5 HAL INI AKAN TERJADI PADAMU | PS. DEBORA KRISTANTO | RENUNGAN PAGI

Ringkasan Singkat

Renungan pagi ini membahas tentang bagaimana cara kita memandang masalah dan bagaimana fokus pada Tuhan dapat mengubah hidup kita. Ada lima hal utama yang akan terjadi jika kita fokus pada Tuhan, bukan pada masalah:

  • Kecemasan menghilang dan digantikan dengan damai sejahtera.
  • Cara pandang terhadap masalah berubah.
  • Iman bertumbuh dan menjadi kuat.
  • Melihat diri sendiri sebagai pemenang, bukan korban.
  • Respon terhadap masalah berubah, menggunakan otoritas ilahi untuk menciptakan solusi.

Pembukaan

Renungan dimulai dengan doa dan penekanan bahwa setiap orang pasti memiliki masalah, namun besar kecilnya masalah itu tergantung pada cara pandang kita. Analogi barbel digunakan untuk menggambarkan bahwa beratnya masalah tergantung pada kekuatan "otot rohani" kita.

Kecemasan Menghilang

Fokus pada Tuhan membuat kecemasan mencair, bukan karena masalahnya hilang, tetapi karena otot rohani kita semakin kuat. Filipi 4:6-7 dikutip untuk menekankan pentingnya menyerahkan kekhawatiran kepada Tuhan melalui doa dan ucapan syukur, sehingga damai sejahtera Allah akan memelihara hati dan pikiran kita. Kekhawatiran diganti dengan damai sejahtera, membuat kita lebih kuat dari masalah.

Perubahan Cara Pandang

Masalah tetap ada, tetapi cara pandang kita menjadi berbeda. Masalah yang tadinya tampak besar, sekarang terlihat kecil karena kita memandangnya dari posisi Tuhan. Yesaya 40:15 dikutip untuk menggambarkan bahwa bangsa-bangsa seperti setitik air dalam timba di mata Tuhan. Masalah tidak sebesar yang kita bayangkan, dan pencobaan yang kita hadapi tidak melampaui kekuatan kita.

Iman yang Bertumbuh

Fokus pada Tuhan membuat iman kita bertumbuh dan menjadi kuat. Roma 10:17 dikutip untuk menekankan bahwa iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus. Kita tidak berperang sendirian, tetapi bersama dengan Tuhan, dan kita lebih daripada pemenang. Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan, termasuk iman dan hikmat.

Melihat Diri Sebagai Pemenang

Kita tidak lagi melihat diri sebagai korban, tetapi sebagai pemenang, champion, dan juara. Masalah dilihat sebagai tantangan untuk ditaklukkan. Kita berada di arena pertandingan dan tertantang untuk melihat apakah kita bisa menaklukkan masalah tersebut.

Perubahan Respon

Respon kita terhadap masalah berubah. Kita tidak lagi mengemis-ngemis doa, tetapi menggunakan otoritas yang Tuhan berikan untuk menyelesaikan masalah dan menciptakan solusi. Tuhan memberikan hikmat, kuasa, urapan, dan otoritas untuk menang dalam setiap masalah. Kita bisa menciptakan solusi dari setiap masalah yang dihadapi.

Otoritas Ilahi

Kita memandang diri sebagai tentara yang memakai otoritas ilahi untuk mendeklarasikan kemenangan. Kita sudah mampu melihat kemenangan sebelum terjadi. Semua masalah bisa diselesaikan dan ada jalan keluar. Tuhan selalu bekerja menjadikan segala sesuatu mendatangkan kebaikan (Roma 8:28).

Berfokus pada Tuhan

Setiap masalah adalah untuk mendatangkan kebaikan bagi diri kita. Yeremia 33:3 dikutip untuk menekankan bahwa Tuhan akan memberitahukan hal-hal yang besar dan tidak terpahami kepada kita. Jika fokus pada masalah, kita akan melihat jalan buntu dan menjadi depresi. Namun, jika memandang kepada Tuhan, cara pandang, kekuatan, dan iman kita akan diubah.

Doa Penutup

Renungan diakhiri dengan doa, memohon agar Tuhan membawa setiap orang untuk fokus kepada-Nya sehingga kekuatan mereka bertambah dan cara pandang mereka terhadap masalah berubah. Tuhan mengubah kita dari pecundang menjadi pemenang dan membuat kita melihat masalah sebagai tantangan untuk ditaklukkan.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:10 Shalom, selamat pagi semuanya. Kita bertemu lagi di renungan pagi. Mari kita berdoa. Terima kasih Tuhan untuk setiap kasih karunia yang telah kami peroleh, anugerah yang telah kami terima, kebaikan-Mu yang dahsyat di dalam kehidupan kami. Pada saat ini kami mau mendengarkan firman Tuhan. Berbicaralah kepada kami karena firman-Mu adalah hikmat. Firman-Mu adalah kekuatan. Firman-Mu mengubah cara pandang kami. Firman-Mu membuat kami bijaksana, cerdik, dan cerdas. Terima kasih. Kami siap mendengar firman Tuhan dalam nama Tuhan Yesus. Amin. Nah, Saudara, kita semuanya punya masalah pasti. Tetapi besar kecilnya masalah itu tergantung cara pandang kita. Seringki masalah

0:55 besar dan tidak bukan karena bobotnya, bukan karena ukuran dari masalah itu, bukan karena dari level dari masalah itu besar, kecilnya, berat atau ringannya. Tetapi semuanya tergantung dari cara pandang kita. Sama dengan kalau ada barble yang seberat 10 kilo, ada yang 25 kilo, ada yang 100 kilo. Dan berat dari setiap barbel itu berbeda kan ada yang 5 kilo, 10, 25, 50, mungkin ada yang 100 kilo dan sebagainya. Tetapi tetap berat atau tidaknya itu tergantung dari siapa yang mengangkatnya. Kalau yang mengangkat adalah seorang yang sudah terbiasa mengangkat berat 100 kilo,

1:43 mungkin waktu dia mengangkat 100 kilo dengan seseorang yang biasa mengangkat 50 kilo. Dan orang yang biasa mengangkat 50 kilo ini mengangkat barbel yang beratnya 50 kilo. Bebannya jadi sama. Karena masalahnya sekarang bukan dibobot dari barbel itu, tetapi masalahnya di otot orang yang mengangkatnya. Apakah kita punya otot rohani yang kuat, punya otot rohani yang terlatih atau tidak? Nah, sekarang bagaimana supaya kita punya otot rohani yang kuat? Ada lima hal yang akan mengubah hidupmu kalau fokus pandanganmu adalah kepada Tuhan, bukan kepada masalah. Yang pertama adalah apa yang akan terjadi pada waktu

2:30 kamu fokus kepada Tuhan bukan kepada masalah. Yang terjadi adalah kecemasanmu menjadi hilang, kecemasanmu mulai mencair. Bukan karena masalahmu hilang, tetapi sekarang otot rohanimu yang semakin kuat. Itu seperti kalau kamu menghadapi sebuah gunung es. Gunung esnya masih ada, tetapi sekarang kamu semakin panas. sehingga semakin panas dirimu maka akan mempengaruhi gunung yang kamu hadapi karena gunung es itu akan mencair. Jadi sekarang masalahnya adalah di dalam hidupmu pada waktu kita mulai fokus kepada Tuhan ketakutan, kekuatiran kita mulai hilang. Di dalam Filipi 4 ayat 6 sampai 7 berkata,

3:17 "Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah. Dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." Serahkan segala kekhawatiranmu. Yang diserahkan bukan masalah, Saudara, tetapi kekhawatiranmu. Ternyata di sini diajarkan janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakan dalam segala keinginanmu kepada Allah dengan doa dan permuja dan permohonan dengan ucapan syukur. Maka damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiranmu. Yang kita serahkan bukan masalah kita, tetapi yang kita

4:03 serahkan adalah kecemasan. kekhawuatiran kita dan keinginan kita sehingga Tuhan itu akan menggantikan kekhawatiran dan ketakutanmu itu dengan damai sejahtera yang melampaui segala akal. Jadi waktu kita berdoa, kita bisa katakan kepada Tuhan, "Tuhan aku khawatir." Tuhan aku takut dengan masalahku. Aku khawatir Tuhan perusahaanku bisa tutup. Aku khawatir Tuhan Yesus anakku sakit dan sebagainya. Nah, maka kekuatiranmu akan Tuhan ganti dengan damai sejahtera. Damai sejahtera itulah kekuatan sehingga kamu akan menjadi orang yang lebih kuat daripada masalahmu. Seperti tadi kalau toh ada barber yang bobotnya 5 kilo, 10 kilo, sampai 100 kilo, masalahnya bukan

4:49 di barbelnya. Masalahnya adalah di otot kita. Karena bagi sebagian orang 100 kilo itu ringan. Tapi bagi sebagian orang 100 kilo itu sangat berat. Nah, yang kedua adalah masalah saudara itu tetap ada di tempatnya. Masalah saudara tidak pergi, masalah saudara tidak hancur, tetapi cara pandang saudara menjadi beda. Masalah yang tadinya kelihatan sangat besar, kalau tadinya semut terlihat seperti gajah atau cicak terlihat seperti buaya, sekarang kau bisa melihat dengan mata yang benar. Karena sekarang kamu memandangnya dari posisi Tuhan. Jadi kalau Tuhan berdiri di atas kerajaannya, kamu ada bersama dengan Tuhan sehingga kamu bisa melihat

5:35 segala sesuatu di posisinya Tuhan, di posisi ketinggian dan kamu punya kacamata Tuhan sehingga kamu punya pandangan yang benar sehingga kamu bisa melihat yang kamu tadi lihat itu buaya ternyata sebesar cicak saja. yang tadinya kamu lihat masalah itu sebesar gajah, ternyata hanya sebesar semut saja. Bukan berarti masalahnya mengecil, bukan berarti masalah itu berubah bentuknya, tetapi karena cara pandangmu yang kemudian benar. Karena sekarang kamu melihat segala sesuatu bukan dari bawah, tetapi dari atas, dari ketinggian. Kamu memandangnya seperti Raja Wali yang memandang dari atas. Segala sesuatu akan terlihat kecil. Segala sesuatu kamu bisa lihat dengan

6:21 benar. Kalau kamu memandang segala sesuatu dari bawah, semuanya tampak besar, semuanya tampak tinggi, tidak terjangkau. Tetapi waktu kamu melihat dari pandangan Tuhan, dari sisi Tuhan, maka kamu akan bisa melihat tidak ada yang tidak bisa didaki, tidak ada yang tidak bisa ditaklukkan, tidak ada yang tidak bisa kamu lampaui. Itu sebabnya kamu akhirnya tidak takut, tidak khawatir dengan masalahmu. Karena kamu punya pandangan yang benar dan ada damai sejahtera di dalam hatimu. Di dalam Yesaya 40 ayat 15 berkata, "Sesungguhnya bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraja. Sesungguhnya

7:07 pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya." kamu akan bisa melihat masalah-masalah itu tidak ternyata tidak sebesar yang kamu pikirkan, tidak sebesar yang kamu bayangkan, tidak serumit yang kamu pikirkan, tidak semengerikan dari apa yang sudah kamu imajinasikan. Karena semuanya ternyata tidak seberat yang kamu takutkan. masalah-masalah yang kita hadapi atau pencobaan yang kita hadapi itu tidak akan melampaui kekuatanmu. Karena semuanya itu diukur. Pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa yang tidak melampaui kekuatanmu, tidak lebih besar daripada kekuatanmu. Jadi, tidak ada masalah yang tidak bisa

7:53 diselesaikan. Yang ketiga adalah waktu fokus kita kepada Tuhan, maka iman kita menjadi bertumbuh. Iman kita menjadi kuat, iman kita menjadi berkembang. Di dalam kitab Roma 10 ayat 17 berkata, "Jadi iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus." Waktu fokus kita kepada Tuhan, iman kita bertumbuh. Kita akan bisa melihat, "Kan, aku ini tidak berperang sendirian, tapi aku perang bersama dengan Tuhan. Kan aku ini tidak menghadapi masalah dengan kekuatanku sendiri, tapi bersama dengan Tuhan. Dan Alkitab berkata, "Aku ini lebih daripada pemenang dan hidupku ini berjalan dalam mukjizat Tuhan." Nah,

8:38 iman kita menjadi besar. Karena pada waktu pandangan kita kepada Tuhan, Tuhan memberikan damai sejahtera. Cara pandangmu berbeda dan Tuhan akan memberikan kekuatan pada imanmu. Waktu kamu fokus kepada Tuhan, kamu berdoa kepada Tuhan, Tuhan itu akan memberikan apa yang kamu butuhkan. Kalau Tuhan tahu kamu kurang iman, Tuhan memberikan iman. Kalau Tuhan tahu kamu kurang hikmat, Tuhan memberi kamu hikmat. Keempat adalah kamu akhirnya bisa melihat dirimu bukan sebagai korban. Wah, ada masalah besar. Terus playing victim. Oh, aku ini adalah orang. Aku ini adalah korban. Kasihan ya aku ini. Tuhan itu kok mengasihi saya masalah.

9:26 Kenapa orang-orang itu menantang saya? Kenapa orang-orang menyakiti saya? Kenapa ada masalah begitu besar? Kenapa Tuhan izinkan ini terjadi? Waktu kita fokus kepada Tuhan dan tidak fokus kepada masalah, maka cara pandangmu pada dirimu sendiri juga akan berbeda. Kamu tidak akan melihat lagi dirimu sebagai korban, tetapi engkau akan melihat dirimu sebagai seorang pemenang, seorang champion, seorang juara. Engkau akan melihat dirimu sedang berada di dalam arena pertandingan. Engkau akan melihat masalah sebagai tantangan, sebagai ujian untuk kamu taklukkan. Kamu justru

10:12 tertantang untuk melihat apakah aku bisa menaklukkannya. Yang kelima, pada waktu pandanganmu itu fokusnya kepada Tuhan, bukan kepada masalah, akhirnya responmu menjadi berubah. Kamu bukan lagi menjadi orang yang ngemis-ngemis doa, minta masalah diselesaikan Tuhan, minta masalah itu disingkirkan, minta gunung-gunung masalah itu pergi. Ee bukan itu lagi yang kamu inginkan. Tetapi akhirnya kamu tahu otoritas yang Tuhan berikan kepada kamu. Kamu bukan lagi menjadi orang yang mengemis-ngemis pertolongan. Kamu bukan orang yang mengemis-ngemis supaya masalahmu diangkat. Bukan lagi ngemis-ngemis

10:59 supaya kamu tidak diizinkan Tuhan untuk menghadapi masalah dan pencobaan. Bukan lagi berdoa supaya kamu kamu dikeluarkan dari masalah. Tetapi kuasa ilahi membuat kamu tahu siapa dirimu. Sehingga engkau tidak lagi memandang masalah sebagai hal yang harus disingkirkan. Tetapi kamu mau memakai otoritasmu. Kamu memakai kuasa dalam dirimu untuk menyelesaikan masalah dan untuk menciptakan solusi. Karena Tuhan tidak hanya menyelamatkan kita, tetapi kita diberi hikmat, diberi kuasa, diberi urapan dan otoritas untuk menang dalam setiap masalah. bukan hanya keluar dari masalah, tapi kamu bisa menciptakan

