Webinar ASN Kampus Satelit 2026 - Sinergi Membangun Generasi Berkualitas dan Daya Saing Wilayah

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang sinergi dalam membangun generasi berkualitas dan berdaya saing wilayah melalui pemanfaatan potensi lokal, khususnya dalam konteks pelayanan ASN (Aparatur Sipil Negara) dan pengembangan potensi kopi dan kakao di Jawa Timur.

  • Penekanan pada akuntabilitas tinggi dan loyalitas dalam melayani bangsa.
  • Pentingnya kolaborasi dan adaptasi untuk menghadapi tantangan dalam pengembangan sektor kopi dan kakao.

Pembukaan dan Pengenalan ASN

Video dimulai dengan menyampaikan semangat pelayanan ASN yang berkomitmen untuk melayani bangsa dengan sepenuh hati. Penekanan pada nilai-nilai akuntabilitas dan kompetensi yang diharapkan dari ASN. Terdapat pesan bahwa hadir untuk mengabdi dan laksanakan tugas dengan bangga sebagai wujud dari dedikasi kepada bangsa.

Sinergi dalam Pembangunan Generasi Berkualitas

Pembicara menjelaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan dalam menciptakan generasi berkualitas. Diharapkan kolaborasi ini dapat mengoptimalkan pemanfaatan potensi lokal, terutama di wilayah Jember. Program-program seperti ASN Kampus Satelit diadakan untuk berbagi pengetahuan dan praktik baik yang mendukung pengembangan kompetensi ASN.

Peran Sektor Kopi dan Kakao

Sektor kopi dan kakao di Jawa Timur dibahas secara mendalam. Video ini mengungkapkan bahwa Jawa Timur memiliki potensi yang besar dalam kedua komoditas ini, meskipun tidak berada di peringkat teratas dalam produksi nasional. Ditekankan bahwa keberadaan kopi dan kakao yang berkualitas tinggi dihasilkan dari pemeliharaan yang baik, serta pentingnya teknologi dan penanganan pasca panen.

Tantangan yang Dihadapi Petani

Salah satu segmen video membahas tantangan yang dihadapi petani kopi dan kakao dalam meningkatkan kualitas produk. Tantangan tersebut meliputi perubahan iklim, akses terhadap modal, dan pemilihan varietas bahan tanam yang sesuai. Ditekankan bahwa akses pelatihan dan teknologi sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil dan daya saing produk di pasar.

Peluang Pasar untuk Kopi dan Kakao

Diskusi beralih ke peluang pasar untuk kopi dan kakao di Jawa Timur. Para petani dan pengusaha harus mampu beradaptasi dengan pasar, terutama dengan memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran. Diterangkan juga tentang permintaan yang besar untuk produk kopi dan kakao premium, serta pentingnya kualitas dalam bersaing secara nasional maupun internasional.

Kesimpulan

Video ini menutup dengan penekanan pada perlunya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha untuk mengembangkan potensi lokal yang ada. Dengan mengoptimalkan sumber daya kopi dan kakao, diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian di Jawa Timur.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:09 [musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. [musik] Melayani bangsa [bernyanyi] dengan sepenuh hati. Marah kami junjung teguhkan diri dan jadikan [bernyanyi][musik] pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk [musik] mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Memeras [bernyanyi] itu melaihani bangsa dengan akuntabilitas [musik] tinggi. Heb [bernyanyi] di sini tugas dengan hati [musik]

0:54 tunjukkan kompetensi dalam harmoni. [bernyanyi] Melayani bangsa [musik] loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan [musik] tujuan [bernyanyi] jadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh [musik][bernyanyi] hati tulus membantu sesama dengan bangga kami [musik] [bernyanyi] melayani bangsa [musik]

1:40 Kami dari sini [musik] tegas dengan hati tujuhkan kompetensi [musik] dalam harmoni bangsa loyal tanpa batasannya [musik] dan berkolaborasi [bernyanyi] bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN [musik] lebih beragam. [bernyanyi] menggenas penuh hati tulus [musik] membantu sesama dibangan kami [musik][bernyanyi] melayani dengan kami melayani [musik] dengan kami [bernyanyi] melayani [musik] bangsa Ah.

2:35 H [musik] bersama [musik] membangun asa menuju cipta yang mulia. Kami hadir, kami berkarya [musik] untuk Jawa Timur yang berjaya. [bernyanyi] Langkah pasti [musik] mengikuti zaman dengan semangat pembaruan. [bernyanyi] Ilmu dedikasi [musik] dan harapan menjadi bekal [bernyanyi] masa depan.

3:22 PPS Tenjati pusat unggulan [musik] tempat lahirnya insan berkualitas. Mencetak STM berkompetensi. Tangguh [musik] cerdas tanduh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab [musik] tantangan jangan gemilang. PPSM Jawa Timur [musik] Center of Exens masa depan Donila [musik]

4:07 [musik] bersama membangun [bernyanyi] asa menuju cipta yang [musik] mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa [musik] Timur yang berjaya. Langkah pasti mengiti zaman dengan semangat pembaruan, [bernyanyi][musik] ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSM [musik] Jatim pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab

4:56 [musik] tantangan dan jangan gemilang [bernyanyi] PPSDM Jawa [musik] Timur Center of Exance masa depan [musik] Hasen [musik]

5:41 buah semangat membara di era digital [musik] terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi campak Jawa Timur terus melaju [bernyanyi][musik] bersama BPSDN Jatim kita terus [bernyanyi] untuk Indonesia emas. [musik] Prestasi hebat ASN unggul [bernyanyi] tiada yang tertinggal no one left [bernyanyi] behind. Kita terus melangkah berkolaborasi [musik] inisiatif tinggi

6:26 inovasi cemerlang Jawa Timur [musik][bernyanyi] terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus [musik][bernyanyi] melesat. Untuk Indonesia emas prestasi hebat [musik] aset [bernyanyi] unggul tiada yang tertinggal. No one [bernyanyi] left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi [musik] inisiatif tinggi inovasi [bernyanyi] cemelah Jawa Timur [musik] terus melaju. Bersama BPSDM [bernyanyi] Jatim kita terus melesar [musik] untuk Indonesia

7:13 emas prestasi hebat bersama kampus satelit [bernyanyi] PP PSM Jatim [musik] no one left behind unggul [bernyanyi] dan berkualitas melesa tinggi [bernyanyi] Indonesia jaya Yeah. [musik]

10:58 Asalamualaikum. warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu dan salam sehat untuk kita semua. Selamat pagi sobat ASN di manap pun Anda berada. Izinkan saya membuka untuk ASN kampus satelit seri kelima Bakerw Jember pada hari ini dengan membuka pantun. Ke desa membawa keranjang. Pulang membawa hasil bumi. Cakep. Bersinergi membangun generasi gemilang. Cakep. Potensi lokal dioptimalkan demi negeri. [tepuk tangan] Pantun barusan sesuai dengan tema pada sesi kali ini di mana kita akan membicarakan mengenai sinergi membangun generasi berkualitas dan berdaya saing

11:43 wilayah melalui optimalisasi pemanfaatan potensi lokal. Dan pada sesi kali ini tentu saja kita akan membahas apa saja potensi lokal yang akan kita gali. begitu ya terkait dengan lingkungan yang ada di Bakorwil 5 Jember. Untuk itu saya akan menyapa terlebih dahulu kepada yang terhormat Kepala Barkolil 5 Jember Bapak Budi Raharjo, S., M.Si. Yang kami hormati para narasumber yang telah tergabung secara virtual pagi hari ini, Kepala DP3AK Provinsi Jawa Timur, Ibu Dranda Sufi Agustini, M.Si. Si. Yang kami hormati pula Rektor Kepala dan Ketua Senat Universitas Jember Bapak Dres Andang Subharanto, MHum. Yang kami hormati pula Kepala Putslit Lokoka PT Riset Perkebunan Nusantara, Ibu Indah

12:30 Anita Sari, S.Si., MBOTEK. Serta Bapak, Ibu, Sobat ASN di manap pun Anda berada yang telah tergabung pada Senin hari ini tanggal 10 Agustus 2026 mulai dari Sabang sampai dengan Merauk. Saya sempat stalking sobat ASN, siapa saja yang sudah bersemangat mengikuti pada ASN Kampus Satelit kali ini? Ada beberapa komentar yang bertanya, apakah saya bisa mengikuti? Tentu saja siapapun bisa mengikuti ASN kampus satelit pada seri kali ini, seri kelima BKWIL Jember melalui akun BPSDM Jatim TV di YouTube maupun Zoom meeting yang telah kami buka. Dan silakan sobat ASN juga nanti dapat berinteraksi secara virtual dengan seluruh narasumber pada setiap sesi pemaparan materinya. Sobat ASN tentu saja kita akan membahas mengenai sinergi

13:16 membangun generasi berkualitas dan berdaya saing wilayah melalui optimalisasi pemanfaatan potensi lokal. Di setiap bakor whel yang kami hadirkan pada kampus satelit ini memiliki potensi-potensi tersendiri. Nah, pembangunan sumber daya manusia yang unggul tentu saja membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi lokal. Dengan beragam potensi di wilayah Bakorwil Jember diperlukan ASN yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif untuk mendorong pembangunan serta meningkatkan daya saing daerah. Melalui program ASN Kampus Satelit yang saat ini diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Webinar kali ini menjadi ruang bagi berbagi pengetahuan dan praktik baik untuk memperkuat

