UPGRADE Isi Otak Dalam 10 Menit (berdasarkan penelitian)

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang bagaimana otak kita dapat diubah dan ditingkatkan melalui pilihan dan kebiasaan sehari-hari, berdasarkan riset dari Dr. Wendy Suzuki. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi:

  • Neuroplastisitas: Otak kita tidak statis dan dapat berubah sepanjang hidup.
  • Aktivitas fisik: Olahraga meningkatkan kemampuan otak, termasuk daya ingat dan kemampuan belajar.
  • Rutinitas harian 10 menit: Aktivitas fisik singkat setiap hari dapat meningkatkan regulasi emosi dan kemampuan kognitif.
  • Koneksi emosional: Mengaitkan emosi dengan pengalaman dapat memperkuat daya ingat.
  • Aktivitas pagi: Pilihan aktivitas di pagi hari mempengaruhi suasana hati dan energi sepanjang hari.

Intro

Zahid memperkenalkan bahwa otak kita dapat diubah melalui pilihan yang kita buat. Riset dari Dr. Wendy Suzuki menunjukkan bahwa aktivitas seperti bergerak, membaca, dan bermain catur dapat meningkatkan kemampuan otak. Video ini akan membahas bagaimana tindakan sehari-hari dapat mengubah struktur dan fungsi otak.

Ketahui Neuroplasticity

Dr. Wendy Suzuki menjelaskan bahwa otak kita memiliki neuroplastisitas, yaitu kemampuan untuk berubah tergantung pada kegiatan dan kebiasaan yang kita pilih. Perubahan ini tidak hanya terjadi pada masa kanak-kanak, tetapi juga pada saat dewasa. Semakin sering kita menggunakan bagian otak tertentu, semakin mudah diakses bagian tersebut. Kita harus secara aktif memikirkan bagian otak mana yang ingin diperbaiki atau diperkuat melalui kebiasaan dan perilaku yang kita pilih.

Otak Kita Akan Selalu Berkembang

Dr. Wendy Suzuki menyatakan bahwa kita tidak terpaku pada kemampuan otak yang kita miliki sejak kecil. Tindakan yang disengaja seperti belajar, membaca, olahraga, dan mindfulness dapat membentuk pola mental baru, meningkatkan suasana hati, dan kemampuan kognitif. Olahraga sangat penting karena dapat meningkatkan ukuran dan efisiensi hipokampus, bagian otak yang bertanggung jawab untuk daya ingat dan kemampuan belajar. Olahraga juga membantu dalam neurogenesis, yaitu pembentukan neuron baru dan penguatan koneksi antar neuron. Selain manfaat jangka pendek, olahraga juga berfungsi sebagai asuransi untuk otak di masa tua, membantu mencegah demensia dan Alzheimer.

Bangun 10 Minutes Daily Routine

Dr. Wendy Suzuki menekankan pentingnya fokus pada rutinitas harian 10 menit. Alih-alih melakukan olahraga intensitas tinggi sekali seminggu, lebih baik melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan atau bersepeda selama 10 menit setiap hari. Rutinitas ini dapat membantu membentuk ulang otak dan meningkatkan regulasi emosi. Perubahan mungkin tidak terlihat langsung, tetapi akan terasa setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan dengan konsistensi.

Koneksi Emosional dengan Ingatan

Dr. Wendy Suzuki menyoroti kaitan antara koneksi emosional dan daya ingat. Pengalaman ayahnya yang mengidap demensia menunjukkan bahwa meskipun ingatannya tergerus, ia masih mengingat momen ketika Dr. Wendy mengungkapkan rasa sayangnya. Emosi yang kuat seperti takut, bahagia, dan bangga dapat memperkuat daya ingat. Untuk memperkuat daya ingat, latih diri untuk mengaitkan momen emosional ke setiap pengalaman. Misalnya, rasakan kebanggaan saat berhasil menyelesaikan lari 5K atau nikmati rasa takut saat pertama kali naik pesawat. Kasih sayang dan koneksi emosional akan terus mudah diakses meskipun fungsi kognitif lainnya melemah.

