masing unit utama pengampu menunya ya. Semoga kendala yang kemarin tidak terulang lagi, tidak terulang lagi. Nah, itulah jadwal kita di 2025 ini untuk persiapan 2026. Harapannya di bulan Desember sebelum tahun 2025 berakhir, kita sudah punya berita acara
34:41 rencana penggunaan dana BOK 2026. Di samping kami juga harus kerja ekstra keras untuk menyusun Permen CAS Juknis dan Capmen CAS eh JKOP-nya. Karena ternyata memang ada beberapa perubahan di Permen CAS yang tadinya kami harapkan bisa berlaku tahun zaman. Tapi dengan ada kebijakan baru, kami harus menyesuaikan lagi Permen CAS-nya dan juga ee Capm CAS-nya sehingga kita bisa tinggal di 2026 per Januari. Kalau seluruh aturannya sudah siap di bulan Desember 2025. Nah, ini hal-hal yang wajib dipahami oleh kita semua. Tidak berubah dari yang tahun kemarin ya. Hanya ingin
35:27 mengingatkan kembali bahwa seluruh proses dilakukan di aplikasi Krishna untuk pengusulan dan pelaporannya di Irenggar. Pelaporan baik dinas maupun Puskesmas dilakukan setiap bulan ya. Mulai tahun 2025 kami sudah terapkan untuk dinas berlaku per bulan bukan periwulan lagi. Tapi saya cek masih banyak juga yang belum mengisi ataupun sudah mengisi tapi realisasinya 00. Apalagi Puskesmas ya. Puskesmas sudah disalur uangnya dari Februari, salur tahap 2 sudah dapat, tapi bulan Juli baru ada realisasinya. Itu pun baru di bawah 10%. Itu apa yang dikerjakan di Puskesmas
36:16 selama 7 bulan ini? Itu yang kami bingung, Pak. Tolong di sisa waktu yang ada kita ini tinggal 45 bulan seluruhnya ditingkatkan kinerjanya, realisasinya dan juga akuntabilitasnya. Jangan asal menghabiskan anggaran yang penting terealisasi tapi kegiatannya tidak sesuai atau bahkan ya amit-amit di tempat ini jangan ada gitu ya. Ada kerjaan ee kegiatan yang fiktif. Jangan sampai terjadi kegiatan fiktif, kegiatan yang entah di mana, entah ada entah tidak, tiba-tiba ada SPJ-nya. Itu yang akan berisiko untuk kita semua.
37:03 Jangan sampai ada lagi temuan-temuan terkait hal-hal tersebut. Kemudian yang kedua yang tadi saya sampaikan di awal, tidak semua daerah mendapatkan BOK untuk semua menu maksudnya. Kalau BOK-nya dapat 508 kabupaten kota dapat 37 provinsi dapat 10 224 Puskesmas dapat tapi tidak semua menu akan didapatkan oleh setiap daerah. Kalau Puskesmas hampir semuanya sih bisa terbuka menunya kecuali yang tadi pelayanan di ee DTPK tadi ya. Yang ketiga nyambung. Tidak semua menu dan rcian terbuka untuk semua daerah. Ada lokusnya masing-masing. Kemudian usulan tidak melampaui pagu ini berlaku untuk nanti penyusunan RPD-nya.
37:49 Kalau sudah ditetapkan pagu perpres-nya, usulannya tidak boleh melampaui pagu. Sementara di usulan awal karena belum ditetapkan pagu, silakan mengusulkan sesuai kebutuhan tapi wajar dan berkaca kepada realisasi tahun-tahun sebelumnya. Kalau realisasi kemarin sisanya banyak, ya sudah jangan diusulkan yang senilai itu. Kurangi usulannya. pertama mempermudah proses pengusulan Bapak Ibu ya tidak terlalu banyak hitungnya kemudian kami juga tidak terlalu sulit untuk menyesuaikan dengan pagu yang ada tidak membuang waktu untuk melakukan verifikasi terhadap usulan yang nantinya akan ditolak juga.
38:35 Jadi tolong rasional baik nilainya maupun frekuensinya bentuk-bentuk kegiatannya. Kemudian yang kelima, data dukung tadi yang baik karena kita hanya melihat dari dokumen yang Bapak Ibu unggah di Krisna. Jadi tidak bisa berdiskusi ya. Kemudian yang terakhir tolong laporan realisasinya ni tepat waktu per bulan disampaikan laporan. Jadi jangan tunda pekerjaan, jangan tunda laporan. Kalau kegiatan sudah selesai di akhir bulan, langsung minggu pertama bulan berikutnya selesaikan laporannya. Jangan ditunda. Apalagi nundanya sampai akhir tahun. Nanti keburu tercecer SPJ-nya, keburu
39:23 lupa, keburu ada audit. Jadi tolong betul-betul jangan tunda pekerjaan. Semua harus cepat tapi tepat. Itu Bapak Ibu informasi yang bisa kami sampaikan di siang hari ini terkait BOP 2026. Nanti tolong semua teman-teman tetap aktif melihat pengumuman-pengumuman ya. Untuk teman-teman provinsi ada grup provinsi, kemudian di kabupaten kota, puskesmas juga bisa melalui ee Telegram. Nah, untuk teman-teman provinsi kalau kami menginfokan di WA grup provinsi tolong bisa segera diteruskan ke teman-teman
40:08 kabupaten kota diteruskan ke teman-teman Puskesmas karena walaupun ya walaupun namanya tercatat di grup itu masing-masing ya baik provinsi maupun puskesmas kabupaten kota, tapi belum tentu semuanya aktif membaca pengumuman. Saya perhatikan rata-rata terutama Puskesmas di Telegram ya akan melakukan chat Telegram kalau terbentur masalah. Kalau enggak ada masalah tenang-tenang aja enggak pernah baca enggak apa. Tapi begitu ada masalah yang sebetulnya masalah itu sudah banyak dibahas tapi baru dia temui barulah dia chat entah solusinya. Tolong jangan seperti itu lagi. Begitupun di provinsi ya walaupun cuman
40:53 sedikit 37 provinsi anggota WA grup tapi ada saja yang tidak aktif. Entah sudah pengurusnya ganti tapi tidak ngasih tahu ada WA grup. Entah memang kesibukannya sehingga tidak bisa membaca pengumuman-pengumuman dan diskusi di WA grup. Untuk itu tolong sekali lagi kerja samamanya, peran aktifnya ini untuk kita semua bukan untuk bukan hanya untuk kami di Kemenkes, bukan hanya untuk teman-teman di provinsi, kabupaten, dan Puskesmas, tapi untuk kita semua. Karena tujuan kita tadi apa? Untuk kesehatan masyarakat. J itu yang harus kita lihat. Itu yang ada nilai ibadahnya.