14:02 kompetensi ASN serta mengoptimalkan potensi lokal demi terwujudnya generasi yang berkualitas dan berdaya saing. Dan selengkapnya akan kami bahas melalui webinar ASN Kampus satelit seri 5 Bakorwil Jember. Dan selanjutnya, Sobat ASN, Bapak, Ibu yang telah hadir secara virtual pagi hari ini, kita akan dengarkan bersama kino speech yang akan disampaikan oleh Kepala Bakorwil 5 Jember, Bapak Budi Raharjo. Salaum. Warahmatullah wabarakatuh. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu. Salam sejahtera bagi kita semua. Yang terhormat Bapak Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Yang terhormat Ibu

14:50 Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur. Yang terhormat Ibu Dini Astikasari dari Puslit Biotek ee yang ada di Jember. Matur suwun Ibu atas kehadiran dan kesediaannya. Serta seluruh peserta webinar yang saya hormati. Puji syukur kita bisa hadir dalam acara hari ini dalam keadaan sehat walafiat dan bersama-sama kita akan melaksanakan kegiatan seminar mengenai sinergi membangun generasi berkualitas dan daya saing wilayah melalui optimalisasi pemanfaatan potensi lokal dalam keadaan sehat walafiat. Hadirin yang saya hormati, sesuai dengan tugas

15:37 dan fungsi pembangunan yang ada dilakukan di daerah memiliki visi besar yaitu sebagai gerbang baru nusantara yaitu menjadikan Jawa Timur sebagai pintu gerbang pertumbuhan ekonomi nasional yang didukung oleh sumber daya manusia yang unggul ekonomi serta tata tata kelola pemerintahan yang baik dengan membangun wilayah yang berkeadilan dan berkelanjutan. Bapak-bapak, Ibu sekalian. Untuk itu kita semua terutama adalah dari pemerintahan [berdehem] ingin melaksanakan program Visi Besar Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara melalui pedoman Nawa Bakti Satya yang di

16:25 dalamnya memang terdiri dari beberapa program-program dan visi untuk membangun Jawa Timur yang lebih baik menuju pusat pengembangan manusia atau People Oriented Development. guna pembangunan yang kita lakukan dapat dari pertumbuhan, Ibu sekalian yang terhormat. Untuk itu hari ini kita bersama-sama berkumpul untuk melakukan upaya-upaya yang mengarah pada bagaimana sumber daya manusia tersebut dapat dibangun mulai dari unit yang terkecil yaitu keluarga. kemudian diperkuat melalui pendidikan,

17:12 budaya, inovasi, serta didukung oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi unggulan di masing-masing daerah menjadi sumber-sumber kesejahteraan. Bapak-bapak, Ibu sekalian yang terpenting bagaimana kita hadir bersama di sini juga mendorong seluruh potensi dan masyarakat yang ada untuk bisa memainkan atau meningkatkan nilai tambah atau value edit melalui program-program inovasi serta hilirisasi baik yang bersifat digitalisasi pemasaran, penguatan kelembagaan masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber [berdehem] daya manusia. Bapak-bapak, Ibu sekalian yang terhormat. Kali ini kita berkumpul bersama untuk melakukan suatu kegiatan

17:58 webinar yang alhamdulillah kita dihadirkan narasumber yang ee membantu kita semua untuk mempertegas dan memperkuat upaya-upaya untuk pembangunan yang berbasis pada masyarakat. Yang pertama hadir narasumber dari ee Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta kependudukan. Kemudian yang berikutnya lagi hadir juga ee dari perguruan tinggi yang memang membantu untuk memperjelas bagaimana penguatan budaya lokal dalam pembangunan karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk optimalisasi pemanfaatan potensi lokal. Dan yang

18:44 terakhir kami juga spesifik ee yang ee sangat sangat strategis. Sebetulnya ini adalah merupakan potensi yang sudah ada, tapi kita ingin kembangkan dan ingin kita gali bersama untuk membantu ee mengembangkan hilirisasi potensi sumber daya agro yang ada melalui tema mulai dari potensi menjadi nilai tambah berupa hilirisasi kakau untuk kesejahteraan masyarakat. Bapak-bapak, Ibu sekalian, apa yang kita lakukan hari ini ee bertujuan untuk mendorong kita semua memiliki forum untuk berbagi ruang berkolaborasi, ruang

19:30 berbagi gagasan sekaligus untuk membangun COVID bersama. upaya-upaya tersebut sangat penting dan strategis untuk memberikan kontribusi kontribusi signifikan terhadap ada di gerbang baru ee saya secara pribadi dan kedinasan mengucapkania [berdehem] kepada Jawa Timur yang sudah memberikan waktu, kesempatan dan ee ee kepercayaan buat kepada kami dari ee Bakawi 5 Jember untuk melaksanakan webinar hari ini. Ee sebelum kami atau saya mengakhiri

20:16 kegiatan ee sambutan ini ee mohon izin saya dengan ini mengucapkan bismillahirrahmanirrahim. Seminar Sinergi Membangun Generasi Berkualitas dan Daya saing wilayah melalui optimalisasi pemanfaatan potensi lokal secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga Allah yang maha kuasa memberikan petunjuk dan kemudahan untuk kita semua. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas ke speech dan juga sambutan yang telah disampaikan oleh Kepala Bakor Wilim Jemberar Bapak Budi Raharjo, S., M.Si. Nah, tentunya Sobat Esen dari apa yang telah disampaikan beliau, kita akan memaparkan

21:03 banyak sekali poin-poin melalui pemaparan narasumber nanti. Dan setiap pemaparan narasumber, kami juga akan silakan untuk Sobat ASN berinteraksi secara langsung dengan cara rest hand. Nanti tim kami akan mengaktifkan kamera dan juga eh mic untuk bisa berbicara langsung secara virtual dengan para narasumber. Dan kami akan pilih lima penanya terbaik untuk kami berikan apresiasi berupa hadiah yang nanti akan dikirim dari BPSDM Provinsi Jawa Timur. Adapun beberapa hal yang akan kami sampaikan terlebih dahulu terkait dengan mengikuti jalannya ASN Kampus Satelit seri kelima kali ini. Yang pertama, sesi tanya jawab tadi akan kami berikan kurang lebih sekitar 30 menit setiap selesai pemaparan narasumber. Dan sekali lagi keaktifan dan kontribusi dari Sobat

21:49 SN untuk dapat melakukan rest hand berinteraksi secara virtual open mic dan open cam serta pertanyaan diajukan melalui kolom chat di Zoom meeting maupun kolom chat yang ada di BPSDM Jatim TV juga kami silakan nanti kami akan kurasi kemudian akan kami coba sampaikan kepada narasumber untuk dapat ditanggapi dan dijawab. Yang kedua, tentu saja kami harapkan Sobat Esn yang nanti telah kami pilih untuk dapat berinteraksi secara virtual, open mic dan open cam, mohon untuk dapat menuliskan nama asli serta lokasi tempat berada Sobat ASN. Dan yang ketiga, absensi serta e-sertifikat nanti akan kami sediakan melalui aplikasi semesta Bangkom. Untuk itu, silakan sobat SN dapat dicek sekarang secara berkala pula

22:34 aplikasi semesta Bangkomnya. Tenang saja sobat ASN jika nanti mungkin skip atau mungkin lupa atau bahkan tidak tahu bagaimana caranya step-step mengisi aplikasi semesta Bangkok, kami akan tampilkan layar tutorial bagaimana masuk kemudian mengisi aplikasi semesta Bangkom sampai akhirnya nanti Sobat ASN dapat mengunduh S sertifikatnya selesai acara ASN kampus satelit seri kelima hari ini. Dan segera kita akan menyapa narasumber kita yang pertama yang sudah tidak sabar juga untuk dapat menyapa sobat ASN yang telah mengikuti hari Senin ini yaitu Kepala DP3AK Provinsi Jawa Timur Ibu Dranda Sufi Agustini, M.Si. [musik]

23:23 Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Bu Sufi. Pagi. Hari Senin ini bagaimana kabarnya, Bu Sufi? Alhamdulillah baik, sehat selalu insyaallah semuanya ya yang sudah bergabung di ruang webinar ini ya. Syukurlah. Baik, terkait dengan tema hari ini tentunya nanti kita akan lebih banyak membahas dan juga mendengarkan pemaparan mengenai bagaimana kondisi yang ada di Jember dan sekitarnya. Ada dua hal yang sebelumnya saya highlight begitu Bu Sufi, terkait dengan banyaknya dijumpai anak putus sekolah dan juga pernikahan usia muda yang ada di sekitar Jember dan di Kota Jember tersendiri. Namun lebih lengkapnya kami silakan Bu Sufi untuk memaparkan materinya. Disilakan Bu Sufi. Oke, terima kasih

24:10 Mbak Fani atas waktunya. Baik, kita mulai. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua. Terima kasih, apresiasi yang luar biasa kepada peserta webinar ee kampus satelit yang diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur dan berkolaborasi dengan Bakorwil 5 Jember. Mudah-mudahan materi ini nantinya bisa memberikan ee manfaat dan menambah wawasan kepada para sobat ee webinar pada pagi hari ini. Baik, terkait dengan ketahanan keluarga di Jawa Timur khususnya di wilayah Jember mungkin