Morning Movement Effect

Dr. Wendy Suzuki membahas tentang "morning movement," yaitu bagaimana aktivitas di pagi hari dapat mempengaruhi sisa hari. Memulai hari dengan kegiatan positif dan menginspirasi akan membawa dampak positif sepanjang hari. Aktivitas fisik di pagi hari meningkatkan kemampuan otak, kewaspadaan, suasana hati, dan fungsi kognitif. Melakukan aktivitas fisik ringan seperti squat atau jumping jack di pagi hari dapat meningkatkan detak jantung dan memberikan manfaat bagi otak.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Gimana kalau aku kasih tahu kamu bahwa otak kita itu bisa diubah? Iya, ternyata sebuah riset dari seorang neuroscientis bernama D. Wendy Suzuki bilang bahwa pilihan hal-hal yang kita lakukan bisa membentuk otak kita. Dan otak kita yang dari sananya udah kompleks bisa dibikin semakin canggih lagi dengan setiap pilihan kita untuk bergerak, membaca, bermain catur. Dan di video kali ini kita akan melihat lebih jauh gimana aksi yang kita ambil dari hari ke hari bisa membantu mengubah struktur dan juga fungsi dari otak kita. Halo teman-teman, namaku Zahid. Aku adalah content creator self development yang suka ngebahas tentang pengembangan diri, public speaking, bahasa Inggris, personal branding, dan banyak topik-topik menarik lainnya. Kalau kamu suka dengan self development dan tertarik untuk mewujudkan potensimu sebagai manusia, channel ini adalah channel yang tepat

0:45 untukmu. Hal pertama yang harus kita ketahui adalah neuroplasticity. Jadi, Dr. Wendy Suzuki itu menjelaskan bahwa otak kita, dia enggak bakal bertahan di bentuk yang awalnya, tapi dia bisa berubah-ubah tergantung dengan pilihan kegiatan, habits, dan aksi yang kita ambil. Dan kata Dr. Wendy, perubahan ini enggak hanya terjadi pas kita masak kanak-kanak aja, tapi bahkan kita udah jadi orang dewasa sekalipun, otak kita masih ada kesempatan untuk berubah dan berkembang. Jadi kalau misalnya kita pengin untuk mastiin otak kita berfungsi sebaik mungkin, semaksimal mungkin, dan kita bisa mencapai potensi-potensi kita, kesempatannya itu ada dan itu di depan mata. Kalau kita anggap bahwa bagian-bagian otak kita ini ada semacam pathway-nya atau jalannya, semakin sering kita lewat jalan itu semakin ingat dan semakin aksesible dia. Tapi semakin kita menghindarinya atau semakin

1:30 enggak kita kunjungi, dia tidak lagi jadi sesuatu yang aksesible buat kita dan bahkan bisa hilang sepenuhnya. Karena itu kita harus secara aktif memikirkan mana aja bagian-bagian otak kita yang bisa untuk diperbaiki atau diperkuat koneksinya melalui habits dan behavior yang kita pilih. Jadi dulu aku mikir bahwa kalau misalnya kita punya kemampuan dan kemampuan ini bisa diukur di SD, kita bakal stuck dengan kemampuan itu seumur hidup kita. Tapi Dr. Wendy, Suzuki bilang bahwa enggak kok, kamu gak stuck dengan otakmu yang zaman SD itu. Ada beberapa deliberate actions atau aksi-aksi yang disengaja yang bisa kita ambil seperti belajar, membaca, olahraga, dan juga mindfulness yang akan membantu kita membentuk pola-pola mental baru, mood kita secara keseluruhan, dan juga kemampuan-kemampuan kognitif kita. Salah satu yang paling gencar dibicarakan oleh Dr. Wendy Suzuki adalah

