0:00 Pernah enggak sih kalian niatnya itu belajar 3 jam tapi baru 15 menit kalian udah buka TikTok, scroll IG, buka YouTube, dan tiba-tiba udah magrib. Padahal materi yang kalian baca itu masih di halaman pertama. Kalau kalian pernah merasakan hal yang sama, kalian tenang aja karena kalian itu enggak sendirian. Masalah fokus belajar itu bukan hal yang baru. Dari kecil gua merupakan orang yang kesulitan banget untuk fokus belajar. Dan dulunya gue juga mengira masalah fokus itu adalah bawaan lahir dari setiap orang. Tapi makin dewasa gua makin sadar yang namanya fokus belajar itu bukanlah sebuah bakat dari lahir, tapi melainkan sebuah skill yang bisa kita asah. Kenapa gua bisa mengetahui hal ini? Karena gua sudah berhasil membuktikannya ke diri gua sendiri. Setelah melakukan beberapa cara dan eksperimen, akhirnya gua menemukan beberapa hal yang bisa membuat gua fokus lebih lama ketika gua belajar. Dan yang gua perhatikan teman-teman, gua masih melihat banyak orang yang belum
0:46 sadar bahwa fokus belajar itu tidak hanya meningkatkan pemahaman kita terhadap materi yang kita baca aja, tapi bisa fokus belajar berjam-jam itu juga bisa membuat kita mendapatkan waktu luang yang lebih atau bisa kita sebut dengan efisiensi waktu. Dan hari ini gua akan spill tujuh cara simpel gua untuk bisa fokus belajar berjam-jam tanpa bikin otak meleleh. Selamat datang di kelas tanpa batas. Hal pertama yang bisa kalian lakukan adalah ketika kalian belajar, cobalah membaca dari produk kertas, bukan produk digital. Maksud dari produk digital ini adalah kayak PDF, Microsoft Word, atau PowerPoint. Tapi disclaimer dulu. Kalau misalkan kalian memang udah nyaman membaca dalam produk digital, ya enggak masalah. Kalian bisa tetap melakukannya kok. Tapi gua pribadi, gua adalah orang yang lebih suka belajar dari buku, bukan PowerPoint atau PDF. Karena gini,
1:31 Teman-teman, kalau misalkan kita belajar dari media digital, berarti kan kita harus buka laptop. Dan laptop itu banyak banget godaan distraksinya. Karena ketika kita belajar dengan laptop, jarak kita dengan distraksi itu hanyalah satu klik aja. Artinya, hanya dengan satu klik aja kalian bisa akses TikTok, Instagram, YouTube, dan WhatsApp. Dan hal ini belum termasuk notifikasi yang tiba-tiba muncul walaupun enggak kita klik. Jadi, ketika gua belajar, gua itu selalu menyiapkan buku catatan gua sendiri. Nah, contohnya nih kayak gini. Dan ini semua adalah tulisan gua sendiri. Tapi gua paham zaman sekarang guru atau dosen kalian di kuliah itu biasanya ngasih materi dalam bentuk PPP atau PDF kan. Nah, kalau hal ini terjadi yang bisa kita lakukan adalah pindahkan semua materinya dari bentuk digital ke buku catatan kita sendiri dengan cara mencatat ulang menggunakan bahasa atau
2:18 pemahaman kita sendiri. Cara ini menurut gua sangatlah efektif, Teman-teman. Karena gini, Teman-teman, ketika kita mencatat ulang menggunakan bahasa kita sendiri, otak kita itu secara aktif sedang mencoba memahami materi yang kita baca. Dan proses ini juga termasuk proses belajar. Ketika kita mencatat, kita itu akan terbebas dari distraksi. Karena tangan, mata, dan otak kita itu sedang sibuk. Jadi, kita enggak bisa ngapa-ngapain lagi. Dan kalau semua materinya udah berhasil kalian pindahkan ke dalam bentuk catatan, habis itu kalian tinggal belajar dari catatan itu aja deh. Dan ada satu hal lagi yang membuat gua lebih suka belajar dari buku dibandingkan dengan laptop, yaitu fleksibilitas. Dari pengalaman gua, ketika gua menemukan sebuah informasi penting, gua akan dengan mudah bisa menandai bagian tersebut dengan cara digaris bawahi, dilingkari, atau dengan stabilo. Gua paham sih dengan laptop