24:56 secara umum saya sampaikan bahwa next ketahanan keluarga ini. Ketahanan keluarga ini ada tiga pilar ketahanan keluarga yang perlu kita ketahui bersama. Baik dari ketahanan sosial psikologis ini ee di mana kualitas interaksi, adaptasi lingkungan, dan ketangguhan keluarga. Ini kurang besar ini bisa gak dibesarin. Itu terkait dengan ketahanan sosial psikologis. Kemudian bagaimana ketahanan fisik dari ee keluarga itu sendiri yaitu dengan terpenuhnya kebutuhan dasar primer pangan, sandang, papan,

25:41 pendidikan, dan kesehatan. Dan yang terakhir adalah ee bagaimana kemandirian dan stabilitas pendapatan keluarga. Nah, ini apa ya namanya? Pondasi yang harus kita ee benar-benar kita perkuat di sini. Jadi ada ketahanan sosial psikologis, ketahanan fisik, dan ketahanan ekonomi. Jika ketiga pilar ini bisa dilaksanakan dengan baik, insyaallah akan terwujud ee keluarga yang harmonis. Bapak, Ibu sekalian, mengapa ketahanan keluarga ini merupakan isu strategis? Karena keluarga ini merupakan pondasi pembangunan daerah. Karena kualitas sumber daya manusia ini ditentukan

26:29 dimulai dari tatanan keluarga termasuk kita sebagai aparatur sipil negara. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga itu ada ee kualitas keluarga yang berkualitas, generasi yang berkualitas, dan daerah yang berdaya saing. Jadi ini ada tiga komponen yang menentukan ketahanan keluarga. Bagaimana tantangan keluarga saat ini di wilayah Jember khususnya itu kemiskinan masih menjadi tantangan terbesar. Kemudian yang kedua adalah pengangguran

27:14 dan stunting. Jadi ini saling terkait dari faktor kemiskinan. Kemudian juga saling terkait juga dengan perkawinan anak. tadi sempat di disinggung oleh Mbak Fan ee terkait dengan perkawinan anak dan perceraian. Karena banyak dari anak-anak yang belum siap tadi secara psikologis, secara fisik, tapi sudah memasuki masa perkawinan di usia muda sehingga mudah itu bercerai sehingga itu mudah nanti anaknya menjadi ya stunting dan lain sebagainya. Kemudian juga sering dijumpai dengan adanya kekerasan terhadap anak-anak maupun terhadap perempuan. [terkesiap] Dalam kebijakan terkait dengan ee ketahanan keluarga dalam pembangunan

28:00 baik itu secara nasional maupun kebijakan daerah khususnya di Provinsi Jawa Timur dalam RPJMD tahun 2025-2030 arah pembangun daerah yang inklusif berdaya saing dan berkelanjutan. Dan ini juga ada Naw Bakti Satya dari Ibu Gubernur kita. Dan ketahanan keluarga ini masuk ke dalam ee Nawa Bakti yang masuk ke misi ke-elapan kalau gak salah ee ke Nawa Bakti yang delan kalau tidak salah Jatim Harmoni yaitu harmoni maju dan berkelanjutan dalam pembangunan Jawa Timur. Ini yang menentukan ketahanan keluarga. Ya, tadi sudah disebutkan juga bahwa kita untuk mempertahankan ketahanan keluarga ini harus ee berkaitan dengan

28:46 daya saing di wilayah khususnya yang ada di wilayah Jember dan sekitarnya. Kemudian bagaimana pertumbuhan ekonomi khususnya di wilayah Jember itu akan berpengaruh juga pada produktivitas masyarakat maupun keluarga yang ada di wilayah Jember dan sekitarnya. Termasuk adanya tersedianya SDM yang berkualitas. Bapak, Ibu sekalian ee dalam kondisi Jawa Timur ini potret ya mungkin potret ketahanan keluarga dalam pembangunan manusia di mana jumlah kepala keluarga di Provinsi Jawa Timur ini berdasarkan ee data DKB Kemendagri semester 2 tahun 2025. Karena untuk semester tahun semester 1 2026 ini belum dirilis. Sehingga data yang kami sajikan adalah

29:33 semester 2 di 2025 itu sebanyak Rp14.931.725. Kemudian berdasarkan indeks pembangunan ee manusia ini di Jawa Timur pada tahun 2025 sebesar 67,3. Nah, dari potret ini ee pada tahun 2024 itu prevalensi stunting mengalami penurunan. Ini lebih rendah dari angka nasional di Jawa Timur sebesar 14,7%. Kemudian angka perkawinan anak di usia 20 sampai 24 tahun yang menikah kurang

30:20 dari 18 tahun. Ini datanya ada di sini. Jadi alhamdulillah sudah ada penurunan dari tahun 2023, 2024, dan 2025 sebesar 5,49%. Kemudian tingkat kemiskinan kita alhamdulillah berdasarkan relis BPS tahun 2025 di bulan Maret itu sudah berada di satu digit yang semula di dua digit, sekarang alhamdulillah sudah ada di satu digit di 9,50%. Mudah-mudahan di 2026 ini semakin menurun tetap di angka 1 digit. Kemudian terkait dengan TPT tingkat pengangguran terbuka itu sebesar 3,55%. Semua ini menentukan kepada kualitas

31:07 keluarga, menentukan kepada kualitas generasi dan daya saing di daerah untuk memajukan pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah khususnya di wilayah kerja Bakorwil 5 Jember. Bagaimana gambaran terkait dengan perkawinan anak ini? Angka di Jawa Timur ini masih lebih tinggi dari angka nasional. Jadi, ini PR kita bersama. Mungkin potret ee kondisi wilayah kerja Bakoril 5 Jember ini tidak jauh berbeda dengan ee wilayah kerja Bakoroil 4 Pemakasan. karena angka kemiskinan, angka stunting, dan angka perkawinan

31:52 anak ini masih tinggi. Dan ini PR kita bersama bagaimana supaya angka ini di 2026 tidak semakin ee naik. Ee mudah-mudahan bisa dikendalikan dan ini ee merupakan tanggung jawab kita bersama. Kemudian berdasarkan data di Kemenak terkait dengan dispensasi kawin di Jawa Timur ini sudah menurun. Alhamdulillah mudah-mudahan meskipun ini turunnya banyak tetapi ee di triwulan berikutnya di 34 atau di semester 2 tidak mengalami ee kenaikan yang signifikan. Mudah-mudahan ee nanti naik ini di triwulan 2 sudah di angka 3.272

32:39 terkait dengan dispensasi kawin. Kenapa ini dilakukan? karena ee salah satunya itu ya karena kondisi kearifan lokal tadi. Kemudian karena terpaksa karena sudah kecelakaan sehingga dilakukan dispensasi kawin. Tetapi kami berkolaborasi dengan Kemenak Jatim ini ee mulai 2026 ini kita akan melakukan ee sosialisasi kepada ee kabupaten kota. Meskipun kita anggaran efisiensi, tetapi kita ini bisa mengoptimalkan bagaimana sih sebelum anak-anak usia rentan, usia remaja ini supaya tidak kawin dulu, nunggu matang fisik dan psikisnya. ini

33:26 nanti ada penyuluhan sosialisasi terkait dengan ee kematangan fisik dan psikologis dari para generasi muda ini supaya tidak kawin di usia yang ee muda dan itu siap pada usia pasangan subur. Jadi menunggu kematangan baik fisik maupun psikologisnya. di sini cukup tinggi. Hal ini berkaitan bilamana itu terjadi tetap terjadi perkawinan di usia dini itu nanti generasi penerusnya akan rentan untuk mengalami stunting. Nah, ini angka perceraian yang ada di wilayah Jember. Mungkin bisa digambarkan di layar ini grafiknya. Untuk tahun 2026 di semester 1 ini ee bila dibandingkan dengan 2025

34:15 akhir itu 52.519. Dan sebagian besar permintaan cerai ini bukan cerai gugat tapi cerai talak. Nah, rata-rata ini yang mengajukan adalah perempuan bukan laki-lakinya. Nah, ini karena sudah bosan, sudah jenuh, ah akhirnya minta bercerai. Perceraian ini diakibatkan oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah faktor ekonomi, perselisihan terus-menerus mungkin ya karena tadi terpaksa menghindari kecelakaan untuk menghindari zina sehingga harus dilakukan ee perkawinan setelah itu cerai. Jadi itu ee apa namanya ya? Status saja setelah itu bercerai. itu banyak terjadi seperti itu. Kemudian kelengkapan administrasi

35:00 yang kurang ee memenuhi sehingga ee itu tidak bisa dilakukan. Kemudian terkait dengan kepastian hukum ini sangat perlu sekali. Karena apa? Karena yang bercerai ini kadang-kadang ee antara kedua belah pihak ini persyaratannya belum memenuhi syarat sehingga untuk kepastian hukumnya belum bisa diselesaikan. di mana dampak dari perceraian terhadap ketahanan keluarga ini biasanya yang menjadi korban adalah anak-anak yang kehilangan figur orang tua, pengasuhan orang tua, gangguan psikologis dan emosional pada anak sehingga nanti ini akan berdampak kepada ee apa ya pembawaan performanya, pergaulannya. Karena dari keluarga yang

35:48 broken home itu akan berpengaruh pada pembentukan karakter anak itu baik dalam lingkungan maupun di dalam ee lingkungan sekolah. Kemudian ee karena lemahnya fungsi keluarga itu tadi sehingga kualitas keluarga ini menjadi menurun. Nah, ini ee diharapkan ini jangan sampai terjadi dan angka perceraian ini mudah-mudahan semakin menurun karena kita harus bisa mewujudkan realisasi mencerdaskan generasi penerus untuk menyongsong Indonesia Emas 45. Bapak, Ibu sekalian, perceraian ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi menjadi tantangan pembangunan keluarga. Di mana penguatan ketahanan keluarga melalui komunikasi, ketahanan ekonomi,

36:35 layanan konseling, dan pengasuhan menjadi strategi utama menekan angka perceraian di Jawa Timur. Kembali lagi perceraian ini bisa menyebabkan dari perkawinan anak bisa menyebabkan perceraian, bisa menyebabkan stunting dan juga bisa menyebabkan kemiskinan. Jadi itu seperti mata rantai yang tidak akan pernah putus. Nah, ini tugas kita bersama. tidak hanya sebagai tugas DP3AK saja, tetapi juga menjadi beberapa tugas stakeholder perangkat daerah yang mempunyai tugas dan fungsi untuk ee penanganan stunting, perceraian di usia anak, di usia dini, kemudian juga kemiskinan.