2:17 olahraga. Dr. Wendy Suzuki mengatakan bahwa olahraga tidak hanya meningkatkan kemampuan fisik kita, tapi juga kemampuan otak kita. Dengan lebih banyak berlari, berjalan, dan latihan aerobik, kita bisa meningkatkan ukuran dan juga efisiensi dari bagian otak yang namanya hipocampus. Hipocampus ini adalah bagian yang bertanggung jawab untuk daya ingat dan juga kemampuan kita untuk belajar. Makanya aku sering banget dengar dari orang yang baru mulai olahraga entah itu lari atau naik sepeda. Dia bilang bahwa seminggu kemudian dia merasa dirinya lebih ganteng atau dia merasa lebih keren, posturnya lebih bagus. Dia lebih percaya diri untuk ngerjain tugas-tugas sekolahnya atau kerjaannya. Ternyata kata Dr. Wendy, proses olahraga ini membantu kita untuk melakukan proses yang namanya neurogenesis. Yaitu istilah untuk dibuatnya neuron-neuron baru dalam otak kita serta membantu mengencangkan

3:02 koneksi di antara neurons yang sudah ada. Selain daripada keuntungan-keuntungan jangka pendek yang bisa kita dapat, tentu dengan olahraga kita bisa anggap itu sebagai asuransi untuk otak kita di masa tua nanti. Dengan olahraga yang rutin, kita bisa bantu hindarin kayak misalnya demensia, Alzheimers. Dan kalau misalnya teman-teman udah punya nih anggota keluarga yang mungkin di Indonesia tuh sering dibilang pikun ya, coba ketemu sama mereka dan rasain betapa tersayatnya hati pas kita sadar bahwa mereka udah enggak ingat kita lagi. Almarhum kakekku waktu itu terakhir kali aku ketemu. Walaupun aku enggak t tahu beliau ada demensia atau Alzheimers-nya ya, tapi aku ingat momen di mana pas aku ngomong itu udah agak susah buat nyambungnya. Kakekku udah lupa-lupa ingat aku itu siapa. Emang yang namanya umur enggak ada yang tahu ya. Bukan kuasa kita untuk mengetahuinya. Tapi dengan kita lebih banyak olahraga itu membantu kita untuk merasa semakin aman. Bahwa ketika kita menjadi lansia pun

3:48 kita punya kapasitas otak yang lebih baik, lebih kuat, lebih bisa connect sama keluarga dengan waktu yang lebih lama. Terus poin ketiga yang disampaiin sama Dr. Wendi Suzuki adalah pentingnya untuk fokus ke 10 minut daily routine. Ini adalah salah satu hal yang paling kusuka dan paling sering kus sampaikan juga ya. Bahwa kadang banyak dari kita tuh enggak mulai progres karena kita selalu mencari hal-hal yang bersifat intens. Kita olahraga cuma sekali seminggu tapi 3 jam sekalinya kita olahraga. dan itu melelahkan sekali dan kita enggak bisa bangun habits olahraga ini berkepanjangan secara konsisten. Jadi yang aku saranin biasanya adalah fokus dulu ke aktivitas yang kecil tapi dia konsisten atau sering kita lakukan. Jadi daripada 3 jam tapi sekali seminggu, mending dimulai dari 15 menit tapi lima kali seminggu misalnya. Dan bahkan dokter Suzuki ngasih tahu bahwa dengan 10 menit aja kita bergerak,

4:33 berjalan, naik sepeda, atau simpel pergi ke mall terus muter-muter aja itu udah bisa ngebantu kita untuk ngebentuk ulang otak kita. Dr. Wendy juga bilang bahwa regulasi emosi kita jadi bakal jauh lebih baik. Dan aku sendiri ngerasain itu ya, bahwa setelah aku mulai olahraga, aku enggak tahu apa yang terjadi di dalam otakku, tapi aku udah mulai ngerasa bahwa aku enggak segampang itu buat marah. Aku lebih mudah buat ngontrol emosiku lagi. Pas aku dengar ada sesuatu yang menyinggung, aku enggak lebih mudah untuk tersinggung. Dan semuanya diawali dari 10 minut daily routines ini. Ini ngebuat habits atau perjalanan awal kita tuh aksesible untuk lebih banyak orang, ya. Karena ini cukup realistis bahkan untuk orang yang sangat-sangat sibuk sekalipun 10 menit itu bisa jadi jalan dari rumah sampai depan stasiun atau tempat bus misalnya. Tapi mungkin yang perlu dicatat dari sini adalah biasanya kita bakal ngelihat