41:39 Jangan sampai kita sudah capek bekerja tapi tidak ada nilai ibadahnya sama sekali. Oke, itu yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf kalau ada kekurangan. Sekarang kalau ada yang mau ditanyakan kami persilakan. Kalau sudah jelas semua, alhamdulillah saya bisa beralih ke kegiatan yang lain. Tapi kalau masih ada yang mau ditanyakan, dikonfirmasi silakan. Terutama untuk pelaksanaan 2026. Tapi saya tidak tutup kesempatan kalau ada yang mau bertanya soal 2025 juga silakan. Oh ya, satu lagi sebelum saya lupa. Ingat kehati-hatian ya, terutama
42:26 teman-teman di Telegram. Hati-hati terhadap segala bentuk upaya penipuan. Saya tidak bosan-bosan mengingatkan, jangan pernah terpedaya oleh orang yang menelepon ke teman-teman di Telegram mengaku sebagai saya atau teman-teman tim DAK non fisik atau teman-teman bank operasional. Karena kami tidak pernah melakukan itu. Jangan pernah percaya. Kalau ada telepon seperti itu gak usah diangkat, abaikan saja. Kalaupun terlanjur angkat, enggak usah dituruti apalagi sudah minta buka BNI direct dan sebagainya itu pasti penipu. Jadi tinggalkan saja jangan dihiraukan.
43:11 Oke, sudah ada dua penanya Bu Sri dan Pak Feri. Silakan Bu Sri. Bu Sri di-unmute Pak Dita ya. Silakan Bu Menteri. Izin. Izin Pak. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Izin, Pak. Saya Ibu Sri Murti dari Dinkes Kabupaten Selumah. Pak I silakan. Ada satu pertanyaan tadi Bapak di
43:57 awal-awal menyinggung ee setiap kabupaten tidak menerima untuk lokus yang sama nih untuk kegiatan BOK-nya. Seandainya Pak misalnya nanti dibuka Krishna Kabupaten Suluma misalnya ada kegiatan yang ingin di yang ini misalnya yang dibuka ibu hamil kami butuhnya ibu bersalin ibu hamilnya bisa diganti enggak Pak? Itu aja, Pak. Pertanyaannya bisa mengganti ketika itu memang kegiatan tidak terlalu dibutuhkan, sedangkan kegiatan yang kami butuhkan tapi dikunci gitu, Pak. Oke. Baik. Iya, makasih Paki. Silakan. Kabupaten Gor Gorontalo ya, Pak.
44:44 Pak F I sudah terdengar Pak. Oh siap. Izin, Pak. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Saya hormati Pak Maluki dan tim Roren. Izin, Pak. Meja Bapak penuh sekali. Gimana, Pak? Meja Bapak penuh sekali. Iya, Pak. Mohon maaf, Pak. Berontakan, Pak. Ee ada dua hal Pak. yang pertama mungkin terkait dengan 2026 tadi. Jadi ee hanya mau memastikan saja, Pak. Tadi kan disampaikan tidak ada lagi fase pembahasan dengan atau sinkronisasi dengan unit teknis. Apakah itu benar atau tidak, gitu. Yang kedua ee terkait dengan 2025, Pak ee kami Kabupaten Koronto itu
45:29 sudah melaporkan tahap satu tapi kami terkendala dengan updating pada pelaporan TIB. Nah, yang kemarin itu berdasarkan unit teknis sudah selesai gitu. kami sudah masuk dan kami sudah laporkan di SIKD untuk realisasi kami. Itu pertanyaan saya apakah ee apa namanya setiap kapan gitu untuk monitoring tahap salurnya itu di-update oleh teman-teman Roren yang ini maksudnya untuk dinas? Iya untuk dinas. Untuk Bok dinas terkait tunda salur itu maksudnya. Iya. Siap. Oke. Itu yang kedua. Yang ketiga, Pak. Terakhir, Pak. Mungkin saran saja, Pak. Izin. Apakah ee tahun depan di 2026 pembagian alokasi
46:16 nih sudah di Oktober nih ceritanya? Apakah masih akan dibagi oleh teman-teman Kemenkes per menu untuk setiap kabupaten, kota dan puskesmas atau tidak? Karena seperti tahun ini kita pun di tetap memang ada sih sebenarnya mekanisme pergeseran, tapi kan sebaiknya kita tidak melakukan pergeseran karena menghambat pelaksanaan program kegiatan terutama pada DPA. Apa ee sebaiknya tidak dibentuk permenuh supaya alokasi apa namanya ee PMT lokal, alokasi siklus hidup dan lain-lain itu teman-teman Puskesmas bisa ee menyesuaikan dengan karakteristik masing-masing kewilayahannya. Pak. Begitu. Mungkin seperti itu. Makasih. Baik, makasih Pak Peri. Berikutnya
47:02 Ibu Zuhrufa Ibu. Silakan. Izin Pak Maliki bertanya. Silakan. Dari mana Ibu? Ee dari Puskesmas Bulu Kabupaten Sukoharjo, Bapak. Iya. Ee izin, Pak. Nanti kan mulai hari Senin Krisna sudah dibuka ya. itu berarti asumsi untuk kelengkapan TOR RAB dan data dukung lain itu kan biasanya kan ee ada ya Pak di di keterangan itu data dukung selain TOR RAB yang diminta apa saja itu kan ada ya Pak ya. Nah, apakah nanti berarti kan kita ee asumsi kita sesuaikan tahun lalu misalkan apakah ini yang tanda tangan kepala dinas ataukah
47:49 kepala Puskesmas cukup atau bagaimana Pak? Itu nanti kami tahunya bagaimana. Kemudian ee jika ada perbaikan ee apakah nanti ada PIC dari Kemenkes yang bisa dihubungi lewat Dinas Kesehatan ataukah bagaimana Pak nanti pola komunikasi kami gitu Pak ee supaya ini supaya kami bisa persiapan juga dan bisa cepat gitu Pak. Terima kasih. Baik makasih Bu. Berikutnya dari Din Kestapin. Silakan. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat, Pak. Pak dengan Pak siapa? Dengan Pak Arifin dari Dinas Kesehatan
48:34 Kabupaten Tapin, Pak Maliki. Kalimantan. Oke, silakan, Bapak. Baik. Yang pertama tadi kayaknya sudah sedikit menyentuh yang penanya pertama ini. Tadi ada Pak Maliki sampaikan bahwa pembahasan RK itu tidak ada pembahasan luring maupun daring. Ee ee kemudian yang ee pengalaman sebelumnya kita kan lama Pak Malik ya lama pembahasan ini dan ini baru pertama kali nih sangat singkat dari tanggal 7 sampai 22 itu harus selesai. Nah, terkait RK yang diinput itu seperti apa mekanisme apakah itu sudah benar atau bagaimana? Ke mana kami membahas begitu, Pak Maliki? Ya. Kemudian yang kedua terkait ee