37:22 Bapak, Ibu sekalian ee terkait dengan potensi lokal, bagaimana pemberdayaan ekonomi keluarga sebagai pilar ketahanan. Ini ada beberapa mungkin ya yang bisa ee sebagai contoh ee sampel mungkin beberapa program kegiatan yang dilakukan oleh Dinas DP3K Provinsi Jawa Timur. Itu sasarannya kepada ee perempuan. Bagaimana peran perempuan dan keluarga dalam ekonomi berbasis potensi lokal? Perempuan ini memiliki peran strategis dalam pemberdayaan ekonomi keluarga. Tidak hanya sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai pelaku usaha dan pengkerja ekonomi lokal. Di mana

38:08 penguatan kapasitas ekonomi perempuan dan keluarga melalui pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, dan akses permodalan dapat memberikan efek berganda terhadap kesejahteraan keluarga. Mungkin bagi Bapak-bapak, emas-emas ya, mungkin istrinya yang tidak menjadi PNS, yang menjadi ee ibu rumah tangga bisa mungkin di rumah mempunyai usaha ini bisa ee kita nanti berikan ee pelatihan embrio yang sudah punya skill dan ini bisa mungkin nanti menambah ee ekonomi penghasilan rumah tangga Bapak Ibu sekalian. Optimalisasi potensi lokal sebagai basis pemberdayaan ekonomi. Di mana potensi

38:55 lokal ini baik berupa program unggulan, kearifan lokal, maupun sumber daya wilayah merupakan model ekonomi yang belum sepenuhnya dioptimalkan oleh keluarga di banyak wilayah di Jawa Timur. di mana pendekatan pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal, menekankan pentingnya keluarga, mengenali, mengelola, dan memberi nilai tambah terhadap sumber daya yang bersaing di lingkungan sekitar. Ini yang sudah kita lakukan di sini ada ee inovasi putaran yaitu pusat pembelajaran pemberdayaan perempuan. ini sasaran kepada ee perempuan kepala keluarga atau single parent ya sebagai ibu kepala keluarga. Kemudian penyintas kekerasan

39:41 juga kepada gaspol ee perempuan ojek online dan pekerja migran serta kelompok perempuan rentan lainnya. Ini khusus yang putaran. Kemudian khusus yang keluarga yang lain tuh ada Jatim terbaik juga itu bisa ee mengikuti keterampilan pelatihan tata rias, tataboga, kemudian ee penghijauan ya tanam menanam pemanfaatan togak di halaman. Bilamana Bapak Ibu di rumah mungkin ada yang lahan luas mungkin lebih leluasa bercocok tanam. Tetapi bagaimana dengan lahan sempit? itu dengan menggunakan pobag-pobag atau ee yang lainnya

40:27 memanfaatkan sumber yang ada di daerah masing-masing. Bapak, Ibu sekalian ini kebetulan pesertanya ee rata-rata ASN ya yang bergabung di webinar ini. kita di tahun 2026 ini pada saat hari ee keluarga nasional di tanggal 28 Juli 2026 kita sudah mlaunching ee pelita ASN yaitu pendampingan dan layanan terintegrasi bagi keluarga ASN. di mana di dalam Pelita ASN ini ee kita bersanding berkolaborasi dengan BKD Provinsi Jawa Timur melalui rumah ASN. Nah, mungkin silakan ee teman-teman,

41:14 Bapak, Ibu sekalian, sobat-sobat webinar bisa mengakses melalui rumah ASN. Nanti ada fitur tertulis di situ pelita ASN itu bisa diklik. Nah, di sini ada beberapa layanan yang kita sediakan. Ada konsultasi di sini memberikan informasi, edukasi, arahan profesional kepada individu, kepada ASN, kepada pasangan, kepada keluarga, maupun kepada anggota yang lainnya. Kemudian juga ada konseling ini pendamping langsung oleh psikolog klinis konselor melalui interaksi tatap muka atau daring untuk membantu SN keluarga mengidentifikasi dan mengatasi masalah psikologis, emosional, maupun hubungan

42:00 interpersonal sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat dan berfungsi optimal dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan pekerjaan. Kemudian kita juga menyediakan ee fasilitas mediasi yaitu komunikasi dan penyelesaian konflik dalam keluarga SN melalui proses musyawarah yang dipandu oleh mediator netral sehingga tercapai solusi yang disepakati bersama oleh para pihak. Jadi, Teman-teman ASN, sobat-sobat ASN ini bisa menggunakan ee pelita ASN itu ee dengan mudah di mana saja. Tidak usah, tidak perlu repot-repot bertemu langsung. cukup melalui ee fasilitasi pelita ASN ini dan nanti kita akan ee berkolaborasi

42:46 selain dengan BKD juga dengan ee Kemenduk Bangga BKKBN terkait dengan edukasi sosialisasi akan pentingnya menjaga ketahanan keluarga dan apabila itu terjadi dengan sangat terpaksa perceraian tadi kita akan kolaborasi dengan Pengadilan Tinggi. agama di mana kita akan memberikan pendampingan kepada ee hak anak dan hak istri. Bilamana itu yang mengajukan menggugat caranya adalah ASN laki-laki. Jadi biasanya yang diabaikan pada saat ee keputusan di pengadilan kepastian hukum biasanya ini sering

43:33 terabaikan adalah hak anak. Baik itu pengasuhan maupun ee pendampingan bagaimana supaya anak itu tetap bisa melaksanakan pendidikan dan rutinitas sehari-harinya sehingga tidak kehilangan figur ayah. figur ibu dan figur orang tua dan keluarganya. Bapak, Ibu sekalian, di mana kemanfaatan layanan pelita ASN ini bagi keluarga untuk menciptakan ruang aman tanpa stigma. Kerahasiaan Bapak, Ibu sekalian, sobat-sobat SN akan kami amankan melalui dashbot yang ada di Pelita ASN. Kemudian kita juga memberikan pendampingan ee tenaga profesional salah satunya adalah psikolog maupun psikolog klinis. untuk

44:18 mencegah permasalahan keluarga. Karena apa? Karena faktor ini akan berdampak berpengaruh kepada kinerja Bapak Ibu sekalian. Karena kalau keluarganya tidak harmonis secara otomatis akan berdampak pada lingkungan kerja Bapak Ibu sekalian. Oleh karena itu, bilamana ketahanan keluarga ini bisa terealisasi, maka ASN harmonis akan menciptakan produktivitas tinggi, bisa meningkatkan kualitas layanan publik yang lebih baik, dan tentunya akan membentuk budaya kerja yang harmonis. Mungkin itu Bapak, Ibu yang bisa disampaikan. ini ada ada satu p apa ee kata-kata bijak ya, pesan bijak bahwa

45:03 ketahanan keluarga yang kokoh yang dibangun melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal akan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang berkualitas dan berdaya saing di mana Bapak Ibu berada. Mungkin itu yang bisa disampaikan. Mohon maaf kurang lebihnya. Mudah-mudahan bermanfaat. Selamat berkarya, selamat beraktivitas. Sekian terima kasih. Wabillahi taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak Bu Sufi. Tentunya dengan waktu yang cukup singkat ini kita akan membuka diskusi yang lebih lama dan juga lebih lengkap begitu ya. Dan telah kami himpun Bu Sufi

45:50 untuk pertanyaan yang sudah masuk di kolom chat kami ada dari Bapak Indra Pramana di Surabaya. Pertanyaannya Ibu katanya menurut Bu Sufi, sejauh mana potensi lokal di setiap daerah dapat menjadi modal utama dalam membentuk generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global? Pertanyaan pertama izin untuk dapat ditanggapi dan dijawab terlebih dahulu. Silakan Bu Sufi. Oke. Baik, terima kasih. Ee Mbak Fani. Saya dikasih waktu berapa menit ini ya? Kurang lebih masih ada 30 menit untuk sesi tanya jawab, Ibu. Ee mungkin saya sambil jalan ya. Mungkin ya enggak apa-apa ya. Oke. Baik. Harus sambil mengikuti agenda begitu ya, Bu. Iya. Enggak apa-apa kelihatan. Baik. Silakan. Enggak apa-apa ya. Mohon maaf ya. I

46:35 silakan. Ee jadi bagaimana kita memanfaatkan potensi lokal untuk menciptakan ee SDM unggul. Nah, ini saya kembalikan lagi ke Pak Indra ini bagaimana kita menciptakan kembali lagi bilamana keluarga itu utuh jadi ada saling keterbukaan antara pasangan, istri dan suami, ayah dan ibu, otomatis akan mencetak generasi penerus SDM yang unggul. Tetapi bilamana di keluarga itu sudah tidak bisa mempertahankan, sudah goyah setiap harinya cekcok, setiap harinya ramai sehingga akan membentuk ee karakter anak itu tidak baik. Jadi awal mula membentuk karakter anak itu adalah