5:19 perubahan itu setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Mungkin yang banyak orang enggak sadar itu adalah keinginannya untuk dapat hasil yang instan. Jadi, baru mulai habits baru terus minggu depan udah berharap untuk ngelihat perubahan yang signifikan. Dan biasanya perubahan-perubahan kayak gini tuh dia ibarat kita ngetuk pintu lama banget tapi dijawabnya baru setelah berbulan-bulan. Ini yang K rasain juga dengan berbagai perubahan yang ku alamin di hidupku ya. Terkhusus dari olahraga, dari baca buku, belajar bahasa. Enggak ada perubahan yang di mana aku baca buku nih terus minggu depan langsung tercerahkan atau aku langsung jadi pribadi yang beda. Biasanya aku ngelakuin itu selama berbulan-bulan secara konsisten. Aku enggak sadar sama sekali ada perubahan itu dalam hidupku. Tapi tahu-tahu aku dihadapin dengan situasi di mana aku harus berpikir lebih dewasa atau aku ditaruh di tantangan fisik yang sebelumnya enggak ku bayangkan dan ternyata aku bisa

6:05 menaklukkannya. Dan biasanya kayak gitu perubahan yang bakal kita rasain. Kuncinya sebenarnya adalah di konsistensinya dalam jangka yang panjang karena perubahan yang sebenarnya itu bakal terjadi diam-diam dan tahu-tahu kita udah jadi orang atau pribadi yang berubah aja. Lalu, Dr. Wendy juga berbicara tentang kaitan antara koneksi emosional dengan daya ingat. Jadi, Dr. Wendy ini punya seorang ayah dan ayahnya ini mengidap demensia. Pokoknya pas demensia ini terjadi, memori atau ingatan ayahnya kan pelan-pelan itu tergerus ya. Tapi ternyata ada satu momen yang bikin Dr. Wendy sadar pentingnya koneksi emosional. Karena meskipun bapaknya ada di kondisi di mana memorinya sedang tergerus, bapaknya masih bisa ingat momen di mana si Dr. Wendy itu mengungkapkan rasa sayangnya kepada bapaknya. Dan ini membuat Dr. Wendy berkesimpulan bahwa emosi-emosi yang kuat kayak rasa takut, rasa

6:51 bahagia, rasa bangga dan lain sebagainya itu bisa membantu kita untuk memperkuat daya ingat. Dalam praktiknya untuk bisa memperkuat daya ingat dan juga memperdalam koneksi yang kita punya di dunia sehari-hari, kita harus melatih diri kita untuk mengkaitkan momen emosional ke setiap pengalaman yang kita lalui. Kayak misalnya kita berhasil finish event lari 5K. Kalau misalnya kita finish doang bisa, tapi mungkin kita juga bisa koneksiin itu sama hal yang emosional di hidup kita. Misalnya, oh dulu aku gak percaya bahwa aku bisa lari, tapi ternyata sekarang aku bisa finish 5K pertamaku nonstop. Dan itu adalah suatu momen kebanggaan. Mungkin kita lagi naik pesawat pertama kalinya dan kita lagi bingung gimana caranya checkin, gimana caranya ngambil tiket, masuk security check. Di momen itu kita bisa untuk nikmatin aja atau rasain sepenuhnya rasa takut yang kita alamin di waktu itu. Karena rasa takut ini yang