3:04 kita juga bisa melakukan hal yang sama, tapi menurut gua lebih ribet aja gitu. Dan sama halnya ketika kita mencoba menambahkan catatan tambahan di materi kita. Menurut gua kalau pakai laptop itu akan agak ribet karena kadang-kadang formatnya itu jadi keganggu. Tapi kalau misalkan kita pengen nambahinnya di buku catatan kita sendiri ini akan jauh lebih fleksibel. Soalnya kita bisa nyelipin tulisan kita di bagian manapun yang kita mau dan kita tinggal atur aja deh ukurannya supaya muat. Banyak banget orang yang masih menyepelekan persiapan belajar. Padahal dari pengalaman gua sendiri, persiapan belajar itu akan sangat membantu kita untuk tetap fokus ketika kita belajar nantinya. Coba bayangin deh, kalian lagi fokus-fokusnya belajar, tapi kalian di tengah-tengah sadar kalau catatan kalian itu enggak lengkap. Nah, biasanya kalian itu bakal keedistr untuk bolak-balik nyari catatan kalian yang hilang. Dan
3:49 percaya deh sama gua, ini hanyalah salah satu contoh dari persiapan belajar yang buruk. Dan gua belajar ini dari pengalaman gua sendiri. Jadi saran gua adalah sebelum kalian mulai belajar, kalian coba pastikan dulu beberapa hal ini. Yang pertama adalah pastikan semua bacaan materi kalian itu sudah dikumpulkan dalam satu lokasi yang sama. Yang kedua adalah jauhkan diri kalian dari distraksi elektronik. Contohnya itu kayak HP, laptop, TV, dan lain-lainnya. Yang biasa gua lakukan adalah gua silent HP gua dan gua taruhnya itu kebalik. Jadi layarnya menghadap meja. Yang ketiga adalah pastikan kondisi tubuh kalian itu optimal dan fit untuk belajar. Artinya kalau misalkan kalian lagi ngantuk, kalian jangan paksain belajar, tapi kalian coba tidur aja dulu atau minum kopi. Yang keempat, teman-teman, pastikan semua hal yang kalian butuhkan sudah berada di dalam ruangan belajar kalian. Contohnya itu
4:35 kayak air minum, cemilan makanan, alat tulis, sampai kertas coret-coretan kalau memang kalian merasa butuh. Yang terakhir adalah pastikan ruangan kalian itu nyaman untuk belajar. Mulai dari pencahayaan yang cukup, kursi yang nyaman untuk didudukin berjam-jam sampai suara di sekitar kalian itu tidak mengganggu proses belajar kalian. Gua sangat yakin dengan persiapan yang baik pasti akan membantu kalian untuk bisa fokus belajar berjam-jam. Yang ketiga adalah tetapkan tujuan kalian. Jangan asal belajar. Gini teman-teman yang gua perhatikan adalah ada dua alasan kenapa orang itu suka gagang fokus ketika belajar. Yang pertama adalah kita enggak tahu mau mulai dari mana. Dan yang kedua adalah ketika kita membuka buku, kita berharap otak kita ini bisa mengerti sendiri ketika kita membaca. And that's not how it works. Dari pengalaman gua sendiri, ketika gua belajar tanpa mempunyai
5:21 tujuan yang jelas itu sama aja kayak gua sedang dalam kondisi mati lampu, enggak ada cahaya sama sekali, dan gua bingung mau jalan ke mana. Sekarang bayangkan di kondisi mati lampu tersebut, tiba-tiba muncul sebuah cahaya di ujung ruangan. Kita pasti akan mencoba untuk menuju cahaya tersebut, enggak peduli seberapa banyak pun distraksi di depan kita. Sama halnya dengan belajar. Kalau misalkan kita enggak punya target, kita enggak akan tahu kapan memulainya, kapan mau berhentinya, dan kita akan sangat mudah terdisaksi dengan hal-hal yang enggak penting. Dan dari pengalaman gua sendiri, ketika gua merumuskan tujuan belajar gua, ada dua unsur yang selalu gua pakai. Yang pertama adalah cangkupan materi atau scope dan yang kedua adalah batasan waktu atau deadline. Jadi, gampangnya sebelum belajar kalian coba tetapin dulu hari ini kalian mau belajarnya itu apa dan kalian mau belajarnya itu berapa lama. Contohnya misalkan hari ini gua pengen belajar