47:21 dalam keluarga. Jadi itu bagaimana membentuk generasi unggul dari keluarga itu sendiri. Karena pondasi pertama adalah dari keluarga sebelum ke lingkungan. Baik lingkungan sekitar di rumah, tempat tinggal, lingkungan sekolah, lingkungan perak kunci pertama adalah di keluarga. Bilamana anak-anak itu sudah nyaman tinggal bersama keluarganya dengan pengasuhan yang benar, insyaallah akan bisa terwujud realisasi SDM unggul ke depannya untuk menyongsong Indonesia Mars 2045. Mungkin itu Mbak Fani. Bu Sufi. Terima kasih. Dan kami akan e gabungkan begitu ya Sumat SN yang sudah masuk ke dalam hand. Silakan untuk dapat kami sambungkan. Oke, nampak gelap

48:08 begitu ya. Kurang pencahayaannya sepertinya Bu Dian dari Banggai Laut. Betul ya. Selamat pagi Ibu Dian. Ibu Dian Rizki sudah kami nyalakan mic-nya. silakan bisa langsung dicoba untuk bersuara. Baik, terima kasih. Apakah suara saya bisa terdengar? Terdengar cuman ee sangat minim pencahayaan tapi terlihat. Ibu suaranya juga jelas. Disilakan. Bapak suaranya jelas. Suaranya jelas. I baik. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Ee mohon izin Ibu ee perkenalkan nama saya Dian Rizki ee

48:54 Kepala Subbidang Inventarisasi dan Aset di BPKAD Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah. Ee izin Bu ee untuk materi tadi sangat menarik sekali untuk bagi kami yang di ee lingkup ASN terutama juga yang ee berprofesi perempuan berposisi sebagai ASN ya Ibu. Jadi ee sekedar untuk pertanyaan saya, Ibu ee untuk literasi yang ee dimiliki oleh seorang ASN kira-kira ee penggambarannya sejauh mana literasi digital dan literasi keuangan ee ASN saat ini benar-benar dapat dipetakan

49:41 sebelum program pelatihan itu dirancang. Jadi tadi sempat ada disinggung terkait ee pelatihan ya. Kemudian ee apakah dari studi kelayakan atau evaluasi terhadap program pemberdayaan ekonomi keluarga ASN itu sendiri sehingga program-program yang baru dipetakan ini tidak mengalami suatu kegagalan. Mungkin itu saja Ibu yang ingin saya tanyakan. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam war Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bu Rizki. Jauh ya dari Sulteng. Bagaimana Sulteng? Sehat semua ya,

50:27 [mendengus] Teman-teman? Di Sulteng? Sehat semua ya, Bu? Ya. Ya. Baik. ee terkait dengan gambaran ee untuk ASN yang mempunyai ee minat ee keinginan untuk mengembangkan ekonomi dengan melakukan ee apa penambahan skill itu gambaran. Nah, ini kembali kalau kita di DP3AK kita hanya memberikan pelatihan. Jadi kita memberikan rangsangan embrio lah. Embrio ee bakatnya ke mana? Oh, mungkin pelatihan tata boga, tata rias, atau tata ee lingkungan pemanfaatan sampah misalnya ini dan lain sebagainya. Nah, itu tidak ada anggarannya. Anggarannya dari kami sepenuhnya

51:14 baik biaya pelatihannya. Nah, nanti bilamana kan tidak semuanya SN ini dalam kategori ee apa namanya? Mampu ya. Mungkin kalau yang untuk sarjana ya mohon maaf itu sudah mampu sudah secukup ekonomi. Bagaimana yang berada pada posisi kelas jabatan yang masih di kelas jabatan 1, 2, dan 3? Nah, mungkin dalam memenuhi kebutuhannya itu tidak cukup sehingga perlu adanya tambahan ekonomi keluarga melalui pemberdayaan ekonomi lokal. Jadi kita hanya memberikan pelatihan, kemudian kita memberikan stimulan, setelah itu nanti kita kolaborasi dengan perangkat daerah yang lain yang mempunyai tusi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

52:01 Dan alhamdulillah terkait dengan evaluasi bagaimana terkait dengan ee perempuan-perempuan yang sudah kita latih, alhamdulillah itu sudah berjalan semuanya itu ya Bu Dian ya. Dan itu sudah kolaborasi dengan Dinas Sosial melalui program ee jawara, Putri Jawara, maupun KIP Jawara gitu. Jadi tidak putus tetapi sambung gitu. Jadi, alhamdulillah kemandirian sudah ada dari masing-masing ee perempuan yang sudah mendapat pelatihan dari kami. Mungkin itu. Terima kasih. Baik, terima kasih Bu Dian telah bergabung bersama dengan kami dan mengikuti mulai dari pagi hari ini. Semoga menjawab dan dapat disampaikan juga kepada teman-teman di Bangkai Laut sana. Terima kasih Bu Dian. Baik Bu

52:48 Sufi, kita akan berikan satu pertanyaan lagi berkenan Ibu ya. Masih ada waktu. Oke. Oke. Oke. Baik, terima kasih. Pertanyaan ini datangnya dari Malang. dari Ibu Sania Putri. Pertanyaannya, apakah terdapat praktik baik atau best practice dari kabupaten kota di Jawa Timur yang berhasil mengintegrasikan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pemanfaatan potensi lokal sebagai pengungkit pembangunan daerah. Seperti itu pertanyaannya. Silakan, Bu, untuk dijawab. Oke, makasih Mbak Fani. Ee Bu Sania Putri ini Mbak dari Malang ya? Betul. Malang ini sudah ada yang kita praktik baiknya dari program kita, baik program dari DP3AK Provinsi maupun dari

53:34 Kementerian PPA Republik Indonesia. Jadi di Malang itu sudah ada kampung tematik itu ada Kampung Semar, kemudian ada Kampung Gokrin. Nah, itu ada beberapa ee lingkungan di situ RT ya, RT RW di situ ada Kampung Pancasila. Jadi masing-masing warga itu melakukan inisiator sendiri nih. Jadi ada inisiator, ada penggeraknya di salah satu kampung itu, Pak Bambang. Nah, itu sema apa masing-masing rumah itu memberikan iuran entah itu R5.000, entah itu 1.000 nanti itu dihimpun jadi satu. Nah, itu untuk ee apa namanya ya? ee menghijaukan kampung itu sendiri di Go

54:20 Green itu. Nah, dari situ nanti ada yang mengolah ee dari bahan-bahan di situ. Ada yang membuat tanaman toga. Ini yang sudah bagus tanaman toga. Jadi di situ sudah ada apa namanya? Sawat lalap itu. Kemudian di situ ada tomat, ada cabe. Jadi mereka tidak ee warga yang di situ, ibu-ibu yang di situ tidak susah payah untuk belanja, tetapi langsung mengambil ee hasil panen, hasil yang ditanam dia untuk dimasak, diolah sendiri. Kemudian juga ee di Kampung Gukrin itu ada salah satu warga yang konsern kepada ee apa ee apa namanya ee keterampilan. Keterampilan. Nah, itu dan kebetulan ee

55:07 di situ salah satunya adalah mohon maaf itu anak disabilitas dan itu sudah bagus hasil karyanya dan itu bisa ee apa namanya menjadi contoh baik, praktik baik yang bisa ditiru oleh ee teman-teman di kabupaten, kota yang lain ataupun di daerah lain ataupun di provinsi lain. Demikian juga di Kota Kediri itu sudah ada kampung tematik tetapi berbeda. Jadi khusus pada penghijauan tanaman, kemudian ee apa namanya? Beternak lebah madu. Nah, nanti hasilnya itu dijual. Nah, dijual nanti dikelola oleh para ibu-ibu yang di kampung itu untuk kesejahteraan ibu-ibu yang ada di kampung itu. Jadi, manajemennya sudah bagus. Nah, ini yang perlu kita dampingi dan perlu kita latih

55:52 supaya manajemen pengelolaan terkait dengan hasil yang dikelola oleh Ibu-ibu ini bisa terus berjalan dan itu perlu adanya evaluasi dari kita termasuk dari pemerintah kabupaten kota sendiri. Mungkin itu ya. Baik, terima kasih banyak kami cukupkan untuk tiga pertanyaan dan juga tadi sudah interaksi langsung dengan Ibu Dian. Terima kasih banyak Bu Sufi karena kami mengerti Ibu harus melanjutkan agenda hari Senin ini. Makasih. Terima kasih banyak atas kehadirannya secara virtual. Mohon maaf kurang lebihnya. Nggih. Nggih. Sehat selalu Bu Sufi. Sampai jumpa lagi ngih. Baik, Sobat SN di mana pun berada yang mungkin baru saja bergabung pada sesi narasumber sesi kali ini silakan untuk dapat mengikuti sampai dengan selesai nanti. Dan telah kita simak bersama

56:38 pemaparan materi yang telah disampaikan oleh Kepala DP3AK Provinsi Jawa Timur Ibu Dranda Sufi Agustini, M.Si. SI. Selanjutnya kita juga akan menyimak pemaparan materi terkait dengan tema hari ini. Sinergi membangun generasi berkualitas dan daya saing wilayah melalui optimalisasi pemanfaatan potensi lokal dari berbagai sudut pandang. Dan selanjutnya kita akan melihat dari poov pendidikan yang ada di Jember dan sekitarnya. Seperti apa? Nantikan. Namun kita akan berikan terlebih dahulu video tutorial melalui aplikasi Semesta Bangkom dan kami akan segera kembali.