49:20 tunda salur, Pak Maliki. Kami kabupaten Tapi termasuk Dinkesnya yang tunda salur tadi yang pertama juga menanyakan tentang update atau tarik data dari TB. TB kan minimal 30% ya, Pak ya. Kabupaten Tapin itu baru 24. Ternyata kita klarifikasi ee oleh bidang katanya sudah per Juli itu sudah ee di atas 30%. Jadi mohon pencerahan. Oke. Iya, terima kasih. Asalamualaikum. Baik, makasih Pak Alifin. Waalaikumsalam. Ya, saya jawab dulu ya. Sudah ada empat penanya nih supaya enggak lupa nanti. Pertama, Bu Sriurti terkait lokus ya. Saya infokan tadi di awal bahwa tidak semua menu ya, tidak
50:08 semua menu dan rincian menu terbuka untuk semua daerah. Setiap menu dan rention menu memiliki lokusnya masing-masing sesuai penilaian teknis oleh pengampu menunya di level eselon 1. Ketika ada rincian kegiatan yang menjadi menu di tempat Bapak Ibu tapi Bapak Ibu merasa tidak perlu menu itu, sementara yang diperlukan justru tidak terbuka. Ya, mohon maaf untuk lokus tidak bisa diubah. Jadi itu sudah dibuatkan dari kami lokusnya dengan berbagai kriteria. Tolong diterima lokusnya. Kalau memang kegiatannya ternyata tidak diperlukan,
50:55 ya sudah tidak usah diusulkan. Jadi uangnya nanti bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lain. Tapi untuk kegiatan lain yang perlu tapi tidak ada lokusnya, tidak terbuka lokusnya, yaitu harus cari di toko sebelah uang. Sumber uangnya tidak dari Bok berarti. Karena sekali lagi Bok itu hanya bantuan operasional. Jadi tidak seluruh kebutuhan Bapak, Ibu satu persatu semua daerah harus dipenuh ya. Mungkin memang ada satu dua yang akan meleset dari lokusnya, tapi ya itu upaya terbaik yang sudah kami lakukan untuk melihat ee lokuslokus tadi berdasarkan data-data segala sumber data yang dikumpulkan yang Bapak Ibu sering isi
51:41 dari Puskesmas, dari dinas itu kami kumpulkan, kami analisis, jadilah lokus-lokus di setiap rincian menu. Oke. Sekali lagi tidak bisa merubah ee lokus. Kalau ada yang dibutuhkan tapi tidak menjadi lokus, tolong upayakan dari sumber anggaran yang lain. Kalau terbuka lokus tapi tidak diperlukan, ya sudah tidak usah diusulkan daripada uangnya tidak terpakai juga. Oke. Kemudian Pak Feri ya di sinkron tidak ada pembahasan dua arah. Kami tetap membahas usulan teman-teman semua dari yang diupload di Krishna bahas by dokumennya karena memang keterbatasan waktu,
52:27 keterbatasan biaya dengan banyaknya efisiensi. Jadi kami lakukan ini hanya membahas by dokumen saja. Untuk itu betul-betul dokumennya harus tadi lengkap dan informatif supaya bahas bisa langsung memahami maksud usulan Bapak Ibu seperti apa. Mungkin nanti ada pembahas juga yang bisa melakukan ee koordinasi dengan teman-teman semua. Bisa jadi. Tapi kami belum bisa menjamin itu. Sementara bentuknya, bentuk pemantauannya juga kami masih akan siapkan. Apakah seperti yang kemarin dengan link kelihatan atau seperti apa kami masih diskusikan dengan teman-teman di Kementerian Kesehatan.
53:15 Kemudian terkait ee tunda salur ya. Sudah salur kan sesuai Permen CAS 18 bahwa penarikan data pertama itu data laporan Januari sampai bulan Juni ditariknya tanggal 5 Juli. Itu adalah tarikan pertama di mana hasilnya kemarin tidak terlalu menggembirakan terutama untuk capaian TIB. Banyak daerah yang belum mencapai 30% ya itu sudah ditarik tanggal 5 tapi memang belum kami rilis. Tadi saya dapat info siang bahwa teman-teman CASMCOM dan teman-teman P2 sudah melakukan updating, penarikan data per 5 Agustus. Sudah direkap datanya. Jadi barangkali yang di tanggal 5 Juli
54:02 masih ada yang belum mencapai 30% atau untuk yang laporan kematian ibu bayi dan PKG belum 90% melapor. Barangkali di 5 Agustus sudah mencapai itu sehingga bisa tidak terkena tunda salur dari sisi Permenkas-nya. Tapi jangan lupa tiga kriteria yang ada di Permen CAS itu adalah syarat tambahan saja. Oke, syarat utama tetap ada di PMK 204 tahun 2022 dari Kementerian Keuangan yaitu realisasi penggunaan dana BOK Dinas Kesehatan tahap 1 minimal 50% ya. Tahap 1 minimal 50%. Jadi kalau
54:48 dibandingkan dengan pagu total berarti 25% ya. N tahap 1 disalurkan 50% dari panggung dan 50% yang sudah disalurkan harus sudah dipakai dan dilaporkan minimal 50%. Itu syarat utamanya. Kalau itu sudah lolos baru dilihat syarat kedua yang di Permenkes 18 dari laporan kematian, laporan PKG dan TB tadi. Kalau keduanya sudah lolos memenuhi syarat, baru Kementerian Keuangan akan menyampaikan penyaluran tahap dua ke tempat Bapak, Ibu. Tapi kalau salah satunya tidak. misalnya di laporan 50%nya belum tercapai, tapi yang di tiga kriteria di
55:33 Permenkes ini sudah tercapai, itu pun belum bisa disalurkan. Atau sebaliknya, laporannya secara keuangan sudah 50% tapi laporannya yang tiga kriteria belum tercapai. Jadi kemarin banyak sekali pertanyaan ke saya, "Kenapa yang di sini tulisnya L sar di sana belum?" Di link itu kan saya bilang cek sheet Kementerian Kesehatan karena saya belum melihat yang laporan keuangannya. Itu hanya untuk mengamankan tiga kriteria yang ada di Permenkes. Bapak, Ibu sudah lolos atau belum. Kalau itu sudah lolos, ya sudah kita lihat nanti BPKAD-nya sudah submit laporan tahap SAT atau belum. Sebagai informasi untuk Bapak Ibu semua,
56:19 sampai saat ini, sampai detik ini dari 545 pemerintah daerah, provinsi dan kabupaten kota, 508 kabupaten dan 37 provinsi yang sudah menubmit laporan penggunaan tahap satunya baru 22 pemda terdiri dari dua provinsi. dan 20 kabupaten kota. Bayangkan dari 545 baru 22 yang melaporkan. Itu pun belum tentu benar karena masih harus diverif oleh Kementerian Keuangan. Setelah diverif baru kelihatan yang 22 melapor sudah betul atau belum gitu ya.
