0:00 Elia ini dalam masa kekeringan banyak orang di luar kelaparan, Elia dapat asupan makanan. Apa, Saudara? Steak. Oh, kalau Tuhan yang ikut campur, kualitasnya di atas rata-rata. Loh, kalau dia kelaparan ngapain ngasihkan daging ke orang lain? Ya dia ambil sendiri. Ini gak masuk di hitungan. Tapi ini kekuatan Tuhan. Mau dia kelaparan kalau Tuhan sudah suruh kirim, Tuhan kirim. Saya biasanya kasih contoh begini, Bapak Ibu, ya. Saya kasih contoh begini. Saya
0:47 ini kan punya permanen residen dari Austral. Nah, di Australia kita yang punya permanen residen. Kita kalau cek darah semuanya itu gratis. Iya kan? Lalu kemudian saya jalan-jalan ke Surabaya. Lalu di sebuah klinik ada tulisan cek darah komplit R3 juta. Iya kan? Lalu kemudian saya masuk karena saya mau cek darah. Kira-kira menurut Bapak Ibu konyol enggak? Konyol. Kecuali saya sudah kejang-kejang ee mepet enggak bisa nunggu pulang Australia. Ya kan C-Citanya seperti itu kan. Nah, kalau saya melihat ada klinik yang kemudian menawarkan diskon separuh
1:35 harga Rp15uta misalnya, saya masuk ke dalamnya. Menurut Bapak Ibu saya bijak gak? Kenapa? Ahah. Karena ada yang gratis, Saudara. Dan saya suka yang gratis kan? Betul. Saya pernah punya teman orang kaya. Orang kaya. Ternyata satu kali di daerah Amad Yani di gedung apa gitu loh? Di Amat Yani itu ada gedung apa gitu loh? Ee DBL atau apa aku gak tahu. Tapi di situ ada acara pembagian karena karena marketing Indomie. Indomi itu ngadakan marketing. Jadi ada pembagian Indomie gratis yang mengesankan
2:22 pasti yang mana di mana-mana ada pembagian gratis itu kan banyak toh berjubel kan. Saya kaget ini orang kaya ikut antri. Saya bilang, "Ci, ngapain antri? Indomie loh cuman berapa kamu tuh kok sampai ngebelain dapat berapa ya lumayan burut aku ngantongin dua oh Tuhan ngantongin dua dibelain antri dari pagi saya jadi kepo kenapa penasaran ci cuma dapat dua kamu kamu senang tak dapat dua oh saya puas bu kenapa ibu tahu gak semua yang gratis tuh rasanya beda saya baru tahu jawabannya semua yang
3:07 gratis rasanya lebih enak, lebih mantap dan gurih katanya. Bapak, Ibu, makanya saya tuh mau kasih tahu ya. Saya ini pegang PR-nya Australia fasilitas untuk mendapatkan pengobatan maupun cek gratis. Iya toh. Tapi ketika sampai di Surabaya karena ada dengar kata diskon, mungkin saya ee mendaftarkan diri untuk ikut pengobatan. Saudara, Anda akan setuju dengan saya itu sebuah keputusan yang kurang pintar. Betul. Terus Anda tanya sama saya, "Bu Rut, kenapa kok Bu Rut cek DK sini? Kan bisa pakai fasilitasi Burut sebagai PR
3:53 di Australia." Terus jawabannya saya gini, lupa aku. Aku lupa kalau punya fasilitas. Saudara, hidup ini ada susah. Tapi saya berdoa, jangan lupa. Anda punya Tuhan. Amin. Yang katanya Ayub pasal 41, dia yang punya semuanya. Cuaca boleh gak kerja sama sehingga panen gak terjadi. Tapi Anda lupa Tuhan berkuasa di atas cuaca. Anda bilang panenan makin berkurang dan tambah sepi. Anda lupa Tuhan berkuasa di atas semua orderan. Amin. Nah, ini Anda tepuk tangan berarti
4:42 banyak yang orderannya sepi. Loh, sudah bisa ditebak kok. Iya kan orderannya banyak yang sepi. Makanya saya cuma mau bilang, jangan gara-gara melihat apa yang di depan Anda sampai lupa bahwa Anda punya Tuhan yang menguasai semuanya. Anda sebutlah krisis, Bu. Tuhan di atas krisis. Anda bilang ekonomi lagi seret, Bu. Tuhan di atas kondisi ekonomi. Amin. Jadi karena itu jangan lupa libatkan jalan sama Tuhan. Nah, saya tunjukkan lagi Bapak Ibu di dalam satu
5:28 Raja-raja 18 kita baca Elia mengalami masa kekeringan. Betul. Lalu kemudian Alkitab menceritakan cerita yang sangat familiar buat saudara. Elia dapat makan apa? Dari mana? Burung gagak dan dapat minum dari air di sungai Kerit. I kan logikanya, logikanya ini intervensi Tuhan. Cuman Tuhan yang campur tangan. Kalau gak campur tangan Tuhan gak mungkin. Elia ini dalam masa kekeringan banyak orang di luar kelaparan. Elia dapat asupan makanan apa, Saudara? Steak. Oh, kalau Tuhan yang ikut campur,
6:14 kualitasnya di atas rata-rata. Saya yakin sebelum itu Elia gak pernah makan steak. Kenapa? Karena makanannya orang Israel rata-rata adalah dari gandum. Karena steak termasuk kemewahan. Betul enggak? Elia dikirimin steak sehari dua kali cukup. Karena saya pernah ngerasain kalau kita makan daging itu kenyangnya lama ya. Kalau kita makan mie kenyangnya sebentar, habis itu lapar lagi. Makanya dipikir-pikir kalau makan mie bahaya juga ya. Nah, Elia dikirimin makan steak dua kali sehari. Loh, saya membayangkan jangan-jangan Elia keluar dari tepi sungai keret. Badannya bentuk semuanya.