1:00:06 [musik] Terima kasih, Sobat ASN. Masih bersama dengan kami dalam ASN Kampus Satelit seri kelima Bakor Wil Jember. Dan pada narasumber yang kedua kali ini kita akan melihat sudut pandang bagaimana membangun generasi yang berkualitas melalui pendidikan. Nah, langsung kami akan menyapa narasumber kita yang kedua yaitu Lektor Kepala dan Ketua Senat Universitas Jember Bapak Dr. Andes Andang Subharianto, MHum. [musik]

1:00:55 Asalamualaikum. Selamat pagi, Pak Andang. Waalaikumsalam. Selamat pagi. Selamat pagi, Mbak Fan. Ya, ini ya. Betul. Senang sekali berjumpa secara virtual dengan Pak Andang di Jember. Terima kasih pada Senin hari ini dalam kegiatan yang padat dapat menjadi narasumber memberikan banyak sekali ilmu dan juga banyak nanti yang mohon maaf tadi terlambat ya tadi masih ada kegiatan lain ya. Baik. Iya. Saya juga terima kasih diundang oleh terima kasih apa namanya temanteman di DP3A Provinsi Jatim yang bekerja sama dengan Pak Korwil 5. Betul. Ee Jember. Baik. Nah, tentunya kita juga akan suara saya jelas ya, Mbak. Sangat sangat jelas sekalian. Sudah jelas, Pak. Baik, kita akan segera

1:01:41 mengetahui materi dan juga update terbaru bagaimana situasi dan kondisi pendidikan yang ada di Jember yang akan disampaikan. Silakan, Pak Anda saya bisa dikasih akses share screen ya. Baik, kami akan coba sudah bisa di dilihat ya. Sudah terlihat Bapak. Sudah nampak dengan jelas. Silakan. Baik. Bisa mulai ya. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua.

1:02:28 Para peserta webinar yang saya hormati di baik yang berada di Surabaya barangkali ini kalau hybrid ya mungkin ada yang ada di Surabaya dan para peserta lain yang ikut secara daring di berbagai kota. Tadi saya dengar ada yang dari mana tadi ya kalau enggak salah Sulawesi kalau tidak salah. mungkin memang akan diikuti oleh teman-teman ee dari seluruh tanah air ini. Baik, Bapak Ibu yang saya hormati, saya akan baik,

1:03:14 saya akan menyampaikan relasi yang begitu dekat antara pendidikan ya, kemudian kebudayaan lebih khusus lagi kebudayaan lokal. Lalu ee kondisi masyarakat kita. Nah, nanti coba kita proyeksikan ee apa ee secara futuristik begitu ya. Dikaitkan dengan cita-cita kita bangsa Indonesia pada tahun 2020 ee maaf 2045 sebagaimana yang sering kita sebut sebagai Indonesia emas. Baik Bapak Ibu, saya akan membuka perbincangan kita kali

1:04:00 ini dengan menampilkan tiga karya anak bangsa yang menurut saya ini sangat ee cerdas sekali memotret masa lalu lalu memproyeksikan ke arah masa depan. Jadi yang pertama sebuah karya dalam bentuk ee syair ya. Ini adalah WR Supratpan dan saya kira kita sudah sering melakukan ya, hafal hampir seluruh rakyat Indonesia, warga negara Indonesia hafal tapi hafalnya hanya yang stansah satu ya, bukan secara utuh. tiga stansa

1:04:47 yang sebagaimana ee Indonesia Raya itu sesungguhnya memang ada tiga stansa. Nah, ini dalam bentuk syair. Nah, kemudian karya yang kedua, karya dalam bentuk prosa yang ditulis oleh maestro sastra Indonesia Pramudia Anatadur dalam sebuah novelnya yang berjudul Arus Balih. Nah, kemudian karya yang ketiga ini yang dalam bentuk karya akademik, dalam bentuk riset, dalam bentuk apa ee karya ilmiah. Wujudnya adalah buku yang ditulis oleh ee seorang intelektual terkemuka yang saya kira sering mengisi di berbagai forum dan menulis ya di berbagai media

1:05:34 dalam bentuk buku. Judulnya Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia. Beliau adalah yudilatif. Baik Bapak Ibu ee Indonesia Raya ini semat sekali ya, cerdas sekali. WR Supratman beliau menghadirkan masa lalu yang begitu luar biasa melihat potensi Nusantara yang luar biasa ya, tapi kemudian mengalami kemerosotan yang luar biasa juga. karena kolonialisme, imperialisme dan karena itu pula ada kesadaran baru. Ya lalu

1:06:20 para pemuda waktu itu bermimpi tentang Indonesia Raya. Nah, saya kira saya hanya kutip beberapa bait eh sori beberapa ini aja ya ee kalimat beberapa ee lirik begitu ya. Yang saya kira ini penting. Coba Bapak Ibu bisa lihat ya. Distansa satu Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku. Di sanalah aku berdiri jadi pandu ibuku. Nah, ada satu teks, ada satu kata yang penting nanti akan saya jelaskan. Ibuku ya, marilah kita berseru Indonesia bersatu. Nah, kemudian di Stansa 2. Nah, ini sebetulnya Stansa yang menurut saya luar

1:07:06 biasa sekali karena dia begitu mengingatkan betapa kaya republik ini, Nusantara ini. Indonesia tanah yang mulia, tanah kita yang kaya. Di sanalah aku berdiri untuk selama-lamanya. Marilah kita mendoa Indonesia bahagia. Nah, Bapak Ibu, karena Stansah dua ini jarang dinyanyikan, mungkin kita juga enggak pernah mendoa untuk Indonesia bahagia. Kira-kira gitu ya. Kritik saya ini ya. Kita hanya marilah kita hanya berseru saja untuk Indonesia bersatu. Tapi setelah bersatu ya kita tidak pernah mendoa untuk

1:07:52 Indonesia bahagia. Karena begitu jarangnya ini kita kenal, kita batinkan melalui media lagu tersebut. Kemudian coba kita lihat Stansa tiga. Indonesia tanah yang suci, tanah kita yang sakti. Jadi ini profetis gitu ya. Ini apa sih yang sering kita sebut suci sakti? Itu sesuatu yang mulia ya. sesuatu yang selalu apa ya bersifat adikodrati, bersifat ya kayak begitulah ya kira-kira. Nah, di sanalah aku berdiri Ibu Sejati. Nah, ditulis lagi Ibu Sejati. Marilah kita berjanji Indonesia

1:08:41 abadi. Ya, karena stansa tiga enggak pernah jarang sekali kita nyanyikan. Barangkali kita tidak terlalu ngeh atau tidak cukup punya kesadaran eksistensial yang tinggi ya. Bahwa Indonesia tanah yang suci, tanah yang sakti, tanah yang kaya tadi du sanalah kita berdiri menjaga ibu sejati. Marilah kita berjanji Indonesia abadi. Nah, jadi Bapak Ibu jangan-jangan ya banjir yang melanda ee saudara-saudara kita yang berada di Aceh kemudian Sumatera Barat ya Sumatera

1:09:27 Utara beberapa waktu lalu itu menandai ya bahwa kita tidak pernah berjanji untuk Indonesia abadi. Kita tidak pernah menjaga ibu sejati. Nah, ini autokritik ya. Itu karya sastra dalam bentuk puisi ya, syair. Nah, Pramudia Anatadu menulis novel yang luar biasa diberi judul Arus Balik. Kalau kita membaca novel ini ya akan tergambar betapa digambarkan oleh Pramudya bahwa dulu pada zaman Nusantara Masih Jaya ya itu digambarkan oleh Pram ya ee

1:10:17 apa ee ee ee bumi ini mengalir dari selatan menuju ke utara utara negara-negara di Eropa dan seterusnya ya. Kejayaan ya. Kejayaan itu ada di bumi sebelah selatan dan dia mengalir ke arah utara. Tapi kemudian arus berbalik utara jaya kapalnya besar-besar lalu mengarungi samudra menjajah kapal apa namanya? Kerajaan yang ada di Nusantara yang lebih kecil. Sehingga seperti diuraikan oleh Pram di dalam novel tersebut, arus balik dari belahan utara menuju ke selatan. Simbol atau

1:11:04 metafor penjajahan ya. Dan dan bisa kita lihat bagaimana kemudian Nusantara yang tadinya itu jaya kemudian terpuruk ya bukan hanya hasil buminya itu dikeruk ya ke arah utara tapi juga mentalitasnya jiwanya mengalami pengerdilan akibat kolonialisme imperialisme tersebut. Dan digambarkan oleh Pram kata salah satu tokoh di dalam ee arus balik kapal kita jadi kecil-kecil ya. Kita tidak bisa mengarungi lautan

1:11:51 karena kapal kita kecil-kecil dan selalu kalah dengan kapalnya yang gede-gede, yang besar-besar. Itu gambaran ee metafor ya Nusantara yang semula berjaya kemudian terpuruk. Ya. Dan akibat keterpurukan itu masih kita rasakan hingga hari ini. Nah, Bapak Ibu, kemudian yang ketiga, karya yudilatif. Kalau saya baca, kalau kita baca karya yudilatif ini, dia menegaskan, ya kehebatan masa lalu nenek moyang kita ya. Kehebatan bukan hanya manusianya, tapi kontribusi yang luar biasa ya.

1:12:38 Tanah yang ada di Nusantara, laut yang ada di Nusantara ya, hutan yang ada di Nusantara ini luar biasa kontribusinya. termasuk sejarah nasionalisme ya ee kemerdekaan Indonesia ini menginspirasi dekolonisasi dunia dan kemudian diteruskan apinya melalui apa kaa Bandung dan itu membuktikan betapa luar biasa sumbangan Nusantara ini kepada dunia sehingga yudiatip memberi judul bukunya apa jadinya Dunia tanpa Indonesia. Ya, dunia pernah gelap

1:13:24 karena Toba. Toba adalah situs ketika gunung berapi masa lampau ini meletus dan membuat gelap dunia. ya. Karena apa namanya itu itu itu ee rempah-rempah yang ada di Nusantara, bangsa Barat akhirnya berdatangan. Dan gimana dahsyatnya rempah-rempah hingga hari ini? Ya, saya kira kuliner di Nusantara tidak ada tandingannya ya. CNN pernah merilis makanan terlezat di dunia. Itu adalah kuliner yang ada di Nusantara rendang yang begitu banyak

1:14:10 rempahnya. Ya, bolehlah bangsa di Nusantara dijajah. Ini kata Pram di dalam satu buku yang lain ya. Tapi kelezatan, kenikmatan, daya vitalitasnya rempah Nusantara tak pernah bisa dijajah. Nah, Bapak, Ibu yang saya hormati, karya itu sebetulnya mendorong, memberi motivasi yang luar biasa. Ya, kalau nenek moyang dulu itu pernah besar, ya, kalau nenek moyang kita dulu itu berjaya pastilah adalah generasi yang hebat

1:14:55 sebagai sumber daya manusia. Generasi yang memiliki atau menguasai ilmu pengetahuan teknologi hebat. Ya, tak mungkin ya nenek moyang kita bisa bikin Borobudur kalau tidak menguasai ilmu pengetahuan teknologi hebat. Mungkin bisa bikin kapal Pinisi yang mampu melayari dunia ya. Tak mungkin bisa menulis serat gal apa laga e e e e Sulawesi itu ya. Tak mungkin bisa membikin wayang

1:15:40 ya ee seni pertunjukan wayang dan banyak lagi ya termasuk kuliner yang ada di Nusantara. Dan sebetulnya ini mendorong atau menginspirasi mestinya kita sebagai penerusnya akan bisa meraih kejayaan masa lampau. Nah, baik Bapak Ibu. Nah, karena itu saya akan coba tarik melalui perbincangan kebudayaan. Sebetulnya kita sudah punya satu undang-undang. Undang-undang nomor 5 ya. tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan. Tapi mohon maaf ya, karena memang

1:16:27 undang-undang ini tidak ya bedalah dengan undang-undang perbankan, dengan undang-undang penanaman modal, dengan undang-undang ya apa namanya energi yang dia selalu menghadirkan apa namanya ee ekonomi ya. Sedangkan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan itu jauh dari Gemerlap itu. Sehingga undang-undang ini jarang, sangat jarang diperbincangkan. Juga saya melihat tindak lanjutnya ini juga seperti ragu-ragu ya. Undang-undang ini tidak kemudian mendapatkan tempat untuk menindaklanjuti ya sehingga dia bisa mendorong apa yang

1:17:15 dimaksudkan di dalam undang-undang ini. Padahal undang-undang ini menurut saya dia bukan sekedar jadi ada empat ya strategi pemajuan kebudayaan. Jadi bukan sekedar melindungi apa yang menjadi kebudayaan kita, tapi juga mengembangkan, memanfaatkan, dan kemudian melakukan pembinaan. Jadi boleh jadi memang ada yang harus kita tinggalkan, ini harus kita akui secara jujur ya. Feodalisme suka tidak suka, mau tidak mau ya ini harus kita tinggalkan. budaya patriarki yang begitu kuat dan

1:18:03 salah satu dampaknya nanti saya jelaskan ini mengakibatkan bagaimana kemudian perempuan mengalami apa ee diskriminasi ya ini suka tidak suka, mau tidak mau warisan seperti ini mesti harus kita tinggalkan. Jadi sebetulnya Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan dia bukan hanya melindungi secara membabi buta, tetapi sekaligus dia juga mengembangkan memanfaatkan nilai ya potensi tersebut supaya bisa didorong maju dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan karakter bangsa ini yang ujungnya sebetulnya adalah soal

1:18:48 kesejahteraan warga masyarakat. dalam pengertian dia tidak terasing dari kebudayaannya, dari lingkungannya. Nah, jadi sebetulnya menurut saya ee semangat dan apa istilahnya ya ee suasana batin dari undang-undang ini menurut saya ke sana. Nah, hanya saja memang ini ya lalu kesan yang saya tangkap kita tidak cukup serius ya ee dalam menindak lanjut di undang-undang itu. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, ada 10 objek pemajuan kebudayaan ini lengkap sekali. Saya kira saya kira masyarakat kita dengan mudah kita

1:19:35 menemukan tradisi lisan ya, pitutur ya, tembang macam-macam. Kalau di ee Jawa Timur misalnya ya, parian ya, macam-macam ya, cerita rakyat macam-macam manuskrip ya. Saya kira ini di daerah tempat-tempat masih di berbagai daerah masih cukup banyak. Adat istiadat ya, rites selamatan ya selametan. Kemudian pengetahuan tradisional jamu ya kuliner. Wah, begitu luar biasa Nusantara. Teknologi tradisional ya. Bali itu subak, pengairan. Itu saya kira tradisi apa teknologi tradisional yang masih belum ada tandingannya ya. Seni ya. Kalau di

1:20:23 Jawa Timur begitu banyak ludruk ya di Banyuwangi itu masih sangat digandrungi itu ya gandrung ya. ee ee lalu apa namanya ee reok ya, Ponorogoan ya banyaklah ya di luar Jawa juga banyak di di Jawa Barat, di Jawa Tengah. Luar biasa saya kira masyarakat di Nusantara bahasa juga begitu ya. Permainan rakyat ya saya kira masih beberapa ee itu masih bisa kita lihat dan olahraga tradisional. Baik Bapak Ibu, saya tidak akan saya tidak akan melihat satu persatu tapi mari kita lihat ya

1:21:10 ritus selametan seorang antropolog dari Amerika dia menemukan ya selamatan itu ternyata di mataaget antropolog tersebut dia cukup memberi kontribusi terhadap integrasi sosial yang luas Luar biasa. Jadi, Bapak Ibu saya kira ini di di setiap daerah masih ada ya. Bahkan seorang teman saya yang ustaz, yang kiai begitu ya, dia bilang, "Sudahlah pokoknya Indonesia itu masih ada tahlil, masih ada yasinan, orang-orang masih suka seperti itu ya. Selametan di desa-desa akan aman.

1:21:56 Kalau kita renung-renungkan, saya kira tidak salah ya pernyataan seperti itu. Karena apa? Karena dengan tradisi selamatan yang terus hidup itu artinya gotong-royong. Oke. Orang masih sangat menghormati satu dengan yang lain. Perbedaan politik, perbedaan pandang, kaya miskin, lumer ya. ya. Lalu apa istilahnya runtuh perbedaan-perbedaan itu ketika orang masih suka menghadiri selamatan ya tidak ada zona VVP meskipun Pak Camat ya meskipun kepala desa dan seterusnya

1:22:41 dia berada pada ruang yang sama ya ini yang saya amati kalau di Jawa begitu ya dia datang duduk di atas tikar yang sama ya. Lalu menikmati jamuan yang sama. Enggak ada. Tidak ada diskriminasi. Ah, kamu partai politiknya beda dengan yang punya hajat, maka tempatnya beda. Tidak. Ya. Jadi ini luar biasa sekali ya. Jadi ee yang seperti ini ini bukan sekedar satu ritus ya yang walah hanya selamatan, tidak. Tetapi ternyata dia punya fungsi-fungsi sosial. Kalau dalam bahasanya get integrasi sosial, perbedaan politik ya mungkin

1:23:28 konflik-konflik dan seterusnya sangat potensial untuk bisa diselesaikan dalam jamuan selamatan. Orang kalau diundang ke forum atau jamuan selamatan tidak datang, dia merasa tidak enak. Meskipun mungkin beda pandangan politik, beda pilihan presiden dan seterusnya, tetapi dia mampu ya mengintegrasikan, mampu sebagai resolusi konflik ya dengan cara seperti itu akan kelihatan sekali. Iya kan? Lalu seni juga sama saya kira melalui seni apa yang menjadi nasihat edukasi yang positif bagaimana kita

1:24:15 tidak merusak alam ya bagaimana kita bisa menjaga semua makhluk hidup yang diciptakan Tuhan secara harmoni ada di sana diselamatan ya mulai dari roh ini itu disebut sebut semuanya ya dan semuanya kita jaga harmoninya. Lalu pengetahuan tradisional ya Bapak Ibu. Saya kira saya ambil contoh saja soal jamu ya. Ini luar biasa sekali ya. Bagaimana ya tumbuhan ee banyak aneka tumbuhan yang diberikan oleh Tuhan di atas tanah Nusantara ini punya fungsi ya nutrisi yang luar biasa,

1:25:01 fungsi kesehatan yang luar biasa. Sehingga masyarakat kita sebetulnya sejak dulu itu soal kesehatan ee seperti itu itu sudah ada ininya ya. Kita mengenal jamu yang luar biasa, kita mengenal nutrisi, makanan-makanan. Bapak, Ibu bisa bandingkan kalau sarapan kita makan soto misalnya, wah seger sekali ya. Karena apa? Karena ramuannya ya bumbunya lah istilahnya itu bukan sembarangan ya. Banyak menggunakan apa? sehingga membuat badan itu terasa segar, serasa sehat. Makanan-makanan kita banyak seperti itu, mengandung rempah-rempah ya. sehingga sangat penting bagi kesehatan ini. Nah,

1:25:48 kadang-kadang Bapak Ibu yang saya hormati yang seperti ini ya disadari atau tidak generasi baru ini mulai ee ada banyak pesaing ya, kompetitor, makanan-makanan yang berasal dari luar ya, yang sebetulnya kalau kita lihat dari aspek kesehatan, nutrisi dan seterusnya, makanan-makanan tradisi kita tidak kalah. ya, dari aspek rasa, dari aspek nutrisinya, dari aspek ini, ini hanya soal gaya saja ya, gaya hidup dan seterusnya ya, packaging ya, cara penyajian yang itu kita ya harus kita akui karena memang makanan tradisional

1:26:33 tadi tidak dikemas dalam bentuk e kapitalism begitu ya. Dia cenderung kalah begitu ya. Nah, tapi saya yakin ketika kita bisa kembali ya menghidupkan warisan kebudayaan leluhur tadi luar biasa yang bisa kita tarik ya termasuk dalam konteks pembangunan karakter ya, bagaimana kita bisa menyelesaikan problem-problem yang dihadapi masyarakat, bangsa termasuk kemiskinan. Nah, Bapak, Ibu yang saya hormati, ada satu isu yang ini sebetulnya isu yang ya kawin dini. Kawin dini itu bisa kita anggap sebagai

1:27:20 kultur budaya dalam tanda kutip. Tetapi dia saya yakin tidak tiba-tiba ya. ada relasi yang sangat kuat termasuk dengan struktur ekonomi, termasuk dengan keadaan kondisi ekonomi satu masyarakat sehingga pilihan tadi kawin dini dalam tanda kutip menjadi pilihan yang rasional dan angka fenomena kawin dini ini masih cukup tinggi. Apalagi kalau di Jember dan sekitarnya gitu ya, itu masih sangat tinggi. Oleh sebab itu menurut saya ini mesti harus diberantes, mesti harus dihentikan. Karena apa? Karena output-nya, dampaknya itu luar biasa ya.

1:28:07 Dampak negatif terhadap ee apa e dari kawin dini ini sangat luar biasa. Bukan hanya mempengaruhi ee sumber daya manusia kita, tetapi juga terhadap status perempuan itu sendiri. Yang pasti salah satu ini ya efek domino kawin dini saya kira di antaranya adalah stunting ya akibat kawin dini. Kawin dini itu karena kondisi struktural ekonomi yang tidak baik, kemiskinan. Maka resiko pertama yang kemudian akan

1:28:52 terjadi stunting. Jadi kita patut curiga jangan-jangan ya angka stunting kita yang masih sangat tinggi itu terjadi selain kondisi struktural ekonomi yang tidak menguntungkan bagi mereka. Ini juga karena kawin dini tadi. Jadi ini relasi yang menyatu ya. Ya, Kawin ini sebagai satu problem. Dia timbul karena kondisi struktural masyarakat yang tidak untung, tidak beruntung, tidak baik. Ya, maka efek berikutnya ya kawinan itu ya ketika kemudian ee istri itu hamil ya, keluarga tidak

1:29:39 sepenuhnya bisa memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh seorang ibu yang sedang hamil. Karena apa? kemiskinan. Nah, Bapak Ibu ya, lalu menjadi sangat miris sekali, sangat memprihatinkan karena ujungnya bisa pada kekerasan perempuan. Ya, ini perempuan ini dalam posisi yang jatuh terhimpit tangga ini jatuh pertama dia terpaksa harus kawin dini ya. Lalu apa namanya? hamil ya, jatuh berikutnya ya karena kondisinya miskin ya tidak bisa cukup memenuhi nutrisi anaknya

1:30:26 ya anaknya jadi stunting ya dia kemudian makin terperosok ya dan rentan termasuk apa yang sering disebut dengan kekerasan dalam rumah tangga jadi perempuan maka tadi Indonesia Raya jadi Indonesia saya beberapa kali menyebut ibu ya. Sehingga Bapak Ibu yang saya hormati, siklus kemiskinan ini yang harus diputus agar apa? Kawin dini ini tidak terjadi. Kemudian stunting, kekerasan dalam rumah tangga ini kemudian juga terus bisa ditekan. Angka stunting kita masih cukup

1:31:11 tinggi ya. Jember itu sangat tinggi, masih di atas 20%. Jawa Timur barangkali sudah di bawah ee 20% tapi nasional masih sekitar itu. Bapak, Ibu bisa bayangkan stunting yang angkanya masih di kisaran 20% berarti kira-kira 5 kelahiran satu stunting. Ini kalau lima kalau 500 kelahiran berarti 100 stunting Bapak Ibu ngeri. Dalam kondisi seperti itu, bagaimana kita bisa membayangkan ya tahun 2045 Indonesia menjadi Indonesia emas? Ngeri, saya pesimis ya. Kalau angka stunting

1:31:56 ini tidak bisa ditekan ya tahun 2045 boleh jadi bukan Indonesia emas tapi Indonesia cemas. Bayangkan saja kalau lima kelahiran satu di antaranya masih dalam status stunting. Ini kalau sudah stunting repot ya. Mau dikasih pendidikan dengan cara apapun berat dan akhirnya tingkat ketergantungannya sangat tinggi. Ini ini jadi problem yang menurut saya enggak bisa disepelekan. Maka ee saya mendukung upaya keras ya pemerintah untuk memerangi stunting ini dengan cara yang tepat begitu ya. Nah, maka ini

1:32:44 ujungnya Bapak Ibu ya. Jadi saya lihat seluruh kekerasan ini kalau saya boleh pinjam John Kalung ya. Baik, kekerasan langsung, struktural, kultural ini kerap bersarang pada perempuan. Dan harus kita akui ya, salah satu warisan yang mesti harus kita kritik habis adalah soal ini. Perempuan dalam posisi yang selalu lemah ya. Padahal menurut saya perempuan adalah guru keadilan sosial. Ya, Tuhan itu memberi kecerdasan kepada perempuan untuk mengelola distribusi

1:33:30 konsumsi. Bapak, Ibu coba bayangkan ya. Seorang ibu begitu hamil kalau dia makan maka sebagian nutrisinya ya sudah otomatis dibagikan kepada janin yang ada dalam kandungannya. Enggak usah diperintah. Jadi, kosmos alam sudah mendesain perempuan itu untuk punya kecerdasan mengelola distribusi konsumsi. Jadi kalau mau belajar keadilan sosial, ibu-ibulah, perempuanlah. Kalau bapak-bapak lain, bapak-bapak mungkin malah justru sebaliknya ya.

1:34:17 minta segera anaknya ini disapih karena anaknya jadi pesaingnya ya untuk bisa nyusu jadi ibunya ini jadi ini gurau gitu ya. Nah, jadi ee nah nah tapi kultur kita, kultur kita yang masih kental, yang masih kita lihat ya kita tidak sadar dengan posisi itu. Ya, Indonesia Raya tadi mengamanahkan sehingga ya kalau mau belajar keadilan kita mesti harus merawat perempuan, harus memuliakan ibu, harus memuliakan perempuan. Ini bahasa metafor ya. Jadi ya Supratman tadi menyinggung itu ya.

1:35:02 Jadi ee apa ya? Coba ketika seorang perempuan hamil ya suka tidak suka kepada bayinya sang ibu tadi enggak bisa untuk tidak berbagi. Selalu berbagi. Ya, ada satu ee data ya ee banyak perempuan itu yang terkena penyakit gondok. Kok banyak perempuannya? Ternyata setelah diteliti ya ada struktur masyarakat ya yang mayoritas perempuan kena gondok tadi pada masyarakat tadi

1:35:48 itu distribusi konsumsi itu karena patriarki karena memang perempuan yang tidak mendapatkan kehormatan yang semestinya ya itu selalu kalah ya. ini keluarga keluarga masyarakat tadi itu pada umumnya miskin sehingga nutrisi ya termasuk zat yodium yang dia bisa membuat orang tidak kena penyakit gondok sumber-sumber itu itu tidak pernah jatuh kepada ibu bapaklah yang diutamakan ini masyarakat kita masih seperti itu gitu ya warisan dulu itu. Bahkan kalau kita baca bukunya Hilder ya, keluarga Jawa ya, Bapak ini mendapatkan sentong sendiri. Dia kalau makan ya disendirikan

1:36:36 ya. Begitu masakan itu apa? Matang itu diambil dulu ya, disisihne dalam bahasa Jawa ya. Ini untuk bapak. Nah, sisanya itu untuk anak. Kalau masih ada nah baru ibu. Padahal ibunya sedang hamil misalnya, sedang menyusui anaknya. Nah, ini Bapak Ibu ya kompleksitas masalah seperti ini. Lalu yang terjadi adalah kita sumber daya manusia kita ini harus jadi perhatian serius dan persoalannya tidak cukup dengan mendidiknya ya menyekolahkan dan seterusnya ya tidak cukup. Karena apa? karena ini ternyata punya relasi dengan kondisi struktural

…

Share

Ringkasan Video YouTube