57:07 Jadi kalau misalnya masih ada kekhawatirannya TB saya kemarin sebenarnya sudah tapi sekarang kok tertulisnya belum. Ternyata di laporan yang di Kementerian Keuangan juga belum ada. Jadi tunda salurnya bukan karena masalah yang dipermain K 18 tapi karena memang syarat utama di PMK-nya belum terpenuh ya. Dan untuk penarikan data kami minta berkala dari cash prim dan P2 bisa seminggu sekali atau 2 minggu sekali atau sebulan sekali paling lama untuk mempercepat mempercepat ee proses rekomendasi ke Kementerian Keuangan. Jadi tugas Bapak Ibu hanya
57:52 ketika belum memenuhi syarat segera dipenuhi supaya kapanpun kami tarik data sudah aman Bapak Ibu. Jangan. Kalau saya bilang, "Oh, nanti berikutnya tanggal 5 September tarik data." Eh, sekarang santai-santai. Nanti aja masih tanggal 5. Tah-tahu lupa ingatnya baru tanggal 7 berarti belum tercapai lagi. Tunda lagi. Jadi jangan ditunda. Kalau lihat, "Oh, belum tercapai TV saya baru 28% sisa sedikit kejar." Sekarang juga ketika sudah mencapai 30% tenang kan? Jadi data yang ditarik ke depan pun aman gitu ya. Jangan ditunda. Kemudian Pak Feri, pertanyaan ketiga. Pagu permen memang sesuai amanat PMK 204 setelah ada pagu
58:41 di terbitkan oleh perpres tadi sudah ada pagu per daerahnya. kami di Kementerian Kesehatan bertugas untuk membuat pembagian pagu per daerah per menemang tidak bisa diserahkan gelondongan begitu saja ke pemerintah daerah yang bisa dilakukan gelondongan gelondongan untuk Bok Puskesmas saja Puskesmas disalurkan kepada Dinas Kesehatan kabupaten kota secara gelondongan masing-masing menu tentu. Nah, dari masing-masing menu itu baru tugas Dinas Kesehatan untuk memproporsikan alokasi pagu untuk masing-masing puskesmasnya sesuai kriteria yang ee sudah kami sampaikan juga sebagai panduan saja. Tapi kalau
59:27 kepala Dinas punya kebijakan yang lain bahwa Puskesmas A ini butuhnya lebih banyak, yang B lebih sedikit, silakan saja. Yang penting ada dasar. Walaupun dari PTK kemarin saya menanyakan mungkin enggak kalau pembagian BOK Puskesmas oleh dinas menggunakan formula yang sama. Formula yang sama itu begitu rumit menghitungnya ya. Sementara masih diserahkan kepada kepala kepala dinas kesehatan kabupaten kota saja. Iya. Kemudian kelengkapan dakung ya nanti kami akan segera sampaikan surnya tahun-tahun sebelumnya. ee jadwal dan data dukung yang diperlukan di-upload ke mana kami akan siapkan segera supaya Bapak Ibu bisa
1:00:13 segera e lengkapinya. Jadi tanggal 11 itu sosialisasi ya mungkin walaupun sudah dibuka Krisna saya yakin tidak ada yang menginput usulan di tanggal 11 ya disiapkan dulu baik-baik jangan juga menunggu tanggal 22 nanti begitu tanggal 22 adalah internetnya yang bermasalah adalah orang BPEDAN tidak bisa dihubungi gitu ya karena nanti kan yang mengunci terakhir dari BPPEDA J tanggal 11 hari Senin Bapak AS akan melakukan sosialisasi Krishnanya. Bagaimana penggunaan Krishna tapi tidak berbeda dari yang tahun kemarin sebetulnya ya untuk refresh saja. Kemudian
1:01:00 dari Tapin Pak Arifin ya harmon bukannya tidak ada proses harmon tapi tidak dua arah. Hanya dari kami baik dokumen saja gitu ya. Karena dengan segala keterbatasan terutama waktu waktunya sangat mepet sekali. Karena kan dari awal sudah mundur akhirnya sekarang dikejar-kejar segera selesai semua proses tanggal 3 September. Karena kalau terlambat dari itu nanti ee penyusunan panggung PRPresnya akan terhambat. Itu yang enggak bisa mundur soal ya untuk salur tadi saya sudah jelaskan ya Pak. Saya pikir itu di sesi pertama. Sekarang saya buka lagi yang berikutnya
1:01:46 Ibu Delta. Delta atau Pak Delta? Silakan Mbak Dita. Bisa dibuka Pak Nurul responnya Pak ya. Belum ada responnya. Oke, kita lewati dulu Pak Samsul Arifin yang sudah resen tolong tetap di monitor supaya ketika dibuka bisa. Silakan Pak Samsul nanti Bu setelah Paksul ya. Izin izin izin bertanya Pak nih ya. Silakan Pak Samsul. Tentang anu apa menu sudah ada ini dari kabupaten mana, Pak Samsul? Puskesmas Banyuas Kabupaten Sampang, Pak. Sampang. Oke, silakan.
1:02:33 terkait Juknis, Pak. Ya, terkait Juknis untuk BOK yang 2026 mungkin sudah ada bisa di diu, Pak di apa di share ke kita biar nanti penyusunan kegiatan yang untuk 2026 sudah sesuai Juknis dan tidak ada perubahan lagi di tengah-tengah tahun. Oke. Oke, siap. Itu saja, Pak S. Oke, makasih. Sudah. Oke, makasih. Silakan, Pak Delta. Pak Delta Apriansah. Iya, Pak. Izin, Pak Maliki. Silakan, Pak. Heeh. Pak, izin bertanya sedikit, Pak. Karena
1:03:20 Iya, enggak usah banyakit aja. Memang tahun 2025 ini sepertinya jadi tahun ee mengagungkan bagi orang-orang perencanaan, Pak. Ya, di tahun ini juga kita harus menyelesaikan RENstra. Di tahun ini juga kita bertumburan dengan yang namanya dak fisik, nonfisik, APBD perubahan dan kita juga bakal ketemu dengan APBD 2026, Pak. Ya, mohon izin, Pak. Karena memang proses BOK ini paling panjang menurut saya running-nya. Ee iya, Pak. Untuk ee pertama ee ee apakah nanti pagu-pagu yang ee yang pertama itu dari sisi Krishna, Pak? Karena akun itu yang kami pakai itu kan cuma satu kemarin, Pak. Sehingga pada saat kami penyusunan dengan Puskesmas itu ada
1:04:05 puskesmaspuskesmas juga yang menghapus, Pak. Kami mohon bantu dibantu nanti, Pak. Apakah nanti ee Puskesmas ini punya akun tersendiri, Pak? Ya, memang dikhususkan untuk puskesmasnya masing-masing, Pak. Itu yang pertama. Untuk yang kedua ee karena waktunya yang sangat singkat, Pak menurut kami ee apakah mohon dibantu Pak dari Roren juga untuk respon time-nya, Pak? Karena kemarin kan agak lumayan panjang respon time-nya, Pak. Ee pada saat kita ingin revisi ee kakak ataupun RAB yang memakan waktu lumayan panjang, Pak. Nah, dari pembahasan RK yang kita lakukan, Pak. Nah, kadang kebingungan juga teman-teman ini begitu kita hubungi ee pembahasnya