7:01 Otot-otot terbentuk karena yang dikerjakan di tepi sungai Keret adalah selain bersengkerama dengan Tuhan, dia olahraga mungkin mungkin nge-jym di tepi Sungai Keret kan gak ada kerjaan yang lain toh ya, Saudara. Mungkin dia nge-jym jadi keluar-keluar makanannya berkualitas, bermutu, olahraganya airnya luar biasa keluar-keluar badannya seperti mungkin enggak ada sih di Alkitab ini bisa penyesatan. Jadi intinya Anda bayangkan orang-orang pada umumnya cuman makan gandum tapi Elia dapat makanan daging. Kalau Tuhan intervensi jauh lebih bagus daripada kamu yang pakai kekuatan.
7:48 Saya percaya kalau Elia ngotot pakai caranya untuk cari makan, hancur dia. Karena semua kelaparan. Tuhan punya segalanya. Saya sempat mikir loh, Bapak Ibu kan gak pernah mikir yang dibilang sama pendeta kan rata-rata gini. Ini yang terjadi pada Elia dibawain daging ini gak masuk akal. Karena yang membawakan daging bukan Gojek. Karena yang bawa daging itu burung gagak. Burung gagak makanannya daging juga. Dia kan karnivor ada yang makan bangkai-bangkai dan gitu kan. Saya cuman sempat mikir gini, apa burung gagaknya
8:34 ndak kelaparan loh. Kalau dia kelaparan ngapain ngasihkan daging ke orang lain? Ya dia ambil sendiri. Ini gak masuk di hitungan, tapi ini kekuatan Tuhan. Mau dia kelaparan kalau Tuhan sudah suruh kirim, Tuhan kirim. Saya ingat beberapa puluh tahun lalu, Bapak Ibu, ada seorang oma dan puji Tuhan, oma itu saya masih ingat karena namanya Omar Rut, tapi bukan saya. Oma Rut beneran. Dan dia itu dia itu gak punya punya anak di tempat yang jauh dan waktu itu masa sulit dan dia itu gak kepengin
9:20 ngerepotin dan nyusahkan anaknya. Dia gak mau membebani anaknya. Singkat cerita dia tuh ee orang yang ya yang namanya oma mungkin kerjanya sehari-hari cuman bergaul dengan Tuhan. Saudara saya masih ingat dia cerita setiap hari dia dikirimi makanan melalui seekor anjing kampung. Orangnya tinggal di daerah Darmo zaman dulu. Saya gak tahu apakah beliau masih hidup. Dan dia dikirimin anjing setiap dikirimin makanan setiap hari dari seekor anjing. Lucunya anjing itu bawa tas kresek. Kadang anjing ini bawa tas kresek isinya daging. Kadang dia bawa tas kresek
10:05 isinya sayur. Pertanyaan saya, saya tanya sama si oma, "Oma, siapa yang ngeresekin?" Dia bilang, "Saya juga ndak tahu." "Lah itu anjing punya siapa, Om?" "Saya ndak tahu. Tapi yang saya tahu dia anjing kampung. Karena modelnya dekil. Tuhan bisa pakai loh anjing bawa tas kresek isi daging gak masuk akal. Itu pernah terjadi di Surabaya pada oma yang namanya Omar Rut, Saudara. Karena Tuhan yang punya semuanya. Mau ngalamin itu, Anda jangan lupa, jangan pakai kekuatanmu. Ada Tuhan kita yang di atas semuanya. Yeah.