11:47 solusi dari setiap masalah yang kau hadapi. Kamu bisa dengan kuasa dan kamu bisa memandang dirimu sebagai seorang tentara yang memakai otoritas ilahi untuk mendeklarasikan kemenangan. kamu sudah mampu melihat kemenangan sebelum kemenangan itu terjadi, tapi kamu sudah mampu melihat dari awal waktu masalah ada bahwa semua masalah bisa diselesaikan. Semua masalah ada jalan keluar, semua masalah adalah baik. Karena Tuhan selalu bekerja menjadikan segala sesuatu mendatangkan kebaikan. Karena Allah turut bekerja dalam segala

12:32 hal untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia. Sekarang cara pandangmu berbeda. Bahwa setiap masalah adalah untuk mendatangkan kebaikan buat dirimu. Dalam Yeremia 33 ayat 3 berkata, "Berserulah kepadaku, maka aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami. Yakni hal-hal yang tidak kamu ketahui. Tuhan akan kasih tahu kamu hal-hal yang besar yang tidak terpahami dan tidak pernah kamu ketahui. Itu justru yang Tuhan akan singkapkan di dalam setiap masalah yang sedang kamu hadapi. Tetapi kalau fokusmu kepada

13:18 masalah, maka kamu akan melihat jalan buntu. Kamu akan ketakutan, kamu akan semakin depresi, kamu akan melihat dirimu adalah korban. Kamu akan mencari kambing hitam. kamu akan menyalahkan orang lain, menyalahkan segala hal, menyalahkan keadaan, menyalahkan Tuhan. Tapi waktu kamu memandang kepada Tuhan sebagai fokus pandanganmu, maka semua Tuhan ubah. Bukan masalahnya yang diubah, tetapi cara pandangmu, kekuatanmu, imanmu yang diubah. Tulis di chat, fokus kepada Tuhan, bukan fokus kepada masalah. Mari kita berdoa. Kami bersyukur kepada-Mu Tuhan. Engkau ajaib, Engkau dahsyat, Engkau luar biasa. Pagi

14:05 hari ini Engkau mengajar kami untuk fokus kepada Tuhan. Karena pada waktu kami fokus kepada-Mu, cara pandang kami kepada masalah diubah. Cara pandang kami terhadap diri sendiri diubah. Iman kami dikuatkan. Engkau memberikan kami damai sejahtera yang melampaui segala akal. Engkau yang mengubahkan kekhawatiran dan ketakutan kami menjadi damai sejahtera. Dan kami bersyukur pada waktu kami fokus kepada Engkau, maka Engkau mengubah kami dari pejundang menjadi pemenang. Dan pada waktu kami fokus kepada Tuhan, Engkau membuat mata kami melihat masalah sebagai tantangan untuk ditaklukkan. Kami bersyukur kepada-Mu, Tuhan. Dan

14:50 saat ini hamba-Mu berdoa untuk setiap orang yang saat ini ikut di renungan pagi. Setiap orang yang punya masalah di dalam hidupnya, biarlah Engkau membawa mereka Tuhan untuk fokus kepada Tuhan sehingga kekuatan mereka bertambah dan cara pandang mereka kepada masalah berubah. Kami bersyukur kepada-Mu Tuhan. Terpujilah nama-Mu di dalam nama Tuhan Yesus. Haleluya. Amin. Tuhan Yesus memberkati dan jangan lupa subscribe. Tuhan Yesus memberkati. Selama Kau besertaku ku melihat ada mukjizat setiap hari. Selama ku menyembah-Mu.

15:37 Selam ku menyembah. Kami percaya mukjizat-Mu Tuhan.

Share

Ringkasan Video YouTube