6:08 biologi bab 5 sampai jam 5.00 sore dan habis itu gua pengen belajar kimia bab 7 sampai jam 09.00 malam. Dengan tujuan kayak gitu, otak kalian akan tahu apa yang harus kalian capai. Dan dengan begitu, gua yakin sekarang otak kalian akan lebih termotivasi karena sekarang kalian udah punya parameter sukses yang bisa kalian ukur. Terkadang cara terbaik untuk ningkatin fokus adalah ganti tempat belajar. Gua yakin banget di antara kalian pasti banyak banget yang ngerasa kalau otak kita ini cepat banget bosan. Apalagi di situasi yang monoton. Dan kalau otak kita udah merasa bosan, pasti kita rasanya gatal banget untuk ngelakuin hal yang lain. Pokoknya gua sendiri kalau lagi merasa bosan, gua kadang-kadang kayak tiba-tiba aja gunting kuku, bolak-balik ngambil makanan sampai buka TikTok. Dan yang paling parah adalah terkadang gua malah jadi merasa ngantuk. Nah, makanya pindah
6:55 tempat belajar itu bisa memberikan kita efek mental riset. lingkungan yang baru itu bisa merangsang otak kita untuk lebih waspada, lebih terjaga, dan lebih siap untuk menyerap informasi baru. Nah, makanya setiap gua lagi belajar dan merasa bosan berada di ruangan tersebut, gua akan pindah tempat. Dan yang namanya pindah tempat itu enggak usah jauh-jauh banget. Terkadang gua itu cuma pindah dari kamar ke ruang tamu. Dan mungkin buat kalian yang pengen coba, kalian bisa melakukan yang namanya rotasi harian. Misalnya kalau pagi kalian belajarnya itu di meja belajar dan kalau siangnya kalian coba belajar di ruangan terbuka atau di taman. Dan malamnya kalian bisa coba belajar di ruang tamu. Dan gua yakin banget dengan cara ini mood belajar kalian itu akan sangat meningkat. Karena gini teman-teman, yang belum banyak orang sadari adalah terkadang kita itu susah fokus bukan karena kita capek belajar, tapi sesimpel
7:42 karena kita jenuh sama tempat kita belajar aja. Dan di sisi lain, cara ini juga membantu gua untuk memecah kebiasaan distraksi yang gua punya. Penjelasannya gini, Teman-teman. Misalnya setiap gua belajar di kamar, gua itu punya kebiasaan untuk terdistraksi oleh kasur di kamar gua. Dan setiap gua belajar di kamar, gua akan selalu ingat, oh iya nih ada kasur di belakang gua. Dan itu memunculkan distraksi lagi. Dan hal kayak gini berulang-ulang terus sampai membuat yang namanya rantai kebiasaan buruk. Dan si kebiasaan buruk ini itu sudah melekat pada ruangan tersebut. Jadi setiap gua lagi belajar di kamar, gua itu selalu tergoda untuk tidur-tiduran di kasur dan mainan HP. Jadi dengan kita pindah ke tempat lain, hal ini bisa memutus rantai kebiasaan buruk tersebut. Tapi harus diingat, Teman-teman, ketika kita mencari tempat baru, carilah tempat yang mendukung untuk belajar. Jadi jangan terlalu bising atau terlalu ramai. Cara kelima ini adalah cara yang
8:29 gua pelajari ketika gua masih jadi mahasiswa di ITB. Waktu gua kecil, patokan gua belajar itu selalu didasari oleh durasi waktu. Misalnya nih, hari ini gua menargetkan untuk belajar selama 3 jam. Dan setelah gua duduk di kamar, gua buka buku, gua coba baca materinya dan 3 jam lewat gua merasa udah belajar. Dan itulah yang dinamakan time based learning. di mana parameter kita sudah belajar atau belum itu diukur oleh patokan waktu yang sudah kita tetapkan. Jadi, enggak peduli gua udah paham atau belum, ketika 3 jam udah lewat ya gua merasa udah belajar dan bisa gua katakan cara ini sangat tidak efektif. Dan pendekatan seperti ini selalu bikin gua kesulitan untuk fokus. Karena di otak gua itu gua selalu mikir, "Udah berapa menit lewat ya? Udah berapa menit lewat ya?" Kayak gitu terus. Nah, ketika gua di ITB, gua belajar yang namanya content