1:04:51 dengan pembahas itu sering sering ya namanya kami memaklumi juga tim Roren karena satu Indonesia yang harus diurusin, Pak. Tetapi apakah bisa nanti pergional saja Pak diurus? Eh mungkin tim rorennya nanti regional ee Sumatera ngurusin Sumatera aja, Pak. Biar enggak tabrakan, Pak. karena kayaknya terlalu banyak ee dari tim Rorennya yang harus diurus 1 Indonesia, Pak. Ee itu yang kedua. Yang ketiga, Pak, kami mohon dibantu nanti untuk melihat ee menu-menu ee apakah Puskesmas kami ini bisa melakukan ee perubahan itu cepat, Pak, dari tanggal 11 sampai 12 tentang ee menu dan rincian pagu dari Puskesmasnya masing-masing, Pak. Mungkin itu saja,
1:05:36 Pak. Terima kasih. Mungkin ke teknisnya saja. Baik, makasih Pak Delta. Berikutnya Pak Yusri silakan. Baik, Pak. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam, Pak Yusri. Silakan. Dari kabupaten mana, Pak Yusri? Dari Puskesmas Lampeong, Pak. Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Barito Utara. Silakan, Pak. Iya. Ee cuma mau beri masukan, Pak. Kami kemarin di PMTAL, Pak, itu mengajukan, Pak Agus sesuai dengan jumlah penduduk
1:06:22 kami itu sehingga kami menetapkan R30 juta. Begitu, Pak. Nah, setelah sinkronisasi keluarnya R10 juta, Pak. Nah, sehingga itu susah kami apa menghabiskannya sehingga itu menjadi ee persentase ee serapan kami gitu, Pak. Nah, kami berharap di 2026 ini, Pak ee disesuaikan dengan usulan kami. Jangan ditambah lagi, Pak. Seperti itu, Pak. Itu aja, Pak, masukannya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullt. Tadi ya, Pak, ya? Iya, Pak. Baik, makasih, Pak. Silakan sekarang dari Kay Utara Pak Sayuti atau Bu Sayuti
1:07:10 siap. Izin Pak. Asalamualaikum. Silakan Pak. Asalamualaikum warahmatulluh. Ee izin ee betul apa yang disampaikan Pak Delta tadi. Ee tahapan kali ini untuk yang tahun 2026 mungkin agak terlalu mepet. Nah, kami ee tentu mudah-mudahan ee pengut apa menunya itu hari ini ataupun besok sudah ee ada di Krishna sehingga kami bisa ee memberikan tahukan pukesmas karena kami juga di tanggal 12 ee Agustus ini sudah ee mendapat surat dari bupati terkait dengan pengusulan dana DAK. Jadi tentu kami juga sebelum itu juga harus sudah ee mengumpulkan
1:07:57 kawan-kawan Puskesmas untuk ee melakukan verifikasi terkait dengan usulan baik dana ee BOK Puskesmas maupun BOK Kabupaten gitu. Nah, tentu hal ini ee kami berharap mudah-mudahan ee secepatnya menu-menu yang ada ee sudah tertuang di dalam Krisna. Terus yang kedua, Pak ee SOTK di kabupaten kami masih belum ee menyesuaikan dari yang kemungkinan yang saat ini kan SOK di dari ke Kemenkes kan itu ee sudah berubah. Nah, terutama misalnya andaikan ee dapat ee terkait dengan ee pelayanan kesehatan bergerak. Andaikan ini misalnya ee
1:08:42 menu itu ada di kabupaten kami. Nah, ini kalau pengelolaan puskesmas kalau di SOTK kami, di kabupaten kami itu kan masih di bawah ee pelayanan kesehatan bukan di bawah kesmas. Nah, ini tentu kalau ee mengacunya pada SOTK Kemink tentu adalah bawah kesmas bawah kesmas. Nah, ini takutnya, nah kami di bagian perencanaan ini nanti menjadi bulan-bulanan karena tarik-menarik kepentingan ini. Satu, bertahan dengan STK Kabupaten Yang satu bertahan dengan SOTK ee Kemenkes gitu. Nah, ini mohon apakah ee yang nanti yang kami pakai yang mana apakah bisa menyesuaikan ee tetap pada SPK kabupaten atau mengikuti Kementerian Kesehatan itu Pak. Terima kasih. Asalamualaikum
1:09:27 warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi ya. Makasih Pak Sayuti. Berikutnya Pak Zainal. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Izin, Pak Maliki. I ya saya cuma memperjelas tentang yang mungkin sudah ditanya tadi beberapa penanya sebelumnya tentang dari mana? Maaf. Oh maaf. Dari Puskesmas Tepuk Kabupaten Pinrang. Ang. Oke, silakan. Saya memperjelas tentang PMT di mana saya dengar tadi bahwa Mas Pagu masih ditentukan dari Kemenkes terus dibagi pergelondongan nanti di kabupaten. Namun
1:10:14 yang menjadi masalah apa yang menjadi pertanyaan Pak, apakah kira-kira bayangannya nilai perpagunya itu masih kurang lebih sama dengan tahun lalu? Karena mengingat tahun lalu itu kami rata-rata Puskesmas di Kabupaten Pinrang mengajukan revisi, namun sebagian besar ditolak gitu. Jadi kemungkinan di akhir tahun ini akan banyak lagi SILVA untuk khusus PNT. Izin Pak Maliki. Yang kedua ini saya saran mungkin tentang Juknis PMT. Juknis PMT untuk tahun ini kan masih 80% untuk bahan dan 20% untuk upasa mengantar dan manajemen. Saya mungkin saran apakah
1:11:04 bisa yang 20%-nya ini lebih dirincikan upah masak dan manajemen. Contoh mungkin upah masak dan pengantar sekitar 18% manajemen tinggal dua. Karena kalau seperti ini 20% ya sih memang sih ada beberapa puskesmas yang multitafsir ada yang menganggarkan mungkin 5% manajemen 15% upama masa itu kan masih saya anggap masih kecil karena terus terang untuk PMT ini kader-kader sudah banyak yang mengeluh tentang upah masaknya ini. Jadi saya mau mungkin lebih dirincikan supaya kami bendahara ini lebih lebih aman gitu kalauan dirincikan bahwa upah masak dan mengantar itu sekitar 18% artinya agak besar sedikit dan manajemen itu hanya 2% karena kalau dikatakan hanya 20% upah masak mengantar dan
1:11:51 manajemen kan bisa saja Puskesmas Puskesmas A oh manajemennya 5 berarti upah saknya masih tetap 15 berarti sama dengan tahun lalu. Tapi kalau sudah dikatakan 18% untuk upah masa dan mengantar 2% manajemen, maka otomatis teman-teman akan pasti mengeksekusi sesuai dengan dijuknis 18% untuk upah masak dan pengantar. Artinya sudah ada kenaikan sedikit dibanding tahun sebelumnya yang hanya 15. Ee saya kira untuk sementara sekian dulu, Paki. I terima kasih. Asalamualaikum warakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, saya jawab dulu ya. Yang pertama Pak Samsul Juknis JNIS tentu kalau sudah ada enggak akan kami
1:12:37 betin. Pasti akan kami share langsung begitu kami terima langsung kami share saat ini. Ya, masalahnya sekarang kan menu saja ini sekarang paralel masih bahas dengan Pak Benar. Bagaimana mungkin kami bisa membuat ee jop-nya kalau menunya belum fix 100% ya. setelah ini, hari ini harapannya selesai baru mulai pekan depan kami sudah mulai running menyusun ee Juknis dan Joop-nya supaya paling tidak nanti ketika pembahasan RPD di bulan November sebelum itu Juknis dan Joop draf finalnya sudah bisa dibaca oleh Bapak Ibu semua. Harapan kami memang lebih cepat di tahun
1:13:22 setiap tahunnya lebih cepat tapi memang banyak faktor di luar yang di luar kendali kami. Tapi ya terima kasih sarannya Jnis kurang lebih kalau untuk kegiatan yang sama tidak banyak berubah. Tapi sekali lagi jangan pakai Juknis 2025 untuk kegiatan 2026 ya pasti salah walaupun kegiatan sama tapi tunggu 202 kami upayakan secepatnya. Nah, memang yang saya sampaikan di awal waktu kita nih sangat mepet apalagi kami masih harus dalam tanda kutip ya dalam tanda kutip diganggu oleh SPB yang tidak kunjung selesai ya. Harusnya SPB sudah selesai sejak bulan kapan sehingga kami tidak perlu
1:14:09 menaruh fokus di sana. Tapi karena sampai detik ini masih ada 140-an puskesmas yang SPB-nya belum selesai, kami masih terus harus memfokuskan diri, membagi fokus ke beberapa hal ya, bukan keluhan tapi itu kenyataannya seperti itu. Makanya saya bilang, "Jangan pernah tunda pekerjaan. Tolong bantu kami supaya kami bisa melaksanakan sesuai ritme dan rencana yang sudah kami buat, yang sudah harusnya selesai dari bulan-bulan lalu. Selesaikanlah. Sekarang kita beralih ke yang berikutnya, yang ke berikutnya seperti itu ya. Sekali lagi Jis nanti akan kami kirimkan kalau sudah ada langsung kami kirimkan. Kemudian Pak Delta nanti mungkin bantu Pak Ridis atau Mbak Nurul terkait akun
1:14:55 Krishna apa mungkin di masing-masing ee Puskesmas. Kemudian respon time ya ini memang masukan dari banyak daerah kepada kami respon time baik kami di ru perencanaan maupun di masing-masing unit eson satu pengampu ya saya sebagai penghubung ya biro perencanaan sebagai penghubung antara teman-teman di kabupaten kota dan teman-teman di unit utama pengampu sayaus kanan kiri dengar masukan dan komplain dari kanan kiri juga satu bilang yang seberang begitu. Yang satu bilang sebaliknya. Jadi saya hanya bisa menekankan untuk masing-masing pihak untuk tetap menjaga ee komitmennya, membuka komunikasinya. Tapi memang dengan banyaknya pembahas
1:15:41 juga tidak mungkin menjangkau satu persatu. Saya hanya pegang di IC di masing-masing eselon 1. Jadi misalnya ada empat esel 1 ya saya pikir empat orang. Empat orang itu nanti ke bawahnya lagi ke bawahnya lagi ya. Tapi terima kasih, Pak. Itu memang kamius upayakan perbaikan terkait hal tersebut, baik di proses perencanaan maupun proses ee revisinya nanti. Kemudian kalau misal perional kami di tim DAK non fisik biro perencanaan hanya delan orang termasuk saya. Itu pun sudah kami membagi masing-masing orang pegang daerah yang mana. Kalau yang Bapak maksud regional seperti itu sudah kami lakukan ya. Jadi saya pegang daerah mana nanti Mbak Nur yang mana, Mas Efim mana
1:16:26 e Mbak Liris yang mana dan sebagainya. Jadi itu sudah kami bagi dengan orang yang ada di kami 8 orang ini untuk mengurusi 37 provinsi, 508 kabupaten kota, dan 10.000 lebih Puskesmas dengan berbagai karakter yang berbeda-beda. Oke, jadi ya kami terima masukan Bapak Ibu untuk perbaikan kami. Tapi tolong teman-teman juga memperbaiki terutama tidak menunda pekerjaan dan selesaikan semua sesuai proses bisnisnya, sesuai jadwalnya supaya lancar semuanya. Kami mau lari ke 2026 tapi kakinya masih diikat untuk ngurus SPB tahap 2 yang belum selesai. Kemudian, nah ini Pak Yusri ya, PMT-nya
1:17:15 kegedean itu memang kalau bicara masalah PMT agak kompleks sebetulnya. Di satu sisi usulan secara nasional dari teman-teman kesehatan keluarga kebutuhan PMT sekian banyak karena mereka memiliki jenis target dan jumlah target yang sudah dibuat. Ternyata teman-teman di Puskesmas targetnya berbeda ya, baik jumlahnya maupun jenisnya. Kalau teman-teman cashpr menganggap kok ini harusnya bisa sasarannya diperluas tidak hanya yang kek saja tapi ternyata di teman-teman Puskesmas hanya melaksanakan mobil kek dan balita gizi
1:18:00 kurangara ada sasaran lain yang harusnya bisa diberikan P itu yang belum ketemu titik temunya maupun di proses revisi kami sudah sampaikan bahwa teman-teman daerah punya sasaran sekian, mereka merasa uangnya terlalu besar, akan digeser ke kegiatan lain yang lebih memerlukan. Tapi ternyata kebijakan dari cashm masih sama. Mereka menganggap laporan yang masuk di sistem pelaporan ee PMT itu belum sesuai, belum mencapai target yang kalau enggak salah minimal 90%. sehingga kemarin revisi-revisinya tidak disetujui. Kalau yang sudah melampaui target akan disetujui ee revisinya. Jadi
1:18:47 memang perlu diskusi lebih lanjut antara teman-teman dengan casp ini juga. Kemudian Pak Sayuti menu ya menunya ada di Krist segera ya. Memang kami sudah ditanggil oleh BAPENAS jam .00 sore ini sehingga agar mereka bisa segera menanam di Kristosi hari Senin semuanya sudah ee lancar ya. Jadi hari ini sampai hari Senin nanti kami kerja keras untuk ee menyiapkan dan memastikan menu serta lokusnya sudah fix final. Setelah itu baru kami bisa infokan ke teman-teman semua sebelum melihat di Krishnanya gitu kan. Takutnya di Krisna lihat aplikasi masih ada yang