7:38 bakal kita keep dan bisa kita ingat lebih dibandingkan hal-hal lainnya. Mungkin kita enggak bakal ingat di hari itu kita makan apa, tapi kita bakal ingat bahwa di hari itu kita sangat takut untuk check in misalnya atau kita pengin ngebuat keputusan besar, kita nghadapi ketakutan bahwa ini keputusan yang ku ambil bisa terbayarkan resikonya atau enggak. Dan kita harus duduk dengan ketakutan itu. Dan kadang bahkan berpikir ini di aku umur 70 atau 80 masih bisa enggak aku ingat momen ini pas daya ingatku udah mulai tergerus. Kata dokter Suzuki yang paling ngena itu adalah bahwa kasih sayang dan juga koneksi emosional itu akan terus aksesibel walaupun fungsi kognitif lainnya melemah. Kemudian Dr. Wendy berbicara tentang yang namanya morning movement. Bahwa pergerakan atau pilihan aktivitas kita di pagi hari itu nge-set ton-nya untuk sisa harinya. Artinya bagaimana atau apapun yang kita pilih di

8:24 pagi hari, sisa hari kita kemungkinan besar bakal ngikutin sama kegiatan tersebut. Kalau kita mulai dengan kegiatan yang positif atau menginspirasi, kemungkinan besar sisaharinya juga bakal begitu. Tapi kalau misalnya kita mulai dengan ngebuka HP dan scrolling 1,5 jam, kemungkinan besar pola di hari kita juga bakal menemukan energi yang rendah dan lebih malas untuk ini dan itu karena awal harinya juga udah enggak begitu menginspirasi. Yang aku notice, Drter Wendy ini sangat merekomendasikan pergerakan fisik. Makanya dia menyarankan bahwa menurut neuroscience aktivitas fisik yang dilakukan di pagi hari itu membantu kita untuk meningkatkan kemampuan otak, kemudian membuat kita jauh lebih awas dengan apa yang terjadi di sekitar kita, mood kita jadi jauh lebih baik, dan juga fungsi kognitif kita meningkat. Kalau misalnya kita tahu bahwa hari ini kita bakal ada tugas-tugas yang berat di kantor misalnya atau kita tahu bahwa kita bakal

9:10 kelas selama 6 jam 7 jam, kemungkinan besar melakukan aktivitas fisik di pagi hari bakal ngebantu kita untuk lebih siap menghadapi tantangan-tantangan kognitif itu. Coba kalau misalnya teman-teman pikirin lagi momen-momen di mana teman-teman itu bangun pagi buat ngerjain sesuatu, entah itu buat beberes rumah atau itu buat jalan, buat yoga, stretching, pasti teman-teman bisa ngerasa bahwa ini kita berpikir lebih jernih ya, mood kita juga lebih bagus. kita merasa lebih keren, lebih looking gituah, dan emosi kita juga lebih stabil sepanjang hari. Dan ternyata ini tuh bukan kebetulan, tapi ada blood flow atau aliran darah yang lebih kencang ke otak kita dan ngebantu konektivitas neuron di dalam otak kita. Sekali lagi, untuk melakukan aktivitas kita enggak harus beraktivitas yang dia nguras tenaga banget. Kita bisa aja cari sesuatu yang sederhana yang penting dia naikin detak jantung kita sedikit. Bisa

9:57 jadi itu squat 10 kali, jumping jack 10 kali. Itu kan relatif ringan ya. tapi dia udah bisa ningkatin detak jantung. Dan sebenarnya cukup itu aja yang kita cari. Itulah dia teman-teman saran-saran dari Dr. Wendy Suzuki seorang neuroscientis tentang gimana kita bisa ningkatin kemampuan otak kita melalui aktivitas dan habits yang kita pilih. Ternyata untuk bisa ngelatih otak kita dan ningkatin kemampuannya, kita enggak perlu perubahan yang sangat-sangat drastis. Kita hanya perlu perubahan kecil tapi konsisten setiap harinya. Kalau kamu merasa stuck, by the way aku kemarin bikin video di sini yang ngomongin tentang gimana caranya kita berhenti ngerasa stuck dan mulai progres lagi dengan hidup kita. Klik langsung di sini. Terima kasih dan sampai jumpa pada video berikutnya. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube