Saatnya GuruGembul DiGeprek Ade Rai ‼️

GEMBULIKUM www.youtube.com

Brief Summary

In this video, the speaker discusses health, weight management, and the importance of exercise while engaging in a humorous and relatable conversation with health mentor Pak Derai. They share personal experiences about weight fluctuations and the significance of understanding body fat types—particularly visceral fat in men versus subcutaneous fat in women. The discussion covers dietary habits, exercise routines, and the impact of carbohydrate intake on energy levels, ultimately highlighting strategies for maintaining a healthy body.

  • Focus on prioritizing health over weight.
  • Importance of exercise and understanding different body fat types.
  • Discussion on dietary habits and managing energy levels.

Health Journey and Discussion with Pak Derai

The speaker begins by greeting viewers and introducing Pak Derai, his health mentor. He reflects on concerns from his audience regarding his weight but reassures them that his primary goal is to prioritize health rather than achieving a specific body shape. He mentions a conversation with Pak Derai that spurred him to think critically about his health and the importance of listening to one’s body. The speaker also shares his exercise routine, including some equipment he has at home, and the fact that he is not yet consistent but is beginning to notice changes in his own health.

Weight Gain Observations

The speaker comments on weight gain amongst his team after moving to a new studio. He shares that he gained eleven kilograms over the past three months and jokes about how weight gain is usually noticed first in visible areas like the cheeks and stomach. They discuss the biological differences in fat distribution between men and women, explaining terms like hyperplasia (number of fat cells) and hypertrophy (size of fat cells). They highlight that the location of fat is crucial, indicating that visceral fat can be more harmful compared to subcutaneous fat found in women.

Understanding Body Fat Types

The speaker elaborates on the distinction between visceral fat, which forms around internal organs and is more dangerous for health, and subcutaneous fat, which lies underneath the skin. He explains that men tend to accumulate dangerous fat types leading to health issues compared to women. The conversation reveals that while women visually appear larger due to more subcutaneous fat, men are at a higher risk of obesity-related diseases.

Weight Loss Strategies and Insulin Management

The focus shifts to weight loss strategies, specifically emphasizing that visceral fat is typically lost before subcutaneous fat during weight management efforts. The speaker mentions that insulin plays a key role in fat storage, with heavy insulin spikes caused by dietary choices leading to rapid energy crashes. He advises watching carbohydrate intake and beginning meals with proteins or fats to prevent sugar crashes, stressing the importance of sequencing food consumption.

Practical Dietary Tips

The speaker suggests practical dietary tips, emphasizing that meals should start with proteins such as eggs to help manage sugar levels. He advises pairing carbohydrates with proteins to stabilize blood sugar spikes. They discuss misconceptions around certain food preparations being healthy (like steaming), noting that it is essential to also consider what goes into the meal and its nutritional content.

Personal Health Goals and Exercise Impact

The conversation highlights personal health goals, where the speaker shares about reducing sugar intake, emphasizing that exercising, particularly strength training, can help maintain energy levels and manage weight. He discusses how weight affects insulin management and suggests monitoring one’s carbohydrate intake while engaging in regular physical activity, ideally focusing on exercising major muscle groups to promote overall health and assist in weight management.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transcript

Full transcript of “Saatnya GuruGembul DiGeprek Ade Rai ‼️”. Click a timestamp to open the video at that moment. Need another video? Use the YouTube transcript generator.

0:00 Asalamualaikum beraya ini guru gembul dan sekarang kita ketemu lagi dengan mentor saya mentor kesehatan [tertawa] Pak Derai. Apa kabar? Baik baik baik. Jadi e kan banyak sekali di antara subbreaker saya tuh yang kapan ini ee ee bukan mereka tetap berharap saya gendut tapi mereka mengkhawatirkan mereka tuh suka memperhatikan kok nafasnya jadi berat kok nafasnya aduh saya merasa terharu. Terima kasih untuk perhatiannya. Tapi emm sampai sejauh ini saya tuh masih sering ngobrol sama Pak Adik. Jadi berharap agar minimal minimal saya tuh sehat. Saya saya enggak ngejar proporsi tubuh dulu sementara ini. Saya mau

0:46 ngejar sehat dulu. Dan ya alhamdulillah [mendengus] selama ini sekarang sejak ketemu Pak Adik waktu kita 1 tahun yang lalu ya pertama satu pertama tuh 1 tahun yang lalu kita ngobrol dan ada kata-kata Pak Ad tuh yang benar-benar bikin saya tuh nyesek. Kata-katanya itu adalah Pak Guru tuh begitu kritisnya sama ini, begitu beraninya ngomong sama itu. Kenapa Kediri sendiri itu enggak kritis [tertawa] nyelekit? Iya, saya biasa marahin orang, biasa frontal sama orang. Terus itu dijelasin ini pankreas kan lagi komplain, ini hati itu lagi komplain dan lain-lain lagi. Ingat pasti obrolan itu diem sama tubuh sendiri ya, Pak?

1:31 Iya. Kenapa sama? Oh, iya ya. Nah, sejak saat itu saya belum konsisten untuk belajar tapi eh di rumah ada beberapa dumble. Ada apaagi? Ada samsak, samsak, ada tradal. Iya sepeda. Ada sepeda. Iya, macam-macam lah. Tapi disimpan di ruangan-ruangan yang berbeda. Karena dulu ee saran dari Pak Ad itu adalah ee berolahraga tuh pas kita lagi enggak ngapa-ngapain gitu, pas lagi main HP. Nah, di situ tuh ternyata ada dumble gitu, kita angkatin gitu. Betul. Dan salah satu dumble saya tu dikasih. [tertawa] Nah, tapi Pak Deang ke sini itu saya kasih lagi yang bagus ya. Heeh. [tertawa] Oh, enggak usah. Malu

2:17 saya. Nah, tapi Pak Deang ke sini itu karena gini emm ternyata teman-teman saya satu tim satu studio itu yang kita tuh banyak ya ee ada beberapa itu ternyata sekarang setelah dapat studio, dapat tempat duduk enak buat ngedit dan sebagainya, berat badannya naik belasan kilo selama kurang lebih 3 bulan. 3 bulan. Jadi sayanya sudah mulai memperhatikan walaupun baru sedikit ya belum konsisten. Ee saya sudah memperhatikan kesehatan tapi tim saya ini tidak. Dan gimana keluhannya? Gimana keluhannya? G jadi Pak De 3 bulan itu naik 11 kilo. Saya pribadi. Iya iya iya. Oke. 3 bulan naik 11 kilo. 11 kilo. Dan 11 kilo itu yang terlihat tuh di pipi sama di perut. Pasti [tertawa] apakah level pertama kegemukan itu dari

3:05 pipi dan perut dulu atau sebenarnya juga seluruh badan terlihat besar tapi yang menonjol hanya perut dan pipi. [tertawa] Iya. Iya. Kenapa harus pipi dulu? Kenapa harus perut dulu? Dan gimana itu sebenarnya jumlah ee lemak ee pria ya sebenarnya itu ee tidak sebanyak jumlah kantong lemak wanita. Eah. Jadi kalau jumlah lemak itu disebut yang namanya hyperplasia. Kalau ukuran lemak disebut namanya hypertrofi. Nah, yang bahaya itu adalah sebenarnya ukuran bukannya jumlah. Heeh. Nah, jadi kalau wanita sesungguhnya kelihatannya secara visual dia kelihatannya lebih gemuk daripada pria. Tapi pertanyaannya kenapa pria yang mati duluan gitu? E karena jawabannya adalah bahayanya lemak adalah bukan jumlahnya tapi lokasinya. Nah, lokasi lemak di pria itu ada di

3:51 tempat yang tidak didesain untuk ada lemak di sana. Ya, itu adalah yang disebut dengan namanya lemak yang ada di organ tubuh kita sehingga berpengaruh kepada fungsi organ. Nah, itu dikenal kalau teman-teman benar tahu namanya atopic fat atau salah satu yang populer disebut namanya viseral fats. Nah, sedangkan kalau wanita itu lemaknya adanya di bawah kulit. Itu namanya subctinous fat. Itu jadi perempuan aman walaupun aman. Iya. Aman dia karena kantong lemaknya banyak. Heeh. Makanya yang saya suka cerita kelebihan daripada wanita adal selain kelebihan karena ee kelebihan daripada ee pria adalah kelebihannya adalah ee wanita lebih lembut. Satu, kedua wanita lebih cantik gitu. Dua. Ketiga, wanita lebih gemuk gitu. [tertawa] Iya. Secara kantongnya lebih banyak masalahnya. Nah, tapi ee poin dari cerita ini sebenarnya memang kalau tadi

4:38 itu kalau gemuknya pria memang kecenderungannya memang banyaknya di tempat-tempat yang memang secara genetik dia ada ya. Salah satunya adalah di pinggang, di perut gitu. Tapi kalau wanita gemuknya di hampir menyeluruh di mana? Di tangan, di paha, lalu di perut, lalu di pipi gitu ya. He. Nah, jadi kalau pria udah mulai ke pipi, udah ke apa berarti juga udah bahaya juga kan gitu ya. Oh iya. Dirimu tuh dirimu pipi tuh. Teman saya yang perempuan juga sama. Iya sama ya, Kang Ali ya. Tapi poinnya kalau menurut saya sebenarnya enggak usah dipikirin hal tersebut. Kenapa? Karena tubuh kita punya kecerdasan sendiri di mana memang untuk turunin ee lemak yang di bawah kulit tuh kayak wanita tuh perlu waktu yang lama. Tapi lemak yang paling bahaya di badan kita yang namanya si visel fat tadi yang ada

5:24 di organ tubuh kita. Makanya kenapa salah satu penyakit daripada yang paling populer sebagai profil daripada klaim BBJS kesehatan tuh adalah yang disebut namanya fatti liver disease gitu. Lemak yang ada di hati i kan gitu yang paling banyak tuh di situ ya di organ lah sebenarnya. Nah, itu disebabkan karena bisa kena alkohol, bisa kena non alkohol. Nah, tapi viseral fat ada ada di sana kan. Nah, cuma kalau seandainya kita bilang saya memutuskan untuk besok saya mau puasa, saya memutuskan untuk mau olahraga dalam kondisi perut kosong, saya memutuskan untuk mau mulai saya kontrol karbo gitu. He. Yang terjadi ferof adalah nomor satu yang keluar duluan, yang pergi duluan dari kita. Karena badan kita itu dia perlu akan kehidupan. Heeh. Jadi badan kita perlu kehidupan. Jadi dia enggak mau kita mati gitu. Makanya jadi sesuatu

6:09 yang bahaya bagi badan dia buang duluan. Makanya viseral fest pasti langsung duluan hilang gitu. Apa itu penyebabnya? Ya saya itu kan udah olahraga terus 1 jam sehari di saya bagi dua. Setengah jam pagi setengah jam sore. Saya enggak tahu itu benar atau enggak tapi kan kata Pak ini aja ya. Nah 3 bulan lah anggaplah 3 bulan atau 4 bulan saya latihan itu terus-terusan. Tapi berat badan saya tuh enggak turun. Apakah penyebabnya adalah jangan-jangan organ tubuh saya itu memprioritaskan dihabisin di hatinya dulu atau gimana ya? Atau Iya. Iya. Ya, itu pasti. Heeh. Itu pasti itu kan lebih kepada kayak urutanurutan prioritas di badan untuk mau bakar yang mana dulu. Karena kalau untuk membakar lemak di bawah kulit itu perlu waktu yang lama, perlu strategi. Nah, itu

6:56 strategi fatlos kan gitu. Oh, tapi strategi sekedar hanya untuk membuat kita secara metabolisme tetap sehat meskipun secara overall kita kelihatan kelihatan gemuk nih gitu ya. Dia enggak apa-apa gitu pada jangan khawatir saya enggak pernah tersinggung orangnya. [tertawa] Saya kayaknya perlu program untuk kakak saya nanti Pak. Eh ini ini mau nanya apa? Kan ini juga tim apa kemarin katanya mau konsul. Kalau saya sih ingin ini naik ini masalah naikin berat ya. Betul betul. Iya. Nah, jadi kalau kebalikannya kalau Kang Ali adalah mirip kayak saya. Saya dulu sama sih. Iya, saya kurus. Tinggi saya 183 berarti saya kan 55. Heehuh. Nah, jadi kebalikannya kalau orang kurus itu sebenarnya karena kadar lemaknya rendah sebenarnya ototnya dia ada kan pasti ya. Jadi dia sebenarnya punya

7:41 sensitivitas terhadap insulin sebenarnya harusnya lebih tinggi. Jadi toleransi terhadap gula lebih besar. Kebutuhan puasa tidak perlu terlalu durasi panjang karena kan paling puasanya hanya buat supaya badannya organnya istirahat aja. Nah, jadi kalau secara olahraga yang dicut biasanya kardio yang fokusnya latihan bebaning. Nah, iya. Tapi kalau seandainya kurus kepin naikin berat badan. Tapi main bola jalan terus minggu dua kali. Habis itu lari kadang-kadang ikutan. Entar kadang-kadang ikutan puasa juga sampai prolong fasting. Kadang-kadang sering 18 jam ke atas ya beratnya enggak naik-naik gitu. Nah, tapi kebalikannya ee strategi itu malah bermanfaat bagi yang gemuk gitu. Heeh. yang gemuk malah jadi bermanfaat sekali. Bagus. Makanya kenapa ada istilah orang bilang tidak ada yang

8:27 disebut namanya one speed all program. Program itu harus kalau istilahnya namanya precision personalize. Artinya harus sesuai dengan kebutuhan orang masing-masing. Setiap orang beda. Kebutuhan Pak Guru sama kebutuhan Kang Ali pasti beda gitu karena komposisi tubuhnya beda gitu. Heeh. Tapi secara overall prinsip kontrol karbo, prioritas protein, selektif terhadap lemak, lalu ee olahraga, latihan beban, dan kardio exercise itu semua prinsipnya sama. Tidurnya, istirahatnya cukup itu semuanya sama, enggak ada bedanya. Hanya bedanya hanya cuma kalau saya lihat hanya lebih kepada di nanti di kayak ya respon tubuh kita terhadap terutama salah satunya memang yang paling paling paling krusial itu adalah karbo karbohidrat gitu. Jadi kalau istilahnya

9:14 mobil itu kalau CC mobilnya misalnya kecil ee kecil kalau orang gemuk CC mobilnya kecil. Oh gitu. kebalikannya kan kalau orang yang kurus ya si mobilnya jauh lebih gede gitu karena kan overall secara persentase otot dan lemaknya itu berpengaruh terhadap BMR-nya dia, basel metabolic rate, kebutuhan daripada hidup dia untuk sekedar untuk bisa menjalankan hidup dia. Nah, jadi kalau ototnya dia banyak, lemaknya dia rendah, maka metabolismenya lebih cepat. Nah, jadi seolah-olah CC mobilnya lebih gede, jadi dia lebih boros. Nah, tapi pada saat di mana ototnya kita sedikit, lemaknya banyak, otomatis CC mobilnya jadi turun gitu seolah-olah gitu. Nah, sehingga jadi metabolismenya

10:00 lebih lambat. Saya dicek di sini yang alat Pak itu. Iya. Heeh. In body ya. Itu saya ototnya gede, lemaknya lebih gede. [tertawa] Oh, iya. I jadi itu CC-nya gimana? Nah, itu sebenarnya bagus sih. Enggak apa-apa ya. Itu ada bagusnya. Berarti ototnya mesti jalan terus. Jadi, Teman-teman enggak boleh salah paham ya. Waktu kita orang gemuk, dia latihan ototnya dilatih terus itu tetap bermanfaat. Tapi orang kan suka pikir, "Wah, tapi enggak kelihatan ototnya." Sehingga jadi bagi dia, dia pikir enggak ada manfaatnya, sia-sia gitu. Padahal enggak sama sekali kan malah bagus sebenarnya dia latihan aja terus ototnya. Ya udah, saya mau gitu terus saya teh enggak mau kurus ya. Saya mah senang gendut. [tertawa] Ya, sebenarnya kalau nanti sinergisnya kalau idealnya kalau teman-teman tahu semakin otot kita banyak dan rajin dilatih, kita sebenarnya mungkin di satu

10:47 sisi kita perlu waktu untuk menghabiskan lemak yang kita punya. He. Tapi kalau kita berantisipasi supaya karbo yang nanti kita makan akhirnya enggak jadi lemak, nah itu lebih mungkin kalau seandainya kita rajin latihan beban gitu. Jadi kita untuk menahan tidak lebih tidak jadi gemuk lagi pasti terjadi. Itu sebenarnya sudah terjadi di Pak Guru kan. Pak guru kan enggak nambah gemuk kan. Enggak enggak cuma enggak turun kan beratnya. Nah itu dia maksud saya. Jadi artinya rajin latihan beban enggak bakal bikin tambah gemuk. Iya. Tapi dengan rajin latihan beban dan ditutup sama kardio, ditambah lagi sama puasa dan kontrol karbo. Nah, pada saatnya terjadi penurunan berat badan. Saya sarapan jam 11.00 siang tidak sarapan pagi. Nah, pada saat sarapan pertama

11:33 pertanyaan saya adalah apa yang masuk duluan ke mulut kita? Nah, itu saya masih bebas sih [tertawa] bukan itu. Itu sebenarnya sesuatu yang krusial penting. Karena kalau kita pas baru masuk pertama itu adalah kita memulainya dengan gula. Oh enggak. Apakah karbo? Apakah nasi duluan masuk ke mulut kita? Apakah roti yang masuk duluan ke mulut kita? Apakah mie yang masuk duluan ke mulut kita? Ataukah kue yang masuk duluan ke mulut kita. He. Maka pada saat itulah kita akan mengaktivasi yang namanya roller coaster energy sepanjang hari. Kita tidak mengenal rasa kenyang. Tapi kalau kita mulainya dengan kita duluanin protein dan lemak, salah satunya adalah si telur. Jadi nomor satu pokoknya setelah kita tidur berjam-jam, tidur 6 jam, 8 jam plus ditambah oh saya

12:18 kasih ekstra lagi waktu panjang kan saya enggak enggak makan. Nah, pokoknya makanan pertama yang masuk ke dalam mulut kita itu makanya disebut namanya breakfast. breakfasting kan buka puasa sebenarnya bahasa bahasa Indonesianya sebenarnya buka puasa kita setiap pagi buka puasa cuma kalau di bulan Ramadan kan buka puasa jam 6 jam nah kita buka puasa nah buka puasa ada yang makan pagi jam .00 ada yang tadi Pak Guru makan makannya di jam 1100 berarti buka puasa di jam 11.00 nah kalau berkenan selalu jangan pernah memasukkan sesuatu yang menyebabkan lonjakan gula darah kita naik tinggi. Ubi ubi kukus aman enggak? Enggak. Enggak aman. Bukan enggak aman, enggak pernah boleh dia duluan di depan. Aduh, selalu di depannya adalah telur dulu gitu.

13:03 Oh telur. Jadi telurnya udah masuk, habis itu ubinya masuk di belakang enggak apa-apa karena dia ngantri. Telurnya berapa untuk saya boleh makan ubi? Enggak masalah pokoknya yang penting telur atau sayur atau apa. Pokoknya dia duluan. Jadi kalau bahasa sederhananya misalnya kalau jalan menuju kita tempat duduk ini adalah si jalan di tangga ini. He. Kalau seandainya kita duluanin si protein sama apa, bagaimanapun juga si karbo pasti harus ngantri kan. Oh dia pasti lebih lambat kan harus nungguin kita. He. Tapi kalau seandainya dia ditaruh duluan dia lebih cepat. [tertawa] Nah, dengan kecepatan dia sampai duluan di lambung kita, makanya kenapa gula darahnya kita naiknya cepat tinggi. Nah, ketika gula darah naik kita cepat tinggi, nah badan kita kan punya kecerdasan eh gula darah itu kan gula

13:48 kan kentel kalau ada di dalam darah itu bahaya kalau snya tinggi. Makanya badannya bilang cepat harus turunin. Nah, yang menurunkan gula darah itu namanya insulin melalui pankreas kita. Nah, waktu dia turunin gula darah kembali ke baseline 90 100 mg/ dl darah. Nah, semakin dia tinggi semakin curam penurunannya. Nah, curamnya penurunan itu yang disebut namanya sugar crash. Itulah yang membuat kita pasti dalam waktu setengah jam sampai 2 jam apakah kita lemas, apakah kita ngantuk, apakah kita minta makan lagi. Nah, jadi hal itulah yang makanya kenapa the whole industry of weight loss atau fat loss itu urusannya hanya cuma jualan produk yang bantu kita supaya tidak punya nafsu makan. Nah, sedangkan kita kalau kita punya siasat, siasatnya apa? Saya langsung cepat aja nih. H satu, pokoknya jangan pernah karbo di

14:36 depan. Dua, kalau makan karbo ubinya, berarti ubinya harus bareng sama sesuatu yang membuat dia lonjakan. Meskipun ubi seratnya sudah tinggi ya, tapi makan ubinya ceritanya dibarengin sama misalnya sama telurnya atau sama ayam. Ini ceritanya berbarengan dicampur kayak bubur dia enggak sendiri, tapi bubur sama ayamnya, sama seledrinya, terus sama apalagi sama telurnya misalnya. Nah, itu kan diaduk bareng. Begitu dimakan bareng dia ngantri bareng rama ramai-ramai. Jadi lonjakan gula darahnya enggak naik. Tapi kalau lonjakan gula darahnya naiknya cepat tinggi, dia turunnya akan banting kita. Nah, membanting itulah yang makanya yang saya sering katakan jam .00 Pagi kita makan, gula darah naik. Mulai dengan roti kan biasanya mulai dengan minum jus atau misalnya

15:21 dengan minum teh manis atau apa. Begitu gula darah naik hanya dalam waktu setengah jam sampai 1 seteng jam 2 jam berarti kira-kira di jam .30 itu gula darah pas turun. Tapi untung teman-teman kita punya namanya coffee break dia naik lagi makan kan. Nah begitu makan otomatis di jam 11.30 jam 12. turun. Tapi untung udah bisa makan siang. Naik lagi dia. Nah, pas habis makan siang pasti kan ngantuk kan di jam .30 jam . Makanya kenapa butuh kopi dan kue lagi. Naik lagi dia di coffee break di jam . pokoknya jam dulu. Terus Heeh. Nah, begitu turun lagi di jam .30. Untung jam 5. kantor udah apa terakhirnya bisa mampir di Kopi kenangan. Naik lagi dia kan. [tertawa] Nah, pas begitu dia naik lagi turun lagi. Pas sudah malam jam 0.30 untung

16:07 ada makan malam dia naik lagi dan baru terakhirnya baru turun. Nah, poin dari cerita ini adalah terjadi yang namanya roller coaster energy. Oh. Nah, ketika terjadi roller coaster energy kalau kita tanya itu yang bahayanya adalah inflamasi di pembuluh darah kita karena gula darahnya naik terus setiap hari. Itu dirimu kayak bukan saya enggak deh. Iya, itu saya [tertawa] saya banget. Betul. Saya banget dirimu ngopi manis pasti kan. Heeh. Ngopinya kan pakai gula kan. Makanya kenapa kan gulanya kan nanti hanya butuh waktu setengah jam sampai ibu saya ngasih telur sarapan. Iya. Nah, tapi intinya maksud saya bukan itu. Saya cuma bilang adalah bahwa ceritanya nih masih minum kopinya manis, tapi kalau pas makan awalnya di depannya yang dimakan adalah si ayamnya dulu yang ditelan atau misalnya sayurnya dulu yang dimasukin itu pasti tetap aja si kopi

16:53 manisnya itu dia harus ngantri di belakang karena kan ketahan dia. Nah, jadi maksud saya siasat dalam urusan-urutan gitu. Jadi itu yang disebut namanya food yang disebut namanya food sequences atau yang dikenal namanya food order. Jadi selalu karbo selalu karbo gitu ya. Apalagi kalau karbonya enggak dimakan ya lebih bagus lagi. Jadi makannya cuma telur putih, kuning pakai butter. Wah wangi kan. Enak. Tambahin keju. Wah enak. Itu gula darahnya enggak bisa naik. Kenapa? Karena enggak ada gula, enggak ada karbo sama sekali di situ. Putih, telur, kuning, telur, protein, dan lemak. Butter lemak. keju, lemak, makan semuanya. Enggak ada yang bikin gula darah kita naik. Tapi begitu cukup hanya makan satu putih telur atau minum kopi sama gula, buang langsung naik dia ke atas gitu.

17:41 Itu sayang sekali. Tapi Mas berarti selain kita apa ngakalinnya dengan pilih makanan mana dulu yang masuk. Sebetulnya ee dilihat dari podcast waktu Mas Ade sama Pak Guru yang pertama dan saya ngelihat beberapa video Mas Ad. Mas itu bisa dibilang ini versi saya ya. [tertawa] orang yang badannya bagus tapi selalu ngasih apa pengecualian atau excuses ke orang tuh untuk yang lu kalau ngelakuin ini mah ya ngelakuin aja asal begini begini begini. Nah, pertanyaan saya adalah [tertawa] buat Mas ada yang punya tempat gym yang begitu menyenangkan sekali, apakah setiap kali orang masuk gym itu harus selalu ujungnya badannya bagus atau seperti Pak Guru? Ah, yang penting mah sehat aja. Karena saya pernah beapa kali nge-gym itu malah jadi harus begini

18:28 biar-benarnya bagus. Padahal saya tuh hanya sekedar pengaw dengan membalikkan lagi kepada kecerdasan kita akan keuangan yang tinggi, kecerdasan kita akan kesehatan yang jongkok biasanya itu suka suka [tertawa] kebalikannya ya. Jadi kalau pertama kali orang kerja pertanyaannya adalah kalau seandainya dia kerja dan usaha itu biasanya terakhirnya gimana Mas? Kalau orang kerja dan usaha mobilnya jadi bagus atau yang penting pokoknya saya bisa bayar uang sekolah, bisa bayar ee ee kebutuhan pokok, bisa bayar listrik, bisa bayar apa. Saya bilang, "Ya, tujuannya kerja usaha ya biar bisa memenuhi kebutuhan itu. Terakhirnya kalau nanti kerjanya makin bagus, usahanya makin bagus kan jadi bisa punya mobil bagus kan." Nah, sama

19:14 juga waktu awal mulai kan kita mulainya dengan apa? Oh, yang penting pola perilaku saya lebih sehat dari sebelumnya. Akhirnya saya ngaturlah apa yang saya masukkan ke dalam mulut saya. Saya aturlah dalam olahraga. Akhirnya pelan-pelan kolesterol saya tadi yang misalnya LDL-nya terlalu tinggi bisa berkurang. Oh, tekanan darah saya jadi lebih normal, gula darah saya jadi lebih normal. Eh, terakhirnya badan saya jadi tambah bagus. Ya, bagus kan gitu aja ya. Kenapa harus berot dulu kan tuh? Berarti saya walaupun istri saya ngotot, saya harus [tertawa] berot. Aduh. Iya. Ya, kita enggak pernah boleh bilang, "Oh, saya enggak mau punya badan bagus." Sama aja kita bilang, "Saya enggak mau punya mobil bagus atau rumah bagus atau atau enggak mau punya uang banyak gitu istilahnya." Kenapa mesti ngomong gitu

20:00 gitu? Awal iya kita enggak usah bilang ke sana gitu, kita terlalu naif untuk berbicara itu. Kita yang lebih utama itu sebenarnya sebenarnya kalau kita bilang badan bagus itu kan kita suka ada nuansa, wih badan bagus seolah-olah ada nuansa narsistik, egois, nuansa apalagi di sana. Padahal sesungguhnya kalau kita balikin lagi kepada kebermaknaan ya kalau sesungguhnya ibaratnya Tuhan menciptain kita kan badannya bagus gitu baik adanya kan kita yang bikin juadan kita jelek gitu [tertawa] lalu giliran giliran badannya jelek lalu kita kita sok ikhlas gitu ya apa adanya [tertawa] padahal kalau seandainya misalnya Tuhan punya sifat dia mungkin akan bilang loh apanya saya enggak ciptain kamu kayak begitu loh gimana gitu ya jadi enggak sesuai dengan dengan peruntukannya gitu

20:46 itu seolah-olah [tertawa] gitu. Kalau ini kalau apa namanya ee slogan bahwa badan bagus itu enggak bisa dibeli karena itu harus usaha 100%. Betul enggak menurut Mas AD? Kalau kira-kira [tertawa] ee kaya enggak bisa dibeli benar atau enggak? Ya, ada orang yang kaya dengan cara yang tulus dan jujur. Ada yang orang kaya dengan cara korupsi gitu. Nah, jadi badan bagus juga sama gitu. Bisa dikorupsi ya? Bisa korupsi. penyalahgunaan obat hari ini, performance enhancing drugs, ya kan dengan pakai berbagai macam. Hari ini juga kalau saya tanya sekarang enggak usah jauh-jauh ngomongin soal kesehatan deh. Ngomongin soal kecantikan aja. Kira-kira bisa enggak orang tiba-tiba bisa hari ini jadi cantik? Bisa. Gimana tuh caranya? Ke [tertawa] Korea Selatan. Nah, misalnya

21:33 misalnya misalnya tapi kalau kita punya pemaknaan yang lebih benar, kita bilang bahwa cantik itu enggak semata-mata hanya cuma hidungnya jadi lebih mancung, matanya jadi lebih belok, kulitnya jadi lebih putih. Tapi kecantikan yang sesungguhnya adalah kecantikan lahir dan batin gitu, perilakunya, orangnya. Dan akhirnya bahkan kita bisa melihat, ih ternyata kok beneran begitu saya kenal dia terlihat jauh lebih cantik gitu karena mungkin perilakunya yang baik gitu. mungkin ya dengan pola kesehatan yang bagus ya ternyata badannya bagus atau jadi lebih cantik gitu. [tertawa] Tapi jadi ke saya Pak Pak De terlalu privat enggak kalau saya nanya? Heeh. Pak De masih 90-an berat badan? Iya saya 90. Heeh. 90? Iya. Heeh.

22:19 Saya 90. Kalau Pak Guru pernah dites di inbody kan? Pernah. Ee ingat enggak kayak lemaknya berapa persen lalu nilainya berapa? E ingat. Ingat berapa persenang? Ee 48 ya. 48%. Oke. Oke. Gendut banget kan? Iya. Iya. Berarti lumayan. Otot 38, melemak 48 kalau enggak salah ya. Beratnya berapa totalnya waktu itu? Sampai ee dari dulu sampai sekarang masih sama 110. 110 ya. Oke. Oke. Tembus. Tembus 110. Saya mau dikit kalau bisa dibagi. Iya. Nah, maksud saya ee apa namanya ya? Enggak apa-apa. itu itu kan kelebihan ya. Nah, kelebihan kelebihan berat itu nanti kita coba pelan-pelan dengan pola perilaku kita.

23:04 Kita coba ini. Tapi memang saya selalu ngajarin orang untuk kepada kayak punya penguatan hati ya dalam hal memaknai ke sebuah kegemukan. Kayaknya Pak De tadi teh mikir lama gimana cara memotivasi orang gendut ini. [tertawa] Iya. Enggak, bukan saya justru mau menguatkan hati orang gemuk gitu. Karena orang gemuk itu kan tabungannya banyak. He. Cuma tabungannya bukan dalam bentuk uang, tapi tabungannya dalam bentuk energi. Energi yang diantisipasi kalau seandainya misalnya di Indonesia satu saat nanti tiba-tiba makanan hilang dari muka bumi, maka orang yang paling gemuktabungannya paling banyak berarti umurnya paling panjang kan gitu kan. Iya kan? Nah, cuma memang masalahnya kan makanan itu kan selalu muncul bukan hilang gitu. Makanya kenapa akhirnya pertanyaan orang adalah gimana saya bisa menggunakan tabungan saya? Nah, saya

23:49 kembalikan ke kecerdasan pada keuangan di mana saya bilang, "Kapan kita pakai uang tabungan kita hanya kalau tidak ada penghasilan, H tidak ada gaji, tidak ada komisi, tidak ada bonus." Nah, saya ulang sekali lagi. Kapan saya memakai tabungan saya kalau tidak ada pemasukan? Makanya kenapa saya bilang puasa adalah salah satu strategi yang paling mudah, yang paling murah, yang paling alami yang tidak hanya menyehatkan secara keimanan, tapi juga ternyata menyatakan secara keimunan, gitu. I keimunan. Jadi puasa kita pay attention-nya terhadap yang namanya time management. Karena kita bilang jendela makan saya begitu saya bangun sampai saya tidur kan makan terus tuh. Jadi dari 24 jam 70%-nya dari jam .00 pagi dari mulai dari salat subuh sampai terakhir sebelum tidur malam kadang-kadang mesti konten dulu atau apa

24:35 sampai jam 11.00 malam masih ngunya. Itu kan berarti kan hampir 70% jendela makan kita. Nah, dengan berpuasa kita memendekkan jendela makan kita tadi gitu dengan cara kita bilang saya hanya akan makan pokoknya maksimal sehari pokoknya 8 jam. Kalau saya mau makan jam 8.00 pagi boleh berarti saya nanti jam .00 stop. Kalau saya mau makan jam 10. Boleh, berarti saya nanti jam .00 stop. Kalau misalnya Pak Guru tadi bilang, "Oh, saya mau makan jam 11.00, berarti masih bisa makan sampai jam .00 malam gitu kan. Itu kan berarti kan 8 jam gitu. Nah, cuma di antara 8 jam itu ada tiga strategi yang kita harus lakukan. Satu, tidak boleh makan yang namanya overkompensasi. Itu kalap kebanyakan. Dua, tidak boleh makan under nutrisi. Jadi, takut makan enggak

25:21 boleh juga. Dan yang ketiga, tidak boleh dehidrasi, gitu. Nah, jadi tiga hal tersebut yang kita pegang. Nah, prinsip dari kita makan ada tiga kalau teman-teman tahu. Satu adalah selalu karbo selalu kontrol. Kedua, protein selalu dikedepankan. Karena apa? Karena kalau kita setiap kali makan ada protein pasti kita kenyang. Tapi kalau setiap kali kita makan tanpa protein pasti kita hanya nunggu waktu setengah jam sampai 1 seteng jam kita pasti lapar lagi. Iya iya. Iya gitu. Dan yang ketiga, lemak yang kita takutkan, kita pikir bahaya ternyata ada lemak yang baik lain lemak yang buruk. Nah, begitu lemak yang baik kita pakai, kita konsumsikan, ternyata dia mengenyangkan kita. Nah, makanya kenapa akhirnya muncul salah satu strategi yang disebut namanya low carb sate diet atau yang orang pernah kenal dengan namanya misalnya ketogenics atau apa yaitu adalah kalau saya makan telur putih dan

26:08 kuningnya berarti saya enggak makan rotinya. Kalau saya makan paha ayamnya berarti saya enggak makan nasinya. Kalau saya makan sate kambing sama sama ee sama ee bumbu kacangnya berarti saya enggak makan lontongnya. Tusuknya. [tertawa] Ya, maksudnya lontongnya gitu. Jadi kita bisa mainin ke sana. Itu yang maksud saya sebuah siasat untuk bilang bahwa ternyata diet can be fun. Diet fun kalau seandainya teman-teman tahu. Bayangin aja saya makan putih telur Mas tambahin kuning telur dipakaiin butter aja. Jadi bukan margarin, bukan minyak goreng tapi butter. Terus dipakaiin keju dalamnya.

26:54 Lalu saya omelet. Kan enak banget kan itu. Itu kita makan tidak membuat banjakan gula darah kita naik karena enggak ada karbu sama sekali di sana. Tuh terlihat sangat menyenangkan sekali ya. Iya. Saya sejak dulu ketemu sama Pak AD itu jadi [tertawa] saya tuh sekarang jajan tuh lebih banyak makan daging. Iya boleh ya gara-gara itu. Iya enggak apa-apa. Nah tapi mesti hati-hatinya di daging kadang-kadang satu dagingnya itu kan dia pakai minyak goreng. Nah jadi minyaknya jelek. Kedua kadang-kadang kondimennya itu kadang-kadang banyak gula di sana. Hm. Jadi pas Gan pakai saus, sausnya itu ternyata gulanya adanya di sausnya atau apa. Dan juga kadang-kadang kita begitu udah udah makannya daging daging daging pas minumnya ternyata ketemu kena ada gula di minuman kita, Kang Ali itu. Nah, jadi pengaruh juga. Nah, nah di sini ada

27:41 di Saya kaget loh. Pertama pas di sini kan di sini tuh ada kantin sehat ya. Iya iya iya. Ditawarin, "Nah, ini mah kayak enggak sehat makanannya teh ararenak gitu tapi ternyata [tertawa] di sini ada. Nanti nanti dirimu beli gak?" Dan ternyata memang se fan itu di sini. Iya. Nah, kalau buat Kang Ali di sini pasti lebih suka lagi karena makanannya di sini memang dedikasinya lebih banyak ke musleal building. Jadi ada nasi merah, ayamnya dada dada ayam yang clean gitu, lalu sayurnya di steam gitu. Nah, itu kalau buat naikin berat badan enak karena masih bisa nikmatin karbo. Tapi proteinnya bersih gitu. Clean gitu kan gitu. Nah, dan harganya standar. Iya, harganya harga warung. Harga warung. Heeh. Tapi kalau misalnya kayak Pak Guru makannya mungkin lebih banyaknya misalnya kayak telurnya gitu atau

28:28 misalnya kalau ayamnya banyakin cuma enggak usah pakai nasi merahnya gitu. Saya tuh kemarin udah PD kan setiap ee makan ya untuk makan pagi itu saya selalu beli yang makanan kukusan gitu. Jadi kacang kukus, pisang kukus, karbo semua masalahnya [tertawa] ada telurnya memang ada telurnya. Iya cuman saya tu baru itu gula darah semua. Nah, itu yang makanya [tertawa] saya bilang, makanya saya bilang pikirnya kukus rebus itu bukan berarti sehat karena ada juga yang namanya mie rebus, bakso rebus. Oh iya, bakso juga direbus. Semua rebus. Jadi seolah-olah kita pikir rebus itu sehat. Tapi poinnya di sini yang harus diperhatikan itu lebih kepada ini bicara buat orang gemuk enggak berlaku bagi Ali yaitu adalah

29:14 yang harus dicut sementara itu adalah karbonya gitu. Saya salah pencet. Iya. Saya sudahudah PD. Jadi meskipun tadi si ubi bagus, si kentang bagus, si kacang rebus itu bagus. Tapi kalau seandainya mau makan itu, makannya harus di jendela makan kita. Enggak boleh makannya itu di awala awal kita buka puasa itu awal buka kalau bisa kita cuma ketemunya cuma protein sama lemak aja. Oke. Nah, nanti kalau mau makan yang ada karbonya, kalau kita dekatkan makan karboah, nah itu pasti langsung enggak terjadi karbo sel lemak. Oke, ada pertanyaan terakhir. Ini waktunya sudah habis pertanya [tertawa] kembali datang dari pribadi saya ini. Eh, kalau saya mulai besok ngejaga makan kayak atau ngurangin setidaknya

30:00 ngurangin satu gelas kopi karena saya sehari dua. Heeh. Sebenarnya bukan kopinya dikurangin, kurangin gulanya. Gulanya ya, Ben. Gulanya. Nah, ee aktivitas apa yang cocok untuk [berdehem] mendampingi setidaknya saya pengin banget, saya tuh suka pengin banget latihan beban. Beban latihan beban. Karena latihan beban itu memungkinkan kita untuk apa yang kita makan ke dalam mulut kita itu tidak akan pernah disimpan di dalam sel lemak. Karena waktu kenapa terjadinya makanan karbo sel lemak? Karena selalu ada kehadiran insulin. Insulin itu ibarat kayak Grab dan Gojek. Setiap kali ada penumpang, wah gula darah naik. Oh, ini penumpang nih. Gula darah naik kan berarti kan ada ada yang harus di dijemput sama dia. Nah, ketika dijemput problemnya selalu ditaruh di terminal terakhir itu adalah si yang namanya penumpukan lemak tadi yang namanya

30:46 deposit lemak di sana. Nah, tapi kalau secara logika kita tanya loh, Mas Ade, kalau seandainya misalnya tidak ada taksi yang ngambil berarti tidak akan pernah terjadi si gula tadi disimpan di dalam di terminal terakhir? Jawabannya benar. Nah, sekarang pertanyaannya. Nah, lalu gimana caranya penumpang tetap ada tapi tidak membuat si Grab dan Gojek datang? Caranya gimana? Kencengin otot. Makanya karena otot yang langsung ngambil si penumpangnya gitu. Jadi meskipun kita ngangkatnya tangan ke perut mah masuk tuh narik gitu. Maksudnya semua sifatnya sistemik. Jadi kalau makannya mau makan bakmi habis bakmi 30 menit langsung latihan beban. Maka secara teoretis nih kita ngomongin, maka gula darah kita waktu naik, waktu dia bilang, "Saya mau taruh di lemak,

31:34 ototnya dilatih langsung." Habis itu ototnya bilang ke pankreas, "Pankreas, kamu enggak usah ngirim si Grab dan Gojek. Saya yang k turunin itu." Nah, begitu otot yang nurunin gula, enggak bakal ditaruh di lemak, di otot, ditaruhnya di ototnya, gitu. Makanya otot tuh kayak CC mobil. Semakin CC mobil makin banyak, semakin boros badan kita. Saya selama ini sit up, Pak. Jadi bangun tidur sit up tapi karena berat karena besar di sini kayak kok ses ee sit up sesuatu yang mungkin ya kelihatannya enggak enggak enggak enggak signifikan gitu tapi kita bisa lakukan dengan plank dengan push up dengan pakai dumble oh plank yang diam gitu gitu heeh iya karena kalau kayak sit up dengan orang yang memang gemuk kan kayak kayak problemnya bukan salahnya sit up tapi salahnya ketika perut kita memang gemuk gerakan itu jadi enggak

32:21 optimal dalam dalam menyelesaikan tugas gasnya gitu maksudnya itu. Heeh. Kalau Kang Ali terakhir apa? Terakhir apa? Kalau saya sih perlu program kayaknya [tertawa] gampang. Kalau menurut saya ada dua otot di badan kita yang membutuh yang yang memungkinkan kita untuk berat badan kita naik. Otot paling banyak tuh ada di kaki sama di bek. Nah, jadi setiap kali kalau kita mau latihan beban, kita rajin latihan kaki sama latihan beg. Pasti berat badan kita naik. Adalah hal yang paling saya hindari latihannya apa? Nah iya. Bekung punggung. beg punggung sama kaki. Heeh. Justru itu tadi dengan rajin latihan kaki pasti beratnya naik langsung. Iya. Harusah. Iya. Iya. Dan bagus latihan kaki itu justru latihan yang paling jujur. Karena semakin kita rajin latihan di sana nanti overall badan kita jadi tambah kuat.

33:07 Karena dia fondasi kan. Heeh. Kalau kita takut latihan kaki itu kayak kita kayak kita tahu itu sesuatu yang paling berat. Kayak ibarat kayak dulu kita sekolah ada mungkin pelajaran yang kita tahu yang seharusnya itu yang membuat kita pintar. Tapi udah entar aja deh belajar [tertawa] entar aja gitu. Oh latihan. Otot yang paling bagus tuh kaki. Kaki misalnya itu yang paling cepat. Makanya kalau habis kelar makan karbo. Apalagi kalau makannya Pak Guru makannya bagus, rajin aja terus tiap hari latihan kaki like press. Makanya saya bilang, "Pak guru datang aja ke sini enggak usah enggak ada kerjaan duduk aja di like press di sana di bawah tuh dorong aja 10 kali lalu 10 set. Habis itu udah kelar pulang aja besok mampir lagi lewat sini duduk lagi di situ begini aja. itu enggak ada cerita 7 minggu eh 1 minggu 7 hari doang

33:52 itu perut langsung turun hanya cuma begitu doang 10 kali doang 10 kali 10 set 10 kali 10 set berarti emang seberat apa itu tergantung seatnya sebuatnya Pak Guru dong iya itu makanya saya bilang itu sesuatu yang gampang makanya kayak kalau orang yang pintar tentang kecerdasan keuangan, dia akan selalu bilang miskin itu tidak mungkin menurut dia kalau kita punya kecerdasan untuk bisa cari uang yang baik gitu. Iya. Sama juga kayak Pak Guru dalam hal kebaikan kan ibaratnya seburuk-buruk apa perilaku kamu yang itu selalu ada pemaafan pasti kamu bisa lebih baik jadi orang daripada sebelumnya gitu. Nah saya juga sama. Jadi saya bilang sesimpel itu. Suan iya semua orang pasti bisa pasti lebih lebih langsing dari sekarang, bisa lebih berotot dari sekarang, bisa lebih kurus

34:40 dari sekarang. Itu diganti dengan squad bisa enggak sih? Yang kan saya enggak punya ini ya bisa pokoknya mah kaki aja ya. Iya pokoknya kaki aja rajin aja kaki. Oke Ibaraya itu saja waktunya mepet karena Pak itu dari tadi sudah diintip-intip tadi ya sama beberapa tim teman-teman dari ITB. Oh itu juga I jadi kapan-kapan kita ngobrol lagi. E terima kasih karena sudah menyimak. Heeh teman-teman Kang Ali. Makasih teman-teman semuanya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.

Share

More video summaries