9:14 based learning. Jadi daripada kita menggunakan durasi waktu sebagai parameter kita sudah belajar atau belum, cobalah gunakan pemahaman materi sebagai parameter yang baru. Contohnya kayak gini, Teman-teman. Daripada kalian bilang, "Oh, hari ini gua pengen belajar matematika selama 3 jam," mendingan kalian bilang kayak gini, "Oh, hari ini gua harus paham bab 5 di matematika." Dengan begitu, fokus otak kita ini akan tertuju pada pemahaman materinya, bukan pada sampai waktunya habis saja. Gua paham mungkin ini terdengar agak receh. Memang awalnya gua juga gak percaya masa iya sih cuma merubah pola pikir aja tapi efeknya bisa sebegitu besarnya. Tapi dari pengalaman gua sendiri teman-teman, justru hanya semudah dengan merubah pola pikir aja itu bisa membantu kita untuk fokus belajar berjam-jam. Yang namanya fokus belajar
10:00 berjam-jam itu bukan berarti kita belajar tanpa henti, ya. Justru kalau kalian pengin fokus belajar selama berjam-jam, otak kalian itu juga butuh yang namanya istirahat. Kalau otak kita udah terlalu panas karena memproses terlalu banyak informasi, jangan dipaksain belajar lagi. Itu artinya otak kamu sedang butuh jeda untuk memproses informasi. Mungkin poin ini memang akan sedikit kontradiksi dengan judul video ini ya. Karena pada realitanya teman-teman, otak kita itu tidak dirancang untuk fokus terus-menerus dalam waktu yang panjang tanpa jeda. Menurut studi, otak kita itu punya batasan kapasitas fokus aktif yang disebut attention spam. Biasanya otak kita itu hanya bisa fokus 20 sampai 40 menit sebelum efisiensinya itu menurun. Kalau kalian terus maksa, kualitas fokus kalian akan turun drastis. Yang artinya otak kalian akan tetap menyerap
10:45 informasi tapi tidak bisa diproses dengan baik. Dan yang selalu gua lakukan adalah peraturan 2 banding 1. Jadi contohnya kalau gua udah belajar 30 menit, gua akan istirahat selama 15 menit. Kalau gua udah belajar 1 jam, gua akan istirahat selama 30 menit dan berlaku kelipatannya. Jadi intinya sih perbandingan gua belajar dengan istirahat itu 2 banding sat. Dua itu untuk belajar dan satu itu untuk istirahat. Dan kalian gak usah ngikutin waktu gua sama persis. Saran gua carilah perbandingan waktu yang cocok untuk kalian. Kalau kalian merasa, "Ah, ini istirahatnya kelamaan nih, gua pengen pakai perbandingan 3 banding sat aja." Ya, itu juga enggak masalah. Yang penting ketika istirahat jangan kebablasan aja. Yang terakhir dan yang paling penting, fokus itu sama kayak otot. Makin sering dilatih akan semakin kuat.
11:31 Kalian jangan berharap langsung bisa fokus selama 3 jam dari awal. Kalian coba aja dulu fokus selama 20 sampai 30 menit baru besoknya coba 45 menit. Baru lama-lama kalian baru bisa fokus 2 sampai 3 jam dengan nyaman. Dan kalau kalian enggak bisa fokus, jangan pernah menyalahkan diri sendiri karena itu adalah hal yang wajar. Yang penting adalah kamu balik lagi dan coba lagi kayak gitu terus-menerus. Pokoknya ingat teman-teman, fokus itu bukanlah sebuah bakat, melainkan sebuah kemampuan. Dan yang namanya sebuah kemampuan itu bisa dilatih. Jadi gak ada orang yang terlahir langsung bisa fokus berjam-jam. Jadi barusan kalian sudah mendengar cara gua untuk bisa fokus belajar berjam-jam. Dan dari tujuh cara tersebut kalian bisa cobain satu persatu secara terpisah atau kalian bisa kombinasiin semau kalian. Dan misalkan
12:16 nih ya, kalian sudah mencoba beberapa cara yang tadi gua sebutkan dan ternyata gak bekerja diri kalian dan kalian gak merasa cocok dan itu enggak masalah banget karena kondisi mental setiap orang dan cara belajar setiap orang itu berbeda-beda. Karena di sini gua hanya memberikan sebuah opsi dan inspirasi aja. Jadi, gua berharap at least kalian mencoba. Jadi, cobain satu persatu dulu. Terus kalian bisa kombinasikan beberapa hal yang cocok buat kalian dan kalian coba lihat mana yang paling berpengaruh. Jadi, gitu dulu, Teman-teman. And now you know