1:19:33 terganggu dan sebagainya. Tapi kalau by surat nanti lokusnya di mana saja bisa langsung dibaca. Kemudian kalau SOTK ya sebenarnya kan kita kerja di Bok tidak terkotak-kotak bukan karena oh ini milik Yankes, oh ini milik Kesmas, enggak gitu milik P2. Ini adalah milik masyarakat bagaimana teman-teman bisa mengelola itu dengan baik. Kami di sini ini diusul menu tertentu diusulkan oleh casprint karena memang programnya ada di sana. Tapi bukan berarti pelaksanaan nanti juga harus terkotak-kotak, harus lintas program. Teman-teman kepala puskesmas yang lebih memahami ini atau di kepala dinas lebih memahami bagaimana proses ini bisa berjalan dengan baik. Ya, enggak cuma
1:20:22 yang tadi bukan cuma kegiatan ee apa pelayanan kesehatan bergerak. pun untuk kegiatan pelatihan maupun buat misal yang pelatihan adanya di mana apakah ada di programnya atau ada di SDMK sebagainya itu tolong diatur oleh masing-masing kepala dinas dan kepala Puskesmas. Tujuan kita sama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat itu saja. Kemudian Pak Zenal sama PMT tadi pagunya tergantung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kota. Untuk jurnis PMT dulu awalnya 80 + 15 + 5 itu banyak yang kesulitan kenapa harus dibuat 5%? Nah, akhirnya dilebur yang 80
1:21:07 untuk mengamankan belanja bahan tetap 80% agar nilai gizinya terjaga. Sementara untuk yang pendukungnya untuk pengolahan, distribusi, dan manajemen itu dilebur jadi satu supaya memberikan keleluasaan untuk teman-teman di Puskesmas. Kalau dirasa 20% itu tidak perlu untuk manajemen, silakan 80 eh 20%-nya bisa dipakai untuk upama masak, dan distribusi, tapi tetap harus ada laporan, tapi laporannya tidak mengambil porsi uang dari PMT tersebut. Silakan. Jadi kami tidak terlalu mengunci ya. Jadi jangan sampai waktu di Ri ada komplain sekarang sudah dibuka eh ada yang komplain juga. Terus kami harus buat apa? Mungkin kami buat tiap daerah
1:21:54 aturannya berbeda-beda gitu ya. Jadi tolong bisa menyesuaikan saja dengan diberikan keleluasaan seperti ini harusnya teman-teman puskesmas lebih mudah untuk mengatur. Ya mungkin itu dari saya. Silakan Mbak atau Mbak Nurul untuk akunna tadi bagaimana ya? Apakah bisa per Puskesmas atau selama ini dipegang siapa akun? Silakan, Pak. Ee izin menambahkan terkait dengan akun Krisna. Eh, sebenarnya Puskesmas sudah bisa membuat akun Krisna ya. Tapi memang ee sementara ini memang levelnya sama dengan Dinas Kesehatan
1:22:40 sehingga nanti ketika Puskesmas itu menginput ee dengan akumnya itu bisa melihat ee Puskesmas yang lain. J memang sebaiknya dalam proses penginputan atau nanti ee upload data dukung itu tetap diawasi oleh Dinas Kesehatan sehingga tidak mengganggu ee e Puskesmas yang lainnya. Seperti itu sudah bisa kok dari tahun kemarin juga sudah bisa level Puskesmas. Tapi memang ee tidak seperti Erengar. Kalau Erengar dia terbuka hanya untuk Puskesmasnya. Kalau ini di ee di Erenggar karena dia levelnya ada di detail ee untuk lokusnya sehingga dia akan terbuka untuk semua pasesmas di
1:23:28 kabupaten. Oke, betul Mbak. Jadi gitu ya ee teman-teman semua. Jadi kalaupun nanti di ee memang sudah ada kesempatan untuk itu, tapi tolong jangan saling ganggu. satu guru, satu ilmu, jangan saling mengganggu. Jadi, tugas kepala ee Dinas Kesehatanlah untuk mengkoordinir itu semua supaya para puskesmas hanya ngurus Puskesmasnya saja. Jangan mengganggu Puskesmas yang tangganya ya. Baik. Oke, saya buka yang terakhir ini ya karena sudah hampir pukul .00 Ya, kami harus siap-siap untuk me memastikan menu dan alokus tadi. Empat penanya terakhir ini tidak ada penambahan lagi, mohon maaf. Tolong
1:24:14 singkat saja. Pertama, Pak Thas. Silakan kalau ada pertanyaan yang lain bisa disambung di Telegram. Paks, selamat sore, Pak danim. Terima kasih atas kesempatannya. Langsung saja. Eh, ini ada titipan dari teman-teman kesmas dari bidang kesmas. terkait dengan salah satu menu yang diusulkan oleh Kabupaten diusulkan di tahun 2025 Kabupaten Maluku Barat Daya yaitu pelatihan keterampilan dasar kader Posiand. Ee untuk tahun kemarin itu pada saat finalisasi sudah disampaikan oleh teman-teman dari bidang kesmas bahwa di Kabupaten Maluku Barat Daya itu kami belum dilakukan belum pernah dilakukan pelatihan keterampilan dasar kader untuk
1:25:00 petugas sehingga pada saat finalisasi itu sudah disampaikan namun ee tidak bisa diakomodir dan usulan untuk pelatihan keterampilan dasar kader posiandu itu tetap dibawa di finalisasi masuk pada finalisasi usulan 2025 dan ee tahun ini kami belum bisa untuk melaksanakan kegiatan itu karena alasan yang tadi Pak ee petugasnya belum pernah dilatih untuk ee keterampilan dasar kader untuk petugas. Oleh sebab itu mungkin bisa mohon bantuan Pak Maliki dan tim untuk bisa meneruskan ke teman-teman e pengampu di kementerian terkait masalah ini. Karena di tahun 2024 itu ee lewat provinsi ada
1:25:45 kegiatan pelatihan dasar kader untuk petugas tapi Maluku Barat Daya tidak diakomodir karena keterbatasan anggaran, Pak. Itu yang pertama, Pak. Yang kedua ee terkait uang harian untuk kegiatan kelas ibu hamil. Mungkin ini sudah pernah saya sampaikan ke Bapak pada saat Monev. ee mungkin bisa jadi satu persepsi untuk teman-teman pengampu di kementerian terkait hal ini. Pada saat usulan awal, sinkronisasi dan finalisasi itu informasi yang dari awal usulan awal sampai ke finalisasi itu bisa terdeliver sehingga dan kami des pada saat usulan awal itu sudah disetujui uang harian pada saat sinkronisasi beda lagi.
1:26:30 Kemudian di usulan akhirnya harus dihapus sehingga puskesmas yang agak sulit ee wilayah kerjanya di Kabupaten Maluku Barat Daya itu sama sekali tidak bisa mendapatkan uang harian untuk kegiatan kelas ibu hamil. Kemudian yang ketiga itu untuk ee ee untuk aplikasi Krishna di Kabupaten Maluku Barat Daya itu kami pada saat finalisasi itu ee Puskesmas bisa melakukan konfirmasi daerah. Jadi kami bingung ee untuk konfirmasi daerah ini dilakukan oleh ee Dinkes kabupaten ee Dinkes atau oleh Puskesmas. Kami mengarahkan Puskesmas untuk melakukan konfirmasi daerah. Sedangkan informasi yang dapat ee didapat di
1:27:17 Puskesmas itu agak simpangsur sehingga ada sebagian menu kegiatan yang di tahun 2025 itu tidak dikonfirmasi oleh Puskesmas sehingga ee tidak ada, Pak, untuk Kabupaten Malukuarda untuk beberapa puskesmas. Oke, mungkin itu Pak. Terima kasih. Baik, makasih Pak Thomas. Berikutnya Bu Reni silakan. Bu Reni ya. Inat saja Bu. Silakan. Terima kasih Pak atas kesempatannya. Saya Reni dari Puskesmas Sri Kuncorok Kabupaten Bengkulu Tengah. Ee di sini yang mau saya mungkin sekedar kayak saran dan ee evaluasi aja mengenai PMT
1:28:05 ya, Pak. Untuk MT kayaknya kita harus menyesuaikan anggaran yang diberi dari pusat. Kayaknya harus kita sesuaikan dengan Juknis juga, Pak. Karena ee Juknis tahun ini kan berbeda dengan tahun 2024. Juknis tahun ini ee untuk yang pemberian PMT itu kita hanya bisa memberikan satu siklus kepada anak yang kita beri. Ee kalau yang tahun 2024 kan misal anak itu di 2T dua kali timbang tidak naik kita kasih. Terus misalnya beberapa bulan kemudian ee anak itu mengalami gizi kurang itu masih kita bisa kasih. Kalau yang tahun 2024 juknisnya seperti itu. Untuk yang tahun 2025 itu ee juknisnya cuma hanya boleh
1:28:53 kita kasih satu siklus dalam 1 tahun. Jadi untuk penyerapan anggarannya ee realisasinya kami masih kecil gitu, Pak. Ee mungkin untuk tahun 2026 itu boleh disinkronkan dulu terhadap Juknis gitu, Pak. Jadi ee antara anggaran dengan Juknis itu sesuai. Terima kasih, Pak. Iya, makasih Bu Ri. Silakan Pak Alif dari Kalsel. Pak Ali silakan. Belum dibuka. Silakan, Pak. Izin. Baik, terima kasih Pak Maliki. Ee izin singkat
1:29:39 saja Pak Maliki karena waktunya sudah terbatas juga dari Bapak. Ee terkait untuk tahap usulan ini nanti Pak ee tangan untuk tahap usulan ini nanti. Maaf, kurang jelas, Pak. Ee ini apakah sudah jelas, Pak? Iya. Iya. ee terkait di tahap ini nanti, Pak ee untuk penandatanganan surat usulan maupun rekapitulasi usulan ee nantinya apakah ditanda kepala daerah atau cukup kepala dinas saja ya, Pak? Karena kalau kepala daerah kami juga deg-degan juga nih, Pak karena waktunya yang lumayan singkat. Demikian, Pak Maliki. Terima kasih. Makasih, Pak. Silakan, Pak Toto, ya. Selamat sore, Bapakih
1:30:26 Pak Maliki atas waktunya. Ee gini, Pak. Untuk data dukungnya itu yang untuk Puskesmas itu apakah nanti upload-nya itu sendiri-sendiri? Soalnya kalau untuk yang di Krishna itu kemarin gabung, Pak. Terus yang kedua itu untuk uang hari yang untuk tahun 2025 uang harian itu apakah masih bisa diberikan atau tidak untuk yang honor PNS, Pak? Terima kasih, Bapak. Selamat sore. Sore. Oke, terakhir satu nih ada Bu Maria. Silakan. Baik, terima kasih Pak Maliki. Selamat sore untuk kita semua. Sore ya. Izin saya dari KabupatenKo
1:31:12 ee memberi saran saja, Pak, terkait dengan kegiatan yang masuk dalam pelatihan, Pak. Ini memang setiap tahun ini menjadi kendala untuk kegiatan pelatihan terkhusus kami di kabupaten. Karena sekarang pelatihan-pelatihan itu dia harus ke lembaga yang terakreditasi. Misalnya kami Kabupaten Nagikia harus ke provinsi, ke Kupang. ini membutuhkan besarnya di biaya ee transportasi udara dan lainnya karena memang tidak ada tempat pelatihan yang jalan darat lebih ke ee transportasi udara. Kemudian pada saat kita mengusulkan di DS itu pelatihan sesuai lokus ee ini menjadi kendala adalah di saat ee sudah dikembalikan ee dari pusat itu bahwa oh yang pagu untuk pelatihan cuman sekian. kita dalam menentukan pelatihan apa yang
1:31:59 sesuai lagi bingung Pak mau dipotong yang mana yang mana kan nanti kami dianggap bahwa tidak mengambil lokus itu padahal pagunya tidak sudah tidak sesuai dengan usulan kami. ini mungkin masukan ke depannya ee di 2026 pada saat ee di feedback kembali ke umpan balik ke kabupaten itu sudah ditentukan pelatihan-pelatihan ini yang diakomodir sehingga kita tidak membagi-bagi lagi seperti membagi-bagi roti begitu kecil-kecil oh pelatihan ini dikurangi orangnya pelatihan ini ini dikurangi orangnya begitu Pak Maliki. Izin saya kembalikan. Oke. Baik makasih. Oke, ya. Saya tidak buka sesi lagi. Saya ingin menanggapi ee sesi terakhir ini. Pak Thomas tadi Pak Thomas seolah-olah jadi dipaksa melakukan pelatihan untuk kader walaupun
1:32:46 yang melatih belum ada gitu ya. Jadi sebetulnya kalau memang daerah memahami belum mampu melakukan itu ya jangan diambil walaupun dipaksa. Nah, jadi gini. Kalau saat pengusulan pembahasan di terutama nanti di finalisasi di RPD ya, kalau ada kendala dengan pembahas ya, artinya misalnya pembahas memaksakan sesuatu yang tidak mungkin dikerjakan oleh teman-teman di Puskesmas maupun di kabupaten dan provinsi, tolong hubungi kami langsung supaya kami bisa jembatani. Jangan ngasih tahunya setelah lewat, setelah BN ditanda tangan, terus baru bilang, "Pak, sebenarnya kemarin kami enggak mau tapi di pasar sudah terlambat itu semua. Jadi tolong saat pembahasan ada masalah langsung kasih tahu saya supaya saya
1:33:32 bisa menjembatani cari ee titik tengahnya yang baik untuk semuanya gitu ya. Kemudian ee uang harian kelas ibu hamil ya ee sebetulnya semua rincian menu itu sudah ada komponennya. Kalau komponennya di Krishna tidak ada, maka itu tidak boleh diusulkan dan tidak bisa memang diusulkan. Tapi kalau ada komponennya silakan diusulkan dengan data dukung yang ee baik tentunya ya semua nanti kami juga akan ee membuat lagi seperti tahun lalu komponen-komponen pembiayaan untuk masing-masing rincian seperti apa. Jadi
…